• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Tentang Kontrasepsi Pil Kombinasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Makalah Tentang Kontrasepsi Pil Kombinasi"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

M

M

AK

AK

AL

AL

AH

AH

TEN

TEN

T

T

AN

AN

G

G

KO

KO

N

N

TR

TR

AS

AS

EP

EP

SI

SI

PI

PI

L

L

KO

KO

M

M

BI

BI

N

N

AS

AS

I

I

BAB I BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1.1. 1.1.LLatatar ar BBelelakaakanngg A AnnggkkaappeerrttaammbbaahhaannppeenndduudduukkddiiIInnddoonneessiiaassaaaattiinniisseekkiittaarr66,,66jjuuttaajjiiwwaaaattaauu11,,33 pe

perrsen sen peperrttahahunun. . DDenengagan n llajaju u pepettumumbubuhahan n pependndududuk uk beberrkikisar sar dadallam am anangka gka tterersebsebutut,, d

diipprreeddiikkssiikkaannppaaddaattaahhuunn22001155ttoottaallppeenndduudduukkiinnddoonneessiiaabbeerrjjuummllaahh227700jjuuttaajjiiwwaa..JJuummllaahh p

peenndduudduukkiinniisseebbeennaarrnnyyaabbiissaaddiikkuurraannggiimmeennjjaaddii224400jjuuttaajjiiwwaajjiikkaappeemmeerriinnttaahhbbeerrhhaassiill m

menenekan ekan anangka gka peperrttamambabahahan n ppenendudududuk k mmenenjjadadi i satsatu u pperersen sen peper r ttahahun un mmelelalalui ui prprogogrramam K

Keleluaruarga ga BBererencanencana a ((UUGGMM, , 2002007)7).. P

Prrogrogram am KKeleluaruarga ga BBererencana encana ((KKBB) aw) awalalnynya a didimmaksaksudkan udkan untuntuk uk mmengatengaturur k

kelelahiahirran an daldalam am rrangka angka mmenieningkatngkatkan kkan kesejesejahtahtereraan aan iibu bu dan dan anak. anak. DDalalamam per

perkemkembangabangannya nnya prprogrogram am KKB B didittujujukan ukan untuntuk uk mmemembudayakan budayakan NNorormma a KKeleluaruarga ga KKeciecill B

BaahhaaggiiaaSSeejjaahhtteerraa((NNKKKKBBSS))..KKeelluuaarrggaayyaannggkkeecciillddiimmuunnggkkiinnkkaannddaappaatthhiidduuppsseejjaahhtteerraa da

dan n babahahagigia, a, sehisehingngga ga pepengngatatururan an kelkelahahiirran an mmenenjjadadi i upupaya aya popokok kok dadallam am prprogogrramam n

naassiioonnaall((MMaarryyaannii,,22000088)).. A

Ada da beberbeberapa apa kkememungkiungkinan nan kkururang ang berberhasihasillnynya a prprogrogram am KKB B didiantantararanyanyaa di

dipepengngararuhuhi i ololeh eh ttiingngkat kat ppenengetgetahahuauan n iibu bu dadan n ffaktaktor or pependndukunukung g llaiainnya. nnya. UUntntukuk m

meemmppuunnyyaaiissiikkaappyyaannggppoossiittiifftteennttaannggKKBBddiippeerrlluukkaannppeennggeettaahhuuaannyyaannggbbaaiikk,,ddeemmiikkiiaann seb

sebalaliiknya knya bibilla a pepengngetetahahuauan n kurkuranang g mmaka aka kapkapatatuhuhan an mmenenjjalalanani i prprogogrram am KKB B beberrkurkuranangg (

(NNoottooaaddmmoojjoo,,22000077)).. D

Di i selselururuh uh duduninia, a, mmetetodode e kontkontrraseasepsi psi yang yang papalliing ng babanyak nyak didigugunanakan kan adadalalahah st

steerriilliissaassii..KKoonnttrraasseeppssiihhoorrmmoonnbbeerraaddaa ppaaddaa ppoossiissiikkeettiiggaa ddiisseelluurruuhhdduunniiaa..YYaanngg m

menenggggununakaakan n pipil l sebasebanyak nyak 8585%%, , sedsedanangkagkan n kontkontrraseasepsi psi iimmplplanant t dadan n suntsuntiik k hhanya anya 1515%% ( (GGllaassiieerr,,22000055)).. D Diinneeggaarraammaajjuummeettooddeekkoonnttrraasseeppssiiyyaannggppaalliinnggppooppuulleerraaddaallaahhkkoonnttrraasseeppssiioorraall ( (1166%%))..SSeebbaalliikknnyyaaddiinneeggaarraa--nneeggaarraasseeddaannggbbeerrkkeemmbbaannggsstteerriilliissaassiiwwaanniittaa((2200%%)),,AAKKDDRR ( (1133%%)),,kkoonnttrraasseeppssiioorraall((66%%))ddaannvvaasseekkttoommii((55%%))((GGllaassiieerr,,22000055))..

(2)

Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007 memperlihatkan adanya stagnasiprogram,yang terlihatdarirendahnya peningkatan angka prevalensi kontrasepsidari60.3persenpadaperiode1997-2003menjadisekitar61.4persenpada periode2003-2007(Administrator,2009).

DiIndonesia,kontrasepsiyang paling populeradalah suntik sebanyak 31,6% disusuldenganpil13,2%,spiral4,8%,implant2,8% dankondom 1,3% (Augusta,2008).

Darihasilpenelitian Andijumlah PUS diSumatera yaitu 7,57 juta dan yang menjadi akseptor KB berjumlah 4,88 juta maka peserta KB adalah 64,5% dan yang menggunakanalatkontrasepsipilberjumlah25,30% (Andi,2008).

Menurut hasil penelitian Gengbeng pada tahun 2009 pengguna pil KB di Kota Medan berjumlah 32,04% dari seluruh pemakai alat kontrasepsi. Pil masih menjadi pilihanutamabagipesertaKB(Gengbeng,2009).

(3)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Keluarga Berencana

2.1.1Pengertian Keluarga Berencana

Keluarga berencana adalah suatu usaha yang mengatur banyaknya kehamilan sedemikian rupasehingga berdampakpositifbagiibu,bayi,ayahsertakeluarga yang bersangkutantidakakanmenimbulkankerugiansebagaiakibatlangsungdarikehamilan (Maryani,2008).

Menurut WHO, keluarga berencana adalah tindakan yang membantu individu atau pasutriuntuk menghindarikelahiran yang tidak diinginkan,mengaturinterval diantara kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suamiistrisertamenentukanjumlahanakdalam keluarga(Maryani,2008).

2.1.2Tujuan Keluarga Berencana

Membentuk keluarga kecil sesuai dengan kekuatan social ekonomi suatu keluargadengancaramengaturkelahirananak,agardiperolehsuatukeluargabahagia dansejahterayangdapatmemenuhikebutuhanhidupnya(Mochtar,1998).

2.1.3Sasaran Program Keluarga Berencana

Adapun sasaran program keluarga berencana adalah pasangan usia subur istri <20 tahun dengan tujuan menunda kehamilan. Pasangan Usia Subur istri 20-30 tahun dengan tujuan mengatur kesuburan dan menjarangkan kehamilan, pasangan usia subur denganusiaistri>30tahundengantujuanuntukmengakhirikehamilan(Maryani,2008).

2.2Kontrasepsi

2.2.1 Pengertian Kontrasepsi

Kontrasepsi berasal dari kata “kontra” berarti mencegah atau melawan, sedangkankontrasepsiadalahpertemuanantaraseltelur(selwanita)yangmatangdan selsperma(selpria)yangmengakibatkankehamilan.Maksuddarikontrasepsiadalah menghindariatau mencegah terjadinya kehamilan,sebagaiakibatadanyapertemuan antaraselteluryangmatangdenganselspermatersebut(Maryani,2008).

(4)

Kontrasepsiadalahupayauntukmencegahterjadinyakehamilan.Upayaitudapat bersifatsementara,dapatpulabersifatpermanen(Wiknjosastro,2005).

2.2.2 Cara Kerja Kontrasepsi

Cara kerja kontrasepsi bermacam-macam tetapi pada umumnya terdapat 3 cara yaitu:Mengusahakanagartidakterjadiovulasi,melumpuhkanspermadanmenghalangi pertemuanspermadenganseltelur(Winkjosastro,2005).

2.2.3 Syarat-syarat Metode Kontrasepsi

Syarat-syaratyang harus dipenuhioleh suatu metode kontrasepsiyang baik adalah Aman dantidakberbahaya,dapatdiandalkan,sederhana,murah,dapatditerimaoleh orang banyak, pemakaian jangka lama/continuationrate tinggi(Hartanto,2004)

2.2.4 Metode Kontrasepsi

Pada umumnya cara untuk metode kontrasepsi dapat dibagi dalam beberapa metode,yakni:

Metode Sederhana 1. Tanpaalat:

KB alamiah : metode kalender(osino-knaus), metode suhu basal(termal),metodelendir servik(bllings),metodesimtotermal.

2. Denganalat: 1) Mekanis

Kondom pria,barierintra vaginal(diafragma,kap serviks/servikslkap,spon /ssponge, kondonwanita).

2) Kimiawi Spermisid.

Metode modern

1. Kontrasepsi hormonal

Peroral(PilOralKombinasi/POK,minipil,morningafterpil),injeksi/suntikan(DMPA), subcutis(implant).

(5)

2. IntraUterineDevices(IUD, AKDR). 3. Kontrasepsi mantap dengan cara :

TubektomipadawanitadanVasektomipadapria(Saifuddin,2006).

2.3 Kontrasepsi Pil Kombinasi 2.3.1 Pengertian Pil Kombinasi

PilKombinasiadalah pilatautabletuntukmencegahterjadinyakehamilanyang mengandung hormon estrogen dan hormon progesteron (Saifuddin, 2006).

2.3.2 Jenis-jenisPilKombinasi Ada3jenispilKombinasi: 1. Monofasik

Yaitu pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen/progesteron(E/P)dalam dosisyangsamadengan7tablettanpahormonaktif. 2. Bifastik

Yaitu pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet yang mengandung 35 mcg EE+0,05 mg norethindroneuntukhari1-10,35 mcgEE+1,0mgnorethindroneuntukhari11-21 dari tiapsiklus.

3. Triphastik

Yaitu pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet yang mengandung 30 mcg+0,05 mg levonogestreluntukhari1-6,40mcgEE+0,075mglevonogestreluntukharike7-11dan 30mcgEE+0,125mglevonogestreluntukharike12-21(Saifuddin,2006).

2.3.3 Indikasi dan Kontraindikasi Pil Kombinasi Indikasi

Pada prinsipnya hampir semua ibu boleh menggunakan pil kombinasi seperti usiareproduksi,telahmemilikianakataupun belum memilikianak,gemukataukurus, setelah melahirkan atau tidak menyusui, menginginkan metode kontrasepsi dengan efektifitastinggi,setelahmelahirkan6bulanyangtidakmemberikanAirSusuIbusecara eksklusif.

(6)

Kontraindikasi

Hamilatau dicurigaihamil,menyusuieksklusif,perdarahan pervaginam yang belum diketahuipenyebabnya,penyakithatiakut,perokok usia >35 tahun,riwayatpenyakit  jantung, migrain (pusing kepala yang hebat), kanker payudara atau dicurigai kanker

payudara,tidakdapatmenggunakanpilsecarateratursetiaphari(Saifuddin,2003).

2.3.4 Cara Menggunakan Pil Kombinasi

1) Pilpertama diminum harikelima haid seterusnya berturut-turutsetiap harisatu pil. Khususnyauntukpil-pildengankemasankhususdimulaipadaharipertamahaidsesuai dengan petunjuk pada kemasan.

2) Pada pasca persalinan pil mulai dimakan sesudah bayi berumur 30-40 hari, sedang pada pasca keguguran 1-2 minggu pada pasca kejadian.

3) Padapaketyangberisi28pil,mulaiminum pilsejakharipertamahaiddanditeruskan setiaphari.

4) Padapaketyangberisi21pil,minum pilmulaiharikelimahaid.Bilatelahhabisistirahat dan tunggu haid, kemudian diteruskan dengan kemasan yang selanjutnya pada hari kelimahaid.

5) Bilalupa satupil,segeraminum pilketikaingatatau minum duapilpadawaktuyang sama.

6) Bila lupa dua pilatau lebih,sebaiknya minum dua pilsetiap hariselama pilyang tertundapadajadwalyangditetapkan(Maryani,2008).

2.3.5 Efek Samping Pemakaian Kontrasepsi Pil Kombinasi 1. Perdarahan Pervaginam atau Spotting

Terjadibercak-bercakperdarahdiantaramasahaid,terutamapadabulan-bulanpertama pemakaian pil KB.

Penanggulangan :

Menjelaskan kepada akseptor bahwa hal ini akibat pengaruh hormon dalam tubuh dan halinitidakberbahayabagikesehatan(Maryani,2008).

(7)

2. Tekanan Darah Meningkat

Tekanandarahyangsamaataulebihtinggidari140/90mmHgdalam keadaanistirahat. Penderitakadang-kadangmerasapusingatauterasapegalpadakuduknya.

Penanggulangan :

Menjelaskan kepada akseptor, sebelum akseptor menggunakan KB bahwa pil tidak menyebabkan tekanan darah tinggi. Akan tetapi pada wanita yang mempunyai bakat atauriwayatdarahtinggi,makagejaladarahtinggiakanlebihjelas(Maryani,2008). 3. Perubahan Berat Badan

Berat badan bertambah atau berkurang beberapa Kg dalam beberapa bulan setelah pemakaian pil KB.

Penanggulangan :

Kebanyakan wanita yang minum pil KB, bertambah sedikit berat badannya, karena pemulihancairandalam beberapaharisebelum haid.Haliniakansegerahilangsetelah haiddimulai.Wanitayangminum pilbertambahberatbadannyasetelahbeberapabulan pemakaian.Inidisebabkanhormonprogesteron,ataupeningkatanseleramakanketika ketakutan akankehamilan,pertambahanberatbadanbiasanyadikendalikan oleh diet yangteratur(Jones,2005).

4. Jerawat

Timbulnyajerawatdiwajahataubadanbisadisertaiinfeksiatautidak. Penanggulangan :

Pemberian vitamin A dan vitamin Edosisitinggi.Bila disertaiinfeksidapatdiberikan preparattetracycline250mg2x1kapsulselamasatuatauduaminggu(Maryani,2008). 5. Air Susu Berkurang

ASI berkurang bahkan kadang-kadang sampai berhenti setelah pemakaian pil KB dengandosisestrogenrendah.

Penanggulangan :

MenjelaskanbahwapemakaianpilKBtidakdianjurkanbagiwanitayangmenyusui.Bagi wanita yang menyusui dapat memakai pil mini yang hanya mengandung progestin (Maryani,2008).

(8)

6. Pusing dan Sakit Kepala

Rasa berputaratausakitpadakepala yangdapatterjadipadasatu sisiatau seluruh bagiankepala.

Penanggulangan :

Menjelaskansecarajujurkepadacalonakseptorbahwakemungkinantersebutmungkin ada,tetapibiasanyabersifatsementaradanjarangterjadi

(Maryani,2008). 7. Perubahan Libido

Terjadipeningkatanlibidoataupenurunanlibido.Sulitdinilaikarenabersifatsubjektifini disebabkanolehfaktorpsikis(kejiwaan)danbiasanyabersifatsementara.

Penanggulangan :

Menjelaskankepadaklienkemungkinanterjaditentanghalinidansifatnyayangsubjektif (sementara). Akseptor dianjurkan untuk memperbaiki keadaan umum termasuk kesehatanbilaperlukonsultasikepsikolog.

8. Varises

Rasapegaldannyeripadatungkaidanterdapatpelebaranpembuluhdarahbalik(vena) padaektremitasbawahyangbiasanyaterlihatmenonjoldibawahkulit.

Penanggulangan :

Menjelaskanbahwavariseshanyaterdapatpada wanitayangberbakatuntukvarises. BagiwanitayangtidakmempunyaivarisestetapdapatmemakaipilKB(Maryani,2008). 9. Tromboemboli

Gejala yang timbul akibat tersumbatnya pembuluh darah oleh darah yang membeku (thrombus).Gejalayangtimbultergantungdaribagianyangtersumbatdandapatterjadi didaerahotak,artericoronaria,padapembuluhvenaatauparu-paru.

Penaggulangan :

Menjelaskansecarajujurkepadacalonakseprorbahwakemungkinan

terjaditromboemboli,walaupunsangatkecildanbiasanyadapatdikurangikemungkinan denganpemakaianpilKBdengandosisestrogenrendah(Maryani,2008).

(9)

Carakerjapilkombinasiadalahsebagaiberikut:

Menekan ovulasi,mencegah implantasi,lendirservikmengentalsehingga sulitdilalui oleh sperma dan pergerakan tuba terganggu sehingga transportasi telur dengan sendirinyaakanterganggupula(Saifuddin,2006).

2.3.7 Keuntungan dan Kerugian Pemakaian Pil Kombinasi 2.3.7.1Keuntungan Pemakaian Pil Kombinasi

Reversibilitasnya sangattinggibila diminum pilsesuaidengan aturan dijamin berhasil 100%, mudah menggunakannya, mengurangi rasa sakit pada waktu menstruasi, mencegah anemia karena defisiensi zat besi, mengurangi resiko kanker ovarium, menguirangikemungkinan resik pelo vic infectiondan kehamilan ektopik,cocoksekali digunakan untuk menunda kehamilan pertama dari PUS (Pasangan Usia Subur) muda, khususminipiltidakmempengaruhiASI,dapatmeningkatkanlibido(Saifuddin,2006). 2.3.7.2Kerugian Pemakaian Pil Kombinasi

Memerlukandisiplindaripemakaian/harusminum pilsecarateratur,dapatmengurangi ASIterutama6minggupostpartum kecualiminipil,kembalinyakesuburanagaklambat (Saifuddin,2006).

2.4 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Ibu Tentang Kontrasepsi PilKkombinasi 2.4.1 Umur

Umuradalahlamawaktuhidupatausejakdilahirkaataudiadakan(Alwi,2003).

Darisikap tradisionalmengenaijalannya perkembangan selama hidup ;semakin tua semakin bijaksana, semakin banyak informasi dan semakin banyak hal laoin yang dikerjakan sehingga menambah pengetahuannya (Notoadmojo, 2007).

Menurut Hurlock (1998) semakin cukup umur tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan bekerja. Dari segi kepercayaan masyarakatseseorangyanglebihdewasaakanlebihdipercayadariorangyangbelum cukuptinggikedewasaannya.Halinisebagaiakibatdaripengalamandankematangan  jiwa.

(10)

Semakin bertambah umur ibu, pengalaman ibu waktu hamil, melahirkan dan mengasuh anak menyebabkan ibu menjadi lebih rasional dalam bersikap, menyadari semakin banyak jumlah anak dan semakin banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, mendorong ibu untuk memperoleh informasi sebanyak-banyaknya mengenai kesehatan pemilihan kontrasepsiyangtepat(Notoadmojo,2007).

2.4.2 Pendidikan

Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan (Alwi,2003).

MenurutSuwarnoyangdikutipolehNursalam (2001),pendidikanberartibimbinganyang diberikan oleh seseorang terhadap pekembangan orang lain menuju kearah cita-cita tertentu. Pendidikan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi persepsi seseorang, karena dapat membuat seseorang untuk lebih mudah menerima ide-ide atau teknologibaru(Notoadmojo,2003).

Menurut Kuncoroningrat yang dikutip oleh Nursalam (2001) makin tinggi tingkat pendidikan seseorang, makin mudah menerima informasi. Sehingga semakin banyak pulapengetahuanyangdimiliki.Sebaliknyapendidikanyangkurangakanmenghambat perkembangansikapseseorangterhadapnilai-nilaiyangbarudiperkenalkan.

2.4.3 Paritas

Paritas adalah keadaan wanita yang berkaitan dengan jumlah anak yang dilahirkan (Ramli,2003).

Paritasdua sampaitiga merupakan palitas paling aman ditinjau darisudutkamatian maternal.Resikopadaparitassatudapatditanganidenganasuhanobstetriklebihbaik, sedangkan resiko pada paritastinggidapatdikurangiatau dicegah dengan keluarga berencana(Winknjosastro,2005).

Ketika seorang ibu melahirkan anak pertama sampai anak ketiga maka resiko kematian rendah.Tetapiresiko kematian yang paling rendah ketika siibu melahirkan anakyangkedua(Winjosastro,2005).

(11)

Wanita usia suburdianjurkan menggunakan alatkontrasepsiuntuk mencegah terlalu yaitu;terlalubanyak,seorangwanitadenganjumlahanaklebihdari4orangakanlebih seringmengalamikematiankarenaperdarahansetelahpersalinanataupenyebabyang lain(Hartanto,2004).

Pada usia subur dianjurkan menggunakan alat kontrasepsi untuk mencegah terlalu dekat jarak anak, sehingga wanita membutuhkan waktu untuk memulihkan tenaga dan kekuatan diantara kehamilan. Jarak antara kehamilan yang dianggap cukup aman adalah 3-4 tahun,karena jarak kelahiran < 2 tahun dapatmengakibatkan kehamilan resikotinggiyangdapatmenyebabkanberatbadanlahirrendah,nutrisikurang,waktu atau lama menyusui berkurang, lebih sering terkena penyakit dan tumbuh kembang menjadilebihlambat(Hartanto,2004).

2.5.4. Sumber Informasi

Sumber informasi adalah tahap perkembangan pemikiran manusia dapat dilihat dari sedikitbanyaknyasumberinformasiyangdidapat.

Dari informasi yang diperoleh tersebut dapat membuat masyarakat mengetahui apa yangtidakmerekaketahui.Dalam persoalantentang pemilihan AlatKontrasepsiyang baik memang sangat tergantung kepada pemakaiannya sendiri. Untuk itu informasi sangat dibutuhkan bagi pasangan usia subur yang belum mengetahui tentang Alat Kontrasepsi(Notoatmodjo,2007).

Menuruut Notoatmodjo (2007), menyatakan bahwa sumber informasi yaitu alat atau media informasi yang memungkinkan responden mengetahui tentang alat kontrasepsipilkombinasi,dengankategori:

1. Media cetak : leaflet, flip chart, poster dan foto.

2. Media elektronik : televisi, radio, video, slide dan film. 3. Petugas kesehatan : dokter bidan dan perawat

(12)

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto,Suharsimi.2006.ProsedurPenelitian Suatu Pendekatan Praktik.Jakarta :Rineka Cipta.

Gengbeng. 2009.Pus di Sumut,http://tapselkab.go.id.diaksesolehElviSartika,10Mei,16,20 wib.

Glasier,Anna&Gabbie,Alisa.2006.Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi.Jakarta: EGC.

Hartanto.2004.Keluarga Berencana Dan Kontrasepsi.Jakarta:EGC. Jones.2005.SetiapWanita.Jakarta:DelupRatansaPublhising.

Maryani,Sri.2008.Pelayanan Keluarga Berencana dan Pelayanan Kontrasepsi.Jakarta:TIM. Machfoedz,Ircham.2009.MetodologiPenelitian.Yogyakarta:Fitramaya.

Mochtar,Rustam.1998.SinopsisObstetri.Jakarta:EGC.

Notoadmodjo,Soekidjo.2007.PromosiKesehatandanIlmuPerilaku.Jakarta:RinekaCipta. Saifuddin,BA.2006.Buku Panduan praktis Pelayanan Kontrasepsi.Jakarta :Bina Pustaka

SarwonoPrawirohardjo.

Sirait,Augusta.2008.KontrasepsiPil,http://www.Inilah.com.diaksesolehElviSartika12Mei, 15.00wib.

Referensi

Dokumen terkait

pengawas/ pemer i ksa/ pembuat kebi j akan dapat mengeval uasi apakah r esi ko t er sebut ber pot ensi si st emi k, mi sal nya kar ena debi t ur t er kai t adal ah per usahaan

Disam ping it u, kegiat an pencucian uang dapat ber pengar uh kepada per ekonom ian, kar ena ada kem ungkinan secara t iba- t iba uang t ersebut dit arik dari sist em keuangan

Kebut uhan m asyar akat I ndonesia at as pr oduk t r easur y dan der ivat if sem akin har i sem akin ber kem bang, kar ena m asyar akat m em but uhkan valut a asing unt uk

Secar akesel ur uhandapatdi amat i bahwa ada t i ga el emen ut ama dar i pel acur an yang di kenal l uas yai t u ekonomi ,seksual ,danpsi kol ogi .Kar ena semua el emen i ni t er

Apabi l a sebagi an pemegang saham masal ah keagenan, kar ena mer eka dapat mengen- menyukai di vi den t i nggi maka meni mbul kan dal i kan pr i l aku opor t uni st i k

000 bayi meni nggal set i ap t ahun kar ena pr eekl amsi a( Poonetal ,2019).Menur ut t heAmer i canCol l egeofObst et r i ci ans and Gynecol ogi st s hi per t ensi dal am kehami l

Dar i cer it a r akyat yang ber kembang, bahwa ket ur unan Pr abu J aya dan Put r i J unj ung Buih t idak akan memakan ikan pat en dan ikan ulin belang, kar ena ikat t er

Pr oduk dal am pendi di kan adal ah l ul usan yang ber kual i t as, dengan pr oduk yang ber kual i t as maka akan ber dampak pada sekol ah sehi ngga mencer mi nkan kual i t as dar