Disusun oleh :
Happy Nugraha (2505.100.055) Dosen Pembimbing Ir. Hari Supriyanto, MSIE.
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOVEMBER SURABAYA
LATAR BELAKANG
PERUMUSAN MASALAH
TUJUAN PENELITIAN
MANFAAT PENELITIAN
BATASAN & ASUMSI
•3
•4
Waste
Mengganggu/
mencemari Lingkungan
Proses Produksi Produktivitas
Memperbaiki
kinerja Meningkatkan
produktivitas perkembangan industri
Tidak Efisiensi
Meningkatkan Efisiensi input
Lingkungan
Meningkatkan kinerja
Persaingan industri
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana mengukur
produktivitas dan mengurangi
waste untuk meningkatkan produktivitas dengan
menggunakan pendekatan
Green Productivity.
•5
Mencari alternatif solusi perbaikan dengan pendekatan Green Productivity
Mengukur tingkat produktivitas dan Enviromental Performance Index (EPI) perusahaan saat ini
Mengidentifikasi permasalahan yang terjadi dalam proses produksi yang berpengaruh terhadap
lingkungan.
Mengestimasi kontribusi alternatif solusi perbaikan terhadap peningkatan produktivitas dan kinerja
lingkungan
-Tidak terjadi perubahan dalam pelaksanaan proses produksi selama penelitian berlangsung.
-Tidak terjadi perubahan harga jual produk UD Sumber Jaya dan harga beli bahan baku yang digunakan
Waste yang diamati adalah hasil samping berupa
limbah cair yang dihasilkan pada proses produksi tahu.
Perhitungan produktivitas menggunakan data pada periode Januari-Desember 2010
•7
Perusahaan dapat meningkatkan produktivitas dan mereduksi waste dari hasil proses produksi sehingga
kualitas lingkungan meningkat
Perusahaan mengetahui tingkat produktivitas selama periode 2010
Produktivitas
Green Productivity
EPI ( Environmental Performance Indicator)
Metode Deret seragam
3R ( Reduce, Reuse, Recycle )
•9 Latar Belakang Perumusan Masalah Batasan Tujuan Manfaat MetPen
Pengamatan Awal
Studi Lapangan (Walk Through Survey) - Process Flow Diagram
- Material Balance
Pengukuran produktivitas pada Saat ini (Kondisi eksisting)
Identifikasi Index EPI (Environmental Performance
Indicator)
Identifikasi Permasalahan dan Penyebabnya
Menentukan Tujuan dan Target
Getting Started
Planning
Studi Pustaka
•11 A
bertujuan untuk mengenal secara umum objek penelitian seperti profil
perusahaan, produk yang dihasilkan, kapasitas produksi dan
lainnya, sehingga peneliti dapat menetapkan tujuan, permasalahan
dan batasan dalam penelitian Tugas Akhir.
-diidentifikasi permasalahan yang terjadi berkaitan dengan Green
Productivity
-penentuan tujuan dan target yang berkaitan pula dengan tujuan
Green Productivityyaitu meningkatkan produktivitas dengan
mereduksi waste dan memperhatikan lingkungan.
mengetahui tingkat produktivitas yang telah dicapai perusahaan
selama ini
Melakukan penyebaran kuisioner dan melakukan pembobotan untuk
mengetahui indeks EPI perumusan kerangka teori melalui
studi pustaka yang menunjang terhadap penelitian ini baik dari
buku, jurnal, artikel, modul dan
sumber-sumber lainnyabertujuan mengetahui kondisi real perusahaan dan mendapatkan informasi mengenai segala sesuatu
yang berkaitan dengan penelitian ini. misalnya, diagram alir produksi
(process flow diagram), neraca material (material balance)
Menyusun Alternatif Solusi perbaikan
Pemilihan alternatif solusi
Estimasi Kontribusi tiap alternatif terhadap Produktivitas
Penyusunan Rencana Implementasi alternatif terpilih dan penerapan 3R
Analisa dan Interpretasi Data
Kesimpulan dan Saran
Generate GP Option
A
Analisa finansial tiap alternatif dengan metode deret seragam
Estimasi Kontribusi tiap alternatif terhadap indeks EPI
untuk mengetahui seberapa besar kontribusi dari masing-masing
alternatif terhadap tingkat produktivitas total perusahaan nantinya jika diimplementasikan untuk mengetahui seberapa besar
tingkat kelayakan dari implementasi tiap alternatif jika dilihat dari sisi finansial dengan metode deret seragam
(annual worth)
-penyusunan rencana teknis implementasi dari solusi terpilih
-penerapan prinsip 3R pada alternatif terpilih
-menyusun alternatif solusi perbaikan. Tool yang digunakan
dalam tahap ini salah satunya adalah brainstrorming untuk mengembangkan ide-ide perbaikan Memilih satu alternatif yang nantinya
akan diimplementasikan sebagai
usaha perbaikan melakukan Estimasi kontribusi
tiap alternatif terhadap tingkat EPI.
13
Air
Pencucian kedelai
Kedelai bersih
Kedelai rendaman
Bubur kedelai
Susu kedelai
Campuran padatan tahu dan cairan
Tahu Perendaman
Penggilingan
Pemasakan Penyaringan
Pengendapan dan penambahan asam cuka
Pencetakan dan pengepresan Pemotongan
Air limbah
Air limbah
Ampas tahu Air untuk pencucian
Air untuk rendaman
Air limbah Pencucian dan pentirisan
Air tahu Air untuk pencucian
Air
Air
Air cuka
14
Pencucian
Perendaman
Penggilingan
Pemasakan
Penyaringan
Pengendapan dan penambahan
asam cuka
Pencetakan dan
Kedelai 618 kg/day Limbah padat 0,84 kg/day Limbah cair 9,98m3/day Kedelai 600 kg/day
Air 10m3/day
Pencucian dan pentirisan Kedelai 618 kg/day
Air 5 m3/day
Kedelai 1143.3 kg/day Limbah cair 4,47 m3/day Limbah padat 0,6 kg/day
Kedelai 1143,3 kg/day Air 5 m3/day
Kedelai 1143,3 kg/day Air 0,6 m3/day
Bubur kedelai 1743,3 kg/day Air 3,5 m3/day
Bubur matang 5229,90 kg/day Air 2,6 m3/day
Sari kedelai 5883,64 kg/day Air cuka 0.201 m3/day
endapan tahu 2400 kg/day
Kedelai 1143,3 kg/day Limbah cair 5 m3/day
Bubur Kedelai 1743,3 kg/day
Bubur kedelai matang 5229,90 kg/day
Sari Kedelai 5883,64 kg/day Ampas tahu 1961,21 kg/day
endapan tahu 2400 kg/day Limbah cair 3,48 m3/day
Tahu 2160 kg
3
Total Limbah Cair 23,18m3
15
Produktivitas = Total Output Total Input
Tahu
-Bahan Baku -Tenaga Kerja -Energi Listrik
-Biaya Maintenance
Input Total (I) Output Total (O) Produktivitas
(Rp) (Rp) (O/I)
Januari 117.013.938 116.352.000 0,994
Februari 117.290.859 119.040.000 1,015
Maret 114.818.456 117.696.000 1,025
April 114.593.058 117.120.000 1,022
Mei 113.249.377 115.968.000 1,024
Juni 114.557.259 118.080.000 1,031
Juli 112.269.655 113.280.000 1,009
Agustus 110.422.218 114.240.000 1,035
September 109.921.137 112.512.000 1,024
Oktober 112.329.377 114.048.000 1,015
Nopember 114.372.537 117.312.000 1,026
Desember 111.381.139 115.200.000 1,034
Bulan
0,970 0,980 0,990 1,000 1,010 1,020 1,030 1,040
Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember
Produktivitas
Produktivitas
Bulan Juli dan Oktober terjadi
penurunan produktivitas menjadi 1,009 dan 1,015 disebabkan peningkatan
input akibat pembelian bahan
pendukung dan penurunan permintaan.
Produktivitas rata-rata 1,022
Bulan Agustus terjadi peningkatan produktivitas menjadi 1,035 yang disebabkan input menurun.
17
BOD5 23,4 150 2235 -13,9 -325,26
COD 23,2 300 3473 -10,57667 -245,379
TSS 23 100 323 -2,23 -51,29
pH 23,2 6 sampai 9 4 -
-621,929 Penyimpangan
(Pi)
Indeks EPI (Wi*Pi)
Total Indeks EPI Variabel Bobot
(Wi)
Standar Baku Mutu Limbah Cair
SK.Gub.Jatim No.45/2002
Hasil Analisa
Angka ini menunjukkan bahwa kinerja lingkungan Sumber Jaya masih dibawah standar.
Nilai negatif menandakan bahwa terdapat banyak kandungan zat kimia dalam limbahnya yang melebihi batas maksimum standar Bapelda Jawa Timur
Air
Energi Listrik
PENCUCIAN 1 Perendaman PENCUCIAN 2
Limbah Cair Meningkat
Pemakaian Berlebihan
Volume Limbah Bertambah
19
Air PENCUCIAN 1
Perendaman PENCUCIAN 2
Listrik
Efisiensi
Minimalisir
Volume Limbah Berkurang
Biaya Turun
Limbah Cair
Memakai mesin pengelupas kedelai manual
sebanyak 1 buah berkapasitas 100kg/jam untuk mempermudah membersihkan kedelai.
Dengan mesin ini dapat menghemat air kurang lebih sekitar 55 % pada pencucian kedua.
Alternatif 1
Membuat bak perendaman kedelai khusus
berukuran 2,4m x 1,2m x 0,85m dengan daya tampung mencapai 2,45m3 .
Penggunaan air dapat dihemat sebesar 83% dari proses pencucian pertama dan perendaman.
Alternatif 2
Analisa Deret seragam
Kontribusi thd Tingkat Produktivitas
Kontribusi thd Tingkat EPI
21
ALTERNATIF
Rp2.500.000 Biaya Operasional Perawatan Rp500.000 Rp500.000
Listrik Rp186.112
Tenaga Kerja Rp10.800.000 Rp10.986.112 Total Biaya Ope rasional
Penghematan
Total Pe nghe matan Inve stasi awal
Alternatif 1 Alternatif 2
Rp769.400 Biaya Operasional Perawatan Rp60.000 Rp60.000
Listrik Rp842.580
Tenaga Kerja Rp10.800.000 Rp11.642.580 Inve stasi awal
Total Biaya Ope rasional Penghematan
Total Pe nghe matan
AW(1) = Abenefit-Acost
= Penghematan – (biaya investasi (A/P ,i
%, n)+biaya operasional)
= Rp. 10.986.112,00 - (Rp. 2.500.000,00 (A/P), 15 %, 10) + Rp500.000,00)
= Rp.9.987.862,00
AW(2) = Abenefit-Acost
= Penghematan – (biaya investasi (A/P ,i
%, n)+biaya operasional)
= Rp.11.642.580,00 - ( Rp. 769.400,00 (A/P, 15 %, 10) + 60.000,00 )
=Rp. 11.429.239,00 tingkat bunga 15%, dengan periode
perencanaan 10 tahun
23
Alternatif 1 Alternatif 2
Produktivitas awal Estimasi Produktivitas
102,18% 102,97%
0,79%
Produktivitas awal Estimasi Produktivitas
102,18% 103,05%
0,88%
Total Limbah Total limbah Alt 1
23,18 20,43
11,86%
Total Limbah Total limbah Alt 1
23,18 10,73
53,71%
Tidak terjadi pengurangan konsentrasi zat kimia dalam limbah Konsep Waste
Reduction Mengurangi Jumlah Limbah
2,75 m3 12,45m 3
Nilai Deret Seragam Rp11.429.239 Kontribusi thd Tingkat Produktivitas 103,05%
Kontribusi thd Tingkat EPI 53,71%
Alternatif 2
Tujuan Target Action Pelaksana
Mengurangi konsumsi energi listrik
Mengurangi penggunaan air
Pembuatan bak kontrol pencucian dan perendaman
Bagian pencucian
Reduce penggunaan air seefisien mungkin untuk mengurangi limbah cair.
Reuse limbah cair yang dihasilkan tidak dapat digunakan kembali karena air tersebut sudah tidak higienis.
Recycle limbah yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan biogas bersamaan dengan limbah cair yang dihasilkan dari proses lainnya
Tingkat produktivitas rata-rata perusahaan periode Januari – Desember 2010 adalah 1,022. Ini menunjukkan
produktivitas perusahaan masih cukup baik.
Besarnya nilai Environmental Performance Indicator (EPI) Sumber Jaya adalah -621,929. Nilai negatif artinya tingkat kinerja lingkungan Sumber Jaya masih dibawah standar.
Permasalahan yang terjadi di Sumber Jaya adalah intensitas penggunaan air yang berlebihan yang mempengaruhi
efisiensi penggunaan energi listrik dan jumlah limbah cair yang dihasilkan pada proses pencucian dan perendaman.
25
Solusi yang terpilih pada penelitian ini adalah alternatif 2.
nilai deret seragam tertinggi sebesar Rp.11.429,239,00.
Estimasi kontribusi terhadap tingkat produktivitas sebesar 103,05% atau meningkat sebesar 0,88%.
kontribusi terhadap pengurangan limbah cair sebesar 53,71% per hari
Penerapan 3R (Reduce,Reuse,Recycle) pada implementasi alternartif 2 adalah reduce dengan mengoptimalkan
penggunaan air, recycle dengan memanfaatkan limbah sebagai bahan biogas, dan reuse tidak dapat digunakan pada alternatif ini karena air limbah sudah tidak higienis
Saran dan masukan yang dapat diberikan pada penelitian ini, yakni perlu dilakukan proses pengolahan limbah yang lebih baik dari sekarang agar dapat mengurangi
kandungan zat kimia yang terkandung dalam limbah cair dan mengoptimalkan penggunaan air dalam proses produksi.
27
Alternatif 1
Alternatif 2
•29
Archer, D.B., dan Kirshop, B.H (1990). Anaerobic Digetion : a Waste
Treatment Technology. BPPT 1997a. Teknologi Pengolahan Limbah Tahu-Tempe Dengan Proses Biofilter Anaerob dan Aerob.
<URL:http://www.enviro.bppt.go.id>. Diakses : Agustus 2010
Asian Productivity Organization (2001). A Measurement Guide to Green Productivity. Tokyo : APO.
Asian Productivity Organization (2001). Sustainable Development and Green Productivity. Tokyo : APO.
Asian Productivity Organization (2001). Concept of Green Productivity. Tokyo : APO.
Asian Productivity Organization (2006). Handbook on Green Productivity. Tokyo : APO
Billatos B. Samir and Basaly A. Nadia (1991). Green Technology and Design for The Environment. University of Connecticut, Taylor&Francis.
Fadilah, Fila. (2009). Pengukuran Produktivitas Menggunakan Total
Productivity Model pada Produk Pipe Fitting (SK: PT XYZ Gedangan – Sidoarjo). Surabaya : Tugas Akhir Teknik Industri ITS.
Hannula, Mika. (2000). Total Productivity Measurement Based On Partial
Productivity Ratios . Finland: Production Economics Journal, No.78, pp 57- 67.
Hariyanti (2006). Penerapan Green Productivity Pada Pabrik Pengolahan dan Pendinginan Ikan. Surabaya : Tugas Akhir Teknik Industri ITS.
Husin, Amir. (2008). Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu dengan Biofiltrasi Anaerob dalam Reaktor Fixed-Bed. Medan : Thesis Master Program Pasca Sarjana USU.
Ik Kim, Tak Hur and Ryoichi Yamamoto (2003), Measurement of Green Productivity and it’s Improvement. Korea : Department of Materials
Chemistry & Engineering, Konkuk University, Hwayang-dong Gwangjin-gu, Seoul 143-701.
Kistanthy, H. (2007). Evaluation of Green Productivity in Frosting Process at Glass Factory in Surabaya. Surabaya : Tugas Akhir Teknik Industri ITS.
Novita, Afida (2008). Peningkatan Produktivitas melalui Usaha Waste Reduction dengan Pendekatan Green Productivity (SK:PT Ecco Tannery Indonesia). Surabaya : Tugas Akhir Teknik Industri ITS.
Nuraida. (1985). Analisis kebutuhan Air Pada Industri Pengolahan Tahu dan
Kedelai dalam Husin, Amir. (2008). Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu dengan Biofiltrasi Anaerob dalam Reaktor Fixed-Bed. Medan : Thesis Master Program Pasca Sarjana USU
•31
Pujawan, I Nyoman (2001). Ekonomi Teknik. Institut Teknologi Sepuluh Nopembar,Guna Widya.
Putra, Chandra Adi. (2010). Evaluation Alternatif Waste Reduction Dengan Menggunakan Konsep Green Productivity pada Production Plant Area PT Indopherin Jaya. Surabaya : Tugas Akhir Teknik Industri ITS.
Sumanth, David (1985). Productivity Engineering and Management. Mc Graw Hill Book Company.
Susanti, Putu Dyah Ika. (2006). Implementasi Green Productivity Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kinerja Lingkungan (PT.Mermaid Textile Industry Indonesia. Surabaya : Tugas Akhir Teknik Industri ITS.
Tyceta. D. (1996). On The Measurement of The Environmental Performance of Firms. Institut d’Administration et de Gestion, Universite Catholique de Louvain, Places des Doyens. Belgium.
Yance. (2004). Penerapan Konsep Bersih Pada Sektor Industri. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik : Universitas Sumatera Utara.
•33