arsitektur asia tenggara

21 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

G

EOGRAFI

Posisi dan letak geografis kawasan Asia Tenggara dapat digunakan untuk meninjau letak Asia Tenggara. Asia Tenggara adalah suatu kawasan yang terletak di sebelah tenggara Benua Asia. Luas wilayah daratan dari Asia Tenggara sekitar 4.817.000 km2, sedangkan perairan laut Asia Tenggara sekitar 5.060.100 km2. Kawasan Asia Tenggara terdiri atas beberapa negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam, Myanmar, Laos, Kampuchea, dan Vietnam. Kadang kala, negara Timor Leste (dahulu salah satu provinsi di Indonesia) dianggap masuk kawasan Asia Tenggara. Negara terbesar di kawasan Asia Tenggara adalah Indonesia (luas daratan > 1,8 juta km2), sedangkan negara terkecil adalah Singapura (luas wilayah < 700 km2). Negara yang berada di daratan Asia, yaitu Thailand, Myanmar, Kampuchea, Laos, dan

Vietnam. Negara yang berada di kepulauan atau pulau, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Brunei Darussalam. Kawasan Asia Tenggara terbentuk oleh dataran tinggi dan dataran rendah.

Berdasarkan garis lintang dan bujur, Asia Tenggara berada pada posisi 28°LU– 11°LS dan 93°BT–141°BT. Kawasan Asia Tenggara dilewati oleh garis khatulistiwa (ekuator) dan garis balik utara. Posisi geografis Asia Tenggara tersebut memengaruhi iklim dan kegiatan ekonomi penduduk. Negara yang terletak paling utara di Asia Tenggara adalah Myanmar, sedangkan yang terletak paling selatan adalah Indonesia. Negara paling barat di Asia Tenggara adalah juga Myanmar dan paling timur adalah juga Indonesia.

Letak geografis adalah letak suatu kawasan jika dilihat di permukaan bumi sebenarnya atau ditinjau dari kawasan sekitarnya. Berdasarkan letak geografis, Asia Tenggara berada di antara Benua Australia dan daratan utama Benua Asia serta terletak diantara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Adapun batas-batas kawasan Asia Tenggara sebagai berikut.

1) Utara : Negara Cina.

2) Selatan : Negara Timor Leste, Benua Australia, dan Samudra Hindia. 3) Barat : Negara India, Bangladesh, dan Samudra Hindia.

4) Timur : Negara Papua Nugini dan Samudra Pasifik.

Kawasan Asia Tenggara sangat strategis karena letaknya berada di antara dua samudra. Kawasan ini menghubungkan negara-negara barat dan timur sehingga kawasan ini sangat menguntungkan bagi peningkatan kegiatan perdagangan dan pariwisata di kawasan Asia Tenggara.

(2)

Iklim

Menurut iklim matahari, sebagian besar wilayah negara-negara Asia Tenggara terletak pada iklim tropis, yaitu terletak antara garis balik (matahari) utara 23½O LU dan garis balik (matahari) selatan 23½O LS.

Secara umum, negara-negara Asia Tenggara beriklim monsun dengan ciri-ciri setengah tahun mengalami musim basah dan curah hujan tinggi, setengah tahun berikutnya mengalami musim kemarau (kering).

Temperatur rata-rata tinggi sepanjang tahun, antara 24OC – 28OC dengan perbedaan hari-hari terpanas dan terdingin tidak mencolok, yaitu ± 5OC.

Di daerah sekitar 20O LU terasa adanya perbedaan temperatur pada musim kemarau dan musim hujan. Namun, perbedaannya tidak mencolok.

Di daerah pegunungan terdapat daerah bertemperatur rendah hingga mencapai 9OC, di antaranya Thailand bagian utara, sedangkan daerah pegunungan di Indonesia ada yang mencapai titik beku dan bersalju abadi, misalnya Pegunungan Jayawijaya di Irian Jaya.

MATA

PENCAHARIAN

Kawasan Asia Tenggara merupakan kawasan pertanian yang penting. Lebih dari 50% penduduknya bermata pencaharian sebagai petani.

Sebagian besar penduduk di negara-negara Asia Tenggara bekerja di bidang pertanian, kecuali Malaysia (< 40%), serta Brunei Darussalam dan Singapura (<10%).

Meskipun sebagian besar petani hanya memiliki lahan sempit, tetapi bidang pertanian tetap diminati penduduk karena beberapa alasan berikut:

1) Hasil pertanian dijadikan sumber makanan. 2) Hasil pertanian dijadikan bahan mentah.

3) Hasil pertanian dapat diekspor sehingga meningkatkan pendapatan negara. 4) Sebagai lapangan pekerjaan keluarga.

Pertanian tanaman pangan banyak diusahakan penduduk Asia Tenggara. Iklim di kawasan ini sangat mendukung kegiatan pertanian. Tanaman padi dan perkebunan banyak ditanam di kawasan Asia Tenggara.

Penduduk Asia Tenggara juga banyak yang tinggal di dekat sungai dan danau, serta sepanjang pantai. Kegiatan penduduk di daerah tersebut umumnya sebagai nelayan atau peternak ikan.

Ikan merupakan sumber makanan berprotein penting bagi penduduk Asia Tenggara. Ada dua jenis perikanan di Asia Tenggara, yaitu perikanan darat dan perikanan laut.

Perikanan darat dilakukan di sungai, danau, kolam, dan sawah. Kegiatan perikanan darat di danau banyak dilakukan penduduk di Danau Tonle Sap, Kampuchea.

(3)

Perikanan laut dilakukan di laut bebas. Nelayan memiliki perahu penangkap ikan dengan jaring. Jaring jenis pukat harimau (trawl) boleh digunakan di beberapa negara Asia Tenggara seperti Thailand.

Ikan hasil tangkapan dan peternakan, seperti tuna dan udang galah dari Thailand, Filipina, dan Indonesia diekspor.

S

ejarah

Protosejarah

menunjukkan periode ketika sebuah kawasan tertentu belum menghasilkan catatan tertulisnya sendiri tetapi minimal sudah muncul dalam sumber-sumber asing. Informasi cukup terperinci tentang kawasan ini dapat ditemukan dalam sumber-sumber Cina sejak abad ke-3 dan ke-4. Prasasti dalam bahasa sansekerta dan bahasa-bahasa setempat muncul tidak lama kemudian. Kedua bahan ini menjadi sumber utama pengkajian sejarah kuno Asia Tenggara meski masing-masing memiliki masalah tersendiri. Tulisan para sejarawan Barat selama paruh pertama abad ke-20 untuk merekonstruksi narasi masa lalu Asia Tenggara sangat bergantung pada naskah-naskah Cina.

Para cendekiawan umumnya menerima pandangan Cina bahwa kawasan ini dipenuhi “kerajaan” dan “imperium” dengan berbagai ukuran, diperintah “dinasti” dan “birokrasi” turun-temurun serta kemungkinan memiliki pola yang sama dengan Kerajaan Pertengahan. Telah lama disadari bahwa sejarah kuno Asia Tenggara sangat dipengaruhi kebudayaan Cina(di Vietnam) dan India(di hampir semua tempat lainnya dikawasan ini). Bagi Coedes, narasi sejarah Asia Tenggara dimulai sejak kedatangan kebudayaan India. Setidaknya, terdapat dua konsekuensi penting dari perubahan ini.

Pertama, para sejarawan sekarang menekankan pada proses perubahan budaya secara bertahap yang bergerak dari masa prasejarah ke protosejarah. Kedua, aktivitas ekonomi yang menghubungkan kawasan Asia Tenggara dengan Samudera Hindia dan tempat lain selama beberapa abad sebelum dimulainya Indinisasi budaya semakin banyak diperhatikan. Diyakini bersama bahwa Asia Tenggara pada periode protosejarah identik dengan kesukuan.

Indianisasi

Pengaruh kebudayaan India tersebar luas di kawasan Asia Tenggara. Sebagian sejarawan lebih menyukai istilah “Sansekertanisasi” karena bukti kongkret paling awal adalah munculnya prasasti dalam bahasa Sansekerta di berbagai tempat di Asia Tenggara. Sebagian lainnya lebih menyukai istilah “Hindunisasi” karena fenomena ini juga ditandai dengan masuknya konsep dewa-dewa Hindu seperti Siwa, Wisnu, dan Brahma. Jadi, “Indianisasi” di India adalah proses interaksi sekaligus sinkretisme antara kepercayaan dan konsep local dengan kepercayaan dan konsep yang datang dari luar kawasan tertentu. Ini terbuti dengan beragamnya pengaruh seni dan bahasa yang ditemukan dalam artefak-artefak kuno kawasan ini. Upaya untuk menentukan titik akhir Indianisasi bahkan lebih sulit lagi, tetapi dapat diperkirakan bahwa pada akhir milennium pertama pengaruh Hindu dn Buddha secara langsung dari India sudah sangat berkurang. Indianisasi di Asia Tenggara maritime jauh lebih selektif. Jawa dan Bali adalah tempat yang paling terpapar kebudayaan India. Inti Indianisasi adalah penerimaan praktik-praktik agama India, baik berupa pemujaan

(4)

dewa-dewa Hindu ataupun Buddha. Persebaran agama-agama India disertai banyak unsur budaya lainnya.

Dari Protosejarah ke Sejarah Kuno

Ketika masyarakat-masyarakat berpemerintahan muncul untuk pertama kalinya pada abad-abad pertama Masehi, masyarakat tersebut pada dasarnya adalah versi lebih kecil dari kerajaan dan kekaisaran yang mendominasi kawasan pada millennium kedua. Sebagian besar informasi mengenai masyarakat berpemerintahan berasal dari catatan-catatan Cina dan prasasti-prasasti lokal. Fokus utamanya adalah apa yang sering disebut “raja dan pertempuran” dengan asumsi bahwa inilah aspek-aspek terpenting yang menjadi tulang punggung bagi narasi-narasi ini. Dinasti bangkit dan jatuh,monarki memerintah hingga wafat atau takhtanya digulingkn,perbatasan kerajaan dan imperium ini meluas atau menyempit melalui operasi militer, anekasi dan kehilangan wilayah. Bukannya tersebar dengan batasan pasti dan relative konsisten selama pergantian pemerintahan, kewenangan dan kendali pusat malah menguat dan melemah tergantung pada kekuataan dan karisma seorang penguasa. Itu sebabnya, bentuk dan struktur masyarakat berpemerintahan kuno di Asia Tenggara ini dapat dianalogikan dengan “akordeon”. Oleh karena itu, pemetaan Asia Tenggara kuno dalam konteks entitas-entitas besar dengan perbatasan tetap lebih sulit dari yang dibayangkan.

Pyu

Etnis yang dikenal sebagai Pyu adalah sebagian dari penduduk tertua yang diketahui mendiami wilayah yang sekarang menjadi Burma dan Myanmar. Kebudayaan Pyu telah mendahului paparan pertama kebudayaan India dan berkembang hingga awal masa Kerajaan Pagan yang muncul di kemudian hari. Bukti-bukti kuat merujuk bahwa fondasi kebudayaan Pagan pada dasarnya adalah Pyu. Bukti-bukti menunjukkan bahwa Pyu adalah salah satu etnis Asia Tenggara paling awal yang mengadopsi unsur-unsur kebudayaan India. Nama “Beikthano” sendiri berarti “kota wisnu” sementara patung dewa-dewa Hindu dan juga Buddha telah digali di berbagai situs Pyu.

Dwarawati

Nama sansekerta Dwarawati diasosiasikan dengan sekelompok situs yag tersebar di Thailand tengah(dalam bentuk setengah lingkaran besar mengelilingi Bangkok) dan sebagian Thailand timur laut. Dwarawati telah lama dikenal melalui naskah-naskah tua Cina, tetapi pada 1960-an ditemukan koin-koin yang memuat nama Dwarawati dalam bahasa sansekerta. Dwarawati lebih tepat dipandang sebagai wilayah budaya daripada kerajaan. Dwarawati diasosiasikan dengan etnis Mon yang merupakan penduduk asli sebagian besar wilayah Thailand modern sebelum migrasi berbagai kelompok penutur Tai. Peninggalan terpenting adalah Dharmachakra(“Roda Dharma” yang mengacu pada ajaran agama Buddha), simbolisasi ikrar(bersifat nazar)pengabdian kepada Buddha dan batu sema(di timur laut) yang menandai batas ruang suci dalam kuil-kuil.

Cham

Cham pernah menjadi tetangga selatan Vietnam modern. Keberadaan mereka di wilayah daratan telah tercatat sejak sebelum Masehi. Pada awal abad ke-3 M sumber-sumber Cina mencatat keberadaan kerajaan yang mereka kenal sebagai Linyi. Kerajaan ini sepertinya terletak di daerah pesisir tengah, di selatan wilayah Vietnam yang saat itu berada di bawah kekuasaan Cina. Linyi secara

(5)

umum diakui sebagai Kerajaan Cham Kuni walaupun luas wilayah dan eksitensinya sebagai sebuah entitas terpisah tidak diketahui. Meskipun demikian, sekarang yang lebih umum diterima adalah pandangan bahwa terdapat sejumlah kerajaan Cham yang hidup secara bersamaan di hampir sepanjang sejarah mereka.

Khmer

Narasi sejarah Kamboja sebelum pendirian Kerajaan Angkor pada awal abad ke-9 telah lama didominasi nama-nama Funan dan Chenla(zhenla). Angkor Borei dan Oc Eo mungkin merupakan bagian dari Kerajaan Khmer kuno, tetapi gambaran abad ke-7 dan ke-8 membuat kisah tentang satu atau bahkan dua “Chenla” menjadi semakin diragukan. Pendirian Angkor pada 802 M adalah titik puncak proses konsolidasi Kerajaan Chenla yang telah terpecah belah, bukan reunifikasi. Bahasa sansekerta banyak digunakan dalam prasasti, baik berdiri sendiri maupun berdampingan dengan Khmer.

Sriwijaya

Semenanjung Malaya(sekarang Thailand Selatan dan Malaysia semenanjung) dan Pulau Sumatera adalah bagian dari jaringan perdagangan subregional yang berkembang pesat, mendahului kedatangan kebudayaan India selama beberapa abad. Negara-negara kota ini diyakini berperan penting dalam merangsang perdagangan dan kemakmuran serta menyebarkan kebudayaan dari luar daerah. Dari geliat ekonomi dan budaya ini lahirlah Kerajaan Sriwijaya yang muncul dalam catatan sejarah pada akhir abad ke-7. Perkembangan Sriwijaya sepertinya terkait langsung dengan perubahan pola perdagangan yang lebih menguntungkan daerah Selat Malaka dan merugikan pesisir delta Mekong, tempat berkembangnya “Funan” di masa sebelumnya. Berbagai sumber membenarkan bahwa Sriwijaya pada dasarnya memang merupakan sebuah kerajaan dagang. Sriwijaya sangat dipengaruhi agama Buddha.

Jawa

Pada pertengahan abad ke-5 seorang penguasa bernama Purnawarman yang memerintah Kerajaan Tarumanegara meninggalkan serangkaian prasasti berbahasa Sansekerta di berbagai lokasi di Jawa Barat. Periode 700M-900M menjadi saksi pembangunan sejumlah candi penting yang tetap berdiri kukuh di Jawa Tengah selama lebih dari satu millennium selanjutnya. Candi paling terkenal adalah Borobudur dan Prambanan. Situs lain di wilayah tengah Pulau Jwa, Dataran Tinggi Dieng. Pembangunan candi-candi Hindu dan Buddha yang begitu besar dan megah dalam periode yang sama dan di tempat yang tidak terlalu berjauhan menjadi contoh terbaik tentang agama berbeda yang hidup berdampingan di Asia Tenggara kuno.

Cinanisasi

Cinanisasi yang terjadi di daerah yang sekarang menjadi Vietnam Utara dimulai pada awal abad ke-2 SM. Ketika itu, daerah ini terintegrasi ke dalam kerajaan yang dikenal sebagai Nanyue(“Nam Viet” dalam bahasa Vietnam”. Kerajaan ini diperintah seorang kaisar yang menobatkan dirinya sendiri usai jatuhnya Dinasti Qin-dinasti besar dengan masa kekuasaan yang singkat di Cina. Para penguasa baru Han mengkonsolidasikan kekuasaannya di kedua sisi perbatasan Cina-Vietnam modern. Bukti paling nyata berasal dari artefak kebudayaan Dong Son yang tercecer di mana-mana. Bagaimanapun, adalah

(6)

peristiwa-peristiwa pada abad ke-2 SM yang membawa leluhur orang Vietnam tunduk pada kekuasaan Cina selama hampir 2.000 tahun. Kekuasaan Cina berlangsung hingga awal abad ke-10, ketika jatuhnya Dinasti Tang memberi Vietnam peluang untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Aspek Cinanisasi terpenting bagi orang Vietnam adalah apa yang disebut sebagai “sudutpandang” mereka-sistem nilai dan kepercayaan.

Inti kebudayaan Cina dibentuk tiga rangkaian nilai yang dikenal sebagai “Tiga Ajaran”(sanjiao): konfusianisme,buddhisme dan taoisme. Sebagian besar unsur sistem kepercayaan ini diteruskan ke dalam kebudayaan Vietnam selama millennium kekuasaan Cina. Jejak kebudayaan Cina di Vietnam sangat beragam. Hampir semua nama keluarga dan nama orang di Vietnam diturunkan dari bahasa Cina. Ironisnya, proses Cinanisasi di Vietnam jauh melampui periode kekuasaan Cina sebenarnya. Bangsa Vietnam muncul dari periode Bac Thouc dengan kemerdekaan politik tetapi dijejali mentalitas yang masih berakar pada dunia Cina, setidaknya pada tingkatan elite.

B

AHASa

Bahasa – bahasa pada asia tenggara di pengaruhi oleh beragam bahasa. Menurut perkembangan nya asal usul bahasa – bahasa di kawasan asia tenggara dibagi menjadi 2 jenis yaitu :

Rumpun Bahasa Austronesia

Rumpun bahasa Austronesia adalah sebuah rumpun bahasa yang sangat luas penyebarannya di dunia. Dari Taiwan dan Hawaii di ujung utara sampai Selandia Baru (Aotearoa) di ujung selatan dan dari Madagaskar di ujung barat sampai Pulau Paskah (Rapanui) di ujung timur

(7)

Istilah Austronesia

Austronesia mengacu pada wilayah geografis yang penduduknya menuturkan bahasa-bahasa Austronesia. Wilayah tersebut mencakup Pulau Formosa, Kepulauan Nusantara (termasuk Filipina), Mikronesia, Melanesia, Polinesia, dan Pulau Madagaskar. Secara harafiah, Austronesia berarti "Kepulauan Selatan" dan berasal dari bahasa Latin austrālis yang berarti "selatan" dan bahasa Yunani nêsos (jamak: nesia) yang berarti "pulau". Jika bahasa Jawa di Suriname dimasukkan, maka cakupan geografi juga mencakup daerah tersebut. Studi juga menunjukkan adanya masyarakat penutur bahasa Melayu di pesisir Sri Langka Penggolongan

Agak sulit untuk mendefinisikan struktur kekeluargaan dari bahasa-bahasa Austronesia karena rumpun bahasa Austronesia terdiri dari bahasa-bahasa yang sangat mirip dan berhubungan erat dengan kesinambungan dialek yang besar sehingga sukar untuk mengenali batasan di antara cabang. Bahkan pada pembagian terbaik yang ada sekarang banyak grup di Filipina dan Indonesia dikelompokan dari letak geografisnya alih-alih dari keterkaitannya antara satu dengan yang lainnya. Namun adalah jelas bahwa keberagaman genealogis terbesar ditemukan pada bahasa-bahasa Taiwan dan keberagaman terkecil ditemukan pada kepulauan Pasifik sehingga mendukung teori penyebaran dari Taiwan atau Tiongkok.

Penggolongan bahasa-bahasa Austronesia berikut diajukan oleh Blust. Penggolongan yang diajukannya bukanlah yang pertama dan bahkan ia juga mencantumkan paling sedikit tujuh belas penggolongan lainnya dan mendiskusikan fitur-fitur dan rincian dari pengelompokan tersebut. Beberapa ahli bahasa Formosa mempertentangkan rincian dari penggolongan itu namun penggolongan ini dalam garis besar tetap menjadi titik referensi untuk analisis

(8)

ilmu bahasa saat ini. Dapat dilihat bahwa sembilan cabang utama dari bahasa Austronesia kesemuanya adalah bahasa-bahasa Formosa.

Austronesia

 Atayalik (Atayal, Seedik) [nama lain untuk Seediq:Truku, Taroko, Sediq]

 Formosa Timur

 Utara (Basai-Trobiawan, Kavalan)

 Tengah (Amis, Nataoran, Sakizaya)

 Barat Daya (Siraya)

 Puyuma

 Paiwan

 Rukai

 Tsouik (Tsou, Saaroa, Kanakanabu)

 Bunun

 Dataran Rendah Barat

 Dataran Tengah-Barat (Taokas-Babuza, Papora-Hoanya)

 Thao

 Formosa Barat Laut (Saisiyat, Kulon-Pazeh)

 Malayo-Polinesia (Lihat di bawah)

Penggolongan bahasa cabang Melayu-Polinesia

Berikut adalah klasifikasi bahasa cabang Melayu-Polinesia yang disederhanakan oleh Wouk & Ross (2002)

Bahasa Melayu-Polinesia

Bahasa Kalimantan-Filipina atau bahasa Malayo-Polinesia Barat Luar (Hesperonia Luar): terdiri dari banyak bahasa seperti Dayak Ngaju, Gorontalo, bahasa Bajau, bahasa-bahasa Minahasa, Tagalog, Cebuano, Hiligaynon, Ilokano, Kapampangan, Malagasi, dan Tausug

Bahasa Malayo-Polinesia Inti (Kemungkinan menyebar dari Pulau Sulawesi)

Bahasa Sunda-Sulawesi atau bahasa Malayo-Polinesia Barat Dalam (Hesperonia Dalam), contoh: Indonesia Barat, Bugis, Aceh, Cham (di Vietnam dan Kamboja), Melayu, Indonesia, Iban, Sunda, Jawa, Bali, Chamoru, dan Palau

Bahasa Malayo-Polinesia Tengah-Timur

Bahasa Malayo-Polinesia Tengah atau bahasa Bandanesia: sekitar Laut Banda yaitu bahasa-bahasa di Pulau Timor, Sumba, Flores, dan juga di Maluku

Bahasa Malayo-Polinesia Timur atau disebut juga bahasa Melanesia

Halmahera Selatan-Papua Barat-Laut: beberapa bahasa di pulau Halmahera dan sebelah barat pulau Irian, contohnya bahasa Taba dan bahasa Biak

Bahasa Oseanik: Termasuk semua bahasa-bahasa Austronesia di Melanesia dari Jayapura ke timur, Polinesia dan sebagian besar Mikronesia

Salah satu cabang terbesar adalah cabang Sundik yang menurunkan bahasa-bahasa Austronesia dengan jumlah penutur terbesar yaitu: Bahasa Jawa, Bahasa

(9)

Melayu (dan Bahasa Indonesia), Bahasa Sunda, Bahasa Madura, Bahasa Aceh, Bahasa Batak dan Bahasa Bali.

SISTEM

KEPERCAYAAN

Kepercayaan Masyarakat Pribumi

Masyarakat pribumi pada kawasan asia umumnya memiliki paham kosmologi terhadap kepercayaannya. Kosmologi disini adalah bahwa mereka percaya bahwa selalu ada hubungan yang kuat yang terjadi antara manusia – lingkungan – tuhan.

Kosmologi berasal dari kata Yunani “kosmos” dan “logos”.Kosmos berarti susunan, atau ketersusunan yang baik atau dunia jagad rayadan logos berarti ilmu. Sederhananya, kosmologi adalah ilmu tentang jagad raya.

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kosmologi adalah ilmu pengetahuan yang meneliti asal-usul, struktur, hubugan ruang waktu dalam alam semesta. Ilmu tentang asal mula dunia, hubungannya dengan tata surya dan alam semesta. Dalam metafisika menyelidiki alam semesta sebagai sistem yang beraturan. Di sinilah manusia mulai berusaha untuk mengenal dan bersahabat dengan alam dengan cara kerja dan ciri-cirinya, yang juga disebut sebagai kosmos. “Kosmos, dalam pengertian yang paling umum, adalah suatu sistem yang teratur atau berada dalam harmoni. Berasal dari kata bahasa Yunani κόσμος yang berarti "keteraturan, susunan yang teratur, hiasan",

kosmos merupakan konsep antitesis dari khaos. Ilmu yang mempelajari kosmos disebut dengan kosmologi. Kosmologi adalah ilmu yang mempelajari struktur dan sejarah alam semesta berskala besar. Secara khusus, ilmu ini berhubungan dengan asal mula dan evolusi dari suatu subjek. Kosmologi dipelajari dalam astronomi, filosofi, dan agama1”. Secara prinsip, jika kelompok manusia memahami kosmologi, maka mereka akan dapat hidup bersahabat dengan alam. Yang dimaksud dengan alam di sini adalah alam fisik dan non fisik. Secara keseluruhan, kelompok manusia jaman dulu memahami bahwa kejadian fisik (perubahan cuaca, arah angin, badai, gunung meletus, dan sebagainya) berkaitan dengan Dewa-Dewa. Jika Dewa marah akan terjadi badai dan gunung meletus, dan jika Dewa bermurah hati, maka cuaca akan cerah dan tanaman yang mereka tanam akan cepat menuai panen. Secara naluriah manusia mempelajari alam sekitarnya dan mengaitkan yang fisik (sains alam, perubahan musim, arah angin, mata angin, dll) dengan yang non fisik (agama, spiritualitas). Hal ini kemudian menjadi salah satu sebab tumbuhnya kebudayaan di kalangan kelompok manusia di sebuah wilayah.

(10)

Kepercayaan ini Ratanya adalah agama agama besar yang kita kenal hingga sekarang seperti Islam, Kristen/Katolik, Hindu, Buddhis, dan Tionghoa.

K

EBUDAYAAN

Kebudayaan dataran rendah Asia Tenggara mendapat pengaruh sangat kuat dari luar kawasan Asia Tenggara. Pada dasarnya, Asia Tenggara masa lalu adalah dunia lelembut(makhluk halus). Pada suatu masa,kepercayaan terhadap roh-dikenal sebagai animism-ada di semua masyarakat dalam sejarah. Meskipun demikian, animisme tetap menjadi kekuatan yang dominan di tempat lain.

Makhluk halus dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis. Pertama, “penunggu” yang merupakan jenis paling umum. “Penunggu” dipercaya menetap di lokasi tertentu seperti gunung,gua,sungai,pohon atau batu. Kedua, arwah leluhur. Penghormatan terhadap sesepuh(masih hidup) dan leluhur(sudah meninggal) umum ditemukan dalam kebudayaan Asia Tenggara.

Tingkat keterlibatan leluhur dalam kehidupan sehari-hari keturunan mereka bervariasi sesuai kebudayaannya masing-masing. Ketiga, “dewa pelindung” yaitu makhluk halus yang bertanggung jawab melindungi unit social tertentu seperti keluarga,desa,kota kecil,kota besar atau bahkan seluruh negara. Secara umum, monoteisme baru dating ke Asia Tenggara bersama persebaran agama islam dan Kristen. Dua perhatian terpenting kebudayaan primordial Asia Tenggara adalah kesuburan-baik pertanian maupun manusia-dan perlindungan dari bahaya. Setiap kebudayaan mengenal berbagai roh jahat yang menggangu kehidupan manusia. Sistem kepercayaan animism ini dirangkai dalam dua unsur utama:tabu dan sesaji. Tabu adalah langkah beserta cara-cara yang ditempuh agar tidak menyinggung perasaan makhluk halus tertentu.

Desa biasanya memiliki seorang atau beberapa orang “spesialis” untuk melakukan ritual atau berkomunikasi dengan makhluk halus ketika diperlukan. Salah satu ciri khas kebudayaan Asia Tenggara,walaupun tidak hanya ada di sana, adalah pentingnya perempuan “spesialis” dan paranormal. Perempuan sepertinya sudah sangat lama menikmati hubungan erat dengan dunia lelembut. Pada banyak kasus,makhluk halus itu sendiri adalah perempuan dewi-dewi padi yang disebutkan sebelumnya atau Ibu-Ibu suci(thanh mau) etnis Vietnam dan dewi terpenting etnis Cham,Po Nagar. Kekerabatan dan keluarga besar adalah hal penting bagi seluruh masyarakat Asia Tenggara. Orang Barat yang biasanya hanya menyebut “saudara laki-laki”, “saudara perempuan”, “paman”, “bibi” dan semacamnya akan terkejut melihat banyaknya istilah Asia Tenggara yang digunakan untuk menyebut anggota keluarga. Penggunaan istilah yang berbeda untuk menunjuk pembicara dan pendengar mencerminkan kesadaran akan adanya perbedaan tingkat yang halus mengenai usia dan status yang ditemukan dalam banyak kebudayaan di Asia Tenggara. Patrilineal adalah sistem kekerabatan pada garis keturunan ayah di Asia Tenggara. Sedangkan matrilineal adalah sistem kekerabatan pada garis keturunan ibu di Asia Tenggara. Bilaterial adalah garis keturunan ayah dan ibu sama pentingnya.

(11)

Dalam berbagai kelompok masyarakat, keluarga diorganisasi menjadi klan atau garis keturunan di masyarakat Asia Tenggara. Perlu dicatat bahwa dalam banyak kebudayaan di Asia Tenggara, nama keluarga merupakan penemuan yang relative baru, kecuali di kalangan etnis Vietnam dan etnis Kristen Filipina sejak abad ke-16. Klan dan garis keturunan seringkali merupakan bentuk utama organisasi social di bawah tingkat desa. Tidak semua orang Asia Tenggara mempunyai riwayat tinggal di desa, tetapi desa merupakan unit social-politik paling umum. Sifat, struktur dan luas desa-desa di Asia Tenggara sangat bervariasi. Mereka bisa jadi memiliki satu kepala desa yang biasanya berasal dari keluarga atau klan terkuat dalam komunitas tesebut. Selama periode pramodern,sejumlah etnis di Asia Tenggara tidak memiliki struktur di atas tingkat desa. Desa bersifat otonom dan tidak tunduk pada kekuasaan seorang penguasa luar. Konteks Asia Tenggara, umumnya berbicara tentang raja dan kerajaan ketika membahas etnis-etnis yang sudah terkena pengaruh budaya dari luar Asia Tenggara. Para cendekiawan biasanya menyebut masyarakat yang dipimpin oleh kepala suku sebagai “pesukuan”(chiefdom). Oleh karena itu, kepemimpinan dan kekuasaan dalam kelompok masyarakat Asia Tenggara selalu bersifat personal. Kerajaan-kerajaan kuno Asia Tenggara menunjukkan banyak kelemahan dan permasalahan yang sama dengan pendahulunya.

Dataran Tinggi dan Dataran Rendah, Hutan dan Padang Rumput, Daratan dan Lautan

Setiap negara di Asia Tenggara, kecuali singapura yang urban,dicirikan oleh minimal satu dari tiga perbedaan pokok demografi. Pertama, antara penduduk dataran rendah dengan penduduk yang tinggal di bukit biasanya disebut “orang gunung”. Kedua, antara penduduk yang tinggal di permukiman tetap biasanya tinggal di hutan dan bertahan hidup dari hasil buruan. Ketiga, antara populasi kecil di beberapa negara terkosentrasi dan bergantung pada laut untuk mencari nafkah namun tetap tinggal di daratan. Tetapi juga ada etnis. Etnis-etnis yang tinggal di dataran tinggi,hutan atau di atas kapal di sepanjang pesisir tergolong kaum minoritas dan kemudian disebut “penduduk pribumi”. Di sebagian besar wilayah daratan Asia Tenggara,para penutur Austroasia(mon-khmer) merupakan “penghuni tertua”. Periode pra-Austroasia adalah zaman batu.

LANGGAM

ARSITEKTUR

(12)

Arsitektur vernakular adalah suatu karya

arsitektur yang tumbuh dari arsitektur rakyat

dengan segala macam tradisi dan

mengoptimalkan atau memanfaatkan

potensi-potensi lokal. Misalnya material,teknologi,

pengetahuan, dsb. Dikarenakan arsitektur

vernakular sangat mengoptimalkan potensi atau

budaya lokal, maka suatu bangunan yang

berkonsep

vernakular

sangat

mempertimbangkan kelestarian lingkungan

sehingga juga bersifat sustainable architecture.

Arsitektur vernakular ditemukan secara trial and

error oleh rakyat itu sendiri. Jenis arsitektur

vernakular yang ada dapat dipisahkan sebagai

vernakular-tradisional dan vernakular-modern.

Terjadinya bentuk-bentuk atau model vernakular disebabkan oleh enam

faktor yang dikenal sebagai modifying factor diantaranya adalah

Faktor Bahan

Metode Konstruksi

Faktor Teknologi

Faktor Iklim.

Pemilihan Lahan

Faktor sosial-budaya

Arsitektur Tropis

Arsitektur Tropis adalah ilmu Rancang bangun lingkungan binaan pada kawasan yang berada pada garis equator yang beriklim Tropis. Dalam Arsitektur Tropis yang memiliki tingkat kelembaban dan Panas Matahari yang tinggi membuat Faktor Pemilihan Bahan Bangunan dan Teknologi dan Konstruksi Menjadi Faktor Utama yang perlu diperhatikan

(13)

Arsitektur Islam adalah sebuah karya seni bangunan yang terpancar dari aspek fisik dan metafisik bangunan melalui konsep pemikiran islam yang bersumber dari Al-Qur’an, Sunnah Nabi, Keluarga Nabi, Sahabat, para Ulama maupun cendikiawan muslim. Aspek Fisik adalah sesuatu yang nampak secara jelas oleh panca indera. Dalam hal ini sebuah bangunan dengan fasade yang memiliki bentuk dan langgam budaya islam dan dapat dilihat secara jelas melalui beberapa budaya, seperti budaya arab, cordoba, persia sampai peninggalan wali songo. Bentuk fisik yang biasa diterapkan dalam sebuah bangunan sepetri penggunaan kubah, ornamen kaligrafi, dan sebagainya. Aspek Metafisik adalah sesuatu yang tidak tampak panca indera tapi dapat dirasakan hasilnya. Hal ini lebih kepada efek atau dampak dari hasil desain arsitektur islam tersebut, seperti bagaimana membuat penghuni/ pengguna bangunan lebih nyaman dan aman ketika

berada di dalam bangunan sehingga menjadikan penghuni merasa bersyukur. Contoh lain hasil desain ruang2 dalam sebuah rumah, bisa menjadikan komunikasi orangtua dan anak lebih dekat, sehingga membuat mereka rajin beribadah.

Kaidah Arsitektur Islam 1) Di dalam dan luar bangunan tidak terdapat gambar/ornamen yang makhluk hidup yang utuh 2) Di dalam dan luar bangunan terdapat ornamen yang mengingatkan kepada yang Maha Indah...Allah SWT. 3) Hasil Desain bangunan tidak ditujukan untuk pamer dan kesombongan. 4) Pengaturan ruang-ruang ditujukan untuk mendukung menjaga ahlak dan prilaku. 5) Posisi toilet tidak dibolehkan menghadap atau membelakangi kiblat. 6) Keberadaan bangunan tidak merugikan tetangga disekitar 7) Pembangunan sampai berdirinya bangunan seminimal mungkin tidak merusak alam. 8) Menggunakan warna yang mendekatkan kepada Allah, seperti warna-warna alam.

(14)

Arsitektur Hindu – Budha

Yaitu karakter Arsitektur yang merepresentasikan dewa dewa pada ajaran Hindu – Budha kedalam Morfologi Bangunannya. Sehingga bangunan yang dibuat menjadi Sakral, dan memiliki Unsur Agama Yang kuat.

Arsitektur Kolonial

Seperti yang kita tahu bahwa hampir seluruh negara di kawasan Asia Tenggara pernah dijajah oleh bangsa – bangsa Di Eropa. Sehingga Keberadaan mereka telah memberikan suatu langgam baru pada Arsitektur di Asia Tenggara.

Arsitektur Kolonial merupakan arsitektur yang dipakai bangsa penjajah pada suatu negara di asia tenggara yang bersifat militeris seperti gedung pemerintahan, post, Benteng, Rumah Sakit, dan tempat tempat penting lainnya.

Gaya arsitekturnya pada umumnya merupakan hasil adopsi dari gaya arsitektur yang sedang berkembang di Eropa pada zaman tersebut. Dari awal masuknya penjajah ke Asia Tenggara umumnya menggunakan gaya Rennaisance pada Arsitektur Kolonial.

Dari Langgam dasar tersebut dikembangkan oleh masyarakat pribumi setempat dengan memadukan Unsur kebudayaan dan kepercayaan yang ada disana sehingga melahirkan suatu Gaya Arsitektur Daerah yang sangat beragam di kawasan Asia Tenggara.

karakteristik

ARSITEKTUR

 Memiliki Nilai Spiritualis yang tinggi. Karena Umumnya masyarakat di Asia Tenggara memiliki kepercayaan terhadap agama masing – masing yang sangat Kental.

 Merupakan sebuah produk dari hasil Trial And Error dari yang berkembang di peradaban setempat.

(15)

 Berelevasi tinggi. Iklim tropis yang lembab menyebabkan bangunan tidak hanya harus memikirkan dampak kenaikan muka air yang terjadi juga dampak serangan binatang binatang buas dan serangga.

 Menggunakan bahan material yang mudah ditemukan dialam seperti kayuk, serat ijuk, jerami, Batu batuan alam, dll

Ciri

arsitektur

 Memiliki Kemiringan atap Antara 30o – 45o

 Memiliki jarak Tritisan 70 – 100 cm

 Berelevasi Tinggi. Bisa berupa Panggung atau Elevasi Ketinggian lantai

 Memiliki Ornamen atau ukiran yang berasal dari budaya setempat.

 Pola Organisasi massa terbagi atas 2 macam yaitu Linear dan Konsentris

 Memiliki Aturan Kosmologis yang Kental pada Struktur Kondisi hingga Struktur Ruangnya

 Menggunakan Material Lokal

BANGUNAN

PENINGGALAN

Borobudur

Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia,[1][2] sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia.[3]

Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha.[4] Borobudur memiliki koleksi relief Buddha terlengkap dan terbanyak di dunia.[3] Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma). Angkor Wat

(16)

Angkor Wat (bahasa Khmer: អងងរវតត) adalah sebuah kuil atau candi yang terletak di kota Angkor,Kamboja. Kuil ini dibangun oleh Raja Suryawarman II pada pertengahan abad ke-12. Pembangunan kuil Angkor Wat memakan waktu selama 30 tahun. Angkor Wat terletak di dataran Angkor yang juga dipenuhi bangunan kuil yang indah, tetapi Angkor Wat merupakan kuil yang paling terkenal di dataran Angkor. Raja Suryawarman II memerintahkan pembangunan Angkor Wat menurut kepercayaan Hindu yang meletakkan gunung Meru sebagai pusat dunia dan merupakan tempat tinggal dewa-dewi Hindu, dengan itu menara tengah Angkor Wat adalah menara tertinggi dan merupakan menara utama dalam kompleks bangunan Angkor Wat.

Sebagaimana mitologi gunung Meru, kawasan kuil Angkor Wat dikelilingi oleh dinding dan terusan yang mewakili lautan dan gunung yang mengelilingi dunia. Jalan masuk utama ke Angkor Wat yang sepanjang setengah kilometer dihiasi pagar susur pegangan tangan dan diapit oleh danau buatan manusia yang disebut sebagai Baray. Jalan masuk ke kuil Angkor Wat melalui pintu gerbang, mewakili jambatan pelangi yang menghubungkan antara alam dunia dengan alam dewa-dewa.

(17)

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin adalah masjid kerajaan Kesultanan Brunei yang terletak di Bandar Seri Begawan, ibu kota Brunei Darussalam. Masjid ini adalah salah satu masjid paling mengagumkan di Asia Pasifik, serta menjadi markah tanah dan daya tarik wisata utama di Brunei.

Masjid ini dinamai berdasarkan Omar Ali Saifuddien III, Sultan Brunei ke-28. Masjid yang mendominasi pemandangan kota Bandar Seri Begawan ini

melambangkan kemegahan dan kejayaan Islam yang menjadi agama mayoritas dan agama resmi Brunei Darussalam. Bangunan ini rampung pada tahun 1958 dan merupakan contoh Arsitektur Islam modern.

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin Mosque dengan perahu mahligai kencana kerajaan di sebelah kiri.

Arsitektur masjid ini memadukan Arsitektur Mughal dengan gaya Italia. Bangunan ini dirancang oleh biro arsitekur Booty and Edwards Chartered berdasarkan rancangan karya arsitek berkebangsaan Italia Cavaliere Rudolfo Nolli, yang telah lama bekerja di teluk Siam.

Ayutthaya

Ayutthaya adalah kerajaan yang ada di jantung negara Thailand hari ini. Ia merupakan salah satu kerajaan terkaya di Asia Tenggara. Ayutthaya sendiri hari ini merujuk pada kompleks kota tua di dalam kota modern yang juga bernama Ayutthaya. Kumpulan candi-candi (wat) peninggalan ibukota Ayutthaya dapat dikunjungi di Ayutthaya Historical Park.

(18)

Hue

Hue dulunya adalah ibukota dari Vietnam ketika negara itu berada di bawah bendera Dinasti Nguyen. Sejarah dinasti yang panjang meninggalkan beberapa bangunan bersejarah, seperti benteng, monumen dan makam. Selain itu, letaknya yang berada di tengah Vietnam menjadi lokasi pertempuran antara pasukan Vietnam Selatan dan Vietnam Utara ketika Perang Vietnam.

A Famosa Melaka

A Famosa berarti kemasyhuran, benteng kukuh ini dibangun segera setelah okupansi Alfonso d’Alburqueque pada 1511. Segera setelah Malaka tunduk pada Portugis, benteng ini kemudian dibangun dan membentengi Malaka. Kelak dari dalam benteng inilah kemudian Portugis mengontrol penuh Malaka dan mengamankan jalur rempah-rempah Portugis yang membentang dari timur Indonesia, Jawa, Cina, Jepang sampai Goa, India.

Layaknya benteng Eropa di abad pertengahan, benteng ini dibangun mengeilingi kota. Dengan bastion-bastion besar, benteng ini adalah benteng terbesar di Semenanjung Malaya kala itu. Portugis memang membangun benteng ini dengan agung, mereka tahu Malaka tak akan lepas dari serangan dari waktu-waktu. Dan itu benar, tak hanya peperangan besar antara Pati Unus dengan Portugis lima abad lampau yang tercatat sejarah, Malaka dalam alur sejarahnya berkali-kali digempur

baik oleh kerajaan-kerajaan di Nusantara ataupun bangsa Eropa imperialis lainnya.

Makna

Arsitektur

Dengan paham kosmologis yang kental maka bangunan dibagi menjadi 3 bagian yaitu :

Bagian Atas, merupakan segala jenis elemen yang ada pada atap/ penutup bangunan di representasikan sebagai Dunia atas, tempat tinggal para dewa

(19)

dimana disana merupakan tempat yang menghubungkan dunia manusia dengan dunia atas. Sehingga biasanya akan ada suatu upacara adat atau simbol tertentu saat pembentukan konstruksi atap.

Bagian Tengah, merupakan segala jenis elemen yang ada pada dinding, susunan ruang, bukaan, dan lainnya yang di representasikan sebagai Dunia Tengah, yaitu bumi sebagai tempat tinggal para makhluk yang menghuninya.

Bagian Bawah, Representasi dari dunia bawah yang melambangkan tempat tinggal makhluk makhluk yang derajatnya dibawah manusia seperti tempat hewan ternak, hewan hewan peliharaan, hewan liar, bahkan dibeberapa kebudayaan dipercaya sebagai tempat para iblis. Misalnya, suku Toraja yang menaruh mayat orang yang sudah meninggal di bawah rumah mereka.

TOKOH

berpengaruh

Ir. Soekarno

Profil atau Biografi Presiden Soekarno sang Proklamator. Mungkin sampai sekarang beliau adalah tokoh yang paling banyak dikagumi orang di Indonesia. banyak orang yang mencari mengenai perjalanan hidup, profil atau biografi singkat mengenai Soekarno. Dikenal sebagai Presiden pertama Republik Indonesia, beliau lebih akrab di panggil Bung Karno ini berasal dari Blitar, dia merupakan pahlawan Proklamasi bersama dengan Mohammad Hatta. Presiden Soekarno sangat disegani oleh para pemimpin negara-negara di dunia pada waktu itu. Soekarno dilahirkan di Surabaya tepatnya pada tanggal 6 Juni 1901 dengan nama asli bernama Koesno Sosrodihardjo, karena sering sakit yang mungkin disebabkan karena namanya tidak sesuai maka ia kemudian berganti nama menjadi Soekarno.

Alfonso d’Alburqueque

Afonso de Albuquerque (juga dieja Afonso d'Albuquerque atau Alfonso de Albuquerque; Alhandra, Portugal, 1453 - Goa, 16 Desember 1515) adalah seorang pelaut Portugis terkenal yang berperan dalam pembentukan Pemerintahan Kolonial Portugis di Asia.

(20)

Lahir di Alhandra pada tahun 1453 ,[1] di dekat kota Lisbon, Portugal, dia pada suatu masa dikenal sebagai The Great, The Caesar of the East and as The Portuguese Mars. Ayahnya, Gonçalo de Albuquerque, Lord of Vila Verde dos Francos (yang menikah dengan Leonor de Menezes) memegang posisi yang cukup penting di pemerintahan. Dari ayahnya pula ia memiliki hubungan darah / keturunan dengan keluarga kerajaan Portugal. Dia mendapatkan pendidikan dalam bidang matematika dan Latin Klasik pada masa kekuasaan Afonso V dari Portugal, dan setelah wafatnya bangsawan itu, ia sepertinya bekerja di Arzila, Morocco untuk beberapa saat. Pada saat ia kembali ia ditunjuk se estribeiro-mor (kepala penasihat) untuk João II dari Portugal.

Sir Thomas Stamford Bingley Raffles

Sir Thomas Stamford Bingley Raffles (lahir di Jamaica, 6 Juli 1781 – meninggal di London, Inggris, 5 Juli 1826 pada umur 44 tahun) adalah Gubernur-Letnan Hindia Belanda yang terbesar. Ia adalah seorang warganegara Inggris. Ia dikatakan juga pendiri kota dan negara kota Singapura. Ia salah seorang Inggris yang paling dikenal sebagai yang menciptakan kerajaan terbesar di dunia.

Omar Ali Saifuddien II

Omar Ali Saifuddien IIPada tahun 1828, naik takhta,Pada tahun 1839, James Brooke tiba di Serawak. Pada tahun 1842, James Brooke dilantik menjadi Rajah Sarawak. Pada tahun 1845, Tentara yang dipimpin oleh James Brooke menyerang Brunei. Pada tahun 1846, Sultan menyerahkan Pulau Labuan kepada Inggris. Pad tahun 1847, sultan membuat perjanjian persahabatan dan perdagangan dengan Inggris. Wafat 1852.

(21)

Suryawarman II

Suryawarman II (Khmer: ) adalah raja Kekaisaran Khmer dari tahun 1113 hingga 1145-1150 dan merupakan pendiri Angkor Wat, yang ia bangun untuk dewa Wishnu. Arsitektur, kampanye militer dan restorasi pemerintahan yang kuat membuat sejarawan menjuluki Suryawarman sebagai salah satu raja terbesar kekaisaran tersebut.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :