Steven Tryadi Edijanto, Leo Willyanto Santoso, Alexander Setiawan Portal Garuda
Latar
Belakang
Musuh utama pada gigi yakni “Plak”
Disebabkan oleh
Merokok Mengunyah Tembakau
Sikai gigi tidak benar Maka, harus ditangani secara cepat karena gigi juga merupakan bagian dari kesehatan tubuh secara keseluruhan
Penanganan agar gigi sehat
1. Jaga pola makan
2. Jangan banyak memakan gula
3. Jangan banyak memakan yang sisa makanannya melekat pada gigi misalnya coklat
4. Melakukan pembersihan karang gigi
5. Kunjungan ke dokter 6 bulan sekali, baik ada keluhan maupun tidak
Tujuan Penelitian
Data yang digunakan
Agar nantinya sistem yang dibuat dapat membantu pasien terlebih saat mengantri supaya tidak jenuh dan bosan. Aplikasi ini dapat membantu mendiagnosa penyakit gigi dan kita dapat mengetahui cara mengantisipasi jika kita memiliki penyakit gigi.
Data Primer
Data Sekunder
Wawancara dengan Pakar.
Buku penunjang, inferensi situs internet dan lainnya.
Metode/Teknik yang diterapkan
Metode
Artificial Intelegence Metode
Modus Ponen Metode Inferensi Forward Chaining
Hasil dan Pembahasan Diskusi
Aplikasi sistem pakar yang dibuat itu hasilnya akan sesuai dari pengumpulan data, desain sistem, context diagram, data flow diagram (DFD) Level 0, conceptual ERD, flowchart pengecekan premis dan rule alur yang digambarkan pada flowchart mengenai pengecekan premis dan
Aplikasi ini dibuat berbasis web (PHP) dengan menggunakan Dreamweaver dan XAMPP sebagai server database MYSQL dan hasilnya dapat dilihat seperti dibawah ini terdapat daftar semua penyakit gigi dan perawatannya.
Kesimpulan
1. Aplikasi sudah didesain untuk dapat mendiagnosa penyakit gigi dan perawatannya yang berdasarkan gejala-gejala yang dipilih sesuai dengan input user.
2. Program aplikasi sistem pakar ini dapat memberikan sebuah informasi tentang nama penyakit gigi, gambar penyakit, perawatan, dan pencegahannnya yang disertai dengan Certainty Factor CF mulai dari 0,4 – 0,8.
3. Sistem Diagnosa Aplikasi ini 100% Efisien.
4. Kelengkapan Aplikasi ini 33,33% Sangat Efisien. 5. Fungsi Fasilitas Aplikasi ini 100% Efisien.
6. Penggunaan Aplikasi Keseluruhan ini 33,33% Sangat Efisien. 7. Fungsi dan kegunaan dari fasilitas yang ada 100% Efisien.
IMPLEMENTASI SISTEM PAKAR DIAGNOSA
PENYAKIT GIGI DAN MULUT MENGGUNAKAN
METODE
HYBRID CASE-BASED
DAN
RULE-BASED
REASONING
M. Abdurrachman Irfandi, Ade Romadhony, Siti Saadah Indonesia Symposium on Computing 2015
Presented By :
Masyarakat
Kurang perhatian terhadap penyakit gigi dan mulut
Hanya memeriksakan setelah mendapat sakit yang cukup
mengganggu aktifitas
Mengolah informasi mengenai gejala-gejala penyakit gigi dan mulut yang ada lalu menerapkan
Rule Based Reasoning dan Case Based Reasoning
ke dalam sistemnya kemudian mengeveluasi performasinya.
Latar Belakang
Data yang digunakan
Metode yang digunakan
Nilai Kesamaan (Similarity Value)
Solusi penyakit yang didapatkan disaring dengan
Jaccard Similarity
Hamming Similarity Cosine Similarity Hybrid Case Based – Rule Based Reasoning
Penyebab penyakit :
Didapat dari hasil wawancara dengan pakar
Dataset Kasus :
Sebagai knowledge base pada case based reasoning untuk mendeteksi penyakit yang ada pada pasien
Dataset Penyebab :
Sebagai knowledge base pada case based reasoning untuk mendeteksi penyebab dari munculnya penyakit
Dataset Pengujian :
Digunakan untuk menguji sistem apakah dapat mendeteksi penyakit dan penyebab dengan benar
Hasil dan Pembahasan Diskusi
Pada penelitian ini ada 6 skenario pengujian yaitu :
1. Implementasi sistem pakar menggunakan Rule Based Reasoning (RBR) menggunakan rule berdasarkan hasil wawancara
2. Implementasi sistem pakar menggunakan Rule Based Reasoning (RBR) menggunakan rule berdasarkan pembuatan ID3 decision tree
3. Implementasi sistem pakar menggunakan Hybrid Rule Based – Case Based Reasoning dengan Jaccard Similarity
4. Implementasi sistem pakar menggunakan Hybrid Rule Based – Case Based Reasoning dengan Hamming Similarity
5. Implementasi sistem pakar menggunakan Hybrid Rule Based – Case Based Reasoning dengan Cosine Similarity
6. Implementasi Case Based Reasoning dalam mendeteksi penyebab
Metode Hybrid mendapatkan diagnosis benar lebih besar dibandingkan metode
Rule Base Reasoning sendiri, hal ini dikarenakan metode Hybrid saling memberikan solusi sehigga pemilihan solusi jadi lebih banyak dibandingkan metode yang berdiri sendiri
Dari hasil pengujian tersebut
didapatkan bahwa :
Kesimpulan
1. Tingginya akurasi Cosine Similarity di sini membuktikan bahwa Cosine Similarity lebih handal dalam memproses suatu kasus persamaan
2. Rule based reasoning menggunakan ID3 mempunyai akurasi lebih baik dibandingkan dengan Rule based reasoning menggunakan hasil wawancara.
3. Sistem pakar dengan metode Hybrid Rule Based – Case Based Reasoning memiliki akurasi lebih tinggi dibandingkan dengan sistem pakar dengan metode Rule Based Reasoning saja. Hal ini dikarenakan solusi yang dimunculkan metode Hybrid lebih banyak dibandingkan dengan Rule Based Reasoning sendiri
SISTEM PAKAR PENYAKIT GIGI DAN
MULUT MENGGUNAKAN METODE
FORWARD CHAINING
Penulis : Fetty Anggraeni
Jurnal Publikasi : Portal Garuda Tahun Terbit : 2014
Presented By :
Latar
Belakang
Adalah—
Penerapan ilmu komputer di bidang kedokteran sudah banyak berkembang, ilmu komputer membantu dokter untuk menganalisa hasil scan, mamografi, dan lain-lain. Jurnal ini menerapkan ilmu komputer di bidang kedokteran terutama untuk masalah penyakit gigi dan gusi dengan menggunakan konsep sistem pakar. Sistem pakar merupakan suatu sistem berupa
software komputer dimana komputer dibuat berfikir seakan-akan seperti pakar/ahli dalam bidangnya.
Gigi dan mulut adalah organ-organ tubuh yang ada pada wajah. Keduanya sangat vital keberadaannya. Penyakit yang menyerang gigi dan mulut menimbulkan efek yang sangat berarti, seperti misalnya masalah penampilan. Dengan latar belakang tersebut diperlukan sistem pakar yang dapat membantu pasien mengetahui penyakit tanpa perlu melakukan konsultasi langsung dengan dokter.
Tujuan penelitian jurnal ini adalah membuat suatu
aplikasi untuk membantu dokter dalam mendokumentasikan
ilmu dan pengalaman kedokteran yang dimiliki dan membantu
pasien memperoleh diagnosa penyakit yang diderita lebih cepat
dan murah.
Tujuan
Data yang
digunakan
?
Mengumpulkan data tentang penyakit gigi dan mulut,
melalui wawancara langsung dengan seorang pakar,
buku-buku literatur kedokteran, dan media informasi
yang lain.
Sesuai dengan judulnya, jurnal ini menggunakan metode inferensi
fordward chaining, yaitu penelusuran dimana diketahui fakta-fakta yang ada untuk menunjang pengambilan kesimpulan. Fakta-fakta yang digunakan dalam penelitian ini adalah gejala-gejala yang dirasakan pasien, sedangkan kesimpulannya adalah hasil diagnosa penyakit.
Metode/Teknik
Aplikasi ini menggunakan software Borland Delphi 7.0 dengan basis data paradox untuk menyimpan seluruh basis aturan. Proses fordward chaining dilakukan dengan bantuan proses basis data querying.
Uji coba aplikasi dilakukan untuk menguji keakuratan analisa sistem pakar terhadap masukan dari pengguna berupa gejala-gejala penyakit. Sistem ini dapat menghasilkan diagnosa berupa nama penyakit yang menyerang bagian bibir, lidah, dan juga gigi.
Hasil dan
Pembahasan
?
Jika tidak sesuai dengan masukan pengguna maka
software tidak bisa melacak atau tidak bisa memperoleh kesimpulan akhir penyakit yang diderita. Selain menampilkan hasil diagnosa, software ini juga menampilkan solusi berupa cara pengobatan yang sesuai dengan data gejala penyakit yang sesuai masukan pengguna, dan langkah-langkah pencegahan.
Kesimpulan
Dengan dibuatnya sistem pakar ini bisa membantu
para dokter spesialis gigi dan mulut untuk membuat data
statistik tentang penyakit yang dialami pasien
S I S T E M P A K A R U N T U K
M E N D E T E K S I P E N Y A K I T G I G I
P A D A M A N U S I A
F E T T Y N U R L A E L A N O V E M B E R 2 0 1 3 A P M M I . O R G Presented By :Latar Belakang
Gigi adalah organ tubuh yang berperan penting dalam
Tujuan Penelitian
Membuat sistem pakar yang
mendokumentasikan ilmu dari dokter gigi
yang nantinya digunakan oleh perawat untuk
mendeteksi penyakit gigi.
Data yang digunakan
Wawancara langsung kepada dokter gigi Observasi
Dan mencari permasalahan langsung langsung ke Puskesmas Kedungbendo Kecamatan Arjosari untuk
Metode/Teknik Yang Diterapkan
Metode yang diterapkan adalah metode Forward Chaining metode yang dapat melakukan pencarian atau penarikan kesimpulan yang berdasarkan pada data atau fakta yang ada
menuju ke kesimpulan, penelusuran dimulai dari data yang ada lalu bergerak maju melalui premis-premis untuk menuju ke kesimpulan.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah sistem pakar untuk mendeteksi penyakit gigi pada manusia dengan memanfaatkan komputer sebagai alat bantu untuk
Kesimpulan
1. Menghasilkan sistem pakar untuk
mendeteksi penyakit gigi pada
manusia berbasis desktop.
2. Memberikan informasi mengenai
jenis penyakit yang diderita pasien
berdasarkan gejala - gejala yang
diberikan.
3. Data dapat dengan mudah di update
atau ditambah oleh pakar apabila
ditemukan data baru.
PENERAPAN
FUZZY INFERENCE
SYSTEM
TAKAGI-SUGENO-KANG PADA
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT
GIGI
Lutfi Salisa Setiawati, Irwan Budiman, Oni Soesanto Kumpulan jurnaL Ilmu Komputer (KLIK)
Published date : 01 Februari 2016
Latar belakang
Sistem pakar gigi pada umumnya hanya menghasilkan keputusan dengan menampilkan jenis penyakit setelah user memilih gejala-gejala yang dirasakan setelah melakukan cek diagnosa. Padahal jika ada keterangan tingkat keparahan maka akan dapat diketahui presentase dari keparahan penyakit yang diderita.
Pada penelitian ini dilakukan
penambahan tingkat keparahan pada sistem pakar gigi. Salah satu metode yang dipakai untuk pemecahan
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah metode Fuzzy Inference System Takagi-Sugeno-Kang dapat diterapkan pada sistem pakar dalam memberikan diagnosa penyakit gigi.
Data yang digunakan
Data yang diambil untuk penelitian ini adalah dilakukannya penambahan data pada tingkat keparahan penyakit yang diderita pasien pada sistem pakar gigi.
Metode yang diterapkan
Logika
Fuzzy Fuzzy Inference
System Takagi-Sugeno-Kang
Rumus Metode
Takagi-Sugeno-Kang
Hasil dan pembahasan
Akuisisi Pengetahuan
Range Interval Tingkat Keparahan Penyakit Range Interval Tiap Gejala
Hasil dan pembahasan (2)
Hasil dan pembahasan (3)
kesimpulan
Dari hasil pengujian antara sistem dengan pakar, didapatkan ketepatan hasil tingkat
keparahan diagnosa penyakit gigi sebesar 71,43%. Jadi dapat disimpulkan bahwa
metode
Fuzzy Inference System Takagi-Sugeno-Kang
dapat diterapkan pada sistem
pakar dan dapat memberikan diagnosa penyakit gigi.
PENGEMBANGAN
SISTEM PAKAR PADA
PERANGKAT
MOBILE
UNTUK
MENDIAGNOSA
PENYAKIT GIGI
Bambang Yuwono
UPN ”Veteran” Yogyakarta, 22 Mei 2010
Presented By :
Latar Belakang
Ketidakhadiran seorang dokter gigi.
Keterbatasan dokter gigi dalam mengidentifikasi
penyakit.
Jauhnya posisi pasien dari tempat pelayanan
kesehatan.
Proses penyembuhan menjadi lama dan dapat mengakibatkan hal yang
fatal bagi pasien
SISTEM PAKAR PADA PERANGKAT MOBILE UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT GIGI SOLUSI P E N Y E B A B
Abstrak
Teknologi Wireless Application Protocol (WAP). SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOS A PENYAKIT GIGI Metode Inferensi Backward Chaining, Metode Penelusuran Depth First Search danPohon Keputusan.
Apa yang digunakan?
Abstrak (2)
SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOS A PENYAKIT GIGI Apa yang dihasilkan?Kemudahan bagi user dalam melakukan proses konsultasi, karena pertanyaan gejala yang diajukan hanya terkait penyakit yang dialami.
Kemudahkan bagi admin untuk melakukan update basis aturan, karena adanya fitur halaman edit basis aturan yang dapat digunakan untuk menambah, mengupdate dan menghapus penyakit, gejala dan pengobatannya.
Metode Penelitian
Analisis dan Perancangan Studi Literatur
Implementasi
Uji Coba dan Evaluasi
Pengumpulan informasi dan literatur yang diperlukan.
Analisis serta desain yang diperlukan dalam membuat sistem.
Implementasi rancangan yang sudah dibuat menggunakan PHP, WML
dan MYSQL sebagai databasenya.
Uji coba dan evaluasi terhadap sistem serta akan dilakukan perbaikan yang diperlukan.
Hasil dan Pembahasan
Kesimpulan
Sistem pakar ini memudahkan user dalam melakukan proses konsultasi, karena pertanyaan gejala yang diajukan hanya terkait penyakit yang dialami. Selain itu,
masyarakat awam juga dapat memanfaatkan aplikasi ini dengan mudah untuk mengetahui jenis penyakit gigi yang dialami, karena tampilan yang mudah dimengerti
Oleh : Dewi Seruni &
Linda Suvi Rahmawati APLIKASI SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT PADA GIGI Jurnal Teknologi Informasi Vol. 5 No. 1 Presented By : Ari Suntia [1441177004113]
Latar Belakang
Kesehatan merupakan hal yang berharga bagi manusia, karena siapa saja dapat mengalami gangguan kesehatan termasuk pada gigi. Gigi sangat rentan pada kuman, gigi itu sendiri walaupun kecil dan terkadang kurang mendapat perhatian, mempunyai pengaruh kesehatan pada manusia, karena dari gigi yang bermasalah dapat menimbulkan penyakit-penyakit lain yang mempunyai tingkat bahaya lebih tinggi, namun hal yang patut disayangkan karena tingkat kepedulian masyarakat pada kesehatan gigi umumnya rendah. Sehingga mereka tidak memperdulikan kesehatan gigi mereka sendiri.
Tujuan Penelitian
Untuk mempermudah dan mempercepat mendiagnosa penyakit pada gigi berdasarkan gejala-gejala yang dirasakan oleh masyarakat
Menambah wawasan dan pengetahuan tentang gigi untuk membuat aplikasi sistem pakar diagnosis pada penyakit gigi
Bagi Peneliti
Memudahkan masyarakat untuk memperhatikan atau memperdulikan kesehatan giginya.
Bagi Masyarakat
Dengan menggunakan sistem pakar ini, diharapkan masyarakat dapat memperhatikan atau
memperdulikan kesehatan gigi.
Kuisioner
Observasi Wawancara dengan
Dokter Gigi
Data yang Digunakan Teknik yang Digunakan
Dalam mendiagnosis suatu penyakit, perlu diketahui terlebih dahulu gejala yang timbul. Berdasarkan metode yang digunakan yaitu forward chaining setelah itu dilanjutkan dengan kesimpulan (nama penyakit) dan solusi-solusinya. Pengguna aplikasi ini akan mengetahui penyakit dilihat dari gejala yang terjadi pada pasien atau masyarakat, dan kemudian akan diberikan solusi-solusi untuk jenis penyakit. Perancangan Sistem Sistem yang diusulkan adalah sebagai berikut : Analisis masalah menggunakan UML (Unified Modeling Language) Analisa Aktor
1. User
Membuka beranda, Membuka penyakit, Membuka diagnosa, Membukahelp
2. Administrator
Login, Menerima data penyakit,Input data penyakit, Input gejala
Hasil
Sistem yang dibangun, memiliki beberapa fitur yang memberikan deskripsi tentang beberapa
penyakit gigi dan gejala yang diderita, juga fitur menu diagnosa.
Kesimpulan
Setelah membaca jurnal ini, dapat disimpulkan bahwa sistem pakar ini dapat memberikan hasil prediksi tentang penyakit gigi yang sedang dialami oleh pasien, sistem ini juga memberikan informasi mengenai bagaimana penanganannya.