• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gangguan Kepribadian Ambang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Gangguan Kepribadian Ambang"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

Referat

Referat

Gangguan

Gangguan Kepribadian A

Kepribadian Ambang

mbang

Disusun

Disusun

Oleh:

Oleh:

Bara

Bara

Kerinduan

Kerinduan

11.2015.155

11.2015.155

Pembimbing:

Pembimbing:

dr. Desmiarti, Sp.KJ

dr. Desmiarti, Sp.KJ

KEPANITERAAN KLINIK ILM KE!E"ATAN #I$A KEPANITERAAN KLINIK ILM KE!E"ATAN #I$A %A

%AKLTKLTA! KEDOKTEA! KEDOKTERAN RAN NI&ER!ITA! KRI!TNI&ER!ITA! KRI!TEN KEN KRIDA $RIDA $A'ANAA'ANA RMA" !AKIT #I$A DR( !OE"ARTO "EERD#AN

RMA" !AKIT #I$A DR( !OE"ARTO "EERD#AN PERIODE )* Maret )+,- . /+ April

PERIODE )* Maret )+,- . /+ April )+,- )+,-DA%TAR I!I

DA%TAR I!I Daftar

Daftar Isi...Isi... ... 22 Kata

(2)

BAB

BAB I I PENDA!"!AN ...PENDA!"!AN ...#...# BAB

BAB II II PE$BAASAN PE$BAASAN ...5....5 2

2..11.. EEttii%%&&%%ggii 55 2

2..22.. EEppiiddeemmii%%&&%%ggii '' 2

2..33.. PPaatt%%ffiissii%%&&%%ggii '' 2.#.

2.#. (am)aran (am)aran K&inis...K&inis...15...15 2.

2.5.5. DiDiagagn%n%sisis s 1515 2.*.

2.*. Diagn%sis Diagn%sis )anding...)anding...1*...1* 2.

2.+.+. PrPr%g%gn%n%sisis s 1+1+ 2..

2.. -e-erapi...rapi...1+..1+ BAB

BAB III III KESI$P!"AN...KESI$P!"AN...20...20 DA-A/ P!S-AKA

DA-A/ P!S-AKA

KATA

(3)

Pui suur penu&is panatan epada -uan 4ang $aa Esa arena ramat dan aruniaNa ang mem)erian eseatan, ese&amatan, dan mem)im)ing penu&is seingga dapat mene&esaian referat ini dengan )ai dan tepat pada 6atuna.

Pada esempatan ini penu&is uga mengu7apan terima asi epada dr. Desmiarti, Sp.KJ se&au pem)im)ing. -uuan pem)uatan referat ini merupaan sa&a satu sarat dari epaniteraan &ini di /SJ dr. S%eart% eerdan.

Penu&is menadari )a6a pem)uatan referat ini masi )ana eurangan dan masi  au dari sempurna. 8&e arena itu penu&is aan sangat ter)ua dan dengan senang ati

menerima sega&a )entu riti dan saran ang )ersifat mem)angun, seingga referat ini )isa  )erguna )agi semua pia. Air ata penu&is mengu7apan )ana terima asi.

Jaarta, + Apri& 201*

Penu&is

0A0 I

(4)

Kepri)adian ada&a t%ta&itas dari 7iri pri&au dan em%si ang merupaan arater atau 7iri sese%rang da&am eidupan seariari da&am %ndisi ang )iasa. Sifatna sta)i& dan dapat dirama&an. (angguan epri)adian ada&a 7iri epri)adian ang )ersifat tida f&esi)e& dan ma&adaptif ang mene)a)an disfungsi ang )ermana atau penderitaan su)etif. 8rang dengan gangguan epri)adian menunuan p%&a re&asi dan persepsi teradap &ingungan dan diri sendiri ang )ersifat )eraar menda&am, tida f&esi)e& serta )ersifat ma&adaptif.1

$enurut Kurt S7neider se%rang dengan gangguan epri)adian ada&a se%rang ang menuaran dan merugian dirina sendiri dan masaraat arena sifatsifat epri)adian ang %nstitusi%na& itu 9tida diper%&e sesuda indi:idu itu )erem)ang atau )uan arena stres ang )erarti;. K%nstitusi%na& artina ai)at interasi )adania dan psi%&%gi. Dengan demiian maa a&a& ang dapat mene)a)an gangguan epri)adian da&am di7ari da&am dua unsur ini sea masa anaana aitu terutama fat%r eturunan, e&ainan  perem)angan susunan saraf dan %rm%na& serta pengaru &ingungan pada masa ana ana.2 (ea&a gangguan epri)adian ada&a a&%p&asti 9aitu mampu mengadaptasi dan

mengu)a &ingungan esterna&; dan eg%sint%ni 9aitu dapat diterima %&e eg%;, merea dengan gangguan epri)adian tida merasa 7emas tentang pri&au ma&adaptifna arena %rang terse)ut tida se7ara rutin merasaan sait dari apa ang dirasaan %&e masaraat se)agai gea&ana,merea sering a&i dianggap se)agai tida )erm%ti:asi untu peng%)atan dan tida mampan teradap pemu&ian.3

(anggguan epri)adian am)ang ada&a suatu p%&a ang menetap dari etidasta)i&an u)ungan interpers%na&, gam)aran diri dan afe dan impu&si:itas ang nata dimu&ai pada masa de6asa a6a& dan )ermanifestasi da&am )er)agai %ntes. Pene)a) ang pasti gangguan epri)adian ini sendiri masi dipertanaan. Namun, )e&aangan ini para pene&iti terutama di )idang neur%)i%&%gi dan psi%farma%&%gi me&auan pendeatan )i%&%gis ang &e)i menda&am dengan ip%tesis adana eter&i)atan )ai unsur fungsi %ta, neur%transmiter, geneti, dan neur%end%rin. Sa&a satu ang pa&ing sering dite&iti ada&a u)ungan antara sistem ser%t%nergi dan regi% %ta ang ter&i)at da&am peri&au impu&sif dan agresif pada pasien gangguan epri)adian am)ang.#

0A0 II PEM0A"A!AN

(5)

)(, ETIOLOGI

)(,(, %a1t2r Geneti1 

Buti ter)ai )a6a fat%r geneti turut )erperan di da&am gangguan epri)adian darang dari pene&itian pada 15.000 pasangan em)ar di Ameria Seriat. Antar em)ar m%n%<ig%t, %n%rdansi untu gangguan epri)adian )e)erapa a&i &e)i tinggi di)andingan dengan em)ar di<ig%t. "e)i &anut, menurut satu studi, em)ar m%n%<ig%t ang diasu terpisa ternata ampir sama dengan em)ar  m%n%<ig%t ang diasu )ersama. Kesamaan ini men7aup )er)agai epri)adian dan tempramen, minat peeraan dan pengisian 6atu &uang, serta siap s%sia&.

Depresi &a<im ditemuan di da&am &atar )e&aang e&uarga penderita gangguan epri)adian am)ang. Pasien ini memi&ii &e)i )ana era)at penderita gangguan mood di)andingan dengan e&%mp% %ntr%&, dan %rang dengan gangguan epri)adian am)ang uga sering memi&ii gangguan m%%d.3

)(,() %a1t2r bi2l2gis "2rm2n

8rang ang menunuan 7iri impu&sif sering menunuan adar test%ster%n, 1+ estradi%&, dan estr%n ang meningat. Pada primata )uan manusia, andr%gen meningatan emunginan agresi serta peri&au sesua&, tetapi peran test%ster%n  pada agresi manusia tida e&as. asi& DS- a)n%rma& pada )e)erapa pasien dengan

gangguan epri)adian am)ang ang uga memi&ii gea&a depresif.3

M2n2amin O1sidase Tr2mb2sit

/endana adar m%n%amin %sidase 9$A8; tr%m)%sit diaitan dengan atifitas dan s%sia&i)i&itas pada m%net. $aasis6a dengan adar $A8 renda me&ap%ran adana 6atu &e)i ang dia)isan untu atifitas s%sia& daripada maaasis6a dengan adar $A8 tr%m)%sit ang tinggi. /endana adar tr%m)%sit uga te&a diperatian pada pasien dengan gangguan si<%tipa&.3

Gera1an Mata Meliri1 "alus

(eraan mata pursuit a&us ada&a  saccadic 9aitu, ge&isa; pada %rang ang intr%:ert, ang memi&ii rasa renda diri dan 7enderung untu menari diri, dan ang memi&ii gangguan epri)adian si<%tipa&. -emuan ini tida memi&ii ap&iasi &inis, tetapi merea menunuan peran inheritance.3

Neur2transmiter

End%rfin memi&ii efe ang sama dengan m%rfin es%gen, seperti ana&gesia dan  penean gaira 9arousal). -ingat end%rfin end%gen ang tinggi mungin

(6)

 )eru)ungan dengan %rang%rang ang p&egmatis. Studi sifat epri)adian dan sistem d%paminergi dan ser%t%nergi mengindiasian fungsi gairamengatifan untu neur%transmitter. -ingat 5dr%=ind%&ea7eti7 asam 95IAA;, suatu meta)%&it ser%t%nin, ada&a renda pada %rang ang men7%)a )unu diri dan pada  pasien ang impu&sif dan agresif. $eningatan adar ser%t%nin dengan agen ser%t%nergi seperti f&u%=etine 9Pr%<a7; dapat mengasi&an peru)aan dramatis da&am )e)erapa arater epri)adian. Pada )ana %rang, ser%t%nin mengurangi depresi, impu&sif, dan dapat mengasi&an rasa eseateraan. Peningatan %nsentrasi d%pamin da&am sistem saraf pusat, ang dipr%dusi %&e psi%stimu&an tertentu 9misa&na, amfetamin; dapat mene)a)an euf%ria. Efe neur%transmitter   pada sifat epri)adian te&a diasi&an )ana peratian dan %ntr%:ersi tentang

apaa sifatsifat epri)adian )a6aan atau diper%&e.3

Ele1tr2fisi2l2gi

Peru)aan %ndutansi &istri pada e&etr%ensefa&%gram 9EE(; teradi pada )e)erapa  pasien dengan gangguan epri)adian, pa&ing sering enis antis%sia& dan )%rder&ine>  peru)aan ini mun7u& se)agai ge&%m)ang &am)at ati:itas di EE(.3

)(,(/ %a1t2r psi12analiti1

Sigmund reud menataan )a6a sifat epri)adian ada&a )eru)ungan dengan fisasi pada sa&a satu stadium perem)angan psi%sesua&. Se)agai 7%nt%, suatu arater %ra& ada&a pasif dan dependen arena terfisasi pada stadium %ra&, dimana etergantungan pada %rang &ain untu asupan maanan ada&a men%n%&. Karater ana& eras epa&a, iir, dan sangat te&iti arena peruangan di seitar &atian t%i&et se&ama peri%de ana&.

?i&e&m /ei7 menggunaan isti&a @7ara7ter arm%r untu menggam)aran gaa defensif arateristi ang digunaan sese%rang untu me&indungi dirina sendiri dari impu&s interna& dan dari e7emasan interpers%na& da&am u)ungan ang  )ermana.

Jia meanisme pertaanan )erfungsi )ai, pasien dengan gangguan epri)adian ada&a mampu mengatasi perasaan e7emasan, depresi, emaraan, ma&u,  )ersa&a, atau afe &ainna. Pasien sering a&i memandang peri&auna se)agai eg%sist%ni, )erarti )a6a peri&au terse)ut tida menim)u&an penderitaan pada  pasien sendiri, endatipun dapat merugian %rang &ain. Pasien mungin uga unggan untu me&i)atan diri da&am pr%ses terapi arena pertaanan merea ada&a penting

(7)

da&am pengenda&ian afe ang tida menenangan dan merea tida )erminat da&am meneraan pertaanan terse)ut.

Di samping pertaanan ang as di da&am gangguan epri)adian, 7iri sentra& &ainna ada&a u)ungan %)e interna&. Se&ama perem)angan, p%&a diri tertentu da&am u)ungan dengan %rang &ain diinterna&isasian. $e&a&ui intr%esi, ana  menginterna&isasian %rang tua dan %rang &ain dengan 7ara sedemiian rupa seingga 7iri %)e esterna& diga)ungan e da&am diri dan 7iri ana itu sendiri. Dengan demiian, %rang dengan gangguan epri)adian uga diidentifiasi dengan p%&a eteru)ungan interpers%na& tertentu ang )erasa& dari p%&a u)ungan %)e interna& ini.3

Me1anisme Defensi !ntu mem)antu penderita gangguan epri)adian,psiiater  arus mengargai pertaanan pasien ang mendasari,pr%ses ,menta& ang tida  disadari ang digunaan eg% untu mene&esaian %nf&i diantara empat ped%man eidupan internainsting,rea&itas,%rang ang penting dan ete&itian.

Kha3alan )ana %rang ang sering di7ap si<%id ,merea esentri, esepian atau etautan , men7ari pengi)uran dan epuasan dida&am diri merea dengan men7iptaan eidupan aa&an , terutama teman aa&an. $engena&i rasa taut  pasien aan edeatan dan mengargai 7ara esentri merea, aan )erni&ai terapeuti 

dan )ermanfaat.

Dis2siasi Dis%siasi atau penanga&an ada&a penggantian miripp%&&anna teradap teradap afe ang tida menenangan dengan ang menenangan.Berempati teradap afe ang disanga& tanpa se7ara &angsung meng%fr%ntasi pasien dengan fata, memunginan merea memun7u&an sediri t%pi as&ina.

Is2lasi Is%&asi ada&a 7iri as %rang ang terenda&i dan teratur,sering di7ap se)agai epri)adian %)sesif%mpu&sif mengingat e)enaran dengan perin7ian ang )ai  tetapi tanfa afe. Kapanpun memunginan, terapis arus mengi<inan pasien seperti ini untu mengenda&ian merea sendiri dan tida ter&i)at dida&am perde)atan.

Pr23e1si Pasien mengaitan perasaan merea ang tida sadari epada %rang &ain. Pen7arian esa&aan ang )er&e)ian %&e pasien serta sensiti:itas teradap riti  dapat tampa pada terapis se)agai penumpaan ang tida adi& dan menudu,se)aina tida di&a6an dengan pertaanan dan argument. Baan , &inisi se7ara terus terang arus mengaui esa&aan ada padana dirina mesipun e7i& dan arus mendisusian emunginan masa&a dimasa mendatang.

(8)

Pemisahan Dida&am pemisaan ,pasien mem)agi %rang%rang menadi %rang )ai  dan %rang aat )erdasaran perasaan pasien ang am)i:a&en mengenai %rang%rang terse)ut .

Agresi Pasif  8rang dengan pertaanan pasif C agresif mengaraan emaraan merea pada diri sendiri. Dida&am isti&a psi%ana&iti,fen%mena ini dise)ut mas%isme dan men7aup, peri&au %n%& atau pr%:%atif ang gaga& dan tertunda,peri&au @ mem)adut @ ang merendaan diri, serta tindaan ang e&as merusa diri.

A4ting Out  Pasien se7ara &angsung mengepresian einginan atau %nf&i ang tida disadari me&a&ui tindaan untu men7ega esadaran aan gagasan atau afe  ang menertaina(

Identifi1asi Pr23e1tif   $eanisme defense identifiasi pr%etif terutama tampa   pada gangguan epri)adian am)ang dan terdiri atas tiga taap aspe diri

dipr%esian pada %rang &ain, peri&au pr%esi men7%) memasa %rang &ain untu  mengidentifiasi apa ang te&a dipr%esian, dan menerima pr%esi serta pe&au  pr%esi merasa menatu atau mem)entu esatuan.

Is2lasi Is%&asi ada&a 7iri as %rang ang terenda&i dan teratur,sering di7ap se)agai epri)adian %)sesif%mpu&sif mengingat e)enaran dengan perin7ian ang )ai  tetapi tanfa afe. Kapanpun memunginan, terapis arus mengi<inan pasien seperti ini untu mengenda&ian merea sendiri dan tida ter&i)at dida&am perde)atan.

Pr23e1si Pasien mengaitan perasaan merea ang tida sadari epada %rang &ain. Pen7arian esa&aan ang )er&e)ian %&e pasien serta sensiti:itas teradap riti  dapat tampa pada terapis se)agai penumpaan ang tida adi& dan menudu,se)aina tida di&a6an dengan pertaanan dan argument. Baan , &inisi se7ara terus terang arus mengaui esa&aan ada padana dirina mesipun e7i& dan arus mendisusian emunginan masa&a dimasa mendatang.

Pemisahan Dida&am pemisaan ,pasien mem)agi %rang%rang menadi %rang )ai  dan %rang aat )erdasaran perasaan pasien ang am)i:a&en mengenai %rang%rang terse)ut.

Agresi Pasif  8rang dengan pertaanan pasif C agresif mengaraan emaraan merea pada diri sendiri. Dida&am isti&a psi%ana&iti,fen%mena ini dise)ut mas%isme dan men7aup, peri&au %n%& atau pr%:%atif ang gaga& dan tertunda,peri&au @ mem)adut @ ang merendaan diri, serta tindaan ang e&as merusa diri.

(9)

A4ting Out  Pasien se7ara &angsung mengepresian einginan atau %nf&i ang tida disadari me&a&ui tindaan untu men7ega esadaran aan gagasan atau afe  ang menertaina(

Identifi1asi Pr23e1tif   $eanisme defense identifiasi pr%etif terutama tampa   pada gangguan epri)adian am)ang dan terdiri atas tiga taap aspe diri

dipr%esian pada %rang &ain, peri&au pr%esi men7%) memasa %rang &ain untu  mengidentifiasi apa ang te&a dipr%esian, dan menerima pr%esi serta pe&au  pr%esi merasa menatu atau mem)entu esatuan.3

)() EPIDEMIOLOGI

(angguan epri)adian am)ang teradi antara 23 dari p%pu&asi umum terutama ditemuan di pusat eseatan &inis. Di Ameria seitar 1 penduduna menga&ami gangguan epri)adian am)ang. (angguan epri)adian enis ini &e)i sering teradi pada  perempuan daripada &ai&ai perempuan mempunai e7enderungan 3 a&i &e)i rentan

di)andingan &ai&ai. Sampai saat ini )e&um ada pasti di Ind%nesia, namun diperiraan eadian gangguan epri)adian am)ang 7uup tinggi arena )iasana gangguan epri)adian ini ditandai %&e peri&au agresif dan impu&sif, ang )iasana )ana terdapat pada indi:idu dengan peri&au eerasan. a& itu dapat di&iat seariari dari )er)agai &ap%ran media. Pada e)anaan asus, gangguan epri)adian am)ang pertama a&i ditemuan pada usia air  remaa> )e)erapa teradi pada ana namun arang teradi pada de6asa di atas #0 taun.5

)(/ PATO%I!IOLOGI Regi2 Ota1

Be)erapa regi% di %ta diperiraan )erperan da&am peri&au manusia. asi&  pene&itian menggam)aran )a6a peri&au impu&sif, disregu&asi, dan e&ainan epri)adian ada&a aspe utama gangguan epri)adian am)ang. (angguan epri)adian ini dapat dipiiran mempunai pr%fi& neur%)i%&%gi ang uni.* Prefr%nta& %rtes terutama %rtes

 prefr%nta& %r)ita& dan %rtes :entra& media ang )erse)e&aan )erperan da&am pengaturan  peri&au agresif. Ati:itas %rtes prefr%nta& dim%du&asi %&e tratus ser%t%nergi ang nai 

dari nu&eus rape di %ta tenga, di mana )adan)adan se& ser%t%nergi ter&eta dengan sinaps pada ne%%rtes, )er&au pada seum&a resept%r terutama resept%r5-2a. "esi pada %rtes prefr%nta&, terutama %rtes %r)it% fr%nta&, pada masa ana a6a& dapat  )ermanifestasi se)agai disini)isi peri&au antis%sia& dan peri&au agresif pada masa eidupan se&anutna. Sedangan pengurangan massa a)ua)u di prefr%nta& te&a

(10)

diu)ungan dengan defisit aut%n%mi pada gangguan epri)adian antis%sia& dengan peri&au agresif. Pene&itian ini menimpu&an )a6a %rtes %r)it%fr%nta& dan media fr%nta& ang  )erse)e&aan mempunai pengaru am)atanini)isi agresi untu mengatur atau meng%ntr%&  pe&epasan agresi. "esi pada %rtes fr%nta& te&a &ama diena& )eru)ungan dengan peri&au impu&sif agresif. Kasus pertama dan pa&ing terena& )erasa& dari suatu asus dari taun 100 an. Se%rang peera )ernama Pineas (age )erperi&au )ermusuan dan agresif se7ara :er)a& sete&a menga&ami &ua tem)us di &%)us fr%nta& %tana arena e7e&aaan saat )eera. Pineas (age emudian )eru)a dari sese%rang ang se)e&umna serius, atif da&am )eera, dan energi menadi se%rang ang )ermusuan, eanaan, tida )ertanggung a6a) dan  )erperi&au agresif.+

Pene&itian m%dern menimpu&an )a6a &%asi &ua saat itu terdapat pada )agian anteri%r dan mesia& dari %rtes %r)it%fr%nta&, uga mengenai girus 7ingu&i anteri%r dan %rtes fr%nta& anteri%r dan ang )eru)ungan di mesia&. Bana &ap%ran &ain menimpu&an  )a6a &ua atau pem)edaan pengangatan daera %rtes fr%nta& terutama %r)it%fr%nta&

aan mene)a)an peri&au agresif. Sa&a satuna ada&a impu&si:itas pada pasien gangguan

epri)adian am)ang serupa dengan ai)at erusaan pada %rtes %r)it%fr%nta&. Namun a& &ain ang merupaan arateristi utama gangguan epri)adian am)ang, misa&na tinggina em%si%na&, tida terdapat pada pasien dengan erusaan %rtes %r)it%fr%nta&. Pasien dengan gangguan epri)adian am)ang uga mempunai etidaseim)angan neur%imia6i dan iperati:itas amigda&a ang tida terdapat pada pasien dengan erusaan %rtes %r)it%fr%nta&. u)ungan tim)a& )a&i antara %rtes %r)it%fr%nta& dan amigda&a mungin  )erperanan da&am mengatur resp%ns em%si%na& dan peri&au. Disfungsi siruit &im)i %r)it%fr%nta& mungin ter&i)at da&am gangguan epri)adian am)ang. -erdapat pene&itian ang menataan amigda&a dan %rtes %r)it%fr%nta& )ertinda se)agai )agian dari sistem neur%n ang terintegrasi, se)agai penunu pem)uatan eputusan dan se&esi resp%ns adaptif   )erdasaran ga)ungan penguatan stimu&us. (angguan epri)adian am)ang mempunai  )e)erapa defisit ang dapat diu)ungan dengan fungsi ang ditunuan %&e %rtes %r)it%fr%nta&. Keurangan ini mungin )eru)ungan dengan :%&ume %rtes %r)it%fr%nta& ang &e)i e7i& atau teradap ati:itas ang renda di %rtes %r)it%fr%nta&.*

Pene&itian &e)i &anut untu mengetaui regi% di %ta ang )eru)ungan dengan  peri&au impu&sif agresif di&auan dengan menggunaan )antuan p%sitr%n emissi%n

t%m%grap 9PE-; s7an. Dari pene&itian itu didapatan )a6a terdapat pengurangan ati:itas di daera %rtes prefr%nta& pada pasien dengan gangguan )ip%&ar, pasien dengan gangguan

(11)

epri)adian ang diarateristian dengan peri&au impu&sif agresif, %rang dengan masa&a a&%%& ang )erperi&au impu&sif dan agresif, pem)unu ang impu&sif, dan pasien ra6at dengan peri&au eerasan.

Be)erapa pene&itian menggunaan fenf&uramine se)agai <at ser%t%nergi ang dapat meningatan ati:itas sistem ser%t%nergi dan meningatan meta)%&isme dan atau a&iran dara di %rtes %r)it%fr%nta& pada su)e ang n%rma&. enf&uramine meningatan aiti:itas ser%t%nergi dengan 7ara pe&epasan &angsung ser%t%nin, menga&angi pengam)i&an em)a&i ser%t%nin dari 7e&a sinaps, atau mungin dengan era di resept%r. asi& pene&itian menunuan )a6a sete&a pem)erian fenf&uramine terdapat ati:itas meta)%&i ang renda pada pasien dengan peri&au impu&sif agresif di)andingan dengan su)e ang n%rma&. Per)edaan ati:itas meta)%&isme ini se7ara nata terdapat di regi% :entra& media& fr%nta&, girus 7ingu&i tenga anan dan iri atas, dan &%)us parieta& anan atas. $eta)%&isme ang meningat sete&a pem)erian fenf&uramine uga terdapat pada daera %rtes prefr%nta&, %r)it%fr%nta& iri, dan daera &atera& emisfer anan su)e n%rma&. a& ini tida ditemuan  pada su)e dengan peri&au impu&sif agresif. Pada pene&itian ini didapatan resp%ns meta)%&i ang tumpu& teradap fenf&uramin terdapat se7ara usus pada )agian %r)ita& dan regi% prefr%nta& ang )eru)ungan seperti a&na pada %rtes 7ingu&i. Pene&itian se)e&umna mengenai u)ungan antara fenf&uramine dengan peri&au agresif impu&sif   )erf%us pada resp%ns pr%&atin teradap fenf&uramine. Namun resp%ns pr%&atin teradap

fenf&uramine tida men7erminan siruit %ta ang terpengaru pada m%du&asi peri&au agresif. /esp%ns meta)%&i g&u%sa teradap fenf&uramine mendasari suatu tes ang &e)i &angsung dan sensitif teradap resp%ns pem)entuan ser%t%nin. $eanisme pasti ang  )ertanggunga6a) teradap resp%ns meta)%&i teradap fenf&uramine )e&um ditentuan. /esept%r ser%t%nergi mu&tipe& termasu 5-1a, 5-1), 5-2a, dan 5-27 terdapat di %rtes sere)ra&. Bergantung pada regi% %ta, d%sis, dan spesifisitas resept%r ag%nis ser%t%nergi, resept%rresept%r ini mungin )erperan da&am meningatan atau menurunan ati:itas meta)%&isme g&u%sa sere)ra&. Suatu pene&itian teradap primata memper&iatan  )a6a peri&au agresif primata )eru)ungan se7ara ter)a&i dengan um&a resept%r 5-2 di %rtes %r)it%fr%nta& p%steri%r, %rtes fr%nta& media, dan amigda&a> u)ungan itu tida  ditemuan di daera %ta ang &ain. Se)a&ina um&a resept%r 5-2 di %rtes fr%nta& %r)ita& p%steri%r, p%streri%r temp%ra&, dan amigda&a se7ara &angsung )eru)ungan dengan  peri&au pr%s%sia&. Penemuan itu menduung ip%tesis )a6a efe ser%t%nin se7ara spesifi 

(12)

ser%t%nin ang tinggi di %rtes %r)ita& mene)a)an peri&au ang %%peratif sedangan se)a&ina adar ser%t%nin ang renda di %rtes %r)ita& mene)a)an peri&au agresif.5,*

Neur2end21rin

Be)erapa pene&itian te&a menemuan )a6a terdapat u)ungan antara penurunan ati:itas sistem ser%t%nergi pusat dengan pasien agresif impu&sif ang menga&ami gangguan epri)adian. -erdapat penurunan meta)%&it ser%t%nin, aitu 5-hydroxyindoleacetic acid  95 IAA; di 7airan sere)r%spina& pada pasien dengan gangguan epri)adian dengan impu&sif  dan agresi:itas, uga pada pasien depresi dan pengguna a&%%&. !saa )unu diri sering di&iat se)agai su)tipe peri&au agresif> eurangan 5IAA uga diu)ungan dengan usaa atau tindaan )unu diri pada )er)agai p%pu&asi. u)ungan antara impu&sif agresif dan sistem ser%t%nergi uga diduung %&e pene&itian tentang pemanfaatan resp%ns %rm%na& teradap eter&i)atan farma%&%gis ang meningatan ati:itas sistem ser%t%nergi. /esp%ns ang tumpu& teradap d,&fenf&uramine 9suatu <at pengindusi ser%t%nin dan ag%nis pas7a sinap; ditemuan pada &ai&ai dengan gangguan epri)adian am)ang dan gangguan epri)adian antis%sia&. Pada pene&itian ang &e)i )esar &agi ditemuan )a6a resp%ns  pr%&atin ang tumpu& teradap dfenf&uramine diu)ungan dengan impu&si:itas dan

agresi:itas. Penemuan ini menduung adana u)ungan antara tumpu&na resp%ns ser%t%nergi dengan impu&sif dan agresi. Se&ain ditemuan pada pasien gangguan epri)adian am)ang dan antis%sia&, resp%ns pr%&atin ang tumpu& teradap dfenf&uramine uga ditemuan pada pasien depresi dengan serangan emaraan. Pas ien depresi dengan irita)i&itas dan emaraan &e)i deat u)unganna dengan eurangan ati:itas ser%t%nergi.  Se&ain

 peri&au impu&sif dan agresif, pasien gangguan epri)adian am)ang uga diu)ungan dengan etidasta)i&an afetif. Pene&itian neur%end%rin pada etidasta)i&an afe tida  se)ana pene&itian tentang peri&au agresif dan impu&sif. Da&am sa&a satu pene&itian diataan )a6a sistem %&inergi )eru)ungan dengan pengaturan afe. Fat ag%nis %&inergi dapat mengindusi m%%d depresif pada pasien n%rma& dan pasien dengan depresi, namun ternata <at ini dapat &e)i uat efena pada pasien gangguan epri)adian am)ang. Pr%7aine, suatu ag%nis %&inergi memper&iatan mampu mene)a)an disf%ria ang uat  pada pasien gangguan epri)adian am)ang di)andingan dengan su)e ang n%rma& atau dengan gangguan afetif. Pene&itian &ain mem)utian terdapat gangguan ati:itas n%radrenergi pada pasien gangguan epri)adian am)ang dengan etidasta)i&an afetif. Pada pem)erian <at ate%&aminergi, misa&na destr%amfetamin, pada su)e ang seat dapat ter&iat m%%d ang disf%ri pada su)e ang )eru)ungan dengan etidasta)i&an afetif.

(13)

!istem !er2t2nergi1

Be)erapa )uti menataan )a6a pasien dengan peri&au menaiti diri mempunai adar stimu&asi ser%t%nin 95-; teradap resept%r 5-2 ang renda. Per7%)aan pada e6an menataan eurangan stimu&asi ser%t%nin aan mene)a)an peningatan um&a resept%r 5-2 di %rtes. Be)erapa pene&itian &ain mengataan peningatan adar densitas resept%r 5-2 di daera Br%dmann ' di %rtes prefr%nta& pada %r)an ang )erperi&au me&uai diri, misa&na )unu diri. Diataan terdapat adar ser%t%nin95-; ang renda di %ta pasien depresi dan pasien dengan peri&au me&uai diri. Bi&a me&iat u)ungan antara 5 - dengan p%tensia& iatan 2 , maa dapat di&iat )a6a peningatan 5- )eru)ungan ter)a&i dengan p%tensia& iatan 5 -2 ang menga&ami penurunan. Se)a&ina ia teradi penurunan 5- maa iatan p%tensia& 5-2 aan meningat. Peningatan p%tensia& iatan 5-2 ini dapat ditemuan pada pasien dengan peri&au me&uai diri atau pasien depresi )erat dengan peri&au )unu diri.'

Pene&itian ang di&auan G%77ar% )er)eda asi& dengan )ana pene&itian ang di&auan %&e pene&iti &ain. Pada pene&itian itu tida didapatan adana u)ungan antara adar 5IAA 7airan sere)r%spina& dengan peri&au agresif. G%77ar% ana mene)utan adana u)ungan ter)a&i antara resp%ns pr%&atin teradap dfenf&uramine pada pasien dengan peri&au agresif. Namun demiian, agresi, misa&na peri&au )unu diri, tida ter)atas  pada satu ateg%ri diagn%sti saa. (ea&a ini uga terdapat pada )e)erapa diagn%sti psiiatri ang &ain. 8&e arena itu, adana adar 5IAA ang renda di sere)r%spina& tida ter)atas  pada diagn%sis gangguan epri)adian semata, namun uga termasu depresi, gangguan  )ip%&ar, dan si<%frenia. Dari pene&itian ini disimpu&an )a6a penanganan gangguan epri)adian uga dapat me&i)atan unsur psi%farma%&%gi dengan menggunaan preparat ser%t%nin di &uar eter&i)atan terapi ang te&a )iasa di&auan.10

Perem)angan saat ini tentang fungsi neur%imaging te&a memunginan pene&iti untu  mengana&isis em)a&i ip%tesis 5- tentang impu&si:itas dengan menguur se7ara &angsung neur%transmitter 5- di %ta ma&u idup. Sa&a satu met%dena menggunaan PE-dengan pe&a7a H  11Gmet&"trpt%pan 9H11G$-rp;. H11G $-rp merupaan sintetis ana&%g 5- pre7urs%r "trpt%fan. Dari asi& pene&itian ini didapatan )a6a pada  pasien gangguan epri)adian am)ang terdapat penurunan am)i&an H 11G$-rp di daera %rti%striata&, termasu girus fr%nta& media, girus 7ingu&i anteri%r, girus temp%ra& superi%r, dan %rpus striatum. -e&a di&ap%ran da&am )e)erapa pene&itian )a6a am)i&an H11G met&trpt%pan di %rtes )erurang pada pasien dengan gangguan epri)adian am)ang.5

(14)

Pasien dengan gangguan epri)adian am)ang diarateristian dengan peri&au impu&sif dan agresif, tindaan me&uai diri ang )eru&ang, peri&au )unu diri, afe ang &a)i& dan muda diganggu, dan u)ungan ang a7au. Peri&au terse)ut te&a diu)ungan dengan rendana neur%transmiter ser%t%nin> adar asam 5dr%=ind%&ea7eti7 a7id ang renda, resp%ns pr%&atin ang tumpu& teradap 5- ag%nis, serta gangguan marer dan p&ate&et di da&am p&asma. Kei&angan tript%fan ang ti)ati)a, suatu pr%sedur ang se7ara sei&as mengurangi neur%transmisi dari 5-, di&ap%ran meningatan peri&au impu&sif dan agresi. Pene&itian itu menduung ip%tesis )a6a rendana ser%t%nin )erperan se)agai pene)a) da&am pat%fisi%&%gi peri&au disini)isi dan impu&sif.+10

K%nsentrasi meta)%&it ser%t%nin 5IAA ang renda di 7airan %ta terdapat pada 7airan %ta indi:idu dengan peri&au agresif dan tindaan eerasan. Penemuan terse)ut menduung adana peru)aan fungsi ser%t%nergi pusat pada peri&au impu&sif, agresif dan eerasan. Disfungsi ser%t%nergi pusat diu)ungan se7ara %nsisten dengan peri&au  )unu diri. "e)i dari 20 pene&itian me&ap%ran %nsentrasi 5IAA ang renda di 7airan %ta %rang ang me&auan upaa )unu diri. a& itu merupaan penemuan ang menguatan )idang psiiatri )i%&%gi. Indi:idu ang me&auan )unu diri uga )eru)ungan dengan resp%ns pr%&atin ang tumpu& teradap fenf&uramin. Sesuai dengan pene&itian antem%rtem, pada pene&itian p%stm%rtem terdapat penurunan densitas transp%rter ser%t%nin di %rtes dan densitas resept%r ser%t%nin ang &e)i )esar di p%st sinap %rtes %r)an )unu diri. Pada pene&itian terdau&u, agresi dan disfungsi ser%t%nergi )iasana ditemuan pada  pasien dengan gangguan epri)adian.+10

Penemuan rendana adar 5IAA da&am 7airan sere)r%spina& pada pene&itian terdau&u uga diaitan dengan peri&au )unu diri pada )e)erapa pasien. Namun pada  pene&itian )aru)aru ini, rendana adar 5IAA di da&am 7airan sere)r%spina& se7ara

%nsisten )eraitan dengan gangguan epri)adian, peri&au eerasan impu&sif, dan ri6aat  pem)aaran. Buti adana peri&au agresif ang )eru)ungan dengan disfungsi ser%t%nergi 

di &uar u)ungannna dengan peri&au )unu diri, ditam)a )uti )a6a agresi dan )unu diri ter&i)at satu sama &ain menadian suatu pemiiran )a6a dua peri&au ini mungin mempunai dua fat%r peri&au ang sama, aitu impu&si:itas.*

(15)

Pasien gangguan epri)adian am)ang ampir se&a&u tampa )erada da&am eadaan risis. Pergeseran m%%d sering diumpai. Pasien dapat )ersiap argumentatif pada suatu 6atu dan terdepresi pada 6atu se&anutna dan se&anutna menge&u tida memi&ii perasaan pada 6atu ang &ainna. Pasien mungin memi&ii epis%de psiiatri singat 9dise)ut mir%psi%ti;, )uanna serangan psi%ti ang sepenuna dan gea&a psi%ti pada pasien ganggguan epri)adian am)ang ampir se&a&u ter)atas, 7epat atau meraguan. Sifat menaitan dari eidupan merea di7erminan %&e tindaan merusa diri sendiri ang  )eru&ang. Pasien terse)ut mungin mengiris perge&angan tanganna sendiri dan me&auan

tindaan muti&asi diri &ainna untu mendapatan )antuan dari %rang &ain, untu  mengespresian emaraan atau untu menumpu&an merea sendiri dari afe ang me&anda. Karena merea merasaan etergantungan dan permusuan, pasien gangguan epri)adian am)ang memi&ii u)ungan interpers%na& ang rusu. Se7ara fungsi%na&, pasien gangguan epri)adian am)ang menga7auan u)ungan merea searang ini dengan memasuan setiap %rang da&am ateg%ri )ai atau aat.3

)(6 DIAGNO!I!

Da&am mendiagn%sis gangguan epri)adian am)ang di da&am &inis seariari, diper&uan suatu ped%man diagn%siti ang terdapat antara &ain da&am Diagnostic and Statistic Manual  of Mental Disorder V- Text Revised (DSM IV-TR) dan PPD(J IIIIGD 10.11 Berdasaran DS$

 DSM IV-TR, gangguan epri)adian am)ang ada&a ada&a suatu p%&a ang menetap dari etidasta)i&an u)ungan interpers%na&, gam)aran diri dan afe dan impu&si:itas ang nata dimu&ai pada masa de6asa a6a& dan )ermanifestasi da&am )er)agai %ntes. Seperti diindiasian %&e &ima atau &e)i dari a&a& ang ter7antum da&am -a)e& 1.

-a)e& 1. Kriteria (angguan Kepri)adian Am)ang 9DS$ I-/;3 Kriteria

1. usaa ang tida )eraturan untu mengindari pen%&aan ang nata atau imainer. Gatatan tida termasu )unu diri dan peri&au menaiti diri seperti ang tertuang pada  )utir e5

2. se)ua p%&a u)ungan interpers%na& ang tida sta)i& dan terus menerus ang ditandai dengan pertuaran antara idea&isasi dan de:a&uasi ang estrem

3. gangguan identitas etidasta)i&an gam)aran diri atau perasaan diri ang nata dan terus menerus

#. impu&si:itas pada setidana dua area ang mempunai efe p%tensia& da&am  perusaan diri 97%nt% )e&ana, ses, pena&agunaan <at, )erendaraan 7er%)%, maan

(16)

dan minum )er&e)ian;. Gatatan tida termasu peri&au )unu diri atau me&uai diri ang terdapat pada riteria e5

5. peri&au, isarat atau an7aman )unu diri ang sering atau peri&au me&uai diri

*. afe ang tida sta)i& ang ditandai m%%d ang reatif 97%nt% epis%de disf%ria ang sering, irita)e& atau e7emasan ang )er&angsung )e)erapa am dan arang &e)i dari 2 ari;

+. perasaan %s%ng ang r%nis

. mara ang tida sesuai, sering atau esu&itan da&am mengenda&ian amara 97%nt% sering menunuan perangai, mara ang %nstan, sering )ere&ai;

'. ide paran%id ang )eru)ungan dengan stress ang )er&angsung sementara atau gea&a dis%siatif ang para

Studi )i%&%gis dapat mem)antu diagn%sis> )e)rapa pasien dengan gangguan epri)adian am)ang menunuan &atensi /E$ ang memende daan gangguan e)er&angsungan tidur, asi& DS- a)n%rma& dan asi& ui tr%pinre&easing %rm%ne 9-/; a)n%rma&, mesipun demiian, peru)aan ini uga ter&iat pada )e)erapa gangguan asus depresif.3

)(- DIAGNO!I! 0ANDING

(angguan ini di)edaan dengan si<%frenia )erdasaran tida adana epis%de psi%ti ang &ama, gangguan piir, dan tanda si<%freni &asi &ainna. Pasien dengan gangguan epri)adian si<%tipa& menunuan eanean )erpiir ang nata, gagasan asing, serta ide referensi )eru&ang. Penderita gangguan epri)adian paran%id memi&ii 7iri e7urigaan ang estrem. Pasien dengan gangguan epri)adian am)ang umumna memi&ii rasa %s%ng ang r%nis serta epis%de psi%ti ang )er&angsung singat, merea )ertinda impu&sif dan menuntut u)ungan ang &uar )iasa, merea dapat me&auan muti&asi diri merea sendiri dan mem)uat per7%)an )unu diri manipu&atif.3

)(7 PROGNO!I!

(angguan ini 7uup sta)i&> pasien sediit )eru)a dari 6atu e 6atu. Studi &%ngitudina& menunuan tida adana peningatan e ara si<%frenia, tetapi pasien memi&ii insiden ang tinggi untu epis%de gangguan depresi )erat. Diagn%sis ini )iasana ditegaan

(17)

se)e&um usia #0 taun, etia pasien men7%)a mem)uat pi&ian peeraan, pera6inan, dan  pi&ian &ain serta tida mampu mengadapi taap n%rma& si&us eidupan.3

)(* TERAPI

Pegangan pratis Ameri7an Ps7iatri7 Ass%7iati%n untu peng%)atan gangguan epri)adian am)ang menaranan %m)inasi antara psi%terapi dengan peng%)atan farma%&%gis untu asi& ang %ptima&. ?a&aupun tida ada pene&itian tentang %m)inasi terapi ini namun pendapat &ama mengataan )a6a terapi %)at mem)antu psi%terapi dan  )egitu uga se)a&ina.12

Suatu pene&itian dengan met%de doule linded   dengan menggunaan %ntr%& dan  p&ase)% menunuan )a6a pasien dengan gangguan epri)adian am)ang mempunai resp%ns ang )ai teradap %)at g%&%ngan Se&e7ti:e Ser%t%nin /euptae Ini)it%r 9SS/I; dengan per)aian pada emaraan, peri&au agresif impu&sif 9terutama agresi :er)a&;, dan afe ang &a)i&.,10 8)at ini mem)antu psi%terapi dengan mengurangi @suarasuara afetif

seperti emaraan ang menetap, e7emasan atau disf%ria, ang men7ega pasien untu tida  meref&esian a& terse)ut e dunia interna& merea. Juga terdapat )uti )a6a SS/I menstimu&asi neur%genesis, terutama di ipp%7ampus, ang memper)aii mem%ri de&aratif  :er)a&. Se)agai tam)aan, SS/I dapat mengurangi iperati:itas asis  !i"othalamic  #ituitary $drenal (!#$) dengan mengurangi iperseresi %orticotro"ine Releasing &actor 

(%R&).12

Psi%terapi dengan menggunaan SS/I dapat mem)antu menfasi&itasi peru)aan di %ta. Kemampuan pasien me&iat terapis se)agai sese%rang ang mem)antu dan mem)eri  peratian, )uan se)agai t%% ang menuntut dan penu dengi, aan mem)antu mem)angun aringan neur%n ang )aru dan aan me&emaan ang &ama. S"litting  uga dapat  )erurang arena e7emasan ang &e)i ringan mengurangi eper&uan mem)uat pertaanan. Pene&itian dengan menggunaan PE- memper&iatan )a6a psi%terapi dapat meningatan meta)%&isme sistem ser%t%nergi pada pasien dengan gangguan epri)adian am)ang.12

,( arma%terapi

arma%terapi )erguna untu mengadapi 7iri epri)adian usus ang menganggu fungsi ese&uruan pasien. Antipsi%ti te&a digunaan untu mengenda&ian emaraan,  permusuan dan epis%de psi%ti singat. Antidepresan memper)aii m%%d depresi ang

(18)

&a<im ada pada pasien dengan gangguan epri)adian am)ang. Ini)it%r $A8I efetif di da&am mengu)a peri&au impu&sif pada )e)erapa pasien. )en<%dia<epin, terutama a&pra<%&am 9Lana=;, mem)antu ansietas dan depresi, tetapi pasien &ain menunuan disini)isi dengan g%&%ngan %)at ini. Anti%n:u&san seperti 7ar)ama<epine 9-egret%&; dapat memper)aii fungsi g&%)a& untu )e)erapa pasien. agen ser%t%nergi seperti f&u%=etine 9Pr%<a7; )erguna pada seum&a asus.3

2. Psi%terapi

Psi%terapi untu pasien dengan gangguan epri)adian am)ang ada&a sedang dite&iti se7ara intensif dan te&a menadi terapi pi&ian. !ntu asi& ter)ai, farma%terapi te&a ditam)aan di da&am regimen terapi.

Psi%terapi sama su&itna )agi pasien maupun terapis. Pasien muda menga&ami regresi, menge&uaran impu&sna, dan menunuan transference p%sitif atau negatif  terfisasi atau &a)i&, ang su&it diana&isis. Identifiasi pr%etif uga dapat mene)a)an masa&a  countertransference aitu etia terapis tida menadari )a6a pasien se7ara tida  sadar men7%)a memasana untu me&auan peri&au tertentu. Pemisaan se)agai meanisme defensi mem)uat pasien )erse&angse&ing men7intai dan mem)en7i terapis serta %rang &ain di da&am &ingungan terse)ut. Pendeatan )er%rientasi rea&itas &e)i efetif  daripada interprestasi menda&am mengenai etidasadaran.

-erapis menggunaan terapi peri&au untu mengenda&ian impu&s dan &edaan emaraan pasien serta untu mengurangi sensiti:itas merea teradap riti dan pen%&aan. Pe&atian eterampi&an s%sia&, terutama dengan memutar reaman :ide% i&as )a&i,  )ermanfaat untu memunginan pasien ter&iat )agaimana tindaan merea memengarui

%rang &ain, seingga memper)aii peri&au interpers%na& merea.

Pasien dengan gangguan epri)adian am)ang sering mem)ai di da&am &ingungan ruma sait tempat merea mendapatan psi%terapi intensif )ai se7ara indi:idua& maupun e&%mp%. Di ruma sait merea uga dapat )erinterasi dengan petugas ang te&a ter&ati dari )er)agai disip&in dan dapat memper%&e terapi peeraan, rereasi, serta euruan. Pr%gram seperti ini terutama mem)antu ia &ingungan ruma mengganggu rea)i&itasi  pasien, seperti adana %nf&i di da&am e&uarga atau stres &ain seperti penganiaaann %&e %rang tua. Di da&am &ingungan ruma sait ang ter&indungi, pasien ang sangat impu&sif, merusa diri, atau memuti&asi diri dapat di)erian )atasan, dan tindaan merea dapat diamati. Da&am eadaan idea&, pasien tetap di ruma sait sampai merea menunuan  per)aian ang nata, pada )e)erapa asus sampai 1 taun. Pasien emudian dapat

(19)

dipu&angan untu mena&ani sistem duungan usus seperti ruma sait searian, ruma sait ma&am ari, dan ruma singga 9half'ay house;.

Suatu )entu psi%terapi tertentu ang dise)ut dialectical ehavioral thera"y 9DB-; te&a digunaan untu pasien am)ang, terutama merea ang memi&ii peri&au  "arasuicide seperti sering mem%t%ngm%t%ng.3

0A0 III KE!IMPLAN

(20)

(anggguan epri)adian am)ang ada&a suatu p%&a ang menetap dari etidasta)i&an u)ungan interpers%na&, gam)aran diri dan afe dan impu&si:itas ang nata dimu&ai pada masa de6asa a6a& dan )ermanifestasi da&am )er)agai %ntes.

Pasien gangguan epri)adian am)ang ditandai dengan e7enderungan ang men7%&%  untu )ertinda se7ara impu&sif tanpa mempertim)angan %nseuensi, )ersamaan dengan etidasta)i&an afe.

 Pene)a) ang pasti gangguan epri)adian ini sendiri masi dipertanaan. Namun,  )e&aangan ini para pene&iti terutama di )idang neur%)i%&%gi dan psi%farma%&%gi

me&auan pendeatan )i%&%gis ang &e)i menda&am dengan ip%tesis adana eter&i)atan  )ai unsur fungsi %ta, neur%transmiter, geneti, dan neur%end%rin.

Peng%)atan gangguan epri)adian am)ang ada&a dengan %m)inasi antara  psi%terapi dan peng%)atan farma%&%gis untu asi& ang %ptima&. Sa&a satu 7iri gangguan epri)adian ada&a eg%sint%ni dimana  penderita tida merasa 7emas tentang pri&au ma&adaptifna mesi te&a mene)a)an gangguan )agi %rang seitar. a& ini &a ang menadi sa&a satu pene)a) su&itna psi%terapi pada %rang dengan gangguan epri)adian.

DA%TAR P!TAKA

,( $angindan ". (angguan Kepri)adian. Da&am  E&:ira SD, adisuant% (. Buu Aar  Psiiatri. Jaarta  Ba&ai Pener)it K!I> 200#.. 32'3#.

(21)

)( $aramis ?. Gatatan I&mu Ked%teran Ji6a. Sura)aa Air&angga !ni:ersit Press> 200#.. 22+.

/( Sad%7 BJ, Sad%7 A. Kap&an M Sad%7s Sn%psis %f Ps7iatr Bea:i%ra& S7ien7esG&ini7a& Ps7iatr, 10t Editi%n. Eng&and "ippin7%tt ?i&&iams M ?i&ins> 200+

5( Kusuma6ardani AA(  Neur%)i%&%gi (angguan Kepri)adian Am)ang Pendeatan Bi%&%gis Peri&au Impu&sif dan Agresif. Jaarta Departemen Psiiatri au&tas Ked%teran !ni:ersitas Ind%nesia.200+..12#.

6( Be&gard E, Da:is JE. Pers%na&it dis%rder B%rder&ine. Emedi7ine &ast updated Septem)er 2+t, 2005. Diundu dari ttp 666.emedi7ine.7%m

-( Ber&in A, Pi& D, /%&&s E-, et a&. B%rder&ine pers%na&it dis%rder, impu&si:it, and te %r)it%fr%nta& 7%rte=. Am J Ps7iatr 2005>1*223*0+3

7( Gar&s%n N/. Psi%&%g %f Bea:i%r. t ed. B%st%n Pears%n Edu7ati%n,In7> 200#.p.3503

*(  Ne6 AS, Sie:er "J. Neur%)i%&%g and geneti7 %f )%rder&ine pers%na&it dis%rder. Diundu dari ttp666.imagingO geneti7s.7%.id

8( $eer J, $7$ain S, Kenned S, et a&. Dsfun7ti%na& attitudes and 5-2 re7ept%rs during depressi%n and se&farm. Am J Ps7iatr 2003>1*0'0'

,+( $anu7 SB, &%r JD, $7Gaffre J$, et a&. Aggressi%n, impu&si:it and 7entra& ner:%us sstem ser%t%nergi7 resp%nsi:it in a n%np

,,( Ameri7an Ps7iatri7 Ass%7iati%n. Diagn%sti7 and Statisti7 $anua& %f $enta& Dis%rder I -e=t /e:ised 9DS$ I-/;. ?asingt%n DG Ameri7an Ps7iatri7 Ass%7iati%n> 2000

,)(. (a))ard (8. $ind, )rain, and pers%na&it dis%rders. Am J Ps7iatr 2005>1*2*# 55.

Referensi

Dokumen terkait

Modus asinkronus, yakni kemampuan menyajikan materi dengan konteks dan urutan yang berbeda, serta memberi peluang kepada peserta didik untuk mengakses dari lokasi yang

Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikn konsep, tema, proses visualisasi, teknik, dan bentuk lukisan dengan judul Kelemahan Penulis dalam berinteraksi dengan Teman

Berikut adalah hasil dari survei via kuesioner yang digunakan penulis untuk menganalisis peranan design dalam website, dan seperti apa website ideal yang disukai mayoritas

Secara umum tujuan penelitian ini adalah: untuk menganalisis kebocoran wilayah dalam sistem agribisnis komoditas kayu manis rakyat serta dampaknya terhadap perekonomian wilayah

Hari rawat yang lebih lama akan meningkatkan resiko terkena komplikasi penyakit lain.(Sinaga, 2012). Setelah melakukan pengkajian penulis mendapatkan hasil data subyektif

departemen / divisi dan foto / ilustrasi temuan. Lokasi merupakan tempat dimana temuan tersebut ditemukan, sedangkan line atau section merupakan penanggung jawab untuk

Kurva berikutnya diperlihatkan pada gambar 12, berupa karakteristik P-V dengan masukan suhu yang berubah dimulai dari 25 0 C sampai dengan 60 0 C dan masukan iradiasi matahari

Siklus 1 terdiri dari 4 tahapan sesuai dengan tahapan penelitian Paizaluddin dan Ermalinda (2012:34) yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pembelajaran