BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1. Sekilas Tentang E-Commerce
Kehadiran internet yang walaupun masih merupakan industri baru yang dalam fase pertumbuhan, yang masih terus berubah serta penuh ketidakpastian, telah memperkokoh kayakinan akan pentingnya peranan teknologi dalam pencapaian tujuan finansial perusahaan melalui modifikasi dan efisiensi proses bisnis, yaitu dengan memanfaatkan E-commerce.
E-commerce merupakan salah satu keunggulan dari Internet, hingga akhirnya di era sekarang ini (banyak disebut dengan era digital) nampaknya tiada hari yang terlewatkan tanpa mendengar atau membaca kata E-Commerce di berbagai media Informasi.
Ada beberapa sebutan untuk E-Commerce yaitu Internet Commerce atau Ecom atau E-Commerce, atau Immerce, yang pada dasarnya semua sebutan di atas mempunyai makna yang sama. Istilah-istilah tersebut berarti membeli atau menjual secara elektronik, dan kegiatan ini dilakukan pada jaringan Internet. E-Commerce juga dapat berarti pemasangan iklan, penjualan dan dukungan dan pelayanan yang terbaik menggunakan sebuah web shop 24 jam sehari bagi seluruh pelanggannya.
E-Commerce secara luas, tidak sekedar menjual dan membeli, namun juga berarti melayani pelanggan dan berkolaborasi dengan patner bisnis, serta pelaksanaan transaksi elektronis dalam suatu organisasi. Menurut Lou Gerstnet, CEO di IBM, ”E-business merupakan semua hal yang menyangkut masa siklus (cycle time), kecepatan, globalisasi, produktivitas tinggi, penjangkau pelanggan baru, serta antar perusahaan lintas lembaga untuk mencapai keunggulan kompetitif”.
E-commerce digunakan sebagai transaksi bisnis antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain, antara perusahaan dengan pelanggan (customer), atau antara perusahaan dengan institusi yang bergerak dalam pelayanan public. Jika diklasifikasikan, sistem e-commerce terbagi menjadi tiga tipe aplikasi, yaitu:
1. Electronic Markets (EMs). EMs adalah sebuah sarana yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk melakukan/menyajikan penawaran dalam sebuah segmen pasar, sehingga pembeli dapat membandingkan berbagai macam harga yang ditawarkan. Dalam pengertian lain, EMs adalah sebuah sistem informasi antar organisasi yang menyediakan fasilitas-fasilitas bagi para penjual dan pembeli untuk bertukar informasi tentang harga dan produk yang ditawarkan. Keuntungan fasilitas EMs bagi pelanggan adalah terlihat lebih nyata dan efisien dalam hal waktu. Sedangkan bagi penjual, ia dapat mendistribusikan informasi mengenai produk dan service yang ditawarkan dengan lebih cepat sehingga dapat menarik pelanggan lebih banyak. 2. Electronic Data Interchange (EDI). EDI adalah sarana untuk
dalam jumlah besar antara organisasi-organisasi komersial. Secara formal EDI didefinisikan oleh International Data Exchange Association (IDEA) sebagai “transfer data terstruktur dengan format standard yang telah
disetujui yang dilakukan dari satu sistem komputer ke sistem komputer yang lain dengan menggunakan media elektronik”. EDI sangat luas
penggunaannya, biasanya digunakan oleh kelompok detail yang besar ketika melakukan bisnis dagang dengan para supplier mereka. EDI memiliki standarisasi pengkodean transaksi perdagangan, sehingga organisasi komersial tersebut dapat berkomunikasi secara langsung dari satu sistem komputer yang satu ke sistem komputer yang lain tanpa memerlukan hardcopy, faktur, serta terhindar dari penundaan, kesalahan yang tidak disengaja dalam penanganan berkas dan intervensi dari manusia. Keuntungan dalam menggunakan EDI adalah waktu pemesanan yang singkat, mengurangi biaya, mengurangi kesalahan, memperoleh respon yang cepat, pengiriman faktur yang cepat dan akurat serta pembayaran dapat dilakukan secara elektronik.
internet; harga lebih murah mengingat membuat situs di internet lebih murah biayanya dibandingkan dengan membuka outlet retail di berbagai tempat; internet merupakan media promosi perusahaan dan produk yang paling tepat dengan harga yang relatif lebih murah; serta pembelian melalui internet akan diikuti dengan layanan pengantaran barang sampai di tempat pemesan.
2.1.1. Sejarah E-Commerce
2.1.2. Jenis-Jenis E-Commerce
E-commerce dapat dibagi menjadi beberapa klasifikasi yang memiliki karakteristik berbeda-beda, antara lain:
1. Business to Business ( B2B )
B2B menyatakan bentuk jual beli produk atau jasa yang melibatkan dua atau beberapa perusahaan dan dilakukan secara elektronis. Dalam hal ini, baik pembeli maupun penjual adalah sebuah perusahaan dan bukan perorangan. Biasanya transaksi ini dilakukan karena mereka telah saling mengetahui satu sama lain dan transaksi jual beli tersebut dilakukan untuk menjalin kerjasama antara perusahaan itu. Keuntungan yang didapatkan : a. Mempercepat transaksi antara penjual dan pembeli.
b. Menurunkan biaya transaksi kedua belah pihak.
c. Menciptakan pasar baru tanpa dibatasi oleh wilayah geografis.
d. Meningkatkan komunikasi dan kolaborasi antara penjual dan pembeli.
2. Business to Business E-commerce memiliki karakteristik:
b. Pertukaran data (data exchange) berlangsung berulang-ulang dan secara berkala, misalnya setiap hari, dengan format data yang sudah disepakati bersama. Dengan kata lain, servis yang digunakan sudah tertentu. Hal ini memudahkan pertukaran data untuk dua entiti yang menggunakan standar yang sama.
c. Salah satu pelaku dapat melakukan inisiatif untuk mengirimkan data, tidak harus menunggu partnernya.
d. Model yang umum digunakan adalah peer-to-peer, dimana processing intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis.
3. Business to Consumer (B2C)
B2C adalah bentuk jual beli produk yang melibatkan perusahaan penjual dan konsumen akhir yang dilakukan secara elektronis. Perusahaan-perusahaan terkenal yang melayani B2C antara lain adalah Dell (www.dell.com), Cisco (www.cisco.com), dan Amazon (www.amazon.com). Business to Consumer ecommerce memiliki karakteristik sebagai berikut:
a. Terbuka untuk umum, dimana informasi disebarkan ke umum.
c. Servis diberikan berdasarkan permohonan (on demand). Konsumer melakukan inisiatif dan produser harus siap memberikan respon sesuai dengan permohonan.
d. Pendekatan client/server sering digunakan dimana diambil asumsi client (consumer) menggunakan sistem yang minimal (berbasis Web) dan processing (business procedure) diletakkan di sisi server.
2.1.3. Trade Cycles Internet Commerce
Terdiri dari lima tahap yang membentuk putaran (loop):
1. Perancangan System
a. Me-Review (Peninjauan) permintaan proyek b. Memprioritaskan permintaan proyek
c. Mengalokasikan sumberdaya
d. Membentuk tim pengembangan proyek 2. Analisis Sistem
a. Melakukan investigasi permulaan b. Study sistem yang paling mutakhir c. Menentukan kebutuhan users d. Merekomendasikan solusi 3. Desain
a. Memperoleh perangkat keras dan perangkat lunak, apabila diperlukan
a. Melakukan tinjauan sistem sebelum implementasi (post-implementation system review)
b. Mengidetifikasi kesalahan dan peningkatan c. Memantau (monitor) kinerja sistem
5. Implementasi
a. Mengembangkan program, apabila diperlukan b. Memasang (Install) dan mentes sistem baru c. Melatih users
d. Merubah ke sistem baru 2.2. Pengenalan Internet
Internet (Interconected Network) merupakan jaringan komputer yng terdiri dari jaringan independen yang dihubungkan satu dengan yang lainnya. Secara etimologis, internet berasal dari bahasa Inggris yakni Inter berarti antar dan Net yang berarti jaringan sehingga dapat diartikan hubugan antar jaringan.
Sampai saat ini internet sudah menghubungkan lebih dari 1 juta jaringan komputer dengan pemakai lebih dari 100 juta orang. Internet adalah jaringan luas di komputer yang lazim disebut dengan World Wide Web, yang secara ringkas internet adalah sumber informasi dan alat komunikasi serta hiburan.
2.2.1. Network
komunikasi membentuk satu sistem. Dengan network, komputer yang satu dapat menggunakan data di komputer lain, dapat mencetak laporan di printer lain, dapat memberikan berita ke komputer lain walaupun berlainan area. Network merupakan cara yang sangat berguna untuk mengintegrasikan sistem informasi dan menyalurkan arus informasi dari satu area ke area lainnya.
2.2.2. Web Server
Web server adalah internet server yang mampu untuk melayani koneksi perpindahan data dalam protokol http web server dari internet server di samping e-mail. Dikarenakan web server dirancang untuk menampilkan data, dimulai dari teks, hypertext, gambar, yang merupakan keunggulan dari web sehingga web tidak hanya dapat diterima di universitas tetapi di seluruh perusahaan komersial yang dapat menampilkan datanya dalam internet. Macam-macam web server antara lain Apache (Open Source), Xitami, IIS, PWS.
Website (situs web) merupakan alamat (URL) yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan data dan informasi dengan berdasarkan topik tertentu. URL adalah suatu sarana yang digunakan untuk menentukan lokasi informasi pada suatu web server. Situs atau web dapat dikategorikan menjadi 2 yaitu :
2. Web Dinamic, yaitu web yang menampilkan informasi serta dapat berinteraksi dengan user yang sifatnya dinamis.
2.2.3. World Wide Web (WWW)
World Wide Web (WWW) adalah jaringan tak terbatas komputer yang dikategorikan menjadi dua, yaitu Client dan Server dengan menggunakan software khusus membentuk sebuah jaringan yang disebut jaringan client-server. Pada prinsipnya World Wide Web bekerja dengan cara menampilkan file-file HTML yang berasal dari server web pada program client khusus, yaitu browser web. Program browser web pada client mengirimkan permintaan kepada server web, yang kemudian akan dikirimkan oleh server dalam bentuk HTML. F ile HTML berisi instruksi yang diperlukan untuk membentuk tampilan. Perintah-perintah HTML ini kemudian diterjemahkan oleh browser web sehingga isi informasinya dapat ditampilkan secara visual kepada pengguna. (Tutang, 2001)
2.2.4. Pengenalan Text Transfer Protokol (HTTP)
Hyper Text Transfer P rotocol (HTTP) adalah suatu protokol yang menentukan aturan yang perlu diikuti oleh web browser dalam menyediakan dokumen yang diminta web browser. Protokol ini merupakan standar yang digunakan untuk mengakses dokumen HTML. Apabila kita menjelajah salah web dan pada address tertulis http://www.google.com ini merupakan salah satu pengguna protokol HTTP dalam web. (Tutang, 2001)
Hypertext Markup Language (HTML) adalah script dimana kita bisa menampilkan informasi dan daya kreasi kita lewat internet. HTML adalah suatu produk dokumen teks biasa yang mudah dimengerti dibanding bahasa pemrograman lainnya, dan karena itu maka HTML dapat dibaca oleh berbagai platform seperti Windows, Linux, dan Machintos. Kata “Markup Language” pada HTML menunjukkan fasilitas yang berupa tanda tertentu dalam skrip HTML dimana kita bisa mengatur judul, garis, tabel, gambar, dan lain-lain dengan perintah yang telah ditentukan pada elemen HTML.
Penamaan dokumen HTML dapat dilakukan dengan memilih suatu nama, sembarang nama, kemudian menambahkan sebuah ekstensi “.htm” atau “.html” (tanda kutip tidak perlu dituliskan karna digunakan sebagai penjelas
saja).
HTML sendiri dikeluarkan oleh W3C (World Wide Web Consortium), setiap terjadi perkembangan level HTML, harus dievaluasi ketat dan disetujui oleh W3C. Hingga kini versi terakhir HTML yang telah disetujui oleh W3C HTML5
2.3.1. Sejarah Asal Mula HTML
Pada tahun 1980, ISO mengeluarkan standarisasi bahasa markup berdasarkan GML dengan nama Standard Generalized Language (SGML). Pada tahun 1989, Caillau Tim bekerja sama dengan Banners Lee Robert, ketika bekerja di CERN. Mencoba untuk mengembangkan SGML. Dari tangan merekalah lahir HTML (Hyper Text Markup Language) yang kini digunakan untuk memebuat halaman website. HTML ini pertama kali dipopulerkan oleh Browser Mosaic.
Sejak tahun 1990, bahasa ini mengalami perkembangan yang cukup pesat. Apalagi sejak tahun 1996, Wordl Wide Web Consortium (W3C) turut mengembangkan html dan mengeluarkan versi 3.2 Sejak saat itulah html digunakan sebagai bahasa standart internet yang kini dikendalikan oleh W3C.
2.3.2. Struktur Dasar HTML
HTML terdiri dari beberapa bagian yang fungsinya sebagai penanda suatu kelompok perintah tertentu, misalnya kelompok perintah form yang ditandai dengan kode < form> , judul dengan < title> dan sebagainya. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai bagian-bagian HTML perhatikan skema di bawah ini :
<html> <head>
Isi dari halaman web
</body> </html>
Keterangan:
1. Dokumen HTML selalu diawali dengan tanda tag pembuka < html> dan diakhiri dengan tag penutup < /html>
2. Pada elemen head < head> < /head> , kita dapat sisipkan kode-kode untuk menuliskan keterangan tentang dokumen HTML. Atau dapat juga kita sisipkan kode-kode pemrograman web seperti JavaScript, VBScript, atau CSS untuk menambah daya tarik pada situs yang kita buat agar lebih menarik dan dinamis.
3. Elemen body < body> < /body> berisi tag-tag untuk isi atau layout tampilan situs kita, seperti < font> < /font> , < table> < /table> , < form> < /form> .
2.4. PHP (Personal Home Page) 2.4.1. Pengertian PHP
PHP singkatan dari PHP Hypertext P reprocessor yang digunakan sebagai bahasa script server-side dalam pengembangan Web yang disisipkan pada dokumen HTML. Penggunaan PHP memungkinkan Web dapat dibuat dinamis sehingga maintenance situs web tersebut menjadi lebih mudah dan efisien.
2.4.2. Sejarah PHP
PHP diciptakan pertama kali oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1994. Awalnya, PHP digunakan untuk mencatat jumlah serta untuk mengetahui siapa saja pengunjung pada homepage-nya. Rasmus Lerdorf adalah salah seorang pendukung open source. Oleh karena itu, ia mengeluarkan P ersonal Home page Tools versi 1.0 secara gratis, kemudian menambah kemampuan PHP 1.0 dan meluncrukan PHP 2.0.
2.4.3. Kelebihan dan Kelemahan PHP
Kelebihan PHP sebagai bahasa server-side adalah :
1. PHP difokuskan pada pembuatan script server-side, yang bisa melakukan apa saja yang dapat dilakukan oleh CGI, seperti mengumpulkan data form, menghasilkan isi halaman web dinamis, dan kemampuan mengirim serta menerima cookies, bahkan lebih daripada kemampuan CGI.
2. Web Server yang mendukung php dapat ditemukan dimana - mana dari mulai IIS sampai dengan apache, dengan configurasi yang relatif mudah.
3. Dapat digunakan di berbagai mesin (linux, unix, windows) dan dapat dijalankan secara runtime melalui console serta juga dapat menjalankan perintah-perintah sistem.
Adapun Kelemahan PHP adalah :
1. Tidak ideal untuk pengembangan skala besar.
3. PHP memiliki kelemahan security tertentu apabila programmer tidak jeli dalam melakukan pemrograman dan kurang memperhatikan isu dan konfigurasi PHP.
2.4.4. Sintaks PHP
Sintaks Program/Script PHP ditulis dalam apitan tanda khusus PHP. Ada empat macam pasangan tag PHP yagn dapat digunakan untuk menandai blok script PHP:
1. <?php…?>
2. <script language=”PHP”>…</script> 3. <?...?>
4. <%...%> Untuk menuliskan script PHP, ada dua cara yang sering digunakan, yaitu Embedded Script dan Non-embedded Script
a. Emedded Script
Emedded Script adalah script PHP yang disisipkan di antara tag-tag dokumen
HTML. Contoh:
<html> <head>
<title>Emedded Script</title> </head>
?>
</body> </html>
b. Non-Embedded Script
Non-Embedded Script adalah script/program PHP murni. Termasuk tag HTML yang disisipkan dalam script PHP.
Contoh: <?php
echo “<html>”;
echo “<head>”; echo
“<title>Mengenal PHP</title>”; echo “</head>”; echo “<body>”; echo “<p>PHP cukup menyenangkan</p>”;
echo “</body>”; echo “</html>”;
?>
2.5. MySQL
Tiap database memiliki tabel-tabel, tiap table memiliki field-field. Umumnya informasi tersimpan dalam tabel-tabel yang secara logis merupakan struktur-struktur dimensi terdiri atas baris dan kolom.
F ield-field tersebut dapat berupa data seperti int, real, char, date, time, dan lainnya.
2.6. CSS (Cascading Style Sheet)
Yaitu sebagai pelengkap pada HTML. Tugas utama CSS adalah adalah menetapkan aturan tampilan/style yang akan digunakan pada sebuah website. CSS dapat mengubah besar kecilnya text, mengganti warna background pada sebuah halaman, atau dapat pula mengubah warna border pada tabel, dan masih banyak lagi hal yang dapat dilakukan oleh CSS. Singkatnya, CSS digunakan untuk mengatur susunan tampilan pada halaman HTML. Ada tiga jenis cara dalam penggunaan CSS ini, yaitu:
1. External Style Sheet
Adalah CSS yang dibuat dalam file terpisah dengan ekstensi file .css. Untuk memanggilnya menggunakan script html yang disisipkan antara tag head. Pada bagian href tersebut tinggal diisi mengarah ke direktori dimana Anda menempatkan file cssnya. Penggunaan sistem embeding css ini sangat disarankan karena memang banyak kelebihan yaitu mudah untuk melakukan pengeditan, mengatur semantik dan praktis terkumpul dari satu file.
Adalah cara embeding css dengan menulis langsung di dalam file html yang ingin kita atus tampilannya. Penulisan ini disisipkan diantara tag head juga dengan diapit oleh tag style. Berikut ini contohnya :
<style tipe="text/css"> body{ background:#cccccc; font-family:Arial; }
</style>
3. Inline Style Sheet
Adalah penulisan script css langsung pada tag html dengan menambahkan style di dalamnya. Contoh:
<p style= "font-size:20px;">Tulisan yang di atur </p >
2.7. Javascript
kita hubungkan dengan dokumen HTML .Untuk penulisan Javascript di dalam dokumen HTML, penulisan scriptnya bisa kita tulis di dalam tag <head> </head> atau di dalam tag <body></body>. Cara penulisannya ada dengan menuliskan tag <script type="text/javascript>Kode Javascript </script>. Sedangkan apabila kita menggunakan file Javascript yang terpisah, kita bisa menambahkan tag <script type="text/javascript" src="filejavascript.js"></script>.
2.8. Netbeans IDE 8.02
NetBeans selama ini dikenal sebagai IDE (Integrated Development Environment) untuk bahasa pemrograman Java. Tapi ternyata pada perkembangan nya NetBeans juga dapat digunakan untuk bahasa pemrograman lainnya. Bahasa pemrograman yang dapat digunakan pada NetBeans selain Java antara lain C, C++, Phyton, PHP, Ruby, Javascript dan masih banyak lagi lainnya.Untuk PHP, sejak versi 6.5 NetBeans sudah mendukung bahasa pemrograman PHP.Dibandingkan dengan editor PHP lainnya NetBeans memiliki kelebihan antara lain NetBeans adalah software open source jadi tidak perlu khawatir soal lisensi.
2.9. Flowchart
maka dapat dilakukan lebih mudah. Setelah flowchart selesai disusun, selanjutnya pemrogram (programmer) menerjemahkannya ke bentuk program dengan bahsa pemrograman (Irma, 2008).
2.9.1. Simbol-Simbol Flowchart
Flowchart disusun dengan simbol-simbol. Simbol ini dipakai sebagai alat bantu menggambarkan proses di dalam program. Adapun simbol-simbol flowchart tersebut terdapat pada table di bawah ini:
Terminator, fungsinya untuk permulaan / akhir program.
Process, digunakan untuk melambangkan kegiatan pemrosesan input.
Decision, suatu kondisi yang menghasilkan beberapa kemungkinan
Document, merupakan sumbol dari data yang berbentuk kertas maupun informasi.
Off page connector, penghubung
bagianbagian flowchart yang berada pada halaman berbeda
Predefined process, untuk menyatakan sekumpulan langkah proses yang ditulis sebagai prosedur.
Data Flow Diagram adalah model logika data atau proses yang dibuat untuk menggambarkan darimana asal data, kemana tujuan data yang keluar dari sistem, dimana data disimpan, proses apa yang dihasilkan data tersebut dan interaksi antara data yang tersimpan dan proses yang dikenakan pada data tersebut.
Tujuan DFD
1. Memberikan indikasi mengenai bagaimana data ditransformasi pada saat data bergerak melalui system
2. Menggambarkan fungsi-fungsi dan sub fungsi yang mentransformasi aliran data
Fungsi/ Manfaat DFD
1. Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatn model yang memungkinkan profesiaonal sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan suatu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi.
2. DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering dinakan, khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD adlah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi sistem.
analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program.
Kesatuan Luar (External Entity)
Merupakan kesatuan luar di lingkungan luar Sistem yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem.
Proses (Process) Kegiatan dari hasil suatu arus data yang masuk dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan mengubah input menjadi output
Aliran Data (Data flow)
Arus data merupakan tempat mengalirnya informasi
Penyimpanan Data
Algoritma merupakan suatu cara menganalisa (menjelaskan) urutan dan hubungan kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk memecahkan suatu permasalahan sehingg tercapai tujuan yang diinginkan. Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis pada penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis. Masalah dapat berupa apa saaj, dengan catatan untuk setiap masalah ada syarat kondisi awal yang dipenuhi sebelum menjalankan algoritma. Konsep algoritma sering kali disetarakan dengan sebuah resep. Sebuah resep biasanya memiliki daftar bahan atau bumbu yang akan digunakan, urutan pengerjaan, dan bagaimana hasil dari urutan pengerjaan, dan bagaiman hasil dari urutan pekerjaan tersebut. Apabila bahan yang digunakan tidak tertera (tidak tersedia), maka resep tersebut tidak akan dapat dikerjakan. Demikian juga jika urutan pengerjaannya tidak beraturan, maka hasil yang diharapkan tidak dapat diperoleh. Algoritma yang berbeda, dapat diterapkan pada suatu masalah dengan syarat yang sama. Tingkat kerumitan dari suatu algoritma merupakan ukuran seberapa banyak komputasi yang dibutuhkan algoritma tersebut untuk menyelesaikan masalah. Umumnya, algoritma yang dapat menyelesaikan suatu permasalahan dalam waktu yang singkat memiliki tingkat kerumitan yang rendah, sementara algoritma yang membutuhkan waktu
lama untuk menyelesaikan suatu masalah membutuhkan tingkat kerumitan yang tinggi.
2.11.1.Sejarah Istilah Algoritma
Kata algoritma berasal dari latinisasi nama seorang ahli matematika dari Uzbekistan Al Khawarizmi (hiduo sekitar abad ke-9) sebagaimana tercantum pada terjemahan karyanya dalam bahasa latin dari abad ke-12 “Algorithmi de numero Indorum”. Pada awalnya kata algoritma adalah istilah yang merujuk kepada aturan-aturan aritmetis untuk menyelesaikan persoalan dengan menggunakan bilangan numerik arab. Pada abad ke-18, istilah ini berkembang menjadi algoritma, yang mencakup semua prosedur atau urutan langkah yang jelas dan diperlukan untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Masalah timbul pada saat akan menuangkan bagaimana proses yang harus dilalui dalam suatu/sebuah sistem (program) bagi komputer sehingga pada saat eksekusinya, komputer dapat bekerja seperti yang diharapkan. Programmer komputer akan lebih nyaman menuangkan prosedur komputasinya atau urutan langkah proses dengan telebih dahulu membuat gambaran (diagram alur) diatas kertas.
2.12. Diagram Konteks
tersebut tidak memuat penyimpanan data dan tampak sederhana untuk diciptakan, begitu entitas-entitas eksternal serta aliran data-aliran data menuju dan dari sistem diketahui menganalisis dari wawancara dengan user da sebagai hasil analisis dokummen. Context Diagram dimulai dengan penggambaran terminator, aliran data, aliran kontrol penyimpnan, dan proses tunggal yang menunjukkan keseluruhan sistem.