PENGADILAN MILITER III-19 J A Y A P U R A
P U T U S A N
Nomor : PUT / 104 - K / PM.III-19 / AD / VII / 2012
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
Pengadilan Militer III-19 Jayapura yang bersidang di Jayapura dalam memeriksa dan mengadili perkara pidana pada Tingkat Pertama secara In Absensia telah menjatuhkan putusan dalam perkara Terdakwa :
Nama lengkap : ROCKY SUHARTO
Pangkat / NRP : Prada/31081885370389
J a b a t a n : Ta Yonif 755/Yalet K e s a t u a n : Yonif 755/Yalet
Tempat dan tanggal lahir : Merauke, 26 Maret 1989
Jenis kelamin : Laki-laki
Kewarganegaraan : Indonesia.
A g a m a : Islam
Alamat tempat tinggal : Asrama Yonif 755/Yalet Merauke
Dalam perkara ini Terdakwa tidak ditahan.
Pengadilan Militer III-19 Jayapura tersebut diatas.
Membaca : Berita Acara Pemeriksaan Permulaan dalam perkara ini.
Memperhatikan : 1. Surat Keputusan Penyerahan Perkara dari Danbrigif-20/IJK selaku Papera Nomor : KEP / 77 / VI / 2012 tanggal 18 Juni 2012.
2. Surat Dakwaan Oditur Militer Nomor : Sdak / 102 / VI / 2012 tanggal 27 Juni 2012.
3. Penetapan Kepala Pengadilan Militer III-19 Jayapura Nomor : TAP / 189 / PM.III-19 / VII / 2012 tanggal 23 Juli 2012 tentang Penunjukan Hakim.
4. Penetapan Hakim Ketua Pengadilan Militer III-19 Nomor : TAP / 189 / PM.III-19 / VII / 2012 tanggal 23 Juli 2012 tentang Hari Sidang.
5. Relaas penerimaan surat panggilan untuk menghadap sidang kepada Terdakwa dan Para Saksi.
6. Surat-surat lain yang berhubungan dengan perkara ini.
Mendengar : 1. Pembacaan Surat Dakwaan Oditur Militer Nomor : Sdak / 102 / VI / 2012 tanggal 27 Juni 2012 didepan sidang yang dijadikan dasar pemeriksaan ini.
2. Hal – hal yang diterangkan oleh Para Saksi dibawah sumpah.
bersalah telah melakukan tindak pidana : “ Mi li ter yang karena
sal ahnya atau dengan sengaja mel akukan
keti dakhadi ran tanpa i ji n dal am waktu damai l ebi h l ama dari ti ga pul uh hari yang apabil a mel akukan ke jahatan i tu bel um l ewat l i ma tahun, seja k peti ndak tel ah men jal ani sel uruhnya atau sebagi an dari Pi dana yang
di jatuhkan kepadanya dengan Putusan karena
mel akukan desersi ”.
Sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana menurut Pasal 87 ayat (1) ke-2 jo ayat (2) KUHPM Jo Pasal 88 ayat (1) ke-1 KUHPM, dan oleh karenanya Oditur Militer mohon agar Terdakwa dijatuhi pidana :
Pidana Pokok : Penjara selama 1 (satu) tahun. Pidana tambahan : Dipecat dari dinas Militer.
Oditur Militer mohon agar barang-barang bukti berupa : Surat :
- 1 (satu) lembar Surat Keterangan Pengganti Absensi dari Dan Yon 755/Yalet 27 Maret 2012 atas nama ROCKY SUHARTO, Prada Nrp. 31081885370389, Mohon agar tetap dilekatkan dalam berkas perkara yang bersangkutan.
2. Mewajibkan kepada Terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah).
Menimbang : Bahwa atas penjelasan dari Oditur Militer tersebut Majelis Hakim
memandang perlu untuk mengemukakan pendapatnya
sebagaimana dipertimbangkan di bawah ini.
Menimbang : Bahwa Terdakwa telah dipanggil 3 (tiga) kali oleh Oditur Militer untuk menghadap dipersidangan sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak pelimpahan berkas perkaranya ke Pengadilan Militer III-19 Jayapura, tetapi Terdakwa tetap tidak hadir dan Oditur Militer maupun kesatuan Terdakwa tidak dapat menjamin bahwa Terdakwa dapat dihadirkan dipersidangan, berdasarkan surat dari Danyonif 755/Yalet Nomor : R/416/VII/2012 tanggal 23 Juli 2012 tentang tidak dapat menghadirkan Terdakwa An. Terdakwa Prada Rocky Suharto NRP.31081885370389.
Menimbang : Bahwa menurut surat dakwaan tersebut diatas , Terdakwa pada pokoknya didakwa sebagai berikut :
sejak petindak telah menjala ni seluruhnya ata u sebagian dari Pidana ya ng dijatuhkan kepadanya dengan Putusa n, kare na melak uk an Desersi atau dengan se ngaja melak ukan ketidak hadiran ta npa ijin, atau sejak pidana itu seluruhnya dihapuska n baginya, ata u apabila ketika melakukan itu hak unt uk menjala nka n pidana terseb ut belum kadal uarsa ” dengan cara-cara sebagai berikut :
a. Bahwa Terdakwa adalah Prajurit TNI AD yang masuk melalui pendidikan Secata tahun 2008 di Rindam XVII/Cenderawasih dan pada saat melakukan tindak pidana yang menjadi perkara sekarang ini, Terdakwa masih berdinas aktif dengan jabatan Ta Yonif 755/Yalet dengan pangkat terakhir Prada NRP. 31081885370389.
b. Bahwa menurut keterangan Sertu Erfin Franika Kusuma (Saksi I) dan Pratu Darmin (Saksi II), Terdakwa telah meninggalkan Kesatuan Yonif 755 /Yalet tanpa ijin Danyonif 755/Yalet atau atasan lain yang berwenang sejak tanggal 01 Desember 2011 dan sampai dengan saat para Saksi diperiksa, Terdakwa belum kembali.
c. Bahwa Terdakwa meninggalkan Kesatuan pada saat akan menjalani pidana di Masmil Makassar selama 7 (tujuh) bulan berdasarkan Putusan Pengadilan Militer III-19 Jayapura Nomor : Put/116-K/PM.III-19/AD/VII/2011 tanggal 29 Juli 2011 dan Akte Putusan telah memperoleh kekuatan hukum tetap Nomor : AMKHT/116-K/PM.III-19/AD/VIII/2011 tanggal 06 Agustus 2011, karena pada tahun 2010 melakukan tindak pidana Desersi. Pada saat itu Terdakwa sudah berangkat menuju ke Makassar, tetapi pada saat kapal bersandar di Pelabuhan Bitung, Terdakwa turun dan tidak kembali ke kapal, sehingga sampai sekarang Terdakwa tidak berangkat ke Masmil Makassar dan dinyatakan Desersi oleh Kesatuannya terhitung mulai tanggal 01 Desember 2011.
d. Bahwa para Saksi tidak mengetahui keberadaan dan kegiatan Terdakwa selama Terdakwa meninggalkan dinas tanpa ijin yang sah tersebut, karena Terdakwa tidak pernah memberitahukan tentang keberadaannya, baik secara tertulis maupun secara lisan.
e. Bahwa dengan demikian, Terdakwa telah meninggalkan Kesatuan Yonif 755 /Yalet tanpa ijin yang sah dari Danyonif 755/Yalet atau atasan lain yang berwenang sejak tanggal 01 Desember 2011 sampai dengan saat dibuatkan Berita Acara tidak di ketemukan Terdakwa oleh Subdenpom XVII/A pada tanggal 02 April 2012 atau selama 125 (seratus dua puluh lima) hari atau lebih dari 30 (tiga puluh) hari secara beturut-turut dan sampai dengan sekarang belum kembali ke Kesatuan.
Berpendapat : Bahwa perbuatan Terdakwa tersebut telah cukup memenuhi unsur-unsur tindak pidana Desersi sebagaimana dirumuskan dan diancam dengan pidana yang tercantum dalam: Pasal 87 ayat (l) 2 jo ayat (2) KUHPM Jo Pasal 88 ayat (1) ke-1 KUHPM.
Menimbang : Bahwa para Saksi setelah dipanggil berdasarkan ketentuan undang-undang, namun sampai waktu yang ditentukan para Saksi tersebut tidak dapat hadir karena ada tugas dari kesatuannya, oleh karenanya dengan berpedoman pada Pasal 155 Undang-Undang Nomor : 31 Tahun 1997, maka keterangan para Saksi dalam Berita Acara Pemeriksaan disertai dengan Berita Acara Pengambilan Sumpah dibacakan sebagai berikut :
Saksi - I : Nama lengkap : ERFIN FRANIKA KUSUMA, Pangkat / NRP : Sertu/21050173760286, Jabatan : Ba Sintel, Kesatuan : Yonif 755/Yalet, Tempat dan tanggal lahir : Bangkalan, 08 Pebruari 1986, Jenis kelamin : Laki-laki, Kewarganegaraan : Indonesia, Agama : Islam , Alamat tempat tinggal : Asrama Mako Yonif 755/Yalet, Merauke.
Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :
1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa pada tahun 2009 di Mako Yonif 755/Yalet, Merauke, dalam hubungan antara atasan dengan bawahan dan tidak mempunyai hubungan keluarga.
2. Bahwa Saksi mengetahui Terdakwa telah meninggalkan Kesatuan Yonif 755/Yalet tanpa ijin Danyonif 755/Yalet atau atasan lain yang berwenang sejak tanggal 01 Desember 2011 dan sampai dengan saat Saksi diperiksa sekarang ini, Terdakwa belum kembali.
3. Bahwa Saksi mengetahui Terdakwa telah meninggalkan dinas tanpa ijin yang sah, sejak tanggal 01 Desember 2011 dengan alasan Terdakwa ingin mengantar calon istrinya ke rumah orang tuanya di Bitung, karena Terdakwa sebelumnya pernah melakukan kasus desersi dan akan menjalani pidananya di Masmil Makassar selama 7 (tujuh) bulan, namun setelah Pratu Darmin tiba di Makassar Terdakwa belum juga menyusul ke Makassar, karena sebelumnya Terdakwa sempat menyampaikan ke Pratu Darmin bahwa setelah mengantar calon istrinya kerumah orang tuanya di Bitung, Terdakwa akan menyusul ke Masmil Makassar, selanjutnya pada saat Pratu Urbanus Rante salah satu anggota Yonif 755/Yalet selesai menjalani pidananya di Masmil Makassar tidak melihat Terdakwa di Masmil Makassar namun hanya Pratu Darmin saja, kemudian Partu Urbanus Rante melaporkan ke Pasi Intel Yonif 755/Yalet, dan selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan kepada Danyonif 755/Yalet.
4. Bahwa Saksi tidak mengetahui secara pasti alasan Terdakwa meninggalkan Kesatuan tanpa ijin tersebut, namun sebelumnya pada tahun 2010 Terdakwa pernah melakukan tindak pidana desersi dengan pidana penjara selama 7 (tujuh) bulan dan Terdakwa juga memiliki tingkah laku kurang baik karena apabila diberikan IB (ijin bermalam) atau pesiar Terdakwa sering terlambat kembali pulang begitu juga loyalitasnya kurang baik.
5. Bahwa Saksi tidak mengetahui keberadaan dan kegiatan Terdakwa selama Terdakwa meninggalkan dinas tanpa ijin yang sah tersebut, karena Terdakwa tidak pernah memberitahukan tentang keberadaannya, baik secara tertulis maupun secara lisan.
6. Bahwa selama meninggalkan Kesatuan tanpa ijin yang sah, Negara Kesatuan Ripublik Indonesia dalam keadaan aman dan damai, dan Terdakwa maupun Kesatuan Terdakwa tidak sedang dipersiapkan atau melaksanakan tugas Operasi Militer.
Saksi – II : Nama lengkap : DARMIN, Pangkat/NRP : Pratu/31040664551085, Jabatan : Tabakpan I Ru 3 Ton 2 Kipan A, Kesatuan : Yonif 755/Yalet, Tempat dan tanggal lahir : Grobogan, 10 Oktober 1985, Jenis kelamin : Laki-laki, Kewarganegaraan : Indonesia, Agama : Islam, Alamat tempat tinggal : Asrama Kipan A Yonif 755/Yalet, Merauke.
Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :
1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa pada tanggal 26 Juli tahun 2011 di Jayapura, pada saat Terdakwa masuk menjadi anggota parwakilan Yonif 755/Yalet, dalam hubungan antara atasan dengan bawahan dan tidak mempunyai hubungan keluaga.
2. Bahwa Saksi mengetahui Terdakwa telah meninggalkan Kesatuan Yonif 755/Yalet tanpa ijin Danyonif 755/Yalet atau atasan lain yang berwenang sejak tanggal 01 Desember 2011 dan sampai dengan saat Saksi diperiksa sekarang ini, Terdakwa belum kembali.
3. Bahwa Saksi mengetahui Terdakwa telah meninggalkan dinas tanpa ijin yang sah, sejak tanggal 01 Desember 2011 karena sebelumnya Saksi telah bertemu dengan Terdakwa untuk mengambil surat penahanannya di Otmil III-19 Jayapura yang akan dijalani di Masmil Makassar dan Terdakwa juga mengatakan akan mengantar calon istrinya ke rumah orang tuanya di Bitung sebelum menjalankan pidananya dalam kasus desersi dengan Saksi dan akan dijalani di Masmil Makassar selama 7 (tujuh) Bulan, namun setelah Saksi tiba di Makassar Terdakwa belum juga menyusul ke Makassar, karena sebelumnya Terdakwa sempat menyampaikan ke Saksi bahwa setelah mengantar calon istrinya ke rumah orang tuanya di Bitung Terdakwa akan menyusul ke Masmil Makassar, selanjutnya pada tanggal 01 Desember 2011 saat Pratu Urbanus Rante salah satu anggota Yonif 755/Yalet selesai menjalani pidananya di Masmil Makassar melaporkan ke Kesatuan bahwa hanya Saksi II saja yang menjalani pidana di Masmil Makassar, kemudian Pratu Urbanus Rante melaporkan ke Pasi Intel Yonif 755/Yalet, dan selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan kepada Danyonif 755/Yalet sehingga Terdakwa dinyatakan Desersi terhitung mulai tanggal 01 Desember 2011.
diberikan IB (ijin bermalam) atau pesiar Terdakwa sering terlambat kembali pulang bigitu juga loyalitasnya kurang baik.
5. Bahwa Saksi tidak mengetahui keberadaan dan kegiatan Terdakwa selama Terdakwa meninggalkan dinas tanpa ijin yang sah tersebut, karena Terdakwa tidak pernah memberitahukan tentang keberadaannya, baik secara tertulis maupun secara lisan. 6. Bahwa selama meninggalkan Kesatuan tanpa ijin yang sah, Negara Kesatuan Ripublik Indonesia dalam keadaan aman dan damai, dan Terdakwa maupun Kesatuan Terdakwa tidak sedang dipersiapkan atau melaksanakan tugas Operasi Militer.
Menimbang : Bahwa keterangan Terdakwa dipersidangan tidak dibacakan karena tidak pernah diperiksa di penyidik dan menurut ketentuan undang-undang dalam hal pelimpahan perkara Terdakwa yang tidak pernah diperiksa karena sejak awal melarikan diri dan tidak diketemukan, telah cukup memeriksa saksi yang ada dan pemeriksaan pemberkasan perkaranya tidak terhalang dengan tidak adanya pemeriksaan Terdakwa serta surat panggilan dan Berita Acara tidak diketemukannya Terdakwa menjadi kelengkapan persyaratan berkas perkara untuk keperluan pemeriksaan tanpa hadirnya Terdakwa dengan ketentuan Pasal 71 ayat (1) huruf g jo Pasal 124 ayat (4) Undang-Undang Nomor : 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer dan penjelasannya.
Menimbang : Bahwa dari barang bukti yang diajukan oleh Oditur Militer ke persidangan berupa :
Surat :
- 1 (satu) lembar Surat Keterangan Pengganti Absensi dari Dan Yon 755/Yalet 27 Maret 2012 atas nama ROCKY SUHARTO, Prada Nrp. 31081885370389.
Telah dibacakan dan telah di terangkan sebagai barang bukti tindak pidana dalam perkara ini, ternyata berhubungan dan bersesuaian dengan bukti-bukti lain maka oleh karena dapat memperkuat pembuktian atas perbuatan-perbuatan yang didakwakan.
Menimbang : Bahwa berdasarkan keterangan Para Saksi dibawah sumpah, hal-hal yang diperiksa dari barang bukti, kemudian setelah menghubungkan yang satu dengan yang lainnya maka Majelis Hakim memperoleh fakta-fakta sebagai berikut :
1. Bahwa benar, Terdakwa adalah Prajurit TNI AD yang masuk melalui pendidikan Secata tahun 2008 di Rindam XVII/Cenderawasih dan pada saat melakukan tindak pidana yang menjadi perkara sekarang ini, Terdakwa masih berdinas aktif dengan jabatan Ta Yonif 755/Yalet dengan pangkat terakhir Prada/NRP. 31081885370389.
3. Bahwa benar, Terdakwa meninggalkan Kesatuan pada saat akan menjalani pidana di Masmil Makassar selama 7 (tujuh) bulan berdasarkan Putusan Pengadilan Militer III-19 Jayapura Nomor : Put/116-K/PM.III-19/AD/VII/2011 tanggal 29 Juli 2011 dan Akte Putusan telah memperoleh kekuatan hukum tetap Nomor : AMKHT/116-K/PM.III-19/AD/VIII/2011 tanggal 06 Agustus 2011, karena pada tahun 2010 melakukan tindak pidana Desersi. Pada saat itu Terdakwa sudah berangkat menuju ke Makassar, tetapi pada saat kapal bersandar di Pelabuhan Bitung, Terdakwa turun dan tidak kembali ke kapal, sehingga sampai sekarang Terdakwa tidak berangkat ke Masmil Makassar dan dinyatakan Desersi oleh Kesatuannya terhitung mulai tanggal 01 Desember 2011.
4. Bahwa benar, Saksi tidak mengetahui keberadaan dan kegiatan Terdakwa selama Terdakwa meninggalkan dinas tanpa ijin yang sah tersebut, karena Terdakwa tidak pernah memberitahukan tentang keberadaannya, baik secara tertulis maupun secara lisan.
5. Bahwa benar, dengan demikian Terdakwa telah meninggalkan Kesatuan Yonif 755 /Yalet tanpa ijin yang sah dari Danyonif 755/Yalet atau atasan lain yang berwenang sejak tanggal 01 Desember 2011 sampai dengan saat sidang dilaksanakan tanggal 3 September 2012 atau selama + 270 (dua ratus tujuh puluh) hari atau lebih dari 30 (tiga puluh) hari secara berturut-turut dan sampai dengan sekarang belum kembali ke Kesatuan.
6. Bahwa benar, selama meninggalkan Kesatuan tanpa ijin yang sah tersebut Negara Kesatuan Ripublik Indonesia dalam keadaan aman dan damai, serta Terdakwa maupun Kesatuan Terdakwa tidak sedang dipersiapkan atau melaksanakan tugas Operasi Militer.
Menimbang : Bahwa lebih dahulu Majelis Hakim akan menanggapi beberapa hal yang dikemukakan oleh Oditur Militer dalam tuntutannya dengan mengemukakan pendapat sebagai berikut :
Bahwa Majelis Hakim pada dasarnya sependapat dengan tuntutan Oditur Militer sepanjang mengenai pembuktian unsur-unsur tindak pidana yang didakwakan namun mengenai lamanya pidana yang dimohonkan Oditur Militer dalam tuntutannya Majelis Hakim akan mempertimbangkan sendiri sebagaimana dalam putusan ini.
Menimbang : Bahwa Tindak pidana yang didakwakan oleh Oditur Militer mengandung unsur-unsur sebagai berikut :
1. Unsur kesatu : “ Militer “
2. Unsur kedua : “ Yang karena salahnya atau dengan sengaja Melakukan ketidakhadiran tanpa ijin “
3. Unsur ketiga : “ Dalam waktu damai ”
4. Unsur keempat : “ Lebih lama dari tiga puluh hari ” 5. Unsur kelima : “Yang apabila melakuka n
sebagian dari Pida na yang dijatuhka n kepadanya de ngan Put usan, ka rena melakuka n Desersi atau denga n sengaja melakuka n ketidakhadira n tanpa ijin, ata u sejak pidana it u seluruhnya di hapuska n baginya, atau apabila ketika melakuka n itu hak unt uk menjala nka n pidana te rsebut belum kadalua rsa “
Menimbang : Bahwa mengenai dakwaan tersebut Majelis Hakim
mengemukakan pendapatnya sebagai berikut :
Unsur kesatu : “ Militer “
Menurut pasal 46 ayat ( 1 ) ke-1 KUHPM yang dimaksud dengan Militer adalah mereka yang berkaitan dinas secara sukarela pada angkatan perang dan wajib berada dalam dinas secara terus menerus dalam tenggang waktu ikatan dinas tersebut atau semua sukarelawan lainnya pada angkatan perang dan para Militer wajib selama mereka berada dalam dinas.
Yang dimaksud angkatan perang adalah TNI - AD, TNI - AL, TNI - AU dan satuan-satuan Militer wajib dalam lingkungannya termasuk personil cadangan serta satuan-satuan lain yang dipanggil dalam waktu perang menurut undang-undang yang berlaku.
Bahwa seorang Militer ditandai dengan tanda pangkat, NRP, Jabatan, dan kesatuan didalam melaksanakan tugasnya dan dalam berdinas biasanya menggunakan pakaian seragam sesuai matranya lengkap dengan tanda pangkat, lokasi kesatuan dan atribut lainnya.
Menimbang : Bahwa berdasarkan keterangan Para Saksi dibawah Sumpah , serta barang bukti yang terungkap dipersidangan maka diperoleh fakta-fakta sebagai berikut :
1. Bahwa benar, Terdakwa adalah Prajurit TNI AD yang masuk melalui pendidikan Secata tahun 2008 di Rindam XVII/Cenderawasih dan pada saat melakukan tindak pidana yang menjadi perkara sekarang ini, Terdakwa masih berdinas aktif dengan jabatan Ta Yonif 755/Yalet dengan pangkat terakhir Prada/NRP. 31081885370389 dan belum ada keputusan dari pejabat yang berwenang yang mengatakan Terdakwa diberhentikan dari Dinas Militer.
Berdasarkan uraian dan fakta tersebut diatas Majelis Hakim berpendapat bahwa Unsur kesatu “ Militer ” telah terpenuhi.
Unsur kedua : “ Dengan sengaja melakukan ketidakhadiran tanpa ijin ”.
bahwa perbuatannya itu merupakan perbuatan yang dilarang dan diancam dengan pidana, namun perbuatannya tetap dilakukan.Yang dimaksud dengan “tidak hadir” adalah tidak beradanya seseorang pada tempat atau waktu tertentu.
Yang dimaksud tanpa ijin adalah ketidakhadiran Terdakwa disuatu tempat / kesatuan yang seharusnya Terdakwa berada tanpa ijin atasan yang berwenang, sebagaimana ketentuan yang berlaku bagi setiap prajurit TNI yang akan meninggalkan dinas baik bagi kepentingan pribadi maupun dinas harus terlebih dahulu minta ijin.
Menimbang : Bahwa berdasarkan keterangan Para Saksi dibawah Sumpah , serta alat bukti lain yang terungkap dipersidangan maka diperoleh fakta-fakta sebagai berikut :
1. Bahwa benar, menurut keterangan Sertu Erfin Franika Kusuma (Saksi-I) dan Pratu Darmin (Saksi-II), Terdakwa telah meninggalkan Kesatuan Yonif 755 /Yalet tanpa ijin Danyonif 755/Yalet atau atasan lain yang berwenang sejak tanggal 01 Desember 2011 dan sampai dengan saat para Saksi diperiksa sekarang ini, Terdakwa belum kembali.
2. Bahwa benar, Terdakwa meninggalkan Kesatuan pada saat akan menjalani pidana di Masmil Makassar selama 7 (tujuh) bulan berdasarkan Putusan Pengadilan Militer III-19 Jayapura Nomor : Put/116-K/PM.III-19/AD/VII/2011 tanggal 29 Juli 2011 dan Akte Putusan telah memperoleh kekuatan hukum tetap Nomor : AMKHT/116-K/PM.III-19/AD/VIII/2011 tanggal 06 Agustus 2011, karena pada tahun 2010 melakukan tindak pidana Desersi. Pada saat itu Terdakwa sudah berangkat menuju ke Makassar, tetapi pada saat kapal bersandar di Pelabuhan Bitung, Terdakwa turun dan tidak kembali ke kapal, sehingga sampai sekarang Terdakwa tidak berangkat ke Masmil Makassar dan dinyatakan Desersi oleh Kesatuannya terhitung mulai tanggal 01 Desember 2011.
3. Bahwa benar, Saksi tidak mengetahui keberadaan dan kegiatan Terdakwa selama Terdakwa meninggalkan dinas tanpa ijin yang sah tersebut, karena Terdakwa tidak pernah memberitahukan tentang keberadaannya, baik secara tertulis maupun secara lisan.
Berdasarkan uraian dan fakta tersebut diatas Majelis Hakim berpendapat bahwa Unsur kedua “Dengan sengaja melakukan ketidakhadiran tanpa ijin” telah terpenuhi.
Unsur ketiga : “ Dalam waktu damai ”
Yang dimaksud dengan “ Waktu damai ” adalah lawan kata dari waktu perang.
melaksanakan suatu tugas / Operasi Militer atau keadan-keadan lain yang diatur dalam pasal 58 KUHPM.
Menimbang : Bahwa berdasarkan keterangan Para Saksi dibawah Sumpah, serta alat bukti lain yang terungkap dipersidangan maka diperoleh fakta-fakta sebagai berikut :
1. Bahwa benar, selama Terdakwa pergi meninggalkan kesatuan tanpa ijin Danyonif 755/Yalet atau atasan lain yang berwenang Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam keadaan damai dan kesatuan Terdakwa tidak sedang dipersiapkan untuk melakukan tugas Operasi Militer.
Berdasarkan uraian dan fakta tersebut diatas Majelis Hakim berpendapat bahwa Unsur ketiga “ Dalam waktu damai ” telah terpenuhi.
Unsur keempat : “ Lebih lama dari tiga puluh hari “
Unsur ini merupakan penentuan atau batasan waktu ketidakhadiran Terdakwa.
Bahwa melakukan ketidakhadiran lebih lama dari tiga puluh hari berarti Terdakwa tidak hadir tanpa ijin berturut-turut lebih dari tiga puluh hari.
Menimbang : Bahwa berdasarkan keterangan Para Saksi dibawah Sumpah , serta alat bukti lain yang terungkap dipersidangan maka diperoleh fakta-fakta sebagai berikut :
1. Bahwa benar, dengan demikian Terdakwa telah meninggalkan Kesatuan Yonif 755 /Yalet tanpa ijin yang sah dari Danyonif 755/Yalet atau atasan lain yang berwenang sejak tanggal 01 Desember 2011 sampai dengan saat sidang dilaksanakan tanggal 3 September 2012 atau selama + 270 (dua ratus tujuh puluh) hari atau lebih dari 30 (tiga puluh) hari secara berturut-turut dan sampai dengan sekarang belum kembali ke Kesatuan.
2. Bahwa benar, waktu selama + 270 (dua ratus tujuh puluh) hari adalah lebih lama dari waktu tiga puluh hari.
Berdasarkan uraian dan fakta tersebut diatas Majelis Hakim berpendapat bahwa Unsur keempat “ Lebih lama dari tiga puluh hari ” telah terpenuhi.
Yang dimaksud dengan ketika melakukan kejahatan itu belum lewat lima tahun sejak petindak telah menjalani seluruh pidana yang dijatuhkan kepadanya dengan putusan karena melakukan desersi adalah Terdakwa saat melakukan tindak pidana militer desersi yang kedua itu belum lewat lima tahun sejak hukuman atas desersinya yang pertama dijalani sebagian atau seluruhnya.
Menimbang : Bahwa berdasarkan keterangan Para Saksi dibawah Sumpah, serta alat bukti lain yang terungkap dipersidangan maka diperoleh fakta-fakta sebagai berikut :
1. Bahwa benar, Terdakwa meninggalkan Kesatuan pada saat akan menjalani pidana di Masmil Makassar selama 7 (tujuh) bulan berdasarkan Putusan Pengadilan Militer III-19 Jayapura Nomor : Put/116-K/PM.III-19/AD/VII/2011 tanggal 29 Juli 2011 dan Akte Putusan telah memperoleh kekuatan hukum tetap Nomor : AMKHT/116-K/PM.III-19/AD/VIII/2011 tanggal 06 Agustus 2011, karena pada tahun 2010 melakukan tindak pidana Desersi. Pada saat itu Terdakwa sudah berangkat menuju ke Makassar, tetapi pada saat kapal bersandar di Pelabuhan Bitung, Terdakwa turun dan tidak kembali ke kapal, sehingga sampai sekarang Terdakwa tidak berangkat ke Masmil Makassar dan dinyatakan Desersi oleh Kesatuannya terhitung mulai tanggal 01 Desember 2011.
2. Bahwa benar, dengan demikian Terdakwa telah melakukan pengulangan tindak pidana desersi sebelum lewat masa lima tahun dari tindak pidana desersi yang dilakukan sebelumnya yaitu pada tahun 2010 sesuai Putusan Nomor : Put/116-K/PM.III-19/AD/VII/2011 tanggal 29 Juli 2011 dan Akte Putusan telah memperoleh kekuatan hukum tetap Nomor : AMKHT/116-K/PM.III-19/AD/VIII/2011 tanggal 06 Agustus 2011 dari Pengadilan Militer III-19 Jayapura.
Berdasarkan uraian dan fakta tersebut diatas Majelis Hakim berpendapat bahwa Unsur kelima “Ya ng apabila melakukan kejahatan itu bel um lewat li ma ta hun, sejak peti ndak telah me njala ni selu ruhnya atau sebagian dari Pidana ya ng dijatuhka n kepadanya dengan Putusa n, karena melak uka n Dese rsi ata u dengan se ngaja melakuka n ketidakhadira n tanpa ijin, atau sejak pidana itu seluruhnya dihapuska n baginya, atau apabila ketika melakuka n it u hak untuk me njala nkan pidana tersebut belum kadalua rsa“ telah terpenuhi.
Menimbang : Bahwa dengan telah terpenuhinya seluruh unsur-unsur tindak pidana di atas Majelis Hakim berpendapat bahwa dakwaan Oditur Militer telah terbukti secara sah dan meyakinkan.
sebagian dari Pidana ya ng dijatuhkan kepadanya dengan Putusa n, kare na melak uk an Desersi atau dengan se ngaja melak ukan ketidak hadiran ta npa ijin, atau sejak pidana itu seluruhnya dihapuska n baginya, ata u apabila ketika melakukan itu hak unt uk menjala nka n pidana terseb ut belum kadal uarsa ” Sebagaimana diatur dan diancam menurut pasal : 87 ayat ( 1 ) ke-2 jo ayat ( ke-2 ) KUHPM Jo Pasal 88 ayat (1) ke-1 KUHPM.
Menimbang : Bahwa berdasarkan hal-hal yang diuraikan di atas yang merupakan pembuktian yang diperoleh dalam sidang maka Majelis Hakim berpendapat terdapat cukup bukti yang sah dan meyakinkan bahwa Terdakwa bersalah telah melakukan tindak pidana “ Ketidak hadiran tanpa ijin dengan pemberatan ”.
Menimbang : Bahwa sebelum sampai pada pertimbangan terakhir dalam mengadili perkara ini, Pengadilan ingin menilai sifat hakikat dan akibat dari perbuatan Terdakwa serta hal-hal lain yang mempengaruhi sebagai berikut :
1. Bahwa modus perbuatan Terdakwa adalah karena disiplin dan mental Terdakwa yang rendah fakta mana sebelum lewat masa 5 tahun Terdakwa mengulangi lagi perbuatan yang sama dan sikap Terdakwa yang tidak mematuhi hukum dan tata tertib/disiplin Militer serta tidak melaksanakan kewajiban dinasnya serta menganggap remeh prosedur di satuan dan berbuat sekehendak hatinya sendiri menunjukkan Terdakwa tidak memiliki jiwa dan karakter yang kuat sebagai prajurit .
2. Perbuatan Terdakwa, pada hakekatnya merupakan pengingkaran diri terhadap jati dirinya sebagai prajurit TNI yang memiliki Sapta Marga dan Sumpah Prajurit dan dengan perbuatan yang kedua ini menunjukan Terdakwa tidak peduli walaupun pernah dihukum dalam kasus yang sama.
3. Bahwa menurut peraturan dilingkuran TNI AD bagi prajurit yang melakukan 3 kali pelanggaran disiplin dalam pangkat yang sama dapat dipecat dari dinas Militer dan ternyata dalam perkara ini Terdakwa malah melakukan dua kali desersi, sehingga dinilai hukuman disiplin maupun pidana yang pernah dijatuhkan sebagai upaya pembinaan tidak menjadikan Terdakwa jera dan memperbaiki diri dan menyesuaikan dengan kehidupan disiplin militer malah mencari alasan pembenar.
Menimbang : Bahwa dalam memeriksa dan mengadili Terdakwa ini, secara umum tujuan Majelis Hakim adalah untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan hukum,kepentingan umum dan kepentingan Militer :
1. Menjaga kepentingan Hukum dalam arti menjaga tetap tegaknya hukum dan keadilan dalam masyarakat .
2. Menjaga kepentingan umum dalam arti melindungi masyarakat dan harkat serta martabatnya sebagai manusia dari tindakan sewenang-wenang.
3. Menjaga kepentingan Militer dalam arti dapat mendukung kelancaran pelaksanaan tugas pokok TNI dan dapat mendorong semangat mentalitas dan kejuangan para prajurit. Sehingga dalam situasi yang bagaimanapun sulitnya tetap mematuhi dan menjunjung tinggi ketentuan ketentuan hukum yang berlaku walaupun dalam keadaan bagaimanapun juga pada hakekatnya perbuatan Terdakwa yang sedemikian itu untuk Prajurit TNI dilarang keras ,karena telah melakukan pengulangan tindak pidana yang sama yaitu desersi sebelum lewat masa lima tahun dari pidana yang dijatuhkan oleh Pengadilan Militer III-19 Jayapura.
4. Dan untuk mendidik yang bersangkutan agar dapat insyaf dan kembali ke jalan yang benar menjadi warga negara yang baik, sesuai dengan falsafah Pancasila.
Menimbang : Bahwa sebelum Majelis Hakim menjatuhkan Hukuman atas diri Terdakwa dalam Perkara ini perlu lebih dulu memperhatikan hal-hal yang dapat meringankan dan yang memberatkan pidana yaitu :
Hal-hal yang meringankan : - NIHIL.
Hal-hal yang memberatkan :
- Bahwa Perbuatan Terdakwa sangat bertentangan dengan sendi-sendi kehidupan prajurit dan tidak sesuai dengan Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 wajib TNI.
- Bahwa Perbuatan Terdakwa dapat berpengaruh terhadap pembinaan disiplin di satuannya.
- Perbuatan Terdakwa dapat merusak disiplin dan sendi-sendi kehidupan Prajurit TNI.
- Terdakwa tidak kembali ke kesatuannya sampai sekarang.
Menimbang : Bahwa setelah meneliti dan mempertimbangkan hal-hal tersebut diatas , maka Majelis Hakim berpendapat bahwa hukuman sebagaimana yang tercantum pada diktum ini adalah adil dan seimbang dengan kesalahan Terdakwa.
Menimbang : Bahwa oleh karena Terdakwa harus dihukum maka ia harus dibebani untuk membayar biaya perkara.
Menimbang : Bahwa barang- barang bukti dalam perkara ini berupa : Surat :
- 1 (satu) lembar Surat Keterangan Pengganti Absensi dari Dan Yon 755/Yalet 27 Maret 2012 atas nama ROCKY SUHARTO, Prada Nrp. 31081885370389.
Oleh karena berkaitan dengan tindak pidana yang dilakukan oleh Terdakwa maka perlu ditentukan statusnya untuk tetap dilekatkan dalam berkas perkara.
Menimbang : Bahwa oleh karena Terdakwa sampai dengan perkaranya disidangkan belum diketemukan, maka Majelis Hakim berpendapat Terdakwa ditahan bilamana suatu waktu Terdakwa diketemukan.
Mengingat : 1. Pasal 87 Ayat (1) ke-2 Jo Ayat (2) KUHPM Jo Pasal 88 ayat (1) ke-1 KUHPM.
2. Pasal 26 ayat (1) KUHPM
3. Pasal 143 UU Nomor 31 Tahun 1997, serta ketentuan perundang-undangan yang berkaitan dengan perkara ini.
M E N G A D I L I
1. Menyatakan Terdakwa tersebut diatas yaitu ROCKY SUHARTO , Prada NRP 31081885370389 terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana : “ Pengulangan Desersi “.
2. Memidana oleh karena itu dengan :
Pidana Pokok : Penjara selama 1 (satu) tahun. Pidana Tambahan : Dipecat dari dinas Militer.
3. Menetapkan barang bukti berupa :
Surat :
- 1 (satu) lembar Surat Keterangan Pengganti Absensi dari Dan Yon 755/Yalet 27 Maret 2012 atas nama ROCKY SUHARTO, Prada Nrp. 31081885370389.
4. Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa sebesar Rp 10.000,- ( sepuluh ribu rupiah ).
Demikian diputuskan pada hari Senin tanggal 3 September 2012 di dalam musyawarah Majelis Hakim oleh ADIL KARO KARO, SH Letkol Chk NRP. 1910000581260, sebagai Hakim Ketua, serta WING EKO JOEDHA HARIJANTO, SH Mayor Sus NRP. 524432 dan AKHMAD JAILANIE, SH Kapten Chk NRP. 517644 masing-masing sebagai Hakim Anggota I dan sebagai Hakim Anggota II yang diucapkan pada hari dan tanggal yang sama oleh Hakim Ketua dalam sidang yang terbuka untuk umum dengan dihadiri oleh Para Hakim Anggota tersebut di atas, Oditur Militer YULI WIBOWO, SH Mayor Laut (KH) NRP. 13123/P dan Panitera MUHAMMAD SALEH, SH Kapten Chk NRP. 11010001540671 serta dihadapan umum dan tanpa hadirnya Terdakwa.
HAKIM KETUA ttd
ADIL KARO KARO, SH LETKOL CHK NRP. 1910000581260
HAKIM ANGGOTA I HAKIM ANGGOTA II ttd ttd
WING EKO JOEDHA HARIJANTO, SH AKHMAD JAILANIE, SH MAYOR SUS NRP. 524432 KAPTEN CHK NRP. 517644
PANITERA Ttd
MUHAMMAD SALEH, SH
KAPTEN CHK NRP. 11010001540671
UNTUK SALINAN YANG SAH PANITERA
MUHAMMAD SALEH, SH