• Tidak ada hasil yang ditemukan

Standar penilaian mamduh dan mazmum tafsir bi al-ra’yi: kajian terhadap kitab al-tafsir wa al-mufassirun karya Muhammad Husein al-Zahabi.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Standar penilaian mamduh dan mazmum tafsir bi al-ra’yi: kajian terhadap kitab al-tafsir wa al-mufassirun karya Muhammad Husein al-Zahabi."

Copied!
94
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Pertama, bahwa Nabi Muhammad SAW perlu menyadari bahwa Allah SWT yang kepadanya menurunkan Al- Qur‟an dan memberikan tugas dan kewajiban berdakwah, tidak akan membiarkan

Secara umum metode ini mengambil dua bentuk yang berbeda namun terkadang beririsan, yaitu: 1) menafsirkan ayat 13 dengan ayat di bagian lain dalam Al-Qur’a>n (di surah

Sumber penafsiran yang digunakan dalam Kitab Al-Qur´an dan Tafsirnya (Edisi yang Disempurnakan) adalah: bi al- ma’tsur , baik menafsirkan al-Qur’an dengan al-.. 15

Nabi, s}aha>bi>, historis (turunnya al- Qur’an) atau asba>b al-nuzu>l, kebahasaan, kaidah- kaidah dan teori pengetahuan. Sedangkan kajian tafsir yang terkait

Niat ikhlas,Penafsiran para ulama tafsir tentang Surat Hud ayat yang ke 29, menjelaskan bahwa dakwah Nabi Nuh kepada kaumnya memang didasarkan oleh

Dan tidak membahas mengenai penafsiran-penafsiran tokoh terkait terhadap ayat-ayat Ahl Al Kitab.16 Karya lain yang telah meneliti kitab tafsir tematik Muhamad Al Ghazali berupa

Digunakan metode tafsir moqarran dapat dilihat dari banyaknya perbandingan pendapat ulama dalam menafsirkan ayat-ayat al- Qur‟an, terutama dalam membahas tetntang hukum fiqh al-Rāzi

Primer dimaksudkan bahwa, Hamka tidak lepas dari kaidah tafsir bi al-ma’tsur yakni menafsirkan al- Qur’an dengan al-Qur’an, sunnah dan perkataan para sahabat.21 Kemudian data sekunder