• Tidak ada hasil yang ditemukan

psikologi kognitif dan gangguan psikologi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "psikologi kognitif dan gangguan psikologi "

Copied!
119
0
0

Teks penuh

(1)

ROBERT L. SOLSO OTTO H. MACLIN M. KIMBERLY MACLIN

PSIKOLOGI

KOGNITIF

(2)

Saya berpikir, maka saya ada.

-Descrates

BAB 1

(3)

Pengertian

Psikologi Kognitif studi terhadap proses-proses

yang melandasi dinamika mental.

Meliputi beberapa proses:

a.input eksternal

b.atensi selektif dan persepsi

c. Pembentukan representasi internal (disimpan dalam

memori)

(4)

Sejarah

Aristoteles Plato

Pengetahuan ada di jantung

(5)

Pengetahuan diperoleh

dari pengalaman

sepanjang hidup.

Manusia dilahirkan

dengan pengetahuan

yang tersimpan di

otaknya.

Perspektif Empiris

Perspektif Nativis

(6)

Abad 18

•Penganut Empirisme (George Berkeley, David Hume, James Mill, & John Stuart Mill)  representasi internal

terdiri dari 3 jenis: peristiwa sensorik langsung,

peristiwa yang disimpan dalam memori, transformasi dari peristiwa-peristiwa ini dalam proses berpikir.

•David Hume (1860-an)  representasi internal

dibentuk berdasarkan peraturan dapat didefinisikan dan formasi serta transformasi tersebut membutuh-kan waktu dan usaha.

(7)

Abad 19

Wundt (Jerman) & Titchener (Amerika)

menekankan struktur representasi mental melalui

penelitian mereka terkait introspeksi.

Brentano (Austria)

menekankan proses atau

tindakan dari representasi mental.

F.C Donders & James Cattell

mengadakan

eksperimen terkait persepsi terhadap tampilan visual

menerbitkan laporan eksperimen

awal

(8)

William James

mendirikan laboratorium

psikologi pertama di Universitas Harvard, Amerika.

Abad 19

Abad 20

Abad 20

Kelahiran behaviorisme

stimulus – respons

Edward C. Tolman (1932) 

mengembangkan konsep peta kognitif berdasarkan eksperimen tikus yang diletakkan dalam labirin untuk

(9)

Sir Frederick Bartlett (1932) Menulis RememberingMeneliti memori manusia Apa yang diingat terkait

dengan kesan keseluruhan yang didapat dari sebuah cerita atau pengalaman.

1956 Lahir gelombang revolusi kognitif

George miller (1956) pionir evaluasi empiris terhadap

kognisi.

Ulrich Neisser (1960-an) menulis buku teks psikologi

kognitif yang pertama.

Disiplin ilmu psikologi kognitif resmi muncul.

(10)

Psikologi kognitif adalah

ilmu mengenai pemprosesan informasi

Psikologi kognitif berkutat dengan:

Cara memperoleh & memproses informasi mengenai dunia, cara informasi itu disimpan & diproses oleh otak,

cara kita menyelesaikan masalah, berpikir & menyusun bahasa, dan

bagaimana proses-proses ini ditampilkan dalam perilaku yang

(11)

Metafora, model, teori, & perspektif

kognitif

Metafora

Sering digunakan untuk menjelaskan proses-proses

kognitif  namun, ini menyesatkan.

Contoh:

memori = laci/rak penyimpanan

Model

Model kerangka kerja organisasional untuk menjelaskan proses-proses.

(12)

• Tujuan  menyediakan representasi yang dapat

dipahami tentang hasil observasi dan untuk membantu menyusun prediksi.

Contoh model kognitif tentang memori:

Teori

Menjelaskan aspek-aspek khusus sebuah

fenomena & sering digunakan untuk menguji hipotesis

(13)

Pemprosesan informasi

Perspektif ini lazimnya dihubungkan dengan rangkaian

peristiwa yang terjadi menurut urutan waktu.

William James (1990) mengembangkan konsep

memori primer & memori sekunder.

Waugh & Norman (1965) membuat revisi lanjutan

model pemprosesan informasi milik James.

Perspektif

A. Model memori William James B. Model memori Waugh & Norman

A

(14)

Neurosains

Berfokus pada fungsi-fungsi otak yang mendasari

pembentukan pengalaman kognitif.

Karl Lashley (1929) tokoh penting neurosains;

beberapa fungsi sesungguhnya terdistribusi di seluruh bagian otak.

Mountcastle (1979) sistem yang paralel fungsi

kerja otak berupa pendistribusian jaringan-jaringan yang diproses ke seluruh area korteks, alih-alih

dipusatkan. Ilmu komputer

Generasi komputer modern berusaha menyusun

(15)

David Rumelhart & James McClelland membakukan

model PDP yang didasarkan pada jaringan neural manusia.

PDP (parallel distributed processing–pemrosesan

paralel terdistribusi)  model kognisi dengan asumsi dasar bahwa informasi diproses dalam cara serupa dengan pemprosesan di jaringan neurologis.

Adanya jaringan mengindikasikan bahwa pemprosesan

neural berlangsung bersamaan, di area yang berbeda-beda, dengan hubungan (koneksi) yang diperkuat atau diperlemah.

(16)

Ide: pendekatan fungsionalis adalah pendekatan

terbaik dalam memahami kognisi.

Tooby & Cosmides

fitur-fitur atau trait-trait yang

adaptif tetap ada hingga sekarang karena itu

semua memang dipilih melalui seleksi alam &

diwariskan ke generasi selanjutnya.

Keunggulan: penekanannya pada teori-teori &

model-model yang dikembangkan melalui

pertimbangan kegunaan sebuah trait/proses yang

spesifik

otak manusia dapat beradaptasi.

(17)

Hubungan psikologi

kognitif dengan ilmu

kognitif

Ilmu kognitif masa kini menekankan bidang-bidang

interdisipliner: ilmu komputer, filsafat, psikologi, neurosains, linguistik, dan antropologi.

(18)

Model

penelitian

Sumber: metode yang digunakan para peneliti Jerman (Wundt, dkk) untuk mempelajari memori, asosiasi, & proses-proses psikologis.

Contoh metode penelitian: studi observasi

(mendeskripsikan fenomena) dan eksperimen (menjelaskan fenomena).

Definisi operasional: menjabarkan konsep secara detail & jelas konsep abstrak menjadi konsep konkret.

(19)

Mengukur korelasi psikologis

dengan dunia nyata

Psikofisika

Adalah studi ilmiah tentang hubungan stimuli dengan

sensasi & persepsi yang ditimbulkan oleh stimuli tsb.

Asumsi: adanya hubungan fungsional antara kondisi

psikologis dengan stimulus fisik.

Studi sel tunggal

Hubel & Wiesel (1959)

(20)

Mengukur korelasi psikologis

dengan dunia nyata

Studi waktu-reaksi

Untuk meneliti proses-proses kognitif.

Mengukur waktu yang diperlukan partisipan untuk

menyelesaikan sebuah tugas sederhana.

Studi priming

Stimulus disajikan sekilas dan setelah jeda, stimulus

kedua disajikan & partisipan diminta membuat penilaian terkait stimulus kedua.

Ada dua macam: efek priming semantik & efek priming

(21)

Mengukur korelasi psikologis

dengan dunia nyata

Studi pelacakan bola mata

Dasar: kita hanya dapat melihat objek yang berada dalam area pandang  berkembang teknik ini untuk

menentukan arah fiksasi mata pada sesuatu.

Studi lateralisasi

Asumsi: seandainya sebuah objek diperuntukkan bagi otak kiri, akhirnya akan diproses oleh otak kanan,

(22)

Otak manusia adalah daerah yang belum dijelajahi yang terakhir dan terbesar..

-James Watson

BAB 2

(23)

Menjelajah otak

Neurosains kognitif: pendekatan dalam psikologi kognitif

yang memusatkan kajiannya pada otak.

Otak manusia hanya seberat 3 pon, lunak, dan kecil;

tapi kemampuannya dalam memproses informasi seolah tak terbatas.

Jaringan neuron yang rumit dalam otak manusia

sisten terumit yang dikenal manusia.

Kemampuan otak manusia untuk melakukan analisis

(24)

Catatan perjalanan: abad 21—ilmu

otak

Akhir tahun 1970-an, Michael Gazzaniga &

George Miller

melahirkan istilah neurosains

kognitif.

Isu pikiran-Tubuh

Rene Descartes

yakin ada semacam filamen

(benang) yang menghubungkan tangan dengan

otak

lengkung refleks (

reflex arc

).

Filsuf setelah Descartes

mencari hubungan

(25)

Isu pikiran-tubuh

Filsuf & ilmuwan zaman awal menganggap pikiran &

tubuh sebagai dua dunia yang berbeda & terpisah.

Asumsi: satu dunia dipusatkan pada alam fisik (tubuh) sedangkan dunia lain dipusatkan pada alam mental (pikiran).

Para ilmuwan yang mendukung dualisme tubuh-pikiran

percaya bahwa tubuh dan pikiran dapat eksis bersama-sama.

Otak terdiri dari neuron-neuron; selalu bekerja; tidak

(26)

Isu pikiran-tubuh

Arsitektural otak relatif stabil.

Pemprosesan yang terjadi di otak (pikiran) dinamis.

Manusia dapat mengubah pikirannya dengan cepat tanpa ada perubahan struktural kentara di otak.

Perubahan aktivitas neuron mengakibatkan perubahan pikiran, sementara struktur anatomisnya tetap stabil.

William James menyamakan pikiran dengan aliran kesadaran: dinamis, tapi juga memiliki konsistensi.

(27)

Sistem saraf pusat

(CNS)

CNS terdiri dari saraf

tulang belakang & otak.

Unsur dasar pembentuk:

neuron

sel khusus yang

mengirimkan informasi

sepanjang sistem saraf.

Jenis neuron dasar

Setiap neuron mampu menerima & mengirimkan

impuls neural ke ribuan neuron lain.

Jumlah neuron di otak manusia diperkirakan 100

(28)

Empat bagian utama neuron:

a.Dendrit  menerima impuls neural dari neuron lain.

b.Tubuh sel menjaga kondisi dasar neuron: menerima

nutrisi & melenyapkan limbah organik.

c.Akson menghubungkan tubuh sel dengan sel-sel lain

melalui semacam persimpangan yang disebut sinapsis. Akson berukuran besar dikelilingi myelin yg berperan sebagai insulator untuk mempercepat transmisi impuls neural/

d.Terminal prasinaptik  bersama-sama dendrit membentuk

sinapsis.

(29)

Neuron

Transmisi sinaptik (kanan)

(30)

Neuron

Pada sinapsis informasi kimiawi dipertukarkan

dari satu neuron ke neuron lain dalam wujud neurotransmitter.

Neurotransmitter memiliki berbagai efek, misal efek

inhibitoris (mencegah neuron penerima menembakkan impuls) & efek eksitatoris

(merangsang neuron penerima menembakkan impuls).

Kecepatan perjalanan impuls bergantung pada

(31)

Jumlah neuron saat manusia lahir

sudah

lengkap, tidak ada pembentukan baru setelah itu.

Jumlah neuron akan hilang seiring proses

penuaan atau saat cedera.

Neuron

Jaringan neural sejak kelahiran hingga usia 2 tahun.

Dendrit baru untuk

membentuk koneksi

baru antarneuron

dapat diproduksi

(32)

Neuron

Pengetahuan manusia disandikan tidak disimpan hanya

dalam 1 neuron

Para ahli meyakini  proses kognisi manusia terjadi di

pola-pola besar aktivitas neural yang terdistribusi di seluruh otak, yang berfungsi secara paralel, dan beroperasi melalui

koneksi eksitatoris & inhibitoris.

Anatomi otak

Pada zaman dulu, ahli anatomi otak menemukan struktur &

(33)

Anatomi otak

Otak manusia terbagi menjadi 2

struktur sejenis hemisfer serebral

kiri & kanan.

Hemisfer diselubungi lapisan

korteks serebral  sejenis material

tipis & basah, berwarna abu-abu, dipadati tubuh-tubuh sel neuron & akson-akson pendek yang tidak terselubung myelin.

Tebal korteks serebral 1,5-5 mm. Gyri ‘bukit-bukit’ yang tampak di

antara lipatan-lipatan.

(34)

Anatomi otak

Jika dibentangkan, luas

korteks serebral sekitar

324 inci persegi.

Fungsi bentuk korteks serebral yang kisut

memperbesar luas permukaan otak tanpa

(35)

Anatomi otak

Korteks serebral

Diasumsikan menjadi pusat proses berpikir &

kognisi  nyatanya, proses kognisi melibatkan

banyak area di otak.

Korteks serebral struktur otak yang berevolusi

paling akhir.

Terlibat dalam persepsi, berbicara, tindakan

kompleks, berpikir, pemprosesan & produksi

(36)

Anatomi otak

Lobus-lobus di korteks serebral:

1. Lobus frontal  pengendalian impuls,

pertimbang-an, pemecahan masalah, pengendalian & pelak-sanaan perilaku, & pengorganisasian kompleks.

2. Lobus temporal  memproses sinyal-sinyal

auditori, pendengaran, pemprosesan auditori tingkat tinggi (wicara), pengenalan wajah.

3. Lobus Periental  mengintegrasikan informasi

sensoris dari pancaindera, pemanipulasian objek, pemprosesan visual-spasial.

(37)

Struktur otak & fungsinya

Area utama korteks serebral manusia: Lobus frontal, parietal,

oksipital, dan temporal. Korteks motorik utama ditampilkan dengan warna

berbeda. Korteks sensorik-somatik

utama berwarna biru gelap. Area Broca (di depan korteks motorik utama)

(38)

Anatomi otak

Area-area sensori-motor

Penelitian abad 19 arus listrik ringan diproses secara

kontralateral.

Kontralateral: informasi sensorik dari saraf tulang belakang

(saat menyentuh suatu objek) memasuki tubuh bagian kiri

 berpindah ke tubuh bagian kanan & diproses terlebih

dulu oleh hemisfer kanan.

Roger Penfield, Kanada memetakan area-area sensorik

& motorik dalam otak.

Simpulan: semakin penting fungsi suatu organ semakin

(39)

Menemukan fungsi kortikal

Penelitian awal dalam lokalisasi fungsi kortikal

Zaman kuno

ilmuwan yakin: otak tidak berkaitan

dengan pikiran & persepsi.

Aristoteles

mengatribusikan fungsi pikiran

persepsi ke kinerja jantung.

Berabad-abad kemudian

praktik frenologi

menyatakan karakter manusia, kepribadian,

(40)

Menurut frenolog menganalogikan otak dengan otot

 otak dapat dilatih, dibentuk.

Karakteristik, bakat, dan emosi dapat diukur dengan

memeriksa tonjolan dan lekukan pada permukaan tempurung kepala.

Silas Hubbard menemukan benjolan di tempurung

kepala yang berkaitan dengan cinta kasih.

Frenolog mempelopori lokalisasi menentukan fungsi

pada tempat-tempat khusus dalam korteks serebral otak atau bagian lain dari sistem saraf.

(41)

Tahun 1800-an, kasus Phineas Gage (pekerja dengan

korteks depan tertembus batang logam) 

menunjukkan bahwa lobus frontal mengendalikan temperamen seseorang (bukti: perilaku Gage yang berubah setelah kecelakaan).

Penemuan ini memicu penelitian Antonio Moice pada

lobus frontal kera  praktik psychosurgery (1930).

Walter Freeman, dkk mengembangkan

psycho-surgery pada lobus frontal manusia.

Psychosurgery kemudian dikenal dgn lobotomi.

(42)

Psychosurgery

masa kini

mengendalikan

gang-guan: obsesif-kompulsif, depresi, kejang parah.

Pierre Flourens (Prancis)

membantah frenolog

& pelaku lobotomi.

Hasil penelitian Flourens

fungsi motorik &

sensorik tidak semata terlokalisasikan di area

tertentu, melainkan terdistribusi merata di seluruh

bagian otak

teori medan agregat.

Teori lokalisasi fungsi

jalan tengah antara

agregat & frenolog.

(43)

Teori lokalisasi fungsi

atribut mental

terlokalisasi di region spesifik di dalam otak.

Atribut yang terlokalisasi meliputi

pengendali-an respons motorik, terminal sensorik,

penglihatan, & beberapa pemprosesan bahasa.

Sebagian besar fungsi, terutama proses-proses

kognitif tingkat tinggi

terbagi menjadi beberapa

subfungsi, yang tersebar di seluruh bagian otak.

(44)

Pierre Paul Broca (Prancis) meneliti aphasia

(hilangnya kemampuan menggunakan bahasa akibat kerusakan otak)  hasil: ada cedera pada

area yang saat ini disebut area Broca.

Karl Wernicke, (Jerman, 1876) menemukan jenis

aphasia baru (pasien mampu bicara, tapi tanpa makna).

Simpulan penelitian Wernicke sebagian besar

fungsi mental yang terlokalisasi terkait dengan aktivitas persepsi & motorik sederhana.

(45)

Melahirkan konsep koneksionis

fungsi-fungsi

kognitif yang kompleks terjadi, dan hanya dapat

dipahami, dengan menggunakan kerangka teori

adanya jaringan koneksi antarneuron.

Menurut Wernicke

beberapa fungsi diproses

secara paralel di bagian-bagian otak yang

berbeda.

Hipotesis Wernicke memberikan sumbangsih

penting bagi para psikolog kognitif modern.

(46)
(47)

Teori Florens, Broca, Wernicke 

dikembangkan oleh Karl Lashley

(Amerika, 1950)  penelitian

terhadap hubungan cedera otak dengan perilaku.

Hasil: teori aksi massa  memori

tersebar di seluruh bagian otak; tidak ada sel khusus yang digunakan untuk menyimpan memori tertentu.

Simpulan otak bekerja

mengguna-kan prinsip lokalisasi & aksi massa.

(48)

Kisah dua hemisfer

Rujukan awal abad 7 SM, pada hieroglif Mesir

Kuno  cedera pada satu sisi otak menyebabkan

gangguan pada sisi tubuh yang berlawanan, atau disebut kontralateralis.

Dukungan ilmiah baru pada abad 20 (tahun 1950an)

 para dokter memotong corpus callosum penderita

epilepsi.

Korpus kalosum ikatan tebal berisi saraf yang

menghubungkan hemisfer kiri dan kanan 

(49)

Penelitian Roger Sperry (1950-an) menentukan

fungsi berbeda yang terasosiasi dengan setiap hemisfer.

Berbagai penelitian Gazzaniga, Bogen, & Perry

meng-indikasikan:

a.Hemisfer kiri  fungsi-fungsi khusus (bahasa,

konseptualisasi, analisis, & klasifikasi)

b.Hemisfer kanan  pengintegrasian informasi

sepanjang waktu (seni atau musik, pemrosesan spasial, mengenali arah jalan, berpakaian).

(50)

Penelitian Gazzaniga selanjutnya (1983) hemisfer kanan

memiliki kemampuan pemprosesan linguistik, terutama bahasa tertulis.

Seluruh pengamatan mengindikasikan ada semacam

kelenturan dalam otak manusia yang berkembang & bahwa fungsi otak terbagi merata di berbagai region & hemisfer yang berbeda.

Korpus kalosum dipotong (prosedur belah-otak) informasi

yang diterima satu sisi retina (misal: sisi kanan retina di mata kanan), akan terjebak di hemisfer yang berhubungan dengan sisi retina tersebut (hemisfer kanan).

(51)

Penelitian konsep “busur-panah” Gazzaniga kedua

hemisfer masih dapat saling berkomunikasi satu

dengan yang lain, walau tanpa korpus kalosum. Tapi, tanpa pemahaman konsep busur-panah sebagai satu kesatuan.

Penelitian oleh Levy, Trevarthen, dan Sperry (1972)

hasil: setiap hemisfer mengenali citra yang terpisah.

Setiap hemisfer memiliki spesialisasi fungsi;

spesiali-sasi tsb tidak dapat digunakan oleh hemisfer lain tanpa adanya korpus kalosum.

(52)

Penelitian

belah-otak

Atas:

Stimuli dan gambar-gambar dari penelitian belah-otak. Dari: Gazzaniga, M.S. (1998).

Kiri:

(53)

Studi kognitif terhadap partisipan yang memiliki

korpus kalosum

Partisipan penelitian: pria yang tidak kidal.

Logika penelitian: informasi pada mulanya diproses

pada satu hemisfer, kemudian akses terhadap

informasi tsb haruslah cepat.

Hasil: secara umum, mendukung teori hemisfer kiri

unggul dalam pemprosesan kata-kata & huruf;

hemisfer kanan unggul dalam pemprosesan spasial.

Pada manusia normal yang memiliki jaringan

(54)

Neurosains

kognitif

Ilmuwan neurosains ilmuwan yang mempelajari

neurosains, atau cabang dari ilmu yang meliputi studi neuroanatomi, neurofisiologi, fungsi otak, & model

kerja otak dari disiplin psikologi maupun ilmu komputer.

Neurosains kognitif ilmu yang menyediakan

dasar-dasar untuk lebih jauh lagi menyelidiki isu-isu lama terkait pikiran & tubuh.

Ilmu neurosains kognitif (Richard Thompson)

(55)

Psikologi kognitif

& neurosains

kognitif

Alasan psikolog kontemporer meminjam informasi &

teknik dari neurosains, dan sebaliknya:

a.Kebutuhan menemukan bukti fisik yang mendukung

struktur pikiran (yang bersifat teoretik).

b.Kebutuhan para ilmuwan neurosains untuk

menghubung-kan penemuan mereka dengan model-model fungsi otak & kognisi yang lebih komprehensif.

c.Sasaran klinis untuk menemukan korelasi antara patologi

(56)

d. Meningkatnya keterlibatan fungsi neurologis dalam model-model yang menggambarkan kinerja pikiran.

e. Para ahli komputer membuat simulasi kognisi manusia

dengan mengembangkan piranti lunak yang mampu

berperilaku seperti otak manusia. Pendekatan terhadap otak & komputer  arsitektur jaringan neural.

f. Berkembangnya teknik-teknik yang memungkinkan para

ilmuwan “mengintip” ke dalam otak manusia &

mengungkap struktur serta proses yang belum pernah terlihat sebelumnya  pemindaian PET, pemindaian CT,

teknologi MRI, & teknologi EEG

Psikologi kognitif

& neurosains

(57)

Peralatan ilmuwan neurosains

 50 tahun lalu ilmuwan neurosains mengamati &

mengeksplorasi otak manusia secara langsung  ablasi, perekaman sel-tunggal, pemeriksaan

pascakematian, studi dengan subjek hewan.

 Peralatan ilmuwan neurosains masa kini EEG, CT,

PET, MRI, fMRI, MEG, TMS, dan Micro CT.

Contoh peralatan ilmuwan neurosains:

Aliran darah ke otak menyediakan sinyal-sinyal yang dideteksi oleh MRI dan PET. Ketika neuron-neuron yang beristirahat (atas) menjadi aktif (bawah), aliran darah ke neuron-neuron tersebut bertambah.

(58)
(59)

• Steve Petersen , dkk, 1988  mempelopori penggunaan PET

untuk mempelajari proses-proses kognitif.

• Eksperimen terdiri dari 5 tahap  a) Tahap istirahat, b)

Muncul-nya sebuah kata tunggal di sebuah layar, c)

Pembacaan kata tsb dengan keras, d) Pengucapan sebuah kata bebas yang berhu-bungan dengan kata di layar.

• Hasil: setiap tahap menghasilkan pola aktivasi khusus 

membuktikan adanya pemprosesan holistik di otak, yaitu secara umum kata-kata diproses di area yang luas dalam otak.

PET tentang pemrosesan kata.

(60)

Iklan yang baik adalah iklan yang berhasil menjual produk tanpa menarik perhatian.

-Dong Ogilvy

BAB 3

(61)

Otak

komputasional

Kita melihat, mendengar, mengecap, dan merasakan

(62)

Sensasi &

persepsi

Sensasi pendeteksian dini terhadap stimuli.

Persepsi interpretasi hal-hal yang diindra.

Penglihatan

Adalah pendeteksian sebuah bagian kecil gelombang

elektromagnetik (yang disebut ‘cahaya’).

Berkas cahaya memasuki mata melalui kornea & lensa

mengarahkan berkas citra (dari objek yang dilihat)

(63)

• Pengenalan pola, ditampilkan di retina dalam bentuk dua dimensi  persepsi tingkat tinggi kemudian

diaktifkan ketika impuls-impuls tersebut ditransfer melalui jalur saraf penglihatan ke korteks visual

(64)

Ilusi

Psikofisika studi yang mempelajari hubungan

antara perubahan-perubahan fisik di dunia dengan pengalaman-pengalaman psikologis akibat

perubahan tersebut.

Ilusi persepsi realitas dan persepsi tidak sama;

kegagalan kemampuan manusia untuk mempersepsi.

Ilusi Muller-Lyer menunjukkan adanya struktur

(65)

Pengetahuan

sebelumnya

Hubungan antara persepsi & pengetahuan sebelumnya

tentang dunia dimanifestasikan dalam wujud ilusi geometri & penginterpretasian data-data ilmiah.

Persepsi dipengaruhi pengetahuan, hipotesis yang

disusun, dan prasangka.

Figure-ground: persepsi pada dasarnya dipolakan ke

dalam 2 aspek figur yang tampak menonjol & latar belakang/dasar yang tidak jelas.

Kamuflase: suatu objek alamiah menjadi sulit dilihat

(66)

Cara informasi primer dari dunia diolah sangat

dipengaruhi struktur sistem sensorik & struktur otak serta pengalaman yang memberikan makna bagi stimuli.

Teori pendeteksian sinyalkinerja persepsi dipengaruhi

oleh ekspektasi

A B C D

Contoh ilusi:

(67)

Studi-studi awal mengindikasikan otak memiliki beberapa

karakteristik umum, misal adanya prinsip kontralateralitas (yaitu bahwa kerusakan serebral di sebuah hemisfer akan

menyebabkan gangguan atau defisiensi di bagian tubuh yang berlawanan).

Ilmuwan kognitif modern “mengamati” cara kerja otak, saat

otak mengolah informasi tentang dunia & bagaimana persepsi tsb ditransfer melalui labirin neural dalam otak dengan teknik yang meliputi data-data behavioral, misal eksperimen waktu-reaksi & teknologi pencitraan (PET, CT, fMRI).

Psikolog evolusioner sistem sensorik manusia

berkembang melalui peruibahan-perubahan fisik yang terjadi seiring evolusi planet ini.

(68)

Rentang perseptual

Proses perseptual terdiri dari pendeteksian &

penginterpretasian realita sebagaimana yang ditentukan oleh stimulus yang diindra, struktur sistem sensorik dan otak, & pengetahuan sebelumnya.

Studi-studi rentang perseptual membahas pertanyaan

mendasar tentang jumlah informasi yang dapat dipahami manusia dalam periode pemaparan yang singkat.

Aktivitas pelaporan stimuli yang diolah dari presentasi singkat

terdiri dari dua tahap: 1) persepsi (penginderaan informasi sensorik yang aktual), dan 2) mengingat (recall-kemampuan melaporkan apa yang telah diindera sebelum informasi

(69)

Penyimpanan ikonik

Neisser (1967) memori ikonik: kemampuan

kesan-kesan visual untuk menetap selama jangka waktu singkat (sehingga bisa diproses lebih lanjut).

Penyimpanan ikonik memiliki kapasitas

sekurang-kurangnya sembilan item dengan jangka waktu penyimpanan sekitar 250 milidetik.

George Sperling (1960) berargumen bahwa jika

ikon sedang memudar saat sedang berusaha

(70)

Penyimpanan ekhoik

Informasi auditorik disimpan dalam ruang

penyimpanan agar dapat diolah lebih lanjut.

Penyimpanan ekhoik menyimpan input auditorik

dengan durasi sekitar 4 detik.

Penelitian Moray, dkk (1965)

kemampuan

mengingat pada metode pelaporan parsial

(71)

Fungsi penyimpanan sensorik

Penyimpanan ikonik & ekhoik memungkinkan

manusia memilih informasi yg relevan untuk

pemprosesan lebih lanjut .

Dengan menyimpan kesan sensorik yang lengkap

selama suatu periode singkat

memahami situasi

yang berlangsung dengan cepat, memilih stimuli

yang paling menyolok & menempatkan stimuli tsb

ke memori manusia berbentuk matriks yang rumit.

Dengan demikian, penyimpanan ini memberikan

(72)

Atensi

Atensi adalah pemusatan upaya mental

pada kejadian-kejadian sensorik atau kejadian-kejadian mental.

Dasar gagasan kontemporer tentang

atensi  premis bahwa kapasitas sistem pemrosesan informasi untuk mengolah aliran input ditentukan oleh keterbatasan sistem tsb.

Donald Broadbent (1953)atensi adalah

(73)

Terdapat 5 isu terkait atensi:

a.Kapasitas pemprosesan & selektivitas memperhati-kan

sejumlah stimuli eksternal dari dunia eksternal, alih-alih

seluruh stimuli yang ada.

b.Kendalikendali pilihan stimuli untuk diperhatikan.

c. Pemprosesan otomatis proses rutin yg amat familiar

sehingga hanya memerlukan sedikit atensi sadar.

d.Neurosains kognitifotak & sistem saraf pusat adalah

pendukung anatomis bagi atensi.

e.Kesadaranatensi membawa peristiwa-peristiwa ke alam

kesadaran.

(74)

Kesadaran

• Dipengaruhi karya Sigmund Freud  kesadaran

mempengaruhi pikiran & persepsi; ketidaksadaran mempengaruhi ketakutan & hasrat tidak senonoh.

Persepsi Subliminal

• Persepsi subliminalstimuli yg berada di atas limen,

tapi tidak memasuki kesadaran subraliminal (di

atas limen, yaitu ambang sensorik di mana sebuah stimulus baru dapat dipersepsi. )

• Studi menunjukkan  manusia dapat

mempertahan-kan informasi yang diabaimempertahan-kan oleh indra; bahwa

stimuli subliminal mempengaruhi pengenalan kembali (recognition) terhadap stimuli selanjutnya.

Lokasi Filter

• Model-model atensi kontemporer berfokus pada

tempat informasi diseleksi (atau difilter) dalam proses kognitif.

Teori filter  manusia tidak menyadari keberadaan

sinyal-sinyal pada tahap-tahap awal pemprosesan informasi, namun, setelah melalui sejumlah

(75)

Lokasi Filter

• Model-model atensi kontemporer berfokus pada

tempat informasi diseleksi (atau difilter) dalam proses kognitif.

• Teori filter  manusia tidak menyadari keberadaan

sinyal-sinyal pada tahap-tahap awal pemprosesan informasi, namun, setelah melalui sejumlah

keputusan atau penyeleksian, sejumlah sinyal dikirimkan ke tahap pemrosesan selanjutnya.

(76)

Kapasitas pemprosesan

& atensi selektif

Kita memilih hanya sebagian kecil stimuli dari seluruh stimuli

yang ada di sekeliling kita, tampak dari berbagai peristiwa sehari-hari, sebagaimana yang disebutkan sebelumnya.

Selektivitas stimuli terjadi akibat kurangnya kapasitas

saluran, yakni ketidakmampuan kita memproses seluruh stimuli sensorik secara bersamaan.

Keterbatasan kapasitas & atensi selektif mengimplikasikan

(77)

Sinyal-sinyal

auditori

Cherry (1953) prosedur eksperimental pembayangan

untuk mempelajari atensi auditorik.

Setiap telinga mengirimkan informasi hanya ke hemisfer

kontralateral (telinga kiri ke hemisfer kanan, &sebaliknya).

Jika kedua telinga menerima informasi yang berbeda otak

akan otomatis menyesuaikan perbedaan rentang waktu dengan menggabungkan input pendengaran menjadi satu sinyal tunggal.

Fenomena pesta koktail gangguan yang datang dari

(78)

Model-model

atensi selektif

Model Penyaringan: Broadbent

Broadbent (1958) model penyaringanpemprosesan

informasi dibatasi oleh kapasitas saluran yg tersedia.

Broadbent: pesan-pesan yang dikirimkan melalui saraf tertentu

dibedakan berdasarkan (a) serabut saraf yang distimulasi, atau (b) jumlah impuls saraf yang dihasilkan.

• Teori koneksi Broadbent 

persepsi selektif mencakup hampir seluruh sistem

(79)

Model Atenuasi: Treisman

•Treisman: manusia

cenderung mengikuti makna alih-alih mengikuti pesan dari satu telinga saja adanya

penyaring (filter) perseptual, yang terletak di antara sinyal dan analisis verbal dan

berfungsi menyaring input dengan mengendalikan “volume” pesan.

• Stimuli diasumsikan memiliki ambang aktivasi yang berbeda-beda karenanya kita dapat mendengar suatu percakapan

(80)

Atensi visual

Treisman, dkk (1971) ketika elemen-elemen visual

tampil secara mencolok, para pengamat dapat

mengenali batas-batas visual elemen yang mencolok tsb dalam waktu 50 milidetik  efek kemunculan.

• Treisman & julesz  terdapat

proses praatentif yang

memindai medan penglihatan & dengan cepat mendeteksi ciri-ciri utama objek  ciri-ciri

(81)

Pemprosesan

otomatis

Aktivitas yang telah dilatih dengan baik (atau sering)

menjadi otomatis sehingga memerlukan atensi yang lebih sedikit dibandingkan melakukan aktivitas

baru/belum dikuasai.

Tiga karakteristik pemprosesan otomatis (Posner &

Snyder):

a.Pemprosesan otomatis terjadi tanpa ada niat sadar. b.Pemprosesan otomatis tersembunyi dari kesadaran. c.Pemprosesan otomatis menggunakan hanya sedikit

(82)

Bentuk paling sederhana dari berpikir adalah pengenalan objek

-Plato

BAB 4

(83)

Pengenalan

objek

Hipotesis beberapa peneliti:

sel nenek

suatu

neuron tunggal yang menyala ketika menerima

sinyal-sinyal visual tentang seseorang yang dirasa

akrab.

Pengenalan objek sehari-hari melibatkan

(84)

Teori-teori perseptual

Persepsi Konstruktif

Persepsi efek kombinasi dari informasi yg diterima

sistem sensorik & pengetahuan yang dipelajari tentang dunia yang didapatkan dari pengalaman.

Interferensi bawah-sadar proses spontan dalam

mengintegrasikan informasi dari sejumlah sumber untuk menyusun suatu interpretasi  hasilnya: perubahan

pola pada stimulus asli tetap dikenali (mis: menumbuhkan kumis).

(85)

Persepsi terbentuk dari perolehan informasi secara

langsung dari lingkungan.

Pendapat

kognisi tidak penting dalam persepsi

karena lingkungan telah mengandung cukup

informasi yang dapat digunakan untuk interpretasi.

Strategi

bottom-up

Pendukung teori

James Gibson & James Cutting.

(86)

Pengenalan pola

visual

Kemampuan mengenali & mengolah pola serta objek-objek

visual telah dipelajari dari sejumlah perspektif teoretik 

teori komputasional, teori Gestalt, pemprosesan bottom-up

dan top-down, pencocokan template, analisis fitur, teori prototipe, & sebuah bentuk gabungan dari teori persepsi.

Organisasi subjektif

Konstruktivis otak bersifat interpretatif; otak

(87)

Heuristik

dianggap sebagai ‘tebakan bagus

berdasarkan aturan main yang berlaku’.

Algoritma

dipandang sebagai tatanan aturan

yang spesifik, yang mengarahkan proses pada

hasil yang dapat diprediksikan sebelumnya.

Otak mengandalkan heuristik

sehingga sering

membuat kekeliruan yang bersumber pada ilusi

perseptual

akibatnya, manusia melihat hal-hal

yang sesungguhnya tidak eksis di dunia fisik.

(88)

Organisasi subjektif

Kontur ilusoris

sejenis ilusi

yang menggambarkan cara

pikiran mengorganisasikan

stimuli visual.

Ilusi tsb tampak seolah-olah

berada di depan

bentuk-bentuk lain & memiliki bentuk-bentuk

perseptual yang nyata

(terlihat jelas).

(89)

Segitiga tsb bertahan karena ada inhibisi lateral

tendensi dari elemen-elemen neural yang saling

berdekatan dalam retina untuk merintangi sel-sel di sekelilingnya memperkuat kesan kontur.

Kontur ilusoris menurut evolusioner kebutuhan

untuk melihat bentuk, sudut, & pergerakan penting untuk kelangsungan hidup.

Kontur ilusoris menurut psi. Gestalt Pragnanz:

tendensi untuk melihat figur-figur sederhana & familiar dalam wujud yang baik/utuh.

(90)

Teori

Gestalt

Organisasi pola melibatkan kerjasama seluruh

stimuli dalam menghasilkan sebuah kesan yang melampaui gabungan seluruh sensasi.

Beberapa hukum Gestalt lain meliputi hukum

keterdekatan (law of proximity), hukum kesamaan (law of similarity), hukum penutupan (law of

closure), hukum simetri (law of symmetry), hukum kontinuitas (law of continuity), & hukum nasib

(91)

Teori Gestalt

1

2

3

4

Contoh hukum Gestalt:

1.Kesamaan

2.Penutupan pada objek rumit

(92)

Perspektif kanonik sudut pandang terbaik untuk

menggambarkan suatu objek/citra (image) yang pertama muncul di pikiran saat mengingat sesuatu.

Menggabungkan psi Gestalt & formasi prototipe.

Dibentuk melalui pengalaman dengan anggota sejenis

dari suatu kategori  eksemplar.

Manusia, berdasarkan pengalaman keseharian dengan

objek-objek, mengembangkan memori permanen tentang penampilan paling representatif dari suatu objek dan

yang memberikan informasi terbanyak.

(93)

Perspektif kanonik sudut pandang terbaik untuk

menggambarkan suatu objek/citra (image) yang pertama muncul di pikiran saat mengingat sesuatu.

Menggabungkan psi Gestalt & formasi prototipe.

Dibentuk melalui pengalaman dengan anggota sejenis

dari suatu kategori  eksemplar.

Manusia, berdasarkan pengalaman keseharian dengan

objek-objek, mengembangkan memori permanen tentang penampilan paling representatif dari suatu objek dan

yang memberikan informasi terbanyak.

(94)

 Pengenalan objek dapat diawali oleh pengenalan

terhadap pola, yang diikuti kesimpulan terhadap bentuk keseluruhan (pemprosesan bottom-up); namun dapat pula diawali dengan dibentuknya suatu hipotesis yang dibuat oleh pengamat, yang menyebabkan pengenalan terhadap keseluruhan pola dan diikuti pengenalan

komponen-komponen pola (pemprosesan top-down).

 Efek konteks (Biederman, dkk) ekspektasi untuk

melihat objek-objek tertentu dalam suatu konteks.

Contoh: stetoskop di ruang dokter.

Pemprosesan

(95)

Pengenalan objek terjadi ketika representasi

internal stimuli tersebut (yaitu gambaran stimuli yang disimpan dalam memori pengamat) sama persis dengan stimuli yang diindera sistem

sensorik.

Teori ini memiliki kegunaan konseptual & praktikal,

tapi tidak dapat menjelaskan proses-proses kognitif yang rumit, misal kemampuan kita menginterpretasi bentuk-bentuk yang asing dengan tepat.

(96)

Irving Biederman  pengenalan terhadap suatu objek (mis:

telepon, koper, dll) terdiri dari recognition by components (RBC; pengenalan berdasarkan komponen), yaitu

pemecahan bentuk-bentuk kompleks menjadi bentuk-bentuk sederhana.

2 pendekatan:

a.Domain-general  otak & sistem kognitif memiliki

proses-proses umum untuk mengenali sejumlah besar kategori objek.

b.Domain-specific  otak & sistem kognitif memiliki sistem

fungsional yang berperan dalam pengenalan kategori objek yang spesifik &khusus.

(97)

Pengenalan objek terjadi hanya setelah stimuli dianalisis

berdasarkan komponen dasarnya.

Eksperimen yang mendukung: eksperimen sel tunggal

oleh Hubel & Wiesel (1963) dan peneliti lainnya  hasil: sejumlah sel memiliki kepekaan mendeteksi sisi-sisi atau tepian-tepian stimuli visual, sedangkan sel-sel lain peka terhadap garis, dan ada pula yang peka terhadap sudut.

Setiap sel memiliki fungsi spesifik, dan masing-masing

sel merespons hanya bentuk stimulus tertentu dengan arah tertentu.

(98)

Pergerakan mata & pengenalan objek

Asumsi: ketika memandang suatu fitur dalam pola

tertentu dalam jangka waktu relatif lama, informasi

yang diperoleh akan semakin banyak.

Eksperimen fiksasi Yarbus (1967).

Dengan demikian, persepsi terhadap fitu dalam

pola-pola yang kompleks bergantung pada hakikat

stimuli fisik & melibatkan proses-proses kognitif

tingkat tinggi (mis: atensi & sasaran).

(99)

Asumsi: manusia menyimpan sejumlah jenis pola

abstraksi dalam memori, dan abstraksi tsb

berperan sebagai prototipe.

Pola diindera

dibandingkan dengan prototipe

dalam memori

jika sama, pola tsb dikenali.

Prototipe

suatu representasi puncak/terbaik

dari pola ybs.

Template tidak mungkin semrawut

berguna

dalam program komputer

(100)

Abstraksi informasi visual

Prototipe merupakan abstraksi dari suatu rangkaian

stimuli yang mencakup sejumlah besar bentuk serupa dari pola yang sama.

Prototipe memungkinkan kita mengenali suatu pola

walaupun pola tsb tidak identik dengan prototipe ybs.

Posner, dkk (1967) mencari prototipe segitiga.

Eksperimen Petersen, dkk (1973) prototipe &

pola-pola konfigurasi lebih mudah diidentifikasi.

(101)

Pseudomemori (memori semu)

Penelitian Solso & McCarthy (1981):

a.Prototipe dibentuk berdasarkan karakteristik rata-rata

dari eksemplar.

b.Informasi spesifik mengenai prototipe diperoleh saat kita

hanya mengamati eksemplar.

c. Informasi umum mengenai karakteristik umum diperoleh

dari suatu prototipe.

d.Eksemplar-eksemplar dinilai berdasarkan jenjang

kemiripannya dengan prototipe.

e.Prototipe dibentuk berdasarkan abstraksi terhadap

eksemplar.

(102)

Pencocokan prototipe

Atas:

Tingkat keyakinan untuk wajah prototipe, wajah baru & wajah lama.

Kiri:

(103)

Teori pembentukan prototipe

Pengenalan objek hasil dari abstraksi terhadap stimuli, yang

disimpan dalam memori & berfungsi sebagai suatu bentuk ideal, yang digunakan untuk mengevaluasi pola-pola yang diamati.

2 model dalam teori ini:

a.Teori tendensi sentral  sebuah prototipe mewakili rata-rata

suatu set eksemplar.

b.Teori frekuensi atribut  suatu prototipe mewakili

mode/penyajian terakhir atribut-atribut yang paling sering dijumpai.

(104)

Pengenalan pola pada

para pakar

Para pemain catur

Penelitian Chase & Simon (1973) hasil: pakar memerlukan waktu

lebih sedikit untuk merekonstruksi pola buah catur dalam pikirannya.

Penelitian de Groot maestro lebih mampu memproduksi pola

karena mampu menyandikan posisi buah-buah catur menjadi satu bagan utuh.

Simpulan kemampuan menyusun bongkahan informasi (chunks)

(105)

Otak manusia adalah daerah yang belum dijelajahi yang terakhir dan terbesar..

-James Watson

BAB 5

(106)

Model-model memori ganda

William James

Pengembang konsep memori ganda

menjadi

dasar-dasar modern tentang memori.

Tahun 1800-an, memori terbagi:

a.

memori primer

tidak pernah meninggalkan

kesadaran & selalu menyediakan ‘tayangan’ ulang.

b.

memori sekunder

jalur-jalur yang ‘terpahat’

(107)

Mary Whiton Calkins

Murid William James

Penemu efek awal – akhir

Penelitian terhadap rangkaian item item yang

paling diingat adalah yang berada di awal rangkaian (primacy) & di akhir (recency).

Kapasitas penyimpanan STM tidak melampaui

8 item

(108)

Efek von Restorff

Jika suatu item unik berada di tengah-tengah

rangkaian

item tersebut cenderung diingat.

Contoh: 2347690432H798443210

Waugh & Norman

1965

model dualistik: mencakup memori

sekunder & memori primer.

Metafor ‘kotak-kotak di kepala’ (

boxes in the head

)

(109)

Waugh & Norman

Berdasarkan penelitian pada deret 16 angka

interferensi merupakan faktor yang lebih

berpengaruh dibanding

decay

(item menghilang

dari memori) dalam hal kelupaan (

forgetting

).

Pengujian decay & interferensi dalam STM (Waugh & Norman, 1965) Pengujian decay & interferensi dalam

(110)

Atkinson & Shiffrin

 Terdapat lebih banyak subsistem dalam STM & LTM.

 Memori data-data yang disimpan

Penyimpanan (store)  komponen struktural yang berisi

informasi

 Tiga area penyimpanan memori:

(111)

Memori jangka pendek

Lloyd Peterson & Margaret Intons-Peterson penemu

durasi memori jangka pendek.

Berdasarkan penelitian (1959) kapasitas

(112)

Dukungan neurosains kognitif

Brendan Milner

(1966, Kanada)

Meneliti penderita

epilepsi lobus temporal & hipokam-pus dipotong: a.LTM terganggu  tidak

bisa menyimpan informasi baru.

b.STM tidak terganggu.

Warrington & Shallice

(1969)

Berdasarkan penelitian disosiasi ganda digunakan untuk mendemonstrasikan keberadaan dua proses yg terpisah: LTM & STM

(113)

Model

memori kerja

Alan Baddeley (Inggris)

•Memori kerja (working memory) 

suatu tipe meja kerja yang selalu

mengubah, mengombinasi-kan, dan memperbarui informasi baru & lama.

•Menyanggah gagasan bahwa:

a.STM sekadar kotak di kepala

(114)

Allan Baddeley

Putaran fonologis (

phonological loop

)

penyimpanan fonologis & proses artikulatoris yg

memampukan kita mengingat informasi

sebanyak yg dapat kita ulangi dalam durasi

terbatas.

Alas sketsa visuospasial (

visuospatial sketchpad

)

mengendalikan kinerja visual & spasial,

(115)

Allan Baddeley

Putaran fonologis & alas sketsa visuospasial

dikendalikan oleh eksekutif sentral.

Eksekutif sentral

mengoordinasikan aktivitas

terkait atensi & memerintahkan respons.

Tahun 2000

penahan episodik:

suatu sistem

berkapasitas terbatas yang menggabungkan

informasi dari LTM, putaran fonologis, & alas

sketsa visuospasial ke dalam eksekutif sentral

(116)

Kapasitas STM

STM & Chunking

Miller (1956)  kapasitas STM 7 unit atau chunk

Mengubah huruf-huruf menjadi unit kata yang

bermakna (chunking)  dianggap satu unit informasi  masuk ke STM.

LTM & Chunking

Bower & Springston (1970)

Pemaknaan unit informasi dg bantuan LTM 

(117)

Penyandian informasi

dalam STM

Informasi auditorik

 Metode penyandian paling dominan

dalam STM

 Conrad (1963)  berdasarkan penelitian:

kekeliruan dalam STM bersumber dari kekeliruan auditorik, bukan kekeliruan visual.

Informasi visual

 Posner dkk (1969)  berdasarkan

penelitiannya: informasi disandikan secara visual dalam STM

Penggunaan jeda waktu dalam eksperimen pencocokan stimuli visual &

auditorik (Posner, dkk, 1969)

Penggunaan jeda waktu dalam eksperimen pencocokan stimuli visual &

(118)

Sandi yang berhubungan dengan makna.

Tokoh: Wickens dkk

Konsep inhibisi proaktif (PI)

kemampuan

mengingat dihambat oleh hubungan semantik

antara daftar yang sedang diingat dg sebelumnya.

Pelepasan PI

peningkatan kemampuan

mengingat secara drastis.

terjadi pada kategori yg memiliki hubungan

semantik terendah dg kategori awal daftar.

(119)

Pengambilan informasi dari STM

Saul Sternberg (1966, 1967, 1969)

Tugas Sternberg

mencari angka dalam suatu

daftar

menemukan jawaban yg tepat.

Hasil:

Pengambilan memori jangka pendek dalam

kecepatan tinggi bekerja secara menyeluruh

(

exhaustive

), alih-alih secara

self-terminating

Gambar

Gambar A, B, dan C memiliki figure-ground. Gambar D contoh kamuflase.

Referensi

Dokumen terkait

Psikologi Konsumen Motivasi Persepsi Pembelajaran Memori Proses Keputusan Pembelian Pengenalan masalah Pencarian informasi Evaluasi alternatif Keputusan pembelian Perilaku

Kognitif adalah : Kemampuan berpikir dan memberikan rasional, termasuk proses mengingat, menilai, orientasi, persepsi dan memperhatikan. (Stuart and

(8) Dari berbagai domain fungsi kognitif, didapatkan bahwa memori verbal (bagian yang paling sering diteliti), memori visuospatial, atensi dan kosentrasi, digit

Berbeda dengan template dan feature (yang spesifik) yang harus kita kenali, teori prototipe mengatakan bahwa terjadi beberapa abstraksi dari pola yang disimpan dalam LTM, dan

Sebgai contoh, kita dapat secara sadar mengarahkan atensi kita pada sesuatu, meskipun sebagian besar preoses atensi kita kepada sesuatu, meskipun sebagian besar proses atensi

Aplikasi teori psikologi kognitif-konstruktivistik dalam pembelajaran matematika memiliki keuntungan belajar matematika dengan pendekatan konstruktivisme adalah siswa

Mahasiswa dapat mengetahui, memahami, dan menguasai teori, konsep dan prinsip dalam Psikologi Kognitif serta mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga

Psikologi Konsumen Proses Keputusan Pembelian Motivasi Persepsi Pembelajaran Memori Pengenalan Masalah Pencarian Informasi Penilaian Alternatif KeputusanPembelian