• Tidak ada hasil yang ditemukan

Referat Gagal Hati Akut

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Referat Gagal Hati Akut"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

BAB I

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

Gagal hati akut adalah sindrom jarang berhubungan dengan tingkat kematian yang tinggi Gagal hati akut adalah sindrom jarang berhubungan dengan tingkat kematian yang tinggi dan kebutuhan sering untuk transplantasi hati. Sekitar 50 persen kasus gagal hati akut disebabkan dan kebutuhan sering untuk transplantasi hati. Sekitar 50 persen kasus gagal hati akut disebabkan oleh keracunan asetaminofen. Penyebab lain kegagalan hati akut tidak disebabkan oleh overdosis oleh keracunan asetaminofen. Penyebab lain kegagalan hati akut tidak disebabkan oleh overdosis asetaminofen termasuk penyakit hepatitis B, hepatitis autoimun, penyakit Wilson, fatty liver  asetaminofen termasuk penyakit hepatitis B, hepatitis autoimun, penyakit Wilson, fatty liver  kehamilan, dan HELLP (hemolisis, peningkatan enzim hati, trombosit rendah) sindrom. Saat ini, kehamilan, dan HELLP (hemolisis, peningkatan enzim hati, trombosit rendah) sindrom. Saat ini, tr

trananspsplalantntasasi i hathati i adaadalalah h sasatutu-s-satatununya ya pepengongobabatatan n untuntuk uk papasisien en dedengangan n gagagagal l hahati ti titidak dak  disebabkan oleh overdosis asetaminofen. Pada bulan Maret 2010, Cumberland disampaikan disebabkan oleh overdosis asetaminofen. Pada bulan Maret 2010, Cumberland disampaikan sN

sNDA DA ke ke FDFDA A untuntuk uk pepenggnggununaaaan n AcAcetetadadotote e papada da paspasieien n dedengangan n kekegaggagalalan an hahati ti akuakutt ase

asetamtaminoinofenfen-buk-bukan. an. FDA FDA secsecara ara resresmi mi menmenerierima ma perpermohmohonaonan n penipeninjanjauan uan kemkembalbali i dandan ditetapkan klasifikasi review sebagai Prioritas pada Mei 2010.

ditetapkan klasifikasi review sebagai Prioritas pada Mei 2010.11

Di Amerika Serikat Insiden kegagalan hati fulminan tampaknya rendah, dengan sekitar  Di Amerika Serikat Insiden kegagalan hati fulminan tampaknya rendah, dengan sekitar  2.000 kasus per tahun yang terjadi di Amerika Serikat. hepatotoksisitas yang terkait dengan obat 2.000 kasus per tahun yang terjadi di Amerika Serikat. hepatotoksisitas yang terkait dengan obat terdiri dari lebih dari 50% kasus gagal hati akut, termasuk toksisitas asetaminofen (42%) dan terdiri dari lebih dari 50% kasus gagal hati akut, termasuk toksisitas asetaminofen (42%) dan reaksi obat istimewa (12%). Hampir 15% kasus tetap etiologi tak tentu. Penyebab lain terlihat di reaksi obat istimewa (12%). Hampir 15% kasus tetap etiologi tak tentu. Penyebab lain terlihat di Ame

Amerikrika a SerSerikaikat t adaadalah lah penypenyakiakit t hephepatiatitis tis B, B, hephepatiatitis tis autautoimoimun, un, penpenyakiyakit t WilWilsonson,, fattyfatty

liver 

liver kehamilan, dan HELLP (hemolisis, peningkatan enzim kehamilan, dan HELLP (hemolisis, peningkatan enzim hati, trombosit rendah) sindrom.hati, trombosit rendah) sindrom.22

Dalam rangka untuk membantu menambah pengetahuan akan penyakit ini maka referat Dalam rangka untuk membantu menambah pengetahuan akan penyakit ini maka referat ini disusun. Kiranya apa yang dicoba disampaikan melalui referat ini dapat sedikit membantu ini disusun. Kiranya apa yang dicoba disampaikan melalui referat ini dapat sedikit membantu mengetahui definisi, etiologi, patofisiologi, penatalaksanaan.

(2)

BAB II

BAB II

GAGAL HATI AKUT

GAGAL HATI AKUT

ANATOMI DAN HISTOLOGI HATI

ANATOMI DAN HISTOLOGI HATI

Hepar merupakan kelenjar yang terbesar dalam tubuh manusia. Hepar pada manusia terletak  Hepar merupakan kelenjar yang terbesar dalam tubuh manusia. Hepar pada manusia terletak   pada

 pada bagian bagian atas atas cavum cavum abdominis, abdominis, di di bawah bawah diafragma, diafragma, di di kedua kedua sisi sisi kuadran kuadran atas, atas, yangyang sebagian besar terdapat pada sebelah kanan. Beratnya 1200 – 1600 gram. Permukaan atas sebagian besar terdapat pada sebelah kanan. Beratnya 1200 – 1600 gram. Permukaan atas terletak bersentuhan di bawah diafragma, permukaan bawah terletak bersentuhan di atas terletak bersentuhan di bawah diafragma, permukaan bawah terletak bersentuhan di atas org

organ-an-orgorgan an abdabdomeomen. n. HepHepar ar difdifiksiksasi asi secsecara ara eraerat t oleoleh h tektekanan anan intintraaraabdobdominminal al dandan dibungkus oleh peritoneum kecuali di daerah posterior-superior yang berdekatan dengan dibungkus oleh peritoneum kecuali di daerah posterior-superior yang berdekatan dengan v.cava inferior dan mengadakan kontak langsung dengan diafragma. Bagian yang tidak  v.cava inferior dan mengadakan kontak langsung dengan diafragma. Bagian yang tidak  dil

dilipuiputi ti oleoleh h perperititoneuoneum m disdisebut ebut barbare e arearea.Tea.Terdardapat pat refreflekleksi si perperitoitonyeunyeum m dardari i dindindindingg abdomen anterior, diafragma dan organ-organ abdomen ke hepar berupa ligamen.

abdomen anterior, diafragma dan organ-organ abdomen ke hepar berupa ligamen.(3,4)(3,4) Macam-macam ligamennya:

Macam-macam ligamennya: 1.

1. LigLigameamentum falntum falcifciformormis : is : MenMenghubghubungkungkan hepar ke dindinan hepar ke dinding g antant. abd . abd dan terldan terletaetak k di antardi antaraa umbilicus dan diafragma.

umbilicus dan diafragma. 2.

2. LigLigameamentum terntum teres hepates hepatis = is = rouround ligand ligament : Merupment : Merupakan bagiakan bagian bawah lig. falan bawah lig. falcifciformormis ;is ; merupakan sisa-sisa peninggalan v.umbilicalis yg telah menetap.

merupakan sisa-sisa peninggalan v.umbilicalis yg telah menetap. 3.

3. LigLigameamentum gastrntum gastroheohepatpatica ica dan dan ligligameamentuntum m hepahepatodtoduoduodenalenalis is :Me:Meruprupakaakan n bagbagian ian dardarii omentum minus yg terbentang dari curvatura minor lambung dan duodenum sblh prox ke omentum minus yg terbentang dari curvatura minor lambung dan duodenum sblh prox ke hepar.Di dalam ligamentum ini terdapat Aa.hepatica, v.porta dan duct.choledocus communis. hepar.Di dalam ligamentum ini terdapat Aa.hepatica, v.porta dan duct.choledocus communis. Ligamen hepatoduodenale turut membentuk

Ligamen hepatoduodenale turut membentuk tepi anterior dari Foramen Wislow.tepi anterior dari Foramen Wislow. 4.

4. LigamLigamentum Coronentum Coronaria Antearia Anterior ki–rior ki–ka dan Lig coronarka dan Lig coronaria posteriia posterior ki-ka :Meor ki-ka :Merupakarupakan refleksn refleksii  peritoneum terbentang dari diafragma ke hepar.

 peritoneum terbentang dari diafragma ke hepar. 5.

5. LigLigameamentum ntum tritriangangulaularis kiris ki-ka -ka : Mer: Merupakupakan fuan fusi darsi dari ligi ligameamentuntum corom coronarnaria antia anterierior danor dan  posterior dan tepi lateral kiri kanan dari hepar.

 posterior dan tepi lateral kiri kanan dari hepar. Seca

Secara ra anatanatomiomis, s, orgorgan an hepahepar r tertereleeletak tak di di hiphipochochondrondrium ium kanakanan n dan dan epiepigasgastrtriumium, , dandan melebar ke hipokondrium kiri. Hepar dikelilingi oleh cavum toraks dan bahkan pada orang melebar ke hipokondrium kiri. Hepar dikelilingi oleh cavum toraks dan bahkan pada orang normal tidak dapat dipalpasi (bila teraba berarti ada pembesaran hepar). Permukaan lobus kanan normal tidak dapat dipalpasi (bila teraba berarti ada pembesaran hepar). Permukaan lobus kanan dpt mencapai sela iga 4/ 5 tepat di bawah aerola mammae. Lig falciformis membagi hepar secara dpt mencapai sela iga 4/ 5 tepat di bawah aerola mammae. Lig falciformis membagi hepar secara topografis

topografis bukan scr anatomis yaitu lobus kanan yang besar dan lobus kiri. bukan scr anatomis yaitu lobus kanan yang besar dan lobus kiri.(3,4)(3,4)

Secara Mikroskopis Secara Mikroskopis

Hepar dibungkus oleh

Hepar dibungkus oleh simpai yg tebal, terdirsimpai yg tebal, terdiri dari serabut kolagen dan jaringan elasi dari serabut kolagen dan jaringan elastis ygtis yg disebut Kapsul Glisson. Simpai ini akan masuk ke dalam parenchym hepar mengikuti pembuluh disebut Kapsul Glisson. Simpai ini akan masuk ke dalam parenchym hepar mengikuti pembuluh hdarah getah bening dan duktus biliaris. Massa dari hepar seperti spons yg terdiri dari sel-sel yg hdarah getah bening dan duktus biliaris. Massa dari hepar seperti spons yg terdiri dari sel-sel yg di

disusususun n di di dadalalam m lelempmpenengangan-l-lemempepengangan/ n/ plplatate e didimamana na akakan an mamasusuk k ke ke dadalalamnmnya ya sisiststemem  pembuluh

 pembuluh kapiler kapiler yang yang disebut disebut sinusoid. sinusoid. Sinusoid-sinusoid Sinusoid-sinusoid tersebut tersebut berbeda berbeda dengan dengan kapiler- kapiler-kapiler di bagian tubuh yang lain, oleh karena lapisan endotel yang meliputinya terediri dari kapiler di bagian tubuh yang lain, oleh karena lapisan endotel yang meliputinya terediri dari sel fagosit yg disebut sel kupfer. Sel kupfer lebih permeabel yang artinya mudah dilalui oleh sel fagosit yg disebut sel kupfer. Sel kupfer lebih permeabel yang artinya mudah dilalui oleh sel-sel makro

sel makro dibanddibandingkan kapiler-ingkan kapiler-kapilkapiler er yang lain yang lain .Lempe.Lempengan sel-sel hepar ngan sel-sel hepar terstersebut tebalnya 1ebut tebalnya 1 sel dan

(3)

BAB II

BAB II

GAGAL HATI AKUT

GAGAL HATI AKUT

ANATOMI DAN HISTOLOGI HATI

ANATOMI DAN HISTOLOGI HATI

Hepar merupakan kelenjar yang terbesar dalam tubuh manusia. Hepar pada manusia terletak  Hepar merupakan kelenjar yang terbesar dalam tubuh manusia. Hepar pada manusia terletak   pada

 pada bagian bagian atas atas cavum cavum abdominis, abdominis, di di bawah bawah diafragma, diafragma, di di kedua kedua sisi sisi kuadran kuadran atas, atas, yangyang sebagian besar terdapat pada sebelah kanan. Beratnya 1200 – 1600 gram. Permukaan atas sebagian besar terdapat pada sebelah kanan. Beratnya 1200 – 1600 gram. Permukaan atas terletak bersentuhan di bawah diafragma, permukaan bawah terletak bersentuhan di atas terletak bersentuhan di bawah diafragma, permukaan bawah terletak bersentuhan di atas org

organ-an-orgorgan an abdabdomeomen. n. HepHepar ar difdifiksiksasi asi secsecara ara eraerat t oleoleh h tektekanan anan intintraaraabdobdominminal al dandan dibungkus oleh peritoneum kecuali di daerah posterior-superior yang berdekatan dengan dibungkus oleh peritoneum kecuali di daerah posterior-superior yang berdekatan dengan v.cava inferior dan mengadakan kontak langsung dengan diafragma. Bagian yang tidak  v.cava inferior dan mengadakan kontak langsung dengan diafragma. Bagian yang tidak  dil

dilipuiputi ti oleoleh h perperititoneuoneum m disdisebut ebut barbare e arearea.Tea.Terdardapat pat refreflekleksi si perperitoitonyeunyeum m dardari i dindindindingg abdomen anterior, diafragma dan organ-organ abdomen ke hepar berupa ligamen.

abdomen anterior, diafragma dan organ-organ abdomen ke hepar berupa ligamen.(3,4)(3,4) Macam-macam ligamennya:

Macam-macam ligamennya: 1.

1. LigLigameamentum falntum falcifciformormis : is : MenMenghubghubungkungkan hepar ke dindinan hepar ke dinding g antant. abd . abd dan terldan terletaetak k di antardi antaraa umbilicus dan diafragma.

umbilicus dan diafragma. 2.

2. LigLigameamentum terntum teres hepates hepatis = is = rouround ligand ligament : Merupment : Merupakan bagiakan bagian bawah lig. falan bawah lig. falcifciformormis ;is ; merupakan sisa-sisa peninggalan v.umbilicalis yg telah menetap.

merupakan sisa-sisa peninggalan v.umbilicalis yg telah menetap. 3.

3. LigLigameamentum gastrntum gastroheohepatpatica ica dan dan ligligameamentuntum m hepahepatodtoduoduodenalenalis is :Me:Meruprupakaakan n bagbagian ian dardarii omentum minus yg terbentang dari curvatura minor lambung dan duodenum sblh prox ke omentum minus yg terbentang dari curvatura minor lambung dan duodenum sblh prox ke hepar.Di dalam ligamentum ini terdapat Aa.hepatica, v.porta dan duct.choledocus communis. hepar.Di dalam ligamentum ini terdapat Aa.hepatica, v.porta dan duct.choledocus communis. Ligamen hepatoduodenale turut membentuk

Ligamen hepatoduodenale turut membentuk tepi anterior dari Foramen Wislow.tepi anterior dari Foramen Wislow. 4.

4. LigamLigamentum Coronentum Coronaria Antearia Anterior ki–rior ki–ka dan Lig coronarka dan Lig coronaria posteriia posterior ki-ka :Meor ki-ka :Merupakarupakan refleksn refleksii  peritoneum terbentang dari diafragma ke hepar.

 peritoneum terbentang dari diafragma ke hepar. 5.

5. LigLigameamentum ntum tritriangangulaularis kiris ki-ka -ka : Mer: Merupakupakan fuan fusi darsi dari ligi ligameamentuntum corom coronarnaria antia anterierior danor dan  posterior dan tepi lateral kiri kanan dari hepar.

 posterior dan tepi lateral kiri kanan dari hepar. Seca

Secara ra anatanatomiomis, s, orgorgan an hepahepar r tertereleeletak tak di di hiphipochochondrondrium ium kanakanan n dan dan epiepigasgastrtriumium, , dandan melebar ke hipokondrium kiri. Hepar dikelilingi oleh cavum toraks dan bahkan pada orang melebar ke hipokondrium kiri. Hepar dikelilingi oleh cavum toraks dan bahkan pada orang normal tidak dapat dipalpasi (bila teraba berarti ada pembesaran hepar). Permukaan lobus kanan normal tidak dapat dipalpasi (bila teraba berarti ada pembesaran hepar). Permukaan lobus kanan dpt mencapai sela iga 4/ 5 tepat di bawah aerola mammae. Lig falciformis membagi hepar secara dpt mencapai sela iga 4/ 5 tepat di bawah aerola mammae. Lig falciformis membagi hepar secara topografis

topografis bukan scr anatomis yaitu lobus kanan yang besar dan lobus kiri. bukan scr anatomis yaitu lobus kanan yang besar dan lobus kiri.(3,4)(3,4)

Secara Mikroskopis Secara Mikroskopis

Hepar dibungkus oleh

Hepar dibungkus oleh simpai yg tebal, terdirsimpai yg tebal, terdiri dari serabut kolagen dan jaringan elasi dari serabut kolagen dan jaringan elastis ygtis yg disebut Kapsul Glisson. Simpai ini akan masuk ke dalam parenchym hepar mengikuti pembuluh disebut Kapsul Glisson. Simpai ini akan masuk ke dalam parenchym hepar mengikuti pembuluh hdarah getah bening dan duktus biliaris. Massa dari hepar seperti spons yg terdiri dari sel-sel yg hdarah getah bening dan duktus biliaris. Massa dari hepar seperti spons yg terdiri dari sel-sel yg di

disusususun n di di dadalalam m lelempmpenengangan-l-lemempepengangan/ n/ plplatate e didimamana na akakan an mamasusuk k ke ke dadalalamnmnya ya sisiststemem  pembuluh

 pembuluh kapiler kapiler yang yang disebut disebut sinusoid. sinusoid. Sinusoid-sinusoid Sinusoid-sinusoid tersebut tersebut berbeda berbeda dengan dengan kapiler- kapiler-kapiler di bagian tubuh yang lain, oleh karena lapisan endotel yang meliputinya terediri dari kapiler di bagian tubuh yang lain, oleh karena lapisan endotel yang meliputinya terediri dari sel fagosit yg disebut sel kupfer. Sel kupfer lebih permeabel yang artinya mudah dilalui oleh sel fagosit yg disebut sel kupfer. Sel kupfer lebih permeabel yang artinya mudah dilalui oleh sel-sel makro

sel makro dibanddibandingkan kapiler-ingkan kapiler-kapilkapiler er yang lain yang lain .Lempe.Lempengan sel-sel hepar ngan sel-sel hepar terstersebut tebalnya 1ebut tebalnya 1 sel dan

(4)

ters

tersusun dalam lobuli-lobusun dalam lobuli-lobuli Di uli Di tengahtengah-tenga-tengah h lobuli tdp 1 lobuli tdp 1 vena sentralivena sentralis s yg merupakan cabangyg merupakan cabang dari

dari vena-vvena-vena hepatikena hepatika (vena yang menyalura (vena yang menyalurkan darah keluar dari hepakan darah keluar dari hepar).Di bagir).Di bagian tepi dian tepi di antara lobuli-lobuli terhadap tumpukan jaringan ikat yang disebut traktus portalis/ TRIAD yaitu antara lobuli-lobuli terhadap tumpukan jaringan ikat yang disebut traktus portalis/ TRIAD yaitu traktus portalis yang mengandung cabang-cabang v.porta, A.hepatika, ductus biliaris.Cabang dari traktus portalis yang mengandung cabang-cabang v.porta, A.hepatika, ductus biliaris.Cabang dari vena porta dan A.hepatika akan mengeluarkan isinya langsung ke dalam sinusoid setelah banyak  vena porta dan A.hepatika akan mengeluarkan isinya langsung ke dalam sinusoid setelah banyak   percabangan

 percabangan Sistem bilier Sistem bilier dimulai dari dimulai dari canaliculi biliaris canaliculi biliaris yang hyang halus yg alus yg terletak di terletak di antara sel-selantara sel-sel hepar dan

hepar dan bahkan turut membentuk dinding sel. Canaliculi akan mengeluarkbahkan turut membentuk dinding sel. Canaliculi akan mengeluarkan an isinisinya ya ke dalamke dalam intr

intralobulalobularis, dibawa ke dalam aris, dibawa ke dalam empedu yg lebih besar empedu yg lebih besar , air , air keluar dari salurkeluar dari saluran empedu menujuan empedu menuju kandung empedu. kandung empedu.(3,4)(3,4) GAMBAR. 1 GAMBAR. 1 GAMBAR. 2 GAMBAR. 2 FISIOLOGI HATI FISIOLOGI HATI

Hati merupakan pusat dari metabolisme seluruh tubuh, merupakan sumber energi tubuh Hati merupakan pusat dari metabolisme seluruh tubuh, merupakan sumber energi tubuh sebanyak 20% serta menggunakan 20 – 25% oksigen darah. Ada beberapa fung hati yaitu :

(5)

1.

1. FuFungngsi si hahati ti sesebabagagai i memetatabobolilismsme e kakarbrboohihidrdratat

Pembentukan, perubahan dan pemecahan KH, lemak dan protein saling berkaitan 1 sama Pembentukan, perubahan dan pemecahan KH, lemak dan protein saling berkaitan 1 sama lain.Hati mengubah pentosa dan heksosa yang diserap dari usus halus menjadi glikogen, lain.Hati mengubah pentosa dan heksosa yang diserap dari usus halus menjadi glikogen, mekani

mekanisme ini sme ini disebudisebut t glikogglikogenesienesis. s. GlikoGlikogen gen lalu ditimbulalu ditimbun n di di dalam hati dalam hati kemudikemudian an hatihati akan

akan memmemecahecahkan kan gliglikogkogen en menmenjadjadi i gluglukoskosa. a. ProProses ses pempemecahecahan an gliglikogkogen en mjd mjd gluglukoskosaa disebut glikogenelisis.Karena proses-proses ini, hati merupakan sumber utama

disebut glikogenelisis.Karena proses-proses ini, hati merupakan sumber utama glukosa dalamglukosa dalam tub

tubuh, selanuh, selanjutjutnya hati nya hati menmengubgubah ah gluglukoskosa a melmelalualui i heksheksosa monoposa monophoshosphaphat t shushunt nt dandan terben

terbentuklah pentosa. tuklah pentosa. PembentPembentukan ukan pentospentosa a mempumempunyai nyai beberabeberapa pa tujuatujuan: n: MenghaMenghasilkasilkann ener

energi, gi, biobiosinsintestesis is dardari i nuknukleoleotidtida, a, nuclnucleic eic aciacid d dan dan ATPATP, , dan dan memmembentbentuk/ uk/ biobiosinsintestesisis senyawa 3 karbon (3C)yaitu piruvic acid

senyawa 3 karbon (3C)yaitu piruvic acid (asam piruvat diperlukan dalam siklus krebs).(asam piruvat diperlukan dalam siklus krebs).

2.

2. FungFungsi hsi hati ati sebasebagai gai metametabolibolisme sme lemlemak ak 

Hati tidak hanya membentuk/ mensintesis lemak tapi sekaligus mengadakan katabolisis asam Hati tidak hanya membentuk/ mensintesis lemak tapi sekaligus mengadakan katabolisis asam lemak Asam lemak dipecah menjadi beberapa komponen :

lemak Asam lemak dipecah menjadi beberapa komponen : 1.

1. SenySenyawa awa 4 ka4 karborbon – n – KETKETON ON BODBODIESIES 2.

2. Senyawa Senyawa 2 karbon – 2 karbon – ACTIACTIVE ACETVE ACETATE (diATE (dipecah mepecah menjadi asnjadi asam lemam lemak dan gliak dan gliserolserol)) 3.

3. PePembmbententukukan can cholholesesteteroroll 4.

4. PemPembentbentukaukan dan pn dan pemeemecahacahan fosn fosfolfolipiipidd

Hati merupakan pembentukan utama, sintesis, esterifikasi dan ekskresi kholesterol .Dimana Hati merupakan pembentukan utama, sintesis, esterifikasi dan ekskresi kholesterol .Dimana serum Cholesterol menjadi standar pemeriksaan metabolisme lipid

serum Cholesterol menjadi standar pemeriksaan metabolisme lipid

3.

3. FungFungsi hsi hati ati sebasebagai gai metametabolibolisme sme proproteintein

Hati mensi

Hati mensintesintesis banyak macam protein dari asam amis banyak macam protein dari asam amino. dengan proses deamino. dengan proses deaminasi, nasi, hatihati  juga

 juga mensintesis mensintesis gula gula dari dari asam asam lemak lemak dan dan asam asam amino.Dengan amino.Dengan proses proses transaminasi, transaminasi, hatihati mem

memproprodukduksi si asaasam m amiamino no dardari i bahabahan-ban-bahan han non non nitnitrogrogen. en. HatHati i mermerupaupakan kan satsatu-su-satuatunyanya organ yg membentuk plasma albumin dan ∂ - globulin dan

organ yg membentuk plasma albumin dan ∂ - globulin dan organ utama bagi produksiorgan utama bagi produksi urea

urea.Urea merupakan end product metabolisme protein.∂ - globulin selain dibentuk di dalam.Urea merupakan end product metabolisme protein.∂ - globulin selain dibentuk di dalam hat

hati, i, jugjuga a dibdibententuk uk di di lilimpa mpa dan sumsudan sumsum m tultulang β ang β – – gloglobulbulin in hanhanya ya dibdibententuk uk di di daldalamam hati.albumin mengandung ± 584 asam amino dengan BM 66.000

hati.albumin mengandung ± 584 asam amino dengan BM 66.000

4.

4. FungFungsi hatsi hati sehui sehubungbungan dean dengan pngan pembembekuaekuan daran darahh

Hati merupakan organ penting bagi sintesis protein-protein yang berkaitan dengan koagulasi Hati merupakan organ penting bagi sintesis protein-protein yang berkaitan dengan koagulasi darah, misalnya: membentuk fibrinogen, protrombin, faktor V, VII, IX, X. Benda asing darah, misalnya: membentuk fibrinogen, protrombin, faktor V, VII, IX, X. Benda asing menusuk kena pembuluh darah – yang beraksi adalah faktor ekstrinsi, bila ada hubungan menusuk kena pembuluh darah – yang beraksi adalah faktor ekstrinsi, bila ada hubungan dengan katup jantung – yang beraksi adalah faktor intrinsik.Fibrin harus isomer biar kuat dengan katup jantung – yang beraksi adalah faktor intrinsik.Fibrin harus isomer biar kuat  pembekuannya

 pembekuannya dan dan ditambah ditambah dengan dengan faktor faktor XIII, XIII, sedangakan sedangakan Vit Vit K K dibutuhkan dibutuhkan untuk untuk   pembentukan protrombin dan beberapa faktor koagulasi.

 pembentukan protrombin dan beberapa faktor koagulasi.

5.

5. FungFungsi hsi hati ati sebasebagai gai metametabolibolisme sme vitavitaminmin

Semua vitamin disimpan di dalam hati kh

Semua vitamin disimpan di dalam hati khususnya vitamin A, D, E, K ususnya vitamin A, D, E, K 

6.

6. FuFungsngsi hati hati sebi sebagaagai deti detoksoksikaikasisi

Hati adalah pusat detoksikasi tubuh, Proses detoksikasi terjadi pada proses oksidasi, reduksi, Hati adalah pusat detoksikasi tubuh, Proses detoksikasi terjadi pada proses oksidasi, reduksi, metilasi, esterifikasi dan konjugasi terhadap berbagai macam bahan seperti zat racun, obat metilasi, esterifikasi dan konjugasi terhadap berbagai macam bahan seperti zat racun, obat over dosis.

(6)

7. Fungsi hati sebagai fagositosis dan imunitas

Sel kupfer merupakan saringan penting bakteri, pigmen dan berbagai bahan melalui proses fagositosis. Selain itu sel kupfer juga ikut memproduksi ∂ - globulin sebagai imun livers mechanism.

8. Fungsi hemodinamik  

Hati menerima ± 25% dari cardiac output, aliran darah hati yang normal ± 1500 cc/ menit atau 1000 – 1800 cc/ menit. Darah yang mengalir di dalam a.hepatica ± 25% dan di dalam v.porta 75% dari seluruh aliran darah ke hati. Aliran darah ke hepar dipengaruhi oleh faktor  mekanis, pengaruh persarafan dan hormonal, aliran ini berubah cepat pada waktu exercise, terik matahari, shock.Hepar merupakan organ penting untuk mempertahankan aliran darah.

DEFINISI GAGAL HATI AKUT

Adalah munculnya komplikasi yang parah dengan cepat setelah tanda-tanda pertama dari gejala penyakit hati (seperti jaundice ), dan menunjukkan bahwa hati telah mengalami kerusakan  parah (kehilangan fungsi dari 80-90% dari sel-sel hati). Gagal hati akut (ALF) (juga disebut kegagalan hepatik fulminan) adalah merupakan kondisi yang jarang, ditandai dengan timbulnya cedera hati yang berat secara tiba-tiba, bermanifestasi sebagai disfungsi hati yang berat, dan individu tanpa riwayat penyakit hati sebelumnya. Komplikasi dapat berupa ensefalopati hepatik dan gangguan sintesis protein (yang diukur dengan tingkat albumin serum dan waktu  protrombin dalam darah). Menurut Klasifikasi tahun 1993, mendefinisikanhiperakut adalah keadaan yang terjadi dalam waktu 1 minggu, akut  terjadi dalam waktu 8-28 hari dan subakut  terjadi dalam waktu 4-12 minggu. Ini mencerminkan fakta bahwa kecepatan evolusi penyakit sangat mempengaruhi prognosis.[36,41]

Pasien yang menderita sirosis hati akut yang sebelumnya cenderung stabil akibat alkohol atau hepatitis kronis mungkin memiliki penyakit yang mengancam jiwa mereka, tetapi mereka tidak memiliki ALF. Tidak seperti pasien yang memiliki penyakit hati akut-on-kronis, pasien dengan ALF memiliki potensi untuk fungsi hati nya kembali menjadi normal, setelah terjadi ALF. Walaupun relatif jarang, ALF penting karena terkait dengan tingkat kematian yang tinggi. Namun, prognosis menyedihkan terkait dengan ALF tampaknya meningkat, setidaknya di  Negara Barat. Tren ini memberikan pengenalan transplantasi hati sebagai terapi yang sangat

efektif, perbaikan dalam perawatan intensif medis, dan perubahan dalam epidemiologi ALF dengan menggeser dari penyebab dengan prognosis yang relatif rendah (misalnya, hepatitis B) untuk mereka yang memiliki prognosis yang relative baik (misalnya overdosis asetaminofen).[36,41]

KLASIFIKASI GAGAL HATI AKUT

Bernuau dan rekan berdasarkan klasifikasi mereka, kegagalan hati akut pada interval antara deteksi pertama penyakit kuning dan munculnya ensefalopati . Mereka mendefinisikan kegagalan hati fulminan berkembang menjadi ensefalopati hati dalam waktu 2 minggu setelah onset penyakit kuning. Kegagalan hati Istilah subfulminant digunakan untuk  menunjuk subkelompok lain gangguan menyebabkan gagal hati akut ditandai dengan

(7)

 perkembangan ensefalopati dalam waktu 2 minggu sampai 3 bulan setelah munculnya  penyakit kuning.(8,9,36)

Sebaliknya, Gimson dan koleganya di King's College Hospital di London mendefinisikan kegagalan hati fulminan awalnya diusulkan oleh Trey dan Davidson. Mereka menggunakan kegagalan akhir jangka onset hati sebagai sinonim dengan kegagalan hati subfulminant, tetapi interval antara onset penyakit dan ensefalopati didefinisikan sebagai 8 minggu hingga 6 bulan. O'Grady dan koleganya, juga dari King's College Hospital, mengusulkan terminologi baru berdasarkan interval antara timbulnya ensefalopati kuning dan berikutnya: (1) gagal hati hiperakut, dengan interval kurang dari 7 hari; (2) gagal hati akut, dengan selang waktu antara 8 dan 28 hari, dan (3) gagal hati subakut, dengan selang waktu antara 5 dan 12 minggu.(8,9,36)

Klasifikasi Bernuau dan kolega dan O'Grady dan rekan memungkinkan dimasukkannya  pasien dengan penyakit hati kronis yang sebelumnya telah ada tanpa gejala dan kemudian diperburuk dengan adanya gagal hati akut. Perbedaan antara fulminan (hiperakut atau akut) dan subfulminant (onset terlambat-atau subakut) kegagalan hati adalah penting secara klinis, karena pasien dengan interval terpendek antara penyakit kuning dan terjadinya ensefalopati memiliki prognosis yang terbaik. Selain itu, penyebab kegagalan hati akut biasanya berbeda  pada pasien mengalami kegagalan hati fulminan dan subfulminant. Pengelolaan pasien

dengan gagal hati akut harus individual sesuai dengan kecepatan dan tempo penyakit, yang sering dapat diprediksi oleh penyebab kegagalan hati. Tujuan umum pengobatan adalah untuk menyediakan perawatan dukungan dan memberi waktu untuk memungkinkan regenerasi hati, sementara pada saat yang sama menilai indeks prognostik yang menunjukkan hasil yang buruk dan kebutuhan untuk cepat dilanjutkan dengan transplantasi hati.(8,9,36)

Seperti disebutkan di atas, subset kecil pasien dengan gagal hati akut, dalam kenyataannya, memiliki penyakit hati sebelumnya yang tidak dikenal kronis. Sebagai contoh,  penyakit Wilson awalnya dapat hadir dengan gejala-gejala dan tanda-tanda hepatitis akut atau, jika parah, gagal hati akut, kegagalan hepatik biasanya subfulminant. Penyakit Wilson,  bagaimanapun, lebih sering muncul sebagai penyakit kronis dengan gambaran klinis hepatitis kronis atau sirosis. Contoh lain dari penyakit hati kronis yang mungkin terjadi akut adalah hepatitis autoimun, yang kadang-kadang pertama diakui dalam bentuk progresif yang cepat yang memenuhi kriteria gagal hati akut.(8,9,36)

Kejadian sebenarnya dari gagal hati akut tidak diketahui, tetapi sekitar 2000 orang terpengaruh setiap tahun di Amerika Serikat. Karena ini adalah kondisi biasa, pasien cenderung dirujuk ke pusat-pusat tersier yang mampu memberikan perawatan intensif yang mendukung dan transplantasi hati, yang dilakukan di 200A € "300 pasien dengan gagal hati akut per tahun di Amerika Serikat. Dengan demikian, rujukan bisa mempengaruhi informasi yang dipublikasikan mengenai penyebab dan hasil dari gagal hati akut.(8,9,36)

(8)

TABEL 1

ETIOLOGI

Penyebab umum untuk kegagalan hati akut parasetamol (asetaminofen) overdosis , reaksi istimewa untuk obat-obatan (misalnya tetrasiklin ,troglitazone ), asupan alkohol yang berlebih (parah hepatitis alkohol ), hepatitis virus ( hepatitis A atau B - hal ini sangat jarang hepatitis C ), lemak hati akut dari kehamilan dan idiopatik (tanpa jelas). Reye syndrome adalah kegagalan akut hati pada anak dengan infeksi virus (misalnya cacar air ), tampak bahwa aspirin mungkin memegang peranan. Peran menggunakan Wilson's disease (akumulasi tembaga) jarang dapat hadir dengan gagal hati akut.(9, 21, 24, 43)

ACETAMINOPHEN

Hepatotoksisitas adalah alasan paling umum bahwa obat-obatan dan produk herbal dikeluarkan dari pasar (misalnya, bromfenac, troglitazone, dan kava kava), dan berbagai produk  yang telah dikaitkan dengan ALF. Asetaminofen(N-asetil-p-aminofenol atau APAP) adalah  pelaku yang paling umum (45-50% pasien ALF) diikuti oleh perlukaan pada hati dari obat lainnya (11-15%). Produk-produk ini dibagi menjadi intrinsik (langsung) hepatotoxins dan hepatotoxins tidak langsung. Acetaminophen adalah, intrinsik tergantung dosis toksik yang diberikan, yang berarti bahwa jika setiap individu diberikan dosis toksik acetaminophen, mereka akan menyebabkan kerusakan hati yang parah, mungkin berpuncak pada ALF. hepatotoxins langsung menyebabkan nekrosis hepatoseluler yang diprediksi tergantung pada dosis yang diberikan. hepatotoxins tidak langsung tidak bisa ditebak, tidak berhubungan dengan dosis, dan hadir dapat dimediasi oleh hipersensitivitas imun atau cedera metabolisme. (15,16,17,46)

(9)

TABEL 2

APAP adalah hepatotoxin langsung yang pada dosis supratherapeutic (umumnya> 7-10 g / hari) dapat mengakibatkan nekrosis hati. Sebuah acetaminophen sebenarnya dikonsumsi individu untuk tujuan terapeutik (misalnya, rasa sakit atau demam) tidak sengaja mengkonsumsi  jumlah yang berlebihan tanpa menyadari hal ini dapat menyebabkan kerusakan hati. Dari catatan,

ALF sekunder untuk asetaminofen dapat mengakibatkan keracunan dari sengaja menelan sejumlah besar asetaminofen (sebagai bagian dari upaya bunuh diri) overdosis APAP . Biasanya,  pasien yang mencoba untuk bunuh diri melalui overdosis asetaminofen dan dosis untuk 

terjadinya ALF hampir selalu diambil lebih besar dari 10 gram (20 x 500 mg tablet) dan sering lebih dari 20 gram dalam konsumsi tunggal. Sebaliknya, kelompok overdosis yang tidak  disengaja biasanya membutuhkan dosis yang lebih kecil tetapi beberapa kali sehingga lebih dari satu hari atau selama beberapa hari sebelum dapat terjadinya ALF, sehingga total dosis acetaminophen tertelan biasanya masih cukup besar. Karena acetaminophen di sejumlah dingin over-the-counter dan produk flu, tidak sulit untuk membayangkan bagaimana seseorang dengan gejala flu yang parah tanpa disadari mungkin overdosis pada acetaminophen. Ada juga hampir  dipastikan genetik dan faktor lingkungan yang mempengaruhi ambang seseorang tertentu, untuk  terjadinya toksisitas. Misalnya, penyalahgunaan alkohol dan puasa yang berkepanjangan mungkin berhubungan dengan kerentanan ditingkatkan untuk asetaminofen toksisitas.(15,16,17,46)

Beberapa pasien dengan nyeri kronis menjadi toleran terhadap opiat dan perlu untuk  mengambil jumlah peningkatan untuk mengontrol rasa sakit mereka. Kecanduan obat-obat ini  juga merupakan masalah umum. Pasien yang kecanduan, umumnya menginginkan lebih dan

(10)

lebih, dan dengan demikian tanpa disadari meningkatnya jumlah dikonsumsinya asetaminofen,

yang akhirnya menyebabkan ALF.

Ada juga laporan sementara peningkatan aminotransferase asimtomatik pada individu normal mengambil dosis terapi dan hepatotoksisitas pada dosis terapi dalam kondisi tertentu (misalnya, konsumsi alkohol dan malnutrisi). Overdosis APAP menguasai proses detoksifikasi hati. Hal ini masih kontroversial untuk apa gelar sitokrom aktivasi yang berlebihan, seperti yang disebabkan oleh obat lain, atau menipisnya toko glutathione (yaitu, dari kekurangan gizi atau alkohol) memberikan kontribusi terhadap keracunan APAP.(15,16,17,46)

Meskipun keracunan acetaminophen dapat menyebabkan kerusakan pada hati yang berat, lembaga awal pengobatan dengan penghambat yang disebut N-asetil sistein (NAC) dapat menyelamatkan jiwa. Terapi dengan NAC, yang dapat diberikan baik melalui mulut atau IV (intravena), harus dimulai segera di ruang gawat darurat bila diduga overdosis asetaminofen. (15,16,17,46)

OBAT-OBATAN

Obat selain asetaminofen juga dapat menghasilkan kerusakan hati yang berat. Tidak  seperti acetaminophen, bagaimanapun, sebagian besar obat ini menghasilkan kerusakan hati yang  parah sangat jarang dan tidak tergantung dosis.(16,17,22,46)

Hepatotoxins biasanya langsung diakui cepat dan dihapus dari penggunaan (misalnya, karbon tetraklorida, kloroform, dan asam samak). Hepatotoxins langsung tertentu, telah diijinkan untuk dipakai dalam penggunaan klinis karena racun yang dikenal dan terjadi hanya pada dosis tinggi [yaitu, APAP, besi sulfat, intravena (iv) tetrasiklin, etanol, dan fosfor]. Racun lingkungan  juga dapat menyebabkan ALF, termasuk fosfor kuning, yang digunakan dalam racun tikus dan

kembang api, Bacillus cereus toksin, dan aflatoksin.(22,23, 36)

Banyak produk untuk meningkatkan kekebalan menyebabkan kerusakan pada hati (misalnya, fenitoin, amoksisilin-klavulanat, eritromisin, sulfonamid, halotan, dapson, diklofenak, carbamazepine, dan sulindac). Reaksi metabolik istimewa tidak menunjukkan hipersensitivitas dan bisa terjadi hingga beberapa minggu setelah penghentian obat (misalnya, isoniazid, ketoconazole, disulfiram, valproate, troglitazone, amiodarone, halotan, fenitoin, sulfonamid, methyldopa, propylthiouracil, obat-obat antiinflamasi nonsteroid, bromfenac, dan troglitazone). Obat terlarang yaitu Ekstasi (3,4-methylenedioxymethamphetamine [MDMA]) dan Kokain (mungkin hasil dari iskemia hati). Herbal atau obat alternatif yaitu Ginseng, Pennyroyal minyak, Teucrium polium, Chaparral atau teh germander, Kawakawa.(23,36,43,45,47)

VIRAL HEPATITIS

Hepatitis virus akut adalah penyebab paling umum di negara berkembang . Di masa lalu, virus hepatitis B(VHB) adalah salah satu penyebab utama ALF di AS, namun insiden telah menurun. Sekarang ALF di AS sudah jarang, terhitung sekitar 5% dari kasus ALF. Infeksi hepatitis B dapat terjadi melalui penularan seksual dan parenteral (misalnya, dari penggunaan narkoba suntikan). Vertikal penularan virus dari ibu ke anak pada saat kelahiran juga dapat

(11)

terjadi. Kebanyakan kasus kegagalan hati fulminan sekunder untuk hepatitis A dan hepatitis B terjadi hiperakut (yaitu, ensefalopati dalam waktu 1 minggu setelah penyakit kuning). Dalam  pengalaman rujukan besar dengan gangguan ini, kasus pada orang dewasa dapat dikaitkan

dengan virus hepatitis. Kelima virus hepatotropic telah terlibat sebagai penyebab kegagalan hati akut, walaupun kontribusi dari virus hepatitis C adalah doublful. Menurut kompilasi penyebab kegagalan hati akut di pusat-pusat rujukan, non-A, hepatitis non-B, pengecualian hepatitis A, hepatitis B, dan penyebab lain dari gagal hati akut dan dianggap merupakan suatu yang tidak  teridentifikasi yang spesifikagen virus, yang biasanya merupakan penyebab yang paling umum, diikuti oleh hepatitis B dan kemudian hepatitis A. Virus hepatitis A berkembang menjadi kegagalan hati fulminan. Selain itu, pasien yang mengalami hepatitis fulminan A memiliki  prognosis yang relatif baik, dengan tingkat kelangsungan hidup 50 -60% dan tidak diperlukan

untuk transplantasi hati. Fulminan hepatitis A adalah umum pada pengguna narkoba suntikan, dan lebih parah pada pasien yang lebih tua dan orang dengan penyakit hati kronis yang sudah ada sebelumnya, termasuk hepatitis C kronis. (48,49)

Virus hepatitis B adalah penyebab paling umum virus yang dikenal kegagalan hati fulminan, dan merupakan penyebab paling umum di banyak negara Eropa selatan, Perancis, dan Timur Jauh. Kebanyakan pasien yang mengalami fulminan hepatitis B adalah orang dewasa muda. Pasien imunosupresi yang akut terinfeksi virus hepatitis B cenderung mengalami kegagalan hati fulminan. Nekrosis hati Massive dengan kegagalan hati fulminan juga telah dilaporkan antigen asimtomatik hepatitis kronis B (HBsAg) carrier setelah penghentian obat imunosupresif atau kemoterapi. Pasien dengan gagal hati akut sekunder untuk hepatitis B akut dapat terjadi cepat dari virus hepatitis B dalam satu-sepertiga sampai setengah dari kasus, kemungkinan besar terkait dengan serangan imunologi besar pada hepatosit yang terinfeksi; individu-individu ini tidak akan terdeteksi HBsAg dalam beberapa hari setelah mulai sakit.Untuk  alasan ini, infeksi virus hepatitis B mungkin menjelaskan beberapa kasus kegagalan hati fulminan diklasifikasikan di masa lalu sebagai non-A, hepatitis non-B. Hipotesa ini didukung dengan ditemukannya pada serum atau hati (atau keduanya) virus hepatitis B DNA pada  beberapa pasien yang menjalani transplantasi hati untuk kegagalan hati kriptogenik akut. Mutan virus hepatitis B, serta jenis liar yang lebih umum virus ini, telah terbukti dapat menyebabkan kegagalan hati fulminan. (48)

Hepatitis D Virus ini juga terkait dengan perkembangan gagal hati akut, terutama pada  pengguna narkoba suntikan, yang sering terinfeksi virus ini. Penanda hepatitis delta lebih umum di antara pasien dengan hepatitis B fulminan dibandingkan pada penderita hepatitis B akut yang khas. Pasien dengan gagal hati akut fulminan mungkin koinfeksi dengan hepatitis B dan virus hepatitis D secara bersamaan, sebagai alternatif, pasien dengan hepatitis B kronis dapat  berkembang menjadi hepatitis fulminan sekunder yang superinfeksi dengan virus hepatitis D. Beberapa data menunjukkan bahwa risiko kegagalan hati fulminan lebih tinggi pada pasien koinfeksi dengan hepatitis B dan virus hepatitis D dibandingkan pada pasien memiliki hepatitis B akut saja. (48,49)

Virus hepatitis E baru-baru ini diidentifikasi enterik sering menyebabkan infeksi pada  pengaturan epidemi dan ditandai oleh kejadian luar biasa tinggi terjadi kegagalan hati fulminan  pada wanita hamil, yang mengalami angka kasus kematian mendekati 40%. Secara keseluruhan,  bagaimanapun, kegagalan hepatik fulminan tampaknya merupakan komplikasi jarang hepatitis E,

(12)

dan hepatitis E infeksi virus tidak umum ditemukan pada pasien dengan gagal hati akut dengan  penyebab tak tentu.(48,49)

Seperti disebutkan di atas, penunjukan non-A, hepatitis non-B di masa lalu telah diterapkan untuk pasien dengan gagal hati fulminan dan tidak ada penanda virus atau penyebab lain yang diakui menyebabkan kegagalan hati akut. Terminologi ini telah mengisyaratkan bahwa virus hepatitis C, atau beberapa agen virus lainnya, merupakan faktor penyebab. Bahkan, hepatitis C virus RNA atau antibodi (atau keduanya) untuk virus hepatitis C jarang ditemukan  pada pasien yang ditunjuk memiliki kegagalan hati fulminan crytpogenic. Dengan demikian

tampaknya tidak mungkin bahwa virus hepatitis C memainkan peran penting dalam  pengembangan gagal hati akut.(49)

Virus lainnya menyebabkan ALF termasuk herpes simplex virus (HSV), virus varicella zoster, cytomegalovirus, virus Epstein-Barr, B19 parvovirus, dan-virus demam kuning. Virus ini umumnya mengarah pada ALF di pengaturan kompromi kekebalan atau kehamilan, namun kasus  pada individu imunokompeten telah dilaporkan.(48,49)

TOXINS JAMUR 

Jamur tertentu, terutama Amanita phalloides, juga disebut "kematian topi", mengandung racun hati yang sangat kuat. Memang, konsumsi jamur dalam jumlah banyak bahkan jamur  tunggal dapat mengakibatkan kerusakan hati yang parah. Sayangnya, pemetik jamur yang tidak  mengerti, terlalu sering melakukan kesalahan yaitu mengambil jamur Amanita phalloides untuk  dimakan. Konsumsi Amanita phalloides menghasilkan sindrom klasik mual berat, muntah, diare  berlimpah, dan nyeri perut kram yang biasanya dimulai sekitar 8-16 jam setelah makan  jamur. Dalam satu atau dua hari, kerusakan hati yang berat dapat terjadi, yang dapat mengancam nyawa, walaupun dengan terapi medis. Konsumsi jamur liar seperti ini, sebaiknya dihindari oleh semua pemetik jamur, kecuali yang sudah berpengalaman. Transplantasi hati telah digunakan  berhasil mengobati beberapa pasien cukup berhasil yang segera dirujuk ke pusat-pusat

transplantasi hati 14. Toxins yang lain adalah  Bacillus cereustoksin, Cyanobacteria toksin, Pelarut organik (misalnya karbon tetraklorida), Fosfor kuning. (23)

PENYAKIT METABOLIK 

Metabolik penyebab kegagalan hati akut termasuk fatty liver akut pada kehamilan dan sindrom Reye. Kedua sindrom berhubungan dengan perubahan lemak mikrovaskuler dengan karakteristik yang khas nekrosis hati yang merupakan penyebab lain kegagalan hati fulminan. Lemak hati akut pada kehamilan biasanya terjadi pada trimester ketiga dan ditandai dengan timbulnya penyakit kuning yang cepat dan ensefalopati, sering disertai dengan hipoglikemia. Meskipun waktu protrombin yang mencolok berkepanjangan, serum aminotransferase ini  biasanya tidak meningkat lebih dari 1000 IU / L. Pengobatan terdiri dari janin cepat dilahirkan. lemak hati akut kehamilan (AFLP) dan hemolisis itu, peningkatan enzim hati, trombosit rendah (HELLP) syndrome adalah bagian dari spektrum dari proses penyakit yang sama. ALF terjadi selama trimester ketiga, tapi jarang terjadi sedikit sebelumnya atau segera setelah melahirkan. kekurangan janin dalam rantai panjang 3-hydroxyacyl-dehidrogenase koenzim-A telah diidentifikasi dan menyebabkan akumulasi asam lemak menengah dan panjang rantai pada

(13)

ibu. Keunggulan dari preeklamsia (hipertensi dan proteinuria) dapat hadir. Dalam 1-2 minggu sejak timbulnya gejala, dan dalam beberapa hari setelah perkembangan penyakit kuning, pasien dapat mengembangkan tanda-tanda ALF. HELLP mungkin juga rumit oleh infark hati atau hemolisis hati.(7,8,9,10,36)

MISCELLANEOUS DISORDER 

Miscellaneous penyebab kegagalan hati akut termasuk penyakit tersebut Wilson dan hepatitis autoimun. infiltrasi besar-besaran hati dengan tumor metastatik yang tersebar di pola intrasinusoidal juga sudah jarang terkait dengan kegagalan hati akut. Onset kegagalan hati fulminan mungkin merupakan manifestasi klinis pertama dari metastasis hati, dan pencitraan hati dengan ultrasonografi atau computed tomography (CT) scanning mungkin hanya menampilkan homogen hepatomegali. Akhirnya, transplantasi hati mungkin rumit oleh nonfunction korupsi  primer dan onset yang cepat gagal hati akut, membutuhkan retransplantation dalam beberapa hari  pertama setelah transplantasi hati orthotopic.(7,8,9,10,36)

ALF dari AUTOIMUN HEPATITIS terjadi pada pasien dengan penyakit yang telah ada sebelumnya yang belum diakui. Tidak ada presentasi klasik untuk menyarankan AIH sebagai  penyebab ALF, dan pengecualian dari semua penyebab lainnya harus dilakukan. Serum antibodi

autoimun mungkin tidak ada, dan, dalam situasi ini, biopsi hati mungkin dapat membantu dalam menetapkan diagnosis.(7,8,9,10,36)

Penyakit Wilson adalah gangguan resesif autosomal metabolisme tembaga, dan minoritas  pasien akan hadir dengan ALF. Diagnosis ALF dari penyakit Wilson adalah penting karena ia dilaporkan membawa kematian 100% tanpa transplantasi hati, namun sulit dalam pengaturan ini karena studi diagnostik yang biasa kurangnya sensitivitas dan spesifisitas. Kayser-Fleischer  cincin yang absen pada sampai dengan 50% dari pasien. Peningkatan tembaga pada urin dan  perubahan pada tembaga serum dapat dilihat pada ALF karena penyebab lain. Ceruloplasmin Serum akan normal dalam 15% pasien, dan tingkat ceruloplasmin rendah dapat dilihat pada ALF dari penyebab lain. Namun, Wilson penyakit-ALF sering disertai dengan anemia hemolitik  Coombs-negatif, hiperbilirubinemia parah, peningkatan moderat aminotransferases (<500 IU / l), dan serum yang tinggi dan konsentrasi tembaga kemih. Penggunaan rendah alkali fosfatase serum tingkat normal, sebuah fosfatase alkali terhadap jumlah rasio bilirubin kurang dari 2,0, atau aminotransferase aspartat untuk alanine aminotransferase rasio lebih dari 4,0 untuk  diagnosis penyakit-ALF Wilson masih kontroversial. (50,51)

VASCULAR EVENTS

Sejumlah kejadian vaskular juga telah dikaitkan dengan perkembangan gagal hati akut. penyebab jantung termasuk infark miokard atau kardiomiopati terkait dengan kegagalan  peredaran darah akut. Dalam beberapa kasus, penyakit jantung yang mendasari tidak jelas, dan,

dengan demikian, evaluasi jantung hati yang tepat pada pasien yang awalnya telah gagal hati akut, merupakan penyebab pasti. obstruksi vena hati sekunder bentuk akut sindrom Budd-Chiari atau penyakit venoocclusive juga sudah jarang terkait dengan kegagalan hati akut. Heat stroke

(14)

dengan gagal hati telah dicatat dalam penambang serta pelari jarak jauh dan biasanya reversibel.(50,51)

Bentuk paling yang umum dari kerusakan hati adalah hipoksia, hepatopathy hipoksia ('hati shock'), terlihat setelah episode hipotensi sistemik atau keadaan aliran darah rendah. Prognosis tergantung pada yang mendasari penyakit di negara pasien, dan hati shock  per   sejarang fatal. Kondisi, yang mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah lebih parah, lebih

cenderung mengakibatkan ALF dan kematian. Ini termasuk sindrom Budd-Chiari, sindrom sinusoidal-sumbatan (penyakit Veno-oklusif) karena obat atau jamu, dan keganasan melibatkan hati (yaitu, limfoma). (50,51)

TABEL 3

TABEL 4

Beberapa penyebab kegagalan hati akut dapat mengikuti kursus karakteristik kegagalan hati fulminan atau subfulminant. Pada 75% atau lebih dari kasus, hepatitis A, B, D, dan E,

(15)

Amanita phalloides keracunan, overdosis asetaminofen, dan fatty liver akut kehamilan  berhubungan dengan interval yang relatif singkat dari timbulnya penyakit kuning untuk   pengembangan ensefalopati hati (yaitu, kegagalan hepatik fulminan). Sebaliknya, pasien dengan  penyebab yang tak tentu dari gagal hati akut, obat-induced luka hati, obstruksi vena hepatik,  penyakit Wilson, dan hepatitis autoimun lebih sering memiliki program subfulminant. Perbedaan  penting lainnya antara kegagalan hati fulminan dan subfulminant adalah tingkat ketahanan hidup yang lebih baik dari pasien yang terkena fulminan sebagai lawan kegagalan hati subfulminant. (6,7,10,13,14,19,34)

PATOFISIOLOGI

Pengembangan edema serebral adalah penyebab utama morbiditas dan kematian pasien yang menderita gagal hati akut. Etiologi dari hipertensi intrakranial (ICH) tidak sepenuhnya dipahami, tetapi dianggap multifaktorial.(8,9,10,21,51)

Secara singkat, hiperamonemia mungkin terlibat dalam pengembangan edema serebral. Brain edema dianggap baik sitotoksik dan vasogenic berasal. edema sitotoksik  merupakan konsekuensi dari osmoregulasi selular gangguan di otak, mengakibatkan edema astrosit. pembengkakan astrosit Cortical adalah observasi yang paling umum dalam studi neuropathologic edema otak pada gagal hati akut. Di otak, amonia didetoksifikasi untuk glutamin melalui amidasi glutamat oleh sintetase glutamin. Akumulasi glutamin dalam astrosit pada  pembengkakan edema dan astrosit otak. Ada bukti yang jelas peningkatan konsentrasi otak 

glutamin dalam model binatang dari gagal hati akut. Hubungan antara amonia tinggi, glutamin, dan dibesarkan ICH telah dilaporkan pada manusia.(8,9,10,21,51)

Fenomena lain yang telah terlibat dalam kegagalan hati akut adalah peningkatan volume intrakranial dan aliran darah otak. Peningkatan hasil aliran darah otak karena gangguan autoregulasi serebral. Gangguan autoregulasi serebral dianggap dimediasi oleh peningkatan konsentrasi sistemik oksida nitrat, yang bertindak sebagai vasodilator kuat. Namun, dalam  pengaturan ini, profil sitokin juga gila. Peningkatan konsentrasi serum dari endotoksin bakteri, tumor necrosis factor-alpha (TNF-a), dan interleukin-1 (IL-1) dan -6 (IL-6) telah ditemukan pada gagal hati fulminan. (6,7,10,19,51)

Konsekuensi lain kegagalan hati fulminan adalah kegagalan organ multisistem, yang sering diamati dalam sirkulasi hiperdinamik yang menyerupai sepsis (resistensi vaskular sistemik  rendah), karena itu, sirkulasi yang kurang dan perfusi organ rendah mungkin memulai terjadinya komplikasi dari kegagalan hati fulminan.(6,7,10,19,34)

Perkembangan kegagalan hati merupakan hasil akhir yang umum dari berbagai macam  penyebab potensial, sebagai diagnosis diferensial yang luas. .(6,7,10,19,34)

Seperti banyak obat yang mengalami metabolisme hepatik (dalam hal ini, oleh sitokrom P-450), metabolit oksidatif acetaminophen lebih toksik dari obat. Sebuah metabolit aktif,  N-asetil-p-benzoquinon-imina (NAPQI), muncul untuk menengahi banyak kerusakan pada  jaringan hati dengan membentuk ikatan kovalen dengan protein selular. Oleh karena itu, kehadiran radikal bebas yang sangat reaktif setelah proses penyerapan acetaminophen menimbulkan ancaman bagi parenkim hati, tetapi biasanya diatasi cukup dengan cadangan

(16)

glutation intrahepatik. Glutathione mengurangi memuaskan metabolit reaktif dan bertindak untuk  mencegah oksidasi nonspesifik struktur selular yang dapat mengakibatkan disfungsi hepatoseluler parah.(6,7,10,19,34)

Mekanisme ini gagal dalam 2 setting yang berbeda namun sama pentingnya. Yang  pertama adalah overdosis (kebetulan atau sengaja) acetaminophen. Selain itu, terjadi juga dengan seorang pasien yang mengkonsumsi alkohol secara teratur. Ini tidak selalu memerlukan riwayat  penyalahgunaan alkohol atau alkoholisme. Bahkan peminum moderat atau sosial yang secara

konsisten mengkonsumsi 1-2 minuman harian mungkin cukup menguras cadangan glutation intrahepatik. Hal ini menyebabkan hepatotoksisitas berpotensi mematikan dari apa yang dinyatakan aman dosis acetaminophen (di bawah dosis total maksimum 4 g / d) dalam individu yang tidak curiga.(6,7,10,19,34)

FREKUENSI

Di Amerika Serikat Insiden kegagalan hati fulminan tampaknya rendah, dengan sekitar  2.000 kasus per tahun yang terjadi di Amerika Serikat. hepatotoksisitas yang terkait dengan obat terdiri dari lebih dari 50% kasus gagal hati akut, termasuk toksisitas asetaminofen (42%) dan reaksi obat yang lainnya(12%). Hampir 15% kasus etiologi tak diketahui. Penyebab lain terlihat di Amerika Serikat adalah penyakit hepatitis B, hepatitis autoimun, penyakit Wilson, fatty liver kehamilan, dan HELLP (hemolisis, peningkatan enzim hati, trombosit rendah) sindrom. (8,9,36,43)

Acetaminophen atau overdosis parasetamol adalah penyebab FHF terkemuka di Eropa dan, khususnya, Inggris. Di dunia berkembang, infeksi akut HBV mendominasi sebagai  penyebab kegagalan hati fulminan karena tingginya prevalensi HBV. Virus hepatitis delta (HDV) superinfeksi jauh lebih umum di negara berkembang daripada di Amerika Serikat karena tingginya tingkat kronis infeksi HBV. hepatitis E virus (HEV) dikaitkan dengan tingginya insiden kegagalan hati fulminan pada wanita yang sedang hamil dan perhatian pada pasien hamil yang tinggal di atau melakukan perjalanan di daerah endemik. Daerah ini termasuk, tetapi tidak  terbatas pada, Meksiko dan Amerika Tengah, India dan benua India, dan Timur Tengah.(15,16,48)

MORTALITAS/MORBIDITAS

Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap morbiditas dan kematian pada kasus gagal hati.

Faktor etiologi yang menyebabkan kegagalan hati dan perkembangan komplikasi adalah  penentu utama kegagalan hati. Pasien dengan gagal hati akut yang disebabkan oleh acetaminophen memiliki prognosis lebih baik dibandingkan dengan penyebab kegagalan hati lainnya. Pasien dengan stadium 3 atau 4 ensefalopati memiliki prognosis buruk. Risiko kematian meningkat dengan perkembangan salah satu komplikasi, yang meliputi edema otak, gagal ginjal, sindrom distres pernapasan dewasa (ARDS), koagulopati, dan infeksi.(8,9,36,43)

• Viral Hepatitis : Pada pasien dengan gagal hati fulminan akibat virus hepatitis A (HAV) ,

tingkat kelangsungan hidup lebih besar dari 50-60%. Pasien-pasien ini untuk proporsi yang substansial (10-20%) dari transplantasi hati anak-anak di beberapa negara walaupun infeksi yang relatif ringan yang diamati dalam banyak anak terinfeksi HAV. Hasil untuk 

(17)

 pasien dengan kegagalan hati fulminan sebagai akibat dari penyebab lain dari virus hepatitis jauh kurang menguntungkan.(49)

• toksisitas Acetaminophen: gagal hati fulminan akibat keracunan asetaminofen umumnya

memiliki hasil yang relatif baik, dan variabel prognostik izin cukup akurat dalam menentukan kebutuhan OLT. Pasien dengan penyakit berat (kelas ensefalopati hati 3-4), koma saat masuk telah meningkat mortalitas dibandingkan dengan pasien dengan ensefalopati lebih ringan. PH arteri lebih rendah daripada 7.3 dan baik waktu protrombin (PT) lebih besar dari 100 detik atau kreatinin serum lebih besar dari 300 mcg / mL (3,4 mg / dL) adalah prediktor independen terhadap prognosis buruk.(15,16,17,46)

•  Non-acetaminophen-induced kegagalan hati fulminan: Dalam

non-acetaminophen-induced kegagalan hati fulminan, sebuah PT yang lebih besar dari 100 detik dan setiap 3 kriteria berikut 5 adalah prediktor independen : (1) usia yang lebih muda dari 10 tahun atau lebih tua dari 40 tahun; (2) kegagalan hati fulminan karena non-A, hepatitis non-B, non-C; hepatitis halotan, atau reaksi obat istimewa,, (3) jaundice hadir lebih dari 1 minggu sebelum timbulnya ensefalopati; (4) PT lebih besar dari 50 detik, dan (5)  bilirubin serum lebih besar dari 300 mmol / L (17,5 mg / dL). Setelah pasien ini

diidentifikasi, mengatur persiapan yang sesuai untuk OLT.(16,17,22,46)

o Kriteria tersebut di atas dikembangkan di King's College Hospital di London dan

telah divalidasi di pusat-pusat lainnya, namun, variabilitas signifikan terjadi dalam hal populasi pasien yang ditemui.

o Banyak tes prognosticating lainnya telah diusulkan. Mengurangi

tingkat-komponen spesifik kelompok (Gc)-globulin (molekul yang mengikat aktin) yang dilaporkan dalam kegagalan hati fulminan, dan peningkatan PT terus-menerus menandakan kematian.

•  penyakit Wilson: Ketika kondisi ini hadir sebagai kegagalan hati fulminan tanpa OLT,

hampir seragam fatal.(50)

• Umur: Pasien yang lebih muda dari 10 tahun dan lebih tua dari 40 tahun cenderung tarif 

yang relatif buruk.(8,9,36,43)

• Tingkat pembangunan dan derajat ensefalopati: Beberapa waktu dari penyakit kuning

(biasanya tanda tegas pertama dari penyakit hati yang diakui oleh pasien atau keluarga) untuk ensefalopati terkait paradoks dengan kelangsungan hidup ditingkatkan. Bila interval ini kurang dari 2 minggu, pasien gagal hati hiperakut.Meskipun kelas ensefalopati merupakan faktor prognostik dalam kasus overdosis asetaminofen, tidak   berkorelasi dengan hasil di rangkaian lain.(12)

RAS

Kegagalan hati akut terlihat di antara semua ras. Dalam studi multicenter AS gagal hati akut, distribusi etnis termasuk putih (74%), Hispanik (10%), kulit hitam (3%), Asia (5%), dan Amerika Latin (2%). (8,9,36,43)

(18)

Virus hepatitis E dan penyakit hati autoimun lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Dalam sebuah kelompok studi multicenter AS, kegagalan hati akut terlihat lebih sering pada wanita (73%) dibandingkan pria.(8,9,36,43)

UMUR 

Umur mungkin berkaitan dengan morbiditas dan kematian pada mereka yang gagal hati akut. Pasien yang lebih muda dari 10 tahun dan lebih tua dari 40 tahun cenderung tarif yang relatif buruk. Menurut kelompok multisenter studi AS, wanita dengan kegagalan hati akut lebih tua (39 y) dibandingkan laki-laki (32,5 y).(8,9,36,43)

MANIFESTASI KLINIS

Temuan klinis penting dari gagal hati akut termasuk penyakit kuning, ensefalopati hati, dan koagulopati. Bila parah, gagal hati akut juga ditandai dengan kegagalan multiorgan, terutama  perubahan kardiovaskuler dan ginjal, kelainan metabolik ganda, dan peningkatan insiden

infeksi.(8,36,43,45,47)

TANDA DAN GEJALA

Gagal hati akut sering dimulai dengan gejala tidak spesifik seperti malaise atau mual, yang dengan cepat diikuti oleh penyakit kuning, dan, selama periode waktu tertentu, terjadi  perubahan status mental. Ensefalopati hepatik secara tradisional dibagi menjadi empat tahap  berdasarkan kondisi mental dan ada atau tidak adanya tanda-tanda neurologis. Tahap 1 ensefalopati hati dicirikan oleh kebingungan ringan dan kelambatan mental, dengan hanya kelainan neurologis halus. Pada tahap 2, mengantuk yang menonjol dan disertai dengan  perubahan kepribadian dan perilaku yang tidak pantas; asterixis dan dysarthria biasanya hadir. Pada tahap 3, pasien tidur hampir sepanjang waktu. Meskipun arousable, pasien tidak  dapat melakukan tugas mental dan kebingungan terhadap waktu atau tempat. Pada tahap 4,  pasien dalam keadaan koma dan mungkin atau mungkin tidak merespon terhadap rangsangan

yang menyakitkan. ensefalopati hepatik sendiri merupakan prediktor penting dari hasil, pada  pasien dengan stadium 4 koma, tingkat kelangsungan hidup kurang dari 20%. (8,36,43,45,47)

Pada pemeriksaan fisik, kelainan karakteristik termasuk perubahan status mental, sakit kuning, dan penurunan hati hadir pada perkusi hati, dan mencari stigmata dari penyakit hati kronis. Penyakit kuning sering tetapi tidak selalu hadir. Supel pada kuadran kanan atas biasanya hadir. Pembesaran hati mungkin kecil, indikasi kerugian besar volume akibat nekrosis hati. Sebuah hati yang membesar bisa dilihat dengan gagal jantung kongestif, hepatitis virus, atau sindrom Budd-Chiari . Pengembangan edema serebral pada akhirnya dapat menimbulkan manifestasi dari tekanan intrakranial meningkat (ICP), termasuk  papilledema , hipertensi, dan  bradikardi. Perkembangan cepat asites , terutama jika diamati pada pasien dengan kegagalan hati fulminan disertai dengan sakit perut, menunjukkan kemungkinan vein thrombosis hati (Budd-Chiari syndrome). Hematemesis atau melena dapat mempersulitpenyakit kegagalan hati fulminan sebagai akibat pendarahan atas gastrointestinal (GI). Biasanya, pasien hipotensi dan tachycardic

(19)

sebagai akibat dari resistensi pembuluh darah sistemik berkurang yang menyertai kegagalan hepatik fulminan,keadaan ini tidak dapat dibedakan dari syok septik. Meskipun hal ini mungkin intrinsik gagal hati, mengingat kemungkinan infeksi sekunder(terutama peritonitis bakteri spontan) adalah penting. (8,36,43,45,47)

ENSEFALOPATI HATI DAN EDEMA SEREBRAL

Ensefalopati hati dan edema serebral, meskipun keduanya memiliki manifestasi klinis yang sama dengan perubahan status mental, kemungkinan besar disebabkan oleh keadaan  patogen yang berbeda. Akumulasi zat beracun dalam sistem saraf pusat, terutama amonia dan  benzodiazepin agonis endogen, adalah postulated untuk memediasi ensefalopati hati. Meskipun ensefalopati hepatik biasanya reversibel dan jarang fatal, edema serebral sering mematikan sekunder untuk herniasi uncal. Meskipun sejumlah teori untuk menjelaskan  perkembangan edema serebral, patogenesis tepat dalam kegagalan hati akut masih kurang

dipahami. Pembengkakan sel otak dan gangguan penghalang darah ke otak mungkin memainkan  peran. Komplikasi neurologis sekitar 30% dari kondisi yang tidak memungkinkan transplantasi hati. Prognosis keseluruhan untuk pasien dengan kelas 1 atau kelas 2 ensefalopati biasanya baik, meskipun dalam 3 kelas, dan khususnya kelas 4, ensefalopati hati jauh lebih miskin. edema Cerebral adalah penyebab utama kematian pada pasien dengan kelas 4 ensefalopati dan diperkirakan terjadi pada sekitar tiga-perempat pasien mencapai tahap disfungsi otak. Iskemia serebral akan terjadi jika tekanan perfusi serebral (perbedaan antara tekanan arteri rata-rata dan tekanan intraserebral) tidak dijaga pada diatas 40 mm Hg. Meskipun laktulosa adalah dasar pengobatan untuk ensefalopati hepatik kronis pada pasien dengan sirosis, itu kurang efektif pada pasien dengan kegagalan hati fulminan. Secara umum,  bagaimanapun, suatu percobaan laktulosa baik secara lisan (atau dengan tabung nasogastrik, jika  perlu) atau dengan enema rektal bermanfaat. Lactulose dititrasi untuk mencapai 2-4 buang air   besar setiap hari. Efektivitas antibiotika, seperti neomisin atau metronidazole, untuk ensefalopati

hepatik sekunder untuk kegagalan hepatik fulminan bahkan kurang meyakinkan. Faktor-faktor  yang dikenal memperburuk ensefalopati hati seperti pendarahan gastrointestinal, hipokalemia, atau sepsis harus diidentifikasi dan diobati. (11,12,33,36)

Tabel. 5 Grading dari ensefalopati hepatik 

Kelas Tingkat

Kesadaran Kepribadian danAkal Tanda neurologis (EEG) KelainanElectroencephalogram

0 Normal Normal Tak satupun Tak satupun

Subklinis Normal Normal Kelainan hanya di

tes psikometri Tak satupun 1 Siang / malam tidur   pembalikan, kegelisahan Kelupaan, kebingungan ringan, agitasi, iritabilitas Tremor, apraxia, ketiadaan, tulisan tangan terganggu Trifasik gelombang (5 Hz)

(20)

2 Kelesuan, diperlambat tanggapan Disorientasi ke waktu, hilangnya inhibisi, perilaku yang tidak pantas

Asterixis, dysarthria, ataksia, refleks hypoactive Trifasik gelombang (5 Hz) 3 Mengantuk,

kebingungan Disorientasi ketempat, perilaku agresif  Asterixis, kekakuan otot, tanda-tanda Babinski, refleks hiperaktif  Trifasik gelombang (5 Hz)

4 Koma Tak satupun Decerebration Delta / kegiatan lambat

gelombang

Cerebral edema sering dimanifestasikan oleh hipertensi, bradikardia, kekakuan decerebrate dan sikap, refleks pupil abnormal, dan pola pernapasan batang otak dan apnea. Tanda-tanda klinis dapat terjadi terlambat, sehingga preferensi umum adalah untuk  memonitor tekanan intraserebral dan terapi lembaga untuk menjaga tekanan kurang dari 20 mm Hg setiap saat. CT scan kepala bukanlah cara yang dapat diandalkan untuk memperkirakan tekanan intraserebral dalam kegagalan hati fulminan, namun CT scan yang sering digunakan untuk mengecualikan masalah intraserebral lainnya, seperti perdarahan atau lesi struktural lainnya, sebelum melanjutkan dengan transplantasi hati. Pada pasien dengan kegagalan hati fulminan, tekanan intrakranial biasanya dimonitor dengan  baik transduser subdural atau epidural. Risiko penempatan transduser tekanan intraserebral adalah perdarahan, tetapi manfaatnya tampaknya lebih besar dari risiko ini. Monitor epidural lebih aman ke tempat dari transduser subdural, walaupun sensitivitas mereka mungkin lebih rendah. Tujuan dari pemantauan tekanan intraserebral adalah menjaga tekanan kurang dari 20 mm Hg, tekanan yang terus-menerus lebih besar dari 40 mm Hg dan bertahan terhadap  pengobatan, dapat mencegah dilakukannya transplantasi hati. Selain itu, tekanan perfusi serebral

harus dipertahankan di atas 50 mm Hg.(11,12,33,36)

Ketika edema serebral berkembang atas dasar rekaman tekanan intraserebral atau tanda-tanda klinis, pengobatan dengan manitol pada dosis 0.5A "g € 1 / kg diberikan dengan infus intravena selama 5 menit. Dosis berulang manitol mungkin diperlukan untuk mengobati  peningkatkan berulang tekanan intraserebral. Manitol harus diberikan hanya jika osmolalitas serum kurang dari 320 mOsm / L. Pada pasien yang mengalami gagal ginjal, manitol dapat diberikan hanya dalam kombinasi dengan hemodialisis atau hemofiltration arteriovenous kontinu. Pentobarbital bolus dari 100a € "150 mg intravena setiap 15 menit selama 1 jam diikuti dengan infus kontinu 1A €" 3 mg / kg / jam dapat diberikan jika manitol gagal untuk 

menurunkan tekanan intraserebral.

terapi lain yang berguna untuk pencegahan atau pengelolaan peningkatan tekanan intraserebral termasuk mengganggu pasien sesedikit mungkin, agitasi mengontrol, mengangkat kepala 20A € "30 derajat di atas horisontal, memberikan hiperventilasi sedang sampai tekanan parsial karbon dioksida 25 €" 30 mm Hg, dan memberikan terapi phenytoin untuk kejang subklinis terdeteksi olehelectroencephalography.(11,12,33,36)

(21)

TABEL 6 KOAGULOPATI

Pada gagal hati akut, mungkin ada beberapa kelainan koagulasi. Penurunan tingkat faktor  II, V, VII, IX, dan jumlah faktor X untuk perpanjangan waktu protrombin dan waktu tromboplastin parsial. kondisi klinis pasien dan prognosis paling baik ditentukan oleh serial  pengukuran waktu protrombin dan tingkat faktor V, dengan demikian, infus plasma beku segar 

diindikasikan hanya untuk perdarahan atau pada saat prosedur invasif. Dalam kegagalan hati fulminan, koagulopati predisposisi pasien perdarahan dari saluran pencernaan, situs akses vena,

dan garis arteri.

Trombositopenia juga sering terjadi pada kegagalan hati fulminan, dengan jumlah trombosit sering kurang dari 100.000 / ÂμL. trombositopenia ini mungkin terkait dengan penekanan sumsum tulang dan tingkat rendah disseminated intravascular coagulation. bukti klinis  perdarahan mungkin memerlukan penggunaan transfusi trombosit jika jumlah platelet adalah

<50.000 / ÂμL.(7,8,9,10,36) Kondisi Waktu protrombin Sebagian tromboplastin waktu Pendarahan waktu Jumlah trombosit

(22)

Kekurangan Vitamin

K atau warfarin  berkepanjangan berkepanjangan terpengaruh terpengaruh Koagulasi intravaskular 

diseminata  berkepanjangan berkepanjangan berkepanjangan menurun Von Willebrand Penyakit terpengaruh berkepanjangan berkepanjangan terpengaruh Penyakit darah terpengaruh berkepanjangan terpengaruh terpengaruh Aspirin terpengaruh terpengaruh berkepanjangan terpengaruh Trombositopenia terpengaruh terpengaruh berkepanjangan menurun Awal Hati kegagalan  berkepanjangan terpengaruh terpengaruh terpengaruh Akhir-tahap kegagalan Hati berkepanjangan berkepanjangan berkepanjangan menurun Uremia terpengaruh terpengaruh berkepanjangan terpengaruh Bawaan afibrinogenemia  berkepanjangan berkepanjangan berkepanjangan terpengaruh Faktor V defisiensi berkepanjangan berkepanjangan terpengaruh terpengaruh X Factor kekurangan seperti

terlihat pada purpura amiloid  berkepanjangan berkepanjangan terpengaruh terpengaruh Glanzmann's thrombasthenia terpengaruh terpengaruh berkepanjangan terpengaruh Bernard-Soulier sindrom terpengaruh terpengaruh berkepanjangan menurun

TABEL 7 KEGAGALAN GINJAL

Kegagalan ginjal berkembang di sekitar setengah dari pasien dengan kegagalan hati fulminan dan memperburuk prognosis. Kegagalan ginjal (misalnya, sindrom hepatorenal) oliguri dan biasanya fungsional, tapi nekrosis tubular akut juga dapat ditemukan. Obat induksi nefrotoksisitas juga harus dihindari. Setiap agen potensial nefrotoksik, seperti aminoglikosida atau agen kontras, harus dihindari. Hipovolemia dan hipotensi harus diperbaiki dengan koloid intravena, seperti fresh frozen  plasma atau albumin, untuk mencapai tekanan cukup mengisi  jantung. Hemodialisis sering diperlukan untuk asidosis metabolik berat, hiperkalemia, atau overload cairan, meskipun pusat transplantasi yang paling suka menggunakan hemofiltration arteriovenous terus menerus. kelainan elektrolit lain yang umum dan mungkin memerlukan koreksi termasuk hiponatremia, hypophosphatemia, hypocalcemia, atau hypomagnesemia. (7,8,9,10,36)

Hepatorenal sindrom dalam pengaturan kegagalan hati fulminan dapat dibalik dengan transplantasi hati, dan dengan demikian, untuk memperbaiki gagal ginjal tidak boleh kecuali

dilanjutkan dengan transplantasi.

(7,8,9,10,36)

KELAINAN KARDIOVASKULAR 

Peningkatan curah jantung dan resistensi vaskular sistemik rendah biasa terjadi dengan kegagalan hati fulminan. Hipotensi dengan perfusi organ rendah dapat memperburuk gagal hati, dan asidosis laktat yang dihasilkan dari hipoksia jaringan juga dapat terjadi. Penggantian volume untuk menjaga tekanan darah dan infus dopamine mungkin diperlukan. Penting bahwa sepsis dikecualikan sebagai penyebab potensial ketidakstabilan kontribusi kardiovaskular.(7,8,9,10,36)

(23)

HIPOGLIKEMIA

Hipoglikemia adalah komplikasi umum dari gagal hati berat fulminan. Oleh karena itu, kadar glukosa darah harus dimonitor setidaknya setiap 4 jam selama semua tahap ensefalopati hati. Patofisiologi hipoglikemia adalah multifaktorial, termasuk pelepasan glukosa hepatik, gangguan glukoneogenesis hepatik, dan kadar serum insulin. Semua pasien dengan kegagalan hati fulminan harus menerima infus intravena kontinu dekstrosa 10%. Pengobatan hipoglikemia kadang-kadang memerlukan infus glukosa hipertonik, dengan tujuan yang masuk akal mempertahankan glukosa darah pada suhu 60 "mg € 200 / dL. persyaratan kalori dari 35 € "50 kkal / kg yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan metabolik basal.(7,8,9,10,36)

INFEKSI

Pasien dengan kegagalan hati fulminan akan meningkatkan risiko untuk terkena infeksi  bakteri dan jamur. Infeksi tersebut akan membuat pertombangan pada pasien untuk transplantasi hati; jumlah sepsis sekitar 20% dari kondisi komtraindikasi transplantasi. Bakteremia adalah masalah yang sering terjadi karena pasien sering tiduran dan terpasang kateter, yang meningkatkan resiko terjadinya infeksi. Sejumlah studi prospektif terbaru menunjukkan bahwa 80% atau lebih dari pasien dengan kegagalan hati fulminan memiliki infeksi berdasarkan  penilaian klinis atau kultur, dengan saluran pernapasan dan salauran kencing menjadi sumber 

infeksi utama. Organisme infeksius dominan adalah gram positif Streptococcus, Staphylococcus aureus, dan bakteri gram negatif. Sebanyak sepertiga pasien dengan kegagalan hati fulminan  berkembang menjadi infeksi jamur, terutama Candida albicans. Pasien-pasien ini sering terjadi

gagal ginjal dan telah diberikan antibiotik. pengawasan kultur rutin dan pengobatan dosis tinggi  pada infeksi direkomendasikan sangat penting untuk manajemen. Pendekatan alternatif adalah  profilaksis, terapi antibiotik empiris, termasuk parenteral, antibiotik spektrum luas

dikombinasikan dengan amfoterisin B enteral dan Klotrimazol, yang dapat mengurangi kejadian infeksi hingga 20%. agen profilaksis antifungal lebih sering digunakan untuk pasien dengan ensefalopati hepatik, karena insidens terjadinya relative tinggi dan meningkatnya tingkat morbiditas infeksi jamur. (7,8,9,10,36)

DIAGNOSA

Sebuah indeks kecurigaan yang tinggi dan pengakuan dari fitur-fitur karakteristik  sindrom yang sangat penting untuk mendiagnosa ALF. Cepat mengidentifikasi penyebab spesifik  sangat penting untuk mengambil keputusan manajemen lebih lanjut, sebagai tindakan perawatan khusus. Kehadiran hepatitis sedang-berat menuntut status evaluasi mental dengan hati-hati dan  pengukuran waktu protrombin (PT) / INR. Rawat Inap diperlukan bagi mereka dengan status mental berubah, bukti perpanjangan pada PT (oleh ≥ 4-6 s, INR ≥ 1,5), atau keduanya, yang menurut definisi ALF. Pasien langsung masuk ke ICU untuk pemantauan intens lebih lanjut. Transfer ke pusat transplantasi, jika sesuai, harus dimulai pada awal tindakan.(7,8,9,10,36,43)

(24)

TABEL 8

Sebuah klinis yang akurat mungkin sulit atau tidak mungkin untuk memperoleh dari  pasien encephalopathic, dan riwayat sirosis atau kehadiran stigmata hati (yaitu, angiomata spider 

atau splenomegali) menunjukkan adanya penyakit hati kronis yang mendasari. Jika ada gangguan hepatosit signifikan, hati tidak akan teraba atau pun di perkusi. Gejala kuning mungkin tidak  ada. Evaluasi laboratorium awal harus luas. Tingkat amonia arteri mungkin memiliki implikasi  prognostik, dan gas darah arteri dan laktat darah juga dapat membantu membentuk tingkat

keparahan suatu penyakit. Pasien dengan pH di bawah 7,3 sering memiliki hasil yang buruk, khususnya overdosis APAP, dan harus segera ditransfer ke pusat transplantasi.(7,8,9,10,36,43)

Biopsi hati dapat diindikasikan pada penyakit metastatik, limfoma, atau proses infiltrasi lainnya. Keberadaan koagulopati berat mungkin dilakukan biopsi perkutan, karena itu, jaringan harus diperoleh melalui jalur transjugular. Hal ini jarang terjadi, bagaimanapun, bahwa biopsi hati akan membantu menjelaskan diagnosis, dan temuan histologis yang umumnya tidak  mengubah pengobatan.(7,8,9,10,36,43)

Gambar

TABEL 6 KOAGULOPATI
TABEL 7 KEGAGALAN GINJAL
Gambar 3. proses MARS
Gambar 5. Indication for MARS

Referensi

Dokumen terkait

Hepatitis virus terutama tipe B sering disebut sebagai salah satu penyebab sirosis hati, apalagi setelah penemuan Australian Antigen oleh Blumberg pada tahun 1965 dalam

ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT GAGAL NAPAS AKUT  ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT GAGAL NAPAS AKUT !. TUGAS KEPERAWATAN GAWAT DARURAT TUGAS KEPERAWATAN

• Hepatitis B kronis biasa terjadi bila fase akut berlangsung terus &gt;6 bulan dengan tes fungsi hati meningkat dan tidak ditemukan konversi HBeAg menjadi anti HBe  penyebab

Hepatitis c adalah infeksi parenkim hati akut yang disebabkan oleh virus hepatitis c (HVC): virus ini dapat menyebabkan hepatitis akut dan kronis, mulai dari tingkat

Gagal ginjal akut adalah suatu sindrom yang ditandai oleh penurunan yang cepat pada laju filtrasi glomerulus ( glomerular filtration rate[GFR]) dalam waktu  beberapa hari sampai

Bila diberi data sekunder/pasien simulasi tentang masalah gagal jantung akut dan kronik; mahasiswa mampu menjelaskan patofisiologi dan proses patogenesisnya dengan

Gagal hati fulminan adalah suatu sindrom klinik yang disebabkan oleh nekrosis sel hati yang luas, diikuti kegagalan fungsi hati secara mendadak, yang ditandai

Gagal ginjal akut adalah kondisi di mana fungsi ginjal menurun secara tiba-tiba dan ditandai dengan peningkatan kadar BUN dan kreatinin