• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEDOMAN ADMINISTRASI PENGELOLAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEDOMAN ADMINISTRASI PENGELOLAAN"

Copied!
89
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

PEDOMAN

ADMINISTRASI PENGELOLAAN

PENGEMBANGAN P

EMBELAJARAN

PENDIDIKAM AGAMA

ISLAM

Pada

Taman

Kanak-kanak

(SK Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 4714 Tahun 2020)

Direktorat Pendidikan Agama Islam

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam

Kementerian Agama Republik Indonesia

TIDAK DIPERJUAL BELIKAN MILIK KEMENTERIAN AGAMA RI

(3)
(4)

PEDOMAN

ADMINISTRASI PENGELOLAAN

PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)

PADA TAMAN KANAK-KANAK

Direktorat Pendidikan Agama Islam

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam

Kementerian Agama Republik Indonesia

Tahun 2020

MILIK KEMENTERIAN AGAMA RI

TIDAK DIPERJUALBELIKAN

(5)

Pedoman Administrasi Pengelolaan Pengembangan Pembelajaran

Pendidikan Agama Islam pada Taman Kanak-kanak Tahun 2020

Direktorat Pendidikan Agama Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia

m M.Pd .Pd) Tim Penyusun Pengarah Penanggungjawab : : Di (D Ka (Ir

rektur Pendidikan Agama Isla r. H. Rohmat Mulyana Sapdi,

subdit PAI pada PAUD/TK . Hj. Victoria Elisna Hanah, M

Tim Penulis : 1. Dr. Yayah Nurmaliah

2. Inti Farhati, M.Ag

3. Endah Supriyati, M.Pd.I 4. Ade Titin Gumanti, MA.Pd 5. Niken Hendrayani, S.Pd 6. Erna Hastuti, S.Ag

Tim Validator : 1.

2.

Masitah, S.Ag, M.Pd Hj. Entin Kartini, S.Pd.

Editor : 1. Raden Wahid Ibrahim, SS

(6)

KATA SAMBUTAN

Bismillahirrahmanirrahim Assalamu’alaikum wr. wb.

Syukur Alhamdulillah penyusunan buku “Pedoman Administrasi

Pengelolaan Pengembangan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Taman Kanak-Kanak (TK)“ dapat terselesaikan dengan baik.

Buku ini merupakan pedoman bagi Guru PAI pada Taman Kanak-kanak dalam mengadministrasikan pengelolaan Pengembangan Pembelajaran PAI di Taman Kanak-kanak.

Berhasil atau tidaknya penyelenggaraan pendidikan agama Islam yang bermutu berkaitan erat dengan tingkat keberhasilan dalam peningkatan kompetensi dan profesionalisme Guru PAI. Guru PAI pada TK merupakan salah satu unsur penting dalam penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam (PAI) pada TK, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai Islam Rahmatan lil

Alamin sejak usia dini.

Usia dini merupakan usia emas bagi perkembangan anak, dimana semua aspek perkembangan dapat dengan mudah distimulasikan. Oleh sebab itu, pemahaman nilai-nilai agama perlu dilakukan sejak usia dini agar menjadi pondasi yang kuat dalam pembentukan karakter anak. Dalam pelaksanaan pengembangan pembelajaran PAI pada TK tetap harus mempertimbangkan tingkat perkembangan peserta didik baik secara fisik, psikis, maupun agama, sehingga proses pendidikan dapat menumbuhkembangkan potensi anak secara maksimal sesuai fase perkembangannya. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dalam proses pelaksanaan perlu dilakukan pengelolaan yang baik dan cermat sehingga hasil pembelajaran dapat dinilai, salah satunya dengan membuat administrasi

(7)

yang baik dan benar. Pengadministrasian dilakukan pada setiap tahapannya, yaitu pada tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran.

Akhirnya kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan terhadap penyusunan buku pedoman ini,. Semoga buku ini dapat memberi manfaat kepada semua pihak dalam rangka meningkatkan mutu Pengembangan Pembelajaran PAI pada Taman Kanak- kanak.

Jakarta, 28 Agustus 2020 An. Direktur Jenderal.

Direktur Pendidikan Agama Islam,

(8)

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim Assalamu’alaikum wr. wb.

Puji dan Syukur bagi kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan curahan rahmat, hidayah dan inayah-Nya sehingga Buku Pedoman Administrasi Pengelolaan Pengembangan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Taman Kanak-kanak (TK) ini dapat tersusun dengan baik.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menyebutkan bahwa “Standar Nasional Pendidikan berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu”. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 tahun 2008 Tentang Guru pada Bab I Pasal 1 ayat (1) menyatakan bahwa “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah”.

Dalam Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2010 yang dimaksud dengan Guru Pendidikan Agama adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, memberi teladan, menilai dan mengevaluasi peserta didik.

Taman Kanak-Kanak (TK) sebagai lembaga penyelenggara pendidikan anak usia dini memiliki tugas untuk membangun sikap/perilaku, pengetahuan, dan keterampilan anak dalam rangka menyiapkan anak untuk mengikuti jenjang pendidikan selanjutnya. Selain mengembangkan 6 aspek tersebut, TK juga memiliki tugas untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan, karakter positif dan nilai-nilai agama dan moral.

Buku Pedoman Pengembangan Pembelajaran PAI pada Taman Kanak-kanak ini disusun agar guru PAI/guru pengembang PAI pada TK dapat menjalankan tugasnya secara baik dalam mengembangkan pembelajaran PAI sesuai kurikulum yang berlaku. Kemudian agar guru dapat

(9)

melihat kinerja dan hasil belajar peserta didik, mereka perlu

mengadministrasikan proses pembelajaran dengan system

pengadministrasian yang baik dan benar. Pengadministrasian tersebut dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan penilaian. Oleh karena itu perlu disusun pula panduan atau pedoman pengadministrasian pengelolaan pengembangan pembelajaran PAI pada TK.

Semoga buku Pedoman Administrasi Pengelolaan Pengembangan Pembelajaran PAI ini dapat menjadi acuan bagi para guru PAI/guru

pengembang PAI di Taman Kanak-kanak dalam melaksanakan

pengembangan pembelajaran PAI pada Taman Kanak-kanak secara baik dan lancar. Pedoman ini juga diharapkan dapat menjadi pegangan bagi para pengawas khususnya Pengawas PAI pada Tingkat TK dan/atau Tingkat Dasar dalam melaksanakan tugasnya melakukan pembinaan, pemantauan, pembimbingan, pelatihan dan mensupervisi kerja guru PAI/guru pengembang PAI dalam pembelajaran PAI di Taman Kanak-kanak.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Jakarta, 26 Agustus 2020

(10)

DAFTAR ISI

Kata Sambutan... iii

Kata Pengantar ... v

Daftar Isi ... vii

Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 4714 Tahun 2020 tentang Pedoman Administrasi Pengelolaan Pengem- bangan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Taman Kanak- kanak ……….……… 1

BAGIAN PERTAMA PENGELOLAAN PEMBELAJARAN PAI TK……… 1

A. Pengelolaan Pengembangan Pembelajaran PAI di TK ... 1

B. Pengorganisasian Pengembangan Pembelajaran PAI di TK……….. 6

C. Pengembangan Pembelajaran PAI di TK dengan Pendekatan Saintifik ... 20

BAGIAN KEDUA PERENCANAAN PEMBELAJARAN PAI TK ... 23

A. GPAI perlu merencanakan Pembelajaran PAI ... 23

B. Pengembangan Indikator PAI pada TK ... 26

C. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan RPPM PAI ... 40

D. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian RPPH PAI 45 BAGIAN KETIGA PENILAIAN PEMBELAJARAN PAI TK ... 52

A. Penilaian Pembelajaran PAI pada TK……… 52

B. Pentingnya Melakukan Penilaian……… 53

(11)

D. Teknik Menilai Pengembangan PAI pada TK ... 55 E. Waktu Penilaian ... 67

(12)

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM NOMOR : 4714 TAHUN 2020

TENTANG

PEDOMAN ADMINISTRASI PENGELOLAAN

PEGEMBANGAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA TAMAN KANAK-KANAK

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM,

Menimbang : a. bahwa guru PAI di Taman Kanak-kanak yang dalam

pelaksanakan tugasnya mengembangkan pembe- lajaran PAI pada kurikulum yang berlaku harus

mempunyai perangkat pembelajaran, menguasai

perencanaan, metode dan strategi pembelajaran serta dapat mengadministrasikan secara baik proses pembelajarannya.

b. bahwa dengan terpenuhinya sebagaimana huruf a, maka materi pengembangan pembelajaran PAI akan tersampaikan dan terevaluasi secara baik, dan pada akhirnya tujuan pengembangan nilai agama dan moral di Taman Kanak-kanak akan tercapai;

c. bahwa agar pelaksanaan dan proses

pengadministrasian pembelajaran PAI pada Taman Kanak-kanak berjalan dengan baik, perlu ditetap Pedoman Administrasi Pengelolaan Pengembangan Pembelajaran PAI pada Taman Kanak-kanak yang

dapat menjadi acuan bagi guru PAI dalam

mengadministasikan pelaksanaan kegiatan

pembelajaran PAI di TK;

d. bahwa untuk melaksanakan tugas pada huruf a, b dan c di atas, perlu ditetapkan Keputusan Direktur

(13)

Jenderal Pendidikan Islam tentang Pedoman

Administrasi Pengelolaan Pengembangan

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Taman Kanak- kanak

Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

2. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157, tambahan lembaran negara Republik Indonesia Nomor 4586);

3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, tambahan lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 96), sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang perubahan kedua ats peraturan pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2015 Nomor 45, tambahan lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5670); 4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55

Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan

Pendidikan Keagamaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 124, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4769); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang

Guru sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 107 dan Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6058);

(14)

6. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang

Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23 dan Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5105);

7. Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Hoslistik Integratif; 8. Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional

dengan Kepala Badan Kepegawaian Negara

No.:03/V/PB/2010 dan No.14 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya;

9. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru;

10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 137 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini;

11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 146 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini;

12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum Tahun 2013; 13. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan

Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2018 Tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 683);

14. Peraturan Menteri Agama RI Nomor 16 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Pendidikan Agama Islam pada Sekolah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 596);

15. Peraturan Menteri Agama Nomor 42 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1495, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4769).

16. Keputusan Menteri Agama Nomor 211 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengembangan Standar Nasional

(15)

Pendidikan Agama Islam di Sekolah;

2. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Nomor 1828/Dj.I/Dt.I.III/1/10/ HM.01.1/2016 Tentang Pedoman Pengembangan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Pada Taman Kanak – Kanak (TK), yang telah diperbaharui dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Nomor 4713 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengembangan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Taman Kanak-kanak.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN

ISLAM TENTANG PEDOMAN ADMINISTRASI

PENGELOLAAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA TAMAN KANAK- KANAK

KESATU : Menetapkan Pedoman Administrasi Pengelolaan

Pengembangan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Taman Kanak-kanak sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari keputusan ini.

KEDUA : Pedoman sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU

merupakan acuan bagi guru PAI pada Taman Kanak-kanak dalam melaksanakan administrasi pembelajaran pada proses pembelajaran pendidikan agama Islam pada Taman Kanak-kanak.

KETIGA : Keputusan ini berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta

Pada Tanggal 26 Agustus 2020 DIREKTUR JENDERAL,

(16)

LAMPIRAN

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM

NOMOR 4714 TAHUN 2020

TENTANG PEDOMAN ADMINISTRASI PENGELOLAAN PENGEMBANGAN

PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA TAMAN KANAK-KANAK

BAGIAN PERTAMA

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN PAI TK

A. Pengelolaan Pengembangan Pembelajaran PAI di Taman

Kanak-Kanak

Islam sangat memperhatikan pendidikan anak sejak usia dini. Allah telah mengajarkan kepada manusia bagaimana memberikan pelayanan pendidikan yang tepat untuk anak. Hal yang paling utama ditanamkan dalam jiwa`anak-anak adalah tentang keyakinan akan ke-Esaan Allah (tauhid) dan realisasinya dengan penerapan akhlakul karimah yang diimplementasikan dalam aplikasi nilai-nilai Al-Islam, yang harus dimulai sedini mungkin.

(17)

Nabi Muhammad saw bersabda: ”Setiap anak terlahir fitrah (berserah hanya kepada Allah), orangtualah yang menjadikan mereka Majusi, Nasrani, atau Yahudi (HR Muslim).” Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa betapa pentingnya pendidikan agama yang diterapkan sejak usia dini, termasuk pendidikan pada tingkat Taman Kanak-Kanak.

Pendidikan Agama Islam pada Taman Kanak-kanak (TK) merupakan pengembangan dari nilai agama dan moral yang diambil dari Kurikulum Nasional yakni Kurikulum 2013 PAUD. Nilai agama dan moral pada TK dikembangkan melalui pengembangan pembelajaran PAI yang meliputi 5 aspek yakni Al-Qur’an-Hadis, Akidah, Akhlak, Ibadah dan Sejarah Peradaban Islam (SPI).

Pengelolaan pembelajaran merupakan suatu penataan atau pengaturan pembelajaran sesuai dengan konsep dan teori pembelajaran, Pengelolaan pembelajaran bisa diartikan juga, suatu usaha yang dengan sengaja dilakukan guna mencapai tujuan pengajaran atau upaya mendayagunakan potensi kelas.

Guru perlu memperhatikan cara anak usia dini belajar dan mengetahui prinsip-prinsip pembelajaran dalam pendidikan anak usia dini (PAUD). Anak usia dini belajar secara bertahap dengan cara berpikir yang khas. Anak belajar dengan berbagai cara melalui proses interaksi dengan lingkungannya. Pada prinsipnya anak belajar melalui bermain, untuk itu perlu menyediakan kegiatan bermain yang sesuai dengan perkembangan anak sehingga anak bisa menjadi pembelajar aktif, dan memungkinkan juga anak menjadi semakin kreatif.

Demikian halnya dengan penanaman nilai-nilai agama dan moral, guru PAI TK diharapkan mampu memiliki kreatifitas dalam mengelola pembelajaran sehingga anak merasa senang mengikuti kegiatan pembelajaran tersebut, dengan demikian nilai-nilai agama dan moral akan terbangun melalui kegiatan bermain dan belajar sesuai prinsip pembelajaran PAUD.

(18)

Guru PAI di TK

Dalam pelaksanaan dan pengembangan pembelajaran PAI pada Taman Kanak-Kanak dapat dilakukan secara terintegrasi oleh guru kelas atau terpisah secara khusus oleh guru pendidikan agama Islam. Adapun yang dimaksud pembelajaran PAI pada TK yang dilaksanakan oleh guru kelas adalah guru yang sehari-hari mengajar dan mengelola kelas. Berdasarkan Peraturan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Badan Kepegawaian Negara nomor : 03/V/PB/2010 & nomor : 14 tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya pasal 1 ayat 3, guru adalah tenaga pendidik profesional yang mempunyai tugas, tanggungjawab, wewenang, dan hak secara penuh dalam proses pembelajaran seluruh mata pelajaran di kelas tertentu di TK/RA/BA/TKLB dan yang sederajat, kecuali mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan serta pendidikan agama. Iaturan ini menjelaskan bahwa Pendidikan Agama Islam bisa di ajarkan secara khusus.

Adapun guru khusus dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Taman Kanak-Kanak dilakukan oleh guru yang memiliki kemampuan. latar belakang dan kualifikasi akademik sebagai guru Pendidikan Agama Islam. Dalam Peraturan Menteri Agama RI No. 16 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Pendidikan Agama pada Sekolah disebutkan bahwa Guru Pendidikan Agama Islam pada Taman Kanak- Kanak adalah tenaga pendidik profesional yang memiliki tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, memberi teladan, menilai dan mengevaluasi peserta didik.

Waktu belajar

Berdasarkan Permendikbud No. 137 Tahun 2014 tentang Standar PAUD, bahwa layanan Taman Kanak-kanak untuk kelompok usia 4-6 tahun dilakukan setiap hari minimal (900 menit per minggu). Adapun pembagian waktu belajar dalam satu hari adalah sebagai berikut:

(19)

Tabel 1.1

Pembagian waktu belajar pada Taman Kanak-kanak

NO LINGKUP PERKEMBANGAN ALOKASI WAKTU

1. Nilai Agama dan Moral 30 menit

2. Sosial Emosional

150 Menit (Pengembangan dilakukan secara fleksibel sesuai kebutuhan) 3. Fisik Motorik 4. Bahasa 5. Kognitif 6. Seni Jumlah 180 menit

Pemenuhan jam mengajar PAI di TK, guru PAI Khusus menggunakan jam Nilai Agama dan Moral (NAM) dengan mengajar PAI yang bersumber dari 8 KD nilai agama dan moral tersebut minimal 30 menit (1 JTM) dalam 1 rombongan belajar. Jika di TK memiliki 4 rombongan belajar, maka guru tersebut mengajar PAI 4 JTM per hari, dan bila lembaga TK tersebut melaksanakan 6 hari di sekolah, maka guru tersebut sudah memenuhi beban mengajar 4 JPL x 6 hari = 24 JPL.

Pemenuhan jam mengajar tersebut berdasarkan Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Nomor 7180 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi guru PAI tahun 2019, disebutkan bahwa GPAI pada TK (Guru Pengembang PAI pada TK) dapat memenuhi beban kerja guru minimal 24 jam tatap muka (JTM) dengan ketentuan wajib mengajar muatan PAI pada TK Satuan administrasi pangkal (satminkal) minimal 6 jam tatap muka dan sisanya atau kekurangannya dapat dipenuhi dengan mengajar guru kelas/guru pendamping, mengajar di TK lain, membina kegiatan ekstra kurikuler PAI di TK atau di SD.

Jenis Pengelolaan Pembelajaran PAI pada TK

Pembelajaran PAI pada TK dilakukan dengan memperhatikan karakteristik perkembangan anak dan prinsip pembelajaran anak agar

(20)

dapat berjalan dengan efektif. Pembelajaran PAI pada TK dapat dilakukan dengan 2 model yakni terintegrasi dan secara khusus, yaitu :

1. Pembelajaran PAI Terintegrasi

Pembelajaran PAI terintegrasi adalah pembelajaran PAI yang dilaksanakan dalam pembelajaran sehari-hari dan mengikuti tema pembelajaran yang sedang berlangsung dengan memasukkan salah satu atau lebih aspek pengembangan PAI yakni Al Quran / Hadist, Akidah, Akhlaq, Ibadah, dan Sejarah Peradaban Islam.

Pembelajaran PAI TK sebagaimana tercantum dalam Pedoman Pengembangan Pembelajaran PAI TK yang dikeluarkan oleh Direktorat PAI Kementerian Agama RI berdasarkan keputusan Dirjen Pendis Nomor 1828/DJ.I/DT.I.III/1/10HM.01.1/ 2016, yang telah diperbaharui dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Nomor 4713 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengembangan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Taman Kanak-kanak

adalah mengembangkan muatan PAI yang bersumber dari

Permendikbud 146 tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 PAUD

2. Pembelajaran PAI Khusus

Pengembangan pembelajaran PAI khusus adalah pembelajaran PAI dengan mengembangkan nilai agama dan moral yang mencakup 5 aspek PAI yakni Al Quran/ Hadis, Aqidah, Akhlaq, ibadah, dan Sejarah Peradaban Islam yang dikembangkan oleh guru khusus PAI. Adapun dalam pelaksanaannya pembelajaran PAI khusus bisa diselenggarakan pada kegiatan intrakurikuler (model pembelajaran sentra/ sudut/ area/ kelompok) maupun pada kegiatan ekstrakurikuler.

Pembelajaran PAI Khusus sebagai solusi bagi para guru PAI yang diangkat dan diberikan tunjangan profesi oleh Kementerian Agama untuk memenuhi beban kerjanya sebagai guru PAI di TK. Dalam penghitungan jamnya, pengembangan PAI khusus menggunakan jam Nilai Agama dan Moral (NAM) yakni, dalam satu hari memiliki alokasi waktu satu jam tatap muka untuk masing-masing rombongan belajar. Pengembangan PAI khusus bisa diajarkan pada jam intrakurikuler

(21)

maupun ekstrakurikuler dan bisa menyesuaikan dengan tema yang sedang diajarkan atau tema khusus pengembangan PAI.

B.

Pengorganisasian Pengembangan Pembelajaran PAI di TK

Pengorganisasian pengembangan pembelajaran PAI di TK melalui pengelolaan kelas perlu ditata dengan baik sehingga memungkinkan terjadinya interaksi yang aktif antara anak didik dengan guru, dan antar

anak didik. Pengorganisasian pengembangan pembelajaran PAI

merupakan upaya pendidik untuk menciptakan dan mengendalikan kondisi belajar sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Tujuan Pengelolaan Kelas

Kegiatan pengelolaan kelas akan membantu proses perkembangan anak secara optimal sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Adapun tujuan dari pengelolaan kelas diantaranya:

1) Menciptakan suasana kelas yang menyenangkan bagi anak dalam melakukan sejumlah aktivitas yang dirancang melalui berbagai pendekatan.

2) Penyediaan fasilitas untuk berbagai kegiatan belajar anak dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas.

3) Terciptanya suasana sosial yang menyenangkan, saling mendukung dan mengapresiasi setiap pencapaian anak.

4) Membina dan membimbing anak dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat individunya.

Merancang Lingkungan Kelas

Penataan lingkungan diperlukan untuk menarik minat dan fokus anak, agar suasana belajar jadi lebih menyenangkan dan bermakna. Penataan lingkungan yang baik akan mendukung anak untuk bisa mengikuti dan berpartisipasi aktif dalam setiap rangkaian kegiatan proses

(22)

pembelajaran. Rancangan lingkungan kelas memiliki dampak terhadap kemampuan belajar dan pengembangan perilaku anak-anak.

Rancangan lingkungan belajar pengembangan pembelajaran PAI dapat dibagi dalam 2 kategori, yaitu :

1. Pengembangan Pembelajaran PAI berdasarkan lokasi belajar

Pengembangan Pembelajaran PAI dapat dilakukan di dalam maupun di luar kelas (Indoor dan Outdoor), yaitu :

a. Pengelolaan lingkungan dalam kelas (indoor)

Kelas yang baik merupakan lingkungan belajar yang bersifat menantang dan merangsang anak untuk belajar dan memberikan rasa aman dan kepuasan kepada anak dalam mencapai tujuan belajarnya. Ruang kelas anak prasekolah di kelola sesuai dengan pusat-pusat kegiatan dengan tujuan untuk menfasilitasi minat anak serta mendukung keterlaksanaan pembelajaran berbasis tema.

b. Pengelolaan lingkungan di luar kelas (outdoor)

Kegiatan diluar ruangan merupakan suatu bagian yang integral dari pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Taman Kanak-Kanak. Lingkungan belajar diluar selain sebagai tempat bermain juga tempat anak mengekspresikan lingkungannya.

2. Pengembangan Pembelajaran PAI pada model Kelompok, Sudut, Area dan Sentra

Perencanaan pegelolaan kelas mencakup penataan lingkungan belajar serta pengorganisasian anak dan kelas (dapat di dalam maupun diluar ruangan). Pengelolaan kelas disesuaikan dengan model pembelajaran yang akan digunakan.

Model-model pembelajaran tersebut di antaranya adalah :

a. Model Sudut

yaitu model pembelajaran kelompok berdasarkan sudut-sudut kegiatan Model pembelajaran sudut memberikan kesempatan kepada anak didik untuk belajar dekat dengan kehidupan sehari- hari.

(23)

Pengelolaan kelas pada model pembelajaran berdasarkan sudut- sudut kegiatan adalah:

1) Pengaturan alat bermain dan mebel disesuaikan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan, khususnya pada sudut-sudut kegiatan.

2) Sumber belajar dan hasil kegiatan anak dapat ditempel di papan atau di dinding ruangan, kemudian menjadi portofolio.

3) Setelah digunakan untuk pembelajaran, alat bermain dirapikan oleh anak yang diamati guru untuk pencapaian kemandirian, tanggung jawab.

Langkah-langkah:

1) Kegiatan awal ± 30 menit. Kegiatan yang dilaksanakan, misalnya mengucap salam, berdoa bernyanyi yang bernuasa religius membicarakan tema/sub tema, indikator yang yang dicapai anak.

2) Kegiatan inti (± 60 menit) secara individual di sudut-sudut kegiatan. Sebelum melakukan kegiatan inti, guru bersama anak membicarakan tugas-tugas yang diprogramkan di sudut-sudut kegiatan yang menggunakan metode, pendekatan sesuai sub tema/tema. Contoh sub-tema manfaat air bagi kehidupan sehari-hari

3) Sudut yang dibuka setiap hari disesuaikan dengan indikator yang dikembangkan dan sarana/alat pembelajaran yang ada. Kemudian anak dibebaskan untuk memilih sudut kegiatan yang disukai sesuai dengan minatnya. Anak dapat berpindah sudut kegiatan sesuai dengan minatnya tanpa ditentukan oleh pendidik, sekaligus pendidik memberi motivasi.

4) Istirahat/Makan (±30 menit). Kegiatan makan bersama menanamkan pembiasaan seperti mencuci tangan, berdoa sebelum dan sesudah makan, berbagi bekal dengan teman, membereskan dan merapikan alat-alat makan dan sebagainya. 5) Kegiatan Akhir (± 30 menit). Kegiatan akhir dilaksanakan

(24)

bercerita, bernyanyi, gotong royong membersihkan kelas, diskusi kegiatan yang telah dilakukan, informasi kegiatan esok hari, berdoa, dan mengucapkan salam.

Contoh pengelolaan kelas pembelajarn sudut

Gambar 1.1. Model pengelolaan kelas model sudut (ttps://paud-

anak bermainbelajar.blogspot.co.id/2016/04/gambar- gambar-contoh-pengelolaan-kelas.html (diunduh tanggal 23 April 2018)

Jenis model pengelolaan kelas pembelajaran sudut :

1) Sudut kehidupan praktis.

Dalam model sudut ini, anak-anak diajarkan keterampilan dan kemandirian.

Contoh : anak diajarkan memakai sarung/ mukena sendiri, dan sebagainya.

2) Sudut Sensori

Melatih anak untuk peka dengan menggunakan lima panca indra.

Contoh : melipat peralatan shalat, dan sebagainya. 3) Sudut metematika

Anak-anak diajarkan tentang angka melalui tangan maupun dengan alat.

(25)

4) Sudut Bahasa

Anak-anak didorong untuk mengekspresikan diri secara lisan, dan belajar mengeja, tatabahasa dan menulis.

Contoh : menghafalkan dan melafalkan doa-doa harian, surat- surat pendek, menulis huruf hijaiyah, dan sebagainya.

5) Sudut Kebudayaan

Pendidikan budaya pada pembelajaran PAI, mencakup geografi, hewan, waktu, sejarah, musik, gerak, sain, dan seni. Contoh : cerita kisah/peristiwa wali songo dan atau disesuaikan dengan budaya daerah yang berkaitan dengan peradaban islam, dan sebagainya.

b. Model Kelompok dengan Sudut Pengaman

Yaitu model pembelajaran kelompok berdasarkan kegiatan pengaman. Model pembelajaran kelompok dengan kegiatan pengaman merupakan pola pembelajaran dimana anak dibagi menjadi beberapa kelompok dengan kegiatan yang berbeda-beda.

Langkah-langkah:

1) Menentukan jenis kegiatan susuai tema/sub-tema yang akan disampaikan.Contoh : tema tempat ibadah, sub tema masjid. 2) Dalam satu pertemuan, anak didorong harus mampu

menyelesaikan 2 – 3 kegiatan dalam kelompok secara bergantian;

Contoh:

kegiatan 1: mengisi dengan pola kolase gambar masjid kegiatan 2: mencari jalan menuju ke masjid (maze) kegiatan 3: menggambar masjid

3) Anak-anak yang sudah menyelesaikan tugasnya lebih cepat dari pada temannya dapat meneruskan kegiatan di kelompok lain;

4) Jika tidak tersedia tempat, anak tersebut dapat melakukan kegiatan di kegiatan pengaman; dan

(26)

5) Pada kegiatan pengaman sebaiknya disediakan alat-alat yang lebih bervariasi dan sering diganti sesuai dengan tema atau sub-tema yang dibahas.

Kegiatan pengaman dimaksudkan agar anak-anak yang telah menyelesaikan tugas terlebih dahulu dalam kelompok dan kegiatan pada kelompok lain tidak terdapat tempat duduk yang kosong sehingga anak tersebut tidak mengganggu teman lain. Alat-alat bermain/sumber belajar pada kegiatan pengaman antara lain misalnya balok-balok bangunan, mainan konstruksi, macam-macam kendaraan, kotak menara, alat pertukangan, lego puzzle, permainan pola dan alat bermain/sumber belajar lainnya.

c. Model Area

Yaitu model pembelajaran berdasarkan area (minat). Pembelajaran berdasarkan minat menggunakan 10 area, yaitu: area agama, balok, bahasa, drama, matematika, IPA, musik, seni/motorik halus, pasir dan air, membaca dan menulis. Alat/sumber belajar pada pembelajaran berdasarkan minat antara lain sebagai berikut:

1) Area Agama

Maket tempat ibadah (masjid, gereja, pura, vihara), gambar tata cara shalat, gambar tata cara berwudlu, sajadah, mukena, peci, kain sarung, kerudung, buku iqro’, kartu huruh hijaiyah, tasbih, juz‘ama, alqur’an, dan sebagainya.

2) Area Balok

Balok-balok berbagai ukuran dan warna, loggo, lotto sejenis, lotto berpasangan, kepingan geometri dari triplek berbagai ukuran dan warna, kotak geometri, kendaraan tiruan (laut, udara dan darat), rambu-rambu lalu lintas, kubus berpola, tusuk gigi, kubus berbagai ukuran dan warna, korek api, lidi, tusuk es krim, bola berbagai ukuran dan warna, dus-dus bekas. Alat

(27)

peraga yang disiapkan tersebut menjadi bahan pembelajaran PAI.

Contoh: membuat puzzle masjid dari kardus, membangun mushola dari balok, membuat tasbih dari manik-manik, dan sebagainya

3) Area Berhitung/Matematika

Lambang bilangan, kepingan geometri, kartu angka, kulit kerang, puzzle, konsep bilangan, kubus permainan, pohon hitung, papan jamur, ukuran panjang pendek, ukuran tebal tpis, tutup botol, pensil, manik-manik, gambar buah-buahan, penggaris, meteran, buku tulis, puzzle busa (angka), kalender, gambar bilangan, papan pasak, jam, kartu gambar, kartu berpasangan, lembar kerja.

Contoh penerapan dalam pembelajaran PAI: memasangkan kartu gambar dengan angka, dan atau huruf hijaiyah, dan sebagainya.

4) Area IPA

Macam-macam tiruan binatang, gambar-gambar

perkembangbiakan binatang, gambar-gambar proses

pertumbuhan tanaman, biji-bijian (jagung, kacang tanah, kacang hijau, beras), kerang, batu/kerikil, pasir, bunga karang, magnit, mikroskop, kaca pembesar, pipet, tabung ukur, timbangan kue, timbangan sebenarnya, gelas ukuran, gelas pencampur warna, nuansa warna, meteran, penggaris, benda- benda kasar-halus (batu, batu bata, amplas, besi, kayu, kapas, dan lain-lain.), benda-benda pengenalan berbagai macam rasa (gula, kopi, asam, cuka, garam, sirup, cabe, dll.), berbagai macam bumbu (bawang merah, bawang putih, lada, ketumbar, kemiri, lengkuas, daun salam, jahe, kunyit, jinten, dan lain lain.)

Dalam pembelajaran PAI dapat diterapkan melalui

(28)

Contoh : pengamatan terhadap gambar/asli binatang, tumbuhan maupun hasil bumi, gejala alam, memalui lafad kalimat toyyibah, dan sikap akhlak mulia, dan sebagainya

5) Area Musik

Seruling, kastanyet, marakas, organ kecil, tamburin, kerincingan, tri anggle, gitar kecil, wood block, kulintang, angklung, biola, piano, harmonika, gendang, rebana, dan sebagainya. Alat tersebut untuk seni yang bernuansa islami, contoh: anak diajarkan lagu-lagu islami sambil menabu alat musik, lagu islami di antaranya anak muslim, lagu rukun islam, dan sebagainya.

6) Area Bahasa

Buku-buku cerita, gambar seri, kartu kategori kata, nama-nama hari, boneka tangan, panggung boneka, papan planel, kartu nama-nama hari, kartu nama-nama bulan, majalah anak, koran, macam-macam gambar sesuai tema, dan sebagainya.

Dalam pembelajaran PAI diterapkan melalui cerita/kisah islami, contoh anak sholeh, cerita Nabi Yunus as, dan sebagainya. 7) Area Membaca dan Menulis

Buku tulis, pensil warna, pensil 2B, kartu huruf, kartu kata, kartu gambar, dan sebagainya.

Dalam pembelajaran PAI diterapkan melelaui kartu-kartu kata yang dihubungkan dengan huruf hijaiyah dan diucapkan oleh guru yang kemudian ditirukan oleh anak-anak, mewarnai kaligrafi, dan sebagainya.

8) Area Drama

Alat peraga dalam pembelajaran PAI yang perlu disiapkan adalah berkaitan dengan tema/sub-tema dalam lingkup PAI. Contoh: kain sarung+peci, sajadah, mukena, Al-Quran, tasbih, gambar/miniature masjid, doa-doa harian, gambar-gambar yang berkaitan dengan nilai-nilai keagamaan, kartu-kartu huruf hijaiyah, dan sebagainya.

(29)

9) Area Pasir/Air

Bak pasir/bak air, aquarium kecil, ember kecil, gayung, garpu garuk, botol-botol plastik, tabung air, cangkir plastik, literan air, corong, sekop kecil, saringan pasir, serokan, cetakan-cetakan pasir/cetakan agar cerbagai bentuk, penyiram tanaman, dan sebagainya. Dalam pembelajaran PAI dapat dengan menirukan ciptaan Allah, seperti gunung, pohon, binatang. Contoh anak melukis di atas pasir, membuat gunung dari pasir yang dicetak dengan boto/cangkir, dan sebagainya.

10) Area Seni dan Motorik

Meja gambar, meja-kursi anak, krayon, pensil berwarna, pensil 2B, kapur tulis, arang, buku gambar, kertas lipat, kertas Koran, lem, gunting, kertas warna, kertas kado, kotak bekas, bahan sisa, dan sebagainya. Pada pembelajaran PAI dapat diterapkan dengan menggambar, pinger painting, kolase, dan sebagianya. Contoh masjid, menggmbar ciptaan Allah (binatang, gunung, pohon dan sebagianya)

Contoh model seting/pengelolaan kelas pembelajaran Area.

(30)

d. Model Sentra

Model pembelajaran sentra adalah pendekatan

pembelajaran yang dalam proses pembelajarannya dilakukan di dalam “lingkaran” (circle times) dan sentra bermain. Lingkaran dalam hal ini adalah, guru duduk bersama anak dengan posisi melingkar untuk memberikan pijakan kepada anak yang dilakukan sebelum dan sesudah bermain, dengan kata lain pembelajaran yang berpusat di sentra main dan saat di lingkaran dengan menggunakan empat jenis pijakan (Scoffolding) untuk mendukung perkembangan anak. Sentra bermain adalah zona atau area bermain anak yang dilengkapi dengan seperangkat alat bermain yang berfungsi sebagai pijakan lingkungan yang diperlukan untuk mengembangkan seluruh potensi dasar anak didik dalam berbagai aspek perkembangan secara seimbang. Pembelajaran berdasarkan sentra meliputi sentra imtaq, sentra bahan alam, sentra balok, sentra main peran makro, sentra main peran mikro, sentra persiapan, sentra seni, sentra musik dan olah tubuh dan sebagainya.

Pembelajaran dalam lingkaran dengan sentra bermain mempunyai 4 pijakan, yaitu:

No Pijakan Langkah-langkah

1 Pijakan

Lingkungan

a. Mengelola awal lingkungan main dengan bahan-bahan yang cukup (tiga tempat main untuk setiap anak)

b. Merencanakan untuk intensitas dan densitas

c. Memiliki berbagai bahan yang

mendukung tiga jenis main

d. Memiliki berbagai bahan yang

mendukung pengalaman keaksaraan

e. Menata kesempatan main untuk

mendukung hubungan sosial yang positif

(31)

2 Pijakan Pengalaman Sebelum Main (15 menit)

a. Membaca buku yang berkaitan dengan pengalaman atau mengundang nara sumber

b. Menggabungkan kosakata baru dan menunjukkan konsep yang mendukung standar kinerja

c. Memberikan gagasan bagaimana

menggunakan bahan-bahan

d. Mendiskusikan aturan dan harapan untuk pengalaman main

e. Menjelaskan rangkaian waktu main f. Mengelola anak untuk keberhasilan

hubungan social

g. Merancang dan menerapkan urutan transisi main 3 Pijakan Pengalaman Main Setiap Anak (60 me- nit)

a. Memberikan anak waktu untuk

mengelola dan meneliti pengalaman main mereka

b. Mencontohkan komunikasi yang tepat c. Memperkuat dan memperluas bahasa

anak

d. Meningkatkan kesempatan sosialisasi melalui dukungan hubungan teman sebaya

e. Mengamati dan mendokumentasikan perkembangan dan kemajuan main anak

4 Pijakan

Pengalaman Setelah Main ( 30 menit)

Menjelaskan kegiatan hari ini dan

menaynyakan perasaan anak saat bermain di sentra kegiatan.

Tabel 1.2. Langkah-langkah model lingkaran sentra bermain

Adapun jenis pembelajaran sentra, antara lain meliputi: 1) Sentra imtaq

Pusat kegiatan belajar melalui bermain untuk

mengembangkan seluruh aspek perkembangan dengan

(32)

Tujuan yang ingin dicapai, tertanamnya nilai-nilai agama Islam dan pembiasaan beribadah sejak dini.

2) Sentra bahan alam

Sentra ini menfasilitasi anak untuk mengembangkan dan

memperluas pengalaman bermain sensorimotor dengan

memberikan banyak kesempatan pada anak untuk

mengeksplorasi bahan-bahan alami dalam mengembangkan kematangan motorik halus yang diperlukan dalam proses kesiapan menulis, keterampilan berolah tangan dan menstimulasi sistem kerja otak anak. bahan-bahan/alat: daun, ranting, kayu, pasir, air, batu, biji-bijian,dan lain-lain. alat yang digunakan diantaranya sekop, saringan, corong, ember,dan lain-lain. Contoh dalam pembelajaran PAI: meronce dari kacang panjang yang dipotong-potong menjadi tasbih, membuat peci dari daun nangka, sajadah dari daun pisang, dan sebagainya.

3) Sentra persiapan

Pusat kegiatan belajar melalui bermain untuk

mengembangkan seluruh aspek perkembangan dengan prioritas pengembangan pengalaman keaksaraan. Di sentra ini, anak difasilitasi dengan permainan yang dapat mendukung pengalaman membaca, menulis, berhitung dengan cara yang menyenangkan dan anak dapat memilih kegiatan sesuai minat.

Tujuan yang ingin dicapai: anak dapat berfikir teratur, senang membaca, menulis dan berhitung.

Dalam pembelajaran PAI, contoh : dengan kartu bilangan yang dihubungkan dengan angka hijaiyah, benda-benda yang mempunyai simbol dihubungkan dengan huruf hijaiyah dan angka, dan sebagainya.

4) Sentra balok

Pusat kegiatan belajar melalui bermain untuk

mengembangkan kecerdasan visual spasial. Kegiatan yang dilaksanakan dengan membangun berbagai bentuk bangunan

(33)

untuk merepresentasikan ide ke dalam bentuk nyata (bangunan). Penekanan sentra ini pada start and finish dimana anak mengambil balok sesuai kebutuhan dan mengembalikan dengan mengklasifikasikan berdasarkan bentuk balok.

Contoh dalam pembalajaran PAI, adalah membangun Ka’bah dengan balok, menyusun balok untuk menara masjid, dan sebagainya.

5) Sentra main peran makro dan mikro

Pusat kegiatan belajar melalui bermain untuk

mengembangkan daya imajinasi dan mengekspresikan perasaan saat ini, kemarin dan yang akan datang. Tujuan yang ingin dicapai: anak dapat bersosialisasi dan berinteraksi dengan teman dan lingkungan sekitar serta mengembangkan kemampuan berbahasa secara optimal.

Contoh pembelajaran PAI, perayaan ‘idul fitri (peran ustad, imam, ibu, bapak, anak, teman) dan sebagainya.

6) Sentra seni dan kreatifitas

Pusat kegiatan belajar melalui bermain untuk

mengembangkan kemampuan anak dalam berkreasi. Kegiatan dalam sentra ini anak diajak untuk menciptakan kreasi tertentu yang menghasilkan karya. Tujuan yang ingin dicapai: anak dapat berfikir secara kreatif.

Contoh dalam pembelajaran PAI: membuat bedug masjid dari kaleng susu dan kardus, balon, karet, dan sebagainya.

7) Sentra musik dan olah tubuh

Sentra musik menfasilitasi anak untuk memperluas pengalamannya dalam menggunakan gagasan mereka melalui olah tubuh, bermain musik, dan lagu yang dapat memperluas pengalaman dan pengetahuan anak tentang irama, birama (ketukan), dan mengenal berbagai bunyi-bunyian dengan menggunakan alat-alat musik yang mendukung, misalnya pianika, piano, rebana,dan lain-lain.

(34)

Contoh dalam pembelajaran PAI: melakukan gerakan sholat, senam anak muslim, gerak dan lagu tegakkan shalat, dan sebagainya.

Contoh seting/pengelolaan kelas pembelajaran sentra

Gambar 1.3. Model pengelolaan kelas sentra

C. Pengembangan

Pembelajaran

PAI

di

TK,

dengan

Pendekatan Saintifik

Pendekatan pembelajaran yang menyenangkan adalah proses pembelajaran yang dirancang agar anak secara aktif dapat mengamati, bertanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengkomunikasikan, baik terkait diri sendiri, lingkungan, atau kejadian. Penerapan pendekatan pembelajaran yang baik akan menumbuhkan kemampuan berpikir anak. Salah satu pendekatan pembelajaran tersebut adalah pendekatan saintifik.

Proses Pendekatan Saintifik

Proses pendekatan saintifik merupakan rangkaian pembalajaran yang melalui berbagai kegiatan sebagai berikut :

1. Mengamati

Mengamati merupakan kegiatan menggunakan semua indera

(35)

pengecap) untuk mengenali suatu benda yang diamatinya. Semakin banyak indera yang digunakan dalam proses mengamati maka semakin banyak informasi yang diterima dan diproses dalam otak anak. Guru berperan sebagai pengamat dan pendukung/fasilitator bukan sebagai instruktur.

Kegiatan mengamati dapat menggunakan berbagai macam media untuk obyek tertentu baik di dalam atau di luar kelas. Kegiatan ini dapat dilakukan sendiri atau bersama-sama sesuai tema yang sedang dibahas dalam kegiatan PAI terintegrasi ataupun kegiatan PAI secara khusus.

2. Menanya

Menanya merupakan proses berpikir yang didorong oleh minat keingintahuan anak tentang suatu benda atau kejadian. Pada dasarnya anak senang bertanya. Anak akan terus bertanya sampai rasa penasarannya terjawab. Seringkali orang tua dan guru mematahkan rasa keingintahuan anak dengan menganggap anak terlalu banyak bertanya. Menanya sebagai proses menggali pengetahuan baru. Guru dapat membantu anak untuk menyusun pertanyaan yang ingin mereka ketahui.

3. Mengumpulkan informasi

a. Mengumpulkan informasi atau data merupakan proses mencari jawaban dari berbagai pertanyaan yang disampaikan anak pada tahap menanya.

b. Mengumpulkan data dapat dilakukan berulang-ulang di pijakan awal sebelum bermain (pembukaan) setiap hari dengan cara yang berbeda.

c. Mengumpulkan data dapat berasal dari berbagai sumber, misalnya manusia, Alqur’an, Hadist, buku, film, mengunjungi tempat atau internet.

4. Menalar (Mengasosiasi)

Proses menalar untuk anak usia dini adalah menghubungkan atau mencocokkan pengetahuan yang sudah dimilikinya dengan pengalaman baru yang didapatkannya.

(36)

5. Mengkomunikasikan

Mengomunikasikan adalah proses penguatan pengetahuan/

keterampilan yang didapatkan anak. Mengomunikasikan dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya bahasa lisan, gerakan, hasil karya. Dukungan guru yang tepat akan menguatkan pemahaman anak terhadap konsep atau pengetahuannya, proses berpikir kritis dan kreatifnya terus tumbuh. Sebaliknya bila guru mengabaikan pendapat anak atau menyalahkannya maka keinginan untuk mencari tahu dan mencoba hal baru menjadi hilang. Untuk itu dibutuhkan perhatian yang tulus sebagai dukungan guru pada saat anak mengomunikasikan hasil temuan atau karyanya.

(37)
(38)

Mendukung pencapaian Kompetensi Dasar dan Kompetensi Inti

Mendukung keberhasilan pengelolaan pembelajaran yang

Mengarahkan guru dalam menyiapkan alat dan bahan yang

Mengarahkan guru untuk membangun sikap, pengetahuan dan

membantu guru merancang dan melaksanakan kegiatan bermain untuk memfasilitasi anak belajar.

keterampilan yang diharapkan dimiliki anak diperlukan

bermakna

BAGIAN KEDUA

PERENCANAAN PEMBELAJARAN PAI di TK

A. GPAI Perlu Merencanakan Pembelajaran PAI?

Rencana pelaksanaan pembelajaran merupakan kegiatan

pembelajaran yang dirancang guru dengan mengikuti prinsip-prinsip pembelajaran. keluasan muatan/materi, pengalaman belajar, tempat dan waktu belajar, alat/sumber belajar, model pembelajaran dan cara penilaian.

Ada komponen yang harus diperhatikan dalam merencanakan

pembelajaran agar tercapai tujuan pembelajaran, yakni perubahan perilaku anak.

Rambu-rambu yang digunakan untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah ;

• Memahami STPPA sebagai hasil akhir program PAUD (Kompetensi Inti)

• Memahami Kompetensi Dasar sebagai capaian hasil pembelajaran • Menetapkan materi pembelajaran sebagai muatan untuk pengayaan

pengalaman anak

(39)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran PAI TK

Rencana pelaksanaan pembelajaran yang harus disusun dan disiapkan oleh guru sebelum melaksanakan pembelajaran yang ditambah dengan rencana penilaian, yaitu:

1. Program Semester (Prosem).

2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM) 3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH)

B. Pengembangan Indikator PAI di TK

Indikator adalah penanda perkembangan yang spesifik dan terukur untuk memantau/menilai perkembangan anak pada usia tertentu, meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sehingga guru dapat mengetahui pencapaian perkembangan anak. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi.

Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STTPA)

STTPA adalah kriteria minimal tentang kemampuan yang dicapai anak pada rentang usia tertentu yang meliputi seluruh aspek perkembangan, yaitu aspek nilai-nilai agama dan moral, motorik dan fisik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni. STTPA perkembangan nilai moral agama dan pengembangan materi PAI dapat dapat dilihat pada tabel berikut:

(40)

Tabel 2.1

Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) usia 4-6 Tahun

Lingkup Perkembangan

Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak Usia 4 - 5 tahun Usia 5 –6 tahun

Nilai Agama dan Moral 1. Mengetahui agama yang dianutnya 2. Meniru gerakan beribadah dengan urutan yang benar 3. Mengucapkan doa

sebelum dan/atau sesudah melakukan sesuatu

4. Mengenal perilaku baik/sopan dan buruk 5. Membiasakan diri

berperilaku baik 6. Mengucapkan salam

dan membalas salam

1. Mengenal agama yang dianut

2. Mengerjakan ibadah 3. Berperilaku jujur,

penolong, sopan, hormat, sportif, dsb 4. Menjaga kebersihan diri

dan lingkungan

5. Mengetahui hari besar agama

6. Menghormati (toleransi) agama orang lain

(41)

Tabel 2.2

Pengembangan Materi Nilai Agama dan Moral Kelompok A

N0 KD MATERI

PEMBELAJARAN KEGIATAN INDIKATOR LINGKUP PAI

1. 1.1. Mempercayai adanya Tuhan melalui ciptaanNya • Menyebut nama Allah sebagai pencipta • Menyebutkan macam-macam ciptan Alloh

• Menirukan lafal Asmaul Husna (1-5) :

Ar Rahman, Ar Rakhim, Al Malik, Al Kudus, As Salam

• Menyanyikan lagu Tuhan

Pencipta Alam Semesta

1.1.1 Anak terbiasa mengucapkan asmaul husna 1.1.2 Anak terbiasa menyayangi Ciptaan Tuhan Aqidah 2. 1.2 Menghargai diri sendiri, Orang lain, dan lingkungaan sekitar sebagai rasa syukur kepada Allah

• Mengucapkan rasa syukur terhadap ciptaan Allah

• Mengucapkan lafal kalimat thoyibah (tahmid) 1.2.1 Anak terbiasa mengucapkan kalimat thoyyibah : Alhamdulilah, subhanalloh. Massyaalloh (Akhlak) 3. 2.13 Memiliki perilaku yang mencer- minkan sikap • Mengembalikan benda yang bukan haknya .

• Berkata jujur

• Bermain peran mengem-

balikan barang temuan dalam kelas.

• Mendengarkan cerita guru tentang Al-Amin 2.13.1 Anak terbiasa berkata jujur dan berprilaku jujur. (Akhlak) (Sejarah Per- adaban Islam)

(42)

4. 2.14. Memiliki perilaku yang mencer- minkan sikap santun kepada Orang Tua,Pen- didik, dan Teman

• Bersikap ramah

kepada Orang yang lebih tua

• Menyapa dengan

sopan

• Mengucapkan salam

setiap datang dan pulang • Berkata ,berbicara dengan

ramah 2.14.1 Anak terbiasa berkata baik ramah Akhlaq 5. 3.1 Mengenal Kegiatan ibadah sehari-hari 4.1. Melakukan kegiatan beribadah sehari- hari dengan tuntunan orang dewasa • Melakukan kegiatan ibadah sehari-hari • Menirukan gerakan ibadah solat

• Menyucapkan do'a mau

belajar doa mau

makan,sesudah makan dll • Menirukan gerakan solat

berjamaah 3.1.1 Anak dapat mengucapkan doa sehari- hari 4.1.1 Anak dapat menirukan gerakan ibadah solat Fiqih 6. 3.2 Mengenal perilaku baik dan santun sebagai cerminan akhlak mulia 4.2. Menunjukkan perilaku santun sebagai cerminan akhlak mulia • Berperilaku sopan dan peduli melalui perkataan dan perbuatannya

secara spontan

sesuai dengan

agama dan budaya

• Meminta tolong • Mengucapkan terima kasih • Mengucapkan maaf 3.2.1 Anak dapat menyebutkan contoh perilaku baik dan santun 4.2.1 Anak dapat mengucapkan terimakasih, meminta maaf, tolong Akhlak

(43)

7. 1.1. Mempercayai adanya Tuhan melalui ciptaanNya • Mengucapkan kalimat pujian melalui ciptaannya

• Menyanyi kalimat toyibah 1.1.1 Anak terbiasa mengucapkan kalimat pujian terhadap ciptaan Allah Aqidah 8. 1.2 Menghargai diri sen-diri, Orang lain, dan ling-kungan sekitar sebagai rasa syukur kepadaAllah

• Menghormati orang lain yang sedang beribadah

• Tanya jawab cara

menghormati orang yang

sedang sholat

1.2.1 Anak terbiasa menghormati orang lain yang sedang

beribadah

Akhlak

9. 2.14 Memiliki perilaku yang mencermin- kan sikap santun

kepada orang-

tua, pendidik dan teman

• Berperilaku sopan dan santun

• Praktek berjalan di depan orang yang lebih tua

2.14.1 Anak Terbiasa berperilaku sopan dan santun Akhlak 10. 3.1. Mengenal kegiatan beribadah sehari- hari 4.1. Melakukaan kegiatan beribadah sehari- hari dengan tuntunan orang dewasa

• Mengucapkan doa - doapendek, mela- kukan ibadah se- suai agamanya.

• Kegiatan Melafalkan doa

sebelum dan sesudah

makan (Ibadah) 3.1.1 Anak dapat menyebutkan man-faat berdoa melafal- kan doa sebelum dan sesudah makan 4.1.1 Anak dapat melafalkan doa sebelum makan Fiqih

(44)

11. 2.14.Memiliki perilaku yang mencerminkn sikap santun kepa- da orang tua, pen- didik dan teman.

• Berkata dengan

suara lembut dan santun • Mendengarkan cerita kepribadian Nabi Muhammad SAW 2.14.1 Anak terbiasa berkata dengaan suara lembut dan santun SPI 12. 3.2 Mengenal perilaku baik dan santun sebagai cerminan akhlak mulia 4.2. menunjukkan perilaku santun sebagai cerminan akhlak mulia .

• Mengenal ayat Al- Qur’an dan Hadits tentang perilaku

• Perilaku yang baik dan santun

• Mendengarkan cerita salah

satu sahabat nabi

Muhamad

• Bermain peran tentang perlaku yang baik dan santun

3.2.1 Anak dapat menyebutkan contoh perilaku yang baik dan santun 4.2.1 Anak dapat mendemonstras ikan perilaku santun sebagai cerminan akhlak mulia 4.2.2 Anak dapat menghafal Al- quran Surat Al Baqoroh ayat 195 ALQuran dan Hadis

(45)

Tabel 2.3

Pengembangan Materu Nilai Agama dan Moral Kelompok B

N0 KD MATERI KEGIATAN INDIKATOR LINGKUP PAI 1. 1.1. Mempercayai adanya Tuhan melalui Ciptaan Nya • Mengenal rukun iman/Islam

• Mengenal kitab-kitab Allah 1.1.1 Anak terbiasa mengenal rukun iman/Islam

Akidah

2. 1.2 Menghargai diri

sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar sebagai rasa syukur kepada Tuhan • Biasa mengucapkan rasa syukur terhadap Allah

• Praktek mau berbagi terhadap teman 1.2.1 Anak Terbiasa mengucapkan rasa syukur kepada Allah Akhlak 3. 2.13 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap jujur • Kebiasaan berkata jujur

• Cerita Khalifah Umar Bin Khattab 2.13.1 Anak Terbiasa berkata jujur SPI 4. 2.14 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap santun kepada orangtua, pendidik dan Teman • berperilaku sopan dan santun

• Menghafal hadist jangan suka marah 2.14.1 Anak Terbiasa berperilaku sopan dan santun Al-Qur’an Hadits

(46)

5. 3.1 Mengenal kegiatan

beribadah sehari- hari

4.1 Mengenal perilaku baik dan santun sebagai cerminan akhlaq mulia

• mengucap dan menjawa salam

• Bercakap-cakap tentang pentingnya menjawab salam

3.1.1 Anak dapat dapat menye- butkan manfaat mengucap dan menjawab salam 4.1.1 Anak dapat mempraktikkan ucapan salam dan menjawab salam Akhlak 6. 3.1 Mengenal kegiatan beribadah sehari- hari 4.1 Melakukan kegiatan beribadah sehari hari dengan tuntunan orang dewasa

• Mengucapkan doa-doa sehari- hari

• Menghafal do'a kebahagiaan dunia dan akhirat

• Menebalkan dan mewarnai kata “Allah” 3.1.1 Anak dapat menghafalkan kan doa kebahagiaan dunia akhirat 4.1.1 Anak dapat mendemonstras ikan hafalan do’a kebaha- giaan dunia akhirat Fikih 7. 3.2 Mengenal perilaku baik dan santun sebagai cerminan akhlaq mulia

• Menunjukkan perilaku santun

• Bermain peran 3.2.1 Anak dapat

menyebutkan contoh perilaku yang baik dan santun

(47)

4.2 Menunjukkan perilaku santun sebagai cerminan akhlaq mulia 4.2.1 Anak dapat Mendemonstras ikan perlaku yang baik dan santun 8. 1.1 Mempercayai adanya Tuhan melalui CiptaanNya • Mengenalkan zakat fitrah

• Kunjungan ke panti asuhan 1.1.1 Anak Terbiasa mentaati untuk mengeluarkan zakat Fikih 9. 2.13 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap jujur • Menghargai kepemilikan oranglain • Bercakap-cakap cara

menjaga barang teman yang kita pinjam 2.13.1 Anak Terbiasa menghargai kepemilikan orang lain Akhlak 10. 2.14 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap santun kepada orang tua, pendidik dan teman

• Kebiasaan menyapa orang lain

• Mengajak bermain teman yang suka menyendiri

2.14.1 Anak Terbiasa menyapa orang lain Akhlak 11. 3.1 Mengenal kegiatan ber-ibadah sehari- hari • Mengenal kegiatan ibadah sehari-hari

• Praktek Shalat 3.1.1 Anak dapat

Menyebutkan nama-nama solat fardu 5 waktu

(48)

4.1 Melakukan kegiatan beribadah sehari-hari dengan tuntunan orang dewasa 4.1.1 Anak dapat mempraktikkan solat subuh dengan baik 12. 3.2 Mengenal perilaku

baik dan santun sebagai cerminan akhlaq mulia • Mengenal perilaku akhlak mulia • Bercakap-cakap gambar seri

dengan 3.2.1 Anak dapat me- ngurutkan gam- bar seri tentang akhlak mulia 4.2.1 Anak dapat mendemonstras ikan contoh perilaku akhlak mulia sesuai gambar berseri Akhlak 4.2 Menunjukkan perilaku santun sebagaicerminan akhlaq mulia 13. 3.1 4.1 Mengenal kegiatan ber-ibadah sehari- hari Melakukan kegiatan beriba- dah sehari-hari dengan tuntunan orang dewasa Mengucapkan sehari-hari

doa • Menghafal doa ketika bersin 3.1.1 Anak dapat menyebutkan 5 contoh doa sehari-hari 4.1.1 Anak dapat mempraktikkan doa setelah bersin Fikih 14. 3.3 Mengenal perilaku baik dan santun sebagai cerminan akhlaq mulia

Mengenal ayat Al-

Qur’an/hadits • Mengenalkan surat Al-Alaq 1-5 sebagai ayat yang pertama kali turun

3.3.1 Anak dapat me- nyebutkan na- ma surat al- qur’an yg per- tama kali turun

(49)

4.2 Menunjukkan perilaku santun sebagai cerminan akhlaq mulia 4.2.1 Anak dapat mempraktikkan cara adab membaca Al- Qur’an

(50)

KOMPETENSI INTI

Kompetensi Inti Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini merupakan gambaran pencapaian Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak pada akhir layanan PAUD usia 6 (enam) tahun.

Kompetensi Inti mencakup:

a. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual. b. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial. c. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan. d. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.

Tabel 2.4

Kompetensi Inti Pendidikan Anak Usia Dini KOMPETENSI INTI

KI-1 Menerima ajaran agama yang dianutnya

KI-2 Memiliki perilaku hidup sehat, rasa ingin tahu, kreatif dan estetis, percaya diri, disiplin, mandiri, peduli, mampu menghargai dan toleran kepada orang lain, mampu menyesuaikan diri, tanggungjawab, jujur, rendah hati dan santun dalam berinteraksi dengan keluarga, pendidik , dan teman

KI-3 Mengenali diri, keluarga, teman, pendidik, lingkungan sekitar, agama, teknologi, seni, dan budaya di rumah, tempat bermain dan satuan PAUD dengan cara: mengamati dengan indera (melihat, mendengar, menghidu, merasa, meraba); menanya; mengumpulkan informasi; menalar, dan mengomunikasikan melalui kegiatan bermain

KI-4 Menunjukkan yang diketahui, dirasakan, dibutuhkan, dan dipikirkan melalui bahasa, musik, gerakan, dan karya secara produktif dan kreatif, serta mencerminkan perilaku anak

(51)

KOMPETENSI DASAR

Kompetensi Dasar merupakan tingkat kemampuan dalam konteks muatan pembelajaran, tema pembelajaran, dan pengalaman belajar yang mengacu pada Kompetensi Inti. Rumusan Kompetensi Dasar dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik dan kemampuan awal anak serta tujuan setiap program pengembangan. Pengembangan Pembelajaran PAI pada TK berdasarkan kurikulum 2013 dengan menekankan pada 8 Kompetensi Dasar yang mengakomodir seluruh aspek ke PAI-an (keputusan Dirjen Pendis Nomor 1828/ DJ.I/ DT.I.III/ 1/ 10HM.01.1/ 2016 yang telah diperbaharui dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Nomor 4713 Tahun 2020).

Tabel 2.5

Kompetensi Dasar Pengembangan Pendidikan Agama Islam

KI KD

I 1.1 Mempercayai adanya Tuhan melalui ciptaan-Nya

1.2 Menghargai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar sebagai rasa syukur kepada Tuhan

II 1.13 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap jujur

1.14 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap santun kepada orang tua, pendidik, dan teman

III 3.1 Mengenal kegiatan beribadah sehari-hari

3.2 Mengenal perilaku baik dan santun sebagai cerminan akhlak mulia

IV 4.1 Melakukan kegiatan beribadah seharihari dengan tuntunan orang dewasa

(52)

Tabel 2.6

Pengembangan KD yang bermuatan PAI No.

KD KD

Nilai Agama yang dikembangkan

A B

1.1 Mempercayai

adanya Tuhan melalui ciptaan-Nya

Meyakini bahwa Allah Swt. adalah Tuhan Yang Maha Pencipta melalui pembiasaan kegiatan beribadah sehari-hari.

Meyakini bahwa Allah Swt. adalah Tuhan Yang Maha Pencipta melalui pembiasaan kegiatan beribadah sehari-hari.

1.2 Menghargai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar sebagai rasa syukur kepada Tuhan Mensyukuri nikmat Allah melalui pembiasaan perilaku yang bertanggung jawab terhadap diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar. Mensyukuri nikmat Allah melalui pembiasaan perilaku yang bertanggung jawab terhadap diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar.

2.13 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap jujur

membiasakan sikap dan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari

membiasakan sikap dan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari

2.14 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap santun

kepada orang tua, pendidik, dan teman

1. membiasakan bersikap santun kepada

orangtua, guru, dan orang yang lebih tua 2. membiasakan bersikap santun kepada sesama (teman) 1. membiasakan bersikap santun kepada orangtua, guru, dan orang yang lebih tua 2. membiasakan bersikap santun kepada sesama (teman) 3.1 Mengenal kegiatan beribadah sehari- hari 1. Mengenal rukun Islam: bacaan syahadat, bacaan dan gerakan salat puasa, zakat, haji 2. Mengenal Kalimah Thoyyibah (basma- lah,hamdallah, tas- 1. Mengenal rukun Islam: bacaan syahadat, bacaan dan gerakan salat, puasa, zakat, haji 2. Mengenal Kalimah

Thoyyibah (basma- lah, ham-dallah, tasbih, tak-bir, tahlil,

(53)

bih, tak-bir, tahlil) 3. Mengenal bacaan

qur’an surah al- fatihah, an-nas, al-falaq, al-ikhlas, al-kautsar, al-‘asr 4. Mengenal bacaan doa sehari-hari (doa sebelum belajar, doa sebelum dan sesudah makan, doa sebelum

tidur, doa bangun tidur, doa keluar rumah, doa untuk kedua orang tua,

doa keluar

rumah, doa

kebaikan dunia akhirat, doa masuk dan keluar kamar mandi) 5. Mengenal tata cara wudhu 6. Mengenal hadis- hadis pilihan (kasih sayang, kebersihan, keutamaan senyum, menebar salam) 7. Mengenal hari-

hari besar Islam

(Tahun baru

Islam, idul fitri, idul adha, dan maulid nabi) 8. Mengenal lagu-

lagu Islami yang

memuat penge- nalan tentang rukun iman, asmaul husna, dan lagu-lagu islami lainnya tarji’, istighfar, masya Allah, insya Allah)

3. Mengenal bacaan qur’an surah al- fatihah, an-nas, al- falaq, al-ikhlas, al- kautsar, al-‘asr, al- lahab, an-nashr, al- kafirun, al-maun, al- Quraisy, al-fiil

4. Mengenal bacaan doa sehari-hari (doa sebelum be-lajar, doa sebelum dan

sesudah ma-kan,

doa sebelum tidur, doa bangun tidur, doa keluar rumah, doa untuk kedua

orang tua, doa

keluar rumah, doa

kebaikan dunia

akhirat, doa masuk dan keluar kamar mandi, doa naik

kendaraan, doa

ketika hujan, doa masuk dan keluar masjid, doa setelah

wudhu, doa

menjenguk orang

sakit)

5. Mengenal tata cara wudhu

6. Mengenal hadis- hadis pilihan (kasih

sayang, keber-

sihan, keutamaan

senyum, menebar

salam, menuntut il- mu, larangan ma- rah, menutup aurat,

surga di bawah

(54)

7. Mengenal hari-hari besar Islam (Tahun baru Islam, idul fitri, idul adha, maulid nabi, isra’ mi’raj) 8. Mengenal lagu-lagu

Islami yang memuat pengenalan tentang rukun iman, asmaul husna, dan lagu- lagu islami lainnya

4.1 Melakukan kegiatan beribadah sehari- hari dengan tuntunan orang dewasa 1. Melafalkan bacaan syahadat, Melafalkan bacaan salat, mempraktikkan gerakan salat, praktik belajar puasa, simulasi/proyek pengumpulan dan pembagian zakat, dan manasik haji. 2. Melafalkan Kalimah Thoyyibah (basmalah, hamdallah, tasbih, takbir, tahlil) 3. Melafalkan bacaan qur’an surah al-fatihah, an-nas, al-falaq, al-ikhlas, al- kautsar, al-‘asr 4. Melafalkan bacaan doa sehari-hari (doa sebelum belajar, doa sebelum dan sesudah makan,

doa sebelum

tidur, doa bangun

1. Melafalkan rukun

Islam: bacaan

syahadat, bacaan dan gerakan salat, puasa, zakat, haji 2. Melafalkan Kalimah

Thoyyibah (basmalah,

hamdallah, tasbih, takbir, tahlil, tarji’, istighfar, ma sya Allah, insya Allah) 3. Melafalkan bacaan

qur’an surah al- fatihah, an-nas, al- falaq, al-ikhlas, al- kautsar, al-‘asr, al- lahab, an-nashr, al- kafirun, al-maun, al- Quraisy, al-fiil

4. Melafalkan bacaan doa sehari-hari (doa sebelum belajar, doa sebelum dan

sesudah makan,

doa sebelum tidur, doa bangun tidur, doa keluar rumah, doa untuk kedua

orang tua, doa

keluar rumah, doa

kebaikan dunia

akhirat, doa masuk dan keluar kamar

(55)

tidur, doa keluar rumah, doa untuk kedua orang tua,

doa keluar

rumah, doa

kebaikan dunia akhirat, doa masuk dan keluar kamar mandi) 5. Mempraktikkan cara berwudhu 6. Melafalkan hadis- hadis pilihan (kasih sayang, kebersihan, keutamaan senyum, menebar salam) 7. Memperingati hari-hari besar Islam (Tahun

baru Islam, idul fitri, idul adha, dan maulid nabi) 8. Menyanyikan lagu-lagu Islami yang memuat pengenalan tentang rukun iman, asmaul

husna, dan lagu-

lagu islami

lainnya

mandi, doa naik

kendaraan, doa

ketika hujan, doa masuk dan keluar masjid, doa setelah

wudhu, doa menjenguk orang sakit) 5. Mempraktikkan cara wudhu 6. Melafalkan hadis- hadis pilihan (kasih sayang, kebersihan, keutamaan senyum, menebar salam, menuntut ilmu, larangan marah, menutup aurat, surga di bawah telapak kaki ibu)

7. Memperingati hari- hari besar Islam (Tahun baru Islam, idul fitri, idul adha, maulid nabi, isra’ mi’raj)

8. Menyanyikan lagu- lagu Islami yang

memuat penge-

nalan tentang ru- kun iman, asmaul husna, dan lagu- lagu islami lainnya

3.2 Mengenal perilaku

baik dan santun sebagai cerminan akhlak mulia 1. Mengenal ucapan salam 2. Mengenal perilaku baik: minta tolong,

mohon maaf, dan terima kasih

dengan cara

yang santun 3. Mengenal

perilaku baik dan santun melalui

1. Mengenal ucapan salam

2. Mengenal perilaku baik: minta tolong, mohon maaf, dan

terima kasih

dengan cara yang santun

3. Mengenal perilaku baik dan santun

melalui kisah-

Gambar

Gambar  1.1.  Model  pengelolaan  kelas  model  sudut  (ttps://paud-  anak  bermainbelajar.blogspot.co.id/2016/04/gambar-  gambar-contoh-pengelolaan-kelas.html  (diunduh  tanggal 23 April 2018)
Gambar 1.2. Pengelolaan pembelajaran area
Tabel 1.2. Langkah-langkah model lingkaran sentra bermain
Gambar 1.3. Model pengelolaan kelas sentra

Referensi

Dokumen terkait

Lingkungan main yang ditata dapat membantu anak memperkirakan berbagai kegiatan yang akan dilakukan, baik pelaksanaannya (kelompok atau individu) maupun tempat alat main

(3) Pengelolaan pembelajaran anak usia dini Play Group Al Firdaus Surakarta dilakukan dengan orientasi bermain (belajar sambil bermain dan bermain

Kompetensi Dasar Indikator Materi Pembelajaran Kegiatan Belajar Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar/ Alat/Bahan Tatap Muka (Teori) Praktik di Sekolah Praktik di DU/DI..

(3) menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Menentukan Alat, Bahan, Media, dan Sumber Belajar disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran yang telah

(3) menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Menentukan Alat, Bahan, Media, dan Sumber Belajar disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran yang telah

Pengembangan Potensi Kognitif Anak Melalui Bermain Konstruktif dengan Lego di TK Kartika V9 Pontianak.. Sumber Belajar dan

Belajar, bermain adalah masa pertumbuhan yang dilalui oleh anak- anak. Pelaksanaan kegiatan bermain maupun belajar untuk anak diperlukan dorongan yang membuat kegiatan

*) Kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, yang ditentukan oleh satuan pendidikan (madrasah). **)