• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PENGENALAN PERUSAHAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II PENGENALAN PERUSAHAAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

6 BAB II

PENGENALAN PERUSAHAAN

Gambar 2.1 Logo lampu Hijau Sumber : Lampu Hijau

2.1 Sejarah Perusahaan

Surat Kabar Harian Lampu Hijau merupakan salah satu perusahaaan di bawah naungan PT. Cahaya Rakyat Merdeka Group. Surat Kabar Harian Lampu Hijau terbit pertama kali sebanyak 12 halaman, Kamis, 26 November 2001. Sejak tanggal 17 Februari 2006, surat kabar ini beralokasi di Jalan Raya Kebayoran Lama No. 5/1D, Jakarta Barat. Sebelumnya beralamat di Jalan Raya Kebayoran Lama No. 17, Jakarta Selatan. Surat kabar ini terbit berdasarkan SK Menpen RI No. 326/SK/Menpen/SIUP/1998 dengan perubahan tanggal 6 April 1999 surat Menpen/Dirjen PPG No. 88/Ditjen PPG/K/1999.

Latar belakang berdirinya surat kabar ini ditandai dengan adanya reformasi dalam orde baru yang melahirkan banyak Koran baru yang diantaranya dapat di kategorikan sebagai Koran kuning, salah satunya adalah Koran Lampu Merah (sebelum berganti nama Lampu Hijau). Koran kuning adalah jenis Koran yang memuat berita-berita kriminal yang sensasional yang mampu menarik perhatian masyarakat.

Lampu Merah adalah fenomena kesuksesan korang kuning di Indonesia yang terbit setelah masa reformasi. Koran tersebut dalam waktu yang cukup singkat sejak berdiri 26 November 2001 berhasil menjaring pembaca sebanyak 1,3 juta pada tahun 2004 dan mencapai BEP (break even point) kurang dari satu tahun. Pada awal

penerbitan Lampu Merah, edisi pertama diterbitkan 12 halaman dan dicetak sebanyak 40 ribu eksemplar. Sampai bulan keenam yang biasanya disebut sebagai masa mencari

(2)

7

jati diri dan oplah yang biasanya turun sampai batas sesungguhnya, Lampu Merah justru mengalami peningkatan hingga 100 ribu eksemplar. Peningkatan ini kemudian membawa Lampu Merah mencapai BEP pada umur kurang dari satu tahun, menjadikannya satu fenomena yang menarik di industri media cetak. Tahun 2005, Lampu Merah memasuki tahun keempat dan telah melalui oplah fantastis sebanyak 225 ribu eksemplar. Namun setelah terjadi beberapa kali kenaikan BBM, oplah menurun menjadi sekitar 125 ribu eksemplar.

Awal mula berdirinya Lampu Merah adalah inisiatif Direksi Group Rakyat Merdeka untuk membuat satu koran yang berfokus pada masalah kriminal. Dipilihnya Gatot Wahyu (yang sekarang menjabat Ketua Komisi Pengembangan) bersama beberapa rekannya untuk merintis koran tersebut adalah karena latar belakangnya sebagai wartawan kriminal pada saat masih di harian Rakyat Merdeka. Tidak banyak arahan yang diberikan Direksi mengenai konten dan desain Lampu Merah karena karyawan diberikan kebebasan berkreasi.

Dibanding koran kuning lainnya, penulisan judul headline Lampu Merah memiliki kekhasan berupa kalimat panjang terdiri dari 10-20 kata. Judul ini umumnya ditulis dalam ukuran besar dengan huruf kapital, namun pada edisi tertentu memiliki anak judul yang ditulis lebih kecil yang ditempatkan di atas atau di bawah judul besar (utama). Judul Lampu Merah yang tergolong panjang misalnya ”Ngakunya Orang Pintar, Bisa Negluarin Jin Jahat yang Ngeganggu, DUKUN MERKOSA 20 SISWI SMP, ADA YANG DISODOMI JUGA LHO” (Lampu Merah, 24 Agustus 2008). Judul

pendek yang ditampilkan Lampu Merah misalnya ”CEWEK DISUNDUTIN ROKOK, DISODOMI, T’RUS DIBUNUH” (Lampu Merah, 30 Agustus 2008).

Panjang berita headline Lampu Merah berkisar antara 6 –10 paragraf (termasuk lead). Penulisan lead tidak selalu dicetak dengan ukuran huruf yang lebih besar dibanding huruf body berita sebagaimana lazimnya penulisan lead surat kabar.

Meskipun demikian, kebanyakan lead yang diposisikan pada awal berita ditulis dengan

ukuran huruf yang berbeda dengan ukuran huruf body berita, yakni sedikit lebih besar,

tebal, dan renggang.

Namun karena isi materi baik artikel, gambar, maupun penulisan judul berita yang dianggap terlalu fulgar dan banyak menampilkan unsur pornografi, sejak Minggu, 20 Oktober 2008 Lampu Merah berubah nama menjadi Lampu Hijau. Pada pengantar edisi perdana Lampu Hijau ditulis dengan berganti nama baru, Lampu

(3)

8

Merah ingin mengubah citranya menjadi koran yang lebih “teduh” sebagaimana filosofi warna hijau. Dalam praktiknya, perubahan ini hanya terlihat dari pengurangan materi seksualitas. Sebagai gantinya Lampu Hijau menambah materi berita-berita politik dan kriminalitas dengan teknik pengemasan dan penyajian yang sama dengan Lampu Merah. Dan sampai saat ini harian Lampu Merah di kenal dengan nama baru yaitu Harian Lampu Hijau.

2.2 Visi dan Misi Perusahaan 2.2.1 Visi Perusahaan :

1. Menjadi media iklan dan promosi berkelanjutan bagi para pelaku usaha serta pemasar produk-produk komersial di kota-kota bisnis di Indonesia.

2. Menjadi koran trendsetter, referensi utama dan langganan para pemerhati, pelaku

dan para pemangku kebijakan politik di 34 propinsi di Indonesia, dengan memanfaatkan jaringan pemasaran Cahaya Merdeka grup.

3. Menjadi media partner para penyelenggara kegiatan politik dan bisnis (event, organization, atau gathering) di kota-kota besar seluruh Indonesia.

4. Menjadi perusahaan media cetak nasional dengan kinerja sehat, terus bertumbuh positif (dengan total pertumbuhan usaha rata-rata naik 10 hingga 15 persen per tahun), dan mampu menjamin kesejahteraan karyawannya.

2.2.2 Misi Perusahaan

1. Menampilkan halaman-halaman, rubrik-rubrik, serta (judul dan atau angle) berita-berita politik yang memiliki cakupan edukasi dan peliputan berskala nasional secara interaktif, progresif, selalu lebih maju, atraktif dan kuat.Terlebih

penting, konten yang bisa mendatangkan kerjasama periklanan dalam jumlah besar.

2. Ikut serta menggelar kegiatan-kegiatan publik dalam rangka ”kampanye melek” politik serta kerja social control terhadap para pemangku kebijakan

politik di seluruh ranah publik yang berada di Indonesia.

3. Berpartisipasi aktif dalam mensponsori berbagai event seminar publik yang menyuarakan suara dan kepentingan “wong cilik”, kelompok terpinggir dan kaum minoritas di Indonesia.

(4)

9

5. Manajemen Lampu Hijau menerapkan sistem perencanaan dan pengendalian manajemen perusahaan yang didukung suatu pola pengukuran kinerja, berpedoman KPI (Key Performance Indicator) berbasiskan maksimalisasi earning efisiensi expenditure dan peningkatan kualitas kesejahteraan karyawan, melalui

optimalisasi program punishment dan reward guna meningkatkan kreativitas dan

produktivitas karyawan di setiap bagian perusahaan.

2.3 Bidang Kegiatan Perusahaan

Dalam Kegiatannya Harian Lampu Hijau selalu saja menampilkan rubrik-rubrik baru, seperti “Kriminal Dunia, Buser Orange, Politik, Hukum, dll” yang mengupas berita-berita aktual mengenai kriminal, politik, bisnis, pasar saham, dan lain – lain tentang kebutuhan masyarakat akan informasi. Dalam perusahaan ini, penulis ditempatkan di bagian ilustrasi dimana bagian ini khusus menangani beberapa halaman diantaranya Anti Galau, Tahukah Anda, Sexy.

2.4 Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah sarana untuk menggabarkan keadaan formal organisasi agar semua orang mengetahui tugas dan tanggung jawab dari para karyawan. Struktur Organisasi dapat mencerminkan sebuah kerangka kerja mengenai adanya tata tertib, penyusunan yang logis dan tata hubungan yang serasi.

Struktur organisasi dan tata kerja PT Cahaya Merdeka Group (Penerbit Harian Lampu Hijau) bertanggung jawab kepada Pemimpin Group sebagai pemimpin tertinggi di perusahaan. Agar perusahaan dapat berjalan dengan lancar diperlukan adanya sebuah organisasi yang baik dan sistem kerja yang teratur. Untuk itulah sebuah manajemen harus membentuk struktur organisasi dari suatu perusahaan harus disesuaikan dengan sifat, ukuran perusahaan, dan kepentingan serta aktivitas dari masing-masing perusahaan. Struktur organisasi PT Cahaya Rakyat Merdeka Group adalah organisasi garis. Struktur organisasi garis adalah struktur yang menjelaskan wewenang yang mengalir dari atas ke bawah. Struktur organisasi ini memungkinkan untuk dapat mengetahui tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian yang ada pada perusahaan.

Berikut ini adalah gambar struktur organisasi PT Cahaya Rakyat Merdeka Group (penerbit harian Lampu Hijau

(5)

10 Gambar 2.2 Struktur Organisasi Cahaya Rakyat Merdeka Group

(Sumber : Bank Data Cahaya Rakyat Merdeka Group)

2.5 Pembagian Tugas, Wewenang, dan Tanggung Jawab

Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai tugas dan wewenang perusahaan: 1. Pemimpin Group (MG, Manajemen Group):

• Menentukan arah atau kebijakan perusahaan untuk jangka panjang. • Bertanggung jawab atas semua bisnis penerbitan Rakyat Merdeka Group. 2. Dewan Kebijakan Redaksi (DKR) (MG):

• Menentukan arah atau kebijakan perusahaan secara redaksional baik itu untuk jangka pendek, menengah, atau pun panjang.

(6)

11

• Menilai kinerja Redaktur Eksekutif dan Pracetak. 3. Pemimpin Perusahaan (MG):

• Menentukan arah atau kebijakan perusahaan secara non redaksional, baik itu untuk jangka pendek, menengah, ataupun panjang.

• Melakukan kontrol non keredaksian untuk semua penerbitan. 4. Keuangan (MG):

• Bertanggung jawab dalam hal pengaturan lalu lintas keuangan semua penerbitan.

5. Akunting (MG):

• Bertanggung jawab dalam hal pencatatan semua transaksi keuangan semua penerbitan.

• Bertanggung jawab dalam hal pembuatan laporan keuangan semua penerbitan.

6. Iklan (MG):

• Bertanggung jawab dalam hal pendapatan iklan semua penerbitan, termasuk menetapkan kebijakan iklan.

• Menjalin kemitraan atau kerja sama dengan para biro iklan. 7. Pengembangan Usaha (MG):

• Bertanggung jawab dalam hal pengembangan usaha semua penerbitan, pendapatan lain diluar iklan dan pemasaran koran (sirkulasi).

• Menjalin kemitraan atau kerja sama dengan pihak luar, koordinasi dengan semua bagian.

8. Sirkulasi (Pemasaran) (MG):

• Bertanggung jawab dalam hal pendapatan perusahaan dari hasil penjualan koran untuk semua penerbitan, termasuk menetapkan kebijakan penjualan koran.

• Menjalin kemitraan atau kerja sama dengan para agen koran. 9. Personalia (MG):

• Bertanggung jawab dalam hal SDM di semua penerbitan. 10. Artistik (Ilustrasi) (MG):

• Bertanggung jawab dalam hal artistik dan kartunis di semua penerbitan, khususnya penataan wajah koran halaman 1.

(7)

12

11. Teknologi (MG):

• Bertanggung jawab dalam hal teknologi komputerisasi semua penerbitan, termasuk menetapkan standarisasi sistem yang dipergunakan.

• Bertanggung jawab dalam hal infrastruktur TI (hardware). 12. Bank Data (MG):

• Bertanggung jawab dalam hal dokumentasi elektronik. • Bertanggung jawab dalam hal manajemen lalu lintas data. • Bertanggung jawab dalam hal content data dan data security. 13. Percetakan (MG):

• Bertanggung jawab dalam hal kualitas hasil cetak koran semua penerbitan. 14. Redaktur Eksekutif (RE) (Editor):

• Bertanggung jawab dalam hal isi pemberitaan di koran, termasuk hasil editing, pemilihan berita, pemilihan foto, dan kualitas layout halaman yang menjadi tanggung jawabnya.

• Menilai kinerja Fotografer dan Reporter halaman yang menjadi tanggung jawabnya.

• Memberitahukan Pracetak naskah berita dan foto mana saja yang akan dimasukkan dalam sebuah halaman.

15. Pracetak:

• Bertanggung jawab dalam hal pengaturan tata letak (layout) semua materi dalam koran (berita, foto, iklan, dan grafis).

• Mengubah susunan layout jika diminta oleh DKR. • Mengirim hasil layout ke DKR.

Dibagian pracetak inilah penulis di tempatkan sebagai illustrator yang bertugas untuk membuat gambar ilustrasi dan infografis pada harian surat kabar Lampu Hijau.

16. Reporter:

• Bertanggung jawab dalam hal pencarian dan penulisan berita, termasuk di dalamnya kualitas berita.

• Mengirim berita yang telah disusun ke Redaktur Eksekutif atau Editor. 17. Fotografer:

(8)

13

• Bertanggung jawab dalam hal pencarian dan pengambilan foto sebagai pelengkap berita, termasuk di dalamnya kualitas foto.

Referensi

Dokumen terkait

Aluminium Composite Composite Panel (ACP) dengan !rand Al#opan ang dilapisi Politilene (PE) terdiri atas dua lem!aran aluminium !er"ualitas tinggi dan inti panel ang diisi

Mastitis pada kambing mengakibatkan penurunan produksi susu sekitar 10– 25%, kematian anak karena tidak mendapatkan kolostrum, peningkatan biaya pengobatan, meningkatnya

Tak jarang pula profesi ini juga mengalami pasang surut popularitasnya, di saat orang mulai bosan dengan keindahan sosok Sinden yang sebelumnya maka para

Kesimpulan yang dapat diambil dari studi ini ialah bahwa pemikiran Kiai Ṣāliḥ tentang etika belajar menekankan kepada subjek belajar agar selalu memiliki

Untuk mengetahui apakah korelasi antara variabel X dengan variabel Y tinggi sedang atau rendah, terlihat dalam Nilai Pearson Correlation tersebut sebesar 0,597 berada

penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu, berdasarkan harga satuan yang pasti dan tetap untuk setiap satuan/unsur pekerjaan dengan spesifikasi teknis tertentu,

Gambar 4.3 Grafik perbandingan nilai PESQ antara codec G.711 A-law, G.711 µ-law dan GSM 06.10 terhadap parameter jitter Gambar 4.3 menunjukkan grafik perbandingan kualitas suara

Dalam rancangan aktif, energy matahari dikonversi menjadi energy listrik sel solar, kemudian energy listrik inilah yang digunakan memenuhi kebutuhan bangunan.Dalam