• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN STRATEGI PERENCANAAN tenaga PEMBAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PERKEMBANGAN STRATEGI PERENCANAAN tenaga PEMBAN"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PERKEMBANGAN STRATEGI PERENCANAAN PEMBANGUNAN

Sejarah pemikiran ekonomi dalam perjalanannya terdiri dalam beberapa mazhab (aliran) yang memiliki pola pemikiran yang berbeda. Mazhab-mazhab tersebut antara lain adalah :

1. Mazhab Merkantilisme

Istilah merkantilisme berasal dari kata merchant, yang berarti pedagang . Menurut paham merkantilisme, setiap negara yang berkeinginan untuk maju harus melakukan perdagangan dengan negara lain. Bagi penganut merkantilisme, sumber kekayaan negara adalah dari perdagangan luar negeri. Selanjutnya, uang sebagai hasil surplus perdagangan adalah sumber kekuasaan.

2. Mazhab Fisiokrat

Kaum Fisiokrat menganggap bahwa sumber kekayaan yang senyata-nyatanya adalah sumber daya alam. Kaum fisiokrat percaya bahwa system perekonomian juga mirip dengan alam yang penuh harmoni. Dengan demikian, setiap tindakan manusia dalam memenuhi kebutuhannya masing-masing juga akan selaras dengan kemakmuran masyarakat banyak. Tanpa adanya intervensi atau campur tangan pemerintah, maka semua tindakan manusia akan berjalan secara harmonis, otomatis, dan bersifat self-regulating.

3. Mazhab Klasik

Adam Smith sangat mendukung mottolaissez faire-laissez passeryang menghendaki campur tangan pemerintah seminimal mungkin. Biarkan saja perekonomian berjalan dengan wajar tanpa campur tangan pemerintah. Nanti akan ada suatu tangan tak kentara (invisible hand) yang akan membawa perekonomian tersebut kearah keseimbangan. Jika banyak campur tangan pemerintah, menurut Smith, pasar justru akan mengalami distorsi yang akan membawa perekonomian pada ketidakefisienan (inefficiency) dan ketidakseimbangan.

4. Mazhab Neo-klasik

(2)

5. Mazhab Sosialis

Akumulasi kapital di kalangan kaum kapitalis memungkinkan tercapainya pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Untuk bisa membangun secara nyata bagi seluruh lapisan masyarakat, perlu dilakukan perombakan struktural melalui revolusi sosial. Hanya atas dasar hubungan yang lebih manusiawi ini pembangunan dapat berjalan lancar tanpa hambatan dan dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

6. Mazhab Keynesian

Menurut Keynes, penciptaan uang ditentukan oleh kredit. Artinya, uang seharusnya diciptakan untuk disalurkan pada sektor produktif sebagai kredit. Dengan begitu, uang akan menciptakan perluasan kapasitas produksi, penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan nasional dan akhirnya mendorong sisi permintaan (the principle of effective demand).

7. Mazhab Post-keynesian

Merupakan pengembangan dari pemikiran Keynesian ; menyatakan berbagai pandangan tentang ekonomi makro modern. Kaum ini mengembangkan teori yang dibicarakan sekilas oleh Keynes tetapi tidak dibuat dalam sebuah model formal.

Dari mazhab-mazhab ini memunculkan pemikiran-pemikiran ekonomi yang tergolong dalam dua golonngan pemikiran, yaitu

1. Mainstream Ekonomi, yaitu kelompok yang percaya adanya keseimbangan dalam jangka panjang.

a. Bersifat historis (kualitatif) b. Bersifat analisis (kuantitatif)

2. Radikal Ekonomi, yaitu kelompok yang tidak percaya adanya keseimbangan dalam jangka panjang.

Berdasarkan kedua golongan pemikiran tersebut, melahirkan apa yang disebut dengan Strategi Perencanaan Pembangunan di dunia, yaitu :

• Strategi Pertumbuhan Ekonomi

• Strategi Pemerataan

Strategi Pertumbuhan dan Pemerataan • Strategi Pendekatan Kebutuhan Pokok

• Strategi Pembangunan Berwawasan Ruang (Regional)

• Strategi Ketergantungan

Strategi Bottom-up / Top-down

(3)

1. Pasca Kemerdekaan (1947 - 1960)

Pembentukan badan penyelenggara pembangunan nasional yang berjudul Siasat Pemikir Ekonomi , yang kemudian pada akhir masa diubah menjadi Bapernas. Perencanaan mengalami perubahan yang sangat sering karena banyaknya perubahan struktur atau formasi pemerintahan kala itu.

2. Orde Lama (1960 - 1965)

Disusun rencana pembangunan nasional semesta, berupa pembangunan 8 tahun yang dibagi atas 3 tahunan tahap pertama dan 5 tahunan tahap kedua. Bapernas berganti nama menjadi Bappenas. Muncul juga perencanaan ekonomi perjuangan 3 tahun (Rencana Banteng).

3. Orde Baru (1966 / 1969 - 1998)

Disusun rencana pembangunan nasional yang dikelompokkan berdasarkan 5 tahunan berkala yang dikenal dengan istilah Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) dengan fokus yang berbeda-beda, yaitu :

• Repelita I (1969/1970 - 1973/1974) titik berat pembangunan pada sektor pertanian yang didukung oleh sektor industri.

• Repelita II (1974/1975 - 1978/1979) titik berat pada sektor pertanian dengan menekankan sektor industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku.

• Repelita III (1979/1980 - 1983/1984) penekanan pada sektor pertanian menuju swasembada pangan, dan sektor industri mengolah bahan baku menjadi bahan jadi.

• Repelita IV (1984/1985 - 1989/1990) penekanan tetap pada sektor pertanian dengan meningkatkan sektor industri untuk mampu menghasilkan industri sendiri.

• Repelita V (1990/1991 - 1995/1996) fokus pembangunan tetap, berpegang pada trilogi pembangunan (stabilitas, pertumbuhan, pemerataan) yang dapat menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

4. Era Reformasi

Pembangunan berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2004 -2009 dan -2009 - 2014. Terdapat sebelas masalah / tantangan pembangunan nasional, yaitu :

a. kurangnya pemerataan pertumbuhan ekonomi b. rendahnya kualitas SDM

c. rendahnya kualitas kemampuan untuk mengelola sumber daya alam d. masih terdapat disparitas pembangunan antarwilayah / daerah e. masih buruknya infrastruktur

f. penanganan separatisme belum tuntas

(4)

i. masih banyak peraturan perundang-undangan yang belum mencerminkan keadilan dan kesetaraan

j. rendahnya kualitas layanan umum

k. belum kuatnya lembaga-lembaga politik yang melaksanakan prinsip demokrasi

Dari sebelas masalah tersebut terdapat lima masalah mendasar, yaitu : 1) masih lemahnya karakter bangsa

2) pembangunan yang bersifat berkelanjutan belum terbangun

3) belum berkembangnya demokrasi ekonomi, politik, dan nasionalisme 4) belum terejawantahkannya nilai-nilai kebangsaan

5) rentannya sistem pemerintahan, politik, dan sistem pembangunan dalam menghadapi perubahan.

Atas dasar lima masalah mendasar tersebut, maka ditetapkan Visi dan Misi pembangunan nasional, yaitu :

a. Visi

 Terwujudnya kehidupan masyarakat bangsa dan negara yang aman, bersatu, rukun, dan damai.

 Terwujudnya masyarakat bangsa dan negara yang menjunjung tinggi hukum kesejahteraan dan hak asasi manusia.

 Terwujudnya perekonomian nasional yang mampu menyediakan lapangan kerja, kehidupan yang layak, dan memberikan pondasi yang kokoh terhadap pembangunan selanjutnya.

b. Misi

 Mewujudkan Indonesia yang aman dan damai

 Mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis

 Mewujudkan Indonesia yang sejahtera

Dalam rangka mewujudkan visi dan misi pembangunan nasional, disusun dua strategi pembangunan, yaitu :

 Strategi Penataan Kembali Indonesia

 Strategi Pembangunan Indonesia

Untuk menjalankan kedua strategi tersebut, terdapat lima prasyarat mendasar yang disusun dalam Agenda Pelaksanaan Pembangunan Nasional, yaitu :

 menurunkan penduduk miskin

 pemantapan stabilitas makro ekonomi

 menghilangkan disparitas antarwilayah, kota dan desa

 meningkatkan kualitas manusia (IPM) Indonesia

 meningkatkan mutu lingkungan hidup dan pengelolaan SDM

(5)

TEORI

(RPJM 2004-2009 / 2009-2014) [Visi / Misi dan Tantangan

Pembangunan Nasional] Orde Baru

(1966 / 1969 - 1998) [Repelita I - Repelita V]

Referensi

Dokumen terkait

RPJPN ini menjadi rujukan dari rencana pembangunan lima tahunan yang disebut dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Berbeda dengan GBHN,

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) merupakan dokumen perencanaan pembangunan tahunan yang disusun setiap tahunnya dan memuat rancangan prioritas pembangunan,

Rencana Program dan Kegiatan Prioritas Daerah; mengemukakan rencana program dan kegiatan prioritas daerah yang disusun berdasarkan evaluasi pembangunan

Dokumen perencanaan tahunan daerah yang digunakan sebagai acuan perencanaan pembangunan dan penyusunan anggaran Tahun 2014, adalah Rencana Pembangunan Jangka

Rencana Kerja Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas tahun 2016, merupakan rencana pembangunan tahunan yang disusun berdasarkan pada Rancangan Awal Rencana

Rencana program dan kegiatan prioritas daerah disusun berdasarkan evaluasi pembangunan tahunan, kedudukan tahun rencana dan capaian kinerja yang direncanakan

Rencana Strategis disusun sesuai dengan Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 yang dikenal dengan Rencana Pembangunan Jangka

Rencana Strategis disusun sesuai dengan Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 yang dikenal dengan Rencana Pembangunan Jangka