KOTA BOGOR
WILAYAH NEGARA
Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang berciri Nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan
dengan undang-undang (Pasal 25A UUD 1945) **
BATAS ZEE BATAS
WILAYAH
BENTUK DAN KEDAULATAN
4PEMILIHAN UMUM
PEMILIHAN UMUM
“luber jurdil” setiap lima tahun
kpu
Perseorangan Partai Politik
Parpol/
Gabungan Parpol
Presiden dan Wapres
anggota DPR
anggota DPD anggota
DPRD
DASAR HUKUM PENYELENGGARAAN PEMILU
Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 101, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5246)
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 117,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5316)
SUBSTANSI PERUBAHAN UU PEMILU LEGISLATIF
SUBSTANSI UU PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2014 (UU NO.8 TAHUN 2012)
Proporsional Terbuka
3,5 % Berlaku Secara Nasional, Dibatalkan oleh Putusan MK No.52/PUU-X/2012 PUU UU No.8 Tahun 2012, Pasal 209 ayat (1) dan (2), 3,5 Hanya berlaku untuk Penghitungan Kursi DPR RI
3 sd 10 Kursi DPR RI
3 sd 12 Kursi DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota
Sisa Suara dibagi habis di Daerah Pemilihan (Moteda Kuota Varian Hare)
ASAS, PELAKSANAAN & LEMBAGA PENYELENGGARA PEMILU LEGISLATIF
PEMILU
KPU
(Pasal 6 ayat (1))
BAWASLU
(Pasal 6 ayat (2))
Diawasi oleh
Dilaksanakan oleh
Dilaksanakan setiap 5 (lima) tahun sekali.[pasal 4(1)]
ASAS LANGSUNG, UMUM, BEBAS, RAHASIA, JUJUR, DAN ADIL (pasal 2)
Memilih anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kab./kota dilaksanakan dengan sistem proporsional terbuka [pasal 5 (1)]
Memilih anggota DPD dilaksanakan dengan sistem distrik berwakil banyak
[pasal 5 (2)]
1. Perencanaan program dan anggaran, serta penyusunan peraturan pelaksanaan penyelenggaraan Pemilu;
2. Pemutakhiran data Pemilih dan penyusunan daftar Pemilih;
3. Pendaftaran dan verifikasi Peserta Pemilu;
TAHAPAN PENYELENGGARAAN PEMILU
[ Pasal 4 (2) ]4. Penetapan Peserta Pemilu;
5. Penetapan jumlah kursi dan penetapan daerah pemilihan;
6. Pencalonan anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota;
7. Masa Kampanye Pemilu;
8. Masa Tenang;
9. Pemungutan dan penghitungan suara;
10. Penetapan hasil Pemilu; dan
11. Pengucapan sumpah/janji anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.
TAHAPAN CALON PESERTA PEMILU
KPU KPU
OLEH
PARPOL
KEKPU
Partai Politik Lokal
di Provinsi Nangroe Aceh Darusallam
JUMLAH KURSI DAN DAERAH PEMILIHAN
DAERAH PEMILIHAN DPR-RI PROV JAWA BARAT
Daerah Pemilihan Jabar III (Kota Bogor dan Kab.
Cianjur) = 9 Kursi DPR RI
DAERAH PEMILIHAN DPRD PROV JAWA BARAT
Daerah Pemilihan Jabar 3 (Kota Bogor dan Kab. Cianjur)
= 7 Kursi DPRD Prov. Jabar
DAERAH PEMILIHAN DPRD KOTA BOGOR
PENYUSUNAN DAFTAR PEMILIH
PENCARIAN DATA PEMILIH DI WEBSITE KPU
Buka website KPU (www.kpu.go.id) Arahkan Pointer pada Kotak
DPSHP, lalu Klik Mouse
PENCARIAN DATA PEMILIH DI WEBSITE KPU
Arahkan Pointer pada Provinsi yang akan dipilih, lalu Klik Mouse
PENCARIAN DATA PEMILIH DI WEBSITE KPU
Arahkan Pointer pada Kabupaten/Kota yang akan
dipilih, lalu Klik Mouse
PENCARIAN DATA PEMILIH DI WEBSITE KPU
Arahkan Pointer pada Kecamatan yang akan dipilih, lalu Klik Mouse
PENCARIAN DATA PEMILIH DI WEBSITE KPU
Arahkan Pointer pada
Desa/Kelurahan yang akan dipilih, lalu Klik Mouse
PENCARIAN DATA PEMILIH DI WEBSITE KPU
Tuliskan Identitas Kependudukan Anda (NIK/Nama), lalu Klik Mouse
pada Kotak bertuliskan “Cari”Cari
KAMPANYE
11 Jan 2013 s/d 5 April 2014
16 Maret 2014 s/d 5 April 2014
a. Pertemuan terbatas;
b.Pertemuan tatap muka;
d.Penyebaran bahan kampanye kepada umum;
e. Pemasangan alat peraga di tempat umum; dan
f. Kegiatan lain yang tidak
melanggar larangan kampanye dan peraturan perundang- undangan.
Kampanye dalam bentuk Rapat Umum dan Iklan media massa cetak dan elektronik (21 hari)
6 - 8 April 2014 Masa tenang
9 April 2009 Hari Pemungutan Suara
Kegiatan Kampanye
Dilaksanakan oleh pelaksana kampanye
Diikuti oleh peserta kampanye
Pelaksana Kampanye
Partai Politik
DPD
a. Pengurus partai politik b.Calon anggota DPR, DPRD
provinsi dan DPRD kab/kota c. Juru kampanye
d.Orang-seorang, dan
e. Organisasi yang ditunjuk oleh peserta Pemilu (Pasal 79 ayat (1) a. Calon anggota DPD
b. Orang-seorang
c. Organisasi yang ditunjuk oleh calon anggota DPD (Pasal 79 ayat (2)) Didukung oleh petugas kampanye
(memfasilitasi pelaksanaan kampanye)
Unsur Kampanye
Peserta Kampanye Anggota Masyarakat (Pasal 79 ayat (3))
Pasal 78
Petugas Kampanye Seluruh petugas yang memfasilitasi
pelaksanaan kampanye (Pasal 79 ayat (4)
PEMUNGUTAN SUARA
PEMUNGUTAN SUARA
Pemilih untuk setiap TPS paling banyak 500 orang ( Psl 151 ayat (1))
Pemilih yang dapat menggunakan hak pilih : a) terdaftar dalam DPT untuk TPS (Model A3)
b) terdaftar dalam Daftar Pemilih Tambahan (Model A4)
c) Tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap dan daftar pemilih tambahan (Pasal 149 ayat (1))
Pemberian suara untuk Pemilu calon anggota DPR, DPD, DPRD provinsi dan DPRD kab/kota dilakukan dengan MENCOBLOS 1 (SATU) KALI pada nomor atau tanda gambar partai politik dan/atau nama calon pada surat suara (Pasal 154)
Pemungutan suara dilaksanakan mulai pukul 07.00 s/d 13.00
Jumlah surat suara di setiap TPS sama dengan jumlah pemilih yang tercantum di dalam daftar pemilih tetap dan daftar pemilih tambahan ditambah dengan 2% dari daftar pemilih tetap sebagai cadangan (penggunaannya dibuatkan Berita Acara) (Pasal 151 ayat (2))
2014
FORMAT SURAT SUARA PEMILU ANGGOTA DPR, DPRD PROVINSI DAN DPRD
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2014
FORMAT SURAT
SUARA PEMILU
ANGGOTA DPD
TAHUN 2014
PEMBERIAN SUARA (1)
Pemberian suara pada surat suara pemilu anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota dilakukan dengan cara :
1. Mencoblos pada kolom nomor urut, tanda gambar dan nama partai
politik; atau
2. Mencoblos pada kolom yang berisi nomor urut calon dan nama calon;
atau
3. Mencoblos pada kolom
sebagaimana di maksud angka 1 dan angka 2., pada partai yang sama
PEMBERIAN SUARA (2)
Pemberian suara pada surat suara pemilu anggota DPD dilakukan dengan cara :
1. Mencoblos pada kolom yang nomor urut calon; atau
2. Mencoblos pada kolom yang berisi foto calon; atau
3. Mencoblos pada kolom yang berisi nama calon, atau
4. Mencoblos pada kolom
sebagaimana dimaksud angka1, angka 2, dan angka 3 pada calon yang sama
PENENTUAN HASIL PEMILU
CALON ANGGOTA DPR, DPD,
DPRD PROVINSI DAN DPRD
KABUPATEN/KOTA
HASIL PEMILU
Hasil Pemilu
Hasil Pemilu Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota terdiri atas perolehan suara
partai politik serta prolehan suara calon anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. (Pasal 205).
Perolehan Suara
Perolehan suara parpol untuk calon anggota DPR dan calon Anggota DPD ditetapkan oleh KPU;
Perolehan suara parpol untuk calon anggota DPRD Provinsi ditetapkan oleh KPU Provinsi;
Perolehan suara parpol untuk calon anggota DPRD Kab/Kota ditetapkan oleh KPU Kab/Kota (Pasal 206)
KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA BOGOR
PENENTUAN PEROLEHAN KURSI PARTAI POLITIK
Kursi DPR
Untuk dapat diikutkan dalam penentuan perolehan kursi DPR
Parpol harus memenuhi ambang batas perolehan suara sekurang- kurangnya 3,5% suara sah secara nasional.
BPP DPR
jumlah suara sah seluruh Parpol Peserta Pemilu di DP dikurangi jumlah suara sah Parpol Peserta Pemilu yang tidak memenuhi ambang batas perolehan suara 3,5% secara nasional dibagi dengan alokasi kursi untuk DP tersebut.
Parpol yang tidak memperoleh suara sekurang-kurangnya 3,5%
suara sah secara nasional tidak dikutsertakan dalam penentuan perolehan kursi DPR.
Kursi
DPR Tahap 1
1. Apabila jumlah suara sah partai politik peserta pemilu sama dengan atau lebih besar dari BPP, maka
dalam penghitungan tahap pertama diperoleh
sejumlah kursi dengan kemungkinan terdapat sisa suara yang akan dihitung dalam penghitungan tahap kedua. (Pasal 2012 huruf a)
2. Apabila jumlah suara sah suatu partai politik peserta pemilu lebih kecil daripada BPP, maka dalam
penghitungan tahap pertama tidak diperoleh kursi, dan jumlah suara sah tersebut dikategorikan sebagai sisa suara yang akan dihitung dalam penghitungan tahap kedua dalam hal masih terdapat sisa kursi di daerah pemilihan yang bersangkutan. (Pasal 2012 huruf b)
Tahap 2
1. membagikan sisa kursi kepada Perpol Peserta
Pemilu satu demi satu berturut-turut sampai habis , dimulai dari partai politik peserta pemilu yang memiliki sisa suara suara terbanyak. (Pasal 2012 huruf c) 2. Dalam hal terdapat sisa suara partai politik
peserta pemilu di daerah pemilihan sama
jumlahnya, maka kursi diberikan kepada partai politik peserta pemilu yang sisa suaranya
memiliki persebaran lebih banyak. (Pasal 2013)
PENENTUAN PEROLEHAN KURSI PARTAI POLITIK
Kursi DPRD provinsi dan Kursi DPRD kab/kota
membagi jumlah perolehan suara sah seluruh Parpol Peserta Pemilu untuk anggota DPRD provinsi/kab/kota dengan jumlah kursi anggota DPRD provinsi/kab/kota di daerah pemilihan masing-masing.
BPP
Tahap 1
1. Apabila jumlah suara sah Parpol peserta pemilu sama dengan atau lebih besar dari BPP, maka dalam penghitungan tahap pertama diperoleh sejumlah kursi dengan kemungkinan terdapat sisa suara yang akan dihitung dalam penghitungan tahap kedua.
(Pasal 2012 huruf a)
2. Apabila jumlah suara sah suatu Parpol peserta pemilu lebih kecil daripada BPP, maka dalam penghitungan tahap pertama tidak diperoleh kursi, dan jumlah suara sah tersebut dikategorikan sebagai sisa suara yang akan dihitung dalam penghitungan tahap kedua dalam hal masih terdapat sisa kursi di daerah pemilihan yang bersangkutan. (Pasal 2012 huruf b)
Tahap 2
1. Membagikan sisa kursi kepada Perpol Peserta Pemilu satu demi satu berturut-turut sampai habis , dimulai dari partai politik peserta pemilu yang memiliki sisa suara suara terbanyak. (Pasal 2012 huruf c)
2. Dalam hal terdapat sisa suara partai politik peserta pemilu di daerah pemilihan sama jumlahnya, maka kursi diberikan kepada partai politik peserta pemilu yang sisa suaranya memiliki persebaran lebih banyak. (Pasal 2013)
PENETAPAN CALON ANGGOTA DPR, DPRD PROVINSI DAN DPRD KAB/KOTA TERPILIH
CALON TERPILIH
Penetapan calon terpilih Anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten Kota dari Parpol peserta pemilu didasarkan pada perolehan kursi Parpol peserta pemilu di suatu daerah pemilihan (Pasal 215)
Penetapan calon terpilih Anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten Kota ditetapkan berdasarkan calon yang memperoleh suara terbanyak (Pasal 215 huruf a)
Dalam hal terdapat dua calon atau lebih yang memenuhi ketentuan dengan perolehan suara yang sama, penentuan calon terpilih ditentukan berdasarkan persebaran perolehan suara calon pada daerah pemilihan dengan mempertimbang- kan keterwakilan perempuan (Pasal 215 huruf b) Dalam hal calon yang memenuhi ketentuan
jumlahnya kurang dari jumlah kursi yang diperoleh Parpol peserta pemilu, kursi yang belum terbagi diberikan kepada calon berdasarkan prolehan suara terbanyak berikutnya. (Pasal 215 huruf c)
PENETAPAN CALON ANGGOTA DPD TERPILIH
Calon Terpilih DPD
Penetapan calon terpilih anggota DPD didasarkan pada nama calon yang memperoleh suara terbanyak pertama, kedua, ketiga dan keempat di provinsi yang bersangkutan (Pasal 216 ayat (1))
Dalam hal perolehan suara calon terpilih keempat terdapat jumlah suara yang sama, calon yang memperoleh
dukungan pemilih yang lebih merata penyebarannya di seluruh kabupaten/kota di provinsi tersebut ditetapkan sebagai calon terpilih. (Pasal 216 ayat (2))
KPU menetapkan calon pengganti antar waktu anggota DPD dari nama calon yang memperoleh suara terbanyak kelima, keenam, ketujuh dan kedelapan di provinsi yang bersangkutan. (Pasal 216 ayat (3))
PENGGANTIAN CALON TERPILIH
Calon terpilih
a. Meninggal dunia;
b. Mengundurkan diri;
c. Tidak lagi memenuhi syarat menjadi anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, atau DPRD Kabupaten/Kota atau;
d. Terbukti melakukan tindak pidana Pemilu berupa politik uang atau pemalsuan dokumen berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (Pasal 220 ayat (1))
1. Calon terpilih anggota DPR, DPRD Provinsi , dan anggota DPRD Kab/kota diganti dengan calon dari Daftar Calon Tetap Parpol peserta pemilu yang sama di daerah pemilihan tersebut berdasarkan urutan suara terbanyak
berikutnya.(Pasal 220 ayat (3))
2. Calon terpilih anggota DPD diganti dengan calon yang
memperoleh suara terbanyak berikutnya.
(Pasal 220 ayat (4)) Dalam hal calon terpilih sebagaimana
dimaksud ayat (1) huruf a, b, c, atau d telah ditetapkan dengan Keputusan KPU, KPU, KPU Provinsi atau KPU Kab/Kota , keputusan penetapan yang bersangkutan batal demi hukum (Pasal 220 ayat (2))
PENYELESAIAN PELANGGARAN PEMILU
PENYELESAIAN PELANGGARAN PEMILU 2
KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA BOGOR