• Tidak ada hasil yang ditemukan

III. METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "III. METODE PENELITIAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

36

penelitian yang digunakan untuk menggambarkan, menjelaskan dan menjawab persoalan-persoalan tentang fenomena dan peristiwa yang terjadi di suatu wilayah dan dalam satuan waktu tertentu. Adapun tujuan dari penelitian deskriptif kuantitatif adalah untuk mengeneralisasi temuan penelitian sehingga dapat digunakan untuk memprediksi situasi yang sama pada populasi lain, dan untuk menjelaskan hubungan sebab akibat antara variabel yang diteliti.

Permasalahan yang akan dikaji oleh peneliti merupakan masalah yang bersifat sosial, ekonomi dan dinamis yaitu untuk menjelaskan bagaimana motivasi petani untuk menanam padi. Ragam motivasi yang digunakan sebagai acuan dalam penelitian ini adalah teori kebutuhan ERG (Existence needs,

Relatedness needs, dan Growth needs) yang dikemukakan oleh Clayton

Alderfer. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasi yaitu suatu penelitian yang dilakukan untuk menggambarkan dua atau lebih fakta dan sifat objek yang diteliti. Sehingga, penelitian ini dilakukan untuk membandingkan hubungan antar variabel berdasarkan kerangka pemikiran yang telah dibuat.

B. Metode Penentuan Lokasi Penelitian

Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive yaitu dengan sengaja karena pertimbangan tertentu. Penelitian dilaksanakan di Desa Gunung, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali. Adapun dasar penentuan lokasi Kabupaten Boyolali adalah pada tahun 2014 Kabupaten Boyolali berhasil menempati peringkat pertama dalam bidang ketahanan pangan tingkat Provinsi Jawa Tengah, sehingga berhak mendapatkan penghargaan Adikarya Pangan Nusantara (Kabupaten Boyolali, 2014). Kecamatan Simo merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Boyolali yang menjadi salah satu sentra produksi padi. Jumlah penduduk kecamatan Simo sebesar 43.652 orang dengan tingkat masalah kesejahteraan sosial rawan sosial ekonomi yang tinggi

(2)

dibandingkan desa lain di Kecamatan Simo (Badan Pusat Statistik, 2014). Pada bulan April 2015 tersebar pupuk palsu di Kecamatan Simo yang menyebabkan petani mengalami kerugian dimana kandungan pupuk berisi batu bata dan garam (Widjajadi, 2015)

Penentuan lokasi penelitian di Desa Gunung dilakukan dengan pertimbangan mayoritas penduduk adalah petani padi yang dapat mewakili sentra produksi padi dengan rata-rata tingkat produksi padi yang rendah hingga moderat dan letak lahan yang cenderung berjauhan. Luas lahan di Desa gunung memiliki lahan yang paling sempit di Kecamatan Simo. Desa Gunung memiliki musim tanam padi sebanyak 2-3 kali dalam setiap tahun, namun pada musim tanam ke-2 dan ke-3 sering terjadi kekurangan air dan rentan serangan hama tikus sehingga produksi padi semakin menurun. Harga jual padi lebih rendah daripada yang diharapkan, terjadinya kelangkaan pupuk yang dapat menyebabkan biaya produksi lebih besar daripada pendapatan usahatani padi. Disamping itu, penduduk di Desa Gunung memiliki tingkat masalah kesejahteraan sosial rawan sosial ekonomi yang cukup tinggi. Hal ini, menyebabkan petani akan mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup serta modal untuk masa tanam berikutnya. Berdasarkan uraian diatas, peneliti ingin mengetahui motivasi petani berusahatani padi.

C. Metode Penentuan Populasi dan Sampel

Metode penentuan populasi dan penentuan sampel dalam penelitian ini antara lain:

1. Populasi

Populasi dalam statistika merujuk pada sekumpulan individu dengan

karakteristik khas yang menjadi perhatian dalam suatu penelitian (Somantri et al, 2006). Sehingga populasi adalah sekelompok orang,

kejadian atau segala sesuatu yang mempunyai karakteristik tertentu dan menjadi objek inferensi. Populasi dalam penelitian ini adalah petani padi yang berada di Desa Gunung, Kelurahan Gunung, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali.

(3)

2. Sampel

Sampel adalah bagian kecil dari populasi yang diteliti untuk dipelajari mengenai populasinya (Sudradjat et al, 2012). Sampel dianggap sebagai perwakilan dari populasi yang hasilnya mewakili keseluruhan gejala yang diamati. Penentuan besar sampel dalam penelitian ini adalah Cluster

Random Sampling. Dalam pemilihan sampel bukan didasarkan pada

individual, tetapi lebih didasarkan pada kelompok, daerah, atau kelompok subjek yang secara alami berkumpul bersama. Metode pengambilan sampel yang dilakukan dalam penelitian ini adalah random, sehingga sampel yang digunakan dalam penelitian ini diambil secara acak berdasarkan undian.

Teknik klaster sering digunakan oleh para peneliti di lapangan yang wilayahnya luas. Pertimbangan pengambilan sampel dengan menggunakan

Cluster Sampling adalah jumlah petani di Desa Gunung sangat banyak yang

tersebar ke dalam 7 dusun, yaitu Dusun Gunung, Pulung, Candi, Sambengan, Jogo Marto, Sido Mulyo dan Giri Harjo. Untuk mempermudah dalam pengambilan sampel dalam waktu yang singkat setiap dusun diambil sampel sebanyak 10 orang, sehingga total sampel yang diambil sebanyak 70 sampel, dengan tujuan agar sampel dapat mewakili kondisi petani padi di Desa Gunung, Kelurahan Gunung, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali.

D. Jenis dan Sumber Data

Adapun jenis dan sumber data dalam penelitian mengenai motivasi petani berusahatani padi antara lain:

1. Jenis Data

Jenis data yang dipergunakan dalam penelitian ini antara lain:

a. Data kuantitatif, merupakan data yang dinyatakan dalam bentuk angka-angka yang dapat dihitung. Dalam penelitian ini yang termasuk data kuantitatif antara lain jumlah penduduk di Kelurahan Gunung.

b. Data kualitatif, merupakan data yang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk angka-angka. Dalam penelitian ini yang termasuk data kualitatif antara lain keberadaan lokasi penelitian dan motivasi kerja petani.

(4)

2. Sumber Data

Sumber data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah:

a. Data primer adalah sumber data yang diperoleh secara langsung dari sumber aslinya, yang dapat berupa opini/persepsi orang secara individual dan kelompok serta hasil observasi terhadap suatu benda atau kegiatan. Data primer dikumpulkan dengan cara wawancara yang mendalam kepada responden dan berdasarkan jawaban kuesioner.

b. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari teknik pengumpulan data yang menunjang data primer. Data sekunder diperoleh secara tidak langsung atau melalui pihak lain dari pengamatan, studi pustaka, dokumentasi yang meliputi foto, gambar, serta data-data yang dipublikasi dan tidak maupun dokumentasi berupa video.

E. Metode Pengumpulan Data

Dalam penelitian, pengumpulan data perlu dilakukan secara berhati-hati, sistematis dan cermat, dengan demikian data yang dikumpulkan dapat relevan dengan masalah penelitian sebagai upaya menguji kebenaran hipotesis yang telah dirumuskan. Adapun metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:

1. Observasi yaitu teknik pengumpulan data dimana peneliti mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap objek yang diteliti, dalam situasi alamiah atau sebenarnya (lapangan). Adapun alat pengumpulan data dalam observasi diantaranya catatan informal, daftar cek, skala penilaian dan pencatatan dengan alat.

2. Data primer dalam penelitian ini didapatkan melalui kuesioner, kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan sejumlah pertanyaan secara terstruktur kepada responden penelitian dengan tujuan untuk memperoleh jawaban yang dijadikan sebagai data primer yang berisi pernyataan mengenai masalah yang diteliti.

(5)

3. Wawancara merupakan teknik pengumpulan data dengan cara melakukan tanya jawab secara mendalam kepada responden untuk memperoleh data yang lebih akurat dan lengkap karena menyangkut penjelasan yang lebih dalam dari kuesioner.

Teknik pengumpulan data dalam penelitian diperoleh dengan cara survey yaitu datang langsung ke lokasi penelitian dan memberikan kuesioner kepada sejumlah petani yang sesuai dengan kriteria responden. Kuesioner berisi pertanyaan terstruktur dan responden harus memilih salah satu alternatif jawaban yang sesuai. Sebelum kuesioner diserahkan, kuesioner di uji coba kepada responden yang memiliki karakteristik yang sesuai dengan karakteristik populasi penelitian. Uji coba ini dilakukan untuk mengetahui tingkat validitas dan reabilitas alat ukur penelitian, diharapkan agar pertanyaan-pertanyaan yang digunakan layak untuk digunakan sebagai alat ukur untuk pengumpulan data penelitian.

F. Metode Analisis Data

Salah satu tahap penting dalam proses penelitian adalah tahap analisis data, yaitu tahap di mana data yang dikumpulkan dengan menggunakan berbagai teknik pengumpulan data, diolah, dan disajikan untuk membantu peneliti menjawab permasalahan yang ditelitinya. Hasil dari jawaban atas kuesioner yang diajukan kepada responden akan dideskripsikan secara mendalam untuk mengetahui motivasi petani berusahatani padi. Dalam melakukan penelitian, analisis data yang dilakukan antara lain:

1. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas terhadap Kuesioner a. Uji Validitas

Uji Validitas merupakan pengujian yang dilakukan terhadap isi dari suatu instrumen dengan tujuan mengukur ketepatan instrumen tersebut. Uji Validitas dilakukan dengan menggunakan software SPSS versi 16.00 dengan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Uji korelasi

Pearson Product Moment digunakan untuk mengetahui apakah variabel

(6)

diuji relasinya dengan skor total untuk mengetahui hubungan antar variabel jika data yang digunakan memiliki skala interval atau rasio. Masing-masing item variabel X dan Y akan diuji relasinya dengan skor total variabel tersebut. Adapun dasar pemikiran analisis korelasi Pearson

Product Moment adalah perubahan antar variabel, artinya perubahan

variabel akan diikuti dengan perubahan variabel yang dimaksud. Agar penelitian ini lebih teliti, sebuah item sebaiknya memiliki korelasi (rhitung)

lebih besar dari rtabel pada tingkat signifikan 95% atau memiliki nilai ρ-value (sig) kurang dari α (0,05) maka item penelitian tersebut valid. Item

yang memiliki rhitung kurang dari rtabel atau ρ-value (sig) lebih dari α (0,05)

akan disingkirkan karena item tersebut tidak memiliki kontribusi dengan pengukuran dalam penelitian.

b. Uji Reliabilitas

Uji Reabilitas dilakukan dengan menggunakan uji Alpha Cronbach. Uji Reliabilitas dilihat dari koefisien Alpha dari hasil uji reliabilitas analysis. Jika nilai Alpha rendah, kemungkinan satu atau beberapa item tidak reliable, maka harus dilakukan identifikasi dengan prosedur analisis per item. Item Analysis merupakan kelanjutan dari tes Alpha sebelumnya guna melihat item-item tertentu yang tidak reliable. Melalui Item

Analysis ini maka satu atau beberapa item tidak reliable dapat dibuang

sehingga nilai Alpha dapat lebih tinggi. Setiap item memiliki reliabilitas konsisten internal, yaitu suatu pendekatan untuk menaksir konsistensi internal dari kumpulan item dimana beberapa item dijumlahkan untuk menghasilkan skor total untuk skala/konstrak. Adapun kriteria untuk menafsir hasil uji reliabilitas antara lain, jika nilai hitung alpha lebih besar dari nilai tabel r, maka item pertanyaan dinyatakan reliable. Tetapi apabila nilai hitung alpha lebih kecil dari nilai tabel r maka item

pertanyaan dinyatakan tidak reliable. Nilai tabel r dapat dilihat pada α = 5 % dan db = n - 2 (Muhidin et al, 2011).

(7)

2. Analisis Data

a. Analisis Deskriptif yang Disajikan dalam Tabel Distribusi Frekuensi Relatif

Analisis statistik deskriptif yaitu salah satu metode statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul. Fungsi analisis deskriptif antara lain untuk mendeskripsikan keadaan suatu gejala, serta mengklafisikasikan suatu data variabel berdasarkan kelompoknya masing-masing untuk mempermudah dalam mengiterprestasikan dan menyajikan informasi.

Tabel distribusi frekuensi relatif merupakan tabel distribusi frekuensi yang dinyatakan dalam bentuk angka relatif atau dalam persentase. Besarnya frekuensi relatif (fr) tiap kelas frekuensi absolut tiap

kelas dibagi seluruh frekuensi dikalikan 100% (Somantri et al, 2011). Tabel distribusi frekuensi relatif ini digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi petani yang disajikan dalam frekuensi dan persentase.

b. Analisis Deskriptif yang Disajikan dalam Tabel Distribusi Frekuensi Tabel distribusi frekuensi merupakan susunan data dalam suatu tabel yang telah diklasifikasikan menurut kelas-kelas atau kategori tertentu. Ada dua bentuk distribusi frekuensi menurut pembagian kelasnya yaitu distribusi frekuensi kualitatif (kategori) dan distribusi frekuensi kuantitatif (bilangan). Pada distribusi frekuensi kualitatif pembagian kelasnya didasarkan pada kategori tertentu dan banyak digunakan untuk data berskala ukuran nominal. Sedangkan kategori kelas dalam tabel distribusi frekuensi terdapat dua macam kategori yaitu kategori data tunggal dan kategori data berkelompok atau bergolong (Somantri et al, 2011).

(8)

Tabel distribusi frekuensi ini digunakan untuk menyajikan data motivasi petani berdasarkan teori 3 kebutuhan dasar ERG dari Clayton Alderfer. Tabel distribusi frekuensi kuantitatif menggunakan kategori data berkelompok, menurut aturan Sturges ada beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam menentukan kategori kelas, diantaranya:

1) Menetukan besarnya jangkauan data atau range (R) dengan menggunakan rumus: Range = Nilai observasi terbesar - nilai observasi terkecil

2) Menentukan banyaknya kelas (K) yang diukur dengan menggunakan rumus: 1 + (10/3) log n. Namun dalam penelitian ini memiliki 5 pembagian kelas yang terdiri dari sangat rendah, rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi. Dalam penentuan luas kelas seharusnya sama agar gambaran perpencaran frekuensi menjadi jelas. Namun, dalam penelitian ini memiliki kelas pertama (sangat rendah) yang memiliki luas kelas yang tidak sama dengan kelas kedua hingga kelas kelima. Karena peneliti ingin mempertahankan suatu gejala dalam penelitian agar distribusi tidak melenceng. Menurut Djarwanto (1990) luas kelas yang tidak sama dapat digunakan dalam hal-hal tertentu antara lain: a) Kalau dalam masing-masing kelas ingin mempertahankan suatu

gejala tertentu yang sama dan menjadi obyek tujuan dalam penelitian.

b) Kalau distribusi menceng sekali dimana frekuensi-frekuensi terlalu berkelompok pada beberapa kelas sehingga perbandingan jumlah frekuensi dengan kelas-kelas yang lain menjadi tidak seimbang. c) Untuk mengaburkan data yang tidak boleh diumumkan.

3) Menentukan perkiraan interval kelas (P), yaitu besarnya jangkauan data dibagi dengan banyaknya kelas pengamatan (R/P). Biasanya nilai interval kelas menggunakan bilangan yang mudah dalam pengoperasiannya, supaya memudahkan dalam penyusunan tabel.

(9)

4) Menentukan batas kelas, yaitu nilai-nilai yang membatasi kelas yang satu dengan kelas yang lainnya. Dalam satu kelas terdapat dua batas yaitu batas bawah kelas dan batas atas kelas.

5) Memasukkan data hasil pengamatan ke dalam masing-masing kelas yang sesuai, kemudian menjumlahkan (tabulasi) untuk mengetahui jumlah frekuensi masing-masing kelasnya. Dalam melakukan tabulasi data, penelitian ini menggunakan aplikasi Microsoft Excel untuk mempermudahkan dalam penghitungan dan agar mendapatkan data yang lebih akurat dibandingkan dengan menghitung secara manual. c. Analisis Korelasi Parsial

Korelasi parsial adalah suatu nilai yang menunjukkan kuat lemahnya hubungan antar variabel X dengan Y, dengan salah satu bagian variabel bebasnya dianggap konstan (Muhidin et al, 2011). Korelasi parsial digunakan untuk mengetahui korelasi murni yang terlepas dari pengaruh-pengaruh variabel lain, dengan cara mengontrol suatu variabel (Hartono, 2013). Analisis korelasi parsial dalam penelitian ini berguna untuk mengkaji hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi dengan motivasi petani dalam usahatani padi di Desa Gunung, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali dan dinyatakan dengan koefisien korelasi (r). Nilai r berkisar antara 1 sampai -1, nilai semakin mendekati 1 berarti hubungan antara dua variabel semakin kuat. Pedoman untuk memberikan interprestasi koefisien korelasi adalah sebagai berikut: 0,00 – 0, 199 = sangat rendah

0,20 – 0,399 = rendah 0,40 – 0,599 = sedang 0,60 – 0,799 = kuat

(10)

Adapun rumus koefisien korelasi sampel dari analisis parsial antara lain: rYX1 = N ΣYX1 √{ [N ΣY2 – (ΣY)2] . [ N ΣX12 – (ΣX1)2] } rYX2 = N ΣYX2 √{ [N ΣY2 – (ΣY)2] . [ N ΣX22 – (ΣX2)2] } rX1X2 = N ΣX1X2 √{ [N ΣX12 – (ΣX1)2] . [ N ΣX22 – (ΣX2)2] } Dimana:

rYX1 = koefisien korelasi sederhana antara Y dengan X1

rYX2 = koefisien korelasi sederhana antara Y dengan X2

rX1X2 = koefisien korelasi sederhana antara X1 dengan X2

Sedangkan rumus koefisien korelasi parsial dari koefisien korelasi sampel menurut Riduan (2003) dalam Somantri (2006) antara lain: rYX1.X2 = rYX1 – rYX2 . rX1X2

√{ [ 1 – rYX22] . [ 1 – rX1X22] }

rYX2.X1 = rYX2 – rYX1 . rX1X2

√{ [ 1 – rYX12] . [ 1 – rX1X22] }

rX1X2.Y = rX1X2 – rYX1 . rYX2

√{ [ 1 – rYX12] . [ 1 – rYX22] }

Dimana:

rYX1.X2 = koefisien korelasi parsial di antara X1 dan Y dengan X2

sebagai variabel kontrol

rYX2.X1 = koefisien korelasi parsial di antara X2 dan Y dengan X1

sebagai variabel kontrol

rX1X2.Y = koefisien korelasi parsial di antara X1 dan X2 dengan Y

(11)

d. Uji Signifikasi

Tingkat signifikansi hubungan diuji dengan menggunakan nilai ρ-value dari hasil uji menggunakan SPSS 16.0 atau menggunakan uji t karena sampel yang diambil lebih dari 70 (N>30) dengan tingkat kepercayaan 95%, adapun rumus uji signifikan korelasi parsial menurut Sudjana (1996) dalam Muhidin dan Abdurahman (2011) antara lain:

t = rp √ n- k-1

√1- rp2

Diketahui:

T : Tingkat signifikansi, dengan db = n-k-1

rp : Nilai koefisien korelasi

n : Jumlah sampel penelitian

k : Jumlah variabel bebas dalam penelitian Kesimpulan:

1) Jika thitung > ttabel atau ρ-value (sig) < α(α = 0.05) berarti H0 ditolak

dan Ha diterima, artinya ada hubungan yang signifikan antara

faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi dengan motivasi petani berusahatani padi di Desa Gunung, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali.

2) Jika thitung ≤ ttabel atau ρ-value (sig) ≥ α(α = 0.05) berarti H0 diterima

dan Ha ditolak, artinya tidak adanya hubungan yang signifikan antara

faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi dengan motivasi petani berusahatani padi di Desa Gunung, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali.

Referensi

Dokumen terkait

Variabel penelitian memiliki data berskala nominal, maka analisa univariate yang digunakan adalah distribusi frekuensi (Notoatmodjo, 2005), yang termasuk data

Sugiyono (2013) mengemukakan metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang dilakukan untuk meneliti suatu kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti

Populasi adalah keseluruhan obyek yang menjadi perhatian peneliti. Obyek penelitian ini dapat berupa mahkluk hidup, benda-benda, sistem dan prosedur, fenomena,

b. Semua orang tua yang bersedia menjadi subjek penelitian dijelaskan maksud dan tujuan penelitian, kemudian menandatangani informed consent. Perlakuan kepada kelompok

Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek alamiah, dimana

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGONVERSI TEKS ANEKDOT MENJADI NASKAH DRAMA MELALUI MODEL BERPIKIR INDUKTIF(Penelitian Tindakan Kelas terhadap Siswa Kelas X Semester II, SMA Negeri

Variabel penelitian memiliki data berskala interval, maka analisa univariate yang digunakan adalah distribusi frekuensi (Notoatmodjo, 2005) yang meliputi pengetahuan

Tabel Distribusi Frekuensi Berkelompok LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT TABEL DISTRIBUSI FREKUENSI BERKELOMPOK: ■ Menentukan Rentang Data Terbesar – Data Terkecil ■ Menentukan Banyak Kelas