15 BAB II
TINJAUAN UMUM SEJARAH, JENIS DAN RAMALAN GOLONGAN DARAH
2.1. Sejarah dan Perkembangan Golongan Darah
Meskipun penemuan golongan darah secara medis baru ditemukan sekitar
tahun 1900-an, namun evolusi golongan darah sudah terjadi berjuta tahun yang
lalu dan masih akan terus berkembang hingga masa yang akan datang. Golongan
darah yang kita ketahui saat ini adalah O, A, B, dan AB. Menurut sejarahnya,
golongan darah tertua dari keempat golongan darah tersebut adalah golongan O
(old). Golongan darah ini diperkirakan ditemukan sekitar 40.000 tahun SM di
Afrika. Hal ini juga diperkuat dengan adanya penelitian bahwa nenek moyang
seluruh penduduk dunia tinggal di Afrika dan hanya bergolongan darah O
(Roesma, 2009:14). Mereka dapat membuat senjata dan peralatan untuk berburu,
tak mengherankan apabila makanan pokoknya adalah daging hasil buruan.
Semakin bertambahnya populasi, perjuangan untuk bertahan hidup pun
semakin ketat, sehingga terjadilah persaingan di antara mereka dalam mencari
makan. Para manusia purba ini kemudian mengembara menuju Eropa dan Asia
guna mencari tempat baru untuk berburu. Di daerah baru ini, mereka mendapatkan
lahan yang subur dan iklim yang lebih sejuk. Hal ini menimbulkan perubahan
dalam hal sumber makanan dan juga struktur anatomi tubuh. Mereka yang pada
awalnya mempunyai struktur tulang sangat kuat dan rambut keriting, menjadi
mempunyai tulang yang lebih halus dan rambut yang lebih lurus. Pola makan pun
tumbuh-16
tumbuhan. Akibatnya, lahirlah golongan darah A (agrarian). Golongan darah ini
lahir sekitar 25.000-15.000 SM di daerah Asia dan Timur Tengah. Pada zaman ini
manusia telah mengenal bercocok tanam dan beternak. Mereka juga memulai
hidup bergotong-royong, sehingga tidak ada lagi kompetisi di antara mereka
untuk mendapatkan makanan.
Golongan darah B (balance) muncul sekitar 15.000-10.000 SM di daerah
pegunungan Himalaya, yang sekarang berada di daerah antara India dan Pakistan.
Golongan darah B muncul dikarenakan perubahan iklim di lingkungan tempat
tinggal mereka. Keadaan lingkungan baru tersebut membuat mereka menciptakan
sistem irigrasi pertanian, perternakan dan teknik bercocok tanam yang lebih
modern.
Sementara itu, dalam perkembangannya, penggabungan antara golongan
darah A dan B melahirkan golongan darah baru yaitu AB (modern). Golongan
darah ini hanya berkisar kurang dari 5% dari populasi dunia (Zizousari dan Yuna
Chan, 2014:16). Dengan menyebarnya manusia ke seluruh pelosok dunia,
berkembanglah berbagai bangsa dengan kulit, rambut, postur tubuh, bahkan kultur
berbeda, namun bersaudara karena persamaan dalam golongan darahnya.
Golongan darah O sebagai golongan darah nenek moyang masih merupakan
golongan darah yang bertahan dan tertinggi jumlahnya.
Sekitar tahun 1900-an ilmuwan asal Austria, Karl Landsteiner menemukan
sistem penggolongan darah O, A, B, dan AB. Sistem penggolongan darah yang
selama ini dilakukan didasarkan pada jenis protein penggumpalan darah. Dengan
17
Berkembangnya ilmu pengetahuan, diketahui pula bahwa komponen darah
rupanya tidak hanya tersusun oleh protein-protein tersebut. Hal ini kemudian
melahirkan sebuah sistem penggolongan darah baru, yang dikenal dengan istilah
rhesus. Rhesus adalah sistem penggolongan darah berdasarkan 32 jenis komponen
darah. Dari sistem ini, kemudian muncul golongan lain seperti A positif (A+) atau
O negatif (O-). Rhesus digunakan untuk menentukan kecocokan darah pada saat
transfusi darah dimana orang yang memiliki golongan darah yang sama belum
tentu bisa menjadi pendonor apabila memiki rhesus yang berbeda. Pada tabel
berikut ini adalah golongan darah yang cocok untuk saling bertransfusi.
Cocok Dengan
Golongan
Darah O- O+ B- B+ A- A+ AB- AB+
AB+
AB-
A+
A-
B+
B-
O+
O-
Keterangan: () Cocok, () Tidak Cocok (Sumber: Zizousari dan Yuna Chan, 2014:20-21)
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa orang dengan golongan
AB+ dapat menerima darah dari setiap orang, sedangkan orang dengan O- hanya
18
Sedangkan dari penyebarannya, golongan darah bisa menentukan suku
atau ras dari si pemilik golongan darah. Biasanya pada suatu populasi (suku atau
ras) ada salah satu golongan darah yang dominan jumlahnya meskipun di populasi
tersebut terdapat keempat jenis golongan darah.
Gol. Darah Kaukasoid
Afrika-Amerika Hispanik Asia
O+ 37% 47% 53% 39%
O- 8% 4% 4% 1%
A+ 33% 24% 29% 27%
A- 7% 2% 2% 0.50%
B+ 9% 18% 9% 25%
B- 2% 1% 1% 0.40%
AB+ 3% 4% 2% 7%
AB- 1% 0.30% 0.20% 0.10%
(Sumber: http://www.bloodcenters.org/blood-donation/blood-types-and-the-population/)
Dari tabel di atas dapat diketahui penyebaran dominan dari masing-masing
golongan darah. Pada ras Kaukasoid yang dikenal juga “Bangsa Kulit Putih”
merupakan pribumi dari dataran Eropa yang menyebar juga di Australia, Selandia
Baru, Amerika, Afrika Utara, Pakistan, Timur Tengah dan India Utara adalah
populasi yang memilki dominan golongan darah O dan A, sedangkan golongan
darah B dan AB hanya ada sebagian kecil saja pada ras tersebut.
Ras Afrika-Amerika yang merupakan “Bangsa Kulit Hitam” adalah
pribumi Afrika yang migrasi ke dataran Amerika dominan memiliki golongan
darah O, hal ini juga sesuai dengan sejarah lahirnya golongan darah O yang
19
darah A. Golongan darah B sedikit lebih banyak diikuti golongan darah AB
dengan jumlah terkecil.
Ras Hispanik adalah berasal dari bangsa Spanyol, dikenal juga sebagai
“Bangsa Latin”. Ras ini mendiami sebagian kecil wilayah di Amerika dan Eropa
lebih dari separuh populasinya bergolongan darah O. Sebagian besar sisa
populasinya bergolongan darah A diikuti sebagian kecil populasi bergolongan
darah B dan AB.
Ras Asia yang merupakan bangsa baru di peradaban, memiliki presentase
yang tinggi juga pada golongan darah O, namun hasilnya tidak begitu mencolok
dengan golongan darah A dan B, hanya golongan darah AB yang memiliki
presentase terkecil. Dibandingkan ras-ras lainnya, populasi golongan darah AB di
ras Asia merupakan jumlah tertinggi.
2.2. Jenis-jenis Golongan Darah
Adanya pembagian golongan darah menjadi empat (4) kelompok yaitu O,
A, B, dan AB membuat setiap golongan darah memilki karakteristiknya
masing-masing. Setiap golongan darah dianggap memiliki kelebihan dan kekurangan baik
itu dari segi kesehatan maupun psikologis. Hal ini dikarenakan komponen
penyusun dari masing-masing darah memilki perbedaan sehingga hal yang
dianggap cocok dengan golongan darah O belum tentu cocok dengan golongan
darah A. Dalam bidang kesehatan, seorang ahli gizi dari Stamford, Connecticut,
Amerika Serikat bernama Dr. Peter J. D’Adamo memperkenalkan hasil dari
risetnya mengenai diet makanan sehat berdasarkan masing-masing golongan
20
best seller dan telah diterjemahkan ke berbagai bahasa. Selain itu dari bidang
psikologis, tidak sedikit peneliti yang melakukan riset terhadap karakter yang
dapat ditentukan melalui golongan darah, misalnya seorang jurnalis asal Jepang
bernama Masahiko Nomi yang meneliti dan membuat buku mengenai karakter
dan golongan darah. Setelah Masahiko Nomi meninggal, anaknya Toshitaka
Nomi pun meneruskan penelitian ayahnya dan turut menerbitkan buku mengenai
golongan darah. Salah satu buku yang sangat fenomenal yang dibuat oleh Nomi
adalah buku yang berjudul “Touch My Heart”, buku ini membahas mengenai
karakter anak terbentuk dari golongan darahnya sehingga ada perlakuan yang
berbeda dalam mendidik masing-masing anak menurut dengan golongan darahnya,
buku ini pun juga diterjemahkan ke berbagai bahasa dan menjadi refrensi baru
bagi dunia psikologis.
2.2.1. Golongan Darah O
Dalam hal golongan darah tipe O, memori genetik yang berlaku bagi
semua tipe darah ini adalah memiliki ciri kekuatan, daya tahan tubuh kuat,
mandiri, berani, intuitif, dan cenderung optimistis, serta extrovert. Golongan darah
O zaman dulu mempunyai dorongan kuat untuk bertahan hidup dan percaya diri.
Di antara sekian banyak golongan darah O, ada yang mewarisi sifat
kepemimpinan dari pemimpin generasi nenek moyangnya yaitu keinginan untuk
berhasil, kuat, yakin dan berkuasa (powerful), logis strategik, inovatif, mempunyai
pengikut, optimis serta segar bugar, sehat fisik dan mental. Golongan darah O
memiliki kekebalan yang kuat dan mampu menghilangkan pengaruh negatif stres
21
Di bidang kesehatan, golongan darah O dikenal memilki asam lambung
yang tinggi, penyakit yang sering diderita oleh orang yang bergolongan darah O
pada umumnya adalah maag, stroke, penyakit jantung, peningkatan berat badan
dan alergi. Oleh karena itu orang bergolongan darah O disarankan mengonsumsi
makanan yang tinggi protein dan rendah karbohidrat (Zizousari dan Yuna Chan,
2014:76). Hal ini yang menyebabkan banyaknya menu yang terbuat dari olahan
daging di wilayah Amerika ataupun Afrika dimana mayoritas penduduknya
memilki golongan darah O. Selain itu banyak riset yang menyatakan bahwa
jumlah penderita obesitas tertinggi terdapat di wilayah Amerika.
Orang bergolongan darah O sangat baik melatih fisik secara maksimal
bahkan berolahraga berat. Jika tidak berolahraga, maka berat badannya bertambah
dengan cepat, cenderung kegemukan dan berakibat depresi. Olahraga menjadi
kebutuhan pokok baginya karena olahraga sangat berhubungan dengan sistem
kekebalan tubuh pada orang bergolongan darah O. Olahraga yang dianjurkan
adalah olahraga keras seperti lari, aerobik, karate, atau silat.
Karakter seseorang juga bisa dilihat melalui golongan darahnya. Berikut
ini adalah karakter yang dimiliki dari orang bergolongan darah O.
1. Dengan kepribadiannya, dia (orang bergolongan darah O) memilki
ekspresi diri yang berlebihan.
2. Kalau sudah menentukan sebuah sasaran, dia akan bergerak maju ke
arahnya.
22
4. Orangnya terbuka dan ceria, memilki cara berpikir logis yang sangat
jelas, sedikit straight to the point (langsung ke inti permasalahan),
kadang-kadang bersikap sederhana.
5. Memilki dua sisi, yaitu berpikir berdasarkan realita dan romantis.
6. Keinginan yang kuat untuk bebas, sangat bersemangat dalam
kehidupan.
7. Emosinya besifat stabil, sederhana sehingga apa yang telah terjadi
tidak pernah meningglakn efek yang lama.
8. Menjunjung tinggi norma-norma kehidupan.
9. Mengharapkan untuk dapat memiliki hubungan berdasarkan
kepercayaan yang kuat.
10. Terhadap teman baru bersikap sangat peduli dan perhatian.
11. Terhadap orang yang tidak dikenal akan sangat berhati-hati.
12. Sangat suka mengajar/memberitahu orang lain namun tidak menyukai
apabila mereka diajar/diberi tahu orang lain (Nomi, 2009:40-41)
Orang bergolongan darah O juga dikenal sebagai tipe yang bersikap
ekstrim, baik pada saat melakukan tindakan positif maupun tindakan negatif.
Misalnya, apabila mereka (orang bergolongan darah O) hendak melakukan sebuah
tindakan kejahatan, mereka akan melakukannya secara fokus dan tuntas, hal ini
dibuktikan dengan adanya kasus kejahatan ekstrim di Jepang yang dilakukan oleh
seorang wanita bergolongan darah O bernama Ono Etsuo dari tahun 1968 sampai
1974 di Chiba, Saitama, Tokyo. Dia melakukan tindakan penipuan, perampokan
dan pembunuhan berantai dengan cara membakar korban-korbannya. Beritanya
23
ada beberapa tindak kejahatan ekstrim lainnya yang terjadi di Jepang dan
pelakunya merupakan orang bergolongan darah O. Namun bagi mereka yang
merupakan orang baik-baik, biasanya mereka akan sangat malu apabila
melakukan hal yang dianggap tidak pantas ataupun negatif.
Orang bergolongan darah O yang memiki cita-cita dan tujuan hidup akan
bergerak maju ke arah depan (ambisius), namun bagi mereka yang merasa
tujuannya mustahil untuk dicapai, mereka akan menurunkan standar tujuannya
dan apabila gagal, mereka cenderung menjadi depresi. Hal inilah yang membuat
orang bergolongan darah O memiliki sisi ganda (double feature), yaitu
romantisme dan realisme yang menjadi semboyan hidup mereka.
Romantisme adalah punya impian, sedangkan realisme adalah sifat yang
selalu penuh perhitungan. Kedua aspek yang sangat kontradiksi ini berada dalam
satu tubuh dan pada umumnya orang bergolongan darah O ingin dilihat dari
kedua-duanya. Pada dasarnya orang bergolongan darah O memiliki karakter dasar
yang sama yaitu double feature, namun akan terlihat berbeda tergantung dari sisi
mana yang lebih dominan dari masing-masing individu orang bergolongan darah
O. Hal ini yang membuat orang golongan darah O terlihat sama (dikarenakan
populasi mereka terbanyak di dunia), namun berbeda setelah diamati lebih dalam.
2.2.2. Golongan Darah A
Perubahan ke golongan darah tipe A terjadi karena manusia harus
beradaptasi pada penduduk yang padat. Akibatnnya stres lebih mudah terjadi
dengan eratnya hubungan antar manusia. Golongan darah A yang memiliki sifat
24
mengutarakan pendapatnya dengan jelas, yang dikemukakan sebagai “narrative
intelligence”. Orang bergolongan darah A dapat mengontrol diri (self control) dan
pintar (smart) dalam menghadapi kehidupan yang kompleks (Roesma,
2009:119-120).
Karena golongan darah A merupakan komunitas agrarian dilihat dari
sejarah lahirnya golongan darah A, maka di bidang kesehatan orang bergolongan
darah A dianjurkan mengkonsumsi banyak sayur-sayuran. Golongan darah A
dilarang mengkonsumsi daging dan produk turunannya disebabkan karena
kekebalan tubuh dan asam lambung orang bergolongan A rendah. Masalah medis
yang biasa diderita oleh orang bergolongan darah A adalah kanker, jantung,
komplikasi hati dan empedu, diabetes mellitus, anemia dan depresi (Zizousari dan
Yuna Chan, 2014:72). Menu makanan yang memilki jumlah sayur-sayuran yang
banyak pada saat dihidangkan terlihat pada kuliner di daerah dataran Eropa dan
sebagian wilayah Asia Timur (Jepang, Korea). Kebanyakan kuliner pada wilayah
tersebut lebih banyak menggunakan sayur-sayuran dan hanya sedikit
mengkonsumsi daging.
Kelemahan orang bergolongan darah A adalah jika cemas, stres,
dipendamnya sendiri. Jika stres melampaui ambang batas, akan menumpuk dalam
dirinya, dan suatu waktu meledak. Secara genetik, di setiap golongan darah sudah
terdapat cara meniadakan efek negatif stres. Pada orang bergolongan darah A,
mereka meniadakan efek negatif stres ini dengan cara merasionalkannya secara
intelektual misalnya dengan melakukan yoga, meditasi, atau taichi (fokus dan
25
Berikut ini adalah karakter yang dimiliki oleh orang bergolongan darah A.
1. Luar dan dalam, dua sifat karakter saling bertolak belakang yang
dimiliki oleh orang bergolongan darah A.
2. Mengharapkan perubahan dari keadaan yang sekarang, menginginkan
kehidupan yang stabil dan damai.
3. Sangat perhatian dengan sekitar bahkan hal-hal yang kecil sekalipun.
4. Mempunyai tingkat kerjasama yang tinggi, tidak akan mengganggu
kenyamanan kelompok.
5. Menghargai metode maupun hal-hal yang bersifat ritual, menganggap
penting prinsip, dan senantiasa ingin berjalan sesuai dengan alur/plot
yang sudah umum.
6. Senantiasa berasosiasi dengan sikap konvensional, namun tidak
mudah membuka hati.
7. Berusaha terus-menerus, dapat menahan rasa sakit secara jasmaniah.
8. Selalu melakukan segala sesuatu dengan sangat teliti, sangat
berhati-hati, perfeksionis.
9. Mengontrol ekspresi dirinya, namun di dalamnya ada suatu keinginan
membara.
10. Akan memberikan yang terbaik dan juga mendedikasikan dirinya pada
orang-orang yang bisa mengerti, dan juga menganggap penting akan
dirinya.
11. Pesismis terhadap masa depan (Nomi, 2009:46-47)
Secara umum, orang bergolongan darah A terbagi menjadi dua tipe. Tipe
26
yang agresif, yang ucapan maupun tindakannya berani, keras kepala, sedikit
kurang bersahabat. Orang-orang bergolongan darah A yang sudah matang dalam
sebuah organisasi, rata-rata adalah pelajar yang cerdas (honor student). Kemudian,
karena tingkat kerjasamanya yang baik, mereka benar-benar menjunjung tinggi
hukum di dalam kelompok dan juga urutan tinggi rendahnya posisi atau rangking.
Cara hidup seperti ini benar-benar memerlukan kontrol yang sangat ketat. Mereka
inilah merupakan orang-orang Stoicism (tenang, sabar dan tabah).
Masahiko Nomi, jurnalis asal Jepang yang menerbitkan banyak buku
mengenai riset golongan darah, dalam salah satu bukunya mengatakan bahwa di
Amerika Utara ada sebuah kelompok agama yang memiliki peraturan yang
benar-benar ketat. Di dalam kelompok agama tersebut, orang yang bergolongan darah A
berkisar 60-70% atau lebih dari separuhnya (Nomi, 2009:48). Hal ini seperti
orang bergolongan darah A yang Stoicism ini berkumpul karena menginginkan
kedisiplinan atau diasingkan dari golongan darah lainnya, mengingat kecilnya
presentase jumlah orang bergolongan darah di Amerika. Selain itu, orang
bergolongan darah yang memendam perasaannya sendiri, baik itu perasaan senang
ataupun menyakitkan, membuat orang lain di sekitarnya sulit memprediksi apa
yang disembunyikan dari orang bergolongan darah A ini.
Orang bergolongan darah A yang juga mempunyai prinsip yang sangat
kuat dan selalu bertindak sesuai prosedur membuat mereka terlihat benar-benar
loyal, inilah sisi positif mereka. Namun, karena prinsip mereka yang teguh dan
sulit untuk goyah, terkadang sulit untuk bersikap fleksibel atau terlalu serius yang
terkadang berdampak negatif bagi orang bergolongan darah A ataupun orang yang
27 2.2.3. Golongan Darah B
Secara biologis orang bergolongan darah B lebih fleksibel dari orang
bergolongan darah O, A, ataupun AB. Golongan darah B memiliki elemen syaraf
mental dan sensitifitas dari golongan darah A dan bereaksi secara fisik dan agresif
dari golongan darah O. Respon orang bergolongan darah B terhadap stres adalah
keseimbangan antara sifat yang diperoleh dari golongan darah O dan A (Roesma,
2009:147).
Dari sisi kesehatan, golongan darah B memiliki menu makanan yang lebih
variatif dibandingkan golongan darah lainnya. Golongan darah B dapat
mengkonsumsi segala jenis makanan laut, dianjurkan pula mengkonsumsi daging
kambing, produk turunan sapi (susu dan keju), gandum, kacang-kacangan, teh
hijau dan berbagai jenis buah maupun sayur. Sedangkan masalah medis yang
biasa dijumpai oleh orang bergolongan darah B adalah masalah sistem syaraf atau
kram, sakit kepala, pikun, parkinson dan diabetes mellitus (Zizousari dan Yuna
Chan, 2014:74). Makanan golongan darah B yang variatif dilatarbelakangi pula
dari sejarah munculnya golongan darah B yang harus membuat pertanian dan
perternakan untuk dapat bertahan hidup. Mayoritas golongan darah B tersebar
disekitar Asia Selatan (India, Afghanistan, Pakistan), Asia Tenggara (Thailand,
Vietnam, Kamboja), Timur Tengah (Iran, Irak) dan Cina. Pada kebanyakan
penduduk di wilayah-wilayah tersebut merupakan pengkonsumsi hasil
perternakan (susu dan keju) dan hasil pertanian (gandum dan kacang-kacangan)
28
Untuk mengurangi masalah dalam sistem syaraf pada golongan darah B,
dianjurkan untuk mengkonsumsi buah-buahan, misalnya semangka. Sedangkan
olahraga yang dianggap cocok dengan orang bergolongan darah B adalah renang,
tenis dan jalan kaki.
Berikut ini adalah karakter yang dimiliki oleh orang bergolongan darah B.
1. Tidak terlalu peduli dengan keadaan sekitar, bersikap semaunya
sendiri (my pace).
2. Mengharapkan banyak kebebasan.
3. Sangat tidak menyukai regulasi maupun ikatan.
4. Tidak terlalu menganggap peraturan dan metode, tidak terpaku pada
bentuk-bentuk adat sehingga membuat mereka terlihat seperti
orang-orang yang tidak konvensional.
5. Tidak menyukai bentuk salam yang hanya basa-basi, terkadang
terlihat kurang ramah, namun terkadang terlihat sangat ramah.
6. Cepat dalam mengambil keputusan, memilki pemikiran yang fleksibel.
7. Mempunyai banyak ide, mudah tertarik terhadap hal baru.
8. Hanya bergerak terhadap apa yang menjadi minatnya.
9. Dalam segala hal kurang memberikan perbedaan.
10. Memiliki sifak kemanusiaan yang melimpah.
11. Memiliki gejolak emosi yang berlimpah, tempramental.
12. Optimis terhadap masa depan (Nomi, 2009:57-58)
Orang bergolongan darah B, baik itu yang bersikap ramah ataupun yang
29
bebas. Meskipun mereka terlihat tidak memilki beban dan cepat beradaptasi
dengan wilayah baru, tapi mereka adalah termasuk orang-orang yang lambat
dalam bersosialisasi dengan orang lain, namun ada sebagian orang bergolongan
darah B yang sangat ramah sehingga mudah berteman dengan orang baru. Orang
bergolongan darah B dikenal juga sebagai individu yang tidak mau menyimpan
terlalu banyak di dalam pikirannya, sehingga mereka cenderung mengutarakan hal
apa pun yang dirasa mengganggu baik itu hal positif ataupun hal negatif. Hal ini
yang menyebabkan banyak orang yang salah paham dan menjadi tersinggung
kepada orang bergolongan darah B karena dianggap tidak peka dengan situasi.
Namun, hal yang paling tidak disukai dari orang dari golongan darah B adalah
sikapnya yang semaunya sendiri. Mendiang seorang penyanyi, Michael Jackson
yang dikenal sebagai The King of Pop memilki golongan darah B, semasa
hidupnya dikenal sebagai sosok yang nyentrik dan semaunya sendiri, dia juga
dianggap terlalu khawatir terhadap sesuatu, mudah teralihkan perhatiannya dan
sinis. Meskipun Michael Jackson terlihat hanya berbuat semaunya, namun ada sisi
kemanusiaan yang tinggi yang dimilikinya. Michael Jackson mendonasikan
sebagian besar kekayaannya untuk kegiatan sosial, dia bahkan mengasuh beberapa
anak dan merawatnya. Namun adapula hal yang dianggap negatif bagi
kebanyakan orang, misalnya pada saat dia berbagi makanan langsung dari wadah
yang sama dengan simpanse peliharaannya, operasi plastik yang dilakukannya
hingga tidak terhitung jumlahnya, dan beberapa hal lainnya yang tidak
konvensional.
Meskipun orang bergolongan darah B dapat mengatur emosinya, pada
30
suka berstrategi. Orang bergolongan darah B juga lebih menggunakan logikanya
dibandingkan perasaannya. Apabila ada orang bergolongan darah B yang
cenderung menuju ke arah kriminal, maka mereka adalah golongan orang yang
memilki kejahatan terencana dan lebih menonjol dibandingkan golongan darah
lainnya. Hal inilah yang menjadikan orang golongan darah B dianggap buruk.
2.2.4. Golongan Darah AB
Golongan darah AB merupakan golongan darah terakhir yang telah
beradaptasi terhadap lingkungan yang lebih modern. Kombinasi tipe A dan B
menyebabkan golongan darah AB lebih spiritual yang dapat memeluk segala
bentuk kehidupan. Jika golongan darah O dan B memilki sistem kekebalan yang
sangat kuat, maka sebaliknya golongan darah AB sistem kekebalannya rapuh
(Roesma, 2009:165).
Terbentuknya golongan darah AB yang merupakan perpaduan antara
golongan darah A dan B, maka dari segi kesehatan, golongan darah AB memilki
asam lambung yang rendah seperti golongan darah A, sehingga golongan darah
AB cocok dengan pola makan vegetarian, namun membutuhkan protein hewani
seperti golongan darah B. Kecocokan pola makanan AB tidak bisa ditentukan
karena masing-masing individu memilki karateristiknya sendiri. Masalah medis
golongan darah AB juga perpaduan dari masalah medis yang sering dialami oleh
golongan darah A dan B seperti kanker, jantung, anemia, depresi, masalah sistem
syaraf, parkinson, alzheimer, komplikasi hati dan empedu (Zizousari dan Yuna
Chan, 2014:79). Jumlah golongan darah AB yang hanya sekitar 5% di seluruh
31
jumlah, golongan darah AB terlihat sedikit lebih banyak di sekitar wilayah Asia
dibandingkan jumlah golongan darah AB di wilayah-wilayah lainnya. Hal ini
disebabkan karena golongan darah B yang menjadi salah satu pembentuk dari
golongan darah AB lebih dominan tersebar di wilayah Asia.
Golongan darah AB yang sering rentan depresi dianjurkan untuk
melakukan olahraga pagi, tetapi mereka juga dapat mengatasi stres mereka secara
spiritual. Mereka juga diajurkan mengonsumsi produk olahan susu setelah
berolahraga.
Berikut ini adalah karakter yang dimiliki oleh orang bergolongan darah
AB.
1. Sangat rasional, mendambakan kehidupan dimana mereka bisa
berguna bagi masyarakat.
2. Melihat sesuatu secara objektif, bersikap kritis, unggul dalam hal
analisis, dan dianggap cocok sebagai komentator.
3. Bersikap biasa saja terhadap keinginannya.
4. Menghidari dan tidak suka terlibat pertengakaran, menyukai kedamain.
5. Bijak, membeci orang yang munafik atau bermuka dua.
6. Mampu hidup rukun, bersosialisasi dengan baik terhadap lingkungan
sekitar.
7. Bersikap adil dengan pasangan, memperlakukan dengan lembut,
senantiasa memberikan sedikit jarak.
32
9. Suka berimajinasi, memilki hobi yang bersifat fantasi (Nomi,
2009:67-68)
Orang bergolongan darah AB terlihat mempunyai dua kepribadian. Pada
satu sisi orang bergolongan darah AB memiliki perasaan yang sensitif dan lembut.
Individu ini tidak akan bertingkah laku kasar meskipun mereka diperlakukan
secara kasar. Mereka dikenal dengan pribadi yang perhatian dan peduli terhadap
perasaan orang lain, serta senang membantu orang lain tanpa pamrih saat dimintai
bantuan oleh orang lain, sehingga mereka populer dengan kebaikan hatinya. Di
sisi lain, orang golongan darah AB terlihat bersikap keras dengan diri sendiri
maupun dengan orang-orang di sekitarnya., karena mereka memang dikarunia
keterampilan dalam pengendalian diri yang baik. Akibatnya, orang bergolongan
darah AB dinilai sebagai individu yang dingin dan tidak peduli pada urusan di
luar urusannya sendiri jika tidak ada orang lain yang meminta bantuannya secara
langsung. Golongan darah AB cenderung memilki pemikiran yang kritis, rasional
dan mendalam saat menghadapi suatu masalah. Akibatnya individu ini
membutuhkan waktu untuk menyendiri dalam memikirkan masalah yang dihadapi.
Golongan darah AB juga dianggap kelompok yang paling berpikir sehat
(rasional) diantara golongan darah lainnya. Mereka hidup dengan pandangan
mereka yang objektif, sehingga hal ini membuat kebanyakan dari orang
bergolongan darah AB enggan melakukan tindakan kejahatan. Menurut hasil
survei yang dilakukan oleh Nomi (2009:70), pada saat melakukan penelitian di
rumah tahanan daerah Nigata, tahanan yang bergolongan darah AB sedikit sekali
jumlahnya. Jumlah ini sudah melalui tahap perhitungan dengan jumlah total
33
perhitungan golongan darah lainnya. Hal ini dilakukan untuk mencapai akurasi
yang tinggi, mengingat jumlah golongan darah AB yang minoritas. Golongan
darah AB yang melakukan tindakan kejahatan atau negatif biasanya
melakukannya tanpa sengaja atau tanpa disadari oleh mereka, namun sebagian
kecil dari mereka memang melakukan tindakan negatif secara sengaja karena
untuk kepentingannya sendiri. Hal inilah yang cukup membingungkan dari orang
bergolongan darah AB yang membuat mereka terkadang mendapat respon negatif
dari orang di sekitarnya.
2.3. Pandangan Masyarakat Jepang Terhadap Ramalan Golongan Darah
Menurut Kementerian Pendidikan Jepang, penganut Shinto mencapai 107
juta orang dan Buddha sekitar 89 juta orang dan agama lainnya sekitar 10 juta
orang. Hal yang mengejutkan adalah total seluruh penganut agama di Jepang
berkisar 290 juta orang, atau dua kali lipat total penduduk Jepang yang hanya 127
juta orang. Hal ini terjadi karena mayoritas masyarakat Jepang adalah Politheis
atau menganut lebih dari satu aliran kepercayaan/agama, sehingga mereka
dilahirkan dan hidup hingga dewasa sebagai penganut Shinto, kemudian sebagian
diantaranya menikah dengan menggunakan upacara secara Kristen, dan meninggal
menggunakan upacara pemakaman agama Buddha. Menurut Haryanti (2013:163),
di luar agama tradisional tersebut (Shinto dan Buddha), saat ini banyak orang
Jepang beralih ke berbagai gerakan keagamaan populer, yang biasa
dikelompokkan dengan nama “Agama-agama Baru” (shinshūkyō).
Masyarakat Jepang merasa bahwa agama yang selama ini mereka anut
34
keyakinan yang penuh arti. Maka untuk mencari kebutuhan tersebut mereka
melihat di “tempat lain” dan berujung kepada suatu konsep kepercayaan rakyat
(minkan shinkō) yang bersifat takhayul (Reischauer, 1988:213-214).
Banyak masyarakat Jepang yang menaruh perhatian serius terhadap
hal-hal seperti hari keberuntungan, hari kesialan, astrologi, dan juga mempercayai
ramalan. Hal tersebut dikarenakan tipikal masyarakat Jepang lebih mementingkan
sesuatu yang mendukung kebutuhan dalam lingkungan sosial dibandingkan
hubungan langsung dengan Tuhan.
Dari sekian banyak jenis ramalan, ramalan golongan darah adalah salah
satu ramalan yang paling populer di kawasan Asia Timur (Jepang, Korea).
Ramalan golongan darah mulai berkembang pada sekitar Perang Dunia II, pada
saat itu Takeji Furukawa, seorang profesor di Sekolah Guru Perempuan membuat
penelitan mengenai golongan darah yang dapat membaca karakteristik pemiliknya.
Setelah menerbitkan hasil penelitiannya, masyarakat Jepang mulai terpengaruh
dan percaya terhadap penelitiannya. Meskipun hasil penelitian tersebut sempat
kehilangan kepopulerannya, karena dianggap hasil riset tersebut meragukan,
namun seorang jurnalis bernama Masahiko Nomi kembali mengangkat topik
mengenai kepribadian berdasarkan golongan darah sekitar tahun 1970-an, dan
menerbitkan beberapa buku best seller mengenai berbagai hal mengenai golongan
darah.
Kini, kategorisasi kepribadian berdasarkan golongan darah sudah cukup
mengakar di kebudayaan Jepang. Bahkan, masyarakat Jepang sudah punya istilah
35
2008 menunjukkan 75% masyarakat Jepang mempercayai konsep ini. Walaupun
sekarang sudah banyak pengembangannya pada detil interaksi kehidupan
sehari-hari, sebagai gambaran, berikut deskripsi umum kepribadian berdasarkan
golongan darah yang banyak dipercaya orang Jepang.
1. Golongan Darah O: Samurai yang Berkemauan Keras (30% populasi Jepang)
Golongan darah O berusaha untuk menjadi pahlawan pada setiap situasi.
Golongan darah O adalah pemimpin yang alami dan selalu berusaha
menyenangkan hati orang lain. Mereka sangat kompetitif dan pekerja
keras.
2. Golongan Darah A: Pekerja Ideal yang Berperilaku Baik (40% populasi Jepang)
Golongan darah A merupakan role model sempurna karena mereka selalu
berusaha untuk sukses, kebaikan, dan bersikap sopan. Meskipun gologan
darah A bisa mudah stres dan mencemaskan banyak hal, golongan darah A
akan mencoba untuk tetap bersama-sama dan melakukan yang terbaik
yang mereka bisa demi ketertiban dan demi orang yang mereka cintai
selama situasi krisis.
3. Golongan Darah B: Pedagang Bersahaja dan Pemberontak (20% populasi Jepang)
Golongan darah B adalah pemberontak yang tidak bisa dijinakkan
(dianggap kurang cocok kerja di perusahaan, lebih baik kerja sendiri
sebagai pedagang). Punya semangat dan fokus yang tinggi, golongan darah
36
keras kepala, dan sulit untuk bergaul, golongan darah B selalu menjadi
dirinya sendiri tidak peduli apa yang dikatakan dunia.
4. Golongan Darah AB: Seniman Sensitif (10% populasi Jepang)
Golongan darah AB dianggap memiliki karakter yang unik. Mereka
terkenal dengan kepribadian gandanya, terkadang malu-malu, supel,
rasional, irasional, tenang, dan tak terarah. Golongan darah AB adalah bola
energi yang tak terduga kepribadiannya. (https://www.zenius.net/blog
/8786/golongan-darah-sifat-kepribadian)
Golongan darah telah memasuki berbagai aspek dalam kehidupan
masyarakat Jepang, dari urusan karir hingga asmara. Pada tahun 1990 di Harian
Asahi, surat kabar nasional Jepang, Mitsubishi Electronics mengumumkan bahwa
tim mereka seluruhnya terdiri dari tipe pekerja AB yang telah dipilih karena
"kemampuan mereka untuk membuat rencana." Tidak sedikit perusahaan di
Jepang yang menanyakan golongan darah pada saat wawancara dengan calon
karyawan. Dalam percintaan, banyak biro jodoh yang menawarkan jasa
perhitungan kecocokan dengan pasangan berdasarkan golongan darah. Tanpa jasa
biro jodoh pun, kaum muda di Jepang juga saling bertukar informasi golongan
darah mereka pada kencan pertama. Karena pentingnya untuk mengenali karakter
orang lain, masyarakat Jepang sering terkejut jika bertemu warga negara asing
yang berlibur atau bekerja di Jepang tidak mengetahui golongan darahnya sendiri
ketika ditanya.
Golongan darah bisa juga dikatakan bisnis yang laku di Jepang. Pada
37
kepribadian berdasarkan golongan darah. Topik ini juga sering terlihat di berbagai
manga atau anime Jepang, siaran televisi sebagai ramalan di pagi hari, artikel
khusus di majalah, buku diet, bahkan dalam beberapa kasus, ada kelas-kelas TK
di Jepang kadang dibagi berdasarkan golongan darah sehingga diharapkan teknik
pengajaran dan didikan anak dapat disesuaikan dengan kepribadian individunya.
Selain itu, muncul pula produk-produk yang berhubungan dengan golongan darah
di pasaran, untuk makanan misalnya, teh diet, vitamin, snack, kopi, dan coklat.
Produk makanan tersebut dibuat sesuai dengan kebutuhan gizi dari
masing-masing golongan darah. Selain itu, ada juga produk kosmetik seperti garam mandi,
body cream, dan lotion yang kandungannya juga dibuat sesuai dengan golongan
darah. Hal yang lebh menarik lagi, di pasaran Jepang juga muncul bulu mata palsu
untuk wanita yang dikhususkan menarik perhatian pria bergolongan darah A. Pria
golongan darah A yang menjadi incaran banyak wanita di Jepang sehingga
membuat produk bulu mata palsu tersebut akhirnya diciptakan dan dipasarkan.
Pada tahun 2006, surat kabar New York Times melaporkan keanehan,
hampir semua pemain bisbol Amerika kelahiran Jepang (kecuali untuk Ichiro
Suzuki) bergolongan darah O. Budaya Jepang melihat kelompok golongan darah
O sebagai tipe "pejuang/samurai pemberani". Mereka percaya apabila ada atlet
yang tidak bergolongan darah O, akan sulit “menjual” pemain itu ke penggemar.
Tim softball perempuan yang memenangkan emas untuk Jepang di Olimpiade
Beijing tahun 2008 juga dilaporkan menggunakan golongan darah untuk
menyesuaikan pelatihan untuk setiap pemain.
Kepercayaan golongan darah ini bahkan mempengaruhi politik. Salah satu
38
mengungkapkan di profil resminya bahwa dia bergolongan darah A, sementara
saingan oposisinya, Ichiro Ozawa, bergolongan darah B. Pada tahun 2011,
seorang menteri di Jepang, Ryu Matsumoto, dipaksa mengundurkan diri, ketika
pernyataan keras dan kasarnya kepada pejabat lokal ditayangkan di televisi
nasional. Dalam pidato pengunduran dirinya, ia menyalahkan sikapnya yang
emosional itu pada kenyataan bahwa ia bergolongan darah B. Selain itu, ada
banyak laporan bahwa penggunaan golongan darah telah mengakibatkan kasus
intimidasi, bullying pada orang dengan golongan darah AB (kelompok minoritas
10% di Jepang) di lingkungan SMA, hilangnya kesempatan berkarir, hingga
berakhirnya hubungan asmara yang bahagia hanya karena masalah golongan
darah.
Kebiasaan orang Jepang mempercayai ramalan golongan darah dan
menerapknnya dalam kehidupan bermasyarakat bukannya tanpa alasan, karena
ramalan itu sendiri merupakan salah satu bentuk ajaran dari agama Shinto ataupun
Shinshūkyō (agama-agama baru). Selain itu, masyarakat Jepang merupakan
masyarakat yang homogen yang artinya mereka menjunjung tinggi persamaan.
Masyarakat homogen adalah masyarakat yang memilki kesamaan SARA (Suku,
Agama, Ras, Antar golongan). Hal inilah yang menyebabkan masyarakat Jepang
senang mengkategorikan sesuatu berdasarkan persamaan dan perbedaannya.
Meskipun persamaan merupakan hal yang dijunjung tinggi di negara ini, tetapi
mereka senang mencari perbedaan kecil diantara persamaan itu untuk mengenali
seseorang. Terkadang hal tersebut bisa memancing rasisme terhadap golongan
minoritas. Maka dari itu di Jepang dikenal dengan istilah burahara yang artinya