Pendahuluan
Braun Stein melaporkan USA 72, 1 % trauma kepala dan muka.
Trauma muka meliputi : Soft Tissue
Organ – organ khusus Tulang – tulang
Kegawat Daruratan yang perlu mendapat penanganan Emergency : # Air Way
# Cedera Otak Berat
METODE UMUM UNTUK CEDERA MAKSILOFASIAL
Terjadi Fraktur Organ Yg Menonjol
- Hidung
(Penanganan Mudah)
- Zygoma
- Mandibula
Fr. Maksila Bila Gaya
(Penanganan Sulit)
Klasifikasi Le Fort
a.Tipe Satu Alveolus, bagian yg
menahan gigi pad rahang atas, terputus, dan
mungkin jatuh ke dalam gigi bawah.
Ketidaksetabilan hidung dan gigi
incisivus
b. Tipe Dua Ketidaksetabilan setinggi Os
nasal
c. Tiga Fr. dgn disfungsi kraniofasial
komplit.
Tipe fraktur ini mungkin kombinasi dan
dapat terjadi pada satu sisi atau dua sisi
Tujuan Utama Membebaskan jalan
napas
Fraktur dasar Orbital
Mekanisme Pergeseran Fr. Le fort Dua dan tiga
Fr.Le Fort
Pergerakan Tlg bagian wajah ke bawah Kranium bagian depan
Bidang miring
- Memperpanjang wajah
- Mendorong molar atas ke bag bawah Perdarahan - Mendorong molar palatum mole ke arah lidah
Fraktur Pd sepertiga tengah wajah pasien mempunyai gambaran yang tidak menguntungkan :
1. Sering terjadi fraktur multipel Fragmen 50 atau lebih 2. Cedera pada saraf cranial saraf gigi anfraorbital dan
superior
3. Ethmoid mungkin fraktur atau duramater robek rhinorrhea
4. Orbita Mungkin fraktur orbital blow out syndrome
5. Sirkulasi pada mata terganggu Opthalmic canal syndrome 6. Sinus maksilaris mungkin penuh dengan darah
Tujuan Perawatan Adalah :
1. Memperbaiki jalan napas2. Mengontrol perdarahan
3. Agar giginya dapat menggigit secara normal Reduksi akan sempurna
4. Cegah deformitas reduksi pada fraktur hidung dan zigoma
Wajah Vaskularisasi yg banyak, sehingga :
. cedera Penyembuhan lebih cepat
. Atau Penatalaksanaan bengkak
sangat hebat menyembunyikan
cedera permanen
Perawatan segera cedera maksilofasial
1. Apakah Pasien dapat bernapas, jika sulit :
# Ada obstruksi
` # Palatum mole tertarik ke bawah lidah fraktur le fort # Lidahnya jatuh kearah belakang atau tidak Fraktur mandibula
2. Palatum Mole tertarik ke arah lidah.?
# Kait dg jari tangan anda mengelilingi bagian belakang palatum durum, dan tarik tulang wajah bag tengah dengan lembut kearah atas dan depan memperbaiki jalan napas dan sirkulasi mata Reduksi ini diperlukan pengetahuan dan ketrampilan yang baik juga gaya yg besar jika fr. Terjepit dan reduksi tidak berhasil Tracheostomi.
Untuk melepaskan himpitan tulang pegang alveolus
maksilaris dg forcep khusus(Rowe’s) atau forcep bergerigi tajam yg kuat dan goyangkan.
3. Jika lidah atau rahang bawah jatuh ke arah belakang
# Lakukan beberapa jahitan atau jepitan handuk melaluinya, dan secara lembut tarik kearah depan, lebih membantu jika posisi pasien
berbaring, saat evakuasi sebaiknya dibaringkan pada salah satu sisi.
Catatan : Tapi jika pernapasan membahayakan dan perlu merujuk maka sebaiknya dilakukan tracheostomi tetapi untuk pembebasan airway segera krikotirodotomi
4. Jika cedera rahang yang berat dan kehilangan banyak jaringan
# Pada saat mengangkutnya, baringkan pasien dg kepala pada salah satu ujung usungan dan dahinya ditopang dg pembalut diantara
pegangan.
5. Jika pasien merasakan lebih enak dg posisi duduk
# Biarkan posisi demikian mungkin jalan napas akan membaik dengan cepat ketika ia melakukannya
# Isap mulutnya dari sumbatan bekuan darah dll
# Jalan napas buatan (OPA, ETT) mungkin tidak membantu
6. Jika hidungnya cedera parah dan berdarah
# Isap bersih dan pasang NPA atau pipa karet tebal yang sejenis ke satu sisi
Perlu Tracheostomi Jika :
1. Tidak dapat melepaskan himpitan fraktur atau mereduksi fraktur pada sepertiga wajah pasien
2. Tidak dapat mengontrol perdarahan yang berat 3. Edema glotis
4. Cedera berat dengan kehilangan banyak jaringan
Jika terjadi Perdarahan :
# Ikat pembuluh darah yang besar atau jika terjadi perdarahan yang sulit gunakan tampon yang direndam adrenalin yang dipakai untuk ngedep perdarahan yang hebat. Tampon postnasal selalu dapat menghentikan perdarahan, Jika perlu gunakan jahitan hemostasis sementara.
Riwayat dan pemeriksaan cedera Maksilofasial
1. Periksa Kesadaran pasien
2. Perhatikan secara cermat wajah pasien - asimetris ?
- Apakah hidung & wajahnya menjadi lebih pipih ? Fr Zygoma ? 3. Apakah ada Hematoma
a. Fraktur Zygomatikus
# terjadi hematoma yang mengelilingi orbita, berkembang secara cepat sebagai permukaan yang bersambungan secara
seragam
# Terbatas kearah perifer oleh perlengketan dengan otot
orbikularis dan meluas secara subkonjungtiva kearah mata dari sisi lateral (cara periksa ?? )
# Periksa mulut bag. dalam dan periksa juga sulkus bukal atas apakah ada hematoma, nyeri tekan dan krepitasi pada dinding zigomatikus
Lanjutan
Lanjutan HematomaHematoma………….... b.
b. FrakturFraktur nasal nasal #
# TerdapatTerdapat hematomahematoma yang yang mengelilingimengelilingi orbitaorbita, paling , paling beratberat keke arah
arah medialmedial c. Mata
c. Mata
#
# ApakahApakah matamata pasienpasien cekungcekung kedalamkedalam atauatau kebawahkebawah ? ? #
# ApakahApakah sejajarsejajar ? ? JikaJika bergeserbergeser ? ? #
# ApakahApakah pasienpasien bisabisa melihatmelihat ? ? #
# ApakahApakah diplopiadiplopia ? Hal ? Hal iniini karenakarena : : -
- pergeseranpergeseran orbitaorbita -
- pergeseranpergeseran bola bola matamata -
- paralisisparalisis sarafsaraf keke VI VI atauatau,, - edema
- edema
#
# ApakahApakah pasienpasien bsbs melihatmelihat kearahkearah atasatas ? ? #
d.
d. FrakturFraktur padapada wajahwajah dandan tulangtulang kepalakepala.. #
# rabaraba secarasecara cermatcermat seluruhseluruh bagianbagian kepalakepala dandan wajahwajah : : nyerinyeri tekantekan,, deformitas
deformitas, , iregularitasiregularitas dandan krepituskrepitus.. #
# rabaraba tulangtulang zigomatikuszigomatikus, , tepitepi orbitaorbita, , palatumpalatum dandan tulangtulang hidunghidung, , padapada fraktur
fraktur Le Fort Le Fort tipetipe duadua atauatau tigatiga
banyakbanyak fragmenfragmen tulangtulang kecilkecil sub cutis sub cutis padapada regioregio ethmoidethmoid..
padapada pemeriksaanpemeriksaan iniini jikajika rahangrahang tidaktidak menutupmenutup secarasecara sempurnasempurna rahang
rahang sdhsdh terjaditerjadi frakturfraktur.. e.
e. CederaCedera sarafsaraf #
# UjiUji anestesianestesi padapada wajahwajah ( ( sarafsaraf infra infra orbitaorbita) ) dandan gerahamgeraham atasatas ( (sarafsaraf gigigigi atas
atas)) f.
f. CederaCedera gigigigi #
# rabaraba giginyagiginya dandan usahakanusahakan menggoyangkanmenggoyangkan gigigigi bergerakbergerak abnormal
abnormal dandan jugajuga disekitarnyadisekitarnya..
gigigigi goyanggoyang - - FrakturFraktur -
- PemaparanPemaparan akarnyaakarnya
g. Cedera Hidung.
Epistaksis Unilateral atau tidak ada pada fraktur zigomatikus
Fraktur nasal bilateral.
Evaluasi apakah ada pergeseran Sept Nasi.
h. Kebocoran CSS bisa anterior atau posterior.
Dapat disebabkan karena fraktur naso-ethmoid berat dan beberapa fraktur Le Fort.pengujian.
I. Cedera lainya
Lebih berbahaya adalah bila ada cedera kepala, spina cervikalis. Bila terjadi syok maka harus curiga terdapat trauma abdomen. Perhatian :
Sinar X sulit diintepretasi dan dan sangat berbahaya. posisi yamg dibutuhkan :
- AP untuk mandibula
Pembersihan dan Penutupan luka
# Pembersihan dilakukan dengan menyikat dengan tehnik aseptik. # Bila ada jaringan yang nekrosis perlu dinekrotomi
# Potong tepi kulit 1 atau 2 mm.
# Jahitan mukosa dengan silk 3/0 atau catgut chromik yang halus
Mereduksi Fraktur :
# Perlu dilakukan Reduksi, fiksasi setiap fraktur pada hidung, Zigoma, dan mandibula.
# Lakukan pengamanan airway dengan ETT.
# Dapat dilakukan operasi dengan blok pterigopalatin, bilateral # Selalu lindungi mata pasien, beri salep mata
Perawatan Cedera maksilofasial
a. Jika pasien sadar.
Dudukkan pasien menghadap ke depan, lidahnya, saliva dan darah mengalir keluar.
b. Jika pasien tidak sadar
saat perawatan perlu ditidurkan pada posisi recoveri, hati – hati bila ada cedera lain yang membahayakan.
# Bila akan dilakukan operasi tetap siapkan sebagai operasi dengan general anestesi.
# Kebersihan dan desinfeksi
jika sadar suruh untuk kumur – kumur dengan : - Cairan kumur clorheksidin 0,5 %
- larutan garam 2 %
Obat
Obat - - obatanobatan Tergantung
Tergantung dokterdokter yang yang merawatnya,denganmerawatnya,dengan pertimbanganpertimbangan kondisikondisi dan
dan keparahankeparahan traumanyatraumanya a.l : a.l : #
# AntibiotikaAntibiotika, , diberikandiberikan golongangolongan penisillinpenisillin selamaselama semingguseminggu,, diberikan
diberikan segerasegera.. #
# JikaJika terjaditerjadi kebocorankebocoran CSS CSS diberikandiberikan sulfadimidinsulfadimidin 1 1 grgr setiapsetiap 6 jam 6 jam s/d 48 jam.
s/d 48 jam. KebocoranKebocoran berhentiberhenti scrscr spontanspontan.. #
# JikaJika gelisahgelisah berikanberikan paradelidparadelid atauatau diasepamdiasepam #
Cedera
Cedera gigigigi dandan alveolus alveolus
Jika
Jika terjaditerjadi benturanbenturan terhadapterhadap gigigigi, , makamaka,, *
* MahkotaMahkota gigigigi *
* AkarAkar gigigigi *
* SeluruhnyaSeluruhnya sublukasisublukasi *
* TerhimpitTerhimpit jaringanjaringan sekitarsekitar *
* ObstruksiObstruksi jalanjalan napasnapas Resiko
Resiko tinggitinggi yang yang mengalamimengalami frakturfraktur adalahadalah padapada bag bag depandepan rahang
rahang atasatas, , bilabila trumatruma ringanringan mungkinmungkin hanyahanya gigigigi yang yang patahpatah tetapi
Penanganan Cedera pada Soft Tissue # V. Laserasi
- Eksisi tepi luka
- Bersihkan corpus alienum - Jahitan sub cutis dianjurkan
- Jahit atraumatik needle silk, prolene atau monofilamen lain no 6/0
- Prinsip jahitan adaptasi tepi luka, simpul jangan terlalu keras, jahitan satu – satu, atau subcuticuler atau continous intra dermal.
# Ekskoriasi/ abrasi
Luka lecet debris yg halus disikat.
Kompres nacl + antibiotik diganti beberapa kali sehari. Luka ditutup ointment/ tulle +Kassa
# Edema
# Edema dandan echymosisechymosis -
- PadaPada umumnyaumumnya diserapdiserap.. -
- DibawahDibawah scalp scalp aspirasiaspirasi dandan ElastisElastis bandage bandage #
# LukaLuka AvulsiAvulsi -
- EksisiEksisi harusharus hemathemat perhatikanperhatikan pula pula jikajika padapada organ organ khusus
khusus
palpebra
Cedera
Cedera padapada organ organ khususkhusus
1.
1. CederaCedera sarafsaraf..
a.
a. MotorikMotorik = = N.Fasialis(n.VIIN.Fasialis(n.VII)) sering
sering terjaditerjadi padapada lukaluka didi daerahdaerah pelipispelipis, , pipipipi dandan rahangrahang bawahbawah.. - m.
- m. frontalisfrontalis - m.
- m. orbicularisorbicularis oculioculi oleholeh AhliAhli - m.
- m. orbicularisorbicularis orisoris
b.
b. SensorikSensorik = = N.TrigeminusN.Trigeminus (n. V) (n. V) Saraf
Saraf iniini keluarkeluar daridari : : - N. Supra
- N. Supra orbitalisorbitalis dahidahi dandan puncakpuncak kepalakepala.. - N. Infra
- N. Infra orbitalisorbitalis pipipipi, , hidunghidung, & , & bibirbibir atasatas - N.
- N. MentalisMentalis bibirbibir bawahbawah dandan dagudagu
2.
2. CederaCedera DuctusDuctus ParoticusParoticus -
- terletakterletak diantaradiantara tragustragus sampaisampai pertengahanpertengahan antaraantara batasbatas bawahbawah hidung
hidung dandan bibirbibir -
3. Cedera pada bibir
# Luka bisa sub cutis, otot sampai mukaosa # Penjahitan lapis demi lapis
# Patokan white skin roll, vemilion, dan mukosa 4. Cedera pada daun telinga
Jika terlepas dari pangkalnya (amputasi) dan perlu merefer, maka
amputat diletakkan pada kasa kering dibungkus dalam plastik kedap air dan direndam dalam es dengan kantong plastik
5.Cedera pada hidung
Fraktur Tulang muka
Meliputi :
- Os Zygoma
- Os maksila
- Os Nasal
- Os mandibula
Gejala – gejala umum Fraktur tulang muka :
- Perdarahan dari lubang hidung atau mulut
- Malocclusi (kecuali fr.nasal)
- Hypersalivasi
- Deformitas
Indikasi Operasi pada fr. Tulang muka
# Berbeda dgn ektremitas kecuali ; GG fungsi, estetik.Kapan operasi dilakukan ?
# Tidak ada gangguan kesadaran, trauma berat segera
# Jika belum operable ditunda, asal jangan > 2 mgg……?
Fraktur Zygoma
# Bisa menjepit otot penggerak bolamata atau proc.coronoid mandibula akibat fr wing/ arcus zygoma
# Jika terlambat reposisi tidak mungkin bisa dilakukan.kecuali memotong kembali tulang yg sudah tersambung
Fraktur
Fraktur Maxilla Maxilla
#
#
Menyebabkan
Menyebabkan
robekan
robekan
Mukosa
Mukosa
sinus
sinus
maxillaris
maxillaris
Tanda
Tanda
–
–
tanda
tanda
fraktur
fraktur
maxilla :
maxilla :
--
Deformitas
Deformitas
muka
muka
--
Diplopia
Diplopia
--
Gg
Gg
.
.
Sensibilitas
Sensibilitas
pipi
pipi
dan
dan
bibir
bibir
atas
atas
--
Mal
Mal
occlusi
occlusi
gigi
gigi
Fraktur
Fraktur
nasal
nasal
--
Depressed
Depressed
atau
atau
deviasi
deviasi
perdarahan
perdarahan
Fraktur
Fraktur MandibulaMandibula
Gejala
Gejala yang yang menonjolmenonjol : : - Mal
- Mal occlusiocclusi -
- PerdarahanPerdarahan ronggarongga mulutmulut -
- hypersalivasihypersalivasi Kunci
Kunci keberhasilankeberhasilan padapada reposisireposisi frfr. . MandibulaMandibula adalahadalah OcclusiOcclusi gigigigi yang
yang baikbaik.. Fiksasi
Fiksasi frfr. . dapatdapat dilakukandilakukan didi interfragmentalinterfragmental atauatau cukupcukup diantaradiantara rangkaian
rangkaian gigigigi mandibulamandibula interdentalinterdental wire wire atauatau archbar.iniarchbar.ini dilakukan
dilakukan ± 3 ± 3 mingguminggu
-
- makananmakanan caircair -
Penatalaksanaan
Penatalaksanaan
Umum
Umum
Cedera
Cedera
Kepala
Kepala
Primary Survey ABCDEPrimary Survey ABCDE a. Airway
a. Airway
-
- BersihkanBersihkan jalanjalan napasnapas Contr.CervikalContr.Cervikal -
- SebaiknyaSebaiknya ETT, ? NPA TIK ? ETT, ? NPA TIK ? -
- KrikothyrodotomyKrikothyrodotomy, ? , ? TracheostomyTracheostomy b. Breathing
b. Breathing
- Look, Listen, Feel,
- Look, Listen, Feel, palpasipalpasi, , perkusiperkusi, , auskultasiauskultasi -
- BentukBentuk & & pergerakanpergerakan dada dada - - PneumothorakPneumothorak WSD WSD c. c. SirkulasiSirkulasi - CO ? - CO ? - Hr - Hr -
-
-
JikaJika SyokSyok pasangpasang infusinfus jarumjarum no 16 no 16 atauatau 18 G 18 G -- CairanCairan dgndgn KristaloidKristaloid 2-4 x Blood 2-4 x Blood LoosLoos..
tahaptahap awalawal diberikandiberikan RL 2 RL 2 ltrltr dihangatkandihangatkan lalulalu evaluasievaluasi
kembalikembali, , belumbelum berhasilberhasil ulangiulangi lagilagi, , jikajika belumbelum
berhasilberhasil tranfusitranfusi dandan perluperlu tindakantindakan operatifoperatif hentihenti
perdarahanperdarahan.. -
- SyokSyok tahaptahap III & IV III & IV TranfusiTranfusi.. d. Disability d. Disability - GCS / AVPU - GCS / AVPU - Pupil - Pupil -
- KekuatanKekuatan motorikmotorik e. Exposure e. Exposure - - HipotermiHipotermi 2.Secondary Survey 2.Secondary Survey ……
2. Secondary Survey
2. Secondary Survey
KepalaKepala dandan leherleher
-
- KontusioKontusio JaringanJaringan -
- Ecchymosis(PeriorbitalEcchymosis(Periorbital / / PerauricularPerauricular))
-
- LaserasiLaserasi - Edema
- Edema padapada soft Tissue soft Tissue -
- LaserasiLaserasi SCALP SCALP atauatau LukaLuka TembakTembak -
- RhinnorrheaRhinnorrhea/ / OtorrheaOtorrhea
- Step Off
- Step Off atauatau KrepitasiKrepitasi -
- LukaLuka tusuktusuk
PadaPada daerahdaerah leherleher dibagidibagi dalamdalamZonaZona : : #
# ZonaZona I = I = suprasternalsuprasternal notch notch #
# ZonaZona II = II = daridari setinggisetinggi ujungujung lateral lateral klavikulaklavikula s/ds/d setinggisetinggi angulus
angulus mandibulamandibula #
# ZonaZona III = superior III = superior daridari angulusangulus mandibulamandibula
LukaLuka tusuktusuk pd pd ZonaZona II II dieksplorasidieksplorasi tanpatanpa didahuluididahului arteriografiarteriografi
LukaLuka tusuktusuk pd pd ZonaZona I & III I & III harusharus didahuluididahului dgndgn pemeriksaanpemeriksaan khususkhusus
approach
2.2
2.2 ThoraksThoraks -
- InspeksiInspeksi : : bentukbentuk & & pergerakanpergerakan dada, dada, lukaluka -
- PalpasiPalpasi : : emfisemaemfisema sub cutis, step off sub cutis, step off tulangtulang, , deviasideviasi trachea, trachea, nyeri
nyeri
-
- PerkusiPerkusi ; ; hipersonorhipersonor, , atauatau dull dull -
- AuskultasiAuskultasi : : bunyibunyi napasnapas tambahantambahan beberapa
beberapa keadaankeadaan ygyg mengancammengancam : : - Tension
- Tension pneumothorakpneumothorak Needle no 14/ 16G Needle no 14/ 16G didi ICS II ICS II linealinea midklavikula
midklavikula.. - Open
- Open pneumothorakpneumothorak sucking chest wound seal sucking chest wound seal s/ds/d Chest tube
Chest tube thoracostomithoracostomi WSD WSD -
- MasifMasif hemothorakhemothorak
PerkusiPerkusi : Dull : Dull
AuskultasiAuskultasi : : bunyibunyi napasnapas menghilangmenghilang + + tandatanda –– tandatanda
syoksyok hipovolemikhipovolemik.. Massif
Massif
Massif hemothorakhemothorak bilabila : : a. chest tube
a. chest tube thorakotomithorakotomi 1500 cc 1500 cc ThorakotomiThorakotomi b. > 200 cc/ 4 jam
b. > 200 cc/ 4 jam
-
- TamponadeTamponade jantungjantung Trias
Trias beck beck’’s : # TDs : # TD # CVP
# CVP
#
# BunyiBunyi JantungJantung melemah(muffledmelemah(muffled heart sound) heart sound)
SelisihSelisih tekanantekanan sistoliksistolik > 15 mmHg > 15 mmHg
inspirasiinspirasi & & ekspirasiekspirasi..
2.3. Abdomen
2.3. Abdomen
Sering
Sering : : laserasilaserasi heparhepar atauatau lien lien
Role of laparoscopy in penetrating abdominal injuries
Evaluasi
Evaluasi
USGUSG
DPL > 10 cc DPL > 10 cc darahdarah segarsegar, , atauatau Lab :
Lab : erytrositerytrosit > 100.000/ mm3 > 100.000/ mm3
amilaseamilase > 20 IU/ L > 20 IU/ L
AlkainAlkain fosfatasefosfatase > 3 IU/ L > 3 IU/ L
SeratSerat makananmakanan ? ? 2.4
2.4 EkstremitasEkstremitas -
- HumerusHumerus/ radius ulna / radius ulna ± 200 cc± 200 cc - Tibia - Tibia ± 500 cc± 500 cc - Femur ± 1000 cc - Femur ± 1000 cc - Pelvis ± 3000 cc - Pelvis ± 3000 cc Iskemik Iskemik : : - - pulsellessnesspulsellessness - pallor - pallor - coolness - coolness -
- sensoriksensorik dandan motorikmotorik hilanghilang -
Kompartemen
Kompartemen syndrome > 6 jam syndrome > 6 jam gejalagejala sisasisa.. Tekanan
Tekanan intrakompartemenintrakompartemen adalahadalah 10 mmHg. 10 mmHg. JikaJika tekanantekanan > 30 > 30 –– 45 45 mmHg
mmHg FasciotomiFasciotomi.. 3.
3. StabilisasiStabilisasi dandan transportasitransportasi.. Syarat
Syarat : : telahtelah didi resusitasiresusitasi dandan stabilstabil Selama
Selama transportasitransportasi : : -
- AlatAlat komunikasikomunikasi -
- AlatAlat monitoring & monitoring & resusitasiresusitasi -
- ObatObat –– obatanobatan -
- TenagaTenaga terlatihterlatih -
- DokumentasiDokumentasi 4.
Lanjutan
Lanjutan kriteriakriteria rawatrawat
PenurunanPenurunan kesadarankesadaran
FrakturFraktur cranium cranium
Diagnosa
Diagnosa
Keperawatan
Keperawatan
a.
a.
Resti
Resti
Obstruksi
Obstruksi
jalan
jalan
napas
napas
b/d
b/d
jatuhnya
jatuhnya
pangkal
pangkal
lidah
lidah
,
,
corpus
corpus
alienum
alienum
sekunder
sekunder
terhadap
terhadap
penurunan
penurunan
tingkat
tingkat
kesadaran
kesadaran
klien
klien
, Trauma
, Trauma
Kepala
Kepala
.
.
b.
b.
Resti
Resti
Terjadi
Terjadi
Aspirasi
Aspirasi
b/d
b/d
kerusakan
kerusakan
refleks
refleks
-
-
refleks
refleks
protektil
protektil
sekunder
sekunder
terhadap
terhadap
Trauma
Trauma
Kepala
Kepala
,
,
nyeri
nyeri
&
&
alat
alat
fiksasi
fiksasi
.
.
c.
c.
Ketidakefektifan
Ketidakefektifan
bersihan
bersihan
jalan
jalan
napas
napas
b/d
b/d
batuk
batuk
tak
tak
efektif
efektif
sekunder
sekunder
terhadap
terhadap
depresi
depresi
sistem
sistem
saraf
saraf
pusat
pusat
/
/
Trauma
Trauma
Kepala
Kepala
d.
d.
Ketidakefektifan
Ketidakefektifan
pola
pola
pernapasan
pernapasan
b/d
b/d
pertukaran
pertukaran
gas
gas
tidak
Lanjutan
Lanjutan DiagnosaDiagnosa KeperawatanKeperawatan