Analisis Beban Kerja Dan Penentuan Jumlah Tenaga Kerja Dengan Menggunakan Metode Work Load Analysis (Study Kasus di UKM. Keluarga Maju Tebing Tinggi)
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Penelitian akan membandingkan beban kerja mental dari aktivitas pekerja dengan pendekatan metode Subjective Workload Assesment Technique (SWAT) dan Work Load Analysis agar
Dari persentase waktu produktif tiap karyawan dikali dengan rating faktor (performance rating) dan ditambah waktu longgar (allowance) yang di tetapkan tiap bagian, maka
Penelitian menggunakan metode Subjective Workload Assesment Technique (SWAT) dan Work Load Analysis agar didapatkan jumlah pekerja yang optimal. SWAT digunakan untuk
Beban kerja yang di alami para pekerja di stasiun pemotongan, stasiun pencetakan dan stasiun pengepakan tergolong tinggi, berdasarkan dari hasil pengolahan data yang
Total beban kerja kondisi lama dan total beban kerja usulan pada proses awal sebesar 0,49 atau 49% yang berarti untuk menyelesaikan target produksi hanya memerlukan
Usulan rekomendasi perbaikan dengan workload analysis yang diberikan terkait beban kerja yang tinggi adalah memberhentikan 1 orang pekerja bagian pembentukan kotak kardus,
Beban kerja paling berat adalah pada pekerja 8 dan 9 bagian isolasi tutup kardus dimana allowance yang diberikan 20%, tetapi pekerja tersebut hanya memanfaatkan 14,2% waktu
Analisa Beban Kerja dan Jumlah Tenaga Kerja yang Optimal Pada Bagian Produksi dengan Pendekatan Metode Work Load Analysis WLA di PT.. Surabaya Perdana