• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. UMUM. a. Pendirian dan Informasi Umum

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "1. UMUM. a. Pendirian dan Informasi Umum"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

1. UMUM

a. Pendirian dan Informasi Umum

PT Bank ICB Bumiputera Tbk. (d/h PT Bank Bumiputera Indonesia Tbk ) ( selanjutnya disebut “Bank” atau “Perseroan”) didirikan secara sah di Jakarta berdasarkan Akta Pendirian nomor 49 tanggal 31 Juli 1989, dibuat dihadapan Sri Rahayu, pada waktu itu Notaris di Jakarta dan telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-7223-HT.01.01-Th’89 tanggal 9 Agustus 1989, didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No. 692/Not./1989/PN.JKT.SEL tanggal 24 Agustus 1989 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 75 tanggal 19 September 1989, Tambahan No. 1917/1989.

Bank mulai beroperasi secara komersial sebagai bank umum pada tanggal 12 Januari 1990 berdasarkan keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.10/KMK.013/1990 tanggal 4 Januari 1990 tentang Pemberian Izin Usaha PT Bank Bumiputera Indonesia dan Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No.22/1147/UPPS/PSbD tanggal 20 Januari 1990 tentang Pemberian Izin Usaha sebagai Bank Umum kepada PT Bank Bumiputera Indonesia .

Berdasarkan Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No.30/146/KEP/DIR tanggal 5 Desember 1997, Bank secara resmi mulai beroperasi sebagai Bank Devisa dari tanggal 5 Desember 1997.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.S-485/MK.03/1998 tanggal 8 September 1998, Bank memperoleh status sebagai Bank Persepsi dan Bank Devisa Persepsi Kas Negara untuk menerima setoran-setoran pajak dan bukan pajak.

Selanjutnya, Anggaran Dasar Bank telah diubah seluruhnya dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 40 tanggal 11 April 2001, dibuat dihadapan Ny. Poerbaningsih A.W., S.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-00142 HT.01.04.TH.2001 tanggal 17 April 2001 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Departemen Perindustrian dan Perdagangan Kodya Jakarta Selatan di bawah No. 340/BH.09.03/VI/2001 tanggal 30 April 2001 serta telah diumumkan dalam Berita Negara RI tanggal 17 Juli 2001 No. 57 Tambahan No. 4670. Perubahan tersebut termasuk perubahan status Perseroan sehingga sejak tanggal persetujuan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tersebut nama Perseroan berganti menjadi PT Bank Bumiputera Indonesia Tbk.

Bank telah memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (“BAPEPAM”) atas Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan tanggal 27 Juni 2002 dan telah melakukan Penawaran Umum Perdana Saham, dengan jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 500.000.000 (lima ratus juta) saham dengan nilai nominal Rp100,00 (seratus Rupiah) per saham dan harga penawaran sebesar Rp120,00 (seratus dua puluh Rupiah) per saham. Pencatatan saham tersebut dilakukan di Bursa Efek Jakarta pada tanggal 15 Juli 2002.

Berdasarkan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (”RUPSLB”) tanggal 15 Desember 2005 yang dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan RUPSLB No.18 tanggal 15 Desember 2005 yang dibuat dihadapan DR. A. Partomuan Pohan, SH, LLM, Notaris di Jakarta dan pernyataan efektif dari BAPEPAM tanggal 23 November 2005 dengan Surat No.S-3278/PM/2006 serta persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No.C-34313 HT.01.04.TH.2005 tanggal 23 Desember 2005 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 2 tanggal 6 Januari 2006 Tambahan Berita Negara No. 214. Bank melakukan peningkatan modal modal dasar dari Rp500.000.000.000,- (lima ratus milyar Rupiah) menjadi Rp2.000.000.000.000,- (dua triliun Rupiah) dan modal disetor dari Rp200.000.000.000,- (dua ratus milyar Rupiah) menjadi Rp500.000.000.000,- (lima ratus milyar Rupiah) melalui Penawaran Umum Terbatas I (”PUT I”) kepada para pemegang saham dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“HMETD”) sejumlah 3.000.000.000

(2)

1. UMUM (lanjutan)

a. Pendirian dan Informasi Umum (lanjutan)

(tiga milyar) saham baru dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) per saham yang ditawarkan dengan harga penawaran Rp100,- (seratus Rupiah) per saham dan penerbitan 666.666. 654 (enam ratus enam puluh enam juta enam ratus enam puluh enam ribu enam ratus lima puluh empat) Waran Seri I yang menyertai saham baru tersebut yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi pemegang saham Perseroan dan/atau pemegang HMETD yang melaksanakan HMETD-nya dengan nilai nominal Rp100 (seratus rupiah) per saham dan dengan harga pelaksanaan Rp120,- (seratus dua puluh Rupiah) per saham yang dapat dilaksanakan selama periode pelaksanaan Waran Seri I yaitu mulai tanggal 3 Juli 2006 sampai dengan 30 Desember 2010.

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”) No. 11 tanggal 4 Juni 2008 yang dibuat dihadapan Dr. Amrul Partomuan Pohan, S.H., LL.M., Notaris di Jakarta, akta mana telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-37427.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 1 Juli 2008, dan telah didaftarkan pada Daftar Perseroan dibawah No.AHU-0054164.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 1 Juli 2008, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.72 tanggal 5 September 2008, Tambahan No.16919, akta mana merubah keseluruhan anggaran dasar Bank dan menyesuaikan dengan Undang-undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas;

Anggaran dasar Bank terakhir kali diubah berdasarkan Akta Berita Acara RUPST No. 7 tanggal 17 April 2009 yang dibuat oleh Dr. Amrul Partomuan Pohan, S.H., LL.M., Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya tertanggal 26 Mei 2009 No.AHU-22959.AH.01.02.Tahun 2009 dan telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No.AHU-AH.01.10-15599 tanggal 11 September 2009 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.56 Tambahan No.18380/2009 tanggal 14 Juli 2009, tentang perubahan tempat kedudukan Perseroan, perubahan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris, penyesuaian Anggaran Dasar Perseroan dengan Peraturan Bapepam-LK No.IX.J.1 serta perubahan tempat kedudukan Perseroan dari Jakarta Selatan menjadi bertempat kedudukan hukum di Jakarta Pusat dan perubahan nama Perseroan menjadi PT Bank ICB Bumiputera Tbk.

Selanjutnya berdasarkan surat keputusan Gubernur Bank Indonesia No.11/45/KEP.GBI/2009 tanggal 11 September 2009 izin usaha atas nama PT Bank Bumiputera Indonesia Tbk. dialihkan menjadi izin usaha atas nama PT Bank ICB Bumiputera, Tbk.

Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Bank, maksud dan tujuan Perseroan ialah menjalankan usaha di bidang bank umum.

Kantor pusat Bank beralamat di Menara ICB Bumiputera, Jl. Probolinggo No.18 Menteng, Jakarta Pusat 10350. Pada tanggal 30 September 2010, Bank memiliki 16 kantor cabang, 28 kantor cabang pembantu, 60 kantor kas dan 5 Payment Point yang seluruhnya berlokasi di Indonesia.

Pada tanggal 30 September 2010 dan 2009 jumlah karyawan masing-masing sebanyak 1.549 dan 1194 karyawan.

Susunan pengurus Bank pada tanggal 30 September 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut:

DEWAN KOMISARIS 2010

Presiden Komisaris

(Komisaris Independen) Dato Mat Amir bin Jaffar

Komisaris Naimah binti Abdul Khalid

Komisaris Tai Terk Lin *)

(3)

1. UMUM (lanjutan)

a. Pendirian dan Informasi Umum (lanjutan)

DEWAN KOMISARIS 2010

Komisaris Independen Ria Budiweni Sumiati Pardede Komisaris Independen Bambang Setijoprodjo

DEWAN KOMISARIS 2009

Presiden Komisaris

(Komisaris Independen) Dato Mat Amir bin Jaffar

Komisaris Naimah binti Abdul Khalid

Komisaris Independen Herald Tonny Hasiholan Bako Komisaris Independen Ria Budiweni Sumiati Pardede Komisaris Independen Bambang Setijoprodjo

Kecuali Tai Terk Lin, seluruh anggota Dewan Komisaris Bank periode 30 September 2010 telah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia berturut-turut Dato’ Mat Amir bin Jaffar sesuai surat No.10/181/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 9 Desember 2008, Naminah binti Abdul Khalid sesuai surat No.9/27/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 29 Maret 2007, Herald Tonny Hasiholan Bako sesuai surat No.10/106/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 21 Juli 2008, Ria Budiweni Sumiati Pardede sesuai surat No.10/181/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 9 Desember 2008 dan Bambang Setijoprodjo sesuai surat No.11/72/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 10 Juni 2009.

DIREKSI 2010

Presiden Direktur Sridhar Natarajan Wakil Presiden Direktur Dian A. Soerarso Direktur Kepatuhan Yosef A.B. Badilangoe

Direktur Tay Un Soo

Direktur Jap Hartono

Direktur Stephanus Sungkowo Adi Wikarto

Direktur Rajuendran Marrapan *)

DIREKSI 2009

Presiden Direktur Sridhar Natarajan Wakil Presiden Direktur Dian A. Soerarso Direktur Kepatuhan Yosef A.B. Badilangoe

Direktur Tan Khen Lian

Direktur Tay Un Soo

Direktur Jap Hartono

Direktur Stephanus Sungkowo Adi Wikarto

Kecuali Rajuendran Marrapan, seluruh anggota Direksi Bank periode 30 September 2010 telah mendapat persetujuan Bank Indonesia berturut-turut Sridhar Natarajan sesuai surat No.11/63/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 22 Mei 2009, Dian A. Soerarso sesuai surat No.9/93/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 31 Juli 2007, Yosef A.B. Badilangoe sesuai surat No.11/62/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 18 Mei 2009, Tan Khen Lian sesuai surat No.7/100/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 29 November 2005, Jap Hartono sesuai surat No.11/63/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 22 Mei 2009 dan Tay Un Soo serta Stephanus Sungkowo Adi Wikarto sesuai surat No.11/111/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 21 Agustus 2009.

(4)

1. UMUM (lanjutan)

a. Pendirian dan Informasi Umum (lanjutan)

Susunan komite audit Bank pada tanggal 30 September 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut :

KOMITE AUDIT 2010

Ketua Herald Tonny Hasiholan Bako

Anggota Soenarso Soemodiwirjo

Arini Imamawati

KOMITE AUDIT 2009

Ketua Herald Tonny Hasiholan Bako

Anggota Peter Choo Eng Kong

Soenarso Soemodiwirjo b. Penawaran Umum Efek Bank

Penawaran Umum Perdana Saham

Pada tanggal 27 Juni 2002, Bank memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM dengan suratnya No. S-1402/PM/2002 untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham sejumlah 500.000.000 (lima ratus juta) saham Bank kepada masyarakat. Nilai nominal per saham Rp100,- (seratus Rupiah) dengan harga penawaran sebesar Rp120 (seratus dua puluh Rupiah) per saham. Pencatatan saham tersebut dilakukan di Bursa Efek Jakarta pada tanggal 15 Juli 2002.

Penawaran Umum Terbatas I Saham

Berdasarkan hasil keputusan RUPSLB tanggal 15 Desember 2005 yang dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan RUPSLB No. 18 tanggal 15 Desember 2005 yang dibuat dihadapan DR. A. Partomuan Pohan, SH, LLM, Notaris di Jakarta dan pernyataan efektif dari BAPEPAM tanggal 23 November 2005 dengan Surat No. S-3278/PM/2006, Bank melakukan PUT I kepada para pemegang saham dalam rangka penerbitan HMETD sejumlah 3.000.000.000 (tiga Milyar) saham baru dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) per saham yang ditawarkan dengan harga penawaran Rp100,- (seratus Rupiah) per saham dan penerbitan 666.666. 654 (enam ratus enam puluh enam juta enam ratus enam puluh enam ribu enam ratus lima puluh empat) Waran Seri I yang menyertai saham baru tersebut yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi pemegang saham Perseroan dan/atau pemegang HMETD yang melaksanakan HMETD-nya dengan nilai nominal Rp100 (seratus Rupiah) per saham dan dengan harga pelaksanaan Rp120,- (seratus dua puluh Rupiah) per saham yang dapat dilaksanakan selama periode pelaksanaan Waran Seri I yaitu mulai tanggal 3 Juli 2006 sampai dengan 30 Desember 2010.

Penawaran Umum Obligasi

Pada tanggal 14 April 2003, Bank memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM dengan suratnya No. S-765/PM/2003 untuk melakukan penawaran umum Obligasi I Bank Bumiputera Tahun 2003 sebesar Rp300.000.000.000 (tiga ratus miliar Rupiah). Pada tanggal 29 April 2003 obligasi tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Surabaya. Bank telah membayar lunas seluruh pokok obligasi pada saat jatuh tempo tanggal 25 April 2006.

(5)

1. UMUM (lanjutan)

b. Penawaran Umum Efek Bank (lanjutan) Penawaran Umum Terbatas II

Berdasarkan hasil keputusan RUPSLB tanggal 22 Juni 2010 yang dituangkan dalam Akta Berita Acara RUPSLB No.33 tanggal 22 Juni 2010, yang dibuat oleh DR. A. Partomuan Pohan, SH, LLM, Notaris di Jakarta dan pernyataan efektif dari BAPEPAM tanggal 22 Juni 2010 dengan Surat No.

S-5539/BL/2010, Bank melakukan Penawaran Umum Terbatas II (”PUT II”) kepada para pemegang saham dalam rangka penerbitan HMETD dengan penerbitan Obligasi Wajib Konversi (”OWK”) yang diberi nama Obligasi Wajib Konversi Bank ICB Bumiputera Tahun 2010, dengan jumlah pokok sebesar Rp 150.000.000.000,- (seratus lima puluh milyar Rupiah).

OWK diterbitkan tanpa warkat, dengan nilai nominal per unit Rp100,- (seratus Rupiah) dan ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari nilai nominal, berjangka waktu 5 (lima) tahun terhitung sejak 19 Juli 2010 (“Tanggal Emisi”). OWK dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia tanggal 21 Juli 2010.

OWK menawarkan tingkat bunga tetap sebesar 8% (delapan persen) per tahun untuk semester pertama dan bunga mengambang untuk semester ke-2 (dua) sampai semester ke-10 (sepuluh) yang besarnya ditentukan berdasarkan tingkat bunga Sertipikat Bank Indonesia (”SBI”) berjangka waktu 3 (tiga) bulan ditambah premi 1% (satu persen) per tahun atau sebesar 8% (delapan persen) per tahun (mana yang lebih tinggi diantara keduanya). Bunga OWK dibayarkan setiap semesteran, sesuai dengan tanggal pembayaran bunga OWK. Pembayaran bunga OWK pertama akan dilakukan pada tanggal 19 Januari 2011, sedangkan pembayaran bunga OWK terakhir sekaligus tanggal jatuh tempo OWK adalah tanggal 19 Juli 2015. OWK seluruhnya wajib dikonversi menjadi saham baru yang dikeluarkan oleh Perseroan pada tanggal konversi yaitu tanggal 19 Juli 2015 (“Tanggal Konversi”) dan selanjutnya saham hasil konversi akan didistribusikan kepada pemegang saham tanggal 21 Juli 2015 (“Tanggal Distribusi Saham Hasil Konversi”). Saham hasil konversi OWK tersebut seluruhnya merupakan saham yang dikeluarkan dari Portepel Perseroan.

Berdasarkan persetujuan Bank Indonesia, sesuai surat No.12/98/DPB3/TPB3-3 tanggal 11 Agustus 2010, dana hasil PUT II telah diperhitungkan sebagai Modal Pelengkap Level Bawah (Lower Tier 2) terhitung tanggal 12 Agustus 2010.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING a. Penyajian Laporan Keuangan

Laporan keuangan disusun berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 31 (Revisi 2000) tentang “Akuntansi Perbankan” yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), dan Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia (PAPI) yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan IAI pada bulan Juni 2001. Laporan Keuangan Bank juga disusun sesuai dengan Peraturan BAPEPAM No. VIII. G.7 Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM No. KEP 06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan, Surat Edaran Ketua BAPEPAM – LK No. SE-02/BL/2008 tanggal 31 Januari 2008 tentang Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik Industri Perbankan, serta praktik-praktik industri perbankan yang berlaku serta pedoman akuntansi dan pelaporan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, yang relevan untuk diterapkan.

(6)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

Dasar penyusunan laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas adalah dasar akrual. Laporan keuangan disusun berdasarkan nilai historis, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut

a. Penyajian Laporan Keuangan (lanjutan)

Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Kas dan setara kas terdiri dari kas, giro pada Bank Indonesia dan giro pada bank-bank lain.

Mata uang pelaporan yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan adalah mata uang Rupiah. b. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

Pembukuan Bank diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs spot Reuters pada tanggal 30 September 2009 pukul 16.00 WIB. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan.

Kurs yang digunakan untuk menjabarkan aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing adalah kurs spot Reuters jam 16.00 WIB dengan rincian sebagai berikut :

2010 2009 1 Dolar Amerika Serikat (USD) 8,925.00 9,665.00 1 Dolar Singapura (SGD) 6,785.00 6,844.45 1 Yen Jepang (JPY) 107.19 108.05 1 Dolar Hong Kong (HKD) 1,150.02 1,246.42 1 Dolar Australia (AUD) 8,646.10 8,520.67

1 Euro (EUR) 12,168.79 14,142.31

c. Transaksi Hubungan Istimewa

Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah:

1) perusahaan yang secara langsung maupun yang melalui satu atau lebih perantara, mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan Bank (termasuk holding companies, subsidiaries dan fellow subsidiaries);

2) perusahaan asosiasi;

3) perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, suatu kepentingan hak suara di Bank yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan Bank);

(7)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) c. Transaksi Hubungan Istimewa (lanjutan)

4) karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan kegiatan Bank yang meliputi anggota dewan komisaris, direksi dan manajer dari Bank serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut. 5) perusahaan di mana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung

maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam butir (3) atau (4), atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Ini mencakup perusahaan-perusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris, direksi atau pemegang saham utama dari Bank dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan Bank. Seluruh transaksi signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, diungkapkan dalam catatan laporan keuangan.

d. Penggunaan Estimasi

Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban yang dilaporkan dan pengungkapan aktiva dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Realisasi dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi.

e Giro pada Bank Lain

Giro pada bank lain disajikan sebesar saldo giro dikurangi penyisihan kerugian. f. Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain

Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain disajikan sebesar saldo penempatan dikurangi diskonto yang belum diamortisasi dan penyisihan kerugian.

g. Efek-efek

Efek-efek diklasifikasikan sesuai dengan PSAK No. 50, “Akuntansi Investasi Efek Tertentu”. Berdasarkan PSAK tersebut, efek diklasifikasikan sesuai tujuan manajemen pada saat perolehan sebagai berikut :

1) Investasi efek yang diperdagangkan, yaitu investasi yang dibeli untuk dijual kembali dalam waktu dekat, disajikan sebesar nilai wajar. Keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi akibat kenaikan atau penurunan nilai wajarnya disajikan dalam laporan laba rugi tahun berjalan.

2) Investasi efek yang dimiliki hingga jatuh tempo disajikan sebesar biaya perolehan yang disesuaikan dengan amortisasi premi dan/atau diskonto yang belum diamortisasi.

3) Investasi efek yang tersedia untuk dijual, yaitu investasi yang tidak memenuhi kriteria kelompok diperdagangkan maupun yang dimiliki hingga jatuh tempo, disajikan sebesar nilai wajar. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi akibat kenaikan atau penurunan nilai wajarnya dicatat sebagai komponen ekuitas dan diakui sebagai penghasilan atau beban pada saat laba atau rugi tersebut direalisasi.

(8)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) g. Efek-efek (lanjutan)

Untuk efek individual dalam kelompok yang dimiliki hingga jatuh tempo atau tersedia untuk dijual, bila terjadi penurunan nilai wajar yang besifat permanen, maka nilai terbawa efek tersebut harus diturunkan ke nilai wajarnya, dan jumlah penurunan nilai tersebut dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan. Dasar penentuan biaya perolehan untuk keperluan menghitung laba atau rugi yang direalisasi adalah menggunakan cara identifikasi khusus.

h. Tagihan dan Kewajiban Derivatif

Tagihan dan kewajiban derivatif disajikan sebesar keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi yang berasal dari kontrak derivatif untuk tujuan trading. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi tersebut dihitung dari selisih antara nilai kontrak dan nilai wajar instrumen derivatif pada tanggal laporan. Nilai wajar ditentukan berdasarkan harga pasar, model penentuan harga atau harga pasar instrumen lain yang memiliki karakteristik serupa.

Keuntungan atau kerugian dari instrumen derivatif untuk tujuan trading diakui sebagai laba rugi tahun berjalan.

i. Kredit

Kredit dinyatakan berdasarkan jumlah bruto tagihan Bank yang belum dilunasi oleh nasabah setelah dikurangi penyisihan kerugian kredit. Untuk kredit yang direstrukturisasi, dalam pokok kredit termasuk bunga dan biaya lainnya yang dialihkan menjadi pokok kredit. Bunga yang dialihkan tersebut diakui sebagai pendapatan bunga yang ditangguhkan. Kredit dalam rangka program penerusan dan kredit sindikasi dinyatakan sebesar pokok kredit sesuai dengan porsi risiko yang ditanggung oleh Bank.

Restrukturisasi kredit bermasalah dengan modifikasi persyaratan kredit dicatat secara prospektif dari tanggal restrukturisasi. Nilai tercatat kredit tidak berubah, kecuali jika nilai tercatat kredit melebihi jumlah nilai tunai penerimaan kas masa depan yang ditetapkan dalam persyaratan baru kredit, dalam hal ini selisih tersebut diakui sebagai kerugian dari restrukturisasi . Setelah restrukturisasi, semua penerimaan kas masa depan yang ditetapkan dalam persyaratan baru dicatat sebagai pengembalian pokok kredit dan penghasilan bunga sesuai dengan proporsinya.

j. Tagihan dan Kewajiban Akseptasi

Tagihan dan kewajiban akseptasi dinyatakan sebesar nilai Letter of Credits atau nilai realisasi Letter of Credits yang diaksep oleh bank pengaksep (accepting bank). Tagihan akseptasi disajikan setelah dikurangi penyisihan kerugian.

k. Penyisihan Kerugian Aktiva Produktif, Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi serta Penyisihan Kerugian Aktiva Non Produktif

Aktiva produktif terdiri dari giro pada bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain, efek-efek, efek yang dibeli dengan janji dijual kembali, kredit, tagihan derivatif dan tagihan akseptasi termasuk komitmen dan kontinjensi dengan risiko kredit pada transaksi rekening administratif.

Bank membentuk penyisihan kerugian aktiva produktif serta estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi berdasarkan penelaahan terhadap kualitas masing-masing aktiva produktif, komitmen dan kontinjensi sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia.

(9)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

k. Penyisihan Kerugian Aktiva Produktif, Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi serta Penyisihan Kerugian Aktiva Non Produktif (lanjutan)

Penentuan kualitas aktiva produktif dan penyisihan kerugian aktiva produktif mengacu kepada Peraturan Bank Indonesia No. 7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005, yang kemudian diubah beberapa pasalnya melalui Peraturan Bank Indonesia No. 8/2/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006, Peraturan Bank Indonesia No. 9/6/PBI/2007 tanggal 30 Maret 2007 dan PBI No.11/2/PBI/2009 tanggal 29 Januari 2009.

Berdasarkan peraturan dan keputusan Bank Indonesia diatas, aktiva produktif dan komitmen dan kontinjensi dengan resiko kredit diklasifikasikan dalam 5 (lima) kategori dengan besarnya persentase penyisihan kerugian sebagai berikut:

Kualitas Persentase Penyisihan Kerugian

Lancar Minimum 1%

Dalam perhatian khusus Minimum 5%

Kurang lancar Minimum 15%

Diragukan Minimum 50%

Macet Minimum 100%

Persentase penyisihan kerugian di atas diterapkan terhadap saldo aktiva produktif setelah dikurangi dengan nilai agunan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku, kecuali untuk aktiva produktif yang diklasifikasikan “lancar”.

Sertifikat Bank Indonesia (SBI), penempatan pada Bank Indonesia, obligasi pemerintah dan aktiva produktif yang dijamin dengan agunan tunai tidak dibentuk penyisihan kerugian.

Aktiva produktif dihapusbukukan dari penyisihan kerugian aktiva produktif pada saat manajemen berpendapat bahwa aktiva produktif tersebut harus dihapusbukukan karena secara operasional debitur sudah tidak mampu membayar. Penerimaan kembali aktiva produktif yang telah dihapuskan dicatat sebagai penambahan penyisihan kerugian aktiva produktif yang bersangkutan selama tahun berjalan. Kelebihan penerimaan dari pokok kredit yang dihapusbukukan diakui sebagai pendapatan bunga.

Penyisihan kewajiban komitmen dan kontinjensi disajikan dalam akun Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi pada neraca.

Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005 tentang “Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum”, Bank diwajibkan melakukan penyisihan kerugian aktiva non produktif, yang meliputi antara lain agunan yang diambil alih, properti terbengkalai , rekening antar kantor dan suspense account. Kewajiban penyisihan tersebut berlaku 12 bulan sejak ditetapkannya peraturan, yang diadopsi Bank untuk aktiva non produktif sejak tanggal 20 Januari 2006.

Penyisihan kerugian aktiva non produktif berdasarkan hasil penelaahan dan evaluasi atas upaya penyelesaian dan kualitas masing-masing aktiva non produktif dilakukan pada akhir periode.

(10)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

k. Penyisihan Kerugian Aktiva Produktif, Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi serta Penyisihan Kerugian Aktiva Non Produktif (lanjutan)

Berdasarkan keputusan Bank Indonesia diatas, klasifikasi masing-masing aktiva non produktif dengan besarnya persentase penyisihan kerugian adalah sebagai berikut :

Klasifikasi Persentase Penyisihan Kerugian

Agunan yang daimbil alih dan properti terbengkalai

Kurang dari 1 tahun Minimum 0%

1 – 3 tahun Minimum 15%

3 – 5 tahun Minimum 50%

Lebih dari 5 tahun Minimum 100%

Rekening antar kantor dan

Suspense account

Sampai dengan 180 hari Minimum 0% Lebih dari 180 hari Minimum 100%

Persentase penyisihan penghapusan diatas diterapkan terhadap saldo aktiva non produktif. Khusus untuk agunan diambil alih, Bank wajib melakukan penilaian kembali terhadap agunan diambil alih untuk menetapkan net realizable value pada saat pengambilalihan agunan.

l. Aktiva Tetap

Aktiva tetap dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dikurangi dengan akumulasi penyusutan.Seluruh aktiva tetap Bank, kecuali tanah disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) sesuai dengan taksiran masa manfaatnya sebagai berikut:

Jenis Aktiva Tetap Masa Manfaat

Renovasi bangunan 5 tahun

Kendaraan bermotor 5 tahun

Perabotan kantor 5 tahun

Peralatan kantor 5 tahun

Piranti lunak kumputer Piranti keras computer

5 tahun 5 tahun Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan.

Bila nilai tercatat suatu aktiva melebihi taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali (estimated recoverable amount) maka nilai tersebut diturunkan ke jumlah yang dapat diperoleh kembali tersebut, yang ditentukan sebagai nilai tertinggi antara harga jual neto dan nilai pakai.

(11)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) l. Aktiva Tetap (lanjutan)

Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat atau memberi manfaat ekonomis di masa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas, mutu produksi atau peningkatan standar kinerja dikapitalisasi. Aktiva tetap yang tidak digunakan lagi atau dijual, dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap berikut akumulasi penyusutannya. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aktiva tetap tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi pada tahun yang bersangkutan.

Aktiva tetap dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing aktiva tetap yang bersangkutan pada saat aktiva tetap tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan.

m. Agunan yang Diambil Alih

Agunan yang diambil alih diakui sebesar nilai realisasi bersih. Selisih lebih saldo kredit di atas nilai realisasi bersih dari agunan yang diambil alih yang telah diterima pada saat kredit diambil alih, dibebankan ke dalam akun penyisihan kerugian aktiva produktif. Sedangkan jika nilai realisasi bersih lebih dari saldo kredit, agunan yang diambil alih diakui sebesar saldo kredit.

Selisih antara nilai agunan yang diambil alih dan hasil penjualannya diakui sebagai keuntungan atau kerugian pada saat penjualan agunan.

Biaya-biaya yang berkaitan dengan pemeliharaan agunan yang diambil alih dibebankan ke laporan laba rugi pada saat terjadinya. Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen, maka nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan.

n. Biaya Emisi Emisi saham

Biaya emisi saham disajikan sebagai pengurangan dari tambahan modal disetor dan tidak diamortisasi. Emisi Surat Berharga yang Diterbitkan

Biaya emisi surat berharga yang diterbitkan langsung dikurangi dari hasil emisi dalam rangka menentukan hasil emisi bersih surat berharga yang diterbitkan. Selisih antara hasil emisi bersih dengan nilai nominal merupakan diskonto atau premium yang diamortisasi selama jangka waktu surat berharga yang diterbitkan tersebut dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method).

o. Simpanan

Simpanan adalah dana yang dipercayakan oleh masyarakat kepada Bank berdasarkan perjanjian penyimpanan dana. Simpanan terutama meliputi giro, tabungan dan deposito berjangka. Giro dan tabungan disajikan sebesar nilai kewajiban kepada penyimpanan. Deposito berjangka disajikan sebesar nilai nominal.

(12)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) p. Pengakuan Pendapatan dan Beban Bunga

Pendapatan dan beban bunga diakui secara akrual, kecuali pendapatan bunga atas kredit dan aktiva produktif lainnya yang diklasifikasi sebagai kurang lancar, diragukan dan macet (nonperforming). Pendapatan bunga yang diakui tetapi belum tertagih harus dibatalkan pada saat kredit diklasifikasikan nonperforming. Pendapatan bunga atas aktiva nonperforming yang belum diterima dilaporkan sebagai tagihan kontinjensi dalam rekening administratif.

Pendapatan bunga atas kredit yang diklasifikasi sebagai kurang lancar diakui pada saat pendapatan tersebut telah diterima. Seluruh penerimaan yang berhubungan dengan kredit non-performing yang diklasifikasikan sebagai diragukan dan macet diakui terlebih dahulu sebagai pengurang pokok kredit. Kelebihan penerimaan atas pokok kredit diakui sebagai pendapatan bunga.

Pendapatan bunga yang ditangguhkan dari kredit yang direstrukturisasi diakui sebagai pendapatan secara proporsional pada saat diterima pembayaran angsuran pokok.

q. Pengakuan Pendapatan dan Beban Provisi dan Komisi

Provisi dan komisi yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan kegiatan perkreditan dan terkait dengan jangka waktu diperlakukan sebagai pendapatan atau beban yang ditangguhkan dan diamortisasi secara sistematis selama jangka waktunya. Untuk kredit yang dilunasi sebelum jatuh temponya, saldo pendapatan provisi dan/atau komisi yang ditangguhkan diakui pada saat kredit dilunasi. Provisi dan komisi yang tidak berkaitan dengan kegiatan perkreditan dan jangka waktu, diakui sebagai pendapatan atau beban pada saat terjadinya transaksi.

r. Pajak Penghasilan

Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.

Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak tahun mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aktiva dan kewajiban menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aktiva dan kewajiban. Kewajiban pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aktiva pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang.

Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal neraca. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas.

Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan disajikan di neraca atas dasar kompensasi sesuai dengan penyajian aktiva dan kewajiban pajak kini.

s. Imbalan Pasca Kerja

Bank menyelenggarakan program dana pensiun iuran pasti untuk seluruh karyawan tetap yang memenuhi persyaratan. Iuran untuk program ini dihitung berdasarkan gaji kotor karyawan, sebesar 2% yang ditanggung oleh karyawan dan berkisar antara 5 % sampai 10% ditanggung oleh Bank. Program tersebut dikelola oleh DPLK Manulife Indonesia. Bagian iuran yang ditanggung oleh Bank dibebankan langsung pada operasi pada saat terjadinya.

(13)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) s. Imbalan Pasca Kerja (lanjutan)

Bank memiliki kebijakan untuk menghitung dan mengakui selisih antara imbalan yang akan diterima karyawan berdasarkan Undang-undang Ketenagakerjaan yang berlaku dengan manfaat yang diperoleh dari program dana pensiun iuran pasti diatas.

Sehubungan dengan kebijakan Bank dan sejalan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 (UU Tenaga kerja). tertanggal 25 Maret 2003, Bank melakukan penyisihan untuk taksiran kewajiban manfaa karyawan sebesar kekurangan mafaat yang diperoleh dari program dana pension iuran pasti, sebagaimana telah dijelaskan di atas, agar memenuhi manfaat minimum yang dipersyaratkan untuk dibayarkan kepada karyawan sesuai dengan UU Tenaga kerja tersebut.

Perhitungan imbalan pasca kerja dilakukan dengan metode Projected Unit Credit. Akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial bersih yang belum diakui yang melebihi 10% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti diakui dengan metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja yang diprakirakan dari para pekerja partisipan program tersebut. Biaya jasa lalu dibebankan langsung apabila imbalan tersebut menjadi hak atau vested , dan sebaliknya akan diakui sebagai beban dengan metode garis lurus selama periode rata-rata sampai imbalan tersebut menjadi vested.

Jumlah yang diakui sebagai kewajiban imbalan pasti di neraca merupakan nilai kini kewajiban imbalan pasti disesuaikan dengan keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui dan biaya jasa lalu yang belum diakui.

t. Laba per Saham

Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.

Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang telah disesuaikan dengan dampak dari semua efek berpotensi saham biasa yang dilutif. u. Informasi Segmen

Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Bentuk primer pelaporan segmen adalah segmen geografis sedangkan segmen sekunder adalah segmen usaha.

Segmen geografis adalah komponen Bank yang secara jelas operasionalnya dapat dibedakan berdasarkan aktiva, kinerja dan aktivitasnya untuk suatu wilayah dengan wilayah lainnya dalam Bank. Segmen usaha adalah komponen Bank yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa (baik produk atau jasa individual maupun kelompok produk atau jasa terkait) dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen lain.

Aktiva dan kewajiban yang digunakan bersama dalam satu segmen atau lebih dialokasikan kepada setiap segmen jika, dan hanya jika, pendapatan dan beban yang terkait dengan aktiva tersebut juga dialokasikan kepada segmen-segmen tersebut.

(14)

3. KAS

2010 2009

Mata Uang :

Rupiah 93,189 73,507

Mata Uang Asing (USD) 2,074 1,311

Mata Uang Asing (Lainnya) 263 308

Jumlah 95,526 75,126

4. GIRO PADA BANK INDONESIA

Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 6/15/PBI/2004 tanggal 28 Juni 2004 yang diubah dengan Peraturan Bank Indonesia No. 7/29/PBI/2005 tanggal 6 September 2005 dan PBI No.10/19/PBI/2008 tanggal 14 Oktober 2008 tentang Giro Wajib Minimum Bank Umum pada Bank Indonesia dalam Rupiah dan Valuta Asing, setiap Bank di Indonesia diwajibkan mempunyai saldo giro minimum di Bank Indonesia untuk cadangan likuiditas. Peraturan ini juga mewajibkan bank umum untuk memenuhi tambahan giro wajib minimum pada persentase tertentu sesuai dengan rasio ”Loan to Deposit” (LDR).

Pada tanggal 30 September 2010 dan 2009, Bank telah memenuhi giro wajib minimum sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia

Jumlah pers entas e Jumlah pers entas e

Mata uang:

Rupiah 290.891 74% 261.000 45%

Mata uang as ing (USD) 100.853 26% 324.744 55%

Jumlah 391.744 100% 585.744 100%

(15)

5. GIRO PADA BANK LAIN

a. Berdasarkan Mata Uang 2010 2009

Rupiah:

Bank Negara Indonesia 1946 369 364

Bank Niaga 4.778 2.291

Bank Tabungan Negara 39 39

Bank Permata 17 17

Stanchart Bank - Visa 27 30

5.230

2.741 USD:

Citibank, N.A 4.875 1.471

Standard Chartered Bank, New York 871 2.021 Standard Chartered Bank, Jakarta 0,04 0,04

Wachovia Bank.N.A 48.670 19.366

Bank BCA 6.604 1.133

JPY:

Sumitomo Mitsui Banking Corporation, Tokyo 200 5.312

Wachovia Bank.N.A 4.492 973

SGD:

United Overseas Bank 13.176 7.931

HKD:

Bank Central Asia 159 1.583

Standard Chartered Bank, Hong Kong 472 62

EUR:

Amex Bank Frankfurt 684 13.708

Wachovia Bank.N.A 1.099 1.030

Deutsche Bank Frankfrurt 21.780 834

AUD :

Commonwealth Bank Sidney 1.193 4.001

104.275

59.425

Jumlah Giro Pada Bank Lain 109.505 62.166

Dikurangi :

Penyisihan kerugian (1.125) (1.374)

Jumlah - Bersih 108.380 60.792

b. Berdasarkan Kolektibilitas:

Per 30 September 2010 dan 2009, semua giro pada bank lain diklasifikasikan lancar.

c. Tingkat suku bunga rata-rata per tahun 2010 2009

Rupiah 3,11% 3,95%

(16)

6. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK LAIN

Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain berdasarkan jenis penempatan adalah sebagai berikut:

Penempatan pada BI & Bank Lain 2010 2009

Rupiah :

Bank Indonesia

Nilai Nominal 315,000 200,000

Dikurangi bunga yang belum

Diamortisasi -

-Inter-bank Call money

-Lainnya 36,861

-Jumlah 351,861 200,000

Dollar Amerika Serikat :

Inter-bank Call money -

-Lainnya 16,065

-Jumlah 16,065

-Jumlah penempatan pada Bank

Indonesia dan Bank lain 367,926 200,000 Penyisihan kerugian (457)

-Jumlah Penempatan pada Bank Indonesia

dan Bank Lain - Bersih 367,469 200,000

Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain berdasarkan sisa umur jatuh tempo pada tanggal 30 September 2010 dan 2009 dikelompokkan kurang dari atau sampai dengan 1 bulan.

Penempatan pada bank lain pada tanggal 30 September 2010 dan 2009 ditempatkan pada pihak ketiga dan dikelompokkan lancar.

(17)

7. EFEK-EFEK

a. Rincian efek-efek berdasarkan jenis dan tujuan investasi adalah sebagai berikut:

2010 2009

Rupiah

Dimiliki hingga jatuh tempo

Sertifikat Bank Indonesia

Nilai Nominal - 95,000

Dikurangi bunga yang belum

diamortisasi - (220)

Nilai bersih - 94,780

Jumlah dimiliki hingga jatuh tempo - 94,780 Tersedia hingga dijual

Obligasi Pemerintah Indonesia 269,445 148,030

Obligasi Lainnya 25,052 97,125

Jumlah tersedia untuk dijual 294,496 245,155

Jumlah efek-efek dalam Rupiah 294,496 339,935

Mata uang asing

Dimiliki hingga jatuh tempo

Wesel Eksport 42,137 43,891

Jumlah dimiliki hingga jatuh tempo 42,137 43,891 Tersedia hingga dijual

Obligasi Pemerintah - 20,659

Jumlah tersedia hingga dijual - 20,659 Jumlah efek-efek dalam mata uang asing 42,137 64,550

Jumlah efek-efek 336,633 404,485

Penyisihan kerugian (5,867) (6,459)

(18)

7. EFEK-EFEK (lanjutan)

b. Tingkat bunga dan jangka waktu:

Tingkat bunga Rata-Rata Pertahun

2010 2009

Rupiah

Obligasi 10.76% 11.33%

Mata Uang Asing

Obligasi 7.37% 6.87%

Wesel 4.49% 7.43%

Jangka Waktu

Obligasi 185 hari 166 hari

Wesel 60 hari 60 hari

c. Nilai wajar efek-efek yang dimiliki hingga jatuh tempo adalah sebagai berikut:

2010 2009

Sertifikat Bank Indonesia - 94.780

Wesel eksport

Mata uang asing 42.137 43.891

42.137

(19)

7. EFEK-EFEK (lanjutan)

d. Biaya perolehan setelah amortisasi dari efek-efek yang dimiliki hingga jatuh tempo berdasarkan sisa umur jatuh tempo perjanjian adalah sebagai berikut:

2010 2009

Rupiah

Kurang dari 1 bulan - -Lebih dari 1 s/d 12 bulan 15,000 -Lebih dari 12 s/d 36 bulan 30,492 83,408

Lebih dari 3 tahun 122,403 161,748

Mata uang asing

Kurang dari 1 bulan 40,964 135,159 Lebih dari 1 s/d 12 bulan 1,172 3,511 Lebih dari 12 bulan 126,601 20,659

Jumlah 336,633 404,485

Penyisihan kerugian (5,867) (6,459) Jumlah Efek Dimiliki hingga Jatuh

Tempo - Bersih 330,766 398,026

e. Efek-efek pada tanggal 30 September 2010 dan 2009 dikelompokkan lancar dan seluruhnya diterbitkan oleh pihak ketiga

(20)

8. KREDIT a. Jenis Kredit

istimewa Pihak ketiga Jumlah istimewa Pihak ketiga Jumlah

Rupiah Konsumsi 2,600 3,268,027 3,270,627 4,119 2,875,079 2,879,198 Modal kerja - 1,548,437 1,548,437 - 1,061,425 1,061,425 Investasi - 665,085 665,085 - 468,141 468,141 Pinjaman Sindikasi - 41,500 41,500 - 56,450 56,450 Pinjaman Karyawan 2,844 20,754 23,598 - 22,919 22,919 Jumlah kredit dalam rupiah 5,444 5,543,802 5,549,246 4,119 4,484,014 4,488,133

Dollar Amerika Serikat

Konsumsi - - - - - -Modal kerja - 408,253 408,253 - 277,387 277,387 Investasi - 92,528 92,528 - 92,824 92,824

Jumlah kredit dalam

mata uang asing - 500,781 500,781 - 370,211 370,211 Jumlah kredit 5,444 6,044,584 6,050,027 4,119 4,854,225 4,858,344

Penyisihan kerugian (54) (130,745) (130,799) (41) (114,828) (114,869) 5,389

5,913,839 5,919,228 4,078 4,739,397 4,743,475

2010 2009

Pihak hubungan Pihak hubungan

b. Sektor Ekonomi

istimewa Pihak ketiga Jumlah istimewa Pihak ketiga Jumlah

Perdagangan - 514,331 514,331 - 555,041 555,041 Jasa - 1,066,777 1,066,777 - 613,380 613,380 Perindustrian - 711,165 711,165 - 384,231 384,231 Lain-lain 5,444 3,752,310 3,757,754 4,119 3,301,573 3,305,692 Jumlah kredit 5,444 6,044,584 6,050,027 4,119 4,854,225 4,858,344 Penyisihan kerugian (54) (130,745) (130,799) (41) (114,828) (114,869)

Jumlah Kredit (Bersih) 5,389 5,913,839 5,919,228 4,078 4,739,397 4,743,475

2010 2009

(21)

8. KREDIT (lanjutan) c. Jangka Waktu

1) Berdasarkan periode perjanjian kredit :

Dollar Amerika Dollar Amerika

Rupiah Serikat Jumlah Rupiah Serikat Jumlah

Kurang dari atau sama

dengan 1 bulan 1,532 - 1,532 56,599 31,599 88,198 Lebih dari 1 s/d 3 bulan 4,506 70,042 74,549 74,219 967 75,186 Lebih dari 3 s/d 12 bulan 222,028 185,237 407,265 837,532 182,315 1,019,847 Lebih dari 1 s/d 5 tahun 2,889,374 153,026 3,042,400 2,430,318 79,725 2,510,043 Lebih dari 5 tahun 2,431,806 92,475 2,524,281 1,089,465 75,605 1,165,070 Jumlah Kredit 5,549,246 500,781 6,050,027 4,488,133 370,211 4,858,344 Penyisihan kerugian (127,876) (2,924) (130,799) (112,149) (2,720) (114,869) Kredit - Bersih 5,421,371 497,858 5,919,228 4,375,984 367,491 4,743,475

2010 2009

2) Berdasarkan sisa umur jatuh tempo :

Dollar Amerika Dollar Amerika

Rupiah Serikat Jumlah Rupiah Serikat Jumlah

Kurang dari atau sama

dengan 1 bulan 127,673 74,032 201,705 356,287 92,958 449,245 Lebih dari 1 s/d 3 bulan 189,610 187,512 377,122 151,520 37,166 188,686 Lebih dari 3 s/d 12 bulan 813,741 86,992 900,733 726,891 105,507 832,398 Lebih dari 1 s/d 5 tahun 3,008,201 86,793 3,094,994 2,279,620 104,709 2,384,329 Lebih dari 5 tahun 1,410,021 65,453 1,475,473 973,815 29,871 1,003,686

Jumlah Kredit 5,549,246 500,781 6,050,027 4,488,133 370,211 4,858,344

Penyisihan kerugian (127,876) (2,924) (130,799) (112,149) (2,720) (114,869)

Kredit - Bersih 5,421,371 497,858 5,919,228 4,375,984 367,491 4,743,475

(22)

8. KREDIT (lanjutan)

d. Tingkat bunga rata-rata per tahun

2010 2009 Rupiah Investasi 15.79% 14.21% Modal kerja 13.01% 12.18% Konsumsi 12.92% 13.09% Pembiayaan bersama 14.11% 14.01%

Dollar Amerika Serikat

Investasi 6.97% 8.01%

Modal kerja 6.55% 6.27%

e. Kredit sindikasi merupakan kredit yang diberikan kepada nasabah berdasarkan perjanjian kredit sindikasi dengan bank-bank lain. Pada tahun 2010 dan 2009, Bank tidak berpartisipasi dalam kredit sindikasi dimana Bank bertindak sebagai lead manager.

f. Kredit yang diberikan kepada karyawan Bank termasuk kredit kepada karyawan kunci (pihak yang mempunyai hubungan istimewa) merupakan kredit untuk membeli rumah, kendaraan dan keperluan lainnya dengan jangka waktu 1 (satu) sampai 10 (sepuluh) tahun dan dibayar kembali melalui pemotongan gaji setiap bulan.

g. Kredit kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa kecuali kredit yang diberikan kepada karyawan diberikan dengan persyaratan dan kondisi yang sama dengan kredit yang diberikan kepada pihak ketiga.

h. Berikut ini adalah saldo kredit pada tanggal 30 September 2010 dan 2009 berdasarkan klasifikasi kolektibilitas:

Dollar Amerika Dollar Amerika

Rupiah Serikat Jumlah Rupiah Serikat Jumlah

Lancar 5,002,096 500,781 5,502,877 3,905,255 369,244 4,611,030 Dalam perhatian khusus 278,099 - 278,099 286,838 967 289,336 Kurang lancar 14,132 - 14,132 45,161 - 18,278 Diragukan 25,388 - 25,388 36,162 - 16,063 Macet 229,530 - 229,530 214,717 - 215,913 Jumlah Kredit 5,549,246 500,781 6,050,027 4,488,133 370,211 4,858,344 Penyisihan kerugian (127,876) (2,924) (130,799) (112,149) (2,720) (114,869) Kredit - Bersih 5,421,371 497,858 5,919,228 4,375,984 367,491 4,743,475 2010 2009

i. Dalam laporan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) kepada Bank Indonesia pada tanggal 30 September 2010 dan 2009 tidak terdapat kredit yang tidak memenuhi ketentuan BMPK.

(23)

8. KREDIT (lanjutan)

j. Rincian kredit bermasalah (kualitas kurang lancar, diragukan dan macet) menurut sektor ekonomi adalah sebagai berikut

k. Fasilitas kredit sindikasi kepada PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) sebesar Rp42.680.000 ribu pada tanggal 31 Desember 2005 telah direstrukturisasi berdasarkan perjanjian restrukturisasi No. 6/Dir.01/IX/2005 tanggal 23 September 2005 antara PTPN I dengan agen pemimpin sindikasi (Bank Agen).

Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 7/45/PBI/2005 tanggal 11 November 2005 tentang “Perlakuan Khusus Terhadap Kredit Bank Umum Pascabencana Nasional di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan, Propinsi Sumatera Utara”, fasilitas kredit yang diberikan kepada debitur pada lokasi tersebut setelah dilakukan restrukturisasi diklasifikasikan dalam kategori “Lancar” hingga bulan Januari 2008. Berdasarkan peraturan ini fasilitas kredit kepada PTPN I yang usahanya berlokasi di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam setelah dilakukan restrukturisasi diklasifikasikan dalam kategori lancar oleh Bank pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005. Pada tahun 2007, dilakukan restrukturisasi untuk kedua kalinya bagi PTPN I yang dilakukan dengan pemimpin sindikasi (Bank Agen) berdasarkan memo No. 663/MO/IAM-G/XI/07 tanggal 23 November 2007.

l. Pada tanggal 30 September 2010 dan 2009 Bank tidak melanggar ataupun melampaui Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia

9. TAGIHAN DAN KEWAJIBAN DERIVATIF

Bank merupakan transaksi derivatif dalam bentuk pembelian dan penjualan berjangka valuta asing (forward) dan swap untuk tujuan trading.

Risiko pasar dari transaksi derivatif timbul dari potensi perubahan nilai akibat fluktuasi kurs mata uang asing, sedangkan risiko kredit timbul dalam hal pihak lain tidak dapat memenuhi kewajibannya kepada Bank.

Perdagangan 86.184 73.497

Jas a 49.951 27.138

Perindus trian 30.011 41.929

Lain-lain 102.905 153.476

Jumlah 269.051 296.040

Penyis ihan kerugian (75.442) (70.639)

Bersih 193.608 225.401

(24)

9. TAGIHAN DAN KEWAJIBAN DERIVATIF (lanjutan)

Rincian tagihan dan kewajiban derivatif pada tanggal 30 September 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut

Tagihan derivatif pada tanggal 30 September 2010 dan 2009 merupakan transaksi pada pihak ketiga dan dikelompokkan lancar

10. TAGIHAN DAN KEWAJIBAN AKSEPTASI

a. Tagihan dan Kewajiban Akseptasi

2010 2009 2010 2009

Bukan bank - pihak ketiga

Rupiah - - - -Dollar Amerka Serikat 37,254 25,008 37,254 25,008 Euro - - - -Yen Jepang - - - -Jumlah 37,254 25,008 37,254 25,008 Penyisihan kerugian (683) (290) - -Jumlah Bersih 36,571 24,718 37,254 25,008

Tagihan Akseptasi Kewajiban Akseptasi

Tagihan akseptasi pada tanggal 30 September 2010 dan 2009 dikelompokan lancar.

Trans aksi Tagihan Kewajiban Tagihan Kewajiban

Forward 17 50 84 81

Spot 49 - 762 550

Lainnya - 28 - -Penyis ihan kerugian (8) - (98)

-Jumlah 58 78 748 631

2010 2009

Tagihan dan kewajiban Tagihan dan kewajiban

(25)

10. TAGIHAN DAN KEWAJIBAN AKSEPTASI (lanjutan)

b. Tagihan dan kewajiban akseptasi berdasarkan jatuh tempo adalah sebagai berikut:

2010 2009 2010 2009

Lebih dari 1 s/d 3 bulan 12,316 24,643 37,254 21,888 Lebih dari 3 s/d 6 bulan 24,938 365 - 3,120 Lebih 6 bulan - - - -Jumlah Tagihan Kewajiban Akseptasi 37,254 25,008 37,254 25,008 Penyisihan Kerugian (683) (290) - -Jumlah Bersih 36,571 24,718 37,254 25,008

Tagihan Akseptasi Kewajiban Akseptasi

c. Tagihan dan kewajiban akseptasi berdasarkan sisa umur jatuh tempo adalah sebagai berikut:

2010 2009 2010 2009

Kurang dari atau sampai

dengan 1 bulandengan 1 bulan 3,706 5,342 3,706 5,342 Lebih dari 1 s/d 3 bulan 18,969 19,301 18,969 19,301 Lebih dari 3 s/d 6 bulan 14,579 365 14,579 365

Jumlah Tagihan Kewajiban Akseptasi 37,254 25,008 37,254 25,008

Penyisihan Kerugian (683) (290) -

-Jumlah Bersih 36,571 24,718 37,254 25,008

Tagihan Akseptasi Kewajiban Akseptasi

11. PENDAPATAN BUNGA YANG MASIH AKAN DITERIMA

a. Menurut mata uang: 2010 2009

Rupiah 36,316 32,390

Mata uang asing (USD) 3,686 2,056

Jumlah 40,002 34,446

b. Menurut Jenis: 2010 2009

Kredit yang diberikan 34,759 31,466

Efek-efek (termasuk obligasi pemerintah) 5,097 2,980 Penempatan pada Bank Lain 146 -Jumlah pendapatan bunga yang masih akan diterima 40,002 34,446

(26)

12. AKTIVA TETAP 2010 2009 Tanah 2,403 16,243 Gedung 10,821 23,409 Renovasi/bangunan 63,463 53,981 Peralatan Kantor 18,495 16,774 Perabotan Gedung 16,699 14,838 Kendaraan Bermotor 12,416 10,260

Piranti Keras Komputer 41,575 33,988

Piranti Lunak Komputer 64,405 63,001

Aktiva tetap dalam penyelesaian 13,585 3,735

Jumlah 243,862 236,229 Akumulasi penyusutan : Gedung 1,202 3,294 Renovasi/Instalasi 43,045 38,140 Peralatan Kantor 14,415 13,210 Perabotan Gedung 13,208 11,911 Kendaraan Bermotor 8,210 8,212

Perangkat Keras Komputer 23,212 18,635

Perangkat Lunak Komputer 26,955 17,611

Jumlah 130,247 111,012

Nilai Buku 113,615 125,217

13. AGUNAN YANG DIAMBIL ALIH

2010 2009

Nilai agunan yang diambil alih 147,910 202,122

Penyisihan penurunan nilai (43,522) (26,667)

Bersih 104,388 175,455

Manajemen berpendapat bahwa jumlah penyisihan penurunan nilai untuk agunan yang diambil alih pada tanggal 30 September 2010 dan 2009 adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin terjadi. Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005 tentang “Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum”, yang berlaku efektif satu tahun setelahnya untuk agunan yang diambil alih, Bank diwajibkan melakukan penyisihan penghapusan terhadap agunan yang diambil alih, sesuai dengan persentase penyisihan yang telah ditetapkan.

(27)

14. AKTIVA LAIN-LAIN BERSIH

2010 2009

Uang muka 15,706 17,048

Sewa dibayar dimuka 20,901 47,338

Tagihan Restitusi Pajak 7,285 1,672

Uang Jaminan Sewa Gedung 4,229 4,259

Asuransi Dibayar Dimuka 9,926 2,627

Tagihan Lainnya- bersih 65,712 10,310

Lain-lain 16,139 772

Jumlah 139,898 84,026

Lain-lain juga meliputi biaya dibayar dimuka yang berhubungan dengan pemeliharaan, persediaan barang cetakan buku cek dan giro, personalia dan lainnya.

15. KEWAJIBAN SEGERA

2010 2009

Titipan dana kliring 5,750 2,883

Transfer dana dalam proses 3,839 126

Titipan nasabah 13,924 7,728

Deposito berjangka jatuh tempo 134 162

Hutang pajak pemungutan 8,392 8,369

Lain-lain 11,311 24,303

Jumlah 43,348 43,571

16. SIMPANAN

Simpanan terdiri dari :

istimewa Pihak ketiga Jumlah istimewa Pihak ketiga Jumlah

Giro 1,748 767,641 769,388 2,068 601,362 603,430 Tabungan 4,116 1,176,277 1,180,393 3,133 855,440 858,573 Deposito Berjangka 73,966 4,424,296 4,498,261 266,569 3,835,789 4,102,358 Sertifikat Deposito - Bersih - - - - -

-2010 2009

(28)

16. SIMPANAN (lanjutan)

a. Giro terdiri atas:

2010 2009

Pihak hubungan is timewa

Rupiah 55 346

Dolar Amerika Serikat 1,693 1,722

Lainnya -

-Sub-jumlah 1,748 2,068

Pihak ketiga

Rupiah 493,844 395,154

Dolar Amerika Serikat 243,754 199,544

Lainnya 30,043 6,664

Sub-jumlah 767,641 601,362

Jumlah 769,388 603,430

Tingkat bunga rata-rata per tahun

Rupiah 2.94% 1.69%

Dolar Amerika Serikat 0.10% 0.51%

b. Tabungan terdiri atas:

2010 2009

Pihak hubungan istimewa 4,116 3,133

Pihak ketiga 1,176,277 855,440

Jumlah Tabungan 1,180,393 858,573

Tingkat bunga rata-rata

(29)

16. SIMPANAN (lanjutan)

b. Deposito berjangka terdiri atas:

2010 2009

Pihak hubungan istimewa

Rupiah 10.673 108.648

Dollar Amerika Serikat 63.293 157.921

Sub Jumlah 73.966 266.569

Pihak ketiga

Rupiah 3.810.538 3.447.555

Dollar Amerika Serikat 604.582 378.403

Lainnya 9.176 9.831

Sub Jumlah 4.424.296 3.835.789

Jumlah Deposito Berjangka 4.498.261 4.102.358 Klasifikasi deposito berjangka adalah sebagai berikut :

1. Berdasarkan periode deposito berjangka:

istimewa Pihak ketiga Jumlah istimewa Pihak ketiga Jumlah

1 bulan 36.652 2.274.747 2.311.399 264.569 1.871.470 2.136.039 3 bulan 34.614 954.917 989.531 500 1.107.181 1.107.681 6 bulan 2.700 719.628 722.328 500 503.353 503.853 12 bulan 471.978 471.978 1.000 325.036 326.036 > 12 Bulan 3.025 3.025 28.749 28.749 Jumlah 73.966 4.424.296 4.498.261 266.569 3.835.789 4.102.358 2010 2009

Pihak hubungan Pihak hubungan

2. Berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo:

istimewa Pihak ketiga Jumlah istimewa Pihak ketiga Jumlah

Kurang dari atau sampai

dengan 1 bulan 34.855 2.639.177 2.674.031 264.569 2.228.030 2.492.599 Lebih dari 1 s/d 3 bulan 36.411 1.147.237 1.183.648 1.000 960.916 961.916 Lebih dari 3 s/d 6 bulan 2.700 471.482 474.182 - 451.926 451.926 Lebih dari 6 s/d 12 bulan 164.455 164.455 1.000 185.092 186.092

Lebih dari 12 bulan 1.945 1.945 - 9.826 9.826

Jumlah 73.966 4.424.296 4.498.262 266.569 3.835.790 4.102.359

2010 2009

Tingkat bunga rata-rata per tahun

Rupiah 7,91% 9,46%

Dolar Amerika Serikat 1,87% 1,56%

2010 2009

(30)

17. SIMPANAN DARI BANK LAIN

Simpanan dari bank lain seluruhnya merupakan transaksi dengan pihak ketiga, terdiri dari:

2010 2009

Giro 18.110 11.877

Deposito Berjangka 281.371 245.658

Inter-bank call money -

-Tabungan 24.040 16.285

Jumlah 323.521 273.820

a. Giro

Tingkat bunga rata-rata per tahun giro sebesar 2.50% dan 1.90% masing-masing pada tanggal 30 September 2010 dan 2009.

b. Deposito berjangka

1. Berdasarkan periode deposito berjangka:

2010 2009

Kurang dari 1 bulan 780 500

1 bulan 77,525 73,816

3 bulan 46,631 38,907

> 3 bulan 156,435 132,435

Jumlah 281,371 245,658

2. Berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo

2010 2009

Kurang dari 1 bulan 85,850 79,873

1 bulan 45,085 35,114

3 bulan 150,436 130,671

> 3 bulan -

(31)

17. SIMPANAN DARI BANK LAIN (lanjutan) c. Tabungan

1. Berdasarkan periode tabungan:

2. Berdasarkan sisa umur s/d saat jatuh tempo :

Tingkat bunga rata-rata per tahun Tabungan sebesar 5.24% pada tanggal 30 September 2010. 18. PINJAMAN DITERIMA

Merupakan penerusan pinjaman dalam mata uang Rupiah dengan rincian sebagai berikut:

Tingkat bunga rata-rata per tahun sebesar 5.92% dan 5.92% masing-masing pada tanggal 30 September 2010 dan 2009. Jangka waktu pinjaman 15 tahun.

2010 2009 1 bulan 18.877 11.996 3 bulan - 167 6 bulan 5.163 3.168 12 bulan - 740 > 12 Bulan - 214 Jumlah 24.040 16.285 2010 2009

Kurang dari atau sampai 19.490

-dengan 1 bulan - 11.996

Lebih dari 1 s /d 3 bulan - -Lebih dari 3 s /d 12 bulan 4.551 1.181

> 12 Bulan - 3.108

Jumlah 24.040 16.285

2010 2009

Kredit likuiditas dari Bank Indones ia -

-Pihak lainnya 11 14

(32)

19. ESTIMASI KERUGIAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI

Transaksi komitmen dan kontinjensi yang lazim dalam kegiatan usaha bank yang memiliki risiko kredit adalah sebagai berikut:

Saldo Estimasi kerugian Komitmen/ Kontinjensi Saldo Estimasi kerugian Komitmen/ Kontinjensi Rupiah Bank garansi 69.498 246 76.610 292 Irrevocable letters of credit 21.239 304 7.368 31 Fasilitas kredit kepada nasabah

yang belum digunakan 295.674 6.294 361.821 4.416 Mata uang asing

Bank garansi 19.620 - 10.006

-Irrevocable letters of credit 56.423 - 10.888 104 Standby LC

Fasilitas kredit kepada nasabah 67.182 - 55.163 552 yang belum digunakan

Jumlah 529.635 6.844 521.856 5.395

2010 2009

Kolektibilitas transaksi komitmen dan kontinjensi dikelompokkan lancar.

Manajemen berpendapat bahwa jumlah estimasi kerugian transaksi komitmen dan kontinjensi yang telah dibentuk adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul sebagai akibat tidak dipenuhinya kewajiban komitmen dan kontinjensi oleh nasabah.

(33)

20. BUNGA YANG MASIH HARUS DIBAYAR 2010 2009 Rupiah Deposito berjangka 19,021 14,118 Tabungan - -Giro 15 16 Pinjaman diterima - 135

Inter-bank call money - 871

Jumlah Rupiah 19,036 15,140

Mata uang asing

Deposito berjangka 598 475

Giro -

-Jumlah Mata Uang Asing 598 475

Jumlah 19,634 15,615

21. KEWAJIBAN LAIN-LAIN

2010 2009

Pendapatan Diterima dimuka 3,318 2,959

Biaya yang masih harus dibayar 49,625 44,583

Setoran jaminan tunai 19,145 7,799

Lain-lain 2,200 11,966

Jumlah 74,288 67,307

22. MODAL SAHAM

Persentase Jumlah Jumlah Saham Kepemilikan Modal Disetor

%

ICB Financial Group Holdings AG 3,354 67.07 335,354 AJB Bumiputera 1912 299 5.99 29,934

SGBT 400 8.00 40,000

Masyarakat (masing-masing kepemilikan di bawah 5%) 947 18.94 94,716

Jumlah 5,000 100.00 500,004 30 September 2010

Referensi

Dokumen terkait

Pembukuan Perusahaan dan anak perusahaan diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi selama periode berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs

Pembukuan Perusahaan dan anak perusahaan diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku

Pembukuan Perusahaan dan anak perusahaan diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi selama periode berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan

Pembukuan Perusahaan dan anak perusahaan diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku

Pembukuan Perusahaan dan anak perusahaan diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku

Pembukuan Perusahaan diselenggarakan dalam satuan Rupiah. Transaksi-transaksi dalam mata uang asing selama tahun berjalan dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat

Pembukuan Perusahaan dan anak perusahaan diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs

Pembukuan Perusahaan dan anak perusahaan diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku