1
www.trust.co.id
Indikator Pasar
Ulasan Pasar
Pergerakan IHSG
Market News Highlight
Source: BI, IDX, Bloomberg, Reuters, Chartnexus,
TrustOnline
IHSG gagal menghijau pasca Mayday...
Kenaikan pada 2 hari terakhir tampaknya tidak cukup kuat mempertahankan IHSG di zona hijau. Entah
kebetulan atau tidak karena pelemahan terjadi pada hari kejepit dan kebetulan akhir pekan sehingga tentunya
akan timbul hasrat untuk jualan. Padahal laju bursa saham Asia bergerak variatif cenderung menguat dan
terutama rilis data-data dari dalam negeri berupa inflasi dan neraca perdagangan sesuai dengan estimasi
sehingga pada dasarnya tidak terlalu memberikan sentimen negatif untuk IHSG. Apalagi asing juga kembali
mencatatkan nett buy. Begitupun dengan kenaikan HSBC manufacturing PMI Indonesia juga belum mampu
mengangkat kembali IHSG ke zona hijaunya. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4858,91 (level
tertingginya) jelang akhir sesi 1 dan menyentuh level 4835,20 (level terendahnya) pada mid sesi 2 dan
berakhir di level 4838,76. Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing
mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik
mencatatkan nett sell.
Estimasi Pergerakan IHSG
Pada perdagangan Senin (5/5) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4828-4832 dan resisten
4846-4868. Shooting star dekati middle bollinger band (MBB ). MACD masih menurun dengan histogram
negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R masih mencoba berbalik naik. Laju IHSG dapat
bertahan di atas kisaran target support (4815-4830) namun, sempat juga berada di dalam target resisten
(4850-4868). Pergerakan IHSG diperkirakan masih akan bervariatif cenderung melemah jika tidak ada
sentimen positif yang mampu membawa kembali IHSG ke zona hijau. Persiapkan kemungkinan terburuk jika
rilis data manufaktur China dan GDP Indonesia tidak sesuai harapan.
• Laju nilai tukar Rupiah pasca libur MayDay kembali melemah namun, tipis. Tampaknya Rupiah tidak
berjalan positif dengan adanya rilis inflasi April 2014 yang terjadi deflasi sebesar -0,02% dimana sesuai
dengan estimasi kami sebelumnya berada di kisaran deflasi -0,07% hingga inflasi 0,05% serta rilis nilai
ekspor Maret 2014 mencapai US$15,21, di atas estimasi kami senilai US$ 14,8 tiliun. Begitupun dengan
nilai impor Maret 2014 yang mencapai US$14,54 miliar, di atas estimasi kami US$ 14,1 triliun sehingga
menghasilkan surplus neraca perdagangan mencapai US$+670 miliar. Di sisi lain, laju US$ turut
terapresiasi dengan perkiraan rilis data-data ketenagakerjaan akan lebih baik sehingga turut menambah
tekanan pada Rupiah. Laju Rupiah masih di atas level support 11567. Rp11567-11500 (kurs tengah BI).
• Laju bursa saham Asia jelang akhir pekan bergerak variatif cenderung sideways. Menguatnya bursa saham
Brazil (Ibovespa) memberikan tambahan sentimen positif di tengah mulai berkurangnya dukungan ada
Presiden saat ini, Dilma Rousseff, karena krisis yang tak kunjung usai. Di sisi lain, pelaku pasar mencoba
berspekulas positif terhadap rilis data-data ketenegakerjaan AS namun, juga mencermati potensi
pengenaan sanksi pada Rusia oleh AS dan Eropa.
• Meningkatnya kembali ketegangan di Ukraina membuat laju bursa saham Eropa jelang akhir pekan pasca
perayaan MayDay berada di zona merah. Di samping itu, rilis dari beberapa kinerja emiten yang di bawah
estimasi a.l Software AG., dan BNP Paribas SA., memberikan sentimen negatif tambahan. Turunnya data
HSBC dan markit manufacturing dari Swedia, Perancis, dan Spanyol turut menambah sentimen negatif
sehingga rilis kenaikan markit manufacturing Italia, Jerman, dan Zona Eruo tidak mampu mengimbangi
sentimen negatif tersebut dan aksi jual para pelaku pasar. Di sisi lain, rilis peningkatan kinerja RBS Group
Plc. turut menghijaukan FTSE Inggris sehingga bertahan dari pelemahan mayoritas bursa saham Eropa.
•
Rilis kenaikan data Nonfarm, government, dan manunufacturing payrolls AS serta penurunan angka
pengangguran tidak mampu mempertahankan laju indeks-indeks saham utama di bursa AS berada di zona
hijau karena dibarengi dengan kekhawatiran pelaku pasar terhadap peningkatan tensi geopolitik di Ukraina.
Selain itu, pelemahan juga dipicu penurunan pada saham-saham kesehatan setelah merilis penurunan
kinerjanya a.l Merck & Co., Pfizer Inc., dan Johnson & Johnshon.
2
www.trust.co.id
Kontrak baru ADHI Q1-14 baru 7,1% dari total kontrak
PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) membukukan kontrak baru sebesar Rp1,5 triliun sepanjang
Q1-14 atau 7,1% dari target kontrak baru 20Q1-14 sebesar Rp21,1 triliun yang didominasi oleh
proyek-proyek infrastruktur dan gedung. Secara iklim bisnis dan data historis, pada umumnya kinerja
perusahaan konstruksi akan mulai terlihat setelah Q2 dan Q3. Dari target kontrak baru tersebut, jasa
konstruksi ditargetkan sebesar Rp11,9 triliun; engineering, procurement, and construction/EPC)
Rp2,7 triliun, properti Rp1,3 triliun, dan realty Rp777,7 miliar. ADHI menargetkan pendapatan usaha
sebesar Rp14,7 triliun atau tumbuh 50,6% dari pencapaian tahun lalu. Sementara itu, laba bersih
ditargetkan tumbuh 40,5% menjadi Rp570,6 miliar. ADHI membukukan pertumbuhan laba bersih
Q1-14 sebesar 40,8% senilai Rp16,23 miliar, naik dari Rp11,52 miliar di Q1-13. Dari segi pendapatan,
ADHI membukukan kenaikan sebesar 5,82% menjadi Rp1,43 triliun dari sebelumnya Rp1,36 triliun.
Diperkirakan rentang support 2985-3000 dan resistance 3065-3085. Shooting star di atas middle
bollinger band. RSI, William's %R, dan Stochastic’s bergerak flat di atas area oversold.
WIKA capai perolehan kontrak Q1-14 19,36% dari target
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) membukukan kontrak baru sebesar Rp5 triliun sepanjang
Q1-14 atau 19,36% dari target kontrak baru sepanjang tahun ini sebesar Rp25,83 triliun. Beberapa
proyek yang telah diperoleh, antara lain proyek CBD Surabaya Apartemen Rp634,6 miliar, dan
Dharma Husada Tower Rp401,8 miliar. Selain itu, juga meraih kontrak proyek Terminal BBM Pulau
Sambu Kepulauan Riau Rp740,45 miliar, penimbunan gasoline Tanjung Uban Kepulauan Riau
Rp1,14 triliun, dan sejumlah proyek lainnya. WIKA membukukan pertumbuhan laba bersih 6,78%
sepanjang Q1-14 sebesar Rp167,51 miliar, naik dari Rp156,87 miliar pada Q1-13. Adapun
pendapatan naik 6,24% menjadi Rp2,79 triliun dari Rp2,62 triliun. Beban pokok pendapatan naik
5,95% menjadi Rp2,47 triliun dari Rp2,33 triliun. Kondisi tersebut menyebabkan laba kotor perseroan
naik 8,5% menjadi Rp315,73 miliar dari Rp290,98 miliar. Diperkirakan rentang support 2245-2255
dan resistance 2295-2310. Three outside down di atas middle bollinger band. RSI, William's %R, dan
Stochastic’s mencoba berbalik naik.
SMSM raih penjualan Q1-14 Rp83,11 miliar
PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) per 31 Maret 2014, meraih laba bersih menjadi Rp83,11 miliar
dibandingkan dengan laba bersih Q1-13 Rp51,2 miliar. Pada periode tersebut, SMSM berhasil
membukukan penjualan neto sebesar Rp628,09 miliar dari Rp499,61 miliar yang didorong oleh mulai
membaiknya pasar ekspor dunia, dan adanya laba selisih kurs. Sepanjang Q1-14, produsen radiator
dan oil filter ini telah menghabiskan dana capex Rp45 miliar untuk pembelian mesin produksi dan
peningkatan aset. Perseroan sudah mencapai angka produksi radiator sebanyak 180 ribu unit dan 15
juta unit untuk produksi filter. Dalam pertumbuhannya itu, SMSM tidak mengejar kuantitas dari jumlah
produksi melainkan angka penjualan yang lebih baik. Diperkirakan rentang support 3690-3750 dan
resistance 3875-3905. Shooting star di atas middle bollinger band. RSI, William's %R, dan
Stochastic’s mencoba berbalik naik.
Grup Bakrie & Salim cemerlang, yang lain stagnan
Kinerja emiten konglomerasi bisnis masih menggeliat di awal tahun ini dimana emiten-emiten yang
tergabung dalam grup bisnis besar mencetak pertumbuhan laba bersih. Pada Grup Bakrie, laba
BNBR meningkat hingga 15.062% menjadi Rp 665,05 miliar pada Q1-14. BTEL dan UNSP yang di
Q1-13 merugi, di Q1-14 masing-masing mencetak laba Rp 210,73 miliar dan Rp 296,89 miliar.
Kinerja emiten Grup Salim juga tak kalah baiknya dimana Laba INDF, selaku holding emiten Grup
Salim, mampu membukukan kenaikan laba bersih 90,13% menjadi Rp 1,37 triliun di Q1-14. Kinerja
INDF ditaegetkan dapat tumbuh 23%-25% tahun ini. Sementara itu, kinerja emiten Grup Astra, Grup
Lippo dan Grup MNC tidak begitu baik. Grup Astra tertolong dari kinerja anak usaha di bidang
perkebunan yakni AALI dan kinerja UNTR namun, kinerja beberapa anak usaha ASII lain cenderung
mendatar. Pada kinerja induk Grup MNC, BHIT malah stagnan dengan pertumbuhan laba bersih
hanya 0,78% menjadi Rp 385,43 miliar di Q1-14.
Anak usaha KLBV, Link net akan IPO
Perusahaan penyedia jasa internet dan televisi berbayar PT Link Net akan melantai di Bursa Efek
Indonesia (BEI) pada 2H14. Link Net melepas 304.265 juta saham atau 10% modal disetor dan
ditempatkan penuhnya ke publik dengan rentang harga Rp 1.575 - Rp 1.600. Link Net mengincar
dana segar senilai Rp 479 miliar sampai Rp 486 miliar. Rencananya dana tersebut akan dipakai
untuk kebutuhan ekspansi induknya, yaitu PT First Media Tbk (KLBV). Link Net juga akan
menggelontorkan capex senilai Rp 1,035 triliun untuk perluasan jaringan dan barang pendukung.
Sumber dana capex akan berasal dari kas internal dan pinjaman perbankan.
Berita Emiten
3
www.trust.co.id
Stocks View
BoW : Buy on Weakness TB : Trading Buy TS : Trading Sell BAH : Buy And Hold
Code Open High Low Close Prev ∆% S1 S2 S3 Pivot R1 R2 R3 Spt Rst Rec PER
AALI 28,500 29,475 28,450 29,425 29,400 0.09 28,450 27,938 27,425 28,963 29,475 29,988 30,500 28,450 29,988 TS 22.31 BWPT 1,415 1,415 1,365 1,400 1,405 -0.36 1,383 1,349 1,333 1,399 1,433 1,449 1,483 1,383 1,449 TS 42.51 LSIP 2,425 2,425 2,340 2,380 2,450 -2.86 2,360 2,308 2,275 2,393 2,445 2,478 2,530 2,360 2,478 BoW 17.80 SIMP 1,000 1,010 955 970 1,000 -3.00 958 929 903 984 1,013 1,039 1,068 958 1,039 BoW 23.96 SSMS 1,200 1,245 1,185 1,240 1,200 3.33 1,190 1,158 1,130 1,218 1,250 1,278 1,310 1,190 1,278 TB 12.94 ADRO 1,190 1,195 1,135 1,140 1,185 -3.80 1,135 1,105 1,075 1,165 1,195 1,225 1,255 1,135 1,225 BoW 10.76 ANTM 1,175 1,175 1,145 1,150 1,175 -2.13 1,148 1,131 1,118 1,161 1,178 1,191 1,208 1,148 1,191 BoW 20.77 ELSA 510 510 500 500 510 -1.96 500 495 490 505 510 515 520 500 515 BoW 19.34 HRUM 2,360 2,370 2,275 2,275 2,360 -3.60 2,270 2,225 2,175 2,320 2,365 2,415 2,460 2,270 2,415 BoW 11.12 INCO 3,555 3,595 3,430 3,450 3,550 -2.82 3,420 3,343 3,255 3,508 3,585 3,673 3,750 3,420 3,673 BoW 49.42 ITMG 25,100 25,450 24,875 25,000 25,475 -1.86 24,763 24,531 24,188 25,106 25,338 25,681 25,913 24,763 25,681 BoW 10.26 MEDC 2,750 2,770 2,735 2,750 2,750 0.00 2,733 2,716 2,698 2,751 2,768 2,786 2,803 2,733 2,786 TS 16.41 PTBA 9,800 9,875 9,675 9,800 9,875 -0.76 9,700 9,588 9,500 9,788 9,900 9,988 10,100 9,700 9,988 TS 11.98 TINS 1,510 1,510 1,400 1,405 1,500 -6.33 1,403 1,346 1,293 1,456 1,513 1,566 1,623 1,403 1,566 BoW 14.83 CPIN 3,750 3,750 3,690 3,700 3,770 -1.86 3,695 3,663 3,635 3,723 3,755 3,783 3,815 3,695 3,783 BoW 23.09 MAIN 2,980 2,980 2,870 2,890 2,990 -3.34 2,880 2,820 2,770 2,930 2,990 3,040 3,100 2,880 3,040 BoW 18.22 JPFA 1,280 1,290 1,235 1,235 1,265 -2.37 1,230 1,205 1,175 1,260 1,285 1,315 1,340 1,230 1,315 BoW 16.22 INTP 21,900 21,925 21,375 21,450 21,950 -2.28 21,400 21,113 20,850 21,663 21,950 22,213 22,500 21,400 22,213 BoW 16.79 SMGR 14,800 14,850 14,500 14,600 14,850 -1.68 14,525 14,338 14,175 14,688 14,875 15,038 15,225 14,525 15,038 BoW 16.29 SMCB 2,840 2,840 2,800 2,810 2,840 -1.06 2,805 2,783 2,765 2,823 2,845 2,863 2,885 2,805 2,863 TS 18.88 ARNA 985 1,030 980 1,020 985 3.55 978 954 928 1,004 1,028 1,054 1,078 978 1,054 SoS 27.50 ASII 7,400 7,500 7,400 7,425 7,425 0.00 7,363 7,331 7,263 7,431 7,463 7,531 7,563 7,363 7,531 TS 14.48 GJTL 1,915 1,935 1,850 1,850 1,915 -3.39 1,840 1,803 1,755 1,888 1,925 1,973 2,010 1,840 1,973 BoW 28.12 IMAS 4,950 4,950 4,820 4,820 4,950 -2.63 4,820 4,755 4,690 4,885 4,950 5,015 5,080 4,820 5,015 BoW 26.30 AUTO 4,000 4,000 3,960 3,970 4,000 -0.75 3,965 3,943 3,925 3,983 4,005 4,023 4,045 3,965 4,023 TS 17.12 AISA 2,210 2,235 2,200 2,230 2,200 1.36 2,203 2,184 2,168 2,219 2,238 2,254 2,273 2,203 2,254 TB 19.45 GGRM 57,500 57,600 56,775 57,300 56,500 1.42 56,988 56,469 56,163 57,294 57,813 58,119 58,638 56,988 58,119 TB 21.58 ICBP 10,000 10,000 9,950 9,975 10,000 -0.25 9,963 9,931 9,913 9,981 10,013 10,031 10,063 9,963 10,031 TS 26.29 INDF 7,100 7,150 7,025 7,050 7,050 0.00 7,013 6,956 6,888 7,081 7,138 7,206 7,263 7,013 7,206 TS 24.57 KLBF 1,535 1,580 1,535 1,560 1,545 0.97 1,525 1,508 1,480 1,553 1,570 1,598 1,615 1,525 1,598 TB 37.54 ROTI 1,090 1,110 1,085 1,105 1,090 1.38 1,085 1,073 1,060 1,098 1,110 1,123 1,135 1,085 1,123 TB 48.58 ULTJ 4,285 4,380 4,265 4,375 4,265 2.58 4,273 4,211 4,158 4,326 4,388 4,441 4,503 4,273 4,441 TB 36.03 UNVR 28,800 29,350 28,800 29,200 29,250 -0.17 28,725 28,488 28,175 29,038 29,275 29,588 29,825 28,725 29,588 TS 39.90 ADHI 3,000 3,040 2,990 3,020 2,985 1.17 2,985 2,963 2,935 3,013 3,035 3,063 3,085 2,985 3,063 TB 10.52 ASRI 530 535 520 520 530 -1.89 518 511 503 526 533 541 548 518 541 BoW 9.57 BSDE 1,550 1,570 1,530 1,540 1,560 -1.28 1,525 1,508 1,485 1,548 1,565 1,588 1,605 1,525 1,588 BoW 9.24 CTRA 1,020 1,030 1,005 1,015 1,015 0.00 1,005 993 980 1,018 1,030 1,043 1,055 1,005 1,043 TS 15.73 CTRS 2,300 2,375 2,280 2,360 2,275 3.74 2,283 2,234 2,188 2,329 2,378 2,424 2,473 2,283 2,424 SoS 10.98 CTRP 735 735 700 700 725 -3.45 700 683 665 718 735 753 770 700 753 BoW 9.59 LPKR 1,070 1,080 1,065 1,070 1,070 0.00 1,063 1,056 1,048 1,071 1,078 1,086 1,093 1,063 1,086 TS 17.74 LPCK 7,700 7,875 7,700 7,850 7,625 2.95 7,688 7,606 7,513 7,781 7,863 7,956 8,038 7,688 7,956 TB 9.39 SSIA 820 820 770 775 830 -6.63 773 746 723 796 823 846 873 773 846 BoW 5.44 WIKA 2,275 2,280 2,250 2,265 2,265 0.00 2,255 2,238 2,225 2,268 2,285 2,298 2,315 2,255 2,298 TS 23.06 WSKT 750 760 745 745 745 0.00 740 735 725 750 755 765 770 740 765 TS 17.50 EXCL 5,025 5,175 5,025 5,075 5,175 -1.93 4,975 4,925 4,825 5,075 5,125 5,225 5,275 4,975 5,225 BoW 37.69 INDY 610 630 600 605 620 -2.42 593 581 563 611 623 641 653 593 641 BoW -11.88 ISAT 3,930 3,940 3,910 3,925 3,910 0.38 3,913 3,896 3,883 3,926 3,943 3,956 3,973 3,913 3,956 TS -9.31 JSMR 5,900 5,950 5,850 5,950 5,900 0.85 5,875 5,813 5,775 5,913 5,975 6,013 6,075 5,875 6,013 TB 27.51 PGAS 5,350 5,350 5,250 5,300 5,325 -0.47 5,275 5,213 5,175 5,313 5,375 5,413 5,475 5,275 5,413 TS 11.89 TLKM 2,285 2,310 2,275 2,300 2,265 1.55 2,275 2,258 2,240 2,293 2,310 2,328 2,345 2,275 2,328 TB 16.17 BBCA 11,100 11,375 10,975 10,975 11,000 -0.23 10,838 10,706 10,438 11,106 11,238 11,506 11,638 10,838 11,506 TS 18.22 BBNI 4,825 4,850 4,815 4,825 4,815 0.21 4,808 4,794 4,773 4,829 4,843 4,864 4,878 4,808 4,864 TS 9.38 BBRI 10,000 10,075 9,950 10,050 9,900 1.52 9,963 9,894 9,838 10,019 10,088 10,144 10,213 9,963 10,144 TB 10.88 BDMN 4,175 4,235 4,105 4,220 4,090 3.18 4,133 4,054 4,003 4,184 4,263 4,314 4,393 4,133 4,314 TB 9.98 BMRI 9,900 9,975 9,850 9,875 9,825 0.51 9,825 9,775 9,700 9,900 9,950 10,025 10,075 9,825 10,025 TS 11.73 PNBN 870 880 860 880 870 1.15 865 853 845 873 885 893 905 865 893 TB 8.47 AKRA 4,745 4,750 4,655 4,655 4,770 -2.41 4,653 4,606 4,558 4,701 4,748 4,796 4,843 4,653 4,796 BoW 24.72 BHIT 309 315 309 310 307 0.98 307 305 301 311 313 317 319 307 317 TB 328.18 BMTR 2,200 2,215 2,175 2,200 2,190 0.46 2,180 2,158 2,140 2,198 2,220 2,238 2,260 2,180 2,238 TS 36.59 SCMA 3,185 3,270 3,185 3,230 3,150 2.54 3,165 3,133 3,080 3,218 3,250 3,303 3,335 3,165 3,303 TB 32.32 MAPI 6,375 6,400 6,125 6,125 6,375 -3.92 6,113 5,981 5,838 6,256 6,388 6,531 6,663 6,113 6,531 BoW 36.22 MNCN 2,740 2,745 2,705 2,715 2,715 0.00 2,708 2,686 2,668 2,726 2,748 2,766 2,788 2,708 2,766 TS 21.13 MPPA 2,770 2,785 2,750 2,755 2,770 -0.54 2,745 2,730 2,710 2,765 2,780 2,800 2,815 2,745 2,800 TS 25.94 MYRX 620 620 605 610 620 -1.61 608 599 593 614 623 629 638 608 629 BoW 0.00 RALS 1,280 1,310 1,275 1,300 1,280 1.56 1,273 1,256 1,238 1,291 1,308 1,326 1,343 1,273 1,326 TB 22.34 UNTR 21,950 22,200 21,750 22,200 21,700 2.30 21,850 21,575 21,400 22,025 22,300 22,475 22,750 21,850 22,475 TB 14.98 VIVA 290 290 278 280 283 -1.06 279 273 267 285 291 297 303 279 297 TS 158.80 Target properti Infranstrukur Keuangan Perdagangan Agrikultur Pertambangan Industri Dasar Aneka Industri Konsumer
4
www.trust.co.id
Mei 2014
5 Mei 2014
2 Mei 2014
Code:
NZD
N. Zealand CNY
China
GRM
German
SPN
Spanyol
JPN
Japan
FRN
France
CAD
Canada
PHP
Philippine
AUD
Australia
GBP
England
EUR
Eropa
KRW
Sth. Korea
IDR
Indonesia
INR
India
ITA
Italia
SWD
Swedia
Act : Actual Frcst : Forecast Prev : Previous
Act
Frcst
Prev
Act
Frcst
Prev
Act
Frcst
Prev
1.40%
1.83%
1.70%
55.30
5.50%
5.72%
0.78%
2.20%
53.28
53.10
-1.18%
-1.42%
-1.20%
2.29%
-5.00%
-0.20%
-2.00%
-1.70%
100
104
Asia Pasific
Europe
America
ANZ Job Advertisement AUD
Industrial Production YoY SWD
Markit Services PMI Final
GDP Growth Rate YoY IDR
Industrial Production MoM SWD
ISM Non Manufacturing PMI
GDP Growth Rate QoQ IDR
New Orders SWD
Building Permits MoM AUD
PPI MoM EUR
HSBC Manufacturing PMI Final CNY
PPI YoY EUR
Business Confidence IDR
Act
Frcst
Prev
Act
Frcst
Prev
Act
Frcst
Prev
3.60% 3.90% 3.60% 55.50 53.57 56.50 16.04M 15.7M 16.4M 0.90% 0.20% 52.70 52.17 52.80 12.0K 13.1K 7.0K 2.50% 2.10% 1.90% 54.00 52.00 52.40 15.0K 13.3K 1.0K 7.20% 1.23% -2.50% 51.20 50.90 52.10 288K 181K 192K 70.8B 168.2B -463.9B 54.10 54.20 53.70 6.30% 6.50% 6.70% 195.9B 108.2B 194.0B 53.40 53.30 53.00 273K 160.4K 202K 51.1 51.35 50.10 11.80% 12.00% 11.80% 34.50 34.36 34.50 7.25% 7.08% 7.32% 0.00% 0.20% 0.10% -0.02% -0.41% 0.08% 1.10% 0.11% 1.50% 0.67B 0.6B 0.79B 51.30 51.47 51.30 15.30% 15.00% 309.91B 309.41B 14.30% 13.80%
Balance of Trade IDR
Average Hourly Earnings Factory Orders MoM
Foreign Reserves INR Inflation Rate YoY IDR Inflation Rate MoM IDR
Asia Pasific
Europe
America
Unemployment Rate JPN Swedbank Manufacturing PMI SWD Total Vehicle Sales
PPI QoQ AUD Markit Manufacturing PMI SPN Manufacturing Payrolls
PPI YoY AUD Markit/ADACI Manufacturing Pmi ITA Government Payrolls
Household Spending YoY JPN Markit Manufacturing PMI Final FRN Non Farm Payrolls
Foreign Bond Investment JPN Markit/BME Manufacturing PMI Final GRM Unemployment Rate Stock Investment by Foreigners JPN Markit Manufacturing PMI Final EUR Nonfarm Payrolls-Private
HSBC Manufacturing PMI IDR Unemployment Rate EUR Average Weekly Hours
HSBC Manufacturing PMI INR Deposit Growth YoY INR