• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III KAJIAN LAPANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III KAJIAN LAPANGAN"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

BAB III

KAJIAN LAPANGAN

A. Reina Herbal Cafe di Solo

Gambar 3.1. Logo Reina Herbal Cafe (Sumber: Dokumen Pribadi) 1. Lokasi

Reina Herbal Cafe ini terletak di Jl Ronggowarsito No. 10, Kampung Baru, Solo. Daerah ini terdapat banyak toko, rumah makan hingga distro sehingga area di jalan ronggowarsito ini sangat ramai.

Gambar 3.2 Lokasi Reina Herbal Cafe (Sumber: Google Map, Juni, 2015)

BAB III

KAJIAN LAPANGAN

A. Reina Herbal Cafe di Solo

Gambar 3.1. Logo Reina Herbal Cafe (Sumber: Dokumen Pribadi) 1. Lokasi

Reina Herbal Cafe ini terletak di Jl Ronggowarsito No. 10, Kampung Baru, Solo. Daerah ini terdapat banyak toko, rumah makan hingga distro sehingga area di jalan ronggowarsito ini sangat ramai.

Gambar 3.2 Lokasi Reina Herbal Cafe (Sumber: Google Map, Juni, 2015)

BAB III

KAJIAN LAPANGAN

A. Reina Herbal Cafe di Solo

Gambar 3.1. Logo Reina Herbal Cafe (Sumber: Dokumen Pribadi) 1. Lokasi

Reina Herbal Cafe ini terletak di Jl Ronggowarsito No. 10, Kampung Baru, Solo. Daerah ini terdapat banyak toko, rumah makan hingga distro sehingga area di jalan ronggowarsito ini sangat ramai.

Gambar 3.2 Lokasi Reina Herbal Cafe (Sumber: Google Map, Juni, 2015)

(2)

commit to user 2. Sejarah Singkat

Reina Herbal Cafe buka pertama kali tanggal 9 April 2012. Nama

“Reina” diambil dari nama ibunya Retno, ditambah nama adiknya Indra

dan Ayu, yang menandakan tiga generasi yakni anak-anak, muda, dan tua yang semuanya bisa mengkonsumsi minuman herbal. Warna logo dari café ini menjelaskan ada dua hal, yaitu warna coklat untuk herbal dan tradisional, serta warna-warninya untuk modernisasi dan semua generasi.

Reina Cafe memiliki lima variasi menu, di mana di setiap kategori menu memiliki campuran bahan herbal yang berbeda-beda sesuai dengan usia dan kebutuhan pelanggan. Untuk mengetahui fungsi dan kandungan bahan herbalnya maka disediakan katalog menu.

Demi mengubah persepsi Jamu tak begitu populer di kalangan masyarakat umum karena terkenal pahit maka Made Ayu Aryani mendirikan Reina Herbal Drink Cafe dan menawarkan jamu atau minuman herbal dengan berbagai macam varian rasa. Khusus untuk anak-anak di Reina Cafe ada menu “sehat segar anak” yakni jamu dengan berbagai rasa seperti strawberry, coklat, jeruk dan anggur. Selain itu, cafe ini menyediakan menu untuk remaja dan dewasa dengan dosis dan komposisi herbal yang berbeda.

Harga menu minuman herbal di Reina Cafe berkisar antara Rp6.000 hingga Rp10.000. Selain itu ada juga pilihan menu makanan, seperti nasi bakar, nasi pulung, mie ongklok, nasi goreng kunyit yang juga menggunakan rempah-rempah di dalamnya. Ayu menjamin kualitas minuman herbal di cafenya benar-benar terjamin karena soal resep

(3)

commit to user

langsung ditangani oleh Retno Hernayani 61 tahun, ibunya yang sudah 30 tahun bekerja di produsen jamu besar di Indonesia. Reina Cafe ini buka mulai dari jam 10.00-23.00 WIB.

3. Status Kelembagaan

Reina Herbal Cafe merupakan lembaga atau usaha yang dimiliki oleh pihak swasta yang dikelola sendiri. Usaha ini memberikan bentuk store bagi pengunjung yang disesuaikan dengan fungsinya sebagai tempat penjualan jamu tradisional dan makanan pendamping yang tidak hanya menjual satu jenis jamu namun beberapa produk jamu sekaligus dan menyedikan informasi sekitar manfaat dan fungsi jamu tradisional bagi kesehatan tubuh. Selain itu tempat ini diberi hiasan berupa contoh-contoh bahan jamu yang biasa digunakan sehingga pengunjung yang datang mendapat aspek edukasi.

4. Bangunan

Arsitektur bangunan Reina Herbal Cafe mempunyai gaya perpaduan antara tradisional dan modern. Tampak dari luar berbentuk bangunan modern dengan warna-warna cerah, jendela kaca besar, tiang- tiang beton, kayu pada pagar dan hiasan pada bagian interior cafe bergaya tradisional dengan adanya meja dan kursi dari kayu, counter bar, rak jamu, dan lainnya. Bangunan ini hanya berlantai satu, ruangannya pun tidak terlalu besar namun tetap nyaman untuk nongkrong-nongkrong, kumpul dengan keluarga maupun dengan teman sekolah.

(4)

commit to user 5. Tugas Pokok dan Fungsi

Tujuan dan fungsi didirikannya Cafe ini adalah untuk mengubah persepsi Jamu yang tidak begitu populer di kalangan masyarakat umum karena terkenal pahit maka Made Ayu Aryani mendirikan Reina Herbal Drink Cafe dan menawarkan jamu atau minuman herbal dengan berbagai macam varian rasa. Khusus untuk anak-anak di Reina Cafe ada menu

‘sehat segar anak’ yakni jamu dengan berbagai rasa seperti strawberry,

coklat, jeruk dan anggur. Selain itu juga menyediakan menu untuk remaja dan dewasa dengan dosis dan komposisi herbal yang berbeda.

6. Struktur Organisasi

Diagram 3.0 Struktur Organisasi Reina Herbal Cafe

(Sumber : Hasil Survey di Reina Herbal Cafe Surakarta, April, 2015)

7. Aktifitas dan Fasilitas

Kegiatan keseluruhan pada Reina Herbal Cafe adalah sebagai berikut:

Hari : Senin s/d Minggu Jam : 10.00 - 23.00 WIB

(5)

commit to user a. Pengunjung

AKTIVITAS FASILITAS SIFAT RUANG Datang/ Masuk Main Enterance (Lobby) Public

Melihat/ Membeli Jamu Ruang Penjualan Public

Ke Kamar Mandi KM/ WC Servis

Ibadah Mushola Servis

Membayar Ruang Kasir Servis

Pulang Main Entrance Public

Tabel 3.0 Aktivitas dan Fasilitas Pengunjung di Reina Herbal Cafe (Sumber : Hasil Survey di Reina Herbal Cafe Surakarta, April, 2015)

b. Pengelola

AKTIVITAS FASILITAS SIFAT RUANG Datang/ Masuk Main Enterance (Lobby) Public

Menjaga Counter Bar Ruang Penjualan Public Mengelola Administrasi Ruang Kasir Servis

Istirahat Ruang Dapur Privat

Ibadah Mushola Servis

Ke Kamar Mandi KM/ WC Servis

Pulang Main Entrance Public

Tabel 3.1 Aktivitas dan Fasilitas Pengelola di Reina Herbal Cafe (Sumber : Hasil Survey di Reina Herbal Cafe Surakarta, April, 2015)

8. Sirkulasi

Pengaturan sirkulasi pada ruang public di Reina Herbal Cafe diarahkan pada sirkulasi satu arah (linear), dengan pintu masuk dan pintu keluar menjadi satu. Hal ini dilakukan karena mengingat lahannya yang tidak begitu besar sehingga akan lebih efektif bila menggunakan sirkulasi satu arah. Antara ruangan satu dengan yang lainnya dibatasi dengan partisi dan jendela dengan pemandangan keluar untuk mengatasi kebosanan pengunjung.

(6)

commit to user 9. Tata Kondisi Ruang

a. Lobby

Lobby yang ditampilkan di Reina Herbal Cafe sangat sederhana.

Dengan tata ruang, terdapat satu meja informasi yang sekaligus digunakan untuk area kasir untuk memberikan informasi agar memudahkan pengunjung apabila membutuhkan informasi serta pilihan minuman jamu dan makanan yang akan di pesan.

Gambar 3.3 Meja informasi

(Sumber : Hasil Survey di Reina Herbal Cafe Surakarta, April, 2015) b. Cafe

Cafe yang ditampilkan di Reina Herbal Cafe ini merupakan bagian utama dari semua ruang yang ada. Di ruangan ini banyak sekali hiasan-hiasan dinding yang berisi informasi menu-menu yang dapat kita pesan, manfaat jamu dan bahan-bahan mentah jamu yang belum diolah. Untuk system displaynya terbilang cukup rapi dengan luas ruangan yang tidak terlalu besar.

9. Tata Kondisi Ruang a. Lobby

Lobby yang ditampilkan di Reina Herbal Cafe sangat sederhana.

Dengan tata ruang, terdapat satu meja informasi yang sekaligus digunakan untuk area kasir untuk memberikan informasi agar memudahkan pengunjung apabila membutuhkan informasi serta pilihan minuman jamu dan makanan yang akan di pesan.

Gambar 3.3 Meja informasi

(Sumber : Hasil Survey di Reina Herbal Cafe Surakarta, April, 2015) b. Cafe

Cafe yang ditampilkan di Reina Herbal Cafe ini merupakan bagian utama dari semua ruang yang ada. Di ruangan ini banyak sekali hiasan-hiasan dinding yang berisi informasi menu-menu yang dapat kita pesan, manfaat jamu dan bahan-bahan mentah jamu yang belum diolah. Untuk system displaynya terbilang cukup rapi dengan luas ruangan yang tidak terlalu besar.

9. Tata Kondisi Ruang a. Lobby

Lobby yang ditampilkan di Reina Herbal Cafe sangat sederhana.

Dengan tata ruang, terdapat satu meja informasi yang sekaligus digunakan untuk area kasir untuk memberikan informasi agar memudahkan pengunjung apabila membutuhkan informasi serta pilihan minuman jamu dan makanan yang akan di pesan.

Gambar 3.3 Meja informasi

(Sumber : Hasil Survey di Reina Herbal Cafe Surakarta, April, 2015) b. Cafe

Cafe yang ditampilkan di Reina Herbal Cafe ini merupakan bagian utama dari semua ruang yang ada. Di ruangan ini banyak sekali hiasan-hiasan dinding yang berisi informasi menu-menu yang dapat kita pesan, manfaat jamu dan bahan-bahan mentah jamu yang belum diolah. Untuk system displaynya terbilang cukup rapi dengan luas ruangan yang tidak terlalu besar.

(7)

commit to user Gambar 3.4 Area Minum Cafe

(Sumber : Hasil Survey di Reina Herbal Cafe Surakarta, April, 2015) c. Dapur

Dapur yang ditampilkan di Reina Herbal Cafe sangat menarik.

Walaupun counter barnya menggunakan material kayu namun bentuknya tetap modern sehingga kita sebagai pengunjung tidak bosan melihat bentuk counter bar seperti di tempat-tempat pada umumnya.

Serta dapurnya ini tidak terplihat seperti ruang privat tapi malah seperti semi privat karena kita bisa melihat pembuatan jamu yang kita pesan sembari kita menunggu pesanan tersebut dibuat sehingga kita tidak merasa bosan.

Gambar 3.5 Area Dapur

(Sumber : Hasil Survey di Reina Herbal Cafe Surakarta, April, 2015) Gambar 3.4 Area Minum Cafe

(Sumber : Hasil Survey di Reina Herbal Cafe Surakarta, April, 2015) c. Dapur

Dapur yang ditampilkan di Reina Herbal Cafe sangat menarik.

Walaupun counter barnya menggunakan material kayu namun bentuknya tetap modern sehingga kita sebagai pengunjung tidak bosan melihat bentuk counter bar seperti di tempat-tempat pada umumnya.

Serta dapurnya ini tidak terplihat seperti ruang privat tapi malah seperti semi privat karena kita bisa melihat pembuatan jamu yang kita pesan sembari kita menunggu pesanan tersebut dibuat sehingga kita tidak merasa bosan.

Gambar 3.5 Area Dapur

(Sumber : Hasil Survey di Reina Herbal Cafe Surakarta, April, 2015) Gambar 3.4 Area Minum Cafe

(Sumber : Hasil Survey di Reina Herbal Cafe Surakarta, April, 2015) c. Dapur

Dapur yang ditampilkan di Reina Herbal Cafe sangat menarik.

Walaupun counter barnya menggunakan material kayu namun bentuknya tetap modern sehingga kita sebagai pengunjung tidak bosan melihat bentuk counter bar seperti di tempat-tempat pada umumnya.

Serta dapurnya ini tidak terplihat seperti ruang privat tapi malah seperti semi privat karena kita bisa melihat pembuatan jamu yang kita pesan sembari kita menunggu pesanan tersebut dibuat sehingga kita tidak merasa bosan.

Gambar 3.5 Area Dapur

(Sumber : Hasil Survey di Reina Herbal Cafe Surakarta, April, 2015)

(8)

commit to user 10. Komponen Pembentuk Ruang

Secara garis besar, bangunan ini tidak menggunakan material dengan persyaratan tertentu berdasarkan fungsi ruang. Komponen pembentuk ruang seperti lantai, dinding, dan ceiling terlihat dalam table sebagai berikut:

RUANG KOMPONEN PEMBENTUK RUANG LANTAI DINDING CEILING Lobby

Lnt. Keramik Uk. 30x30 Warna putih

Finishing cat warna cream

Gypsum board fin cat warna putih

Cafe

Lnt. Keramik Uk. 30x30 Warna putih

Finishing cat warna cream

Gypsum board fin cat warna putih

Dapur

Lnt. Keramik Uk. 30x30 Warna putih

Finishing keramik uk. 10x20

Warna biru muda

Gypsum board fin cat warna putih

Mushola

Lnt. Keramik Uk. 30x30 Warna putih

Finishing cat warna cream

Gypsum board fin cat warna putih

KM/ WC

Lnt. Keramik Uk. 30x30 Warna putih

Finishing cat warna cream

Gypsum board fin cat warna putih

Tabel 3.2 Komponen Pembentuk Ruang di Reina Herbal Cafe (Sumber : Hasil Survey di Reina Herbal Cafe Surakarta, April, 2015)

11. System Interior

RUANG SISTEM INTERIOR

PENCAHAYAAN PENGHAWAAN AKUSTIK Lobby

Alami: jendela

Buatan: downlight warna putih

Alami: jendela Buatan: Air Conditioner

Tidak terlalu dirancang secara mendetail

Cafe

Alami: jendela Buatan: lampu TL, downlight dan gantung warna putih

Alami: jendela Buatan: Air Conditioner

Tidak terlalu dirancang secara mendetail

Dapur Lampu TL warna putih Buatan: Air Conditioner

Tidak terlalu dirancang secara mendetail Mushola Lampu downlight warna

putih -

Tidak terlalu dirancang secara mendetail

(9)

commit to user KM/ WC Lampu downlight warna

putih -

Tidak terlalu dirancang secara mendetail Tabel 3.3 Sistem Interior di Reina Herbal Cafe

(Sumber : Hasil Survey di Reina Herbal Cafe Surakarta, April, 2015)

12. Tata Penyajian

System penyajian di Reina Herbal Cafe menggakan gabungan system penyajian estetis, konseptual, dan evokatif. Dalam penyajian lebih didominasi system penyajian konseptual dan estetis.

Gambar 3.6 Interior Reina Herbal Cafe

(Sumber : Hasil Survey di Reina Herbal Cafe Surakarta, April, 2015) 13. System Display

System display yang digunakan di Reina Herbal Cafe ini menggunakan rak/ buffet untuk meletakkan contoh bahan jamu yang bisa digunakan untuk minuman jamu. Serta menu-menu dan khasiat dari jamu yang dijual ditulis dan dipajang di dinding supaya mudah dilihat dan memberikan sentuhan estetis di area dinding.

Gambar 3.7 System Display di Reina Herbal Cafe

(Sumber : Hasil Survey di Reina Herbal Cafe Surakarta, April, 2015) KM/ WC Lampu downlight warna

putih -

Tidak terlalu dirancang secara mendetail Tabel 3.3 Sistem Interior di Reina Herbal Cafe

(Sumber : Hasil Survey di Reina Herbal Cafe Surakarta, April, 2015)

12. Tata Penyajian

System penyajian di Reina Herbal Cafe menggakan gabungan system penyajian estetis, konseptual, dan evokatif. Dalam penyajian lebih didominasi system penyajian konseptual dan estetis.

Gambar 3.6 Interior Reina Herbal Cafe

(Sumber : Hasil Survey di Reina Herbal Cafe Surakarta, April, 2015) 13. System Display

System display yang digunakan di Reina Herbal Cafe ini menggunakan rak/ buffet untuk meletakkan contoh bahan jamu yang bisa digunakan untuk minuman jamu. Serta menu-menu dan khasiat dari jamu yang dijual ditulis dan dipajang di dinding supaya mudah dilihat dan memberikan sentuhan estetis di area dinding.

Gambar 3.7 System Display di Reina Herbal Cafe

(Sumber : Hasil Survey di Reina Herbal Cafe Surakarta, April, 2015) KM/ WC Lampu downlight warna

putih -

Tidak terlalu dirancang secara mendetail Tabel 3.3 Sistem Interior di Reina Herbal Cafe

(Sumber : Hasil Survey di Reina Herbal Cafe Surakarta, April, 2015)

12. Tata Penyajian

System penyajian di Reina Herbal Cafe menggakan gabungan system penyajian estetis, konseptual, dan evokatif. Dalam penyajian lebih didominasi system penyajian konseptual dan estetis.

Gambar 3.6 Interior Reina Herbal Cafe

(Sumber : Hasil Survey di Reina Herbal Cafe Surakarta, April, 2015) 13. System Display

System display yang digunakan di Reina Herbal Cafe ini menggunakan rak/ buffet untuk meletakkan contoh bahan jamu yang bisa digunakan untuk minuman jamu. Serta menu-menu dan khasiat dari jamu yang dijual ditulis dan dipajang di dinding supaya mudah dilihat dan memberikan sentuhan estetis di area dinding.

Gambar 3.7 System Display di Reina Herbal Cafe

(Sumber : Hasil Survey di Reina Herbal Cafe Surakarta, April, 2015)

(10)

commit to user 14. Zoning & Grouping

Gambar 3.8 Zoning & Grouping di Reina Herbal Cafe

(Sumber : Hasil Survey di Reina Herbal Cafe Surakarta, April, 2015) 15. Furniture

RUANG KETERANGAN GAMBAR

Lobby

Pada lobby terdapat:

Meja informasi, dua buah kursi yang terbuat dari bahan kayu finishing cat warna cokelat tua.

(11)

commit to user Cafe

Pada Cafe terdapat:

Meja, kursi makan dan bufet terbuat dari kayu finishing cat warna cokelat tua.

Dapur

Pada dapur terdapat meja yang terbuat dari cor finishing keramik warna putih dan rak dapur menggunakan kayu finishing cat warna cokelat tua.

Tabel 3.4 Daftar Furniture di Reina Herbal Cafe

(Sumber : Hasil Survey di Reina Herbal Cafe Surakarta, April, 2015)

16. Tema

Tema yang ingin ditonjolkan oleh Reina Herbal Cafe ini adalah

“Mengubah Pandangan Tradisional Akan Jamu Menjadi Lebih Modern”.

Suasana yang ingin ditampilkan oleh interior Reina Herbal Cafe adalah campuran tradisional dari material kayu dan modern dari bentuk dan tata ruang.

B. Depot Seduhan Jamu Wisnu

Gambar 3.9 Logo Jamu Wisnu (Sumber: Dokumen Pribadi) Cafe

Pada Cafe terdapat:

Meja, kursi makan dan bufet terbuat dari kayu finishing cat warna cokelat tua.

Dapur

Pada dapur terdapat meja yang terbuat dari cor finishing keramik warna putih dan rak dapur menggunakan kayu finishing cat warna cokelat tua.

Tabel 3.4 Daftar Furniture di Reina Herbal Cafe

(Sumber : Hasil Survey di Reina Herbal Cafe Surakarta, April, 2015)

16. Tema

Tema yang ingin ditonjolkan oleh Reina Herbal Cafe ini adalah

“Mengubah Pandangan Tradisional Akan Jamu Menjadi Lebih Modern”.

Suasana yang ingin ditampilkan oleh interior Reina Herbal Cafe adalah campuran tradisional dari material kayu dan modern dari bentuk dan tata ruang.

B. Depot Seduhan Jamu Wisnu

Gambar 3.9 Logo Jamu Wisnu (Sumber: Dokumen Pribadi) Cafe

Pada Cafe terdapat:

Meja, kursi makan dan bufet terbuat dari kayu finishing cat warna cokelat tua.

Dapur

Pada dapur terdapat meja yang terbuat dari cor finishing keramik warna putih dan rak dapur menggunakan kayu finishing cat warna cokelat tua.

Tabel 3.4 Daftar Furniture di Reina Herbal Cafe

(Sumber : Hasil Survey di Reina Herbal Cafe Surakarta, April, 2015)

16. Tema

Tema yang ingin ditonjolkan oleh Reina Herbal Cafe ini adalah

“Mengubah Pandangan Tradisional Akan Jamu Menjadi Lebih Modern”.

Suasana yang ingin ditampilkan oleh interior Reina Herbal Cafe adalah campuran tradisional dari material kayu dan modern dari bentuk dan tata ruang.

B. Depot Seduhan Jamu Wisnu

Gambar 3.9 Logo Jamu Wisnu (Sumber: Dokumen Pribadi)

(12)

commit to user 1. Lokasi

Depot Seduhan Jamu Wisnu ini terletak di Dukuh Nguter RT 001/RW 005, Desa Nguter, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo.

Daerah Nguter ini memang sudah terkenal sebagai produsen jamu yang cukup besar.

Gambar 3.10 Lokasi Jamu Wisnu (Sumber: Google Map, Juni, 2015) 2. Sejarah Singkat

Jamu Wisnu merupakan usaha turun temurun di keluarga Pak Slamet, Dukuh Nguter RT 001/RW 005, Desa Nguter, Kecamatan Nguter, Sukoharjo. Jamu Wisnu ini menyediakan beberapa produk untuk pria, wanita, dan anak-anak. Ciri dari semua produknya yaitu logonya itu sendiri yaitu gambar pewayangan Dewa Wisnu. Tempat ini buka setiap hari Senin-Jumat dari jam 08.00 - 12.00 WIB. Selain memiliki tempat produksi jamu, beliau memiliki tempat minum seduhan jamu yang dikelola oleh kakak istri bapak Slamet yang buka setiap hari Senin-Sabtu jam 08.00-15.00 WIB. Di dalam depot ini berisi alat-alat untuk mengocok jamu, botol-botol jamu, sampai botol penyimpanan air gingseng.

1. Lokasi

Depot Seduhan Jamu Wisnu ini terletak di Dukuh Nguter RT 001/RW 005, Desa Nguter, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo.

Daerah Nguter ini memang sudah terkenal sebagai produsen jamu yang cukup besar.

Gambar 3.10 Lokasi Jamu Wisnu (Sumber: Google Map, Juni, 2015) 2. Sejarah Singkat

Jamu Wisnu merupakan usaha turun temurun di keluarga Pak Slamet, Dukuh Nguter RT 001/RW 005, Desa Nguter, Kecamatan Nguter, Sukoharjo. Jamu Wisnu ini menyediakan beberapa produk untuk pria, wanita, dan anak-anak. Ciri dari semua produknya yaitu logonya itu sendiri yaitu gambar pewayangan Dewa Wisnu. Tempat ini buka setiap hari Senin-Jumat dari jam 08.00 - 12.00 WIB. Selain memiliki tempat produksi jamu, beliau memiliki tempat minum seduhan jamu yang dikelola oleh kakak istri bapak Slamet yang buka setiap hari Senin-Sabtu jam 08.00-15.00 WIB. Di dalam depot ini berisi alat-alat untuk mengocok jamu, botol-botol jamu, sampai botol penyimpanan air gingseng.

1. Lokasi

Depot Seduhan Jamu Wisnu ini terletak di Dukuh Nguter RT 001/RW 005, Desa Nguter, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo.

Daerah Nguter ini memang sudah terkenal sebagai produsen jamu yang cukup besar.

Gambar 3.10 Lokasi Jamu Wisnu (Sumber: Google Map, Juni, 2015) 2. Sejarah Singkat

Jamu Wisnu merupakan usaha turun temurun di keluarga Pak Slamet, Dukuh Nguter RT 001/RW 005, Desa Nguter, Kecamatan Nguter, Sukoharjo. Jamu Wisnu ini menyediakan beberapa produk untuk pria, wanita, dan anak-anak. Ciri dari semua produknya yaitu logonya itu sendiri yaitu gambar pewayangan Dewa Wisnu. Tempat ini buka setiap hari Senin-Jumat dari jam 08.00 - 12.00 WIB. Selain memiliki tempat produksi jamu, beliau memiliki tempat minum seduhan jamu yang dikelola oleh kakak istri bapak Slamet yang buka setiap hari Senin-Sabtu jam 08.00-15.00 WIB. Di dalam depot ini berisi alat-alat untuk mengocok jamu, botol-botol jamu, sampai botol penyimpanan air gingseng.

(13)

commit to user 3. Status Kelembagaan

Depot Jamu Wisnu merupakan lembaga atau usaha yang dimiliki oleh pihak swasta yang dikelola sendiri. Usaha ini memberikan bentuk store bagi pengunjung yang disesuaikan dengan fungsinya sebagai tempat penjualan jamu tradisional dan menyedikan informasi sekitar manfaat dan fungsi jamu tradisional bagi kesehatan tubuh. Depot Jamu Wisnu merupakan tempat minum jamu layaknya depot-depot jamu yang sering kita lihat di pinggir jalan berbentuk rumah sederhana.

4. Bangunan

Arsitektur bangunan Depot Jamu Wisnu mempunyai gaya sederhana, berbentuk rumah kecil seperti depot-depot jamu yang ada dipinggir jalan. Namun yang berbeda yaitu produk jamu yang dijual, sebagian besar adalah jamu-jamu dari produksi pabrik jamu wisnu. Dari depot jamu wisnu ini dapat terlihat berbagai macam jenis jamu, alat-alat pengolah jamu, hingga olahan jamu seperti permen. Bangunan dari Depot Jamu Wisnu ini memang tidak ada yang terlalu mencolok, namun dengan melihat dengan seksama kita dapat mencontoh cara peletakan jamunya.

Dari yang serbuk, kering hingga alat untuk pengolahannya yang tertata dengan rapi. Sehingga setiap kali membuat satu pesanan, tidak tampak ribet atau berantakan karena sudah tertata dengan baik. Bangunan ini hanya berlantai satu, ruangannya pun tidak terlalu besar namun tetap nyaman untuk nongkrong-nongkrong apalagi kalau saat cuaca dingin atau musim kerja maka depot ini bisa ramai dikunjungi pengunjung.

(14)

commit to user 5. Tugas Pokok dan Fungsi

Tujuan dan fungsi didirikannya Depot Jamu Wisnu ini adalah untuk melayani masyarakat yang memerlukan obat tradisional atau jamu yang notabennya harga lebih murah dibanding obat kimia seperti yang dijual di apotek. Namun memiliki efek samping yang lebih kecil dan lebih alami. Depot Jamu Wisnu menyediakan jamu atau minuman herbal dengan berbagai macam varian rasa. Ada untuk anak-anak dengan varian rasa seperti strawberry, cokelat, jeruk dan anggur. Selain untuk anak-anak, juga menyediakan menu untuk remaja dan dewasa dengan dosis dan komposisi herbal yang berbeda.

6. Struktur Organisasi

Diagram 3.1 Struktur Organisasi Depot Jamu Wisnu

(Sumber : Hasil Survey di Depot Jamu Wisnu Sukoharjo, April, 2015)

7. Aktifitas dan Fasilitas

Kegiatan keseluruhan pada Depot Jamu Wisnu adalah sebagai berikut:

Hari : Senin s/d Sabtu Jam : 08.00 - 15.00 WIB

(15)

commit to user a. Pengunjung

AKTIVITAS FASILITAS SIFAT RUANG

Datang/ Masuk Main Enterance Public

Melihat/ Membeli Jamu Ruang Penjualan Servis

Membayar Ruang Penjualan Servis

Pulang Main Entrance Public

Tabel 3.5 Aktivitas dan Fasilitas Pengunjung di Depot Jamu Wisnu (Sumber : Hasil Survey di Depot Jamu Wisnu Sukoharjo, April, 2015)

b. Pengelola

AKTIVITAS FASILITAS SIFAT RUANG

Datang/ Masuk Main Enterance Public

Menjaga Ruang Penjualan Ruang Penjualan Semi privat Mengelola Administrasi Ruang Administrasi Privat

Istirahat Ruang Penjualan Semi privat

Ke Kamar Mandi KM/ WC Servis

Pulang Main Entrance Public

Tabel 3.6 Aktivitas dan Fasilitas Pengelola di Depot Jamu Wisnu (Sumber : Hasil Survey di Depot Jamu Wisnu Sukoharjo, April, 2015)

8. Sirkulasi

Pengaturan sirkulasi pada ruang public di Depot Jamu Wisnu diarahkan pada sirkulasi satu arah (linear), dengan pintu masuk dan pintu keluar menjadi satu. Hal ini dilakukan karena mengingat lahannya yang tidak begitu besar sehingga akan lebih efektif bila menggunakan sirkulasi satu arah. Antara ruang untuk pengunjung datang dengan pelayan hanya dibatasi oleh meja, jadi sirkulasinya dapat disebut sirkulasi secara langsung.

(16)

commit to user 9. Tata Kondisi Ruang

a. Tempat Pemesanan

Pada Depot Jamu Wisnu ini dikarenakan cuma berbentuk tempat sederhana, maka ruang yang ada yaitu ruang pemesanan yang biasanya berada di bagian depan depot. Tempat pemesanan ini sangatlah sederhana hanya kursi biasa panjang dari kayu dan stool yang terbuat dari besi. Keuntungan dari tempat pemesanan seperti ini yaitu mendapatkan penghawaan dan pencahayaan alami.

Gambar 3.11 Tempat Pemesanan

(Sumber : Hasil Survey di Depot Jamu Wisnu Sukoharjo, April, 2015)

b. Tempat Penjualan

Pada Depot Jamu Wisnu ini, tempat penjualan jamu merupakan tempat utama sekaligus dapur untuk meracik jamu yang dipesan pelanggan. Tempat ini sangatlah penuh dengan jamu-jamuan dan produk pelengkap lainnya. Produk jamu ditata dengan rapi sehingga walaupun bentuk tempatnya sederhana namun masih enak dipandang mata. Ditempat ini juga biasanya para pelayan depot memberikan jamu yang dipesan serta tips-tips yang dapat membantu pengunjung mendapatkan jamu yang pas.

9. Tata Kondisi Ruang a. Tempat Pemesanan

Pada Depot Jamu Wisnu ini dikarenakan cuma berbentuk tempat sederhana, maka ruang yang ada yaitu ruang pemesanan yang biasanya berada di bagian depan depot. Tempat pemesanan ini sangatlah sederhana hanya kursi biasa panjang dari kayu dan stool yang terbuat dari besi. Keuntungan dari tempat pemesanan seperti ini yaitu mendapatkan penghawaan dan pencahayaan alami.

Gambar 3.11 Tempat Pemesanan

(Sumber : Hasil Survey di Depot Jamu Wisnu Sukoharjo, April, 2015)

b. Tempat Penjualan

Pada Depot Jamu Wisnu ini, tempat penjualan jamu merupakan tempat utama sekaligus dapur untuk meracik jamu yang dipesan pelanggan. Tempat ini sangatlah penuh dengan jamu-jamuan dan produk pelengkap lainnya. Produk jamu ditata dengan rapi sehingga walaupun bentuk tempatnya sederhana namun masih enak dipandang mata. Ditempat ini juga biasanya para pelayan depot memberikan jamu yang dipesan serta tips-tips yang dapat membantu pengunjung mendapatkan jamu yang pas.

9. Tata Kondisi Ruang a. Tempat Pemesanan

Pada Depot Jamu Wisnu ini dikarenakan cuma berbentuk tempat sederhana, maka ruang yang ada yaitu ruang pemesanan yang biasanya berada di bagian depan depot. Tempat pemesanan ini sangatlah sederhana hanya kursi biasa panjang dari kayu dan stool yang terbuat dari besi. Keuntungan dari tempat pemesanan seperti ini yaitu mendapatkan penghawaan dan pencahayaan alami.

Gambar 3.11 Tempat Pemesanan

(Sumber : Hasil Survey di Depot Jamu Wisnu Sukoharjo, April, 2015)

b. Tempat Penjualan

Pada Depot Jamu Wisnu ini, tempat penjualan jamu merupakan tempat utama sekaligus dapur untuk meracik jamu yang dipesan pelanggan. Tempat ini sangatlah penuh dengan jamu-jamuan dan produk pelengkap lainnya. Produk jamu ditata dengan rapi sehingga walaupun bentuk tempatnya sederhana namun masih enak dipandang mata. Ditempat ini juga biasanya para pelayan depot memberikan jamu yang dipesan serta tips-tips yang dapat membantu pengunjung mendapatkan jamu yang pas.

(17)

commit to user

Gambar 3.12 Tempat Penjualan

(Sumber : Hasil Survey di Depot Jamu Wisnu Sukoharjo, April, 2015)

10. Komponen Pembentuk Ruang

Secara garis besar, bangunan ini tidak menggunakan material dengan persyaratan tertentu berdasarkan fungsi ruang. Komponen pembentuk ruang seperti lantai, dinding, dan ceiling terlihat dalam tabel sebagai berikut:

RUANG KOMPONEN PEMBENTUK RUANG LANTAI DINDING CEILING Tempat

Pemesanan

Lnt. Tegel Uk. 30x30 Warna putih

Rangka kayu fin cat warna biru, Kawat Ram

Gypsum board fin cat warna putih

Tempat Penjualan

Lnt. Tegel Uk. 30x30 Warna putih

Finishing cat warna putih

Gypsum board fin cat warna putih

Tabel 3.7 Komponen Pembentuk Ruang Di Depot Jamu Wisnu (Sumber : Hasil Survey di Depot Jamu Wisnu Sukoharjo, April, 2015)

11. System Interior

RUANG SISTEM INTERIOR

PENCAHAYAAN PENGHAWAAN AKUSTIK Tempat

Pemesanan

Alami: Jendela

Buatan: Lampu Bohlam warna putih

Alami: Jendela Tidak terlalu dirancang secara mendetail Tempat Alami: Jendela Alami: Jendela Tidak terlalu

Gambar 3.12 Tempat Penjualan

(Sumber : Hasil Survey di Depot Jamu Wisnu Sukoharjo, April, 2015)

10. Komponen Pembentuk Ruang

Secara garis besar, bangunan ini tidak menggunakan material dengan persyaratan tertentu berdasarkan fungsi ruang. Komponen pembentuk ruang seperti lantai, dinding, dan ceiling terlihat dalam tabel sebagai berikut:

RUANG KOMPONEN PEMBENTUK RUANG LANTAI DINDING CEILING Tempat

Pemesanan

Lnt. Tegel Uk. 30x30 Warna putih

Rangka kayu fin cat warna biru, Kawat Ram

Gypsum board fin cat warna putih

Tempat Penjualan

Lnt. Tegel Uk. 30x30 Warna putih

Finishing cat warna putih

Gypsum board fin cat warna putih

Tabel 3.7 Komponen Pembentuk Ruang Di Depot Jamu Wisnu (Sumber : Hasil Survey di Depot Jamu Wisnu Sukoharjo, April, 2015)

11. System Interior

RUANG SISTEM INTERIOR

PENCAHAYAAN PENGHAWAAN AKUSTIK Tempat

Pemesanan

Alami: Jendela

Buatan: Lampu Bohlam warna putih

Alami: Jendela Tidak terlalu dirancang secara mendetail Tempat Alami: Jendela Alami: Jendela Tidak terlalu

Gambar 3.12 Tempat Penjualan

(Sumber : Hasil Survey di Depot Jamu Wisnu Sukoharjo, April, 2015)

10. Komponen Pembentuk Ruang

Secara garis besar, bangunan ini tidak menggunakan material dengan persyaratan tertentu berdasarkan fungsi ruang. Komponen pembentuk ruang seperti lantai, dinding, dan ceiling terlihat dalam tabel sebagai berikut:

RUANG KOMPONEN PEMBENTUK RUANG LANTAI DINDING CEILING Tempat

Pemesanan

Lnt. Tegel Uk. 30x30 Warna putih

Rangka kayu fin cat warna biru, Kawat Ram

Gypsum board fin cat warna putih

Tempat Penjualan

Lnt. Tegel Uk. 30x30 Warna putih

Finishing cat warna putih

Gypsum board fin cat warna putih

Tabel 3.7 Komponen Pembentuk Ruang Di Depot Jamu Wisnu (Sumber : Hasil Survey di Depot Jamu Wisnu Sukoharjo, April, 2015)

11. System Interior

RUANG SISTEM INTERIOR

PENCAHAYAAN PENGHAWAAN AKUSTIK Tempat

Pemesanan

Alami: Jendela

Buatan: Lampu Bohlam warna putih

Alami: Jendela Tidak terlalu dirancang secara mendetail Tempat Alami: Jendela Alami: Jendela Tidak terlalu

(18)

commit to user Penjualan Buatan: Lampu Bohlam

warna putih

dirancang secara mendetail Tabel 3.8 Sistem Interior di Depot Jamu Wisnu

(Sumber : Hasil Survey di Depot Jamu Wisnu Sukoharjo, April, 2015)

12. Tata Penyajian

System penyajian di Depot Jamu Wisnu menggunakan system sederhana, mengingat bentuk bangunannya pun sederhana namun tetap memperhatikan aspek estetis.

Gambar 3.13 Interior Depot Jamu Wisnu

(Sumber : Hasil Survey di Depot Jamu Wisnu Sukoharjo, April, 2015)

13. System Display

System display yang digunakan di Depot Jamu Wisnu ini menggunakan rak/ buffet untuk meletakkan contoh bahan jamu yang bisa digunakan untuk minuman jamu. Serta menu-menu pendamping jamu, olahan-olahan jamu yang lain dan peralatan untuk membuat jamu di tata dengan rapi sehingga enak dipandang.

Penjualan Buatan: Lampu Bohlam warna putih

dirancang secara mendetail Tabel 3.8 Sistem Interior di Depot Jamu Wisnu

(Sumber : Hasil Survey di Depot Jamu Wisnu Sukoharjo, April, 2015)

12. Tata Penyajian

System penyajian di Depot Jamu Wisnu menggunakan system sederhana, mengingat bentuk bangunannya pun sederhana namun tetap memperhatikan aspek estetis.

Gambar 3.13 Interior Depot Jamu Wisnu

(Sumber : Hasil Survey di Depot Jamu Wisnu Sukoharjo, April, 2015)

13. System Display

System display yang digunakan di Depot Jamu Wisnu ini menggunakan rak/ buffet untuk meletakkan contoh bahan jamu yang bisa digunakan untuk minuman jamu. Serta menu-menu pendamping jamu, olahan-olahan jamu yang lain dan peralatan untuk membuat jamu di tata dengan rapi sehingga enak dipandang.

Penjualan Buatan: Lampu Bohlam warna putih

dirancang secara mendetail Tabel 3.8 Sistem Interior di Depot Jamu Wisnu

(Sumber : Hasil Survey di Depot Jamu Wisnu Sukoharjo, April, 2015)

12. Tata Penyajian

System penyajian di Depot Jamu Wisnu menggunakan system sederhana, mengingat bentuk bangunannya pun sederhana namun tetap memperhatikan aspek estetis.

Gambar 3.13 Interior Depot Jamu Wisnu

(Sumber : Hasil Survey di Depot Jamu Wisnu Sukoharjo, April, 2015)

13. System Display

System display yang digunakan di Depot Jamu Wisnu ini menggunakan rak/ buffet untuk meletakkan contoh bahan jamu yang bisa digunakan untuk minuman jamu. Serta menu-menu pendamping jamu, olahan-olahan jamu yang lain dan peralatan untuk membuat jamu di tata dengan rapi sehingga enak dipandang.

(19)

commit to user

Gambar 3.14 Sistem Display di Depot Jamu Wisnu

(Sumber : Hasil Survey di Depot Jamu Wisnu Sukoharjo, April, 2015)

14. Zoning & Grouping

Gambar 3.15 Zoning & Grouping Di Depot Jamu Wisnu (Sumber : Hasil Survey di Depot Jamu Wisnu Sukoharjo, April, 2015)

15. Furniture

RUANG KETERANGAN GAMBAR

Tempat Pemesanan

Pada tempat pemesanan terdapat:

Kursi kayu panjang, meja kayu dan stool dari besi dan kayu

Gambar 3.14 Sistem Display di Depot Jamu Wisnu

(Sumber : Hasil Survey di Depot Jamu Wisnu Sukoharjo, April, 2015)

14. Zoning & Grouping

Gambar 3.15 Zoning & Grouping Di Depot Jamu Wisnu (Sumber : Hasil Survey di Depot Jamu Wisnu Sukoharjo, April, 2015)

15. Furniture

RUANG KETERANGAN GAMBAR

Tempat Pemesanan

Pada tempat pemesanan terdapat:

Kursi kayu panjang, meja kayu dan stool dari besi dan kayu

Gambar 3.14 Sistem Display di Depot Jamu Wisnu

(Sumber : Hasil Survey di Depot Jamu Wisnu Sukoharjo, April, 2015)

14. Zoning & Grouping

Gambar 3.15 Zoning & Grouping Di Depot Jamu Wisnu (Sumber : Hasil Survey di Depot Jamu Wisnu Sukoharjo, April, 2015)

15. Furniture

RUANG KETERANGAN GAMBAR

Tempat Pemesanan

Pada tempat pemesanan terdapat:

Kursi kayu panjang, meja kayu dan stool dari besi dan kayu

(20)

commit to user Tempat Penjualan

Pada tempat pemesanan terdapat:

stool dari besi dan kayu, meja ramu, rak dari kayu, rak dari besi siku lubang, toples-toples, box plastic,

Tabel 3.9 Daftar Furniture di Depot Jamu Wisnu

(Sumber : Hasil Survey di Depot Jamu Wisnu Sukoharjo, April, 2015)

16. Tema

Tema yang ingin ditonjolkan oleh Depot Jamu Wisnu ini adalah

“Kesederhanaan Mampu Memberi Kesehatan Dengan Harga Terjangkau”.

Suasana yang ingin ditampilkan oleh interior Depot Jamu Wisnu adalah kesederhanaan dari bentuk dan tata ruang yang penting manfaat dari jamu yang dijual.

Tempat Penjualan

Pada tempat pemesanan terdapat:

stool dari besi dan kayu, meja ramu, rak dari kayu, rak dari besi siku lubang, toples-toples, box plastic,

Tabel 3.9 Daftar Furniture di Depot Jamu Wisnu

(Sumber : Hasil Survey di Depot Jamu Wisnu Sukoharjo, April, 2015)

16. Tema

Tema yang ingin ditonjolkan oleh Depot Jamu Wisnu ini adalah

“Kesederhanaan Mampu Memberi Kesehatan Dengan Harga Terjangkau”.

Suasana yang ingin ditampilkan oleh interior Depot Jamu Wisnu adalah kesederhanaan dari bentuk dan tata ruang yang penting manfaat dari jamu yang dijual.

Tempat Penjualan

Pada tempat pemesanan terdapat:

stool dari besi dan kayu, meja ramu, rak dari kayu, rak dari besi siku lubang, toples-toples, box plastic,

Tabel 3.9 Daftar Furniture di Depot Jamu Wisnu

(Sumber : Hasil Survey di Depot Jamu Wisnu Sukoharjo, April, 2015)

16. Tema

Tema yang ingin ditonjolkan oleh Depot Jamu Wisnu ini adalah

“Kesederhanaan Mampu Memberi Kesehatan Dengan Harga Terjangkau”.

Suasana yang ingin ditampilkan oleh interior Depot Jamu Wisnu adalah kesederhanaan dari bentuk dan tata ruang yang penting manfaat dari jamu yang dijual.

(21)

commit to user

C. Humming Bird Eatery & Guesthouse

Gambar 3.16 Humming Bird Eatery & Guesthouse (Sumber: Dokumen Pribadi)

1. Lokasi

Humming Bird Eatery & Guesthouse ini terletak di Jl. Progo No.

14 Bandung 40115. Daerah ini merupakan daerah cafe-cafe dan restoran berdiri sehingga daerah ini cukup ramai.

Gambar 3.17 Lokasi Humming Bird Eatery & Guesthouse (Sumber: Google Map, Juni, 2015)

2. Sejarah Singkat

Humming Bird Eatery & Guesthouse atau Rumah Makan Humming Bird merupakan sebuah tempat yang menggabungkan beragam konsep seperti cafe, restoran dan penginapan. Konsep Humming Bird

C. Humming Bird Eatery & Guesthouse

Gambar 3.16 Humming Bird Eatery & Guesthouse (Sumber: Dokumen Pribadi)

1. Lokasi

Humming Bird Eatery & Guesthouse ini terletak di Jl. Progo No.

14 Bandung 40115. Daerah ini merupakan daerah cafe-cafe dan restoran berdiri sehingga daerah ini cukup ramai.

Gambar 3.17 Lokasi Humming Bird Eatery & Guesthouse (Sumber: Google Map, Juni, 2015)

2. Sejarah Singkat

Humming Bird Eatery & Guesthouse atau Rumah Makan Humming Bird merupakan sebuah tempat yang menggabungkan beragam konsep seperti cafe, restoran dan penginapan. Konsep Humming Bird

C. Humming Bird Eatery & Guesthouse

Gambar 3.16 Humming Bird Eatery & Guesthouse (Sumber: Dokumen Pribadi)

1. Lokasi

Humming Bird Eatery & Guesthouse ini terletak di Jl. Progo No.

14 Bandung 40115. Daerah ini merupakan daerah cafe-cafe dan restoran berdiri sehingga daerah ini cukup ramai.

Gambar 3.17 Lokasi Humming Bird Eatery & Guesthouse (Sumber: Google Map, Juni, 2015)

2. Sejarah Singkat

Humming Bird Eatery & Guesthouse atau Rumah Makan Humming Bird merupakan sebuah tempat yang menggabungkan beragam konsep seperti cafe, restoran dan penginapan. Konsep Humming Bird

(22)

commit to user

Eatery yaitu dengan memadukan elemen grafis pada desain interiornya yang didesain oleh Muhamad Luthfie. Di sebagian dinding Cafe, terdapat mural yang menggambarkan informasi tentang hummingbird. Selain sebagai media informasi, mural tersebut berfungsi juga sebagai elemen estetis yang menjadi pusat perhatian di dalam ruangan.

Hummingbird atau burung "Kolibri" dalam bahasa Indonesia, adalah burung terkecil di dunia (sekitar antara 2-20 gram). Burung ini adalah satu-satunya burung yang bisa terbang baik ke depan dan ke belakang. Mereka mampu melayang-layang di udara, terbang ke samping dan bahkan terbalik. Mereka terbang rata-rata 25-30 mil per jam dan menyelam hingga 60 mil per jam. Sayap-sayap mereka mampu menyelam sekitar 70 kali per detik dan hingga 200 kali per detik. Jadi, walaupun mereka berukuran kecil, namun burung ini sebenarnya sangat istimewa.

Dengan keunikan dari Hummingbird ini maka digunakanlah menjadi konsep Humming Bird Eatery & Guesthouse. Maksudnya dengan konsep tersebut, Humming Bird Eatery & Guesthouse mampu melayani para pelanggannya dengan istimewa tanpa ada keluhan sehingga pelanggan dan pemilik cafe pun senang. Restoran ini terletak di Jl. Progo No. 14 Bandung 40115, Phone: (022) 4212582, buka setiap hari dari jam 7 pagi hingga 11 malam.

Resto ini menyediakan menu sarapan pagi (breakfast) yang biasanya dimanfaatkan oleh pengunjung yang hendak berangkat kerja namun tak sempat sarapan di rumah. Untuk menu breakfastnya sendiri cukup menarik yakni ada skiny dip yang merupakan fresh fruit salad,

(23)

commit to user

Wrap Me Up, Eating Mechine, dan juga Fullt Monthly. Untuk

minumannya, tersedia beberapa jenis minuman yang bisa dipesan sesuai dengan selera. Selain itu, Hummingbird Eatery juga menyediakan aneka cake yang disimpan di etalase yang akan menggoda setiap pengunjungnya

antara lain Opera Cake, Red Velvet, Green Tea dan lainnya. Dengan berkunjung ke Hummingbird Eatery and Guest House ini akan memberikan pengalaman bersantap berbeda dengan yang lainnya.

3. Status Kelembagaan

Humming Bird Eatery & Guesthouse merupakan lembaga atau usaha yang dimiliki oleh pihak swasta yang dikelola sendiri. Usaha ini berbentuk store bagi pengunjung yang disesuaikan dengan fungsinya sebagai tempat penjualan makanan dan minuman seperti cafe dan restoran pada umumnya.

4. Bangunan

Arsitektur bangunan Humming Bird Eatery & Guesthouse sangat menarik dengan dominasi aksen kayu dan pajangan-pajangan unik vintage dengan tema burung hummingbird menciptakan suasana interior yang homy. Hummingbird Eatery ini tampak berbeda dengan resto yang lainnya dimana area outdoornya tampak mencolok dan berbentuk layaknya kandang burung melengkung dengan anyaman besi berwarna putihnya.

Bangunan ini hanya berlantai satu, ruangannya cukup besar sehingga nyaman untuk nongkrong-nongkrong, kumpul dengan keluarga maupun dengan teman sekolah.

(24)

commit to user 5. Tugas Pokok dan Fungsi

Tujuan dan fungsi didirikannya Humming Bird Eatery &

Guesthouse ini adalah membantu masyarakat yang mungkin tidak sempat dan tidak memiliki waktu untuk memasak saat sarapan, makan siang, ataupun makan malam dapat mengunjungi Humming Bird Eatery &

Guesthouse sehingga lebih simple dan nyaman. Selain itu dengan adanya Humming Bird Eatery & Guesthouse akan memberikan variasi pada dunia arsitekture dan interior supaya mampu memiliki konsep yang lebih menarik lagi.

6. Struktur Organisasi

Diagram 3.2 Struktur Organisasi Humming Bird Eatery & Guesthouse

(Sumber : Hasil Survey di Humming Bird Eatery & Guesthouse Bandung, Oktober, 2014)

(25)

commit to user 7. Aktifitas dan Fasilitas

Kegiatan keseluruhan pada Humming Bird Eatery & Guesthouse adalah sebagai berikut:

Hari : Senin s/d Minggu Jam : 07.00 - 23.00 WIB

a. Pengunjung

AKTIVITAS FASILITAS SIFAT RUANG

Datang/ Masuk Main Enterance (Lobby) Public

Melihat/ Membeli Cafe Public

Ke Kamar Mandi KM/ WC Servis

Ibadah Mushola Servis

Membayar Ruang Kasir Servis

Pulang Main Entrance Public

Tabel 3.10 Aktivitas dan Fasilitas Pengunjung di Humming Bird Eatery & Guesthouse (Sumber : Hasil Survey di Humming Bird Eatery & Guesthouse Bandung, Oktober, 2014)

b. Pengelola

AKTIVITAS FASILITAS SIFAT RUANG

Datang/ Masuk Main Enterance (Lobby) Public

Ganti seragam Ruang karyawan Privat

Bekerja Cafe Public

Istirahat Ruang karyawan Privat

Ibadah Mushola Servis

Bekerja Cafe Public

Ke Kamar Mandi KM/ WC Servis

Ganti baju Ruang karyawan Privat

Pulang Side Entrance Public

Tabel 3.11 Aktivitas dan Fasilitas Pengelola di Humming Bird Eatery & Guesthouse (Sumber : Hasil Survey di Humming Bird Eatery & Guesthouse Bandung, Oktober, 2014)

(26)

commit to user 8. Sirkulasi

Pengaturan sirkulasi pada ruang public di Humming Bird Eatery &

Guesthouse diarahkan pada sirkulasi satu arah (linear), dengan pintu masuk dan pintu keluar menjadi satu. Hal ini dilakukan karena tidak ada bagian khusus dari Humming Bird Eatery & Guesthouse yang ditonjolkan dan itu akan lebih efektif bila menggunakan sirkulasi satu arah. Antara ruangan satu dengan yang lainnya dibatasi dengan partisi dan jendela dengan pemandangan keluar untuk mengatasi kebosanan pengunjung.

9. Tata Kondisi Ruang a. Lobby

Lobby yang ditampilkan di Humming Bird Eatery &

Guesthouse sangat menarik, berada di depan pintu utama dan di belakangnya langsung di tampilkan display cake dan counter bar.

Dengan tata ruang, terdapat satu meja informasi digunakan untuk memberikan informasi agar memudahkan pengunjung apabila membutuhkan informasi serta pilihan minuman dan makanan yang akan di pesan.

Gambar 3.18 Area Lobby

(Sumber : Hasil Survey di Humming Bird Eatery & Guesthouse Bandung, Oktober, 2014) 8. Sirkulasi

Pengaturan sirkulasi pada ruang public di Humming Bird Eatery &

Guesthouse diarahkan pada sirkulasi satu arah (linear), dengan pintu masuk dan pintu keluar menjadi satu. Hal ini dilakukan karena tidak ada bagian khusus dari Humming Bird Eatery & Guesthouse yang ditonjolkan dan itu akan lebih efektif bila menggunakan sirkulasi satu arah. Antara ruangan satu dengan yang lainnya dibatasi dengan partisi dan jendela dengan pemandangan keluar untuk mengatasi kebosanan pengunjung.

9. Tata Kondisi Ruang a. Lobby

Lobby yang ditampilkan di Humming Bird Eatery &

Guesthouse sangat menarik, berada di depan pintu utama dan di belakangnya langsung di tampilkan display cake dan counter bar.

Dengan tata ruang, terdapat satu meja informasi digunakan untuk memberikan informasi agar memudahkan pengunjung apabila membutuhkan informasi serta pilihan minuman dan makanan yang akan di pesan.

Gambar 3.18 Area Lobby

(Sumber : Hasil Survey di Humming Bird Eatery & Guesthouse Bandung, Oktober, 2014) 8. Sirkulasi

Pengaturan sirkulasi pada ruang public di Humming Bird Eatery &

Guesthouse diarahkan pada sirkulasi satu arah (linear), dengan pintu masuk dan pintu keluar menjadi satu. Hal ini dilakukan karena tidak ada bagian khusus dari Humming Bird Eatery & Guesthouse yang ditonjolkan dan itu akan lebih efektif bila menggunakan sirkulasi satu arah. Antara ruangan satu dengan yang lainnya dibatasi dengan partisi dan jendela dengan pemandangan keluar untuk mengatasi kebosanan pengunjung.

9. Tata Kondisi Ruang a. Lobby

Lobby yang ditampilkan di Humming Bird Eatery &

Guesthouse sangat menarik, berada di depan pintu utama dan di belakangnya langsung di tampilkan display cake dan counter bar.

Dengan tata ruang, terdapat satu meja informasi digunakan untuk memberikan informasi agar memudahkan pengunjung apabila membutuhkan informasi serta pilihan minuman dan makanan yang akan di pesan.

Gambar 3.18 Area Lobby

(Sumber : Hasil Survey di Humming Bird Eatery & Guesthouse Bandung, Oktober, 2014)

(27)

commit to user b. Cafe

Cafe yang ditampilkan di Humming Bird Eatery & Guesthouse ini merupakan bagian utama dari semua ruang yang ada. Di ruangan ini banyak sekali hiasan-hiasan dinding yang berisi informasi menu- menu yang dapat kita pesan, konsep Cafe, dan pernak pernik sesuai dengan konsep. Untuk system displaynya terbilang cukup rapi dan bagus sesuai dengan konsep humming bird. Kombinasi antara pembentuk ruang: lantai, dinding, dan ceiling sangat selaras dengan konsep vintage sehingga kesan nyaman seperti dirumah sendiri tercipta dengan baik.

Gambar 3.19 Area Cafe Humming Bird Eatery & Guesthouse

(Sumber : Hasil Survey di Humming Bird Eatery & Guesthouse Bandung, Oktober, 2014) c. Dapur

Dapur yang ditampilkan di Humming Bird Eatery & Guesthouse sangat menarik. Walaupun counter barnya menggunakan material kayu namun bentuknya tetap modern sehingga kita sebagai pengunjung tidak bosan melihat bentuk counter bar seperti di tempat-tempat pada umumnya. Serta dapurnya ini tidak terlihat seperti ruang privat tapi malah seperti semi privat karena kita bisa melihat pembuatan makanan dan minuman yang kita pesan sembari kita menunggu pesanan tersebut dibuat sehingga kita tidak merasa bosan.

b. Cafe

Cafe yang ditampilkan di Humming Bird Eatery & Guesthouse ini merupakan bagian utama dari semua ruang yang ada. Di ruangan ini banyak sekali hiasan-hiasan dinding yang berisi informasi menu- menu yang dapat kita pesan, konsep Cafe, dan pernak pernik sesuai dengan konsep. Untuk system displaynya terbilang cukup rapi dan bagus sesuai dengan konsep humming bird. Kombinasi antara pembentuk ruang: lantai, dinding, dan ceiling sangat selaras dengan konsep vintage sehingga kesan nyaman seperti dirumah sendiri tercipta dengan baik.

Gambar 3.19 Area Cafe Humming Bird Eatery & Guesthouse

(Sumber : Hasil Survey di Humming Bird Eatery & Guesthouse Bandung, Oktober, 2014) c. Dapur

Dapur yang ditampilkan di Humming Bird Eatery & Guesthouse sangat menarik. Walaupun counter barnya menggunakan material kayu namun bentuknya tetap modern sehingga kita sebagai pengunjung tidak bosan melihat bentuk counter bar seperti di tempat-tempat pada umumnya. Serta dapurnya ini tidak terlihat seperti ruang privat tapi malah seperti semi privat karena kita bisa melihat pembuatan makanan dan minuman yang kita pesan sembari kita menunggu pesanan tersebut dibuat sehingga kita tidak merasa bosan.

b. Cafe

Cafe yang ditampilkan di Humming Bird Eatery & Guesthouse ini merupakan bagian utama dari semua ruang yang ada. Di ruangan ini banyak sekali hiasan-hiasan dinding yang berisi informasi menu- menu yang dapat kita pesan, konsep Cafe, dan pernak pernik sesuai dengan konsep. Untuk system displaynya terbilang cukup rapi dan bagus sesuai dengan konsep humming bird. Kombinasi antara pembentuk ruang: lantai, dinding, dan ceiling sangat selaras dengan konsep vintage sehingga kesan nyaman seperti dirumah sendiri tercipta dengan baik.

Gambar 3.19 Area Cafe Humming Bird Eatery & Guesthouse

(Sumber : Hasil Survey di Humming Bird Eatery & Guesthouse Bandung, Oktober, 2014) c. Dapur

Dapur yang ditampilkan di Humming Bird Eatery & Guesthouse sangat menarik. Walaupun counter barnya menggunakan material kayu namun bentuknya tetap modern sehingga kita sebagai pengunjung tidak bosan melihat bentuk counter bar seperti di tempat-tempat pada umumnya. Serta dapurnya ini tidak terlihat seperti ruang privat tapi malah seperti semi privat karena kita bisa melihat pembuatan makanan dan minuman yang kita pesan sembari kita menunggu pesanan tersebut dibuat sehingga kita tidak merasa bosan.

(28)

commit to user Gambar 3.20 Area Dapur

(Sumber : Hasil Survey di Humming Bird Eatery & Guesthouse Bandung, Oktober, 2014)

10. Komponen Pembentuk Ruang

Secara garis besar, bangunan ini tidak menggunakan material dengan persyaratan tertentu berdasarkan fungsi ruang. Komponen pembentuk ruang seperti lantai, dinding, dan ceiling terlihat dalam table sebagai berikut:

RUANG KOMPONEN PEMBENTUK RUANG

LANTAI DINDING CEILING

Lobby

Lnt. Keramik Uk. 20x20 Warna abu-abu

Finishing cat warna putih

Lumbersering fin melamik

Cafe

Lnt. Keramik Uk. 20x20 Warna merah maroon, Lnt. Keramik Uk. 20x20 Warna abu-abu, Lnt. Keramik Uk. 10x20 Motif sulur

Finishing cat warna cream

Gypsum board fin cat warna putih, Lumbersering fin melamik

Dapur

Lnt. Keramik Uk. 20x20 Warna abu-abu

Finishing keramik uk. 10x20

Warna biru muda

Lumbersering fin melamik

Mushola

Lnt. Keramik Uk. 30x30 Warna putih

Finishing cat warna putih

Gypsum board fin cat warna putih KM/ WC Lnt. Keramik

Uk. 20x20

Finishing cat warna putih

Gypsum board fin cat warna putih Gambar 3.20 Area Dapur

(Sumber : Hasil Survey di Humming Bird Eatery & Guesthouse Bandung, Oktober, 2014)

10. Komponen Pembentuk Ruang

Secara garis besar, bangunan ini tidak menggunakan material dengan persyaratan tertentu berdasarkan fungsi ruang. Komponen pembentuk ruang seperti lantai, dinding, dan ceiling terlihat dalam table sebagai berikut:

RUANG KOMPONEN PEMBENTUK RUANG

LANTAI DINDING CEILING

Lobby

Lnt. Keramik Uk. 20x20 Warna abu-abu

Finishing cat warna putih

Lumbersering fin melamik

Cafe

Lnt. Keramik Uk. 20x20 Warna merah maroon, Lnt. Keramik Uk. 20x20 Warna abu-abu, Lnt. Keramik Uk. 10x20 Motif sulur

Finishing cat warna cream

Gypsum board fin cat warna putih, Lumbersering fin melamik

Dapur

Lnt. Keramik Uk. 20x20 Warna abu-abu

Finishing keramik uk. 10x20

Warna biru muda

Lumbersering fin melamik

Mushola

Lnt. Keramik Uk. 30x30 Warna putih

Finishing cat warna putih

Gypsum board fin cat warna putih KM/ WC Lnt. Keramik

Uk. 20x20

Finishing cat warna putih

Gypsum board fin cat warna putih Gambar 3.20 Area Dapur

(Sumber : Hasil Survey di Humming Bird Eatery & Guesthouse Bandung, Oktober, 2014)

10. Komponen Pembentuk Ruang

Secara garis besar, bangunan ini tidak menggunakan material dengan persyaratan tertentu berdasarkan fungsi ruang. Komponen pembentuk ruang seperti lantai, dinding, dan ceiling terlihat dalam table sebagai berikut:

RUANG KOMPONEN PEMBENTUK RUANG

LANTAI DINDING CEILING

Lobby

Lnt. Keramik Uk. 20x20 Warna abu-abu

Finishing cat warna putih

Lumbersering fin melamik

Cafe

Lnt. Keramik Uk. 20x20 Warna merah maroon, Lnt. Keramik Uk. 20x20 Warna abu-abu, Lnt. Keramik Uk. 10x20 Motif sulur

Finishing cat warna cream

Gypsum board fin cat warna putih, Lumbersering fin melamik

Dapur

Lnt. Keramik Uk. 20x20 Warna abu-abu

Finishing keramik uk. 10x20

Warna biru muda

Lumbersering fin melamik

Mushola

Lnt. Keramik Uk. 30x30 Warna putih

Finishing cat warna putih

Gypsum board fin cat warna putih KM/ WC Lnt. Keramik

Uk. 20x20

Finishing cat warna putih

Gypsum board fin cat warna putih

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Suhaimi selaku Kepala Desa Kuala Baru Sungai pada kamis, 31 Januari 2019 pukul 08.00 mengatakan bahwa pelaksanaan Musrenbang di

Stunting dapat didiagnosis melalui indeks antropometrik tinggi badan menurut umur yang mencerminkan pertumbuhan linier yang dicapai pada pra dan pasca persalinan dengan

Sebagaimana disebutkan dalam Peraturan Badan Pengelola Keuangan Haji Nomor 2 Tahun 2018 Tentang Tata Hubungan Organ Badan Pengelola Keuangan Haji dan Hubungan antar Lembaga,

Jika dia tidak bisa memperoleh benda-benda bekas pakai yang dimaksud, maka tukang sihir itu mengerjakan sihirnya yang dimaksud, maka tukang sihir itu mengerjakan sihirnya

a. Radio Komunitas Pendowo dalam menyajikan program siaran mempunyai tujuan utama yaitu mengakomodasi kepentingan masyarakat kelas menengah dan bawah. Keperluan Masyarakat

Hasil jadi unfinish yang terbaik dengan menggunakan bahan denim tipis, denim sedang, dan denim tebal berdasarkan analisis data yang ditinjau dari aspek kestabilan

(Masing-masing peserta ujian wajib menunggu di ruang tunggu sampai memasuki waktu yang sudah ditentukan untuk mengikuti rangkaian proses ujian yang sudah ditentukan).. Peserta

Dengan demikian, struktur pemerintahan daerah terdiri atas dua jalur: (a) jalur daerah otonom yang terdiri atas Daerah Tingkat I dan Daerah Tingkat II yang masing-masing berdiri