• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk yang banyak.

Itu dapat dilihat dari sensus penduduk yang semakin tahun semakin meningkat. Dalam pengetahuan tentang kependudukan dikenal sebagai istilah karakteristik penduduk yang berpengaruh penting terhadap proses demografi dan tingkah laku sosial ekonomi penduduk.

Dibanding dengan negara-negara berkembang lainnya, Indonesia menempati kedudukan ketiga setelah Cina dan India dalam jumlah penduduk.

Indonesia merupakan negara yang sedag membangun dengan mempunyai masalah kependudukan yang sangat serius diseratai dengan jumlahn penduduk yang sangat besar dan pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi serta persebaran penduduk yang tidak merata. Jumlah penduduk bukan hanya modal, tetapi merupakan beban dalam pembangunan.

Pertumbuhan penduduk yang meningkat dan berkaitan dengan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat. Pengetahuan tentang aspek-aspek dan komponen demografi seperti fertilitas, motalitas. Morbiditas, migrasi, ketenagakerjaan, perkawinan dan aspek rumah tangga dalam keluarga akan membantu para penentu kebijakan dan perencana program untuk dapat mengembsngksn program pembangunan kependudukan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tepat pada ssasarannya.

Masalah utama yang dihadapi dibidang kependudukan Indonesia adalah masih tingginya jumlah penduduk dan tidak seimbangnya penyebaran dan struktur umur penduduk. Program kependudukan dan keluarga berencana bertujuan untuk turut serta menciptakan kesejahteraan ekonomi dan sosial bagi seluruh masyarakat melalui usaha-usaha perencanaan dan pengendalian penduduk. Dengan demikian diharapkan tercapai keseimbangan yang baik

(2)

2 antara jumlah dan percepatan pertumbuhan penduduk dengan perkembangan produksi dan jasa.

Kata Demografi berasal dari bahasa Yunani yang berarti ’Demos’ adalah rakyat atau penduduk dan ’Grafein’ adalah menulis.

Jadi Demografi adalah tulisan atau karangan mengenai penduduk. Istilah ini pertama kali dipakai untuk pertama kalinya oleh Achille Guilard.

Demografi mempelajari struktur dan proses penduduk di suatu wilayah. Stuktur penduduk meliputi jumlah, persebaran dan komposisi penduduk. Stuktur ini berubah-ubah yang disebabkan oleh proses demografi yaitu kelahiran, kematian dan migarsi.

Ketiga faktor ini disebut dengan komponen pertumbuhan penduduk.

Selain ketiga faktor tersebut struktur penduduk ditentukan juga oleh faktor yang lain misal perkawinan, perceraian. Perubahan stuktur yaitu perubahan dalam jumlah maupun komposisi akan memberikan pengaruh sosial, ekonomi dan politis terhadap penduduk yang tinggal disuatu wilayah.

Untuk mendapatkan data jumlah penduduk suatu negara atau daerah dibuat sistem pengumpulan data penduduk, yaitu Sensus Penduduk atau Cacah Jiwa digunakan untuk stuktur penduduk dan dilaksanakan pada waktu tertentu. Registrasi Penduduk digunakan untuk data penduduk yang dinamis dan dilaksanakan setiap saat dan Survei Penduduk digunakan untuk data khusus mengenai karakteristik penduduk dan dilaksanakan oleh instansi tertentu.

Pertumbuhan penduduk yang makin cepat dapat dimengerti apabila kiita melihat adanya penemuan penicilin dan pertumbuhan penduduk yang makin cepat dapat dimengerti apabila kiita melihat adanya penemuan Penicilin,perkembangan teknologi obat-obatan maka angka kematian menurun sedangkan angka kelahiran masih meningkat dengan program kesehatan masyarakat yang makin meningkat

(3)

3 1.2 Rumusan Masalah

1. Apakah yang dimaksud dengan konsep demografi ? 2. Apakah yang dimaksud dengan konsep penduduk ? 3. Apakah yang dimaksud dengan konsep keperawatan ?

4. Bagaimana hubungan piramida kependudukan dengan kesehatan ?

1.3 Tujuan Penulisan

1 Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan konsep demografi 2 Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan konsep penduduk 3 Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan konsep keperawatan

4 Untuk mengetahui bagaimana hubungan piramida kependudukan dengan kesehatan

(4)

4 BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Konsep Demografi.

A. Pengertian Demografi

Demografi berasal dari bahasa Yunani, yaitudemos yang berarti rakyat atau penduduk dan grafeinyang berarti menulis. Jadi, demografi adalah tulisan- tulisan atau karangan-karangan mengenai rakyat atau penduduk. Istilah ini dipakai untuk pertama kalinya olehAchille Guillard dalam tulisannya yang berjudul Elements de Statisque Humaine on Demographic Compares pada tahun 1885.

Beberapa ahli pun punya pendapat masing-masing tentang pengertian dari demografi itu sendiri. Berikut ini pendapat para ahli tersebut.

a. Menurut Johan Susczmilch (1762), demografi adalah ilmu yang mempelajari hukum Ilahi dalam perubahan-perubahan pada umat manusia yang tampak dari kelahiran, kematian dan pertumbuhannya.

b. Menurut Achille Guillard, demografi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu dari keadaan dan sikap manusia yang dapat diukur

c. Menurut George W. Barclay, demografi adalah ilmu yang memberikan gambaran menarik dari penduduk yang digambarkan secara statistika. Demografi mempelajarai tingkah laku keseluruhan dan bukan tingkah laku perorangan

Dapat disimpulkan bahwa demografi adalah ilmu yang mempelajari persoalan dan keadaaan perubahan-perubahan penduduk atau dengan kata lain segala hal ihwal yang berhubungan dengan komponen-komponen perubahan tersebut seperti : kelahiran, kematian, migrasi, sehingga menghasilkan suatu keadaan dan komposisi penduduk menurut jenis kelamin tertentu.

(5)

5 B. Ukuran dasar demografi

1. Demografi - Rate

Rate adalah angka yang memperlihatkan kemungkinan terjadinya suatu kejadian atau penyakit tertentu dalam populasi dan waktu tertentu. Atau bisa juga sebagai perbandingan antara kejadian dengan jumlah penduduk yang memiliki risiko kejadian tersebut. Nilai rate ini dipakai untuk menyatakan kecepatan kejadian dan dinamika tertentu dalam masyarakat. Contohnya mortality rate, morbidity rate, dan natality rate.

2. Demografi - Rasio

Rasio adalah perbandingan antara nomerator dan denominator pada suatu waktu. Rasio juga bisa diartikan sebagai perbandingan antara dua bilangan yang tidak saling tergantung yang digunakan untuk menyatakan besarnya suatu kejadian.

Artinya, rasio menyatakan suatu jumlah dalam suatu perbandingan terhadap jumlah yang lainnya. Besarnya rasio ini dapat dinyatakan dalam bentuk persepuluh, perseratus, atau perseribu. Sebagai contoh, rasio jenis kelamin adalah perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dan penduduk perempuan yang berada di suatu wilayah pada suatu waktu tertentu.

3. Demografi - Proporsi

Proporsi adalah nilai perbandingan antara pembilang ataunumerator dengan penyebut atau denominator. Dalam hal ini, pembilang termasuk bagian dari penyebut, dengan satuan %.

4. Demografi - Rata-rata

Nilai rata-rata adalah ukuran nilai tengah yang didapat dari penjumlahan semua nilai pengamatan yang ada, kemudian dibagi dengan banyaknya pengamatan yang ada.

5. Demografi - Frekuensi

Frekuensi adalah ukuran yang menyatakan seberapa banyak aktivitas suatu kegiatan telah dilaksanakan pada suatu jangka waktu tertentu.

(6)

6 6. Demografi - Cakupan

Cakupan adalah ukuran yang menilai besarnya pencapaian dari hasil pelaksanaan suatu terget kegiatan yang sebelumnya telah ditentukan pada jangka waktu yang telah ditentukan.

7. Demografi - Jumlah

Besarnya ukuran jumlah ini sering digunakan dalam analisis demografi, misalnya, menurut hasil sementara Sensus Penduduk 2000, jumlah penduduk Indonesia di tahun 2000 berjumlah 203,5 juta orang.

8. Demografi - Konstanta

Konstanta merupakan bilangan tetap, misalnya 100.000 atau 10.000. Dalam rumus, dinyatakan dengan "k". Jika "k" ini dikalikan dengan rasio , angka, atau proporsi maka akan mendapatkan hasil yang lebih jelas maknanya.

9. Demografi - Kohor

Kohor merupakan sekumpulan orang yang telah menjalani peristiwa demografi secara bersama-sama. Misalnya, kohor kelahiran. Kohor kelahiran adalah sekumpulan orang yang lahir di tahun yang sama. Ukuran kohor adalah ukuran yang digunakan untuk menghitung suatu peristiwa demografi pada suatu kohor tertentu.

C. Dinamika Populasi 1. Definisi Populasi

Populasi adalah kumpulan individu yang sejenis yang hidup pada suatu daerah dan waktu tertentu. Pengertian ini dikemukakan untuk menjelaskan bahwa individu- individu suatu jenis organisme dapat tersebar luas di muka bumi, namun tidak semuanya dapat saling berhubungan untuk mengadakan perkawinan atau pertukaran informasi genetik, karena tempatnya terpisah.

Individu- individu yang hidup disuatu tempat tertentu dan antara sesamanya dapat melakukan perkawinan sehingga dapat mengadakan pertukaran informasi genetik dinyatakan sebagai satu kelompok yang disebut populasi. Dalam

(7)

7 penyebarannya individu-individu itu dapat berada dalam kelompok-kelompok, dan kelompok-kelompok itu terpisah antara satu dengan yang lain. Pemisahan kelompok-kelompok itu dapat dibatasi oleh kondisi geografis atau kondisi cuaca yang menyebabkan individu antar kelompok tidak dapat saling berhubungan untuk melakukan tukar menukar informasi genetik.

Populasi-populasi yang hidup secara terpisah ini di sebut deme. Sebagai contoh, populasi banteng di Pulau Jawa terpisah menjadi dua subpopulasi, yang satu terdapat di kawasan Taman Nasional Baluran yang terletak di ujung timur, yang lain terdapat di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang berada di ujung barat Pulau Jawa. Jika isolasi geografis atau cuaca itu menyebabkan hewan sama sekali tidak dapat melakukan pertukaran informasi genetik, maka antara kelompok yang satu dengan yang lain bisa terdapat variasi-variasi genetik sebagai akibat seleksi alam yang terjadi di tempat masing-masing. Namun, jika ada kejadian yang memungkinkan dua populasi yang terpisah dapat bersatu, pertukaran informasi genetik dapat berlangsung.

2. Dinamika Populasi

Merupakan perubahan ukuran populasi yang terjadi sepanjang waktu.

Dinamika populasi membahas cara populasi spesies tertentu berkembang dan menyusut serta sebab-sebab peningkatan dan penurunan jumlah populasi tersebut.

Penelitian yang cermat terhadap gerakan fluktuasi populasi mengungkapkan bahwa bahkan dalam system alam yang tampaknya sangat stabil itu, ada kekuatan-kekuatan dinamis yang dapat menimbulkan efek dramatis dan menghasilkan perubahan drastis dalam jumlah populasi. Contohnya padalemming, binatang pengerat yang kecil ini hidup di wilayah yang sangat dingin dibelahan bumi utara. Setiap tiga atau empat tahun jumlah lemming menjadi amat banyak, lalu terlihat binatang ini melakukan migrasi besar-besaran. Diduga ini terjadi karena persediaan makanan yang ada telah habis. Cerita-cerita mengenailemming yang bunuh diri muncul berdasarkan fakta bahwa binatang ini akan menyeberangi sungai untuk mencari makan. Ketika mencapai laut, mereka juga mencoba menyeberangi laut tersebut dan akibatnya mereka mati tenggelam.

(8)

8 Hal ini tentu berkaitan dengan parameter populasi. Khusus di dalam pengaturan kerapatan populasi dikenal adanya mekanisme “density dependent”

(mekanisme yang bergantung kepada kerapatan) : faktor yang mengendalikan populasi lebih berpengaruh pada populasi yang besar dibandingkan populasi yang kecil. Contohnya : kompetisi, predasi dan parasitisme. Dan mekanisme “density independent” (mekanisme yang tak bergantung pada kerapatan) : faktor yang mengendalikan populasi tidak tergantung dengan ukuran populasi. Contohnya : kebakaran hutan, kekeringan,letusan gunung berapi. Secara umum, aspek-aspek yang dipelajari dalam dinamika populasi adalah:

1) Populasi sebagai komponen dari sistem lingkungan.

2) Perubahan jumlah individu dalam populasi.

3) Tingkat penurunan, peningkatan, penggantian individu dan proses yang menjaga kestabilan jumlah individu dalam populasi.

4) Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perubahan jumlah individu dalam populasi.

D. Transisi Demografi

Teori Transisi demografi adalah model yang menggambarkan perubahan penduduk dari tingkat pertumbuhan yang stabil tinggi (tingkat fertilitas dan mortalitas yang tinggi) ke tingkat pertumbuhan rendah ( tingkat fertilitas dan mortalitas rendah) yang terjadi dari waktu ke waktu. Hal ini didasarkan pada interpretasi yang dimulai pada tahun 1929 oleh para ahli demografi (demografer),perubahan yang diamati adalah tingkat fertilitas dan mortalitas dalam masyarakat selama dua ratus tahun terakhir atau lebih.Transisi demografi istilah awalnya hanya menggambarkan pergeseran sosial yang terjadi dimasyarakat Barat dari abad sembilan belas ke 1930-an.Pada saat itu,masyarakat Eropa yang bertempat tinggal di luar negeri,bergerak dengan kecepatan yang cukup dari tingkat fertilitas dan mortalitas tinggi,ke tingkat fertilitas dan mortalitas rendah,dengan konsekuensi sosial yang besar.

(9)

9 Tren populasi penduduk yang terjadi,seperti pasca-Perang Dunia II (1939- 1945) disebut dengan istilah "baby boom," telah menurunkan tingkat fertilitas dengan drastis yang terjadi di Eropa.Akan tetapi sekarang transisi demografi merupakan fenomena global, bukan hanya tren Barat ataupun Eropa,bahkan sejak tahun 1960 sebagian besar dunia telah menunjukkan penurunan tingkat fertilitas,dengan pengecualian sub-Sahara Afrika yang mungkin terakhir menunjukkan penurunan tingkat fertilitas.Demografer yang memformulasikan teori Transisi Demografi,berikut adalah teori yang di kemukakan Blacker:

Transisi demografi menurut Blacker di bedakan menjadi 5 tahapan yaitu:

Tahap Tingkat

fertilitas

Tingkat mortalitas

Pertumb uhan alami

Contoh

1.Stabil tinggi

Tinggi Tinggi Nol atau

sangat rendah

Eropa,awal abad 14

2.Perkemban gan awal

Tinggi Turun

pelan

Lambat India,sebelum PD II

3.Perkemban gan akhir

Turun Turun

lebih cepat

Pesat Eropa Sltn&Tgh Sblm PD II,India stlh PD II

4.Stabil rendah

Rendah Rendah Nol,atau

sangat rendah

Australia,NZ,AS, 1930an

5.Menurun Rendah Lebih

tinggi dp kelahiran

Negatif Prancis sebelum PD II,Jerman 1970an

(10)

10 1. Tahapan Transisi Demografi

5 tahapan transisi demografi menurut Blacker ( 1947 ) 1) Tahapan 1

Dalam tahapan satu terjadi pada masyarakat pra-industri, tingkat fertilitas dan tingkat mortalitas tinggi.Tingginya tingkat fertilitas di sebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhinya seperti ; belum tersedianya program Keluarga Berencana dan alat kontrasepsi (fertility control ),sehingga tingkat fertilitas pada dasarnya hanya dibatasi oleh kemampuan seorang wanita untuk melahirkan anak.Sedangkan tingginya tingkat mortalitas dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti ;gagal panen dan income yang menurun sehingga mengakibatkan kelaparan karena kurangnya ketersediaan bahan pangan,tidak adanya teknologi kesehatan untuk mengontrol masyarakat terhadap penyakit seperti wabah penyakit menular tidak terkontrol yang berakibat mortalitas,dan adanyasubstitution effect.(Peritiwa ini terjadi misalnya,di Eropa dan khususnya Timur Amerika Serikat selama abad ke-19).

Dalam tahapan satu ini peran anak masih sangat penting dalam membantu perekonomian keluarga.Biaya membiayai anak dianggap lebih sedikit dari pada biaya makannya,karena dalam tahap satu ini belum ada pendidikan dan tempat hiburan(India).Teori Malthus mengatakan bahwa yang menjadi penentu populasi pada tahap satu adalah jumlah pasokan makanan.(Afrika)

2) Tahapan 2

Tahapan kedua menyebabkan penurunan tingkat mortalitas pelan dan peningkatan populasi.Penurunan tingkat mortalitas ini juga dialami oleh Negara berkembang seperti Yaman, Afghanistan, wilayah Palestina, Bhutan dan Laos.Sedangkan penurunan tingkat mortalitas di pengaruhi oleh 2 faktor yaitu : a. Adanya perbaikan penyediaan makanan yang dihasilkan dari perbaikan

pertanian(rotasi tanaman, pembiakan selektif, dan teknologi benih berkualitas) dan transportasi yang lebih baik untuk mencegah kematian akibat kelaparan dan kekurangan air.

(11)

11 b. Perbaikan signifikan kesehatan masyarakat untuk mengurangi tingkat mortalitas,

khususnya pada usia dini.Seperti di temukannya pengembangan vaksinasi,imunisasi,dan juga antibiotik. Akan tetapi di Eropa melewati dua tahap sebelum kemajuan dari pertengahan abad ke-20 karena mereka melakukan perbaikan penyebab penyakit dan peningkatan pendidikan dan status sosial ibu.(Perubahan populasi terjadi di barat laut Eropa selama abad ke-19 dan di India sebelum Perang Dunia II).

3) Tahapan 3

Pada tahapan ini tingkat mortalitas yang turun dengan cepat dengan di ikuti penurunan tingkat fertilitas tetapi tidak secepat penurunan tingkat mortalitas.

Penurunan tingkat fertilitas ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :

a. Adanya fertility control yang sudah mulai berkembang di masyarakat dan sudah banyak digunakan. Perbaikan penggunaan kontrasepsi merupakan faktor yang cukup penting untuk mengurangi fertilitas.

b. Kedua adalah Industrilization ,yaitu perubahan yang berangsur-angsur dari masyarakat pertanian menuju ke masyarakat industri.Ini juga merubah gaya hidup baik itu makanan,pola hidup,maupun seksualnya.

c. Ketiga yaitu meningkatnya urbanisasi mengubah nilai-nilai tradisional pada masyarakat pedesaan, perubahan pola pikir masyarakat di daerah pedesaan mempengaruhi penurunan fertilitas anak yang berarti bahwa sebagian orang tua menyadari bahwa mereka tidak perlu membutuhkan begitu banyak anak yang akan dilahirkan untuk masa yang akan datang.

d. Keempat adalah Sosial dan Ekonomi, kedudukan sosial seorang wanita juga dapat mempengaruhi tingkat penurunan fertilitas. Meningkatkan melek huruf perempuan dan pekerjaan sebagai ukuran status perempuan,seperti Eropa selatan atau Jepang. Penilaian terhadap perempuan tidak hanya melahirkan anak saja.

4) Tahapan 4

(12)

12 Ini terjadi di mana kelahiran dan angka kematian keduanya rendah atau NOL.

Oleh karena itu jumlah penduduk yang tinggi dan stabil. Beberapa teori beranggapan bahwa pada tahapan 4 inilah penduduk suatu negara akan tetap pada tingkat ini.Negara-negara yang berada pada tahap ini (Total Kesuburan kurang dari 2,5 pada tahun 1997) meliputi: Amerika Serikat, Kanada, Argentina, Australia, Selandia Baru, seluruh Eropa.

5) Tahapan 5

Model transisi demografi yang sebenanya hanya terjadi 4 tahapan tetapi ada suatu persetujuan bahwa sekarang menjadi 5 tahapan berdasarkan teori Transisi Demografi menurut C.P.Blacker 1947. Pada tahap kelima ini bahwa tingkat mortalitas lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat fertilitas yang berada dalam keadaan stabil.Hal ini dapat dipengaruhi oleh gaya kehidupan masyarakat yaitu degenerative diseases.Bisa karena gaya hidup yang tidak baik,seperti sering mengonsumsi makanan instan serta mengonsumsi alkohol untuk mengikuti kebiasaan Negara Barat.Keadaan ini di alami oleh Negara seperti Perancis sebelum Perang Dunia ke II dan Jerman pada tahun 1970 an.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi Negara memilik transisi demografi yang berbeda yaitu :

1. Perbedaan pembangunan ekonomi penyebab yang cukup untuk mempengaruhi perubahan demografi suatu Negara, dengan tingkat ekonomi yang tinggi Negara cenderung tidak meningkatkan kuantitas fertilitas tetapi lebih untuk kualitas anak.(contoh Singapura).

2. Ekologi suatu daerah dapat berpengaruh terhadap fertilitas dan mortalitas,di daerah pedesaan cenderung berhubungan seksual antara pasangan lebih sering karena tidak adanya fasilitas hiburan dan sebaliknya di daerah perkotaan.

3. Dibidang Budaya setiap Negara mempunyai perbedaan seperti halnya perbedaan antara Negara Arab dan Negara Barat.Perbedaannya yaitu bahwa Negara Arab memiliki lebih banyak anak karena mereka lebih mengedepankan agama yang

(13)

13 melarang untuk memakai alat kontrasepsi.Sedangkan masyarakat di Negara Barat cenderung memiliki sedikit anak.

4. Dalam bidang sosial sebagian besar disebabkan oleh pendidikan wanita yang mengakibatkan wanita ingin bekerja,semakin banyak wanita bekerja di suatu Negara maka mempengaruhi jumlah pertumbuhan penduduknya.Contoh (Jepang, Singapura, Taiwan, serta sebagian Eropa tengah dan selatan Eropa) sekarang menunjukkan tingkat fertilitas yang sangat rendah, yang berada di bawah 1,5 kelahiran per perempuan.

5. Fertilitas tinggi terjadi setelah peristiwa tingkat penurunan mortalitas tinggi peristiwa seperti Black Death dan peperangan ( Perang Dunia II)

2. Akibat Perubahan Transisi Demografi

a. Efek pertama dari transisi adalah penurunan angka kematian, yang berlanjut selama masa transisi. Angka kelahiran meningkat sedikit pada awalnya, tetapi kemudian jatuh ke tingkat yang lebih rendah sama dengan angka kematian.

Selama transisi, tingkat kelahiran kelebihan atas tingkat kematian (tingkat kenaikan alamiah) menghasilkan peningkatan besar dalam ukuran populasi.

b. Pertumbuhan Jumlah Penduduk Dunia

E. Sumber data demografi

Sumber data demografi terdiri dari : 1. Sensus penduduk

Definisi : Sensus Penduduk sebagai keseluruhan proses pencacahan (collecting), pengumpulan (compilling),penyusunan(tabulation), dan penerbitan (publishing) data demografi, ekonomi dan sosial yang menyangkut semua orang, padawaktu tertentu di suatu negara atau suatu wilayah tertentu.

a. Sejarah Sensus Penduduk

Sensus Penduduk (Cacah Jiwa Jiwa) kali ) pertama-pertama dilakukan dilakukan di Babilonia 4000 tahun SM, di Mesir 2500 BC & di Cina 3000 BC.

(14)

14 Pada abad ke 16 dan dan17 17 sensus penduduk juga pernah dilakukan di Italia, Sisilia dan Spanyol. Tujuan Sensus saat itu untuk tujuan militer, pemungutan pajak dan perluasan teritorial kerajaan. Sensus secara modern dilaksanakan di Quebec tahun 1666, di Swedia tahun 1749, di Amerika Serikat sensus mulai dilakukan tahun 1790 & di Inggris tahun 1801 yang diikuti oleh masing-masing negara jajahannya.

Di Indonesia, Raffles melakukan sensus pada tahun 1815, selanjutnya tahun 1920, 1930. Di Jawa, sensus dilakukan secara de facto sedang di luar Jawa secara de jure. Sejak merdeka sampai tahun 2000 Indonesia telah melakukan sensus pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990 dan tahun 2000.

Sensus di Indonesia Tanggal 31 Maret 1961 - 31 Oktober 1961 = Hari Sensus. tahun 1970 baru dapat dilaksanakan pada tahun 1971 krn : Kesulitan dana

& persiapan pelaksanaan. Sensus tahun 1980, dilakukan2 tahap.Tanggal 20 Sept - 30 Okt 1980 = Pencacahan sensus lengkap Tanggal 6 - 31 Okt 1980 = pencacahan sensus sampel Sensus tahun 1990 dilaksanakan 2 tahap pada bulan Sept-Okt.

Sedangkan tahun 2000 hanya dilaksanakan sensus lengkap pada tanggal 30 Juni 2000 & untuk selanjutnya juga dilaksanakan sama pada hari H. Sensus Penduduk adalah : Proses keseluruhan dari pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan penilaian data penduduk yang menyangkut ciri-ciri demografi, , sosial ekonom, dan lingkungan hidup.

b. Karakter pelaksanaan Sensus :

1) Bersifat Individual, yang berarti informasi data dikumpulkan dari individu baik sebagai anggota rumah tangga atau pun anggota masyarakat.

2) Bersifat Universal, pencacahan menyeluruh.

3) Pencacahan diselenggarakan serentak.

4) Sensus dilaksanakan secara periodik pada tiap tahun yang berakhiran angka nol (0).

c. InformasiKependudukan yang diperolehdalamsensus:

1) Geografidanmigrasipenduduk 2) Rumahtangga

(15)

15 3) Karakter social dandemografi

4) Kelahirandankematian 5) Karakteristikpendidikan 6) Karakteristikekonomi

d. Topik minimal dalam pertanyaan sensus penduduk Geografi &Migrasi Penduduk:

1) Tempat lahir

2) Lama tinggal didaerah seberang 3) Tempat tinggal beberapa tahun lalu 4) Rumah Tangga

5) Hubungan anggota dengan kepala keluarga e. Karakter social & Demografi:

1) Jenis kelamin 2) Umur

3) Status perkawinan 4) Kewarganegaraan 5) Agama

6) Bahasa

7) Suku etnik (kebangsaan) f. Fertilitas& Murtalitas:

1) Anak lahir hidup 2) Anak masih hidup 3) Umur waktu kawin 4) Lama kawin

5) Jumlah anak lahir hidup 12 bulan sebelum sensus 6) Jumlah bayi mati 12 bulan sebelum sensus 7) Yatim karena kematian ibu.

g. Karakter Pendidikan:

1) Tingkat pendidikan 2) Melek huruf

(16)

16 3) School attendance

4) Educational qualification h. Karakter Ekonomi :

1) Aktifitas ekonomi 2) Kedudukan dlm aktifitas 3) Industri

4) Status pekerja 5) Jam kerja 6) Pendapatan

7) Aktifitas menurut sektor

i. Cencus Error (Kesalahan Sensus Sensus) (Yaukey, 1990)

1) Kesalahan cakupan (error of coverage) : Kesalahan Dimana Tidak semua penduduk tercacah & ada yang tercacah dua kali

2) Kesalahan isi pelaporan (error of content) : Kesalahan pelaporan dari responden, atau Ketidakjujuran responden dalam mengisi Blangko pertanyaan sensus

3) Kesalahan ketepatan laporan (estimating error) :Kesalahan pencatatan data penduduk yang Menyebabkan kesulitananalisanya. Hal ini Terjadi dari petugas atau pelapor data.

j. Tahapan sensus di Indonesia

1) Pemerintah memberi mandat pada Badan pusat Statistik untuk melakukan sensus, lalu BPS menyiapkan draft pertanyaan.

2) Melatih petugas sensus untuk mendapatkan data sensus dengan draft yang nanti dibawa.

3) Membagi wilayah dalam wilayah pencacahan (wilcah).

4) Wilcah dibedakan antara wilcah pedesaan dan wilcah perkotaan.

5) Pencacahan dilaksanakan dengan system aktif (mendatangi RT dg membawa draft pertanyaan sensus) pada hari “H” (tanggal 30 Juni).

6) Juga melaksanakan PODES (pencacahan potensi desa) & pemetaan desa.

7) Hasil sensus diolah oleh BPS dan diumumkan..

(17)

17 8) Juga dilakukan sensus khusus berdasar sampel, misal : sensus pertanian, sensus

industri, survey angkatan kerja nasional, dll.

k. Konsep yang dipergunakan dalam sensus 1) Penduduk yang dicacah

2) Blok sensus

3) Klasifikasi daerah perkotaan atau pedesaan 4) Bangunan

5) Rumah tangga

6) Orang yang tinggal di asrama 7) Orang yang tinggal di LP 8) Indekost

9) Anggota rumah tangga l. Keunggulan Sensus : 1) Dianggap paling akurat 2) Lengkap cakupannya

3) Terbebas dari pengaruh kesalahan sampel (sampling error) 4) Dapat digunakan sebagai dasar perencanaan

5) Dapat digunakan sebagai sampling frame untuk survai lain.

m. Kelemahan

1) Biaya sangat mahal (menyeluruh)

2) Sensus penduduk periode 10 tahunan, kemungkinan setelah beberapa tahun sudah Banyak perubahan; kelemahan umur, tanggal.pernikahan, kapan melahirkan 3) Sering terjadi content error, kesalahan dalam pencacahan dan jawaban responden 4) Kemungkinan tidak semua tercacah.

2. Registrasi penduduk

Adalah suatu kegiatan pencatatan mengenai kelahiran hidup, kelahiran mati, kematian, perkawinan, perceraian, adopsi, termasuk pengakuan pengesahan, pembatasan, dan pemisahan yang dilakukan secara terus-menerus dan kerkesinambungan ( PBB 1955). Istilah Registrasi digunakan karena registrasi ini

(18)

18 berfokus pada kejadian sejak orang lahir dan menjadi anggota suatu komunitas, sampai meninggal, serta semua perubahan status yang dialami antara keduanya seperti menikah dan bercerai.

a. Sejarah

Tahun 1815 Raffles telah melakukan pendataan penduduk tentang nama ,umur , pekerjaan , catatan kematian , kelahiran , & perkawinan serta ciri ciri demografis lainnya . Tahun 1850 Gubernur Jenderal Merkus menugaskan P.

Bleeker untuk meninjau data penduduk pada seluruh karesidenan di Jawa , dan ini diterbitkan tahun 1870.

Tahun 1880 Belanda memberlakukan pelaporan penduduk dengan sistem kartu mingguan. Dan setelah Jepang menduduki Indonesia(1942 1945), sistem ini diganti dg sistem Registrasi Vital yaitu registrasi yang menyangkut kelahiran, kematian, kematian janin, abortus , perkawinan & perceraian, Hal ini dilanjuntukan sampai pasca kemerdekaan , sampai dilakukan Proyek Sampel Registasi Penduduk (SRPI) yang dilakukan oleh BPS, BKKBN, Depadaagri , &

Depkes .

Tahun 2003 diadakan penataan adiministrasi kependudukan oleh Dirjen Administrasi Kependudukan Depadaagri untk memberikan identitas pada tiap penduduk.

Registrasi Penduduk adalah proses pencatatan penduduk yang dilakukan secara mandiri oleh warga ketika terjadi perubahan perubahan-perubahan jumlah penduduk. Ini dilakukan oleh Depadaagri melalui kantor desa setempat.

Permasalahan yang muncul akibat sistem pencatatan ini :

1) Seorang bayi yang mati setelah lahir, harusnya dilaporkan sebagai proses kelahiran & kematian, namun hal ini biasanya tidak dilaporkan

2) Terlambatnya pelaporan kelahiran

3) Jauhnya jarak kantor desa dengan rumah warga

4) Kelahiran akibat kehamilan diluar nikah nikah, tdk dilaporkan karena dianggap aib.

(19)

19 b. Kelemahan

1) Pendaftaran penduduk de jure.

2) Informasi yang disajikan sedikit

3) sangat tergantung sistem, petugas, kesadaran masyarakat

4) kelengkapan dan kecermatan data tergantung konsistensi dan kontinyuitas pencatatan

3. Survei penduduk

Adalah proses pencacatan informasi tentang penduduk berdasarkan kekhususan bidang kajian secara lebih luas dan mendalam . Istilah “ survei “ umumnya digunakan oleh para peneliti sosial, untuk memperoleh data yang lebih rinci dan spesifik : tentang perilaku penduduk, sikap, kepercayaan, pendapat, karakteristik, pengetahuan dan harapan responden.

Survai yang cakupannya nasional (seperti sensus) dalam hal tahapannya, dan keterangan yang dikumpulkan : SUPAS (survey penduduk antar sensus), SDKI (survey demografi kesehatan Indonesia), SAKERNAS (survey tenaga kerja nasional), SUSENAS (survey social ekonomi nasional).Supas (Survai penduduk antar sensus (SUPAS), merupakan suatu kegiatan yang saling mengisi atau melengkapi. Dikenal sensus sampel, biasanya 5‐10% dari penduduk/rumah tangga. Informasi yang dikumpulkan lebih rinci seperti : jumlah anak, peristiwa kematian, kegiatan ekonomi, bidang pekerjaan dll. Tiga Hal Utama Beda Sensus dan Survei :

a. Cakupan penduduk yang dicacah, sensus seluruh, survai hanya mencacah sebagian penduduk ( sampel )

b. Fleksibilitas pelaksanaan, sensus secara periodik, survai kapan saja dapat dilaksanakan.

c. Topik/aspek yang dikumpulkan, sensus pada data demografi, sosial ekonomi secara global, survai dapat dilakukan dengan topik topik yang lebih beragam, spesifik, rinci sesuai kebutuhan.

d.

(20)

20 2.2 Teori Kependudukan

A Teori Kependudukan Menurut Para Ahli 1. Teori Malthus (Thomas Robert Malthus)

Orang yang pertama-tama mengemukakan teori mengenai penduduk adalah Thomas Robert Malthus yang hidup pada tahun 1776 – 1824. Kemudian timbul bermacam-macam pandangan sebagai perbaikan teori Malthus. Dalam edisi pertamanya Essay on Population tahun 1798 Malthus mengemukakan dua pokok pendapatnya yaitu :

a Bahan makanan adalah penting untuk kehidupan manusia b Nafsu manusia tak dapat ditahan.

Malthus juga mengatakan bahwa pertumbuhan penduduk jauh lebih cepat dari bahan makanan. Akibatnya pada suatu saat akan terjadi perbedaan yang besar antara penduduk dan kebutuhan hidup.

Dalil yang dikemukakan Malthus yaitu bahwa jumlah penduduk cenderung untuk meningkat secara geometris (deret ukur), sedangkan kebutuhan hidup riil dapat meningkat secara arismatik (deret hitung). Menurut pendapat Malthus ada faktor- faktor pencegah yang dapat mengurangi kegoncangan dan kepincangan terhadap perbandingan antara penduduk dan manusia yaitu dengan jalan :

a. Preventive checks

Yaitu faktor-faktor yang dapat menghambat jumlah kelahiran yang lazimnya dinamakanmoral restraint. Termasuk didalamnya antara lain :

1) Penundaan masa perkawinan 2) Mengendalikan hawa nafsu 3) Pantangan kawin

b. Positive checks

Yaitu faktor-faktor yang menyebabkan bertambahnya kematian, termasuk di dalamnya antara lain :

1) Bencana Alam 2) Wabah penyakit

(21)

21 3) Kejahatan

4) Peperangan

Positive checks biasanya dapat menurunkan kelahiran pada negara-negara yang belum maju.

Teori yang dikemukakan Malthus terdapat beberapa kelemahan antara lain : a Malthus tidak yakin akan hasil preventive cheks.

b Ia tak yakin bahwa ilmu pengetahan dapat mempertinggi produksi bahan makanan dengan cepat.

c Ia tak menyukai adanya orang-orang miskin menjadi beban orang-orang kaya d Ia tak membenarkan bahwa perkembangan kota-kota merugikan bagi kesehatan

dan moral dari orang-orang dan mengurangi kekuatan dari negara Akan tetapi bagaimanapun juga teorinya menarik perhatian dunia, karena dialah yang mula- mula membahas persoalan penduduk secara ilmiah. Disamping itu essaynya merupakan methode untuk menyelesaikan atau perbaikan persoalan penduduk dan merupakan dasar bagi ilmu-ilmu kependudukan sekarang ini.

Pengikut-pengikut teori Malthus antara lain : 1) Francis Flace (1771 – 1854)

Pada tahun 1882 menulis buku yang berjudul Illustration and Proofs of the population atau penjelasan dari bukti mengenai asas penduduk. Ia berpendapat bahwa pemakaian alat kontrasepsi tidak menurunkan martabat keluarga, tetapi manjur untuk kesehatan. Kemiskinan dan penyakit dapat dicegah.

2) Richard Callihie (1790 – 1843)

Ia menulis buku yang berjudul “What Is Love”

3) Pengikut yang lain antara lain Any C. Besant (1847-1933)

Ia menulis buku yang berjudul “Hukum Penduduk, akibatnya dan artinya terhadap tingkah laku dan moral manusia”

4) Pengikut yang tidak dapat dilupakan lagi ialah dr. George Drysdale yang hidup tahun 1825 – 1904. Ia berpendapat bahwa keluarga berencana dapat dilakukan

(22)

22 tanpa merugikan kesehatan dan moral. Menurut anggapannya kontrasepsi adalah untuk menegakkan moral masyarakat.

2. Aliran Marxist (Karl Marx dan Fried Engels)

Aliran ini tidak sependapat dengan Malthus (bila tidak dibatasi penduduk akan kekurangan makanan). Karl Marx dan Friedrich Engels (1834) adalah generasi sesudah Maltus. Paham Marxist umumnya tidak setuju dengan pandangan Maltus, karena menurutnya paham Maltus bertentangan dengan nurani manusia.

Dasar Pegangan Marxist adalah beranjak dari pengalaman bahwa manusia sepanjang sejarah akan dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Beda pandangan Marxist dan Maltus adalah pada “Natural Resource” tidak bisa dikembangkan atau mengimbangi kecepatan pertumbuhan penduduk.Menurut Marxist tekanan penduduk di suatu negara bukanlah tekanan penduduk terhadap bahan makanan, tetapi tekanan terhadap kesempatan kerja (misalnya di negara kapitalis). Marxist juga berpendapat bahwa semakin banyak jumlah manusia semakin tinggi produk yang dihasilkan, jadi dengan demikian tidak perlu diadakan pembatasan penduduk.

Pendapat Aliran Marxist yaitu :

a. Populasi manusia tidak menekan makanan, tapi mempengaruhi kesempatan kerja.

b. Kemelaratan bukan terjadi karena cepatnya pertumbuhan penduduk, tapi karena kaum kapitalis mengambil sebagian hak para buruh

c. Semakin tinggi tingkat populasi manusia, semakin tinggi produktifitasnya, jika teknologi tidak menggantikan tenaga manusia sehingga tidak perlu menekan jumlah kelahirannya, ini berarti ia menolak teori Malthus tentang moral restraint untuk menekan angka kelahiran.

3. Teori Kependudukan Kontemporer a. Teori Fisiologi dan sosial ekonomi

1) John Stuart Mill

(23)

23 John Stuart Mill, seorang ahli filsafat dan ahli ekonomi berkebangsaan Inggris dapat menerima pendapat Malthus mengenai laju pertumbuhan penduduk melampaui laju pertumbuhan bahan makanan sebagai suatu aksioma. Namun demikian dia berpendapat bahwa pada situasi tertentu manusia dapat mempengaruhi perilaku demografinya.

Selanjutnya ia mengatakan apabila produktivitas seorang tinggi ia cenderung ingin memiliki keluarga kecil. Dalam situasi seperti ini fertilitas akan rendah. Jadi taraf hidup (standard of living) merupakan determinan fertilitas. Tidaklah benar bahwa kemiskinan tidak dapat dihindarkan (seperti dikatakn Malthus) atau kemiskinan itu disebabkan karena sistem kapitalis (seperti pendapat Marx) dengan mengatakan “The niggardline of nature, not the injustice of society is the cause of the penalty attached to everpopulation (Week, 1992).

Kalau suatu waktu di suatu wilayah terjadi kekurangan bahan makanan, maka keadaan ini hanyalah bersifat sementara saja.

Pemecahannya ada dua kemungkinan yaitu : mengimpor bahan makanan, atau memindahkan sebagian penduduk wilayah tersebut ke wilayah lain.

Memperhatikan bahwa tinggi rendahnya tingkat kelahirann ditentukan oleh manusia itu sendiri, maka Mill menyarankan untuk meningkatkan tingkat golongan yang tidak mampu. Dengan meningkatnya pendidikan penduduk maka secara rasional maka mereka mempertimbangkan perlu tidaknya menambah jumlah anak sesuai dengan karier dan usaha yang ada. Di sampan itu Mill berpendapat bahwa umumnya perempuan tidak menghendaki anak yang banya, dan apabila kehendak mereka diperhatikan maka tingkat kelahiran akan rendah.

2) Arsene Dumont

Arsene Dumont seorang ahli demografi bangsa Perancis yang hidup pada akhir abad ke-19. Pada tahun 1980 dia menulis sebuah artikel berjudul Depopulation et Civilization. Ia melancarkan teori penduduk baru

(24)

24 yang disebut dengan teori kapilaritas sosial (theory of social capilarity).

Kapilaritas sosial mengacu kepada keinginan seseorang untuk mencapai kedudukan yang tinggi di masyarakat, misalnya: seorang ayah selalu mengharapkan dan berusaha agar anaknya memperoleh kedudukan sosial ekonomi yang tinggi melebihi apa yang dia sendiri telah mencapainya.

Untuk dapat mencapai kedudukan yang tinggi dalam masyarakat, keluarga yang besar merupakan beban yang berat dan perintang. Konsep ini dibuat berdasarkan atas analogi bahwa cairan akan naik pada sebuah pipa kapiler.

Teori kapilaritas sosial dapat berkembang dengan baik pada negara demokrasi, dimana tiap-tiap individu mempunyai kebebasan untuk mencapai kedudukan yang tinggi di masyarakat. Di negara Perancis pada abad ke-19 misalnya, dimana system demokrasi sangat baik, tiap-tiap orang berlomba mencapai kedudukan yang tinggi dan sebagai akibatnya angka kelahiran turun dengan cepat. Di negara sosialis dimana tidak ada kebebasanuntuk mencapai kedudukan yang tinggi di masyarakat, system kapilaritas sosial tidak dapat berjalan dengan baik.

b. Teori Teknologi

Kelompok ini muncul untuk menolak pandangan Malthus yang pesimis dalam melihat perkembangan dunia.Teori ini dimotori oleh Herman Khan, ia berpendapat bahwa kemiskinan yang terjadi di negara berkembang akan dapat diatasi jika negara maju dapat membantu daerah miskin, sehingga kekayaan dan kemampuan daerah hidup itu akan didapatkan oleh orang-orang miskin.Ia beranggapan bahwa teknologi maju akan mampu melakukan pemutaran ulang terhadap nasib manusia pada suatu masa yang disebut ‘Era Substitusi’.

(25)

25 4. Teori Transisi Kependudukan

Tahap Peralihan keadaan demografis:

a Tingkat kelahiran dan kematian tinggi. Penduduk tetap/naik sedikit.

anggaran kesehatan meningkat. Penemuan obat obatan semakin maju.

Angka kelahiran tetap tinggi.

b Angka kematian menurun,tingkat kelahiran masih tinggi—pertumbuhan penduduk meningkat. Adanya Urbanisasi, usia kawin meningkat, Pelayanan KB > Luas, pendidikan meningkat.

c Angka kematian terus menurun, angka kelahiran menurun - laju pertumbuhan penduduk menurun.

d Kelahiran dan kematian pada tingkat rendah pertumbuhan penduduk kembali seperti kategori I - mendekati nol. Keempat kategori ini akan didialami oleh negara yang sedang melaksanakan pembangunan ekonomi.

Struktur & persebaran penduduk Membahas : a. komposisi penduduk

b. Persebaran penduduk. kegunaan pengelompokan penduduk : 1) Mengetahui human resources yg ada menurut umur & jenis.

2) Mengambil suatu kebijakan yg berhub dengan penduduk.

3) Membandingkan keadaan satu penduduk dengan penduduk lain

4) Melalui gambaran piramid pddk dapat diket proses demografi yg telah terjadi pada penduduk

Penerapan Transisi kependudukan Yang mencerminkan kenaikan taraf hidup rakyat di suatu negara adalah besarnya tabungan dan akumulasi kapital dan laju pertumbuhan penduduknya. Laju pertumbuhan yang sangat cepat di banyak negara sedang berkembang nampaknya disebabkan oleh fase atau tahap transisi demografi yang dialaminya. Negara-negara sedang berkembang mengalami fase transisi demografi di mana angka kelahiran masih tinggi sementara angka kematian telah menurun. Kedua hal ini disebabkan karena kemajuan pelayanan kesehatan yang

(26)

26 menurun angka kematian balita dan angka tahun harapan hidup. Ini terjadi pada fase kedua dan ketiga dalam proses kependudukan. Umumnya ada empat tahap dalam proses transisi, yaitu:

Tahap 1 :Masyarakat pra-industri, di mana angka kelahiran tinggi dan angka kematian tinggimenghasilkan laju pertambahan penduduk rendah;

Tahap 2 :Tahap pembangunan awal, di mana kemajuan dan pelayanan kesehatan yang lebih baik menghasilkan penurunan angka kelahiran tak terpengaruh karena jumlah penduduk naik.

Tahap 3 :Tahap pembangunan lanjut, di mana terjadi penurunan angka kematian balita, urbanisasi, dan kemajuan pendidikan mendorong banyak pasangan muda berumah tangga menginginkan jumlah anak lebih sedikit hingga menurunkan angka kelahiran. Pada tahap ini laju pertambahan penduduk mungkin masih tinggi tetapi sudah mulai menurun;

Tahap 4 :Kemantapan dan stabil, di mana pasangan-pasangan berumah tangga melaksanakan pembatasan kelahiran dan mereka cenderung bekerja di luar rumah. Banyaknya anak cenderung hanya 2 atau 3 saja hingga angka pertambahan neto penduduk sangat rendah atau bahkan mendekati nol

B. PIRAMIDA PENDUDUK 1. Konsep

Struktur umur penduduk menurut jenis kelamin secara grafik dapat digambarkan dalam bentuk piramida penduduk. Piramida penduduk adalah cara penyajian lain dari struktur umur penduduk. Dasar piramida penduduk menunjukkan jumlah penduduk, dan badan piramida penduduk bagian kiri dan kanan menunjukkan banyaknya penduduk laki-laki dan penduduk perempuan menurut umur.

2. Kegunaan

Dengan melihat proporsi penduduk laki-laki dan perempuan dalam tiap kelompok umur pada piramida tersebut, dapat diperoleh gambaran mengenai

(27)

27 sejarah perkembangan penduduk masa lalu dan mengenai perkembangan penduduk masa yang akan datang. Struktur umur penduduk saat ini merupakan hasil kelahiran, kematian dan migrasi masa lalu. Sebaliknya, struktur umur penduduk saat ini akan menentukan perkembangan penduduk di masa yang akan datang. Indonesia telah mengalami perubahan bentuk piramida yang disebabkan oleh penurunan kelahiran dan penurunan kematian bayi beberapa dekade yang lalu

C. Macam-MacamPiramidaPenduduk

Berdasarkan bentuknya, piramida penduduk dibedakan sebagai berikut :

Population Pyramid year 2000

1. Piramida penduduk bentuk kerucut atau limas. Bentuk piramida ini menggambarkan pertumbuhan penduduk yang cepat karena terjadi penurunan tingkat kelahiran bayi dan anak-anak, tetapi tingkat fertilitas masih tinggi.

2. Piramida penduduk bentuk pucuk granat. Bentuk piramida ini menggambarkan angka kelahiran dan tingkat kelahiran yang rendah.

3. Piramida penduduk bentuk kepala nisan. Bentuk piramida ini menggambarkan tingkat kelahiran mengalami penurunan yang tajam dan tingkat kematian yang sangat rendah.

(28)

28 Piramida penduduk dapat dibedakan pula atas tiga macam, yaitu ekspansif, konstruktif, dan stasioner. Piramida ekspansif adalah piramida yang terjadi apabila sebagian besar penduduk berada pada kelompok usia muda. Adapun piramida konstruktif adalah piramida yang terjadi apabila kelompok usia muda jumlahnya sedikit, sedangkan piramida stasioner adalah piramida yang terjadi apabila banyaknya penduduk dalam setiap kelompok usia relatif sama.

Adapun yang dimaksud dengan komposisi penduduk adalah susunan atau tata susun penduduk suatu negara atau suatu wilayah berdasarkan kriteria tertentu.

Komposisi penduduk dapat dikaji dengan tujuan sebagai berikut.

a. Setiap penduduk memiliki usia dan jenis kelamin yang berbeda sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang berbeda pula.

b. Menata sarana dan prasarana kehidupan bermasyarakat, bernegara, dan berbangsa sesuai dengan perkembangan penduduk.

c. Mengendalikan dan memantau pemanfaatan sumber daya alam agar dapat hidup berkelanjutan.

Bentuk piramida penduduk dibadakan menjadi tiga macam yaitu :

1. Bentuk Limas (Expansive), menunjukkan jumlah penduduk usia muda lebihbanyak dari pada usia dewasa maupun tua, sehingga pertumbuhan penduduk sangat tinggi, contohnya: Indonesia, Filipina, Mesir, Nigeria, Brazil.

2. Bentuk Granat (Stationer), menunjukkan jumlah usia muda hampir sama dengan usia dewasa, sehingga pertumbuhan penduduk kecil sekali, contohnya: Amerika Serikat, Belanda, Norwegia, Finlandia.

3. Bentuk Batu Nisan (Constructive), menunjukkan jumlah penduduk usia tua lebih besar dari pada usia muda, jumlah penduduk mengalami penurunan, contohnya: negara-negara yang baru dilanda perang.

(29)

29 Negara-negara berkembang pada umumnya memiliki piramida penduduk berbentuk limas, sedangkan negara-negara maju umumnya berbentuk granat atau batu nisan.

Ciri-ciri struktur penduduk pada tiap bentuk piramida :

1. Piramida Penduduk Expansif (Muda) memiliki ciri-ciri : a. Sebagian besar berada pada kelompok penduduk muda b. Kelompok usia tua jumlahnya sedikit

c. Tingkat kelahiran bayi tinggi d. Pertumbuhan penduduk tinggi

2. Piramida Penduduk Stasioner memiliki ciri-ciri : a. Penduduk pada tiap kelompok umur hampir sama b. Tingkat kelahiran rendah

c. Tingkat kematian rendah

d. Pertumbuhan penduduk mendekati nol atau lambat

3. Piramida Penduduk Constructive (Tua) memiliki ciri-ciri :

a. Sebagian besar penduduk berada kelompok usia dewasa atau tua b. Jumlah penduduk usia muda sangat sedikit

c. Tingkat kelahiran lebih rendah dibanding dengan tingkat kematian d. Pertumbuhan penduduk terus berkurang

2.3 Konsep Keperawatan

Perawatan adalah pelayanan esensial yang diberikan oleh perawat terhadap individu, keluarga dan masyarakat yang mempunyai masalah kesehatan.

Berdasarkan ilmu, artinya perawatan harus dilandasi dan menggunakan ilmu perawatan dan kiat keperawatan yang mempelajari bentuk dan sebab tidak terpenuhinya kebutuhan dasar manusia suatu upaya keperawatan dan penyembuhan. Berdasarkan kiat artinya perawat lebih difokuskan pada kemampuan perawat untuk memberikan asuhan keperawatan secara komperehensip dengan sentuhan seni.

(30)

30 Keperawatan adalah bentuk pelayanan profesional sebagai bagian integral pelayan kesehatan yang berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan meliputi aspek biologis, psikologis, sosial, dan spiritual yang bersifat kompherensip, ditujukan kepada individu, keluarga dan masyarakat yang sehat maupun yang sakit mencakup hidup manusia untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal.

Keperawatan bersifat kompherensip artinya pelayanan keperawatan bersifat menyeluruh, meliputi aspek “ Manusia biopsiko sosial dan spiritual ”.

Secara umum keperawatan adalah merupakan suatau indentifikasi seni. Istilah seni berarti ketrampilan praktik yang diperoleh melalui pengamatan/ pengalaman.

A. Teori Keperawatan

a) Teori keperawatan (Taylor C. dkk)

Sebagai usaha untuk menguraikan dan menjelaskan berbagai fenomena dalam keperawatan.

b) Teori keperawatan (Steven)

Teori keperawatan berperan dalam membedakan keperawatan dengan disiplin ilmu lain dan bertujuan untuk menggambarkan, menjelaskan, memperkirakan dan mengontrol hasil usaha atau pelayanan keperawatan yang dilakukan.

c) Teori keperawatan (Newman)

Ada tiga cara pendekatan dalam pengembangan dan pembentukan teori keperawatan yaitu meninjau teori-teori dari disiplin ilmu lain yang relevan dengan tujuan untuk mengintegrasikan teori-teori kedalam ilmu keperawatan, menganalisa situasi praktek keperawatan dalam rangka mencapai konsep yang berkaitan dengan praktek keperawatan dan menciptakan suatu kerangka konsep yang memungkinkan pengembangan teori keperawatan.

(31)

31 B. Proses Keperawatan

a) Wolf and Weitzel

Proses perawatan adalah serangkaian perbuatan atau tindakan untuk menetapkan, merencanakan, melaksanakan pelayanan keperawatan dalam rangka membantu klien untuk mencapai dan memelihara kesehatannya secara optimal.

b) Ann Martiner

Proses keperawatan adalah penerapan pemecahan masalah secara ilmiah untuk mengidentifikasi masalah-masalah pasien, merencanakan secara sistematis dan melaksanakannya serta mengevaluasi hasil tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan.

c) Malinda Muraray

Proses keperawatan adalah metode kerja dalam pemberian pelayanan keperawatan untuk menganalisa masalah pasien secara sistematis, menentukan cara pemecahannya, tindakan dan mengevaluasi hasil tindakan yang telah dilaksankan.

d) Yura

Proses keperawatan adalah tindakan yang berurutan, dilakukan secara sistematik, untuk menentukan masalah pasien, membuat perencanaan untuk mengatasinya, melaksankan rencana itu atau menugaskan orang lain melaksanakannya dan mengevaluasi keberhasilan secara efektif terhadap masalah yang diatasinya.

e) Herbal

Proses keperawatan adalah metode ilmiah yang digunakan secara sistematik untuk mengkaji dan mendiaknosa status kesehatan pasien, merumuskan masalah yang dicapai, menentukan intervensi dan mengevaluasi ilmu dan hasil asuhan yang dilakukan terhadap pasien.

(32)

32 C. KARAKTERISTIK

a) Teori keperawatan mengidentifikasikan dan didefinisikan sebagai hubungan yang spesifik dari konsep keperawatan, seperti hubungan antara konsep manusia, konsep sehat sakit, keperawatan, dan konsep lingkungan.

b) Teori keperawatan harus bersifat imlah, artinya teori keperawatan digunakan dengan alasan atau rasional yang jelas dan dikembangkan dengan menggunakan cara berpikir yang logis.

c) Teori Keperawatan bersifat sederhana dan umum. Artinya teori keperawatan dapat digunaklana pada masalah sederhana maupun masalah kesehatan yang komplek sesuai dengan situasi praktek keperawatan.

d) Teori keperawatan berperan dalam rangka memperkaya body Knowledge keperawatan yang dilakukan melalui penelitian.

e) Teori keperawatan menjadi pedoman dan berperan dalam memperbaiki praktek keperawatan.

2.4 Hubungan Piramida Penduduk dengan Kesehatan

1. Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan dalam terjadinya penyakit untuk masalah kesehatan dalam masyarakat di suatu wilayah. Misalnya : di suatu RS diketahui terjadi kasus INOS akibat ruangan kotor, ventilasi tidak teratur dengan baik, kamar mandi kurang bersih, dapur dan penyedian makanan yang kurang hygiene. Untuk itu perlu disusun rencana pemecahan masalah di RS tersebut berdasarkan berbagai faktor penyebab masalah.

2. Dapat menyediakan data yang diperlukan untuk perencanaan kesehatan dan pengambilan keputusan dalam menanganinya.

a. Membantu melakukan evaluasi program kesehatan yang dianggap tidak berhasil maka dapat dihentikan atau dirubah dengan program lain setelah mengetahui penyebab yang sebenarnya.

Misalnya : program fogging untuk memberantas nyamuk. Dapat diganti dengan program 3 M. Setelah diketahui penyebabnya karena perilaku penduduk.

(33)

33 3. Untuk mengembangkan metodelogi dalam menganalisis keadaan suatu

penyakit.

(34)

34 BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

1. Ada banyak teori penduduk yang dikemukakan oleh para ahli salah satunya adalah Thomas Robert Malthus yang hidup pada tahun 1776 – 1824. Beliau memfokuskan pada pertumbuhan penduduk yang pesat dan tersedianya bahan makanan.

2. Piramida penduduk adalah suatu gambar yang menunjukkan angka dari kelahiran yang dapat digunakan untuk meniliti suatu permasalahan kependudukan.

3. Ada 3 macam bentuk piramida penduduk yaitu bentuk limas (expansive) usia muda lebih banyak, sehingga pertumbuhan penduduk sangat tinggi. Cth negara Indonesia, bentuk granat (stasioner) usia muda relatif sama dengan usia dewasa, sehingga pertumbuhan penduduk kecil. Cth negara AS dan Belanda, dan bentuk nisan (constructive) usia tua lebih banyak dari usia muda, sehingga jumlah penduduk mengalami penurunan.

4. Hubungan piramida penduduk dengan kesehatan adalah kita dapat melihat persebaran suatu penyakit di suatu daerah berdasarkan faktor usia dan jenis kelamin. Cth : jika piramida penduduk cenderung berbentuk limas yang menyebabkan banyak terjadi penyakit IMS karena penduduk usia remaja tinggi dan juga bila piramida berbentuk nisan menyebabkan banyak terjangkit penyakit bakibat peperangan seperti terkena bahan kimia akibat peperangan dan luka-luka akibat perang.

(35)

35 3.2 Saran

Dalam pebuatan makalah ini juga penulis menyadari bahwa dalam pebuatan makalah masi terdapat banyak kesalahan, kekurangan serta kejanggalan baik dalam penulisan maupun dalam pengonsepan materi.

Utnuk itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar kedepan lebih baik dan penulis berharap kepada semua pembaca mahasiswa khususnya, untuk lebih ditingkatkan dalam pembuatan makalah yang akan datang.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan begitu manusia akan mengalami berbagai tanda dan proses penuaan yang pada dasarnya dibagi menjadi 2 bagian, yaitu tanda fisik seperti massa otot berkurang, kadar

Berdasarkan hasil penelitian ini, KHM ekstrak buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans yaitu konsentrasi 50%, melalui

Beberapa saran yang penulis ingin sampaikan yang kiranya dapat membantu para anak luar kawin agar mereka dapat memperoleh hak warisnya, antara lain sebagai

Terjadinya perubahan ukuran partikel serbuk dalam proses milling dikarenakan adanya gaya impek yang terjadi terhadap serbuk itu. Dalam proses milling

Bencana-bencana itu menjadi berkurang setelah dia diabadikan di kuil Temmangu dan karena ia adalah sarjana yang hebat maka sekarang dia disembah sebagai Dewa pendidikan selama

Perusahaan dalam melakukan pembebanan biaya overhead pabrik cenderung berfikir bahwa volume atau banyaknya produk yang mencipatakan biaya, sehingga perlu digunakan

Pengaruh Jumlah Asam Sitrat dan Waktu Kempa Panas Terhadap Sifat Papan Partikel dari Ampas Tebu.. Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah

Penelitian ini bertujuan untuk merancang program aplikasi berbasis web untuk menentukan bobot subkriteria dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan