• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Kinerja Sekretariat Ditjen Kerja Sama ASEAN 2019

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Kinerja Sekretariat Ditjen Kerja Sama ASEAN 2019"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar Daftar Isi Ringkasan Eksekutif Bab I Pendahuluan I. Aspek Strategi s 1

II. Tantangan dan Isu-Isu Strategis di Tahun 2019 2 Bab II Perencanaan Kinerja

I. Rencana Strategis 3

II. Perjanjian Kinerja 4

Bab III Akuntabilitas Kinerja

I. Gambaran Umum Akuntabilitas 6

II. Analisis Capaian Kinerja Tahun 2019

II.1. Stakeholders Perspective 9

II.2. Customer Perspective 12

II.3 Internal Business Process Perspective 15

II.4. Learning and Growth Perspective 21

Bab IV Penutup 26

Lampiran 27

1. Perjanjian Kinerja 2019

2. Matriks Realisasi Rencana Aksi 3. Matriks Informasi Kinerja

4. Matriks Nilai Capaian Organisasi 5. Galeri Foto

(4)

RINGKASAN EKSEKUTIF

Laporan Kinerja Setditjen KSA Tahun 2019

merupakan gambaran capaian kinerja dari seluruh bagian di Setditjen KSA termasuk pengukuran dan evaluasi serta hasil analisis terhadap kinerja pencapaian sasaran dan

kegiatan yang telah ditetapkan dan

dilaksanakan selama tahun 2019. Laporan Kinerja ini juga menjelaskan perencanaan dan target kinerja pada tahun 2019 serta realisasi anggaran yang dicapai dari masing-masing kegiatan sesuai dengan Perjanjian Kinerja yang telah ditetapkan.

Capaian kinerja keseluruhan Setditjen KSA

tahun 2019 sebesar 98.66%. Nilai capaian ini

menurun jika dibandingkan dengan nilai capaian pada 2018 sebesar 99,18%. Penurunan capaian tahun 2019 dikarenakan capaian pada IKU persentase realisasi anggaran dan nilai AKIP baik untuk Ditjen KSA maupun Setditjen KSA belum mencapai target. Penilaian AKIP untuk eselon II baru pertama kali dilakukan pada tahun 2019 untuk AKIP tahun 2018. Selain itu, terdapat efisiensi anggaran, contohnya pada program Pro-PN sehingga realisasi anggaran kurang dari 100%.

Dalam Laporan Kinerja ini, terdapat

indikator kinerja yang tidak dapat dibandingkan capaiannya dengan capaian tahun sebelumnya karena merupakan indikator kinerja baru namun tetap dibandingkan dengan target akhir Renstra Tahun 2019.

Pada 2019, Setditjen KSA telah

melaksanakan 2 Proyek Prioritas Nasional yaitu

Penguatan Sekretariat Nasional ASEAN-

Indonesia melalui penyusunan dan pengesahan

Peraturan Presiden mengenai Sekretariat

Nasional (Setnas) ASEAN - Indonesia dan Implementasi Cetak Biru ASEAN 2025 melalui

Perumusan Modul Pengajaran mengenai

ASEAN bagi Guru dan Buku Referensi dan Aktivitas bagi Siswa Tingkat Dasar dan Menengah.

Berdasarkan pagu anggaran tahun 2019, sebesar Rp35.337.318.000 (sebelum revisi)

atau Rp38.622.117.000 (setelah revisi),

Setditjen KSA berhasil merealisasikan anggaran sebesar Rp36,969,780,123 atau 95.72%.

(5)

BAB I

PENDAHULUAN

I.

ASPEK STRATEGIS

Permenlu 02 Tahun 2016 tentang Organisasi Tata Kerja Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa Setditjen KSA memiliki tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas substansi dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN (Ditjen KSA).

Setditjen KSA melaksanakan fungsi penyiapan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana strategis dan program kerja, penganggaran, pengelolaan urusan rumah tangga, kepegawaian, tata usaha pimpinan, analisis data, penyusunan kertas kerja dan publikasi hingga pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. Selain itu, Setditjen KSA juga memberikan dukungan kerja sama antarlembaga dan diseminasi informasi kerja sama ASEAN serta dukungan administrasi kepada Setnas ASEAN – Indonesia. Setditjen KSA merupakan unit penting sebagai unsur pendukung Ditjen KSA dan pelaksana monitoring dan evaluasi rencana, program, kegiatan dan pelaporan. Peran tersebut dilakukan guna mendukung Ditjen KSA dalam merencanakan, merumuskan, dan menetapkan kebijakan serta standarisasi teknis di bidang politik dan hubungan luar negeri dalam rangka kerja sama ASEAN.

Pada 2019 Setditjen KSA melaksanakan 2 Proyek Prioritas Nasional yaitu Penguatan Setnas ASEAN - Indonesia melalui penyusunan dan pengesahan Peraturan Presiden mengenai Setnas ASEAN - Indonesia dan Implementasi Cetak Biru ASEAN 2025 melalui Perumusan Modul Pengajaran mengenai ASEAN bagi Guru dan Buku Referensi dan Aktivitas bagi Siswa Tingkat Dasar dan Menengah.

Untuk kepentingan akuntabilitas manajemen di lingkungan Ditjen KSA, Setditjen KSA secara berkala bersama seluruh unit eselon II melakukan evaluasi atas perkembangan kinerja bidang tugas yang dijalankan dalam periode tahun kerja dan program anggaran tahunan serta melaporkan perkembangan kinerja secara berkelanjutan kepada pimpinan di lingkungan Ditjen KSA dan Kemlu.

Peran dan tugas Setditjen KSA penting untuk memastikan tuntutan tugas rutin, tugas dukungan manajemen dan teknis dalam rangka perumusan kebijakan dan tugas dinamika lain yang diselenggarakan oleh Ditjen KSA dapat dilaksanakan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna.

Setditjen KSA terdiri dari lima bagian/unit eselon III dan enam belas sub bagian/unit eselon IV. Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) Setditjen KSA sampai dengan tanggal 31 Desember 2019 sebanyak 39 orang dan PPNPN sebanyak 17 orang. Pegawai Setditjen KSA tersebut tersebar pada lima bagian. Apabila ditambahkan jumlah PNS dengan PPNPN, jumlah keseluruhan pegawai Setditjen KSA menjadi sebanyak 56 orang yang terdiri dari 34 laki-laki dan 22 perempuan.

(6)

Struktur Organisasi Sekretariat Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN

II.

TANTANGAN DAN ISU-ISU STRATEGIS DI TAHUN 2019

Sebagai salah satu satuan kerja di bawah Ditjen KSA, Setditjen KSA merupakan unit organisasi yang memegang peran untuk melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dan memberikan dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Ditjen KSA. Dalam melaksanakan peran tersebut, Setditjen KSA dituntut untuk melaksanakannya secara transparan, akuntabel, efektif dan efisien.

Sepanjang tahun 2019, peran Setditjen KSA mendukung kegiatan operasional Ditjen KSA dalam memperjuangkan kepentingan Indonesia serta menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan melalui kontribusi aktif dalam pembahasan berbagai isu yang mengemuka. Isu-isu strategis yang menjadi prioritas Setditjen KSA adalah operasionalisasi dan penguatan Setnas ASEAN - Indonesia, diseminasi infomasi mengenai Masyarakat ASEAN, perencanaan dan pengendalian anggaran, penyusunan dokumen Akuntabilitas dan Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP), penyusunan standard

operating procedures, pengawasan terlaksananya proses SPIP, terlaksananya proses

Reformasi Birokrasi dan pengusulan Setditjen KSA sebagai unit percontohan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (ZI WBK), serta penataan kelembagaan dan pengalihan jabatan administrasi menjadi jabatan fungsional.

Berbagai upaya telah dilaksanakan Setditjen KSA untuk mendukung tugas dan fungsi Ditjen KSA dalam upaya peningkatan peran dan kepemimpinan Indonesia dalam kerja sama ASEAN. Kepemimpinan Indonesia di ASEAN sangat penting untuk memastikan terwujudnya Masyarakat ASEAN yang bermanfaat bagi kepentingan nasional Indonesia. Sekretariat Ditjen KSA Bagian Perencanaan dan Organisasi Subbagian Perencanaan Subbagian Organisasi & Tata Laksana

Subbagian Monitoring & Evaluasi

Bagian Umum dan Kepegawaian Subbagian Perlengkapan Subbagian Kepegawaian Subbagian Rumah Tangga

Bagian Kerja Sama Antarlembaga Subbagian KS Antarlembaga Pilar Polkam Subbagian KS Antarlembaga Pilar Sosbud Subbagian KS Antarlembaga Pilar Ekonomi Subbagian Diseminasi Informasi KS ASEAN Bagian Keuangan Subbagian Penyusunan Anggaran Subbagian Pelaksanaan Anggaran

Subbagian Akutansi & Pelaporan Angaran

Bagian TU dan Kertas Kerja

Subbagian Tata Usaha Pimpinan

Subbagian Publikasi, Tata Persuratan, Dok

& Kearsipan

Subbagian Analisis Data, Penyusunan Kertas Kerja &

(7)

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

(8)

II. PERJANJIAN KINERJA S ta ke h o ld er In te rn al B u si ne ss P ro ce ss L ea rn in g & G ro w th S1. Tata Kelola Organisasi Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN yang baik

B1. Sumber Daya Manusia Direktorat Jenderal Kerja Sama

ASEAN yang kompeten

Organisasi Anggaran

Peta Strategi Setditjen Kerja Sama ASEAN KEMENTERIAN LUAR NEGERI

L2. Pengelolaan Anggaran Sekretariat

Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN yang Optimal Stakeholder: Direktorat Jenderal

Kerja Sama ASEAN, Unit Organisasi, Satuan Kerja

B2. Sarana dan prasarana Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN yang memadai

C u st o m er C1. Dukungan dan

komitmen nasional yang tinggi atas kebijakan luar negeri dan kesepakatan Kerja Sama ASEAN

B3. Pengelolaan Anggaran Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN yang Optimal

L1. Tata kelola organisasi Sekretariat Direktorat Jenderal

Kerja Sama ASEAN yang baik

(9)

Kode

SS Sasaran

Kode

IKU Indikator Kinerja Utama (IKU)

Target 2019

(1) (2) (3) (4) (5)

Stakeholder Perspective :

S1

Tata Kelola Organisasi Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN yang baik

S1.1 Nilai AKIP Direktorat Jenderal

Kerjasama ASEAN 79

S1.2

Indeks Engagement Pegawai Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN 3,75 (skala 5) Customer Perspective : C1

Dukungan dan komitmen nasional yang tinggi atas kebijakan luar negeri dan kesepakatan kerjasama ASEAN

C1.1

Persentase saran kebijakan yang disetujui untuk pelaksanaan kesepakatan kerjasama ASEAN di dalam negeri

98 %

Internal Business Process Perspective

B1

Sumber Daya Manusia Direktorat Jenderal Kerja

Sama ASEAN yang

Kompeten

B1.1

Persentase pejabat Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN yang memenuhi standar kompetensi jabatan

100%

B2

Sarana dan Prasarana Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN yang Memadai

B2.1

Persentase sarana dan prasarana Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN yang dipenuhi sesuai dengan rencana

100%

B3

Pengelolaan Anggaran Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN yang Optimal

B3.1

Persentase realisasi anggaran Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN

100%

Learning & Growth Perspective

L1

Tata Kelola Organisasi Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN yang baik

L1.1

Nilai Evaluasi AKIP Sekretariat Direktorat Jenderal Kerjasama

ASEAN 79

L2

Pengelolaan Anggaran Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN yang Optimal

L2.1

Persentase realisasi anggaran Sekretariat Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN

100% No. Kegiatan Pagu Anggaran Sebelum Revisi (Rp) Pagu Anggaran Setelah Revisi (Rp)

1. Sekretariat Direktorat Jenderal

Kerja Sama ASEAN 35.337.318.000,- 38.622.117.000,-

(10)

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

I. GAMBARAN UMUM AKUNTABILITAS

Capaian kinerja Setditjen KSA tahun 2019 sebesar 98.66%. Nilai ini menurun jika dibandingkan dengan nilai capaian pada tahun 2018 sebesar 99,18%. Penurunan capaian tahun 2019 dikarenakan capaian pada IKU persentase realisasi anggaran dan nilai AKIP baik untuk Ditjen KSA maupun Setditjen KSA belum mencapai target.

Tabel 1. Capaian Kinerja Organisasi Setditjen KSA 2019

No

Perspektif

Bobot

Capaian

1.

Stakeholders 25% 100.32%

2.

Customer 15% 102.04%

3.

Internal Business

Process 30% 98.71%

4.

Learning and Growth 30% 95.53%

Nilai Kinerja Organisasi

98.66%

Persentase realisasi anggaran kurang dari 100% dikarenakan adanya belanja pegawai yang tidak terserap akibat mutasi pagawai serta terdapat efisiensi anggaran salah satunya pada kegiatan Pro-PN. Sedangkan nilai evaluasi AKIP Setditjen KSA baru pertama kali dilakukan penilaian pada tahun 2019.

Sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan, Setditjen KSA senantiasa memberikan dukungan manajemen dan teknis bagi pelaksanaan kegiatan seluruh unit eselon II di lingkungan Ditjen KSA dalam memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia di ASEAN dan upaya pemasyarakatan ASEAN di Indonesia. Peningkatan dukungan Setditjen KSA tersebut tercermin pada pencapaian target kinerja yang dihasilkan dari indikator-indikator kinerja Setditjen KSA, sebagaimana dapat dilihat pada grafik di bawah ini.

Capaian Kinerja Organisasi Setditjen KSATahun 2018-2019

Stakeholders Customer Internal

Business Process Learning and Growth 87 .43 % 117.65 % 103.54 % 95.39% 100.32 % 102.04 % 98.71% 95.53% Capaian 2018 Capaian 2019

(11)

TABEL 2. PERBANDINGAN CAPAIAN KINERJA SETDITJEN KSA TAHUN 2018 DAN 2019

SASARAN IKU

TARGET REALISASI CAPAIAN TARGET REALISASI CAPAIAN

2018 2019 S1. Tata Kelola Organisasi Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN yang baik S1.1. Nilai AKIP Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN 80 78,13 97,66% 79 78,94 99.92% S1.2 Indeks Engagement Pegawai Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN 4 3,44 86,00% 3,75 (skala 5) 3.78 100.80% C1 : Dukungan dan komitmen nasional yang tinggi atas kebijakan luar negeri dan kesepakatan kerjasama ASEAN C1.1. Persentase saran kebijakan yang disetujui untuk pelaksanaan kesepakatan kerjasama ASEAN di dalam negeri 85% 100% 117,65% 98% 100% 102.04% B1 : Sumber Daya Manusia Direktorat Jenderal kerja Sama ASEAN yang Kompeten B1.1. Persentase pejabat Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN yang memenuhi standar kompetensi jabatan 75% 83.33% 111.11% 100% 100% 100%

(12)

SASARAN IKU

TARGET REALISASI CAPAIAN TARGET REALISASI CAPAIAN

2018 2019 B2 : Sarana dan Prasarana Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN yang Memadai B2.1. Persentase sarana dan prasarana Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN yang dipenuhi sesuai dengan rencana 100% 100% 100% 100% 100% 100% B3: Pengelolaan Anggaran Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN yang Optimal B3.1. Persentase realisasi anggaran Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN 100% 99.50% 99.50% 100% 96.12% 96.12% L1 : Tata Kelola Organisasi Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN yang baik L1.1. Evaluasi Nilai AKIP Sekretariat Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN - - - 79 75.31 95.33% L2 : Pengelolaan Anggaran Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN yang Optimal L2.1. Persentase realisasi anggaran Sekretariat Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN 100% 99.29% 99.29% 100% 95.72% 95.72% Capaian Keseluruhan 99.18% 98.66%

Dalam rangka memberikan kontribusi bagi pencapaian penguatan peran dan kepemimpinan Indonesia di ASEAN, Setditjen KSA telah melaksanakan berbagai kegiatan yang ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja tahun 2019 dengan dukungan anggaran sebesar Rp35.337.318.000,00 sebelum revisi, meningkat menjadi

(13)

73 74 75 76 77 78 79 80 81 2015 2016 2017 2018 2019 80.97 75.95 76.38 78.13 78.94

PERBANDINGAN NILAI AKIP DITJEN KSA

II. ANALISIS CAPAIAN KINERJA TAHUN 2019

II.1. STAKEHOLDERS PERSPECTIVE

Tata Kelola merupakan rangkaian proses, kebiasaan, kebijakan, aturan, dan institusi yang memengaruhi pengarahan, pengelolaan, serta pengontrolan suatu organisasi. Tata kelola juga mencakup hubungan antara para pemangku kepentingan

(stakeholders) yang terlibat dalam pengelolaan tujuan organisasi.

Analisis IKU S1.1: Nilai AKIP Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN

Pada tahun 2019, realisasi Nilai AKIP Ditjen KSA yaitu 78.94 dari target 79. Realisasi ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2018 dimana Nilai AKIP Ditjen KSA adalah 78.13. Nilai tersebut diperoleh dari hasil penilaian Inspektorat Jenderal yang disampaikan melalui nota dinas.

Peningkatan nilai AKIP menjadi 78.94 disebabkan konsistensi masing-masing unit kerja di Ditjen KSA melakukan koordinasi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kinerja, yaitu antara Manajer Kinerja Organisasi dengan Sub-Manajer Kinerja Organisasi dari masing-masing unit kerja. Selain itu, koordinasi yang erat juga dijalin dengan Biro Perencanaan Organisasi (BPO) sebagai unit pengawas dan verifikator kinerja unit organisasi. Berikut tabel capaian IKU dimaksud:

Tabel 3. Capaian IKU S1.1 Tahun 2019

IKU S1.1 INFORMASI KINERJA

Nilai AKIP Direktorat Jenderal Kerja

Sama ASEAN

Laporan Hasil Evaluasi AKIP dari Inspektorat Jenderal

Target 79

Realisasi 78.94

Capaian 99.92%

Nilai AKIP Ditjen KSA yang diklaim di tahun 2019 merupakan nilai AKIP tahun 2018. Penilaian AKIP ini mengacu pada PermenPAN nomor 12 tahun 2015 tentang Pedoman Evaluasi dan Implementasi Sistem AKIP, yang menetapkan kriteria dalam penilaian hasil evaluasi.

Sasaran Strategis (S1): Tata Kelola Organisasi Direktorat Jenderal

Kerja Sama ASEAN yang baik

(14)

pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan melalui sistem pertanggungjawaban secara periodik. Evaluasi AKIP mencakup seluruh proses pengelolaan kinerja dari suatu organisasi secara baik dan akuntabel di dalam satu siklus kinerja, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengukuran, pelaporan hingga evaluasi. Dalam hal ini, penyusunan dokumen AKIP seperti Renstra, PK dan LKj merupakan salah satu komponen penting dalam mewujudkan pengelolaan kinerja organisasi yang akuntabel.

Tabel 4. Capaian Komponen AKIP Ditjen KSA Tahun 2018-2019

No Komponen yang Dinilai Bobot Nilai 2018 Nilai 2019

A Perencanaan Kinerja 30% 24.55 25.36

B Pengukuran Kinerja 25% 19.69 20.00

C Pelaporan Kinerja 15% 11.54 11.81

D Evaluasi Internal 10% 6.52 6.52

E Pencapaian Sasaran/Kinerja Organisasi 20% 15.83 15.25

Nilai Hasil Evaluasi AKIP 100% 78.13 78.94

Tingkat Akuntabilitas Kinerja BB BB

Prestasi “BB” dengan range nilai >70-80 dengan arti “Sangat Baik”, menandakan bahwa Ditjen KSA telah akuntabel, berkinerja baik, dan memiliki sistem manajemen kinerja yang andal. Selain itu, Ditjen KSA senantiasa melakukan perbaikan akuntabilitas dengan melaksanakan perencanaan hingga evaluasi kegiatan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Perkembangan nilai AKIP Ditjen KSA dalam lima tahun terakhir, seperti tergambar dalam tabel berikut ini :

Tabel 5. Perbandingan Target, Realisasi dan Capaian IKU Nilai Evaluasi AKIP Ditjen KSA Tahun 2015-2019

2015 2016 2017 2018 2019

TARGET 75 80 80 80 79

REALISASI 80,97 75,95 76,38 78,13 78,94

CAPAIAN 107,96% 94,93% 95,47% 97,66% 99,92%

Efisiensi sumber daya yang dilakukan dalam rangka pencapaian IKU adalah mengoptimalkan penggunaan aplikasi yang telah tersedia untuk perencanaan, pelaksanaan, serta pemantauan dan evaluasi kinerja dan anggaran serta meningkatkan koordinasi yang erat dengan unit kerja dan organisasi serta K/L terkait.

Kendala yang dihadapi dalam upaya meningkatkan tingkat akuntabilitas kinerja di Ditjen KSA salah satunya adalah masih kurangnya pemahaman tentang cara menyusun dokumen perencanaan hingga beberapa kali terjadi perbedaan data dan informasi baik yang terkait penataan kelembagaan, RKAK/L, PK, dan LKj dikarenakan pergantian SDM yang menangani masalah dokumen SAKIP. Selain itu, kurangnya SDM yang ahli dalam bidang perencanaan juga mengakibatkan kualitas dokumen perencanaan yang dihasilkan tidak maksimal.

Guna meningkatkan kualitas dan implementasi dokumen AKIP Ditjen KSA di tahun mendatang, akan dilakukan upaya perbaikan seperti penyampaian dokumen AKIP secara tertib waktu dan publikasi dokumen AKIP melalui website Kemlu. Selain itu, pada pelaksanaan dokumen perencanaan kinerja setiap tahunnya, Ditjen KSA akan mereviu

(15)

dokumen Renstra untuk menjaga keselarasan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Ditjen KSA apabila terdapat perkembangan/perubahan program dikarenakan adanya kebijakan baru ataupun penyesuaian alokasi anggaran.

Analisis IKU S1.2: Indeks engagement pegawai Direktorat Jenderal Kerja Sama

ASEAN

Engagement pegawai adalah suatu kondisi dimana pegawai puas dengan

pekerjaannya serta merasa memiliki keterlibatan, komitmen, keinginan berkontribusi dan rasa memiliki (ownership) yang tinggi terhadap lembaga. Pada engagement pegawai tidak hanya kepuasan kerja yang diharapkan, namun di dalamnya juga menumbuhkan semangat, rasa saling percaya (trust), loyalitas terhadap pekerjaan dan organisasi/institusi serta kebanggaan terhadap organisasi/institusi tempat bekerja.

Pada tahun 2019, realisasi IKU Indeks Engagement Pegawai Ditjen KSA yaitu 3.78 dari target 3.75. Indeks tersebut diperoleh dari hasil penilaian

employee engagement survey (EES)

tahun 2019. Nilai tersebut naik dibandingkan tahun 2018 yang mencapai 3.44. Peningkatan ini disebabkan adanya kegiatan yang dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas pegawai serta diseminasi informasi terkait kepegawaian. Berikut tabel capaian IKU dimaksud:

Tabel 6. Capaian IKU S1.2 Tahun 2019

IKU S1.2 INFORMASI KINERJA

Indeks engagement pegawai Direktorat Jenderal Kerja Sama

ASEAN

Hasil penilaian employee engagement survey (EES) tahun 2019

Target 3.75

Realisasi 3.78

Capaian 100.80%

EES tahun 2019 bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tingkat

engagement pegawai Kemlu, termasuk Setditjen KSA terhadap kapasitas organisasi.

Komitmen unsur pimpinan di setiap satuan kerja menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan partisipasi pegawai dalam survei dimaksud. Terdapat dinamika dalam engagement pegawai Ditjen KSA seiring dengan perkembangan waktu dan perputaran pegawai. Berikut tabel perbandingan nilai Indeks Engagement Pegawai Ditjen KSA dalam tiga tahun terakhir:

Tabel 7. Perbandingan Target, Realisasi dan Capaian IKU Indeks Engagement Pegawai Ditjen KSA Tahun 2017-2019

2017 2018 2019 TARGET 3 4 3,75 REALISASI 3,55 3,44 3.78 TARG ET RE ALIS ASI TARG ET RE ALIS ASI TARG ET RE ALIS ASI 2017 2018 2019 3 3.55 4 3.44 3.75 3.78 S1.2. Indeks Engagement

(16)

EES 2019 menunjukkan bahwa secara umum pegawai merasa puas dengan aspek-aspek yang diukur namun dalam tingkatan kepuasan minimal. Metode pengukuran EES tahun 2019 berbeda dengan pengukuran EES pada tahun-tahun sebelumnya. Untuk tahun 2019, EES mengukur 3 dimensi pengukuran, yang dijabarkan dalam 12 subdimensi yang mempengaruhi faktor engagement pegawai, sebagai berikut:

Dimensi Subdimensi

Sistem SDM

1. Manajemen Kinerja

2. Pelatihan & Pengembangan Karir 3. Rekrutmen, Seleksi & Penempatan 4. Remunerasi (Kompensasi & Benefit)

Organisasi

5. Kejelasan Visi, Misi, Strategi & Nilai-nilai Organisasi 6. Kredibilitas Manajemen Puncak

7. Perhatian & Penghargaan 8. Tugas & Peran dalam Organisasi

Kepemimpinan dan lklim Kerja

9. Atasan Langsung 10. Fasilitas Kerja 11. Suasana Kerja

12. Komunikasi & Kerja Sama

Efisiensi sumber daya yang dilakukan dalam rangka pencapaian IKU ini adalah dengan melaksanakan kegiatan rapat koordinasi rutin di ruang rapat yang telah tersedia guna meningkatkan koordinasi antara pimpinan dan staf di Ditjen KSA. Rapat dipimpin oleh Direktur Jenderal KSA dan dihadiri oleh para eselon II Ditjen KSA dan seluruh staf dilaksanakan sebanyak 6 kali pada tahun 2019. Selain itu, Ditjen KSA juga turut memfasilitasi dalam hal pengembangan kompetensi pegawai melalui pemberian informasi terkait pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan baik dari internal maupun dari eksternal Kemlu menggunakan optimalisasi anggaran maupun dana beasiswa dari pihak ketiga.

Kendala yang dihadapi oleh Setditjen KSA dalam pencapaian IKU ini adalah masih kurangnya partisipasi pegawai dalam mengisi survei EES 2019. Hal ini juga dikarenakan masih belum terpenuhinya posisi jabatan struktural di Ditjen KSA sehingga beberapa jabatan struktural kosong dan pelaksanaan tugasnya dirangkap oleh pegawai lainnya yang ada dan menyebabkan pegawai tersebut overload beban tugasnya.

Sebagai langkah ke depan, dalam rangka mendorong partisipasi pegawai dalam survei engagement, maka perlu dilakukan diseminasi informasi program dan kegiatan kepegawaian secara berkelanjutan dan meningkatkan koordinasi dengan unit kerja Ditjen KSA. Selain itu, perlu juga dilakukan penambahan program dan kegiatan yang bertujuan untuk peningkatan kapasitas pegawai.

II.2. CUSTOMER PERSPECTIVE

Dalam rangka memastikan implementasi Kerja Sama ASEAN yang sejalan dengan kepentingan nasional, Ditjen KSA perlu memberikan rekomendasi kepada K/L

focal point untuk mendorong implementasi atau tindak lanjut kesepakatan bilateral,

regional, dan negara-negara ASEAN terkait pada level nasional. Hal ini dilakukan

Sasaran Strategis (C1): Dukungan dan komitmen nasional yang

tinggi atas kebijakan luar negeri dan kesepakatan dalam Kerja

Sama ASEAN

(17)

dengan berbagai kegiatan penyampaian saran dan kebijakan guna memastikan dukungan dan komitmen nasional yang tinggi atas kesepakatan Kerja Sama ASEAN.

Analisis IKU C1.1: Persentase saran kebijakan yang disetujui untuk pelaksanaan kesepakatan Kerja Sama ASEAN di dalam negeri

IKU ini diharapkan dapat mengukur peran Setditjen KSA dalam mendorong kesepakatan ASEAN untuk dapat diimplementasikan oleh para pemangku kepentingan di dalam negeri. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden dan Menteri Luar Negeri untuk mengedepankan diplomasi untuk rakyat. Agar Kerja Sama ASEAN memiliki manfaat bagi rakyat, maka hasil kesepakatan yang dicapai di ASEAN perlu ditindaklanjuti oleh para pemangku kepentingan di dalam negeri. Untuk itu, Setditjen KSA memiliki peran untuk mendorong disetujuinya pelaksanaan kesepakatan-kesepakatan ASEAN di dalam negeri.

Pada tahun 2019, realisasi persentase saran kebijakan yang disetujui untuk pelaksanaan kesepakatan Kerja Sama ASEAN di dalam negeri mencapai 100% dari target 98%. Capaian IKU ini pada tahun 2019 adalah sebesar 102.04%. Capaian ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan capaian tahun 2018 sebesar 117.65%. Penurunan ini disebabkan Setditjen KSA menaikkan target IKU secara signifikan dari 85% pada 2018 menjadi 98% di tahun 2019. Meski demikian, realisasi persentase saran kebijakan yang disetujui dapat diwujudkan 100%.

Realisasi tersebut dapat dicapai karena beberapa upaya seperti (1) koordinasi berkelanjutan dengan semua stakeholder terkait diseminasi informasi mengenai ASEAN dan (2) kerja sama dengan PSA sehingga dapat meningkatkan penyampaian saran kebijakan kepada akademisi maupun mahasiswa.

Tabel 8. Capaian IKU C1.1 Tahun 2019

IKU C1.1 INFORMASI KINERJA

Persentase saran kebijakan yang disetujui untuk pelaksanaan kesepakatan Kerja Sama ASEAN di dalam negeri

Saran kebijakan yang disampaikan 16 Saran kebijakan yang disetujui 16

Formula:

Jumlah saran kebijakan yang disetujui untuk pelaksanaan kesepakatan ASEAN --- x 100%

Jumlah saran kebijakan yang dikemukakan untuk pelaksanaan kesepakatan ASEAN

Target 98% 75% 80% 85% 90% 95% 100% TARG ET RE ALIS ASI TARG ET RE ALIS ASI TARG ET RE ALIS ASI 2017 2018 2019 85% 100% 85% 100% 98% 100.00%

Persentase saran kebijakan yang

disetujui untuk pelaksanaan

kesepakatan kerjasama ASEAN di

(18)

Pada tahun 2019, Setditjen KSA telah menyampaikan 16 saran kebijakan melalui berbagai kegiatan antara lain rapat Setnas ASEAN-Indonesia, kegiatan diseminasi termasuk pembuatan laman Setnas ASEAN, penyusunan Majalah, buku promosi/publikasi ASEAN, pertemuan PSA dan siaran Radio, serta pelaksanaan Proyek Prioritas Nasional. Rincian 16 saran kebijakan tersebut dapat dilihat dalam matriks informasi kinerja. Secara garis besar, saran kebijakan yang telah disampaikan dan disetujui antara lain:

1. Perlunya pemahaman akan sejarah, latar belakang, semboyan, bendera, piagam dan keketuaan ASEAN, pilar masyarakat ASEAN dan manfaatnya bagi masyarakat, kegiatan ASEAN dalam setahun, termasuk kegiatan ASEAN bagi pemuda serta peran pemuda, yang disampaikan melalui laman website Setnas ASEAN, penerbitan majalah ASEAN, serta buku Ayo Kenali ASEAN dan ASEAN Selayang Pandang. 2. Informasi mengenai peran Pemerintah Indonesia dalam kerja sama ASEAN dan

mendorong tindak lanjut kesepakatan ASEAN, yang disampaikan melalui kegiatan diseminasi informasi pada media elektronik Radio MNC Trijaya dan pertemuan dengan Pusat Studi ASEAN (PSA)

3. Perlunya pemahaman akan isu asap lintas batas, sampah laut, buruh migran, dan penanggulangan bencana di ASEAN; serta isu kondisi perekonomian ASEAN,

Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), Mutual Recognition

Arrangements (MRA), investasi, pertanian, pariwisata dan energi di ASEAN, UMKM,

serta perang dagang AS-Tiongkok dan implikasinya bagi Indonesia, yang disampaikan melalui kegiatan diseminasi di berbagai universitas di Indonesia.

4. Penguatan Kelembagaan Setnas ASEAN Indonesia melalui penyusunan RPerpres tentang Kelembagaan dan Tugas Fungsi Setnas ASEAN Indonesia.

5. Implementasi Cetak Biru ASEAN 2025 melalui Perumusan Modul Pengajaran mengenai ASEAN bagi Guru dan Buku Referensi dan Aktivitas ASEAN bagi Siswa Tingkat Dasar dan Menengah.

Dalam lima tahun terakhir, persentase saran kebijakan yang disetujui untuk pelaksanaan kesepakatan Kerja Sama ASEAN di dalam negeri tergambar dalam tabel berikut ini :

Tabel 9. Perbandingan Target, Realisasi dan Capaian

IKU Persentase Saran Kebijakan Yang Disetujui Untuk Pelaksanaan Kesepakatan Kerja Sama ASEAN Di Dalam Negeri Tahun 2015-2019

2015 2016 2017 2018 2019

TARGET 85% 70% 85% 85% 98%

REALISASI 53,62% 100% 100% 100% 100,00%

CAPAIAN 63,08% 142,86% 117,65% 117,65% 102,04%

(19)

Efisiensi sumber daya yang dilakukan dalam rangka pencapaian IKU ini adalah dengan penggunaan media daring dalam penyampaian informasi dan penugasan pejabat dan staf yang berkompeten dalam penyampaian saran dan kebijakan.

Kendala yang dihadapi oleh Setditjen KSA dalam melaksanakan IKU persentase saran kebijakan yang disetujui untuk pelaksanaan kesepakatan Kerja Sama ASEAN di dalam negeri antara lain:

- Kurangnya SDM di Ditjen KSA sehingga beberapa jabatan struktural kosong dan pelaksanaan tugasnya dirangkap oleh pegawai lainnya yang ada sehingga menyebabkan kelebihan beban tugas bagi pegawai;

- Adanya tumpeng tindih tugas tim penyusun bahan promosi pemasyarakatan ASEAN dengan tusi pekerjaanya;

- Adanya hambatan dalam alur koordinasi dengan beberapa pemangku kepentingan terkait yang memiliki peranan krusial untuk mencapai target IKU;

- Kurangnya data dan informasi terkait kegiatan ASEAN yang dapat diunggah ke laman website.

Sebagai langkah ke depan, maka akan dilakukan optimalisasi anggaran berdasarkan prioritas dan urgensi serta peningkatan kualitas SDM di lingkungan Setditjen KSA. Beberapa hal yang kiranya dapat ditindaklanjuti sebagai langkah antisipasi untuk tahun mendatang, yaitu:

- Memilih Tim Penyusun Majalah berdasarkan kriteria yang ditentukan dan disesuaikan dengan kebutuhan dari masing - masing tugas.

- Melakukan koordinasi perencanaan pada awal tahun, melakukan evaluasi kegiatan dan anggaran setiap bulan, dan disiplin dalam melaksanakan kegiatan sesuai dengan dokumen Perjanjian Kinerja.

- Meningkatkan sinergitas dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait.

- Mendorong keikutsertaan pegawai dalam pelatihan atau bimbingan teknis penulisan berita bagi pegawai dan mendorong kontribusi setiap Direktorat untuk memberikan data dan informasi.

II.3 INTERNAL BUSINESS PROCESS PERSPECTIVE

Sumber Daya Manusia Ditjen KSA yang berkompeten mencakup pegawai Ditjen KSA yang dibina dan dikembangkan potensinya serta dapat memenuhi kriteria kondisi internal yang mencakup unsur pengetahuan, keterampilan, interpesonal dan intrapersonal yang mampu menunjang pencapaian kinerja organisasi secara optimal. Berkompeten juga memiliki arti memiliki kemampuan dan wewenang yang memadai untuk memutuskan sesuatu.

Analisis IKU B1.1: Persentase Pejabat di Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN yang Memenuhi Standar Kompetensi Jabatan

Pada tahun 2019, realisasi IKU Persentase Pejabat di Ditjen KSA yang Memenuhi Standar Kompetensi Jabatan sudah terpenuhi, yaitu 100% dari target 100%. Realisasi ini meningkat dari realisasi tahun sebelumnya sebesar 83,33%. Namun,

Sasaran Strategis (B.1): Sumber Daya Manusia Direktorat Jenderal

(20)

Penurunan capaian ini dikarenakan

peningkatan target yang cukup signifikan pada tahun 2019 dari 75% menjadi 100%. Meski begitu, realisasi mengalami peningkatan karena didukung oleh komitmen Ditjen KSA untuk mengisi posisi jabatan struktural melalui mekanisme seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya dan Pratama yang diselenggarakan oleh Biro Sumber Daya Manusia (BSDM).

Tabel 10. Capaian IKU B1.1 Tahun 2019

IKU B1.1 INFORMASI KINERJA

Persentase Pejabat di Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN yang Memenuhi Standar Kompetensi Jabatan

Pejabat (Eselon I s.d. II) di lingkungan Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN yang telah memenuhi kompetensi jabatan

6

Pejabat (Eselon I s.d. II) di lingkungan Direktorat Jenderal

Kerja Sama ASEAN 6

Formula:

Jumlah Pejabat (Eselon I s.d. II) di lingkungan Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN yang telah memenuhi

kompetensi jabatan

--- X 100% Jumlah Pejabat (Eselon I s.d. II) di lingkungan Direktorat

Jenderal Kerja Sama ASEAN

Target 100%

Realisasi 100%

Capaian 100%

Sumber daya manusia merupakan aset penting dalam suatu organisasi sehingga strategi pengembangan SDM perlu dilakukan dalam rangka membentuk SDM yang kompeten. Kompetensi merupakan kombinasi antara keterampilan (skill), atribut personal dan pengetahuan (knowledge) yang tercermin melalui perilaku kerja yang dapat diamati, diukur dan dievaluasi.

Untuk memastikan setiap jabatan diisi oleh pegawai yang sesuai dengan kompetensinya maka pengisian jabatan Eselon I dan II Ditjen KSA dilakukan secara terbuka dan kompetitif melalui mekanisme seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya dan Pratama yang diselenggarakan oleh BSDM. Pengisian JPT tersebut dilakukan dengan memperhatikan syarat kompetensi, kualifikasi, kepangkatan,

60% 67.77% 60% 74.44% 75% 66.67% 75% 83.33% 100% 100% 0% 20% 40% 60% 80% 100% 120% TAR G ET RE ALIS ASI TARG ET RE ALIS ASI TARG ET RE ALIS ASI TARG ET RE ALIS ASI TARG ET RE ALIS ASI 2015 2016 2017 2018 2019

Persentase pejabat Ditjen KSA yang memenuhi standar kompetensi jabatan

(21)

pendidikan dan pelatihan, rekam jejak jabatan, dan integritas serta persyaratan jabatan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Tabel 11. Bezetting Pegawai di Ditjen KSA

I II I II I II DIRJEN 1 1 1 1 0 0 SETDITJEN 1 1 1 1 0 0 DIT. KS POLKAM 1 1 1 1 0 0 DIT. KSEA 1 1 1 1 0 0 DIT. KS SOSBUD 1 1 1 1 0 0 DIT. KS EKSTERNAL 1 1 1 1 0 0 JUMLAH 1 5 6 1 5 6 0 0 0 ESELON JML KET UNIT

FORMASI BEZETTING KEKOSONGAN ESELON

JML KET ESELONJML KET

Berikut ini tabel perbandingan persentase pejabat di Ditjen KSA yang memenuhi standar kompetensi jabatan dalam 5 (lima) tahun terakhir:

Tabel 12. Perbandingan Target, Realisasi dan Capaian

IKU Persentase Pejabat di Ditjen KSA yang Memenuhi Standar Kompetensi Jabatan Tahun 2015-2019

2015 2016 2017 2018 2019

TARGET 60% 60% 75% 75% 100%

REALISASI 67,77% 74,44% 66,67% 83,33% 100%

CAPAIAN 112,95% 124,07% 88,89% 111,11% 100,00%

Efisiensi sumber daya yang dilakukan dalam rangka pencapaian IKU ini adalah koordinasi dengan satuan kerja terkait, antara lain, BSDM sehingga proses JPT dapat berlangsung sesuai dengan waktu yang tepat.

Dalam pencapaian kinerja ini, faktor pendukung keberhasilan adalah kelancaran proses JPT yang dapat berjalan sesuai jadwal sehingga tidak terjadi kekosongan formasi JPT dalam waktu yang lama. Sebagai langkah ke depan, Setditjen KSA akan terus berkoordinasi dengan BSDM dalam hal pengisian JPT di Ditjen KSA.

Ketersediaan sarana dan prasarana merupakan salah satu komponen penting yang harus terpenuhi dalam menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi Ditjen KSA. Dalam kaitan ini, kegiatan penyediaan sarana dan prasarana (sarpras) merupakan tugas dan fungsi dari Setditjen KSA. Kegiatan sarpras diawali dengan menyusun rencana kebutuhan bersama dengan unit terkait di lingkungan Ditjen KSA, menganalisis kebutuhan termasuk evaluasi kondisi existing, menetapkan metode pengadaan dan pengusulan anggaran. Selain melakukan pengadaan, juga dilakukan identifikasi dan

Sasaran Strategis (B.2): Sarana dan Prasarana Direktorat Jenderal

Kerja Sama ASEAN yang Memadai

(22)

Analisis IKU B2.1 : Persentase sarana dan prasarana Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN yang dipenuhi sesuai dengan rencana

Pada tahun 2019, realisasi IKU persentase sarana dan prasarana Ditjen KSA yang dipenuhi sesuai dengan rencana telah terpenuhi, yaitu 100% dari target 100%. Capaian ini sama dengan capaian tahun 2018. Pencapaian kinerja 100% yang konsisten selama dua tahun berturut-turut mencerminkan komitmen Ditjen KSA untuk terus meningkatkan dukungan dan layanan organisasi dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi. Konsistensi pencapaian ini disebabkan proses pelaksanaan pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana telah sesuai dengan rencana. Capaian IKU ini dapat digambarkan dalam tabel di bawah ini:

Tabel 13. Capaian IKU B2.1

IKU B2.1 INFORMASI KINERJA

Persentase sarana dan prasarana Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN yang dipenuhi sesuai dengan rencana

Ketersediaan sarana dan prasarana 149 unit Ketersediaan sarana dan

prasarana sesuai perencanaan 149 unit Formula:

Realisasi ketersediaan sarana dan prasarana

--- X 100% Ketersediaan sarana dan

prasarana sesuai perencanaan

Target 100%

Realisasi 100%

Capaian 100%

Realisasi Kinerja IKU B2.1 ini berupa pemenuhan kebutuhan sarpras kantor Ditjen KSA tahun 2019 sesuai perencanaan kebutuhan yang telah ditetapkan. Pemenuhan sarana dan prasarana dilakukan dengan metode pengadaan langsung BMN diantaranya berupa perangkat pengolah data dan komunikasi, peralatan fasilitas perkantoran dan kendaraan dinas. Selain pemenuhan kebutuhan, telah dilakukan juga penghapusan BMN berupa kendaraan roda empat, yaitu 1 Toyota Corolla, 1 Toyota Altis, 3 Toyota Innova. Telah dikeluarkan ijin prinsip untuk melakukan lelang terhadap BMN tersebut. Dalam lima tahun terakhir, persentase sarana dan prasarana Ditjen KSA yang dipenuhi sesuai dengan rencana tergambar dalam tabel dan grafik berikut ini:

Tabel 14. Perbandingan Target, Realisasi dan Capaian

IKU Persentase Sarana dan Prasarana Ditjen KSA Yang Dipenuhi Sesuai Dengan Rencana Tahun 2015-2019

2015 2016 2017 2018 2019

TARGET 80% 80% 80% 100% 100%

REALISASI 85,90% 117,59% 86,86% 100% 100%

(23)

Efisiensi sumber daya yang dilakukan dalam rangka pencapaian IKU ini adalah meningkatkan kompetensi pejabat pengadaan barang dan jasa yang menjabat serta optimalisasi penggunaan anggaran untuk memenuhi kebutuhan sarpras.

Dalam pencapaian IKU ini tidak terdapat kendala. Sebagai langkah ke depan, maka Setditjen KSA akan secara berkelanjutan memberikan pemahaman mengenai mekanisme dan prosedur pengadaan kepada seluruh pejabat dan staf di lingkungan Ditjen KSA. Setditjen KSA juga akan terus berkoordinasi dengan unit kerja dan organisasi serta K/L terkait, seperti BUM dan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kemlu.

Pengelolaan anggaran adalah rencana keuangan periodik yang disusun berdasarkan program yang telah disahkan dan merupakan rencana tertulis mengenai kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan secara kuantitatif dan dinyatakan dalam satuan moneter untuk jangka waktu tertentu (periode) di masa yang akan datang. Optimal berarti paling baik dan tertinggi, sedangkan akuntabel berarti dapat dipertanggungjawabkan. Anggaran yang optimal diharapkan untuk dicapai dengan penyerapan anggaran yang maksimal serta terpenuhinya target-target kinerja yang telah ditetapkan.

Analisis IKU B3.1: Persentase realisasi anggaran di Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN

Pada tahun 2019, realisasi IKU persentase realisasi anggaran di Ditjen KSA, yaitu 96.12% dari target 100% (Tabel 16). Pagu anggaran Ditjen KSA pada tahun 2019 sebelum revisi adalah sebesar Rp54.185.182.000,-. Untuk memenuhi kenaikan Gaji Pokok dan kenaikan Tunjangan Kinerja, Ditjen Kerja Sama ASEAN memperoleh ABT Belanja Pegawai dari Ditjen Anggaran, Kementerian Keuangan sebesar Rp3.284.799.000,- sehingga pagu total menjadi sebesar Rp57.469.981.000.

80% 85.90% 80% 117.59% 80% 86.86% 100% 100% 100% 100% 0% 20% 40% 60% 80% 100% 120% 140% TARG ET RE ALIS ASI TARG ET RE ALIS ASI TARG ET RE ALIS ASI TARG ET RE ALIS ASI TARG ET RE ALIS ASI 2015 2016 2017 2018 2019

Persentase sarana dan prasarana Ditjen KSA yang dipenuhi sesuai dengan rencana

Sasaran Strategis B.3: Pengelolaan Anggaran di Direktorat

Jenderal Kerja Sama ASEAN yang Optimal

(24)

Realisasi Anggaran Ditjen KSA TA 2019 sebesar Rp55.241.009.145 atau 96,12% dari total pagu anggaran sebesar Rp57.469.981.000 (setelah ditambah ABT Belanja Pegawai). Capaian tahun 2019 sebesar 96.12% lebih kecil dibandingkan dengan capaian tahun 2018 sebesar 99.50%. Penurunan ini dikarenakan adanya belanja pegawai yang tidak terserap akibat adanya mutasi pegawai serta efisiensi anggaran contohnya pada kegiatan Pro-PN.

Tabel 15. Capaian IKU B3.1

IKU B3.1 INFORMASI KINERJA

Persentase realisasi anggaran di Direktorat

Jenderal Kerja Sama ASEAN Pagu Anggaran Rp57.469.981.000 Realisasi Anggaran Rp55.241.009.145 Formula: Realisasi Anggaran --- x 100% Pagu Anggaran Target 100% Realisasi 96.12% Capaian 96.12%

Berdasarkan hasil evaluasi KPPN, Ditjen KSA memperoleh peringkat 1 (satu) dalam kategori Nilai IKPA Terbaik untuk Pagu Sedang di lingkup KPPN Jakarta satu tahun 2019. Nilai IKPA Ditjen KSA adalah sebesar 98.65. Capaian IKPA Ditjen KSA tersebut melebihi capaian IKPA Kemlu sebesar 91.53. Pencapaian ini merupakan hasil dari beberapa upaya sebagai berikut: (1) Pelaksanaan anggaran sesuai rencana yang tertera pada RPD; (2) Capaian output keluaran sesuai dengan target yang ditetapkan di awal; dan (3) Ketepatan dalam pembuatan SPP dan SPM.

Dalam tiga tahun terakhir, persentase realisasi anggaran di Ditjen KSA tergambar tabel berikut ini:

Tabel 16. Perbandingan Target, Realisasi dan Capaian

IKU Persentase Realisasi Anggaran di Ditjen KSA Tahun 2017-2019

2017 2018 2019

TARGET 95% 100% 100%

REALISASI 97,29% 99,50% 96,12%

CAPAIAN 102,41% 99,50% 96,12%

Efisiensi sumber daya yang dilakukan dalam rangka pencapaian IKU ini adalah kompetensi SDM dalam melakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi anggaran yang sudah memenuhi kriteria dan penggunaan aplikasi dalam rangka memudahkan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi anggaran.

92% 93% 94% 95% 96% 97% 98% 99% 100% TARG ET RE ALIS ASI TARG ET RE ALIS ASI TARG ET RE ALIS ASI 2017 2018 2019 95% 97.29% 100% 99.50% 100% 96.12% Persentase realisasi anggaran Ditjen

(25)

Dalam pencapaian IKU ini, kendala yang dihadapi adalah perubahan jadwal kegiatan yang berakibat pada perubahan realisasi anggaran. Selain itu, kegiatan Pro-PN pembuatan modul dianggarkan dengan biaya cetakan menggunakan spesifikasi terbaik namun ternyata sudah ada standar spesifikasi dari Kemdikbud. Dengan demikian, terdapat efisiensi anggaran pencetakan modul. Solusi yang dilakukan atas kendala tersebut adalah melakukan revisi RPD serta revisi RAB kegiatan.

Sebagai langkah ke depan, Setditjen KSA akan memastikan pelaksanaan anggaran sesuai dengan rencana aksi dan rencana penarikan dana. Dalam kaitan ini, identifikasi kebutuhan anggaran oleh masing-masing pelaksana kegiatan harus dilakukan secara rinci, termasuk level akun dan komponen untuk meminimalisir frekuensi revisi anggaran. Selain itu, diseminasi mengenai Standar Biaya Masukan dan Tata Cara Revisi anggaran akan dilakukan secara berkelanjutan agar pengelola keuangan dan pelaksana kegiatan dapat memperoleh pemahaman mengenai penganggaran dan implementasi kegiatan yang sesuai dengan ketentuan.

II.4. LEARNING AND GROWTH PERSPECTIVE

Tata Kelola Organisasi merupakan rangkaian proses, kebiasaan, kebijakan, aturan, dan institusi yang memengaruhi pengarahan, pengelolaan, serta pengontrolan suatu organisasi. Tata kelola juga mencakup hubungan antara para pemangku kepentingan (stakeholders) yang terlibat dalam pengelolaan tujuan organisasi. Adapun ruang lingkup kinerja adalah Setditjen KSA.

Analisis IKU L.1.1: Nilai evaluasi AKIP Sekretariat Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN

Pada tahun 2019, realisasi Nilai Evaluasi AKIP Setditjen KSA adalah 75.31 dari target 79. Nilai tersebut diperoleh dari hasil penilaian Inspektorat Jenderal yang disampaikan melalui nota dinas Inspektur Wilayah I nomor 00852/PW/01/2020/68 tanggal 6 Januari 2020. Tidak tercapainya target IKU ini dikarenakan belum dipublikasikannya dokumen PK dan LKj Setditjen KSA melalui unggah data pada portal Kemlu. Berikut tabel capaian IKU dimaksud:

Tabel 17. Capaian IKU L.1.1Tahun 2019

IKU L.1.1 INFORMASI KINERJA

Nilai AKIP Sekretariat

Direktorat Jenderal Kerja

Sama ASEAN

Laporan Hasil Evaluasi AKIP dari Inspektorat Jenderal

Target 79

Realisasi 75.31

Capaian 95.33%

Evaluasi AKIP pada tingkat Eselon II merupakan yang pertama kali dilakukan di lingkungan Kemlu meskipun LKj Tahunan Eselon II telah disusun sejak beberapa tahun

Sasaran Strategis L.1: Tata Kelola Organisasi di Sekretariat

Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN yang Baik

(26)

Tabel 18. Capaian Komponen AKIP Setditjen KSATahun 2018

No Komponen yang Dinilai Bobot Nilai 2018

A Perencanaan Kinerja 30% 25.14

B Pengukuran Kinerja 25% 17.50

C Pelaporan Kinerja 15% 11.06

D Evaluasi Internal 10% 6.52

E Pencapaian Sasaran/Kinerja Organisasi 20% 15.09

Nilai Hasil Evaluasi AKIP 100% 75.31

Tingkat Akuntabilitas Kinerja BB

(Sangat Baik) Sebagai bagian dari akuntabilitas, Setditjen KSA juga telah melakukan berbagai upaya, antara lain melalui penguatan Reformasi Birokrasi. Dalam kaitan ini, pada tahun 2019, Setditjen KSA telah diusulkan untuk menjadi unit percontohan ZI WBK.

Selain itu, Setditjen KSA juga telah meningkatkan kegiatan pengawasan melalui pelaksanaan dan pelaporan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP). Berdasarkan penilaian terhadap laporan SPIP tahun 2018, masing-masing unit kerja pada Ditjen KSA, termasuk Setditjen KSA dinilai telah cukup rapi dan memahami SPIP.

Efisiensi sumber daya yang dilakukan dalam rangka pencapaian IKU adalah mengoptimalkan penggunaan aplikasi yang telah tersedia untuk pemantauan dan evaluasi kinerja dan anggaran serta meningkatkan koordinasi yang erat dengan unit kerja dan organisasi serta Kementerian terkait.

Kendala yang dihadapi dalam upaya meningkatkan tingkat akuntabilitas kinerja di Setditjen KSA salah satunya adalah masih kurangnya pemahaman tentang cara menyusun dokumen perencanaan hingga beberapa kali terjadi perbedaan data dan informasi yang terkait penataan kelembagaan, RKAK/L, PK, dan LKj yang dikarenakan pergantian SDM yang menangani masalah dokumen SAKIP. Selain itu, kurangnya jumlah SDM juga menghambat pelaksanaan manajemen kinerja organisasi yang mengakibatkan penyelesaian dokumen evaluasi kinerja membutuhkan waktu yang lebih lama.

Guna meningkatkan kualitas dan implementasi dokumen AKIP Setditjen KSA di tahun mendatang, akan dilakukan upaya perbaikan seperti peningkatan pemahaman SDM mengenai penyusunan dokumen AKIP. Tertib waktu penyampaian dokumen AKIP juga akan ditingkatkan dengan menyampaikan dokumen AKIP terkait sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan. Setditjen KSA juga akan meningkatkan akuntabilitas kinerja dengan mempublikasikan dokumen AKIP seperti Renstra, PK, dan LKj melalui

website resmi Kemlu. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan akses kepada

stakeholder mengenai dokumen perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan

kinerja.

Setditjen KSA juga akan senantiasa melakukan koordinasi dengan satuan kerja, unit kerja, maupun K/L terkait guna meningkatkan keselarasan kinerja dan mengidentifikasi adanya celah kinerja. Informasi kinerja yang tersedia juga dapat digunakan sebagai sarana evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan sehingga dapat meningkatkan capaian kinerja organisasi.

(27)

Pengelolaan anggaran adalah rencana keuangan periodik yang disusun berdasarkan program yang telah disahkan dan merupakan rencana tertulis mengenai kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan secara kuantitatif dan dinyatakan dalam satuan moneter untuk jangka waktu tertentu (periode) di masa yang akan datang. Optimal berarti paling baik dan tertinggi. Ruang lingkup kinerja adalah anggaran yang optimal dicapai dengan penyerapan anggaran yang maksimal serta terpenuhinya target-target kinerja yang telah ditetapkan.

Analisis IKU L.2.1: Persentase realisasi anggaran di Sekretariat Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN

Realisasi anggaran diukur melalui seberapa besar realisasi anggaran Setditjen KSA dalam jangka waktu 1 tahun anggaran, dilihat dari akumulasi SP2D yang diterbitkan dibagi dengan pagu DIPA.

Pada tahun 2019, realisasi persentase realisasi anggaran di Setditjen KSA yaitu 95.72% dari target 100%. Capaian IKU sebesar 95.72% pada tahun 2019 ini menunjukkan penurunan capaian bila dibandingkan dengan capaian tahun 2018 sebesar 99.29%. Salah satu penyebab penurunan capaian adalah adanya efisiensi dan optimalisasi penggunaan anggaran pada anggaran Pro-PN. Capaian IKU ini dapat digambarkan dalam tabel di bawah ini:

Tabel 19. Capaian IKU L.2.1 Tahun 2019

IKU L.2.1: INFORMASI KINERJA

Persentase realisasi anggaran di Sekretariat Direktorat Jenderal Kerja

Sama ASEAN Pagu Anggaran Rp38.622.117.000 Realisasi Anggaran Rp36,969,780,123 Formula: Realisasi Anggaran --- x 100% Pagu Anggaran Target 100% Realisasi 95.72% Capaian 95.72%

Realisasi anggaran Setditjen KSA Tahun Anggaran 2019 adalah sebesar Rp36,969,780,123 dari pagu anggaran sebesar Rp38.622.117.000. Pada Output ProPN

92% 94% 96% 98% 100% TARG ET RE ALIS ASI TARG ET RE ALIS ASI TARG ET REALIS AS I 2017 2018 2019 95% 95.63% 100% 99.29% 100% 95.72% Persentase realisasi anggaran

Setditjen KSA

Sasaran Strategis (L.2): Pengelolaan Anggaran di Sekretariat

Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN yang Optimal

(28)

masing sebesar Rp.148,016,481,- dan Rp.686,094,255,-. Secara umum dapat disampaikan bahwa sisa anggaran Ditjen KSA dikarenakan adanya penghematan/efisiensi belanja pada pelaksanaan kegiatan misalnya penghematan belanja ATK, Belanja Tiket Pesawat Perjalanan Dinas, dan Belanja Non Operasional Lainnya. Dalam empat tahun terakhir, persentase realisasi anggaran di Setditjen KSA tergambar dalam tabel berikut ini:

Tabel 20. Perbandingan Target, Realisasi dan Capaian

IKU Persentase Realisasi Anggaran di Setditjen KSA Tahun 2017-2019

2017 2018 2019

TARGET 95% 100% 100%

REALISASI 95,63% 99,29% 95.72%

CAPAIAN 100,66% 99,29% 95.72%

Efisiensi sumber daya yang dilakukan dalam rangka pencapaian IKU ini adalah kompetensi SDM dalam melakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi anggaran yang sudah memenuhi kriteria dan penggunaan aplikasi dalam rangka memudahkan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi anggaran.

Dalam pelaksanaan kegiatan, kendala yang dihadapi adalah memastikan bahwa kegiatan yang telah direncanakan di dalam RPD dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana. Solusi yang dilakukan adalah updating secara berkala terkait pelaksanaan kegiatan serta revisi RPD.

Sebagai langkah ke depan, Setditjen KSA akan memastikan pelaksanaan anggaran sesuai dengan rencana aksi dan rencana penarikan dana. Dalam kaitan ini, identifikasi kebutuhan anggaran oleh masing-masing pelaksana kegiatan harus dilakukan secara rinci, termasuk level akun dan komponen untuk meminimalisir frekuensi revisi anggaran. Selain itu, diseminasi mengenai Standar Biaya Masukan dan Tata Cara Revisi anggaran akan dilakukan secara berkelanjutan agar pengelola keuangan dan pelaksana kegiatan dapat memperoleh pemahaman mengenai penganggaran dan implementasi kegiatan yang sesuai dengan ketentuan.

III. REALISASI ANGGARAN

Alokasi anggaran Setditjen KSA Tahun 2019 adalah sebesar Rp38.622.117.000 dengan capaian sebesar Rp36,969,780,123 atau 95.72%. Alokasi anggaran Tahun 2019 lebih besar dibandingkan alokasi anggaran Tahun 2018. Perbandingan dengan alokasi anggaran Tahun 2018 adalah sebesar Rp36.954.124.000 dengan capaian Rp.36.691.036.177 atau 99.29%. Kinerja pelaksanaan anggaran Setditjen KSA Tahun 2019 menurun dari aspek persentase realisasi anggaran dibandingkan dengan Tahun 2018.

Meskipun realisasi anggaran secara persentase keseluruhan terlihat rendah, namun tidak berpengaruh pada capaian output organisasi. Seluruh output yang direncanakan dapat dicapai. Capaian realisasi keuangan relatif rendah disebabkan oleh beberapa permasalahan sebagai berikut:

1. Terdapat anggaran belanja pegawai yang tidak dapat diserap sebesar Rp222.380.493. Anggaran belanja pegawai ini pada awalnya dicadangkan sebagai

(29)

sumber dana apabila terjadi mutasi pegawai, namun proyeksi mutasi pegawai tidak dapat diprediksi dengan jelas;

2. Efisiensi penggunaan anggaran pada Pro PN. Sisa anggaran ini terdiri dari dari sisa alokasi penyusunan Modul dan Buku Aktivitas siswa sebesar Rp686.094.255 dan sisa anggaran pengundangan landasan hukum untuk penguatan kelembagaan Setnas ASEAN melalui penyusunan Rancangan Perpres sebesar Rp148.014.815; 3. Alokasi anggaran Layanan Setnas ASEAN tidak terserap secara optimal mengingat

terbatasnya SDM pelaksana;

4. Terdapat alokasi anggaran untuk pelayanan humas dan protokoler Dirjen KSA yang tidak terealisasi sebesar Rp68.269.632;

5. Terdapat sisa anggaran perjalanan dinas dan paket meeting pada komponen pengelolaan data dan informasi sebesar Rp72.652.280.

(30)

BAB IV

PENUTUP

I. KESIMPULAN

Pencapaian kinerja Setditjen KSA tahun 2019 tercatat mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2018. Setditjen KSA berhasil menyelesaikan target Pro-PN yang telah diusulkan pada 2018 untuk dilaksanakan pada 2019. Capaian masing – masing Pro-PN akan ditindaklanjuti pada 2020 untuk memastikan kebijakan terkait ASEAN dalam Pro-PN dimaksud dapat diimplementasikan secara komprehensif.

Setditjen KSA juga telah berhasil melakukan kegiatan pemasyarakatan ASEAN melalui berbagai platform dan kegiatan. Pemasyarakatan ASEAN melibatkan pemangku kepentingan dari berbagai sektor dengan mengedepankan isu prioritas yang diangkat di level kawasan agar terhubung di tingkat nasional. PSA sebagai mitra kerja sama dalam pemasyarakatan ASEAN pada tahun ini mengalami peningkatan jumlah dari 56 menjadi 68 PSA dengan sebaran lokus yang lebih beragam dari tahun sebelumnya.

II. KENDALA

Dalam menjalankan fungsi koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Ditjen KSA, pada tahun 2019 ditemukan beberapa permasalahan antara lain:

1. Perencanaan strategis belum sepenuhnya menjadi acuan dalam pencapaian sasaran kegiatan;

2. Terbatasnya jumlah SDM yang sesuai kompetensi pada posisi tertentu seperti analis kepegawaian, perencana dan pembuat peraturan perundangan. Berdasarkan analisis beban kerja yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa Setditjen KSA membutuhkan tambahan pegawai untuk jabatan pelaksana dan jabatan fungsional; 3. Belum optimalnya operasionalisasi Setnas ASEAN-Indonesia;

4. Koordinasi antar unit kerja lingkup Setditjen KSA masih perlu ditingkatkan;

5. Sistem data dan informasi sebagai dasar perencanaan program dan kegiatan masih perlu ditingkatkan.

III. LANGKAH KE DEPAN

Ke depan Setditjen KSA perlu menyiapkan matriks rencana saran kebijakan prioritas yang disampaikan kepada para pemangku kepentingan terkait. Setditjen KSA juga perlu mendorong para pemangku kepentingan dan pihak terkait lainnya untuk menindaklanjuti saran kebijakan prioritas dalam berbagai bentuk rekomendasi kebijakan maupun kegiatan.

Dari segi kelembagaan Setditjen KSA terdapat prioritas untuk memperkuat kinerja Setnas ASEAN-Indonesia untuk memastikan diplomasi Indonesia dalam lingkup kerja sama ASEAN dapat sejalan dan diimplementasikan dengan baik di dalam negeri. Berdasarkan prioritas tersebut, perlu dilakukan penguataan kelembagaan melalui restrukturisasi organisasi di lingkungan Setditjen KSA untuk meningkatkan peran Setnas ASEAN-Indonesia dalam menjamin implementasi hasil kesepakatan ASEAN di tingkat nasional.

(31)

Gambar

Tabel 1. Capaian Kinerja Organisasi Setditjen KSA  2019
TABEL 2. PERBANDINGAN CAPAIAN KINERJA SETDITJEN KSA  TAHUN 2018 DAN 2019
Tabel 3. Capaian IKU S1.1 Tahun 2019
Tabel 4. Capaian Komponen AKIP Ditjen KSA Tahun 2018-2019
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sehingga nilai signifikansi dari variabel jumlah produksi lebih kecil dari nilai kepercayaan (α) = 0,05. Oleh karena itu, variabel jumlah produksi memilik pengaruh

Dalam desain ini ada dua kelmopok yang akan diberikan perlakuan, kelompok pertama dengan perlakuan model pembelajaran Learning Cycle 5E dan kelompok ke-dua dengan

Ideologi adalah suatu sistem nilai yang merupakan kebulatan ajaran yang memberikan motivasi. Dalam ideologi juga terkandung konsep dasar tentang kehidupan yang

Kepala Bagian Keuangan Nilai Kinerja Anggaran Ditjen Kerja Sama ASEAN 91 Kepala Bagian Keuangan Nilai Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) 91 Kepala Bagian Keuangan Nilai

Evaluasi dan analisis pencapaian kinerja dilakukan dalam rangka untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan dan kegagalan pencapaian sasaran yang telah ditetapkan oleh Satuan

Pada bab ini disajikan gambaran tentang uraian hasil pengukuran kinerja, evaluasi dan analisis akuntabilitas kinerja dalam penggunaan sumber daya yang ada untuk

Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah akan menyertakan berkas PKS (Perjanjian kerja sama) yang mana ini akan di setujui oleh kedua belah pihak yang dikeluarkan oleh kantor

Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan kausal yang signifikan antara kompetensi dengan kompensasi, Variabel Kompetensi mempunyai pengaruh langsung dengan rekrutmen