KELAHIRAN KRISTUS YANG AJAIB

Teks penuh

(1)

KELAHIRAN KRISTUS

YANG AJAIB

Pdt. William Liem

Matius 1:18-25

18

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. 19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. 20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. 21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." 22 Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: 23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita. 24 Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, 25 tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.

(2)

Ketika Tuhan Yesus menjelma menjadi manusia, kehidupan-Nya ditandai dengan banyak keajaiban. Salah satu keajaiban dari kehidupan Yesus yang akan dipelajari melalui tulisan ini adalah kelahiran-Nya. Dalam Matius 1:18-25 tercatat tiga keajaiban yang dapat kita pelajari tentang kelahiran Tuhan Yesus.

PERTAMA, bayi Yesus berada dalam kandungan Maria bukan hasil

dari hubungan seorang laki-laki dan perempuan, tapi berasal dari Roh Kudus (ay. 20). Karena berasal dari Roh Kudus, berarti kandungan Maria adalah kandungan yang bersifat kudus dan supra-natural. Karena sifat kandungan yang demikian, banyak ahli teologia sulit menerimanya dan menganggapnya sebagai cerita dongeng.

Akan tetapi, kalau kita mempelajari karya Roh Kudus dalam Alkitab, kandungan Maria yang berasal dari Roh Kudus bukanlah suatu hal yang tidak masuk akal. Kejadian 1:12 menggambarkan kondisi awal bumi. Dikatakan bahwa bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya. Dengan diskripsi seperti demikian, jelaslah bahwa pada mulanya bumi tidak ada kehidupan. Kemudian Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Dalam bahasa aslinya, "melayang-layang" digambarkan seperti induk ayam yang mengerami telurnya, yang setelah melewati suatu jangka waktu, dari dalam telur itu keluarlah anak ayam. Inilah kehidupan yang baru. Selain itu, dalam ayat 1 dikatakan bahwa pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Kata "menciptakan" di sini dalam bahasa aslinya mengandung pengertian bahwa sebelum langit dan bumi diciptakan tidak ada kehidupan, namun dengan perkataan Allah yang berkuasa, bumi yang sebelumnya tidak mempunyai kehidupan menjadi ada kehidupan. Semua ini bisa terjadi karena Allah itu berkuasa, dan Roh Kudus adalah pemberi hidup.

Jika kita dapat menerima uraian di atas, maka kita dapat pula menerima bayi Yesus yang ada dalam kandungan Maria. Bukanlah hal

(3)

yang sulit bila Roh Kudus dengan kuasa-Nya menjadikan bayi Yesus hidup dalam kandungan Maria. Malaikat Tuhan berkata kepada Maria, "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu Anak yang kaulahirkan itu akan disebut Kudus, Anak Allah" (Luk. 1:35). Kita sendiri tidak tahu bagaimana pekerjaan Roh Kudus sehingga bayi Yesus ada. Ini adalah suatu misteri. Yang jelas Allah hanya meminjam kandungan Maria untuk melahirkan bayi Yesus. Kemudian, kita dapat pula membaca di dalam Kitab Suci bagaimana Allah menciptakan Adam tanpa melalui laki-laki dan perempuan. Hawa diciptakan melalui laki-laki tanpa perempuan, sedangkan Tuhan Yesus lahir melalui perempuan tanpa laki-laki. Semua peristiwa ini sekali lagi membuktikan bahwa bagi Allah tidak ada yang sulit. With God, all things are possible.

Tetapi pertanyaannya adalah: mengapa bayi Yesus harus lahir tidak boleh melalui hubungan laki-laki dan perempuan? Ini disebabkan bayi Yesus harus bebas dari segala dosa dan cela, dengan demikian Dia baru bisa memenuhi kriteria untuk menyelamatkan umat manusia yang berdosa. Ketika Allah memberikan Kristus kepada manusia, Dia memberikan yang terbaik. Bagaimana dengan kita?

KEDUA, bayi itu harus diberi nama Yesus, karena Dialah yang akan

menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka (ay. 21). Bayi Yesus yang akan lahir melalui kandungan Maria mempunyai satu misi, yakni menyelamatkan umat manusia dari dosa. Ada satu pertanyaan yang terus saya gumulkan selama ini. Sebelum kedatangan Kristus ke dalam dunia, di dunia ini telah ada banyak agama. Semua agama ini mengajarkan manusia berbuat baik dan bagaimana masuk surga. Bila demikian, mengapa Kristus masih harus datang? Kristus datang karena Dia ingin mengerjakan apa yang tidak dapat dikerjakan oleh agama, yakni menyelamatkan umat manusia dari dosa. Di sinilah kita mulai mengerti Kristus harus lahir tanpa dosa. Sebelum kelahiran Tuhan Yesus, kondisi seluruh manusia berada dalam keadaan yang amat suram karena dosa. Dalam Roma 3:23

(4)

dikatakan, "Karena semua orang telah berbuat dosa, dan telah kehilangan kemuliaan Allah." Akibat dosa, datanglah maut (Rm. 6:23).

Banyak orang tidak menyadari kondisi ini, dan senantiasa menggambarkan dosa sebagai suatu tindakan yang melawan hukum: tindakan mencuri, tindakan berbohong, tindakan membunuh, dan sebagainya. Maka mereka berpendapat jika mereka tidak melakukan hal-hal ini, mereka bukan orang jahat dan tidak membutuhkan Tuhan. Sebaliknya, Rasul Paulus tidak sekadar menggambarkan dosa sebagai suatu perbuatan yang melanggar perbuatan hukum, tetapi dosa sebagai suatu keberadaan, suatu kekuatan yang bercokol dalam hati manusia. Dan dosa ini mengendalikan manusia, sehingga manusia menjadi tidak berdaya. Paulus berkata dalam Roma 7:15-18, "Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat... Kalau demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku."

Kita bersyukur, dengan kelahiran bayi Yesus, yang kemudian hari akan mati di atas kayu salib, kuasa atau kekuatan dosa yang membelenggu manusia telah dipatahkan. Ini seperti kata Paulus dalam 1 Korintus 15:54-57, "Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu? Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita."

KETIGA, Anak itu akan dinamakan Imanuel yang berarti Allah menyertai kita (ay. 23). Banyak ahli teologia berpendapat bahwa ayat ini merupakan penggenapan nubuat Yesaya 7:14, "Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel."

(5)

Ayat ini merupakan suatu nubuat yang diucapkan oleh Nabi Yesaya 700 tahun sebelum kelahiran bayi Yesus. Pada waktu itu, tahta Raja Ahaz (ayah Hizkia), sedang terancam oleh suatu koalisi antara raja Israel (Pekah) dan raja Syria (Rezin). Konspirasi kedua raja bertujuan untuk meruntuhkan dinasti Daud dan menggantikannya dengan sebuah kerajaan yang sesuai dengan pilihan mereka. Dalam situasi yang gawat ini, Tuhan mengutus nabi Yesaya untuk menyakinkan Raja Ahaz supaya dia tetap percaya bahwa Tuhan akan menolongnya. Untuk meyakinkan Raja Ahaz, dia boleh meminta suatu tanda dari Tuhan. Tapi Raja Ahaz tidak mau, bahkan lari minta pertolongan kepada raja Asyur.

Tuhan amat sedih dengan perbuatan Raha Ahaz, tetapi Dia tetap memberikan suatu tanda kepada Raja Ahaz, yakni seorang perempuan akan melahirkan seorang anak, dan ia akan dinamakan Imanuel. Dengan kelahiran anak itu, Tuhan menyatakan bahwa walau Raja Ahaz telah meninggalkan Tuhan, tetapi Tuhan tetap akan menyertai Ahaz dan menyelamatkannya dari tangan koalisi raja Israel dan Syria. Di kemudian hari, kelahiran Tuhan Yesus yang disebut sebagai Imanuel, akan menjalankan fungsinya, yakni menyertai segenap umat manusia.

Acapkali hidup kita dipenuhi oleh berbagai permasalahan, sehingga ada yang bertanya, "Bila dikatakan bahwa Tuhan menyertai saya, mengapa hidup saya begitu banyak masalah? Satu belum selesai, yang lain datang lagi." Syukur, ada seorang pengarang Kristen yang mencoba menjawab semua pertanyaan ini dengan menulis demikian:

Anak-Ku tersayang,

Manusia sangat bingung dengan cara-Ku bekerja. Mereka pikir pekerjaan-Ku adalah untuk melepaskan segala kesulitan mereka. Aku

(6)

harus memperbaiki setiap kondisi buruk dan membuat setiap keadaan menjadi sempurna.

Maaf, itu bukan tugas-Ku. Aku akan memperbaiki beberapa dari keadaanmu, tetapi kamu tetap akan mendapat sejumlah persoalan. Kabar gembiranya adalah bahwa jika kamu mengenal Aku, kamu akan mengetahui bahwa Aku selalu bersamamu. Aku akan membimbingmu melewati kesukaran-kesukaranmu dan keluar dari sisi yang lain.

Anggaplah kehidupanmu sebagai sebuah hutan belukar, dan Aku adalah pembimbingmu. Aku tidak akan mengubah hutan belukar itu menjadi Disneyland. Namun Aku akan membimbingmu melewati hutan belukar itu. Manakala hidupmu menjadi liar, janganlah takut. Melekat erat-erat sajalah. Aku akan membantumu melewatinya.

Pembimbingmu, Tuhan

Sumber: Buletin Gereja Kristen Abdiel (GKA) GLORIA Surabaya,

edisi 3 / Desember 2004, halaman 4-5.

Pengutipan dari artikel ini harus mencantumkan: Dikutip dari

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :