• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - SRI UTAMI BAB I

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - SRI UTAMI BAB I"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Kurikulum menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat (19) adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Kegiatan pembelajaran di Sekolah Dasar sesuai lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 (2006: 10) menyebutkan bahwa, Pembelajaran pada kelas 1 sampai dengan 3 dilaksanakan melalui pendekatan tematik, sedangkan pada kelas IV sampai dengan VI dilaksanakan melalui pendekatan mata pelajaran untuk sekolah yang menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Sedangkan pembelajaran pada Kurikulum 2013 disemua kelas menggunakan pendekatan tematik terpadu, menggunakan satu buku untuk semua mata pelajaran sehingga dapat selaras dengan kemampuan Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan carrier of knowledge. (Kemendikbud 2013: 23)

(2)

kompetensi dasar yang diikat oleh kompetensi inti tiap kelas; 3) Bahasa Indonesia sebagai penghela mapel lain (sikap dan keterampilan berbahasa); 4) semua mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang sama (saintifik) melalui mengamati, menanya, mencoba, menalar; 5) bermacam jenis konten pembelajaran diajarkan terkait dan terpadu satu sama lain (cross curriculum atau integrated curriculum); 6) konten ilmu pengetahuan diintegrasikan dan

dijadikan penggerak konten pembelajaran lainnya; 7) tematik Integratif untuk Kelas I – VI 8) TIK merupakan sarana pembelajaran, dipergunakan sebagai media pembelajaran mata pelajaran lain; dan 8) Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan carrier of knowledge (Kemendikbud 2013: 28)

Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dalam kurikulum 2013 sangat berperan penting. Bahasa Indonesia tidak hanya sebagai mata pelajaran yang harus diajarkan, akan tetapi juga sebagai penghela dan penghubung antar mata pelajaran, serta penghubung antar tema yang terpadu.

Tema adalah pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Depdiknas, 2007: 226). Menurut Kunandar (2007: 311), ”Tema merupakan alat atau wadah untuk mengedepankan berbagai konsep kepada anak didik secara utuh.” Tema diberikan dengan maksud menyatukan isi

(3)

dan dikembangkan oleh guru bersama peserta didik dengan memperhatikan keterkaitan dengan isi mata pelajaran.

Pembelajaran tematik menurut Trianto (2015: 147) dimaknai sebagai pembelajaran yang dirancang berdasarkan tema-tema tertentu. Pembelajaran tematik sebagai model pembelajaran termasuk salah satu tipe/jenis daripada model pembelajaran terpadu. Istilah model pembelajaran tematik pada dasarnya adalah model pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa.

Prinsip pembelajaran tematik menurut Trianto (2015: 154) dapat diklasifikasikan menjadi:1) prinsip penggalian tema; 2) prinsip pengelolaan pembelajaran; 3) prinsip evaluasi; 4) prinsip reaksi.

Manfaat pembelajaran tematik menurut Trianto (2015: 157) adalah : 1) dengan menggabungkan beberapa kompetensi dasar dan indikator serta isi mata pelajaran akan terjadi penghematan, karena tumpang tindih materi dapat dikurangi bahkan dihilangkan; 2) siswa mampu melihat hubungan yang bermakna sebab isi/materi pembelajaran lebih berperan sebagai sarana atau alat, bukan tujuan akhir; 3) pembelajaran menjadi utuh sehingga siswa akan mendapat pengertian mengenai proses dan materi yang tidak terpecah-pecah; dan 4) dengan adanya pemaduan antara-mata pelajaran, maka penguasaan konsep akan semakin baik dan meningkat.

(4)

tingkat perkembagannya; 2) kegiatan yang dipilih sesuai dengan minat dan kebutuhan anak; 3) kegiatan belajar bermakna bagi anak, sehingga hasilnya dapat bertahan lama; 4) keterampilan berfikir anak berkembang dalam proses pembelajaran terpadu; 5) kegiatan belajar mengajar bersifat pragmatis sesuai lingkungan anak; dan 6) keterampilan sosial anak berkembang dalam proses pembelajaran terpadu, keterampilan sosial ini antara lain : kerja sama, komunikasi, dan mau mendengarkan pendapat orang lain.

Ruang lingkup materi Bahasa Indonesia yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 (2013: 49) adalah: Materi Bahasa Indonesia untuk kelas I, II, III, dan IV meliputi : 1) bentuk dan ciri teks; 2) konteks budaya, norma, serta konteks sosial yang melatarbelakangi lahirnya jenis teks; 3) paralinguistik; dan4) satuan bahasa pembentuk teks, sedangkan di kelas V dan VI ditambah penanda kebahasaan dalam teks.

(5)

monoton melainkan lebih cermat dalam memilih, menata, dan merepresentasikan materi pembelajaran.

Adapun penelitian Sungkono menyatakan bahwa Pembelajaran tematik ini memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan perhatian, aktivitas belajar, dan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajarinya, karena pembelajarannya lebih berpusat pada siswa, memberikan pengalaman langsung kepada siswa, pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas, menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran., bersifat fleksibel, hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat, dan kebutuhan siswa.

Akan tetapi realita di lapangan bahwa ada ketidak sesuaian materi mata pelajaran, kecepatan pembelajaran yang tidak selaras antar mata pelajaran, dangkalnya materi, proses dan penilaian pembelajaran, mengakibatkan peserta didik kurang dilatih bernalar dan berpikir. Kurikulum 2013 seharusnya lebih mengembangkan kompetensi peserta didik untuk lebih dapat mengembangkan potensi dirinya tanpa harus merampingkan salah satu aspek misalnya aspek pengetahuan kebahasaan dalam materi pelajaran supaya tujuan pendidikan dapat tercapai, yaitu tercapainya pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Caranya dengan tidak merampingkan beberapa mata pelajaran dan menambah materi pada salah satu pelajaran.

(6)

Dengan demikian perlu diadakan penelitian mengenai kedudukan dan materi Bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2013. Hal ini perlu dilakukan dengan tujuan supaya materi Bahasa Indonesia dapat dipelajari secara mendalam dalam waktu yang terbatas dan tetap mengacu pada tema. Penelitian ini berjudul “Kedudukan dan Materi Bahasa Indonesia” dengan sub judul “Kajian Diskriptif terhadap Persepsi Guru dan Implementasinya

Se-Kabupaten Cilacap.”

Penelitian ini akan dilakukan di Kabupaten Cilacap dengan cara mengambil beberapa sampel secara randum ( acak) pada Sekolah Dasar yang menerapkan Kurikulum 2013.

B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang yang telah diuraikan, maka rumusan masalah dapat diuraikan sebagai berikut.

1. Bagaimanakah persepsi guru terhadap materi Bahasa Indonesia pada kurikulum 2013?

2. Bagaimanakah implementasi pembelajaran Bahasa Indonesia yang tematik terpadu pada kurikulum 2013?

(7)

C. Tujuan Penulisan

Dari rumusan masalah yang telah diuraikan, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui:

1. persepsi guru terhadap materi Bahasa Indonesia pada kurikulum 2013, 2. implementasi pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia yang

tematik terpadu pada kurikulum 2013,

3. hubungan antara persepsi guru dengan implementasi pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia yang tematik terpadu pada kurikulum 2013. D. Manfaat Penelitian

Dari tujuan penelitian yang telah diuraikan, maka manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Manfaat Teoretis

a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang kedudukan dan materi Bahasa Indonesia pada kurikulum 2013, serta implementasi pembelajaran Bahasa Indonesia yang tematik terpadu. b. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi bagi peneliti

selanjutnya. 2. Manfaat Praktis

a. Bagi guru

(8)

b. Bagi sekolah

Hasil penelitian ini dapat memberikan pengaruh atau dampak positif untuk meningkatkan kualitas proses kegiatan belajar mengajar terkait dengan penggunaan kurikulum yang tepat dan baik.

c. Bagi lembaga pendidikan

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan terdapat 19 sasaran strategis yang ingin dicapai dengan prioritas sasaran adalah: meningkatkan penerimaan Fakultas (bobot 10%),

menjadi duda/janda yang melangsungkan perkawinan lagi.. 3) PNS yang akan melakukan perceraian wajib memperoleh izin atau surat keterangan lebih dahulu dari Pejabat. 4)

Variabel reliability (X 2 ), yang meliputi indikator petugas memberikan pelayanan yang tepat, petugas memberikan pelayanan yang cepat, petugas memberikan pelayanan

terapi musik instrumental 82% depresi ringan, 18% depresi berat, 2) setelah melakukan terapi musik instrumental 88% tidak depresi dan 12% depresi ringan, 3) hasil

Diisi dengan bidang ilmu yang ditekuni dosen yang bersangkutan pada

Retribusi Daerah yang selanjutnya disebut retribusi adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian ijin yang khusus disediakan dan atau diberikan

Mengumumkan Rencana Umum Pengadaan Barang/ Jasa untuk pelaksanaan kegiatan tahun anggaran 2013, seperti tersebut di bawah ini

[r]