Risdang
11
Ketua Komisi A DPRD Ka-bupaten Gresik, Jumanto,SE. MM menegaskan Kabupaten Gresik harus menggalakkan sistem per-lindungan satuan masyarakat, dengan cara memperhatikan kesejahteraan Linmas, dan meng-anggarkannya dalam APBD,
minimal untuk seragam. Dengen begitu bisa tercipta adanya koordi-nasi yang baik antara pihak peme-rintahan dan masyarakat sehingga mewujudkan ketentrantraman dan rasa nyaman di lingkungan.
Terkait dengan perumahan atau rumah susun, Jumanro
mengatakan rumah susun pada era global ini benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat. Untuk itu kabupaten Gresik harus membuat aturan yang ketat terhadap penyelenggara rumah susun agar penghuni/warga yang tinggal di rusun merasa nyaman. (*)
I. Dasar :
Surat Perintah Ketua DPRD Kab. Gresik
Tanggal 3 Pebruari 2015, Nomor : 090/ 45/437.43/SP/2015. II. Maksud dan Tujuan:
Melakukan Kunjungan Kerja ke Kantor Pemerintah Kota Batu. III. Waktu Pelaksanaan:
04 Pebruari 2015.
IV. Nama Yang Ditugaskan: Komisi A DPRD Kab. Gresik V. Daerah Tujuan/Instansi:
Kantor Pemerintah Kota Batu. VI. Hadir dalam Pertemuan: - Asisten I bagian pemerintahan
Kota Batu.
- Satpol PP dan Perijinan Kota Batu. - Komisi A DPRD Kab. Gresik VII. Petunjuk Arahan:
- Melakukan kunjungan kerja Komisi A, serta untuk mendapatkan informasi sebagai bahan kajian untuk kebijakan pemeritahan dimasa yang akan datang.
Pemerintahan dan DPRD Kabupaten Malang menjadi acuan
pembenahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) di secretariat
DPRD, maupun Pemerintah Kabupaten Gresik khususnya Satpol PP.
B
ERDASARKANPerda Nomor 7 tahun 2011 tentang
perubahan atas perda nomor 1 tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah, Sekretariat DPRD
membawahi: a. Bagian Perundang-undangan; b. Bagian Rapat; c. Bagian Umum; d. Bagian Keuangan. Selanjutnya dirubah lagi menjadi 4 bagian yaitu a.Bagian Umum, b. Bagian Keuangan, c.Bagian Risalah dan Perundang-undangan, d.Bagian
Kunjungan
Risdang
13
humas dan Dokumentasi. Dengan penambahan bagian tersebut otomatis menambah anggaran karena pejabat eselon bertambah. Sedangkan untuk personil bisa memanfaatkan personil yang ada mengingat pada saat ini terjadi keterbatasan jumlah PNS dilingkungan kabupaten/kota. Untuk SOTK satpol PP dituangkan dalam perda nomor 11 tahun 2012 yaitu tentang perubahan atas Perda No. 5 tahun 2008 tentang Organisasi Satuan Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat.
Penyelenggaraan Reklame Berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, Pemkab mempunyai kewenangan untuk melakukan penataan reklame yang meliputi kebijakan perencanaan, pengaturan, pengawasan, pengendalian dan penertiban.
Dengan amanat UU ini maka Pemkab Malang membuat perda No 5 tahun 2011 tentang
Penyelenggaraan Reklame. Perda tersebut menjadi pintu masuk pendapatan dari penyelenggaraan reklame.
Dalam hal penyelenggaran reklame, penyelenggara reklame meliputi : a.pemilik reklame atau produk; b.perusahaan jasa periklanan atau biro reklame. Penyelenggaraan reklame harus memenuhi persyaratan
keindahan,kepribadian dan budaya bangsa serta tidak boleh
bertentangan dengan norma keagamaan, kesopanan, ketertiban, keamanan, kesusilaan,serta harus sesuai dengan rencana tata ruang kota/jalan.
Penyelenggara reklame wajib memperbaiki kembali taman, ruang terbuka hijau, bangunan dan lingkungan disekitar tempat
Adapun kewajiban penyelenggara reklame wajib :
a. Melaksanakan pembangunan konstruksi reklame paling lambat 30 (tiga puluh) hari kalender sejak ditetapkannya izin,
b. Memasang plat izin atau stempel masa berlaku izin, stiker lunas pajak reklame dan ukuran bidang reklame yang dapat terlihat jelas oleh umum, c. Membongkar dengan beban
sendiri, bangunan reklame dan penunjangnya paling lambat dalam waktu 7 (tujuh) hari setelah berakhirnya masa atau dicabutnya izin penyelenggaraan reklame. d. Menanggung segala akibat jika penyelenggaraan meneimbulkan keugian di pihak lain,
e. Membayar biaya jaminan bongkar. Untuk biaya jaminan bongkar ini, ada rekening tersendiri yang menyimpan, sehingga kalau akan diambil sewaktu waktu oleh penyelenggara reklame akan mudah.
pemasangan reklame, apabila ternyata pemasangan reklame dimaksud mengakibatkan
kerusakan. Hak Pengelolaan Titik Lokasi Reklame yang selanjutnya disingkat HP-TLR adalah hak yang diberikan Pemerintah Daerah kepada pihak ketiga untuk mengelola lokasi titik reklame pada sarana/prasarana kota dalam jangka waktu tertentu yang dituangkan dalam perikatan/ijin pengelolaan titik reklame.
Ketua Komisi A Jumanto SE, MM mengatakan Kabupaten Gresik harus membuat perda Penyelenggaraan reklame untuk menata keberadaan reklame. Selain itu juga agar Pemda men-dapatkan pemasukan yang besar dari Pajak Reklame. Untuk SOTK Sekretariat DPRD, sebaiknya kabupaten Gresik melakukan perubahan dari 3 bidang menjadi 4 bidang, ini dilakukan untuk
Kunjungan
Risdang
15
K
UNJUNGAN kerja ini terkait dengan studi aturan dalam pengelolaan usaha pertambangan batuan. Selaras dengan kondisi Kabupaten Gresik yang memiliki potensi kekayaan alam berupatambang batuan.
Perlunya aturan karena bahan tambang merupakan kekayaan alam yang tak terbarukan, untuk itu perlu adanya pengaturan dalam pengelolaannya sehingga cadangan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dan bijaksana
dengan berpedoman pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Menyusul diterbitkannya UU Nomor 9 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara, wilayah pertambangan sebagai bagian dari tata ruang nasional merupakan landasan bagi kegiatan pertambangan. Bupati gianyar menetapkan Wilayah Pertambangan Rakyat dan WIUP
Komisi A DPRD Kabupaten Gresik pada 27 Februari
2015, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten
Gianyar Propinsi Bali.
Ijin Pertambangan dapat diberikan kepada:
a. Perseorangan b. Kelompok Masyarakat c. Koperasi
Kegiatan Pertambangan rakyat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Kedalaman sumur dan terowongan paling dalam 25 meter.
b. Dapat menggunakan
pompa-(wilayah ijin usaha pertambangan) yang menjadi kewenangannya dan merupakan bagian dari Wilayah Pertambanngan. WIUP merupakan wilayah administratif Kabupaten Gianyar yang ditetapkan dengan keputusan Bupati.
Setiap orang atau badan usaha yang akan melakukan usaha pertambangan mendapatkan ijin bupati. Ijin yang diberikan berupa Ijin Usaha Pertambangan (IUP) dan IPR. Utuk mendapatkan IUP dan IPR harus mendapatkan WIUP dan WPR dan tidak dapat dipidah angankan atau dialih kepada orang lain.
Pemegang IUP Eksplorasi batuan diberi WIUP dengan luas paling banyak 5000 (lima ribu hektar).
Pada wilayah yang telah diberikan IUP Eksplorasi batuan dapat diberikan ke pihak lain untuk mengusahakan mineral lain yang keterdapatannya berbeda.
Kunjungan
Risdang
17
tahun sekali.
- IUI harus dimiliki pengusaha dengan nilai investasi sebesar Rp 200 juta, bukan termasuk asset tanah dan bangunan, sedangkan TDI harus dimiliki dengan nilai investasi sebesar Rp 5 juta hingga 200 juta. - Perusahaan Industri yang telah
memperoleh IUI, dalam jangka waktu paling lama 3 bulan, terhitung sejak diterbitkan IUI wajib mendaftarkan perusahaan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Ketua Komisi A DPRD
Kabupaten Gresik Jumanto, SE. Berakhirnya izin usaha
pertambangan karena dikembalikan, Dicabut, masa berlakunya habis
Dalam rangka pembinaan pengawasan pelaksanaan
pengelolaan pertambangan maka harus dibentuk Tim Pembina dan pengoperasional yang diatur dengan peraturan Bupati. Pengawasan dilakukan minimal satu kali dalam tiga bulan.
Untuk menjegah terjadinya kerusakan lingkungan akibat usaha pertambangan pengusaha pertambangan harus melakukan studi kelayakan.
Tata cara Study kelayakan dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan. b. Izin Usaha Industri . - Kegiatan usaha Industri
merupakan salah satu
kehidupan dalam perekonomian yang berperan penting dalam kehidupan pelaksanaan otonomi daerah sehingga perlu adanya landasan hukum yang lebih kuat.
- Setiap orang atau badan hukum yang melakukan usaha industry harus memiliki IUI atau Tanda Daftar Industri dari Bupati. - IUI dan TDI berlaku selama menjalankan usahanya dan wajib di daftarkan ulang setiap 5
MM mengatakan berkaca pada Kabupaten Gianyar, Kabupaten Gresik perlu membuat perda ijin usaha industri untuk menata keberadaan indutri yang berada di Kabupaten Gresik, sehingga Industri tetap tumbuh dengan baik di Kabupaten Gresik dan
masyarakat juga hidup dengan nyaman tanpa terganggunya polusi dan kebisingan industri.
Pengawasan terhadap industri harus dilakukan secara berkala, sehingga industri tidak melanggar ketentuan –ketentuan yang telah ditetapkan saat perusahaan tersebut berdiri. (*)
Kabupaten Semarang terdiri dari 27 kelurahan dan 208 Desa. Seiring
berubahnya UU tentang Desa yaitu Undang-Undang Nomor 6 tahun
2014 tentang Desa, maka pada 2015 pihak Pemda mengajukan 5
prolegda.
Y
AITU ranperdaKunjungan
Risdang
19
diri dalam pemilihan kepala desa diberi cuti terhitung sejak yang bersangkutan terdaftar sebagai bakal calon kepala desa sampai dengan selesainya pelaksanaan penetapan calon terpilih. Bakal Calon Kepala Desa dari perangkat desa tersebut wajib mengajukan cuti kepada kepala desa terhitung 7 hari kerja sebelum pembukaan pendaftaran.
B.Pedoman Tata Cara Pembentukan dan
Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa .
Dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat dan desa, pemerintah desa dapat mendirikan atau membentuk BUMDes sesuai dengan kebutuhan dan potensi Desa. Sebagai petunjuk pelaksanaan BUMDes pihak pemerintah membuat perda nomor 7 tahun 2012 tentang Pedoman Tata Cara Pembentukan dan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa.
Pembentukan BUMDes
ditetapkan dengan Peraturan Desa berpedoman pada ketentuan Peraturan Perundang-undangan. Sedangkan pembubaran BUMDes ditetapkan dengan Peraturan Desa dengan berpedoman ketentuan Perundang-undangan yang berlaku dan AD/ART.
adalah simpan Pinjam. -Modal BUMDes berasal dari
Pemerintah desa. Tabungan masyarakat. Bantuan
dan pemerintah kabupaten. Pinjaman. Kerjasama dengan pihak lain.
- Organisasi pengelolaan BUMDes terpisah dari Organisasi
pemerintah desa.
- Organisasi pengelolaan BUMDes paling sedikit terdiri atas
penasihat atau komisaris dan pelaksana operasional atau direksi.
Komisaris dijabat oleh kepala desa, sedangkan direksi harus terdiri dari direktur/manager dan kepala unit usaha. Komisaris/ penasehat bertanggung jawab kepada BPD. Masa jabatan komisaris adalah sesuai dengan jabatan kepala desa selama menjabat.
Tugas direksi adalah menyusun perencanaan, melaksanakan, mengkoordinasikan dan mengawasi seluruh kegiatan operasional BUMDes. BUMDes dapat melakukan kerjasama usaha antar 2 desa atau lebih dan dengan pihak ketiga. Kerjasama tersebut dilakukan dalam satu kecamatan atau antar kecamatan dalam satu kabupaten, dengan catatan kerjasama tersebut harus mendapat persetujuan masing-masing pemerintahan desa. Kerjasama usaha desa dibuat dalam naskah perjanjian kerjasama, dan perjanjian kerjasam tersebut paling sedikit memuat subyek dan obyek
kerjasama, jangka waktu, hak dan kewajiban, pendanaan, keadaan
tidak sesuai dengan UU dan peraturan pemerintah yang baru.
Sebagaimana di Kabupaten Semarang sebaiknya pemerintah Kabupaten Gresik juga
menggalakkan adanya BUMDes , karena dengan adanya BUMDes
dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat desa untuk lebih baik. Dengan adanya BUMDes juga aset aset desa dapat dikelola dan dikembangkan dengan baik sehingga dapat menambah penghasilan desa.
Kunjungan