• Tidak ada hasil yang ditemukan

Compile Dana Pensiun Dana Pensiun

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Compile Dana Pensiun Dana Pensiun"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS PASAR DAN LEMBAGA

KEUANGAN

Disusun Oleh :

Aprisya Falahearlya, 1206215522

Dewi Indira Saskia, 1206214734

Eva Septiana, 1206215283

Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

(2)

Statement of Authorship

Kami yang bertandatangan di bawah ini menyatakan bahwa makalah/tugas terlampir adalah murni hasil pekerjaan kami sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang kami gunakan tanpa menyebutkan sumbernya.

Materi ini tidak/belum pernah disajikan/digunakan sebagai bahan untuk makalah/ tugas pada mata ajaran lain kecuali kami menyatakan dengan jelas bahwa kami menyatakan menggunakannya.

Kami memahami bahwa tugas yang kami kumpulkan ini dapat diperbanyak dan atau dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarisme.

Nama : Aprisya Falahearlya NPM :1206215522

Tandatangan :

Nama : Dewi Indira Saskia NPM :1206214734

Tandatangan :

Nama : Eva Septiana NPM :1206215283 Tandatangan :

Mata ajaran : Pasar dan Lembaga Keuangan

Judul makalah/tugas : Tugas Pasar dan Lembaga Keuangan Tanggal : 3 Oktober 2014

(3)

Governance pensions Funds : Challenge and Potential Solutions

OECD (The Organisation for Economic Co-operation and Development) telah membicarakan mengenai dana pensiun pemerintah sejak tahun 2000 dengan berpedoman pada topik yang diterima oleh Organisasi Pekerja atas dana pensiun swasta pada tahun 2001 yang menghasilkan Rekomendasi OECD di tahun 2005. Semenjak itu, pemerintah terus melakukan perbaikan dan membuat berbagai kebijakan serta beberapa negara berinisiatif membuat regulasi yang memperkuat pengelolaan dana pensiun dengan berpedoman pada OECD.

Rencana dan dana pensiun swasta melibatkan kontrol manajerial atas organisasi dan bagaimana mereka mengaturnya termasuk akuntabilitas dari manajemen. Tujuan utama dari dana pensiun pemerintah (dikelola oleh pemerintah) adalah untuk meminimalisir masalah atau konflik kepentingan yang bisa timbul di antara anggota dana pensiun dengan pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan dana pensiun. Di sini, tata kelola pemerintahan yang baik sangat berperan dalam menciptakan kinerja dana pensiun yang optimal dengan tetap menjaga agar biaya yang dikeluarkan rendah. Beberapa dampak positif dari tata kelola pemerintahan yang baik adalah menciptakan kepercayaan di antara seluruh stakeholders, mengurangi kebutuhan atas praturan yang bersifat menentukan, dan memfasilitasi kebutuhan akan supervisi. Disamping dampak positif tentu adapula dampak negatif bahwa dana pensiun berdasarkan tata kelola pemerintahan yang baik berbasis risiko, sebab semakin canggih strategi investasi dana pensiun yang digunakan maka semakin ketat pengawasan oleh pemerintah dan semakin sulit persyaratan administratif yang ditentukan.

(4)

asosiasi pensiun yang ada di Denmark, Finlandia, Hungaria, Italia, Jepang, Norwegia, Polandia, Belanda, dan Swiss. Sebagian besar dana pensiun di negara tersebut memiliki badan pemerintahan tunggal yang anggotanya biasanya dipilih dari pengusaha dan karyawan. Tetapi di Jerman dan Belanda, mereka memiliki badan pemrintahan berganda. Di Jerman, ada dewan pengawas yang bertanggung jawab untuk memilih dan memantau dewan manajemen, yang pada gilirannya bertanggung jawab untuk semua strategi keputusan. Yang kedua adalah kontraktual yang terdiri atas aset terpisah tanpa memiliki kepribadian hukum serta kapasitasnya diatur oleh sebuah entitas yang terpisah, biasanya lembaga keuangan seperti bank, perusahaan asuransi, atau perusahaan pengelola dana pensiun. Contohnya di Spanyol, Rebublik Ceko, Meksiko, Portugal, Slovakia, Turki, Italia, dan Polandia.

Sebuah studi di Inggris mengatakan bahwa tata kelola pemerintahan yang baik membawa manfaat tidak langsung terhadap dana pensiun. Tata kelola pemerintahan yang baik mampu mengurangi biaya atas regulasi yang berlebih dan dapat memfasilitasi kebutuhan supervisi oleh otoritas. Selain itu juga terdapat dampak kolateral positif terhadap efisiensi ekonomi secara meluas, memperkuat peran pendanaan, serta meningkatkan pendapatan investasi. Hubunga positif antara dana pensiun dengan tata kelola pemerintahan yang baik telah diakui oleh Clapman et al (2007) dari perspektif Amerika.

Belakang ini, berbagai penelitian telah mengidentifikasi masalah pemerintahan secara general yang memperngaruhi industri dana pensiun secara luas dan mendalam. Penelitian tersebut menemukan bahwa praktik pemerintahan mengalami perbaikan dan peningkatan tapi masih ada masalah yang tidak hilang – hilang. Sebuah survey oleh Mercer (2006) menemukan bahwa kekurangan sumber daya termasuk keahlian dan kelemahan keterlibatan lokal merupakan tantangan paling utama yang dihadapi perusahaan multinasional dalam mencapai tujuan global penisun pemerintahnya. Survey yang dilakukan oleh The UK Pensions Regulator’s (TPR) menemukan bahwa terdapat tantangan terkait dana penisun pmrintah, yakni pada manajemn risiko, kontrol internal,, serta pengelolaan administrasi. Di Irlandia, badan pensiun melakukan tinjauan atas struktur pengurus pada tahun 2006 kemudian menemukan bahwa kelemahan dana pensiun terletak pada konflik kepentingan antar pengurusnya.

(5)

Bagi negara yang masyarakatnya berpendidikan rendah dan tidak terlalu tertarik pada masalah dana pensiun, menjadi insentif tersendiri bagi perusahaan pengelola dana pensiun untuk menyiapkan kampanye pemasaran yang meski membutuhkan biaya yang cukup besar tapi bisa bisa meraih pembayaran fee dan biaya administrasi yang tinggi dari anggota rencana dana pensiun.

Pada kesimpulannya, tantangan terkait dana pensiun pemerintah ada pada kepercayaan dan sistem kontrak. Pertama, kepercayaan pada pengurus dan fidusia terbatas sebab kurangnya pengetahuan dan pelatihan serta pengalaman para pengurus tentang dana pensiun. Kedua, konflik kepentingan tetap masih ada baik antar badan maupun relasinya dengan pngurus komersial independen.

Para pembuat kebijakan di negara – negara anggota OECD kini telah melakukan usaha lebih untuk mengatasi kekurangan dari dana pensiun pemerintah antara lain dengan cara membentuk ulang landasan praktik tata kelola pmerintahan, memprbaiki regulasi trkait dana pensiun, serta mnrapkan tata klola pemerintahan yang baik berdasarkan panduan OECD. Berikut beberapa contoh penerapannya :

- Di Australia, lisensi pengawas dibuat wajib pada bulan Juli 2006, pertama di Negara Anglo

Saxon. Penilaian persyaratan fit and proper‖ merupakan bagian integral dari proses perizinan.

- Di Brazil, regulator mengeluarkan resolusi # 13 pada Januari 2005, yang meliputi satu set prinsip-prinsip dan peraturan tentang tata kelola dana pensiun.

- Di Kanada, CAPSA memperkenalkan program pensiun pemerintahan pada tahun 2004.

- Di Yunani, pemerintah mengeluarkan aturan baru mengenai pemilihan anggota dewan publik dana pensiun.

- Di Afrika Selatan, FSB dirilis pada bulan Juni 2007 Surat Edaran PF No.130 tentang tata kelola pemerintahan yang baik dari segi pengelolaan dana pensiun.

(6)

- Tanggung jawab anggota dewan tidak jelas, dewan mungkin tidak memiliki pernyataan misi yang jelas dan mungkin terlibat dalam tugas-tugas operasional yang harus diserahkan kepada staf manajemen internal atau penyedia layanan eksternal.

- Seleksi yang dilakukan atas dasar perwakilan stakeholder. Di banyak negara, anggota dewan

sering dipilih berdasarkan status mereka dalam serikat buruh atau majikan daripada berdasarkan kepada mereka yang memiliki pengetahuan spesifik atau pengalaman tentang isu-isu pensiun.

- Kurangnya self-assessment, termasuk kebutuhan akan pelatihan yang sebenarnya cukup tinggi. Badan pemerintahan jarang tunduk menyeluruh terhadap self-assessment review untuk mengevaluasi sejauh mana tujuan mereka telah terpenuhi dan mengusulkan perbaikan metode pengambilan keputusan mereka.

- Konflik kepentingan tidak efektif diidentifikasi dan ditangani. Di banyak negara tidak diperlukan memiliki kode etik untuk mengelola konflik kepentingan dalam dana pensiun.

Hal utama dalam tantangan ini adalah masalah skala yang bisa menjadi perusak utama bagi tata kelola pemerintahan yang baik. Dana pensiun yang kecil tidak dapat mencapai economies of scale sehingga memiliki biaya administrasi yang tinggi. Dana pensiun yang kecil juga kemungkinan didukung oleh pengusaha kecil, yang mungkin kekurangan pekerja dan bahkan kekurangan eksekutif dengan keterampilan dan pengalaman yang relevan untuk duduk di dewan pemerintahan. Tidak mungkin bahwa dana pensiun yang kecil akan dapat mencapai tingkat yang sebanding dengan kinerja optimal yang diharapkan. Dana pensiun yang kecil juga mungkin sulit untuk mengembangkan struktur pemerintahan dan proses yang konsisten dengan ukuran dan misi dana. Mereka mungkin justru lebih mudah terkena konflik kepentingan serta kekeliruan para konsultan dan penasehat eksternal yang mungkin memimpin mereka untuk melakukan investasi berisiko yang mungkin tidak sepenuhnya mereka pahami.

(7)

kepentingan). Manajemen pelanggan atau fiduciary dari dana pensiun, dimana penyedia komersial mengurus bukan hanya operasional tetapi juga beberapa keputusan penting terkait dana pensiun, seperti alokasi aset strategis dan seleksi dan pemantauan eksternal menimbulkan ke-tidak jelas –an apakah penyedia komersial dapat mengelola konflik kepentingan yang melekat pada aktivitas tersebut atau tidak. Salah satu pilihan untuk lebih menyelaraskan insentif dari manajer fidusia agar mau mengelola dana pensiun dengan baik adalah dengan memberikan pilihan untuk membeli saham ekuitas yang cukup besar seperti yang baru-baru ini dilakukan di Belanda. Solusi lain yang telah cukup efektif di beberapa negara yakni dengan melibatkan pengaturan oleh multi-employer, seperti pengaturan tentang dana pensiun pada industri besar yang ada di negara-negara seperti Australia, Denmark dan Belanda. Dana pensiun tersebut pada awalnya didirikan melalui perundingan bersama di tingkat industri, tetapi dalam kasus Australia kini juga terbuka untuk perusahaan dan pekerja di luar industri.

Tanggung jawab utama dari setiap dewan pengelola dana pensiun adalah harus menetapkan sebuah misi yang jelas untuk dana tersebut termasuk tujuan terukur tertentu (misalnya kinerja investasi, tingkat pendanaan, dll) untuk menentukan strategi dalam mencapai tujuan tersebut (misalnya pilih alokasi aset yang luas, memilih antara manajemen internal dan eksternal, dll) dan untuk memantau keberhasilan dana dalam mencapai tujuan tersebut. Dewan pengelola juga perlu mempertimbangkan kecocokan struktur pemerintahan untuk menerapkan strategi jangka panjang. Dalam kebanyakan kasus, dewan harus dibantu oleh komite investasi. Dalam prakteknya kadang-kadang tugas dewan pengurus didefinisikan secara luas dan mungkin diartikan mencakup pengambilan keputusan sehari-hari yang terbaik. Masalah sebaliknya juga hadir di beberapa negara, di mana tanggung jawab dewan tidak lagi sejauh sebagaimana mestinya. Berikut merupakan contoh prektik yang baik :

- Pastikan ketentuan hukum relevan dan dengan jelas mendefinisikan tugas utama dewan pengelola dana pensiun agar fokus pada sasaran utama serta pada keputusan strategis dan fungsional.

(8)

- Mendorong anggota dewan untuk sadar akan kewajiban pemerintahan mereka dan kewajiban melaporkan dokumen penting lainnya yang berkaitan dengan dana pensiun setiap tahunnya.

- Sesuai dengan sumber daya yang tersedia untuk tata kelola dana pensiun, maka dewan pengelola harus mempertimbangkan penggunaan subkomite (seperti komite investasi) untuk memastikan bahwa tujuan utama investasi yang memerlukan pertimbangan dan pengangkatan seorang eksekutif yang bertanggung jawab atas pengelolaan investasi tersebut mampu terpenuhi.

Di hampir semua negara-negara anggota OECD, anggota dewan pemerintahan dana pensiun kerja harus dipilih dengan mensponsori pengusaha dan karyawan, seringkali dalam jumlah yang sama kecuali di negara Canada, Ireland, Mexico, dan the United States. Karyawan atau representasi anggota dapat memastikan keselarasan yang lebih baik dari kepentingan yang mengatur dewan pengelola dengan orang-orang dari penerima dana. Mereka juga dapat bertindak sebagai saluran untuk menyampaikan informasi perencanaan anggota, serta memperkuat akuntabilitas dewan pemerintahan. Disamping itu, muncul pertanyaan mengenai kontribusi representasi anggota dalam membuat masalah terkait orientasi dana pensiun menjadi semakin sulit. Ini mungkin termasuk distorsi investasi dengan cara yang terlalu konservatif. Kekhawatiran lain adalah bahwa rencana pensiun yang sangat dipengaruhi oleh kepentingan perwakilan anggota cenderung memiliki fitur yang mendukung kategori khusus di mana perwakilan tersebut memiliki kepentingan, meskipun mungkin tidak dalam kepentingan peserta program secara luas.

Terkait kriteria ‘fit and proper’, sebagian besar negara telah memperkenalkan kriteria yang mendiskualifikasi individu-individu tertentu dari dewan pengelola dana pensiun. Kriteria spesifik bervariasi di seluruh negara tetapi umumnya mencakup kebangkrutan secara administrasi, catatan pidana, dan bukti lain dari perilaku yang tidak sesuai. Di sisi lain, beberapa negara mengharuskan anggota dewan dana pensiun untuk memiliki kualifikasi tertentu dan pengalaman profesional yang akan memungkinkan mereka untuk menerjakan tugas mereka secara lebih efektif (misalnya Austria, Finlandia, Jerman, Polandia). Selain itu, beberapa negara OECD (misalnya Australia, Belgia, Denmark, Hungaria, Portugal, dan Belanda) telah memperkenalkan persyaratan kesesuaian umum (-fitness‖) untuk anggota dewan pengurus di luar kondisi dasar (seperti catatan kriminal atau insolvensi) yang ada di sebagian besar negara. Beberapa negara (misalnya Perancis, Jepang) tidak memiliki fit and

proper dari

(9)

Secara umum, negara-negara Anglo-Saxon cenderung untuk menerapkan beberapa kriteria ‘fitness’ pada dewan pengurus dana pensiun, meskipun Australia baru-baru ini memperketat persyaratan ini secara signifikan sebagai bagian dari pengenalan rezim perizinan baru diawasi oleh badan pengawas (APRA). Sejak itu, dewan pengurus dana superannuation (atau petugas yang bertanggung jawab dalam kasus wali perusahaan) harus menjelaskan dan memberikan bukti bahwa mereka memenuhi persyaratan ‘fit dan proper’ yang terkandung dalam hukum. Kriteria ‘fitness’ harus dipenuhi pada perusahaan atau dasar kelompok dan termasuk pengetahuan tentang hukum dan penerapan pengetahuan investasi dasar. Kriteria ‘properness’ harus dipenuhi oleh setiap individu (dewan pengurus atau direktur sebuah perusahaan pengurus dana pensiun) secara terpisah.

Inisiatif Act dan TPR telah menyebabkan peningkatan dalam pelatihan dewan pengurus dan pemisahan yang lebih besar dari peran antara dewan pengurus dan perusahaan sponsor. Akibatnya, beberapa direktur keuangan dan senior eksekutif perusahaan lainnya telah mengundurkan diri dari dewan pengawas. Hal ini sendiri bisa menyebabkan besar hilangnya keahlian dewan pemerintahan, namun hal ini telah diimbangi dalam beberapa kasus oleh penunjukan wali profesional yang independen. Dewan Independent merupakan individu tunggal atau wali perusahaan yang menunjuk seorang anggota staf khusus untuk dewan komisaris dana pensiun. Tidak seperti employer dan perwakilan karyawan, dewan independen biasanya dibayar untuk jasa mereka. Meskipun semakin pentingnya dewan independen dan dewan profesional, survei yang dilakukan oleh Pension Regulator Inggris mengenai tata kelola pengawas menemukan bahwa memiliki badan campuran (anggota dan employer dinominasikan) dianggap jauh lebih penting untuk pemerintahan yang baik daripada memiliki dewan independen. Salah satu hambatan untuk penggunaan yang lebih luas dari dewan independen mungkin biayanya. Di Australia misalnya, para pembuat kebijakan mempertimbangkan kehadiran pengawas independen pada umumnya merupakan tanda yang tata kelola pemerintahan yang baik.

Berikut saran untuk meningkatkan komposisi badan pengelola dana pensiun diambil dari Pedoman dan negara OECD yang telah berpengalaman:

- Dorong karyawan / anggota perwakilan yang dicalonkan dengan mempertimbangkan kebutuhan keterampilan dan akuntabilitas kepada peserta program.

(10)

- Pertimbangkan biaya dan manfaat dalam memperkenalkan lisensi untuk entitas trustee (dewan dan korporasi).

- Biarkan dan dorong penggunaan TRUSTEE profesional yang independen.

Salah satu tugas paling sulit dari dewan pengurus adalah untuk memantau kinerja sendiri. Selfassessment dapat membantu dewan pengurus mengidentifikasi kelemahan dalam pemantauan dan pengambilan keputusan kegiatan. Satu masalah potensial lainnya dari badan pengawas ini adalah bahwa mereka memiliki kekurangan kekuatan yang cukup. Salah satu cara untuk meningkatkan kekuatan mereka mungkin dengan memberi mereka tanggung jawab untuk melaporkan setiap pemerintahan atau masalah lain yang mereka deteksi untuk pengawasan dana pensiun yang relevan.

Salah satu solusi potensialnya yang merupakan hasil dari penilaian ekstrenal adalah dengan mengikuti pelatihan atau melibatkanahli independen eksternal ke dalam dewan pengurus. Pelatihan tambahan kemungkinan besar diperlukan untuk dewan pengurus yang belum memiliki pengalaman atau pengetahuan khusus yang menjadi persyaratan. Beberapa regulator juga memberikan insentif langsung untuk papan untuk mengejar pelatihan. Temuan survei menunjukkan bahwa badan di mana dewan pengurus telah memperoleh pengetahuan dan pemahaman tentang bagaimana skema harus dijalankan lebih mungkin untuk dapat mengatur skema mereka dengan baik. Praktek internasional yang baik menunjukkan penilaian dan pelatihan dapat diperbaiki dengan cara berikut yang bisa sangat bermanfaat bagi sistem berbasis percaya untuk:

- Mendorong self-assessment oleh dewan

- Membiarkan pemantauan pihak ketiga dan memberikan kekuasaan kepada badan pengawas

- Memberikan bimbingan pada tingkat dan jenis pengetahuan yang dibutuhkan oleh anggota dewan

- Mendorong pelatihan anggota dewan

- Menyediakan pelatihan gratis

- Memberikan masukan kepada anggota dewan tentang pelatihan mana yang dapat diperoleh

- Menyetujui program pelatihan

- Biarkan dana pensiun untuk membayar pelatihan anggota dewan

(11)

Konflik dapat timbul kapan saja jika keputusan dari anggota dewan mengenai dana pensiun tersebut dapat dianggap dipengaruhi oleh kepentingan pribadi yang terpisah atau kewajiban utang kepada pihak lain, dan bukan untuk pemberian manfaat bagi anggota dana pensiun. Mungkin ada berbagai cara untuk mengelola konflik kepentingan, termasuk penggunaan sejumlah tindakan, atau kombinasi dari pendekatan tersebut. Dewan pengurus harus memastikan bahwa mereka ada di tempat proses yang efektif untuk mengidentifikasi, memantau dan mengelola konflik. Manajemen konflik kepentingan juga dapat dibantu dengan memiliki dewan campuran, mungkin dengan dewan independen.

Tampaknya ada dua cara untuk mengatasi konflik kepentingan, yakni:

 Mengenakan persyaratan hukum untuk representasi tertentu pada dewan pengurus dengan

melakukan pengawasan lalu representasi memeriksa apakah secara nyata dewan pengurus bertindak dalam kepentingan anggota (jika tidak pengawas memiliki hak untuk mengubah komposisi dewan atau menunjuk dewan independen).

 Mendorong representasi campuran tersebut, misalnya menyediakan template untuk dewan yang ideal dan menjelaskan keuntunganbagi mereka.

Selain untuk mengatasi konflik kepentingan yang berasal dari hubungan antara anggota dewan pemerintahan dan konstituennya (pengusaha atau karyawan), peraturan harus mempertimbangkan potensi untuk self-dealing oleh anggota dewan dan staf operasional dana. Transaksi self-dealing terjadi jika kedua belah pihak membuat keputusan yang menyebabkan ke-tidak adil-an langsung maupun tidak langsung. Dewan harus melarang anggota dewan terlibat dalam self-dealing dan harus meminta mereka juga untuk mengatasi potensi konflik kepentingan antara staf internal mereka. Konflik kepentimgan dapat dimasukkan dalam kode etik bahwa semua anggota dewan dan staf operasional harus mematuhi agar tidak terlibat dalam konflik kepentingan. Self-dealing adalah bentuk utama dari konflik peraturan kepentingan yang sedang ditangani di negara-negara di mana dana pensiun tidak berdasarkan pada kepercayaan. Anggota Dewan Manajemen terikat oleh kepentingan entitas pensiun dan:

 mungkin tidak mengejar kepentingan pribadi dalam keputusannya atau menggunakan peluang bisnis yang ditujukan untuk perusahaan bukan untuk dirinya sendiri;

 harus mengungkapkan konflik kepentingan kepada Dewan Pengawas tanpa penundaan dan menginformasikan anggota Dewan Manajemen yang lain;

(12)

 harus memastikan bahwa setiap transaksi dengan perusahaan sesuai dengan standar di sektor dengan transaksi penting yang memerlukan persetujuan Dewan Pengawas. Seluruh anggota Dewan Pengawas juga terikat oleh kepentingan perusahaan.

Selain itu, anggota Dewan Pengawas:

 mungkin tidak mengejar kepentingan pribadi atau peluang penggunaan bisnis ditujukan untuk perusahaan bukan untuk dirinya sendiri;

harus menginformasikan Dewan Pengawas setiap ada konflik kepentingan yang mungkin terjadi akibat dari konsultan atau fungsi direktur dengan klien, pemasok, pemberi pinjaman atau mitra bisnis lainnya.

harus menginformasikan Rapat Umum konflik kepentingan yang telah terjadi bersama-sama dengan solusinya. Hasil sementaranya hanya berupa penghentian mandat anggota Dewan.

 memerlukan persetujuan Dewan Pengawas untuk perjanjian konsultasi dan layanan lainnya serta kontrak untuk bekerja dengan perusahaan.

Berikut merupakan contoh-contoh yang diambil dari praktek internasional yang baik sebagai saran untuk mengatasi kekurangan pemerintahan yang berasal dari benturan kepentingan:

 Membutuhkan kebijakan seperti kode etik untuk mengidentifikasi potensi konflik

kepentingan. Potensi konflik harus diungkapkan dan dicatat dalam risalah rapat dewan;

 Anggota dewanyang berkonflik harus menjauhkan diri dari pemungutan suara pada isu-isu yang melibatkan mereka (dan harus mengundurkan diri sebagai jalan terakhir);

 Pihak berwenang harus memiliki kemampuan untuk menghapus anggota dari dewan atau menunjuk anggota dewan independen jika konflik bertahan dan tidak dapat diselesaikan;

 Seorang anggota dewan independen harus ditunjuk dalam situasi di mana employer

satu-satunya dalam likuidasi;

 Template untuk dewan yang ideal dapat diproduksi (tipe representasi, keterampilan yang dibutuhkan dll);

 Memberitahukan bahwa transaksi antara dana pensiun dan pihak terkait yang mungkin rentan terhadap konflik tersebut dilarang kecuali disetujui oleh otoritas pengawas dengan pembebasan individu, seperti di Amerika Serikat.

(13)

yang menantang untuk dana pensiun dan regulator mereka. Sementara inisiatif regulasi yang dibuat oleh industri baru-baru ini belum mampu memperbaiki keadaan, masih banyak kasus kinerja yang kurang didorong oleh praktik pemerintahan yang baik. Beberapa kasus yang lebih serius dari kegagalan pemerintahan bisa diselesaikan melalui representasi yang lebih seimbang yang dapat dicapai melalui pelatihan serta penggunaan dewan independen, wali profesional (terutama di mana standar ‘fit and proper’ tidak memerlukan pengetahuan dan pengalaman yang spesifik) dan desain serta implementasi kode etik yang efektif dalam menangani konflik kepentingan. Di negara-negara dengan pasar dana pensiun sangat terkonsentrasi, otoritas pengawas dana pensiun juga dapat memainkan peran sentral dalam pengawasan dana pensiun pemerintahan.

Selain memecahkan tantangan tata kelola ini, regulator dan asosiasi industri juga harus bekerja sama untuk mempromosikan dana pensiun dalam ukuran yang cukup besar untuk memfasilitasi pemerintahan mereka. Dana pensiun yang lebih kecil memiliki cacat pemerintahan, karena mereka cenderung memiliki biaya manajemen yang lebih tinggi dan akses lebih terbatas ke dewan. Oleh karena itu langkah penting untuk meningkatkan tata kelola dana pensiun, mengingat potensi hukum dan logistik masalah. Dalam hal ini, pembuat kebijakan dapat mempertimbangkan untuk mempelajari pengalaman Australia di wali perizinan yang telah mempercepat pertumbuhan keanggotaan dan aset dana pensiun industri nirlaba yang cukup besar dan dana eceran (atau terbuka) yang mengarah ke konsolidasi yang cepat dari pemain industri terbesar.

Pension Fund Performance

(14)

Sebagian besar sistem pensiun kerja (yaitu negara-negara OECD) termasuk dalam makalah ini menggunakan sebuah metodologi penilaian berdasarkan nilai pasar. Di Amerika Latin, ada peraturan wajib di setiap negara untuk penilaian aset pensiun. Namun demikian, mereka sebagian besar didasarkan pada harga pasar. Di antara Eropa Paskah Tengah dan negara-negara, penilaian aset dana pensiun di pasar harga adalah aturan umum kecuali di Republik Ceko dan Estonia yang telah mengikuti kriteria yang berbeda untuk menghargai bagian dari portofolio mereka. Sebagai akibat dari perbedaan dalam kerangka pelaporan dan metodologi penilaian, serta perbedaan dalam lingkungan peraturan, dalam kerangka waktu sistem pensiun mereka dan, yang paling penting, karena perbedaan efisiensi investasi dan karakteristik istimewa dari setiap sistem pensiun negara.

Perhitungan investasi berdasarkan Sharpe ratio. Sharpe ratio mengukur excess return dari strategy investasi yang digunakan dalam sebuah negara. . Sayangnya, konsep yang sederhana ini relatif memiliki banyak komplikasi praktis: (1) yang benar-benar aset tanpa risiko mungkin tidak ada di beberapa negara; (2) ada perbedaan dalam jangka waktu investasi; dan (3) harus mempertimbangkan perhitungan aset mata uang asing sebagai aset tanpa risiko, seperti T-bill atau T-bond.

Dana pensiun umumnya underperformed terhadap portofolio hipotetis dengan tertinggi (rata-rata) kembali untuk tingkat resiko tertentu ( yaitu sebuah perbatasan ex-post efisien). Menariknya, analisis menunjukkan bahwa di beberapa negara pembatasan investasi memiliki dampak negatif pada kinerja.

Pension Funds Investment in Infrastructure a Survey

OECD Proyek Infrastruktur 2030, yang diterbitkan pada 2006/7, sudah diakui semakin pentingnya kebutuhan investasi untuk tahun 2030 untuk infrastruktur di bidang telekomunikasi, listrik, air dan transportasi, sementara menyoroti pada saat yang sama gagasan tentang "gap infrastruktur" muncul . Untuk menjembatani hal ini "gap infrastruktur" investor institusi diidentifikasi sebagai salah satu kandidat yang paling menjanjikan dan diputuskan untuk melanjutkan ulasan peluang dan hambatan bagi investasi di bidang infrastruktur dari sudut pandang dana pensiun.

(15)

Negara-negara utama yang telah dilakukannya penelitian tersebut adalah Australia, Kanada, Korea Selatan, Amerika Serikat dan berbagai yurisdiksi di seluruh Eropa.

Tujuan dari penelitian berbasis survei ini adalah untuk memahami masalah utama yang dihadapi oleh dana pensiun ketika berinvestasi di bidang infrastruktur. Untuk melakukannya, analisa singkat evolusi infrastruktur dan pensiun pasar dana di masing-masing negara dilakukan. Atas dasar hambatan untuk investasi diidentifikasi dalam studi ini beberapa inisiatif kebijakan yang diusulkan.

Fokus dari penelitian ini adalah terutama pada (tidak terdaftar) investasi ekuitas yang diberikan dinamika dan driver yang mendasari investasi dana pensiun dalam infrastruktur utang dan mata pelajaran yang berbeda yang terlibat dalam keputusan investasi yang berbeda.

Analisis terstruktur pada negara-oleh-negara untuk menggarisbawahi berbagai tahap evolusi investasi di bidang infrastruktur dan masalah spesifik yang dihadapi dan solusi yang diusulkan di setiap pasar. Meskipun perkembangan masing-masing pensiun dan infrastruktur pasar telah mengambil jalan yang unik, mereka dapat memberikan contoh yang berguna dan pelajaran dalam memahami potensi pasar investasi infrastruktur saat ini berkembang di negara-negara lain.

Temuan terutama didasarkan pada wawancara dengan para profesional industri sebagai sumber data yang ada terbatas, terutama yang berkaitan dengan kebijakan investasi infrastruktur dan manajemen risiko. Informasi yang diperoleh dalam wawancara pelengkap yang diperoleh dari kajian literatur, laporan tahunan dana pensiun yang dipilih, dan analisis dari sumber data yang tersedia.

(16)

Masukan untuk laporan ini juga menggabungkan nasihat dan bimbingan dari para peserta dalam Kelompok Pengarah Proyek OECD, serta bekerja dan publikasi Direktorat garis OECD.

Penelitian dilakukan oleh OECD Program Futures International. Penulis utama adalah Raffaele Della Croce, bekerja di bawah arahan Barrie Stevens dan Pierre-Alain Schieb. Komentar berharga juga diberikan oleh John White. Hyung Woo soo melakukan penelitian dan wawancara untuk studi negara Korea.

Krisis keuangan telah memperburuk kesenjangan infrastruktur semakin mengurangi ruang lingkup untuk investasi publik, sementara pada saat yang sama yang mempengaruhi sumber-sumber tradisional modal swasta. Investor institusional seperti dana pensiun karena itu dapat memainkan peran yang lebih aktif dalam menjembatani kesenjangan infrastruktur.

Laporan OECD Infrastruktur 2030 (volume 1 dan 2) diterbitkan pada 2006/2007, diperkirakan kebutuhan infrastruktur global untuk 2030 berada di urutan US $ 50 tn. The International Energy Agency juga memperkirakan bahwa beradaptasi dan mengurangi dampak perubahan iklim selama 40 tahun ke depan hingga 2050 akan membutuhkan sekitar US $ 45 tn atau sekitar US $ 1 tn tahun.

Tingkat seperti investasi tidak dapat dibiayai oleh sumber-sumber tradisional keuangan negara saja. Dampak krisis keuangan telah memperburuk situasi, lebih lanjut mengurangi ruang lingkup untuk investasi publik di bidang infrastruktur dalam anggaran pemerintah. Hasilnya telah menjadi pengakuan luas dari kesenjangan infrastruktur yang signifikan dan kebutuhan untuk jalan yang lebih besar untuk pembiayaan sektor swasta.

Pada sumber-sumber tradisional saat yang sama modal swasta seperti bank, telah menahan pertumbuhan kredit dan selanjutnya dapat dibatasi dalam tahun-tahun mendatang ketika peraturan baru (misalnya Basel III) berlaku.

(17)

- Infrastructure Investment – Why it is important and Why Pension Funds are interested

Kegagalan untuk membuat kemajuan yang signifikan dalam menjembatani kesenjangan infrastruktur bisa membuktikan mahal dalam hal pertumbuhan ekonomi dan hilangnya daya saing internasional. Infrastruktur ekonomi mendorong daya saing dan mendukung pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan produktivitas sektor swasta dan publik, mengurangi biaya bisnis, diversifikasi alat-alat produksi dan menciptakan lapangan kerja.

OECD definisi umum infrastruktur adalah sistem pekerjaan umum di suatu negara, negara bagian atau wilayah, termasuk jalan, jalur utilitas dan bangunan umum. Infrastruktur biasanya digunakan untuk melakukan kegiatan modal jangka panjang yang memberikan layanan penting untuk publik.

Investasi infrastruktur diharapkan dapat menghasilkan arus kas diprediksi dan stabil dalam jangka panjang. Aset infrastruktur biasanya beroperasi di lingkungan persaingan yang terbatas sebagai akibat dari monopoli alami, peraturan pemerintah atau konsesi. Investasi biasanya padat modal dan termasuk aset berwujud yang harus dioperasikan dan dipelihara dalam jangka panjang.

Investasi Dana Pensiun dalam infrastruktur tampaknya proposisi wajar mengingat pertandingan berpotensi baik kepentingan. Dana pensiun semakin melihat investasi infrastruktur (namun investasi masih terbatas).

Investasi infrastruktur yang menarik bagi investor institusi seperti dana pensiun karena mereka dapat membantu dengan investasi kewajiban didorong dan memberikan durasi hedging. Proyek infrastruktur adalah investasi jangka panjang yang bisa cocok dengan durasi panjang kewajiban pensiun. Selain aset infrastruktur terkait dengan inflasi dapat lindung nilai sensitivitas kewajiban dana pensiun 'inflasi.

(18)

harus membuat mereka investor alami dalam waktu kurang likuid, aset jangka panjang seperti infrastruktur.

Meskipun alasan ini untuk meningkatkan minat, investasi kelembagaan sejauh infrastruktur telah cukup terbatas secara keseluruhan. Telah diperkirakan bahwa kurang dari 1% dari dana pensiun di seluruh dunia diinvestasikan dalam proyek-proyek infrastruktur, termasuk investasi langsung di bidang infrastruktur melalui ekuitas perusahaan utilitas yang terdaftar dan perusahaan infrastruktur.

- Evolution of Pension Fund Investment in Infrastructure – Appetite for Infrastructure

Jelas negara yang berbeda berada pada tahapan yang berbeda dalam evolusi investasi dana pensiun di bidang infrastruktur. Survei difokuskan pada dana pensiun di Kanada, Australia, Amerika Serikat, Korea Selatan dan sejumlah dana di Eropa. Negara hasil tertentu adalah sebagai berikut.

Ke depan, dapat diharapkan bahwa kondisi yang menguntungkan seperti pertumbuhan dana pensiun, tren privatisasi dan peraturan berubah, akan terus meningkatkan minat investor institusi pada umumnya, dan dana pensiun khususnya, dalam investasi infrastruktur.

Kanada

Dana pensiun Kanada adalah salah satu investor yang paling aktif di bidang infrastruktur dengan beberapa investor yang memiliki alokasi portofolio infrastruktur ekuitas 10% atau lebih.

Dana pensiun Kanada selama bertahun-tahun telah mampu memperoleh pengetahuan, keahlian dan sumber daya untuk berinvestasi langsung di bidang infrastruktur. Tidak hanya mereka mampu melakukan investasi bersama tetapi juga untuk mengambil peran utama dalam konsorsium, bersaing dengan dana lain dan sponsor keuangan saat penawaran untuk proyek-proyek. Ini juga berarti bahwa investor memiliki rumah sumber daya untuk menghasilkan penelitian dan penilaian risiko mereka sendiri proyek infrastruktur tanpa tergantung pada konsultan eksternal.

(19)

berkorelasi erat dengan perubahan inflasi bertindak sebagai lindung nilai terhadap kenaikan biaya manfaat pensiun di masa depan.

Australia

Dana pensiun Australia - dana pensiun - adalah investor aktif di bidang infrastruktur. Yang pertama dana pensiun Australia mulai berinvestasi di infrastruktur lebih dari sepuluh tahun yang lalu dan telah dibangun sejak maka alokasi yang signifikan untuk sektor (untuk beberapa atas investasi ekuitas 10% dari total portofolio mereka).

Ukuran rata-rata investor Australia tidak memungkinkan mereka dalam banyak kasus memiliki sumber daya yang tepat di tempat untuk berinvestasi langsung di bidang infrastruktur. Jika dana pensiun tidak cukup besar biasanya akan berinvestasi melalui dana tertutup berakhir atau melalui kendaraan terbuka. Infrastruktur umumnya diperlakukan sebagai alokasi yang terpisah dalam portofolio secara keseluruhan.

Amerika Serikat

Dana pensiun AS telah berinvestasi sedikit dalam infrastruktur di masa lalu, memperoleh eksposur terutama untuk sektor energi melalui dana aktif beberapa di negara ini. Perkembangan terkini dalam pasar infrastruktur telah meningkatkan perhatian investor untuk kelas aset ini bagaimanapun, dan investor mengambil pendekatan yang berbeda terhadap investasi di bidang infrastruktur.

Sebagian besar investasi infrastruktur yang dibuat secara oportunistik melalui private equity atau alokasi real estate. Tampaknya ada tren dalam menempatkan infrastruktur sebagai alokasi terpisah program dewasa. Infrastruktur masih dianggap berisiko oleh beberapa investor dari real estate dan ekuitas swasta. Aset infrastruktur sering dimasukkan dalam kelompok alokasi inflasi terkait. Meskipun investasi langsung baru-baru ini beberapa dana pensiun publik, sebagian besar investor AS pensiun berinvestasi dalam infrastruktur melalui dana.

Uni Eropa

(20)

aset tersebut masih terbatas (misalnya 1 sampai 3% alokasi ekuitas dari total portofolio) bahkan jika target telah perlahan-lahan meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Di Eropa dana pensiun memanfaatkan rute pasar tidak langsung untuk memperoleh manfaat dari pengalaman dan keahlian yang ditawarkan oleh manajer investasi infrastruktur. Hanya dana pensiun terbesar memiliki sumber daya yang tepat di tempat untuk berinvestasi langsung di bidang infrastruktur.

Korea Selatan

Di Korea pandangan tradisional infrastruktur adalah sebagai investasi penting dan strategis, baik masyarakat yang utama di mana mungkin ada menjadi kesulitan dalam penggalangan dana. Oleh karena itu investasi di bidang infrastruktur dianggap sebagai tanggung jawab pemerintah. Dengan keterlibatan modal swasta sejak akhir tahun 90-an, peluang investasi baru di sektor infrastruktur yang ditawarkan kepada investor di Korea. Baru-baru ini dana pensiun publik Korea telah agresif berinvestasi di infrastruktur di negara-negara asing.

- Barriers to Investment in Infrastructure

Sebagian besar dari dana pensiun saat ini tidak investor di bidang infrastruktur. Ada beberapa rintangan penting yang harus diatasi sebelum infrastruktur menjadi prioritas kepentingan.

Dalam rangka untuk menarik investasi dana pensiun di bidang infrastruktur dan menjamin keberhasilan dan keberlanjutan investasi dalam jangka panjang, beberapa hambatan untuk kebutuhan investasi yang akan ditangani, beberapa khusus untuk dana pensiun, yang lain yang mempengaruhi investor lebih umum.

(21)

Meskipun hambatan perlu dipertimbangkan dalam konteks masing-masing negara berbeda, hambatan umum untuk investasi dana pensiun dalam infrastruktur meliputi:

Peluang Investasi

a) Kurangnya komitmen politik jangka panjang b) Ketidakstabilan peraturan

c) Fragmentasi pasar antara tingkat yang berbeda dari pemerintah d) Kurangnya kejelasan tentang peluang investasi

e) Biaya penawaran tinggi yang terlibat dalam proses pengadaan proyek infrastruktur f) Peluang investasi infrastruktur di pasar yang dianggap terlalu berisiko

Investor Kemampuan

a) Kurangnya keahlian dalam sektor infrastruktur b) Masalah skala dana pensiun

c) Mis-alignment kepentingan antara dana infrastruktur dan dana pensiun d) Short-termism investor

e) Hambatan peraturan

Kondisi Investasi

a) Persepsi negatif dari nilai infrastruktur

b) Kurangnya transparansi di sektor infrastruktur

c) Kekurangan data pada kinerja proyek-proyek infrastruktur, kurangnya acuan

- The Infrastructure Gap

Kebutuhan infrastruktur dari negara-negara OECD dan besar negara-negara non-OECD, seperti China, India dan Brasil tumbuh. Untuk sebagian besar, ini ada hubungannya dengan pertumbuhan ekonomi, suatu kurangnya investasi umum di masa lalu dan tantangan baru seperti perubahan iklim.

(22)

dampak perubahan iklim selama 40 tahun ke depan hingga 2050 akan membutuhkan sekitar USD 45 triliun atau sekitar Rp 1 triliun per tahun.

Tingkat seperti investasi tidak dapat dibiayai oleh sumber-sumber tradisional keuangan negara saja. Dampak krisis keuangan memperburuk situasi lebih lanjut mengurangi ruang lingkup untuk investasi publik di bidang infrastruktur dalam anggaran pemerintah. Hasilnya telah menjadi pengakuan luas dari kesenjangan infrastruktur yang signifikan dan kebutuhan untuk jalan yang lebih besar untuk pembiayaan sektor swasta.

Konsekuensi lebih lanjut dari krisis adalah hilangnya beberapa aktor penting yang aktif di pasar infrastruktur seperti asuransi monoline di pasar modal. Pada sumber-sumber tradisional saat yang sama modal swasta seperti bank, telah menahan pertumbuhan kredit dan selanjutnya dapat dibatasi dalam tahun-tahun mendatang ketika peraturan baru (misalnya Basel III) berlaku.

Investor institusi - dana pensiun, perusahaan asuransi dan reksadana - mungkin memainkan peran yang lebih aktif dalam menjembatani kesenjangan infrastruktur. Dengan lebih dari Rp 65 triliun aset yang dimiliki pada akhir tahun 2009 di negara-negara OECD saja, investor institusi bisa menjadi sumber utama modal, pembiayaan jangka panjang, kegiatan produktif yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan, seperti energi dan infrastruktur proyek-proyek hijau.

- Importance of Infrastructure

Proyek infrastruktur bukanlah tujuan pada dirinya sendiri. Sebaliknya, mereka adalah cara untuk memastikan pengiriman barang dan jasa yang mendorong kemakmuran dan pertumbuhan dan berkontribusi terhadap kualitas hidup, termasuk kesejahteraan sosial, kesehatan dan keselamatan warga, dan kualitas lingkungan mereka.

Mengatasi tantangan perubahan iklim dan "pertumbuhan hijau" lebih umum akan memerlukan pergeseran dari bahan bakar fosil dan teknologi konvensional dengan teknologi dan infrastruktur bersih baru (di lintasan saat ini, emisi yang berhubungan dengan energi dari CO2 diharapkan meningkat dua kali lipat pada tahun 2050).

(23)

investasi infrastruktur dapat memiliki efek pada pertumbuhan atas dan di atas yang timbul dari menambah persediaan modal (OECD 2009).

Efek ini dapat terjadi melalui sejumlah saluran yang berbeda, seperti memfasilitasi perdagangan dan pembagian kerja, persaingan di pasar, alokasi yang lebih efisien kegiatan ekonomi antar daerah dan negara, difusi teknologi dan penerapan praktek-praktek organisasi baru atau melalui menyediakan akses ke sumber daya baru

Pension Fund Investment In Hedge Fund

Istilah investasi yang dimaksud adalah pendanaan pooled investment , dimana strukturnya adalah private partneship dengan adanya tambahan fee atau biaya terkait jasa yang diberikan. Sedangkan untuk hedge fund sulit untuk dijelaskan karna bentuknya investasi dalam aset yang bervariasi dan digunakan untuk “strategi yang luas. Seiring berjalannya waktu, hedge fund terus mengalami peningkatan yang banyak berasal dari investor institusional. Peningkatann hedge fund ini disebabkan karena setelah bangkrutnya equity market banyak pendanaan pensiun mengadopsi cara baru berinvestasi. Salah satunya adalah banyak pendanaan pensiun yang berusaha menyamakan aset dan hutang untuk menjauhi under-funding dimasa depan. Hedge fund bisa digunakan untuk mengatur, mengurangi dan melindungi dari risiko hutang. Hedge fund juga bisa mengurangi risiko dengan meningkatkan diversifikasi aset (seperti komoditas, properti, dll). Pada intinya hedge fund saat ini merupakan cara baru dalam rangka berinvestasi karena risiko yang dihadapi lebih sedikit daripada risiko dengan cara investasi pada umumnya.

(24)

Dengan adanya hedge fund ini dari supply side, pemerintah tidak perlu membatasi hedge fund karena nantinya manfaat yang didapat dari hedge fund akan berkurang. Yang perlu di lakukan pemerintah adalah mengontrol jalannya hedge fund ini melalui bank investasi dan memperbaiki hukum yang ada saat ini. Dari demand side, pemerintah perlu memperbaiki dengan membatasi investasi pada instrumen investasi yang belum dibuat peraturannya, membatasi investasi pada instrumen yang memiliki risiko tinggi, memonitor sistem investasi melalui lembaga-lembaga investasi pemerintah.

(25)

Sumber

Stewart, F. and J. Yermo (2008), "Pension Fund Governance: Challenges and

Potential Solutions", OECD Working Papers on Insurance and Private Pensions,

No. 18, OECD publishing, © OECD. doi:10.1787/241402256531

Stewart, F. (2007), "Pension Fund Investment in Hedge Funds", OECD

Working Papers on Insurance and Private Pensions, No. 12, OECD Publishing.

doi:10.1787/086456868358

Stewart, F. (2007), " PENSION FUNDS INVESTMENT IN

INFRASTRUCTURE A SURVEY", OECD Working Papers on Insurance and

Private Pensions, No. 12, OECD Publishing. doi:10.1787/086456868358

Antolin, P. (2008), "Pension Fund Performance", OECD Working Papers on

Insurance and Private Pensions, No. 20, OECD publishing, © OECD.

(26)

Referensi

Dokumen terkait

#edangkan berdasarkan %% No! ** Ta No! ** Tahun *33 Dana Pensiun hun *33 Dana Pensiun adalah badan hukum yang adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program

Apabila Mitra Pendiri sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak membentuk Dana Pensiun baru atau tidak menjadi Mitra Pendiri pada Dana Pensiun Pemberi Kerja

II. Dana Pensiun Pemberi Kerja Dengan Program Pensiun Manfaat Pasti.. YANG BERHAK ATAS MANFAAT PENSIUN SYARAT BESARNYA MANFAAT PENSIUN CARA PEMBAYARAN Peserta MPN. Pada

Badan Kerjasama Dana Pensiun Kristen Indonesia (BKS DAPEN KI), dengan jumlah anggota BKS Dapen-KI terdiri dari 15 Dana Pensiun (Lampiran 1). Berdasarkan fenomena penurunan

Pasal 1 butir 4 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1992 menyatakan bahwa dana pensiun lembaga keuangan adalah dana pensiun yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa

Program pensiun yang memberikan formula tertentu atas manfaat yang akan diterima karyawan pada saat mencapai usia pensiun. Atas dasar formula manfaat tersebut besarnya iuran

11 tahun 1992 pasal 1 butir 4 mengatakan bahwa Dana Pensiun Lembaga Keuangan adalah dana pensiun yang dibentuk oleh Bank atau perusahaan asuransi jiwa,

Dana Pensiun yang dibentuk oleh orang atau badan yang mempekerjakan karyawan , selaku pendiri, untuk menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti atau