MANAJEMEN PENDIDIKAN
MANAJEMEN PENDIDIKAN
MANAJEMEN PENDIDIKAN
MANAJEMEN PENDIDIKAN
KARAKTER
KARAKTER
KONSEP DAN IMPLEMENTASINYA DI SEKOLAH
Penulis: Penulis:
y NOVAN ARDY WIYANI
Penerbit :
PEDAGOGIA
Jl K M h
y Jl. Kenanga, Maguwoharjo,
Depok, Sleman Yogyakarta 55232 Telp 0274 4332394 4332397 y Telp. 0274-4332394, 4332397, Fax. 0274-4332395 y Email: redaksi@insanmadani com [email protected] y Website : www.insanmadani.com Tebal: 176 halaman
Daftar
Daftar Isi
Isi
Kata Pengantar Daftar Isi
Bab 1 KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER
BAB 4 KOMPONEN GURU (KOMITMEN GURU DALAM PENDIDIKAN KARAKTER)
A. Peran Guru dalam Pelaksanaan Pendidikan Karakter di
sekolah
A. Latar Belakang Pendidikan Karakter B. Target Pendidikan Karakter
C. Pengaruh Pendidikan Karakter D. Landasan Pendidikan Karakter
B. Wujud Komitmen Guru dalam Pelaksanaan Pendidikan
Karakter di Sekolah
BAB 5 KOMPONEN KURIKULUM (RACIKAN KURIKULUM PENDIDIKAN KARAKTER)
E. Pendekatan Pendidikan Karakter
Bab 2 SEKOLAH SEBAGAI ENTITAS STRATEGIS DALAM IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER
A Tanggung Jawab dan Kewajiban sekolah
A. Kurikulum Pendidikan Karakter
B. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Karakter
BAB 6 KOMPONEN PEMBIAYAAN (PEMBIAYAAN YANG BERPIHAK PADA
A. Tanggung Jawab dan Kewajiban sekolah
B. Sekolah di era Teknologi Informasi dan Komunikasi C. Sekolah sebagai Wahana Pendidikan Karakter
Bab 3 KONSEP MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH
PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER)
A. Pengertian Pembiayaan Pendidikan Karakter B. Sumber Dana Pendidikan Karakter
C. Merencanakan Anggaran Pelaksanaan Pendidikan
KARAKTER DI SEKOLAH
A. Pengertian Manajemen Pendidikan Karakter
B. Fungsi dan Tujuan Manajemen Pendidikan Karakter di
Sekolah
C. Merencanakan Anggaran Pelaksanaan Pendidikan
Karakter di Sekolah
BAB 7 KOMPOSISI PENGELOLAAN (BUDAYA SEKOLAH BERBASISI PENDIDIKAN KARAKTER)
A. Pembiasaan Keteladanan C. Pilar-pilar Manajemen Pendidikan Karakter di Sekolah
D. Metode Manajemen Pendidikan Karakter di Sekolah E. Strategi Manajemen Pendidikan Karakter di Sekolah
B. Pembiasaan Spontan C. Pembiasaan Rutin D. Pengondisian
El B d S k l h B b P d d k K k
Bab
Bab II
Bab
Bab II
KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER
KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER
A. Latar Belakang Pendidikan Karakter
Salah satu upaya untuk memperbaiki kualitas
p y
p
sumber daya manusia adalah munculnya
gagasan pendidikan karakter dalam dunia
pendidikan di Indonesia. Gagasan yang muncul
karena proses pendidikan yang selama ini
dil k k
di il i b l
h
b h il
dilakukan dinilai belum sepenuhnya berhasil
dalam membangun manusia Indonesia yang
berkarakter atau bahkan bisa dikatakan
berkarakter atau bahkan bisa dikatakan
pendidikan Indonesia telah gagal dalam
membangun karakter bangsa.
B. Target Pendidikan Karakter
Beberapa masalah yang dihadapi bangsa
Indonesia ini antara lain:
1.
Kemiskinan dan Keterbelakangan
2Konfik SARA
2.
Konfik SARA
3.
Budaya Pembodohan oleh Televisi
K
i
ki
l
4.
Korupsi yang semakin meluas
5.Kerusakan alam
C. Pengaruh Pendidikan Karakterg
Buku yang disusun oleh Joseph Zins, dkk tersebut menegaskan bahwa kecerdasan emosional, yang g , y g
didalamnya terkait erat dengan pendidikan karakter, ternyata berpengaruh sangat kuat dengan
keberhasilan belajar. Faktor-faktor tersebut ternyata bukan terletak pada kecerdasan intelektual,
melainkan pada karakter sebagai berikut:
1. Rasa percaya diri
2. Kemampuan bekerja sama 3. Kemampuan bergaulp g
4. Kemampuan berempati
5 Kemampuan berkomunikasi 5. Kemampuan berkomunikasi
D. Landasan Pendidikan Karakter
1.
Landasan filsafat manusia
2Landasan filsafat Pancasila
2.Landasan filsafat Pancasila
3.
Landasan filsafat pendidikan umum
L d
li i
4.Landasan religius
5.Landasan sosiologi
6.Landasan psikologis
7.Landasan teoretik
7.Landasan teoretik
E. Pendekatan Pendidikan Karakter
1 P d k t K h if d l P didik K kt
1. Pendekatan Komprehensif dalam Pendidikan Karakter
Istilah komprehensif yang digunakan dalam pendidikan karakter mencakup beberapa aspek.
karakter mencakup beberapa aspek.
Pertama, isinya harus komprehensif, meliputi semua
permasalahan yang berkaitan dengan pilihan nilai-nilai yang besifat pribadi sampai pertanyaan-pertanyaan mengenai etika secara umum.
Kedua metodenya harus komprehensif Kedua, metodenya harus komprehensif.
Ketiga, pendidikan karakter hendaknya terjadi dalam
keseluruhan proses pendidikan di kelas, kegiatanp p , g ekstrakulikuler, proses bimbingan dan penyuluhan, upacara-upacara pemberian penghargaan, dan semua aspek kehidupan
aspek kehidupan.
Keempat, pendidikan karakter hendaknya terjadi
melalui kehidupan dalam masyarakat. melalui kehidupan dalam masyarakat.
2. Pembelajaran terintegrasi
P b l j i i b ik l
Pembelajaran terintegrasi memberikan pengalaman yang bermakna kepada peserta didik, karena mereka memahami konsep-konsep, keterampilan-p p, p
keterampilan dan nilai-nilai yang mereka pelajari dengan menghubungkannya dengan konsep dan keterampilan lain yang sudah mereka pahami keterampilan lain yang sudah mereka pahami.
Ada berbagai model pembelajaran terpadu, tiga di antaranya adalah model terhubung (connected), y g ( ) model jaring laba-laba (webbed), dan model
terintegrasi (integrated).
3 Pengembangan Kultur Sekolah 3. Pengembangan Kultur Sekolah
Menciptakan kultur yangbermoral perlu diupayakan lingkungan sosial yang dapat mendorong subjekg g y g p g j
didik memiliki moralitas yangbaik/karakter yang terpuji.
Bab
Bab II
Bab
Bab II
SEKOLAH SEBAGAI ENTITAS STRATEGI DALAM
SEKOLAH SEBAGAI ENTITAS STRATEGI DALAM
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER
A.
Tanggung Jawab dan Kewajiban sekolah
S k l h b
j
b
k
Sekolah bertanggung jawab menanamkan
pengetahuan-pengetahuan baru yang
reformatif dan transformatif dalam
reformatif dan transformatif dalam
membangun bangsa yang maju dan berkualitas.
Sekolah juga bertanggung jawab
Sekolah juga bertanggung jawab
mentransformasikan nilai-nilai luhur kepada
siswa. Dengan demikian peran sekolah sangat
g
p
g
besar dalam menentukan arah dan orientasi
bangsa ke depan.
B. Sekolah di Era Teknologi Informasi dan Komunikasi
1 Fenomena Masyarakat Informasi 1. Fenomena Masyarakat Informasi
Dalam era informasi, eksistensi keluarga sebagai bagian dari masyarakat juga memberikan implikasi penting
b i i b didik M R i l h d
bagi sistem baru pendidikan. Menurut Reigeluth dan Garfinkel, model karakteristik masyarakat informasi tersebut antara lain:
Tujuan dan model berkisar pada proses
pengorganisasian iptek mengenai informasi dan pengembangan pengetahuan.
pengembangan pengetahuan.
Dasar kekuatannya adalah perluasan kekuatan kognitif
dengan teknologi tinggi.
P di d l h b fiki i ik l
Paradigmanya adalah berfikir sistematik, munculnya
hubungan sebab akibat (causality), kompleksitas yang dinamis, orientasi ekologi.
Berkembangnya teknologi; proses pengumpulan,
i
i
i
i f
i
pengorganisasian, penyimpanan informasi,
jaringan komunikasi, sistem perencanaan dan
rancangan.
Komoditi pokok
Pola konsumsi lebih kecil dan lebih efisien.
Karakteristik organisasi; terpadu, sinergi,
g
;
p
,
g ,
2. Tantangan dan Peluang Sekolah di era teknologi
D i
ki
l b l k
i i
Dunia semakin mengglobal sekarang ini,
bergerak dan berubah semakin cepat dan
kompetitif Pemanfaatan komputer internet atau
kompetitif. Pemanfaatan komputer, internet, atau
multimedia untuk pendidikan harus sudah
dimulai sejak dari sekolah dasar. Namun dibalik
u a seja
a se o a
asa . a u
ba
kemajuan tersebut, terdapat beberapa tantangan.
Bagaimanapun majunya teknologi informasi dan
komunikasi, teknologi tersebut tidak dapat
menggantikan peran guru dalam pendidikan.
P
i
b h
bi
Peran strategis guru tersebut harus bisa
dimanfaatkan dengan optimal untuk
meminialisasi efek negatif yang ada
meminialisasi efek negatif yang ada.
C. Sekolah sebagai Wahana Pendidikan karakter
Di sekolah berlangsung proses transformasi nilai-nilai Di sekolah, berlangsung proses transformasi nilai nilai
luhur melalui pendidikan karakter. Pendidikan karakter merupakan kata kunci dari proses transformasi nilai nilai luhur di sekolah Fungsi transformasi nilai-nilai luhur di sekolah. Fungsi
transformasi nilai-nilai luhur yang dilaksanakan oleh sekolah mencakup lima dimensi, yaitu:
1. Pendidikan tidak hanya mencakup pengetahuan
dan keterampilan semata tetapi juga sikap, nilai, dan kepekaan pribadi
dan kepekaan pribadi.
2. Peran seleksi sosial (mencakup tidak hanya
pemberian sertifikat, tetapi juga melakukan seleksi
p p j g
terhadap peluang kerja).
3. Fungsi indoktrinasi
F i lih k
4. Fungsi pemeliharaan anak 5. Aktivitas kemasyarakatan.
Bab
Bab III
III
Bab
Bab III
III
KONSEP MANAJEMEN PENDIDIKAN
KONSEP MANAJEMEN PENDIDIKAN
KARAKTER DI SEKOLAH
KARAKTER DI SEKOLAH
KARAKTER DI SEKOLAH
KARAKTER DI SEKOLAH
A.
Pengertian manajemen Pendidikan Karakter
g
j
1.Pengertian Manajemen Pendidikan
Kata manajemen berasal dari bahasa Inggris
Kata manajemen berasal dari bahasa Inggris,
yaitu management dari kata kerja to manage,
diartikan secara umum sebagai mengurusi
diartikan secara umum sebagai mengurusi,
mengelola.
Menurut Wikipedia, kata manajement berasal dari bahasa
Perancis kuno, yaitu management, yang artinya melaksanakany g y g y dan mengatur.
2. Pengertian Pendidikan Karakter
Dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia karakter diartikan Dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, karakter diartikan sebagai sifat-sifat kejiwaan, tabiat, watak, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan orang lain. Pendidikan karakter dalam setting sekolah merupakan Pendidikan karakter dalam setting sekolah merupakan pembelajaran yang mengarah pada penguatan dan
pengembangan perilaku anak secara utuh yang didasarkan pada suatu nilai tertentu yang dirujuk oleh sekolah Definisi pada suatu nilai tertentu yang dirujuk oleh sekolah. Definisi ini mengandung makna:
Pendidikan karakter adalah pendidikan yang terintegrasi
dengan pembelajaran yang terjadi pada semua mata pelajaran dengan pembelajaran yang terjadi pada semua mata pelajaran. Pendidikan karakter diarahkan pada pengembangan perilaku
anak secara utuh.
P d b il k d l didik
Penguatan dan pengembangan perilaku dalam pendidikan karakter didasari oleh nilai yang dirujuk sekolah.
3. Pengertian Manajemen Pendidikan Karakter
M j didik k k d l h i
Manajemen pendidikan karakter adalah strategi yang diterapkan dalam pengembangan pendidikan
karakter yang diselenggarakan dengan hasrat dan karakter yang diselenggarakan dengan hasrat dan niat untuk mengejawantahkan ajaran dan nilai-nilai luhur untuk mewujudkan misi sosial sekolah melalui kegiatan manajemen.
Komponen-komponen yang terdapat dalam j didik k k di k l h
manajemen pendidikan karakter di sekolah antara lain: Komponen kurikulum Komponen kurikulum Komponen pengelolaan Komponen pembiayaanp p y Komponen guru Komponen siswa
B. Fungsi dan Tujuan Manajemen Pendidikan Karakter di Sekolah
1. Fungsi Manajemen Pendidikan
Unsur-unsur manajemen dapat dibagi menjadi 10 b bagian, yaitu: Forecasting Planning Planning Organizing
Staffing atau Assembling Resources Staffing atau Assembling Resources Directing/Commanding Leading Leading Coordinating Motivatingg Controlling Reporting
2. Tujuan Pendidikan Karakter
S i l j didik k k di
Secara operasional, tujuan pendidikan karakter di sekolah adalah sebagai berikut:
Menguatkan dan mengembangkan nilai nilai Menguatkan dan mengembangkan nilai-nilai
kehidupan yang dianggap penting dan perlu sehingga menjadi kepribadian kepemilikan peserta didik yang j p p p y g khas sebagaimana nilai-nilai yang dikembangkan.
Mengoreksi perilaku peserta didik yang tidakg p p y g
bersesuaian dengan nilai-nilai yang dikembangkan oleh sekolah.
M b k k h d k l
Membangun koneksi yang harmoni dengan keluarga
dan masyarakat dalam memerankan tanggung jawab karakter bersama
Tujuan pertama pendidikan karakter adalah
memfasilitasi penguatan dan pengembangan
memfasilitasi penguatan dan pengembangan
nilai-nilai tertentu sehingga terwujud dalam
perilaku anak, baik ketika proses sekolah
perilaku anak, baik ketika proses sekolah
maupun setelah proses sekolah (lulus sekolah).
Tujuan kedua pendidikan karakter di sekolah
ujua
e ua pe
a
a a te
se o a
adalah mengoreksi perilaku peserta didik yang
tidak bersesuaian dengan nilai-nilai yang
dikembangkan sekolah.
Tujuan ketiga dalam pendidikan karakter setting
sekolah adalah membangun koneksi yang
harmoni dengan keluarga dan masyarakat
d
k
t
j
b
didik
dengan memerankan tanggung jawab pendidikan
karakter secara bersama.
3. Fungsi dan Tujuan Manajemen Pendidikan
Karakter
•
Perencanaan
Perencanaan manajemen pendidikan karakter
mempunyai 2 fungsi, yaitu:
p y
g , y
1. Forecasting
2 Planning
2. Planning
3. Pengawasan
4. Pembinaan
C. Pilar-pilar Manajemen Pendidikan Karakter di Sekolah 1 Pilar-pilar Manajemen Pendidikan
1. Pilar pilar Manajemen Pendidikan Division of work
Autority and responsibility Discipline
Unity of command Unity of direction Unity of direction
Subordination of individual interest to general interest Remuneration of personnel Centralization Scalar chain Order Order Equity
Stability of tonure of personnel Initiative
2. Pilar-pilar Pendidikan Karakter
Heritage Foundation merumuskan sembilan
karakter dasar yang menjadi tujuan pendidikan
k
kt K
bil
k
kt t
b t d l h
karakter. Kesembilan karakter tersebut adalah:
Cinta kepada Tuhan dan semesta beserta isinya.
Tanggung jawab disiplin dan mandiri
Tanggung jawab, disiplin, dan mandiri.
Jujur
Hormat dan santun
Hormat dan santun
Kasih sayang, peduli, dan kerja sama.
Percaya diri, kreatif, kerja keras, dan pantang
Percaya diri, kreatif, kerja keras, dan pantang menyerah.
Keadilan dan kepemimpinan.
Baik dan rendah hati.
Sedangkan enam pilar karakter berdasarkan The
six Pillar of Character yang dikeluarkan oleh
Character Counts Coalition (A Project of The Joseph
Institute of Ethics) adalah sebagai berikut:
Trustworthiness
Fairness
Caring
Caring
Respect
Ci i
hi
Citizenship
Responsibility
Ari Ginanjar dengan teori ESQ menyodorkan
pemikiran bahwa setiap karakter positif
sesungguhnya akan merujuk pada sifat-sifat
mulia Allah swt., yaitu Asmaul Husna.
Jujur
Tanggung jawab
Disiplin
Disiplin
Visioner
Adil
Adil
Peduli
Kerja sama
3. Pilar-pilar Manajemen Pendidikan Karakter K l k l h d l h l d A l d
Kepala sekolah adalah leader. Agar peran leader sekaligus sebagai manajer dapat dimainkan secara maksimal maka kepala sekolah dan guru harus maksimal, maka kepala sekolah dan guru harus memainkan pilar-pilar manajemen di bawah ini:
Cinta kepada Tuhan, warga sekolah, dan masyarakat.p , g , y Visioner, inisiatif, kreatif, adil dan tulus dalam
bekerja.j
Kerja keras, pantang menyerah dan tanggung jawab
dalam bekerja.
Mendahulukan kepentingan sekolah di atas
kepentingan pribadi
D l l d b k
Disiplin, toleran dan mampu bekerja sama.
D. Metode Manajemen Pendidikan Karakter di S k l h
Sekolah
1. Metode Manajemen Pendidikan
Kepala sekolah dan guru bekerja me-manage sekolah dengan 7 metode di bawah ini:
Tidak sembarangan dalam bekerja Komitmen secara efektif dan efisien. Sungguh-sungguh dan teliti.
Memiliki dinamika yang tinggi. Memiliki dinamika yang tinggi.
Berkomitmen terhadap masa depan.
Memiliki kepekaan terhadap perkembangan Memiliki kepekaan terhadap perkembangan
masyarakat, ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
Bersikap istiqomah Bersikap istiqomah
2. Metode Pendidikan Karakter di Sekolah
Untuk mencapai pertumbuhan dalam pendidikan
karakter perlu dipertimbangkan berbagai
macam metode. Paling tidak ada lima unsur yang
perlu dipertimbangkan.
Mengajarkan
Keteladanan
Keteladanan
Menentukan prioritas
P k i
i i
Praksis prioritas
Refleksi
3. Metode Manajemen Pendidikan Karakter
Metode manajemen pendidikan karakter harus Metode manajemen pendidikan karakter harus
bertolak dari dunia empiris sebagaimana terwujud dalam fenomena dari dunia empiris sebagaimana
d d l f k k d l k
terwujud dalam fenomena praktik dan pelaksanaan operasional manajemen pendidikan karakter pada komponen kurikulum, pengelolaan, pembiayaan, p , p g , p y , guru dan siswa.
a. Metode deduksi
Metode deduksi dimulai dari menentukan nilai-nilai luhur(menentukan praksis prioritas)
kemudian mengajarkannya kepada peserta didik. kemudian mengajarkannya kepada peserta didik.
b. Metode induksi konsultasi
Metode induksi konsultasi dilakukan dengan carag kepala sekolah dan guru memberikan motivasi
kepada peserta didik untukmelaksanakan nilai-nilai luhur
E. Strategi Manajemen Pendidikan Karakter di Sekolah Penerapan pendidikan karakter di sekolah dapat
ditempuh melalui empat alternatif strategi secara d
terpadu.
1. Mengintegrasi konten pendidikan karakter yang
telah dirumuskan ke dalam seluruh mata pelajaran
2. Mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam
kegiatan sehari-hari di sekolah.
3. Mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam
kegiatan yang diprogramkan atau direncanakan.
4. Membangun komunikasi dan kerja sama antara
Bab
Bab IV
IV
KOMPONEN GURU (KOMITMEN GURU
KOMPONEN GURU (KOMITMEN GURU
KOMPONEN GURU (KOMITMEN GURU
KOMPONEN GURU (KOMITMEN GURU
DALAM PENDIDIKAN KARAKTER)
DALAM PENDIDIKAN KARAKTER)
A. Peran Guru dalam Pelaksanaan Pendidikan Karakter diSekolah
Peran diartikan sebagai perangkat tingkah atau sikap yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan di
diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan di masyarakat.
Sehubungan dengan peran sebagai pembimbing seorang guru harus:
guru harus:
1. Mengumpulkan data tentang siswa.
2. Mengamati tingkah laku siswadalam situasi sehari-hari. 3. Mengenal para siswa yang memerlukan bentuan khusus. 4. Mengadakan pertemuan atau hubungan dengan orang tua
siswa, baik secara individu maupun secara kelompok, untukp p memperoleh saling pengertian tentang pendidikan anak. 5. Bekerja sama dengan masyarakat dan lembaga-lembaga
6.
Membuat catatan pribadi siswa serta
menyiapkannya dengan baik.
7.
Menyelenggarakan bimbingan kelompok atau
individu.
8.
Bekerja sama dengan petugas-petugas
j
g
p
g p
g
bimbingan lainnya untuk membantu
memecahkan masalah siswa.
9.
Menyusun program bimbingan sekolah
bersama-sama dengan petugas bimbingan
bersama sama dengan petugas bimbingan
lainnya.
10
Meneliti kemajuan siswa baik di sekolah
10.Meneliti kemajuan siswa, baik di sekolah
Peran guru dalam pelaksanaan pendidikan
karakter di seklah antara lain:
1.
Keteladanan
2.Inspirator
3Motivator
3.Motivator
4.Dinamisator
E l
5.Evaluator
B. Wujud Komitmen Guru dalam Pelaksanaan P didik K k di S k l h
Pendidikan Karakter di Sekolah
Perwujudan komitmen guru dalam pelaksanaan d d k k k d k l h l
pendidikan karakter di sekolah antara lain:
1. Melaksanakan sosialisasi pendidikan karakter dan
melakukan komitmen bersama antara seluruh komponen warga sekolah (tenaga pendidik dan k didik t k it k l h)
kependidikan serta komite sekolah).
2. Membuat komitmen dengan semua stakeholders
( l h k l h t i k it (seluruh warga sekolah, orang tua siswa, komite, dan tokoh masyarakat setempat) untuk
mendukung pelaksanaan pendidikan karakter mendukung pelaksanaan pendidikan karakter.
3. Melakukan analisis konteks terhadap kondisi
sekolah (internal dan eksternal) sekolah (internal dan eksternal).
4. Menyusun rencana aksi sekolah berkaitan
dengan penetapan nilai-nilai pendidikan karakter.
5. Membuat perencanaan dan program
pelaksanaan pendidikan karakter.
6. Melakukan pengondisian seperti:
p g
p
Penyediaan sarana Keteladanan
Keteladanan
Penghargaan dan pemberdayaan
7 Melakukan penilaian keberhasilan dan supervisi
7. Melakukan penilaian keberhasilan dan supervisi
Bab
Bab V
V
Bab
Bab V
V
KOMPONEN KURIKULUM (RACIKAN
KOMPONEN KURIKULUM (RACIKAN
KURIKULUM PENDIDIKAN KARAKTER)
KURIKULUM PENDIDIKAN KARAKTER)
KURIKULUM PENDIDIKAN KARAKTER)
KURIKULUM PENDIDIKAN KARAKTER)
A.Kurikulum Pendidikan Karakter
Kurikulum merupakan ruh sekaligus guide dalam
praktik pendidikan di lingkungan satuan sekolah.
Karenanya, kurikulum yang dirancang harus
mencerminkan visi, misi dan tujuan sekolah yang
berkomitmen terhadap pendidikan karakter.
B. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Karakter Nil i il i b k k b b d i Nilai-nilai pembangunan karakter bersumber dari agama, Pancasila, budaya, dan tujuan pendidikan nasional nasional. 1. Agama 2 Pancasila 2. Pancasila 3. Budaya
4 Tujuan Pendidikan Nasional 4. Tujuan Pendidikan Nasional
Kemudian, nilai-nilai luhur minimal yang harus dikembangkan antara lain:
dikembangkan antara lain:
1. Tangguh 2. Jujur 2. Jujur 3. Cerdas 4. Peduli 4. Peduli