• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karya tulis ilmiah id. docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Karya tulis ilmiah id. docx"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNya sehingga kami dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah kami tentang Pengaruh Berpacaran Bagi Pelajar Siswa Siswi SMA Negeri 12 Bekasi dengan hasil yang begitu memuaskan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu kami daam karya tulis ini. Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih kepada Bu Nurhikmah selaku guru pembimbing yang telah banyak membantu dan memberi nasihat atas Karya Tulis ini. Dan kami juga berterima kasih kepada teman teman yang membantu mencari info untuk karya tulis ini dan terimaksih atas kerja sama kalian. harapan kami semoga karya tulis ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi semua untuk

kedepannya.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman dari kami semua, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

BAB 1

(2)

1.1

Latar Belakang Masalah

Masa remaja adalah masa dimana seseorang sedang mencari jati diri sesungguhnya. Terutama pada pelajar SMA. Sifat lebih ingin mengetahui hal-hal baru dan keinginan menco basegala hal adalah sifat murni yang dialami remaja. Kewajiban pemuda pemudi sebagai bibit bangsa adalah menjadi pelajar yang berguna bagi bangsa dan negara. Sebagai pelajar haruslah mengutamakan prestasi belajar dan fokus dengan impian masing-masing. Padasaat ini prestasi akademik pelajar SMA Negeri 12 Bekasi semakin menurun, banyak hal yang mengganggu kegiatan belajar siswa dan siswi karena kegiatan yang tidak terlalu penting bagi pelajar, seperti bermain games secara berlebihan, kecanduan gadget, pergaula bebas dan salah satunya yang kita akan bahas dalam karya tulis ilmiah ini adalah pacaran yang dialami pelajar masakini.

Fenomena perilaku pacaran di kalangan remaja sudah sangat umum. Hampir sebagian besar remaja yang sekaligus siswa ini telah dan pernah berpacaran, baik remaja kota maupun remaja desa. Hal ini dapat terlihat di salah satu media massa yang membidik anak usia sekolah menengah terkait masalah hubungan antar lawan jenis atau biasa dikenal dengan istilah pacaran. Riset yang dilakukan KPAI di 12 kota di Indonesia tahun 2010, menunjukan bahwa dari 2.800 responden pelajar, 76% perempuan dan 72% laki-laki pernah mengaku berpacaran (Andri Haryanto, 2010). Berpacaran dapat memberikan kontribusi positif maupun negatif bagi remaja yang berpacaran. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Saadatun Nisa (2008), menunjukan bahwa bepacaran dapat memberikan kontribusi positif bagiremaja yang berpacaran. Hasil positif yang didapatkan oleh remaja yang berpacaran adalah ketika mereka dihadapkan oleh suatu konflik, maka jalan untuk menyelesaikan konflik adalah dengan pengendalian diri di antara mereka. Pengendalian diri tersebut di antaranya yaitu kesabaran dan berpikir positif. Selain itu, masa remaja juga merupakan masa yang rentan untuk terpengaruh hal negatif misalnya melakukan bentuk-bentuk perilaku seksual remaja yang beresiko:

gaya pacaran yang tidak sesuai

norma, seks pranikah, kehamilan tidak dikehendaki

(3)

1.2

RumusanMasalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :

1. Apakah definisipacaran?

2. Mengapasiswa-siswi di SMA Negeri 12

Bekasimengalamipenurunanprestasidaritahunketahun?

3. Apakah pacaran dapat mengganggu kegiatan belajar siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 12 Kota Bekasi?

4. Bagaimanabentuk pacaran yang dialamisiswa-siswi SMA Negeri 12 Bekasikelas XI?

5. Seberapabesarkahpacaranberdampakpadaprestasibelajarsiswadansiswi?

6. Bagaimana kah cara mengatasi masalah tersebut?

1.3

TujuanPenulisan

Dari rumusan masalah tersebut dapat diketahui bahwa tujuan penulisan makalah ini adalah :

1. Memahami definisi pacaran.

2. Mencari tahu penyebab siswa-siswikelas XI di SMA Negeri 12 Bekasi mengalami penurunan prestasi dari tahun ketahun.

3. Mengetahui apakah pacaran sebagai penyebab terganggunya kegiatan belajar siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 12 Bekasi.

4. Mengetahaui bentuk pacaran yang dialami siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 12 Bekasi.

5. Mengetahaui dampak pacaran pada presatsi belajar siswa-siswi kelasXI SMA Negeri 12 Bekasi.

6. Membantu mencari solusi atas masalah tersebut.

1.4

Manfaat Penulisan

Dari segenap pendahuluan yang telah dipaparkan, harapan yang ingin diwujudkan dalam karya tulis ilmiah ini tercakup beberapa hal sebagi berikut :

1. Karya tulis ilmiah ini diharapkan berguna untuk memberikan referensi, wawasan dan pengetahuan yang bermanfaat bagi pembacanya.

2. Karya tulis ilmiah ini diharapkan berguna untuk memberikan sumbangan terhadap usaha peningkatan dan pengembangan mutu pendidikan.

(4)

1.5

Hipotesis Penelitian

Sebelum melakukan penelitian akan dicantumkan beberapa dugaan dugaan yang mungkin terjadi, antara lain :

1. Pacaran dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 12 Bekasi.

2. Pacaran berdampak negatif terhadap prestasi belajar siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 12 Bekasi.

3. Pacaran berdampak positif terhadap prestasi belajar siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 12 Bekasi.

4. Pacaran tidak mempengaruhi prestasi belajar siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 12 Bekasi.

5. Pacaran tidak berdampak negatif terhadap prestasi belajar siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 12 Bekasi.

6. Pacaran tidak berdampak positif terhadap prestasi belajar siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 12 Bekasi.

1.6

Metode Penelitian

Metode yang digunakan penulis dalam penulisan makalah ini antara lain : 1. Angket

Dengan memberikan angket kepada subyek penelitian, yaitu siswa-siswi SMA Negeri 12 Bekasi.

2. Wawancara

Dengan melakukan wawancara kepada guru dan murid. 3. Studi elektromedia

(5)

1.7

Lokasi dan Waktu Penelitian

1.7.1 Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 12 Bekasi jalan I Gusti Ngurah Rai

1.7.2 Waktu Penelitian

Penelitian ini dimulai pada tanggal 07 Januari 2016.

Dimulai dari penyebaran angket yang dilaksanakan pada tanggal 07 Januauri sampai 13 Januari 2016.

Wawancara yang dilaksanakan pada tanggal 11 Februari sampai 12 Februari 2016.

1.8

Populasi dan Sampel

1.8.1 Populasi

Populasi adalah keseluruhan objek yang di teliti (Notoatmodjo,2010) Populasi dalam pengertian ini adalah siswa siswi SMA Negeri 12 Bekasi.

1.8.2 Sampel

Didalam melakukan pengambilan data tidak mungkin meneliti semua populasi yang ada di SMA Negeri 12 Bekasi.Jadi diambilah sebuah sample.

Sample adalah suatu bagian dari populasi yang dipilih untuk meneliti sebuah populasi.

Dan yang akan diambil sebagai sample adalah siswa siswi SMA Negeri 12 Bekasi Kelas 11.

Metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Random Sample yaitu dengan mengambil secara acak sampel dari populasi.

(6)

BAB 2

KERANGKA TEORI

2.1

Definisi Pacaran

Definisi pacaran menurut wikipedia Pacaran merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan.Pada kenyataannya, penerapan proses tersebut masih sangat jauh dari tujuan yang sebenarnya. Manusia yang belum cukup umur dan masih jauh dari kesiapan memenuhi persyaratan menuju pernikahan telah dengan nyata membiasakan tradisi yang semestinya tidak mereka lakukan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga, 2002:807), pacar adalah kekasih atau teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta-kasih. Berpacaran adalah bercintaan; (atau) berkasih-kasihan (dengan sang pacar). Memacari adalah mengencani; (atau) menjadikan dia sebagai pacar.Sementara kencan sendiri menurut kamus tersebut adalah berjanji untuk saling bertemu di suatu tempat dengan waktu yang telah ditetapkan bersama.

Definisi Pacaran Menurut Para Ahli

1. Menurut Masland (1997) pengertian pacaran (dating) adalah metode yang diterima orang untuk bertemu orang-orang di seluruh dunia.

2. Menurut Baron & Byrne (1997) pacaran (dating) berarti seorang laki laki dan seorang perempuan pergi keluar bersma-sama untuk melakukan berbagai aktivitas yang sudah direncanakan sebelumnya.

3. Menurut Al-Ghifari (2004) bahwa pacaran secara bahasa berarti saling mengasihi atau saling mengenal. Dalam pengertian luas pacaran berarti upaya mengenal karakter seorang yang dicintai dengan cara mengadakan tatap muka. dipercaya memainkan peran yang penting dalam perkembangan identitas dan keakraban.

(7)

2.1.1

Penyebab Pacaran

Awal dari pacaran bermula ketika remaja masuk dalam tahap pubertas. Bila dilihat dari sudut pandang biologis, pubertas diawali dengan adanya tanda tanda kelamin sekunder yang akan membedakan jenis remaja putra dan putri. Tanda tanda tersebut adalah :

a. Pada anak putra, tumbuh jakun dan dada membidang

b. Pada anak putri, tumbuhnya buah dada dan pinggul melebar

c. Suara anak putra merendah, sedangkan suara anak putri meninggi

Selain tanda tanda kelamin sekunder, terdapat pula tanda kelamin tersier (remaja putri cenderung feminin, remaja putra cenderung jantan).

Dari tanda itulah yang menyebabkan seorang remaja tertarik pada lawan jenisnya. Bila ditinjau secara umum remaja jatuh cinta kepada lawan jenis karena beberapa hal antara lain:

Kelley dalam Burhan Shadiq membagi cinta menjadi tiga macam yaitu : a. Cinta nafsu

Cinta jenis ini cenderung tak terkontrol karena hubungan antara dua orang yang

dikuasai oleh emosi. b. Cinta pragmatis

Cinta jenis ini cenderung dapat mengontrol perasaan. c. Cinta atruistik

Cinta yang disertai kasih sayang yang tak terbatas. Misalnya cinta seorang ibu kepada

anaknya.(2007:35).

Sedangkan dari hasil tanya jawab kami dengan beberapa siswa-siswi, inilah faktor faktor yang mendorong mereka untuk berpacaran:

1 Perkembangan jaman, 2 Pengaruh teman,

3 Ingin memiliki seseorang yang benar-benar dekat dan menemani kapanpun, 4 Dapat dijadikan teman untuk bersaing dalam hal akademik,

(8)

2.2

Pacaran Pada Remaja

Bagi remaja (siswa) pacaran merupakan sesuatu yang sudah biasa dilihat atau juga dilakukan oleh para remaja (siswa).Bahkan sebagian besar remaja (siswa) berpacaran sebagai hal wajib pada masa remaja.Pacaran pada remaja berbeda dengan pacaran sebenarnya yang dilakukan oleh orang dewasa, yaitu berdasarkan tujuan pengerian dan alasan, para remaja berpacaran hanya untuk besenang senang dan mengikuti kekinian saja, bukan seperti tujuan orang dewasa berpacaran untuk menemukan pasangan hidupnya.Jadi inti dari pacaran pada remaja (siswa) tidak terlalu berguna bagi pelajar, yang memiliki kewajiban lebihpenting sebagai pelajar yang baik dan mendapatkan prestasi belajar untuk meujutkan impian masadepan.

2.2.1 Gaya Pacaran Remaja Sekarang

Adanya libido seksualitas yang diberikan Tuhan kepada manusia salah satunya adalah remaja, harus dikelola dengan baik dan benar. Satu sisi kenyataan dalam gaya pacaran remaja menjadikan kasus seksualitas semakin meningkat. Adanya libido seksualitas yang diberikan ALLAH SWT yang tidak mampu dikelola remaja secara benar dan pada saat yang seharusnya dilakukan, hal ini sering menyebabkan kekeliruan yang fatal. Gaya pacaran ke arah yang negatif seperti kissing, berduaan (berkhalwat) menjadi beberapa gaya pacaran remaja awal, pertengahan dan remaja dewasa sekarang ini. Sebagaian remaja tidak tahu dari efek yang dilakukan karena minimnya informasi tentang tanda kasih sayang. Tapi kadang kala ciuman di dahi bisa berlanjut kearah yang lebih jauh. Bagaikan berenang di air yang

deras lama-lama juga terseret arus.

2.2.2 Aktivitas yang Dilakukan

Menurut hasil pengamatan yang kami lakukan di Plaza Dieng, kami menemukan sepasang anak remaja SMA sedang berduaan. Kami mengamati semua hal yang mereka lakukan, mulai dari pegang-pegang, merangkul pacarnya, hingga usaha untuk mencium pacarnya. Maka dari itu, dapat ditarik kesimpulan, bahwa berpacaran itu lebih didasari dengan hawa nafsu daripada rasa cinta dan kasih sayang. Dengan hawa nafsu yang timbul, dapat menyebabkan terjadinya hal-hal yang melanggar aturan agama dan dapat mendekati zina. Aktivitas pacaran memang berbahaya, maka Islam sejak lama sudah mengatur hubungan antara laki dan wanita. Firman Allah swt. :

(9)

Padahal, saat mereka melakukan semua kegiatan di atas, ada Allah yang selalu mengawasi setiap hal yang dilakukan manusia, walau kita bersembunyi di tempat yang tidak terlihat satu orang pun Allah pasti mengetahuinya.

2.3

Pengertian Prestasi Belajar

Pengertian Prestasi Belajar Menurut Wikipedia Prestasi Belajar yaitu hasil yang diperoleh atas usaha belajar.Misalnya prestasi siswa di sekolah menjadi juara umum setiap tahunnya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) (2001:895) “Prestasi balajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yangdikembangkan melalui mata pelajaran, lazimnya ditunjukan dengan nilai yang diberikan olehguru”.

Menurut Para Ahli

1. Menurut Wingkel dalam Darsono (2004:4) belajar adalah suatu aktivitas mental/psikis dalam interaksi dalam lingkungan, yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan pemahaman, keterampilan, dan nilai sikap.

2. Djamarah (2002:13) mengemukakan bahwa belajar adalah serangkai kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interakasi dengan lingkungannya menyangkut kognitif, afektif dan psikomotorik.

3. Slamet dalam Djamarah (2002:13) merumuskan juga tentang pengertian belajar yaitu suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil individu sendiri dalam interasksi dengan lingkungan.

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan dalam diri manusia yang tampak dalam perubahan tingkah laku seperti kebiasaan, pengetahuan, sikap, keterampilan, dan daya pikir.

Prestasibelajar adalah hasil yang dicapai oleh seseorang setelah ia melakukan perubahan belajar, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Di dalam webster’s New Internasional Dictionary mengungkapkan tentang prestasi yaitu:

(10)

Mempunyai arti kurang lebih prestasi adalah standart test untuk mengukur kecakapan atau pengetahuan bagi seseorang didalam satu atau lebih dari garis-garis pekerjaan atau belajar. Dalam kamus populer prestasi ialah hasil sesuatu yang telah dicapai (Purwodarminto, 1979 : 251).

Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar. Prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah diadakan evaluasi.Hasil dari evaluasi dapat memperlihatkan tentang tinggi atau rendahnya prestasi belajar siswa.

2.3.1 Unsur-Unsur Dalam Belajar kinerja yang menunjukan apa yang telah dipelajari.

2. Rangsangan/stimulus

Peristiwa yang merangsang penginderaan pembelajar disebut situasi stimulus. Contoh dari stimulus tersebut adalah suara, sinar, warna, panas, dingin, tanaman, gedung, dan orang. Agar pembelajar mampu belajar optimal maka harus memfokuskan pada stimulus tertentu yang diminati. 3. Memori Pembelajar yang sedang stimulus maka memori yang ada di dalam dirinya kemudian memberikan respon terhadap stimulus tersebut.

2.3.2 Faktor-faktor dalam belajar

Menurut Wasti Soemanto (2003:113) dalam belajar banyak sekali faktor yang mempengaruhi belajar namun dari sekian banyaknya faktor yang mempengaruhi belajar, hanya dapat digolongkan menjadi tiga macam, yaitu:

(11)

Stimulus belajar adalah segala hal di luar individu yang merangsang individu untuk mengadakan reaksi atau pembuatan belajar, misalnya panjangnya bahan pelajaran, kesulitan bahan pelajaran, berartinya bahan pelajaran, berat ringannya tugas, suasana lingkungan eksternal.

b. Faktor-faktor metode belajar

Metode mengajar yang dipakai oleh guru sangat mempengaruhi metode belajar yang dipakai oleh si pelajar maka metode yang dipakai oleh guru menimbulkan perbedaan yang berarti bagi proses belajar, misalkan kegiatan berlatih atau praktek, menghapal atau mengingat, pengenalan tentang hasil-hasil belajar, bimbingan dalam belajar.

c. Faktor-faktor individual

Faktor-faktor individual juga sangat besar pengaruhnya dalam belajar seseorang, misalnya tentang kematangan individu, usia, perbedaan jenis kelamin, pengalaman sebelumnya, motivasi, dan kondisi kesehatan.

2.4

Pengaruh Pacaran Terhadap Prestasi Belajar

Secara langsung maupun tidak langsung Pacaran dapat berpengaruh terhadap prestasi belajar mereka menjadi menurun atau semakin giat belajar, Berpacaran dapat membuat prestasi belajar seorang siswa menurun yaitu, ketika belajar seorang siswa yang berpacaran pasti akan terganggu konsentrasinya untuk belajar karena pasanganya selalu mengirimSMS kepadanya dan siswa tersebut pasti hanya fokus untuk membalas SMS pasangan dan melupakan waktu belajarnya, kemudian siswa yang berpacaran juga dapat membuat malas untuk masuk sekolah di saat bertengkar dengan pasangan atau berpisah dengan pasangan karena malas bertemu denganya di sekolah, mungkin beberapa contoh tadi dapat mewakili dampak negative yang ditimbulkan berpacaran pada saat usia remaja meski masih banyak contoh-contoh lainya.

(12)

Dari beberapa hal diatas seorang remaja (siswa) yang berpacaran hendaknya mendapt bimbingan dari guru terutamanya adalah orang tua sehingga mereka dapat mendapat sisi positif dan terhindar dari sisi negative yang di timbulkan.

BAB 3

PEMBAHASAN

Berdasarkan rumusan masalah diatas akan dibahas beberapa hal yaitu sebagai berikut:

3.1

Tanggapan Orangtua Terhadap Hubungan Pacaran Antar

Siswa Dan Siswi Disekolah

(13)

belajar dan pergaulan siswa-siswi haruslah diketahui orangtua. Hal tentang hubungan siswa dengan teman pergaulannya disekolah, banyak orangtua belum mengetahui dengan jelas.Bagaimana siswa-siswi bergaul dan berhubungan, apakah itu berada didalam batasan atau diluar batasan orangtua layak mengetahui demi anak mereka.Untuk itulah pengawasan dan peran orangtua dirumah sangat lah penting bagi siswa.

Pada penelitia ini akan dibahas lebih mendetail tentang hubungan pacaran yang dialami para remaja ( siswa), bagaimana orangtua siswa menanggapi permasalahan tersebut. Dimuai dari data dan hasil wawancara yang didapatkan bahwa sebagian banyak orangtua siswa-siswi sudah mengetahui dan mengizinkan hubungan pacaran anak anak mereka walaupun masih berstatus pelajar.Dari 15 angket yang disebar sebagian besar para orangtua mengizinkan anak anaknya menjalani hubungan pacaran.Para orangtua berpendapat bahwa anak-anak mereka diperbolehkan pacaran dengan batasan batasan tertentu.“Asal saja tidak keterlaluan” seperti itulah yang dikatakan salah seorang orangtua siswa yang kami wawancarai.

Jadi, dapat disimpulkan bahawa tanggapan para orangtua tentang hubungan pacaran pada siswa-siswi adalah mereka (orangtua) mengetahui bahkan mengizinkan anak mereka untuk berhubungan pacaran disekolah, tetapi dilakukan dengan pantauan dan pengawasan orangtua.

3.2

Peran dan Tanggapan Sekolah Terhadap Hubungan

Pacaran Antar Siswa Dan Siswi di Sekolah

Sekolah adalah tempat yang menjadi rumah kedua bagi pelajar.Disekolah, tanggungjawab orangtua dibebankan seluruhnya kepada sekolah.Peran sekolah selain pembimbing dalam belajar adalah pengawas dalam pergaulan siswa-siswi disekolah. Sehubungan dengan dilakukannya penelitian ini kami mencari tahu apa peran dan tanggapan sekolah mengenai hubungan pacaran antar siswa dan siswi. Kami melakukan pesebaran angket kepada para siswa-siswi SMAN kelas XI dan melaksanakan wawancara kepada pihak sekolah untuk mengetahui tanggapan tentang pacaran antar siswa dan siswi disekolah.

(14)

Sebenarnya sekolah tidak memperbolehkan hubungan yang lebih dari perteman antara siswa-siswi,tetapi siswa lebih memilih tidak peduli dengan hal tersebut. Padahal sekolah mengtakan dampak pacaran yang negative akan membawa nama buruk bagi sekolah dan dapat mencermankan nama baik sekolah pada masyarakat luas. Terlebih lagi jika dihubungkan dengan prestasi belajar siswa yang menurun.

3.3

Tanggapan Guru Terhadap Hubungan Pacaran Antar

Siswa Dan Siswi Disekolah

3.4

Dampak pacaran pada presatsi belajar siswa-siswi kelas

XI SMA Negeri 12 Bekasi.

Referensi

Dokumen terkait

Merokok, terutama pada perempuan yang sudah dimulai sejak remaja, akan menurunkan kadar estrogen di dalam darah sehingga pencapaian densitas puncak tulang akan berkurang,

Seba-gai contoh, bukanlah hal yang tidak biasa pasien yang pulih dari penggantian sendi total untuk menyangkal rasa nyeri tetapi pada pertanyaan selanjutnya akan dengan mudah

Untuk mengetahui pengaruh prestasi belajar mata pelajaran fiqih terhadap pengamalan ibadah siswa kelas VIII bidang shalat lima waktu di MTs Negeri Bangka Barat

Lidah Buaya atau Aloe Vera yang berasal dari bahasa latin Aloe barbadensis Milleer adalah sejenis tumbuhan yang sudah dikenal sejak ribuan tahun silam dan

Sesungguhnya handphone sangat penting bagi para remaja, karena dengan handphone tersebut, para remaja bisa lebih mudah dan lancar untuk berkomunikasi, akan tetapi,

Sikap Orang Tua Terhadap Perilaku Berpacaran Pada Remaja Di Dusun Kalisobo RT 1,2,3 RW 3 Desa Grogol Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo.. Oleh :

Hasil penelitian adalah sinetron “Dari Jendela SMP” memberi dampak negatif kepada penonton remaja, sebagian menilai pacaran di kalangan usia SMP adalah sesuatu yang

Hasil penelitian adalah sinetron “Dari Jendela SMP” memberi dampak negatif kepada penonton remaja, sebagian menilai pacaran di kalangan usia SMP adalah sesuatu yang biasa, lumrah dalam