• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nama : Diana Lusi Rinasari NIM : Makul : Ilmu Pendidikan Dosen : Anik Ghufron, Prof. Dr. Judul : Pendidikan sebagai Ilmu BAB I

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Nama : Diana Lusi Rinasari NIM : Makul : Ilmu Pendidikan Dosen : Anik Ghufron, Prof. Dr. Judul : Pendidikan sebagai Ilmu BAB I"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Diana Lusi Rinasari NIM : 15105241002 Makul : Ilmu Pendidikan

Dosen : Anik Ghufron, Prof. Dr. Judul : Pendidikan sebagai Ilmu

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan satu kesatuan yang utuh yang tidak dapat dipisahkan dengan pendidik maupun peserta didik . Pendidikan tidak mungkin berdiri sendiri alhasil pasti akan terdapat unsur-unsur yang mebentuk pendidikan itu sendiri diantaranya pendidik dan peserta didik. Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting bagi warga negara. Pendidikan bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Akan tetapi pada hakikatnya, pendidikan di Indonesia saat ini yang terjadi bisa dikatakan sangatlah memprihatinkan. Anak-anak yang seharusnya memperoleh pendidikan diusia sekolahnya, namun tidak dapat disangka mereka bukan hanya sekedar berpangku tangan melainkan bekerja keras membantu orang tuanya untuk mendapatkan sesuap nasi. Entah siapa yang nakal pada permasalahan pendidikan di Indonesia, pemerintah ataupun individu yang terkait. Padahal sebenarnya perolehan pendidikan itu wajib 12 tahun. Pemerintah juga menganggarkan sangat banyak untuk dana BOS bagi mereka yang tidak mampu. Pendidikan itu sangat penting untuk masa depan. Oleh karena itu setiap warga Negara berhak untuk mendapatkan pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa anak siapapun itu entah konglomerat ataupun anak buruh berhak untuk memperoleh kesempatan yang sama dalam pendidikan guna membangun nusa dan bangsa seperti yang diharapkan selama ini. Untuk mendukung tujuan yang ingin dicapai dan diharapkan sebagai pedoman pentingnya pendidikan, penulis disini akan memberikan penjelasan mengenai pendidikan sebagai ilmu.

(2)

B. Rumusan Masalah

1. Apa definisi dari Pendidikan ? 2. Apa definisi dari Ilmu ?

3. Apa yang dimaksud dengan pendidikan sebagai ilmu ?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui definisi dari Pendidikan. 2. Untuk mengetahui defenisi Ilmu.

3. Untuk mengetahui Pendidikan sebagai Ilmu.

BAB II PEMBAHASAN

1. Definisi Pendidikan

a) Definisi Pendidikan Menurut GBHN

GBHN 1988(BP 7 pusat, 1990: 105) memberikan batasan tentang pendidikan nasional sebagai berikut: pendidikan nasiaonal yang berakar pada kebudayaan bangsa indonesia dan berdasarkan pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945 diarahkan untuk memingkatkan kecerdasan serta dapat memenuhi kebutuhan pembangunan nasional dan bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.

b) Definisi Pendidikan Menurut Ki Hajar Dewantoro

Menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.

c) Definisi Pendidikan Menurut UUD No 20 th 2003 (ps 1)

Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

(3)

1) Bahasa Yunani: berasal dari kata Pedagogi, yaitu dari kata “paid” artinya anak dan “agogos” artinya membimbing. Itulah sebabnya istilah pedag ogi dapat diartikan sebagai “ilmu dan seni mengajar anak (the art and science of teaching children).

2) Bahasa Romawi: berasal dari kata educare, yaitu mengeluarkan dan menuntun, tindakan merealisasikan potensi anak yang dibawa waktu dilahirkan di dunia. 3) Bangsa Jerman: berasal dari kata Erziehung yang setara dengan educare, yaitu:

membangkitkan kekuatan terpendam atau mengaktifkan kekuatan/potensi anak. 4) Bahasa Jawa: berasal dari katapanggu lawentah (pengolahan), mengolah,

mengubah kejiwaan, mematangkan perasaan, pikiran, kemauan dan watak, mengubah kepribadian sang anak.

2. Definisi Ilmu

a) Istilah ilmu berasal dari kata alima (bahasa Arab) yang berarti pengetahuan. Di dalam bahasa Latin dikenal pula kata scire yang juga berarti pengetahuan. Ada berbagai jenis pengetahuan, jenis pengetahuan dikelompokan orang menjadi: revealed knowledge, intuitif knowledge, rational knowledge, empirical knowledge, dan authoritative knowledge; di pihak lain ada juga yang mengelompokan jenis pengetahuan menjadi: commonsense knowledge, scientific knowledge, philosophical knowledge, dan religious knowledge.

b) Menurut James Conant, ilmu adalah suatu deretan konsep dan skema konseptual yang berhubungan satu sama lain, yang tumbuh sebagai hasil eksperimen serta observasi dan berguna untuk diamati serta dieksperimenkan secara lanjut. Sedangkan menurut The Liang Gie, ilmu mengandung tiga hal yaitu pengetahuan, aktivitas dan metode.

c) Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI), ilmu adalah suatu pengetahuan atau kepandaian baik tentang segala yang masuk dalam jenis kebatinan maupun yang berkenaan dengan keadaan alam, sosial, dan sebagainya. Sedangkan ilmu yang berarti proses, dimaksudkan bahwa ilmu bersifat relatif.

3. Pendidikan sebagai Ilmu

Pendidikan adalah suatu usaha untuk membekali peserta didik berupa ilmu, pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi diri sendiri, masyarakat dan lingkungan sekitar.

(4)

Pendidikan merupakan suatu proses mentransfer ilmu yang pada umumnya dilakukan melalui tiga cara yaitu lisan, tulisan dan perbuatan. Pada dasarnya, pendidikan erat hubunganya dengan ilmu karena obyek utama dari pendidikan adalah ilmu. Pendidikan merupakan suatu kegiatan mentransfer ilmu pengetahuan dari pendidik kepada peserta didik. Ilmu pendidikan sebagai ilmu pengetahuan dengan meletakkan ilmu pengetahuan sebagai obyeknya.

Adapun pengertian pendidikan sebagai ilmu menurut para pakar adalah sebagai berikut: a) S. Brojonegoro, ilmu pendidikan yaitu teori pendidikan, perenungan tentang

pendidikan, dalam arti luas ilmu pendidikan yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari soal-soal yang timbul dalam praktek pendidikan.

b) Carter V. Good, suatu bangunan yang sistematis mengenai aspek-aspek kuantitatif, objektif dan proses belajar, menggunakan instrument secara seksama dalam mengajukan hipotesis-hipotesis pendidikan untuk diuji dan pengalaman seringkali dalam eksperimental.

c) Imam Barnadib, ilmu yang membicarakan masalah-masalah umum pendidikan secara menyeluruh dan abstrak. Ilmu pendidikan bercorak teoritis dan bersifat praktis. d) Driyarkara, pemikiran ilmiah yang bersifat kritis, metodis, dan sistematis tentang

realitas yang disebut pendidikan.

Suatu kawasan studi dapat tampil sebagai disiplin ilmu, bila memenuhi syarat- syarat: a) Memiliki objek studi (formal dan material)

Objek material ilmu pendidikan adalah perilaku manusia. Objek formalnya adalah menelaah fenomena pendidikan dalam perspektif yang luas dan integrative.

b) Memiliki sistematika

Sistematika ilmu pendidikan dibedakan menjadi 3 bagian yaitu:

1) Pendidikan sebagai gejala manusiawi, dapat dianalisis yaitu adanya komponen pendidikan yang saling berinteraksi dalam suatu rangkaian keseluruhan untuk mencapai tujuan. Komponen pendidikan itu adalah:

I. Tujuan pendidikan, II. Peserta didik, III. Pendidik, IV. Isi pendidikan,

V. Metode pendidikan, VI. Alat pendidikan,

(5)

VII. Lingkungan pendidikan.

2) Pendidikan sebagai upaya sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan manusia. Menurut Noeng Muhadjir sistematika ini bertolak dari fungsi pendidikan, yaitu:

I. Menumbuhkan kreatifitas peserta didik, II. Menjaga lestarinya nilai insani dan nilai ilahi, III. Menyiapkan tenaga produktif.

3) Pendidikan sebagai gejala manusiawi. Menurut Mochtar Buchori ilmu pendidikan mempunyai 3 dimensi:

I. Dimensi lingkungan pendidikan,

II. Dimensi jenis-jenis persoalan pendidikan, III. Dimensi waktu dan ruang.

BAB III PENUTUP

a) Simpulan

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan sebagai ilmu yaitu teori pendidikan, perenungan tentang pendidikan, dalam arti luas ilmu pendidikan yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari soal-soal yang timbul dalam praktek pendidikan itu sendiri.

b) Saran

Saya berharap dengan makalah ini dapat membuka mata dan hati para pembaca dan kemudian untuk disampaikan kepada khalayak ramai yang buta aksara agar

(6)

mengetahui bahwa pendidikan itu sangat penting bagi kemajuan bangsa dan negara ke depan. Walaupun kita negara yang tertinggal jauh dalam aspek pendidikan daripada Jepang akan tetapi mari kita bersemangat merebut kedudukan itu. Untuk itu kita mulai dari sekarang agar lebih mengedepankan pendidikan, khususnya pemerintah dimohon lebih andil dalam pembangunan pendidikan bagi mereka yang keterbatasan ekonomi.

DAFTAR PUSTAKA

Siswoyo Dwi, dkk. 2013. Ilmu Pendidikan. Yogyakarta : UNY Press. http://blogsedukasi.blogspot.com/2012/05/pendiidkan-sebagai-ilmu.html

Referensi

Dokumen terkait

Skripsi dengan judul “Pengaruh Model Pembelajaran Everyone is Teacher Here Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas IV SDN 99 pada Subtema Hebatnya Cita-citaku”

satu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang merupakan peningkatan dari al-Qur’an-Hadis yang telah dipelajari oleh peserta didik di MTs. Peningkatan

Menggunakan hasil pengumpulan data tersebut sebagai satu-satunya sumber (acuan) data pendidikan (terkait entitas peserta didik, satuan pendidikan, dan pendidik dan tenaga

Menggunakan hasil pengumpulan data tersebut sebagai satu-satunya sumber (acuan) data pendidikan (terkait entitas peserta didik, satuan pendidikan, dan pendidik dan tenaga

Pendidikan sekolah dasar merupakan salah satu proses atau usaha yang dilakukan secara sadar demi menciptakan proses pembelajaran bagi peserta didik seacara aktif

Pendidikan informal (pendidikan keluarga) merupakan pendidikan awal sebelum peserta didik dihadapkan dengan pendidikan formal (pendidikan sekolah). Melalui pendidikan

Pendidikan Islam merupakan proses pembelajaran peserta didik yang menekankan pada nilai-nilai moralitas yang terkandung dalam Al-Qur‟an dan Hadis. Kajian filsafat

Bo- neka Tawaraja merupakan boneka ta- ngan yang dapat digunakan pendidik untuk meningkatkan pendidikan karak- ter peserta didik yang diangkat melalui cerita