MAKALAH
Teori Psikologi Kognitif-Konstruktivitis
Disusun sebagai Tugas Matakuliah Teori dan Praktik Mengajar Matematika Dosen Pengajar Dr. Dwi Priyo Utomo
Disusun oleh:
Erwin Prasetyo : 201510530211001 Sitti Rosida : 201510530211003 Wahyuningsih : 201510530211011
PROGRAM PASCASARJANA PENDIDIKAN MATEMATIKA
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
ii DAFTAR ISI
Daftar Isi ... ii
BAB I Pendahuluan ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 1
1.3 Batasan Masalah ... 2
1.4 Tujuan Penulisan ... 2
1.5 Manfaat Penulisan ... 2
BAB II Pembahasan... 3
2.1 Teori Piaget ... 3
2.2 Teori Vygotsky ... 4
2.3 Perbandingan dari Teori Piaget dengan Teori Vygotsky... 5
2.4 Aplikasi Teori Psikologi Kognitif-Konstruktivistik dalam Pembelajaran Matematika... 6 BAB III Kesimpulan ... 9
1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Secara psikologis, teori belajar dapat diartikan sebagai sebuah konsep yang disusun untuk memperkuat motivasi dalam jiwa manusia melalui penjelasan dari beberapa fakta dan penemuan yang berkaitan dengan proses belajar.
Dalam perkembangan teori baru dalam cabang ilmu psikologi pendidikan, muncullah beberapa teori dalam pelaksanaan pembelajaran yang dikaitkan pada perkembangan anak. Berbagai penelitian telah dilakukan dan banyak pula hasil reset yang telah dilaporkan. Salah satu dari teori tersebut adalah teori psikologi kognitif dan konstruktivistik. Dalam kajiannya kedua teori tersebut lebih terfokus pada aspek kognisi dan interaksi manusia.
Pendekatan konstruktivistik dalam belajar dan pembelajaran didasarkan pada perpaduan antara beberapa penelitian dalam psikologi kognitif dan psikologi sosial diantaranya teori yang dikembangkan oleh Piaget dan Vygotsky. Premis dasarnya adalah bahwa individu harus secara aktif “membangun” pengetahuan dan keterampilannya (brunner, 1990) dan informasi yang ada diperoleh dalam proses membangun kerangka oleh pelajar dari lingkungan di luar dirinya.
Maka dari itulah kami tertarik untuk mencoba menjelaskan mengenai apa saja yang harus diperhatikan dalam pengembangan kedua aspek tersebut. Dan selain itu juga karena untuk memenuhi kewajiban kami sebagai penvari ilmu yang sangat membutuhkan bimbingan dalam memperoleh apa yang kami harapkan. 1.2 Rumusan Masalah
1. Apa prinsip dari Teori Piaget? 2. Apa prinsip dari Teori Vygotsky?
3. Apa perbandingan dari Teori Piaget dengan Teori Vygotsky ?
2 1.3 Batasan Masalah
Batasan masalah yang saya ambil adalah bagaimana aplikasi teori psikologi kognitif-konstruktivisme dalam pembelajaran matematika.
1.4 Tujuan
1 Mengetahui dan memahami prinsip dari Teori Piaget? 2 Mengetahui dan memahami prinsip dari Teori Vygotsky?
3 Mengetahui dan memahami perbandingan dari Teori Piaget dengan Teori Vygotsky ?
4 Memahami bagaimana Aplikasi teori psikologi kognitif-konstruktivistik dalam pembelajaran matematika?
1.5Manfaat
3 BAB II PEMBAHASAN 2.1. Teori Piaget
Jean Piaget adalah psikolog pertama yang menggunakan filsafat konstruktivisme, sedangkan teori pengetahuannya dikenal dengan teori adaptasi kognitif. Sama halnya dengan setiap organisme harus beradaptasi secara fisik dengan lingkungan untuk dapat bertahan hidup, demikian juga struktur pemikiran manusia. Manusia berhadapan dengan tantangan, pengalaman, gejala baru, dan persoalan yang harus ditanggapinya secara kognitif (mental). Untuk itu, manusia harus mengembangkan skema pikiran lebih umum atau rinci, atau perlu perubahan, menjawab dan menginterpretasikan pengalaman-pengalaman tersebut. Dengan cara itu, pengetahuan seseorang terbentuk dan selalu berkembang. Proses tersebut meliputi (Baharuddin & Wahyuni,2008):
a. Skema/skemata adalah struktur kognitif yang dengannya seseorang beradaptasi dan terus mengalami perkembangan mental dalam interaksinya dengan lingkungan dan menata lingkungan itu secara intelektual. Skema juga berfungsi sebagai kategori-kategori untuk mengidentifikasikan rangsangan yang datang, dan terus berkembang. b. Asimilasi adalah proses kognitif perubahan skema yang tetap
mempertahankan konsep awalnya, tetapi dapat mempengaruhi atau memungkinkan pertumbuhan skemata. Asimilasi terjadi secara kontinu, berlangsung terus menerus dalam perkembangan kehidupan intelektual anak.
c. Akomodasi adalah proses kognitif yang berlangsung sesuai dengan pengalaman baru. Proses kognitif tersebut menghasilkan terbentuknya skemata baru dan berubahnya skemata lama.
4 2.1. Teori Vygotsky
Salah satu konsep dasar pendekatan konstruktivistik dalam belajar adalah adanya interaksi soaial individu dengan lingkungannya. Menurut Vygotsky (Elliot,2003), belajar adalah sebuah proses yang melibatkan dua elemen penting yaitu proses secara biologis dan psikososial.
Menurut konsep Zone of Proximal Development (ZPD), perkembangan psikologi bergantung pada kekuatan sosial luar sekaligus pada kekuatan batin (inner resources). Asumsi konsep dasar ini adalah bahwa perkembangan psikologis dan pembelajaran tertanam secara sosial, dan untuk memahaminya kita harus menganalisis masyarakat sekitar dan hubungan-hubungan sosialnya. Vygotsky menyatakan bahwa anak mampu meniru tindakan yang melampaui kapasitasnya, namun hanya dalam batas-batas tertentu. Ketika sedang meniru, anak sanggup melakukan secara lebih baik bila dibimbing oleh orang dewasa daripada dilakukannya sendiri. Vygotsky (1978) mendefinisikan ZPD sebagai jarak antara “tingkat perkembangan aktual anak sebagaimana ditentukan oleh kemampuan memecahkan masalah secara mandiri dan tingkat perkembangan potensial sebagaimana ditentukan oleh pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa atau kerjasama dengan sebaya yang mampu”. Oleh karena itu ZPD, merupakan perangkat analitik yang diperlukan untuk merencanakan pembelajaran dan pembelajaran yang berhasil harus menciptakan ZPD yang merangsang serangkaian proses perkembangan batiniah.
5
kemudian membentuk struktur kesadaran. Pembicaraan batiniah tidak mungkin ada tanpa interaksi sosial. Namun sama dengan Piaget, sumber belajar terutama emerge from within
2.3. Perbandingan dari Teori Piaget dengan Teori Vygotsky Perbedaan Konstruktivistik Piaget dan Vygotsky
aspek Konstruktivistik piaget Konstruktivistik sosial pengetahuan Dibangunsecara individual
belajar Proses asimilasi dan akomodasi aktif Strategi belajar Eksperience based dan
Discovery oriented
Seharing dan kooperatif learning
Peran guru Minimal dan lebih membiarkan siswa
2.4. Aplikasi Teori psikologi kognitif-konstruktivistik dalam Pembelajaran matematika.
6
a. Top-down processing. Dalam pembelajaran konstruktivisme, siswa belajar dimulai dari masalah yang kompleks untuk dipecahkan, kemudian
menghasilkan atau menemukan keterampilan yang dibutuhkan.
b. Cooperative learning, yaitu strategi yang digunakan untuk proses belajar, di mana siswa akan lebih mudah menemukan secara komprehensif konsep-konsep yang sulit jika mereka mendiskusikannya dengan siswa yang lain tentang problem yang dihadapi.
c. Generative learning. Strategi ini menekankan pada adanya integrasi yang aktif antara materi atau pengetahuan yang baru diperoleh dengan skemata. Teori belajar kontruktivisme berkenaan dengan kesiapan anak untuk belajar, yang dikemas dalam tahap perkembangan intelektual dari lahir hingga dewasa. Setiap tahap perkembangan intelektual yang dimaksud dilengkapi dengan ciri– ciri tertentu dalam mengkonstruksi ilmu pengetahuan. Pengetahuan tidak diperoleh secara pasif oleh seseorang, melainkan melalui tindakan. Bahkan perkembangan kognitif siswa bergantung pada seberapa jauh mereka aktif memanipulasi dan berinteraksi dengan lingkungannya.
Berkaitan dengan siswa dan lingkungan belajarnya menurut pandangan konstruktivisme terbagi atas beberapa bagian yaitu : (1) Siswa tidak dipandang sebagai sesuatu yang pasif melainkan memiliki tujuan, (2) Belajar mempertimbangkan seoptimal mungkin proses keterlibatan siswa, (3) Pengetahuan bukan sesuatu yang datang dari luar melainkan dikontruksi personal, (4) Pembelajaran melibatkan pengaturan situasi kelas.
7
yang membuat situasi yang kondusif untuk terjadinya konstruksi pengetahuan pada diri siswa ( Poedjiadi, 1999:65)
Pengertian pendekatan konstruktivisme adalah pendekatan yang mengajak siswa untuk berpikir dan mengkonstruksi dalam memecahkan suatu permasalahan secara bersama-sama sehingga mendapatkan suatu pemikiran yang baik. Untuk meningkatkan keberhasilan siswa dalam belajar matematika dengan menggunakan metode pendekatan konstruktivisme adalah: (1)memberi kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan gagasannya dengan bahasa sendiri, (2) memberi kesempatan kepada siswa untuk berfikir tentang pengalamannya sehingga menjadi lebih kreatif dan imajinatif, (3) memberi kesempatan kepada siswa untuk mencoba gagasan baru, (4) memberi pengalaman yang berhubungan dengan gagasan yang telah dimiliki siswa, (5) mendorong siswa untuk memikirkan perubahan gagasan mereka, dan (6) menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Penerapan konstruktivisme dalam proses belajar-mengajar menghasilkan metode pengajaran yang menekankan aktivitas utama pada siswa. Karena siswa adalah subjek utama dalam kegiatan penemuan pengetahuan. Mereka menyusun dan membangun pengetahuan melalui berbagai pengalaman yang memungkinkan terbentuknya pengetahuan. Mereka harus menjalani sendiri berbagai pengalaman yang pada akhirnya memberikan percikan pemikiran (insight) tentang pengetahuan-pengetahuan tertentu. Hal terpenting dalam pembelajaran adalah siswa perlu menguasai bagaimana caranya belajar (Novak & Gowin, 1984). Dengan itu, ia bisa jadi pembelajar mandiri dan menemukan sendiri pengetahuan-pengetahuan yang ia butuhkan dalam pembelajaran.
8
9 BAB III KESIMPULAN
1. Teori-teori yang mendukung teori psikologi kognitif-konstruktivistik adalah teori Piaget dan teori Vygotsky.
2. Terbentuk dan berkembangnya pengetahuan manusia menurut teori piaget adalah proses yang meliputi ;
a. Skemata b. Asimilasi c. Akomodasi d. Equilibrasi
3. Zone of Proximal Development (ZPD) adalah jarak antara tingkat perkembangan aktual anak sebagaimana ditentukan oleh kemampuan memecahkan masalah secara mandiri dan tingkat perkembangan potensial sebagaimana ditentukan oleh pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa atau kerjasama dengan sebaya yang mampu.
10
DAFTAR PUSTAKA
Baharuddin, H & Wahyuni, E.N, 2008. Teori Belajar dan Pembelajaran. AR-RUZZ MEDIA Sani, R.A, 2013. Inovasi pembelajaran. Bumi Askara