• Tidak ada hasil yang ditemukan

2.PERENCANAAN TAPAK 2.1 Kriteria Pemilihan Lokasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "2.PERENCANAAN TAPAK 2.1 Kriteria Pemilihan Lokasi"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

2.1 Kriteria Pemilihan Lokasi

Site dipilih di Semarang bagian Utara, yang notabene bersampingan dengan pelabuhan dan menjadi pusat kegiatan ekspor-impor di Semarang, Lokasi site juga memudahkan untuk kantor pelayaran, dan kantor bea dan cukai untuk melakukan transaksi bisnis, selain itu lokasi site dipilih juga mendapat nilai lebih karena lokasinya di pinggir pantai, sehingga mendapatkan view ke tepi laut, hal ini bisa menjadi daya tarik lebih untuk pengunjung, khususnya untuk cafe /restaurant yang ada. dan didukung oleh perumahan di sekeliling site, seperti Tanah Mas, Puri Anjasmoro, Semarang Indah,dll

- Lokasi tapak berdasarkan RDTRK 2005, direncanakan sebagai jalur ring road atau jalur lingkar dar proyek Java Trans, yaitu proyek Jalan tol yang melewati Jawa dimulai dari Jawa Barat dan berakhir di Jawa Timur di kota Banyuwangi, Semarang menjadi Subway, atau central dari jalur ini .

- Lokasi tapak berada di kawasan yang strategis untuk jalur perdagangan sekaligus perkantoran sehingga mudah dicapai oleh masyarakat kota Semarang maupun dari luar kota Semarang dan didukung oleh perumahan di sekeliling site, seperti Tanah Mas, Puri Anjasmoro, Semarang Indah,dll

- Lokasi tapak dekat dengan fasilitas umum seperti stasiun kereta api Tawang, dan bandara udara internasional Ahmad Yani.

(2)

Gambar 2.1 Foto Satelit Pantai Utara Semarang

2.2 Tata Ruang Kota

Gambar 2.2 Site Kecamatan Semarang Utara

(3)

• Tata guna lahan

Lokasi tapak yang diambil berada di daerah Semarang utara yang memiliki tata guna lahan sebagai jasa dan perniagaan, dan fasilitas umum.

• Koefisian Dasar Bangunan ( KDB )

Koefisien Dasar Bangunan untuk Kelurahan Panggung ini adalah 60 %.

• Koefisien Luas Bangunan ( KLB )

Koefisien Luas Bangunan untuk Kelurahan Panggung ini adalah 200 - 400 %.

• Garis Sempadan Bangunan ( GSB )

Utara (Lahan Kosong) : 15 m

Selatan (Jalan) : 10 m

Barat (Jalan Utama Tanah Mas) : 10 m

Timur (Lahan Kosong) : 10 m

• Maksimal ketinggian bangunan adalah 115 meter karena masuh dalam area circle dari bandara udara

• Ketentuan parkir

Sistem parkir yang ada saat ini belum ditentukan , karena masih berupa lahan kosong jalan akses di selatan dan barat belum ditentukan sedangkan di sebelah utara dan timur merupakan lahan kosong, system parker yang dianjurkan sebaiknya tidak menggunajan parker di badan jalan atau (on street).

Sedangkan arahan parkir off street terletak di jalan sisi Barat yang menjadi jalan utama Tanah Mas di mana entrance utama bangunan terletak menghadap ke jalan ini, alternatif jalan yang bias di gunakan adalah jalan di Selatan yang relative lebih sepi dari jalan di sisi barat sehingga bias menghindarkan kemacetan. Selain itu, untuk luasan lahan > 2500m2, dianjurkan untuk memiliki parkir di lahan sendiri.

(4)

2.3 Lokasi Proyek

• Lokasi : Jl. Lingkar Utara Semarang,Jawa Tengah

• Kelurahan : Panggung Lor

• Kecamatan : Semarang Utara

• Luas : + 10.000 m2

Gambar 2.3 Foto Lokasi

Gambar 2.4 Foto Lokasi

Gambar 2.5 Foto Satelit Lokasi

(5)

Batas Tapak

• Utara : Lahan Kosong

• Selatan : Jalan Belakang Gudang Tanah Mas

• Timur : Lahan Kosong.

• Barat : Jalan menuju ke Baruna Batas-batas pengamatan:

Gambar 2.6 Batas Utara : Lahan Kosong

Gambar 2.7 Batas Selatan : Pergudangan Baruna

(6)

Gambar 2.8 Batas Timur : Lahan Kosong

Gambar 2.9 Batas Barat : Warung Makan dan Perumahan kumuh

(7)

2.4 Kondisi dan Lokasi

Secara topografi tapak yang te rpilih terletak pada ketinggian antara 0-0,5m di atas permukaan air laut dengan kemiringan 0-1 %. Jenis tanah pada lokasi berupa aluvial coklat dengan tekstur tanah halus/liat. Kedalaman efektif tanah mencapai 90 cm. Laut terdekat adalah Laut Utara Jawa yang berjarak sekitar 400 meter dari lokasi.

Secara geografis lokasi tapak merupakan dataran rendah yang tidak berkontur dengan curah hujan sebesar 136-153 mm, kelembaban rata-rata sebesar 74-81 %, temperatur udara rata-rata 30oC dan arah angin utamanya dari timur-barat. Tapak terletak pada 6o 57’08.20” S dan 110o24’10.54” E

Gambar 2.10 Foto Satelit Lokasi

(8)

2.4.1 Klimatologi

• Curah Hujan tertinggi pada bulan Deessember sebesar 450mm yang terjadi selama 29 hari, sedangkan curah hujan terendah sebesar 9mm yang terjadi bulan Agustus selama 3 hari

• Suhu rata-rata: 26,7- 32,4 C

• Kelembaban :74% - 81%

• Kecepatan angin rata-rata 130 cm

• Secara umum angin bertiup dari tenggara ke barat laut.

2.4.2 Kondisi Tanah

• Tekstur Tanah : Halus

• Kemiringan : 0-1%

• Terletak pada ketinggian 0-50cm diatas permukaan air laut

• Mengandung air asin

• Adanya erosi oleh air laut

2.4.3 Kondisi Sosial Budaya

Kondisi sosial Budaya di sekitar site adalah kalangan pekerja dengan kelas menengah, di dekatnya juga ada perumahan kelas menengah yaitu perumahan Tanah Mas.

(9)

2.4.4 View

• View ke luar tapak

Gambar 2.11 View ke luar tapak

Gambar 2.12. View ke arah lahan kosong di utara

SEA VIEW

Lahan Kosong

JALAN (LAHAN KOSONG)

Pergudangan TAMAN BARUNA

(10)

View pada lahan kosong di utara menarik karena ada sea-view yang lapa, letaknya di tepi laut, dan dari sana ada view ke pelabuhan bongkar muat container.

Gambar 2.13. View ke arah Sungai Tanah Mas

View ke arah Sungai Tanah Mas memiliki keunggulan karena adanya sungai yang mengalir dan burujung di tepi laut, meskipun airnya tidak terlalu jernih.

Gambar 2.14. View ke arah Jalan Arteri utama

View ke arah Jl. Arteri menawarkan pemandangan lalu lintas pinggir kota yang dipenuhi dengan mobil besar dan container pengangkut, sehingga lebih dinamis

(11)

Gambar 2.15. View ke arah gudang Taman Baruna

View ke arah gudang Taman baruna terlihat monoton, hanya pergudangan yang tidak bias dimanfaatkan.

Gambar 2.16. View ke arah barat (warung & perumahan kumuh)

View ke arah barat tidak menarik, terdiri dari perumahan kumuh dan warung untuk makan seafood.

(12)

• View ke dalam tapak

Gambar 2.17. View ke Dalam Tapak

View ke dalam tampak tidak ada halangan atau barrier tetapi perlu dipikirkan view daari jalan arteri utama karena perlunya sign untuk menarik pengguna jalan, Di sebelah selatan dari site terdapat warehouse Taman Baruna ,ketinggian 8 meter, tidak terlalu menghalangi view kedalam tampak.Tetapi harus di buat terintegrasi.

(13)

2.4.5 Matahari

Gambar 2.18. Area Kritis Radiasi Matahari

Tapak mempunyai orientasi ke Barat dan Timur sehingga sisi yang menghadap ke arah Barat dan Timur cukup banyak. Solusi yang dapat diberikan adalah meminimalisasi material yang dapat menyerap radiasi matahari, penggunaan Low E Glass, maupun penggunaan sunshading atau photovoltaic (sel surya) yang dapat memanfaatkan cahaya matahari menjadi energi.

rea kritis rea

kritis

(14)

2.4.6 Drainase

Gambar 2.19. Arah Aliran Air Hujan dalam Tapak

Belum ada selokan/ system pengaliran air yang baik, hanya ada selokan di belakang gudang Taman Baruna, perlu diperhatikan saluran air di tepi pantai , sebaiknya, perlu disediakan pompa untuk memompa air karena ketinggian tanah rendah.

2.4.7.Vegetasi

Gambar 2.20. Vegetasi di Sekitar dan Dalam Tapak

Ket : = arah air

(15)

Vegetasi yang ada di sekitar tapak, sangat minim hanya ada beberapa pohon di sekitar lokasi, membuat lokasi ini berkesan ocean view. Perlu ditambah penghijauan di sekitar site.

2.4.8.Kebisingan

Gambar 2.21a. Sumber Kebisingan Utama di Jalan Arteri

Sumber kebisingan utama dari jalan Arteri karena merupakan jalan utama dari luar kota dan menjadi jalur utama kota dari Jakarta dan Surabaya, sekaligus menjadi jalur utama untuk alternative kota Semarang.

Gambar 2.21b. Jalan Slamet Yang Relatif Sepi dan Tenang

Tanah kosong di sekitar site sangat sepi, aktivitas tidak ada, hanya merupakan tempat rekreasi.

(16)

2.4.9.Lalu lintas

Gambar 2.22a. Lalu lintas di perempatan jalan Arteri

Jalan Arteri merupakan jalur utama, namun jalur ini relatif lancer dan jarang ramai, hanya pada acara2 tertentu, jalur arteri dikenal dengan jalur yang berkecepatan tinggi.

2.4.10.Tata Guna Lahan

• Problem

Gambar 2.22b. Rumah Kumuh dan PKL Liar di Sekitar Tapak

(17)

Adanya rumah-rumah kumuh dan PKL liar di area. Area di tersebut cukup rawan kejahatan karena suasananya sepi dan letaknya yang cukup tersembunyi dari jalan raya. Selain itu belum adanya halte untuk kendaraan umum di sekitar tapak, sehingga biasanya kendaraan umum tersebut berhenti di sembarang tempat.

• Potensi

Gambar 2.23. Bandara Achmad Yani Semarang

Lokasi tapak yang terletak di Semarang Utara sehingga memudahkan pencapaiannya dari semua tempat, tapak terletak di jalan raya yang merupakan keuntungan tersendiri yaitu mudah dikenal orang. Selain itu lokasi tapak berdekatan dengan Fasilitas Umum , Juga terdapat Gereja Holy Stadium. sehingga sering dilalui orang.

• Prospek

Lokasi tapak berdekatan dengan kawasan Perniagaan, Jasa, dan Fasilitas Umum sehingga sering dilalui orang sehingga prospek tapak ini baik. Di jalan Arteri di dekat perempatan berprospek untuk dibangun halte untuk kendaraan umum sehingga pencapaian menuju ke tapak menjadi lebih mudah.

(18)

2.4.11 Bentuk dan Massa Bangunan

Gambar 2.24. Bentukan Massa Bangunan di Sekitar Tapak

Masa bangunan di sekitar site, terlihat monoton dan sederhana(kebanyakan pergudangan) sedangkan bentuk site cenderung lebih fleksibel disebabkan oleh karena bentuk site yang seperti teluk , menjorok ke dalam. Bentuk bangunan perumahan disekitar site berlanggam mode 90-an yang masih kuno dengan ketinggian 1-2 lantai.

Pola yang dipakai adalah pola grid,

(19)

• Problem

Gambar2. 25 Foto Satelit

Banyaknya perkampungan kumuh dan PKL yang tidak teratur di sekitar Lokasi tapak, membuat unsur keamanan menjadi faktor yang berbahaya,

(20)

2.4.12 Sirkulasi

Gambar 2.26. Alur Sirkulasi Lalu Lintas di Sekitar Tapak

Pada kesehariannya, daerah kelurahan Panggung ini cukup padat dengan frekuensi kendaraan ± 5000 kendaraan/ hari. Lalu lintas pada lingkungan sekitar sama banyaknya dari arah Barat maupun dari arah Timur.

Ke t :

= 1 arah

= 2 arah

(21)

• Problem

Gambar 2.27. Jalan Arteri yang Rawan Kemacetan

Jalan Arteri merupakan area yang rawan dengan kemacetan karena merupakan pertemuan lalu lintas dari kawasan Semarang Timur ke Semarang Barat dan sebaliknya, selain itu juga banyak kendaraan by – pass dari luar kota. Selain itu, kemacetan yang lain disebabkan oleh arus keluar masuk di jalan Tanah Mas maupun yang kea rah Raden Patah.

Gambar 2.28. Tidak Ada Halte Untuk Kendaraan Umum di Jl. Arteri

(22)

Tidak adanya halte / tempat pemberhentian di jalan Arteri untuk kendaraan umum sehingga seringkali mereka berhenti secara sembarangan dan menambah kemacetan lalu lintas yang ada.

• Potensi

Jalan Arteri banyak dilalui orang sebagai jalur alternative yang berkecepatan tinggi dan lenggang, hal ini membuat sebuah fasilitas tidak terlalu padat, dan didukung oleh perumahan di sekeliling site, seperti Tanah Mas, Puri Anjasmoro, Semarang Indah,dll

• Prospek

Jalan Arteri merupakan jalur by-Pass antar kota di pulau Jawa, letak kota yang begitu sentral akan membuat jalur ini berprospek ke depan, apabila diikuti dengan perkembangan dan kemajuan jalur transportasi di jawa.

• Solusi

Perlu ada halte unuk kendaraan umum di jalan Arteri maupun jalan Kusuma Bangsa sehingga kendaraan umum tidak berhenti mendadak di sembarang tempat.

Peletakan entrance paling baik di jalan Arteri. Apabila entrance terpaksa diletakkan di jalan Arteri, perlu dilokasikan agak jauh dari titik kemacetan dan perlu pengaturan sirkulasi di dalam tapak. Peletakan exit maupun jalur loading dock dapat diletakkan di jalan yang lenggang di timur tapak.

(23)

2.4.13 Parkir

Bahu jalan di jalan Anggrek / Kusuma Bangsa, dan jalan Slamet dapat digunakan sebagai tempat parkir kendaraan 1 lajur paralel. Sedangkan bahu jalan di jalan Gubeng Pojok tidak dapat digunakan sebagai tempat parkir karena arus kendaraan yang tinggi.

• Problem

Gambar 2.29 Foto Sekitar Lokasi

Tidak ada problem yang cukup signifikan dalam kasus perparkiran.Walaupun tidak disarankan membuat basement karena dekat dengan laut, yang bias beresiko banjir,air pasang.. Selain itu, di jalan Arteri cukup banyak kendaraan umum maupun truk- truk yang parkir untuk istirahat.

• Prospek

Luas tapak cukup luas sehingga dapat menampung kebutuhan parkir cukup banyak.

(24)

2.4.14 Ruang Terbuka

Gambar 2.30. Ruang Terbuka di Sekitar dan Dalam Tapak

= ruang terbuka hijau

• Problem

Lahan di sekitar Tapak, tidak memiliki penghijauan yang layak.sehingga

• Prospek

Lahan yang luas pada tapak akan didesain suatu taman bunga, sehingga selain memberikan ruang terbuka hijau pada kota Surabaya, masyarakat juga dapat belajar / mendapat pengetahuan mengenai tumbuh-tumbuhan.

(25)

2.4.15 Jalur Pejalan Kaki

Gambar 2.31. Keberadaan Pedestrian Ways di Sekitar Tapak

Ket :

= Jalur

Pejalan Kaki

• Problem

Jalan Arteri tidak memiliki jalur pedestrian yang layak dan nyaman, bagi pejalan kaki, dan membutuhkan juga jembatan penyebrangan, karena arus lalu lintas di jalan ini memang berkecepatan tinggi.

(26)

2.5 Konsep Zoning

Konsep zoning untuk proyek ini menggunakan konsep yang sederhana dan to the point, seperti filosofi bisnis dimana “waktu adalah uang”, dalam proyek bangunan ini zoning dibuat sedemikian rupa sehingga, pencapaian kedalam setiap fasilitas bangunan dibuat mudah dan efisien, sebagai contoh, seperti pencapaian ke fasilitas restaurant dan ruang pamer dapat dijangkau lewat tengah langsung dari fasilitas kantor, dan juga dapat dicapai dengan cepat melalui entrance utama di depan.

Gambar 2.32. Site Plan

(27)

2.6 Konsep Pencapaian

Gambar 2. 33. Foto satelit

Pencapaian bangunan, Hanya bias dilakukan melalui jalan lingkar utama Utara, yang menjadi jalur utama di kota Semarang, sehingga mengandalkan satu jalur saja, tetapi jalan lingkar utara ini relative sepi, karena jalan nya lebar dan kapasitas jalur cukup banyak.

(28)

2.7 Konsep Sirkulasi Dalam Bangunan

Gambar 2.34. Denah Bangunan

Sirkulasi dalam bangunan dibuat sederhana dan langsung mencapai ke tujuan, ada jalur langsung yang menghubungkan ke tiga massa utama sehingga,

mempermudah jalur perjalanan di antara ketiganya selain itu, juga praktis karena jalur dibuat lurus dan tidak berbelok-belok, linear horizontal.

Referensi

Dokumen terkait

• Jalan raya pada sisi utara site merupakan faktor yang sangat berperan untuk menarik pengunjung, sehingga fasad pada bangunan fasilitas utama yang menghadap utara diolah

Pintu masuk utama dapat dicapai dari Jalan Gubeng Pojok dengan lebar 8 m yang dapat digunakan untuk 2 mobil, dan terdapat jalur menuju ke parkir karyawan dengan 2 arah

Selain parkir untuk pengunjung dan pengelola juga disediakan sirkulasi untuk servis berupa loading dock, dengan jalan masuk melalui side entrance untuk loading dock ikan dan

Terhadap kaitannya dengan perancangan yang tanggap iklim setempat dan hemat energi maka fasad bangunan yang menghadap timur-barat didesain berbeda dengan fasad yang

1) Lokasi Jembatan Alternatif 1 : terletak di Desa Purwokerto (Kab. Blitar) – Desa Rejotangan (Kab.Tulungagung). Pada alternatif 1 ini, lokasinya terletak pada dermaga yang

Sirkulasi pejalan kaki di mulai dari pedestrian yang ada di isi luar site (samping jalan Kertajaya Indah Timur), kemudian untuk masuk ke area fasilitas melewati main entrance

Pada sisi Utara site, terdapat jalan masuk menuju kawasan perumahan Graha Famili dan lahan kosong yang telah dipagari, sedangkan pada sisi Timur site merupakan lahan kosong yang

Disamping itu, studi mengenai arahan perbaikan parkir dan mencari lokasi untuk fasilitas off-street parking di Koridor Jalan Kolonel Abudjani Kota Jambi dengan melihat kebutuhan 5 tahun