• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2.1. Morfologi Kepiting Bakau S. tranquebarica(Keenan et al., 1998)
Gambar 2.2. Siklus Hidup Kepiting Bakau (Soim, 1999).

Referensi

Dokumen terkait

satu usaha penangkapan yang dilakukan nelayan tersebut adalah menangkap kepiting bakau, baik di perairan Segara Anakan maupun di dalam hutan mangrove. Alat yang digunakan

Menurut Bengen (1999 dalam Wahyudi 2014) juga menambahkan, dilumpur-lumpur lunak di dasar hutan mangrove yang tidak terlalu rimbun juga banyak ditemukan kepiting dari

Salah satu biota perairan dengan nilai ekonomis yang terdapat di ekosistem hutan mangrove adalah kepiting bakau (Scylla spp.).. Tujuan penelitian ini adalah

Komposisi jenis kepiting bakau yang ditemukan di kawasan hutan mangrove Kuala Kota Singkawang terdiri dari 2 spesies yaitu Scylla serrata dan S.. olivacea (Gambar 3)

Analisis morfometrik kepiting bakau (Scylla sp) di kawasan hutan mangrove Desa Banyuurip Ujung Pangkah menunjukkan terdapat tiga spesies kepiting bakau, yaitu Scylla

Kelimpahan dan Distribusi Kepiting Bakau ( Scylla spp) Serta Keterkaitannya dengan Karakteristik Biofisik Hutan Mangrove Di Suaka Margasatwa Karang Gading dan Langkat Timur

saat akan turun dan mengendap pada dasar perairan, membentuk sedimen dan hal ini akan menyebabkan biota laut yang mencari makan di dasar perairan (udang, kerang,

antara kegiatan budidaya ikan, udang atau usaha kepiting, dengan kegiatan penanaman, pemeliharaan, pengelolaan dan upaya pelestarian hutan mangrove“ (Sualia, Eko,