1
Angan dan Langkah
Ada kala kita mesti beristirahat sebentar
dari terus mengayunkan langkah.
Karena melangkah tidak berarti selalu maju.
Jadi tahanlah dulu langkah.
Biarkan diri kita merenangi kembali angan lama sambil
mengunjungi sudut-sudut pengalaman lalu.
Memungutnya, menyusunnya menjadi pengetahuan diri,
2
Jangan Takut Bermimpi!
Impian. Setiap orang selalu bemimpi. Beberapa orang berani bermimpi besar, tapi banyak yang malu-malu bahkan takut untuk tinggi bermimpi. Padahal mimpi merupakan bahan bakar yang membuat semangat kita terus mengobar.
Tulislah apa yang ibu-bapak impikan. Seputar usaha, anak, diri sendiri, suami, istri, keluarga, rumah, atau yang lain.
3
Memotret Diri dan Bisnis Kita Sekarang
Pengalamanlah guru terbaik. Karena hanya pengalamanlah yang mau jujur kepada kita soal baik dan buruk, salah dan benar dari langkah demi langkah kita kemarin.
Apa kejadian yang paling menyenangka ibu-bapak selama berusaha? Kemajuan apa yang terjadi? Apa tantangannya? Bagaimana mengatasinya? Dan masih banyak lagi.
4
5
Bukan Modal yang
Menentukan Sukses.
Tapi Tekad, Kreatifitas,
dan Keuletan.
...belajar dari...6
Ibu-bapak tentu mengenal orang-orang seperti mereka. Kunjungi mereka, berbincanglah, dan ambillah pengalaman berharga mereka. Banyak hal bisa dipelajari dari mereka.
Nur Huda
Dari modal 320.000,- sekarang ia memiliki ratusan gerobak cendol dengan penghasilan 5 juta per hari.Bob Sadino
Ia merupakan pemilik restoran Kemchick yang terkenal di Jakarta. Pak Bob memulai usahanya dari berjualan telur dari pintu ke pintu. Sekarang penghasilannya milyaranrupiah per bulan.
?
!
7
Modal Alami Para Pengusaha Sukses
BERANI BERMIMPI
Setiap keberhasilan selalu dimulai pada satu pijakan, yaitu sebuah impian. Tentu bukan suatu yang hanya diangankan saja, tetapi sesuatu yang benar-benar ingin diwujudkan. Sampai, rasanya ada yang mendesir di tubuh kita kalau impian itu melintas sesaat.
Impian akan membuat kita berkeras hati melakukan pekerjaan sesulit apapun. Tak heran mereka yang ingin mewujudkan impian lalu menjadi gigih, ulet, dan pantang menyerah.
Karena itu, biasanya ada sifat khas pada orang-orang sukses, bahwa mereka berani bermimpi besar. Maka biarkan impian kita membumbung, lalu berkeras-hatilah untuk
mewujudkannya.
MEMERCAYAI DIRI SENDIRI
Bagaimana kita akan berani bertindak atau memutuskan sesuatu, kalau kita tidak memercayai kemampuan sendiri? Tanpa percaya diri maka kita menjadi ragu, takut, dan
akhirnya tidak melakukan hal-hal yang seharusnya dikerjakan. Jadi tanpa percaya diri membuat impian kita hanya jadi angan-angan saja.
8
MENIKMATI APA YANG SEDANG DILAKUKAN
Pekerjaan apapun kalau dilakukan dengan bergairah akan memberikan hasil yang baik. Namun kita tak mungkin bergairah selama kita tidak bisa menikmati pekerjaan itu.
Gairah akan merangsang kita bekerja sekeras mungkin, dan terus menantang diri untuk mengeluarkan kemampuan terbaik yang kita miliki.
BERANI AMBIL RESIKO
Resiko itu seperti udara. Ia bagian dari hidup, ada dimana saja, dan kapanpun. Namun di balik resiko pasti ada peluang. Dengan menerobos resiko, perlahan-lahan orang menemukan peluang. Mereka yang tidak berani mengambil resiko hanya akan mendapatkan peluang-peluang kecil menuju sukses.
Bisa jadi karena itu, ada orang yang mengatakan bahwa tidak berani mengambil resiko memiliki resiko lebih besar dari pada mengambil resiko.
PEMBELAJAR SEUMUR HIDUP
Tidak semua hal kita tahu, juga tidak semua keterampilan sudah kita kuasai. Selalu ada sesuatu yang baru yang harus kita pelajari. Kalau begitu, mau atau tidak, kita harus mau bahwa seumur kita harus terus belajar.
9
SELALU BERPIKIR POSITIFApa yang kita lakukan jika mencurigai seseorang? Biasaanya, kita mengamati, menyelidiki, dan mencari-cari sesuatu untuk membuktikan kalau kecurigaan kita benar. Habislah tenaga dan pikiran kita untuk melakukan semua pekerjaan “detektif” ini yang seharusnya bisa kita gunakan untuk pekerjaan yang lebih bermanfaat.
Berpikir positif merupakan tantangan besar untuk bisa terus dijaga. Seringkali kita lebih mudah tergoda untuk berpikir negatif, dan terus menikmati pikiran negatif itu. Kalau ini yang terjadi maka semakin sedikitlah hal-hal produktif yang kita lakukan. Itu sebabnya orang-orang sukses selalu mencoba menghindari pikiran-pikiran negatif yang tidak akan
menambah manfaat bagi usaha mereka.
MEMOTIVASI DIRI TERUS MENERUS
Suatu saat percaya diri kita melesat, tapi di lain waktu melorot jauh. Kadang gebuan semangat begitu keras, tapi begitu ada secuil masalah semangat itu langsung lemas. Begitulah, tidak selama kita “baik-baik saja”. Ada saat-saat prima, dan pasti akan mengalami merasa malas, “lemah”, gagal, bahkan frustasi. Inilah pentingnya untuk tetap terus memotivasi diri.
Ada banyak cara dilakukan orang untuk memotivasi dirinya. Mengingat kembali impian. Meyakini bahwa sebentar lagi solusi akan mereka peroleh. Memercayai bahwa banyak orang yang mendukung. Berdoa kepada Yang Paling Kuat. Atau berbincang dengan mereka yang sukses.
Sebaiknya memotivasi terus dilakukan walaupun kita tidak belum terpuruk. Lakukan terus menerus, sekecil apapun yang bisa dilakukan. Pompakan semangat dan tenaga baru biar kita selalu segar bekerja.
11
Proha Tempro
Menggali pengalaman dan pengetahuan
ibu-bapak mengenai:
PRODDUK
HARGA
TEMPAT
PROMOSI
...belajar dari...12
Produk
Pikiran apa saja yang muncul sewaktu membayangkan suatu produk?
Gunakan istilah atau kata-kata ibu-bapak sendiri. Juga ibu-bapak boleh menambahkan sendiri bulatan dan tanah panah. Tidak ada salah atau benar, semakin banyak bulatan dan panah yang dibuat semakin lengkap
pengetahuan yang ibu-bapak susun. Dan jika kurang luas, gunakan kertas lain.
PRODUK
. . .
. . .
13
Silakan bapak melihat semua sisi dari produk milikibu-bapak.
Keunggulan Produk Produk dari Penjual Lain
Kemauan Calon Pembeli
Kualitas yang Harus
Diperbaiki Hal-hal lain
14
Harga
Apa saja hal-hal yang berkaitan dengan harga menurut ibu-bapak?
Gunakan istilah atau kata-kata ibu-bapak sendiri. Juga ibu-bapak boleh menambahkan sendiri bulatan dan tanah panah. Tidak ada salah atau benar, semakin banyak bulatan dan panah yang dibuat semakin lengkap
pengetahuan yang ibu-bapak susun. Dan jika kurang luas, gunakan kertas lain.
HARGA
. . .
. . .
15
Tuangkan berbagai aspek dari harga produk yang ibu-bapakmiliki.
Apa yang didapat oleh pembeli?
Apa tanggapan atau respon dari calon pembeli atau pembeli?
Bagaimana dengan Penjual
16
17
Tempat
Apa saja faktor yang membuat suatu tempat menjadi strategis sebagai lokasi usaha?
Gunakan istilah atau kata-kata ibu-bapak sendiri. Juga ibu-bapak boleh menambahkan sendiri bulatan dan tanah panah. Tidak ada salah atau benar, semakin banyak bulatan dan panah yang dibuat semakin lengkap
pengetahuan yang ibu-bapak susun. Dan jika kurang luas, gunakan kertas lain.
TEMPAT
. . .
. . .
18
Curahkan pikiran ibu-bapak mengenai segala sesuatu tentang tempat usaha yang selama ini digunakan.
Bagaimana soal kemanan? Bagaimana kenyamanannya (kebersihan, parkir, dll)?
Mudahkah dikenali dan didatangii
(posisi, tampilan, akses, dll)?
20
Promosi
Hal apa saja yang berhubungan dan mempengaruhi promosi?
Gunakan istilah atau kata-kata ibu-bapak sendiri. Juga ibu-bapak boleh menambahkan sendiri bulatan dan tanah panah. Tidak ada salah atau benar, semakin banyak bulatan dan panah yang dibuat semakin lengkap
pengetahuan yang ibu-bapak susun. Dan jika kurang luas, gunakan kertas lain.
PROMOSI
. . .
. . .
21
Tuliskan berbagai hal yang ibu-bapak amati dan pikirkan Layanan apa yang disukai
pembeli?
Layanan apa yang tidak disukai pembeli?
Bagaimana pembeli
22
23
Inilah ramuan dasar dalam usaha.
Usaha sukses diraih mereka yang unggul
meramu keempat unsur ini.
Jika ada unsur yang sulit ibu-bapak rubah atau
pengaruhi, perkuatlah unsur yang lain.
...belajar dari...
24
Produk
Pemberian produk yang tepat kepada konsumen yang bisa mampu memenuhi rasa puas mereka, sudah banyak contohnya berhasil membuat pengusaha mendadak kaya. Bukan cuma mereka yang bermodal gede, tetapi juga mereka yang modalnya pas-pasan. Nur Huda misalnya dengan cendolnya yang terkenal lezatnya di Bandung dan Jakarta.
Salah satu alasan orang mau membeli karena mutu produk sesuai dengan kebutuhan mereka. Cukup banyak contoh orang yang berhasil membuat produk baik diawalnya, lalu berjalan usahanya bangkrut karena menginginkan tambahan untung dengan mengurangi mutu. Sebaiknya jangan
mempermainkan mutu karena amat mungkin pembeli akan langsung menghukum berat ibu-bapak. Kalau sudah begitu, sulit untuk mendapatkan kepercayaan mereka.
Jika memungkinkan lengkapilah jenis produk ibu-bapak sehingga pembeli bisa menikmati banyak pilihan. Warung soto yang disamping warung jus biasanya lebih laris, karena pembeli bisa memilih aneka jenis minuman untuk menemani mereka menikmati soto.
Perhatikan juga celotehan atau lontaran saran yang disampakan oleh pembeli. Ada kalanya ibu-bapak harus serius memikirkannya. Karena bisa jadi produk yang diminta banyak juga peminatnya.
Satu lagi yang penting, kemasan. Berikan kemasan yang baik, sehat (untuk produk makanan), dan menarik sehingga
25
Harga
Menetapkan harga katanya ada unsur seni juga. Maksudnya tidak melulu hitung-hitungan matematika.
Ada tiga faktor yang perlu diperhatikan dalam menetapkan harga, yaitu biaya, nilai tambah, dan pasar. Biasanya ada satu atau dua faktor yang dijadikan patokan dominan.
Harga berbasis biaya
Harga yang diperoleh dengan menghitung dulu berapa biaya yang ibu-bapak keluarkan untuk menghasilkan dan menjual produk. Perhitungan berdasarkan biaya juga digunakan untuk menentukan potongan harga atau bonus yang ingin diberikan.
Harga berbasis nilai tambah
Nilai tambah bisa dipahami sebagai paket kepuasan yang diperoleh pembeli selain nilai ekonomisnya, misalnya rasa yang pas dan unik, eksklusif karena dibuat terbatas, memberikan “rasa kaya” karena dibuat lebih mewah, atau cuma ibu-bapak sendiri yang baru menjual produk itu. Dengan memberikan nilai tambah yang tidak bisa diberikan produk lain, ibu-bapak bisa menjual lebih mahal dari sekedar “sedikit diatas biaya produksi”.
Harga berbasis pasar
Begitu banyaknya produk barang dan jasa yang sudah ditawarkan, sehingga melahirkan patokan-patokan harga bagi pembeli. Ibu-bapak tetap bisa keluar dari harga pasar ini, mau lebih murah atau lebih mahal. Tetapi jika barang yang
26
Tempat
Kalau ibu-bapak sudah memiliki produk, apalagi harganya juga sudah pas betul dengan konsumen yang mau disasar, maka masih ada faktor lain yang juga menentukan yaitu bagaimana konsumen bisa mudah mendapatkan. Dalam usaha kecil yang biasanya menetap di suatu tempat maka memilih lokasi berdagang menjadi sangat penting.
Tempat berdagang seharusnya mudah dikenali dan didatangi, misalnya disamping mesjid raya. Tempat dimana orang banyak berkumpul atau berlalu lalang biasanya menjadi pilihan utama. Seandainya anda tidak berhasil mendapatkan tempat seperti itu maka kegiatan promosi harus lebih kuat agar orang mau bersusah payah berkunjung khusus ke tempat ibu-bapak. Jenis produk dan harganya juga harus lebih diperhatikan.
Selain itu, tempat berusaha seharusnya aman dari gangguan keamanan. Para pembeli pasti enggan kalau di sekitar toko ibu-bapak cukup banyak pencopetnya. Tempat yang nyaman juga membuat orang semakin banyak yang senang
berkunjung. Banyak rumah makan misalnya dengan kondisi kotor, padahal untuk membuat bersih tidak harus menambah biaya.
Begitu pula dengan penataan barang. Toko yang ditata dengan semrawut membuat orang merasa sumpek untuk bertahan lama didalamnya. Susunlah barang supaya mudah dilihat pembeli, pun anda mudah mengambilnya.
27
Promosi
Promosi akan menjadikan usaha dan produk ibu-bapak menjadi makin terkenal. Dengan bertambah ngetop, maka semakin banyak orang yang tahu, dan semakin banyak orang yang ingin membeli. Perusahaan-perusahaan besar
menghabiskan banyak uang untuk berpromosi, entah lewat iklan di televisi, membuat acara, atau membuat ribuan brosur.
Biarpun begitu tidak berarti promosi harus selalu mahal, malah bisa juga dikerjakan tanpa perlu keluar duit alias gratis. Misalnya dengan membuat tempat usaha menjadi nyaman dan memberikan layanan yang ramah. Begitu juga dengan meningkatkan kebersihan.
Dengan cara-cara itu, pembeli akan puas sehingga mau untuk datang lagi. Mereka juga akan memberitahukan kepada keluarga dan teman-teman mereka mengenai kualitas usaha ibu-bapak. Ingatlah iklan “mulut ke mulut” adalah promosi yang paling meyakinkan.
Menyisip bonus kecil juga salah satu bentuk promosi. Dengan begitu pembeli jadi mengenal produk lainnya yang ibu-bapak sediakan. Ada juga pengusaha jajanan yang menggambakan peta menuju tempat usahanya di tutup kotak kemasan produknya. Orang pun menjadi mudah mencarinya. Lewat cara ini kendala tempat yang kurang strategis bisa diatasi.
29
Membuat Pelanggan
Jadi Makin Loyal
Godalah agar orang mau mampir.
Pikatlah yang mampir untuk membeli.
Rayulah pembeli supaya sering membeli atau membeli
lebih banyak.
Buatlah pelanggan menjadi semakin loyal.
30
Kalau kita runut-runut bagaimana ibu-bapak bisa memiliki pelanggan yang loyal atau setia, kira-kira seperti diperlihatkan gambar ini:
calon pembeli
pembeli
pelanggan
31
Menggoda Orang Agar Mau Mampir
Para penjual obat tradisional mesti saja membawa sound sistem tambahan kemana pun mereka “tour”. Alat itu distel sedemikian supaya menghasilkan suara cukup keras sehingga menarik perhatian orang-orang yang berlalu lalang agar bersedia mampir. Di beberapa jenis tempat trik ini cukup ampuh, sementara di tempat lain sudah mulai berkurang kesaktiannya.
Memang, langkah pertama agar anda bisa menjual adalah membuat ibu-bapak dan calon pembeli bisa berkomunikasi. Semakin banyak orang mampir ke tempat jualan ibu-bapak, atau orang yang ibu-bapak hampiri, semakin banyak juga orang yang mungkin mau membeli.
Ada banyak cara yang membuat orang mau menengok lalu memutuskan untuk mampir di lapak, gerobak, warung, atau toko ibu-bapak. Beberapa tips berikut bisa membantu memperkuat apa yang ibu-bapak lakukan:
• Menarik perhatian orang banyak, bisa melalui suara atau
tampilan yang memikat. Perhatikan agar usaha yang ibu-bapak lakukan tidak membuat orang-orang merasa terganggu.
• Pastikan orang mengetahui apa yang ibu-bapak jual.
Etalase adalah salah satu cara. Dengan memajang beberapa barang di etalase, pedagang seperti berkata “Inilah barang-barang yang kami jual.”
• Perhatikan tampilan bisnis anda, termasuk soal warna,
32
Memikat mereka yang mampir untuk mau
membeli
Tidak semua mereka yang mampir akan pasti sudi mengeluarkan uang untuk membeli barang yang kita jual. Apalagi untuk mereka yang baru pertama kali mampir, perlu upaya lebih supaya mereka terpikat membeli. Berjuanglah agar mereka mau bertransaksi dengan anda untuk pertama kali.
Untuk bisa menentukan jurus pemikat yang tepat sebaiknya anda mengenali para calon pembeli anda, seperti:
• Apa yang mereka butuhkan?
• Berapa besar uang dan kemampuan beli mereka?
• Jam berapa biasanya mereka membeli?
• Untuk apa mereka membeli?
Berlaku ramah mutlak ibu-bapak jalankan. Berilah penjelasan yang memadai dengan sabar jika mereka bertanya. Ada banyak pedagang yang memperlihat sikap menyebal kalau calon pembeli bertanya. Kemungkinan besar calon pembeli akan bersedia menjadi pelanggan kalau memperoleh jawaban yang memuaskan. Tetapi juga sebaiknya diingat agar kita jangan terkesan “cerewet”.
Beberapa pedagang sering menawarkan barangnya dengan cara yang terasa memaksa, atau mengiba. Cara ini sudah pasti tidak berhasil. Tidak ada orang yang mau dipaksa. Juga orang tidak mau membeli karena alasan beramal. Kalaupun transaksi terjadi pembeli biasanya malas untuk kembali lagi. Malah terkadang jika pembeli itu akan lewat lagi di depan toko itu ia akan berhati-hati, dan jika melihat si pejual yang
33
Merayu Pembeli Supaya Sering Membeli
atau Membeli Lebih Banyak
Cobalah untuk menyediakan produk yang beragam sesuai kebutuhan para pembeli yang sering datang. Dengan demikian pembeli tidak perlu bersusah payah untuk pergi ke tempat lain. Tentunya produk-produk yang ibu-bapak tawarkan masih ada berhubungan.
Menyediakan barang-barang yang menjadi pelengkap juga bisa membuat pembeli mau mengeluarkan uang lebih banyak. Sementara itu, bisa juga membuat produk yang bertingkat kualitasnya. Dan tawarkan produk yang paling mahal dulu, dengan begitu pembeli akan mempertimbangkan untuk membeli barang yang lebih mahal. Jika pun tidak, ia tahu bahwa ibu-bapak juga menjual barang bagus itu.
Ada penjual yang mempunyai kebiasaan menawarkan barang dengan melihat dulu penampilan pembeli. Awas! Jangan terlalu cepat menilai. Banyak pembeli yang siap membeli barang bagus, merasa tidak nyaman karena ditawari barang murah. Dengan menawarkan barang yang bagus pembeli juga merasa dihargai oleh ibu-bapak.
Nah, tidak ada salahnya memberi hadiah kecil untuk pelanggan. Pembeli juga akan senang jika ia bisa merasa akrab dengan ibu-bapak. Tetapi keakraban ini harus terasa tulus. Jangan hanya ramah pada saat pelanggan membeli saja. Sementara pada saat ia datang tetapi tidak membeli ibu-bapak menjadi “terlihat kesal”, yang akhirnya sikap ini
34
Membuat Pelanggan Menjadi Semakin
Loyal
Hanya pelanggan yang loyal saja yang akan dengan senang hati membeli lebih banyak dan lebih sering kepada ibu-bapak. Pelanggan yang loyal seringkali tanpa sadar ikut
mempromosikan ibu-bapak kepada keluarga dan teman-teman mereka. Jadi jagalah hubungan yang bisa bertahan lama sehingga setiap pelanggan menjadi semakin loyal.
Dalam bisnis hubungan ini harus tetap saling menguntungkan. Banyak penjual malah menyepelekan mereka yang sudah loyal dan mendahulukan pembeli baru. Mereka berpikir bahwa pelanggan loyal akan tetap membeli dan mau mengerti. Padahal belum tentu. Bisa jadi mereka kecewa, lalu tak lagi menjadi pelanggan.
Ciptakan komunikasi yang lebih hangat. Jadikan mereka semakin merasa akrab dengan ibu-bapak. Semakin akrab. Dan semakin akrab. Selain itu, buatlah standar pelayanan bagi mereka. Sekali lagi, jangan menurunkan pelayanan hanya karena ibu-bapak sudah menjadi akrab dengan mereka. Bagaimanapun mereka adalah konsumen.
Temukan terus apa yang mereka harapkan. Lebih mudah jika apa yang mereka inginkan masih sejalan dengan usaha, tetapi jika keinginan mereka mulai berubah maka menjadi tantangan besar bagi ibu-bapak untuk memenuhinya.
Untuk pelanggan-pelanggan loyal ini, jangan ragu untuk sesekali berkorban harga. Tetapi jangan sesekali mengorbankan mutu.
35
Persaingan dan
36
Dalam bisnis selalu ada persaingan. Ia adalah sesuatu yang lumrah. Semua orang berhak menjual barang yang dihalalkan hukum. Semua penjual juga berhak untuk menggunakan berbagai cara untuk merayu para calon pembeli yang menjadi sasaran kita, malah boleh juga merebut langganan kita selama dengan cara yang jujur dan fair.
Tidak perlu risau dengan persaingan. Yang perlu dirisaukan apakah kita telah meningkatkan cara kita berusaha. Selama kita terus meningkatkan layanan, menjaga mutu, menepati janji, dan memberikan kenyamanan kepada pembeli, maka selama itu juga kita masih bisa berbisnis bersama dengan pengusaha lainnya.
Repotnya kalau kita mudah “panas hati” lalu terjebak dalam konflik yang tidak perlu hanya karena pengusaha lain melakukan langkah-langkah yang membuat mereka lebih maju dari kita. Hati yang panas cuma akan membesarkan perasaan iri. Kemudian karena emosi, kita sibuk memikirkan cara mengalahkan orang lain. Kalau sudah begitu, yang sering terjadi pekerjaan-pekerjaan yang seharusnya kita lakukan jadi berantakan.
Daripada seperti itu lebih baik tetaplah berkepala dingin, sambil memikirkan langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan supaya bisa mengimbangi kemajuan orang lain. Bahkan bisa jadi dapat menjalin kerjasama dan saling mendukung. Ya, dukungan. Jangan lupa untuk menggalang dukungan. Apapun bentuknya.
37
sesuatu tanpa memberi apapun. Dukungan yang bertahan lama adalah dukungan yang saling menguntungkan.
Jangan ragu untuk bertanya. Cobalah datang ke bank untuk menanyakan layanan apa saja yang mereka berikan. Jangan sungkan juga bernegosiasi dengan mereka jika layanan itu tidak sesuai dengan kebutuhan kita. Kalau tidak berhasil pun tidak perlu kecewa dan kehilangan semangat. Cobalah datangi bank yang lain.
Datangi juga institusi pemerintah atau lembaga swadaya masyarakat di sekitar kita. Semakin banyak yang kita jumpai akan semakin besar kemungkinan kita bertemu dengan satu layanan yang tepat, atau malah dengan orang yang tepat yang bisa mendukung majunya usaha kita.
Perhatikan juga bentuk dukungan non uang yang telah diberikan oleh teman dan keluarga. Sekali pun jangan meremehkan dukungan yang berbentuk dorongan semangat dan saran. Saran yang tepat akan jauh lebih berarti dari pada dukungan modal.
Umumnya orang yang memperoleh dukungan memiliki sikap jujur, percaya diri, bisa menyampaikan apa yang dimaui dan dipikirkannya dengan baik, serta berbicara dengan cara yang ramah. Satu lagi, berpikiran terbuka dan positif atas orang lain.
Tapi sebelum mulai mencari dukungan, terlebih dahulu kita harus benar-benar mengetahui apa yang kita angankan, apa yang kita maui, bagaimana kita akan melakukannya, dan apa dukungan yang kita butuhkan. Setelah semua agak matang, tidak perlu matang betul, mulailah melangkah untuk mencari dukungan.
39
Karyawan dan
40
Umum dijumpai dalam usaha kecil, semua pekerjaan ditangani oleh si pemilik. Jika pun ada yang membantu biasanya para anggota keluarga di sela-sela kesibukan utama mereka. Pemilik usaha acap kali ragu untuk memiliki
karyawan, sebab merasa semua pekerjaan masih bisa ia tangani. Cara ini dalam memang terasa menghemat biaya, tetapi perlu diperhatikan bahwa cara seperti ini juga membuat si pemilik tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha. Jadi, kalau, usaha ibu-bapak sudah mulai membesar, pekerjaan yang harus diselesaikan mulai banyak dan tidak bisa ditangani sendiri, bahkan sudah mulai membebani anggota keluarga, maka sudah waktunya ibu-bapak mulai memikirkan untuk mencari karyawan.
Tetapi jangan asal memilih karyawan. Pertimbangkan matang-matang karyawan seperti apa yang ibu-bapak butuhkan. Apa saja pekerjaan utama yang akan menjadi tugasnya. Selain itu adakah “sumbangan” lainnya yang ibu-bapak harapkan darinya. Biasanya dalam usaha kecil, ibu-bapak membutuh-kan karyawan yang bisa melakumembutuh-kan beberapa jenis pekerjaan.
Sesungguhnya, semakin kecil usaha maka harus semakin jeli memilih karyawan. Karena jika salah memilih maka beban biaya yang harus ditanggung cukup terasa berat. Itu sebabnya jangan sungkan untuk melaksanakan proses rekrutmen dan seleksi yang baik. Meskipun tidak seketat perusahaan besar, tetapi prinsip dasarnya tidaklah berbeda.
Yaitu, satu, ibu-bapak betul-betul mengetahui orang seperti apa yang dibutuhkan. Kedua, cukup banyak orang yang tahu bahwa ibu-bapak membutuhkan karyawan, baik dengan menyebarkannya secara terbuka, atau dari mulut ke mulut. Ketiga, menyeleksi peminat dengan melakukan tes
41
Dan terakhir, memberikan masa percobaan sebelum ia benar-benar dijadikan karyawan.
Ibu-bapak sangat beruntung kalau bisa mendapatkan karyawan yang memiliki pengetahuan, kecerdasan, dan cara berpikir yang baik juga. Tapi ia juga harus mampu menangani dan menyelesaikan masalah dengan baik. Ditambah lagi memiliki sifat-sifat yang positif yaitu mau belajar, ulet, mau melakukan berbagai pekerjaan, rajin, sopan, ramah, dan juga kreatif. Dan yang terpenting adalah ia haruslah orang yang jujur, serta bisa bekerjasama dengan ibu-bapak dan karyawan lainnya.
Dan jika sudah memiliki karyawan, walaupun satu orang, ibu-bapak harus memiliki sikap dan sifat memimpin yang baik. Dimana ibu-bapak harus mampu memompa motivasi karyawan agar mau bekerja dengan rajin dan cepat, serta terus belajar meningkatkan kemampuan. Motivasi akan sangat menentukan karyawan untuk bisa melakukan yang terbaik.
Disamping itu, sudah pasti ibu-bapak harus bisa berlaku adil. Berlaku adil akan membuat karyawan memercayai bahwa apa yang dilakukan dan diputuskan oleh ibu-bapak akan
membawa manfaat juga buat mereka. Berlaku adil juga akan membuat proses kerja di antara karyawan menjadi tambah sehat.
Ibu-bapak juga harus mulai memercayai karyawan bahwa mereka mampu menyelesaikan pekerjaannya. Tentu saja mereka seringkali harus memperoleh kesempatan untuk memelajarinya terlebih dahulu.
42
mereka merasa diperhatikan dan bersedia untuk bekerja jauh lebih baik lagi. Mereka merasakan, kalau usaha ibu-bapak maju mereka pasti akan diperhatikan juga.
Yang terakhir, beranilah memberi kesempatan kepada karyawan untuk maju. Jika bisa memberikan hal itu, yakinlah karyawan yang ibu-bapak miliki akan memberikan
loyalitasnya. Dan akan selalu memberikan dukungan, meskipun mereka tidak lagi menjadi karyawan.
Yang penting ditanamkan dalam pikiran adalah, karyawan bukan sekedar buruh. Mereka adalah aset. Di tangan merekalah kualitas usaha ibu-bapak ikut ditentukan. Dan dengan memiliki karyawan yang berkualitas, ibu-bapak sebagai pemilik bisa lebih fokus memikirkan langkah-langkah yang tepat untuk mengembangkan usaha.
43
Dua Hal Pokok Dalam
44
PISAHKAN UANG BISNIS DENGAN UANG KELUARGA
Usaha sebesar apapun harus menggunakan prinsip ini. Mereka yang memiliki badan hukum usaha jelas sudah menggunakan prinsip ini. Apalagi untuk usaha kecil yang biasanya dikelola di rumah atau masih dijalankan oleh anggota keluarga.
Bukan berarti tidak boleh menggunakan uang hasil usaha untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Usaha dijalankan umumnya memang untuk menutupi kebutuhan keluarga. Tapi ibu-bapak tentuk tidak mau kalau hari ini bisa memenuhi suatu kebutuhan, tapi besok sudah tidak lagi karena bangkrut. Kita semua ingin usaha yang dijalankan bisa terus-menerus mencukupi untuk membayar semua pengeluaran keluarga. Bukan hanya satu dua tahun. Itu sebabnya ibu-bapak harus berjuang mati-matian agar usaha bisa tetap jalan.
Prinsipnya uang yang diambil untuk kebutuhan keluarga harus lebih kecil dari keuntungan yang diperoleh. Ingat, jangan sampai modal usaha terambil untuk kebutuhan keluarga, kecuali situasinya sudah amat gawat. Ada bagusnya ibu-bapak berani menetapkan uang yang akan disisihkan untuk keluarga, misalnya setiap hari sebesar 5000 rupiah, atau sebesar 40% dari keuntungan. Pastikan supaya jangan melebihi keuntungan. Dan kalau sudah menetapkan, cobalah untuk tetap memegang teguh janji itu.
45
JANGAN TERGODA MEMBELI BARANG KONSUMTIFBanyak contoh mereka yang memiliki usaha mulai maju tergoda untuk belanja barang-barang yang bersifat konsumtif. Padahal barang-barang itu tidak mendukung produktifitas usaha, bahkan sama sekali tidak bisa digunakan untuk usaha. Misalnya motor untuk anak, kulkas, mengganti TV, membeli karpet baru, kursi tamu, dan aneka barang lainnya.
Tentu ibu-bapak boleh membeli itu semua. Tetapi sebelum memutuskan untuk membeli, berhitunglah dulu apakah uang usaha yang diambil akan melemahkan usaha. Misalnya, apakah usaha cukup kuat jika terkena masalah yang cukup besar, misalnya kecurian, atau malah kebakaran. Penting, pada saat usaha mulai tumbuh, ibu-bapak perlu memiliki cadangan modal untuk mengantisipasi keadaan tak terduga yang bisa membuat usaha langsung ambruk.
Selain itu, barang-barang konsumstif akan memancing munculnya kebutuhan yang lain. Biaya operasional keluarga makin meningkat. Jika ada kerusakan anda terpaksa memperbaikinya, semakin lama nilai barang itu juga terus turun sehingga kalau ingin dijual lagi harganya sudah sangat murah, keinginan keluarga untuk melengkapi barang lainnya juga akan bertamba kuat, dan masih banyak hal tak terduga lainnya yang akan membuat ibu-bapak terpaksa mengambil lebih banyak uang usaha.
Sekali lagi, pertimbangkanlah matang-matang sebelum membeli barang konsumtif. Langkah terbaik, semua barang konsumtif dibeli dari hasil tabungan penyisihan uang usaha yang memang dicadangkan untuk kebutuhan keluarga.
47
Merencanakan Bisnis
•
Tentukan target usaha.
•
Amati diri dan kondisi usaha.
•
Amati kondisi luar yang mempengaruhi usaha.
•
Melirik dukungan –siapa bisa mendukung apa.
•
Rancanglah strategi.
•
Susunlah rencana kegiatan.
•
Buatlah analisa dan rencana keuangan.
...menuangkan...
48
Tentukan Target Usaha
Cobalah ibu-bapak membayangkan bagaimana kemajuan usaha dalam lima tahun mendatang. Jangan takut untuk membayangkannya setinggi mungkin.
Sudah? Sekarang mari kita lebih realistis. Apa target yang bisa dicapai pada tahun pertama.
49
Mengamati Kondisi Usaha Saat Ini
Amatilah apa yang sudah baik dan apa yang masih perlu dibenari dari unsur produk, harga, tempat, dan promosi dalam usaha ibu-bapak selama ini.Apa yang sudah baik Apa yang perlu dibenahi
50
Mengamati Pengaruh Luar
Amatilah pembeli dan pengusaha lain yang sejalan dengan usaha ibu-bapak. Pelajari dan ambil hikmahnya. Dari sini, cobalah melihat peluang serta resiko/tangangan-nya.
PEMBELI
Kelompok Perilaku Kebutuhan
PENGUSAHA LAIN
51
PELUANG52
Melirik Dukungan
Perhatikan orang dan lembaga di sekitar ibu-bapak. Siapa mereka, dan dukungan apa yang bisa mereka berikan. Lalu langkah apa yang diperlukan untuk mendapatkannya.
Modal Aset
Bahan baku Pemasaran / Promosi
Tenaga kerja Relasi
53
Merancang Strategi
Pilihlah “jurus-jurus jitu” untuk menguatkan produk,
memberikan harga yang pantas dan menguntungkan, memilih atau membuat tempat usaha menjadi semakin strategis, serta model promosi yang membuat usaha ibu bapak semakin dikenal banyak orang.
PRODUK
54
TEMPAT
55
Menyusun Rencana
Bulan Kegiatan Hasil yang Diharapkan
1
2
3
4
5
56
7
8
9
0
11
57
Menghitung Titik Impas
Titik impas bertujuan untuk:
1. Merencanakan jumlah atau tingkat keuntungan, 2. Merencanakan tingkat pengembalian modal.
Titik Impas bisa melihat dua sisi,
1. Unit, yaitu berapa jumlah minimal unit yang harus kita jual agar pendapatan yang kita peroleh senilai biaya yang dikeluarkan.
2. Nilai Uang, yaitu: berapa kita harga jual minimal agar pendapatan kita senilai biaya.
Contoh Kasus
Pak Daud, ia berjualan pisang goreng pontianak dengan harga 400 rupiah per buah. Kalau dihitung-hitung normalnya: omzet dalam seminggu 6.000.000 rupiah, biaya tetap 1.600.000 rupiah, dan biaya variabel 3.600.000 rupiah. Sedang biaya variabel per buahnya 240 rupiah.
Jadi biaya yang dikeluarkan Pak Daud dalam satu minggu bisa dihitung dengan rumus: Biaya Tetap + Biaya Variabel.
Hasilnya Rp1.600.000 + Rp 3.600.000 = Rp 5.200.000.
58
PENJUALAN
=
Biaya Tetap
1 – (biaya variabel per unit / harga jual per unit)
Untuk menghitung itu, kita bisa menggunakan rumus titik impas berikut:Mari kita hitung titik impas pisang pontianak Pak Daud.
1.600.000
Karena mencari titik impas maka rumus ini menetapkan nilai laba = 0.
Namun rumus ini juga bisa digunakan untuk memasang target laba. Caranya dengan menambahkan jumlah laba yang ditarget kepada biaya tetap. Rumusnya menjadi Penjualan =
Biaya Tetap + Laba
59
Dengan harga Rp 400 per buah, Pak Daud setidaknya harus
bisa menjual pisang pontianak sebanyak
10.000
buah.Rumus titik impas ini juga anda dapat memetakan dampak
perubahan harga
jual
terhadap pendapatan, serta untung dan rugi. Selama melakukan langkah ini anda harus menggunakan asumsi:1. Biaya variable per unit, tetap. 2. Tidak ada perubahan biaya tetap
3. Calon pembeli tidak terpengaruh perubahan harga.
Misalnya, Pak Daud ingin melihat pendapatnya jika pisang pontianaknya dijual 300, 400, 500 rupiah per buah. Hasilnya menjadi tabel berikut:
Perhitungan pendapatan
Jumlah Pisang yang Terjual
60
Atau, Pak Daud ingin mengetahui berapa titik impas usahanya jika pisang pontianak itu ia jual 300, 400, atau 500 rupiah per buah. Hitungan Pak Daud bisa bisa dilihat di bawah ini:
Perhitungan titik impas usaha (laba – rugi)
Jumlah Penjualan Pisang
26,667 10,000 6,154
61
Perhitungan pendapatan berdasarkan jumlah penjualan
Asumsi
• Harga jual: 400 rupiah per buah.
• Biaya variabel: 240 rupiah per buah.
• Biaya tetap: 1.600.000 rupiah.
62
Pilihan Pak Daud untuk memperbesar untung, tentu dengan menekan biaya produksi, baik biaya tetap maupun biaya variabel. Ia juga tidak mau mengurangi mutu pisang pontianaknya, sebab pelanggannya bisa kecewa.
63
Menyusun Rencana Keuangan Usaha
Langkah perencanaan berikutnya adalah meramalkan pendapatan dan pengeluaran dari usaha. Dari sini ibu-bapak bisa juga membuat target laba yang mau dihasilkan.
Bulan I t e m
1 2 ... 12 Total
1. Saldo Awal XX YY XX
(Sama dengan nilai saldo awal di bulan ke-1)
2. Pendapatan
a. Penjualan b. Lain-lain
Total pendapatan 3. Biaya
6. Pengeluaran lain-lain
a. Bayar utang b. Prive
Total pengeluaran lain-lain
7. Saldo Akhir (5 – 6) YY ZZ ZZ
65
Menangani
66
Model Sederhana Usaha Kecil
Mengadakan Bahan Baku
• Stok • Mutu • Transportasi • Waktu
67
Mengkaji Bahan Baku
Stok di
pasaran
Apakah bahan baku selalu tersedia di pasaran?
Apakah bahan baku hanya dijual oleh satu atau sedikit pemasok?
Apakah ibu-bapak terpaksa membeli lebih banyak dari kebutuhan produksi?
Catatan Lain
Mutu
Apakah mutu bahan baku selalu sama / terjaga? Apakah mutu bahan baku bisa menghasilkan produk sesuai keinginan pembeli?68
Pengiriman/
transportasi
Apakah barang diantar oleh pemasok?
Berapa besar biaya transportasi untuk pengadaan bahan baku?
Apakah proses pengiriman bisa merusak kualitas bahan baku?
Catatan Lain
Tenaga
Berapa banyak tenaga yang dibutuhkan untuk pemesanan atau pembelian?Berapa biayanya?
69
Waktu
Berapa lama bahan baku bisa disimpan?Berapa banyak bahan baku yang tidak bisa diolah karena kadaluarsa, baik karena mutu ataupun mode?
Catatan Lain
Pembayaran
Bagaimana model pembayaran (tunai, cicilan, atau jatuh tempo?Lancarkah pembayaran selama ini?
Apa cara pembayaran yang ibu-bapak sukai?
Bisakah dibincangkan dengan pemasok?
70
Tuangkan gagasan yang muncul setelah
mengkaji bahan baku.
71
Menelusuri Proses Produksi
Buatlah alur kegiatan dari sejak ibu-bapak memesan atau membeli bahan baku hingga penyimpanan produk yang dihasilkan.
Gunakan lambang atau untuk
mewakili kegiatan. Sedangkan tanda panah digunakan untuk menunjukkan arah proses selanjutnya. Misalnya seperti berikut ini:
Dengan menggambakan alurnya, kita akan bisa melihat kembali berbagai penting di setiap proses yang dilakukan. Bahkan secara keseluruhan kita akan bisa melihat seberapa efektif proses produksi yang dilakukan. Mungkin ada
beberapa proses yang tidak perlu atau terlalu lama memakan waktu misalnya.
72
Mengkaji Proses Produksi
Alat
Produksi
Apakah alat produksi memadai?
Berapa lama alat produksi bisa digunakan?
Seberapa sering alat produksi memerlukan perawatan khusus?
Catatan Lain
Tenaga
Kerja
Berapa banyak tenaga kerja yang dibutuhkan?
Apakah harus memiliki keterampilan khusus?
73
Cara
Produksi
Kegiatan apakah yang paling banyak membutuhkan tenaga?
Kegiatan apakah yang paling menentukan mutu?
Kegiatan apakah yang paling mahal?
Jika pembeli melihat cara produksi, meningkatkah kepercayaan mereka pada produk ibu-bapak?
Bagaimana dengan pengelolaan limbah?
Catatan Lain
Tenaga
Berapa banyak tenaga yang dibutuhkan untukpemesanan atau pembelian?
Berapa biayanya?
74
Tempat
Apakah tempat produksi memadai?Apakah tempat produksi aman, nyaman, dan sehat bagi karyawan?
Apakah ada tempat pengelolaan limbah?
Apakah tempat produksi layak dilihat pembeli?
Catatan Lain
Waktu
Berapa total waktu yang digunakan untuk produksi? Apakah bisa diringkas jika merubah cara produksi atau dengan penambahan sumber daya?Apakah dengan begitu akan lebih murah?
75
Pengawasan
Apa pengawasan yang dilakukan untuk mengontrolmutu produksi?
Apakah pengawasan dilakukan di setiap kegiatan?
Siapa yang melakukan pengawasan?
Apakah bisa digantikan orang lain?
76
Tuangkan gagasan yang muncul setelah
mengkaji proses produksi.
77
Menangani Produksi
Sebaik Mungkin
...belajar dari...78
MENJAMIN MUTU BAHAN BAKU
Bahan baku menentukan sekali apakah produk yang
dihasilkan akan bisa memuaskan pembeli. Kesalahan memilih bahan baku atau proses pengiriman dan penyimpanan yang asal-asalan bisa membuat bahan baku yang tadinya
berkualitas baik jadi berkurang mutunya.
Ibu-bapak harus terus berjuang untuk bisa memperoleh bahan baku yang baik dengan harga murah. Karena dengan begitu maka bisa menjual dengan lebih mudah dengan keuntungan yang lebih besar pula.
MENJAMIN PROSES PRODUKSI BERJALAN BAIK Bahan baku yang baik akan menjadi produk bermutu rendah kalau kita salah dalam cara mengolahnya menjadi produk. Bahkan pada beberapa jenis produk, setiap bagian kegiatan sangat menentukan mutu dari hasil akhir. Karenanya proses pengawasan harus lebih ketat.
Pastikan bahwa tenaga kerja yang menangani suatu proses memahami benar standar mutu yang ibu-bapak harapkan. Pada beberapa bagian yang sangat menentukan mutu, berilah perhatian lebih besar untuk mengawasi proses tersebut.
79
MEMPERBAIKI CARA PRODUKSI MENJADI LEBIHMURAH DAN BAIK
Teruslah untuk mengkaji terus bagaimana proses produksi bisa diperbaiki dan menjadi lebih murah. Amatilah bagaimana setiap produksi dilakukan, dari peralatan yang digunakan, jumlah produksi, tenaga pelaksana, waktu, cara
menggunakan peralatan, dan juga urutan pelaksanaan.
Ada kalanya dengan menambahkan sedikit alat bantu bisa menghemat tenaga dan waktu, bahkan bisa memproses lebih banyak. Proses produksi pun menjadi lebih murah.
MEMASTIKAN PENGEMASAN DAN PENYIMPANAN BERJALAN BENAR
Setelah pengolahan bahan baku berhasil membuat produk yang bermutu, ada satu tahapan lagi yang perlu juga dipastikan berlangsung benar yaitu pengemasan dan penyimpanan.
Pastikan bahan yang digunakan untuk mengemas produk memang tepat untuk jenis produk dan keinginan konsumen. Kalau produk ibu-bapak memerlukan cara khusus untuk menggunakan atau merawatnya, akan sangat disenangi konsumen jika ibu-bapak memberikan informasi tentang bagaimana melakukannya dengan benar. Informasi ini penting, karena jangan sampai produk yang sudah baik menjadi dirasakan tidak bermutu oleh konsumen hanya karena mereka tidak tahu cara menggunakan atau merawatnya.
Juga pastikan tempat dan cara penyimpanan sudah sesuai dengan jenis produk ibu-bapak. Cobalah mencari cara
penyimpanan yang lebih baik sehingga produk ibu-bapak bisa bertahan lebih lama.