LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT
SOSIALISASI PRODUK HUKUM RENCANA AKSI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA (RANHAM ) KOTA SEMARANG DENGAN TEMA
"KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA"
(Di Balai Kelurahan Mangkang Kulon, Kec. Tugu, Kota Semarang)
PELAKSANA:
DR. SUPARMIN, SH., M.,HUM
FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS WAHID HASYIM
SEMARANG 201 1
DAFTAR IS1
HALAMAN JUDUL
...
i. . HALAMAIV PElVGESAHAN ... 11
KATA PENGANTAR
...
iiiDAFTAR IS1 ... iv I. PENDAHULUAN
...
1 11. RUMUSAN MASALAH...
2...
111. TUJUAN KEGIATAN 2...
IV. MANFAAT KEGIATAN 3 V. SASARAN STRATEGIS...
3VI. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
...
3VII. METODE KEGIATAN
...
4VIII. PENUTUP
...
4IX. LAMPIRAN-LAMPIRAN
...
4 Lampiran 1 : Surat Keputusan Wakil Walikota Semarang Selaku KetuaPanitia Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia Kota Semarang Tahun 20 1 1-20 14 Nomor : 1801339120 12 Tentang Perubahan Keputusan Wakil Walikota Semarang Selaku Ketua Panitia Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) Kota Semarang Tahun 20 1 1-20 1 4 Lampiran 2 : Surat Tugas
Lampiran 3 : Materi Sosialisasi
Lampiran 4 : Daftar Hadir Narasumber Lampiran 5 : Daftar Hadir Peserta Lampiran 6 : Foto Kegiatan
SOSIALISASI PRODUK HUKUM RENCANA AKSI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA (RANHAM KOTA SEMARANG) DENGAN TEMA
"KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA"
PENDAHULUAN
IVegara berpandangan bahwa segala bentuk kekerasan terutama dalam rumah tangga adalah pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan terhadap martabat kemanusiaan serta bentuk diskriminasi. Dewasa ini menunjukkan bahwa tindakan kekerasan dalam rumah tangga pada kenyataannya sering terjadi dan menimbulkan kerugian harta dan jiwa terhadap keluarga tersebut, sehigga dibutuhkan penegakan hukum, melalui perangkat hukum yang berlaku dalam sistem peradilan pidana (criminal justice system).
Tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga mempunyai kekhasan tersendiri, walaupun secara umum sudah diatur dalam KUHP, tetapi kekerasan dalam rumah tangga diatur mengenai penganiayaan dan kesusilaan serta penelantar orang yang perlu diberi nafkah kehidupan. Perempuan merupakan kelompok yang rentan dan tersubordinasi sebagai korban kekerasan dalam rumah tangga. Peraturan yang terkait dengan kekerasan dalam rumah tangga antara lain : Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi Mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Wanita (Convention On The Elimination of All Forms of Discrimination Against Women), dan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2009 tentang Hak Asasi Manusa.
Tujuan Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga, yaitu :
1. Untuk melindungi dan berpihak pada korban serta sekaligus memberikan pendidikan danpenyadaran kepada masyarakat
dan aparat bahwa segala tindak kekerasan dalam rumah tangga merupakan kejahatan terhadap martabat kemanusiaan. 2. Menumbuhkan Sensitivitas Gender dan hak asasi manusia
perempuan dalam Penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan di tingkat Peradilan Umum.
3. Sistem Peradilan Pidana (Criminal justice system)
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, mengatur Pencegahan dan Perlindungan serta pemulihan terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga. Dengan unsur tindak pidana yang berbeda dalam KUHP secara spesifik kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga mengatur kewajiban bagi aparat penegak hukurn, tenaga kesehatan, pekerja sosial, relawan pendamping atau pembimbig rohani.
Kegiatan sosialisasi ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Semarang untuk melakukan pencerahan hukum kepada rakyat Indonesia khususnya terhadap warga Kota Semarang. Ssialisasi produk hukum penting dilakukan secara terus menerus agar rakyat menjadi cerdas dalam kehidupan bemasyarakat dengan harapan pelaksanaan sosialisasi menjadi semakin berkualitas dan kesadaran hukum masyarakat semakin meningkat dengan dilakukannya "Sosialisasi Produk Hukum Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM Kota Semarang) dengan tema "Kekerasan Dalam Rumah Tangga".
11. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian di atas maka dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1 . Kurangnya pengetahuan rakyat Indonesia khususnya warga masyarakat Kota Semarang tentang adanya Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia;
2.
Kurangnya pemahaman rakyat Indonesia khususnya khususnya warga masyarakat Kota Semarang tentang adanya produk hukum mengenai penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.111. TUJUAN KEGIATAN
Tujuan kegiatan sosialisasi ini adalah
1. Memberi pengetahuan kepada rakyat Indonesia khususnya warga masyarakat Kota Semarang tentang adanya Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia di Kota Semarang;
2. Menambah pemahaman rakyat Indonesia khususnya warga masyarakat Kota Semarang tentang adanya Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia;
IV. MANFAAT KEGIATAN
Manfaat kegiatan ini adalah
1. Rakyat Indonesia khususnya warga masyarakat Kota Semarang tentang memahami betapa pentingnya adanya Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia;
2. Rakyat Indonesia khususnya warga masyarakat Kota Semarang tentang adanya Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia dan memahami Undang-Undang IVomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga;
V. SASARAN STRATEGIS
Sosialisasi ini ditujukan kepada rakyat Indonesia khususnya para warga masyarakat Kota Semarang tentang adanya Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia; Adapun alasan menyasar mereka adalah karena perlunya penghapusan kekerasan dalam rumah tangga yang marak terjadi dbeberapa wilayah tidak mengenai warga Kota Semarang.
VI. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN Hari, tanggal : Jumat, 17 Juni 201 1
Pukul : 19.00 - 22.00 WIB
Tempat : Balai Kel. Penggaron Kidul, Pedurungan, Semarang
VII. METODE KEGIATAN
Metode penyampaian materi dengan cara ceramah dan disampaikan oleh 5 (lima) nara sumber secara bergantian. Materi-materi yang disampaikan antara lain membahas prosedur, proses dan pentingnya pelaksanaan sosialisasi Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia. Setelah materi tersampaikan, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab atau diskusi dengan para peserta.
VIII. PENUTUP
Demikian laporan pertanggungjawaban kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Pelaksana mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung kesuksesan kegiatan ini. Mohon maaf bila ada kesalahan dan kekurangan dalam pelaksanaannya.
IX. LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Surat Keputusan Wakil Walikota Semarang Selaku Ketua Panitia Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia Kota Semarang Tahun 20 1 1-20 14 Nomor : 180/339/20 12 Tentang Perubahan Keputusan Wakil Walikota Semarang Selaku Ketua Panitia Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) Kota Semarang Tahun 201 1-2014
2. Surat Tugas 3. Materi Sosialisasi
4. Daftar Hadir Narasumber 5. Daftar Hadir Peserta 6. ~oto-foto Kegiatan
LAMPIRAN 1
-
Nomor :
078
1
d
Semarang,i6
- 7-
201 1Sifat : Sege a.
Lampiran : -
Perihal : Permohonan Narasumber pada K e p a d a
Acara Sosialisasi RANHAM
Yth. Dosen Fakultas Hukurn Universitas Wahid Hasyim Semarang.
J1. Menoreh Tengah X722 di
S E M A R A N G
1. D a s a r :
a. Peraturan Presiden Republik lndonesia Nomor 23 Tahun 201 1 Tentang Rencana - a s i Sasional Hak Xsasi Sflanusia Indonesia
(RANI-LXSI) Tahun 201 1
-
20 13;b. Kepurusan Walikota Semarang Nomor 180/340i20 12 rentang
Perubahan atas Keputusan Walikota Semarang Nomor
180/182/2011 tentang Pembentukan Panitia Rencana Aksi
Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) Kota Sernarang Tahun
2011 - 2014.
2. Dengan ini kami sarnpaikan hal-hd sebagai berikut :
a. Pemerintah Kota akan menyelenggarakan Sosialisasi Rencana Aksi
Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) Kota Semarang di 5
(lima) Kelurahan terdiri dari :
1. Kelurahan Kalibanteng Kulon 2. Kelurahan Ngaliyan.
3. Kelurahan Mangkang Kulon.
4. Kelurahan Karang Tempe1 5. Kelurahan Penggaron Kidul
Yang pesertan?-a dari Ketua Rt & Rw, Tokoh Masyarakat,
Kmgaruna dan PKK Tingkat Kelurahan.
b. Sehubuqgan ha! tersebut dizm. maka kami rnohon kesediaannya
menugaskan 1 ( said i ormg sehagai XwasumberPenceramah pada
Acara Sosialisasi dirndsud
is-
jsdx.l.-aE : ? r l ~ ~ p i r .. .
3. Dernikian untuk menjadikan maklum d z - zm= _ i ~ ra l j isxnp.$ill;zin ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~
terimakasih.
4
An. ASISTEN ADSIIXISTRASI F E S E m ~ T - ~ l . ~ \
SEKDA KOT-4 SE>L&Kk.XG
LAMPIRAN
2
"KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA"
Sosialisasi Produk Hukurn di Kelurahan Mangkang Kulon Kec. Tugu-Kota Semarang
Diselenggarakan oleh
Bag. Hukum Pemerintah Kota Se~narang disamfJai6n
OhE
Dr. Suparmin, SH., M.Hum
Website : Suparminbook.com Email : [email protected]
Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim Semarang
2011
PENDAHULUAN
Ass
Wr Wb
Negara berpandangan bahwa segala bentuk kekerasan,
terutama kekerasan dalam rumah tangga adalah
pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan terhadap
martabat kemanusiaan serta bentuk diskriminasi
Dewasa ini menunjukkan bahwa tindakan kekerasan
secara fisik, psikis, seksual dan penelantaran rumah
tangga pada kenyaaannya Sering te jadi sehingga
dibutuhkan penegakan hukum
-
criminaljustice system