ROBERT L. SOLSO OTTO H. MACLIN M. KIMBERLY MACLIN
PSIKOLOGI
KOGNITIF
Saya berpikir, maka saya ada.
-Descrates
BAB 1
Pengertian
Psikologi Kognitif studi terhadap proses-proses
yang melandasi dinamika mental.
Meliputi beberapa proses:
a.input eksternal
b.atensi selektif dan persepsi
c. Pembentukan representasi internal (disimpan dalam
memori)
Sejarah
Aristoteles Plato
Pengetahuan ada di jantung
Pengetahuan diperoleh
dari pengalaman
sepanjang hidup.
Manusia dilahirkan
dengan pengetahuan
yang tersimpan di
otaknya.
Perspektif Empiris
Perspektif Nativis
Abad 18
•Penganut Empirisme (George Berkeley, David Hume, James Mill, & John Stuart Mill) representasi internal
terdiri dari 3 jenis: peristiwa sensorik langsung,
peristiwa yang disimpan dalam memori, transformasi dari peristiwa-peristiwa ini dalam proses berpikir.
•David Hume (1860-an) representasi internal
dibentuk berdasarkan peraturan dapat didefinisikan dan formasi serta transformasi tersebut membutuh-kan waktu dan usaha.
Abad 19
•
Wundt (Jerman) & Titchener (Amerika)
menekankan struktur representasi mental melalui
penelitian mereka terkait introspeksi.
•
Brentano (Austria)
menekankan proses atau
tindakan dari representasi mental.
•
F.C Donders & James Cattell
mengadakan
eksperimen terkait persepsi terhadap tampilan visual
menerbitkan laporan eksperimen
awal
William James
mendirikan laboratorium
psikologi pertama di Universitas Harvard, Amerika.
Abad 19
Abad 20
Abad 20
Kelahiran behaviorisme
stimulus – respons
Edward C. Tolman (1932)
mengembangkan konsep peta kognitif berdasarkan eksperimen tikus yang diletakkan dalam labirin untuk
• Sir Frederick Bartlett (1932) Menulis Remembering • Meneliti memori manusia Apa yang diingat terkait
dengan kesan keseluruhan yang didapat dari sebuah cerita atau pengalaman.
• 1956 Lahir gelombang revolusi kognitif
• George miller (1956) pionir evaluasi empiris terhadap
kognisi.
• Ulrich Neisser (1960-an) menulis buku teks psikologi
kognitif yang pertama.
• Disiplin ilmu psikologi kognitif resmi muncul.
Psikologi kognitif adalah
ilmu mengenai pemprosesan informasi
Psikologi kognitif berkutat dengan:
•Cara memperoleh & memproses informasi mengenai dunia, •cara informasi itu disimpan & diproses oleh otak,
•cara kita menyelesaikan masalah, •berpikir & menyusun bahasa, dan
•bagaimana proses-proses ini ditampilkan dalam perilaku yang
Metafora, model, teori, & perspektif
kognitif
Metafora
Sering digunakan untuk menjelaskan proses-proses
kognitif namun, ini menyesatkan.
Contoh:
memori = laci/rak penyimpanan
Model
• Model kerangka kerja organisasional untuk menjelaskan proses-proses.
• Tujuan menyediakan representasi yang dapat
dipahami tentang hasil observasi dan untuk membantu menyusun prediksi.
Contoh model kognitif tentang memori:
Teori
Menjelaskan aspek-aspek khusus sebuah
fenomena & sering digunakan untuk menguji hipotesis
Pemprosesan informasi
• Perspektif ini lazimnya dihubungkan dengan rangkaian
peristiwa yang terjadi menurut urutan waktu.
• William James (1990) mengembangkan konsep
memori primer & memori sekunder.
• Waugh & Norman (1965) membuat revisi lanjutan
model pemprosesan informasi milik James.
Perspektif
A. Model memori William James B. Model memori Waugh & Norman
A
Neurosains
Berfokus pada fungsi-fungsi otak yang mendasari
pembentukan pengalaman kognitif.
Karl Lashley (1929) tokoh penting neurosains;
beberapa fungsi sesungguhnya terdistribusi di seluruh bagian otak.
Mountcastle (1979) sistem yang paralel fungsi
kerja otak berupa pendistribusian jaringan-jaringan yang diproses ke seluruh area korteks, alih-alih
dipusatkan. Ilmu komputer
Generasi komputer modern berusaha menyusun
David Rumelhart & James McClelland membakukan
model PDP yang didasarkan pada jaringan neural manusia.
PDP (parallel distributed processing–pemrosesan
paralel terdistribusi) model kognisi dengan asumsi dasar bahwa informasi diproses dalam cara serupa dengan pemprosesan di jaringan neurologis.
Adanya jaringan mengindikasikan bahwa pemprosesan
neural berlangsung bersamaan, di area yang berbeda-beda, dengan hubungan (koneksi) yang diperkuat atau diperlemah.
Ide: pendekatan fungsionalis adalah pendekatan
terbaik dalam memahami kognisi.
Tooby & Cosmides
fitur-fitur atau trait-trait yang
adaptif tetap ada hingga sekarang karena itu
semua memang dipilih melalui seleksi alam &
diwariskan ke generasi selanjutnya.
Keunggulan: penekanannya pada teori-teori &
model-model yang dikembangkan melalui
pertimbangan kegunaan sebuah trait/proses yang
spesifik
otak manusia dapat beradaptasi.
Hubungan psikologi
kognitif dengan ilmu
kognitif
Ilmu kognitif masa kini menekankan bidang-bidang
interdisipliner: ilmu komputer, filsafat, psikologi, neurosains, linguistik, dan antropologi.
Model
penelitian
Sumber: metode yang digunakan para peneliti Jerman (Wundt, dkk) untuk mempelajari memori, asosiasi, & proses-proses psikologis.
Contoh metode penelitian: studi observasi
(mendeskripsikan fenomena) dan eksperimen (menjelaskan fenomena).
Definisi operasional: menjabarkan konsep secara detail & jelas konsep abstrak menjadi konsep konkret.
Mengukur korelasi psikologis
dengan dunia nyata
Psikofisika
Adalah studi ilmiah tentang hubungan stimuli dengan
sensasi & persepsi yang ditimbulkan oleh stimuli tsb.
Asumsi: adanya hubungan fungsional antara kondisi
psikologis dengan stimulus fisik.
Studi sel tunggal
Hubel & Wiesel (1959)
Mengukur korelasi psikologis
dengan dunia nyata
Studi waktu-reaksi
Untuk meneliti proses-proses kognitif.
Mengukur waktu yang diperlukan partisipan untuk
menyelesaikan sebuah tugas sederhana.
Studi priming
Stimulus disajikan sekilas dan setelah jeda, stimulus
kedua disajikan & partisipan diminta membuat penilaian terkait stimulus kedua.
Ada dua macam: efek priming semantik & efek priming
Mengukur korelasi psikologis
dengan dunia nyata
Studi pelacakan bola mata
Dasar: kita hanya dapat melihat objek yang berada dalam area pandang berkembang teknik ini untuk
menentukan arah fiksasi mata pada sesuatu.
Studi lateralisasi
Asumsi: seandainya sebuah objek diperuntukkan bagi otak kiri, akhirnya akan diproses oleh otak kanan,
Otak manusia adalah daerah yang belum dijelajahi yang terakhir dan terbesar..
-James Watson
BAB 2
Menjelajah otak
Neurosains kognitif: pendekatan dalam psikologi kognitif
yang memusatkan kajiannya pada otak.
Otak manusia hanya seberat 3 pon, lunak, dan kecil;
tapi kemampuannya dalam memproses informasi seolah tak terbatas.
Jaringan neuron yang rumit dalam otak manusia
sisten terumit yang dikenal manusia.
Kemampuan otak manusia untuk melakukan analisis
Catatan perjalanan: abad 21—ilmu
otak
Akhir tahun 1970-an, Michael Gazzaniga &
George Miller
melahirkan istilah neurosains
kognitif.
Isu pikiran-Tubuh
Rene Descartes
yakin ada semacam filamen
(benang) yang menghubungkan tangan dengan
otak
lengkung refleks (
reflex arc
).
Filsuf setelah Descartes
mencari hubungan
Isu pikiran-tubuh
Filsuf & ilmuwan zaman awal menganggap pikiran &
tubuh sebagai dua dunia yang berbeda & terpisah.
Asumsi: satu dunia dipusatkan pada alam fisik (tubuh) sedangkan dunia lain dipusatkan pada alam mental (pikiran).
Para ilmuwan yang mendukung dualisme tubuh-pikiran
percaya bahwa tubuh dan pikiran dapat eksis bersama-sama.
Otak terdiri dari neuron-neuron; selalu bekerja; tidak
Isu pikiran-tubuh
Arsitektural otak relatif stabil.
Pemprosesan yang terjadi di otak (pikiran) dinamis.
Manusia dapat mengubah pikirannya dengan cepat tanpa ada perubahan struktural kentara di otak.
Perubahan aktivitas neuron mengakibatkan perubahan pikiran, sementara struktur anatomisnya tetap stabil.
William James menyamakan pikiran dengan aliran kesadaran: dinamis, tapi juga memiliki konsistensi.
Sistem saraf pusat
(CNS)
•
CNS terdiri dari saraf
tulang belakang & otak.
•
Unsur dasar pembentuk:
neuron
sel khusus yang
mengirimkan informasi
sepanjang sistem saraf.
Jenis neuron dasar•
Setiap neuron mampu menerima & mengirimkan
impuls neural ke ribuan neuron lain.
•
Jumlah neuron di otak manusia diperkirakan 100
Empat bagian utama neuron:
a.Dendrit menerima impuls neural dari neuron lain.
b.Tubuh sel menjaga kondisi dasar neuron: menerima
nutrisi & melenyapkan limbah organik.
c.Akson menghubungkan tubuh sel dengan sel-sel lain
melalui semacam persimpangan yang disebut sinapsis. Akson berukuran besar dikelilingi myelin yg berperan sebagai insulator untuk mempercepat transmisi impuls neural/
d.Terminal prasinaptik bersama-sama dendrit membentuk
sinapsis.
Neuron
Transmisi sinaptik (kanan)
Neuron
Pada sinapsis informasi kimiawi dipertukarkan
dari satu neuron ke neuron lain dalam wujud neurotransmitter.
Neurotransmitter memiliki berbagai efek, misal efek
inhibitoris (mencegah neuron penerima menembakkan impuls) & efek eksitatoris
(merangsang neuron penerima menembakkan impuls).
Kecepatan perjalanan impuls bergantung pada
Jumlah neuron saat manusia lahir
sudah
lengkap, tidak ada pembentukan baru setelah itu.
Jumlah neuron akan hilang seiring proses
penuaan atau saat cedera.
Neuron
Jaringan neural sejak kelahiran hingga usia 2 tahun.
•
Dendrit baru untuk
membentuk koneksi
baru antarneuron
dapat diproduksi
Neuron
Pengetahuan manusia disandikan tidak disimpan hanya
dalam 1 neuron
Para ahli meyakini proses kognisi manusia terjadi di
pola-pola besar aktivitas neural yang terdistribusi di seluruh otak, yang berfungsi secara paralel, dan beroperasi melalui
koneksi eksitatoris & inhibitoris.
Anatomi otak
Pada zaman dulu, ahli anatomi otak menemukan struktur &
Anatomi otak
• Otak manusia terbagi menjadi 2
struktur sejenis hemisfer serebral
kiri & kanan.
• Hemisfer diselubungi lapisan
korteks serebral sejenis material
tipis & basah, berwarna abu-abu, dipadati tubuh-tubuh sel neuron & akson-akson pendek yang tidak terselubung myelin.
• Tebal korteks serebral 1,5-5 mm. • Gyri ‘bukit-bukit’ yang tampak di
antara lipatan-lipatan.
Anatomi otak
•
Jika dibentangkan, luas
korteks serebral sekitar
324 inci persegi.
•
Fungsi bentuk korteks serebral yang kisut
memperbesar luas permukaan otak tanpa
Anatomi otak
Korteks serebral
• Diasumsikan menjadi pusat proses berpikir &
kognisi nyatanya, proses kognisi melibatkan
banyak area di otak.
• Korteks serebral struktur otak yang berevolusi
paling akhir.
• Terlibat dalam persepsi, berbicara, tindakan
kompleks, berpikir, pemprosesan & produksi
Anatomi otak
Lobus-lobus di korteks serebral:
1. Lobus frontal pengendalian impuls,
pertimbang-an, pemecahan masalah, pengendalian & pelak-sanaan perilaku, & pengorganisasian kompleks.
2. Lobus temporal memproses sinyal-sinyal
auditori, pendengaran, pemprosesan auditori tingkat tinggi (wicara), pengenalan wajah.
3. Lobus Periental mengintegrasikan informasi
sensoris dari pancaindera, pemanipulasian objek, pemprosesan visual-spasial.
Struktur otak & fungsinya
Area utama korteks serebral manusia: Lobus frontal, parietal,
oksipital, dan temporal. Korteks motorik utama ditampilkan dengan warna
berbeda. Korteks sensorik-somatik
utama berwarna biru gelap. Area Broca (di depan korteks motorik utama)
Anatomi otak
Area-area sensori-motor
• Penelitian abad 19 arus listrik ringan diproses secara
kontralateral.
• Kontralateral: informasi sensorik dari saraf tulang belakang
(saat menyentuh suatu objek) memasuki tubuh bagian kiri
berpindah ke tubuh bagian kanan & diproses terlebih
dulu oleh hemisfer kanan.
• Roger Penfield, Kanada memetakan area-area sensorik
& motorik dalam otak.
• Simpulan: semakin penting fungsi suatu organ semakin
Menemukan fungsi kortikal
Penelitian awal dalam lokalisasi fungsi kortikal
•
Zaman kuno
ilmuwan yakin: otak tidak berkaitan
dengan pikiran & persepsi.
•
Aristoteles
mengatribusikan fungsi pikiran
persepsi ke kinerja jantung.
•
Berabad-abad kemudian
praktik frenologi
menyatakan karakter manusia, kepribadian,
Menurut frenolog menganalogikan otak dengan otot
otak dapat dilatih, dibentuk.
Karakteristik, bakat, dan emosi dapat diukur dengan
memeriksa tonjolan dan lekukan pada permukaan tempurung kepala.
Silas Hubbard menemukan benjolan di tempurung
kepala yang berkaitan dengan cinta kasih.
Frenolog mempelopori lokalisasi menentukan fungsi
pada tempat-tempat khusus dalam korteks serebral otak atau bagian lain dari sistem saraf.
Tahun 1800-an, kasus Phineas Gage (pekerja dengan
korteks depan tertembus batang logam)
menunjukkan bahwa lobus frontal mengendalikan temperamen seseorang (bukti: perilaku Gage yang berubah setelah kecelakaan).
Penemuan ini memicu penelitian Antonio Moice pada
lobus frontal kera praktik psychosurgery (1930).
Walter Freeman, dkk mengembangkan
psycho-surgery pada lobus frontal manusia.
Psychosurgery kemudian dikenal dgn lobotomi.
Psychosurgery
masa kini
mengendalikan
gang-guan: obsesif-kompulsif, depresi, kejang parah.
Pierre Flourens (Prancis)
membantah frenolog
& pelaku lobotomi.
Hasil penelitian Flourens
fungsi motorik &
sensorik tidak semata terlokalisasikan di area
tertentu, melainkan terdistribusi merata di seluruh
bagian otak
teori medan agregat.
Teori lokalisasi fungsi
jalan tengah antara
agregat & frenolog.
•
Teori lokalisasi fungsi
atribut mental
terlokalisasi di region spesifik di dalam otak.
•
Atribut yang terlokalisasi meliputi
pengendali-an respons motorik, terminal sensorik,
penglihatan, & beberapa pemprosesan bahasa.
•
Sebagian besar fungsi, terutama proses-proses
kognitif tingkat tinggi
terbagi menjadi beberapa
subfungsi, yang tersebar di seluruh bagian otak.
• Pierre Paul Broca (Prancis) meneliti aphasia
(hilangnya kemampuan menggunakan bahasa akibat kerusakan otak) hasil: ada cedera pada
area yang saat ini disebut area Broca.
• Karl Wernicke, (Jerman, 1876) menemukan jenis
aphasia baru (pasien mampu bicara, tapi tanpa makna).
• Simpulan penelitian Wernicke sebagian besar
fungsi mental yang terlokalisasi terkait dengan aktivitas persepsi & motorik sederhana.
•
Melahirkan konsep koneksionis
fungsi-fungsi
kognitif yang kompleks terjadi, dan hanya dapat
dipahami, dengan menggunakan kerangka teori
adanya jaringan koneksi antarneuron.
•
Menurut Wernicke
beberapa fungsi diproses
secara paralel di bagian-bagian otak yang
berbeda.
•
Hipotesis Wernicke memberikan sumbangsih
penting bagi para psikolog kognitif modern.
Teori Florens, Broca, Wernicke
dikembangkan oleh Karl Lashley
(Amerika, 1950) penelitian
terhadap hubungan cedera otak dengan perilaku.
Hasil: teori aksi massa memori
tersebar di seluruh bagian otak; tidak ada sel khusus yang digunakan untuk menyimpan memori tertentu.
Simpulan otak bekerja
mengguna-kan prinsip lokalisasi & aksi massa.
Kisah dua hemisfer
Rujukan awal abad 7 SM, pada hieroglif Mesir
Kuno cedera pada satu sisi otak menyebabkan
gangguan pada sisi tubuh yang berlawanan, atau disebut kontralateralis.
Dukungan ilmiah baru pada abad 20 (tahun 1950an)
para dokter memotong corpus callosum penderita
epilepsi.
Korpus kalosum ikatan tebal berisi saraf yang
menghubungkan hemisfer kiri dan kanan
Penelitian Roger Sperry (1950-an) menentukan
fungsi berbeda yang terasosiasi dengan setiap hemisfer.
Berbagai penelitian Gazzaniga, Bogen, & Perry
meng-indikasikan:
a.Hemisfer kiri fungsi-fungsi khusus (bahasa,
konseptualisasi, analisis, & klasifikasi)
b.Hemisfer kanan pengintegrasian informasi
sepanjang waktu (seni atau musik, pemrosesan spasial, mengenali arah jalan, berpakaian).
Penelitian Gazzaniga selanjutnya (1983) hemisfer kanan
memiliki kemampuan pemprosesan linguistik, terutama bahasa tertulis.
Seluruh pengamatan mengindikasikan ada semacam
kelenturan dalam otak manusia yang berkembang & bahwa fungsi otak terbagi merata di berbagai region & hemisfer yang berbeda.
Korpus kalosum dipotong (prosedur belah-otak) informasi
yang diterima satu sisi retina (misal: sisi kanan retina di mata kanan), akan terjebak di hemisfer yang berhubungan dengan sisi retina tersebut (hemisfer kanan).
• Penelitian konsep “busur-panah” Gazzaniga kedua
hemisfer masih dapat saling berkomunikasi satu
dengan yang lain, walau tanpa korpus kalosum. Tapi, tanpa pemahaman konsep busur-panah sebagai satu kesatuan.
• Penelitian oleh Levy, Trevarthen, dan Sperry (1972)
hasil: setiap hemisfer mengenali citra yang terpisah.
• Setiap hemisfer memiliki spesialisasi fungsi;
spesiali-sasi tsb tidak dapat digunakan oleh hemisfer lain tanpa adanya korpus kalosum.
Penelitian
belah-otak
Atas:
Stimuli dan gambar-gambar dari penelitian belah-otak. Dari: Gazzaniga, M.S. (1998).
Kiri:
Studi kognitif terhadap partisipan yang memiliki
korpus kalosum
•
Partisipan penelitian: pria yang tidak kidal.
•
Logika penelitian: informasi pada mulanya diproses
pada satu hemisfer, kemudian akses terhadap
informasi tsb haruslah cepat.
•
Hasil: secara umum, mendukung teori hemisfer kiri
unggul dalam pemprosesan kata-kata & huruf;
hemisfer kanan unggul dalam pemprosesan spasial.
•
Pada manusia normal yang memiliki jaringan
Neurosains
kognitif
• Ilmuwan neurosains ilmuwan yang mempelajari
neurosains, atau cabang dari ilmu yang meliputi studi neuroanatomi, neurofisiologi, fungsi otak, & model
kerja otak dari disiplin psikologi maupun ilmu komputer.
• Neurosains kognitif ilmu yang menyediakan
dasar-dasar untuk lebih jauh lagi menyelidiki isu-isu lama terkait pikiran & tubuh.
• Ilmu neurosains kognitif (Richard Thompson)
Psikologi kognitif
& neurosains
kognitif
Alasan psikolog kontemporer meminjam informasi &
teknik dari neurosains, dan sebaliknya:
a.Kebutuhan menemukan bukti fisik yang mendukung
struktur pikiran (yang bersifat teoretik).
b.Kebutuhan para ilmuwan neurosains untuk
menghubung-kan penemuan mereka dengan model-model fungsi otak & kognisi yang lebih komprehensif.
c.Sasaran klinis untuk menemukan korelasi antara patologi
d. Meningkatnya keterlibatan fungsi neurologis dalam model-model yang menggambarkan kinerja pikiran.
e. Para ahli komputer membuat simulasi kognisi manusia
dengan mengembangkan piranti lunak yang mampu
berperilaku seperti otak manusia. Pendekatan terhadap otak & komputer arsitektur jaringan neural.
f. Berkembangnya teknik-teknik yang memungkinkan para
ilmuwan “mengintip” ke dalam otak manusia &
mengungkap struktur serta proses yang belum pernah terlihat sebelumnya pemindaian PET, pemindaian CT,
teknologi MRI, & teknologi EEG
Psikologi kognitif
& neurosains
Peralatan ilmuwan neurosains
50 tahun lalu ilmuwan neurosains mengamati &
mengeksplorasi otak manusia secara langsung ablasi, perekaman sel-tunggal, pemeriksaan
pascakematian, studi dengan subjek hewan.
Peralatan ilmuwan neurosains masa kini EEG, CT,
PET, MRI, fMRI, MEG, TMS, dan Micro CT.
Contoh peralatan ilmuwan neurosains:
Aliran darah ke otak menyediakan sinyal-sinyal yang dideteksi oleh MRI dan PET. Ketika neuron-neuron yang beristirahat (atas) menjadi aktif (bawah), aliran darah ke neuron-neuron tersebut bertambah.
• Steve Petersen , dkk, 1988 mempelopori penggunaan PET
untuk mempelajari proses-proses kognitif.
• Eksperimen terdiri dari 5 tahap a) Tahap istirahat, b)
Muncul-nya sebuah kata tunggal di sebuah layar, c)
Pembacaan kata tsb dengan keras, d) Pengucapan sebuah kata bebas yang berhu-bungan dengan kata di layar.
• Hasil: setiap tahap menghasilkan pola aktivasi khusus
membuktikan adanya pemprosesan holistik di otak, yaitu secara umum kata-kata diproses di area yang luas dalam otak.
PET tentang pemrosesan kata.
Iklan yang baik adalah iklan yang berhasil menjual produk tanpa menarik perhatian.
-Dong Ogilvy
BAB 3
Otak
komputasional
Kita melihat, mendengar, mengecap, dan merasakan
Sensasi &
persepsi
Sensasi pendeteksian dini terhadap stimuli.
Persepsi interpretasi hal-hal yang diindra.
Penglihatan
• Adalah pendeteksian sebuah bagian kecil gelombang
elektromagnetik (yang disebut ‘cahaya’).
• Berkas cahaya memasuki mata melalui kornea & lensa
mengarahkan berkas citra (dari objek yang dilihat)
• Pengenalan pola, ditampilkan di retina dalam bentuk dua dimensi persepsi tingkat tinggi kemudian
diaktifkan ketika impuls-impuls tersebut ditransfer melalui jalur saraf penglihatan ke korteks visual
Ilusi
Psikofisika studi yang mempelajari hubungan
antara perubahan-perubahan fisik di dunia dengan pengalaman-pengalaman psikologis akibat
perubahan tersebut.
Ilusi persepsi realitas dan persepsi tidak sama;
kegagalan kemampuan manusia untuk mempersepsi.
Ilusi Muller-Lyer menunjukkan adanya struktur
Pengetahuan
sebelumnya
Hubungan antara persepsi & pengetahuan sebelumnya
tentang dunia dimanifestasikan dalam wujud ilusi geometri & penginterpretasian data-data ilmiah.
Persepsi dipengaruhi pengetahuan, hipotesis yang
disusun, dan prasangka.
Figure-ground: persepsi pada dasarnya dipolakan ke
dalam 2 aspek figur yang tampak menonjol & latar belakang/dasar yang tidak jelas.
Kamuflase: suatu objek alamiah menjadi sulit dilihat
Cara informasi primer dari dunia diolah sangat
dipengaruhi struktur sistem sensorik & struktur otak serta pengalaman yang memberikan makna bagi stimuli.
Teori pendeteksian sinyalkinerja persepsi dipengaruhi
oleh ekspektasi
A B C D
Contoh ilusi:
Studi-studi awal mengindikasikan otak memiliki beberapa
karakteristik umum, misal adanya prinsip kontralateralitas (yaitu bahwa kerusakan serebral di sebuah hemisfer akan
menyebabkan gangguan atau defisiensi di bagian tubuh yang berlawanan).
Ilmuwan kognitif modern “mengamati” cara kerja otak, saat
otak mengolah informasi tentang dunia & bagaimana persepsi tsb ditransfer melalui labirin neural dalam otak dengan teknik yang meliputi data-data behavioral, misal eksperimen waktu-reaksi & teknologi pencitraan (PET, CT, fMRI).
Psikolog evolusioner sistem sensorik manusia
berkembang melalui peruibahan-perubahan fisik yang terjadi seiring evolusi planet ini.
Rentang perseptual
Proses perseptual terdiri dari pendeteksian &
penginterpretasian realita sebagaimana yang ditentukan oleh stimulus yang diindra, struktur sistem sensorik dan otak, & pengetahuan sebelumnya.
Studi-studi rentang perseptual membahas pertanyaan
mendasar tentang jumlah informasi yang dapat dipahami manusia dalam periode pemaparan yang singkat.
Aktivitas pelaporan stimuli yang diolah dari presentasi singkat
terdiri dari dua tahap: 1) persepsi (penginderaan informasi sensorik yang aktual), dan 2) mengingat (recall-kemampuan melaporkan apa yang telah diindera sebelum informasi
Penyimpanan ikonik
Neisser (1967) memori ikonik: kemampuan
kesan-kesan visual untuk menetap selama jangka waktu singkat (sehingga bisa diproses lebih lanjut).
Penyimpanan ikonik memiliki kapasitas
sekurang-kurangnya sembilan item dengan jangka waktu penyimpanan sekitar 250 milidetik.
George Sperling (1960) berargumen bahwa jika
ikon sedang memudar saat sedang berusaha
Penyimpanan ekhoik
Informasi auditorik disimpan dalam ruang
penyimpanan agar dapat diolah lebih lanjut.
Penyimpanan ekhoik menyimpan input auditorik
dengan durasi sekitar 4 detik.
Penelitian Moray, dkk (1965)
kemampuan
mengingat pada metode pelaporan parsial
Fungsi penyimpanan sensorik
Penyimpanan ikonik & ekhoik memungkinkan
manusia memilih informasi yg relevan untuk
pemprosesan lebih lanjut .
Dengan menyimpan kesan sensorik yang lengkap
selama suatu periode singkat
memahami situasi
yang berlangsung dengan cepat, memilih stimuli
yang paling menyolok & menempatkan stimuli tsb
ke memori manusia berbentuk matriks yang rumit.
Dengan demikian, penyimpanan ini memberikan
Atensi
• Atensi adalah pemusatan upaya mental
pada kejadian-kejadian sensorik atau kejadian-kejadian mental.
• Dasar gagasan kontemporer tentang
atensi premis bahwa kapasitas sistem pemrosesan informasi untuk mengolah aliran input ditentukan oleh keterbatasan sistem tsb.
• Donald Broadbent (1953)atensi adalah
Terdapat 5 isu terkait atensi:
a.Kapasitas pemprosesan & selektivitas memperhati-kan
sejumlah stimuli eksternal dari dunia eksternal, alih-alih
seluruh stimuli yang ada.
b.Kendalikendali pilihan stimuli untuk diperhatikan.
c. Pemprosesan otomatis proses rutin yg amat familiar
sehingga hanya memerlukan sedikit atensi sadar.
d.Neurosains kognitifotak & sistem saraf pusat adalah
pendukung anatomis bagi atensi.
e.Kesadaranatensi membawa peristiwa-peristiwa ke alam
kesadaran.
Kesadaran
• Dipengaruhi karya Sigmund Freud kesadaran
mempengaruhi pikiran & persepsi; ketidaksadaran mempengaruhi ketakutan & hasrat tidak senonoh.
Persepsi Subliminal
• Persepsi subliminalstimuli yg berada di atas limen,
tapi tidak memasuki kesadaran subraliminal (di
atas limen, yaitu ambang sensorik di mana sebuah stimulus baru dapat dipersepsi. )
• Studi menunjukkan manusia dapat
mempertahan-kan informasi yang diabaimempertahan-kan oleh indra; bahwa
stimuli subliminal mempengaruhi pengenalan kembali (recognition) terhadap stimuli selanjutnya.
Lokasi Filter
• Model-model atensi kontemporer berfokus pada
tempat informasi diseleksi (atau difilter) dalam proses kognitif.
• Teori filter manusia tidak menyadari keberadaan
sinyal-sinyal pada tahap-tahap awal pemprosesan informasi, namun, setelah melalui sejumlah
Lokasi Filter
• Model-model atensi kontemporer berfokus pada
tempat informasi diseleksi (atau difilter) dalam proses kognitif.
• Teori filter manusia tidak menyadari keberadaan
sinyal-sinyal pada tahap-tahap awal pemprosesan informasi, namun, setelah melalui sejumlah
keputusan atau penyeleksian, sejumlah sinyal dikirimkan ke tahap pemrosesan selanjutnya.
Kapasitas pemprosesan
& atensi selektif
Kita memilih hanya sebagian kecil stimuli dari seluruh stimuli
yang ada di sekeliling kita, tampak dari berbagai peristiwa sehari-hari, sebagaimana yang disebutkan sebelumnya.
Selektivitas stimuli terjadi akibat kurangnya kapasitas
saluran, yakni ketidakmampuan kita memproses seluruh stimuli sensorik secara bersamaan.
Keterbatasan kapasitas & atensi selektif mengimplikasikan
Sinyal-sinyal
auditori
Cherry (1953) prosedur eksperimental pembayangan
untuk mempelajari atensi auditorik.
Setiap telinga mengirimkan informasi hanya ke hemisfer
kontralateral (telinga kiri ke hemisfer kanan, &sebaliknya).
Jika kedua telinga menerima informasi yang berbeda otak
akan otomatis menyesuaikan perbedaan rentang waktu dengan menggabungkan input pendengaran menjadi satu sinyal tunggal.
Fenomena pesta koktail gangguan yang datang dari
Model-model
atensi selektif
Model Penyaringan: Broadbent
Broadbent (1958) model penyaringanpemprosesan
informasi dibatasi oleh kapasitas saluran yg tersedia.
Broadbent: pesan-pesan yang dikirimkan melalui saraf tertentu
dibedakan berdasarkan (a) serabut saraf yang distimulasi, atau (b) jumlah impuls saraf yang dihasilkan.
• Teori koneksi Broadbent
persepsi selektif mencakup hampir seluruh sistem
Model Atenuasi: Treisman
•Treisman: manusia
cenderung mengikuti makna alih-alih mengikuti pesan dari satu telinga saja adanya
penyaring (filter) perseptual, yang terletak di antara sinyal dan analisis verbal dan
berfungsi menyaring input dengan mengendalikan “volume” pesan.
• Stimuli diasumsikan memiliki ambang aktivasi yang berbeda-beda karenanya kita dapat mendengar suatu percakapan
Atensi visual
Treisman, dkk (1971) ketika elemen-elemen visual
tampil secara mencolok, para pengamat dapat
mengenali batas-batas visual elemen yang mencolok tsb dalam waktu 50 milidetik efek kemunculan.
• Treisman & julesz terdapat
proses praatentif yang
memindai medan penglihatan & dengan cepat mendeteksi ciri-ciri utama objek ciri-ciri
Pemprosesan
otomatis
Aktivitas yang telah dilatih dengan baik (atau sering)
menjadi otomatis sehingga memerlukan atensi yang lebih sedikit dibandingkan melakukan aktivitas
baru/belum dikuasai.
Tiga karakteristik pemprosesan otomatis (Posner &
Snyder):
a.Pemprosesan otomatis terjadi tanpa ada niat sadar. b.Pemprosesan otomatis tersembunyi dari kesadaran. c.Pemprosesan otomatis menggunakan hanya sedikit
Bentuk paling sederhana dari berpikir adalah pengenalan objek
-Plato
BAB 4
Pengenalan
objek
Hipotesis beberapa peneliti:
sel nenek
suatu
neuron tunggal yang menyala ketika menerima
sinyal-sinyal visual tentang seseorang yang dirasa
akrab.
Pengenalan objek sehari-hari melibatkan
Teori-teori perseptual
Persepsi Konstruktif
• Persepsi efek kombinasi dari informasi yg diterima
sistem sensorik & pengetahuan yang dipelajari tentang dunia yang didapatkan dari pengalaman.
• Interferensi bawah-sadar proses spontan dalam
mengintegrasikan informasi dari sejumlah sumber untuk menyusun suatu interpretasi hasilnya: perubahan
pola pada stimulus asli tetap dikenali (mis: menumbuhkan kumis).
Persepsi terbentuk dari perolehan informasi secara
langsung dari lingkungan.
Pendapat
kognisi tidak penting dalam persepsi
karena lingkungan telah mengandung cukup
informasi yang dapat digunakan untuk interpretasi.
Strategi
bottom-up
Pendukung teori
James Gibson & James Cutting.
Pengenalan pola
visual
• Kemampuan mengenali & mengolah pola serta objek-objek
visual telah dipelajari dari sejumlah perspektif teoretik
teori komputasional, teori Gestalt, pemprosesan bottom-up
dan top-down, pencocokan template, analisis fitur, teori prototipe, & sebuah bentuk gabungan dari teori persepsi.
Organisasi subjektif
• Konstruktivis otak bersifat interpretatif; otak
Heuristik
dianggap sebagai ‘tebakan bagus
berdasarkan aturan main yang berlaku’.
Algoritma
dipandang sebagai tatanan aturan
yang spesifik, yang mengarahkan proses pada
hasil yang dapat diprediksikan sebelumnya.
Otak mengandalkan heuristik
sehingga sering
membuat kekeliruan yang bersumber pada ilusi
perseptual
akibatnya, manusia melihat hal-hal
yang sesungguhnya tidak eksis di dunia fisik.
Organisasi subjektif
•
Kontur ilusoris
sejenis ilusi
yang menggambarkan cara
pikiran mengorganisasikan
stimuli visual.
•
Ilusi tsb tampak seolah-olah
berada di depan
bentuk-bentuk lain & memiliki bentuk-bentuk
perseptual yang nyata
(terlihat jelas).
Segitiga tsb bertahan karena ada inhibisi lateral
tendensi dari elemen-elemen neural yang saling
berdekatan dalam retina untuk merintangi sel-sel di sekelilingnya memperkuat kesan kontur.
Kontur ilusoris menurut evolusioner kebutuhan
untuk melihat bentuk, sudut, & pergerakan penting untuk kelangsungan hidup.
Kontur ilusoris menurut psi. Gestalt Pragnanz:
tendensi untuk melihat figur-figur sederhana & familiar dalam wujud yang baik/utuh.
Teori
Gestalt
Organisasi pola melibatkan kerjasama seluruh
stimuli dalam menghasilkan sebuah kesan yang melampaui gabungan seluruh sensasi.
Beberapa hukum Gestalt lain meliputi hukum
keterdekatan (law of proximity), hukum kesamaan (law of similarity), hukum penutupan (law of
closure), hukum simetri (law of symmetry), hukum kontinuitas (law of continuity), & hukum nasib
Teori Gestalt
1
2
3
4
Contoh hukum Gestalt:
1.Kesamaan
2.Penutupan pada objek rumit
Perspektif kanonik sudut pandang terbaik untuk
menggambarkan suatu objek/citra (image) yang pertama muncul di pikiran saat mengingat sesuatu.
Menggabungkan psi Gestalt & formasi prototipe.
Dibentuk melalui pengalaman dengan anggota sejenis
dari suatu kategori eksemplar.
Manusia, berdasarkan pengalaman keseharian dengan
objek-objek, mengembangkan memori permanen tentang penampilan paling representatif dari suatu objek dan
yang memberikan informasi terbanyak.
Perspektif kanonik sudut pandang terbaik untuk
menggambarkan suatu objek/citra (image) yang pertama muncul di pikiran saat mengingat sesuatu.
Menggabungkan psi Gestalt & formasi prototipe.
Dibentuk melalui pengalaman dengan anggota sejenis
dari suatu kategori eksemplar.
Manusia, berdasarkan pengalaman keseharian dengan
objek-objek, mengembangkan memori permanen tentang penampilan paling representatif dari suatu objek dan
yang memberikan informasi terbanyak.
Pengenalan objek dapat diawali oleh pengenalan
terhadap pola, yang diikuti kesimpulan terhadap bentuk keseluruhan (pemprosesan bottom-up); namun dapat pula diawali dengan dibentuknya suatu hipotesis yang dibuat oleh pengamat, yang menyebabkan pengenalan terhadap keseluruhan pola dan diikuti pengenalan
komponen-komponen pola (pemprosesan top-down).
Efek konteks (Biederman, dkk) ekspektasi untuk
melihat objek-objek tertentu dalam suatu konteks.
Contoh: stetoskop di ruang dokter.
Pemprosesan
• Pengenalan objek terjadi ketika representasi
internal stimuli tersebut (yaitu gambaran stimuli yang disimpan dalam memori pengamat) sama persis dengan stimuli yang diindera sistem
sensorik.
• Teori ini memiliki kegunaan konseptual & praktikal,
tapi tidak dapat menjelaskan proses-proses kognitif yang rumit, misal kemampuan kita menginterpretasi bentuk-bentuk yang asing dengan tepat.
Irving Biederman pengenalan terhadap suatu objek (mis:
telepon, koper, dll) terdiri dari recognition by components (RBC; pengenalan berdasarkan komponen), yaitu
pemecahan bentuk-bentuk kompleks menjadi bentuk-bentuk sederhana.
2 pendekatan:
a.Domain-general otak & sistem kognitif memiliki
proses-proses umum untuk mengenali sejumlah besar kategori objek.
b.Domain-specific otak & sistem kognitif memiliki sistem
fungsional yang berperan dalam pengenalan kategori objek yang spesifik &khusus.
• Pengenalan objek terjadi hanya setelah stimuli dianalisis
berdasarkan komponen dasarnya.
• Eksperimen yang mendukung: eksperimen sel tunggal
oleh Hubel & Wiesel (1963) dan peneliti lainnya hasil: sejumlah sel memiliki kepekaan mendeteksi sisi-sisi atau tepian-tepian stimuli visual, sedangkan sel-sel lain peka terhadap garis, dan ada pula yang peka terhadap sudut.
• Setiap sel memiliki fungsi spesifik, dan masing-masing
sel merespons hanya bentuk stimulus tertentu dengan arah tertentu.
Pergerakan mata & pengenalan objek
•
Asumsi: ketika memandang suatu fitur dalam pola
tertentu dalam jangka waktu relatif lama, informasi
yang diperoleh akan semakin banyak.
•
Eksperimen fiksasi Yarbus (1967).
•
Dengan demikian, persepsi terhadap fitu dalam
pola-pola yang kompleks bergantung pada hakikat
stimuli fisik & melibatkan proses-proses kognitif
tingkat tinggi (mis: atensi & sasaran).
Asumsi: manusia menyimpan sejumlah jenis pola
abstraksi dalam memori, dan abstraksi tsb
berperan sebagai prototipe.
Pola diindera
dibandingkan dengan prototipe
dalam memori
jika sama, pola tsb dikenali.
Prototipe
suatu representasi puncak/terbaik
dari pola ybs.
Template tidak mungkin semrawut
berguna
dalam program komputer
Abstraksi informasi visual
• Prototipe merupakan abstraksi dari suatu rangkaian
stimuli yang mencakup sejumlah besar bentuk serupa dari pola yang sama.
• Prototipe memungkinkan kita mengenali suatu pola
walaupun pola tsb tidak identik dengan prototipe ybs.
• Posner, dkk (1967) mencari prototipe segitiga.
• Eksperimen Petersen, dkk (1973) prototipe &
pola-pola konfigurasi lebih mudah diidentifikasi.
Pseudomemori (memori semu)
Penelitian Solso & McCarthy (1981):
a.Prototipe dibentuk berdasarkan karakteristik rata-rata
dari eksemplar.
b.Informasi spesifik mengenai prototipe diperoleh saat kita
hanya mengamati eksemplar.
c. Informasi umum mengenai karakteristik umum diperoleh
dari suatu prototipe.
d.Eksemplar-eksemplar dinilai berdasarkan jenjang
kemiripannya dengan prototipe.
e.Prototipe dibentuk berdasarkan abstraksi terhadap
eksemplar.
Pencocokan prototipe
Atas:
Tingkat keyakinan untuk wajah prototipe, wajah baru & wajah lama.
Kiri:
Teori pembentukan prototipe
Pengenalan objek hasil dari abstraksi terhadap stimuli, yang
disimpan dalam memori & berfungsi sebagai suatu bentuk ideal, yang digunakan untuk mengevaluasi pola-pola yang diamati.
2 model dalam teori ini:
a.Teori tendensi sentral sebuah prototipe mewakili rata-rata
suatu set eksemplar.
b.Teori frekuensi atribut suatu prototipe mewakili
mode/penyajian terakhir atribut-atribut yang paling sering dijumpai.
Pengenalan pola pada
para pakar
Para pemain catur
Penelitian Chase & Simon (1973) hasil: pakar memerlukan waktu
lebih sedikit untuk merekonstruksi pola buah catur dalam pikirannya.
Penelitian de Groot maestro lebih mampu memproduksi pola
karena mampu menyandikan posisi buah-buah catur menjadi satu bagan utuh.
Simpulan kemampuan menyusun bongkahan informasi (chunks)
Otak manusia adalah daerah yang belum dijelajahi yang terakhir dan terbesar..
-James Watson
BAB 5
Model-model memori ganda
William James
•
Pengembang konsep memori ganda
menjadi
dasar-dasar modern tentang memori.
•
Tahun 1800-an, memori terbagi:
a.
memori primer
tidak pernah meninggalkan
kesadaran & selalu menyediakan ‘tayangan’ ulang.
b.memori sekunder
jalur-jalur yang ‘terpahat’
Mary Whiton Calkins
• Murid William James
• Penemu efek awal – akhir
• Penelitian terhadap rangkaian item item yang
paling diingat adalah yang berada di awal rangkaian (primacy) & di akhir (recency).
• Kapasitas penyimpanan STM tidak melampaui
8 item
Efek von Restorff
Jika suatu item unik berada di tengah-tengah
rangkaian
item tersebut cenderung diingat.
Contoh: 2347690432H798443210
Waugh & Norman
•
1965
model dualistik: mencakup memori
sekunder & memori primer.
•
Metafor ‘kotak-kotak di kepala’ (
boxes in the head
)
Waugh & Norman
•
Berdasarkan penelitian pada deret 16 angka
interferensi merupakan faktor yang lebih
berpengaruh dibanding
decay
(item menghilang
dari memori) dalam hal kelupaan (
forgetting
).
Pengujian decay & interferensi dalam STM (Waugh & Norman, 1965) Pengujian decay & interferensi dalam
Atkinson & Shiffrin
Terdapat lebih banyak subsistem dalam STM & LTM.
Memori data-data yang disimpan
Penyimpanan (store) komponen struktural yang berisi
informasi
Tiga area penyimpanan memori:
Memori jangka pendek
• Lloyd Peterson & Margaret Intons-Peterson penemu
durasi memori jangka pendek.
• Berdasarkan penelitian (1959) kapasitas
Dukungan neurosains kognitif
Brendan Milner
(1966, Kanada)
Meneliti penderita
epilepsi lobus temporal & hipokam-pus dipotong: a.LTM terganggu tidak
bisa menyimpan informasi baru.
b.STM tidak terganggu.
Warrington & Shallice
(1969)
Berdasarkan penelitian disosiasi ganda digunakan untuk mendemonstrasikan keberadaan dua proses yg terpisah: LTM & STM
Model
memori kerja
Alan Baddeley (Inggris)
•Memori kerja (working memory)
suatu tipe meja kerja yang selalu
mengubah, mengombinasi-kan, dan memperbarui informasi baru & lama.
•Menyanggah gagasan bahwa:
a.STM sekadar kotak di kepala
Allan Baddeley
•
Putaran fonologis (
phonological loop
)
penyimpanan fonologis & proses artikulatoris yg
memampukan kita mengingat informasi
sebanyak yg dapat kita ulangi dalam durasi
terbatas.
•
Alas sketsa visuospasial (
visuospatial sketchpad
)
mengendalikan kinerja visual & spasial,
Allan Baddeley
•
Putaran fonologis & alas sketsa visuospasial
dikendalikan oleh eksekutif sentral.
•
Eksekutif sentral
mengoordinasikan aktivitas
terkait atensi & memerintahkan respons.
•
Tahun 2000
penahan episodik:
suatu sistem
berkapasitas terbatas yang menggabungkan
informasi dari LTM, putaran fonologis, & alas
sketsa visuospasial ke dalam eksekutif sentral
Kapasitas STM
• STM & Chunking
Miller (1956) kapasitas STM 7 unit atau chunk
Mengubah huruf-huruf menjadi unit kata yang
bermakna (chunking) dianggap satu unit informasi masuk ke STM.
• LTM & Chunking
Bower & Springston (1970)
Pemaknaan unit informasi dg bantuan LTM
Penyandian informasi
dalam STM
Informasi auditorik
Metode penyandian paling dominan
dalam STM
Conrad (1963) berdasarkan penelitian:
kekeliruan dalam STM bersumber dari kekeliruan auditorik, bukan kekeliruan visual.
Informasi visual
Posner dkk (1969) berdasarkan
penelitiannya: informasi disandikan secara visual dalam STM
Penggunaan jeda waktu dalam eksperimen pencocokan stimuli visual &
auditorik (Posner, dkk, 1969)
Penggunaan jeda waktu dalam eksperimen pencocokan stimuli visual &
Sandi yang berhubungan dengan makna.
Tokoh: Wickens dkk
Konsep inhibisi proaktif (PI)
kemampuan
mengingat dihambat oleh hubungan semantik
antara daftar yang sedang diingat dg sebelumnya.
Pelepasan PI
peningkatan kemampuan
mengingat secara drastis.
terjadi pada kategori yg memiliki hubungan
semantik terendah dg kategori awal daftar.
Pengambilan informasi dari STM
Saul Sternberg (1966, 1967, 1969)
Tugas Sternberg
mencari angka dalam suatu
daftar
menemukan jawaban yg tepat.