1 A. Latar Belakang
Manusia adalah khalifah dimuka bumi, Islam memandang bumi dan isinya merupakan amanah Allah swt. kepada sang khalifah agar dipergunakan dengan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan bersama. Diantara anugerah dan karunia Allah swt. adalah dijadikannya Islam sebagai agama yang universal yang mencakup dasar-dasar menyeluruh bagi pembangunan individu, keluarga dan masyarakat. Dalam kegiatan bisnis, seorang dapat merencanakan sesuatu dengan sebaik-baiknya agar dapat menghasilkan sesuatu yang diharapkan.1
Islam menganjurkan manusia untuk bekerja atau berniaga, dan menghindari kegiatan meminta-minta dalam mencari harta kekayaan. Manusia memerlukan harta kekayaan sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari termasuk untuk memenuhi sebagian perintah Allah seperti infak, zakat, pergi haji, perang (jihad), dan sebagainya. Harta yang paling baik, menurut Rasululullah saw. adalah yang diperoleh dari hasil kerja atau perniagaan.2
Bekerja merupakan kewajiban setiap muslim. Dengan bekerja seseorang muslim akan dapat mengekspresikan dirinya sebagai manusia, makhluk ciptaan
1Muhammad Syafi’i Antonio, Bank Syariah dari Teori Ke Praktik (Jakarta: Gema Insan, 2001), hlm. 3.
2Sri Nurhayati, et al. eds. Akuntansi Syariah di Indonesia, edisi 4 (Jakarta:
Salemba Empat: 2015), hlm. 50.
Tuhan yang paling sempurna di dunia.3 Perintah untuk melakukan usaha atau bisnis terdapat dalam Q.S. an-Nisa’/4:29:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang Berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu (larangan membunuh diri sendiri mencakup juga larangan membunuh orang lain, sebab membunuh orang lain berarti membunuh diri sendiri, karena umat merupakan suatu kesatuan); Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”4
Manusia dalam memenuhi kebutuhannya tidak dapat lepas dari kegiatan ekonomi. Kegiatan yang dimaksud di sini adalah produksi, distribusi dan konsumsi. Dalam perkembangannya kegiatan ekonomi bertujuan untuk mencari keuntungan sehingga tidak bisa dipisahkan dari kegiatan bisnis. Dalam beberapa literatur pun bisnis didefinisikan sebagai kegiatan ekonomi yang prinsipnya bertujuan mendapatkan keuntungan sebagai hasil akhir.5
Dalam dunia bisnis tak terlepas oleh pelaku bisnis yaitu produsen dan konsumen, produsen dan konsumen memiliki peran masing-masing dalam melakukan kegiatan bisnis. Dalam menjalankan peran tersebut mereka juga
3Muhammad Djakfar, Etika Bisnis dalam Perspektif Islam (Malang: UIN-Malang Press, 2007), hlm. 57.
4Yayasan Penyelenggara Penterjemah/Pentafsir al-Qur’an, al-Qur’an dan Terjemahnya (Bandung: Jumanatul ‘Ali-Art (J-ART), 2004), hlm. 83.
5Umar Husein, Studi Kelayakan Bisnis (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2005), hlm. 3.
melakukan hubungan sehingga terwujud suatu kerjasama yang baik dalam kegiatan bisnis.
Sebagai konsekuensi logis dari pentingnya bisnis sebagai pilihan dalam pekerjaan seorang muslim, maka perlu dibangun budaya pebisnis (intepreneur) syariah yang didasari pada sifat-sifat manusiawi dan religius dengan menempatkan pertimbangan agama sebagai landasan dalam bekerja yaitu:6
1. Selalu menyukai dan menyadari ketetapan dan perubahan;
2. Inovatif
3. Berupaya secara sungguh-sungguh untuk bermanfaat bagi orang lain 4. Mempunyai karakter dan kepribadian yang bersifat membangun dan
betanggung jawab
5. Menanam investasi yang baik
Dalam konsepsi Islam, bisnis adalah perkara yang paling dekat dengan ajaran islam, bahkan bisnis telah mewarnai kehidupan Rasullullah saw. sebagai pembawa ajaran Islam. Dan Islam tidak memisahkan ekonomi dengan akhlak, hal itulah yang membedakan Islam dengan kapitalis.7
Di dalam al-Qur’an juga ditemukan kata-kata yang mewakili apa yang dimaksud dengan bisnis. Diantara istilah bisnis dalam al-Qur’an dikenal dengan istilah al-ijārah dan al-bai’u. Istilah yang mewakili makna bisnis adalah al-
6M. Ma’ruf Abdullah, Wirausaha Berbasis Syariah (Banjarmasin: Aswaja Pressindo, 2013), hlm. 25.
7Muhaimin, Perbandingan Praktek Etika Bisnis Etnik Cina & Pembisnis Lokal (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011) hlm. 37.
bai’u yang berarti jual beli, sebagiaman terdapat dalam firman Allah swt. Q.S.
al-Baqarah/2:275 yang berbunyi:
...
...
“Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”8 Aktivitas ekonomi dan bisnis selalu memiliki relasi dengan etika dan karena itu pula (bisnis) tidak bisa dilepaskan dari sosial dan budaya masyarakat dimana etika itu dipraktikkan. Sebagaimana halnya aspek-aspek lain dalam kehidupan manusia yang melibatkan etika, ekonomi dan bisnispun selalu dikaitkan dengan etika sehingga muncullah apa yang disebut dengan etika dalam bisnis dan bisnis yang etis.9
Bisnis adalah sebuah aktivitas yang mengarah pada peningkatan nilai tambah melalu proses penyerahan jasa, perdagangan atau pengelolaan barang.10 Bisnis Islami ialah serangkaian aktivitas bisnis dalam berbagai bentuknya yang tidak dibatasi dalam cara memperolehnya dan pendayagunaan hartanya karena aturan halal dan haram. Sebagaimana firman Allah swt. dalam Q.S. al- Baqarah/2:188:
“Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa
8Yayasan Penyelenggara Penterjemah/Pentafsir al-Qur’an, op. cit., hlm. 69.
9Muhammad, Paradigma, Metodologi, dan Aplikasi Ekonomi Syariah (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2000), hlm. 49.
10Muhaimin, op. cit., hlm. 37.
(urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, Padahal kamu mengetahui”.11
Secara sederhana mempelajari etika dalam bisnis berarti mempelajari tentang mana yang baik/buruk, benar/salah, dalam dunia bisnis berdasarkan kepada prinsip-prinsip moralitas. Kajian etika bisnis terkadang merujuk kepada management ethics (etika dalam manajemen) atau organizational ethics (etika
dalam organisasi). Etika bisnis dapat berarti pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis. Moralitas disini, sebagaimana disinggung diatas berarti: aspek baik/buruk, terpuji/tercela, benar/salah, wajar/tidak wajar, pantas/tidak pantas dari perilaku manusia. Kemudian dalam etika bisnis Islam susunan adjektive diatas ditambah dengan halal/haram.12
Pasar Terapung Sungai Martapura adalah sebuah Pasar Terapung tradisional yang berlokasi di desa Sungai Pinang (Lok Baintan), kecamatan Sungai Tabuk, kabupaten Banjar.Secara umum, Pasar Terapung Lok Baintan tak beda dengan Pasar Terapung di muara Sungai Kuin/Sungai Barito.
Keduanya sama-sama pasar tradisional yang melakukan aktivitas dagangnya atas jukung (sebutan perahu yang ada di Pasar Terapung) yang menjual beragam dagangan, seperti hasil produksi pertanian/perkebunan dan berlangsung tidak terlalu lama, paling lama sekitar tiga hingga empat jam. Pasar Terapung ini
11Yayasan Penyelenggara Penterjemah/Pentafsir al-Qur’an, op. cit., hlm. 29.
12Faisal Badroen, Etika Bisnis dalam Islam (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2012) hlm. 70.
sudah ada sejak zaman Kesultanan Banjar.13 Keistimewaan pasar ini adalah masih sering terjadi transaksi barter antar para pedagang berperahu, ada pula transaksi pertukaran barang dengan mata uang, yaitu disebut dengan jual beli.
Transaksi pertukaran barang dengan mata uang ini, ada yang secara tunai ada yang tidak. Transaksi yang tidak secara tunai juga sering terjadi di Pasar Terapung ini, seperti yang dilakukan oleh penyambang (orang yang membeli barang kemudian menjualnya kembali) yaitu barang yang diambil terlebih dulu baru keesokan harinya uangnya diserahkan kepada penjual.
Perkembangan objek wisata Pasar Terapung Lok Baintan sekarang ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Banyak wisatawan yang berkunjung ke sana, baik wisatawan dari dalam negeri maupun dari luar negeri.14 Pada awalnya pengusah kapal wisatawan sebelumnya tidak ada, yang ada hanya pedagang biasa yang menjual dagangan mereka kepada sesama dan kepada penyambang (orang yang membeli secara borongan), namun setelah terjadinya peningkatan pada jumlah wisatawan yang berkunjung ke sana, barulah ada pedagang yang khusus menjual barang dagangannya kepada wisatawan, seperti halnya yang dilakukan oleh ibu Mulia.
Beliau inilah orang yang pertama kali menjual barang dagangannya kepada wisatawan. Beliau melakukan usaha tersebut kurang lebih 15 tahun, namun perkembangan yang begitu menonjol baru terlihat sejak 5 tahun terakhir.
13https://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_Terapung_Lok_Baintan diakses pada hari kamis, 19 Mei 2016, pukul 10:52
14Observasi Pribadi, Pasar Terapung Lok Baintan, Sabtu, 14 April 2017, Pukul 07:00-08:00 WITA.
Dilihat dari latar belakang yang sudah diuraikan di atas, yang menjadi permasalah adalah bagaimana strategi bisnis yang dilakukan oleh pengusah kapal di Pasar Terapung Lok Baintan karena dilihat dari pengunjung/wisatawan di Pasar Terapung Lok Baintan untuk saat ini mengalami peningkatan, baik pengunjung dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian secara mendalam tentang masalah tersebut dan menuangkannya ke dalam sebuah karya ilmiah yang berjudul “Strategi Bisnis Pengusah Kapal Wisatawan di Pasar Terapung Lok Baintan (Perspektif Etika Bisnis Islam)”.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana strategi bisnis pengusah kapal wisatawan?
2. Apa saja kendala yang dihadapi oleh pengusah kapal wisatawan?
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui bagaimana strategi bisnis pengusah kapal wisatawan.
2. Untuk mengetahui apa saja kendala yang dihadapi oleh pengusah kapal wisatawan.
D. Signifikansi Penelitian
Adapun hasil penelitian yang penulis lakukan, diharapkan dapat berguna sebagai:
1. Sebagai bahan masukan dan informasi untuk pengembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang strategi bisnis pengusah kapal
wisatawan di Pasar Terapung Lok Baintan (perspektif etika bisnis Islam). Sekaligus menambah wawasan baik bagi penulis maupun pembaca pada umumnya.
2. Sebagai sumbangan pemikiran dalam rangka memperkaya khazanah pagi perpustakaan Fakultas Syarian dan Ekonomi Islam khususnya dan perpustakaan UIN Antasari Banjarmasin pada umumnya.
3. Sebagai bahan acuan bagi mereka yang ingin melakukan penelitian lebih lanjut dalam permasalahan yang sama tetapi dengan sudut pandang yang berbeda.
4. Untuk memenuhi tugas dan melengkapi persyaratan kuliah guna memperoleh gelar S1 Ekonomi Syariah pada Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam UIN Antasari Banjarmasin.
E. Definisi Operasional
1. Strategi adalah suatu istilah yang dipakai dalam game theory untuk menggambarkan bagaimana seorang pemain memilih satu pilihan atau/kemungkinan yang terbaik dari sekumpulan pilihan/kemungkinan pada macam-macam keadaan tertentu.15 Yang dimaksud dengan strategi dalam penelitian ini yaitu kegiatan yang dilakukan oleh pengusah kapal wisatawan di Pasar Terapung Lok Baintan untuk meningkatkan pendapatannya.
15Wien’S Anorga, Kamus Istilah Ekonomi, (Bandung: CV. M2S, 2004), hlm. 497.
2. Pengusah adalah orang yang menjual barang dagangan mereka kepada wisatawan. Yang dimaksud dengan pengusah dalam penelitian ini yaitu pedagang yang berlomba-lomba menghampiri kapal wisatawan dan menawarkan barang dagangannya khusus hanya kepada mereka.
3. Pasar Terapung Lok Baintan atau Pasar Terapung Sungai Martapura adalah sebuah Pasar Terapung tradisional yang berlokasi di desa Sungai Pinang (Lok Baintan), kecamatan Sungai Tabuk, kabupaten Banjar.
Secara umum, Pasar Terapung Lok Baintan tak beda dengan Pasar Terapung di muara Sungai Kuin/Sungai Barito. Keduanya sama-sama pasar tradisional yang melakukan aktivitas dagangnya di atas jukung yang menjual beragam dagangan, seperti hasil produksi pertanian/perkebunan dan berlangsung tidak terlalu lama, paling lama sekitar tiga hingga empat jam. Pasar Terapung ini sudah ada sejak zaman Kesultanan Banjar.16 Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan Pasar Terapung Lok Baintan yaitu sebagai tempat dilakukannya penelitian.
F. Kajian Pustaka
Siti Norjannah (0601157388) Fakultas Syariah, Jurusan Ekonomi Islam IAIN Antasari Banjamsin yang berjudul “Pengelolaan Objek Wisata Sungai sebagai Salah Satu Sumber Pendapatan Asli Daerah Kota Banjarmasin”. Dalam
16https://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_Terapung_Lok_Baintan diakses pada hari kamis, 19 Mei 2016, pukul 10:52.
skripsi ini saudari Siti Norjannah membahas tentang pengelolaan objek wisata sungai yang dilakukan oleh pihak dinas kebudayaan, pariwisata pemuda dan olah raga sebagai sumber peningkatkan pendapatan asli daerah. Banyak upaya yang telah dilakukan oleh pihak dinas kebudayaan, pariwisata pemuda dan olah raga seperti meningkatkan dan mengembangkan sarana/prasarana dalam pengelolaan objek wisata, meningkatkan penataan dan pengelolaan lingkungan objek wisata, misalnya penyiringan sungai, penataan rumah-rumah pinggiran sungai dan pengerukan sungai, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengusahaan jasa pariwisata, misalnya memotivasi para pedagang Pasar Terapung untuk tetap berjualan, memberikan pemikiran agar pedagang lebih kreatif dalam berdagang dan menarik perhatian pembeli, meningkatkan minat investasi baik dari pihak pemerintah maupun pihak swasta yang bergerak dibidang pariwisata, meningkatkan koordinasi dengan dinas instansi dalam penyelenggaraan pembangunan penunjang objek wisata, dan banyak lagi upaya lainnya. Kendala yang dihadapi dalam pengelolaan objek wisata sungai di Kota Banjarmasin ini yaitu faktor anggaran yang sangat minim sehingga untuk pengelolaan dan pengembangan objek wisata kurang optimal.
Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa penelitian ini berbeda dengan penilitian yang akan penulis lakukan, penulis akan membahas mengenai strategi bisnis pengusah kapal wisatwan di Pasar Terapung Lok Baintan (perspektif etika bisnis Islam) sedangkan penelitian diatas membahas pengelolaan objek wisata sungai sebagai sumber pendapatan asli daerah.
Adapun persamaannya yaitu pada objek penelitiannya yaitu wisata sungai atau Pasar Terapung.
Murni (0901150109) mahasiswi Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Jurusan Ekonomi Syariah yang berjudul “Perilaku Bisnis Para Pedagang di Pasar Terapung Lok Baintan”. Skripsi ini membahas tentang cara jual beli dan perilaku para pedagang yang ada dipasar terapung Lok-baintan terkait dengan cara pedagang mengemas buah yang diperjualbelikan, menentukan kualitas buah, cara tawar-menawar (transaksi), menetapkan harga, serta cara menawarkan kepada pembeli.
Dari penelitian yang dilakukan oleh saudari Murni mengenai Perilaku Bisnis Para Pedagang di Pasar Terapung Lok-Baintan dengan penelitian yang akan dilakukan oleh penulis berbeda, karena penelitian diatas membahas mengenai perilaku bisnis para Pedagang di Pasar Terapung Lok Baintan, sedang penulis membahas mengenai strstegi bisnis pengusah kapal wisatwan di Pasar Terapung Lok Baintan. Walaupun objek penelitian kami sama yaitu Pasar Terapung yang berada di Lok Baintan tetapi pembahasannya berbeda.
G. Sistematika Penulisan
Untuk mempermudah pembahasan dan penulisan, skripsi ini disusun dalam V (lima) bab yang disusun secara sistematis dengan susunan sebagai berikut:
Bab I: Pendahuluan
Bagian ini terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, signifikansi penelitian, definisi operasional, kajian pustaka, sistematika penulisan.
Bab II: Landasan Teori
Bagian ini menjabarkan masalah-masalah yang berhubungan dengan objek penelitian melalui teori-teori yang mendukung serta relevan dari buku atau literatur yang berkaitan dengan masalah yang diteliti dan juga sumber informasi dari referensi media lain berisi tentang: strategi bisnis pengusah kapal wisatawan di Pasar Terapung Lok Baintan (perspektif etika bisnis Islam) yang terdiri dari strategi bisnis yang dilakukan oleh pengusah kapal wisatawan di Pasar Terapung Lok Baintan dan apa saja kendala yang dihadapi oleh mereka.
Bab III: Metode Penelitian
Bagian ini terdiri dari jenis dan pendekatan penelitian, lokasi penelitian, data dan sumber data, teknik pengumpulan data, analisis data.
Bab IV: Penyajian Data dan Laporan Penelitian
Merupakan laporan penelitian, berisi tentang strategi bisnis pengusah kapal wisatawan di Pasar Terapung Lok Baintan (perspektif etika bisnis Islam) serta apa saja kendala yang dihadapi oleh mereka.
Bab V: Penutup
Dalam bab ini berisikan simpulan sebagai jawaban terhadap rumusan masalah yang telah dinyatakan dalam bab pendahuluan, simpulan bukan merupakan ringkasan dari uraian sebelumnya melainkan sebagai hasil
pemecahan terhadap apa yang dipermasalahkan dalam skripsi. Selanjutnya akan dikemukakan beberapa saran yang dirasa perlu dan hendaknya saran yang diajukan bersumber pada temuan penelitian, pembahasan dan simpulan hasil penelitian.