Tesis Program Studi Pendidikan
Bahasa Inggris Pascasarjana
Universitas Negeri Malang
Mohammad Adnan Latief1
Abstract: This research tries to examine, evaluate, and classify research problems written in the graduate S2 thesis of the English Education Pro-gram at the State University of Malang. The qualitative research method is employed. The research reveals that in general the resarch problems have good quality in terms of the language used and in terms of the con-tribution toward the development of language teaching and learning. Ten groups of research problems in the thesis of the S2 students are identified: research problems requiring only factual information for the answers; problems requiring description of a present condition; problems to evalu-ate instructional mevalu-aterials or test instruments; problems on Linguistics; problems on Literature; problems requiring an experimental research de-sign; problems requiring an expost-facto dede-sign; problems requiring a corelational research design; problems requiring developmental research design; and problems requiring a classroom action research design.
Kata kunci: Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, mahasiswa PPS, tesis, rumusan masalah.
Rumusan Masalah dalam penelitian adalah bagian awal yang sangat penting dan sentral dalam kegiatan penelitian (Hatch & Farhady, 1982; Suyanto, 1995). Peneliti biasanya menghabiskan waktu relatif lebih banyak untuk mendapatkan dan kemudian memformulasikan masalah penelitian. Yang
1
membuat lama dan sulitnya merumuskan masalah penelitian tentunya bukan hanya tentang kalimat yang harus digunakan, tetapi karena peneliti harus membaca rujukan yang cukup banyak untuk mendapatkan wawasan yang lu-as sehingga menemukan mlu-asalah penelitian yang berkualitlu-as, yaitu mlu-asalah penelitian yang jawabannya akan memberikan sumbangan pada pengembang-an prinsip-prinsip dalam teori dpengembang-an praktek pembelajarpengembang-an Bahasa Inggris (Suyanto, 1995; Hopkins, 1980). serta konsekwensi dari pemilihan masalah penelitian tersebut. Seorang peneliti harus bisa melihat teori Pembelajaran Bahasa Inggris (PBI) yang perlu diperbaiki, kontradiksi teori PBI yang perlu dijelaskan, atau masalah PBI yang perlu dikaji kembali (Suyanto, 1995). Seorang peneliti yang telah memutuskan masalah penelitian berarti juga telah memilih bidang kajian yang menjadi landasan teori penelitiannya, daerah penelitiannya, sumber informasi yang akan dipilihnya, teknik pengumpulan da-ta, serta analisis datanys. Dia juga secara keseluruhan telah memutuskan sumbangan apa yang akan diberikan baik secara teoritis maupun praktis dari hari hasil kegiatan penelitiannya. Hatch (1982) menyarankan beberapa langkah yang perlu dilakukan oleh peneliti dalam merumuskan masalah penelitian, yaitu mulai dari mengidentifikasi topik yang layak teliti, mem-persempit fokus topik penelitian, mengkaji rujukan yang berkaitan dengan topik penelitian, dan menyatakan masalah penelitian dalam bentuk pertanyan. Ketidakjelasan rumusan masalah penelitian menyebabkan ketidakjelasan rencana kegiatan penelitian dan ini berarti akan mempersulit peneliti dalam melaksanakan kegiatan penelitiannya. Dan bahkan kegiatan penelitian mungkin bisa gagal di tengah jalan karena kurang baiknya rumusan masalah penelitian yang telah dirumuskan. Atau kalau toh dalam pelaksanaan penelitian dil-akukan perubahan rencana kegiatan penelitian biasanya rumusan masalah yang pada akhirnya dirubah meneysuaikan dengan hasil penelitian. Pengala-man dalam ujian tesis mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di PPS UM beberapa kali menghadapi situasi yang memaksa memilih men-gulang kembali seluruh kegiatan penelitiannya agar sesuai dengan masalah penelitian yang telah dirumuskan atau mengubah rumusan masalah penelitiannya. Dan biasanya tentu saja pilihan yang paling mudah adalah mengubah rumusan masalah penelitiannya. Hal ini tentunya tidak boleh ter-jadi.
ma-salah penelitian dalam tesis S2 Pendidikan Bahasa Inggris, mengevaluasi kualitasnya dan mengklasifikasi berdasarkan rancangan penelitian yang terre-fleksi didalamnya. Kajian ini diharapkan membantu para mahasiswa dan para peneliti dalam proses penyusunan rumusan masalah untuk penelitian yang akan dikerjakan.
Rumusan masalah yang diangkat dalam artikel penelitian ini adalah “Bagaimana kualitas dan karakteristik rumuan masalah pernelitian yang dirumuskan dalam tesis S2 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Pro-gram Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang 1999-2003?” Secara lebih rinci artikel penelitian ini mencoba mengevaluasi dan mengklasifikasi: (1) bagaimana kualitas rumusan masalah penelitian dalam tesis S2 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang 1999-2003?, dan (2) berapa macam rumusan masalah penelitian dalam tesis S2 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Program Pasca Sarjana Univer-sitas Negeri Malang 1999-2003 yang memiliki sumbangan terhadap pengem-bangan kualiats pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia dilihat dari rancangan penelitian yang terrefleksi dalam rumusan masalah penelitian ter-sebut?
Rumusan masalah penelitian yang baik memiliki paling sedikit delapan indikator sebagai berikut. Pertama, rumusan masalah penelitian yang baik dinyatakan dalam kalimat yang jelas, tidak memberikan pemahaman ganda, tidak menggunakan istilah-istilah teknis atau jargon yang tidak mudah dipa-hami oleh pembaca pada umumnya (Borg & Gall, 1983; Ary dkk., 1979; Tuckman, 1999). Misalnya, pertanyaan penelitian Bagaimana pengaruh jenis kelamin terhadap prestasi belajar bahasa Inggris mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris UM? bersifat sangat teknis sehingga perlu diubah menjadi lebih operasional sehingga lebih bisa difahami pembaca pada umumnya menjadi: Apakah mahasiswi berprestasi lebih tinggi dibanding mahasiswa jurusan Bahasa Inggris UM?
Kedua, masalah penelitian bermakna pertanyaan penelitian (Ary dkk., 1979) yang menggambarkan dengan jelas jawaban apa yang diharapkan dari pertanyaan tersebut. Pertanyaan yang paling jelas tentunya adalah pertanyaan penelitian yang dinyatakan dalam kalimat tanya langsung atau minimal ka-limat tanya tidak lasngsung (Tuckman, 1999). Misalnya, Apakah semakin sering mahasiswa mendengarkan siaran radio dalam bahasa Inggris se-makin tinggi prestasi belajar Listening comprehensionnya?
tetapi berisi informasi tentang hubungan antarfakta atau antarvariabel atau tentang tatakerja, pola, rumus, atau keteraturan yang ada dalam objek penelitian. Hopkins (1980) menyatakan bahwa research is directed toward developing a body of scientific principles about educational concerns. Maku-ta (1981) juga memperkuat pendapat ini dengan menyaMaku-takan bahwa the game of language acquisition research can be described as the search for an ap-propriate level of description of the learner’s system of rules.
Jawaban penelitian yang berisi, misalnya, tentang siapa nama gurunya, apa buku yang dipakai, berapa jumlah siswanya, berapa jam belajarnya seminggu, di ruang mana mereka belajar, dan semacamnya bukanlah jawa-ban yang diharapkan oleh pertanyaan penelitian yang baik karena hanya beri-si fakta yang bisa dilaporakan tanpa harus melalui kajian atau analiberi-sis penelitian. Jawaban yang diharapkan dari pertanyaan penelitian yang baik ha-rus mengkaitkan antar fakta, misalnya siswa-siswa yang belajar Bahasa In-gris di kelas kecil lebih baik prestasinya dibanding para siswa setingkat yang belajar Bahasa Inggris dalam kelas besar. Jawaban yang mengkaitkan antarfakta inilah yang berisi pengetahuan tentang pola, sistim atau keteraturan dalam belajar bahasa Inggris dalam kelas. Jawaban seperti inilah yang akan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan tentang pembelajaran bahasa Inggris (Borg & Gall, 1983; Ary dkk., 1979; Vockel & Asher, 1995; Tuck-man, 1999).
Keempat, variabel yang akan diamati dalam penelitian harus tern-yatakan atau terindikasikan dalam rumusan masalah penelitian sehingga pembaca bisa melihat variabel apa saja yang terlibat dalam penelitian terse-but. Variabel tersebut harus bisa teramati dan informasi tentang variabel ter-sebut terjangkau oleh peneliti (Tuckman, 1999). Dalam penelitian yang meli-batkan data kuantitatf sebagai pendukung variabelnya, datanya harus bisa terukur dengan pasti, begitu juga hubungan antar variabel yang akan diteliti harus bisa diuji secara statistik (Ary dkk., 1979). Data yang berkaitan dengan moralitas, keindahan, keyakinan, misalnya, tidak bisa dijadikan sebagai data pendukung variabel penelitian karena tidak bisa diukur dan oleh karena itu hubungannya tidak bisa diuji secara statistik (Tuckman, 1999).
atau penelitian pengembangan. Bila akan menggunakan rancangan kuanti-tatif, rumusan masalah penelitian yang baik harus mengindikasikan apakan penelitian akan menguji hubungan korelasional atau kausal antar variabel.
Keenam, rumusan masalah penelitian yang baik harus terkait dengan hipotesis (prediksi teoritis terhadap jawaban yang diharapkan) yang akan digunakan dalam penelitian (Borg, 1983). Misalnya pertanyaan penelitian Apakah semakin banyak mahasiswa membaca novel dalam Bahasa Inggris semakin tinggi kemampuan membacanya? sangat terkait dengan hipotesis te-oritis semakin banyak mahasiswa membaca novel dalam bahasa Inggris se-makin tinggi kemampuan membacanya.
Ketujuh, rumusan masalah penelitian untuk mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris harus berisi topik atau kajian tentang atau terkait dengan pembelajaran bahasa Inggris atau tentang kebahasaan (Linguistik atau Sastra) (Ary dkk., 1979). Fokus atau keterkaitan dengan bidang kajian pem-belajaran Bahasa Inggris atau kebahasaan ini penting agar kontribusi dari hasil penelitian jelas yaitu memperkaya khasanah ilmu pengetahuan dalam bidang pembelajaran Bahasa Inggris atau kebahasaan.
Kedelapan, rumusan masalah penelitian yang baik harus mengindikasi-kan batasan kajian dan ruang lingkupnya (Borg, 1983) seperti yang juga dikatakan oleh Hatch (1982) bahwa the more specific the area, the easier the question should be to formulate clearly. Rumusan masalah penelitian yang cakupannya terlalu luas akan menyulitkan bagi peneliti untuk mendapatkan jawaban penelitiannya.
Artikel penelitian ini mendeskripsikan, mengevaluasi, dan mengklasifi-kasi berbagai macam formulasi dan kualitas pertanyaan yang diajukan dalam penelitian yang tertulis dalam tesis mahasiswa Program S2 Pendidikan Baha-sa Inggris, Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang dari angkatan tahun 1999 sampai 2003. Deskripsi ini sangat bermanfaat bagi para maha-siswa Pendidikan Bahasa Inggris Program S2 yang sedang atau akan menulis tesis sebagai referensi sehingga bisa dihindari formulasi rumusan masalah penelitian yang kurang tepat sehingga pada akhirnya diharapkan tesis mereka memiliki kualitas yang lebih baik di masa yang akan datang serta mem-berikan sumbangan secara teoritus maupun praktis pada peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di Indonesia atau bahkan di dunia.
Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu mendeskripsikan, mengevaluasi, dan mengklasifikasi berbagai macam formu-lasi dan kualitas rumusan masalah penelitian dalam tesis mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris Program S2 Pasca Sarjana UM,dari tahun 1999 sampai tahun 2003, penelitian ini menggunakan rancanagan penelitian des-kriptif dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif digunakan ka-rena kegiatan analisis lebih banyak menggunakan identifikasi, penilaian, klas-ifikasi berdasarkan kriteria kualitas rumusan masalah penelitian yang baik. Penghitungan frekwensi pemakaian tiap macam rumusan masalah dilakukan untuk memberi tambahan informasi. Dalam analisis data penelitian yang murni menggunakan pendekatan kuantitatif, kesimpulan lebih banyak ber-dasar pada pemunculan data dengan frekwensi tinggi dengan mengabaikan informasi dari data yang berfrekwensi rendah. Dalam analisis data penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif, frekwensi pemunculan data bisa digunakan untuk melihat pola dominasi data berdasar frekwensi tanpa harus mengabaikan data dengan frekwensi rendah.
Semua tesis jenjang S2 Program Studi Pendidikan bahasa Inggris, PPS UM dari tahun 1999 sampai tahun 2003 dilihat rumusan masalahnya, dieva-luasi berdasarkan kriteria rumusan masalah penelitian yang baik, diklasifikasi, dan disimpulkan berdasarkan klasifikasi tersebut. Setiap kelompok diwakili beberapa rumusan masalah untuk disajikan sebagai contoh.
HASIL
Kualitas rumusan masalah penelitian dalam tesis S2 Mahasiswa Pen-didikan Bahasa Inggris PPS UM dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2003 bisa dideskripsikan dari kualitas penggunaan bahasa dan kejelasan isi dalam kaitannya dengan sumbangannya pada pengembangan kualitas pembelajaran bahasa Inggris serta rancangan penelitian yang terrefleksi dari rumusan masa-lahnya.
achievement? (Sale, 2001:9), Is there any statistically significant difference in the use of strategies in reading an Indonesian and an English text by col-lege students with good and poor English achievement? (Suharmanto, 2000:10), dan (3) ada yang tidak menyatakan rumusan masalah dan meng-ganti dengan rumusan tujuan khususnya rumusan masalah yang menuntut rancangan Penelitian Tindakan Kelas, seperti To develop instructional mate-rials that can be used as a textbook in the teaching of writing scientific essays at the Graduate level (Lestari, 2002:6)
Dari kejelasan isi yang terrefleksikan dalam rumusan masalah penelitian, tesis S2 Pendidikan Bahasa inggris bisa diidentifikasi dengan menggunakan beberapa pertanyan sebagai berikut.
Seberapa jelaskah variabel yang terlibat dalam penelitian terindikasikan da-lam rumusan masalah penelitian?
Dari semua rumusan masalah dalam tesis S2 Pendidikan bahasa Inggris PPS UM dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2003 tidak ditemukan rumu-san masalah yang tidak menggambarkan dengan jelas variabel yang terlibat dalam penelitiannya. Rumusan masalah oleh Sjandri (2000:8), misalnya, dengan jelas menyebutkan tiga variabel penggunaan visual media, tanggapan siswa terhadap pennggunaan visual media, dan kesulitan dalam penggunaan visual media. Rumusan masalah oleh Wijirahayu, (2000:5) menyebutkan dua variabel students beliefs dan learning strategies. Sujito (2000:13) me-nyebutkan dengan jelas variabel readibility level dan readibility formula da-lam rumusan masalahnya. Kamaluddin (2002:5) me-nyebutkan dengan jelas variabel collocational ability dan collocational density dalam rumusan ma-salah penelitiannya.
How is the development of the students beliefs about language learning in five semesters? How is the development of the students language learn-ing strategies in five semesters? (Wijirahayu, 2000:5).
How is the readibility level of the materials for reading instruction used at the Graduate Program of State University of Malang? Which of the six readibility formulas and of the Cloze tests scored using two kinds of scor-ing methods is considered the most predictive and the most sensitive Cloze test? (Sujito, 2000:13).
Is there any relationship between the students collocational ability and their collocational density in writing? (Kamaluddin, 2002:5).
Seberapa jelaskah hipotesis (bila diprlukan) dapat ditarik dari rumusan ma-salah penelitian?
Rumusan masalah penelitian yang memerlukan hipotesis adalah rumu-san masalah yang melibatkan lebih dari satu variabel dan meminta jawab-an yang berupa pengukuran hubungan antar variabel tersebut. Rumusan masalah yang memang memerlukan hipotesis tentunya harus mengindikasikan dengan jelas keinginan untuk mengukur hubungan antar variabel tersebut. Contoh rumusan masalah penelitian yang mengindikasikan dengan jelas hipotesis yang akan diuji adalah rumusan masalah penelitian oleh Masduki (1999:10) dan Zuhairi (2002:8).
Does the group taught vocabulary using individualized vocabulary in-struction gain beter score than the group under teacher centered vocabu-lary instruction? (Masduki, 1999:10).
Do the students taught by text mapping technique have better reading achievement than those taught by non-text mapping technique? (Zuhairi, 2002:8).
Is there any statistically significant difference in the use of strategies in reading an Indonesian and an English text by College students with good and poor English achievement? (Suharmanto, 2000:100).
How is the correlation between strategy inventory for language learning
and learners’ vocabulary achievement? How is the corelation between
learnrers’ learning style and their vocabulary achievement? (Sale,
2001:9).
Seberapa jauh topik yang diangkat dalam rumusan masalah penelitian terkait dengan prinsip-prinsip Pembelajaran bahasa Inggris? Atau topik apa saja yang terangkat dalam rumusan masalah penelitian?
Secara kuantitatif, bidang kajian sebagaimana terkandung dalam rumus-an masalah yrumus-ang diajukrumus-an dalam tesis Program S2 Pendidikrumus-an Bahasa Inggris PPS UM dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2003 menunjukkan dominasi topik kajian yang berkaitan dengan pembelajaran bahasa Inggris (75%). Kajian tentang Linguistics sangat kecil jumlahnya (16%) dan lebih sedikit lagi jumlah tesis yang berkaitan dengan kajian Sastra (9%).
Tabel 1 Distribusi Bidang Kajian dalam Rumusan Masalah Tesis Pendidikan Bahasa Inggris PPS UM tahun 1999-2003
Tahun Bidang Pendidikan
Bahasa Inggris Bidang Linguistics Bidang Sastra Jumlah
1999 15 5 3 23
2000 17 0 1 18
2001 4 3 0 7
2002 13 3 2 18
2003 13 2 1 16
62 (75%) 13 (16%) 7 ( 9%) 82 (100%)
pemuncu-lan bidang non pembelajaran Bahasa Inggris yang rendah itu memberikan in-dikasi bahwa peluang untuk memilih bidang kajian Linguistics dan sastra tetap ada.
Contoh Rumusan Masalah Penelitian dalam Bidang Pembelajaran bahasa Inggris
Berikut adalah contoh dari rumusan masalah penelitian oleh Eko-siagianto (2002:7), Anwar (2000:3), dan Sulistyowati (2003:4) yang memer-lukan jawaban yang berupa pola, tipe, atau model dalam bidang pembelajaran bahasa Inggris.
How to develop a test for measuring reading comprehension of the SEGPUM? (Ekosiagianto, 2002:7).
How to develop English Syllabus based on the needs of the students and inputs from other informants such as academic staff and teachers (Anwar, 2000:3).
What are the teachers’ belief concerning Communication Approach?
How do they apply Communication Approach in their classroom? What are their problems when applying Communication Approach? What do the teachers do to overcome the problems? (Sulistyowati, 2003:4).
Contoh Rumusan Masalah Penelitian dalam Bidang Kajian Linguistics
Berikut adalah contoh dari rumusan masalah penelitian deskriptif oleh Sukirno (2003:4), Alfino (2002:7), dan Fardhani (2001:7) yang memerlukan jawaban yang berupa pola, tipe, atau model dalam bidang Linguistics.
How do the words or phrases in The Jakarta Post advertisements’ hea
d-lines convey persuasion? (1) What classes of words are used in The
Ja-karta Post advertisements’ headlines that convey persuasion? (2) What
types of meaning are contained in The Jakarta Post advertisements’ headlines that convey persuasion? (3) In terms of the relationship be-tween the headline , the products, and the illustration, what patterns are
found in The Jakarta Post advertisements’ headlines that convey persu
a-sion? (Sukirno, 2003:4).
How does a child of a multilingual community use the declarative sen-tences of his Indonesian? (1) What are the forms of the Indonesian de-clarative sentences produced by a child living in a multilingual communi-ty in terms of the number of the sentence clauses? (2) What are the form variants of his Indonesian declarative sentences based on the types of a sentence predicate and a sentence clause relationship? (3) What sentence elements of his Indonesian declarative sentences are switched by ver-nacular codes and structures? (Fardhani, 2001:7).
Contoh Rumusan Masalah Penelitian dalam Bidang Kajian Sastra Berikut adalah contoh dari rumusan masalah penelitian deskriptif oleh Mulyoso (1999:9), Ntou, 1999:13), dan Riansih (2002:7) yang memerlukan jawaban yang berupa pola, tipe, atau model dalam bidang Sastra. Tesis Ntou ditulis dalam bahasa Indonesia.
(1) What are the types of myths used in English poetry? (2) What are the characteristics of the MEP as a system of sign in terms of iconicity, indexi-cality, and symbolism, (3) What are the functions of the MEP? (Mulyoso, 1999: 9).
(1) Simbol simbol metafora apakah yang dipakai dalam puisi Robert Frost? (2) Makna apakah yang terdapat dalam puisi Robert Frost? (Ntou, 1999:13).
What kinds of values are found in the behavior patterns of the main char-acter during the era of industrial revolution in England? (1) What kind of personal values are found in Great Expectation and Oliver Twist as re-flected by the bahavior of the main characters during the era of Industrial Revolution in England? (2) What kind of social values are found in Great Expectation and Oliver Twist as reflected by the bahavior of the main characters during the era of Industrial Revolution in England? (Riansih, 2002:7).
Apakah jawaban yang diharapkan berupa sekedar fakta yang diperoleh dari data tanpa melalui proses analisis atau berupa pola, model, prinsip yang menerangkan hubunbgan antar variabel?
masalah) memiliki 4 macam variasi jawaban yang diminta, yaitu rumusan masalah yang meminta jawaban yang berisi sekedar fakta atau data tanpa memerlukan proses analisis, rumusan masalah yang meminta jawaban yang berisi kesimpulan yang berupa pola, atau regilaritas yang dihasilkan dari pro-ses analisis, rumuan masalah penelitian yang meminta produk berupa strategi atau model pemebelajaran yang dikembangkan, dan rumusan masalah penelitian yang meminta produk berupa sesuatu yang konkrit seperti sillabus, bahan ajar, alat tes, dsb. (Lihat Tabel 2).
Tabel 2 Ragam Rumusan Masalah Berdasarkan Tipe Jawaban yang Diminta
Tipe jawaban yang diminta oleh rumusan masalah Frekwensi Prosentase
Meminta jawaban berupa fakta 12 19.5%
Meminta kesimpulan hasil analisis 25 40%
Meminta produk berupa strategi pembelajaran 12 19.5% Meminta produk berupa bahan atau media 13 21%
Jumlah 62 100%
Dari Tabel 2 terlihat bahwa beberapa rumusan masalah (19.5%) tidak meminta jawaban yang berupa kesimpulan yang berisi teori atau prinsip pembelajaran Bahasa Ingris yang dihasilkan dari proses analisis. Rumusan masalah tentang pembelajaran bahasa Inggris yang lainnya sudah meminta jawaban kesimpulan berupa teori atau prinsip pembelajaran Bahasa Inggris (40%), berupa produk strategi pembelajaran Bahasa Ingris yang dihasilkan dengan rancangan Penelitian Tinadakan Kelas (PTK) (!9.5%), dan berupa produk bahan, silabus, atau media yang dihasilkan dengan rancangan penelitian pengembangan (21%).
tidak lebih dari kegiatan seorang wartawan yang melaporkan hasil pengama-tannya.
(1) Do the English teachers at MTsN Malang I use visual Media during the teaching-learning process in the classroom? (2) If so, what kinds of vis-ual media do the English teachers use during the teaching-learning pro-cess in the classroom? (3) What are the functions of visual media used by the English teachers during the teaching-learning process in the
class-room? (4) What are the students’ attitudes towards the use of visual media
during the teaching-learning process in the classrom? (5) How do the English teachers get the visual media they are using during the teaching-learning process in the classroom? (6)What difficulties do the English teachers have in operating and making the visual media? (Sjandri, 2000:8).
How is the implementation of the teaching of English at MTs N Malang I? (1) What instructional preparation does the teacher make? (2) What in-structional materials does the teacher use? (3) What inin-structional media does the teacher use? (4) What kind of instructional activities are done by the teacher? (5) What assessment does the teacher use to measure the
students’ achievement? (6) What is the achievement of the students?
(Suleman, 1999:3).
How is English taught at Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) in Malang? (1) What is the qualification of the English teachers at LBB in Malang? (2) What kinds of teaching preparation are made by the English teachers at LBB in Malang? (3) What kinds of materials are used by the English teachers at LBB in Malang? (4) What kinds of teaching-Learning activi-ties are conducted by the English teachers at LBB in Malang? (5) What kinds of evaluation are conducted by the English teachers at LBB in Ma-lang? (6) What kinds of facilities are used to support the Teaching-Learning process at LBB in Malang? (Masduki, 2002:4).
Contoh Rumusan Masalah Penelitian yang Meminta Rancangan Pengembangan
To develop instructional materials that can be used as a textbook in the teaching of writing scientific essays at the Graduate level. (Lestari, 2002:6).
How can a suitable model of ESP reading materials for the students of the Extension Program of the Faculty of Agriculture, Brawijaya University be developed? (Usadiati, 1999:4).
What material in teaching reading is effective to the different-aged stu-dents of Pondok Pesantren Darul Hikmah Peunaga Rayeuk Meulaboh Aceh Barat? (Tarmizi R., 1999:4).
Contoh Rumusan Masalah yang Meminta Rancangan Penelitian Tindakan Kelas
Mirip dengan masalah penelitian pengembangan, masalah dalam penelitian tindakan kelas juga tidak menuntut jawaban seperti pada penelitain lainnya. Masalah penelitian tindakan kelas meminta produk yang berupa strategi pembelajaran yang bisa efektif untuk menyelesaikan suatu masalah pembelajaran atau meningkatkan kualitas hasil pembelajaran. Berikut adalah contoh dari rumusan masalah dalam penelitian Tindakan Kelas oleh Hidayati (2002:7), Sugiono (2000:7), dan Indah (2002:11).
What is the most suitable technique in teaching using the Listening Mate-rials developed for SMU Program by Kasihani et. al to increase the Lis-tening ability of MAK 3 Malang students? (Hidayati, 2002:7).
(1) How large is the students’ vocabulary size after using the vocabulary model developed? (1) how is the model? (Sugiono, 2000:7).
How is the effective direct instruction model to enhance the students’ co n-tent-area reading skills through summary writing? (1) How is the effec-tive model of explanations on summary writing to enhance the students’ content-area reading skills? (2) How is the effective model of guided practices in summary writing to enhance the students’ content-area read-ing skills? (3) How is the effective model of independent application of
summary writing to enhance the students’ content-area reading skills?
(Indah, 2002:11).
Selain rumusan masalah yang meminta produk sebuah strategi baru un-tuk meningkatkan kualitas dan hasil pembelajaran Bahasa Inggris atau yang meminta produk knonkrit seperti silabus, media, bahan ajar, rumusan masalah penelitian yang baik harus menuntut jawaban yang harus dihasilkan dari pro-ses analisis data sehingga memiliki kontribusi pada pengembangan teori pem-belajaran bahasa Inggris. Berikut adalah contoh rumusan masalah penelitian yang meminta jawaban dari hasil proses analisis.
Do the students taught by text mapping technique have better reading achievement than those taught by non-text mapping technique? (Zuhairi, 2002:8).
Is there any relationship between the students collocational ability and their collocational density in writing? (Kamaluddin, 2002:5).
Seberapa jelaskan rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian terindikasikan dalam rumusan masalah? Bila rancangan penelitian jelas ter-refleksi dalam rumusan masalah penelitian, apasaja rancangan penelitian atas dasar sifat jawaban yang diharapkan yang dituntut untuk digunakan?
Dari sifat jawaban yang diharapkan, semua rumusan masalah penelitian yang digunakan dalam tesis S2 Pendidikan bahasa Inggris dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2003 jelas menggambarkan rancangan yang dituntut untuk digunakan dalam proses memperoleh jawaban. Dari rancangan penelitian yang dituntut oleh rumusan masalah untuk menghasilkan jawa-bannya diketemukan ada rumusan masalah penelitian yang sekedar menuntut rancang-an deskriptif, rumuan masalah penelitian yang meminta rancangan Penelitian Tindakan Kelas, rumusan masalah penelitian yang menuntut rancangan Penelitian Pengembangan, rumusan masalah penelitian yang menuntut rancangan experimental, rumusan masalah penelitian yang menuntut rancangan Expost Facto, rumusan masalah penelitian yang menuntut rancangan korelasional, atau rumusan masalah penelitian yang menuntut rancangan eva-luatif.
Contoh Rumusan Masalah yang Meminta Rancangan Deskriptif
tidak berasal dari sekedar fakta yang teramati, tetapi dari data yang telah di-analisis dan disimpulkan tentang keadaan, perkembangan, atau hasil belajar.
(1) How is the development of the students beliefs about language learn-ing in five semesters? (2) How is the development of the students lan-guage learning strategies in five semesters? (Wijirahayu, 2000:5).
(1) How is the readiness of Elementary Schools which have offered Eng-lish as a local content subjects? (2) What are the problems faced by the Elementary Schools which have offered English as a local content sub-ject? (Suherman, 2000:9).
How is the studentss’ vocabulary produced in their composition? (1)
What is the students’ vocabulary size? (2) What vocabulary errors are
found in the students’ compositions? (Prijambada, 1999:11).
Contoh Rumusan Masalah Penelitian yang Meminta Rancangan Penelitian Evaluatif
Berikut adalah contoh rumusan masalah penelitian yang karena sifat ja-waban yang diharapkan meminta rancangan penelitian deskriptif evaluatif terhadap bahan tes atau bahan ajar oleh Tutyandari (2003:11), Yandri (1999:10) dan Sujito (2000:13) yang jawabannya berasal dari hasil evaluasi terhadap data tentang alat tes atau bahan ajar tersebut.
What do the reading tests actually test? (1) What reading subskills are tested in the preparation books of International Standardized English language tests? (2) To what extent do these reading tests measure the cognitive dimension based on the Barret Taxonomy? (Tutyandari, 2003:11).
How much do the textbooks meet the requirements of good English text books for Elementary Schools? (1) How much do the textbooks meet the requirements of good English text books for Elementary Schools in terms of material presentation aspects? (2) How much do the textbooks meet the requirements of good English text books for Elementary Schools in terms of mechanical aspects? (3) How much do the textbooks meet the require-ments of good English text books for Elementary Schools in terms of communicative aspects? (Yandri, 1999:10).
Contoh Rumusan Masalah Penelitian yangh Meminta Rancangan Ek-sperimental
Berikut adalah contoh rumusan masalah penelitian yang karena sifat ja-waban yang diharapkan menuntut rancangan penelitian eksperimental oleh Pranoto (2002 :8), Masduki (1999:10), dan Zuhairi (2002: 8). Jawaban ter-hadap masalah penelitian semacam ini diperoleh melalui ke-giatan eksperi-men yang melibatkan kelompok tertentu yang diberi perlakuan tertentu yang kemudian hasilnya dibandingkan dengan kelompok lain yang diberi perla-kuan berbeda.
(1) To what extent can the students taught using Individualized Vocabu-lary Instruction acquire more words of aviation technical vocabuVocabu-lary than the students taught using ISD instruction? (2) Do the students taught using Individualized Vocabulary Instruction perform better in short term retension test of receptive acquisition of aviation technical vocabulary than the students taught using ISD instruction? (3) Do the students taught using Individualized Vocabulary Instruction perform better in long term retension test of receptive acquisition of aviation technical vocabulary than the students taught using ISD instruction? (Pranoto, 2002:8).
Does the group taught vocabulary using individualized vocabulary in-struction gain beter score than the group under teacher centered vocabu-lary instruction? (Masduki, 1999:10).
Do the students taught by text mapping technique have better reading achievement than those taught by non-text mapping technique? (Zuhairi, 2002:8).
Contoh Rumusan Masalah Penelitian yang Meminta Rancangan Expost Facto
Berbeda dengan penelitian eksperimental, penelitian ekspost facto yang dituntut oleh rumusan masalah semacam ini tidak memerlukan pemberian perlakuan tertentu pada kelompok yang sedang dibandingkan. Berikut adalah contoh dari rumusan masalah penelitian yang menuntut digunakannya rancangan penelitian expost facto oleh Suharmanto (2000:100).
Contoh Rumusan Masalah Penelitian yang Meminta Rancangan Korelasional
Rumusan masalah penelitian yang menuntut jawaban yang diperoleh melalui kegiatan penelitian korelasional memerlukan dua variabel yang data pendukungnya tidak bersifat diskrit (seperti klasifikasi antara variabel jenis kelamin laki dan perempuan) tetapi bersifat kontinu yang bisa diranking dari tertinggi sampai terendah tanpa putus (seperti variabel usia dari yang muda sampai yang tua, variabel prestasi dari yang tinggi sampai yang rendah). Berikut adalah contoh rumusan masalah penelitian yang karena sifat jawaban yang diharapkan menuntut digunakannya rancangan penelitian korelasional oleh Sale (2001:9) dan Kamaluddin (2002:5)
(1) How is the correlation between strategy inventory for language learning
and learners’ vocabulary achievement? (2) How is the corelation between
learnrers’ learning style and their vocabulary achievement? (Sale,
2001:9).
Is there any relationship between the students collocational ability and their collocational density in writing? (Kamaluddin, 2002:5).
PEMBAHASAN
Pada akhirnya pertanyaan yang perlu diajukan dalam penelitian yang mengevaluasi kualitas rumusan masalah penelitian dalam tesis S2 Pendidikan bahasa Ingris dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2003 ialah: Seberapa jauh jawaban dari rumusan masalah penelitian memberikan sumbangan te-oritis maupun praktis dalam pembelajaran Bahasa Inggris? atau seberpa be-sar signifikansi hasil penelitian dalam membantu menyelesaikan masalah-masalah dalam pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia atau minimal di negara pengguna bahasa Inggris sebagai bahasa kedua atau bahasa asing?
Rumusan masalah yang meminta jawaban dalam bidang pembelajaran bahasa Inggris tersebut bisa diharapkan memberi kontribusi teoritis dan prak-tis dalam bidang pembelajaran bahasa Inggris apabila jawaban yang diminta berupa teori atau prinsip pembelajaran bukan sekedar mengungkap fakta. Kenyataannya dari 62 rumusan masalah penelitian yang meminta jawaban dalam bidang pembelajaran bahasa Ingris tersebut tidak semuanya (lihat Tabel 2) meminta jawaban yang berupa teori atau prinsip pembelajaran. Ada seba-gian (19.5%) yang sekedar meminta deskripsi fakta. Dari segi kedalaman kajiannya dan tingkat signifikansi sumbangannya pada bidang teori maupun praktik, penelitian yang dilaksanakan untuk menghasilkan jawaban dari ma-salah penelitian semacam ini memiliki nilai yang sangat kurang. Tesis S2 seharusnya menghindari masalah penelitian semacam ini.
Dari 62 rumusan masalah penelitian yang bisa diharapkan memberi kontribusi baik teori maupun praktik dalam bidang pembelajaran bahasa Inggris adalah rumusan masalah yang jawabannya berupa prinsip-prinsip pembelajaran yang dihasilkan dari proses analisis (40%), yang meminta produk beru-pa strategi pembelajaran baru yang dihasilkan dari kegiatan penelitian dengan rancangan Penelitian Tindakan Kealas (19.5%) dan yang meminta produk be-rupa silabus, bahan ajar, atau media yang dihasilkan melalui kegiatan penelitian dengan rancangan Penelitian Pengembangan (21%).
Rumusan masalah penelitian yang meminta jawaban berupa deskripsi tentang keadaan seperti kesiapan belajar dan kesulitan belajar Bahasa Inggris di SD, tentang perkembangan seperti perkembangan keyakinan dan strategi belajar, dan tentang hasil belajar seperti belajar kosa kata, tatabahasa, dsb. su-dah memberikan informasi praktis untuk kepentingan peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Inggris. Rumusan masalah penelitian semacam ini harus dihasilkan melalui proses analisis terhadap data yang dikumpulkan. Jawan dari rumusan masalah dalam pola ini memberikan sumbangan yang lebih baik paling sedikit dari aspek praktis bagi guru kelas Bahasa Inggris dibandingkan dengan rumusan masalah yang jawabannya sekedar memberi informasi data seperti berita koran.
aspek keterbacaannya. Contoh rumusan masalah penelitian yang dimak-sudkan untuk mengevaluasi kualitas tes bisa dilihat dari tesis Tutyandari (2003) yang menanyakan aspek ketrampilan Bahasa Inggris apa saja yang diujikan serta berapa jauh tes ini mampu mengukur domain kognitif. Penelitian yang dilakukan untuk menjawab pertanyaan evaluatif semacam ini sangat bermanfaat bagi guru yang memakai Bahan Ajar dan alat tes tersebut.
Rumusan masalah penelitian dalam tesis S2 Pendidikan Bahasa Inggris UM yang jawabannya harus diperoleh melalui kegiatan penelitian dengan rancangan eksperimental memberikan sumbangan yang jelas sangat besar da-lam pembelajaran bahasa Inggris. Masalah penelitian semacam ini menan-yakan hubungan kausal antar variabel, variabel bebas sebagai penyebab dan variabel terikat sebagai yang terkena pengaruh. Tujuan utama rancangan penelitian eksperimental dalam pembelajaran Bahasa Inggris adalah untuk menguji efektifitas sebuah strategi dibandingkan pada strategi lain. Pranoto (2002) dan Masduki (1999), misalnya membandingkan hasil belajar vocabu-lary dari dua kelompok yang diajar dengan dua strategi berbeda. Zuhairi (2002) membandingkan hasil belajar membaca kelompok yang mendapat pembelajaran text mapping dan kelompok yang mendapat pembelajaran dengan strategi non-text mapping.
Rumuan masalah penelitian dalam tesis S2 Pendidikan Bahasa Ingris yang jawabannya diperoleh dari analisis perbandingan antara dua kelompok seperti yang dilakukan oleh Suharmanto (2000), misalnya, yang memban-dingkan pemakaian strategi membaca text Bahasa Inggris dan strategi mem-baca text Bahasa Indonesia bagi kelompok mahasiswa berprestasi tinggi maupun kelompok berprestasi rendah sangat bermanfaat bagi peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Inggris. Pertanyaan semacam ini menanyakan hubungan kausal antara variabel bebas dan variabel terikat. Dalam rancangan ini variabel bebas terjadi bukan karena perlakuan oleh peneliti, tetapi sudah terjadi, seperti kelompok variabel atas dasar jenis kelamin, asal daerah, agama, dsb. Rancangan inilah yang disebut dengan Expost facto.
dengan prestasi belajar kosa kata sebenarnya sangat baik. Data dari variabel prestasi hasil belajar kosa kata bisa dirangking dari tertinggi sampai terendah, tetapi data dari variabel strategi inventori dan gaya belajar agak sulit diba-yangkan bisa diranking seperti variabel prestasi hasil belajar, sehingga perlu dipertanyakan ketepatan penggunaan rancangan korelasional yang dituntut oleh rumusan masalah tersebut.
Rumusan masalah penelitian dalam tesis S2 Pendidikan Bahasa Inggris yang menuntut kegiatan pengembangan suatu media, alat test, atau bahan ajar memberikan sumbangan yang sangat besar bagi peningkatan kualitas pem-belajaran Bahasa Inggris. Contoh rumusan masalah yang menuntut rancangan pnelitian pengembangan ini dikerjakan oleh Lestari (2002), misalnya, yang mengembangkan bahan ajar menulis essay ilmiah untuk mahasiswa program S2, Usadiati (1999) yang mengembangkan bahan ajar ESP untuk mahasiswa jurusan Pertanian di Universitas Brawijaya, dan Tarmizi R. (1999) yang mengembangkan bahan ajar membaca untuk pondok pesantren Darul Hikmah Aceh Barat
Rumusan masalah penelitian dalam tesis S2 Pendidikan Bahasa Inggris yang menuntut kegiatan pengembangan suatu strategi pembelajaran tertentu untuk mengatasi masalah pembelajaran di kelas Bahasa Inggris dengan meng-gunakan rancangan Penelitian Tindakan kelas sangat membantu peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Inggris. Contoh rumusan masalah penelitian yang menuntut penggunan rancangan Penelitian tindakan kelas adalah yang ditulis oleh Hidayati (2002), yang mengembangkan strategi pemakaian bahan ajar menyimak yang dikembangkan oleh Kasihani et. al. untuk meningkatkan kemampuan menyimak siswa di MAK 3 Malang, dan Indah (2002) yang mengembangkan strategi pembelajaran meringkas untuk mening-katkan ke-mampuan membaca.
efektifitas strategi tersebut dan ini lebih dekat dengan rancangan penelitian Experimental.
Rumusan masalah penelitian dalam tesis S2 Pendidikan Bahasa Inggris dalam bidang Linguistik yang jawabannya berupa pola kebahasaan tentunya juga diharapkan memberikan sumbangan pada atau paling sedikit dikaitkan dengan pembelajaran Bahasa Inggris. Dari segi metode penelitiannya paling tidak penelitian ini sudah memberikan model rumusan masalah yang menuntut jawaban yang berupa pola yang harus dihasilkan dari proses ana-lisis, bukan sekedar mengungkap informasi atau data apa adanya. Sukirno (2003), misalnya, menanyakan pola kata atau frasa bahasa Inggris yang digunakan untuk persuasi dalam reklame di The Jakarta Post. Hasil penelitian ini bisa memberikan sumbangan pada pembelajaran menulis Baha-sa Inggris. Penelitian Linguistik yang memilih bidang di luar BahaBaha-sa Inggris sebagai objek kajiannya, seperti Alfino (2002) yang meneliti Bahasa Minang yang digu-nakan dalam Panitahan dan Fardhani (2001) yang meneliti ungka-pan kalimat Bahasa Indonesia dari anak yang hidup dengan multi bahasa memang agak kurang memberikan sumbangan pada bidang pembelajaran Bahas Inggris. Masalah penelitian yang menanyakan pola kebahasaan seperti ini lebih banyak memberi sumbangan pada pengayaan khasanah ilmu keba-hasaan secara umum.
tingkah laku karakter utama dalam novel Great Expectation dan Oliver Twist. diharapkan juga membantu pengembangan moral siswa yang mempelajari Bahasa Inggris.
Dari penggunaan bahasa, seharusnya tesis Program Studi Pendidikan bahasa Inggris tidak diijinkan menggunakan bahasa Indonesia. Menulis tesis dalam Bahasa Inggris adalah salah satu bentuk latihan pengembangan ke-mampuan berbahasa Ingris bagi mahasiswa oleh karena itu perlu tesis ditulis dalam bahasa Inggris. Penggunaan istilah yang terlalu teknis seharusnya bisa diganti dengan ungkapan yang lebih bisa difahami secara umum. Rumusan masalah How is the correlation between learners’ larning style and their v o-cabulary achievement? oleh Sale (2001:9), misalnya, bisa diganti dengan Do students using certain learning style tend to achieve better in vocabulary mastery? Dengan cara seperti itu penggunaan istilah teknis seperti correla-tion bisa dihindari tanpa mengurangi isi dalam rumusan masalah tersebut. Begitu juga istilah statistically significant yang digunakan oleh Suharmanto (2000:10), tidak perlu dinyatakan dalam rumusan masalah karena secara teknis akan dibahas dalam proses analisis data. Penggantian rumusan masalah dengan rumusan tujuan dalam penelitian yang menggunakan rancangan Penelitian Pengembangan, seperti yang dilakukan oleh Lestari (2002:6) tidak menjadi masalah karena perumusan tujuan lebih mudah dan lebih jelas dalam penelitian Pengembangan.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Dari penggunaan bahasa yang dipakai dalam rumusan masalah, kualitas rumusan masalah penelitian dalam tesis S2 Pendidikan bahasa Inggris PPS UM dari tahun 1999 sampai dengan 2003 sudah cukup baik, walaupun ada beberapa rumusan masalah yang menggunakan istilah yang terlalu teknis seperti penggunaan kata correlation dan statistically significant. Rumusan masalah yang memerlukan hipotesis pada umumnya sudah mengindikasikan dengan jelas hipotesis yang bisa ditarik dari rumusan masalah tersebut wa-laupun ada juga beberapa rumusan masalah yang tidak dengan jelas mengindikasikan hipotesis yang bisa ditarik dari rumusan masalah tersebut.
yang bisa diharapkan memberikan sumbangan toritis dan praktis dalam pem-belajaran bahasa Inggris di Indonesia. Tetapi secara kualitatif, ada sebagian kecil rumusan masalah dalam bidang pembelajaran bahasa Inggris yang sekedar meminta deskripsi fakta sebagai jawabannya yang tentunya kurang layak untuk tesis S2 Pendidikan bahasa Ingris. Rumusan masalah yang baik yang bisa diharapkan memberi sumbangan pada pengembangan pembelaja-ran bahasa Inggris ada yang meminta jawaban berupa prinsip-prinsip pem-belajaran, ada yang meminta produk berupa strategi pempem-belajaran, dan ada yang meminta produk berupa materi, silabus, atau media.
Rumusan masalah penelitian yang jawabannya memberikan sumbangan pada pengembangan pembelajaran Bahasa Inggris bisa dikelompokkan atas dasar rancangan penelitian yang diperlukannya menjadi 9 pola yaitu (1) Ru-musan masalah penelitian yang meminta jawaban berupa deskripsi tentang keadaan, tentang kesulitan belajar Bahasa Ingris, tentang perkembangan keyakinan dan strategi belajar, dan tentang hasil belajar, (2) Rumusan masa-lah penelitian yang bertujuan untuk mengevaluasi kualitas bahan ajar atau tes yang digunakan dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris, (3) Rumusan masalah penelitian yang jawabannya harus diperoleh melalui kegiatan penelitian dengan rancangan eksperimental, (4) Rumuan masalah penelitian yang jawabannya diperoleh dari analisis perbandingan antara dua kelompok dengan rancangan Expost facto. (5) Rumusan masalah penelitian yang me-nanyakan hubungan korelasional dan oleh karena itu meminta rancangan penelitian korelasional, (6) Rumusan masalah penelitian yang menuntut kegiatan pengem-bangan suatu media, alat test, bahan ajar, atau semacamnya dengan menggunakan rancangan penelitian pengembangan, (7) Rumusan masalah penelitian yang menuntut kegiatan pengembangan suatu strategi pembelajaran tertentu untuk mengatasi masalah pembelajaran di kelas Bahasa Inggris dengan rancangan Penelitian Tindakan kelas, (8) Rumusan masalah penelitian dalam bidang Linguistik yang jawabannya berupa pola kebahasaan yang juga diha-rapkan berusaha memberikan sumbangan dan mengkaitkan hasilnya dengan pembelajaran Bahasa Inggris, dan (9) Rumusan masalah penelitian dalam bidang sastra yang jawabannya merupakan hasil analisis karya sastra seperti novel, drama, poetry, lagu, film, dsb. yang juga diharap-kan hasilnya memberidiharap-kan sumbangan pada pembelajaran bahasa Inggris.
Model-model perumusan masalah yang bisa menjadi acuan penyusunan rumusan masalah bagi para peneliti khususnya mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Program Pasca Sarjana yang sedang merencana-kan penelitian untuk kepentingan tesis atau bahmerencana-kan disertasi adalah yang bisa memberikan sumbangan baik berupa prinsip-prinsip teoritis atupun praktis. Ada 7 model dalam bidang pembelajaran bahasa Inggris yang bisa dijadikan rujukan. 2 model rumusan masalah penelitian dalam bidang Linguistik dan sastra bisa juga digunakan sebagai model dengan catatan hasilnya harus bisa terkait pada pengembangan pembelajaran bahasa Inggris.
Program studi Pendidikan bahasa Inggris S2 UM sebaiknya mengawasi pemilihan rumusan masalah para mahasiswa agar bisa terkonsentrasi pada rumusan masalah yang bisa diharapkan memberikan sumbangan teori pada peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Ingris di Indonesia, bisa ikut mem-perjelas isu-isu kontradiktif atau menyumbang teori pemecahan kesulitan da-lam proses pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia atau apalagi kalau bisa bertingkat internasional. Pedoman penulisan tesis yang berisi pemetaan masa-lah-masalah pembelajaran bahasa Inggris yang perlu diteliti oleh mahasiswa perlu dikembangkan oleh Program Studi Pendidikan bahasa Inggris.
DAFTAR RUJUKAN
Alfino, J. 2002. Implicature in Panitahan in Bukittinggi. Tesis Tidak Dipublikasikan. Malang: Universitas Negeri Malang.
Anwar, K. 2000. Developing English Syllabus for Animal Husbandary School in Mu-hammadiyah University of Malang. Tesis Tidak Dipublikasikan. Malang: Uni-versitas Negeri Malang.
Ary, D., Jacobs, L.C. & Razavieh, A. 1979. Introduction to Research in Education. New York: Holt, Rinehart and Winston.
Borg, W.R. & Gall, M.D. 1983 Educational Research, an Introduction. Fourth Edi-tion. White Plains, Longman Inc.
Fardhani, A.E. 2001. The Production of Indonesian Declarative Sentences of a Child Living a Multilingual Community. Tesis Tidak Dipublikasikan. Malang: Uni-versitas Negeri Malang.
Hatch, E. & Harhady, H. 1982 Research Design and Statistics for Applied Linguis-tics. Rowley: Newbury House Publishers, Inc.
Hopkins, C.R. 1980. Understanding Educational Research. Columbus: E. Merill Publishing Company, A Bell & Howell Company.
Indah, R.N. 2002. Enhancing Content-Area Reading Skills of the English Department Students of STAIN Malang through Summary Writing. Tesis Tidak Dipublikasi-kan. Malang: Universitas Negeri Malang.
Yandri. 1999. An Analysis of the Elementary School English Textbooks. Tesis Tidak Dipublikasikan. Malang: Universitas Negeri Malang.
Kamaluddin. 2002. Students’ Collocational Ability and their Collocational Density in Writing at English Department of Haluoleo University. Tesis Tidak Dipub-likasikan. Malang: Universitas Negeri Malang.
Lestari, L.A. 2000. Developing Writing Materials for Graduate Students of English Education Program. Tesis Tidak Dipublikasikan. Malang: Universitas Negeri Malang.
Makuta, K. 1981 Some Common Goals for Second and First Language Acquisition Research. In R.W. Andersen (Ed.), Dimension in Second Language Acquisition Research. Rowley: Newbury House Publishers, Inc.
Masduki. 1999. The Effectiveness of Individualized Instruction on the Students’ V o-cabulary Gain at the English Department Muhammadiyah University of Ma-lang. Tesis Tidak Dipublikasikan. Malang: Universitas Negeri MaMa-lang.
Masduki. 2002. The Implementation of English Instruction at non-Formal Institution Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) in Malang. Tesis Tidak Dipublikasikan. Malang: Universitas Negeri Malang.
Mulyoso. 1999. Semiotic Analysis on Mythology in English Peotry. Tesis Tidak Dipublikasikan. Malang: Universitas Negeri Malang.
Ntou, K. 1999. Metafora dalam Puisi Robert Frost. Tesis Tidak Dipublikasikan. Ma-lang: Universitas Negeri Malang.
Pranoto, R.A. 2002. The Acquisition of Aviation Technical Vocabulry of the Students of SBIT TNI AU by Using Individualized Vocabulary Learning. Tesis Tidak Dipublikasikan. Malang: Universitas Negeri Malang.
Prijambodo, V.L.. 1999 The Vocabulary in Composition of the English Department Students of Widya Mandala Catholic University Surabaya. Tesis Tidak Dipub-likasikan. Malang: Universitas Negeri Malang.
Riansih, R. 2002. The Personal and Social Values of the Main Characters in Charles
Dickens’ Great Expectation and Oliver Twist. Tesis Tidak Dipublikasikan.
Ma-lang: Universitas Negeri Malang.
Sale, F. 2001. Vocabulary Achievement in Relation to the Strategy Inventory for Lan-guage Learning (SILL) and Learning Style. Tesis Tidak Dipublikasikan. Ma-lang: Universitas Negeri Malang.
Syandri, G. 2000. The use of Visual Media in Teaching English at MTs Negeri Ma-lang I (A Case Study). Tesis Tidak Dipublikasikan. MaMa-lang: Universitas Negeri Malang.
Soelistiyowati, E. 2003. The Application of Communicative Approach in the Upper Secondary School: A Case Study in SMU TNH Mojokerto.
Sugiono, J. 2000. Vocabulary Expansion within a Reading Comprehension Course: An Action research. Tesis Tidak Dipublikasikan. Malang: Universitas Negeri Malang.
Suharmanto. 2000. Reading Strategies in Indonesian and in English: A Comparative Study. Tesis Tidak Dipublikasikan. Malang: Universitas Negeri Malang. Suheman, L. 2000. The Readiness of Teaching and Learning English at Elementary
Schools in Kodya Mataram. Tesis Tidak Dipublikasikan. Malang: Universitas Negeri Malang.
Sujito. 2000. Readibility Level of Reading Materials Used in the Reading Instruction at the English Language Education Program of Graduate school of State Uni-versity of Malang. Tesis Tidak Dipublikasikan. Malang: Universitas Negeri Malang.
Sukirno. 2003. Persuasive Words / Phrases as Used in the Jakarta Post Advertise-ments. Tesis Tidak Dipublikasikan. Malang: Universitas Negeri Malang. Suleman. 1999. The Implementation of the Teaching of English at Madrasah
Tsana-wiyah Negeri (MTsN) Malang I. Tesis Tidak Dipublikasikan. Malang: Univer-sitas Negeri Malang.
Suyanto, B. 1995 Kiat Memilih Masalah yang Layak Teliti, dalam Suyanto, Bagong., Susilo, Basis, I., Surbakti, Ramlan., Cahyan, Yan, Yan. (eds) Metode Penelitian Sosial. Surabaya: Airlangga University Press.
Tarmizi. 1999. Reading Material for Pondok Pesantren Darul Hikmah Peunaga Ra-yeuk Meulaboh Aceh Barat. Tesis Tidak Dipublikasikan. Malang: Universitas Negeri Malang.
Tuckman, B.W. 1999 Conducting Educational Research, Fifth Edition. Belmont: Wadsworth Group/Thompson Learning.
Tutyandari, C. 2003. An Analysis on the Reading Subskills of Reading Tests: A Con-tent Analysis. Tesis Tidak Dipublikasikan. Malang: Universitas Negeri Malang. Usadiati, W. 1999. Developing Model of ESP Reading Materials for the Team Teach-ing UsTeach-ing Content-Based Approach. Tesis Tidak Dipublikasikan. Malang: Uni-versitas Negeri Malang.
Vockell, E.L. & Asher, J.W. 1995 Educational Research. Second Edition. Eng-lewood Cliffs: Prentice-Hall, Inc.