• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGGUNAAN SISTEM SMART ANTENNA DALAM KOMUNIKASI SELLULER

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGGUNAAN SISTEM SMART ANTENNA DALAM KOMUNIKASI SELLULER"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Tugas Mata Kuliah Antenna ( TE 7614 )

PENGGUNAAN SISTEM SMART ANTENNA DALAM

KOMUNIKASI SELLULER

Oleh :

RIQ’IE MIQDAD

0319451091

ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI

PROGRAM EKSTENSI FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS UDAYANA

2007

(2)

KATA PENGANTAR

Salah satu dari media telekomunikasi adalah gelombang elektromagnetic yang dipancarkan melalui antenna. Berbagai macam antenna telah banyak diketahui, maka sekiranya juga perlu diketahui sistem dari suatu antenna yang dalam penulisan ini membahas tentang smart antenna.

Makalah ini disusun dan ditulis untuk turut memberikan pengetahuan sistem dari sebuah antenna.

Pembahasan tentang smart antenna diharapkan dapat menambah pengetahuan bagi semua kalangan masyarakat luas yang membutuhkan dan untuk mahasiswa fakultas teknik pada khususnya.

Ucapan terimakasih disampaikan kepada bapak Ir. Putu Ardana, MT selaku dosen pengajar mata kuliah Antenna (TE 7614), serta rekan-rekan mahasiswa yang turut membantu demi terselesaikannya makalah ini yang merupakan syarat kelulusan dalam mata kuliah Antenna.

Akhir kata, semoga makalah ini bermanfaat, dan apabila terdapat kejanggalan maka diharapkan kritik sebagai sumbangsih yang dapat menyempurnakan makalah ini.

Denpasar, 05 Januari 2008

(3)

DAFTAR ISI

JUDUL ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Pokok Masalah ... 1 1.3 Tujuan ... 1 1.4. Manfaat Penulisan ... 2 1.5. Sistematika Penulisan ... 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Smart Antenna ... 3

2.1.1 SIMO ... 3

2.1.2 MISO ... 3

2.1.3 MIMO ... 3

2.2 Type Smart Antenna ... 4

2.2.1 Switched Beam Antennas ... 4

2.2.2 Adaptive Array Antennas ... 4

2.3 Konsep Dasar Smart Antenna ... 5

BAB III METODA PENULISAN 3.1 Sumber Data ... 6

3.2 Pengolahan Data ... 6

3.3 Flow Chart Penulisan ... 6

BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Umum ... 7

4.2 Implementasi Smart Antenna ... 7

4.2.1 Space Diversity ... 7

4.2.2 Polarization Diversity ... 8

(4)

4.4 Sistem Arsitektur Smart Antenna ... 9 BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan ... 11 5.2 Saran ... 11 DAFTAR PUSTAKA

(5)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang.

Perkembagan teknologi dalam bidang telekomunikasi khususnya selluler, memungkinkan penyedia sarana telekomunikasi mampu menyediakan mutu pelayanan yang terbaik, cepat dan aman serta memiliki kejernihan dalam menyalurkan sebuah informasi.

Dan dalam suatu komunikasi selluler, pastilah diperlukan sebuah sistem dan atau perangkat yang dapat digunakan hingga terciptanya sebuah komunikasi jarak jauh. Dalam hal ini perangkat yang diperlukan yakni suatu perangkat transmisi yang sudah tentu menggunakan antenna dalam perangkat tersebut. Namun pada aplikasinya tetap dihadapkan dengan tugas pemilihan antenna yang cocok untuk komunikasi tersebut.

Dengan adanya sistem Smart Antenna, setidaknya membantu permasalahan yang terjadi dalam pentransmisian sehingga dapat diatasi dengan menngunakan beberapa metode.

1.2 Pokok Masalah.

Berdasarkan ulasan yang ada pada latar belakang diatas, maka dapat ditarik permasalahannya adalah “Penggunaan Sistem Smart Antenna Dalam Komunikasi Selluler”.

1.3 Tujuan penulisan.

 Umum

Secara umum, ada beberapa tujuan yang ingin disampaikan dengan adanya makalah ini, yaitu ;

1. Untuk memahami pengertian dari Smart Antenna. 2. Untuk mengetahui sistem dari suatu Smart antenna.  Khusus.

Sedangkan tujuan secara umum yakni mengetahui apa dan bagaimana konsep kerja dari suatu Smart Antenna

(6)

1.4 Manfaat Penulisan.

Manfaat penulisan diharapkan dapat membantu mengetahui fungsi dari Smart Antenna serta untuk mengetahui teknologi yang ada sehingga dapat dijadikan acuan dalam penggunaan Smart Antenna.

1.5 Sistematika Penulisan

BAB I PENDAHULUAN

Membahas tentang latar belakang, pokok masalah, tujuan penulisan & manfaat penulisan..

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Membahas penerian tentang Smart Antenna, konsep dasar, sistem arsitektur dari suatu smart.

BAB III METODE

Membahas mengenai sumber data, metode pengolahan data, dan sistematika penulisan.

BAB IV PEMBAHASAN

Membahas tentang aplikasi dari Smart Antenna yang ada yang digunakan dalam transmisi Radio Frekuensi.

BAB V PENUTUP

(7)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Smart Antenna

Defenisi suatu smart antena adalah suatu sistem antena komunikasi wireless digital yang difungsikan sebagai diversity dari Transmitter, Receiver, atau kedua-duanya.

Di dalam komunikasi wireless, pada umumnya antena tunggal digunakan di pengirim, dan antena tunggal lain digunakan di tujuan. Hal ini disebut SISO (Single Input, Single Output). Ketika suatu gelombang elektromagnetic dihalangi sesuatu seperti bukit; jurang curam; bangunan; dan sebagainya, maka gelombang terserak, dan dengan begitu gelombang RF mengambil alur lain untuk sampai ke tujuan (Receiver). terjadinya gelombang yang terhalanag tadi menyebabkan permasalahan seperti cut-out ( pengaruh karang).

Penggunaan smart antenna dapat mengurangi atau menghapuskan gangguan disebabkan oleh multipath fadding.

Penggunaan antenna dalam system Smart antenna dibagi dalam tiga kategori utama, yakni ;

2.1.1 SIMO (Single Input,Multiple Output).

Di dalam SIMO teknologi, satu antena digunakan di sumber (Rx), dan dua atau lebih antena digunakan di tujuan (Tx).

2.1.2 MISO (Multiple Input,Single Output).

Di dalam MISO teknologi, dua atau lebih antena digunakan di sumber (Rx), dan satu antena digunakan di tujuan (Tx).

2.1.3 MIMO (Multiple Input, Multiple Output).

Di dalam MIMO teknologi, berbagai antena bekerja pada kedua-duanya sumber (Rx) dan tujuan (Tx). MIMO telah diminati belakangan baru-baru ini sebab teknologi ini tidak bisa hanya menghapuskan efek multipath propagasi yang kurang baik, tetapi dalam beberapa hal memiliki keunggulan.

(8)

2.2 Type Smart Antenna

Terminologi saat ini itu menyimpulkan berbagai aspek dari suatu teknologi sistem smart antenna, yaitu meliputi antenna intellegent, phased array, SDMA, spatial processing, digital beamforming, adaptive antenna systems, dan lainnya.

Berikut adalah perbedaan antara kedua kategori utama dari smart antenna mengenai pilihan dalam strategi pentransmisian:

2.2.1 Switched Beam Antennas

System ini membentuk berbagai beam yang telah ditetapkan dengan heightened sensitivity khususnya arah. Sistem Antena ini mendeteksi kekuatan sinyal, kemudian memilih salah satu dari beberapa beam yang ditentukan tadi.

Antena directional membentuk pola desain physical dari elemen tunggal ( seperti suatu antena sectorized), switched beam mengkombinasikan output dddari berbagai antena sedemikian rupa untuk membentuk pola beam sectorized yang baik ( directional) dengan spatial selectivity yang lebih konvensional.

Gambar 2.1 Switched Beam System Coverage Patterns (Sectors)

2.2.2 Adaptive Array Antennas

Teknologi Antena adaptip mengunakan berbagai signal-processing algoritma, sistem adaptip berguna secara efektif sebab mampu menempatkan

(9)

Gambar 2.2 Jangkauan Array Adaptip

Pada gambar diaatas menjelaskan bahwa suatu Lobe Utama menjulang ke arah user dengan melebar ke arah Cochannel Interferer

2.3 Konsep Dasar Smart Antenna

Smart antenna merupakan kombinasi dari susunan elemen antena dengan kemampuan pengolahan sinyal untuk mengoptimalkan daya pancar secara adaptif sesuai kondisi respon lingkungan sinyal tersebut.

Dilakukan beberapa metode alam smart antenna ini, yakni ;

1. Desain fisiknya dapat dimodifikasi dengan menambahkan beberapa elemen. 2. Antena dapat menjadi suatu sistem antena yang dapat dirancang untuk sinyal

geser (shift signal) sebelum transmisi pada masing-masing elemen,hal ini dilakukan agar antena mempunyai suatu pengaruh kombinasi.

(10)

BAB III

METODE PENULISAN

3.1 Sumber Data

Adapun sumber data dalam penulisan yang dibuat yakni data sekunder yang didapat dedngan menguntip dari seserapa artikel yang ada di beberapa situs internet mengenai smart antenna dan juga referensi dari laporan KP yang telah ada.

3.2 Pengolahan Data

Pengolahan data merupakam study literature, yakni pengumpulan data melalui literature yang berhubungan engan penulisan ini, baik ari buku – buku maupun browsing via internet yang kemudian disusun sehingga dapat dimengerti oleh pembaca.

3.3 Flow Chart Penulisan

Mulai

Identifikasi Masalah

Pengumpulan Data

Penggunaan Sistem Smart Antenna Dalam Komunikasi

Selluler

(11)

BAB IV PEMBAHASAN

4.1 Umum.

Seperti dijelaskan sebelumnya tentang smart antenna, terbesit peertanyaan kenapa dan apa yang dilakukan smart antenna sehingga bisa dikataka “smart“. Karena,

Suatu antena sederhana bekerja untuk suatu RF sederhana. Dan Smart Antenna memberi solusi yang diperlukan ketika banyaknya para pemakai, terjadi interferensi, dan kompleksitas propagsi. Dan Smart Antenna memiliki fasilitas pemrosesan sinyal digital.

Dengan kemajuan jaman modern dalam elektronika, format digital digunakan untuk menggerakkan RF data yang menawarkan banyak keunggulan dalam kaitan dengan ketelitian dan fleksibilitas operasional.

4.2 Implementasi Smart Antenna.

Dalam implementasi sebuah antenna transmisi, pada umumnya menggunakan sistem diversity. Salah satu metode diversity adalah dengan menggunakan dua kanal penerima yang bebas dari fading. Kemungkinan keduanya terpengaruh oleh fading dalam waktu yang bersamaan adalah kecil.

Metode ini membutuhkan 2 antenna Receiver pada Base Station untuk menerima signal yang sama (SIMO), oleh karena itu tidak terpengaruh perbedaan yang disebabkan oleh fading. Dengan memilih yang terbaik dari 2 signal, akibat fading bisa dikurangi.

Ada dua cara untuk melakukan ini, yaitu :

4.2.1 Space Diversity

Jarak antara antena harus seperti hubungan signal di dua antenna, yaitu rendah. Hubungan adalah batas statistik yang menggambarkan persamaan dari signal.

(12)

Gbr 4.1 Space Diversity

4.2.2 Polarization Diversity

Antenna Dual Polarisasi adalah : sebuah perangkat antenna dengan 2 baris dengan unit fisik yang sama. Kedua baris itu bisa diatur dan diarahkan dengan berbagai cara selama rencana 2 polarisasi mempunyai performasi yang sama dengan penguatan dan contoh radiasi.

Dua bentuk yang biasa digunakan bersama yaitu : baris Vertikal dan Horizontal dan baris dalam kemiringan 45°.

TX

RX

(13)

4.3 Sistem Sectorized

Sistem Antena Sectorized mencangkup suatu area/sector dan membagi lagi dalam sektor yang dicakup oleh antena directional., masing-masing sektor diperlakukan sebagai suatu sel berbeda, Antena Sektoral meningkatkan reuse dari suatu frekwensi dalam sistem selular dengan mengurangi gangguan intrferensi potensial yang melintasi sel yang asli,.

Gambar 4.2 Sectorized Antenna dan Coverage Patterns

4.4 Sistem Arsitektur Smart Antenna

Diasumsikan arah sinyal datang (DOA-Directional of Arrival) berasal dari sudut (θ,φ) relatif terhadap sumbu susunan. Implementasi perangkat di BTS algoritma smart antenna, salah satunya, eigenbeamforming algorithm dapat dilihat pada gambar berikut.

(14)
(15)

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan.

Berdasarkan penjelasan yangada, maka ada beberapa hal yang dapat disimpulkan, antara lain ;

1. Konsep penggunaan multiple antenna dan pengolahan sinyal inovatif berfungsi untuk melayani sel dengan cermat dan dengan adanya Digital Signal Processors ( DSPS), general-purpose processors( dan ASICS), dan teknik software-based inovatif signal-processing ( algoritma) maka didesain sebuah sistem yang dinamakan Smart Antenna yang praktis untuk sistem komunikasi selular.

2. Ketika spektral solution terus meningkat dalam suatu bisnis sangat mendesak, sistem ini menyediakan coverage lebih besar untuk masing-masing lokasi sel, dan interferensi apat iminimaliskan, serta peningkatan kapasitas substansiil.

5.2 Saran.

Saran – saran yang diambil dalam kesimpulan ini adalah :

1. Haruslah memahami Smart Antenna, sehingga teknologi dalam pentransmisian dapat diketahui.

2. Sistem Smart Antenna merupakan sistem yang telkah digunakan dalam pentransmisian, maka kegunaan haruslah imbang engan fungsi sehingga dapat menghemat

(16)

DAFTAR PUSTAKA

Miqdad, Riq’ie ; Arsitektur Jaringan Transmisi CDMA ; 2007 ; fak.Teknik ; UNUD

http://www.iec.org/online/tutorials/smart_ant//..

http://hartomanullang.wordpress.com/2007/09/20/smart-antenna/ http://searchmobilecomputing.techtarget.com//…..

Gambar

Gambar  4.2  Sectorized Antenna dan Coverage Patterns
Gambar 4.3  Sistem Smart Antenna dengan Beigenbeamforming algorithm

Referensi

Dokumen terkait

Tubuh terbagi atas kepala-dada (sefalotoraks) dan perut (abdomen). Pada bagian kepala-dada terdapat empat pasang kaki. Pada kepala terdapat beberapa pasang mata tunggal dan dua

Selain adanya proses konseling dalam tahapan psikoedukasi yang membantu subjek untuk menceritakan atau mengeluarkan keluh kesah yang dirasakan subjek, dalam terapi

Pernyataan ini mengindikasikan arah kebijakan yang terbilang dovish, karena dinamika ekonomi dan keuangan global saat ini (antara lain mencakup perlambatan ekonomi China,

Selain itu, karena tingkat penampilan dari asam lemak bebas selama aktivitas flsik Iebih tinggi pada orang lansia ketimbang subyek yang lebih muda, oksidasi lemak yang

Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah keluarga yang memiliki dan tidak memiliki anggota keluarga yang pernah atau sedang bekerja sebagai pekerja di daerah endemis

Sedangkan dengan obesitas mendapat kontribusi sumbangan zat gizi dari kelompok bahan energi, protein, karbohidrat .lemak dan pangan kacang-kacangan tidak berbeda

Perencanaan dan Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan. Kegiatan Penyediaan Perlengkapan Pendukung

Bahwa dengan berlakunya Peraturan Mahkamah Agung Nomor 03 tahun 2012 tentang Biaya Proses Penyelesaian Perkara dan Pengelolaannya pada Mahkamah Agung dan Badan