Jurnal Hutan Tropis Borneo No. 26, Edisi Juni 2009 170 INVENTARISASI DAN IDENTIFIKASI PENGEMBANGAN LAHAN GAMBUT
EKS PLG DI KABUPATEN BARITO SELATAN PROVINSI KALIMNTAN TENGAH
Oleh/By
SYARIFUDDIN KADIR1)
1) Program Studi Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan
Universitas Lambung Mangkurat ABSTRACT
PLG Project 1 million hectare in Central Kalimantan was government obsession which was knowing as Mega Project One Million Hectare (Kepres 82/1995), but discontinued (Kepres 80/1999) and in 2007 was laboured (Inpres 2/2007).
Peat farm ex PLG in sub-province Barito Selatan had a broad 220,218.79 ha in Dusun Selatan, Karau Kuala, Dusun Hilir and Jenamas District
Peat farm management was important immediately done in right and directional way because of function and benefit to continuation of environment and to enhance society prosperity.
The purpose from stoctaking and identification ex PLG in work region BP-DAS Barito was to know peat farm condition and determining way (Activity Design) peat farm management in 5 year start from 2008 up to 2012 . This study result expected became model in execution activity RHL during 5 years (2008 up to 2012) in ex PLG in Sub-Province Barito Selatan.
To get qualitative and quantitative result, information and data which obtained would be analysis. There was 3 analysis activity namely: Satelite Image Analysis, GIS Overlay Analysis, and Qualitative Deductive Analysis.
Pursuant to result of study Stocktaking and Identification PLG obtained data if condition PLG located in 5 district, total wide of farm was 220,218.79 ha, according to farm condition there are has 7 utilization, 2 type of soil and hydrologi condition have 43 river and canal, and 8 type closing of farm , total resident is 90,934 head. Design rehabilitate farm activity in order to development peat farm ex PLG was development forestry crop (woody) for reforestation activity like Jelutung, Rengas, Galam. While development forestry crop for reforestation activity like Jelutung, Kayu Bulan and rubber tree..
Estimate of budget in this activity for 5 years start from 2008 up to 2012 counted IDR. 1,134,897,315,275.00 and use for reforestation and rehabilitation activity (people forest).
Keyword : peat farm, rehabilitation, reforestation, estimate of budget
Penulis untuk korespondensi : Telp. +6281349776113, e-mail:[email protected]
PENDAHULUAN Keberadaan lahan gambut
mempunyai peran penting terutama dalam menyimpan lebih dari 30 (tiga puluh) persen karbon terrestrial, selian itu memainkan peran penting dalam siklus hidrologi serta
memelihara keanekaragaman hayati, pengelolaan yang baik di beberapa tempat telah menghasilkan dampak positif terhadap lingkungan dan pertumbuhan ekonomi.
Jurnal Hutan Tropis Borneo No. 26, Edisi Juni 2009 171 Pengembangan rawa paling
luas pada proyek Pengembangan Lahan Gambut (PLG) sejuta hektar merupakan obsesi pemerintah yang dikenal Mega Proyek Sejuta Hektar (Keppres 82/1995), namun sempat dihentikan (Kepres 80/1999) dan tahun 2007 kembali untuk diusahankan atau direvitalisasi (Inpres 2/2007).
Proyek Pengembangan Lahan Gambut Satu Juta Hektar (PLG) adalah merupakan mega proyek nasional yang bermasalah karena tanpa didahului oleh kajian-kajian secara matang dan mendalam serta perencanaan yang tepat, mantap dan tidak terintegrasi secara lintas sektoral. Terlebih lagi areal PLG yang sedemikian luas tersebut merupakan kawasan hutan bergambut dengan berbagai karakteristik khusus dan khas, yang tentu saja semestinya memerlukan penanganan secara khusus pula.
Pengelolaan Lahan Gambut dirasa perlu segera dilakukan
pengelolaan secara benar dan terarah mengingat fungsi dan manfaat bagi keberlanjutan pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, oleh karena itu perlu dilakukan kegiatan inventarisasi dan identifikasi lahan gambut guna mengetahui seberapa jauh kondisi lahan gambut yang ada saat ini dan
bagaiman rencana pengembangannya .
Tujuan pelaksanaan kegiatan Inventarisasi dan Identifikasi Eks. Pengembangan Lahan Gambut di Wilayah kerja BPDAS Barito adalah untuk Mengetahui kondisi lahan Gambut dan Menentukan arahan (Rancangan Kegiatan) pengelolaan lahan Gambut 5 (lima) tahun 2008 sampai dengan 2012.
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam pelaksanaan kegiatan RHL selama 5 tahun (2008 s/d 2012) di Eks. Pengembangan Lahan Gambut di Kabupaten Barito Selatan.
METODE PENELITIAN
Penelitian dilaksanakan di DAS Barito Kabupaten Barito Selatan.Provinsi Kalimantan Tengah, penelitian dilaksanakan pada tahun 2007.
Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Inventarisasi dan Identifikasi Eks. Pengembangan Lahan Gambut ini, peneliti bekerjasama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BP DAS) Barito Departemen Kehutanan.
Agar diperoleh hasil secara kuantitatif maupun kualitatif, data dan informasi yang telah diperoleh akan dilakukan analisis. Terdapat 3 (tiga) kegiatan analisis yaitu;
a.
Analisis Citra Satelit untuk mendapatkan informasi zonasi penutupan lahan terbaru dengan metode interpretasi citrab.
Analisis GIS tumpang susun (overlay) untuk mendapatkan informasi baru yang dibutuhkan secara kuantitatif terhadap beberapa informasi tertentu dari peta tematik.c.
Analisis kualitatif deduktif-analitik, yang dilakukan dalam rangkamendapatkan kesimpulan berdasarkan sebaran informasi
Jurnal Hutan Tropis Borneo No. 26, Edisi Juni 2009 172 HASIL DAN PEMBAHASAN
Kondisi Lahan Gambut Biofisik
Letak dan Luas lahan Gambut Eks PLG
Tabel 1 Luas laha Gambut Eks PLG di
Kabupaten Barito Selatan Prov Kalimantan Tengah No Kecamatan Luas (Ha) Persentase
(%) 1 Dusun Selatan 836,29 0,38 2 Karau Kuala 54.474,86 24,74 3 Dusun Hilir 136.429,67 61,95 4 Jenamas 28.477,97 12,93 Jumlah 220.218,79 100,00
Sumber : Peta Peruntukan Lahan Kabupaten Barito Selatan Skala 1 : 250.000 (Perda No.8 Tahun 2003)
Penggunaan (peruntukan) dan kedalaman Lahan Gambut . Tingkat kedalaman gambut di wilayah Eks PLG Kabupaten Barito Selatan bervariasi dari sangat dangkal sampai dalam, namun demikian terdapat 107.965,46 Ha pada kriteria kedalam gambut tergolong dalam.
Kondisi Hidrologi Lahan Gambut. Kondisi hidrologi suatu Daerah Aliran Sungai (DAS) atau suatu kawasan
hutan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan, sebaliknya kondisi hidrologi (erosi dan debit air) juga dapat menjadi parameter kondisi Sumber daya alam (SDA) sebagai pengatur tata air dalam suatu DAS atau suatu kawasan. Kondisi hidrologi (sungai termasuk kanal) disajikan pada Tabel 5.
Tabel 2. Penggunaan (peruntukan) Kawasan lahan Gambut Eks PLG
Kecamatan Peruntukan Lahan (Ha)
HPT HP KPPL KPP KEAH KFF KH Dusun Selatan 329,38 506,92 Karau Kuala 12.480,77 22.038,18 14.635,64 5.320,28 Dusun Hilir 869,07 12.562,27 2.670,69 54.284,40 4.115,59 55.828,56 6.099,11 Jenamas 193,63 28.284,34 Total 13.349,83 35.123,46 17.813,24 82.568,74 4.115,59 55.828,56 11.419,39 Sumber : Peta Peruntukan Lahan Kabupaten Barito Selatan Skala 1 : 250.000
Jurnal Hutan Tropis Borneo No. 26, Edisi Juni 2009 173 Tabel 3. Kedalaman Gambut Wilayah Eks PLG Kabupaten Barito Selatan
No Kecamatan
Kedalaman Gambut (ha)
Total Tubuh
Air
Sngt
dangkal Dangkal Sedang Dalam (Danau) (0-10 cm) (11-25 cm) (26–50 cm) (51-100 cm) 1 Dusun Selatan 463,86 372,44 836,29 2 Karau Kuala 289,25 6.935,38 8.376,21 18.561,63 20.312,39 54.474,86 3 Dusun Hilir 166,98 31.889,98 5.466,09 22.317,68 76.588,95 136.429,67 4 Jenamas 17.088,00 325,84 11.064,12 28.477,97 Total 456,23 56.377,22 14.540,57 40.879,31 107.965,46 220.218,79 Sumber : Peta Repprot wilayah kab. Barito Selatan Skala 1:250.000, Dep.
Transmigrasi 1984
Tabel 4. Kondisi hidrologi lahan Gambut Eks PLG Di wilayah kerja BPDAS Barito No Kecamatan Sungai utama (Km) Jumlah anak sungai (Km) 1 Dusun Selatan S. Barito (8,6) - 2 Karau Kuala S. Barito (50,5) 10 buah (56,2) dan 7 buah danau 3 Dusun Hilir S. Barito dan S. Mengkatip (40,6) 15 (94,6) dan kanal/saluran = 250,7 4 Jenamas S. Barito (50,2) 18 (68,4) Saluran 164,6
Sumber : Peta Jaringan Sungai dan Anak Sungai Wilayah Kab. Barito Selatan Thn 2006
Penutupan Lahan Gambut Eks PLG Di wilayah kerja BPDAS Barito Tabel 5. Penutupan Lahan Gambut Eks PLG Di wilayah kerja BPDAS Barito
Kecamatan Penutupan Lahan (Ha)
Hrs Pm R Sw Sb Sbr Tt A Dusun Selatan 180.929 598.892 52.744 3.726 Karau Kuala 38789.986 155.348 1830.252 443.873 10071.202 2986.122 198.09 Dusun Hilir 59966.545 64.776 3084.765 6942.959 20258.858 43552.06 2297.71 261.99 Jenamas 13346.081 7439.313 7657.238 35.337 Total 98937.46 220.124 4915.017 20289.04 28142.044 61879.392 5371.913 463.8
Jurnal Hutan Tropis Borneo No. 26, Edisi Juni 2009 174 Arahan penggembangan lahan Gambut 5 (lima) tahun 2008 s/d 2012
Rencana Tata Waktu
Tabel 6. Rencana Tata Waktu dan Luas Kegiatan Pengembangan Lahan Gambut Eks PLG Di wilayah kerja BPDAS Barito
No Kecamatan Tahun/Luas(Ha) Total
(100 %) 2008 (15 %) 2009 (20 %) 2010 (30b%) 2011 (20 %) 2012 (15 %) 1 Dusun Selatan 125,44 167,26 250,89 167,26 125,44 836,29 2 Karau Kuala 8.171,23 10.894,97 16.342,46 10.894,97 8.171,23 54.474,86 3 Dusun Hilir 20.464,45 27.285,93 40.928,90 27.285,93 20.464,45 136.429,67 4 Jenamas 4271.70 5695.59 8543.39 5695.59 4271.70 28477.97 Jumlah 33.032,82 44.043,76 66.065,64 44.043,76 33.032,82 220.218,79 Rancangan jenis Kegiatan
RHLrangka pengembangan Lahan Gambut PLG. Rancangan jenis Kegiatan rehabilitasi lahan dalam rangka pengembangan Lahan Gambut Eks PLG. Pengembangan
tanaman kehutanan untuk kegiatan Reboisasi yaitu Jelutung, Rengas ,Galam, sedangkan pengembangan tanaman kehutanan untuk kegiatan Penghijauan yaitu Jelutung, Kayu bulan, dan Karet.
Rencana Anggaran Biaya dan Luas Kegiatan Reboisasi Rencana Anggaran Biaya Reboisasi
Tabel 7. Rencana Anggaran Biaya kegiatan Reboisasi (2008 - 2012) No Thn
Dusun
Selatan Karau Kuala Dusun Hilir Jenamas Total (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) 1 2008 265.513.675 28.733.578.550 96.468.103.275 20.537.025.975 146.004.221.475 2 2009 378.649.075 41.687.176.675 139.958.202.050 29.794.085.950 211.818.113.750 3 2010 615.589.475 67.594.795.150 226.945.658.575 48.320.191.625 343.476.234.825 4 2011 442.379.075 48.439.046.675 162.626.522.050 34.619.835.950 246.127.783.750 5 2012 362.953.675 38.861.458.550 130.470.683.275 17.775.865.975 187.470.961.475 Jumlah 2.065.084.975225.316.055.600756.469.169.225151.047.005.475 1.134.897.315.275 Tabel 8. Rencana luas Kegiatan Reboisasi (2008 - 2012)
No Thn Dusun Selatan Karau Kuala Dusun Hilir Jenamas Total
(Ha) (Ha) (Ha) (Ha)
1 2008 49,41 5.975,88 20.063,85 4.271,70 30.360,84 2 2009 65,88 7.967,85 26.751,80 5.695,59 40.481,12 3 2010 98,81 11.951,77 40.127,70 8.543,39 60.721,67 4 2011 65,88 7.967,85 26.751,80 5.695,59 40.481,12 5 2012 49,41 5.975,88 20.063,85 4.271,70 30.360,84 Jumlah 329,39 41.831,20 140.447,00 29.901,86 212.509,45
Jurnal Hutan Tropis Borneo No. 26, Edisi Juni 2009 175 Rencana Anggaran Biaya Penghijauan
Tabel 9 Rencana Anggaran Biaya Kegiatan Penghijauan (2008 - 2012) No Thn
Dusun
Selatan Karau Kuala Dusun Hilir Jenamas Total
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp) 1 2008 256.228.550 7.416.356.725 1.352.672.250 - 9.025.257.525 2 2009 370.833.425 10.727.630.125 1.954.663.925 - 13.053.127.475 3 2010 600.036.450 17.349.404.975 3.166.168.875 - 21.115.610.300 4 2011 429.033.425 12.410.660.,125 2.261.703.925 - 15.101.397.475 5 2012 343.448.550 9.940.816.725 1.813.212.250 - 12.097.477.525 Jumlah 1.999.580.400 57.844.868.675 10.548.421.225 - 70.392.870.300 Tabel 10 Rencana Luas Kegiatan Penghijauan (Hutan Rakyat) masing-masing
kecamatan.(2008 - 2012) No Thn
Dusun Selatan
Karau
Kuala Dusun Hilir Jenamas Total (Ha) (Ha) (Ha) (Ha)
1 2008 76,04 2.195,35 400,60 - 2.671,99 2 2009 101,38 2.927,13 534,14 - 3.562,65 3 2010 152,02 4.390,69 801,21 - 5.343,92 4 2011 101,38 2.927,13 534,14 - 3.562,65 5 2012 76,04 2.195,35 400,60 - 2.671,99 Jumlah 506.,86 14635,65 2670,69 - 17.306,34 KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan. Berdasakan hasil inventarisasi dan identifikasi pengembangan lahan gambut eks PLG di kabupaten Barito Selatan dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Kawasan lahan gambut eks PLG di Kabupaten Barito Selatan seluas 220.218,79 hektar yang tersebar di 4 kecamatan (Kecamatan Dusun Selatan, Jenamas, Dusun Hilir, Karau Kuala); (2) Jenis Penggunaan Lahan terdiri atas 7 penggunaan, yaitu : Hutan Produksi Terbatas, Hutan Produksi Tetap,Kawasan Pemukiman dan Penggunaan Lain, Kawasan Pengembangan Produksi, Konservasi Ekosistem Air Hitam, Konservasi Flora dan Fauna, Konservasi Hidrologi; (3) Kegiatan rehabilitasi lahan dalam terdiri atas 2 (dua) jenis yaitu: (a) Pengembangan tanaman kehutanan (kayuan) untuk kegiatan Reboisasi seluas 202.405,59 hektar dengan jenis tanamn Jelutung, Rengas dan Galam; dan (b) Pengembangan tanaman kehutanan dan perkebunan untuk kegiatan
peghijauan (Hutan Rakyat) seluas 17.813,20 hektar dengan jenis tanamn Jelutung, karet dan kayu bulan; dan (4) Rancangan Angaran Biaya selam 5 (lima) tahun (2008 sampai dengan 2012), kegatan reboisasi seluas 202.405,59 hektar Eks PLG Kabupaten Barito Selatan diperlukan biaya sebanyak Rp. 1.134.879.315.275, sedangkan untuk kegiatan penghijauan (Hutan Rakyat) seluas 17.813,20 hektar diperlukan biaya sebanyak Rp 70.392.870.300. Saran. Dalam rangka pengembangan lahan gambut untuk memperoleh hasil yang optimal dari segi biofisik maupun segi ekonomi, maka jenis tanaman yang sesuai dengan habitatnya dan disenangi masyarakat. Kegiatan rehabilitasi baik reboisasi maupun penghijauan agar disesuaikan dengan kondisi musim tanam khususnya pada kawasan lahan gambut. Dalam penanganan kegiatan rehabilitasi di wilayah Eks PLG perlu adanya koordinasi antar instansi baik
Jurnal Hutan Tropis Borneo No. 26, Edisi Juni 2009 176 pemangku wilayah Propinsi
Kalimantan Tengah dan Propinsi Kalimantan Selatan. Dalam rangka pelaksanaan kegiatan RHL agar
dapat disusun terlebih dahulu rancangan kegiatan yang lebih detail (RTT).
DAFTAR PUSTAKA
Ambak, K., dan Melling, L., 2000. Management Practices for Sustainable Cultivation of Crop Plants on Tropical Peatlands. Proc. Of The International Symposium on Tropical Peatlands 22-23 November 1999. Bogor-Indonesia. Andriesse, 1988. Nature and
Management of Tropical Peat Soils. FAO Soils Bulletin 59. Food and Agriculture
Organisation of The United Nations. Rome
Badan Pusat Statistik, 2007.
Kabupaten Bariro Selatan dalam Angka tahun 2006, Buntok.
Departemen Kehutanan, 2005. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P.33/Menhut-V/2005. Jakarta
Nappu. 2003..Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kaltim. Samarinda.
Noor dan Jumberi, 2007, Teknik Budidaya dan Usaha Pertanian di Lahan Rawa.. Lokakarya
Pengembangan Hutan Rawa.BPDAS Barito.Banjarbaru
Harun.MK, Prospek Pengembangan Agroforestry di Lahan Rawa. Lokakarya Pengembangan Hutan Rawa.BPDAS Barito.Banjarbaru INPRES RI, 2007. Tentang
Percepatan Rehabilitasi Dan Revitalisasi Kawasan
Pengembangan Lahan Gambut Di Kalimantan Tengah. Jakarta Istomo, 2002. Pengenalan Jenis
Tumbuhan di hutan Rawa
Gambut. Yayasan Penerbit Fakultas Kehutanan IPB. Bogor Radjagukguk, B., 1990. Prospek
pengelolaan tanah-tanah gambut untuk perluasan lahan pertanian. Seminar Nasional Tanah-tanah bermasalah di Indonesia KMIT Fakultas Pertanian UNS Surakarta 15 Oktober 1990. Surakarta
Rismunandar, T. 2001. Pemanfaatan Lahan Gambut untuk Menciptakan Pembangunan Berwawasan Lingkungan. Makalah Pribadi pada Matakuliah Pengantar Falsafah Sains. IPB Bogor.
Sarbini B, Laporan Tindak Lanjut Proyek Lahan Gambut (Plg), Tanggal 9 Maret 2000. Jakarta Subagyo, Marsoedi dan Karama, S.,
1996. Prospek Pengembangan Lahan Gambut untuk Pertanian dalam Seminar Pengembangan Teknologi Berwawasan
Lingkungan untuk Pertanian pada Lahan Gambut, 26 September 1996. Bogor.
Suwido, 2000. Kembalikan Lahan Gambut Eks PLG. Harian Repulika (5 April 2000) Jakarta. Widjaja Adhi, D.A Suriadikarta, M.T.
Sutriadi, IGM. Subiksa, dan I.Wsuastika. 2000. Pengelolaan dan Pemampafaatan, dan Pengembangan Lahan Rawa, Dalam A. Admidharjo et al. (eds). Sumber Daya Lahan Indonesia dan Pengelolaannya. Puslittanak. Bogor.