TERHADAP KEKERASAN DAN KEKASARAN PERMUKAAN SOFT DENTURE LINER SILIKON
TESIS
Oleh :
THERESIA NUTURISA TARIGAN 147160010
PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER GIGI SPESIALIS PROSTODONSIA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
2020
TERHADAP KEKERASAN DAN KEKASARAN PERMUKAAN SOFT DENTURE LINER SILIKON
TESIS
Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Spesialis Prostodonsia (Sp.Pros) dalam Bidang Ilmu Kedokteran Gigi pada Fakultas Kedokteran Gigi
Universitas Sumatera Utara
Oleh :
THERESIA NUTURISA TARIGAN 147160010
PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER GIGI SPESIALIS PROSTODONSIA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
2020
PANITIA PENGUJI TESIS
KETUA : Syafrinani, drg., Sp.Pros (K)
ANGGOTA : 1. Prof. Ismet Danial Nasution, drg., Ph.D., Sp.Pros (K) 2. Prof. Dr. Harry Agusnar, drs., M.Sc., M.Phil
3. Dr. Darwin Yunus Nasution, MS 4. Ricca Chairunnisa, drg., Sp.Pros (K)
5. Putri Welda Utami Ritonga, drg., MDSc., Sp.Pros (K)
ALKALIN PEROKSIDA DAN SODIUM HIPOKLORIT TERHADAP KEKERASAN DAN KEKASARAN
PERMUKAAN SOFT DENTURE LINER SILIKON
TESIS
Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tesis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka
Medan, 10 November 2020
Theresia Nuturisa Tarigan NIM. 147160010
bawah ini :
Nama : Theresia Nuturisa Tarigan, drg.
NIM : 147160010
Program Studi : Pendidikan Dokter Gigi SpesialisProstodonsia
Fakultas : Kedokteran Gigi
Departemen : Prostodonsia
demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui dan memberikan kepada Universitas Sumatera Utara Hak Bebas Royalti Non-Eksklusif (Non-exclusive Royalty Free Right) atas karya ilmiah saya yang berjudul:
Pengaruh Perendaman Pada Larutan Pembersih Alkalin Peroksida dan Sodium Hipoklorit terhadap Kekerasan dan Kekasaran Permukaan
Soft Denture Liner Silikon
Beserta perangkat yang ada (bila diperlukan). Dengan Hak Bebas Royalti Non Eksklusif ini, Universitas Sumatera Utara berhak menyimpan, mengalih media/formatkan, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data (database), mendistribusikannya dan menampilkan / mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya selama mencantumkan nama saya sebagai penulis/pencipta dan sebagai pemilik Hak Cipta.
Segala bentuk tuntutan hukum yang timbul atas pelanggaran Hak Cipta dalam karya ilmiah ini menjadi tanggung jawab saya pribadi.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.
Medan, 10 November 2020 Yang Membuat Pernyataan
Theresia Nuturisa Tarigan NIM. 147160010
SDL = Soft Denture Liner
ISO = International Standard Organization GPT = Glossary of Prosthodontic Terms
ASTM = American Society for Testing and Materials AFM = Atomic Force Microscope
RTV = Room Temperature Vulcanizing HTV = Heat Temperature Vulcanizing PEMA = Poly Ethyl Methacrylate EtOH = Ethyl Alcohol
RAPP = Resin Akrilik Polimerisasi Panas Ra = Roughness average
µm = Micrometer
SEM = Scanning Electron Microscope
SH = Sulphydryl
EGDMA = Ethylene Glycol Dimethacrylate
defenitif pada permukaan intaglio gigi tiruan lengkap lepasan, gigi tiruan sebagian lepasan dan prosthesis maksilofasial intraoral yang sifat softnya tetap bertahan setelah polimerisasi. Soft denture liner yang diaplikasikan pada permukaan intaglio basis gigi tiruan berfungsi sebagai bantalan diantara basis gigi tiruan dan permukaan linggir atau mukosa yang akan memberikan efek cushioning, menyerap tekanan dan mendistribusikan tekanan seimbang dan merata ke jaringan di bawahnya, menambah retensi gigi tiruan penuh dan untuk menjaga jaringan yang mengalami trauma.
Pemakaian SDL dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai masalah yaitu hilangnya sifat lunak, kegagalan ikatan antara SDL dan basis gigi tiruan, terbentuknya porositas, perubahan warna, kelarutan dan kolonisasi mikroorganisme. Kondisi denture hygiene yang buruk dapat menyebabkan terjadi kandidiasis oral. Salah satu upaya untuk mencegah kolonisasi Candida albicans adalah pembersihan gigi tiruan dengan metode kimia yaitu menggunakan bahan pembersih kimia seperti alkalin peroksida dan sodium hipoklorit 0,5%. Metode kimia lebih dianjurkan terutama untuk pasien lansia dan pasien dengan gangguan motorik dengan cara perendaman dalam larutan pembersih. Larutan pembersih alkalin peroksida merupakan larutan yang efektif dalam melarutkan plak, dapat menghambat pembentukan kalkulus, mengurangi stain, dan memiliki efek bakterisidal serta fungisidal. Sodium hipoklorit (NaOCl) juga sering digunakan sebagai larutan pembersih gigi tiruan dimana sodium hipoklorit merupakan bahan pembersih berspektrum luas dan dapat membersihkan gigi tiruan dalam waktu singkat. Sodium hipoklorit juga mampu menghilangkan stain, melarutkan mucin dan zat-zat organik lainnya serta memiliki sifat bakterisidal dan fungisidal. Perendaman SDL dalam larutan pembersih gigi tiruan dapat memengaruhi sifat mekanik dan fisik seperti kekerasan dan kekasaran permukaan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman SDL silikon swapolimerisasi dan silikon polimerisasi panas dalam alkalin peroksida dan sodium hipoklorit 0,5% terhadap kekerasan dan kekasaran permukaan. Sampel penelitian yang digunakan adalah bahan SDL silikon swapolimerisasi dan silikon polimerisasi panas yang dibuat dengan model induk berbentuk silindris berukuran diameter 15 mm dan tinggi 10 mm sebanyak 24 buah untuk pengukuran kekerasan (n=12) dan kekasaran permukaan (n=12). Sampel dibagi dalam 3 kelompok (n=4). Sampel terlebih dahulu direndam selama 24 jam pada suhu 370 C dalam inkubator sebagai simulasi rongga mulut. Setelah itu sampel direndam dalam larutan pembersih alkalin peroksida, sodium hipoklorit 0,5% dan aquabidest sebagai kontrol negatif dengan
perkiraan waktu selama 1 tahun (91,25 jam). Pengukuran kekerasan dilakukan dengan menggunakan alat Durometer Shore A dengan pengulangan sebanyak 3 kali untuk masing-masing sampel dan dinyatakan dengan satuan shore Hardness unit (SHU). Pengukuran kekasaran permukaan menggunakan alat Atomic Force Microscope (AFM) dan dinyatakan dalam satuan mikometer(µm). Nilai rerata kekerasan dan kekasaran permukaan pengaruh perendaman SDL silikon swapolimerisasi dan polimerisasi panas dalam aquabidest, alkalin peroksida dan sodium hipoklorit 0,5 % diuji dengan uji ANOVA. Nilai rerata kekerasan dan kekasaran permukaan pengaruh bahan SDL silikon swapolimerisasi dan SDL silikon polimerisasi panas yang direndam dalam larutan pembersih aquabidest, alkalin peroksida dan sodium hipoklorit 0,5% diuji dengan uji t dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Berdasarkan hasil uji ANOVA pengaruh perendaman SDL silikon swapolimerisasi dan SDL silikon polimerisasi panas dalam ketiga larutan pembersih aquabidest, alkalin peroksida dan sodium hipoklorit 0,5% terhadap kekerasan dan kekasaran permukaan tidak signifikan. Berdasarkan hasil uji t pengaruh bahan SDL silikon swapolimerisasi dan SDL silikon polimerisasi panas yang direndam dalam ketiga larutan pembersih aquabidest, alkalin peroksida dan sodium hipoklorit 0,5%
terhadap kekerasan adalah signifikan p=0,0001(p<0,05). Hasil uji t pengaruh bahan SDL silikon swapolimerisasi dan SDL silikon polimerisasi panas yang direndam dalam ketiga larutan pembersih aquabidest, alkalin peroksida dan sodium hipoklorit 0,5% terhadap kekasaran permukaan tidak signifikan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perendaman SDL silikon swapolimerisasi dan SDL silikon polimerisasi panas dalam alkalin peroksida dan sodium hipoklorit 0,5% aman digunakan sebagai metode pembersihan gigi tiruan karena tidak mengubah sifat fisis dan mekanis kedua jenis soft denture liner silikon swapolimerisasi dan polimerisasi panas.
Kata kunci: kekerasan, kekasaran permukaan, soft denture liner silikon swapolimerisasi, soft denture liner silikon polimerisasi panas, alkalin peroksida, sodium hipoklorit 0,5%
ABSTRACT
Soft denture liner (SDL) or resilient denture liner is a temporary or defenitive coating on the intaglio surface of removable complete dentures, removable partial dentures and intraoral maxillofacial prostheses whose soft properties persist after polymerization. Soft denture liner is applied to the intaglio surface of the denture base which functions as a cushion between the denture base and the ridge surface or mucosa that will provide a cushioning effect, absorb and distribute pressure evenly to the underlying tissue, enhances retention of the full denture and provides conditioning for traumatized tissue. Long-term use of SDL can cause various problems, such as loss of malleability, failure of the bond between SDL and denture base, formation of porosity, discoloration, solubility and colonization of microorganisms. This condition can be exacerbated by poor denture hygiene causing oral candidiasis. One of the efforts to prevent Candida albicans colonization can be done by cleaning the dentures with the chemical method, by using chemical cleanser agents such as alkaline peroxide and 0.5% sodium hypochlorite. The chemical method is more recommended, especially for elderly patients and patients with motor impairments by immersing in a cleaning solution. Alkaline peroxide is a solution that is effective in dissolving plaque, can inhibit calculus formation, reduce stain, and has a bactericidal and fungicidal effect. Sodium hypochlorite (NaOCl) solution is also often used as a denture cleanser solution where sodium hypochlorite is a broad spectrum cleaning agent and can clean dentures in a short time. Sodium hypochlorite is also able to remove stains, dissolves mucins and other organic substances and has bactericidal and fungicidal properties. Immersion of SDL in denture cleanser solutions can affect mechanical and physical properties such as surface hardness and roughness. This study aims to determine the effect of immersion of self-polymerizing and heat- polymerizing silicon in alkaline peroxide and sodium hypochlorite 0.5% on surface hardness and roughness. The research samples used were SDL material for self- polymerizing and heat-polymerizing silicon which were made with 24 cylindrical master models with a diameter of 15 mm and a height of 10 mm for measurements of hardness (n = 12) and surface roughness (n = 12). The samples were divided into 3 groups (n = 4). The samples were immersed for 24 hours at 37oC in an incubator to simulate the oral cavity. Then samples were immersed in a cleanser solutions such as alkaline peroxide, 0.5% sodium hypochlorite and aquabidest as a negative control with an estimated time of 1 year (91.25 hours). Hardness measurements were carried out using the Durometer Shore A Hardness tool, 3 times for each sample and expressed in shore A hardness units. Surface roughness measurements were carried out using the Atomic Force Microscope (AFM) tool and expressed in units of ivayingivters (µm). The mean values of surface hardness and surface roughness of the effect of immersion of self-polymerizing and heat-polymerizing silicon SDL in aquabidest, alkaline peroxide and 0.5% sodium hypochlorite were tested by one-way ANOVA. The mean values of hardness and surface roughness of the effects of self- polymerizing and heat-polymerizing silicon SDL were immersed in cleanser
solutions of aquabidest, alkaline peroxide and 0.5% sodium hypochlorite tested by t- test with a significance level of p<0,05. Based on the results of the ANOVA test, the effect of immersion of self-polymerizing and heat-polymerizing silicon SDL in the three cleanser solutions of aquabidest, alkaline peroxide and 0.5% sodium hypochlorite on surface hardness and roughness was not significant. Based on the results of the t test, the effect of the self-polymerizing and heat-polymerizing silicon SDL material soaked in the three cleanser solutions of aquabidest, alkaline peroxide and 0.5% sodium hypochlorite on the significant hardness p = 0.0001 (p <0,05). The t- test results of the effect of the self-polymerizing and heat-polymerizing silicon SDL immersed in the three cleanser solutions of aquabidest, alkaline peroxide and 0.5%
sodium hypochlorite on surface roughness were not significant. The results of this study can be concluded that the immersion of self-polymerizing and heat- polymerizing silicon SDL in alkaline peroxide and 0.5% sodium hypochlorite are safe to use as denture cleaning methods because they do not change the physical and mechanical properties of the two types of soft denture lining material, self- polymerizing and heat-polymerizing silicon.
Keywords: hardness, surface roughness, self-polymerizing silicon soft denture liner, heat-polymerizing silicon soft denture liner, alkaline peroxide, 0.5% sodium hypochlorite
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan Rahmat dan Karunia-Nya, sehingga tesis ini selesai disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Spesialis Prostodonsia pada Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara
Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya penulis sampaikan kepada kedua orang tua tersayang Ayahanda Ir.Juki Tarigan dan Ibunda Mardiana Sitepu yang telah membesarkan, memberikan kasih sayang yang tidak terbalas, doa, semangat dan dukungan kepada penulis. Juga kepada Bapak mertua DR. Pdt. L.Karosekali, MTh dan Ibu mertua dr. Senang Ate Ginting yang senantiasa mendukung dan mendoakan agar penulis dapat menyelesaikan tesis ini. Penulis juga menyampaikan terima kasih kepada suami tercinta David A. Karosekali, ST., M.Si atas semua doa dan dukungan kepada penulis dan kepada anak tersayang Dyera Frimsa Karosekali atas pengertian dan kesabarannya yang diberikan kepada penulis.
Dalam penulisan tesis ini, penulis telah banyak mendapatkan pengarahan serta bimbingan dari berbagai pihak sehingga tesis ini dapat disusun dengan baik.
Pada kesempatan ini, dengan segala kerendahan hati, penulis ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada :
1. Prof. Ismet Danial Nasution, drg., Ph.D., Sp.Pros (K) selaku dosen pembimbing pertama penulis yang telah meluangkan waktu untuk membimbing, memberikan pengarahan, membentuk cara berpikir serta memberikan motivasi dan
semangat kepada penulis sehingga tesis ini dapat diselesaikan dengan baik. Teladan yang diberikan berupa cara berpikir yang mendasar, filosofi hidup, sistematika berpikir dan nalar sangat berarti dalam membentuk logika dan cara berpikir penulis khususnya selama proses penyelesaian tesis ini. Semoga Tuhan yang Maha Kuasa senantiasa memberikan kesehatan dan keberkahan umur kepada beliau.
2. Prof. Dr. Harry Agusnar, drs., M.Sc., M.Phil selaku dosen pembimbing kedua yang telah meluangkan waktu untuk membimbing, memberikan masukan dan pengarahan untuk penyempurnaan tesis ini sehingga dapat diselesaikan dengan baik.
Semoga Tuhan yang Maha Kuasa senantiasa memberikan kesehatan dan keberkahan umur kepada beliau.
3. Ricca Chairunnisa, drg., Sp.Pros(K) selaku dosen pembimbing anggota dan sekaligus sebagai sekretaris Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) Prostodonsia Fakultas Kedokteran Gigi yang telah banyak meluangkan waktu dan tenaga dalam memeberikan bimbingan dan pengarahan, memberikan motivasi dan semangat dalam penyelesaian tesis ini. Semoga Tuhan yang Maha Kuasa senantiasa memberikan kesehatan dan kesuksesan dalam menjalankan tugas sebagai staf pengajar di Departemen Prostodonsia Fakultas Kedokteran Gigi USU.
4. Syafrinani, drg., Sp.Pros(K) selaku Ketua tim penguji dan sekaligus sebagai Ketua Departemen Prostodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara yang telah banyak memberikan perhatian, motivasi dan pemikiran untuk penyempurnaan penulisan tesis ini sehingga tesis ini dapat diselesaikan dengan baik.
Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan kesehatan dan keberkahan umur kepada beliau.
5. Dr. Darwin Yunus Nasution, MS selaku anggota tim penguji tesis yang sudah banyak meluangkan waktu, tenaga dan pemikiran untuk memberikan koreksi dan masukan untuk penyempurnaan penulisan tesis ini sehingga tesis ini dapat diselesaikan dengan baik. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan kesehatan dan keberkahan umur kepada beliau.
6. Putri Welda Utami Ritonga, drg., MDSc., Sp.Pros(K) selaku anggota tim penguji tesis yang juga telah meluangkan banyak waktu, tenaga dan pemikiran untuk memberikan koreksi dan masukan untuk penyempurnaan tesis ini sehingga dapat diselesaikan dengan baik. Semoga Tuhan yang Maha Kuasa senantiasa memberikan kesehatan dan kesuksesan dalam menjalankan tugas sebagai staf pengajar di Departemen Prostodonsia Fakultas Kedokteran Gigi USU.
7. Prof. Haslinda Z. Tamin, drg., M.Kes., Sp.Pros(K) selaku Ketua Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) Prostodonsia Fakultas Kedokteran Gigi yang selalu menunjukkan dedikasi yang tinggi dan kedisiplinan dalam membimbing, yang selalu sabar dalam memberikan motivasi dan dukungan, memberikan solusi untuk setiap permasalahan sehingga penulis dapat terus termotivasi dalam penyelesaian tesis ini. Semoga teladan yang diberikan dapat menjadi contoh yang baik bagi penulis dalam menjalankan profesi kedepannya dan Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan kesehatan dan keberkahan umur kepada beliau.
8. Dr. Trelia Boel, drg., M.Kes., Sp.RKG(K) sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara.
9. Cek Dara Manja, drg., M.Kes., Sp.RKG selaku Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Sumatera Utara.
10. Dwi Tjahyaning Putranti, drg., M.Kes dan Siti Wahyuni, drg., MDSc selaku Kepala Unit dan Kepala Operasional Lapangan Unit Jasa Industri (UJI) Laboratorium Dental Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara serta para tekniker laboratorium.
11. Seluruh staf pengajar Departemen dan PPDGS Prostodonsia FKG USU terutama Prof. Slamat Tarigan, drg. MS., Ph.D; Eddy Dahar, drg., M.Kes; Ariyani Dallmer, drg., MDSc., Sp.Pros(K); Ika Andryas drg., MSc; Hubban Nasution, drg., MSc dan Veronica, drg., MDSc., Sp.Pros yang telah memberikan motivasi dan semangat kepada penulis dalam menyelesaikan tesis ini.
12. Seluruh pegawai Departemen Prostodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara yaitu Bu Yanti, Kak Naya, Dara, Sony dan Nurul yang telah banyak membantu selama proses studi.
13. Darmayanti Siregar, drg., M.Kes yang yang telah memberikan kontribusinya dalam membantu menganalisa data hasil penelitian sehingga dapat berjalan dengan baik.
14. DR. drh. Basri A.Gani., M.Si selaku staf pengajar di UNSYIAH Aceh yang telah memberikan kontribusinya dalam membantu pelaksanaan penelitian sehingga dapat berjalan dengan baik.
15. Seluruh rekan sejawat PPDGS Prostodonsia FKG USU dari Angkatan I s/d VIII yang saya kasihi, yang selalu memberikan semangat dan perhatian kepada penulis, menjadi teman, sahabat sekaligus keluarga yang baik selama menjalani proses studi bersama. Semoga seluruh rekan sejawat senantiasa diberi kesehatan dan kesuksesan dalam menjalani Profesi Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia yang kita banggakan.
Penulis menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan dalam penulisan tesis ini. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak. Akhir kata penulis mengharapkan semoga tesis ini dapat memberikan sumbangan fikiran yang berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan di Fakultas Kedokteran Gigi Univesitas Sumatera Utara, khususnya Departemen Prostodonsia
Medan, 10 November 2020 Penulis
Theresia Nuturisa Tarigan, drg NIM: 147160010
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Biodata Peneliti
1. Nama Lengkap : Theresia Nuturisa Tarigan, drg 2. Tempat/ tanggal Lahir : P. Siantar/ 26 Agustus 1979 3. Jenis kelamin : Perempuan
4. Agama : Kristen Protestan
5. Alamat : Jl. Karya Budi No. 16 Medan 6. Nama Orang Tua
Ayah : Ir. Juki Tarigan
Ibu : Mardiana Sitepu
7. Riwayat pendidikan
1986-1992 : SD Methodist I Medan 1992-1995 : SMP Eben Haezar Manado 1995-1998 : SMU Negeri 1 Medan
1998- 2002 : S1 Pendidikan Kedokteran Gigi (SKG) 2002-2010 : S1 Pendidikan Profesi Dokter gigi (drg) 2014-sekarang : Sp-1 Program Pendidikan Dokter Gigi
Spesialis Prostodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara
8. Riwayat Pekerjaan
2010-sekarang : PNS Daerah Pemkab. Pakpak Bharat
KARYA ILMIAH YANG TELAH DIPRESENTASIKAN
NO JUDUL KEGIATAN TEMPAT/WAKTU
1 Alveolar Arch Form and Its Relation with Complete Denture Retention (Literature review)
International Indonesian Prosthodontic Meeting
(IIPROM) 2016
Paragon Hotel, 15-17 September 2016,
Solo 2 Mandibular Repositioning
Splint: a Functional and Esthetics Consideration for Disc Displacement with Reduction and Myofascial pain Management
Poster scientific Presentation 7th Malaysian Association for
Prosthodontics
Balai Ungku Aziz, Fakulti Pergigian University Malaya,
Kuala Lumpur 5-8 Oktober 2017 3. Rehabilitation Of Post
Evisceration Ocular Defect With Modified Custom Made Ocular Prosthesis
2 nd MEDAN INPRO 2018
Hotel Santika Dyandra, Medan
30 Agustus -1 September 2018
KARYA ILMIAH YANG TELAH DIPUBLIKASIKAN
NO JUDUL PUBLIKASI
1. Rehabilitation Of Post Evisceration Ocular Defect With Modified Custom Made Ocular Prosthesis
Proceeding book- 2 nd MEDAN INPRO, 2018
2. Mandibular repositioning Splint:A functional and Esthetic consideration for disc displacement with reduction and myofascial pain management.
Journal of Syah Kuala Dentistry Society, Desember, 2019.
3. Alveolar Arch Shape and its relation to complete denture retention.
Journal of Syah Kuala Dentistry Society, April, 2020
PENGABDIAN YANG TELAH DILAKSANAKAN
NO JUDUL KEGIATAN TEMPAT
1. Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia Pada Psoyandu Lansia Keluarga Besar Wirawati Catur Panca Cabang Medan dan Korps Bela Negara
Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Konsultasi Kesehatan Gigi dan Mulut
Pemeriksaan,Penambalan, Pencabutan dan
Pembersihan Karang Gigi
Markas Besar Korps Bela Negara Medan 9 Juli 2016
2. Program IPTEK Bagi masyarakat pada Posyandu Lansia
Keluarga besar Wirawati Catur Panca Sumatera Utara.
Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Konsultasi Kesehatan Gigi dan Mulut
Pemeriksaan, Pencabutan dan Pencetakan
Posyandu Lansia Keluarga Besar Wirawati Catur Panca 16 September 2017
3. Program IPTEK Bagi masyarakat pada Posyandu Lansia Bougenville Titi Kuning.
Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Konsultasi Kesehatan Gigi dan Mulut
Pemeriksaan, Pencabutan dan Pencetakan
Posyandu Lansia Bougenville Titi Kuning
23 September 2017
KURSUS YANG TELAH DIIKUTI
NO JUDUL KEGIATAN TEMPAT/WAKTU
1. Esthetic Rehabilitation with Bonded Porcelain Laminate Veneers
Kuliah Tamu Bambang Agustono, drg., M.kes., Sp.Pros
Hands On
Emerald Garden International Hotel, 5 Desember 2014, Medan 2. Endnote (Reference
Management)
Pelatihan Ruang Seminar Prostodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara, 8 April 2015, Medan
3. How To Design and Make Treatment Plan of Removable Partial Denture
Hands On Dental Specialist Care Center (DSCC) Clinic 29 Juli 2016, Medan
4. Practical Method to Measure Vertical Dimension
Upgrading Theory and Live Demo
Dental Specialist Care Center (DSCC) Clinic 29 Juli 2016, Medan
5. Mandibular Suction- Effective impression methods
International Indonesian Prosthodontic Meeting
(IIPROM) 2016
Paragon Hotel,
15-17 September 2016, Solo
6. Practical Way To Detect and Examine TMD
Seminar dan Hands on Integrated Continuing
Dental Education (ICDE) FKG UI”
Esthetic and Functional Oral Rehabilitation”
Grand Mercure Hotel, 24-26 Februari 2017, Jakarta
7. Porcelain Veneer part 1 Seminar dan Hands on Integrated Continuing
Dental Education (ICDE) FKG UI”
Esthetic and Functional Oral Rehabilitation
Grand Mercure Hotel, 24-26 Februari 2017, Jakarta
8. Porcelain Veneer part 2 Seminar dan Hands on Integrated Continuing
Dental Education (ICDE) FKG UI”
Esthetic and Functional Oral Rehabilitation
Grand Mercure Hotel, 24-26 Februari 2017, Jakarta
9. Workshop “Intraoral Obturators forMaxillofacial Rehabilitation”
7th Malaysian Association for
Prosthodontics
Balai Ungku Aziz, Fakulti Pergigian University Malaya, Kuala Lumpur
Dr. M.L.Theerathavaj Srithavaj (Thailand)
5-8 Oktober 2017 10. Toothwear course by Prof.
Dr. Alexander Milosevic (United Kingdom)
7th Malaysian Association for
Prosthodontics
Balai Ungku Aziz, Fakulti Pergigian University Malaya, Kuala Lumpur 5-8 Oktober 2017
SEMINAR ILMIAH YANG TELAH DIIKUTI
NO Kegiatan Tempat/waktu
1. The 9th Biennial Congress of Asian Academy of Prosthodontics (AAP) “ From Expectation to Reality” ; The 27th annual Scientific Meeting &
General Assembly of the Academy of Prosthetic Dentistry, R.O.C. Taiwan (APD-ROC Taiwan).
Taiwan, November 2014
2. Pertemuan Ilmiah 6 Ilmu Kedokteran Gigi ” Dental
and Maxillofacial Rehabilitation Aesthetic” . Hotel Horison Bandung 22- 23 Mei 2015.
3. International Indonesian Prosthodontic Meeting (IIPROM) 2016 “ New Horizons in Functional Aesthetic”.
Hotel Paragon ,15-17 September 2016, Solo.
4. Seminar dan Hands on Integrated Continuing Dental Education (ICDE) FKG UI” Esthetic and Functional Oral Rehabilitation..
Grand Mercure Hotel, 24- 26 Februari 2017, Jakarta 5. Seminar dan Workshop 7th Malaysian Association for
Prosthodontics.
Balai Ungku Aziz, Fakulti Pergigian University Malaya, Kuala Lumpur, 5-8
Oktober 2017.
6. 2 nd MEDAN INPRO, 2018. Hotel Santika
Dyandra,MEDAN. 30 Agustus -1 September 2018
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISTILAH ... i ABSTRAK ... ii ABSTRACT ... iv KATA PENGANTAR ... vi DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... xi DAFTAR ISI ... xvi DAFTAR GAMBAR ... xx DAFTAR TABEL ... xxiii DAFTAR GRAFIK ... xxiv DAFTAR LAMPIRAN ... xxv
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Permasalahan... 8 1.3 Rumusan Masalah ... 9 1.4 Tujuan Penelitian ... 10 1.5 Manfaat Penelitian ... 10 1.5.1 Manfaat Teoritis ... 10 1.5.2 Manfaat Praktis ... 11 1.5.2.1 Manfaat Klinis ... 11 1.5.2.2 Manfaat Laboratoris ... 11 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Soft Denture Liner ... 12 2.1.1Pengertian ... 12 2.1.2 Indikasi Soft Denture Liner ... 12 2.1.3 Fungsi Soft Denture Liner ... 13 2.1.4 Klasifikasi Soft Denture Liner ... 13 2.1.4.1 Soft Denture Liner Jangka Pendek ... 13 2.1.4.2 Soft Denture Liner Jangka Panjang ... 15 2.1.4.2.1 Soft Denture Liner Akrilik
Swapolimerisasi ... 17
2.1.4.2.2 Soft Denture Liner Akrilik
Polimerisasi Panas ... 19 2.1.4.2.3 Soft Denture Liner Silikon
Swapolimerisasi ... 20 2.1.4.2.4 Soft Denture Liner Silikon
Polimerisasi Panas ... 22 2.1.5 Sifat-Sifat Ideal Bahan Soft Denture Liner ... 24 2. 2 Kekerasan ... 28 2.2.1 Pengertian ... 28 2.2.2 Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kekerasan ... 31 2.2.3 Alat Pengukur Kekerasan ... 32 2.3 Kekasaran Permukaan ... 33 2.3.1 Pengertian ... 33 2.3.2 Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kekasaran Permukaan 35 2.3.3 Alat Pengukur Kekasaran Permukaan ... 36 2.3.3.1 Profilometer ... 37 2.3.3.2 Scanning Electron Microscope ... 38 2.3.3.3 Atomic Force Microscope ... 40 2.4 Pembersihan Gigi tiruan ... 41 2.4.1 Metode Mekanik ... 41 2.4.2 Metode Kimia ... 42 2.4.3 Metode Gabungan ... 44 2.5 Alkalin Peroksida ... 45 2.5.1 Defenisi ... 46 2.5.2 Mekanisme Kerja ... 47 2.5.3 Keuntungan dan Kerugian ... 48 2.6 Sodium Hipoklorit ... 49 2.6.1 Defenisi ... 49 2.6.2 Mekanisme Kerja ... 50 2.6.3 Keuntungan dan Kerugian ... 51 2.7 Pengaruh Perendaman Soft Denture Liner dalam Larutan
Pembersih Gigi Tiruan terhadap Kekerasan dan Kekasaran
Permukaan ... 51 2.8 Kerangka Teori... 56 2.9 Kerangka Konsep ... 57 2.10 Hipotesis Penelitian ... 58 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN... 60 3.1 Jenis dan Desain Penelitian ... 60 3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 60
3.2.1 Lokasi Pembuatan Sampel ... 60 3.2.2 Lokasi Pengujian Sampel ... 60 3.2.3 Waktu Penelitian ... 60
3.3 Sampel dan Besar Sampel Penelitian ... 60 3.3.1 Sampel Penelitian ... 60 3.3.2 Besar Sampel Penelitian ... 61 3.4 Variabel Penelitian ... 62 3.4.1 Klassifikasi Variabel ... 62 3.4.1.1 Variabel Bebas ... 62 3.4.1.2 Variabel Terikat ... 63 3.4.1.3 Variabel Terkendali ... 63 3.5 Defenisi Operasional ... 64 3.6 Alat dan Bahan Penelitian ... 67 3.6.1 Alat Penelitian ... 67 3.6.2 Bahan Penelitian ... 68 3.7 Cara Penelitian ... 70 3.7.1 Proses Mengurus Surat Penelitian ... 70 3.7.2 Pembuatan Sampel ... 71 3.7.2.1 Pembuatan Mold (Model Induk) ... 71 3.7.2.2 Pengisian Soft Denture Liner Silikon
Swapolimerisasi dalam Mold ... 71 3.7.2.3 Pengisian Soft Denture Liner Silikon
Polimerisasi Panas dalam Mold ... 73 3.7.3 Perendaman Sampel ... 75 3.7.4 Pengukuran Kekerasan ... 77 3.7.5 Pengukuran Kekasaran Permukaan ... 77 3.8 Analisis Data ... 79 3.9 Kerangka Operasional Penelitian ... 81
3.9.1 Kerangka Operasional Penelitian terhadap Kekerasan Permukaan Soft Denture Liner Silikon Swapolimerisasi
dan Soft Denture Liner Silikon Polimerisasi Panas ... 81 3.9.2 Kerangka Operasional Penelitian terhadap Kekasaran
Permukaan Soft Denture Liner Silikon Swapolimerisasi
dan Soft Denture Liner Silikon Polimerisasi Panas ... 82 BAB 4 HASIL PENELITIAN ... 83
4.1 Pengaruh Perendaman pada Larutan Pembersih Alkalin Peroksida dan Sodium Hipoklorit 0,5% terhadap Kekerasan Soft Denture Liner Silikon Swapolimerisasi
dan Soft Denture Liner Silikon Polimerisasi Panas ... 88 4.2 Pengaruh Perendaman pada Larutan Pembersih Alkalin
Peroksida dan Sodium Hipoklorit 0,5% terhadap kekasaran Permukaan Soft Denture Liner Silikon Swapolimerisasi dan Soft Denture Liner Silikon
Polimerisasi Panas ... 90
4.3 Pengaruh Bahan Soft Denture Liner Silikon Swapolimerisasi dan Soft Denture Liner Silikon Polimerisasi Panas yang Direndam pada Larutan Pembersih Alkalin Peroksida dan Sodium Hipoklorit
0,5% terhadap Kekerasan ... 91 4.4 Pengaruh Bahan Soft Denture Liner Silikon
Swapolimerisasi dan Soft Denture Liner Silikon Polimerisasi Panas yang Direndam pada Larutan Pembersih Alkalin Peroksida dan Sodium Hipoklorit
0,5% terhadap Kekasaran Permukaan ... . 92 BAB 5 PEMBAHASAN ... 97
5.1 Pengaruh Perendaman pada Larutan Pembersih Alkalin Peroksida dan Sodium Hipoklorit 0,5% terhadap Kekerasan Soft Denture Liner Silikon Swapolimerisasi
dan SDL Silikon Polimerisasi Panas ... 101 5.2 Pengaruh Perendaman pada Larutan Pembersih Alkalin
Peroksida dan Sodium Hipoklorit 0,5% terhadap Kekasaran Permukaan Soft Denture Liner Silikon Swapolimerisasi dan Soft Denture Liner silikon
Polimerisasi Panas ... 104 5.3 Pengaruh Bahan Soft Denture Liner silikon
Swapolimerisasi dan Soft Denture Liner silikon Polimerisasi Panas yang Direndam pada Larutan Pembersih Alkalin Peroksida dan Sodium Hipoklorit
0,5% terhadap Kekerasan ... 108 5.4 Pengaruh Bahan Soft Denture Liner silikon
Swapolimerisasi dan Soft Denture Liner silikon polimerisasi panas yang Direndam pada Larutan Pembersih Alkalin Peroksida dan Sodium Hipoklorit
0,5% terhadap Kekasaran Permukaan ... 112 BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN... 116 6.1 Kesimpulan ... 116 6.2 Saran ... 118 DAFTAR PUSTAKA ... 119
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
2.1 Mollosil (Soft Denture Liner Silikon Swapolimerisasi) ... 21 2.2 Molloplast B (Soft Denture Liner Silikon Polimerisasi Panas) ... 23 2.3 Alat Shore Durometer Analogue Type A ... 33 2.4 Tipe A Indentor ... 33 2.5 Profilometer ... 38 2.6 Prinsip Kerja Scanning Electron Microscope ... 39 2.7 Prinsip Kerja Atomic Force Microscope ... 40 3.1 Mold Metal Buatan untuk Pembuatan sampel Kekerasan dan
Kekasaran Permukaan ... 61 3.2 Inkubator ... 68 3.3 Durometer Shore A Tipe Analogue ... 68 3.4 Alat Atomic Force Microscope Nanosurf Easy Scan2 ... 68 3.5 Mollosil (Soft Denture Liner Silikon Swapolimerisasi) ... 68 3.6 Molloplast B (Soft Denture Liner Silikon Polimerisasi Panas) ... 69 3.7 Tablet Polident Denture Cleanser,GSK ... 69 3.8 Larutan NaOCl 0,5% (Sodium Hipoklorit ) ... 69 3.9 Aquabidest ... 70 3.10 Silikon Grease Spray ... 70 3.11 Model Induk Bahan Logam dengan 6 Buah Lubang Ukuran Ø 15
mm dan Tinggi 10 mm ... 71 3.12 Permukaan Model Induk Disemprot dengan Silikon Grease ... 71 3.13 Pencampuran Soft Denture Liner Silikon Swapolimerisasi dan
Aplikasi ke dalam Mold ... 72 3.14 Model Induk di Press selama 30 Menit ... 72 3.15 Sampel Soft Denture Liner Silikon Swapolimerisasi yang Sudah
Dirapikan ... 72
3.16 Aplikasi Bahan Soft Denture Liner Silikon Polimerisasi Panas
kedalam Model Induk ... 73 3.17 Model induk di Press Selama 15 Menit ... 74 3.18 (A) Perendaman Soft Denture Liner Silikon Polimerisasi Panas
dalam Waterbath (B) Pengaturan Waktu Selama 2 Jam pada Suhu
1000C ... 74 3.19 Sampel Soft Denture Liner Silikon Swapolimerisasi yang sudah
Dirapikan ... 75 3.20 Sampel Soft Denture Liner Silikon Swapolimerisasi dan
Polimerisasi Panas Direndam dalam Inkubator selama 24 Jam pada
Suhu 370C ... 75 3.21 Mollosil yang direndam dalam Larutan (A) Aquabidest; (B) Alkalin
Peroksida; (C) Sodium Hipoklorit 0,5% ... 76 3.22 Molloplast B yang direndam dalam Larutan (A) Aquabidest; (B)
Alkalin Peroksida; (C) Sodium Hipoklorit 0,5% ... 76 3.23 Sampel Soft Denture Liner yang akan diuji Kekerasan dan
Kekasaran Permukaannya ... 76 3.24 Pengukuran kekerasan Soft Denture Liner Silikon Menggunakan
Alat Durometer Shore A ... 77 3.25 Pengukuran Kekasaran Permukaan sampel Soft Denture Liner
Silikon dengan Menggunakan AFM Nanosurf EasyScan2 ... 79 4.1 Topografi Kekasaran Permukaan Soft Denture Liner silikon
Swapolimerisasi yang direndam pada Aquabidest ... 94 4.2 Topografi Kekasaran Permukaan Soft Denture Liner silikon
Swapolimerisasi yang direndam pada Alkalin Peroksida ... 94 4.3 Topografi Kekasaran Permukaan Soft Denture Liner silikon
Swapolimerisasi yang direndam pada Sodium Hipoklorit 0,5% ... 95 4.4 Topografi Kekasaran Permukaan Soft Denture Liner silikon
Swapolimerisasi yang direndam pada Aquabidest ... 95 4.5 Topografi Kekasaran Permukaan Soft Denture Liner silikon
Swapolimerisasi yang direndam pada Alkalin Peroksida... 96 4.6 Topografi Kekasaran Permukaan Soft Denture Liner silikon
Swapolimerisasi yang direndam pada Sodium Hipoklorit 0,5% ... 96
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
2.1 Nilai Awal Kekerasan Soft Denture Liner Jangka Panjang yang Diukur untuk Sampel dengan Ketebalan yang Berbeda pada
Beberapa Penelitian……….. 30
2.2 Kandungan Klorin dalam Sodium Hipoklorit ... 50 3.1 Defenisi Operasional Variabel Bebas ... 64 3.2 Defenisi Operasional Variabel Terikat... 64 3.3 Defenisi Operasional Variebel Terkendali ... 65 4.1 Nilai Rerata Kekerasan Soft Denture Liner yang Direndam dalam
Larutan Pembersih Aquabidest, Alkalin Peroksida dan Sodium
Hipoklorit 0,5% ... 85 4.2 Tabel Nilai Rerata Kekasaran Permukaan Soft Denture Liner yang
Direndam dalam Larutan Pembersih Aquabidest, Alkalin Peroksida
dan Sodium Hipoklorit 0,5% ... 87 4.3 Hasil Uji ANOVA Pengaruh Perendaman pada Larutan pembersih
Alkalin Peroksida dan Sodium Hipoklorit 0,5 % terhadap Kekerasan Soft Denture Liner Silikon swapolimerisasi dan Soft
Denture Liner Silikon polimerisasi panas ... 89 4.4 Hasil Uji ANOVA Pengaruh Perendaman pada Larutan Pembersih
Alkalin Peroksida dan Sodium Hipoklorit 0,5% terhadap Kekasaran Permukaan Soft Denture Liner Silikon swapolimerisasi dan Soft
Denture Liner Silikon polimerisasi panas ... 91 4.5 Tabel Pengaruh Bahan Soft Denture Liner yang direndam pada
masing-masing larutan pembersih Aquabidest, Alkalin Peroksida
dan Sodium Hipoklorit 0,5% terhadap kekerasan ... 92 4.6 Tabel Pengaruh Bahan Soft Denture Liner yang direndam dalam
pada masing-masing larutan pembersih Aquabidest, Alkalin Peroksida dan Sodium Hipoklorit 0,5% terhadap kekasaran
permukaan ... 93
DAFTAR GRAFIK
Grafik Halaman
4.1 Nilai Rerata Kekerasan Soft Denture Liner yang direndam dalam Larutan Pembersih Aquabidest, Alkalin Peroksida dan Sodium
Hipoklorit 0,5% ... 86 4.2 Nilai Rerata Kekerasan Soft Denture Liner yang direndam dalam
Larutan Pembersih Aquabidest, Alkalin peroksida dan Sodium
Hipoklorit 0,5% ... 88
DAFTAR LAMPIRAN
1. Ethical Clearance dari Komite Etik Penelitian USU
2. Surat Keterangan Izin penelitian di Laboratorium Penelitian Prostodonsia FKG USU
3. Surat Keterangan Izin penelitian di Laboratorium Fisika Fakultas MIPA UNSYIAH Aceh
4. Surat selesai penelitian di Laboratorium Penelitian Prostodonsia FKG USU 5. Surat selesai penelitian di Laboratorium Fisika Fakultas MIPA UNSYIAH
Aceh
6. Hasil Uji Statistik
1.1 Latar Belakang
Soft denture liner (SDL) atau resilient denture liner adalah pelapis sementara atau defenitif pada permukaan intaglio gigi tiruan lengkap lepasan, gigi tiruan sebagian lepasan dan prosthesis maksilofasial intraoral (Glossary of Prosthodontics Terms, 2017). Soft denture liner menurut pengertian ISO merupakan bahan pelapis lunak yang paling sering digunakan dalam prostodontik yang sifat softnya tetap bertahan setelah polimerisasi (Banarjee KL dkk, 2015; Chladek G dkk, 2014). Soft denture liner diindikasikan pada pasien dengan kasus resorpsi linggir yang parah, linggir yang tajam, mukosa yang tipis dan non resilien, pasien dengan undercut tulang yang berat, pasien dengan defek palatum kongenital atau didapat (Zarb, 2013), gigi tiruan imidiat, sebagai relining pasca pemasangan implan, gigi tiruan penuh yang berkontak dengan gigi asli, pasien dengan bruksisme dan xerostomia (Banerjee dkk, 2015; Chladek G dkk, 2014). Soft denture liner diaplikasikan pada permukaan intaglio basis gigi tiruan, terutama pada bagian yang berkontak langsung dengan linggir atau mukosa yang bermasalah sehingga berfungsi sebagai bantalan yang memberikan efek cushioning, menyalurkan beban fungsional secara merata pada mukosa jaringan pendukung gigi tiruan, mencegah konsentrasi tekanan lokal serta meningkatkan retensi dan stabilisasi gigi tiruan (Zarb, 2013; Anas B dkk, 2017; Kaur G dkk, 2011; Hashem MI, 2015; Chladek G, 2014; Salloum AM, 2013).
Soft denture liner dapat diklasifikasikan berdasarkan jangka waktu penggunaannya, komposisi serta proses aktifasinya ( Zarb, 2013; Yankova M dkk, 2019). Berdasarkan jangka waktu penggunaannya terdiri dari SDL jangka pendek (tissue conditioner) dan SDL jangka panjang. SDL jangka pendek (Tissue conditioner) merupakan bahan resilien yang bersifat sementara, yang berfungsi untuk jangka waktu yang pendek atau beberapa hari, paling lama 30 hari sedangkan long term SDL dapat digunakan selama berbulan-bulan sampai satu tahun (Zarb, 2013;
Kreve S dkk, 2019; Rathi S dkk, 2018; Banerjee KL dkk, 2015; Anas B dkk, 2017;
Kaur G dkk, 2011). Berdasarkan komposisi bahannya, SDL jangka panjang terdiri dari plasticized acrylic resin, silicone rubber, plasticized vinyl polymers dan copolymers, hydrophilic polymers, polyphosphazine fluoropolymers, fluoroethylene dan polyvinyl siloxane addition silicones (Zarb, 2013), namun bahan yang paling umum digunakan adalah plasticized acrylic dan silicone rubber (Kreve S dkk, 2019;
Rathi S dkk, 2018; Anas B dkk, 2017; Mohammed HS dkk, 2016; Hashem M, 2015).
Berdasarkan teknik aktifasinya yaitu chemically activated atau room temperature vulcanizing (RTV) (swapolimerisasi) dan heat activated atau heat temperature vulcanizing (HTV) (polimerisasi panas) (Rathi S dkk, 2018; Anas B dkk, 2017;
Hashem M, 2015).
Sebagai salah satu bahan kedokteran gigi soft denture liner memiliki beberapa sifat sebagai berikut: a). Sifat biologis yang biokompatibel yaitu bahan dapat diterima dan tidak beracun, tidak mengiritasi jaringan serta bebas dari kolonisasi Candida albicans dan mikroorganisme lainnya, b). Sifat mekanis SDL berupa kekuatan lekat
yang tinggi sehingga dapat mencegah terjadinya microleakage yang menyebabkan kolonisasi Candida albicans dan sifat kekerasan dimana bahan mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama, beberapa bulan sampai beberapa tahun, yang tidak mudah terpengaruh oleh faktor seperti perendaman dalam air, c). Sifat fisik SDL berupa kekasaran permukaan, memiliki stabilitas dimensi dan stabilitas warna, yaitu kemampuan untuk mempertahankan bentuk dan warna selama pemakaian di dalam rongga mulut maupun perendaman dalam larutan pembersih, d). Sifat kimia SDL berupa penyerapan air dan solubilitas bahan yang harus minimal saat direndam dalam air atau bahan pembersih gigi tiruan. (Hashem M, 2015; Chladek G, dkk, 2014;
Mahajan N dkk, 2010; Anas B dkk, 2017).
Pemakaian SDL dalam jangka panjang baik dalam rongga mulut maupun sewaktu peredaman menggunakan larutan pembersih gigi tiruan dapat menyebabkan berbagai masalah sepert kegagalan ikatan antara SDL dan basis, hilangnya sifat lunak, terjadinya porositas, perubahan warna dan larut dalam cairan saliva maupun bahan pembersih gigi tiruan serta terbentuknya kolonisasi mikroorganisme (Anas B dkk, 2017; Badaro MM dkk, 2017; Rabah A, 2017; Mohammed HS dkk, 2016; Narwal A, 2015). Kekerasan merupakan salah satu faktor yang menjadi tantangan dalam pemakaian bahan lining gigi tiruan penuh sebab ketidakstabilannya terhadap kelembaban seperti dalam rongga mulut. Hilangnya sifat lunak SDL dapat diakibatkan oleh lepasnya plasticizer dan komponen-komponen lainnya ketika terpapar dengan air maupun saliva (Rabah A, 2017; Narwal A, 2015; Pahuja RK dkk, 2013), sehingga menyebabkan terjadinya peningkatan dalam kekerasan dan hilangnya
elastisitas dan efek bantalan dari SDL (Narwal A, 2015). Lepasnya komponen plasticizer juga dapat menyebabkan terbentuknya ruang kosong yang seiring lama pemakaian ukurannya bertambah dan menciptakan terbentuknya kawah-kawah sehingga dapat meningkatkan kekasaran permukaan dan menambah akumulasi dan kolonisasi dari Candida albicans (Rabah A, 2017; Narwal A, 2015; Pahuja RK dkk, 2013; Mohammed H, dkk, 2016). Perubahan kekasaran permukaan bahan SDL akibat pemakaian jangka panjang dapat diperparah oleh kondisi kebersihan gigi tiruan yang buruk, yang pada akhirnya menyebabkan kandidiasis oral. Oleh karena itu, pengguna gigi tiruan harus lebih memperhatikan kebersihan gigi tiruan mereka dan melakukan pembersihan gigi tiruan secara rutin untuk menghilangkan dan mencegah akumulasi plak berulang, menghilangkan debris, mencegah diskolorasi dan mencegah kolonisasi dan infeksi mikroorganisme terutama Candida albicans (Badaro MM dkk, 2017;
Mohammed HS dkk, 2016; Narwal A, 2015).
Pembersihan gigi tiruan yang bertujuan untuk menyingkirkan plak, stain dan lapisan biofilm dapat dilakukan dengan beberapa metode seperti metode mekanis, kimia, dan gabungan kimia dan mekanis. Pembersihan mekanis merupakan metode yang populer untuk membersihkan gigi tiruan. Metode ini sederhana, ekonomis, dan efektif dalam menghilangkan stain dan deposit organik, namun jika tidak dilakukan dengan adekuat, metode ini dapat menyebabkan kerusakan pada basis gigi tiruan maupun bahan SDL (Badaro MM dkk, 2017). Metode mekanis tidak dianjurkan untuk bahan SDL karena dapat merusak sifat resilien dan menyebabkan kekasaran permukaan (Badaro MM dkk, 2017; Pahuja dkk, 2013; Gedik H dkk, 2009).
Pembersihan kimia merupakan metode pilihan yang utama, terutama untuk pasien lansia dan pasien yang memiliki keterbatasan fisik. Pembersihan dengan cara kimia dilakukan dengan cara merendam gigi tiruan dalam larutan pembersih (Gedik H dkk, 2009). Pembersihan gigi tiruan yang tidak adekuat dapat berkontribusi terhadap terjadinya kerusakan sifat fisik dan mekanis bahan SDL.
Berdasarkan komposisinya, larutan pembersih kimia terdiri dari alkalin peroksida, hipoklorit, asam, disinfektan, dan enzim. Alkalin peroksida merupakan bahan pembersih yang paling banyak digunakan yang tersedia dalam bentuk bubuk atau tablet larut (Mohammed HS dkk, 2016; Pahuja dkk, 2013; Gedik H dkk, 2009).
Peroksida berubah menjadi larutan alkalin ketika larut dalam air. Larutan pembersih alkalin peroksida merupakan larutan yang efektif dalam melarutkan plak, dapat menghambat pembentukan kalkulus, mengurangi stain, dan memiliki efek bakterisidal serta fungisidal (Karthikeyan S dkk, 2018; Rabah A, 2017; Pahuja dkk, 2013). Penelitian Gedik dkk, 2009 membandingkan beberapa larutan pembersih golongan alkalin peroksida dan menunjukkan bahan pembersih gigi tiruan dengan merk polident memiliki efisiensi pembersih paling tinggi diantara pembersih gigi tiruan lainnya. Selain alkalin peroksida, larutan sodium hipoklorit (NaOCl) juga sering digunakan sebagai larutan pembersih gigi tiruan (Mohammed HS dkk, 2016;
Pahuja dkk, 2013; Gedik H dkk, 2009). Sodium hipoklorit merupakan bahan pembersih berspektrum luas dan dapat membersihkan gigi tiruan dalam waktu singkat. Sodium hipoklorit juga mampu menghilangkan stain, melarutkan mucin dan zat-zat organik lainnya serta memiliki sifat bakterisidal dan fungisidal. Penelitian
melaporkan bahwa sodium hipoklorit dengan konsentrasi 0,5% efektif dalam mengontrol biofilm pada gigi tiruan (Karthikeyan S dkk, 2018).
Berbagai penelitian telah dilakukan untuk menguji efek perendaman larutan pembersih gigi tiruan terhadap kekerasan SDL silikon. Penelitian Pahuja dkk, 2013 menemukan bahwa kekerasan SDL silikon swapolimerisasi yang direndam dalam larutan pembersih sodium hipoklorit 0,5% dalam interval waktu 1 minggu, 1 bulan, 3 bulan dan 6 bulan tidak signifikan. Penelitian Narwal, 2015 menemukan bahwa kekerasan permukaan meningkat pada SDL silikon swapolimerisasi setelah perendaman selama 6 bulan dalam sodium hipoklorit. Penelitian Mohammed dkk, 2016 menemukan bahwa peningkatan nilai kekerasan SDL Silikon swapolimerisasi yang direndam dalam larutan alkalin peroksida signifikan pada hari ke 7, 30 dan 90.
Penelitian Anas B dkk, 2017 menunjukkan terdapat perbedaan nilai kekerasan SDL silikon swapolimerisasi yang direndam dalam larutan pembersih golongan alkalin peroksida dengan merk pembersih yang berbeda, dimana terjadi pengurangan nilai kekerasan SDL silikon swapolimerisasi yang direndam selama 180 hari dalam fittydent namun nilainya bertambah dalam perendaman clinsodent. Penelitian Tan H dkk, 2000 menunjukkan penurunan nilai kekerasan SDL silikon polimerisasi panas yang direndam dalam berbagai larutan pembersih dimana permukaannya terlebih dahulu diberi kekasaran yang berbeda. Kekerasan yang lebih rendah adalah sifat yang diinginkan untuk bahan SDL namun faktor-faktor lainnya (mis: kekuatan lekat pada basis dan tear strength) harus juga dipertimbangkan ketika memilih SDL (Tan dkk, 2000).
Pembersihan gigi tiruan dengan cara perendaman dalam larutan pembersih juga mempengaruhi kekasaran permukaan. Terjadinya oksigenasi dalam larutan alkalin yang kuat dapat menjadi faktor yang menyebabkan porositas pada permukaan SDL (Mohammed HS dkk, 2016). Selain oksigenasi, tingginya konsentrasi ion (sodium dan potassium) menyebabkan larutnya komponen-komponen seperti plasticizer sehingga meninggalkan ruang kosong atau bubbles yang bertanggung jawab terhadap kekasaran permukaan. Seiring dengan bertambahnya waktu, bubbles akan mengalami peningkatan dalam ukuran dan membentuk krater (Rabah A, 2017;
Segundo ALM dkk, 2008). Gangguan permukaan juga dapat dikaitkan dengan porositas bahan SDL. Udara yang terperangkap selama pencampuran bahan dan beberapa bahan pembersih gigi tiruan menyebabkan peningkatan ukuran bubbles dan beberapa diantaranya bahkan mencapai permukaan sehingga menyebabkan peningkatan dalam kekasaran permukaan (Mohammed HS dkk, 2016). Penelitian Vieira dkk, 2010 membandingkan efektifitas pembersih golongan peroksida dan NaOCl 0,5% terhadap kekasaran permukaan dan menemukan bahwa penggunaan NaOCl 0,5% menyebabkan peningkatan kekasaran permukaan yang paling tinggi walaupun hasilnya tidak signifikan. Penelitian Mese A, 2008 menunjukkan nilai kekasaran yang tertinggi pada SDL silikon swapolimerisasi setelah 24 jam dan 6 bulan perendaman dalam alkalin peroksida. Penelitian Jin dkk (2003) juga menunjukkan adanya perubahan dalam kekasaran permukaan dan stabilitas warna soft denture liner silikon setelah direndam dalam larutan pembersih baik alkalin peroksida maupun larutan enzim (Jin C dkk, 2003).
Pemakaian bahan pembersih gigi tiruan sebagai rutinitas dalam menjaga kebersihan gigi tiruan dapat mempengaruhi sifat bahan SDL oleh karena itu dokter gigi harus memilih bahan pembersih gigi tiruan yang paling tepat untuk bahan SDL tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman pada larutan pembersih alkalin peroksida dan sodium hipoklorit 0,5 % terhadap kekerasan dan kekasaran permukaan SDL silicon.
1.2 Permasalahan
Soft denture liner yang diaplikasikan pada permukaan intaglio basis gigi tiruan, terutama pada bagian yang berkontak langsung dengan linggir atau mukosa yang bermasalah berfungsi sebagai bantalan diantara basis gigi tiruan dan permukaan linggir atau mukosa yang akan memberikan efek cushioning, menyerap tekanan dan mendistribusikan tekanan seimbang dan merata ke jaringan dibawahnya, menambah retensi gigi tiruan penuh dan sebagai kondisioning jaringan yang mengalami trauma.
Pemakaian SDL dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai masalah yaitu hilangnya sifat lunak, kegagalan ikatan antara SDL dan basis gigi tiruan, terbentuknya porositas, perubahan warna, kelarutan dan kolonisasi mikroorganisme. Kondisi ini dapat diperparah dengan denture hygiene yang buruk sehingga menyebabkan kandidiasis oral.
Upaya untuk mencegah kolonisasi Candida albicans dapat dilakukan dengan metode mekanis, kimia dan gabungan kimia dan mekanis. Metode mekanis tidak dianjurkan karena dapat merusak SDL. Metode kimia lebih dianjurkan terutama untuk pasien lansia dan pasien dengan gangguan motorik dengan cara perendaman dalam
larutan pembersih. Perendaman SDL dalam larutan pembersih gigi tiruan dapat memengaruhi sifat mekanis dan fisik seperti kekerasan dan kekasaran permukaan.
Kekerasan merupakan sifat penting dari bahan SDL dan harus tetap konstan untuk waktu yang lama agar dapat berfungsi secara optimal. Bertambahnya kekerasan bahan merupakan salah satu alasan terjadinya kegagalan SDL. Selain kekerasan, kekasaran permukaan juga merupakan faktor yang penting karena permukaan yang kasar juga dapat menjadi tempat perlekatan dan adhesi Candida albicans oleh karena itu pemilihan bahan pembersih gigi tiruan harus dilakukan dengan tepat. Berdasarkan hal tersebut diatas, maka peneliti merasa perlu untuk mengetahui pengaruh perendaman pada larutan pembersih alkalin peroksida dan sodium hipoklorit 0,5%
terhadap kekerasan dan kekasaran permukaan. SDL silikon.
1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka ditetapkan rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apakah ada pengaruh perendaman pada larutan pembersih alkalin peroksida dan sodium hipoklorit 0,5 % terhadap kekerasan SDL silikon swapolimerisasi dan SDL silikon polimerisasi panas?
2. Apakah ada pengaruh perendaman pada larutan pembersih alkalin peroksida dan sodium hipoklorit 0,5 % terhadap kekasaran permukaan SDL silikon swapolimerisasi dan SDL silikon polimerisasi panas?
3. Apakah ada pengaruh bahan SDL silikon swapolimerisasi dan SDL silikon polimerisasi panas yang direndam dalam alkalin peroksida dan sodium hipoklorit 0,5
% terhadap kekerasan?
4. Apakah ada pengaruh bahan SDL silikon swapolimerisasi dan SDL silikon polimerisasi panas yang direndam dalam alkalin peroksida dan sodium hipoklorit 0,5
% terhadap kekasaran permukaan?
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui pengaruh perendaman pada larutan pembersih alkalin peroksida dan sodium hipoklorit 0,5 % terhadap kekerasan SDL silikon swapolimerisasi dan SDL silikon polimerisasi panas
2. Untuk mengetahui pengaruh perendaman pada larutan pembersih alkalin peroksida dan sodium hipoklorit 0,5 % terhadap kekasaran permukaan SDL silikon swapolimerisasi dan SDL silikon polimerisasi panas
3. Untuk mengetahui pengaruh bahan SDL silikon swapolimerisasi dan SDL silikon polimerisasi panas yang direndam dalam alkalin peroksida dan sodium hipoklorit 0,5 % terhadap kekerasan
4. Untuk mengetahui pengaruh bahan SDL silikon swapolimerisasi dan SDL silikon polimerisasi panas yang direndam dalam alkalin peroksida dan sodium hipoklorit 0,5 % terhadap kekasaran permukaan
1.5 Manfaat Penelitian 1.5.1 Manfaat Teoritis
Manfaat teoritis dari penelitian ini adalah:
1. Sebagai bahan masukan bagi perkembangan ilmu basic science mengenai bahan pembersih jangka panjang yang dapat digunakan pada bidang ilmu Prostodonsia .
2. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi untuk penelitian lebih lanjut tentang bahan pembersih gigi tiruan yang sesuai untuk bahan SDL silikon.
1.5.2 Manfaat Praktis 1.5.2.1 Manfaat Klinis
Manfaat klinis penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Sebagai dasar pertimbangan bagi dokter gigi dalam memilih bahan pembersih gigi tiruan yang tepat untuk bahan SDL silikon jangka panjang
2. Sebagai bahan masukan bagi pasien tentang cara perendaman dalam larutan pembersih gigi tiruan yang merupakan prosedur pembersihan gigi tiruan sehari-hari agar tidak berpengaruh terhadap kekerasan dan kekasaran permukaan bahan SDL silikon jangka panjang.
1.5.2.2 Manfaat Laboratoris
Memberikan informasi kepada klinisi/laboran tentang pengaruh jenis bahan pembersih yang memberikan efek paling merugikan terhadap bahan soft denture liner silikon jangka panjang.
2.1 Soft Denture Liner 2.1.1 Pengertian
Berdasarkan Glossary of Prosthodontic Terms, Soft denture liner (SDL) atau resilient denture liner adalah pelapis sementara atau defenitif pada permukaan intaglio gigi tiruan lengkap lepasan, gigi tiruan sebagian lepasan dan prosthesis maksilofasial intraoral (GPT, 2017). Soft denture liner menurut pengertian ISO merupakan bahan pelapis lunak yang paling sering digunakan dalam prostodontik yang sifat softnya tetap bertahan setelah polimerisasi (Banarjee KL dkk, 2015;
Chladek G dkk, 2014).
2.1.2 Indikasi Soft Denture Liner
Soft denture liner diindikasikan pada pasien dengan kasus resorpsi linggir yang parah, pasien dengan linggir yang tajam, mukosa yang tipis dan resilien, pasien dengan undercut tulang yang berat, pasien dengan defek palatum kongenital atau didapat (Zarb, 2013), gigi tiruan imidiat, sebagai relining pasca pemasangan implan, gigi tiruan penuh yang berkontak dengan gigi asli, pasien dengan bruksisme dan xerostomia (Banerjee dkk, 2015; Chladek G dkk, 2014).
2.1.3 Fungsi Soft Denture Liner
Soft denture liner diaplikasikan pada permukaan intaglio basis gigi tiruan, terutama pada bagian yang berkontak langsung dengan linggir atau mukosa yang
bermasalah sehingga berfungsi untuk mereparasi permukaan intaglio gigi tiruan penuh agar retensi dan stabilisasinya bertambah, sebagai kondisioning jaringan yang mengalami trauma, sebagai bantalan diantara basis gigi tiruan dan permukaan linggir atau mukosa yang akan memberikan efek cushioning (Zarb, 2013; Anas B dkk, 2017;
Kaur G dkk, 2011; Hashem MI, 2015; Chladek G, 2014; Salloum AM, 2013).
2.1.4 Klasifikasi Soft Denture Liner
Soft denture liner diklasifikasikan berdasarkan jangka waktu pemakaian, komposisi bahan dan proses aktifasinya. Klasifikasi bahan SDL berdasarkan jangka waktu pemakaian menurut ISO, yaitu SDL jangka pendek dan SDL jangka panjang.
Klasifikasi bahan SDL berdasarkan komposisinya terdiri dari plasticized acrylic resin dan silicone elastomer. Klasifikasi berdasarkan proses aktifasinya terdiri atas swapolimerisasi dan polimerisasi panas (Zarb, 2013; Yankova M dkk, 2019; Kaur dkk, 2011; Chladek G dkk, 2014; Hashem MI, 2015).
2.1.4.1 Soft Denture Liner Jangka Pendek
Soft denture liner jangka pendek (tissue conditioner) adalah SDL yang bersifat temporer atau sementara yang direkomendasikan untuk pemakaian sampai 30 hari (Kreve S, dkk 2019). Bahan yang merupakan kategori SDL jangka pendek adalah tissue conditioner yang tersedia dalam bentuk bubuk dan cairan. Bubuknya mengandung amorphous polymers polyethyl methacrylate (PEMA) tanpa inisiator sehingga tidak cross-linked. PEMA sulit dipenetrasi oleh plasticizer maka memerlukan alkohol untuk memfasilitasi. Cairannya terdiri dari ester-based plasticizer dan 4-50 wt% ethyl alcohol (EtOH). Plasticizernya berisi dibutyl phthalate merupakan aromatic ester yang tidak terikat dengan resin sehingga mudah lepas.
Hal ini dipengaruhi oleh besarnya kandungan etanol, makin besar kandungan etanol maka makin cepat plasticizer dilepas. Salah satu contoh bahan tissue conditioner adalah Viscogel (Kaur dkk, 2011; Chladek G dkk, 2014; Hashim MI, 2015; Rathi dkk, 2018). Indikasi penggunaan tissue conditioner antara lain sebagai perawatan dan kondisioning gigitiruan dukungan jaringan yang mencederai dan mengiritasi, melapisi gigitiruan yang longgar sehingga jaringan dapat beristirahat dan memulihkan kesehatannya dahulu sebelum pencetakan untuk membuat gigitiruan yang baru, relining sementara pada gigitiruan immediate, relining untuk alat bantu bicara celah langit-langit, sebagai tissue kondisioning selama penyembuhan implan dan sebagai bahan cetak fungsional.
Keuntungan Soft denture liner Jangka Pendek :
Keuntungan SDL jangka pendek (tissue conditioner) adalah sebagai berikut:
1. Harga murah dan bahan mudah diperoleh
2. Perawatan lebih mudah dan cepat karena dapat diaplikasikan secara langsung dalam mulut pasien
3. Tissue conditioner bersifat sementara sehingga dapat digunakan untuk menilai manfaat penggunaan SDL bagi pasien (Refai H dkk, 2017; Alapatt dkk, 2015).
Kerugian Soft denture liner Jangka Pendek
Kerugian SDL jangka pendek (tissue conditioner), yaitu:
1. Lebih cepat mengeras dibanding SDL lainnya karena sifat softnya berasal dari plasticizer yang mudah lepas sehingga hanya dapat digunakan untuk beberapa hari sampai dengan 1 minggu.
2. Paling tidak biokompatibel karena memiliki kandungan plasticizer yang paling tinggi. Plasticizer yang lepas di rongga mulut sangat berbahaya bagi kesehatan rongga mulut dan paling mudah menyebabkan terjadinya denture stomatitis.