• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "A. Latar Belakang Masalah"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Masa sekarang, pendidikan tinggi di Indonesia cukup pesat berkembang. Salah satu yang menjadi indikatornya adalah perguruan tinggi yang berjumlah cukup banyak, baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta. Perguruan-perguruan tinggi ini juga cukup beragam dalam bidang garapannya. Perguruan-perguruan tinggi dapat berbentuk akademik, politeknik, sekolah tinggi, institut, atau universitas (Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 pasal 20 ayat 1 tentang Sistem Pendidikan Nasional). Salah satunya, Perguruan Tinggi Swasta yang selanjutnya disingkat PTS adalah Perguruan Tinggi yang didirikan dan/atau diselenggarakan oleh masyarakat. Tak ubahnya sebuah sekolah, perguruan tinggi atau universitas juga memerlukan kehadiran mahasiswa-mahasiswanya.

Sesuai dengan aturan DIKTI, 75% merupakan persentase kewajiban kehadiran yang harus dipatuhi. 75% menjadi salah satu penentu kelanjutan mahasiswa di Universitas. Apakah yang menjadi motivasi mahasiswa untuk mengikuti kegiatan perkuliahan? Motivasi karena ingin menambah ilmu dan pengalaman atau hanya karena ingin memenuhi kuota 75%? Tujuh puluh lima persen seolah-olah menjadi momok yang menakutkan bagi mahasiswa. Buku absen bagaikan buku catatan surga yang mencatat “kebaikan” mahasiswa karena telah hadir untuk mengikuti kegiatan perkuliahan.

Namun demikian, sering terdengar di kalangan mahasiswa kebiasaan “TA” atau yang lebih dikenal dengan titip absen. Titip absen dengan kerabat dekat secara tidak langsung menyiratkan 75% merupakan kuota yang memang harus dipenuhi. Tujuh puluh lima persen menjadi tolak ukur bagi mahasiswa untuk mengukur seberapa banyak hari libur bagi mereka. Untuk hitungan tiga sks yaitu 14 kali pertemuan, jumlah ketidakhadiran yang memenuhi kuota 75% adalah tiga kali. Artinya, tiga hari merupakan waktu “libur” bagi mahasiswa.

(2)

Berdasarkan paparan diatas dapat dimaknai “ bahwa telah terjadi kesenjangan motivasi kehadiran mahasiswa”. Hal ini tentunya tidak dapat dibiarkan berlarut-larut sehingga akan menurunkan motivasi mahsiswa untuk hadir dalam suatu perkuliahan.

Menurut Gustraprasaja (2011) dalam artikelnya “Kehadiran Mahasiswa di Kelas, Kebutuhan atau Kewajiban”, menyebutkan banyak faktor yang mempengaruhi mahasiswa untuk hadir di kelas. Beberapa faktor tersebut antara lain: (1) absensi, (2) nongkrong, (3) janjian, (4) kegiatan penghibur, (5) ketertarikan akan ilmu, (6) tujuan-tujuan yang lain.

Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Kusuma (2013) menunjukkan bahwa prestasi belajar mahasiswa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal diantaranya intelegensi, minta, bakat, dan motivasi. Sedangkan, faktor eksternal diantaranya perhatian orang tua, kondisi ekonomi keluarga, dosen, alat/media, kondisi gedung, media massa, lingkungan dan aktivitas masyarakat.

Lokasi penelitian di UMS memperlihatkan bahwa diantara sekian banyak faktor diatas, yang masih menjadi masalah adalah absensi. Bertolak dari paparan di atas, peneliti tertarik untuk mengangkat permasalahan tersebut dalam judul penelitian: ”Motivasi Kehadiran Mahasiswa terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa”.

B. Identifikasi masalah

Relevan dengan latar belakang sebelumnya, maka masalah-masalah yang teridentifikasi adalah sebagai berikut:

1. Kajian-kajian teoritis memperlihatkan bahwa motivasi kehadiran mahasiswa dipengaruhi oleh masalah-masalah:

2. Absensi dan terpilih sebagai faktor yang mempengaruhi prestasi akedemik, karena memiliki beberapa masalah urgen sebagai berikut:

a. Adanya peraturan bahwa syarat mengikuti Ujian Akhir Semester dengan jumlah kehadiran 75%

(3)

bisa mengikuti suatu perkuliahan.

C. Pembahasan masalah

Seperti terlihat dalam identifikasi masalah banyak kemungkinan hubungan yang dapat dipilih sebagai kajian penelitian. Namun tidak semua hubungan dikaji, tetapi hanya motivasi kehadiran atau absensi terpilih menjadi faktor yang mempengaruhi prestasi akademik. Untuk memperjelas hal tersebut, variabel-variabel dan hubungan-hubungan dalam penelitian ini dibatasi sebagai berikut, pengaruh motivasi kehadiran secara parsial (mandiri) terhadap prestasi akademik.

D. Perumusan masalah

Dari latar belakang masalah yang telah dipaparkan diatas, dapat ditarik rumusan masalah fokus penelitian sebagai berikut: adakah pengaruh Motivasi Kehadiran Mahasiswa terhadap Prestasi Akademik mahasiswa?

E. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Motivasi Kehadiran Mahasiswa terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa.

F. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk hal-hal sebagai berikut:

1. Membuktikan wacana teoritis dalam dunia pendidikan.

2. Memberikan kontribusi dan masukan dalam pihak Universitas, khususnya mahasiswa Pendidikan Akuntansi, UMS dalam mengembangkan kebijakan pendidikan terhadap prestasi akademik mahasiswa

3. Referensi bagi peneliti berikutnya dalam mengkaji masalah yang sama di masa mendatang.

(4)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Kajian Teori

1. Definisi Motivasi Kehadiran

Menurut Victor Vroom, “Motivasi sebagai suatu proses pengaturan pilihan diantara bentukalternatif dari aktivitas sukarela. Dalam pandangannya, umumnya perilaku berada dalam kendali sukarela orang bersangkutan dan karenanya di motivasi.” (dalam Gibson dkk, 1996, hlm. 242)

Menurut Hasibuan (2005: 141), motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan dan mendukung perilaku manusia, supaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal.

2. Indikator Motivasi Kehadiran

Menurut Lawler dan Porter (dalam Suhartini, 2004) motivasi kehadiran seorang mahasiswa akan menjadi tinggi apabila:

a. Mahasiswa percaya mereka mampu untuk memenuhi kehadiran dikelas (effort attendance).

b. Mahasiswa percaya bahawa kehadiran akan mengarah kepada suatu hasil tertentu (attendance outcame).

c. Mahasiswa percaya bahawa hasil tertentu tersebut memberi value positif bagi mereka (the valence).

Hamzah B. Uno (2008:23) megemukakan bahwa ciri-ciri atau indikator motivasi antara lain: “(1) Adanya hasrat dan keinginan berhasil; (2) adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar; (3) adanya harapan dan cita-cita masa depan; (4) adanya penghargaan dalam belajar; (5) adanya kegiatan yang menarik dalam kegiatan belajar; (6) adanya lingkungan belajar yang kondusif”.

3. Definisi Prestasi Akademik

Poerwadarminta berpendapat sebagaimana diungkapkan Saidul Bahri (2004: 20-21) bahwa “prestasi merupakan hasil positif yang

(5)

dicapai oleh individu atau kelompok berdasarkan kinerjanya”.

Menurut pendapat Djamarah (dalam Rini, 2012) tentang pengertian prestasi adalah “hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan, baik secara individual maupun kelompok”. Prestasi tidak akan pernah dihasilkan selama seseorang tidak melakukan suatu kegiatan. Adesanjaya (dalam Rini, 2012) menyatakan bahwa prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan, yang menyenangkan hati, yang diperoleh dengan jalan keuletan kerja, baik secara individual maupun secara kelompok dalam bidang kegiatan tertentu. Dari beberapa pengertian prestasi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa prestasi adalah bukti dari suatu hasil kegiatan yang dapat dicapai baik individu maupun kelompok dalam bidang kegiatan tertentu.

4. Indikator Prestasi Akademik

Dwipurwani (2012) mengatakan bahwa prestasi mahasiswa dapat dilihat dari IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) yang mengukur mahasiswa secara akademik. Nilai IPK dipengaruhi oleh berbagai hal oleh kualitas tenaga pengajar yang diukur melalui tingkat pendidikan formal yang ditamatkan, penguasaan metode mengajar dan penguasaan materi yang diajarkan. Muhibbin (2010) juga menambahkan indikator prestasi akademik yang dicapai oleh seseorang mahasiswa dapat dilihat melalui IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) yang tertera pada setiap semester maupun pada akhir penyelesaian studi. IPK diperoleh melalui penilaian terhadap mahasiswa melalui hasil tes ataupun tugas-tugas yang sudah dikerjakan mahasiswa. Jadi, indikator prestasi akademik adalah IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) mahasiswa tersebut.

(6)

B. Penelitian Terdahulu yang Relevan

Sudarno, 2013. Pengaruh Kebijakan Hadir 75% Perkuliahan Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Tahun Angkatan 2009/2010. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga. Kebijakan kewajiban hadir 75% telah lama ditetapkan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk mengatasi banyaknya mahasiswa yang jarang mengikuti perkuliahan ‘tiba-tiba hadir’ ketika pelakasanaan Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi yang bertujuan mengetahui pengaruh kebijakan kewajiban hadir 75% perkuliahan terhadap prestasi akademik mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun angkatan 2009/2010, dilanjutkan Regresi Dummy Variabel yang bertujuan mengetahui signifikansinya dan memprediksikan prestasi yang akan diperoleh mahasiswa dalam kondisi tertentu. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi dan observasi. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan: Pertama, ada pengaruh kebijakan kewajiban hadir 75% perkuliahan terhadap Prestasi Akademik mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun angkatan 2009/2010. Hal ini ditujukan denganh indeks korelasi 0,31 dan angka signifikansi 0,01. Maka Hipotesis Alternatif penelitian ini diterima dan Hipotesis Nihilnya ditolak. Kedua, signifikansi pengaruh kebijakan kewajiban hadir 75% perkuliahan terhadap prestasi akademik mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakulktas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan tahun angkatan 2009/2010 ditunjukkan dengan mahasiswa yang rata-rata prosentase kehadiran kumulatif akan memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif prediksi 3.57, selisih 0,11 lebih tinggi dibanding dengan mahasiswa yang rata-rata prosentase kehadirannya kurang dari rata-rata prosentase kehadiran kumulatif yaitu 3,46.

(7)

Lisnur Wachidah. 2010. Hubungan Antara Jumlah Kehadiran Mahasiswa dengan Nilai Akhir Semester Ganjil 2009/2010 Mata Kuliah Statistika Menggunakan Korelasi Rank Spearman. Bandung: Universitas Islam Bandung. Untuk mengetahui apakah diantara kedua variabel atau faktor terdapat hubungan ataupun tidak, dapat digunakan uji asosiasi atau uji indenpedensi antara dua variabel. Jika data hasil pengamatan terdiri dari banyak variabel dan dari variabel tersebut ingin diketahui kuat hubungan atau derajat hubungan antara variabel-variabel maka dapat digunakan koefisiensi korelasi. Setelah dianalisis menggunakan uji asosiasi korelasi Rank Spearman untuk taraf nyata 5% ternyata hasil pengujian adalah signifikan, artinya antara jumlah kehadiran mahasiswa Farmasi dengan nilai akhir semester ganjil tahun akademik 2009/2010 untuk mata kuliah statistika berasosiasi positif.

Suhartini dan Romy Gustiansyah. 2004. Analisis Motivasi Kehadiran Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (Pendekatan Teori Pengharapan). Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia. Penelitian ini melaporkan tingkat motivasi kehadiran siswa di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia dengan menggunakan model teori expextancy. Ada tiga variabel teori harapan yang digunakan untuk mengukur motivasi kehadiran (Y) menurut E. Lawler: usaha → kehadiran (X1), kehadiran → hasil (X2) dan valensi hasil (X3). Penelitian ini juga melaporkan variabel independen yang paling dominan antara X1, X2 dan X3 yang mempengaruhi variabel dependen (Y) dan juga pengaruh dari berbagai program studi dengan tingkat motivasi kehadiran. Hipotesis pertama adalah: valensi hasil adalah variabel yang paling dominan yang mempengaruhi tingkat motivasi kehadiran. Yang kedua adalah: ada perbedaan tingkat motivasi kehadiran berdasarkan program studi mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi hadir siswa di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia cukup tinggi. Variabel independen yang paling dominan adalah usaha → kehadiran dan ada perbedaan tingkat motivasi kehadiran berdasarkan program studi mereka. Khususnya pada

(8)

siswa IESP yang memiliki tingkat motivasi kehadiran lebih rendah dari siswa Manajemen dan Akuntansi.

Wibowo, S.A., dkk. 2013. Analisis Motivasi Belajar dan Kehadiran terhadap nilai kuliah Mahasiswa Menggunakan Teori Kuantifikasi Fuzzy (Analysis of Learning Motivation and The Attendance Against of Student Achievement Using Fuzzy Quantivication Theory). Purwokerto: Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Menganalisis pengaruh motivasi belajar dan tingkat kehadiran mahasiswa terhadap nilai mahasiswa pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto menggunakan teori kuantifikasi fuzzy. Metode angket digunakan untuk mengetahui berapa besar motivasi belajar terhadap suatu mata kuliah. Metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data kehadiran mahasiswa dan nilai mahasiswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara indikator motivasi terhadap nilai mahasiswa dengan kehadiran lebih dari 11, dan indikator dapat mempertahankan pendapat yang paling berpengaruh, dengan nilai bobot kategori y = 3,5538 (x) atau 0,2961x dan nilai tambahan kontribusi sebesar 2,5618 (x) atau 0,2135x terhadap nilai mahasiswa.

Ridho Muktiadi dan Hindayati Mustafidah. 2012. Fuzzy Quantification System untuk Menganalisis Pengaruh Minat Belajar dan Tingkat Kehadiran Mahasiswa terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Teknik Informatika-F.Teknik-Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Kehadiran mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan dapat digunakan untuk megetahui seberapa besar minat mahasiswa terhadap suatu mata kuliah. Apakah pengaruh dari minat dan kehadiran mahasiswa, akan berpengaruh terhadap prestasi belajar. Untuk mengetahuinya, salah satu metode yang bisa digunakan adalah teori kuantifikasi fuzzy (fuzzy quantification theory). Secara umum metode kuantifikasi menggunakan data-data kasar seperti hasil evaluasi dan pendapat orang yang mana kuantitas dan pemahanan tentang data-data tersebut tidak secara normal diekspresikan secara numeris. Untuk

(9)

keperluan tersebut, maka dibutuhkan metode kuantifikasi. Fuzzy quantification theory adalah metode untuk mengendalikan data-data kualitatif dengan menggunakan teori himpunan fuzzy. Pengendalian disini lebih dimaksudkan untuk menjelaskan kejadian-kejadian fuzzy menggunakan nilai dalam rentang [0, 1] yang mengekspresikan pendapat-pendapat secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh antara sub indikator yang menarik dalam penelitian, ada studi keras ke arah adalah indikator dengan peningkatan kontribusi tertinggi terhadap prestasi siswa, dengan kehadiran mereka lebih dari 10, nilai peningkatan kontribusi sub indikator belajar keras adalah 1,6316 μ [x] menuju bunga kategori ini 3,4152μ [x] yang berpengaruh terhadap prestasi siswa studi (nilai akhir).

C. Kerangka Berfikir

1. Hubungan Motivasi Kehadiran dengan Prestasi Akademik

Hubungan-hubungan motivasi dengan prestasi akademik dalam penelitian ini diperlihatkan melalui teori-teori dan hasil-hasil penelitian sebelumnya antara lain:

Menurut Maslow (dalam Septiarini, 2011) motivasi adalah sesuatu yang mengarahkan dan membangkitkan suatu tingkah laku pada manusia baik dari diri sendiri yakni berupa kebutuhan-kebutuhan tertentu seperti kebutuhan fisiologis, rasa aman, rasa cinta, penghargaan maupun dari orang lain. Setiap mahasiswa memiliki motivasi yang berbeda-beda untuk berprestasi.

Berdasarkan teori dan penelitian terdahulu memperlihatkan bahwa motivasi berpengaruh positif terhadap prstasi akademik mahasiswa, yakni apabila motivasi kehadiran tinggi maka prstasi akademik akan berhasil positif, demikian sebaliknya.

(10)

Garis Pengaruh Motivasi Kehadiran terhadap

Prestasi Akademik (hubungan partial).

D. Hipotesis

Mengingat adanya satu hubungan seperti pada kerangka konseptual di atas, maka hipotesis dalam penelitian ini hanya terdapat satu buah, yaitu:

 Hipotesis pertama: Motivasi Kehadiran berpengaruh positif terhadap Prestasi Akademik.

Motivasi Kehadiran

Minat Berwirausaha

(11)

BAB III

DESAIN PENELITIAN

A. Jenis dan Desain Penelitian

Berdasarkan jenis data dan analisisnya maka penelitian ini digolongkan penelitian asosiatif kausal. Menurut Sugiyono (2010:13) penelitian asosiatif (hubungan) merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Kausal adalah penelitian yang bertujuan menganalisis hubungan sebab akibat antara variabel independen dan variabel dependen.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kuantitatif. Dikatakan pendekatan kuantitatif karena data penelitian yang digunakan berupa angka-angka atau data kualitatif yang diangkakan (Sugiyono, 2010:14).

B. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Program Studi Pendidikan Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian ini diadakan pada Juli 2017.

C. Populasi dan Sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subjek yang mempunyi kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2009: 117). Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (2006: 130), populasi adalah keseluruhan subjek penelitian.

Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta angkatan 2014 (S1). Pertimbangan peneliti dalam mngambil subjek penelitian tersebut karena mereka menggunakan waktu yang dimiliki untuk kegiatan perkuliahan. Oleh karena itu peneliti memilih populasi hanya pada angkatan 2014.

(12)

Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Suharsimi Arikunto, 2006: 131). Menurut Sugiyono (2013: 297), sampel adalah sebagian populasi atau bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Pengambilan sampel yang akan diambil harus representatif. Representatif artinya harus dapat menggambarkan keadaan populasi yang seharusnya.

Menurut Suharsimi Arikunto dalam bukunya “Prosedur Penelitian” mengungkapakan,”Apabila subjek yang kurang dari 100 lebih baik di ambil semua, selanjutnya jika jumlah subjek lebih besar dapat diambil 10-15% atau 20-25% atau lebih tergantung dari:

a. kemampuan peneliti dilihat dari segi waktu, biaya dan tenaga,

b. luasnya unit pengamatan dari subjek, karena hal ini menyangkut banyak sedikitnya dana”.

Berdasarkan teori dan pertimbangan jumlah mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta tahun angkatan 2014 yang memenuhi kriteria berjumlah 240 mahasiswa, maka diambil sampel dengan random sampling dimana semua individu, baik sendiri maupun bersama-sama mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi sampel sebanyak 25% yaitu 60 mahasiswa. Pengecualian untuk penelitian ini, peneliti hanya akan mengambil 12 mahasiswa.

D. Definisi Operasional Variabel

Variabel terikat (dependen) merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2013:61). Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu prestasi akademik mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu motivasi kehadiran mahasiswa. Variabel bebas (independen) merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel terikat (Sugiyono, 2013:61). Variabel-variabel tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

(13)

1. Variabel Independen (X): motivasi kehadiran mahasiswa. Kehadiran mahasiswa dalam perkuliahan yang diperoleh dari artikulasi dokuman presensi kehadiran perkuliahan mahasiswa.

2. Variabel Dependen (Y): prestasi akademik. Prestasi akademik yang dijadikan sebagai parameter dalam penelitian ini adalah Indks Prestasi Kumulatif yang diperoleh mahasiswa selama enam semester.

E. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Angket (kuesioner)

Angket (kuesioner) merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pernyataan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2013: 199). Skala pengukuran yang digunakan adalah skala Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2009: 134). Dengan skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator, kemudian indikator dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang berupa pernyataan atau pertanyaan.

2. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, gambar, maupun elektronik (Nana Syaodih Sukmadinata, 2005: 221). Dalam penelitian ini teknik dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data dari bagian administrasi Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta mengenai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa angkatan 2014.

Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar penelitian lebih mudah dan hasilnya mudah diolah

(14)

(Suharsimi Arikunto, 2013: 203). Penetian ini menggunakan instrumen berupa angket (kuesioner) yang memuat pertanyaan atau pernyataan tertulis yang diajukan kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam menyusun instrumen penelitian sebagai berikut:

1) Membuat Kisi-kisi Instrumen

Instrumen untuk mengungkapkan keaktifan organisasi dan motivasi belajar menggunakan angket dengan skala Likert. Adapun kisi-kisi dapat dilihat di Tabel 1.

Tabel 1. Kisi-kisi Instrumen Penelitian No Variabel

Penelitian

Indikator No. Item

1 Motivasi Kehadiran Mahasiswa

Adanya kemampuan untuk hadir (effort attendance)

1,2,3,4*

Adanya kepercayaan akan suatu hasil tertentu (attendance outcame)

5,6,7

Adanya hasil yang positif (the valence)

8,9*,10

2 Prestasi Akademik

Hasil perhitungan rata-rata tiap semester mahasiswa Pendidikan Akuntansi FKIP

UMS angkatan 2014 (*)=pernyataan negatif

(15)

2) Perhitungan Skor

Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan menggunakan skala Likert. Data yang diperoleh akan diubaha menjadi angka. Sesuai dengan pendapat Sugiyono (2010: 107), bahwa: “Dengan skala Likert maka variabel yang akan dijabarkan menjadi indikator, kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa penyataan atau pertanyaan”.

Pada penelitian ini, variabel motivasi kehadiran mahasiswa akan diberikan skor pada setiap butir pertanyaan pada kuesioner berdasarkan skala Likert. Pada skala Likert, responden memilih alternatif jawaban pertanyaan sesuai dengan kondisi yang dialami. Skala likert yang digunakan dalam penelitian ini berdimensi 5 dengan rentang nilai 1 sampai dengan 5 pada pertanyaan positif dan pertanyaan negatif dapat dilihat pada tabel 2.

Tabel 2. Skor Modifikasi Skala Likert

Pertanyaan Positif Pertanyaan negatif

Jawaban Skor Jawaban Skor

Sangat setuju 5 Sangat setuju 1

Setuju 4 Setuju 2

Netral 3 Netral 3

Tidak setuju 2 Tidak setuju 4

Sangat tidak setuju 1 Sangat tidak setuju 5

Sumber: Sugiyono (2013: 135).

Untuk menguji ketepatan instrumen (validitas) dan kelayakan instrumen (reliabilitas). Pengujian validitas dan reabilitas ini dilakukan sebelum penelitian sesungguhnya, yakni dengan mengujicobakan instrumen yang telah disusun kepada responden uji coba sebanyak 12 orang.

(16)

Pengujian lengkap validitas dan reabilitas menggunakan cara-cara berikut ini:

1. Uji Validitas

Suatu instrumen dikatakan valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono, 2013: 173). Uji validitas untuk variabel motivasi kehadiran mahasiswa menggunakan uji statistik Correlated Item Total Correlation. Kriteria dikatakan valid jika koefisien korelasi lebih dari atau sama dengan 0,3 (Ali Muhson, 2015: 58). Butir pertanyaan yang tidak valid maka akan digugurkan atau dilakukan perbaikan jika didalam satu instrumen tidak ada butir pertanyaan yang valid.

a. Uji Validitas Motivasi Kehadiran Mahasiswa

Instrumen variabel motivasi kehadiran mahasiswa yang berupa angket dikembangkan menjadi 10 butir pertanyaan. Dari hasil uji validitas, diperoleh 6 butir pertanyaan yang tidak valid. Hasil yang diperoleh dapat dilihat pada tabel 3.

Tabel 3. Uji Validitas Motivasi Kehadiran Mahasiswa No Item

Pertanyaan

Corrected Item Total Correlation Keterangan 1 0.146 Tidak Valid 2 0.575 Valid 3 0.396 Valid 4 0.314 Valid 5 0.221 Tidak Valid 6 0.129 Tidak Valid 7 0.310 Valid 8 0.194 Tidak Valid 9 -0.482 Tidak Valid 10 0.248 Tidak Valid

(17)

2. Uji Reabilitas

Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilakan data yang sama (Sugiyono, 2013: 173). Uji reabilitas untuk variabel motivasi kehadiran mahasiswa menggunakan uji statistik Alpha Cronbach. Instrumen dapat dikatakan reliabel jika nilai koefisien alpha melebihi 0,7 (Ali Muhson, 2015: 57). Menurut Suharsimi Arikunto (2013: 239), rumus yang digunakan dalam uji statistik tersebut adalah sebagai berikut:

[ ] [

∑ ] Keterangan:

: reliabilitas instrumen

: banyaknya butir pertanyaan ∑ : jumlah varian butir

: varian total

Hasil uji reabilitas untuk variabel motivasi kehadiran mahasiswa dapat dilihat pada tabel 4.

Tabel 4. Hasil Uji Reabilitas Instrumen Nama Variabel Cronbach’s Alpha Keterangan Motivasi Kehadiran Mahasiswa 0.752 Reliabel

Setelah dilakukan uji reabilitas variabel motivasi kehadiran mahasiswa untuk item-item yang valid, hasil uji tersebut menunjukkan bahwa variabel motivasi kehadiran mahasiswa dikatakan reliabel karena nilai koefisien alpha melebihi 0,7 sehingga instrumen dapat digunakan untuk penelitian berikutnya.

F. Teknik Analisis Data Uji Prasyarat Analisis 1. Uji Normalitas

(18)

terdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik memiliki nilai residual yang terdistribusi normal. Bagian yang perlu dilihat untuk keperluan uji normalitas adalah bagian baris Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk. Jika nilai probabilitas Kolmogorov-Smirnov lebih dari atau sama dengan 0,05 maka data berdistribusi normal, jika Kolmogorov-Smirnov kurang dari 0,05 maka distribusi data tidak normal.

2. Uji Linearitas

Uji linearitas dilakukan untuk mengetahui linearitas hubungan masing-masing variabel bebas dengan variabel terikat. Uji linearitas menggunakan uji F. Dapat dilihat hasil uji F untuk baris Deviation From Linearity, jika nilai sig F kurang dari 0,05 maka hubungannya tidak linier, sedangkan jika nilai sig F lebih dari atau sama dengan 0,05 maka hubungannya bersifat linier (Ali Muhson, 2015: 38).

3. Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan analisis regresi. Karena variabel bebas hanya satu variabl maka dilakukan analisis regresi linier sederhana. Persamaan regresi linier sederhana dalam penelitian ini dapat diformulasikan sebagai berikut:

Y = a + bX

Keterangan:

Y = prestasi akademik mahasiswa

a = bilangan konstanta

b = koefisien motivasi kehadiran mahasiswa

X = motivasi kehadiran mahasiswa

Berikut langkah-langkah dalam pengujian hipotesis:

1) Mencari Koefisien Determinasi (R2), untuk melihat seberapa besar variabel-variabel bebas mampu memberikan penjelasan mengenai variabel-variabel terikat

(19)

maka perlu dicari nilai koefisien determinasi (R2). Nilai R2 adalah antara nol dan satu (0≤ R2 ≤1). Jika nilai R2 semakin mendekati satu menunjukkan semakin kuat kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat. Jika nilai R2 adalah nol, menunjukkan bahwa variabel bebas secara keseluruhan tidak dapat menjelaskan variabel terikat (Wahid Sulaiman, 2004: 86).

2) Uji Simultan (Uji F), untuk mengetahui apakah variabel bebas secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel terikat maka dilakukan uji F. Sehingga bisa diketahui diterima atau tidaknya hipotesis ketiga Jika nilai sig F kurang dari 0,05 maka dapat disimpulkan variabe bebas secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhada variabel terikat.

3) Uji Parsial (Uji t), untuk menguji bagaimana pengaruh masing-masing variabel bebas secara sendiri-sendiri terhadap variabel terikat maka dilakukan uji t. Sehingga bisa diketahui diterima atau tidaknya hipotesis satu dan dua. Jika nilai sig t kurang dari 0,05 maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat.

(20)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data

Data penelitian ini diperoleh melalui angket (kuesioner) yang berisi pertanyaan atau pernyataan tertulis yang diajukan kepada responden. Data penelitian mencakup data variabel terikat yaitu prestasi akademik mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Sedangkan data variabel bebas meliputi motivasi kehadiran mahasiswa. Untuk mendeskripsikan dan menguji pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat digunakan sampel sebanyak 12 responden yang terdiri dari mahasiswa angkatan 2014.

Data variabel prestasi akademik mahasiswa diperoleh melalui kuesioner (angket) yang diisi oleh responden pada kolom data diri responden. Berdasarkan data variabel prestasi akademik mahasiswa diperoleh nilai mean, median, modus dan standar deviasi pada gambar berikut.

(21)
(22)

Gambar 2. Output Histogram Analisis Deskriptif B. Hasil Analisis Data

1. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah nilai residual terdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik memiliki nilai residual yang terdistribusi normal. Bagian yang perlu dilihat untuk keperluan uji normalitas adalah bagian baris Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk. Jika nilai probabilitas Kolmogorov-Smirnov. lebih dari atau sama dengan 0,05 maka data berdistribusi normal, jika Kolmogorov-Smirnov kurang dari 0,05 maka distribusi data tidak normal. Hasil uji normalitas ditunjukkan pada gambar 3.

(23)

Gambar 3 menunjukkan bahwa nilai Kolmogorov-Smirnov variabel motivasi kehadiran mahasiswa sebesar 0,200, dan variabel prestasi akademik sebesar 0,200. Hasil Kolmogorov-Smirnov masing-masing variabel lebih dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data seluruh variabel berdistribusi normal.

2. Uji Linearitas

Uji linearitas dilakukan untuk mengetahui linearitas hubungan masing-masing variabel bebas dengan variabel terikat. Uji linearitas menggunakan uji F. Dapat dilihat hasil uji F untuk baris Deviation From Linearity, jika nilai sig F kurang dari 0,05 maka hubungannya tidak linier, sedangkan jika nilai sig F lebih dari atau sama dengan 0,05 maka hubungannya bersifat linier (Ali Muhson, 2015: 38). Hasil uji linearitas ditunjukkan pada gambar 4.

Gambar 4. Output Uji Linearitas

Gambar 4 menunjukkan bahwa hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat masing-masing menghasilkan nilai F dengan nilai signifikansi lebih dari 0,05 yang mempunyai arti bersifat linear. Diperoleh

(24)

nilai Fhitung = 1.332 Ftabel = 5.050 dan signifikansi 0.380 0.05, maka

dapat disimpulkan antara motivasi kehadiran dan prestasi akademik mempunyai hubungan yang linear.

3. Uji Homogenitas

Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui varian dari beberapa populasi sama atau tidak. Uji ini dilakukan sebagai prasyarat dalam analisis Independen Sample T Test dan Anova. Dasar pengambilan keputusan jika nilai signifikansi kurang dari 0,05 maka dikatakan populasi data tidak sama (tidak homogen), sedangkan jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka dikatakan sama (homogen). Hasil uji homogenitas ditunjukkan pada gambar 5.

Gambar 5. Hasil Uji Homogenitas

Dari hasil output diatas, dapat diketahui nilai signifikan untuk prestasi akademik sebesar 1,000 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa prestasi akademik mempunyai varian yang sama (homogen).

(25)

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh motivasi kehadiran mahasiswa terhadap prestasi akademik mahasiswa terutama Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear sederhana. Hasil perhitungan dapat dilihat pada gambar 6.

Gambar 6. Hasil Analisis Regresi Sederhana

(26)

dipaparkan sebagai berikut:

a. Mencari Persamaan Garis Regresi

Pada tabel Coefficients, pada kolom B pada Constant (a) adalah 0,968 sedangkan tingkat motivasi kehadiran (b) adalah 0,027, sehingga persamaan regresinya dapat ditulis:

Y = a + bX

Y = 0,968 + 0,027X

b. Mencari Koefisien Determinasi (R2)

Dari output diatas, diperoleh koefisien determinasi (R2) sebesar 0.446, yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel bebas (motivasi kehadiran mahasiswa) terhadap variabel terikat (prestasi akademik) adalah sebesar 44,6%, sedangkan sisanya yaitu 55,4% dipengaruhi oleh variabel lain.

c. Uji Simultan (Uji F)

Pada bagian ini untuk menjelaskan apakah ada pengaruh yang nyata (signifikan) variabel motivasi kehadiran mahasiswa (X) terhadap prestasi akademik (Y). Dari output diatas, bahwa Fhitung =

8,060 dengan tingkat signifikansi 0,018 0,05, maka model regresi dapat dipakai untuk memprediksi prestasi akademik. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan “motivasi kehadiran berpengaruh positif terhadap prestasi akademik” diterima.

d. Uji Parsial (Uji t)

Uji t merupakan pengujian untuk menunjukkan pengaruh secara individu variabel bebas yang ada di dalam model terhadap variabel terikat. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh satu variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat.

(27)

2,839 dengan taraf signifikansi sebesar 0,018 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel motivasi kehadiran mahasiswa mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi akademik.

C. Pembahasan

Pengaruh Motivasi Kehadiran Mahasiswa terhadap Prestasi Akademik Setelah dilakukan penelitian dan analisis statistik, hasil penelitian untuk variabel motivasi kehadiran mahasiswa terhadap prestasi akademik ditunjukkan pada gambar 3 diperoleh nilai thitung variabel motivasi kehadiran

sebesar 2,839 dengan tingkat signifikan 0,018.

Dengan demikian semakin tinggi motivasi kehadiran mahasiswa dalam perkuliahan maka prestasi akademik mahasiswa akan naik. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Sudarno (2013) yang menunjukkan bahwa pengaruh kebijakan kewajiban hadir 75% perkuliahan terhadap Prestasi Akademik mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun angkatan 2009/2010. Hal ini ditujukan denganh indeks korelasi 0,31 dan angka signifikansi 0,01. Maka Hipotesis Alternatif penelitian ini diterima dan Hipotesis Nihilnya ditolak. Kedua, signifikansi pengaruh kebijakan kewajiban hadir 75% perkuliahan terhadap prestasi akademik mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakulktas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan tahun angkatan 2009/2010 ditunjukkan dengan mahasiswa yang rata-rata prosentase kehadiran kumulatif akan memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif prediksi 3.57, selisih 0,11 lebih tinggi dibanding dengan mahasiswa yang rata-rata prosentase kehadirannya kurang dari rata-rata prosentase kehadiran kumulatif yaitu 3,46.

D. Keterbatasan Penelitian

(28)

penelitian ini yaitu sebagai berikut:

1. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi prestasi akademik mahasiswa, sementara penelitian ini hanya melibatkan satu variabel yaitu motivasi kehadiran mahasiswa.

2. Populasi penelitian diambil dari mahasiswa Fakultas Ekonomi angkatan 2014 sehingga generalisasi hanya dapat berlaku pada mahasiswa tersebut.

3. Variabel motivasi kehadiran mahasiswa menggunakan kuesioner dalam pengumpulan data, sehingga peneliti tidak dapat mengontrol jawaban responden yang tidak menunjukkan kenyataan sesungguhnya.

BAB V PENUTUP

(29)

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasannya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut, terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi kehadiran mahasiswa terhadap prestasi akademik mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Hal ini ditunjukkan dengan thitung sebesar 2,839

dengan taraf signifikansi sebesar 0,018.

B. Implikasi

Berdasarkan simpulan penelitian, perlu adanya kesadaran baik dari mahasiswa dan pihak universitas untuk lebih memperhatikan tentang presensi kehadiran. Bagi mahasiswa yang semakin tinggi semesternya, tahu akan pentingnya suatu presensi kehadiran dan konsekuensi yang didapat jika menyepelekannya. Berdasarkan dari penelitian yang sudah ada, satu atau beberapa kali presensi bisa berpengaruh pada indeks prestasi kumulatif mahasiswa.

C. Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang diambil, dapat diberikan saran sebagai berikut, motivasi kehadiran mahasiswa akan suatu perkuliahan merupakan salah satu komponen yang perlu bahkan mungkin harus dipenuhi oleh mahasiswa sehingga akan menghasilkan suatu perubahan yang baik, salah satunya prestasi akademik.

DAFTAR PUSTAKA

(30)

Kewajiban”(online).

https://gustraprasaja.wordpress.com/2011/08/13/kehadiran-mahasiswa-di-kelas-kebutuhan-atau-kewajiban/. 05 April 2017

Murtiyasa, Budi, dkk. 2014. Pedoman Penulisan Skripsi. Surakarta.

Pratiwi, Siska S. “Pengaruh Keaktifan Mahasiswa Dalam Organisasi Dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.

Rafita, Yuni. “Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kecurangan Akademik (Titip Absen) Pada Mahasiswa Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan

Alam Universitas Islam Indonesia”(online).

http://www.academia.edu/5446533/ANALISIS_FAKTOR-FAKTOR_YANG_MEMPENGARUHI_KECURANGAN_AKADEMIK_TI TIP_ABSEN_PADA_MAHASISWA_FAKULTAS_MATEMATIKA_DAN _ILMU_PENGETAHUAN_ALAM_UNIVERSITAS_ISLAM_INDONESIA . 06 April 2017

Simbolon, Elfreda. 2015. “Motivasi Kuliah = 75%? “(online).

http://www.kompasiana.com/elfredaruth/motivasi-kuliah-75_5511947ba33311d84eba7e77. 05 April 2017

Sudarno. 2013. “Pengaruh Kebijakan Kewajiban Hadir 75% Perkuliahan terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Tahun Angkatan 2009/2010”. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Suhartini dan Romy .G. 2004. Analisis Motivasi Kehadiran Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia ( Pendekatan Teori Pengharapan) , Jurnal Siasat Bisnis No. 9 Vol. 1 Juni 2004

Wachidah, Lisnur. 2010. Hubungan Antara Jumlah Kehadiran Mahasiswa Dengan Nilai Akhir Semester Ganjil 2009/2010 Mata Kuliah Statistika Menggunakan Korelasi Rank Spearman. Vol. 1 No. 1:248-255

Widiyanto, Joko. 2015. SPSS For Windows Untuk Analisis Data Statistik dan Penelitian. Surakarta.

Gambar

Tabel 1. Kisi-kisi Instrumen Penelitian  No  Variabel
Tabel 2. Skor Modifikasi Skala Likert
Tabel 3. Uji Validitas Motivasi Kehadiran Mahasiswa  No Item
Gambar 1. Output Analisis Deskriptif
+5

Referensi

Dokumen terkait

Masukan sel rata kanan : Jika data lebih panjang dari panjang sel maka lebihnya akan mengisi sel disebelah kirinya yang kosong, jika sel sebelah kiri terisi maka data akan

Menunjukkan posisi strategi pengembangan beras organik di Desa Lubuk Bayas berada pada kuadran III yang artinya petani organik memiliki peluang besar dalam

- Pada pertemuan berikutnya siswa diminta menyiapkan diri, menguasai dialog, dan mampu mengembangkan keterampilan berbicara sesuai dengan topik diskusi yang akan disampaikan

2) Guru membentuk kelompok yang terdiri dari 3 orang siswa secara heterogen dengan kemampuan berbeda-beda (tinggi, sedang, rendah). 3) Guru mengatur kelompok tersebut di

Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa peneliti menggunakan teori semiotika dari John Fiske untuk penelitian ini karena setiap level yang dipaparkan oleh

Agar dapat menentukan zona gempa yang tepat untuk mengaplikasikan dinding geser, maka harus dilakukan perhitungan gaya gempa terlebih dahulu. Karena belum adanya standar

6. Informed consent yang sudah di tanda tangani oleh pasien atau keluarga pasien disimpan dalam rekam medic.. Bila informed consent yang diberikan oleh pihak lain atau pihak ke

Selanjutnya RKPD Minahasa Tenggara tahun 2017 disusun dengan berpedoman pada Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)