DAFTAR ISI
BAB I Pendahuluan ... 3
A. Gambaran Umum Organisasi ... 3
1. Profil Organisasi ... 3
2. Visi dan Misi ... 3
3. Struktur Organisasi ... 4
4. Tugas dan Fungsi ... 7
5. Program Layanan ... 8
B. Aspek Strategis Organisasi ... 10
C. Permasalahan Strategis (Strategic Issues) ... 11
BAB II Perencanaan Kinerja ... 12
A. Dasar Hukum Perencanaan Kinerja ... 12
B. Peta Strategis ... 12
C. Kontrak Kinerja Organisasi ... 13
D. Adendum Kontrak Kinerja ... 14
BAB III Akuntabilitas Kinerja ... 15
A. Capaian Kinerja Organisasi ... 15
B. Realisasi Anggaran ... 34
BAB IV Penutup ... 35
BAB I Pendahuluan A. Gambaran Umum Organisasi
1. Profil Organisasi
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) merupakan satuan kerja non-eselon pada Kementerian Keuangan yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU) dan mengelola Dana Abadi Pendidikan (DAP) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Definisi organisasi LPDP ini diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 12 tahun 2019 tentang Dana Abadi Pendidikan.
Berdasarkan pasal 1 angka 1 Peraturan Presiden Nomor 12 tahun 2019 tersebut, Dana Abadi Pendidikan (DAP) yang dikelola LPDP adalah dana yang bersifat abadi untuk menjamin keberlangsungan program pendidikan bagi generasi berikutnya yang tidak dapat digunakan untuk belanja. Dana Abadi Pendidikan dapat bersumber dari realisasi Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) termasuk akumulasinya, pendapatan investasi, dan/atau sumber lainnya yang sah. Adapun hasil investasi Dana Abadi Pendidikan (DAP) diakui sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan digunakan untuk membiayai 2 layanan utama LPDP yakni Layanan Beasiswa untuk jenjang pendidikan Magister dan Doktoral serta Layanan Pendanaan Riset untuk riset komersial dan/atau implementatif.
Undang Undang APBN Nomor 20 tahun 2019 tentang APBN Tahun Anggaran 2020 memperluas definisi Anggaran Pendidikan dimana dana ini termasuk dana abadi investasi pemerintah di bidang pendidikan yang meliputi 1) Dana Pengembangan Pendidikan Nasional; 2) Dana Abadi Penelitian; 3) Dana Abadi Kebudayaan; dan 4) Dana Abadi Perguruan Tinggi. LPDP dalam hal ini diberikan mandat untuk mengelola dana abadi tersebut dalam portofolionya. Adapun untuk penggunaannya akan diatur lebih lanjut dalam Peraturan Presiden.
2. Visi dan Misi Visi
Menjadi lembaga pengelola dana terbaik di tingkat regional untuk mempersiapkan pemimpin masa depan serta mendorong inovasi bagi Indonesia yang sejahtera, demokratis, dan berkeadilan.
Misi
1. Mempersiapkan pemimpin dan profesional masa depan Indonesia melalui pembiayaan pendidikan
2. Menjamin keberlangsungan pendanaan pendidikan bagi generasi berikutnya melalui pengelolaan dana abadi pendidikan yang optimal
3. Mendorong riset strategis dan/atau inovatif yang implementatif dan menciptakan nilai tambah melalui pendanaan riset
3. Struktur Organisasi
Susunan organisasi LPDP diatur berdasarkan PMK Nomor 143/PMK.01/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pengelola Dana Pendidikan. Struktur Organisasi LPDP berdasarkan PMK dimaksud dapat digambarkan sebagai berikut:
GAMBAR I.1
Struktur Organisasi LPDP berdasarkan PMK 143/PMK.01/2016
Susunan Organisasi LPDP sesuai dengan PMK Nomor 143/PMK.01/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pengelola Dana Pendidikan terdiri atas 5 direktorat, 13 divisi, 1 satuan pengawas internal, dan kelompok jabatan fungsional dengan tugas dan fungsi sebagai berikut:
a. Direktorat Keuangan dan Umum
Direktorat Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan SDM dan organisasi, pengelolaan keuangan dan akuntansi, pengelolaan teknologi informasi, serta pengelolaan urusan umum Lembaga Pengelola Dana Pendidikan. Direktorat Keuangan dan Umum terdiri atas 3 (tiga) divisi yaitu: 1) Divisi Pengelolaan Sumber Daya Manusia dan Organisasi mempunyai tugas
penyiapan bahan, penyusunan kebijakan teknis, pelaksanaan perencanaan, rekrutmen dan seleksi, penempatan, pengembangan, dan pemeliharaan SDM, pengelolaan dan pengembangan organisasi, pengelolaan kinerja, dan pelaporan atas pelaksanaan kegiatan pengelolaan SDM dan organisasi.
2) Divisi Keuangan mempunyai tugas penyiapan bahan dan penyusunan kebijakan teknis, pelaksanaan pengelolaan keuangan, setelmen, sistem dan prosedur akuntansi, serta pelaporan atas pelaksanaan kegiatan keuangan dan akuntansi.
3) Divisi Teknologi Informasi dan Umum mempunyai tugas penyiapan bahan dan penyusunan kebijakan teknis, penyiapan bahan dan penyusunan kebijakan teknis, pengelolaan dan pengembangan teknologi informasi, pelaksanaan urusan umum, kerumahtanggaan dan pengelolaan BMN, dan pelaporan atas pelaksanaan kegiatan teknologi informasi dan umum.
b. Direktorat Pengembangan Layanan dan Manajemen Risiko
Direktorat Pengembangan Layanan dan Manajemen Risiko mempunyai tugas menyusun perencanaan dan penganggaran, melaksanakan pengembangan layanan dan proses bisnis, kerjasama, komunikasi dan layanan informasi, manajemen risiko, pengelolaan kepatuhan, dan koordinasi penyusunan peraturan internal serta pertimbangan hukum Lembaga Pengelola Dana Pendidikan. Direktorat Pengembangan Layanan dan Manajemen Risiko terdiri atas 3 (tiga) divisi yaitu: 1) Divisi Perencanaan dan Pengembangan Layanan mempunyai tugas
penyiapan bahan dan penyusunan kebijakan teknis, penyusunan rencana strategis bisnis, rencana bisnis dan anggaran tahunan, rencana kerja dan anggaran satuan kerja, pelaksanaan pengembangan layanan dan proses bisnis, pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta, pelaporan atas pelaksanaan kegiatan perencanaan dan pengembangan layanan.
2) Divisi Kerjasama dan Komunikasi mempunyai tugas penyiapan bahan dan penyusunan kebijakan teknis, pelaksanaan kerjasama dan komunikasi, pengelolaan layanan informasi, serta pelaporan atas pelaksanaan kegiatan kerjasama dan komunikasi.
3) Divisi Kepatuhan dan Manajemen Risiko mempunyai tugas penyiapan bahan dan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan kepatuhan dan manajemen risiko, perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum yang berkaitan dengan tugas dan fungsi LPDP serta pelaporan atas pelaksanaan kegiatan kepatuhan, manajemen risiko dan hukum.
c. Direktorat Investasi
Direktorat Investasi memiliki tugas melaksanakan perencanaan, pengembangan investasi, inisiasi, analisis kelayakan, setelmen, monitoring dan evaluasi, pelaporan investasi, pengelolaan pendapatan lainnya, dan koordinasi pengelolaan asset dan kewajiban (asset and liability management). Direktorat Investasi terdiri atas 2 (dua) divisi yaitu:
1) Divisi Inisiasi dan Analisis Investasi mempunyai tugas penyiapan bahan dan penyusunan kebijakan teknis serta rencana investasi, pengembangan
investasi, pelaksanaan investasi dan analisis kelayakan investasi dan mitra, pelaksanaan analisis portofolio investasi, dan pelaporan atas pelaksanaan tugas analisis investasi.
2) Divisi Pengelolaan Investasi mempunyai tugas penyiapan bahan dan penyusunan kebijakan teknis, pelaksanaan setelmen, monitoring dan evaluasi, pelaporan atas pelaksanaan tugas pengelolaan investasi dan pengelolaan pendapatan lainnya, serta koordinasi pengelolaan aset dan kewajiban.
d. Direktorat Beasiswa
Direktorat Beasiswa mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana, rekrutmen dan seleksi, pembekalan, pelayanan, monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan beasiswa, serta pengelolaan alumni dan talenta. Direktorat Beasiswa terdiri atas 3 (tiga) divisi yakni:
1) Divisi Rekrutmen dan Seleksi Beasiswa mempunyai tugas penyiapan bahan dan penyusunan kebijakan teknis, pengelolaan dan pelaporan atas pelaksanaan tugas rekrutmen, seleksi, dan pembekalan penerima beasiswa. 2) Divisi Pelayanan Beasiswa mempunyai tugas penyiapan bahan dan
penyusunan kebijakan teknis, pengelolaan pelayanan beasiswa, monitoring dan evaluasi, serta pelaporan atas pelaksanaan tugas pelayanan beasiswa. 3) Divisi Pengelolaan Alumni dan Talenta mempunyai tugas penyiapan bahan
dan penyusunan kebijakan teknis, pengelolaan, serta pelaporan atas pelaksanaan tugas pengelolaan alumni dan talenta.
e. Direktorat Fasilitasi Riset dan Rehabilitasi
Direktorat Fasilitasi Riset dan Rehabilitasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana fasilitasi dan pendanaan, seleksi dan verifikasi proposal, pelayanan, monitoring dan evaluasi fasilitas dan pendanaan riset dan rehabilitasi fasilitas pendidikan yang rusak akibat bencana alam, serta pengelolaan alih teknologi hasil riset. Direktorat Fasilitasi Riset dan Rehabilitasi terdiri atas 2 (dua) divisi yakni:
1) Divisi Seleksi Riset dan Rehabilitasi mempunyai tugas penyiapan bahan dan penyusunan kebijakan teknis, pelaksanaan seleksi dan verifikasi proposal riset dan rehabilitasi, serta pelaporan atas pelaksanaan seleksi riset dan rehabilitasi.
2) Divisi Pelayanan Riset dan Rehabilitasi mempunyai tugas penyiapan bahan dan penyusunan kebijakan teknis, pelaksanaan pelayanan fasilitasi dan pendanaan riset dan rehabilitasi, pengelolaan alih teknologi hasil riset, monitoring dan evaluasi riset dan rehabilitasi, serta pelaporan atas pelaksanaan layanan riset dan rehabilitasi.
f. Satuan Pemeriksaan Intern
Satuan Pemeriksaan Intern merupakan unit kerja yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Utama. Satuan Pemeriksaan Intern mempunyai tugas melaksanakan pemeriksaan intern atas pelaksanaan tugas LPDP. Dalam melaksanakan tugasnya, SPI menyelenggarakan fungsi:
1) Penyusunan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan audit charter dan audit
program;
2) Pelaksanaan audit berbasis risiko khususnya pada aktivitas usaha LPDP; 3) Melakukan reviu terhadap laporan keuangan untuk meyakinkan bahwa isi,
penyajian, dan pengungkapannya sesuai dengan standar akuntansi pemerintah dan standar akuntansi keuangan yang berlaku.
g. Kelompok Jabatan Fungsional
Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
4. Tugas dan Fungsi
Berdasarkan PMK Nomor 143/PMK.01/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, LPDP mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan DPPN baik dana abadi pendidikan (endowment fund) maupun dana cadangan pendidikan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Selain itu, LPDP juga menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:
a. Pelaksanaan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dan organisasi, pengelolaan keuangan dan akuntansi, pengelolaan teknologi informasi, serta pengelolaan urusan umum;
b. Pelaksanaan perencanaan, pengembangan investasi, inisiasi, analisis kelayakan, setelmen, monitoring dan evaluasi, pelaporan investasi, pengelolaan pendapatan lainnya, dan koordinasi pengelolaan aset dan kewajiban (asset and liability
management);
c. Pelaksanaan penyusunan rencana, rekrutmen dan seleksi, pembekalan, pelayanan, monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan beasiswa, serta pengelolaan alumni dan talenta;
d. Pelaksanaan penyusunan rencana fasilitasi dan pendanaan, seleksi dan verifikasi proposal, pelayanan, monitoring dan evaluasi fasilitas dan pendanaan riset dan rehabilitasi fasilitas pendidikan yang rusak akibat bencana alam, serta pengelolaan alih teknologi hasil riset;
e. Penyusunan perencanaan dan penganggaran, melaksanakan pengembangan layanan dan proses bisnis, kerjasama, komunikasi dan layanan informasi,
manajemen risiko, pengelolaan kepatuhan, dan koordinasi penyusunan peraturan internal serta pertimbangan hukum; dan
f. Melaksanakan pemeriksaan intern atas pelaksanaan tugas LPDP.
Pada tahun 2020, LPDP memiliki struktur organisasi baru yang ditetapkan melalui PMK Nomor 47/PMK.01/2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pengelola Dana Pendidikan. PMK tersebut akan menggantikan PMK Nomor 143/PMK.01/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pengelola Dana Pendidikan. Adapun implementasi PMK dimaksud dapat dilaksanakan selambatnya 1 (satu) tahun terhitung sejak PMK tersebut diundangkan yakni selambatnya tanggal 4 Mei 2021.
Struktur Organisasi LPDP apabila PMK 47/PMK.01/2020 akan berubah sesuai struktur berikut ini:
GAMBAR I.2
Struktur Organisasi LPDP berdasarkan PMK 47/PMK.01/2020
5. Program Layanan
Sesuai dengan PMK 143/PMK.01/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, LPDP mempunyai tugas melaksanakan 3 layanan utama yakni Layanan Investasi, Layanan Beasiswa, dan Layanan Pendanaan Riset. Adapun proses bisnis layanan LPDP dapat digambarkan dalam skema sebagai berikut:
GAMBAR I.3
Skema Proses Bisnis Program Layanan LPDP
Layanan Investasi
Layanan Investasi yang dilaksanakan melalui pengelolaan Dana Abadi Pendidikan dan pengelolaan sumber pendanaan lain di luar APBN, antara lain sebagai berikut:
1. Pengelolaan Dana Abadi Pendidikan dilakukan melalui pengembangan dana (investasi) dengan bentuk penempatan pada berbagai instrumen keuangan untuk mendapatkan nilai tambah yang diharapkan (expected return). Sebagian besar penempatan dana dilaksanakan pada instrumen deposito, Surat Berharga Negara (SBN) dan obligasi BUMN;
2. Sumber pendanaan lain di luar APBN dapat berbentuk hibah, hasil kerjasama dengan masyarakat, perusahaan, optimalisasi hasil komersialisasi hasil riset, atau hasil usaha lainnya.
Layanan Beasiswa
Pendanaan beasiswa merupakan program yang diperuntukkan bagi warga negara Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2) dan doktoral (S3) baik di dalam maupun di luar negeri, termasuk penyelesaian disertasi. Layanan Beasiswa LPDP dikategorikan menjadi 3 (tiga) layanan utama dan beberapa sub layanan diantaranya:
1. Beasiswa Umum • Beasiswa Reguler
• Beasiswa Dokter Spesialis
• Beasiswa Perguruan Tinggi Peringkat Utama Dunia • Beasiswa Disertasi
2. Beasiswa Targeted
• Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI) • Beasiswa PNS/TNI/POLRI
• Beasiswa Olimpiade Internasional 3. Beasiswa Afirmasi
• Beasiswa Daerah Afirmasi • Beasiswa Alumni Bidikmisi • Beasiswa Prasejahtera Berprestasi • Beasiswa Santri
• Beasiswa Prestasi Olahraga Internasional • Beasiswa Prestasi Seni Internasional • Beasiswa Penyandang Disabilitas • Beasiswa Indonesia Timur Layanan Pendanaan Riset
Layanan Pendanaan Riset merupakan program pendanaan riset yang dilaksanakan LPDP dengan nama yakni Program Pendanaan Riset Pembangunan Indonesia (RPI). Program ini merupakan program pendanaan riset unggulan yang diarahkan pada komersialisasi dan/atau implementasi hasil riset sehingga diharapkan dapat memberi nilai tambah dan/atau inovasi.
Layanan Pendanaan Riset terdiri atas beberapa program utama yakni Riset Inovatif Produktif (RISPRO) untuk riset implementatif dan komersial, Riset Invitasi, Riset Kolaborasi Internasional, dan Riset Mandatori.
B. Aspek Strategis Organisasi
LPDP memiliki peran strategis dalam menciptakan pemimpin dan profesional masa depan Indonesia, serta menjamin keberlangsungan pendidikan (intergenerational equity) antar organisasi melalui pengelolaan Dana Abadi Pendidikan (DAP) serta memberikan pelayanan publik dalam bentuk Layanan Beasiswa dan Layanan Pendanaan Riset. Tujuan mulia organisasi ini diperkuat dengan dasar hukum yakni Peraturan Presiden Nomor 12 tahun 2019 tentang Dana Abadi Pendidikan yang sekaligus menguatkan peran strategis dalam upaya pengelolaan dana abadi pendidikan ini. Pada tahun 2020, peran LPDP diperluas dengan diberikan mandat pengelolaan anggaran pendidikan non-DPPN seperti Dana Abadi Kebudayaan, Dana Abadi Penelitian, dan Dana Abadi Perguruan Tinggi.
Selain itu, peran strategis LPDP sesuai Peraturan Presiden Nomor 12 tahun 2019 juga diperkuat dengan ditetapkannya 9 (sembilan) Menteri sebagai anggota Dewan Penyantun, serta dibantu oleh Dewan Pengawas LPDP. Dewan Penyantun bertugas menyusun dan menetapkan kebijakan strategis LPDP dimana pelaksanaannya diawasi oleh Dewan Pengawas yang ditunjuk secara independen.
Dewan Penyantun LPDP
1. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan sebagai Ketua I merangkap anggota;
2. Menteri Koodinator Perekonomian sebagai Ketua II merangkap anggota; 3. Menteri Keuangan sebagai Wakil Ketua merangkap anggota;
4. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebagai anggota;
5. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi sebagai anggota; 6. Menteri Agama sebagai anggota;
7. Menteri Ketenagakerjaan sebagai anggota;
8. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala BAPPENAS sebagai anggota; dan
9. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan RB sebagai anggota.
Dewan Pengawas LPDP
1. Prof. Dr. Ainun Na’im, Ak., Ph.D. (Ketua sekaligus Anggota Dewan Pengawas) 2. Dr. Hadiyanto, S.H., LLM. (Anggota Dewan Pengawas)
3. Dr. Dini Kusumawati, S.E., M.E. (Anggota Dewan Pengawas) 4. Ir. Ananto Kusuma Seta, Ph.D. (Anggota Dewan Pengawas).
C. Permasalahan Strategis (Strategic Issues)
Pada tahun 2020, isu strategis yang terjadi adalah terjadinya pandemi COVID-19 di Indonesia yang ditetapkan sebagai wabah nasional non alam oleh pemerintah. Dengan adanya masalah ini LPDP kemudian menerapkan extraordinary policies diantaranya adalah pelaksanaan kebijakan Work From Home (WFH) per awal Juni 2020, menunda keberangkatan penerima beasiswa ke luar negeri yang terdampak pandemi, serta menunda pelaksanaan seleksi beasiswa terutama proses seleksi fisik yang diganti dengan seleksi secara daring. Namun demikian, isu strategis tersebut tidak menghambat secara signifikan pencapaian kinerja organisasi LPDP pada tahun 2020.
BAB II
Perencanaan Kinerja A. Dasar Hukum Perencanaan Kinerja
Dasar hukum perencanaan kinerja LPDP diantaranya berdasarkan beberapa peraturan sebagai berikut:
1. Peraturan Presiden Nomor 12 tahun 2019 tentang Dana Abadi Pendidikan
2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 143/PMK.01/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pengelola Dana Pendidikan yang telah diubah terakhir dengan PMK Nomor 47/PMK.01/2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pengelola Dana Pendidikan
3. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 tahun 2004 tentang Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah
B. Peta Strategis
Peta Strategi LPDP Tahun 2021 merupakan jabaran atas visi dan misi LPDP yang dituangkan dalam bentuk Balanced Scorecard (BSC). Peta Strategi LPDP untuk tahun 2021 dapat digambarkan sebagai berikut:
GAMBAR II.1
C. Kontrak Kinerja Organisasi
Kontrak kinerja organisasi LPDP Tahun 2021 disusun berdasarkan capaian kinerja periode sebelumnya, serta memperhatikan Target Indikator Kinerja Utama yang realistis, namun tetap menantang dan achievable. Kontrak Kinerja Organisasi LPDP ditetapkan melalui Kontrak Kinerja Nomor 14/SJ/2020 yang ditandatangani bersama oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan dan Direktur Utama LPDP.
Daftar Indikator Kinerja Utama (IKU) beserta target kinerja untuk tahun 2020 dapat dijabarkan dalam tabel Kontrak Kinerja sebagai berikut:
Tabel II.1
Kontrak Kinerja Organisasi LPDP Tahun 2020
Kode
SS/IKU Sasaran Strategis / Indikator Kinerja Utama Target 2020 1 Kredibilitas LPDP yang Tinggi
1a-N Indeks Kepuasan Stakeholder 4 (Skala 5)
2 Pelayanan Publik yang Prima
2a-CP Indeks Kepuasan Publik atas Layanan LPDP 3,75 (Skala 5)
3 Pengelolaan Investasi dan Layanan yang Andal
3a-CP Tingkat Imbal Hasil Pengelolaan Dana 6,75%
4 Talenta / Hasil Riset yang Optimal
4a-CP Indeks Talenta yang Berkualitas 3,75 (Skala 5) 4b-CP Indeks Luaran Riset yang Berkualitas 3,5 (Skala 5)
5 Organisasi dan Sumber Daya Manusia yang Optimal 5a-CP Persentase Pejabat yang Telah Memenuhi Standar
Kompetensi Jabatan
90%
5b-CP Indeks Persepsi Integritas 89,25
6 Pengelolaan Keuangan dan BMN yang Kredibel dan Akuntabel
6a-CP Persentase Kualitas Pelaksanaan Anggaran 95% 6b-CP Persentase Efisiensi Belanja Birokrasi 10%
7 Pengelolaan Risiko, Pengendalian, dan Pengawasan Internal yang Bernilai Tambah
7a-N Persentase Rekomendasi Audit / Monev yang Ditindaklanjuti
100%
Adapun dokumen resmi Kontrak Kinerja Organisasi LPDP untuk Tahun 2020 yang telah ditetapkan kami sertakan sebagai lampirkan Laporan Kinerja ini.
D. Adendum Kontrak Kinerja
Terjadinya pandemi COVID-19 menimbulkan penyesuaian atas target kinerja LPDP yang kemudian melahirkan dokumen Adendum Kontrak Kinerja Organisasi LPDP Tahun 2021. Pada adendum tersebut, dilakukan perubahan trajectory atas 2 (dua) IKU Organisasi LPDP yakni:
1. IKU 5a-CP Persentase Pejabat yang Telah Memenuhi Standar Kompetensi Jabatan berubah trajectory-nya dari Semesteran menjadi Tahunan. Adapun targetnya tetap; 2. IKU 6b-CP Persentase Efisiensi Belanja Birokrasi berubah trajectory-nya dari
Triwulanan menjadi Tahunan. Adapun targetnya tetap.
Adendum Kontrak Kinerja ditetapkan bersama oleh Sekretaris Jenderal dan Direktur Utama LPDP melalui Adendum Kontrak Kinerja Nomor 14A/SJ/2020 tanggal 30 Januari 2020 yang mulai diberlakukan pada Triwulan I 2020.
Ringkasan adendum dapat dijelaskan dalam matriks semula menjadi sebagai berikut:
Tabel II.2
Adendum Kontrak Kinerja LPDP Tahun 2020
Kode IKU IKU Sebelum Sesudah Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 5a-CP Persentase Pejabat yang Telah Memenuhi Standar Kompetensi Jabatan - 90% - 90% - - - 90% 6b-CP Persentase Efisiensi Belanja Birokrasi 10% 10% 10% 10% - - - 10%
BAB III
Akuntabilitas Kinerja A. Capaian Kinerja Organisasi
Pada Tahun Anggaran 2020, LPDP telah menetapkan 7 (Tujuh) Sasaran Strategis yang terdiri dari:
1. 1 (satu) SS termasuk dalam Stakeholder Perspective; 2. 1 (satu) SS termasuk dalam Customer Perspective;
3. 2 (dua) SS termasuk dalam Internal Process Perspective; dan 4. 3 (tiga) SS termasuk dalam Learning and Growth Perspective.
Sasaran strategis tersebut kemudian dijabarkan menjadi 10 (sepuluh) Indikator Kinerja Utama (IKU) dimana untuk tahun 2020 memiliki Nilai Kinerja Organisasi (NKO) sebesar 107,69 atau mengalami sedikit penurunan dari tahun 2019 yang sebesar 108,09. Pencapaian ini sebenarnya menunjukkan kestabilan kinerja LPDP di tengah-tengah terjadinya pandemi COVID-19 pada awal tahun 2020. Direksi LPDP bersama dengan Sub Manajer Kinerja Organisasi telah berupaya untuk menjaga capaian kinerja LPDP tahun 2020 ditengah penurunan kinerja yang berimbas terhadap organisasi pemerintahan.
Dengan capaian NKO tersebut, dari 7 (tujuh) SS yang dimiliki LPDP pada tahun 2020, seluruhnya memiliki capaian yang baik (IKU Hijau) dengan realisasi capaian melebihi target kinerja.
GAMBAR III.1
Adapun rincian Nilai Kinerja Organisasi LPDP Tahun 2020 beserta grafik fluktuasi kinerja LPDP dari tahun 2014 hingga 2020 dapat digambarkan sebagai berikut:
Tabel III.1
Nilai Kinerja Organisasi LPDP Tahun 2020
No Perspektif BSC Bobot Nilai Bobot
Tertimbang Nilai Setelah Bobot Tertimbang 1. Stakeholder Pespective 25% 101,00 25% 25,25 2. Customers Perspective 15% 116,53 15% 17,48 3. Internal Process Perspective 30% 112,09 30% 33,63 4. Learning and Growth Perspective 30% 104,42 30% 31,33
Nilai Kinerja Organisasi (NKO) 100% 100% 107,69
Catatan Status NKO :
100 ≤ NKO ≤ 120 = memenuhi ekspektasi 80 ≤ NKO ≤ 100 = belum memenuhi ekspektasi NKO ≤ 80 = tidak memenuhi ekspektasi
GRAFIK III.1
Grafik NKO LPDP Tahun 2014 s.d. 2020
Pada tahun anggaran 2020, dari total 10 (sepuluh) Indikator Kinerja Utama (IKU) LPDP, 9 (sembilan) diantaranya memiliki capaian IKU Hijau sedangkan 1 (satu) IKU memiliki capaian Abu-Abu atau N/A. IKU Abu-abu tersebut adalah IKU Persentase Pejabat yang Telah Memenuhi Standar Kompetensi Jabatan. Tabel ringkasan capaian IKU Tahun 2020 adalah sebagai berikut:
100,00 113,70 113,40 108,83 102,90 108,09 107,69 90,00 95,00 100,00 105,00 110,00 115,00 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020
TABEL III.2
Capaian Kinerja Organisasi (IKU) LPDP Tahun 2020
Kode SS/IKU
Sasaran Strategis / Indikator Kinerja Utama Target 2020 Capaian 2020 Indeks Capaian
1 Kredibilitas LPDP yang Tinggi 101,00
1a-N Indeks Kepuasan Stakeholder 4
(Skala 5) 4,04 101,00
2 Pelayanan Publik yang Prima 116,53
2a-CP Indeks Kepuasan Publik atas Layanan LPDP
3,75
(Skala 5) 4,37 116,53
3 Pengelolaan Investasi dan Layanan
yang Andal 113,33
3a-CP Tingkat Imbal Hasil Pengelolaan
Dana 6,75% 7,65% 113,33
4 Talenta / Hasil Riset yang Optimal 110,85
4a-CP Indeks Talenta yang Berkualitas 3,75
(Skala 5) 3,88 103,47 4b-CP Indeks Luaran Riset yang
Berkualitas
3,5
(Skala 5) 4,96 120,00
5 Organisasi dan Sumber Daya
Manusia yang Optimal 103,14
5a-CP
Persentase Pejabat yang Telah Memenuhi Standar Kompetensi Jabatan
90% N/A N/A
5b-CP Indeks Persepsi Integritas 89,25 92,05 103,14
6 Pengelolaan Keuangan dan BMN
yang Kredibel dan Akuntabel 110,14
6a-CP Persentase Kualitas Pelaksanaan
Anggaran 95% 95,26% 100,27
6b-CP Persentase Efisiensi Belanja
Birokrasi 10% 85,18% 120,00
7
Pengelolaan Risiko, Pengendalian, dan Pengawasan Internal yang Bernilai Tambah
100,00
7a-N Persentase Rekomendasi Audit /
Monev yang Ditindaklanjuti 100% 100% 100,00
Analisis dan penjelasan untuk setiap realisasi capaian Indikator Kinerja Utama Tahun 2020 dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. IKU 1a-N Indeks Kepuasan Stakeholder
IKU ini ditujukan untuk mengukur persepsi kepuasan stakeholder LPDP atas layanan yang diberikan. Data capaian Indeks Kepuasan Stakeholder diperoleh dari penyebaran kuesioner survei kepuasan secara independen kepada 9 (sembilan) Menteri Dewan Penyantun LPDP sesuai ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 12 tahun 2019. Hasil capaian ini dirata-rata untuk dibandingkan dengan target IKU pada akhir tahun perhitungan.
Hasil pengisian kuesioner oleh Dewan Penyantun menunjukkan capaian kinerja untuk IKU ini sebesar 4,04 dari skala 5,00 dengan Indeks Capaian 101,00 atau IKU Hijau. Dari 9 kuesioner yang telah disebarkan, hanya terdapat 4 (empat) kuesioner yang kembali kepada LPDP hingga masa perhitungan kinerja dilakukan. Kuesioner yang kembali tersebut beserta nilai yang diberikan adalah:
a. Menteri Riset dan Teknologi / Kepala BRIN = 4,00
b. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi = 4,29 c. Menteri Ketenagakerjaan = 3,71
d. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan = 4,14
TABEL III.3.1
Perbandingan Capaian Kinerja IKU 1a-N
LPDP SS 1 Kredibilitas LPDP yang Tinggi 1a-N Indeks Kepuasan Stakeholder
T/R Q1 Q2 Sm.I Q3 s.d. Q3 Q4 Y-20 Pol/KP
Target Sebelum Adendum - - - 4 (Skala 5) 4 (Skala 5) Max/TLK Target Setelah Adendum
Tidak Ada Adendum
Realisasi - - - 4,04 4,04 Capaian Kontrak Awal - - - 101,00 101,00 Capaian Kontrak Adendum
Tidak Ada Adendum
IKU ini memiliki nilai berturut-turut 3,00 dari target 4,00 pada tahun 2018 serta 4,31 dari target 4,00. Dengan capaian 4,04 pada tahun 2020, IKU ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, meskipun indeks capaian tetap hijau. Akar masalah dari capaian realisasi IKU ini adalah kuesioner dari para Menteri tidak kembali tepat waktu yaitu pada saat perhitungan kinerja organisasi dilakukan, sehingga indeks kepuasan tersebut belum menggambarkan indeks kepuasan seluruh Menteri Dewan Penyantun.
Dalam hal ini, LPDP telah berupaya mendorong pengisian kuesioner oleh para Menteri melalui Sekretaris/TU Kementerian terkait agar kuesioner dapat kembali tepat waktu sebelum perhitungan kinerja dilakukan. Untuk kedepannya, LPDP akan berupaya untuk menyebarkan kuesioner lebih awal serta melakukan koordinasi secara intensif dalam rangka pengumpulan kuesioner survei kepuasan tersebut.
2. IKU 2a-CP Indeks Kepuasan Publik atas Layanan LPDP
IKU ini ditujukan untuk mengukur tingkat kepuasan pelayanan publik LPDP kepada penerima Layanan Beasiswa dan Layanan Pendanaan Riset, sebagaimana ketentuan dalam UU Nomor 25 tahun 2009. IKU ini dihitung dengan menyebarkan kuesioner yang disusun bersama dengan konsultan independen dari PTN untuk mendapatkan skor persepsi kepuasan atas asas penyelenggaraan pelayanan publik.
Pada tahun 2020, LPDP bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor sebagai konsultan independen untuk melaksanakan survei ini. Survei untuk pertama kalinya dilaksanakan secara full online, baik untuk penyebaran kuesioner maupun pelaksanaan
focus group discussion (fgd) karena kebijakan pembatasan pergerakan manusia untuk
menanggulangi penyebaran virus COVID-19. Namun, sisi positif dari pandemi ini adalah LPDP untuk pertama kalinya dapat melaksanakan FGD daring dengan penerima beasiswa luar negeri dari seluruh dunia, dimana pada tahun sebelumnya FGD hanya dilaksanakan secara fisik di dalam negeri saja.
Survei Kepuasan Publik tahun 2020 berhasil mengumpulkan sampel sebanyak 3.985 orang penerima beasiswa dan 56 institusi/periset yang mengisi kuesioner secara lengkap. FGD daring kemudian dilaksanakan pada sekitar 12 sesi Zoom Meeting yang mencakup seluruh area dalam maupun luar negeri di bulan November 2020. FGD dilaksanakan pada klaster dalam negeri diantaranya Bandung, Jakarta Bogor Depok, Makassar Denpasar, Solo Semarang, Malang Surabaya, Padang Medan, dan Yogyakarta. Sedangkan untuk klaster luar negeri adalah Asia Non Indonesia, Australia dan NZ, Amerika Serikat, United Kingdom, dan Eropa Non UK.
Dari pelaksanaan dan analisis atas hasil survei tersebut, dicapai indeks survei kepuasan total sebesar 4,37 dari skala 5,00. Capaian untuk IKU ini adalah 116,53 atau IKU Hijau. IKU ini secara umum mengalami peningkatan dari tahun 2018 (4,14) dan tahun 2019 (4,19). Peningkatan ini dapat mengindikasikan juga peningkatan kualitas layanan yang disediakan oleh LPDP kepada publik. Adapun untuk masing-masing layanan, indeks kepuasannya adalah:
a. Indeks Kepuasan Layanan Beasiswa = 4,34
b. Indeks Kepuasan Layanan Pendanaan Riset = 4,40
Untuk pelaksanaan survei ini, LPDP melaksanakan kontrak Pengadaan Barang dan Jasa dengan konsultan independen dari Institut Pertanian Bogor sebagai pelaksana survei. Nilai Kontrak adalah Rp160.000.000,00 (seratus enam puluh juta rupiah) untuk 1 paket pengadaan survei. Survei ini dapat dikatakan berhasil karena sampel yang dikumpulkan sudah representatif dan dapat dilaksanakan tepat waktu sebelum perhitungan kinerja dilaksanakan.
GRAFIK III.2
Rincian Hasil Survei Kepuasan Publik Tahun 2020
IKU ini pada tahun 2020 telah mencapai targetnya yakni 4,37 dari target 3,75. Matriks perbandingan untuk IKU ini adalah sebagai berikut:
TABEL III.3.2
Perbandingan Capaian Kinerja IKU 2a-CP
LPDP SS 2 Pelayanan Publik yang Prima
1a-N Indeks Kepuasan Publik atas Layanan LPDP
T/R Q1 Q2 Sm.I Q3 s.d. Q3 Q4 Y-20 Pol/KP
Target Sebelum Adendum - - - 3,75 (Skala 5) 3,75 (Skala 5) Max/TLK Target Setelah Adendum
Tidak Ada Adendum
Realisasi - - - 4,37 4,37 Capaian Kontrak Awal - - - 116,53 116,53 Capaian
Kontrak Tidak Ada Adendum
4,24 4,44 4,31 4,30
4,34
4,10 4,15 4,20 4,25 4,30 4,35 4,40 4,45 4,50 TahapPendaftaran Tahap Seleksi PenerimaanTahap Manfaat
Tahap Pelayanan
Awardee Indeks KepuasanTotal
Indeks Kepuasan Layanan Beasiswa
4,26 4,55 4,39 4,59
4,40
4,00 4,10 4,20 4,30 4,40 4,50 4,60 4,70 TahapPendaftaran Tahap Seleksi Tahap PenerimaanManfaat Tahap PelayananAwardee Indeks KepuasanTotal
Indeks Kepuasan Layanan Pendanaan Riset
Untuk tahun-tahun selanjutnya, LPDP akan mempertahankan capaian IKU Survei Kepuasan Publik ini, disamping terus menyempurnakan instrumen serta tata cara penyusunan kuesioner untuk penilaian persepsi kepuasan publik. Lingkup survei akan diupayakan untuk diperluas misalnya dengan penambahan sampel representatif dan penambahan klaster untuk pelaksanaan FGD daring.
3. IKU 3a-CP Tingkat Imbal Hasil Pengelolaan Dana
IKU ini bertujuan untuk mengukur tingkat imbal hasil yang didapatkan LPDP atas pengelolaan Dana Abadi Pendidikan. Jumlah Dana Abadi Pendidikan ini merupakan akumulasi dari Dana Pengembangan Pendidikan Nasional yang dicairkan dari APBN setiap tahunnya, kemudian diinvestasikan pada berbagai instrumen investasi untuk mendapatkan imbal hasil, yang kemudian diakui sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). IKU ini membandingkan antara jumlah realisasi imbal hasil DPPN dibandingkan jumlah DPPN yang menghasilkan PNBP pada tahun anggaran berjalan. Pada tahun 2020, realisasi PNBP yang dihasilkan LPDP dapat dijelaskan dalam tabel berikut: TABEL III.4 Realiasi PNBP Tahun 2020 No. Uraian Realisasi PNBP per 31 Des 2020 (dalam Rp) 1. Pendapatan Deposito 2.236.493.832.672 2. Pendapatan Giro 1.050.327.103
3. Pendapatan Surat Berharga Negara 1.440.743.399.976 4. Pendapatan Obligasi Korporasi 230.956.500.000
Total Pendapatan PNBP 3.909.244.059.752
Jumlah DPPN yang dapat menghasilkan PNBP adalah Rp51,117 Triliun, sehingga apabila dimasukkan dalam formula perhitungan, capaian IKU ini adalah 7,65% dari target 6,75% p.a. (Indeks Capaian 113,33 atau IKU Hijau).
Pada tahun-tahun sebelumnya, capaian IKU ini adalah 6,59% dari target 6,5% pada tahun 2018 dan 7,82% dari target 6,75% pada tahun 2019. Dengan perbandingan ini capaian pada tahun 2020 masih dapat dikatakan stabil, ditengah terjadinya pandemi COVID-19 yang menekan suku bunga BI menjadi 4,5% pada Maret 2020, dan terus menurun hingga level 3,75% pada bulan November 2020. LPDP dalam hal ini masih dapat mempertahankan portofolio stabil dengan imbal hasil yang masih memnuhi target tahunan. Angka capaian imbal hasil ini menunjukkan kinerja investasi LPDP masih kuat ditengah tekanan terhadap pasar keuangan Indonesia.
TABEL III.3.3
Perbandingan Capaian Kinerja IKU 3a-CP
LPDP SS 3 Pengelolaan Investasi dan Layanan yang Andal 3a-CP Tingkat Imbal Hasil Pengelolaan Dana
T/R Q1 Q2 Sm.I Q3 s.d. Q3 Q4 Y-20 Pol/KP
Target Sebelum Adendum 1,69% 3,38% 3,38% 5,06% 5,06% 6,75% 6,75% Max/TLK Target Setelah Adendum
Tidak Ada Adendum
Realisasi 2,07% 4,05% 4,05% 6,13% 6,13% 7,65% 7,65% Capaian Kontrak Awal 120,00 119,82 119,82 120,00 120,00 113,33 113,33 Capaian Kontrak Adendum
Tidak Ada Adendum
Dalam mencapai target kinerja ini, LPDP melakukan berbagai effort diantaranya adalah merencanakan penempatan portofolio pada instrumen investasi yang memiliki imbal hasil tinggi namun tetap dengan risiko yang terukur seperti Obligasi Negara dan BUMN. Selain itu, keberhasilan capaian IKU ini juga didukung oleh perencanaan
Asset Liability Management (ALM) yang dilaksanakan secara rutin untuk mengetahui
keseimbangan pendapatan dan belanja di LPDP. Dalam hal ini, idle cash yang ada dapat direinvestasikan sehingga mendorong efisiensi dalam penempatan dana yang menghasilkan PNBP. Kedepannya, LPDP akan terus berupaya meningkatkan imbal hasil berdasarkan portofolio dengan risiko yang terukur dan terencana. LPDP bahkan merencanakan untuk berinvestasi pada saham dan instrumen investasi jangka panjang yang tentunya membutuhkan persetujuan dari Menteri Keuangan selaku BUN.
4. IKU 4a-CP Indeks Talenta yang Berkualitas
IKU ini ditujukan untuk mengetahui kinerja LPDP dalam menjaga ketepatan waktu penerima beasiswa untuk memulai kuliah serta memonitor kelulusan penerima beasiswa yang tepat waktu. IKU ini dihitung berdasarkan formula sebagai berikut:
Keterangan:
Indeks A = Indeks Ketepatan Waktu Kuliah Penerima Beasiswa
% Capaian dihitung berdasarkan perbandingan penerima beasiswa yang memulai kuliah tepat waktu dengan penerima beasiswa yang sedang menunggu untuk kuliah (bobot Indeks A adalah 50%)
Indeks B = Indeks Kelulusan Tepat Waktu Kuliah Penerima Beasiswa
% Capaian dihitung berdasarkan perbandingan penerima beasiswa yang lulus kuliah tepat waktu dengan penerima beasiswa yang seharusnya sudah lulus kuliah (bobot Indeks B adalah 50%)
Pada tahun 2020, LPDP telah berhasil mendorong para penerima beasiswa untuk segera kuliah tepat waktu, dimana 4.500 orang dari 4.753 orang penerima beasiswa telah berhasil kuliah tepat waktu. Selain itu, LPDP juga berhasil menjaga tingkat kelulusan tepat waktu dari para penerima beasiswa dengan melakukan monitoring berkelanjutan. Dari 2.263 orang mahasiswa on going, 1.371 orang diantaranya dapat lulus tepat waktu. Maka apabila capaian ini dihitung ke dalam formula, capaian IKU ini memiliki indeks 3,88 dari target 3,75 (Indeks Capaian 103,47 atau IKU Hijau).
= (4.500 / 4.753 x 50% x 5) + (1.371 / 2.263 x 50% x 5) = (94,68% x 50% x 5) + (60,58% x 50% x 5)
= 2,37 + 1,51 = 3,88
TABEL III.3.4
Perbandingan Capaian Kinerja IKU 4a-CP
LPDP SS 4 Talenta / Hasil Riset yang Optimal 4a-CP Indeks Talenta yang Berkualitas
T/R Q1 Q2 Sm.I Q3 s.d. Q3 Q4 Y-20 Pol/KP
Target Sebelum Adendum - - - 3,75 3,75 Max/TLK Target Setelah Adendum
Tidak Ada Adendum
Realisasi - - - 3,88 3,88 Capaian Kontrak Awal - - - 103,47 103,47 Capaian Kontrak Adendum
Tidak Ada Adendum
Selama 2 tahun kebelakang, IKU ini telah mengalami perubahan nomenklatur dan metode perhitungan, menyesuaikan dengan perkembangan fokus kinerja LPDP. Pada tahun 2018, IKU ini memiliki nomenklatur Persentase Best Talent yang Kembali untuk Berkarya dengan capaian 91,91% dari target 88%. Pada tahun 2019, nomenklatur IKU ini berubah menjadi Persentase Alumni yang Mendapat Tempat Berkarya dengan capaian 90,96% dari target 88,5%. IKU tersebut kemudian berkembang menjadi IKU Indeks Talenta yang Berkualitas guna mendukung kinerja LPDP yang berfokus pada pengembangan talenta.
Secara umum IKU ini dapat tercapai karena LPDP terus memonitoring mulai maupun selesainya penerima beasiswa dengan tepat waktu, meskipun pada tahun 2020 terdapat pandemi COVID-19 yang membatasi pergerakan manusia, yang pada akhirnya membatasi pemberangkatan mahasiswa ke luar negeri. Untuk merespon ini, LPDP melakukan extraordinary policies seperti perpanjangan waktu bagi mahasiswa yang tidak dapat lulus dengan tepat waktu karena terimbas COVID maksimal 6 bulan.
Selain itu, seleksi LPDP juga mengalami penundaan pelaksanaan sehingga mahasiswa yang berangkat ke luar negeri juga berkurang. Seleksi kemudian dilaksanakan pada akhir tahun 2020, dengan mengganti wawancara fisik menjadi wawancara secara daring. Perubahan kegiatan ini meningkatkan efisiensi biaya LPDP dalam menjalankan seleksi karena tidak ada biaya perjalanan dinas yang dikeluarkan. Untuk kedepannya, LPDP akan terus menjaga kestabilan capaian IKU ini dengan memantau para mahasiswa yang belum mendapatkan LoA untuk segera mencari LoA dan memulai kuliah, serta melakukan monitoring yang berkelanjutan terhadap studi mahasiswa agar dapat lulus dengan tepat waktu.
5. IKU 4b-CP Indeks Luaran Riset yang Berkualitas
IKU ini dihitung berdasarkan data perhitungan riset on going tahun 2020 yang berhasil melanjutkan pendanaannya ke tahun berikutnya dan perhitungan riset tahun terakhir di tahun 2020 yang mampu mencapai tahapan product launch / implementatif. IKU ini dihitung berdasarkan formula berikut:
Indeks A = Indeks Keberlanjutan Riset
% Capaian dihitung berdasarkan perbandingan antara riset on going tahun 2020 yang berhasil melanjutkan riset ke tahun berikutnya dengan riset on going tahun 2020 yang seharusnya melanjutkan riset ke tahun berikutnya (bobot Indeks A adalah 20%) Indeks B = Indeks Riset yang Memenuhi Standar Kelayakan
% Capaian dihitung berdasarkan perbandingan riset tahun terakhir di tahun 2020 yang mencapai tahap product launch/implementatif dengan riset tahun terakhir di tahun 2020 (bobot Indeks B adalah 80%)
Pada tahun 2020, riset on going yang berhasil melanjutkan risetnya ke tahun berikutnya ada 32 riset dari 33 riset berjalan. Sementara itu, 8 riset tahun terakhir di tahun 2020 telah dapat mencapai tahapan product launch / implementatif di tahun 2020. Rincian riset yang dapat/tidak dapat melanjutkan ke tahun berikutnya dan yang mencapai tahapan product launch adalah sebagai berikut:
TABEL III.5
Riset Tahun 2020 yang Dapat/Tidak Dapat Melanjutkan ke Tahun Berikutnya
No. Judul Riset Status
1. Kendaraan Listrik untuk Kebutuhan Khusus (Tim Mesin) Melanjutkan 2. Rancang Bangun Unit Pemungutan Litium dari Baterai Li-Ion Bekas Melanjutkan 3. Rancang Bangun Motor Listrik BLDC 120 kW dan Motor Listrik SRM 5 kW Melanjutkan 4. Rancang Bangun Inverter Sistem Penggerak (Drive) Motor Listrik BLDC 120
kW dan Motor Listri SRM 5 kW Melanjutkan
5. Pengembangan Sistem Manajemen Baterai (SMB) untuk ITB TRIKE dan
6. Pengembangan Smartdashboard untuk Kendaraan Motor Listrik e-Trike Melanjutkan 7. Pengembangan Range Extender Untuk Bus Listrik Melanjutkan 8. Pengembangan Platform Untuk Kendaraan Berbasis Listrik Melanjutkan 9. Pengembangan Platform Bus Listrik Berukuran Besar Beserta Komponen
Pendukungnya Melanjutkan
10. Pengembangan Produk Sistem Penggerak Motor (Propulsi) untuk Bus Listrik
Berukuran Besar Melanjutkan
11. Rancang Bangun Dan Pengembangan Prototipe Fin Komodo Listrik Tahun
Kedua: Pre-series Production Melanjutkan
12. Pengembangan Produksi Material Aktif Katoda Sebagai Baku Baterai Lithium
Ion Untuk Aplikasi Kendaraan Listrik Melanjutkan
13.
Pengembangan Platform Smart Safe And Secure untuk Meningkatkan Kemudahan, Keamanan, dan Kenyamanan. Studi Kasus : Pelayanan Penumpang Kereta Api
Melanjutkan
14. Pemodelan Sistem dan Kerangka Kebijakan Biobank untuk Riset Kesehatan
di Indonesia Melanjutkan
15.
Komersialisasi Enzim Rekombinan Reverse Transcriptase Asal MMLV SRV untuk Mendukung Kemandirian Penyediaan Reagensia Biomolekuler di Indonesia
Melanjutkan
16. Pengembangan Produk Pangan Fungsional Inovatif Cokelat Probiotik Sebagai
Upaya untuk Hilirisasi dan Komersialisasi Potensi Sumber Daya Lokal Melanjutkan 17. Implementasi Teknologi untuk Mereduksi Dampak Kontaminan
Anthraquinone (9,10-Aq) sebagai bukti Ilmiah untuk Otoritas Pasar Eropa Melanjutkan
18.
Pengembangan Model Blended Web Mobile Learning (BWML) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTs) Siswa SMA
Melanjutkan
19. Politik Penamaan dalam Pembentukan Identitas Nasional di Era Millenial Melanjutkan
20.
Scale-Up Teknologi Thermophilic Anaerobic Fluidized Bed Reactor untuk Produksi Energi Terbarukan dari Limbah Industri sebagai Penguatan Industri Berbasis Bioekonomi
Melanjutkan
21. Rancang Bangun Sistem Turret untuk Kapal Laut Melanjutkan 22. Pengembangan Produk Struktur Tahan Ledak Untuk Kendaraan Tempur Melanjutkan 23. Pengembangan Alat Komunikasi untuk Kepentingan Strategis Melanjutkan 24. Produksi dan Komersialisasi Slimming Pudding dan Jelly Berbasis
Glukomanan Porang Melanjutkan
25. Pengembangan Perangkat ‘Elisa Reader’ untuk Diagnosa Infeksi Virus
Hepatitis B Menggunakan Sumber Cahaya LED Melanjutkan
26. Produksi HBsAg dan ANTI-HBsAg Untuk Pengembangan Serta
Komersialisasi Kit Diagnostik Hepatitis B Indonesia Melanjutkan 27. Inovasi Pengembangan Produksi Pasta Gigi Anti Inflamasi Berbahan Dasar
Nigella Sativa Sebagai Prospek Industri Di Bidang Kesehatan Gigi Melanjutkan
28.
Scale-Up Formula Untuk Industri Dan Uji Klinik Gel Mulut Berbahan Aktif Ekstrak Daun Sirih Hitam Sebagai Antimikroba, Antiinflamasi, Dan Analgesik Dalam Penguatan Industri Berbasis Tradisi
Melanjutkan
29. Sistem Pencahayaan Cerdas untuk membangun Green Ecosystem berbasis
Internet of Things (IoT) study kasus: PT Bio Farma Melanjutkan 30. Pembuatan Sport Supplement Nanocurcumin Dalam Rangka Meningkatkan
Performa Pelaku Olahraga / Atlet Melanjutkan
31.
Pembuatan Perangkat 3D Surface - Borehole Tomografi Induced Polarization &Amp; Resistivity Dan Magnetotelurik Untuk Karakterisasi Reservoar Energi Terbarukan Geothermal
Melanjutkan
32. Pengembangan Model Workshop Dan Pelatihan Penelitian Untuk Peningkatan
Riset Dan Publikasi Internasional Universitas Di Indonesia Melanjutkan 33. Allogenic Mesenchymal Stem Clls for Reparation, Regenerations,
Restoration, and Replacement of Bone, Joint, and Cartilage
Tidak Melanjutkan
TABEL III.6
Riset yang Dapat/Tidak Dapat Mencapai Tahapan Product Launch
No. Judul Riset Status
1.
Implementasi Model Reduksi Radikalisme “HEBAT” (Hypnoteraphy, E-Learning, Bimbingan, Aktualisasi Keagamaan dan Teknologi Informasi) di Kalangan Mahasiswa melalui Cloud System (Sistem Langitan)
Melanjutkan
2. Kuliner Analitik: Kodifikasi dan Sistem Informasi Kuliner Khas Indonesia untuk Pengembangan Ekonomi Kreatif
Melanjutkan
3. Pengembangan Fungsi Fisiologis Aktif dan Produksi serta Komersialisasi
Ramuan Fungsional Berbasis Kumis Kucing Melanjutkan
4. Formulasi Pupuk Organik-Hayati dan Integrasi Konservasi dengan Rumput
Pakan untuk Meningkatkan Produksi Kentang di Andisol Berlereng Melanjutkan 5. Optimalisasi Potensi Budaya Using dan Industri Kreatif Banyuwangi untuk
Meningkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Melanjutkan
6. Perancangan Sistem Keselamatan Pasif dan Penyusunan Standar Keselamatan
pada Struktur Kendaraan Pengangkut Massal Melanjutkan
7. Upaya Menghidupkan Produksi Budidaya Kepiting Bakau Melalui Sinergi
Kegiatan Hulu Dan Hilir di Kalimantan Utara Melanjutkan
8. Pengembangan Kamus Seni Tari Bali Berbasis Media Gambar dan Teknologi
Android (Bali-Indonesia-Inggris) Melanjutkan
Apabila angka-angka realisasi ini dimasukkan kedalam formula, maka akan menghasilkan capaian sebagai berikut:
= (32 / 33 x 20% x 5) + (8 / 8 x 80% x 5) = (96,15% x 20% x 5) + (100% x 80% x 5) = 0,96 + 4,00 = 4,96
Sehingga dalam hal ini capaian kinerja IKU ini adalah 4,96 dari target tahunan sebesar 3,50 (Indeks Capaian 120,00 atau IKU Hijau). Rincian tabel perbandingan IKU 4b-CP adalah sebagai berikut:
TABEL III.3.5
Perbandingan Capaian Kinerja IKU 4b-CP
LPDP SS 4 Talenta / Hasil Riset yang Optimal 4b-CP Indeks Luaran Riset yang Berkualitas
T/R Q1 Q2 Sm.I Q3 s.d. Q3 Q4 Y-20 Pol/KP
Target Sebelum Adendum - - - 3,50 3,50 Max/TLK Target Setelah Adendum
Tidak Ada Adendum
Realisasi - - - 4,96 4,96 Capaian Kontrak Awal - - - 120,00 120,00 Capaian
Sebagai informasi, IKU ini telah mengalami perubahan nomenklatur dan target dari 2 tahun kebelakang. Pada tahun 2018, IKU ini memiliki nomenklatur Persentase Luaran Riset yang Layak Dikomersialisasikan dengan capaian 100% dari target 60%. Sedangkan pada tahun 2019, IKU ini bernomenklatur Persentase Luaran Riset yang Layak Dikomersialisasikan/Diimplementasikan dengan capaian 142,85% dari target 70%. Dengan demikian, capaian pada tahun 2020 ini tetap menggambarkan bahwa kinerja Layanan Pendanaan Riset sudah cukup efektif dalam mendorong riset untuk melanjutkan ke tahun berikutnya serta mencapai tahapan product launch.
Kedepannya, LPDP akan terus berupaya melakukan seleksi ketat terhadap riset yang berpotensi besar sehingga dapat melanjutkan ke tahun berikutnya, dan juga dapat mencapai tahapan product launch sesuai dengan fokus dan tujuan pendanaan riset organisasi LPDP. LPDP juga akan terus mendukung riset prioritas pemerintah seperti Prioritas Riset Nasional, Konsorsium COVID-19, MIRA, dan Riset Pendanaan Mobil Listrik Nasional (MOLINA) sebagai riset mandatori bekerjasama dengan Kementerian Riset dan Teknologi / BRIN untuk terus mendorong daya saing riset nasional.
6. IKU 5a-CP Persentase Pejabat yang Telah Memenuhi Standar Kompetensi Jabatan IKU ini ditujukan yakni dalam rangka mencapai tujuan organisasi Kementerian Keuangan yakni bahwa pejabat di Kementerian Keuangan (khususnya LPDP) telah mencapai Standar Kompetensi Jabatan (SKJ) yakni berdasarkan indikator Job Person
Match (JPM). IKU ini dihitung dengan cara membandingkan antara jumlah pejabat
struktural yang memenuhi SKJ dengan jumlah pejabat struktural yang telah mengikuti
assessment.
Matriks perbandingan capaian kinerja untuk IKU Persentase Pejabat yang Telah Memenuhi Standar Kompetensi Jabatan LPDP adalah:
TABEL III.3.6
Perbandingan Capaian Kinerja IKU 5a-CP
LPDP SS 5 Organisasi dan Sumber Daya yang Optimal
5a-CP Persentase Pejabat yang Telah Memenuhi Standar Kompetensi Jabatan
T/R Q1 Q2 Sm.I Q3 s.d. Q3 Q4 Y-20 Pol/KP
Target Sebelum Adendum - 90% - - - 90% 90% Max/TLK Target Setelah Adendum - - - 90% 90%
Realisasi - - - N/A N/A
Capaian Kontrak Awal
- N/A - - - N/A N/A
Capaian Kontrak Adendum
Pada tahun 2020, LPDP bersama dengan Biro SDM Kementerian Keuangan telah berkoordinasi dalam rangka mengadakan assessment untuk mencapai indikator kinerja ini. Namun demikian, berdasarkan atas koordinasi atas LPDP dan Biro SDM dengan Undangan Nomor UND-166/SJ.5/2020 tanggal 18 Juni 2020 disimpulkan bahwa LPDP tidak melaksanakan assessment terhadap pejabat di lingkungan LPDP. Hal ini dikarenakan perlunya penyesuaian Standar Kompetensi Jabatan pada Biro SDM dengan SKJ yang akan diterapkan pada LPDP yang berbentuk BLU. Transformasi LPDP yang masih dalam tahapan rencana juga berpotensi mengubah lagi pola SKJ untuk LPDP, sehingga assessment juga ikut berubah. Dengan demikian, capaian untuk IKU ini pada akhir tahun 2020 adalah N/A.
Kedepannya, LPDP akan melaksanakan koordinasi lebih intensif mengenai pencapaian IKU ini, termasuk penentuan apakah IKU ini masih dapat masuk ke Kontrak Kinerja tahun-tahun berikutnya atau tidak. Terdapat kemungkinan bahwa
assessment pejabat LPDP akan dilaksanakan secara independen tanpa harus menjadi
salah satu indikator dalam IKU turunan Sekretariat Jenderal.
7. IKU 5b-CP Indeks Persepsi Integritas
IKU ini dihitung untuk mencapai tujuan organisasi Kementerian Keuangan, yakni mencapai nilai pembangunan integritas yang diperoleh dari hasil Penilaian Persepsi Integritas yang dikembangkan dari Integrity Assessment yang telah dilaksanakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Survei ini dilaksanakan oleh Kementerian Keuangan untuk setiap unit Eselon I,dan LPDP mendapatkan nilai Indeks Persepsi Integritas berdasarkan nilai turunan dari Sekretariat Jenderal sebagai Eselon I induk.
Pada tahun 2020, Indeks Persepsi Integritas dihitung berdasarkan survei internal dan survei internal. Matriks perbandingan IKU ini untuk tahun 2020 adalah:
TABEL III.3.7
Perbandingan Capaian Kinerja IKU 5b-CP
LPDP SS 5 Organisasi dan Sumber Daya yang Optimal
5a-CP Persentase Pejabat yang Telah Memenuhi Standar Kompetensi Jabatan
T/R Q1 Q2 Sm.I Q3 s.d. Q3 Q4 Y-20 Pol/KP
Target Sebelum Adendum - - - 89,25 89,25 Max/TLK Target Setelah Adendum
Tidak Ada Adendum
Realisasi - - - 92,05 92,05 Capaian Kontrak Awal - - - 103,14 103,14 Capaian Kontrak Adendum
Tidak Ada Adendum
Indeks Persepsi Integritas merupakan IKU turunan dari Sekretariat Jenderal yang ditanggung bersama oleh Eselon II di lingkungan Sekretariat Jenderal. LPDP akan terus berupaya untuk mendukung pencapaian IKU ini dengan menjaga penerapan kode etik dan tata berperilaku pada level internal, agar indeks Persepsi Integritas ini tetap terjaga di tahun-tahun berikutnya.
8. IKU 6a-CP Persentase Kualitas Pelaksanaan Anggaran
IKU ini dihitung untuk mengoptimalkan manajemen anggaran di lingkungan Kementerian Keuangan, dengan mengikuti aturan pada PMK 234/PMK.01/2015. Adapun ruang lingkup perhitungan IKU Persentase Kualitas Pelaksanaan Anggaran dalam ketentuan Surat Edaran nomor SE-2/MK.1/2019 meliputi cara dan formulasi perhitungan IKU terkait pelaksanaan anggaran yang mencakup aspek kualitas serta aspek tata kelola dan administratif yang ada pada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan. Aspek kualitas terdiri atas pencapaian keluaran, efisiensi, penyerapan anggaran atas pagu neto, dan konsistensi. Aspek tata kelola dan administratif terdiri atas Revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), Penyelesaian Tagihan, Pengelolaan Uang Persediaan (UP), Data Kontrak, Kesalahan Surat Perintah Membayar (SPM), Retur Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D), Perencanaan Kas (Renkas), Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), Pagu Minus, dan Dispensasi. Selanjutnya, perhitungan IKU ini mengacu pada Surat Edaran nomor SE-2/MK.1/2019 tanggal 11 Maret 2019 tentang Tata Cara Perhitungan Indikator Kinerja Utama Persentase Kualitas Pelaksanaan Anggaran di Lingkungan Kementerian Keuangan.
Selanjutnya, perbandingan capaian kinerja dari IKU 61-CP ini dapat dijelaskan dalam tabel sebagai berikut:
TABEL III.3.8
Perbandingan Capaian Kinerja IKU 6a-CP
LPDP SS 6 Pengelolaan Keuangan dan BMN yang Kredibel dan Akuntabel 6a-CP Persentase Kualitas Pelaksanaan Anggaran
T/R Q1 Q2 Sm.I Q3 s.d. Q3 Q4 Y-20 Pol/KP
Target Sebelum Adendum 95% 95% 95% 95% 95% 95% 95% Max/Ave Target Setelah Adendum
Tidak Ada Adendum
Realisasi N/A N/A N/A 95,42% 95,42% 95,10% 95,26%
Capaian Kontrak Awal
N/A N/A N/A 100,44 100,44 100,11 100,27
Capaian Kontrak Adendum
Nilai Kualitas Pelaksanaan Anggaran LPDP untuk Triwulan I dan II mendapatkan nilai N/A karena adanya pandemi COVID-19 yang menyebabkan sebagian besar operasional Kementerian Keuangan berhenti atau mengalami penundaan. Sementara itu, pada Triwulan III LPDP mendapatkan skor IKPA sebesar 95,42% dari target 95% dan pada Triwulan IV 2020 LPDP mendapatkan skor IKPA sebesar 95,10% dari target 95%. Maka dari itu, apabila dirata-rata pada akhir tahun 2020, capaian IKU ini adalah 95,26% dari target 95% (Indeks Capaian 100,27 atau IKU Hijau).
TABEL III.8.1
Capaian IKPA Triwulan III 2020
TABEL III.8.2
IKU ini secara umum mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan tahun 2018 (97,23% dari target 95%) dan tahun 2019 (80,42% dari target 95%). Terutama apabila dibandingkan dengan tahun 2019, IKU ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Poin yang perlu ditingkatkan dalam pencapaian IKU ini adalah:
a. Rendahnya penyerapan anggaran Q4 2020 karena ditiadakannya seleksi dan penundaan keberangkatan penerima beasiswa luar negeri karena pandemi COVID-19. Hal ini menyebabkan Belanja Beasiswa mengalami penurunan penyerapan. Selain itu, pos belanja lain tidak terealisasi karena adanya kebijakan WFH seperti belanja perjalanan dinas. Revisi anggaran pada tengah tahun juga menyebabkan nilai persentase penyerapan kecil (nilai penyerapan anggaran 79,46%)
b. Besarnya penyelesaian UP yang disebabkan banyaknya UM yang tidak tepat waktu (nilai penyelesaian UP 91,67%)
LPDP telah melaksanakan extra effort dalam mencapai target IKU ini diantaranya adalah mempercepat pelaksanaan SPJ untuk Uang Muka serta pengurangan kesalahan dalam pembuatan dan pengajuan SPP dari setiap Direktorat. Selain itu, perencanaan kas juga lebih diakuratkan melalui forum Asset Liability Management (ALM) sehingga deviasi pencairan dana tidak terlalu berbeda jauh dengan perencanaan yang telah tercantum dalam Rencana Penarikan Dana (RPD). Kedepannya, LPDP akan terus berupaya mengoptimalkan pelaksanaan Kualitas Pelaksanaan Anggaran, dengan menggunakan sistem dalam proses pengajuan SPP dan pembayaran.
9. IKU 6b-CP Persentase Efisiensi Belanja Birokrasi
IKU ini dihitung untuk mewujudkan belanja yang efisien. Salah satu indikatornya adalah pelaksanaan office automation yang diharapkan dapat mengurangi belanja birokrasi. Efisiensi belanja birokrasi ditunjukkan oleh realisasi belanja yang lebih kecil dari DIPA untuk suatu output yang sama atau peningkatan capaian output untuk realisasi anggaran yang sama dengan DIPA.
Pada tahun 2020, IKU ini memiliki target 10% yang ditargetkan untuk setiap Triwulan. Namun karena adanya pandemi COVID-19, IKU ini diadendum oleh Manajer Kinerja Organisasi dengan perubahan trajectory target dari triwulanan menjadi tahunan dengan besaran target tetap yakni 10%.
Adapun realiasi capaian IKU ini pada tahun 2020 adalah 85,18% dari 10% (Indeks Capaian 120,00 atau IKU Hijau). Realisasi IKU yang cukup tinggi ini dapat dicapai diantaranya karena beberapa faktor:
a. belanja perjalanan dinas birokrasi seperti monev, sosialisasi, perjadin pimpinan, seleksi (selain perjalanan dinas untuk keperluan diklat/training alumni/PK) banyak yg tidak dilaksanakan karena COVID-19 dan kegiartan dilaksanakan secara daring;
b. belanja barang BLU yg terdiri dari seminar kit, persediaan, percetakan, dan konsumsi rapat hanya terealisasi 28%;
c. belanja seminar kit banyak yg tidak terlaksana karena kegiatan seperti coaching reviewer hanya dilakukan untuk riset dan dilakukan secara daring;
d. konsumsi rapat hanya terealisasi sebesar 29% dari yg dianggarkan;
e. ATK hanya terealisasi 30% dari anggaran karena kegiatan perkantoran dilakukan WFH.
Disamping itu, penggunaan Office Automation karena penerapan kebijakan WFH telah meningkatkan efisiensi penggunaan kertas dan ATK karena sistem yang sepenuhnya daring. Hal ini juga turut mendorong tingginya angka efisiensi belanja birokrasi di LPDP.
Adapun matriks perbandingan kinerja untuk IKU ini tahun 2020 adalah sebagai berikut:
TABEL III.3.9
Perbandingan Capaian Kinerja IKU 6b-CP
LPDP 6 Pengelolaan Keuangan dan BMN yang Kredibel dan Akuntabel 6b-CP Persentase Efisiensi Belanja Birokrasi
T/R Q1 Q2 Sm.I Q3 s.d. Q3 Q4 Y-20 Pol/KP
Target Sebelum Adendum 10% 10% 10% 10% 10% 10% 10% Max/TLK Target Setelah Adendum - - - 10% 10% Realisasi - - - 85,18% 85,18% Capaian Kontrak Awal
N/A N/A N/A N/A N/A 120,00 120,00
Capaian Kontrak Adendum
- - - 120,00 120,00
LPDP telah melaksanakan berbagai effort untuk mencapai realisasi IKU ini yakni dengan penghematan belanja kertas (ATK) serta penghematan belanja perjalanan dinas. Meskipun pada dasarnya operasional organisasi memang mengalami perlambatan karena pandemi COVID-19, namun demikian, capaian IKU ini tetap harus diapresiasi. LPDP akan terus berupaya menjaga konsistensi dan efisiensi penggunaan anggaran dalam mencapai output yang ditetapkan.
10. IKU 7a-N Persentase Rekomendasi Audit / Monev yang Ditindaklanjuti
IKU ini dihitung dalam rangka penyelesaian rekomendasi audit yang telah selesai ditindaklanjuti / ditetapkan tuntas berdasarkan PMK 237/PMK.09/2016 tentang TKPI. UIC atas IKU ini adalah Satuan Pemeriksaan Internal LPDP yang berkoordinasi secara intensif dengan pemeriksa eksternal maupun APIP Kemenkeu. IKU ini dihitung berdasarkan penyelesaian rekomendasi kebijakan dan rekomendasi hukuman disiplin yang kemudian dirata-rata tingkat capaiannya. Status yang dihitung hanya temuan yang sudah ditetapkan tuntas dan dibandingkan dengan total rekomendasi yang harus
Capaian untuk IKU ini pada tahun 2020 adalah 100% dari target 100% (Indeks Capaian 100,00 atau IKU Hijau). Untuk tindak lanjut rekomendasi kebijakan, dari target 18 rekomendasi temuan pada audit kinerja BPK, seluruh 18 temuan tersebut telah ditindaklanjuti dan diusulkan untuk tuntas. Selain itu, target 26 rekomendasi audit Inspektorat Jenderal, 26 temuan juga telah diusulkan untuk tuntas. Pada tahun 2020, tidak ada rekomendasi temuan hukuman disiplin atas pegawai LPDP. Matriks perbandingan capaian kinerjanya adalah sebagai berikut:
TABEL III.3.10
Perbandingan Capaian Kinerja IKU 7a-N
LPDP 7 Pengelolaan Risiko, Pengendalian, dan Pengawasan Internal yang Bernilai Tambah 7a-N Persentase Rekomendasi Audit / Monev yang Ditindaklanjuti
T/R Q1 Q2 Sm.I Q3 s.d. Q3 Q4 Y-20 Pol/KP
Target Sebelum Adendum - 30% 30% - 30% 100% 100% Max/TLK Target Setelah Adendum
Tidak Ada Adendum
Realisasi - 71,05% 71,05% - 42,59% 100% 100% Capaian Kontrak Awal - 120,00 120,00 - 120,00 100,00 100,00 Capaian Kontrak Adendum Tidak Adendum
Pada tahun ini, tindaklanjut berjalan lancar karena koordinasi yang intensif dari SPI dengan BPK dan Itjen. Beberapa temuan telah berhasil diselesaikan sebelum deadline diantaranya:
Untuk kedepannya, LPDP akan terus berupaya menyelesaian temuan yang belum ditindaklanjuti. Hal ini karena ada 4 temuan yang masih on going dan memiliki deadline 31 Maret 2021. 4 Temuan ini akan dikoordinasikan dengan Itjen, serta telah dibahas dalam rapat rencana aksi di tahun 2020. Penyelesaian temuan ini akan diupayakan dipercepat mengikuti tenggat waktu dari Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan.
B. Realisasi Anggaran
Realisasi anggaran yang digunakan LPDP pada tahun 2020 untuk mencapai output adalah Rp2.023.185.181.369,00 dari anggaran sebesar Rp2.828.497.640.000,00. Realisasi anggaran ini telah dapat mencapai seluruh output yang ditetapkan dengan rincian sebagai berikut:
TABEL III.7
Realisasi Anggaran LPDP per Output Tahun 2020
Dari tabel realisasi dapat dianalisis bahwa seluruh output telah tercapai diatas 100%, dengan penggunaan anggaran yang dibawah nilai DIPA. Dengan capaian ini, dapat disimpulkan bahwa realisasi anggaran LPDP termasuk efisien dalam mencapai seluruh output yang telah ditetapkan. Dengan anggaran yang efisien ini, LPDP akan berupaya untuk terus meningkatkan efektifitas pencapaian output dengan penganggaran yang akurat dan tepat sasaran untuk kedepannya.
BAB IV Penutup
Kesimpulan atas kinerja organisasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya adalah:
1. Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) merupakan Badan Layanan Umum non-eselon dibawah koordinasi Kementerian Keuangan dan memiliki tugas pokok dan fungsi mengelola Dana Abadi Pendidikan (DAP) serta menyalurkannya untuk Layanan Beasiswa dan Layanan Pendanaan Riset. Dasar hukum LPDP adalah Peraturan Presiden Nomor 12 tahun 2019 serta PMK Nomor 143/PMK.01/2016 tentang OTK LPDP;
2. Dalam merencanakan dan menghitung kinerja organisasi, LPDP menginduk kepada Manajer Kinerja Organisasi (MKO) Sekretariat Jenderal. Posisi LPDP dalam hal ini adalah Sub Manajer Kinerja Organisasi yang berada pada koordinasi MKO Setjen;
3. Kontrak Kinerja (KK) tahun 2020 untuk LPDP ditetapkan melalui Kontrak Kinerja Nomor 14/SJ/2020. Di dalam KK tersebut ditetapkan 7 (tujuh) sasaran strategis organisasi dalam 4 (empat) pespektif Balanced Scorecard yang diturunkan dalam 10 (sepuluh) Indikator Kinerja Utama (IKU) Organisasi;
4. Nilai Kinerja Organisasi LPDP tahun 2020 adalah 107,69 dimana capaian ini secara umum lebih tinggi dari tahun 2018 (102,90) meskipun sedikit lebih rendah dari tahun 2019 (108,09). Dari 10 IKU yang ditetapkan, 9 (sembilan) IKU diantaranya merupakan IKU Hijau dan 1 (satu) IKU merupakan IKU Abu-Abu;
5. Realisasi anggaran LPDP pada tahun 2020 adalah Rp2.023.185.181.369,00 dari DIPA sebesar Rp2.828.497.640.000,00. LPDP dapat mencapai output diatas 100% dengan penggunaan anggaran dibawah DIPA, yang mengindikasikan bahwa LPDP tetap beroperasi secara efektif dalam mencapai target kinerja organisasi namun tetap efisien dalam penggunaan anggarannya.
Dengan selesainya tahun anggaran 2020, LPDP berharap dapat meningkatkan kinerja bagi IKU yang belum optimal dalam pencapaiannya, serta dengan tetap menjaga kinerja IKU yang sudah baik. Selain itu, LPDP juga akan terus berupaya meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran meskipun menghadapi masa sulit akibat pandemi COVID-19.
Jakarta, Februari 2021 Direktur Utama,
Ditandatangani secara elektronik
Lampiran
Formulir Pengukuran Kinerja LPDP Tahun 2020 Sesuai Permenpan RB Nomor 53 Tahun 2014 Unit Organisasi Es I : Sekretariat Jenderal
Tahun Anggaran : 2020
No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi %
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1. SS 1 Kredibilitas LPDP yang Tinggi 1a-N Indeks Kepuasan Stakeholder 4
(Skala 5) 4,04 101,00 2. SS 2 Pelayanan Publik yang Prima 2a-CP Indeks Kepuasan Publik atas Layanan LPDP 3,75
(Skala 5) 4,37 116,53 3. SS 3 Pengelolaan Investasi dan Layanan
yang Andal 3a-CP Tingkat Imbal Hasil Pengelolaan Dana 6,75% 7,65% 113,33
4.
SS 4 Talenta / Hasil Riset yang Optimal
4a-CP Indeks Talenta yang Berkualitas 3,75
(Skala 5) 3,88 103,47
5. 4b-CP Indeks Luaran Riset yang Berkualitas 3,50
(Skala 5) 4,96 120,00 6. SS 5 Organisasi dan Sumber Daya yang
Optimal
5a-CP Persentase Pejabat yang Telah Memenuhi Standar
Kompetensi Jabatan 90% N/A N/A
7. 5b-CP Indeks Persepsi Integritas 89,25 92,05 103,14
8. SS 6 Pengelolaan Keuangan dan BMN yang Kredibel dan Akuntabel
6a-CP Persentase Kualitas Pelaksanaan Anggaran 95% 95,26% 100,27
9. 6b-CP Persentase Efisiensi Belanja Birokrasi 10% 85,18% 120,00
10. SS 7 Pengelolaan Risiko, Pengendalian, dan Pengawasan Internal yang Bernilai Tambah
7a-N Persentase Rekomendasi Audit / Monev yang
Ditindaklanjuti 100% 100% 100,00
Jumlah Anggaran Program Tahun 2020 : Rp2.828.497.640.000,00 Jumlah Realisasi Anggaran Program Tahun 2020 : Rp2.023.185.181.369,00