Khaerunnisa Nur Fatimah Syahnur A31113510
Penetapan dan Pengendalian Untuk Biaya Bahan dan
Tenaga Kerja
A. BIAYA BAHAN
BAHAN
Bahan yang digunakan untuk produksi dibedakan menjadi 2 golongan, yaitu: a. Bahan baku (bahan langsung)
Adalah bahan yang menjadi produk jadi dan dapat diidentifikasi ke produk jadi.
b. Bahan penolong pabrik (bahan tidak langsung)
Adalah bahan yang tidak dapat diidentifikasi ke produk atau yang nialinya relatif tidak signifikan dibandingkan dengan nilai produk jadi.
RISIKO DAN PENGENDALIAN BAHAN
Untuk menghindari berbagai kemungkinan yang merugikan perusahaan perlu diterapkan sistem pengendalian terhadap bahan yang mencakup semua prosedur untuk mengamankan kuantitas dan nilai rupiah bahan. Dalam pengendalian bahan, fungsi pembelian, penerimaan, penyimpanan, penggunaan dan pencatatan bahan.
Pemisahan fungsi akan membatasi kesempatan karyawan untuk menyelewengkan bahan dan dapat menciptakan pengecekan bahan antar bagian di perusahaan. Prosedur untuk mengamankan bahan dalam sistem pengendalian bahan secara garis besar mencakup prosedur pembelian bahan dan prosedur penggunaan bahan.
Prosedur Pembelian Bahan
Prosedur pembelian bahan mencakup beberapa tahap kegiatan yaitu:
1) Permintaan pembelian
formulir permintaan pembelian yang telah ditandatangani oleh kepala bagian gudang/bagian produksi selanjutnya dikirim ke bagian pembelian dan lembar tembusannya diarsip.
2) Pembelian bahan
Pembelian bahan dilakukan oleh bagian pembelian berdasarkan formulir permintaan pembelian(guna terhindar dari kolusi dari bagian gudang,bagian produksi & pemasok). Pembelian dilakukan dengan menggunakan surat order pembelian. Lembar asli dan sat lembar tembusan dikirim ke pemasok. Jika pemasok menyetujui maka pemasok akan mengirim kembali lembar tembusan order pembelian ke bagian-bagian berikut ini:
a) Bagian penerimaan
Guna sebagai pemberitahuan adanya order bahan dan perintah untuk melaksanakan kegiatan penerimaan pada saat bahan telah dikirim oleh pemasok
b) Bagian gudang
Guna sebagai pemberitahuan tentang adanya order bahan yang diminta oleh bagian gudang
c) Bagian akuntansi
Guna sebagai salah satu dasar untuk menyetujui faktur dari pemasok d) Pencatat persediaan
Guna sebagai salah satu dalam mencatat kuantitas bahan yang dibeli.
3) Penerimaan bahan
Bahan yang dipesan diterima oleh bagian penerimaan, sehingga terjadi pengecekan internal antara bagian penerimaan dan bagian pembelian. Kegiatan yang dilakukan oleh bagian penerimaan meliputi:
a) Menerima bahan
b) Mengecek kesesuaian antara kuantitas dan kualitas bahan yang diterima dengan catatan pada dokumen pengiriman bahan (packing list) dari pemasok
c) Mencocokkan antara bahan yang diterima dan spesifikasi yang telah ditentukan pada order pembelian
d) Membuat laporan penerimaan bahan dan mendstribusikannya ke bagian-bagian berikut ini:
Bagian Pembelian
Guna sebagai pemberitahuan telah diterimanya bahan yang dipesan
Bagian Akuntansi
Guna sebagai dasar persetujuan faktur dari pemasok Bagian Gudang
Guna sebagai dokumen yang menyertai bahan yang diterima untuk disimpan di gudang
4) Penyimpanan Bahan
bertanggung jawab terhadap keutuhan bahan sampai dengan bahan diminta untuk produksi.
5) Persetujuan Faktur Pemasok
Dilakukan oleh bagian akuntansi-pada beberapa perusahaan dilakukan oleh bagian bagian utang-setelah dilakukan pencocokkan antara data pada order pembelian, laporan penerimaan dan faktur.
B. BIAYA TENAGA KERJA
KOMPONEN BIAYA TENAGA KERJA
Biaya tenaga kerja menggambarkan besarnya kontribusi tenaga kerja terhadap proses produksi yang merupakan segala usaha fisik dan mental yang dikerahkan oleh karyawan pabrik untuk mengolah bahan baku menjadi barang jadi.
Adapaun komponen biaya tenaga kerja meliputi: Gaji dan upah reguler
Merupakan kompensasi reguler yang diberikan perusahaan kepada karyawan atas usaha fisik dan mental yang dikerahkan oleh karyawan tersebut. Contoh: Gaji mandor, gaji buruh, dan upah buruh
Insentif
Merupakan kompensasi tambahan yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan atas kinerja karyawan diatas standar yang ditentukan. Contoh: Insentif Produksi
Tunjangan
Merupakan kompensasi tambahan yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan selain gaji dan upah reguler serta insentif. Contoh: Tunjangan asuransi, tunjangan pensiun, dan lain-lain.
PRODUKTIVITAS DAN BIAYA TENAGA KERJA
Produktifitas biaya tenaga kerja menggambarkan hubungan antara output yang dihasilkan oleh tenaga kerja dan input yang digunakan. Produktivitas yang semakin tinggi dapat dicapai dengan semakin efisiennya proses produksi.
Peningkatan produktivitas tenaga kerja tidak dapat terjadi begitu saja, melainkan harus direncanakan. Dalam merencanakan produktivitas, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan, yaitu:
Kejelasan pengertian produktivitas
Tindakan yang harus dilakukan untuk memperbaiki produktivitas Pihak yang bertanggung jawab terhadap produktivitas
Komitmen manajer, karyawan dan semua orang yang terlibat dalam perencanaan produktivitas
Produktivitas harus diukur, dianalisis, dipahami dan dilaporkan kepada manajemen. Tujuan pengukuran produktifitas adlah untuk menyediakan informasi bagi manajemen tentang perbandingan antara hasil yang dicapai dan standar kinerja. Informasi perbandingan tersebut digunakan sebagai dasar untuk memberikan penghargaan, hukuman, dan melakukan tindakan perbaikan.
Umumnya, manajemen mengukur produktifitas hanya dengan membandingkan antara output dan input seperti jam tenaga kerja saja. Pengukuran dengan rasio seperti ini tidak efektif dapat digunakan sebagai tolak ukur dalam megukur produkr=tivitas, karena mengabaikan faktor-faktor lain yang penting. Sebaiknya, pengukuran produktivitas tenaga kerja harus mempertimbangkan faktor-faktor lain selain tenaga kerja, seperti pola manajemen, peralatan dan mesin-mesin, serta bahan baku yang digunakan.
Perusahaan menggunakan rasio produktiviitas untuk mengukur produktivitas. Rasio produktivitas dapat dihitung dengan rumus:
Rasio Produktivitas=Output Input
Dampak ekonomis produktivitas: Laba perusahaan meningkat
Meningkatkan penghasilan karyawan
Masyarakat mendapatkan lebih banyak barang/jasa yang lebih berkualitas
Adanya efisiensi dalam penggunaan sumber daya ekonomi. Karakteristik manajemen sumber daya manusia:
Karyawan yang melakukan perkerjaan adalah karyawan yang berkompeten di bidangnya
Pengambilan keputusan terjadi pada tingkat lower manager Karyawan yang partisipasif
Ide dari karyawan harus didengarkan
PROGRAM INSENTIF
Selain berkepentingan dengan pemberian kompensasi kepada karyawan sesuai dengan ketentuan penggajian yang dibuat oleh pemerintah, perusahaan juga perlu memberikan kompensasi tambahan kepada karyawan dalam rangka memaksimalkan produktivitas tenaga kerja. Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja adalah pemberian kompensasi tambahan kepada karyawan melalui program kerja insentif. Program insentif merupakan program yang dirancang oleh perusahaan untuk memberikan penghargaan lebih kepada karyawan yang berhasil mencapai prestasi diatas standar secara proposional dengan kelebihan prestasi tersebut.
Tujuan Program Insentif