• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Ekonomika dan Bisnis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal Ekonomika dan Bisnis"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

151

0

Jurnal Ekonomika dan Bisnis

Journal homepage: https://journal.feb-uniss.ac.id/home ISSN Paper : 2356-2439, ISSN Online : 2685-2446

Analisa Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Karakter Persona Dan Etika Kerja Islam Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pt. Bank Muamalat Indonesia Tbk,

Cabang Semarang

Herry Widod𝒐(𝟏), Tini Utam𝐢(𝟐)

(1) Prodi Teknika Politeknik Bumi Akpelni Semarang, (2)Prodi Kpn Politeknik Bumi Akpelni

(1)[email protected]

I N F O A R T I K E L A B S T R A K

Riwayat Artikel :

Diterima pada 15 November 2021 Disetujui pada 22 November 2021 Dipublikasikan pada 30 November 2021

Kata Kunci :

Gaya kepemimpinan, Karakter Persona Islami, Etika Kerja Islami, Kinerja Karyawan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membuktikan bahwa terdapat pengaruh antara Gaya Kepemimpinan Islam terhadap Kinerja Karyawan, menganalisa dan membuktikan bahwa terdapat pengaruh antara Karakter Persona Islami terhadap Kinerja Karyawan, menganalisa dan membuktikan bahwa terdapat pengaruh antara Etika Kerja Islam terhadap Kinerja Karyawan pada PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Cabang Semarang. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif deskriptif.

Populasi penelitian adalah seluruh karyawan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Cabang Semarang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini ditetapkan sebanyak 53 responden. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisis deksriptif digunakan untuk menjelaskan deskripsi variabel bebas dan variabel terikat. Analisis statistik inferensial digunakan untuk menjelaskan pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat dengan analisa regresi linear berganda.

Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa Gaya Kepemimpinan Islam tidak berpengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan, Karakter Persona Islami berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja Karyawan.

PENDAHULUAN

Era globalisasi yang dihadapi bangsa Indonesia masa kini bukanlah masa yang harus

ditakuti ataupun dikhawatirkan. Globalisasi datang membawa pengaruh yang besar terhadap

tatanan dunia politik, sosial dan ekonomi, baik pada sektor pemerintahan maupun sektor

bisnis.

(2)

152 Usaha perbankan adalah salah satu yang ikut terkena dampak globalisasi. Globalisasi membawa dampak pada kondisi likuiditas dan perkembangan ekonomi. Kondisi tersebut menyebabkan suku bunga terus naik seiring dengan naiknya kurs dollar dan melemahnya rupiah (Republika, 2014).

Sebuah perusahaan tidak akan lepas dari sistem yang melibatkan pemimpin. Bisa berjalan atau tidaknya suatu perusahaan, dikarenakan menjalankan fungsi manajemen dengan

leader sebagai pengambil kebijakan. Dalam bahasa Inggris disebut Leader, yang berasal dari To Lead sebagai To Influence yang berarti mempengaruhi (Thoha, 2006).

Rumusan Masalah

Secara keseluruhan dalam penelitian ini mengacu pada Kepemimpinan Islam. Akan tetapi karena indikator Kepemimpinan Islam sangat luas, maka peneliti akan memfokuskan pada tiga indikator saja, yaitu (1) Gaya Kepemimpinan Islam, (2) Karakter Persona Islami dan (3) Etika Kerja Islam.

Berdasarkan permasalahan yang sudah ditulis dilatar belakang, maka rumusan masalahnya sebagai berikut:

“Apakah Kepemimpinan Islam yang meliputi Gaya Kepemimpinan Islam, Karakter Persona Islami dan Etika Kerja Islam memiliki pengaruh terhadap Kinerja Karyawan di Bank Muamalat?”.

Tujuan Penelitian

Sejalan dengan rumusan masalah tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk:

a. Membuktikan apakah terdapat pengaruh positif antara Gaya Kepemimpinan Islam (X

1

) terhadap Kinerja Karyawan (Y).

b. Membuktikan apakah terdapat pengaruh positif antara Karakter Persona Islami (X

2

) terhadap Kinerja Karyawan (Y).

c. Membuktikan apakah terdapat pengaruh positif antara Etika Kerja Islam (X

3

) terhadap Kinerja Karyawan (Y).

d. Menganalisis hubungan antara Gaya Kepemimpinan Islam (X

1

) terhadap Kinerja Karyawan (Y).

e. Menganalisis hubungan antara Karakter Persona Islami (X

2

) terhadap Kinerja Karyawan (Y).

f. Menganalisis hubungan antara Etika Kerja Islam (X

3

) terhadap Kinerja Karyawan (Y).

g. Mengambil intisari maupun manfaat dari hasil penelitian yang dilakukan terkait dengan Kepemimpinan Islam berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan.

Manfaat Penelitian

1. Kontribusi penelitian apabila dilihat dari obyek penelitian.

Penelitian ini akan memberikan beberapa manfaat kepada obyek penelitian, diantaranya:

a. memberikan pandangan kepada perusahaan mengenai Kepemimpinan Islam yang

membawa pengaruh bagi Kinerja Karyawan.

(3)

153 b. memberikan referensi kepada perusahaan bahwa Kepemimpinan Islam layak dan tepat diterapkan guna mendukung Kinerja Karyawan agar sesuai dengan visi, misi dan tujuan perusahaan.

2. Kontribusi penelitian dilihat dari subyek penelitian.

Penelitian ini akan memberikan beberapa manfaat kepada subyek penelitian, diantaranya:

a. bagi pengembangan ilmu, penelitian ini berguna untuk menambah khasanah keilmuan mengenai Kepemimpinan Islam yang berdampak pada Kinerja Karyawan.

b. bagi mahasiswa sebagai bahan bacaan yang bisa dipakai untuk referensi dalam menyelesaikan studi.

c. bagi karyawan dapat dijadikan tambahan referensi untuk meningkatkan kinerjanya.

Landasan Teori Kinerja Karyawan

Kinerja diartikan sebagai hasil kerja yang dilakukan oleh seseorang. Kinerja karyawan merupakan hasil yang dapat dicapai oleh seorang karyawan, dengan kebijakan yang dibuat oleh pemimpin. Kebijakan ini sebelumnya telah disetujui oleh pihak yang bersangkutan.

Sehingga ketika kebijkan ini telah dilaksanakan dan dianggap sebagai tugas akan muncul penilaian kerja yang dilakukan oleh pimpinan terhadap bawahan.

Setiap karyawan memiliki kemampuan dan ketrampilan masing-masing dalam mencapai kinerja yang ditentukan. Tergantung pada seberapa tanggungjawab mereka untuk melaksanakan tugas yang diberikan. Pekerjaan atau tugas yang diberikan, biasanya akan mempunyai kurun waktu tertentu dalam masa penyelesaiannya, dan karyawan dituntut untuk memenuhinya.

Berikut adalah tabel yang menerangkan definisi kinerja dari beberapa ahli:

Tabel 1

Definisi Kinerja Karyawan No. Karakter

Kinerja

A.A Anwar Prabu Mangkunegar

an, 2006

Dale S. Beach

(Ruky, 2001) Rive, 2005 John Soeprianto, 2003 1. Pengertian Hasil kerja Penilaian

sistematis Hasil kerja Hasil kerja 2. Sasaran Karyawan Individu

karyawan Pegawai Individu/kelompok 3. Ukuran Kualitas dan

kuantitas

Prestasi dan potensi

Kualitas dan kuantitas

Standar, target dan kriteria

4. Tujuan

Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab

Pengembangan karyawan

Pelaksanaan tugas dan tanggungjawab

-

5. Kurun

waktu - - - Periode tertentu

Sumber : Dikembangkan dari beberapa referensi

(4)

154 Kepemimpinan Islam

Dalam Islam, tidak ada pembagian tentang tipe-tipe kepemimpinan seperti pada kepemimpinan konvensional. Akan tetapi, Islam menentukan karakter seorang pemimpin yang sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan hadist (Munawwir, 2003: 97). Kepemimpinan dalam Islam sebagai bentuk kepemimpinan informal yaitu pemimpin yang diangkat tidak berdasarkan pengangkatan resmi. Adanya keberagaman ummat di muka bumi ini, Islam membagi sikap kepemimpinan sebagai berikut (Munawwir, 2003: 133) diantaranya:

a. sikap terhadap golongan Islam b. sikap sesama ummat Islam c. sikap sebagai pemimpin bangsa

Konsep kepemimpinan dalam Islam bukanlah proses alam secara kasuistik, melainkan sebagai rahmatan lil’alamin yang tidak lepas dari proyeksi Illahiyah melalui syariat Islam yang bernuansa universal dan dinamis seiring dengan dinamika peradaban muslim

Karakter Persona Islami

Didalam Islam konsepsi karakter erat hubungannya dengan akhlak. Bahkan karakter dalam Islam diartikan sebagai akhlak (Tafsir, 2012:5). Secara etimologi akhlak mempunyai beberapa pengertian. Ibn Maskawih menyatakan bahwa akhlak atau khuluq adalah gerak jiwa yang mendorong untuk melakukan perbuatan-perbuatan tanpa memerlukan pemikiran.

Sedangkan Al-Ghazali mengartikan akhlak sebagai keadaaan jiwa yang menumbuhkan perbuatan dengan mudah tanpa perlu berfikir terlebih dahulu. Pengertian lain dari akhlak adalah kehendak yang dibiasakan (Djatnika, 1992:27).

Tabel 2

Indikator Karakter Persona Islami

No Dimensi Indikator Sumber

1. Tidak meminta jabatan 1. Ambisi

2. Tanggungjawab H.R Bukhari dan Muslim

2. Adil 1. Profesionalitas H.R Baihaqi dan Abu

Hurairah

3. Jujur 1. Transparansi H.R Bukhari dan Muslim

4. Mendengarkan bawahan

1. Kharismatik 2. Kemampuan

memotivasi

H.R Imam Ahmad dan At- Tirmidzi

5. Berilmu 1. Kecendekiawanan H.R Asy Syihab

Sumber : Dikembangkan dari sumber Etika Kerja Islam

Etika (ethics) berasal dari bahasa Yunani, ethos yang berarti karakter (McLeod dkk,

2004). Dalam bahasa latin “ethica” berarti falsafah moral. Ia merupakan cara bertingkah laku

yang baik dari sudut pandang budaya, susila serta agama. Sedangkan menurut Keraf, 1997,

etika secara harfiah berasal dari kata Yunani ethos (jamaknya ta etha) yang artinya sama

(5)

155 persis dengan moralitas yaitu adat kebiasaan yang baik. Adat kebiasaan yang baik menjadi sistem nilai yang berfungsi sebagai pedoman dan tolak ukur tingkah laku baik dan buruk.

Tabel 3

Indikator Etika Kerja Islam

No Dimensi Indikator Sumber

1. Murah hati 1. Sopan santun 2. Berbagi rasa

Buku Etika Bisnis dalam Islam

2. Motivasi untuk berbakti 1. Keikhlasan

2. Keberanian berkorban

Buku Etika Bisnis dalam Islam

3. Selalu mengingat Allah 1. Kesabaran Buku Etika Bisnis dalam Islam

Sumber : Ahmad, Mustaq. Etika Bisnis dalam Islam. Jakarta : Pustak Al-Kautsar

Gambar 1 Kerangka Pemikiran METODE

Jenis Penelitian

Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dalam melakukan proses analisis data untuk menjawab pertanyaan dan tujuan penelitian. Metode kuantitatif merupakan metode ilmiah (scientific) yang mempersyaratkan pemenuhan kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkrit (empiris), obyektif, terukur, rasional dan sistematis. Metode kuantitatif disebut juga sebagai metode discovery.

Sumber Data

Kepemimpinan Islam (𝑋1)

Karakter pesona islam (𝑋2)

Etika Kerja Islam (𝑋3)

Kinerja Karyawan (Y)

(6)

156 Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.

Populasi Penelitian

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek dengan kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2010). Pada penelitian ini populasinya seluruh karyawan yang ada di PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk cabang Semarang. Tidak ada batasan pada penentuan populasi, sehingga baik karyawan lama maupun karyawan baru digunakan sebagai responden dalam penelitian ini.

Teknik Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara sebagai berikut.

1. Kuesioner 2. Screening Data 3. Pengkodean Data 4. Cek Kesalahan

5. Membuat Struktur Data 6. Cek Preanalisis Komputer 7. Tabulasi

Metode Analisis Data 1. Uji Instrumen

a. Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner.

Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali, 2005).

Untuk mengukur validitas dilakukan dengan cara melakukan korelasi antara skor butir pertanyaan dengan total skor konstruk atau variabel. Sedangkan untuk mengetahui skor masing-masing item pertanyaan valid atau tidak, maka ditetapkan kriteria statistik sebagai berikut.

a. Jika r hitung > r tabel dan bernilai positif, maka variabel tersebut valid.

b. Jika r hitung < r tabel maka variabel tidak valid.

c. Jika r hitung > r tabel tetapi bertanda negatif, maka H0 ditolak dan H1 diterima.

b. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dilakukan menggunakan program SPSS, yang akan memberikan fasilitas untuk mengukur reliabilitas dengan uji statistik Cronbanch Alpha (α). Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbanch Alpha >

0,60 (Ghozali, 2005).

2. Uji Asumsi Klasik a. Uji multikolinieritas

Multikolinearitas berarti ada hubungan linear yang sempurna atau pasti antar

beberapa variabel atau semua variabel bebas dalam model regresi. Konsekuensi

adanya multikolinearitas adalah koefisien regresi variabel tidak tentu dan kesalahan

menjadi tidak terhingga. Pengujian multikolinearitas dapat dilakukan dengan nilai

(7)

157

Variance Inflation Factor (VIF) dan Tolerance. Kedua ukuran ini menunjukkan

variabel bebas lainnya.

b. Uji Normalitas

Uji asumsi normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal atau tidak. Distribusi normal akan membentuk satu garis lurus diagonal, dan ploting data residual akan dibandingkan dengan garis diagonal.

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji asumsi ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual suatu pengamatan ke pengamatan yang lain.

Jika varians residual dari suatu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homokedastisitas dan jika varians berbeda disebut heteroskedastisitas (Ghozali, 2005).

3. Analisis Regresi

Hasil pengumpulan data akan diolah menggunakan program SPSS untuk dianalisa dan diambil kesimpulannya. Model analisis regresi dapat dituliskan dengan persamaan:

Y = a + β

1

X

1

+ β

2

X

2

+ β

3

X

3

+ ε Keterangan:

Y = Kinerja Karyawan

a = konstanta

β

1

β

2

β

3

= koefisien regresi

X

1

= Gaya Kepemimpinan Islam X

2

= Karakter Persona Islami X

3

= Etika Kerja Islam

ε = error

Untuk memperoleh model regresi berganda yang terbaik maka model regresi yang diajukan perlu dilakukan uji hipotesis sebagai berikut.

a. Uji t

Apabila t hitung ≥ t tabel maka H0 ditolak Ha diterima, artinya terdapat pengaruh positif antara variabel independen terhadap variabel dependen.

Apabila t hitung < t tabel maka H0 diterima Ha ditolak, artinya tidak terdapat pengaruh positif antara variabel independen terhadap variabel dependen.

Daerah penerimaan H0 Daerah penerimaan Ha

t hitung

b. Uji F

Jika F hitung ≥ F tabel hipotesa diterima.

Jika F hitung < F tabel hipotesa ditolak.

(8)

158 Daerah penerimaan H0 Daerah penerimaan Ha

F hitung

c. Uji Koefisien Determinasi (𝑹

𝟐

)

Koefisien determinasi adalah tingkat seberapa besar prosentase pengaruh langsung variabel bebas yaitu Gaya Kepemimpinan Islam (X

1

), Karakter Persona Islami (X

2

), dan Etika Kerja Islam (X

3

) dalam hubungannya dengan variabel terikat Kinerja Karyawan (Y). Koefisien determinasi (R) dapat diperoleh suatu nilai untuk mengukur besarnya sumbangan dari beberapa variabel X

1,

X

2,

dan X

3

terhadap naik turunnya variabel Y.

HASIL Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dinyatakan valid jika nilai r hitung > r tabel Corrected Item Total Correlation atau r hitung > r tabel = 0,279 (N = 53, α = 0,05).

Uji Relibilitas

Hasil uji reliabilitas dapat dilihat dari tabel diatas bahwa nilai Cronbach Alpha atau r hitung untuk keempat variabel yaitu Gaya Kepemimpinan Islam (X

1

), Karakter Persona Islami (X

2

) , Etika Kerja Islam (X

3

), dan Kinerja Karyawan (Y) secara bersama-sama lebih besar dari 0,60 (r standar) yaitu 0,681. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil pengujian terhadap kuesioner dinyatakan reliabel atau handal.

Analisa Data

Tabel 4

Hasil Pengujian Validitas Kuesioner

Variabel Item r hitung r tabel Hasil Keterangan

Gaya Kepemimpinan

Islam (X

1

)

X1.1 X1.2 X1.3 X1.4 X1.5 X1.6 X1.7 X1.8

0,228 0,421 0,351 0,465 0,290 0,305 0,284 0,323

0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279

INVALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID

Dibuang

Dipakai

Dipakai

Dipakai

Dipakai

Dipakai

Dipakai

Dipakai

(9)

159 Karakter Persona

Islami (X

2

)

X2.1 X2.2 X2.3 X2.4 X2.5 X2.6 X2.7

0,120 0,319 0,354 0,580 0,474 0,249 0,528

0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279

INVALID VALID VALID VALID VALID INVALID

VALID

Dibuang Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dibuang Dipakai

Etika Kerja Islam (X

3

)

X3.1 X3.2 X3.3 X3.4 X3.5

0,549 0,328 0,524 0,390 0,464

0,279 0,279 0,279 0,279 0,279

VALID VALID VALID VALID VALID

Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai

Kinerja Karyawan (Y)

Y.1 Y.2 Y.3 Y.4 Y.5

0,621 0,461 0,394 0,539 0,269

0,279 0,279 0,279 0,279 0,279

VALID VALID VALID VALID INVALID

Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dibuang Sumber : Data primer yang diolah, 2018

Hasil dari uji persamaan regresi linier berganda Y = a + β

1

X

1

+ β

2

X

2

+ β

3

X

3

+ ε Tabel 5

Hasil Uji Analisis Regresi Berganda Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std.

Error Beta

1

(Constant) 1,762 ,531 3,317 ,002

Gaya Kepemimpinan

Islam -,212 ,178 -,185 -1,193 ,239

Karakter Persona Islami ,437 ,163 ,397 2,688 ,010

Etika Kerja Islam ,207 ,127 ,240 1,639 ,108

Sumber : Data primer yang diolah, 2018

Berdasarkan tabel diatas, hasil analisis regresi berganda diperoleh koefisien untuk variabel bebas X

1

= -0,212, X

2

= 0,437 dan X

3

= 0,207 dengan konstanta sebesar 1,762, sehingga model persamaan regresi yang diperoleh adalah sebagai berikut:

Y = 1,762 - 0,212 X

1

+ 0,437 X

2

+ 0,207 X

3

Uji t

Tabel 6 Hasil Uji t Model

Standardized

Coefficients t Sig.

Beta (Constant)

Gaya Kepemimpinan Islam Karakter Persona Islami Etika Kerja Islam

-,185 ,397 ,240

3,317 -1,183

2,688 1,693

,002

,239

,010

,108

Sumber : Data primer yang diolah, 2018

(10)

160 Berdasarkan tabel diatas pengujian hipotesis-hipotesis penelitian sebagai berikut:

1) Hipotesis 1

H0

1

: Tidak terdapat pengaruh positif antara Gaya Kepemimpinan Islam terhadap Kinerja Karyawan

Ha

1

: Terdapat pengaruh positif antara Gaya Kepemimpinan Islam terhadap Kinerja Karyawan.

Berdasarkan tabel 4.37 halaman 93 diketahui bahwa t hitung dari variabel Gaya Kepemimpinan Islam (X

1

) sebesar -1,193 < t tabel sehingga H0

1

diterima dan Ha

1

ditolak.

Hasil penolakan Ha

1

dapat dinyatakan bahwa Gaya Kepemimpinan Islam tidak terdapat pengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan.

2) Hipotesis 2

H0

2

: Tidak terdapat pengaruh positif antara Karakter Persona Islami terhadap Kinerja Karyawan

Ha

2

: Terdapat pengaruh positif antara Karakter Persona Islami terhadap Kinerja Karyawan.

Berdasarkan tabel 4.37 halaman 93 diketahui bahwa t hitung variabel Karakter Persona Islami (X

2

) sebesar 2,688 > t tabel sehingga H0

2

ditolak dan Ha

2

diterima. Hipotesis 2 diterima ditunjukkan dengan hasil p value 0,01 (1%) signifikan pada tingkat alpha 0,05%

(5%). Hasil penerimaan Ha

2

tersebut dapat dinyatakan bahwa Karakter Persona Islami memiliki pengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan.

3) Hipotesis 3

H0

3

: Tidak terdapat pengaruh positif antara Etika Kerja Islam terhadap Kinerja Karyawan Ha

3

: Terdapat pengaruh positif antara Etika Kerja Islam terhadap Kinerja Karyawan.

Berdasarkan tabel 4.37 halaman 93 diketahui bahwa t hitung dari variabel Etika Kerja Islam (X

3

) sebesar 1,639 > t tabel. Hasil perhitungan menggunakan software SPSS memberikan keterangan bahwa nilai p value signifikansi sebesar 0,108 yang lebih besar dari tingkat α (10%). Hasil p value mendekati tingkat α 10% tersebut dapat dinyatakan pengaruh Etika Kerja Islam (X

3

) terhadap Kinerja Karyawan (Y) bersifat marginal.

Uji F

Uji F bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Apabila F hitung ≥ F tabel, maka hipotesa diterima dan apabila F hitung < F tabel maka hipotesa ditolak. Berikut tabel hasil uji F :

Tabel 7 Hasil Uji F

Model Sum of

Squares

Df Mean

Square

F Sig.

1

Regression ,539 3 ,180 4,268 ,009

b

Residual 2,062 49 ,042

Total 2,601 52

Sumber : Data primer yang diolah, 2018

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai F hitung = 4,268 adalah lebih besar

dari F tabel = 1,84. Hasil perbandingan F hitung > F tabel tersebut dapat dinyatakan bahwa

(11)

161 Gaya Kepemimpinan Islam (X

1

), Karakter Persona Islami (X

2

) dan Etika Kerja Islam (X

3

) berpengaruh secara bersama-sama terhadap Kinerja Karyawan (Y).

Uji Koefisien Determinasi (𝑹

𝟐

)

Tabel 8

Hasil Uji Koefisien Determinasi (R

2

)

Model R R Square Adjusted

R Square

Std. Error of the Estimate

Durbin-Watson

1 ,455

a

,207 ,159 ,20514 1,900

Sumber : Data primer yang diolah, 2018

Uji koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar prosentase pengaruh langsung variabel-variabel bebas terhadap variabel terikat. Tabel 8 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R

2

) menunjukkan koefisien determinasi (R

2

) adjusted sebesar 0,159 (15,90%). Nilai koefisien 15,90% dapat diartikan bahwa variabel independen mampu menjelaskan variabel dependen (Y=Kinerja Karyawan). Variabel-variabel lain yang tidak disertakan dalam model penelitian ini sebesar 84,10%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel bebas yang meliputi Gaya Kepemimpinan Islam (X

1

) , Karakter Persona Islami (X

2

) , dan Etika Kerja Islam (X

3

) memiliki total pengaruh terhadap variabel terikat yakni Kinerja Karyawan (Y) sebesar 15,90%.

Uji Multikolinearitas

Multikolinearitas berarti antar beberapa variabel atau semua variabel bebas dalam model regresi. Uji multikolinearitas dapat dilakukan dengan melihat nilai tolerance. Apabila nilai tolerance diatas 0,1, maka dipastikan model tersebut tidak memiliki gejala multikolinearitas.

Tabel 9

Hasil Uji Multikolinearitas

Model Collinearity Statistic

Tolerance VIF

(Constant)

Gaya Kepemimpinan Islam Karakter Persona Islami Etika Kerja Islam

,671 ,741 ,758

1,489 1,350 1,320 Sumber : Data yang diolah, 2018

Tabel diatas menunjukkan bahwa model tidak mengalami masalah multikolinearitas.

Untuk memperjelas apakah terdapat gejala multikolinearitas atau tidak, maka peneliti

menggunakan cara kedua yakni melakukan uji partial correlation. Hasilnya menunjukkan

bahwa nilai Significance (2-tailed) lebih besar dari 0,05 (α = 5%), Hasilnya adalah sebagai

berikut:

(12)

162 Tabel 10

Hasil Uji Partial Correlations Control Variables

Gaya Kepemimpinan

Islam

Karakter Persona

Islami

Etika Kerja Islam

Kinerja Karyawan

Gaya

Kepemimpinan Islam

Correlation 1,000 ,478 ,453

Significance

(2-tailed) . ,000 ,001

Df 0 50 50

Karakter Persona Islami

Correlation ,478 1,000 ,284

Significance

(2-tailed) ,000 . ,041

Df 50 0 50

Etika Kerja Islam

Correlation ,453 ,284 1,000

Significance

(2-tailed) ,001 ,041 .

Df 50 50 0

Sumber : Data primer yang diolah, 2018 Uji Heteroskedastisitas

Uji asusmsi ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lain. Apabila variabel penjelas secara statistik signifikan mempengaruhi residual maka model memiliki masalah heteroskedastisitas. Berikut hasil uji heteroskedastisitas dengan metode uji Glejser:

Tabel 11

Hasil Uji Heteroskedastisitas dengan metode Uji Glejser

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig

B Std

Error Beta

1

(Constant) -,861 ,353 -

2,437 ,018 Gaya

Kepemimpinan Islam

,018 ,118 ,024 ,149 ,882

Karakter

Persona Islami ,206 ,108 ,290 1,908 ,062

Etika Kerja

Islam ,095 ,084 ,169 1,125 ,266

Sumber : Data primer yang diolah, 2018

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai t-statistik dari seluruh variabel penjelas

tidak ada yang signifikan secara stastistik, sehingga dapat disimpulkan bahwa model ini tidak

mengalami masalah heteroskedastisitas.

(13)

163 PEMBAHASAN

Hasil analisis regresi berganda diperoleh koefisien untuk variabel bebas X

1

= -0,212, X

2

= 0,437 dan X

3

= 0,207 dengan konstanta sebesar 1,762.

Pengaruh Kepemimpinan Islam Terhadap Kinerja Karyawan

Untuk menguji apakah hipotesis dapat diterima atau tidak adalah dengan membandingkan nilai t hitung dengan t tabel. Apabila nilai t hitung ≥ t tabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima. t tabel untuk dk 51 sebesar 1,303 (n-2 = 53-2 = 51; α= 0,05 s.d 0,10).

Berdasarkan tabel 6 diketahui bahwa t hitung dari variabel Gaya Kepemimpinan Islam (X

1

) sebesar -1,193 < t tabel sehingga H0

1

diterima dan Ha

1

ditolak. Hasil penolakan Ha

1

dapat dinyatakan bahwa Gaya Kepemimpinan Islam tidak terdapat pengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan.

Pengaruh Karakter Pesona Islam Terhadap Kinerja Karyawan

Berdasarkan tabel 6 diketahui bahwa t hitung variabel Karakter Persona Islami (X

2

) sebesar 2,688 > t tabel sehingga H0

2

ditolak dan Ha

2

diterima. Hipotesis 2 diterima ditunjukkan dengan hasil p value 0,01 (1%) signifikan pada tingkat alpha 0,05% (5%). Hasil penerimaan Ha

2

tersebut dapat dinyatakan bahwa Karakter Persona Islami memiliki pengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan.

Pengaruh Etika Kerja Islam Terhadap Kinerja Karyawan

Berdasarkan tabel 6 diketahui bahwa t hitung dari variabel Etika Kerja Islam (X

3

) sebesar 1,639 > t tabel. Hasil perhitungan menggunakan software SPSS memberikan keterangan bahwa nilai p value signifikansi sebesar 0,108 yang lebih besar dari tingkat α (10%). Hasil p value mendekati tingkat α 10% tersebut dapat dinyatakan pengaruh Etika Kerja Islam (X

3

) terhadap Kinerja Karyawan (Y) bersifat marginal.

Pengaruh Kepemimpinan Islam Karakter Pesona Islam Etika Kerja Islam Terhadap Kinerja Karyawan.

Berdasarkan tabel dapat dilihat bahwa nilai F hitung = 4,268 adalah lebih besar dari F tabel = 1,84. Hasil perbandingan F hitung > F tabel tersebut dapat dinyatakan bahwa Gaya Kepemimpinan Islam (X

1

), Karakter Persona Islami (X

2

) dan Etika Kerja Islam (X

3

) berpengaruh secara bersama-sama terhadap Kinerja Karyawan (Y).

Hasil Uji Koefisien Determinasi (R

2

) menunjukkan koefisien determinasi (R

2

) adjusted sebesar 0,159 (15,90%). Nilai koefisien 15,90% dapat diartikan bahwa variabel independen mampu menjelaskan variabel dependen (Y=Kinerja Karyawan). Variabel-variabel lain yang tidak disertakan dalam model penelitian ini sebesar 84,10%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel bebas yang meliputi Gaya Kepemimpinan Islam (X

1

) , Karakter Persona Islami (X

2

) , dan Etika Kerja Islam (X

3

) memiliki total pengaruh terhadap variabel terikat yakni Kinerja Karyawan (Y) sebesar 15,90%.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan beberapa hipotesis sebagai berikut:

1. Variabel Gaya Kepemimpinan Islam (X

1

) tidak terdapat pengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan (Y). Pembuktian secara empiris terlihat pada nilai t hitung (-1,193)

< t tabel (1,303).

(14)

164 2. Variabel Karakter Persona Islami (X

2

) terdapat pengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan (Y). Pembuktian secara empiris terlihat pada nilai t hitung (2,668) > t tabel (1,303), signifikan pada p value 0,01% (1%) dibawah tingkat alpha 5%.

3. Variabel Etika Kerja Islam (X

3

) terdapat pengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan (Y). Pembuktian secara empiris terlihat pada nilai t hitung (1,639) > t tabel (1,303), siginifikan pada p value 0,108% (10,8%) mendekati tingkat alpha 10% sehingga dinyatakan diterima marginal.

4. Variabel Gaya Kepemimpinan Islam (X

1

) , Karakter Persona Islami (X

2

) , dan Etika Kerja Islam (X

3

) secara bersama-sama memiliki pengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan (Y). Pembuktian secara empiris terlihat pada nilai F hitung (4,268) ≥ F tabel (1,84).

5. Variabel Gaya Kepemimpinan Islam (X

1

), Karakter Persona Islami (X

2

), dan Etika Kerja Islam (X

3

) memiliki kontribusi pengaruh terhadap upaya peningkatan Kinerja Karyawan (Y) sebesar 0,159 (15,90%).

6. Hasil analisis regresi berganda diperoleh koefisien untuk variabel bebas X

1

= -0,212, X

2

= 0,437 dan X

3

= 0,207 dengan konstanta sebesar 1,762, sehingga model persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 1,762 - 0,212 X

1

+ 0,437 X

2

+ 0,207 X

3

SARAN

Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang positif antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Dengan demikian perlu adanya peningkatan kinerja baik dari pemimpin perusahaan maupun bawahannya, seperti:

1. Pemimpin yang bekerja diperbankan syariah sebaiknya menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam mengatur dan menjalankan perusahaannya seperti yang diperintahkan Allah SWT dan disunnahkan oleh Nabi Muhammad SAW. Sehingga tercipta suasana kerja yang islami sesuai dengan prinsip perbankan syariah terkait.

2. Pemimpin yang bekerja diperbankan syariah akan lebih baik memiliki karakter yang mendekati dengan karakter yang dimiliki Nabi Muhammad SAW, sehingga dapat dijadikan suri tauladan bagi bawahan.

3. Pemimpin perbankan syariah diharapakan memiliki etika kerja yang islami agar bawahan merasa nyaman dan terlindungi ketika bekerja.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Mustaq. Etika Bisnis dalam Islam. Jakarta : Pustak Al-Kautsar Anoraga, Pandji. Psikologi Kepemimpinan. Jakarta : PT Rineka Cipta, 2001

Beekun, Rafik I. Islamic Bussiness Ethics. International Institute Of Islamic Thougt. Virginia.

USA, 1999

Chruden, Herbert J and Arthur W. Sherman Jr. Managing Human Resources. United States Of America : South-Western Publishing, 1984

Dawwabah, Asyraf Muhammad. Bisnis Rasulullah. Semarang : Pustaka Nuun, 2007

Fathoni, Abdurrahmat. Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : PT Rineka Cipta, 2006

Gibson et.al. Organisasi. Jakarta : Erlangga, 2000

(15)

165 Hasibuan, Malayu S.P. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : PT Bumi Aksara, 2008 Hersey. Kunci Sukses Pemimpin Situasional. Jakarta : Delaprasta, 2004

H. Hart, Michael. The 100. A Ranking Of The Most Influential Persons In History. First Published in 1978, reprinted with minor revision, 1992. ISBN 978-0-8-065-1068-2 Imron. Karakter Pemimpin dalam Islam. Jurnal ummagelang.ac.id

Karim, Adiwarman A. Ekonomi Islam. Jakarta : Gema Insani, 2007

Keraf, Sony. Etika Bisnis dan Tuntutan Relevansi. Yogyakarta : Kanisius, 1998 Kartono, Kartini. Pemimpin dan Kepemimpinan. Jakarta : Rajawali Pers, 2005 Kurdi, Iman. Seni Mengambil Keputusan. Solo : PT Aqwam Media Profetika, 2008

Mangkunegaran, A.P. Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Bandung : Refika Aditama, 2006

Mannan, M. Abdul. Teori dan Praktek Ekonomi Islam. Yogyakarta : PT Dana Bhakti Primayasa, 1997

Mc Leod, Raymond Jr dan Scell, George P. Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: Salemba Empat, 2009

Moekijat. Manajemen Tenaga Kerja dan Hubungan Kerja. Bandung : CV Pionir Jaya, 2003 Munawwir Ek, Imam. Asas Kepemimpinan dalam Islam. Surabaya : Usaha Nasional, 2003 Nawawi, Hadari. Kepemimpinan yang Efektif. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press,

2006

Nimadegunastri. Pengaruh Karakteristik Individu, Karakteristik Pekerjaan dan Karakteristik Organisasi Terhadap Motivasi Kerja Karyawan. Vol. 7, No.1, 2009

Notoatmodjo, Soekidjo. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta : PT Rineka, 2007 Nurkholis. Etos Kerja Islami. http://nurkholis77.staff.uii.ac.id/etos-kerja-islami

Passolong, Harbani. Kepemimpinan Birokrasi. Bandung : Alfabeta, 2008 Robbins, Stephen P. Perilaku Organisasi. Jakarta : PT Indeks Gramedia, 2006 Sujak, Abi. Manajemen Personalia. Yogyakarta : BPEE, 2000

Templar, Richard. Penilaian Kinerja. Jakarta : Erlangga, 2005

Thoha, Miftah. Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2003 Tjiptono, Fandy. Kepemimpinan. Malang : Bayu Media, 2001

Wahyosumidjo. Kepemimpinan dalam Organisasi. Bandung : Tarsito, 2001

Wahyuni, Sri. Pengaruh Komitmen Organisasi dan Keterlibatan Kerja Terhadap Hubungan

Antara Etika Kerja Islam dengan Sikap Terhadap Perubahan Organisasi. Jurnal Skripsi, 2007

Williams, Chuk. Manajemen. Jakarta : Salemba Empat, 2001

Referensi

Dokumen terkait

Kawasan hutan mangrove di stasiun riset Yayasan Gajah Sumatera (YAGASU) Desa Tanjung Rejo Kecamatan Percut Sei Tuan dipilih sebagai tempat penelitian karena

I am inclined to the view that assets purchased by a bankrupt with after-acquired income will, if not within any of the excluded categories in s 116(2), constitute property

Dalam pengoperasian kapal juga banyak terdapat kendala-kendala yang sering dihadapi, karena masih ada pemilik kapal yang selalu memperhatikan atau memperhitungkan

bahkan justru kita malah modifikasi antara RPP yang telah kita buat dengan strategi di kelas, akan tetapi paling tidak pencapaian materi minimal 75 persen

Selain hal tersebut, Surat Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) diupayakan oleh pemerintah melalui kekuasaan yang dimiliki untuk membuat SVLK berbiaya rendah... Hal

Hal ini dikarenakan secara garis besar, industri hulu Minyak Kelapa Sawit sudah terintegrasi dengan perkebunan Kelapa Sawit yang siap memberikan supply Tandan Buah Segar setiap

terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan kepatuhan meminum tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil dan tidak terdapat hubungan bermakna

Subjek membandingkan dirinya dengan orang-orang yang keadaannya lebih buruk dari pada dirinya (social compare). Misalnya suatu hari subjek melihat orang tua yang