JADWAL
Tanggal Efektif : 30 Desember 2019 Awal Perdagangan Waran Seri I : 15 Januari 2020 Masa Penawaran Umum : 2 – 8 Januari 2020 Akhir Perdagangan Waran Seri I :
Tanggal Penjatahan : 10 Januari 2020 - Pasar Reguler dan Negosiasi : 10 Januari 2023 Tanggal Distribusi Saham dan Waran Secara Elektronik : 14 Januari 2020 - Pasar Tunai : 12 Januari 2023 Tanggal Pengembalian Uang Pesanan : 14 Januari 2020 Awal Pelaksanaan Waran Seri I : 15 Juli 2020 Tanggal Pencatatan Saham dan Waran I di BEI : 15 Januari 2020 Akhir Pelaksanaan Waran Seri I : 13 Januari 2023 Akhir Masa Berlaku Waran : 13 Januari 2023 OTORITAS JASA KEUANGAN (“OJK”) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI. TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.
PROSPEKTUS INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA, APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PIHAK YANG KOMPETEN.
PT PERINTIS TRINTI PROPERTI TBK (“PERSEROAN”) DAN PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI, FAKTA, DATA, ATAU LAPORAN DAN KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI.
SAHAM YANG DITAWARKAN DALAM PENAWARAN UMUM INI SELURUHNYA AKAN DICATATKAN PADA PT BURSA EFEK INDONESIA (‘BEI’).
PT Perintis Triniti Properti Tbk. Kegiatan Usaha Utama: Bergerak dalam bidang Real Estat
Kantor Pusat: Brooklyn Premium Office JL Sutera Boulevard Kav 22-26 Alam Sutera, Tangerang Selatan, Indonesia 15320
Telp: 021 30066688 Faks: 021 80821403 Email : [email protected] Website:www.trinitiland.com
Kantor Pusat Non Operasional: District 8 SCBD, Prosperity Tower, Lantai 18 A/J, JL Senopati Raya, Senayan, Jakarta Selatan, Indonesia 12190
Telpon: 021 – 50111999 Faksimili: 021 50986116 PENAWARAN UMUM PERDANA SAHAM
Sebesar 648.833.400 (enam ratus empat puluh delapan juta delapan ratus tiga puluh tiga ribu empat ratus) lembar saham biasa atas nama yang merupakan saham baru dan dikeluarkan dari portepel Perseroan (“Saham Yang Ditawarkan”) atau sebesar 14,84% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan Setelah Penawaran Umum dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap saham, dengan Harga Penawaran sebesar Rp200,- (dua ratus Rupiah) setiap saham, yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan Formulir Pemesanan Pembelian Saham (‘FPPS”). Jumlah seluruh Penawaran Umum Perdana ini adalah sebesar Rp129.766.680.000 (seratus dua puluh sembilan milyar tujuh ratus enam puluh enam juta enam ratus delapan puluh ribu Rupiah).
Perseroan secara bersamaan juga menerbitkan sebesar 259.533.360 (dua ratus lima puluh sembilan juta lima ratus tiga puluh tiga ribu tiga ratus enam puluh) lembar Waran Seri I yang menyertai saham baru Perseroan atau sebesar 7,91% (tujuh koma sembilan satu persen) dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Saham ini disampaikan. Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru, selain pemegang saham hasil konversi MCB, yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada Tanggal Penjatahan. Setiap pemegang 5 (lima) saham baru Perseroan berhak memperoleh 2 (dua) Waran Seri I di mana setiap 1 (satu) Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) saham baru Perseroan yang dikeluarkan dari portepel. Waran Seri I yang diterbitkan mempunyai jangka waktu pelaksanaan selama 3 (tiga) tahun.
Waran Seri I adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian Saham Biasa Atas Nama yang bernilai nominal Rp 100,- (seratus Ru-piah) setiap sahamnya dengan Harga Pelaksanaan sebesar Rp380,- (tiga ratus delapan puluh RuRu-piah) yang dapat dilakukan selama masa berlakunya pelaksanaan yaitu 6 (enam) bulan setelah efek diterbitkan, yang berlaku mulai tanggal tanggal 15 Juli 2020 sampai dengan 13 Januari 2023. Pemegang Waran Seri I tidak mempunyai hak sebagai pemegang saham termasuk hak dividen selama Waran Seri I tersebut belum dilaksanakan menjadi saham. Apabila Waran Seri I tidak dilaksanakan sampai habis masa berlakunya, maka Waran Seri I tersebut menjadi kadaluarsa, tidak bernilai dan tidak berlaku. Masa berlaku Waran Seri I tidak dapat diperpanjang lagi. Total Hasil Pelaksanaan Waran Seri I adalah sebanyak-banyaknya Rp98.622.676.800,- (sembilan puluh delapan milyar enam ratus dua puluh dua juta enam ratus tujuh puluh enam delapan ratus Rupiah).
Bersamaan dengan Penawaran Umum Perdana Saham, Perseroan akan menerbitkan Saham Baru dalam rangka pelaksanaan konversi MCB Rp88.900.000.000,- (delapan puluh delapan milyar sembilan ratus juta rupiah) atau sebesar 444.500.000 (empat ratus empat puluh empat juta lima ratus ribu) lembar saham atau sebesar 10,16% (sep-uluh koma satu enam persen) atau dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh Perseroan Setelah Penawaran Umum dengan Harga Konversi sebesar Rp200 (dua ratus Rupiah) per saham. Dengan dilaksanakannya konversi MCB bersamaan dengan terjualnya seluruh Saham Yang Ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana Saham ini, persentase kepemilikan Masyarakat akan menjadi sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham dan pelaksanaan konversi MCB.
Saham Yang Ditawarkan dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham dan saham hasil konversi MCB ini seluruhnya adalah Saham Baru yang dikeluarkan dari portepel Perseroan, yang akan memberikan kepada pemegangnya hak yang sama dan sederajat dalam segala hak dengan saham lainnya dari Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh, termasuk antara lain hak atas pembagian dividen, hak untuk mengeluarkan suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”), hak atas pembagian saham bonus dan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Pengecualian bagi saham hasil konversi MCB yang tidakb erhak atas Waran Seri I.
Penjamin Pelaksana Emisi Efek yang namanya tercantum di bawah ini menjamin secara kesanggupan penuh (Full Commitment) terhadap sisa Saham Yang Ditawarkan yang tidak dipesan dalam Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan.
PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK
PT Royal Investium Sekuritas PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia
RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN DAN ENTITAS ANAK ADALAH RISIKO TERGANGGUNYA PASOKAN ATAS KETERSEDIAAN BAHAN BANGUNAN. RISIKO USAHA PERSEROAN SELENGKAPNYA DICANTUMKAN PADA BAB VI PROSPEKTUS INI.
RISIKO TERKAIT DENGAN INVESTASI PADA SAHAM PERSEROAN YAITU PENGARUH FLUKTUASI HARGA SAHAM PERSEROAN.
PERSEROAN TIDAK MENERBITKAN SURAT KOLEKTIF SAHAM HASIL PENAWARAN UMUM INI, TETAPI SAHAM-SAHAM TERSEBUT AKAN DIDISTRIBUSIKAN SECARA ELEKTRONIK YANG AKAN DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF DI PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA (”KSEI”).
PT PERINTIS TRINITI PROPERTI Tbk (yang selanjutnya disebut “Perseroan”) telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran sehubungan dengan Penawaran Umum ini kepada Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Surat No. 071/CI/PTP/X/2019 tanggal 2 Oktober 2019, sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, yang dimuat dalam Lembaran Negara Republik Indonesia No. 64 Tahun 1995, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No. 3608 dan peraturan pelaksanaannya (“UUPM”).
Saham-saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum ini direncanakan akan dicatatkan di PT Bursa Efek Indonesia (“BEI”) berdasarkan Persetujuan Prinsip Pencatatan Efek No S-07619/BEI.PPI/11-2019 pada tanggal 26 November 2019. Apabila syarat-syarat pencatatan saham di BEI tidak terpenuhi, maka Penawaran Umum ini dibatalkan demi hukum dan uang pemesanan yang telah diterima dikembalikan kepada para pemesan sesuai dengan ketentuan UUPM dan Peraturan No. IX.A.2.
Seluruh Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka Penawaran Umum ini bertanggung jawab sepenuhnya atas kebenaran semua data, kejujuran pendapat, keterangan dan laporan yang disajikan dalam Prospektus ini sesuai dengan bidang tugas masing-masing berdasarkan ketentuan yang berlaku dalam wilayah Negara Republik Indonesia dan kode etik, norma serta standar profesinya masing-masing.
Sehubungan dengan Penawaran Umum ini, setiap pihak yang terafiliasi dilarang memberikan keterangan dan/atau membuat pernyataan apapun mengenai data yang tidak tercantum dalam Prospektus ini tanpa memperoleh persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Perseroan dan para Penjamin Pelaksana Emisi Efek.
PT Royal Investium Sekuritas dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan Penjamin Emisi Efek, serta para Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam Penawaran Umum ini dengan tegas menyatakan tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan Perseroan baik langsung maupun tidak langsung sebagaimana dimaksud dalam UUPM.
PENAWARAN UMUM INI TIDAK DIDAFTARKAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG ATAU PERATURAN LAIN SELAIN YANG BERLAKU DI INDONESIA. BARANG SIAPA DI LUAR WILAYAH NEGARA REPUBLIK INDONESIA MENERIMA PROSPEKTUS INI ATAU DOKUMEN-DOKUMEN LAIN YANG BERKAITAN DENGAN PENAWARAN UMUM INI, MAKA PROSPEKTUS ATAU DOKUMEN-DOKUMEN TERSEBUT TIDAK DIMAKSUDKAN SEBAGAI PENAWARAN UNTUK MEMBELI SAHAM, KECUALI BILA PENAWARAN TERSEBUT, ATAU PEMBELIAN SAHAM TERSEBUT TIDAK BERTENTANGAN ATAU BUKAN MERUPAKAN SUATU PELANGGARAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU DI NEGARA TERSEBUT.
PERSEROAN TELAH MENGUNGKAPKAN SEMUA INFORMASI MATERIAL YANG WAJIB DIKETAHUI OLEH PUBLIK DAN TIDAK TERDAPAT LAGI INFORMASI MATERIAL LAINNYA YANG BELUM DIUNGKAPKAN SEHINGGA TIDAK MENYESATKAN PUBLIK.
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI... i
DEFINISI, ISTILAH DAN SINGKATAN... iii
RINGKASAN... xii
I.
PENAWARAN UMUM... 1
II.
RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM... 9
III.
PERNYATAAN UTANG... 11
IV. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING... 22
V.
ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN... 24
A.
GAMBARAN UMUM... 24
B. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL USAHA... 24
C.
ANALISIS KEUANGAN... 28
VI. FAKTOR RISIKO... 41
A. RISIKO UTAMA YANG MEMPUNYAI PENGARUH SIGNIFIKAN TERHADAP
KELANGSUNGAN USAHA PERSEROAN... 41
B. RISIKO USAHA YANG BERSIFAT MATERIAL BAIK SECARA LANGSUNG MAUPUN TIDAK
LANGSUNG YANG DAPAT MEMPENGARUHI HASIL USAHA DAN KONDISI KEUANGAN
PERSEROAN DAN ENTITAS ANAK... 41
C.
RISIKO UMUM... 42
D. RISIKO TERKAIT INVESTASI SAHAM PERSEROAN... 42
VII. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AKUNTAN PUBLIK... 44
VIII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN DAN ENTITAS ANAK, KEGIATAN USAHA, SERTA
KECENDERUNGAN DAN PROSPEK USAHA... 45
A. RIWAYAT SINGKAT PERSEROAN... 45
B. PERKEMBANGAN KEPEMILIKAN SAHAM PERSEROAN 3 TAHUN TERAKHIR... 47
C. KEJADIAN PENTING YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN USAHA PERSEROAN... 48
D. PERIZINAN... 49
E. PERJANJIAN PENTING YANG DIMILIKI PERSEROAN... 50
F.
PERJANJIAN DENGAN PIHAK AFILIASI... 58
G. ASURANSI... 62
H. KETERANGAN MENGENAI ASET TETAP PERSEROAN... 62
I.
STRUKTUR HUBUNGAN KEPEMILIKAN, PENGAWASAN, DAN PENGURUSAN
PERSEROAN DENGAN PEMEGANG SAHAM DAN ENTITAS ANAK... 68
J.
PENGURUSAN DAN PENGAWASAN PERSEROAN... 72
L.
TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN (CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY)... 83
M. SUMBER DAYA MANUSIA... 84
N. KETERANGAN TENTANG PERKARA HUKUM YANG DIHADAPI OLEH PERSEROAN,
ENTITASANAK,DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS PERSEROAN SERTA DIREKSI DAN
DEWAN KOMISARIS ENTITAS ANAK... 92
O. KETERANGAN SINGKAT TENTANG ENTITAS ANAK... 92
P.
KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA... 126
1. TINJAUAN UMUM... 126
2. REKAM JEJAK PERSEROAN... 127
3. KEUNGGULAN KOMPETITIF... 127
4. PERSAINGAN USAHA... 128
5. STRATEGI KORPORASI... 129
6. STRATEGI USAHA... 130
7. KEGIATAN USAHA... 131
8. PENJUALAN DAN PEMASARAN... 138
9. PENGHARGAAN... 138
10. HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL... 139
11. ANALISA MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN... 141
12. KETERANGAN TENTANG INDUSTRI DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN... 142
IX.
EKUITAS... 150
X.
KEBIJAKAN DIVIDEN... 152
XI. PERPAJAKAN... 153
XII. PENJAMINAN EMISI EFEK... 155
XIII. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL
156
XIV. KETENTUAN PENTING DALAM ANGGARAN DASAR DAN KETENTUAN PENTING LAINNYA
TERKAIT PEMEGANG SAHAM... 158
XV. TATA CARA PEMESANAN EFEK BERSIFAT EKUITAS... 170
XVI. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN EFEK
BERSIFAT EKUITAS... 175
XVII. PENDAPAT DARI SEGI HUKUM... 177
DEFINISI, ISTILAH DAN SINGKATAN
Afiliasi : Yang dimaksud afiliasi adalah:
a) Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horisontal maupun vertikal;
b) Hubungan antara satu pihak dengan pegawai, Direktur, atau Komisaris dari pihak tersebut
c) Hubungan antara 2 (dua) Perseroan dimana terdapat satu atau lebih anggota Direksi atau Komisaris yang sama;
d) Hubungan antara Perseroan dengan suatu pihak, baik langsung maupun tidak langsung, mengendalikan atau dikendalikan oleh Perseroan tersebut
e) Hubungan antara 2 (dua) Perseroan yang dikendalikan baik langsung maupun tidak langsung oleh pihak yang sama; atau
f) Hubungan antara Perseroan dan pemegang saham utama
BAE : Berarti Biro Administrasi Efek, yaitu PT Adimitra Jasa Korpora.Biro
Administrasi Efek adalah Pihak yang berdasarkan kontrak dengan Perseroan melaksanakan pencatatan pemilikan Efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan Efek.
Bapepam : Berarti Badan Pengawas Pasar Modal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat 1 UUPM atau para pengganti dan penerima hak dan kewajibannya.
Bapepam-LK : Berarti Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 184/PMK.01/2010 tanggal 11 Oktober 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan.
BNRI : Berita Negara Republik Indonesia
Bursa Efek atau BEI : Berarti bursa efek sebagaimana didefinisikan dalam Pasal 1 ayat (4) UUPM, dalam hal ini yang diselenggarakan oleh PT Bursa Efek Indonesia, berkedudukan di Jakarta, di mana saham ini dicatatkan.
Daftar Pemesanan Pembelian Saham (DPPS)
: Berarti daftar yang memuat nama-nama dari pemesanan Saham Yang Ditawarkan dan jumlah Saham Yang Ditawarkan yang dipesan, yang disusun berdasarkan FPPS yang dibuat oleh masing-masing Penjamin Emisi Efek.
DPS : Berarti Daftar Pemegang Saham yaitu daftar yang dikeluarkan oleh BAE yang memuat keterangan kepemilikan saham dalam Perseroan.
Efek : Berarti surat berharga yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivative efek. Efektif : Berarti terpenuhinya seluruh tata cara dan persyaratan Pernyataan
Pendaftaran yang ditetapkan dalam ketentuan angka 4 Peraturan No. IX.A.2 tentang Tata Cara Pendaftaran dalam Rangka Penawaran Umum, yaitu:
1. Atas dasar lewatnya waktu, yakni:
- 45 hari sejak tanggal Pernyataan Pendaftaran diterima OJK secara lengkap, yaitu telah mencakup seluruh kriteria yang ditetapkan dalam peraturan yang terkait dengan Pernyataan
Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum dan peraturan yang terkait dengan Penawaran Umum Saham; atau
- 45 hari sejak tanggal perubahan terakhir atas Pernyataan Pendaftaran yang diajukan Perseroan atau yang diminta OJK terpenuhi; atau
2. Atas dasar pernyataan efektif dari OJK bahwa tidak ada lagi perubahan dan/atau tambahan informasi lebih lanjut yang diperlukan
Emisi Efek : Berarti suatu penawaran umum perdana saham oleh Perseroan yang dilakukan untuk ditawarkan dan dijual kepada Masyarakat melalui Penawaran Umum
Entitas Anak : Berarti perusahaan dimana (i) Perseroan mempunyai kepemilikan saham dengan suara lebih dari 50% baik langsung maupun tidak langsung atau (ii) apabila Perseroan memiliki 50% atau kurang saham dengan hak suara Perseroan memiliki kemampuan untuk mengendalikan perusahaan tersebut; sehingga laporan keuangannya dikonsolidasikan dengan Perseroan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, Perseroan memiliki 5 (lima) Entitas Anak secara langsung yaitu TD, TPG, STC, TMS, PTB, dan 2 (dua) Entitas Anak secara tidak langsung yaitu TMG dan TDS.
Formulir Konfirmasi Penjatahan Saham (FKPS)
: Berarti formulir yang dikeluarkan oleh Manajer Penjatahan yang merupakan konfirmasi atas hasil penjatahan atas nama pemesan sebagai tanda bukti kepemilikan atas Saham Yang Ditawarkan yang dijual oleh Perseroan pada pasar perdana.
Formulir Pemesanan Pembelian Saham (FPPS)
: Berarti salinan asli dari formulir pemesanan pembelian terkait Saham Yang Ditawarkan yang harus dibuat dalam 5 (lima) rangkap, masing-masing rangkap harus diisi secara lengkap, dibubuhi tanda tangan asli pemesan, dan diajukan oleh calon pembeli kepada para Penjamin Emisi Efek, dan agen penjualan (jika ada) pada waktu memesan Saham Yang Ditawarkan selama Masa Penawaran Umum.
Grup Perseroan : Berarti Perseroan dan Entitas Anak.
Harga Penawaran : Berarti harga tiap saham yang ditawarkan melalui Penawaran Umum Perdana Saham, yaitu sebesar Rp200,- (dua ratus Rupiah).
Hari Bank : Berarti hari di mana Bank Indonesia buka untuk menyelenggarakan kegiatan kliring.
Hari Bursa : Berarti hari-hari dimana Bursa Efek melakukan aktivitas transaksi perdagangan Efek menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku dan ketentuan-ketentuan Bursa Efek tersebut.
Hari Kalender : Berarti setiap hari dalam 1 (satu) tahun sesuai dengan kalender Gregorian tanpa kecuali, termasuk hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional yang ditetapkan sewaktu-waktu oleh Pemerintah Republik Indonesia dan hari kerja biasa yang karena suatu keadaan tertentu ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia bukan sebagai bukan Hari Kerja Biasa.
Kemenkumham : Berarti Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (dahulu bernama Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia).
Konfirmasi Tertulis : Berarti surat konfirmasi yang dikeluarkan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia dan/atau Perusahaan Efek untuk kepentingan pemegang rekening di pasar sekunder.
KSEI : Berarti PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, berkedudukan di Jakarta, yang menjalankan kegiatan usaha sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian sebagaimana didefinisikan dalam UUPM, yang dalam emisi saham bertugas mengadministrasikan saham berdasarkan Perjanjian Tentang Pendaftaran Efek di KSEI pada penitipan kolektif.
Kustodian : Berarti pihak yang memberikan jasa penitipan efek dan harta lain yang berkaitan dengan efek serta jasa lain, termasuk menerima dividen, bunga, dan hak-hak lain, menyelesaikan transaksi efek, dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya.
Manajer Penjatahan : Berarti PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, yang bertanggung jawab atas penjatahan atas penjualan saham yang ditawarkan yang akan dilakukan jika jumlah pesanan atas saham-saham melebihi jumlah saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum ini, berdasarkan Peraturan No. IX.A.7.
“Mandatory Convertible Bond (MCB)”
: Berarti obligasi wajib konversi yang diterbitkan Perseroan pada tanggal 17 Desember 2018, 25 Maret 2019, 27 Maret 2019, 01 April 2019, 9 April 2019, 18 April 2019, 27 April 2019, 21 Oktober 2019, 23 Oktober 2019, 24 Oktober 2019, serta 28 Oktober 2019 berdasarkan Perjanjian Penyertaan Obligasi Wajib Konversi (Mandatory Convertible Bond) beserta dengan seluruh perubahannya dengan total nilai MCB sebesar Rp 88.900.000.000,-,dengan harga konversi sesuai dengan harga perdana pada saat Penawaran Umum, yaitu sebesar Rp200,- (dua ratus Rupiah).
Masa Penawaran Umum : Berarti jangka waktu bagi Masyarakat untuk dapat mengajukan pemesanan pembelian Saham Yang Ditawarkan, kecuali jika Masa Penawaran Umum itu ditutup lebih dini sebagaimana ditentukan dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Efek, namun tidak boleh kurang dari 1 (satu) Hari Kerja dan maksimal 5 (lima) Hari Kerja. Masa penawaran umum akan dilakasanakan selama 5 (lima) hari kerja pada tanggal 2 - 8 Januari 2020.
Masyarakat : Berarti perorangan dan/atau badan-badan, baik Warga Negara Indonesia/badan Indonesia maupun Warga Negara Asing/badan asing baik bertempat tinggal/berkedudukan hukum di Indonesia maupun bertempat tinggal/berkedudukan hukum di luar negeri.
Menkumham : Berarti Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, dahulu bernama Menteri Kehakiman Republik Indonesia yang berubah nama menjadi Menteri Kehakiman Republik Indonesia yang berubah nama menjadi Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia, dan terakhir berubah menjadi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
NIB : Berarti Nomor Induk Berusaha.
Otoritas Jasa Keuangan atau OJK
: Berarti lembaga yang independen dan bebas dari campur tangan pihak lain, yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan sebagaimana dimaksud dalam
Undang-Undang No. 21 Tahun 2011 tanggal 22 November 2011 (tentang Otoritas Jasa Keuangan ("UU No. 21 Tahun 2011"). Sejak tanggal 31 Desember 2012, fungsi, tugas dan wewenang pengaturan dan pengawasan kegiatan jasa keuangan di sektor Pasar Modal, beralih dari Bapepam dan LK ke OJK, sesuai dengan Pasal 55 UU No. 21 Tahun 2011, atau para pengganti dan penerima hak dan kewajibannya.
Pasar Perdana : Berarti Penawaran dan penjualan saham yang ditawarkan Perseroan kepada Masyarakat selama masa penawaran sebelum saham yang ditawarkan tersebut dicatatkan pada Bursa Efek.
Pasar Sekunder : Berarti Perdagangan saham pada BEI setelah tanggal pencatatan.
Pemegang Rekening : Berarti pihak yang namanya tercatat sebagai pemilik Rekening Efek dan/atau sub Rekening Efek di KSEI yang dapat merupakan Perusahaan Efek dan/atau pihak lain yang disetujui oleh KSEI dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang Pasar Modal dan peraturan KSEI.
Pemegang Saham Utama : Berarti setiap pihak yang baik secara langsung maupun tidak langsung memiliki sekurang-kurangnya 20% (dua puluh persen) hak suara dari seluruh saham yang mempunyai hak suara yang dikeluarkan oleh Perseroan.
Pemerintah : Berarti Pemerintah Republik Indonesia. Penawaran Awal
(book building)
: Berarti ajakan baik langsung atau tidak langsung dengan menggunakan Prospektus Awal segera setelah diumumkannya Prospektus Ringkas di Surat Kabar, yang bertujuan untuk mengetahui minat Masyarakat atas Saham Yang Ditawarkan, berupa indikasi jumlah saham yang ingin dibeli dan/atau perkiraan Harga Penawaran, tapi tidak bersifat mengikat dan bukan merupakan suatu pemesanan sesuai dengan POJK No. 23/2017 dan dengan memperhatikan Peraturan No. IX.A.2.
Penawaran Umum atau Penawaran Umum Perdana Saham
: Berarti penawaran atas Saham Yang Ditawarkan yang dilakukan oleh Perseroan kepada Masyarakat dengan mengingat syarat dan ketentuan sebagaimana diatur dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Efek dan tata cara yang diatur dalam UUPM dan ketentuan yang berlaku di Bursa Efek di Indonesia.
Penitipan Kolektif : Berarti jasa penitipan atas Efek yang dimiliki bersama oleh lebih dari satu pihak yang kepentingannya diwakili oleh KSEI sebagaimana dimaksud dalam UUPM.
Penjamin Emisi Efek : Berarti Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan peserta sindikasi Penjamin Emisi Efek (apabila ada) yang mengadakan kesepakatan dengan Perseroan dan akan bertanggung jawab, secara sendiri-sendiri dan tidak bersama untuk menawarkan dan menjual Saham Yang Ditawarkan kepada Masyarakat dengan kesanggupan penuh (full commitment) serta melakukan pembayaran hasil Penawaran Umum di pasar perdana kepada Perseroan melalui Penjamin Pelaksana Emisi Efek dengan memperhatikan syarat dan ketentuan dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Efek.
Penjamin Pelaksana Emisi Efek : Berarti pihak yang akan bertanggung jawab atas penyelenggaraan Penawaran Umum, yang dalam hal ini adalah PT Royal Investium Sekuritas dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di
Jakarta, sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan Perjanjian Penjaminan Emisi Efek.
Peraturan No. IX.A.2 : Berarti Peraturan No. IX.A.2, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-122/BL/2009 tanggal 29 Mei 2009 tentang Tata Cara Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum.
Peraturan No. IX.A.7 : Berarti Peraturan No. IX.A.7, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-691/BL/2011 tanggal 30 Desember 2011 tentang Pemesanan dan Penjatahan Efek Dalam Penawaran Umum.
Peraturan No. IX.E.1 : Berarti Peraturan No.IX.E.1, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-412/BL/2009 tanggal 25 November 2009 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentigan Transaksi Tertentu.
Peraturan No. IX.E.2 : Berarti Peraturan No.IX.E.2, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-614/BL/2011 tanggal 28 November 2011 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.
Peraturan No. IX.J.1 : Berarti Peraturan No.IX.J.1, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-179/BL/2008 tanggal 14 Mei 2008 tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar Perseroan yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik.
Peraturan OJK No. 7/2017 : Berarti Peraturan OJK No. 7/POJK.04/2017 tentang Dokumen Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas, Efek Bersifat Utang, dan/atau Sukuk.
Peraturan OJK No. 8/2017 : Berarti Peraturan OJK No. 8/POJK.04/2017 tentang Bentuk dan Isi Prospektus dan Prospektus Ringkas dalam Rangka Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas.
Peraturan OJK No. 11/2017 : Berarti Peraturan OJK No. 11/POJK.04/2017 tentang Laporan Kepemilikan Atas Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka.
Peraturan OJK No. 23/2017 : Berarti Peraturan OJK No. 23/POJK.04/2017 tentang Prospektus Awal dan Info Memo.
Peraturan OJK No. 25/2017 : Berarti Peraturan OJK No. 25/POJK.04/2017 tentang Pembahasan Atas Saham Yang Diterbitkan Sebelum Penawaran Umum.
Peraturan OJK No. 30/2015 : Berarti Peraturan OJK No. 30/POJK.04/2015 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum.
Peraturan OJK No. 32/2015 : Berarti Peraturan OJK No. 32/POJK.04/2015 tanggal tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.
Peraturan OJK No. 32/2014 : Berarti Peraturan OJK No. 32/POJK.04/2014 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka. Peraturan OJK No. 33/2014 : Berarti Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan
Peraturan OJK No. 34/2014 : Berarti Peraturan OJK No. 34/POJK.04/2014 tentang Komite Nominasi dan Remunerasi Emiten atau Perusahaan Publik.
Peraturan OJK No. 35/2014 : Berarti Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik.
Peraturan OJK No. 55/2014 : Berarti Peraturan OJK No. 55/POJK.04/2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit.
Peraturan OJK No. 56/2014 : Berarti Peraturan OJK No. 56/POJK.04/2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Audit Internal.
Perjanjian Penjaminan Emisi Efek
: Berarti Akta Perjanjian Penjaminan Emisi Efek Penawaran Umum Perdana Saham PT Perintis Triniti Properti Tbk No. 2 tanggal 1 Oktober 2019 yang dibuat oleh dan antara Perseroan dengan Penjamin Pelaksana Emisi Efek yang dibuat di hadapan Rudy Siswanto, S.H, Notaris di kota Jakarta Utara, termasuk segala perubahan-perubahannya dan/atau penambahan-penambahannya dan/atau pembaharuan-pembaharuannya yang akan dibuat di kemudian hari.
Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham
: Berarti Akta Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham PT Perintis Triniti Properti Tbk No. 3 tanggal 1 Oktober 2019 yang dibuat oleh dan antara Perseroan dengan BAE yang dibuat di hadapan Rudy Siswanto, S.H, Notaris di kota Jakarta Utara, termasuk segala perubahan-perubahannya dan/atau penambahan-penambahannya dan/atau pembaharuan-pembaharuannya yang akan dibuat di kemudian hari.
Perjanjian Pendaftaran Efek : Berarti Perjanjian Pendaftaran Efek Bersifat Ekuitas di KSEI No. SP-096/SHM/KSEI/1019 tanggal 17 Oktober 2019 yang bermaterai cukup dan dibuat dibawah tangan oleh dan antara Perseroan dengan KSEI, berikut perubahan, perbaikan, penambahan atau pembaharuan atasnya sebagaimana dapat diadakan oleh para pihak di kemudian hari.
Perjanjian Penerbitan Waran Seri I
: Berarti Akta Pernyataan Penerbitan Waran Seri I Penawaran Umum PT Perintis Triniti Properti Tbk No. 4 tanggal 1 Oktober 2019 yang di buat oleh dan antara Perseroan dengan Penjamin Pelaksana Emisi Efek yang dibuatdi hadapan Rudy Siswanto, S.H, Notaris di kota Jakarta Utara, termasuk segala perubahan-perubahannya dan/atau penambahan-penambahannya dan/atau pembaharuan-pembaharuannya yang akan dibuat di kemudian hari.
Perjanjian Pengelolaan Administrasi Waran Seri I
: Berarti Akta Perjanjian Pengelolaan Administrasi Waran Seri I Penawaran Umum PT Perintis Triniti Properti Tbk No. 5 tanggal 1 Oktober 2019 yang di buat di hadapan Rudy Siswanto, S.H, Notaris di kota Jakarta Utara, termasuk segala perubahan-perubahannya dan/atau penambahan-penambahannya dan/atau pembaharuan-pembaharuannya yang akan dibuat di kemudian hari.
Pernyataan Pendaftaran : Berarti dokumen yang wajib disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan oleh Perseroan dalam rangka Penawaran Umum.
Perseroan : Berarti PT Perintis Triniti Properti Tbk. Perubahan Perjanjian
Penjaminan Emisi Efek
: Berarti perubahan dan/atau tambahan pada Perjanjian Penjaminan Emisi Efek yang dibuat dan ditandatangani setelah sindikasi Penjamin Emisi Efek terbentuk, yang syarat dan ketentuannya telah disetujui bersama oleh
Perseroan dan Penjamin Emisi Efek termasuk Penjamin Pelaksana Emisi Efek berikut perubahan-perubahannya dan/atau penambahan-penambahannya dan/atau pembaharuan-pembaharuannya yang sah yang dibuat oleh pihak-pihak yang bersangkutan di kemudian hari.
Perusahaan Efek : Berarti Pihak yang melakukan kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi Efek, Perantara Pedagang Efek, dan/atau Manajer Investasi sesuai ketentuan dalam Pasal 1 angka 21 UUPM.
Prinsip Akuntansi : Berarti prinsip yang sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI).
Prospektus : Berarti setiap informasi tertulis sehubungan dengan Penawaran Umum dengan tujuan agar Pihak lain membeli Efek.
Prospektus Awal : Berarti suatu informasi tertulis yang memuat seluruh informasi dalam Prospektus yang disampaikan kepada OJK sebagai bagian dari Pernyataan Pendaftaran, kecuali informasi mengenai jumlah Saham Yang Ditawarkan namun dapat memuat informasi awal sehubungan dengan jumlah maksimum Saham Yang Ditawarkan, Harga Penawaran, penjaminan emisi efek atas penerbitan atau hal lainnya terkait syarat-syarat penawaran yang belum dapat ditentukan.
Prospektus Ringkas : Berarti ringkasan dari isi Prospektus Awal.
Rekening Efek : Berarti rekening yang memuat catatan posisi saham dan/atau dana milik pemegang saham yang diadministrasikan oleh KSEI atau Pemegang Rekening berdasarkan kontrak pembukaan rekening efek yang ditandatangani pemegang saham dan perusahaan efek dan/atau Bank Kustodian.
Rekening Penawaran Umum : Berarti rekening atas nama Penjamin Pelaksana Emisi Efek pada bank penerima untuk menampung dana yang diterima dari investor.
RUPS : Berarti Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan yang diselenggarakan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan, UUPT, dan UUPM.
RUPST : Berarti Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang
diselenggarakan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan, UUPT, dan UUPM.
RUPSLB : Berarti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan yang
diselenggarakan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan, UUPT, dan UUPM.
Saham Baru : Berarti saham biasa atas nama yang akan diterbitkan dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham dengan nilai nominal Rp100,- per saham yang akan dikeluarkan dari dalam simpanan atau portepel Perseroan.
Sisminbakum : Berarti Sistem Administrasi Badan Hukum.
Saham Yang Ditawarkan : Berarti saham yang ditawarkan dan dijual kepada Masyarakat oleh Penjamin Emisi Efek melalui Penawaran Umum Perdana Saham,saham atas nama masing-masing dengan nilai nominal Rp100 (seratus Rupiah) yang selanjutnya akan dicatatkan pada Bursa Efek pada Tanggal
Pencatatan.
Tanggal Distribusi : Berarti tanggal yang sama dengan Tanggal Pembayaran, yaitu selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja setelah Tanggal Penjatahan, pada tanggal mana Saham Yang Ditawarkan didistribusikan secara elektronik oleh KSEI kepada Penjamin Emisi Efek untuk kemudian didistribusikan kepada pemesan.
Tanggal Pembayaran : Berarti tanggal pembayaran hasil penjualan Saham Yang Ditawarkan pada pasar perdana yang harus disetor oleh Penjamin Emisi Efek kepada Perseroan melalui Penjamin Pelaksana Emisi Efek, yaitu pada Tanggal Distribusi.
Tanggal Pencatatan : Berarti tanggal pencatatan saham untuk diperdagangkan di Bursa Efek dalam waktu selambat-lambatnya 1 (satu) Hari Kerja setelah Tanggal Distribusi.
Tanggal Pengembalian Uang Pesanan/Refund
: Berarti tanggal untuk pengembalian uang pemesanan pembelian Saham Yang Ditawarkan oleh Penjamin Pelaksana Emisi Efek melalui Penjamin Emisi Efek kepada para pemesan yang sebagian atau seluruh pesanannya tidak dapat dipenuhi karena adanya penjatahan atau dalam hal Penawaran Umum Saham Perdana dibatalkan atau ditunda, bagaimanapun Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan tidak boleh lebih lambat dari 2 (dua) Hari Kerja setelah Tanggal Penjatahan atau 2 (dua) Hari Kerja setelah tanggal diumumkannya pembatalan atau penundaan Penawaran Umum Saham Perdana.
Tanggal Penjatahan : Berarti tanggal penjatahan efek untuk suatu Penawaran Umum Efek yang wajib diselesaikan selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja terhitung setelah penutupan Masa Penawaran Umum Perdana Saham.
UU Pasar Modal : Berarti Undang-undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 1995 tanggal 10 Nopember 1995 tentang Pasar Modal, Tambahan No. 3608, beserta peraturan-peraturan pelaksanaannya.
UU Perseroan Terbatas : Berarti Undang-undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
“Waran Seri I” : Berarti Efek yang diterbitkan oleh Perseroan sebesar 259.533.360 (dua ratus lima puluh sembilan juta lima ratus tiga puluh tiga ribu tiga ratus enam puluh) lembar Waran Seri I yang memberikan hak pada pemegangnya untuk membeli saham sebagaimana diatur dalam Perjanjian Penerbitan Waran Seri I.
SINGKATAN PEMEGANG SAHAM DAN ENTITAS ANAK
“KDI” : PT Kunci Daud Indonesia“III” : PT Intan Investama Internasional “PTP” : PT Perintis Triniti Properti “TD” : PT Triniti Dinamik “TPG” : PT Triniti Pilar Gemilang “STC” : PT Sirius Terang Cemerlang “TMS” : PT Triniti Menara Serpong “PTB” : PT Puri Triniti Batam “TDS” : PT Triniti Dinamik Santoz “TMG” : PT Triniti Menara Gading
xii
RINGKASAN
Ringkasan dibawah ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dan harus dibaca dalam kaitannya dengan keterangan yang lebih rinci dan laporan keuangan serta catatan-catatan yang tercantum di dalam Prospektus ini. Ringkasan ini dibuat atas dasar fakta-fakta dan pertimbangan-pertimbangan paling penting bagi Perseroan. Semua informasi keuangan Perseroan disusun dalam mata uang Rupiah dan telah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
1. KETERANGAN SINGKAT MENGENAI PERSEROAN
PT Perintis Triniti Properti Tbk (Perusahaan) didirikan pada tanggal 13 Maret 2009 berdasarkan Akta Notaris No. 06 yang dibuat dihadapan Drs. Arif Djohan Tunggal, S.H., M.H., M.Kn., Notaris di Jakarta. Akta ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-21089.AH.01.01. Tahun 2009 tanggal 15 Mei 2009, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 48 tanggal 16 Juni 2009 dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 15951.
Struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan pada saat didirikan adalah sebagai berikut:
Uraian Nilai Nominal Rp 1.000.000,- per saham
Jumlah Saham Jumlah Nominal (Rp) %
Modal Dasar 200 200.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Septian Starlin 50 50.000.000 50,00
Ronald Cassidy Yusuf 50 50.000.000 50,00
Total Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 100 100.000.000 100,00 Saham dalam Portepel 100 100.000.000
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir berdasarkan Akta No. 37 tanggal 27 September 2019 dibuat di hadapan Rudy Siswanto, S.H, Notaris di kota Jakarta Utara yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan No. 0076262.AH.01.02.Tahun 2019 tanggal 28 September 2019, dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0181794.AH.01.11. Tahun 2019 tanggal 28 September 2019, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 079 tanggal 1 Oktober 2019 dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 034254.
Struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan pada saat Prospektus ini diterbitkan adalah sebagai berikut:
Uraian Nilai Nominal Rp 100,- per saham
Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) % Modal Dasar 12.500.000.000 1.250.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
PT. Kunci Daud Indonesia 1.804.000.000 180.400.000.000 55,00 PT. Intan Investama Internasional 1.476.000.000 147.600.000.000 45,00
Total Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 3.280.000.000 328.000.000.000 100,00 Saham dalam Portepel 9.220.000.000 922.000.000.000
2. KETERANGAN TENTANG EFEK BERSIFAT EKUITAS YANG DITAWARKAN
Jumlah Saham Baru : Sebesar 1.093.333.400 (satu miliyar sembilan puluh tiga juta tiga ratus tiga puluh tiga ribu empat ratus) saham biasa atas nama yang akan diterbitkan dari Portepel Perseroan dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham dan konversi MCB, yang seluruhnya akan dicatatkan pada Bursa Efek
Jumlah Saham yang Ditawarkan : Sebesar 648.833.400 (enam ratus empat puluh delapan juta delapan ratus tiga puluh tiga empat ratus) saham biasa atas nama dan disetor dalam perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham
Persentase Jumlah Saham yang Ditawarkan : Sebesar 14,84% (empat belas koma delapan empat persen) dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan Setelah Penawaran Umum
Nilai Nominal : Rp100,- (seratus Rupiah).
Harga Penawaran : Rp200,- (dua ratus Rupiah). Masa Penawaran Umum : 2 – 8 Januari 2020
Tanggal Pencatatan di BEI : 15 Januari 2020
Saham baru yang ditawarkan dalam Penawaran Umum ini merupakan saham biasa atas nama yang akan memberikan kepada pemegangnya hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham lainnya dari Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh, termasuk hak atas pembagian dividen, hak untuk mengeluarkan suara dalam RUPS, hak atas pembagian saham bonus dan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.
Proforma struktur permodalan dan susunan pemegang saham sebelum dan sesudah Penawaran Umum Saham Perdana adalah sebagai berikut:
Uraian
Nilai Nominal Rp 100,- per saham
Sebelum Penawaran Umum Sesudah Penawaran Umum
Jumlah Saham Jumlah Nominal (Rp) % Jumlah Saham Jumlah Nominal (Rp) % Modal Dasar 12.500.000.000 1.250.000.000.000 12.500.000.000 1.250.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh :
- PT Kunci Daud Indonesia 1.804.000.000 180.400.000.000 55,00 1.804.000.000 180.400.000.000 41,25 - PT Intan Investama
Internasional 1.476.000.000 147.600.000.000 45,00 1.476.000.000 147.600.000.000 33,75
- Masyarakat - - - 648.833.400 64.883.340.000 14,84
- Pemegang MCB - - - 444.500.000 44.450.000.000 10,16
Jumlah Modal Ditempatkan
dan Disetor Penuh 3.280.000.000 328.000.000.000 100,00 4.373.333.400 437.333.340.000 100,00
Jumlah Saham Dalam
Portepel 9.220.000.000 922.000.000.000 8.126.666.600 812.666.660.000
PELAKSANAAN KONVERSI MANDATORY CONVERTIBLE BONDS (“MCB”)
Bersamaan dengan Penawaran Umum Saham Perdana, Perseroan akan menerbitkan Saham Baru dalam rangka pelaksanaan konversi Mandatory Convertible Bond (MCB). MCB tersebut diterbitkan berdasarkan Perjanjian Penyertaan Obligasi Wajib Konversi yang dibuat antara Perseroan sebagai penerbit dengan 17 pihak pada tanggal 17 Desember 2018 dengan nilai dari MCB adalah Rp39.700.000.000,- (tiga puluh sembilan milyar tujuh ratus juta rupiah), dan Perjanjian Penyertaan Obligasi Wajib Konversi yang dibuat antara Perseroan sebagai penerbit dengan 8 pihak pada tanggal 25 Maret 2019, 27 Maret 2019, 1 April 2019, 9 April 2019, 18 April 2019, 27 April 2019 dengan nilai dari MCB adalah Rp13.200.000.000,-(tiga belas milyar dua ratus juta rupiah), serta Perjanjian Penyertaan
Obligasi Wajib Konversi yang dibuat antara Perseroan sebagai penerbit dengan 6 pihak pada tanggal 21 Oktober 2019, 23 Oktober 2019, 24 Oktober 2019, 28 Oktober 2019 dengan nilai dari MCB adalah Rp36.000.000.000,-(tiga puluh enam milyar) sehingga Nilai total MCB adalah Rp88.900.000.000,- (delapan puluh delapan milyar sembilan ratus juta rupiah). Pelaksanaan konversi MCB akan dilakukan bersamaan dengan dilakukannya Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan, yaitu terhitung sejak Tanggal Penjatahan sampai dengan Tanggal Pencatatan dengan harga konversi yaitu sebesar Rp200,- (dua ratus Rupiah). Dengan demikian, total jumlah saham hasil konversi adalah 444.500.000 (empat ratus empat puluh empat juta lima ratus ribu) lembar saham. Tidak terdapat hubungan afiliasi antara Perseroan, masing-masing anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan, serta Pemegang Saham Perseroan atau Pemegang Saham Pengendali Perseroan, dengan pihak-pihak yang menjadi investor MCB dan telah dilakukan penyetoran secara penuh.
Dengan dilaksanakannya konversi MCB, maka susunan permodalan dan pemegang saham Perseroan sebelum dan sesudah Pelaksanaan konversi MCB adalah sebagai berikut:
Uraian
Nilai Nominal Rp 100,- per saham
SebelumKonversi MCB Sesudah Konversi MCB
Jumlah Saham Jumlah Nominal (Rp) % Jumlah Saham Jumlah Nominal (Rp) % Modal Dasar 12.500.000.000 1.250.000.000.000 12.500.000.000 1.250.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh :
- PT Kunci Daud Indonesia 1.804.000.000 180.400.000.000 41,25 1.804.000.000 180.400.000.000 41,25 - PT Intan Investama
Internasional 1.476.000.000 147.600.000.000 33,75 1.476.000.000 147.600.000.000 33,75
- Masyarakat 1.093.333.400 109.333.340.000 25,00 648.833.400 64.883.340.000 14,84
- Pemegang MCB - - - 444.500.000 44.450.000.000 10,16
Jumlah Modal Ditempatkan
dan Disetor Penuh 4.373.333.400 437.333.340.000 100,00 4.373.333.400 437.333.340.000 100,00
Jumlah Saham Dalam Portepel
8.126.666.600 812.666.660.000 8.126.666.600 812.666.660.000
Keterangan selengkapnya mengenai Pelaksanaan Konversi MCB dapat dilihat pada Bab I Prospektus ini.
Pelaksanaan Waran Seri I
Perseroan secara bersamaan juga menerbitkan Waran Seri I yang menyertai Saham Baru Perseroan. Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang Saham Baru, selain pemegang saham dari hasil konversi MCB, yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada Tanggal Penjatahan.
Rasio Saham dengan Waran Seri I : 5: 2 setiap pemegang 5 (lima) saham baru akan memperoleh 2 (dua) waran Seri I.
Jumlah Waran Seri I : Sebesar 259.533.360 (dua ratus lima puluh sembilan juta lima ratus tiga puluh tiga ribu tiga ratus enam puluh) lembar Waran Seri I.
Harga Pelaksanaan Waran Seri I : Rp380 ,- (tiga ratus delapan puluh Rupiah)
Total Hasil Pelaksanaan Waran Seri I : Sebanyak-banyaknya Rp98.622.676.800,- (sembilan puluh delapan milyar enam ratus dua puluh dua juta enam ratus tujuh puluh enam delapan ratus Rupiah).
Apabila Waran Seri I yang diperoleh pemegang saham telah dilaksanakan seluruhnya menjadi saham baru dalam Perseroan, maka proforma struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan sebelum dan sesudah Pelaksanaan Waran Seri I sebagai berikut:
Uraian
Nilai Nominal Rp 100,- per saham
Sebelum Konversi Waran Sesudah Konversi Waran
Jumlah Saham Jumlah Nominal (Rp) % Jumlah Saham Jumlah Nominal (Rp) % Modal Dasar 12.500.000.000 1.250.000.000.000 12.500.000.000 1.250.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh :
- PT Kunci Daud Indonesia 1.804.000.000 180.400.000.000 41,25 1.804.000.000 180.400.000.000 38,94 - PT Intan Investama
Internasional 1.476.000.000 147.600.000.000 33,75 1.476.000.000 147.600.000.000 31,86
- Masyarakat 648.833.400 64.883.340.000 14,84 648.833.400 64.883.340.000 14,01
- Pemegang MCB 444.500.000 44.450.000.000 10,16 444.500.000 44.450.000.000 9,59
- Waran Seri I - - - 259.533.360 25.953.336.000 5,60
Jumlah Modal Ditempatkan
dan Disetor Penuh 4.373.333.400 437.333.340.000 100,00 4.632.866.760 463.286.676.000 100,00
Jumlah Saham Dalam
Portepel 8.126.666.600 812.666.660.000 7.867.133.240 786.713.324.000
3. RENCANA PENGGUNAAN DANA
Perseroan bermaksud untuk menggunakan keseluruhan dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Perdana Saham, setelah dikurangi biaya-biaya terkait emisi efek yang terkait dengan Penawaran Umum Perdana Saham akan digunakan untuk:
1. Sekitar 35% (tiga puluh lima persen) akan digunakan untuk memberikan pinjaman kepada Entitas Anak, yaitu PT Triniti Menara Serpong (TMS) yang selanjutnya akan digunakan untuk tambahan modal kerja dan pembangunan proyek Apartemen “Collins Boulevard” di lahan yang sudah dimiliki TMS yang berlokasi di Jalan MH. Thamrin No. 07, Pakualam, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, berdasarkan Perjanjian antara PTP dan TMS No. 034/PP/PTP-TMS/XI/2019 tanggal 28 November 2019 berikut segala perubahan-perubahannya dan/atau penambahan-penambahannya dan/atau pembaharuan-pembaharuannya yang akan dibuat di kemudian hari. Pinjaman ini akan berupa pinjaman pemegang saham (“shareholder’s loan”).
2. Sekitar 35% (tiga puluh lima persen) akan digunakan untuk memberikan pinjaman kepada Entitas Anak, yaitu PT Puri Triniti Batam (PTB) yang selanjutnya akan digunakan untuk modal kerja dan pembangunan proyek “Marc’s
Boulevard” yang berlokasi di Kecamatan Bengkong, Kelurahan Sadai, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau,
berdasarkan Perjanjian antara PTP dan PTB No. 035/PP/PTP-PTB/XI/2019 tanggal 28 November 2019 berikut segala perubahan-perubahannya dan/atau penambahan-penambahannya dan/atau pembaharuan-pembaharuannya yang akan dibuat di kemudian hari. Pinjaman ini akan berupa pinjaman pemegang saham (“shareholder’s loan”).
3. Sekitar 30% (tiga puluh persen) dari dana yang diperoleh akan digunakan untuk biaya pengembangan dan modal kerja Perseroan yang berupa biaya operasional Perseroan.
Sedangkan dana yang diperoleh dari Pelaksanaan Waran Seri I, jika dilaksanakan oleh pemegang waran, maka digunakan untuk modal kerja Perseroan.
Manajemen Perseroan menyatakan bahwa setiap penggunaan dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Perdana Saham akan mengikuti ketentuan peraturan dan perundangan yang berlaku.
Keterangan lebih rinci mengenai rencana penggunaan dana dapat dilihat pada Bab II Prospektus mengenai Rencana Penggunaan Dana.
4. KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN a. Kegiatan Usaha Perseroan
Perseroan telah menjalankan kegiatan usaha di bidang pengembangan properti atas aset dan/atau hak pengelolaan sejak tahun 2009, dimulai dari pengembangan perumahan dengan tanah seluas 5 (lima) hektar di daerah Ciledug, yang diberi nama Ubud Village. Pengembangan usaha di bidang properti yang dilakukan adalah dengan mengembangkan aset idle yang dimiliki perusahaan dan melakukan kerjasama dengan mitra strategis untuk menciptakan bisnis pengembangan properti seperti apartemen, perumahan yang dijual, hotel, dan perkantoran. Pada saat prospektus ini diterbitkan, Perseroan dan Entitas Anak memiliki 7 (tujuh) proyek yang telah selesai dikerjakan dan sedang dalam tahap pengembangan, yaitu sebagai berikut:
No Nama Proyek Lokasi Tahun Mulai
Proyek Jenis Proyek
1. Ubud Village Ciledug, Kota Tangerang 2009 Rumah tinggal dan Ruko
2. Melrose Place Palmerah, Jakarta Barat 2011 Rumah tinggal dan Ruko
3. Brooklyn
Serpong Utara, Kota
Tangerang Selatan 2014 Apartemen, SOHO dan Rukan
4. Springwood Residence Pinang, Kota Tangerang 2014 Apartemen dan Hotel
5. Yukata Suites
Serpong Utara,
Tangerang Selatan 2015 Apartemen
6. The Smith
Serpong Utara,
Tangerang Selatan 2016 Apartemen, SOHO dan Perkantoran
7. Collins Boulevard Pinang, Kota Tangerang 2017
Apartemen, SOHO, hotel, pusat perbelanjaan dan perkantoran
8. Marcs Boulevard Sadai, Batam 2018
Mixed Use (Condo Villa, Apartemen, SOHO, Rukan, Town House, Pusat Perbelanjaan, Edu-City, dan Perkantoran)
Keterangan Mengenai Entitas Anak
Entitas Anak Langsung
No Nama Perusahaan Status
Operasi
Tahun Pendirian
Tahun
Penyertaan Kegiatan Usaha Utama Kepemilikan
1. PT Triniti Dinamik Aktif 2013 2014 Real Estate Yang Dimiliki Sendiri
Atau Disewa 53,37%
2. PT Triniti Pilar
Gemilang Aktif 2013 2016
Real Estate Yang Dimiliki Sendiri
Atau Disewa 99,92%
3. PT Sirius Terang
Cemerlang Aktif 2013 2015
Real Estate Yang Dimiliki Sendiri
Atau Disewa 99,2%
4. PT Triniti Menara
Serpong Aktif 2016 2016
Real Estate Yang Dimiliki Sendiri
Atau Disewa 50%
5. PT Puri Triniti Batam Aktif 2018 2018 Real Estate Yang Dimiliki Sendiri
Atau Disewa 70%
Entitas Anak Tidak Langsung
Operasi Pendirian Penyertaan an 1. PT Triniti Dinamik
Santoz Aktif 2017 2017
Real Estate Yang Dimiliki Sendiri
Atau Disewa 37,36%
2. PT Triniti Menara
Gading Aktif 2017 2017
Real Estate Yang Dimiliki Sendiri
Atau Disewa 49,99%
b. Prospek Usaha
Properti di Indonesia
Potensi permintaan properti di Indonesia masih sangat besar, mengingat jumlah penduduk Indonesia yang sangat banyak dan terus bertumbuh sebesar 1,12% (satu koma dua belas persen) per tahun, stabilnya pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah gejolak ekonomi dunia, serta terjaganya inflasi pada tingkat yang cukup rendah memberikan pengaruh positif bagi aktivitas ekonomi di Indonesia, baik dari sektor domestik maupun internasional. Selain itu tren Foreign Direct Investment (FDI) atau penyertaan modal langsung oleh investor asing juga menunjukkan tren meningkat sehingga mendorong pertumbuhan industri dan gedung perkantoran.
Dampak positif tersebut khususnya sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan industri properti membuat pengembangan properti di Indonesia masih menjanjikan. Namun, perkembangan tersebut belum sepenuhnya didukung oleh daya beli masyarakat dengan properti yang harganya terus meningkat. Pemerintah mencatat setidaknya masih diperlukan 13,5 (tiga belas koma lima) juta unit tempat tinggal untuk memenuhi kebutuhan rumah masyarakat (backlog).
Kemudahan pembayaran yang diperoleh konsumen pasar tentu sangat dibutuhkan untuk menciptakan permintaan produk property hunian. Sehingga potensi permintaan pasar properti pada beberapa tahun kedepan diprediksi mengalami peningkatan. Hal ini dimanfaatkan para pengembang untuk meningkatkan pengembangan proyek-proyek properti.
Dengan kebijakan pemerintah tersebut, Perekonomian Indonesia diprediksi tumbuh dan akan menempati peringkat ketujuh terbesar di dunia pada tahun 2030 dan peringkat keempat terbesar di dunia pada tahun 2050, sehingga berpengaruh pada bertambahnya penduduk consuming class di Indonesia. Pertumbuhan consuming class ini diprediksi dapat mempengaruhi peningkatan permintaan akan sarana bangunan gedung dalam memenuhi kebutuhan wadah beraktivitas.
Mengamati kinerja pemerintah tersebut, Perseroan optimis dapat mencapai target dan tujuan dalam meningkatkan pendapatan serta laba yang selama ini telah menunjukan peningkatan positif.
Keterangan lebih rinci mengenai Kegiatan dan Prospek Usaha Perseroan dapat dilihat pada Bab VIII mengenai Keterangan Tentang Perseroan Dan Entitas Anak, Kegiatan Usaha, Serta Kecenderungan Dan Prospek Usaha
5. FAKTOR RISIKO
Risiko di bawah ini disusun berdasarkan bobot dari dampak masing-masing risiko terhadap kinerja keuangan, kegiatan operasional dan prospek Perseroan serta investasi pada saham Perseroan yang dimulai dari risiko utama. 1. RISIKO UTAMA YANG MEMPUNYAI PENGARUH SIGNIFIKAN TERHADAP KELANGSUNGAN USAHA
PERSEROAN
Risiko terganggunya pasokan atas ketersediaan bahan bangunan
2. RISIKO USAHA YANG BERSIFAT MATERIAL BAIK SECARA LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG YANG DAPAT MEMPENGARUHI HASIL USAHA DAN KONDISI KEUANGAN PERSEROAN DAN ENTITAS ANAK a. Risiko Kondisi Industri Properti Yang Fluktuatif Di Indonesia Dan Faktor Lainnya Yang Diluar Kendali
Perseroan
b. Risiko Perubahan Peraturan Pemerintah, Legalitas Dan Perizinan c. Risiko Ketersediaan Lahan Yang Dimiliki Perseroan
d. Risiko Perubahan Suku Bunga
e. Risiko Keterlambatan Penyelesaian Sebagian Atau Seluruh Proyek Perseroan 3. RISIKO UMUM
a. Risiko Bencana Alam
b. Risiko Terhadap Kewajiban Dari Tuntutan Hukum Pihak Ketiga c. Risiko Perubahan Peraturan
4. RISIKO TERKAIT INVESTASI SAHAM PERSEROAN a. Risiko Pengaruh Fluktuasi Harga Saham Perseroan
b. Risiko Tidak Likuidnya Saham yang Ditawarkan Pada Penawaran Umum Perdana Saham c. Risiko Kemampuan Perseroan Membayar Pembagian Dividen
Seluruh faktor risiko yang dihadapi oleh Perseroan dalam melaksanakan kegiatan usaha telah diungkapkan dan disusun berdasarkan bobot dan dampak masing-masing risiko terhadap kegiatan usaha dan keuangan Perseroan. Keterangan lebih rinci mengenai faktor risiko dapat dilihat pada Bab VI Prospektus mengenai Faktor Risiko.
6. KEBIJAKAN DIVIDEN
Setelah Penawaran Umum Perdana Saham, Manajemen Perseroan memiliki kebijakan untuk membayarkan dividen dengan rasio sebanyak-banyaknya 25% (dua puluh lima persen) dari laba tahun berjalan konsolidasi Perseroan sejak tahun buku 2019, dalam bentuk uang tunai kepada seluruh pemegang saham Perseroan sekurang-kurangnya sekali dalam 1 (satu) tahun, namun dengan tetap memperhatikan posisi keuangan atau tingkat kesehatan Perseroan dan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham.
Namun demikian, pembagian dividen tersebut serta besarnya pembagian dividen kas akan diputuskan melalui RUPS tahunan berdasarkan rekomendasi Direksi dan keputusan untuk membayar dividen kas tergantung pada laba, kondisi keuangan, likuiditas, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang dianggap relevan oleh Direksi Perseroan setelah memperoleh persetujuan RUPS tahunan atau RUPS Luar Biasa.
Dividen kas akan dibayarkan dalam Rupiah. Pemegang saham pada recording date akan memperoleh hak atas dividen dalam jumlah penuh dan dikenakan pajak penghasilan yang berlaku dalam ketentuan perpajakan di Indonesia. Dividen kas yang diterima oleh pemegang saham dari luar Indonesia akan dikenakan pajak penghasilan sesuai dengan ketentuan perpajakan di Indonesia.
Keterangan lebih rinci mengenai Kebijakan Dividen dapat dilihat pada Bab X Prospektus mengenai Kebijakan Dividen.
7. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING
Tabel di bawah ini menyajikan ikhtisar data keuangan penting Perseroan yang disusun berdasarkan laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain Perseroan untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 dan 30 Juni 2018 serta untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018, 2017 dan 2016. Data-data keuangan penting tersebut berasal dari Laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 dan 2018 serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018, 2017 dan 2016 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Maurice Ganda Nainggolan & Rekan, auditor independen, berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh IAPI dengan opini tanpa modifikasian.
Laporan Posisi Keuangan
a. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
(dalam ribuan Rupiah)
Keterangan 30 Juni 31 Desember
2019 2018 2017 2016
Total Liabilitas 1.185.586.387 1.092.120.466 970.955.003 520.161.456
Total Ekuitas 520.668.162 504.050.877 393.122.259 227.903.751
b. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
(dalam ribuan Rupiah)
Keterangan 30 Juni 31 Desember
2019 2018 2018 2017 2016
Penjualan dan Pendapatan 131.790.673 86.232.838 229.545.232 221.299.958 282.213.291
Beban Pokok Penjualan (91.499.570) (68.898.852) (169.343.845) (159.107.700) (177.523.972)
Laba Bruto 40.291.103 17.333.986 60.201.387 62.192.258 104.689.319
Laba Bersih Tahun Berjalan 33.536.961 44.433.233 95.686.633 148.263.681 66.786.434
Penghasilan Komprehensif Lain 6.675.524 4.236.368 4.488.885 10.452.456 37.113.314
Laba Komprehensif Tahun Berjalan 40.212.484 48.669.601 100.175.518 158.716.137 103.899.749
Jumlah Laba Bersih yang Dapat
diatribusikan kepada:
- Pemilik Entitas Induk 25.047.491 39.409.846 93.674.593 134.193.482 60.735.944
- Kepentingan Non Pengendali 8.489.470 5.023.387 2.012.040 14.070.199 6.050.490
Jumlah Laba Komprehensif yang Dapat
diatribusikan kepada:
- Pemilik Entitas Induk 31.417.839 43.660.613 98.091.865 144.513.024 97.815.057
- Kepentingan Non Pengendali 8.794.646 5.008.988 2.083.653 14.203.113 6.084.692
c. Rasio Keuangan Konsolidasian
Keterangan 30 Juni 31 Desember
2019 2018 2017 2016
Profitabilitas
Laba Bersih terhadap Ekuitas (ROE) 6,44% 18,98% 37,71% 29,30%
Laba Bersih terhadap Jumlah Aset (ROA) 1,97% 5,99% 10,87% 8,93%
Laba Bersih terhadap Jumlah Penjualan 25,45% 41,69% 67,00% 23,67%
Laba Bruto terhadap Penjualan 30,57% 26,23% 28,10% 37,10%
Solvabilitas
Liabilitas terhadap Aset 0,69 0,68 0,71 0,70
Liabilitas terhadap Ekuitas 2,28 2,17 2,47 2,28
Persediaan terhadap Beban Pokok Penjualan 7,81 3,80 3,35 1,31
Likuiditas
Aset Lancar terhadap Liabilitas Jangka Pendek 1,35 1,28 1,43 1,28
Keterangan lebih rinci mengenai Ikhtisar Data Keuangan dapat dilihat pada Bab IV Prospektus mengenai Ikhtisar Data Keuangan Penting
I.
PENAWARAN UMUM
Sebesar 648.833.400 (enam ratus empat puluh delapan juta delapan ratus tiga puluh tiga ribu empat ratus) lembar saham biasa atas nama yang merupakan saham baru dan dikeluarkan dari portepel Perseroan (“Saham Yang Ditawarkan”) dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap saham, dengan Harga Penawaran sebesar Rp200,- (dua ratus Rupiah) setiap saham, yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan Formulir Pemesanan Pembelian Saham (‘FPPS”). Jumlah seluruh Penawaran Umum Perdana ini adalah sebesar Rp129.766.680.000 (seratus dua puluh sembilan milyar tujuh ratus enam puluh enam juta enam ratus delapan puluh ribu Rupiah).. Bersamaan dengan Penawaran Umum Perdana Saham, Perseroan akan menerbitkan Saham Baru dalam rangka pelaksanaan konversi MCB Rp 88.900.000.000,- (delapan puluh delapan milyar sembilan ratus juta rupiah) atau sebesar 444.500.000 (empat ratus empat puluh empat juta lima ratus ribu) lembar saham dengan Harga Konversi sebesar Rp200,- (dua ratus Rupiah) per saham. Dengan dilaksanakannya konversi MCB bersamaan dengan terjualnya seluruh Saham Yang Ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana Saham ini, persentase kepemilikan Masyarakat akan menjadi sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham dan pelaksanaan konversi MCB.
Saham yang ditawarkan dalam rangka Penawaran Umum, saham hasil konversi MCB seluruhnya merupakan saham baru, serta akan memberikan kepada pemegangnya hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan Saham Biasa Atas Nama lainnya dari Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh, termasuk antara lain hak atas pembagian dividen, hak untuk mengeluarkan suara dalam RUPS, hak atas pembagian saham bonus dan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Pengecualian bagi saham hasil konversi MCB tidak berhak atas Waran Seri I.
PT Perintis Triniti Properti Tbk. Kegiatan Usaha Utama: Bergerak dalam bidang Real Estat
Berkedudukan di Alam Sutera, Tangerang Selatan, Indonesia Kantor Pusat:
Brooklyn Premium Office JL Sutera Boulevard Kav 22-26
Alam Sutera, Tangerang Selatan, Indonesia, 15320
Telp: 021 30066688 Faks: 021 80821403
Email : [email protected] Website : www.trinitiland.com Kantor Pusat Non Operasional:
District 8 SCBD, Prosperity Tower, Lantai 18 A/J, JL Senopati Raya, Senayan, Jakarta Selatan, Indonesia 12190
Telp: 021 – 50111999 Faks: 021 50986116
RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN DAN ENTITAS ANAK ADALAH RISIKO TERGANGGUNYA PASOKAN ATAS KETERSEDIAAN BAHAN BANGUNAN. RISIKO USAHA PERSEROAN SELENGKAPNYA DICANTUMKAN PADA BAB VI PROSPEKTUS INI.
RISIKO TERKAIT DENGAN INVESTASI PADA SAHAM PERSEROAN YAITU PENGARUH FLUKTUASI HARGA SAHAM PERSEROAN.
2 Komposisi Modal Perseroan pada saat Prospektus ini diterbitkan adalah sebagai berikut :
Uraian Nilai Nominal Rp 100,- per saham
Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) %
Modal Dasar 12.500.000.000 1.250.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
PT. Kunci Daud Indonesia 1.804.000.000 180.400.000.000 55,00
PT. Intan Investama Internasional 1.476.000.000 147.600.000.000 45,00
Total Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 3.280.000.000 328.000.000.000 100,00
Saham dalam Portepel 9.220.000.000 922.000.000.000
Berikut merupakan ringkasan struktur Penawaran Umum Perseroan :
Jumlah Saham Baru : Sebesar 1.093.333.400 (satu miliyar sembilan puluh tiga juta tiga ratus tiga puluh tiga ribu empat ratus) saham biasa atas nama yang akan diterbitkan dari Portepel Perseroan dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham dam konversi MCB dan akan dicatatkan pada Bursa Efek
Jumlah Saham yang Ditawarkan : Sebesar 648.833.400 (enam ratus empat puluh delapan juta delapan ratus tiga puluh tiga empat ratus) saham biasa atas nama dan disetor dalam perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham
Persentase Jumlah Saham yang Ditawarkan :
Sebesar 14,84% (empat belas koma delapan empat persen) dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan Setelah Penawaran Umum Nilai Nominal : Rp100,- (seratus Rupiah).
Harga Penawaran : Rp200,- (dua ratus Rupiah). Masa Penawaran Umum : 2 – 8 Januari 2020
Tanggal Pencatatan di BEI : 15 Januari 2020
Dengan terjualnya seluruh Saham Yang Ditawarkan Perseroan dalam Penawaran Umum ini, proforma struktur permodalan dan pemegang saham Perseroan sebelum dan setelah Penawaran Umum ini secara proforma adalah sebagai berikut:
Uraian
Nilai Nominal Rp 100,- per saham
Sebelum Penawaran Umum Sesudah Penawaran Umum
Jumlah Saham Jumlah Nominal (Rp) % Jumlah Saham Jumlah Nominal (Rp) % Modal Dasar 12.500.000.000 1.250.000.000.000 12.500.000.000 1.250.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh :
- PT Kunci Daud Indonesia 1.804.000.000 180.400.000.000 55,00 1.804.000.000 180.400.000.000 41,25 - PT Intan Investama
Internasional 1.476.000.000 147.600.000.000 45,00 1.476.000.000 147.600.000.000 33,75
- Masyarakat - - - 648.833.400 64.883.340.000 14,84
- Pemegang MCB - - - 444.500.000 44.450.000.000 10,16
Jumlah Modal Ditempatkan
dan Disetor Penuh 3.280.000.000 328.000.000.000 100,00 4.373.333.400 437.333.340.000 100,00
Jumlah Saham Dalam
Portepel 9.220.000.000 922.000.000.000 8.126.666.600 812.666.660.000
PELAKSANAAN KONVERSI MANDATORY CONVERTIBLE BOND (“MCB”)
Bersamaan dengan Penawaran Umum Perdana Saham, Perseroan akan menerbitkan Saham Baru dalam rangka pelaksanaan konversi MCB Rp88.900.000.000,- (delapan puluh delapan milyar sembilan ratus juta rupiah) atau sebesar 444.500.000 (empat ratus empat puluh empat juta lima ratus ribu) lembar saham dengan harga konversi yaitu sebesar Rp200 (dua ratus Rupiah), yang apabila seluruh Saham Yang Ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana Saham ini terjual, persentase setelah pelaksanaan konversi MCB menjadi saham Perseroan adalah sebesar 10,16% (sepuluh koma satu enam persen) dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah Penawaran
Umum saham perdana dan pelaksanaan konversi MCB. Seluruh saham konversi akan di lock up untuk 12 (dua belas) bulan terhitung sejak Tanggal Pencatatan.
Berdasarkan Perjanjian Penyertaan Obligasi Wajib Konversi (Mandatory Convertible Bond atau untuk selanjutnya disebut “MCB”), yang dibuat antara Perseroan (“Penerbit”) dengan Pembeli (“Perjanjian Penyertaan Obligasi Wajib
Konversi”), yang terbagi dalam 3 tahap penerbitan, dengan uraian sebagai berikut:
1. Penerbitan MCB tahap I yang diterbitkan pada tanggal 17 Desember 2018, dengan 17 (tujuh belas) pihak
berdasarkan Perjanjian Penyertaan Obligasi Wajib Konversi, dengan nilai seluruhnya sebesar Rp39.700.000.000,- (tiga puluh sembilan milyar tujuh ratus juta rupiah);
2. Penerbitan MCB tahap II yang diterbitkan pada tanggal 25 Maret 2019, 27 Maret 2019, 1 April 2019, 9 April 2019, 18 April 2019 dan 27 April 2019, dengan 8 (delapan) pihak berdasarkan Perjanjian Penyertaan Obligasi Wajib Konversi, dengan nilai seluruhnya sebesar Rp13.200.000.000,-(tiga belas milyar dua ratus juta rupiah).
3. Penerbitan MCB tahap III yang diterbitkan pada tanggal 21 Oktober 2019, 23 Oktober 2019, 24 Oktober 2019, dan 28 Oktober 2019 dengan 6 (enam) pihak berdasarkan Perjanjian Penyertaan Obligasi Wajib Konversi, dengan nilai seluruhnya sebesar Rp36.000.000.000,- (tiga puluh enam milyar rupiah).
Nilai keseluruhan dari MCB tahap I, II dan III adalah Rp 88.900.000.000,-.(delapan puluh delapan milyar sembilan ratus juta rupiah).
Berikut rincian Pemegang Mandatory Convertible Bond (“MCB”) tahap I, II, dan III serta sifat hubungannya dengan Perseroan.
No. Nama Perjanjian MCB (No. dan Tanggal)
Jumlah MCB Sifat hubungan Afiliasi
1. Fendiyanto Rikijanto No. 001/PTP-MCB/XII/2018 tanggal 17 Desember 2018 sebagaimana telah diubah dengan Addendum Perjanjian MCB No. ADD001/PTP-MCB/VIII/2019 tanggal 13 Agustus 2019
Rp. 2.000.000.000,- Tidak
2. Herryanto No. 002/PTP-MCB/XII/2018 tanggal 17 Desember 2018 sebagaimana telah diubah dengan Addendum Perjanjian MCB No. ADD002/PTP-MCB/VIII/2019 tanggal 13 Agustus 2019
Rp. 2.000.000.000,- Tidak
3. PT. Adikarsa Wahana Mukti
No. 003/PTP-MCB/XII/2018 tanggal 17 Desember 2018 sebagaimana telah diubah dengan Addendum Perjanjian MCB No. ADD003/PTP-MCB/VIII/2019 tanggal 13 Agustus 2019
Rp. 2.000.000.000,- Tidak
4. Vincent Bhakti Chandra
No. 004/PTP-MCB/XII/2018 tanggal 17 Desember 2018 sebagaimana telah diubah dengan Addendum Perjanjian MCB No. ADD004/PTP-MCB/VIII/2019 tanggal 13 Agustus 2019
Rp. 4.700.000.000,- Tidak
5. Wiberty Widjaja No. 005/PTP-MCB/XII/2018 tanggal 17 Desember 2018 sebagaimana telah diubah dengan Addendum Perjanjian MCB No. ADD005/PTP-MCB/VIII/2019 tanggal 13 Agustus 2019
Rp. 2.000.000.000,- Tidak
6. Averdi Thio No. 006/PTP-MCB/XII/2018 tanggal 17 Desember 2018 sebagaimana telah diubah dengan Addendum Perjanjian MCB No. ADD006/PTP-MCB/VIII/2019 tanggal 13 Agustus 2019
Rp. 2.000.000.000,- Tidak
7. Bernardus Koyangsow No. 007/PTP-MCB/XII/2018 tanggal 17 Desember 2018 sebagaimana telah diubah dengan Addendum Perjanjian MCB No. ADD007/PTP-MCB/VIII/2019 tanggal 13 Agustus 2019
Rp. 2.000.000.000,- Tidak
8. Lawrence Kurnia Satya Nagara
No. 008/PTP-MCB/XII/2018 tanggal 17 Desember 2018 sebagaimana telah diubah dengan Addendum Perjanjian MCB No. ADD008/PTP-MCB/VIII/2019 tanggal 13 Agustus 2019
Rp. 2.000.000.000,- Tidak
9. Ricardo Juanito Karjono
No. 009/PTP-MCB/XII/2018 tanggal 17 Desember 2018 sebagaimana telah diubah dengan Addendum Perjanjian MCB No. ADD009/PTP-MCB/VIII/2019 tanggal 13 Agustus 2019
Rp. 2.000.000.000,- Tidak
10. PT. Kalindo Land No. 010/PTP-MCB/XII/2018 tanggal 17 Desember 2018 sebagaimana telah diubah dengan Addendum Perjanjian MCB No. ADD010/PTP-MCB/VIII/2019 tanggal 13 Agustus 2019