• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas Karya Tulis Ilmiah Badrun Ishak .p

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Tugas Karya Tulis Ilmiah Badrun Ishak .p"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

MATERI QURAN

Karya Tulis Ilmiah

Hubungan Antara al-Quran dengan Sains

Badrun Ishak

(160301021)

Jurusan Pendidikan Agama Islam

Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon

(2)

1.

Pendahuluan

1.1. Latar Belakang

Al-Qur’an dan Hadits merupakan dua pedoman umat muslim yang saling berhubungan satu sama lain. Al-Qur’an tidak bisa berdiri sendiri tanpa adanya Hadits sebagai penjelas al-Qur’an yang masih bersifat global. Al-Qur'an dan Hadits sebagi petunjuk bagi manusia yang membawa berita gembira berupa pemecahan masalah yang dihadapi manusia untuk masa lalu, keadaan saat ini maupun keadaan pada masa yang akan datang, juga sarat dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan oleh umat manusia. Sehingga al-Qur'an sering disebut sebagai sumber segala ilmu pengetahuan.

Ilmu pengetahuan yang terdapat dalam al-Qur'an ada yang mudah dipahami ada juga yang memerlukan pemikiran dan pengembangan serta perenungan lebih lanjut untuk dapat dipahami. Pemahaman tentang al-Qur'an seseorang tergantung pada kecerdasan, tingkat pendidikan ilmu yang digelutinya, kemajuan ilmu pengetahuan

serta kondisi sosial lingkungan sekitarnya, sehingga dari ayat yang sama mungkin saja akan memberikan tafsiran yang berbeda.

Oleh karena itu, dalam penulisan karya ilmiah ini saya akan membahas hubungan antara al-Qur’an dengan sains.

1.2. Rumusan Masalah

a. Apa yang dimaksud dengan al Quran? b. Apa saja Keutamaan al Quran?

c. Apa yang dimaksud dengan Sains?

d. Bagaimanakah hubungan antara al Quran dan Sain?

(3)

a. Memahami Makna al Quran b. Mengetahui Keutamaan al Quran c. Memahami maksud dari Sains

d. Mengetahui Hubungan antara al Quran dengan Sains

2.

Pembahasan

2.1.Pengertian Al-Qur’an

Kata al-Qur`an dalam bahasa Arab merupakan mashdar dari kata qara`a (yang secara etimologis berarti bacaan, dan atau apa yang tertulis padanya. Subjek dari kata

qara`a (berupa isim fa’il yaitu maqru`), seperti terdapat dalam firman Allah surat al-Qiyamah ayat 17-18:

Artinya: “Sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.” (Q.S. Al-Qiyamah: 17-18)1

Dari segi terminologi, al-Qur`an adalah kalam Allah berbahasa Arab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad dengan perantaraan Malaikat Jibril serta diriwayatkan secara mutawatir dan tertulis dalam mushaf.2

Al Qur'an adalah murni wahyu dari Allah swt, bukan dari hawa nafsu perkataan Nabi Muhammad saw. Al Qur'an memuat aturan-aturan kehidupan manusia di dunia. Al Qur'an merupakan petunjuk bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Di dalam al Qur'an terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman. Al

1 Chairul Uman, Ushul Fiqih 1, Bandung: Pustaka Setia, 1998, hlm. 32-33

(4)

Qur'an merupakan petunjuk yang dapat mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju jalan yang terang

2.2.Keutamaan Al-Qur’an

Allah swt. akan memuliakan orang yang menjadi Ahlulqur’an dengan membaca, menghafal, dan mengamalkannya dengan berbagai macam keistimewaan di dunia dan

akhirat. Rasulullah SAW. memberikan keistimewaan terhadap para penghafal Al-Qur’an melalui sabda beliau:

“Ahlulqur’an adalah keluarga dan orang-orang khusus di sisi Allah”(H.R. Nasai dan

Ibnu Majah)

Ahlulqur’an adalah orang-orang terdekat dari Allah swt. karena keagungan atas apa yang mereka miliki. Bagaimana tidak? Mereka mempelajari ilmu yang agung, ilmu yang paling mulia dan paling terhormat kedudukannya.

Demikian pula para sahabat yang memiliki hasrat yang kuat untuk membaca dan menghafal Al-Qur’an. Bahkan Rasulullah saw. memberikan tempat yang lebih tinggi kepada seorang di antar mereka dengan hafalan Qur’annya. Rasulullah bersabda:

“Yang menjadi imam sholat di antara sekelompok kaum muslimin adalah yang paling

qori’(paling banyak hafalannya) terhadap Kitabullah” (H.R. Muslim)

2.3.Pengertian Sains

Ilmu pengetahuan alam atau Sains merupakan terjemahan kata-kata inggris

yaitu natural science artinya ilmu yang mempelajari tentang alam. Sehubungan dengan

itu Darmojo, menyatakan bahwa Ilmu Pengetahuan Alam atau Sains adalah

pengetahuan yang rasional dan obyektif tentang alam semesta dengan segala isinya3

(5)

2.4.Hubungan Al-Qur’an Dengan Sains

Al-Qur’an adalah mu’jizat Islam yang kekal dan mu’jizatnya selalu diperkuat dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Al-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT. kepada Rasulullah Muhammad SAW. untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju jalan yang terang, serta membimbing mereka ke jalan yang lurus.4

Salah satu ciri yang membedakan Islam dengan yang lain adalah penekanannya terhadap masalah ilmu (sains). Al-Qur’an dan Hadits mengajak kaum muslim untuk mencari dan mendapatkan ilmu dan kearifan, serta menempatkan orang-orang yang berpengetahuan pada derajat yang tinggi.

Dalam al-Qur’an kata al-‘ilm dan kata-kata jadiannya digunakan lebih dari 780 kali. Beberapa ayat pertama yang diwahyukan kepada Rasulullah SAW., menyebutkan pentingnya membaca, pena, dan ajaran untuk manusia.5 Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat al-‘Alaq ayat 1-5:

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah

menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.6

Tidak hanya dalam al-Qur’an saja yang membahas pentingnya ilmu pengetahuan, bahkan banyak di dalam Hadits Rasulullah SAW. juga ada pernyataan-pernyataan yang memuji ilmu dan orang yang terdidik. Sejumlah Hadits mengenai hal ini dinisbatkan kepada Nabi SAW. yang beberapa di antaranya: “Mencari ilmu itu wajib bagi setiap

4 Mudakir AS, Studi Ilmu-ilmu Qur’an, (Bogor : Pustaka Litera antarNusa, cet. 10, 2007), hlm. 1

5 Mehdi Golshani, Filsafat Sains menurut Al-Qur’an, terj. oleh: Agus Effendi, (Bandung: Mizan, 2003), hlm. 1.

(6)

muslim”, “Carilah ilmu sampai ke negeri Cina”, “Para Ulama itu adalah pewaris Nabi”.7

Hal di atas menunjukkan bahwa betapa ajaran Islam sudah memperhatikan tentang pentingnya IPTEK dan menyuruh kepada kaum muslimin untuk berusaha mengembangkannya. Tentunya perkembangan IPTEK juga harus diimbangi dengan Iman dan Taqwa. Karena IPTEK yang tidak diiringi dengan Iman dan taqwa, hanya akan menyebabkan kerusakan.

Sebelum al-Qur’an turun, yang menguasai ilmu itu hanyalah tokoh-tokoh agama,

pemuka masyarakat, ahli hikmah dan filosof. Ilmu itu pun diwarnai khurafat yang digunakan untuk maksud-maksud tertentu, seperti untuk mengeksploitasi sesama manusia atau menipu yang bodoh.8

Ketika al-Qur’an datang, ilmu mempunyai tujuan mulia yaitu untuk kebaikan dan kemaslahatan manusia. Karena itu, setiap muslim diwajibkan menuntutnya. Sebagai disebutkan dalam hadits:

ِمْلِعْلا ُبَلَط

ٍةَمِلْسُم َو ٍمِلْسُم ِ لُك ىَلَع ٌةَضْيِرَف

Mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim laki-laki dan muslim perempuan.”

Dari al-Qur’an lahir berbagai cabang imu pengetahuan seperti tajwid, nahwu, sejarah, tafsir, dan sebagainya. Karena itu, dapat disebutkan bahwa al-Qur’an merupakan induk segala ilmu. Kemudian melalui orang-orang Islam, ilmu pun berkembang dan menyebar.[5]

Sifat ilmu pengetahuan adalah dapat diterima oleh rasio atau akal. Al-Qur’an memberikan penghargaan yang amat tinggi terhadap akal. Tidak sedikit ayat al-Qur’an yang menganjurkan dan mendorong manusia agar mempergunakan pikiran dan

7 Abuddin Nata, Al-Qur’an dan Hadits, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1994), hlm. 176

8 Muhammad Faiz Al-Math, Keistimewaan-keistimewaan Islam, terj. oleh: Masykur Halim, Ubaidillah, (Jakarta:

(7)

akalnya. Dengan penggunaan akal dan pikiran tersebut ilmu pengetahuan dapat diperoleh dan dikembangkan. Allah SWT. berfirman dalam surat ar-Rum: 8



“Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak

menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya melainkan dengan

(tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. dan Sesungguhnya kebanyakan di

antara manusia benar-benar ingkar akan Pertemuan dengan Tuhannya”.

Al-Qur’an sesungguhnya tidak membedakan antara ilmu agama Islam dengan ilmu umum. Yang ada dalam al-Qur’an adalah ilmu. Pembagian adanya ilmu agama

Islam dan ilmu umum merupakan hasil kesimpulan manusia yang mengidentifikasi ilmu berdasarkan sumber objek kajiannya. Ilmu-ilmu tersebut seluruhnya pada hakikatnya berasal dari Allah, karena sumber-sumber ilmu tersebut berupa wahyu, alam jagat raya, manusia dengan perilakunya, akal pikiran dan intuisi batin seluruhnya ciptaan dan anugerah Allah yang diberikan kepada manusia.

Terdapat perselisihan pendapat antara para ulama yang telah lama berlangsung mengenai hubungan al-Qur’an dan sains. Dalam kitab Jawahir al-Qur’an, Imam al-Ghazali pada bab “Munculnya Ilmu-ilmu Klasik dan Modern dari al-Qur’an” menerangkan bahwa seluruh cabang ilmu pengetahuan yang terdahulu dan yang kemudian, yang telah diketahui maupun yang belum, semua bersumber dari al-Qur’an. Imam Suyuthi juga memiliki pandangan yang sama dengan Imam al-Ghazali.9 Dalam bukunya al-Ithqan fi ‘Ulum al-Qur’an, beliau berpendapat bahwa al-Qur’an mencakup seluruh ilmu klasik dan modern.

(8)

Dalam hal ini, perlu untuk menyebutkan bahwa motif para ulama terdahulu dalam memandang al-Qur’an sebagai sumber seluruh ilmu itu lahir dari keyakinan terhadap komprehensifnya al-Qur’an. Akan tetapi, para ulama sekarang, di samping meyakini hal ini, mereka lebih menekankan pembuktian akan keajaiban al-Qur’an dalam bidang keilmuaan. Oleh karena itu, mereka mencoba mencocokkan al-Qur’an dengan penemuan-penemuan sains kontemporer.

Al-Qur’an semakin laris dikaji oleh para ilmuwan terutama masyarakat nonmuslim. Terbukti, al-Qur’an banyak memberikan informasi tentang IPTEK yang

semakin hari semakin nyata lewat kajian dan percobaan yang mengagumkan. Sebagai contoh, hasil percobaan pemotretan atas pegunungan di Nejed (Arab Saudi) oleh Telster (Satelit Amerika Serikat) ternyata diketahui bahwa gunung-gunung yang tampak di mata kita seolah tetap, sesungguhnya gunung-gunung itu berarak sebagaimana mega. Firman Allah SWT dalam surat an-Naml: 88.

“Dan kamu Lihat gunung-gunung itu, kamu sangka Dia tetap di tempatnya, Padahal

ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan

kokoh tiap-tiap sesuatu; Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu

kerjakan”.

Jangkau pengamatan empirik dan rasio kita terlalu lemah, dan akal kita tidak mampu mencerna bahwa gunung-gunung sedahsyat itu yang tertancap di bumi, dikatakan dalam al-Qur’an berjalan sebagaimana awan. Tetapi ternyata hal itu kini telah dibuktikan oleh IPTEK sebagai perpanjangan pengamatan manusia.

(9)

dengan penuh keimanan semua isi al-Qur’an yang menyangkut IPTEK, baik itu sudah terbukti atau belum. Manusia dan IPTEK masih harus bekerja keras untuk membuktikan formula-formula al-Qur’an. Kitab ini memang sungguh tidak akan ada habisnya menyajikan ilmu Allah itu. IPTEK menjelaskan fenomena alam semesta, dan alam semesta membuktikan kebenaran al-Qur’an.10

Sebagian dari ulama berpendapat bahwa tidak ada penemuan baru sains yang tidak diramalkan oleh al-Qur’an. Misalnya, al-Thanthawi, dalam tafsir al-Qur’annya, mencoba menyarikan hasil-hasil ilmu kealaman dari al-Qur’an dan ia takut tidak bisa

hidup cukup lama untuk menempatkan seluruh penemuan sains dan teknologi di dalam al-Qur’an. Namun, beliau berbahagia karena penemuan-penemuan sains sampai sekarang massih menunjukkan kekuatan profetis al-Qur’an.

3. Penutup

3.1 Kesimpulan

Banyak dalil-dalil dalam Al-Qur’an yang mengajak kaum muslim untuk mencari dan mendapatkan ilmu dan kearifan, serta menempatkan orang-orang yang berpengetahuan pada derajat yang tinggi. Ajaran Islam memperhatikan tentang pentingnya IPTEK dan menyuruh kepada kaum muslimin untuk berusaha mengembangkannya. Tentunya perkembangan IPTEK juga harus diimbangi dengan Iman dan Taqwa.

Al-Qur’an semakin laris dikaji oleh para ilmuwan terutama masyarakat nonmuslim. Terbukti, al-Qur’an banyak memberikan informasi tentang IPTEK yang semakin hari semakin nyata lewat kajian dan percobaan yang mengagumkan. Sebagai contoh, hasil percobaan pemotretan atas pegunungan di Nejed (Arab Saudi) oleh

Telster (Satelit Amerika Serikat).

10 Abdul Majid bin Aziz al-Zindani, dkk., Mukjizat Al-Qur’an dan As-Sunnah tentang Iptek, (Jakarta: Gema

(10)

Hadits merupakan sumber kedua setelah al-Qur’an bagi fiqih dan hukum Islam. Hadits juga merupakan sumber bagi da’wah dan bimbingan bagi seorang muslim, ia juga merupakan sumber ilmu pengetahuan religius (keagamaan), dan sosial yang dibutuhkna umat manusia untuk meluruskan jalan mereka, membetulkan kesalahan mereka ataupun melengkapi pengetahuan eksperimental mereka. Sebagai contoh hadits sebagai sumber ilmu pengetahuan yaitu buah zaitun dan minyaknya.

3.2 Saran

Demikianlah karya tulis ilmiah yang dapat saya susun. Semoga bermanfaat bagi

(11)

DAFTAR PUSTAKA

Abuddin Nata, Abuddin. 1994. Al-Qur’an dan Hadits. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Al-Math, Muhammad Faiz. 1994. Keistimewaan-keistimewaan Islam. Terj. oleh: Masykur

Halim, Ubaidillah. Jakarta: Gema Insani Press.

Al-Qardhawy, Yusuf. 1998. As-Sunnah Sebagai Sumber IPTEK dan Peradaban. terj. oleh: Setiawan Budi Utomo. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Al-Zindani, Abdul Majid bin Aziz, dkk. 1997. Mukjizat Al-Qur’an dan As-Sunnah tentang Iptek. Jakarta: Gema Insani Press.

An-Najar, Zaghlul. 2011. Sains dalam Hadis Mengungkap Fakta Ilmiah dari Kemukjizatan Hadis Nabi. Jakarta: Amzah.

AS, Mudakir. 2007. Studi Ilmu-ilmu Qur’an. Bogor : Pustaka Litera antarNusa. cet. 10. Golshani, Mehdi. 2003. Filsafat Sains Menurut Al-Qur’an. Terj. oleh: Agus Effendi.

Bandung: Mizan.

Nata, Abuddin, dkk. 2005. Integrasi Ilmu Agama dan Ilmu Umum. Jakarta: Raja Grafindo. Shihab, M. Quraish, 1992. Membumikan Al-Qur’an. Bandung: Mizan Pustaka.

Referensi

Dokumen terkait

Herpes genitalis merupakan infeksi pada genital dengan gejala khas berupa vesikel yang berkelompok dengan dasar eritem bersifat rekuren.. Herpes genitalis terjadi pada alat genital

Sumber Penyakit Pengetahuan mengenai sumber penyakit yang sering dapat menyebabkan ikan terserang penyakit, selain sangat membantu dalam upaya pengobatan, juga bermamfaat

Karya tulis Ilmiah yang dimaksud adalah merupakan tulisan ilmiah hasil dari kajian pustaka dari sumber terpercaya yang berisi solusi kreatif dari permasalahan yang

Larutan MOL (mikroorganisme lokal) yang telah mengalami proses fermentasi dapat digunakan sebagai dekomposer dan pupuk cair untuk meningkatkan kesuburan tanah dan sumber unsur

Pedoman ini juga menjadi panduan bagi para Analis Kebijakan dalam menulis suatu karya tulis ilmiah yang baik yang sesuai dengan kaidah-kaidah yang ditentukan. Selain itu juga

Diskusi pembimbingan merupakan halaman interaktif yang merupakan forum bagi peserta dan pembimbing yang berada di dalam satu kelompok/grup. Baik peserta atau

Bahasa gaul tersebut merupakan suatu pertanda bahwa perkembangan bahasa Indonesia dikalangan remaja sangatlah buruk, kerena bahasa gaul juga tidak bisa

Latar Belakang: Mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin merupakan masalah besar bagi negara berkembang. Proses persalinan pada kala I fase aktif