i
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MATERI PENGELOLAAN WAKAF
DENGAN METODE ROLE PLAYING
PADA SISWA KELAS X MIPA di SMA N 1 SURUH TAHUN PELAJARAN 2017/2018
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Kewajiban dan Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Oleh: Rahayu Astuti NIM. 11114139
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN (FTIK)
vi MOTTO
vii
PERSEMBAHAN
Puji syukur alhamdulillah atas kehadirat Allah swt, yang telah melimpahkan rahmat serta karunia-Nya, skripsi ini penulis persembahkan untuk:
1. Bapak dan ibuku tercinta, Wartoyo dan Nur Faizah yang selalu membimbingku, mendo`akan, memberikan semangat untuk terus bangkit, dan memberikan kasih sayang yang tulus.
2. Saudaraku, Taufiq Maulana atas dukungan dan motivasi yang diberikan kepadaku sehingga proses penempuhan gelar sarjana bisa tercapai.
3. Sahabat-sahabatku yang selalu memberikan motivasi, dukungan, perhatian yang diberikan kepadaku, sehingga bisa melewati hal sulit dan dapat menyelesaikan skripsi ini.
viii
KATA PENGANTAR
Bismillahirrohmanirrohim.
Puji syukur atas kehadirat Allah swt yang telah memberikan rahmat, taufiq serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Materi Pengelolaan Wakaf Dengan Metode Role Playing Pada Kelas X MIPA di SMA N 1 Suruh tahun pelajaran 2017/2018.
Penulisan skripsi tidak dapat terselesaikan tanpa bantuan dari berbagai pihak yang telah berkenan membantu penulis menyelesaikan skripsi ini. Oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih kepada:
1. Bapak Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd. selaku Rektor IAIN Salatiga. 2. Bapak Suwardi, M.Pd. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu
Keguruan IAIN Salatiga.
3. Ibu Siti Rukhayati, M.Ag. selaku ketua jurusan PAI IAIN Salatiga. 4. Bapak Achmad Maimun, M.Ag. selaku pembimbing skripsi yang telah
membimbing dengan ikhlas, mengarahkan dan memberikan motivasi, meluangkan waktunya, sehingga skripsi dapat terselesaikan.
ix
xi ABSTRAK
Astuti, Rahayu. 2018. Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Materi Pengelolaan Wakaf dengan Metode Role Playing pada Siswa Kelas X
MIPA di SMA N 1 Suruh Tahun Pelajaran 2017/2018. Skripsi. Salatiga: Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Salatiga. Dosen Pembimbing: Achmad Maimun, M.Ag.
Kata Kunci: Peningkatan, Hasil Belajar dan Metode Role Playing.
Penelitian ini didasarkan atas permasalahan rendahnya hasil belajar siswa pada pelajaran pendidikan agama Islam, dan secara umum permasalahan penelitian ini adalah ``Apakah penggunaan metode role playing dapat meningkatkan hasil belajar pendidikan agama Islam materi pengelolaan wakaf pada siswa kelas X MIPA di SMA N 1 Suruh tahun pelajaran 2017/2018?. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh hasil belajar siswa mengalami peningkatan dengan menggunakan metode role playing.
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MIPA SMA N 1 Suruh yang berjumlah 30 siswa meliputi 8 siswa laki-laki dan 22 siswi perempuan. Instrumen penelitian meliputi RPP, lembar observasi guru dan siswa, seta soal tes. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, dokumentasi dan tes.
xii DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL... i
HALAMAN JUDUL... ii
LEMBAR LOGO IAIN SALATIGA... iii
PERSETUJUAN PEMBIMBING... iv
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN... v
PENGESAHAN KELULUSAN... vi
MOTTO... vii
PERSEMBAHAN... viii
KATA PENGANTAR... ix
ABSTRAK... xi
DAFTAR ISI... xii
DAFTAR TABEL... xvi
DAFTAR GAMBAR... xvii
DAFTAR LAMPIRAN... x
BAB I PENDAHULUAN... 1
A. Latar Belakang Masalah...1
B. Rumusan Masalah... 4
C. Hipotesis Tindakan dan Indikator Keberhasilan... 4
D. Tujuan Penelitian... 5
E. Kegunaan Penelitian... 5
F. Metode Penelitian... 6
xiii
2. Subjek Penelitian... 7
3. Langkah-langkah Penelitian... 8
4. Teknik Pengumpulan Data... ………….9
5. Instrumen Penelitian... 11
6. Analisis Data...12
G. Penegasan Istilah... 14
H. Sistematika Penulisan... 16
BAB II LANDASAN TEORI... 19
A. Landasan Teori...19
1. Pengertian Hasil Belajar... ………19
a. Pengertian Belajar... 19
b. Prinsip Belajar...20
c. Tujuan Belajar...21
d. Pengertian Hasil Belajar...21
e. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar... .22
2. Pendidikan Agama Islam... .23
a. Pengertian Pendidikan Agama Islam………...23
b. Tujuan Pendidikan Agama Islam...25
3. Materi Pengelolaan Wakaf...27
4. Metode Role Playing...32
a. Pengertian Metode Role Playing...32
b. Pelaksanaan Metode Role Playing...….34
xiv
B. Kajian Pustaka... 38
1. Penelitian Terdahulu... 38
2. Persamaan dan Perbedaan Penelitian...39
BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN... 41
A. Gambaran Umum SMA N 1 SURUH... 41
1. Identitas Sekolah... 41
2. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah... 42
a) Visi Sekolah... 42
b) Misi Sekolah... 43
c) Tujuan Sekolah...44
3. Struktur Organisasi... 45
4. Keadaan Guru dan Karyawan... 46
5. Sarana dan Prasarana...47
6. Kegiatan Ekstrakurikuler...49
7. Subyek Penelitian...53
B. Deskripsi Persiklus... .56
1. Deskripsi Siklus I...56
2. Deskripsi Siklus II...60
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN... .63
A. Deskripsi Hasil Prsiklus... ..63
1. Hasil Siklus I... ..63
a) Hasil Belajar Siklus I...63
xv
2. Hasil Siklus II...68
a) Hasil Belajar Siklus II... 68
b) Hasil Observasi Siklus II... 70
B. Pembahasan... 73
BAB V PENUTUP... 75
A. Kesimpulan... 75
xvi
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Lembar Observasi Analisis Data Kualitatif... 12
Tabel 2.1 Pelaksanaan Metode Role Playing... 16
Tabel 3.1 Daftar Guru dan Karyawan SMA N 1 Suruh... 6
Tabel 3.2 Daftar Ruangan Belajar SMA N 1 Suruh... 8
Tabel 3.3 Daftar Nama Siswa Kelas X MIPA 1 SMA N 1 Suruh... 13
Tabel 3.4 Daftar Nilai Sebelum Penelitian... 15
Tabel 4.1 Hasil Belajar Siklus 1... 1
Tabel 4.2 Data Observasi Guru Siklus I... 4
Tabel 4.3 Data Observasi Siswa Siklus I... 5
Tabel 4.4 Data Hasil Belajar Siklus II... 6
Tabel 4.5 Data Observasi Guru Siklus II... 9
Tabel 4.6 Data Observasi Guru Siklus II... 10
xvii
xviii
DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lembar Konsultasi
Lampiran 2 Photo Dokumentasi Kegiatan Lampiran 3 Nilai Ulangan Harian
Lampiran 4 Soal dan Jawaban Persiklus
Lampiran 5 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Lampiran 6 Lembar Observasi Siswa Siklus I dan II Lampiran 7 Lembar Observasi Guru Siklus I dan II Lampiran 8 Surat Ijin Penelitian
Lampiran 9 Biodata Penulis
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan kegiatan yang betul-betul memiliki tujuan, sasaran dan terget. Pendidikan menuntut terwujudnya program berjenjang melalui peningkatan kegiatan pendidikan dan pengajaran selaras dengan urutan sistematika menanjak yang membawa anak dari suatu perkembangan ke perkembangan lainnya (Nahlawi, 1995: 21). Dalam mengembangkan potensi anak didik, tentunya seorang pendidik akan mengalami banyak permasalahan.
Di dalam permasalahan pendidikan ada hal-hal yang perlu dibutuhkan dan diterapkan dalam proses belajar mengajar. Di era globalisasi yang semakin berkembang, banyak permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh seorang pendidik, terutama dalam masalah menyampaikan materi pelajaran. Karena pendidik tidak hanya sebatas menyampaikan tapi dapat memahamkan anak didiknya, sehingga materi yang disampaikan tidak hanya sebatas ranah kognitif tetapi juga dalam ranah afektif dan psikomotorik.
2
demi sedikit``-nya Al-Baidhawi atau ``perilaku demi perilaku``-nya Ar-Raghib. Bahwa Pendidikan menuntut terwujudnya program berjenjang melalui peningkatan kegiatan pendidikan dan pengajaran selaras dengan urutan sistematika menanjak yang membawa anak dari suatu perkembangan ke perkembangan lainnya. (Nahlawi, 1995: 21).
3
ingin segera melihat hasil karyanya berupa siswa yang pintar dan siap pakai tanpa memperhatikan kedalaman ajaran serta pengaruhnya dalam diri siswa.
Inilah yang menjadi persoalan dalam dunia pendidikan, penggunaan metode pembelajaran yang harus diperhatikan ketika proses pembelajaran berlangsung di dalam kelas. Bahwa setiap peserta didik memiliki kecerdasan dan daya tangkap yang berbeda-beda, memiliki latar belakang yang berbeda. Penurunan tingkat prestasi belajar merupakan sebuah kendala yang harus diperhatikan oleh pendidik. Terutama dalam era ini permasalahan yang menjadi penghambat yaitu tentang minat kreatifitas belajar perlu ditumbuhkan, terutama dalam pendidikan agama Islam. Peserta didik belum bisa menguasai materi pelajaran, sehingga akibatnya ketika mengerjakan tes tidak bisa semaksimal mungkin.
4
hanya mendengarkan dan memahami apa yang disampaikan. Peserta didik tidak terlibat langsung dalam menangani permasalahan.
Maka dari itu penulis akan meneliti penggunaan metode pembelajaraan role playing dalam materi pelajaran pengelolaan wakaf, dimana metode tersebut tidak hanya memuat teori-teori yang harus disampaikan, tetapi teori tersebut diaplikasikan ke dalam permasalahan pembelajaran akan menjadi menyenangkan dan tidak membosankan. Sehinnga tujuannya untuk memberikan pengalaman langsung lewat pengalaman dimana peserta didik menemukannya langsung ketika proses belajar. Sehinnga dapat meningkatkan motivasi dan minat siswa dalam belajar dan meningkatkan hasil belajar tidak hanya dalam segi kognitif, afektif tetapi juga psikomotorik. Peserta didik tidak hanya paham pengetahuan dan terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Dan yang terpenting materinya tersampaikan oleh peserta didik.
B. Rumusan Masalah
5
C. Hipotesis Tindakan dan Indikator Keberhasilan
Dengan penggunaan metode role playing dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran pendidikan agama Islam materi pengelolaan wakaf pada siswa kelas X MIPA di SMA N 1 Suruh Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2017/2018.
D. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan dari penelitian ini adalah: Implementasi metode role playing dalam meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran pendidikan agama Islam materi pengelolaan wakaf pada siswa kelas X MIPA di SMAN 1 Suruh Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2017/2018.
E. Manfaat Hasil Penelitian 1. Manfaat secara Teoritis
a. Untuk pengembangan keilmuan di bidang pembelajaran pendidikan agama Islam.
b. Dapat memberikan kontribusi atau sumbangsih bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan pemikiran dalam dunia pendidikan.
6
sudah berlangsung. Dan sebagai sumbangan bagi guru agama Islam dalam melaksanakan proses belajar mengajar yang sesuai dengan materi dan karakter peserta didik.
2. Manfaat secara praktis
a. Bagi penulis, dengan melaksanakan penelitian tindakan kelas, peneliti memperoleh pengetahuan, keterampilan dan pengalaman. b. Bagi siswa, sebagai pengukur tingkat prestasi dan metode
pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik. sehigga minat dan prestasi belajar dapat tercapai dengan baik.
c. Bagi sekolah, dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam memotivasi guru untuk melaksanakan proses pembelajaran yang efektif dan efisien dengan menerapkan metode role playing.
F. Metode Penelitian a. Rancangan Penelitian
7
pencermatan dalam bentuk kegiatan terhadap tindakan terhadap kegiatan belajar yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersamaan. Dikatakan oleh Arikunto (2006: 3) penelitian Tindakan Kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh siswa. Jadi dari beberapa pendapat menurut para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa Penelitian Tindakan Kelas merupakan penelitian tindakan yang dilakukan didalam kelas selama proses belajar mengajar untuk memperbaiki hasil belajar peserta didik.
b. Subjek Penelitian
8 c. Langkah-Langkah Penelitian
Secara gasris besar terdapat empat pelaksanaan penelitian tindakan kelas, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi.
Menurut Kunandar (2011: 71-76) tahap pelaksanaan PTK yaitu sebagai berikut:
1) Penyusunan Rencana
Perencanaan adalah mengembangkan rencana tindakan yang secara kritis untuk meningkatkan apa yang telah terjadi. Rencana penelitian tindakan kelas hendaknya tersusun dan dari segi definisi harus propektif pada tindakan.
2) Pelaksanaan Tindakan
Tindakan yang dimaksud di sini adalah tindakan yang dilakukan secara sadar dan terkendali, yang merupakan variasi praktik yang cermat dan bijaksana. Praktik di akui sebagai gagasan dalam tindakan dan tindakan itu digunakan sebagai pijakan bagi pengembangan tindakan-tindakan berikutnya, yaitu tindakan yang disertai niat untuk memperbaiki keadaan.
3) Observasi
9
PTK adalah kegiatan pengumpulan data yang berupa proses perubahan kinerja proses belajar mengajar.
4) Refleksi
Refleksi adalah mengingat dan merenungkan suatu tindakan persis yang telah dicatat dalam observasi. Refleksi berusaha memahami proses, masalah, persoalan, dan kendala yang nyata dalam tindakan strategis.
Di dalam refleksi ada aspek di mana penyimpulan apakah masalah hasil belajar selesai teratasi atau tidak. Jika teratasi, berapa persen teratasi dan berapa persen yang belum. Jika ada yang belum teratasi, apakah perlu dilanjutkan ke siklus berikutnya atau tidak. Target yang dicapai jika hasil belajar siswa secara keseluruhan sudah mencapai nilai KKM yaitu 66. Untuk presentasi ketuntasan hasil belajar jika secara keseluruhan dari jumlah siswa sudah mencapai 80% dari nilai KKM. Jika sudah mencapai terget tersebut pada siklus dua, maka dilakukan pemberhentian, jika belum terseleisaikan maka dilanjut pada siklus berikutnya.
d. Metode Pengumpulan Data
Dalam bukunya Asmani (2011: 132-134) ada beberapa metode yang digunakan dalam pengumpulan data, yaitu:
1. Wawancara
10
dimungkinkan bagi pewawancara untuk memperhatikan ekspresi wajah, gerak tubuh, dan intonasi suara dari narasumber yang diwawancarainya (Daryanto, 2011: 81). Wawancara dilakukan untuk mengetahui ketrampilna berpikir siswa, pendapat, minat, dan perhatiannya terhadap proses pembelajaran yang telah berlangsung.
2. Metode Dokumentasi
Peneliti mengumpulkan data dan mencermati jurnal guru ataupun jurnal dari guru BK atau mengamati langsung berjalannya proses pembelajaran. Dokumentasi berupa (lembar kerja siswa) LKS, lembar catatan pekerjaan siswa seperti hasil diskusi, hasil tes. Sehingga melalui dokumentasi ini dapat digunakan untuk mengetahui hasil kemampuan belajar siswa. Dan dokumentasi foto dilakukan untuk merekam data visual tentang proses kegiatan pembelajaran atau hasil pembelajaran.
3. Observasi
11 e. Instrumen Penelitian
1. Lembar Observasi
Instrumen untuk mengadakan pengamatan terhadap aktivitas dan kreativitas peserta didik dalam pembelajaran, baik di kelas maupun di luar kelas Mulyasa (2011: 69). Dalam lembar observasi yang akan dilihat adalah dalam proses pembelajaran siswa dan guru. Ada dua lembar untuk observasi yaitu, lembar observasi untuk guru dan lembar observasi untuk siswa.
2. Tes
Hasil tes berfungsi untuk menunjukkan seberapa besar pemahaman siswa terhadap bahan ajar yang telah disampaikan. Terdapat dua tes tertulis yang diberikan kepada peserta didik, yaitu:
a) Tes diberikan pada akhir pertemuan yang digunakan untuk menunjukkan seberapa besar pemahaman siswa terhadap bahan ajar yang disampaikan.
12 f. Analisis Data
Untuk mengetahui keefektifan suatu metode dalam kegiatan pembelajaran perlu dilakukan analisis data. Pada penelitian tindakan kelas ini, digunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif.
1. Analisis data kualitatif
Data kualitatif ini dari pengamatan siswa dan guru pada saat pembelajaran sedang berlangsung sesuai indikator observasi.
Tabel 1.1
Lembar Observasi
NO. Indikator Observasi
Nilai
A B C D 1. Siswa datang tepat waktu.
2. Siswa duduk rapi sebelum pembelajaran dimulai.
3. Siswa berdoa sebelum mengikuti proses pembelajaran
4.
Memperhatikan penjelasan dari guru. 5. Siswa memberikan umpan balik atau
aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. sekelompok untuk menyelesaikan tugas dari guru.
9. Terampil dan kreatif dalam proses pembelajaran.
10.
13 2. Analisis Data Kuantitatif
Analisis data kuantitatif didapat dari penilaian latihan dan tes (pre-tes dan post-tes)
a. Penilaian latihan dan tes mencari nilai rata-rata.
Peneliti menjumlahkan nilai yang diperoleh siswa, kemudian membagi dengan jumlah siswa tersebut sehingga memperoleh nilai rata-rata. Penilaian ini menggunkan rumus sebagai berikut:
X = ∑ x ∑N
X : Nilai rata-rata siswa ∑x : Jumlah nilai siswa ∑N : Jumlah siswa
(Sumber: Arikunto 2007: 264)
b. Untuk menghitung ketuntasan belajar
Dalam menghitung ketuntasan belajar, peneliti menggunakan rumus sebagai berikut:
14 Keterangan:
P : Jumlah nilai dalam persen F : Jumlah nilai siswa
N : Jumlah seluruh siswa
G. Penegasan Istilah 1. Metode
Metode pembelajaran merupakan suatu cara atau upaya yang dilakukan oleh pendidik agar proses pembelajaran dapat berlangsung sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Metode pembelajaran harus sesuai dengan potensi dan karakter peserta didik, harus menyenangkan, efektif dan efisien sehingga tidak monoton dan membosankan. Metode pembelajaran adalah teknik atau cara dalam menyampaikan suatu materi pelajaran, sehinnga materi tersebut dapat tersampaikan dengan baik dan bisa memahamkan peserta didik.
2. Pembelajaran
Istilah pembelajaran berasal dari kata dasar belajar, yaitu suatu aktivitas atau suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap dan pengukuhan kepribadian (Suyono dan Hariyanto, 2011: 9) dalam Fadillah (2014: 13).
15
sebagai upaya guru mengorganisir lingkungan terjadinya pembelajaran. Pembelajaran berpusat pada peserta didik. Pembelajaran adalah dialog interaktif (Suprijono, 2009: 13).
3. Hasil Belajar
Hasil belajar adalah kemampuan yang dicapai oleh seseorang setelah melakukan proses belajar, baik disekolah maupun di luar sekolah. Di dalam sekolah hasil belajar merupakan tolok ukur peserta didik setelah ia melakukan sebuah proses belajar mengjar dan melakukan evaluasi pembelajaran, sehinnga dapat dilihat tingkat prestasi yang ia raih. Dan di sekolah hasil belajar biasanya diukur dengan tes atau evaluasi dari semua mata pelajaran yang telah ia pelajari dan hasilnya ditulis dalam sebuah raport.
4. Metode Role Playing
Role playing adalah sebuah situasi yang didesain secara sengaja dimana siswa memperagakan atau mengasumsikan karakter-karakter atau identitas yang biasanya tidak mereka asumsikan untuk mencapai tujuan-tujuan pembelajaran. Permainan peran memberikan lingkungan peraga bagi siswa untuk merasakan secara langsung respon emosional dan intelektual dari sebuah identitas yang diasumsikan atau keadaan yang dibayangkan Zaini (2008: 226).
16
tentang isu lingkungan. Seperti Mengelolah wakaf yang ada di masyarakat Zaini (2008: 107).
H. Sistematika Penulisan
Bagian inti skripsi PTK ini memuat: pendahuluan, kajian pustaka, pelaksanaan penelitian, hasil penelitian, pembahasan dan penutup.
BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Berisi kerisauan dan alasan perlunya dilakukan PTK, serta mengungkap gejala-gejala kesenjangan (masalah) yang terdapat di lapangan.
B. Rumusan Masalah dan Pemecahannya
Menunjukkan berbagai kesenjangan atau penyimpangan dari aturan, kaidah, atau standar proses pembelajaran yang perlu dicarikan solusinya melalui PTK. Dari berbagai masalah selanjutnya diadakan pembatasan masalah, mana saja yang menjadi perhatian dalam PTK.
C. Hipotesis Tindakan dan Indikator Keberhasilan
Hipotesis tindakan adalah suatu perkiraan tentang tindakan yang diduga dapat mengatasi permasalahan.
D. Tujuan Penelitian
17 E. Manfaat Hasil Penelitian
Manfaat hasil penelitian untuk perbaikan kualitas pendidikan dan/atau pembelajaran diuraikan secara jelas. Manfaat hasil penelitian terdiri dari dua bagian, yaitu manfaat teoritis dan praksis.
F. Metode Penelitian
Dalam bagian ini diuraikan tentang: rancangan penelitian, subjek penelitian, langkah-langkah penelitian, metode pengumpulan data, instrumen penelitian, pengumpulan data dan analisis data.
BAB II : LANDASAN TEORI A. Kajian Teori
1. Kajian materi penelitan 2. kajian teori
3. PTK B. Kajian Pustaka
Kajian pustaka memuat tentang hasil penelitian terdahulu yang relevan.
BAB III : PELAKSANAAN PENELITIAN A. Deskripsi pelaksanaan siklus I B. Deskripsi pelaksanaan siklus II
18 B. Pembahasan
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Kesimpulan merupakan jawaban dari rumusan masalah yag ditentukan dalam penelitian ini, pembuktian dari hipotesis tindakan dan indikator keberhasilan.
B. Saran
19 BAB II
LANDASAN TEORI A. Pengertian Hasil Belajar
1. Pengertian Belajar
Belajar secara psikologis merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Perubahan-perubahan tersebut dinyatakan dalam seluruh aspek tingkah laku. Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto, 1991: 2).
Sebagian orang awam berasumsi bahwa dinamakan belajar apabila siswa berhasil menghafal fakta-fakta yang tersimpan dalam buku teks atau ajaran guru. Sebagian orang juga berpendapat bahwa yang disebut belajar apabila anak (siswa) telah menguasai keterampilan jasmaniah tertentu, meski mereka tidak mengerti atau memahami hakikat dan tujuan penguasaan keterampilan tersebut (Kastolani 2014: 52)
20
Hamalik (1990: 21) mengemukakan dan merumuskan perbuatan belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang ditanyakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan.
Jadi dapat disimpulkan dari beberapa pendapat tentang definisi belajar menurut para ahli bahwa seseorang dikatakan belajar jika terjadi perubahan dalam dirinya baik dari segi perubahan tingkah laku atau keterampilan yang didapat dari pengalaman selama ia berinteraksi dengan lingkungan.
2. Prinsip Belajar
Menurut Suprijono (2009: 4-5) prinsip-prinsip belajar adalah sebagai berikut:
a. Prinsip belajar adalah perubahan perilaku. Perubahan perilaku sebagai hasil belajar memiliki ciri-ciri: sebagai hasil tindakan rasional instrumental yaitu perubahan yang disadari, berkesinambungan dengan perilaku lainnya dan fungsional atau bermanfaat sebagai bekal hidup.
b. Belajar merupakan proses. Belajar terjadi karena di dorong kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai.
21 3. Tujuan Belajar
Menurut Kastolani (2014: 67) tujuan belajar adalah:
a. Untuk mendapatkan pengetahuan, hal ini ditandai dengan pemilikan pengetahuan dan kemampuan berpikir.
b. Penanaman konsep dan keterampilan. c. Pembentukan sikap.
d. Guru harus bertindak bijak dalam menumbuhkan sikap mental, perilaku dan pribadi siswa.
Jadi tujuan belajar adalah untuk merubah seluruh aspek tingkah laku, pengetahuan, keterampilan seseorang menjadi lebih baik dan bisa mempraktikkan segala sesuatu yang telah dipelajari.
4. Pengertian Hasil Belajar
Menurut Nawawi dalam Susanto (2013: 5), bahwa hasil belajar adalah tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes mengenal sejumlah materi pelajaran tertentu. Penilaian hasil belajar siswa mencakup segala hal yang dipelajari di sekolah baik itu menyangkut pengetahuan, sikap dan keterampilan yang berkaitan dengan mata pelajaran. Sehingga didapat suatu nilai yang menunjukkan kemampuan siswa tersebut dan hasilnya ditulis dalam sebuah raport.
22
belajar merupakan perubahan perilaku secara keseluruhan bukan hanya salah satu aspek potensi kemanusiaan saja (Suprijono, 2009: 5-7).
Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan nilai atau apresiasi yang berupa angka didapat siswa ketika ia telah melakukan proses pembelajaran dan menjadi tolok ukur siswa dalam menguasai aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam materi pelajaran tertentu.
5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar
Dikatakan Muhibbin Syah dalam (Kastolani, 2014: 74-76) mengemukakan secara global tentang faktor-faktor yang mempengaruhi belajar yaitu:
23
motivasi untuk menumbuhkan minatnya dalam melakukan proses belajar.
b. Faktor eksternal (faktor dari luar siswa), yakni kondisi lingkungan sekitar siswa. Lingkungan sosial, seperti guru, staf administrasi, teman-teman sekelas, orang tua, keluarga dan masyarakat serta teman-teman sepermainan dapat mempengaruhi semangat belajar siswa. Lingkungan non sosial, seperti gedung sekolah dan tata letaknya, tempat tinggal siswa dan letaknya, alat-alat belajar, keadaan cuaca dan waktu belajar yang digunakan siswa.
B. Pendidikan Agama Islam
1. Pengertian Pendidikan Agama Islam
Menurut Achmadi (1992:13-15) karena sumber ajaran Islam adalah Al-Qur`an dan sunnah Rasulullah, maka sumber pendidikan agama Islam yang paling utama juga Al-Qur`an dan sunnah Rasul. Ada beberapa istilah pendidikan menurut bahasa yaitu rabba, kata kerja dari tarbiyah, `allama kata kerja dari ta`lim dan addaba kata kerja dari ta`dib. Dalam bahasa arab, kata kerja tersebut mengandung arti sebagai berikut:
a. Kata kerja rabba memeiliki beberapa arti, antara lain mengasuh, mendidik dan memelihara.
24
c. Kata kerja addaba dapat diartikan mendidik yang lebih tertuju pada penyempurnaan akhlak budi pekerti.
Sedangkan menurut istilah pengertian pendidikan menurut pandangan islam dapat disimpulkan sebagai berikut:
a. Pendidikan ialah tindakan yang dilakukan secara sadar dengan tujuan memelihara dan mengembangkan fitrah serta potensi (sumber daya) insani menuju terbentuknya manusia seutuhnya (insan kamil).
b. Pendidikan adalah proses kegiatan yang dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan, seirama dengan perkembangan subjek didik.
25
Menurut Daradjat (2011: 86) pendidikan agama Islam adalah pendidikan dengan melalui ajaran agama Islam, yaitu berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesei dari pendidikan ia dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran agama Islam yang telah diyakini secara menyeluruh, serta menjadikan ajaran agama Islam itu sebagai suatu pandangan hidupnya demi keselamatan dan kesejahteraan hidup di dunia maupun di akhirat.
Jadi dapat disimpulkan pengertian pendidikan agama Islam adalah usaha secara sadar dalam mendidik seseorang (siswa) dalam memahami ajaran-ajaran agama Islam untuk ditanamkan dalam hatinya dan diamalkan dalam kehidupannya.
2. Tujuan Pendidikan Agama Islam
Tujuan ialah suatu yang diharapkan tercapai setelah sesuatu usaha atau kegiatan selesei. Pedidikan Islam itu diharapkan menghasilkan manusia yang berguna bagi dirinya dan masyarakatnya serta senang dan gemar mengamalkan dan mengembangkan ajaran Islam dalam berhubungan dengan Allah swt dan dengan manusia sesamanya, dapat mengambil manfaat yang semakin meningkat dari alam semesta ini untuk kepentingan hidup di dunia kini dan di akhirat nanti (Depag RI, 1984: 28).
26 a. Tujuan Umum
Tujuan umum pendidikan Islam adalah terbentuknya insan kamil dengan pola takwa harus tergambar pada pribadi seseorang yang sudah dididik, walaupun dalam ukuran kecil dan mutu yang rendah, sesuai dengan tingkat-tingkat tersebut.
b. Tujuan Akhir
Tujuan pendidikan Islam itu berlangsung selama hidup, tujuan akhirnya terdapat pada waktu hidup di dunia ini telah berakhir pula. Pendidikan Islam itu berlaku selama hidup untuk menumbuhkan, memupuk, mengembangkan, memelihara dan mempertahankan tujuan pendidikan yang telah dicapai.
c. Tujuan Sementara
Tujuan sementara ialah tujuan yang akan dicapai setelah anak didik diberi sejumlah pengalaman tertentu yang direncanakan dalam suatu kurikulum pendidikan formal. Pada tujuan sementara bentuk insan kamil dengan pola takwa sudah kelihatan meskipun dalam ukuran sederhana, sekurang-kurangnya beberapa ciri pokok sudah kelihatan pada pribadi anak didik.
27 C. Materi Pengelolaan Wakaf
1. Pengertian Wakaf
Wakaf berasal dari kamus bahasa arab ``waqofa`` yang berarti berhenti, menahan. Menurut istilah wakaf ialah menahan suatu benda yang kekal dzatnya yang dapat diambil manfaatnya guna diberikan di jalan kebaikan. Menahan benda yang kekal dzatnya artinya tidak dijual dan tidak diberikan serta tidak pula diwariskan, tetapi hanya disedekahkan untuk diambil manfaatnya saja (MGMP SMA: 35).
Berdasarkan istilah syar`i wakaf adalah ungkapan yang diartikan penahanan harta milik seseorang kepada orang lain atau kepada lembaga dengan cara menyerahkan benda yang sifatnya kekal kepada masyarakat untuk diambil manfaatnya (Khairiyah, 2016: 132). 2. Hukum Wakaf
Wakaf hukumnya sunnah. Namun, bagi pemberi wakaf (wakif) merupakan amalan sunnah yang sangat besar manfaatnya. Dalil tentang wakaf dalam Q.S Ali Imran/3:92 (Khairiyah, 2016: 132).
28 3. Rukun dan Syarat Wakaf
Dalam Khairiyah (2016: 133-134) rukun wakaf ada empat, yaitu orang yang berwakaf, benda yang diwakafkan, orang yang menerima wakaf dan ikrar.
a. Orang yang berwakaf (Al-waqif), dengan syarat sebagai berikut: 1) Memiliki penuh harta itu atau pemilik sah dari harta itu. 2) Berakal.
3) Baligh.
4) Bertindak secara hukum (rasyid).
5) Wakif mempunyai kecakapan untuk tabarru, yaitu melepaskan hak milik tanpa imbalan materi.
b. Benda yang diwakafkan (Al-mauquf), syarat-syaratnya. 1) Barang yang diwakafkan harus barang yang berharga. 2) Harus jelas wujudnya.
3) Harta itu benat-benar kepunyaan wakif.
4) Harta yang diwakafkan berupa benda bergerak dan tidak bergerak.
c. Orang yang menerima manfaat wakaf (Al- Mauquf `alaih), yaitu perorangan, kelompok atau badan hukum yang diserahi tugas memelihara dan mengurus benda wakaf, seperti yayasan, panti asuhan, madrasah dan sejenisnya. Dengan syarat:
29
2) Bertanggung jawab dan amanah dalam mengelola harta wakaf.
3) Memiliki pengetahuan, keterampilan serta cakap dalam mengelola wakaf.
c. Ikrar wakaf (Shighah), yaitu pernyataan kehendak wakif yang diucapkan secara lisan dan/atau tulisan kepada nadzir, untuk mewakafkan harta benda miliknya dengan disaksikan oleh dua saksi di hadapan pejabat pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW), kemudian dituangkan dalam Akta Ikrar Wakaf oleh PPAIW. Akta Ikrar Wakaf paling sedikit memuat nama dan identitas wakif, nama dan identitas nadzir, data dan keterangan harta benda wakif, peruntukan harta benda wakaf dan jangka wakaf.
Syarat-syaratnya adalah sebagai berikut:
1) Ucapan ikrar wakaf harus mengandung kata-kata yang menunjukkan kekalnya (ta`bid), tidak sah wakaf jika ucapannya dengan batas waktu tertentu.
2) Ucapan ikrar wakaf bersifat pasti.
3) Ucapan ikrar wakaf tidak diikuti oleh syarat yang membatalkan. d. Harta Wakaf dan Pemanfaatan Wakaf
30
syari`ah. Harta benda wakaf terdiri atas dua macam, yaitu benda tidak bergerak dan benda bergerak.
a. Wakaf Benda tidak Bergerak
Wakaf benda bergerak mencakup hal-hal berikut.
1) Hak atas tanah sesuai dengan peraturan perundang-undagan yang berlaku.
2) Bangunan atau bagian bangunan yang berdiri diatas tanah. 3) Tanaman dan benda lain yang berkaitan dengan tanah. 4) Hak milik atas satuan rumah susun sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. Wakaf Benda Bergerak
Wakaf benda bergerak mencakup hal-hal berikut.
1) Wakaf uang dilakukan oleh lembaga keuangan syari`ah yang ditunjuk oleh Menteri Agama. Dana wakaf berupa uang dapat diinvestasikan pada aset-aset finansial dan aset riil. 2) Logam mulia, yaitu logam dan batu mulia yang memiliki
manfaat jangka panjang. 3) Surat berharga.
4) Kendaraan.
5) Hak sewa seperti wakaf bangunan dalam bentuk rumah. e. Prinsip-prinsip Pengelolaan Wakaf
31
ekonomi masyarakat. Orang-orang yang perlu bantuan berupa makanan, perumahan, sarana umum seperti masjid, rumah sakit, sekolah, pasar, dan lain-lain, bahkan modal untuk kepentingan pribadi dapat diberikan, bukan dalam bentuk pinjaman, tetapi murni sedekah dijalan Allah swt. Kondisi demikian akan memperingan beban ekonomi masyarakat.
Prinsip-prinsip pengelolaan wakaf adalah sebagai berikut.
a. Seluruh harta benda wakaf harus diterima sebagai sumbangan dari wakif dengan status wakaf sesuai dengan syari`ah.
b. Wakaf dilakukan tanpa batas waktu.
c. Wakif mempunyai kebebasan memilih tujuan sebagaimana yang diperkenankan oleh syari`ah.
d. Jumlah harta wakaf tetap utuh dan hanya keuntungan saja yang akan dibelanjakan untuk tujuan-tujuan yang telah ditentukan oleh wakif.
e. Wakif dapat meminta keseluruhan keuntungannya untuk tujuan-tujuan yang telah ditentukan.
6. Hikmah Wakaf
a. Mengurangi kesenjangan sosial, karena sebagai bentuk sodaqoh. b. Dicintai manusia dan Allah SWT, karena wakaf merupakan
perbuatan baik.
32
d. Mendatangkan pahala yang berkelanjutan sekalipun pemberi wakaf sudah meninggal dunia, karena wakaf dikategorikan shodaqoh jariyah.
e. Membantu mengurangkan beban orang fakir dan miskin serta anak yatim.
D. Metode Role Playing
1. Pengertian Metode Role Playing
Dikatakan Syaifu Sagala dalam (Kastolani, 2014: 148-149) bahwa Metode role playing sering disinonimkan dengan metode sosio drama yang berasal dari dua kata, yaitu kata sosio dan drama. Sosio berarti sosial dan drama berarti mempertunjukkan, mempertontonkan, atau memperlihatkan. Dalam metode sosiodrama, peserta didik mendapat tugas dari guru untuk mendramatisasikan suatu situasi sosial yang mengandung suatu problem, dengan tujuan peserta didik dapat memcahkan suatu masalah yang muncul dari suatu situasi sosial.
33
Metode role playing adalah salah satu proses belajar mengajar yang tergolong dalam metode simulasi. Simulasi merupakan suatu istilah umum berhubungan dengan menyusun dan mengoperasikan suatu model yang mereplikasi proses-proses perilaku (Hamalik: 2001: 199).
Role playing adalah suatu aktivitas pembelajaran terencana yang dirancang untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang spesifik. Dalam role playing, peserta melakukan adegan tentang suatu peran sosial, interpretasi mereka tentang peran tersebut, dan tingkat dimana orang lain menerima pandangan mereka tentang peran tersebut. Sebagaimana peserta didik memiliki pengalaman peran dalam kehidupan biasanya dapat melakukan role playing (Zaini, 2008: 98).
Jadi dari beberapa pendapat tentang pengertian metode role playing dapat disimpulkan bahwa metode role playing merupakan metode pembelajaran dimana peserta didik memerankan suatu peran yang berkaitan dengan materi pelajaran tentang kehidupan sosial masyarakat maupun suatu akhlak atau tingkah laku.
Untuk dapat bermain peran, siswa melakukan simulasi terlebih dahulu. Adapun simulasinya siswa dapat mengikuti petunjuk sebagai berikut:
34
b) Guru menyampaikan cerita, kemudian mengatur adegan-adegan permainannya.
c) Guru meminta sejumlah siswa untuk memainkan peran, sedangkan yang tidak bermain peran dapat memperhatikan dengan baik-baik.
d) Guru memberikan petunjuk, tentang darimana permainan dimulai.
e) Pada saat suasana permainan memuncak, guru menghentikan permainan.
f) Siswa mendiskusikan berbagai hal tentang situasi yang dimainkan.
g) Menarik kesimpulan diskusi 2.Pelaksanaan Metode Role Playing
Kegiatan Tahap Pelaksanaan
Pelaksanaan
a. Persiapan Sebelum Bermain Peran
1) Memilih permasalahan. 2) Mengarahkan siswa pada
situasi dan masalah yang dihadapi.
b. Memilih Permainan
35
2) Menghindari pemain yang ditunjuk sendiri oleh siswa. 3) Pilih beberapa pemain
supaya siswa tidak berperan ganda.
c. Mempersiapkan penonton
1) Penonton mengetahui keadaan dan tujuan bermain peran.
2) Mengarahkan penonton seharusnya berperilaku. 3) Persipan para pemain.
4) Siswa mempersiapkan dengan sedikit campur tangan guru.
5) Sebelum beramain peran, setiap siswa harus memahami apa yang dilakukan.
6) Mempersiapkan tempat dengan baik.
Tindak Lanjut
36
setelah bermain peran dan memberi jalan keluar.
2. Kelebihan dan Kelemahan Metode Role Playing
a. Kelebihan metode Role Playing
Kelebihan penggunaan metode role playing dikatakan oleh Zuhairini (1993: 89) yaitu sebagai berikut:
1) Siswa melatih dirinya untuk memahami dan mengingat bahan yang akan diperankan. Sebagai pemain harus memahami, menghayati isi cerita secara keseluruhan, terutama untuk materi yang harus diperankannya. Dengan demikian daya ingatan siswa harus tajam dan tahan lama.
2) Siswa akan berlatih untuk berinisiatif dan kreatif. Pada waktu bermain peran para pemain dituntut untuk mengemukakan pendapatnya sesuai dengan waktu yang ditentukannya.
3) Siswa memperoleh kebiasaan untuk menerima dan membagi tanggung jawab dengan sesamanya.
4) Bahasa lisan siswa dapat dibina menjadi bahasa yang lebih baik agar mudah dipahami orang lain.
37
6) Sangat menarik bagi siswa sehingga kelas menjadi dinamis dan penuh antusias.
7) Dapat menghayati peristiwa yang berlangsung dengan mudah . 8) Dimungkinkan dapat meningkatkan kemampuan profesional
siswa, dan dapat menumbuhkan atau membuka kesempatan bagi lapangan kerja.
Adapun kelebihan Metode role playing, dikatakan Syaiful Sagala dalam (Kastolani, 2014: 152-154) mempunyai kelebihan sebagai berikut: Siswa melatih dirinya untuk melatih, memahami, dan mengingat bahan yang akan didramakan. siswa akan terlatih untuk berinisiatif dan berkreatif. Kerjasama antar pemain dapat ditimbulkan dan dibina dengan sebaik-baiknya.
Menurut Hamalik (2001: 197) bahwa Metode role playing juga bermanfaat dalam rangka pengembangan keterampilan-keterampilan intraktif dalam bidang sosial dan situasi-situasi bisnis lainnya, dengan cara melibatkan para siswa dalam peranan tertentu.
38
a. Kelemahan Metode Role Playing
Kelemahan metode role playing adalah sebagai berikut:
1)Sebagian anak yang tidak ikut bermain peran menjadi tidak aktif. 2) Banyak memakan waktu.
3) Memerlukan tempat yang cukup luas.
4) Sering kelas lain merasa terganggu oleh suara para pmain dan tepuk tangan penonton.
5) Memerlukan kreatifitas dan daya kreasi yang tinggi dari pihak guru maupun murid.
6) Kebanyakan siswa yang ditunjuk sebagai pemeran merasa malu untuk melakukan suatu adegan tertentu.
E. Kajian Pustaka
1. Penelitian Terdahulu
a. Kiromim Baroroh, Upaya Meningkatkan Nilai-nilai Karakter Peserta didik Melalui Penerapan Metode Role Playing. Vol. 8 No, 2. 2011.
b. Tien Kartini, Penggunaan Metode Role Playing untuk Meningkatkan Minat Siswa dalam Pembelajaran Pengetahuan Sosial di Kelas V SDN Cileunyi I Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. No. 8 Tahun 2007.
39
Berbicara Anak Usia Dini (Penelitian Tindakan Kelas di Kelas B Taman Kanak-Kanak Al-Kautsar BandarLampung Tahun Ajaran 2010-2011). No. 2 Tahun 2011.
d. Riry Mardiyan, Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Akuntansi Materi Jurnal Penyesuaian Pada Siswa Kelas XI IPS 3 SMA Negeri 3 Bukit Tinggi dengan Metode Bermain Peran (Role Playing). Vol. 10 No. 2 Tahun 2012.
2. Persamaan dan Perbedaan Penelitian
Persamaan pada ke empat penelitian diatas adalah sama dalam penggunaan metode pembelajaran yaitu dengan mengguanakan metode
role playing dan dalam pengguanaan metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Dalam penelitiannya Kiromim Baroroh, sama dalam hal penggunaan metode role playing. Dalam penelitiannya Tien Kartini, sama dalam penggunaan metode role playing. Dalam penelitiannya Yulia Siska, sama dalam penggunaan metode role playing dan metode penelitiannya menggunakan Penelitian Tindakan Kelas Dan dalam penelitiannya Riry Mardiyan, sama dalam penggunaan metode role playing.
40
41 BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN A. Gambaran Umum SMA N 1 Suruh
1. Identitas Sekolah
a.Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Suruh b. Nomor Statistik Sekolah : 3011 3220 4031 c. Propinsi : Jawa Tengah d. Otonomi Daerah : Kab. Semarang
e. Kecamatan : Suruh
f. Desa/ Kelurahan : Jatirejo
g. Alamat : Jl. Jatirejo No. 17 Suruh
h. Kode Pos : 50766
i. No. Telp. : 0298317266
k. E-mail : [email protected] l. Website : http://sma1suruh.host.sc/
m. Daerah : Pedesaan
n. Status Akreditasi : A
o. Surat Keputusan/ SK : No. 117/0/1997 Tanggal 6 Mei 1997
p. Penerbit SK : Mendikbud RI q. Tahun Berdiri : 1995
r. Pelaksanaan KBM : Pagi
42
t. Jarak ke Pusat Kecamatan : 1 KM u. Jarak ke pusat kecamatan : 40 KM v. Terletak Pada lintas : Kecamatan
w. Nama kepala Sekolah : Dewi Pratistiningsih, M.Pd. x. Jumlah Kelas : 14 Rombongan Belajar
Terdiri dari : Kelas X : 4 Rombongan Belajar : Kelas XI : 4 Rombongan Belajar : Kelas XII : 6 Rombongan Belajar y. Jumlah Guru dan Karyawan : 36 Orang
Terdiri dari : Guru : 30 Orang L= 16 Orang, P= 14 Orang : Karyawan : 6 Orang
L = 4 Orang, P = 2 Orang
z. Standar Sekolah : Rintisan Sekolah Kategori Mandiri
2. Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah a.Visi
“PRESTASI TINGGI LUHUR BUDI PEKERTI”
43
penuh motivasi untuk meraih prestasi yang tinggi disegala bidang. Kesempurnaan prestasi yang dicapai dihiasi dengan budi pekerti.
Wawasan yang senantiasa dikembangkan pada pribadi warga SMA Negeri 1 Suruh Kabupaten Semarang Propinsi Jawa Tengah adalah keseimbangan teraihnya prestasi yang tinggi dan terciptanya keluhuran budi pekerti.
Indikator pencapaian visi sekolah tersebut adalah :
1) Meningkatkan nilai ujian sekolah dan nasional bagi lulusan.
2) Meningkatknya jumlah lulusan yang melanjutkan ke perguruan tinggi.
3) Meraih prestasi dibidang akademik dan non akademik.
4) Organisasi kesiswaan berjalan aktif (OSIS, Kerohanian Islam, Pramuka dan PMR)
5) Tercapainya kedisiplinan bagi setiap warga sekolah. b. Misi
1) Tercapainya pribadi warga sekolah yang religius, berakhlaq mulia. 2) Tercapainya pribadi warga sekolah yang religius, berakhlaq mulia,
mempunyai kepekaan dan kesetiakawanan sosial yang tinggi. 3) Meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan peserta didik.
4) Mendidik peserta didik menjadi warga Negara yang bertanggungjawab dan berkarakter.
44
6) Mendidik dan melatih peserta didik memiliki keterampilan sesuai kompetensi keahliannya.
7) Menumbuhkan jiwa dan semangat wirausaha.
8) Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal bagi yang berminat untuk melanjutkan pendidikan.
c. Tujuan
Bertolak dari Visi dan Misi sekolah yang dicanangkan maka ditetapkan tujuan yang hendak dicapai oleh SMA Negeri 1 Suruh Kabupaten Semarang Propinsi Jawa Tengah yaitu :
1) Membentuk pribadi siswa yang berakhlak mulia, berbudaya, dan berperilaku terpuji.
2) Melestarikan budaya daerah melalui mulok bahasa jawa.
3) Peserta didik memiliki kesadaran terhadap kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya.
4) Memiliki jiwa toleransi antar umat beragama yang tinggi dan melaksanakan ibadah sesuai agama yang dianutnya.
5) Memiliki nilai Rata-rata ujian sekolah dan ujian nasional selalu meningkat.
6) Lulusan yang melanjutkan ke perguruan tinggi selalu meningkat. 7) Menghasilkan lulusan yang memiliki life skill sesuai yang
45
8) Memiliki tim olimpiade dan lomba mata pelajaran “ MIPAKABUGEKING” (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi,
Astronomi, Kebumian, Geografi Komputer, Ekonomi, Inggris) yang handal dan mampu bersaing.
9) Memiliki tim olah raga yang solid dan berdaya saing tinggi.
10) Memiliki group seni (Band, Theater, Paduan Suara) yang dapat meraih juara pada perlombaan.
11) Memiliki penguruskan OSIS, Rohis, Pramuka dan PMR yang aktif dan mandiri.
12) Memiliki program ekstrakurikuler ( bola volley, catur, sepak bola, paduan suara, band, English clup, KIR, Rohis, pramuka, Pencak Silat dan PMR ) yang berjalan tertib dan lancar.
3. Struktur Organisasi
Kepala Sekolah : Dewi Pratistiningsih, M.Pd. Waka Kurikulum : Drs. Yazid Al Johani Waka Kesiswaan : Suswanto, S.Pd. Waka Sarana Prasarana : Kun Sumartono, SS Waka Humas : Dra. Eny Subiyanti 4.Keadaan Guru dan Karyawan
Tabel 3.1 Daftar Guru dan Karyawan
No Nama NIP Jabatan
1 Dewi Pratistiningsih,
M.Pd. 1972009081995121001 Guru Madya 2 Dra. Cicik Dyah
46
3 Dra. Isrohning 196108241993032002 Guru Madya 4 Suswanto, S.Pd 196707041996061001 Guru Madya 5 Drs. Chandra Satriono 196710311995121001 Guru Madya 6 Dra. Fitriyah Sukriyani,
M.Pd.I 196901131997022001 Guru Madya 7 Sri Windari, S.Pd 197106101995122004 Guru Madya 8 Drs. Yazid Al Johani,
M.Pd 196803241997021003 Guru Madya
9 Siswanta, S.Pd 196805081997021003 Guru Madya 10 Dyah Rianasari, S.Pd 197011081997022002 Guru Madya 11 M. Rohib Hirzi, S.Pd 197211201998021001 Guru Madya 12 Arif Ma'ali, S.Pd. 196807281998021003 Guru Madya 13 Solikin, S.Pd 197004201999031007 Guru Madya 14 Endah Budiyarti, S.Pd 197003152002122003 Guru Muda 15 Farida Rini Astuti, S.Pd 197002232002122003 Guru Muda 16 Noviani Ari Astutik,
S.Pd 197612082002122007 Guru Muda
17 Kun Sumartono, SS. 196805152005011017 Guru Muda 18 Tri Sulistyowati, S.Pd. 196801042005012004 Guru Muda 19 Heri Gunawan, S.Pd. 197507032005011012 Guru Muda 20 Dra. Eny Subiyanti 196704232006042003 Guru Muda 21 Anni Qoriah, S.Pd 197808202008012014 Guru Pertama 22 Ariadi Eko Nugroho,
S.Pd 197410162009021003 Guru Pertama 23 Eko Siswanto, S.Kom 197607212010011010 Guru Muda 24 Ani Kurniati, SE 197701302014062006 Guru Pertama 25 Wara HapsariOktriany,
S.Pd - GTT
26 Iin Sofiyani, S.Pd - GTT
27 R.M Soedarsono - GTT
28 Muadib Mahasin,
S.Pd.I - GTT
29 Charis Andi Nugroho,
S.Pd - GTT
30 Athika Ony Soraya,
S.Pd - GTT
31 Abrori 196103071985031008 Kep. TA 32 Teguh Arifto, Amd. 197210011998021002 Staf
47
Adminstrasi 34 Lasminingsih 197307142014062003 Staf TA 35 SitiMuafanah 198501282014062001 Staf TA 36 Gimin 198107292014061001 Staf TA
37 Ahmad Rifai, S.Ag - Staf TA
Lingkungan belajar nyaman dan mudah dijangkau oleh transportasi umum, memiliki semua fasilitas yang diperlukan merupakan salah satu syarat bagi keberhasilan sebuah lembaga pendidikan. Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Suruh terletak di tempat yang srategis tepatnya di jalan yang dapat diakses oleh semua transportasi umum, hal ini memudahkan bagi setiap pelanggan yang hendak berhubungan dengan pihak kami.
Beberapa fasilitas yang ditawarkan SMA N 1 Suruh, yaitu: a.Ruangan Belajar
Di SMA N 1 Suruh ada berbagai fasilitas dan ruangan belajar yang disediakan, hal tersebut menjadikan tanda kesiapan untuk dijadikan tempat dimana siswa dapat menerima ilmu dari guru. Dibawah ini tabel fasilitas dan sarana ruang belajar siswa. Tabel 3.2 Ruangan Belajar
48
49 6. Kegiatan Ekstrakurikuler
Adapun beberapa kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Suruh : a. Pramuka
Kegiatan ekstrakulikuler ini adalah kegiatan yang “WAJIB”
di ikuti oleh siswa-siswi kelas X. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa-siswi yang didiplin dan taat pada aturan yang berlaku. Serta melatih siswa-siswi untuk hidup mandiri dan memahami arti kebersamaan dan kesetiakawanan. yang dibimbing oleh Farida Rini Astuti, S.Pd. Heri Gunawan, S.Pd. Eko Siswanto, S.Pd. dan Ani Kurniati, S.E.
b. OSIS
Kegiatan ini adalah sebuah organisaasi yang mengatur terselenggaranya kegiatan ekstrakulikuler setelah di resmikan oleh pihak sekoah. Tujuan kegiatan dalam organisasi ini adalah untuk melatih siswa-siswi berorganisasi, merencanakan sesuatu dan menjalankannya dan juga untuk melatih siswa-siswi untuk menyelesaikan segala sesuatu masalah dengan sebaik-baiknya. c. PMR
50
tolong menolong sesama manusia. PMR dibimbing oleh Kun Sumartono, S.S. Tri Sulistyowati, S.Pd. Dra. Cicik Dyah Wardani. d. Rohis
Rohis merupakan kegiatan ekstrakurikuler dalam bidang keagamaan. dalam kegiatan ini siswa siswi diberikan materi kegamaan untuk menambah pengetahuan mereka dan nantinya mejadi bekal bagi mereka. kegiatan tersebut seperti pembelajaran biasa tapi lebih santai dan sharing bersama yang berkaitan tentang keagamaan. kegiatan rohis dipandu oleh Dra. Fitriyah Sukriyani, M.Pd.I. Dra Eny Subiyanti, Sri Windari, S.Pd. Noviani Ari Astutik, S.Pd. Ani Qori’ah, S.Pd. Wara Hapsari Oktriyani, S.Pd. yang
diikuti oleh 70 siswa siswi kelas X dan XI. dan Rohis untuk kelas XII diwajibkan setiap hari jum’at.
Kegiatan ini adalah kegiatan “WAJIB” yang harus di ikuti oleh siswa kelas XII dan pilihan bagi siswa-siswi kelas X dan XI, dengan tujuan memberikan motivasi kepada siswa-siswi kelas XII untuk menghadapi UN sebagai jarak dekatnya. Sedangkan tujuan jarak jauhnya adalah supaya siswa-siswi yang mengikuti kegiatan ini bisa memiliki pribadi yang Islami dan berperilaku yang mencerminkan perilaku yang Islami.
e. Drumblek
51
musik tertentu. Tujuan kegiatan ini adalah persiapan untuk mengikuti karnaval yang rutin setiap tahun di selenggarakan oleh Kecamatan Suruh.
f. Bahasa Inggris
Kegiatan ini merupakan kegiatan pilihan yang dapat dipilih oleh siswa siswi kelas X dan XI yang merupakan kegiatan ekstrakulikuler yang bersangkutan dengan seni Bahasa Inggris. g. Bola Voli Putra dan Putri
Merupakan kegiatan ekstrakulikuler dibidang olahraga yakni bola voli yang memang di SMA N1 Suruh memiliki tim inti voly puta dan sudah dilengkapi dengan fasilitas lapangan voly.
h. Seni Baca Alqur’an
Merupakan kegiatan ekstrakulikuler pilihan siswa siswi yang hanya bisa di ikuti oleh siswa siswi kelas X dan XI SMA N1 Suruh yang merupakan salah satu ekstrakulikuler di bidang Kerohanian dengan tujuan dapat meningkatkan jiwa religius siswa dalam bidang seni baca Al-Qur’an.
i. Tenis Meja
52 j. Catur
Merupakan kegiatan ekstrakulikuler pilihan siswa siswi dibidang olahraga yang di pandu oleh Drs. Yazid Al Johani, M.Pd. dan Bapak Agus Rifa’i.
k. Pencak Silat
Merupakan kegiatan ekstrakurikuler pilihan siswa siswi dibidang olahraga. pencak silat merupakan olahraga yang bermanfaat untuk memperkuat ketangkasan baik rohani maupun jasmani. kegiatan ini dipandu oleh Dwi Putro.
l. Menjahit
Menjahit merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang megarahkan dan menciptakan wirausahawan siswa siswi SMA N 1 Suruh, agar mereka dapat meciptakan sesuatu yang kreatif dan bermanfaat bagi masyarakat kelak serta dapat menciptakan sebuah lapangan pekerjaan. kegiatan ini para siswa dibekali keterampilan dalam mejahit yang dipandu oleh ibu Endah Budiyarti, S.Pd. m.Sepak Bola
53 7. Subjek Penelitian
Pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada semester II di kelas X MIPA 1 SMA N Suruh. Jumlah ada 30 siswa terdiri dari 8 siswa laki-laki dan 22 siswi perempuan. Berikut daftar nama siswa kelas X MIPA 1 SMA N Suruh yang menjadi objek peneltian.
Subjek Penelitian
Sekolah : SMA N 1 Suruh Kelas : X MIPA 1 Tahun Ajaran : 2017/2018
F. Deskripsi Pelaksanaan Siklus I
Secara gasris besar terdapat empat pelaksanaan penelitian tindakan kelas, yaitu (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Pengamatan, dan (4) Refleksi.
1.Perencanaan
a. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau skenario pembelajaran dengan metode role playing.
b. Mempersiapkan media pembelajaran sebagai model dalam pembelajaran.
54
d. Mempersiapkan soal evaluasi untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran atau penilaian proses pembelajaran.
2. Pelaksanaan
Pelaksanaan ini dengan menggunakan pedoman Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang telah di desain, dan waktu pelaksanaannya adalah sebagai berikut:
Hari, tanggal : Senin, 12 Maret 2018 Waktu : 07.00-09.15.
Materi : Pengertian wakaf, Hukum wakaf, Rukun dan Syarat wakaf.
a. Kegiatan Awal
1)Guru memberi salam kepada peserta didik.
2) Guru membagikan lembar fotokopi nadzom al asmaul husna pada siswa.
3) Secara bersama-sama guru dan murid membaca nadzom al asmaul husna tersebut.
4) Guru mengabsen siswa.
5) Memberikan penjelasan tentang tahapan kegiatan pembelajaran , melakukan appersepsi.
55 b. Kegiatan Inti
1) Guru membagi kelompok siswa yang anggotanya 5 orang. 2) Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario.
3) Guru menayangkan contoh video yang berkaitan tentang pengelolaan wakaf.
4) Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan.
5) Masing-masing siswa duduk dikelompoknya, masing-masing sambil memperhatikan dan mengamati skenario yang sedang diperagakan.
6) Setelah selesei dipentaskan, masing-masing kelompok mendiskusikan dan menyampaikan kesimpulan.
7) Guru memberikan kesimpulan secara umum. 8) Evaluasi.
c. Kegiatan Penutup
1) Peserta didik bersama guru melakukan refleksi tentang proses pembelajaran yang sudah dilakukan.
2) Guru menyampaikan pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.
3) Peserta didik menjawab salam penutup pelajaran dari guru. 3. Observasi
56
keterlibatan siswa dan kerja sama antar siswa dengan guru. Dalam observasi dipergunakan untuk mengumpulkan data dalam aktifitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode role playing. Di dalam observasi menggunakan lembar observasi yang sudah di desain. Untuk siswa yang diobservasi berupa kedisiplinan, keaktifan, kreatifitas dan perhatian siswa. Sedangkan untuk observasi guru berupa cara mengjar dan ketepatan dalam menggunakan metode. Selain itu peneliti juga mengambil beberapa foto dan video, serta melakukan proses wawancara kepada siswa dan guru setelah melakukan proses pembelajaran.
Hasil Observasi pada siklus I yang diperoleh dari pengamatan dengan lembar observasi yaitu berdasarkan pembelajaran pengelolaan wakaf menggunakan metode role playing pada siklus 1 menarik siswa dan menurutnya sangat menyenangkan bisa bermain peran, seperti dalam kehidupan nyata, dan siswa lebih mudah dalam memahami materi yang disampaikan.
57 4. Refleksi
Pada akhir siklus 1 peneliti merefleksi hasil dari tindakan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode role playing. Refleksi adalah mengkaji ulang hasil dari tindakan siklus 1. Dari tindakan siklus 1 dan berdasaran analisa hasil belajar dan lembar observasi masih ada banyak yang perlu diperbaiki. Tindakan siklus II perlu segera direncanakan dan dilaksanakan untuk mengatasi masalah dan kekurangan saat melakukan siklus 1.
G. Deskripsi Pelaksanaan Siklus II
Pada pelaksanaan siklus II merupakan lanjutan dari siklus I, tujuannya untuk memperbaiki apa yang masih kurang pada pelaksanaan siklus I. Pada siklus II kegiatannya sama halnya pada siklus I yaitu, Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi dan Refleksi.
1. Perencanaan Tindakan
a. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). b. Mempersiapkan alat dan media pembelajaran.
c. Guru menggunakan pedoman RPP dan metode role playing dalam mengajar.
d. Menyiapkan lembar observasi siswa dan guru serta lembar kerja siswa.
58 2. Pelaksanaan Tindakan
Pada tahap ini sama halnya dilakukan pada siklus I, yaitu menggunakan pedoman Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Pelaksanaan tindakannya dilakukan sebagai berikut:
Hari, Tanggal : Senin, 2 April 2018 Waktu : 07.00-09.15.
Materi : Hikmah wakaf, Harta wakaf dan pemanfaatannya serta Prinsip-prinsip pengelolaan wakaf.
Pada kegiatan ini guru melakukan lagkah-langkah sebagai berikut a. Kegaiatan Awal
1) Guru memberi salam kepada peserta didik.
2) Guru membagikan lembar fotokopi nadzom al asmaul husna pada siswa.
3) Secara bersama-sama guru dan murid membaca nadzom al asmaul husna tersebut.
4) Guru mengabsen siswa.
5) Guru menerangkan secara singkat materi atau feed back materi yang sudah disampaikan pertemuan pertama.
b. Kegiatan Inti
1) Guru menjelaskan materi selanjutnya yang belum tersampaikan. 2) Melakukan tanya jawab seputar materi yang sudah dibahas. 3) Guru menyuruh siswa untuk berkelompok dengan kelompoknya
59
4) Melanjutkan peran bagi kelompok yang belum maju. 5) Evaluasi
c. Kegiatan Penutup
1) Peserta didik bersama guru melakukan refleksi tentang proses pembelajaran yang sudah dilakukan.
2) Peserta didik menyimak penjelasan guru atas rencana pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.
3) Peserta didik menjawab salam penutup pelajaran dari guru. 3. Observasi
Dalam melakukan observasi pada tahap siklus II, sama halnya pada tahap siklus I yaitu, megamati siswa dan guru pada saat pembelajaran berlangsung dengan menggunakan metode role playing. Dalam observasi ini selain menyiapkan lembar observasi bagi guru dan siswa. Peneliti juga mengambil beberapa gambar dan video untuk dijadikan dokumentasi.
Hasil observasi bagi siswa sendiri semakin antusias dalam mengikuti pelaksanaan pembelajaran, banyak siswa yang percaya diri ingin melaksanakan adegan tentang cara mengelola wakaf. Siswa memperhatikan apa yang disamapaikan guru dan teman-temannya ketika melakukan adegan.
60
siswa mudah dalam memahami. Guru juga paham dalam melaksanakan skenario dengan menggunakan metode role playing. 4. Refleksi
61 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Data Hasil Penelitian Persiklus
Dalam penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan melakukan II siklus proses pembelajaran. Dalam mengukur tingkat keberhasilan siswa dengan menggunakan alat ukur lembar kerja siswa, bentuk soal uraian. Hal tersebut bertujuan apakah dengan menggunakan metode role playing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran pendidikan agama Islam materi pengelolaan wakaf. Adapun hasil penelitiannya sebagai berikut:
1. Siklus I
a.Hasil Belajar
Tabel 4.1 Hasil Belajar Siklus I
No. Nama Siswa Nilai Keterangan
1. Abdur Rozaq 68 Tuntas
2. Ahmad Zamroni 60 Tidak Tuntas
3. Aini Zakiyah 80 Tuntas
4. Anggi Novita Septiani 54 Tidak Tuntas
5. Aura Virelinza 76 Tuntas
6. Dewi Kurniawati 96 Tuntas
7. Dinar Wulan Cindi Pratiwi 60 Tidak Tuntas
8. Dyan Ayu Pratiwi 62 Tuntas
9. Eka Rahmawati 56 Tidak Tuntas
10. Fadlila Oktaviani 80 Tuntas
62
12. Gibran Malik Syahputra 72 Tuntas
13. Hani Kurniawati 96 Tuntas
14. Indah Kusuma Wardani 80 Tuntas 15. Isni Rahma Wahyudiati 92 Tuntas
16. Lailatul Khasanah 80 Tuntas
17. Lestari 60 Tidak Tuntas
18. Lilis Setianingrum 48 Tidak Tuntas 19. Muhammad Irkham Agil
Saputro 54 Tidak Tuntas
20. Novia Ftaika Sari 80 Tuntas
21. Rizkha Satria Fajar Dewanti 76 Tuntas 22. Safa Azzahra Kamila 80 Tuntas 23. Silviana Febrianti 70 Tuntas
24. Siti Mukaromah 72 Tuntas 30. Zulfa Lailatuz zahra 60 Tidak Tuntas *KKM = 66
Berdasarkan data diatas pada pelaksanaan siklus I dapat diperoleh data dengan jumlah siswa 30, berdasarkan nilai KKM 66 dapat diperoleh yang nilainya tuntas sebanyak 19 siswa dan belum tuntas sebanyak 11 siswa. Nilai rata-ratanya adalah sebagai berikut:
63 X = 2088 = 70
30
Jadi dapat diperoleh persentase ketuntasan belajar sebagai berikut: P = ∑ Jumlah siswa yang mendapat nilai ≥ 66 x 100 %
∑ Siswa mengikuti tes
Jumlah siswa yang mendapat nilai ≥66 = 18 Siswa
Jumlah siswa yang mengikuti tes = 30 Siswa P = 19 x 100% = 64%
30
Dapat diperoleh kesimpulan bahwa pada pelaksanaan siklus 1 dapat diperoleh hasil ketuntasan belajar dengan persentase 64%, jadi tahap ini belum mencapai ketuntasan belajar.
a. Observasi
Bedasarkan pada hasil siklus I, bahwa kebanyakan siswa masih belum tuntas, dan nilainya masih dibawah KKM. Dari hasil tersebut, dalam lembar observasi ketika proses pembelajaran diperoleh data sebagai berikut:
Tabel 4.2 Data Observasi Guru Siklus I
No. Aspek yang diobservasi Skala Nilai
Ya Tidak
64 a. Mempersiapkan
Renacana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). b. Memeriksa kesiapan
ruang, alat dan media.
2. Tahap Pendahuluan:
Tahapan guru sebelum proses pembelajaran. menerapkan metode role playing.
Tabel 4.3 Data Observasi Siswa Siklus I
No. Aspek yang diobservasi Skala Nilai
65
sesuai dengan perintah
7. Tertib dalam mengikuti
proses pembelajaran 8. Mampu bekerja sama
dengan teman sekelompok untuk menyeleseikan tugas dari guru
9. Terampil dan kreatif dalam
proses pembelajaran Nilai : Skor Perolehan x100%
66 ` Nilai : 31 x 100% = 78% (Baik)
40 2. Siklus II
a.Data Hasil Belajar
Tabel 4.4 Data Hasil Belajar
No. Nama Siswa Nilai Keterangan
1. Abdur Rozaq 72 Tuntas
2. Ahmad Zamroni 74 Tuntas
3. Aini Zakiyah 76 Tuntas
4. Anggi Novita Septiani 56 Tidak Tuntas
5. Aura Virelinza 80 Tuntas
11. Faiz Amirudin Firmansyah 62 Tidak Tuntas 12. Gibran Malik Syahputra 60 Tidak Tuntas
13. Hani Kurniawati 100 Tuntas
14. Indah Kusuma Wardani 86 Tuntas 15. Isni Rahma Wahyudiati 100 Tuntas
16. Lailatul Khasanah 76 Tuntas
17. Lestari 68 Tuntas
18. Lilis Setianingrum 68 Tuntas 19. Muhammad Irkham Agil
Saputro 68 Tuntas
20. Novia Ftaika Sari 76 Tuntas
67
22. Safa Azzahra Kamila 90 Tuntas 23. Silviana Febrianti 96 Tuntas
24. Siti Mukaromah 92 Tuntas
25. Tiyas Hidayanto 90 Tuntas
26. Umanatul Nur Fadhilah 80 Tuntas
27. Vela 74 Tuntas
28. Wahyu Dwi Adi Pangestu 60 Tidak Tuntas 29. Widodo Dwi Nugroho 60 Tidak Tuntas 30. Zulfa Lailatuz zahra _ _
*KKM 66
Berdasarkan data diatas pada pelaksanaan siklus II dapat diperoleh data dengan jumlah siswa 30 tidak masuk 1 siswa, berdasarkan nilai KKM 66 dapat diperoleh yang nilainya tuntas sebanyak 24 siswa dan belum tuntas sebanyak 5 siswa. Nilai rata-ratanya yaitu:
X = ∑ x ∑N
X = 2248 = 78 29
Jadi dapat diperoleh persentase ketuntasan belajar sebagai berikut: