• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1 1.1 Latar Belakang

Dalam hidup, manusia tentunya memerlukan 3 hal, yaitu sandang, pangan, dan papan. Ketiga hal ini harus dipenuhi secara bersamaan agar kelangsungan hidup manusia dapat terpenuhi, terutama pangan. Meskipun pangan bukanlah tujuan hidup, tetapi pangan tentu sangat penting bagi manusia, salah satunya makanan. Makanan tentunya selalu menjadi salah satu kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh manusia untuk dapat melanjutkan kelangsungan hidupnya. Melihat kondisi ini, tentunya peluang bisnis di dunia kuliner merupakan salah satu peluang yang cukup besar untuk dapat mencapai kesuksessan. Pengusaha dapat menjadikan kondisi ini sebagai prospek berbisnis berupa restoran. Restoran adalah sebuah tempat atau bangunan yang terstruktur dan diorganisir secara komersial yang menyelenggarakan pelayanan yang baik kepada semua tamunya disamping memenuhi kebutuhan makanan para tamu.

Bisnis Kuliner merupakan salah satu bisnis yang terus mengalami perkembangan secara pesat dari tahun ke tahun dan merupakan salah satu bisnis yang tidak ada matinya mengingat kebutuhan manusia akan makanan merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat data dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta yang menunjukkan pertumbuhan rata-rata usaha industri restoran mengalami peningkatan yang cukup cepat pada tahun 2008-2011, dimana industri restoran pada tahun 2008 memiliki pertumbuhan rata-rata sebesar 2014 restoran, pada tahun 2009 sebanyak 2215 restoran, pada ttahun 2010 sebanyak2481 restoran, dan pada tahun 2011 sebanyak 2742 restoran.

Sektor restoran memberi sumbangan yang cukup besar dalam laju pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. Walaupun industri restoran di Indonesia masih berpusat di Jawa dan Bali, bukan berarti wilayah lain diluar Jawa dan Bali tidak ada perkembangan dalam hal industri restoran. Namun, kedua kawasan ini memiliki kontribusi lebih dari 73,2% dari total jumlah restoran di Indonesia. Dimana Jakartalah yang memberi kontribusi paling besar dan menduduki peringkat pertama dalam hal penyebaran restoran se-Jawa dan Bali, yaitu mencapai 26,1%, disusul dengan Bali, Jawa Barat, Jawa timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

(2)

Tabel 1.1Persentase Sebaran Wilayah Restoran se-Jawa dan Bali

Daerah Kontribusi jumlah restoran (%)

Jakarta 26,1 Jawa Barat 12,4 Jawa Timur 10,1 Jawa Tengah 8,6 Yogyakarta 3,7 Bali 12,3 Sumber: http://binaukm.com/2011/05/sebaran-wilayah-usaha-peluang-usaha-rumah-makanrestoran/May.11,2011in%20pengetahuan%20Umum,%20Usaha%20Bidang% 20Jasa

Dapat kita ketahui bahwa Jakarta merupakan sentra pertumbuhan industri restoran terbesar. Berbagai jenis restoran ada di Kota Jakarta ini, mulai dari restoran untuk kalangan bawah sampai atas, restoran khas nusantara sampai restoran yang menyediakan makanan khas dari luar negri yang bergaya western, japanese, dan lain sebagainya.

Selain melayani dan memenuhi kebutuhan makan para tamunya, restoran juga merupakan sarana atau tempat bagi para tamu untuk berkumpul maupun menikmati waktu bersama dengan keluarga. Untuk moment seperti ini, biasanya para tamu lebih memilih restoran yang menyajikan berbagai jenis olahan makanan yang berkualitas, tempat yang nyaman dan tentunya harga yang sesuai atau pas di kantong. Melihat banyaknya jumlah restoran yang berdiri khususnya di Jakarta membuat perusahaan yang berkecimpung dalam bidang kuliner harus mempersiapkan strategi yang matang agar dapat bersaing dengan kompetitornya. Tidak dapat dipungkiri bahwa semakin banyaknya restoran yang masuk untuk bersaing, maka secara tidak langsung akan mempengaruhi kinerja restoran lain dalam hal penjualan.Untuk mengantisipasi hal-hal tersebut, maka perusahaan, dalam hal ini restoran perlu melakukan peramalan penjualan. Pentingnya melakukan peramalan penjualan antara lain adalah untuk pengawasan dalam persediaan atau inventorycontrol, karena dalam hal ini jika persediaan yang ada terlalu kecil, maka akan mempengaruhi kelancaran kegiatan penjualannya. Peramalan penjualan juga dapat digunakan untuk membantu kegiatan perencanaan dan pengawasan produksi, karena dengan adanya peramalan penjualan, maka perusahaan dapat mengetahui kemungkinan kegiatannya dikemudian hari, sehingga para manajer perusahaan dapat

(3)

mengusahakan perbaikan sistem produksinya agar efisien dan dapat melakukan antisipasi terhadap segala kemungkinan yang akan terjadi dikemudian hari.

Agar perusahaan mampu bertahan dalam dunia persaingan maka setiap perusahaan harus memiliki keunggulan kompetitif. Setiap perusahaan akan memberdayakan sumberdaya yang dimiliki dengan efektif dan efisien. Tujuan dari pemberdayaan ini adalah untuk memperoleh keunggulan kompetitif. Dengan memanfaatkan sumber daya secara tepat maka perusahaan mampu mencapai tujuan umumnya yaitu meminimalkan biaya agar mudah untuk memperoleh laba optimal. Dalam rangka meengoptimalkan keuntungannya, setiap perusahaan dipengaruhi oleh beberapa faktor yang harus diperhatikan. Perusahaan harus mampu memprediksi jumlah produk/ jasa yang harus diproduksi agar sumberdaya yang ada mampu dimanfaatkan secara maksimal. Selain itu perusahaan harus bisa mengkombinasikan penjualan dari jenis produk /jasa yang ada karena kendala yang dimiliki setiap produk berbeda –beda begitu juga dengan laba yang dihasilkan.

Dengan menerapkan metode linear programming maka akan membantu perusahaan mengambil keputusan dengan tujuan untuk memaksimalkan keuntungan maupun meminimalkan biaya. Metode linear programmingdapat membantu perusahaan dalam mengoptimalkan keuntungan dengan cara mengkombinasikan jenis produk yang ada di antara keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh tiap perusahaan. Selain itu, perusahaan juga dapat mengetahui jenis produk mana yang akan diproduksi dalam jumlah tertentu guna mengoptimalkan keuntungan.

Restoran ABC yang diolah oleh Restoran ABC yang terletak di Taman Impian Jaya Ancol merupakan salah satu tempat favorit yang sering dikunjungi. Selain tempatnya yang terletak dekat dengan taman bermain yaitu DUFAN, Restoran ABC juga menawarkan makanan yang memiliki konsep yang berbeda dengan restoran lain, yaitu konsep “pasar ikan”, dimana para pengunjung dapat memilih sendiri seafood yang masih hidup yang diinginkan dan kemudian diolah menjadi masakan yang berkualitas dan begizi tinggi.

Restoran ABC sendiri sudah dikenal oleh masyarakat di ibukota. Hal ini dapat dilihat dari jumlah permintaan setiap jenis seafoodnya yang tinggi, dimana pada tahun 2012 permintaan cumi mencapai 1.656,56 kg, permintaan kepiting mencapai 2.209,59 kg, dan permintaan ikan mencapai 4.072,25kg. Sementara itu, permintaan kepiting juga tidak kalah yaitu mencapai 2.209,59 kg pada tahun 2012, 2.282,19 kg pada tahun 2013, dan 2.040,28 kg pada tahun 2014. Begitu juga

(4)

permintaan ikan yang jumlah permintaannya sangat tinggi, yaitu mencapai 4.072,25 kg pada tahun 2012, 4.231,225 kg pada tahun 2013, dan 4.095,61 kg pada tahun 2014.

Seperti yang kita ketahui bahwa saat ini perusahaan yang bergerak dalam bidang kuliner sudah sangat banyak jumlahnya. Restoran baik untuk kalangan bawah, menengah maupun atas sudah menjamur di mana-mana. Hal ini pun menyebabkan Restoran ABC di bawah naungan Restoran ABC pun harus waspada terhadap persaingan yang semakin ketat.

Salah satu cara yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk dapat terus bersaing dengan perusahaan lain adalah dengan cara mengefisiensi biaya dan mengoptimalkan keuntungan. Persediaan merupakan salah satu aset terpenting dalam banyak perusahaan karena nilai persediaan bisa mencapai 40 % dari seluruh investasi modal.Untuk itu, manajer operasional harus memahami bahwa persediaan merupakan hal yang penting dalam mencapai biaya produksi yang efektif dan efisien agar keuntungan yang didapat perusahaan dapat optimal.

Disatu sisi perusahaan selalu berusaha menambah keuntungan dengan cara mengurangi biaya, dengan mengurangi tingkat persediaan, sementara itu di sisi lain pelanggan menjadi sangat tidak puas ketika jumlah persediaan mengalami kehabisan. Oleh karena itu perusahaan harus mengusahakan terjadinya keseimbangan antara investasi persediaan dan optimalisasi keuntungan.

Seafood yang tersedia di Restoran ABC sendiri terdiri dari berbagai jenis udang, ikan, kerang, kepiting, dan cumi, namun seperti yang dikemukakan oleh executive chef Banda Djakarta, seafood yang menjadi favorit pengunjung Restoran ABC adalah cumi yang berada di peringkat pertama, disusul oleh kepiting dan ikan. Penjualan masing-masing jenis seafood ini dapat mencapai 2000 kg disetiap bulannya. Hal ini dikarenakan ketiga jenis seafood ini dapat diolah dengan berbagai jenis bumbu, seperti saos telor asin, saos kecap, saos asam, dan saos asam manis.

Dari beberapa jenis olahan di atas, maka peneliti akan meneliti seafood favorit yang diolah dengan saos asam manis karena olahan jenis ini merupakan salah satu menu favorit yang sudah ada sejak berdirinya Bandar Djakarta dan permintaannya masih tinggi sampai saat ini walaupun jenis olahan baru telah banyak muncul.

Walaupun Restoran ABC telah berdiri lama yaitu sejak tahun 2001, namun perusahaan pun sering mengalami kendala yaitu permintaan produk yang bervariasi

(5)

tiap bulannya. Hal ini membuat restoran kesulitan dalam menentukan berapa jumlah persediaan bahan makanan yang tepat yang berakibat pada kesulitan dalam menentukan proyeksi laba, contohnya seringkali bahan baku seperti kepiting habis atau out of stock padahal permintaan akan kepiting cukup tinggi. Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan peramalan penjualan yang tepat agar dapat mempersiapkan persediaan bahan makanan yang cukup ditunjang dengan penggunaan metode linear programming agar dapat memecahkan masalah yang dihadapi oleh perusahaan. Sehingga, penulis ingin mengangkat topik dengan judul “Peramalan Penjualan dan Penggunaan Metode Linear Programming Guna Mengoptimalisasi Keuntungan pada RESTORAN ABC”.

1.2 Rumusan Permasalahan

Berdasarkan latar belakang yang telah dirumuskan diatas, beberapa masalah yang akan di bahas dalam penelitian ini, antara lain sebagai berikut :

1. Metode peramalan manakah yang paling tepat untuk diterapkan oleh Restoran ABC?

2. Alternatif apakah yang dapat dipilih oleh Restoran ABC untuk memaksimalkan keuntungan?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang ada, tujuan dari penelitian yang dilakukan antara lain:

1. Untuk menentukan satu metode peramalan yang paling tepat untuk diterapkan oleh PT.DPN.

2. Untuk mengetahui alternatif apakah yang dapat dipilih oleh RESTORAN ABC untuk memaksimalkan keuntungan.

1.4 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian yang dilakukan antara lain: 1. Manfaat bagi perusahaan:

a. Agar perusahaan dapat mengetahui metode peramalan penjualan yang paling tepat bagi perusahaan.

b. Agar perusahaan dapat meminimalisir kerugian yang dialami perusahaan dengan menggunakan metode peramalan penjualan yang tepat. c. Agar perusahaan dapat memperkirakan target penjualan yang ingin dicapai

(6)

d. Agar perusahaan dapat mengetahui kombinasi produk yang tepat untuk mencapai keuntungan yang optimal.

e. Sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaanuntukpengambilankeputusan sehinggaperusahaan bisaberjalan dengan lebihefisien danefektif.

2. Manfaat bagi penulis:

a. Sebagai suatu pengalaman, proses pembelajaran, dan pengetahuan dalam bisnis kuliner dan kaitannya terhadap Peramalan Penjualan dan penggunaan metode Linear Programming.

b. Penulis dapat mempelajari bagaimana cara mengombinasikan produk untuk memaksimalkan penjualan dan mengurangi produksi barang yang tidak perlu.

c. Penulis dapat mengaplikasikan ilmu-ilmu yang telah didapatkan dari pembelajaran-pembelajaran sebelumnya.

3. Manfaat bagi pembaca:

a. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan ilmu pengetahuan barumaupunmemperkuat ilmu pengetahuan yang sudah dimilikioleh pembaca.

b. Dapat dijadikan bahan referensi bagi perusahaan pembaca yang mempunyai masalah sejenis.

1.5 Ruang Lingkup Penelitian

Fokus utama dalam penelitian ini adalah 3 jenis makanan yang diproduksi oleh Restoran ABC, yaitu Cumi Asam Manis, Kepiting Asam Manis, dan Ikan Asam Manis. Ketiga jenis makanan ini merupakan makanan favorit dan mengalami permintaan paling tinggi di Restoran ABC. Sedangkan di luar dari ketiga jenis makanan tersebut tidak dibahas.

Faktor lain yang mungkin berpengaruh terhadap variabel penelitian ini dianggap tidak berpengaruh (Cēterīs pāribus).

(7)

1.6 Tinjauan Pustaka

Tabel1.2 Tinjauan Pustaka Metode

Penelitian Jurnal

Nama

Pengarang Hasil Penelitian Forecasting Journal of Computational Information System 8: 20 (2012) 8487-8494 A Reactive Prediction Method for Dynamic Job Scheduling Problem

Fuqing ZHAO, Yang ZHUO

Metode winter adalah metode peramalan yang paling akurat. Metode terakurat kedua adalah metode yang menunjukkan nilai MAD dan MSE terkecil. Metode tersebut dapat digunakan dalam praktek untuk mencapai tujuan mengurangi biaya produksi dan alokasi sumber daya mengoptimalkan. Forecasting Peramalan Jumlah

siswa/I sekolah menenngah atas swasta menggunaka enam metode forecasting

Forum Ilmiah vol.10 no.2

Lim Sanny, Haryadi Sarjono

Diantara metode Linear Regression, Exponential Smoothing With Trend, Exponential Smoothing, Weighted Moving Average, Moving AveragedanNaïve Method, metode Linear Regression memiliki hasil MAD dan MSE yang paling kecil. Linear Programming Interdisciplinary Journal of Contemporary Research in Business Institute of Interdisciplinary Maryam Solhi, Lord Samira, Mohebbi, Bazardeh, Sharareh, Khoshnood, Nastaran,

Pemrograman linear adalah keterampilan / metode yang melibatkan teknik matematika yang dapat membantu banyak karir dari manajemen mencari solusi optimal. Mengingat sumber daya yang terbatas

(8)

Business Research 7 0 1 MARCH 2013 VOL 4, NO 11 Linear Programming & Optimizing the Resources Mahmoodi, Fatemeh Qowsi, Rasht-Abadi, Marjan-ol-Sadat, Ojaghzadeh, Mohammadi.

dalam lingkungan masyarakat saat ini, menggunakan

pemrograman linier organisasi merupakan solusi yang efisien.

Forecasting and

Operational Research

The Journal of the Operational Research SocietyVolume 59, September 2008, ISSN 01605682,”Forecast ing and Operational Research: A Review” p.1150-1172. Fildes, R; Nikolopoulos, K; Crone, S F; Syntetos, A A.

Penelitian terhadap praktik peramalan telah menunjukkan bahwa sistem pendukung yang mengkombinasikan model statistik atau ekonometrik dengan keputusan expert menawarkan jalan terbaik untuk meraih perbaikan besar dalam akurasi. Neural Network Neural Network Towards Business Forecasting Prof. A. Maithili1; Dr. R. Vasantha Kumari; Mr. S. Rajamanickam Neural Networkdidefinisikan sebagaikemampuansuatu kelompokuntuk memecahkanlebih banyak masalah.AplikasiNeural Networkmeningkatkanmodelbi snis yang inovatifuntuksuatu perusahaan.PeranNeuralNetwo rk disuatu perusahaan

adalahmembawaefektivitas.Pe kerjaan lebih lanjutakan dilakukanterhadappemodelanm atematikadariNeural

(9)

parameterakan terlibatsehingga untuk mendapatkanhasilyang dibutuhkan

untuktingkatakurasi yang diinginkan.

Gambar

Tabel 1.1Persentase Sebaran Wilayah Restoran se-Jawa dan Bali

Referensi

Dokumen terkait

Dengan penelitian yang dilakukan, perusahaan diharapkan dapat mengetahui metode permalan yang tepat untuk meramalkan persediaan besi beton pada periode selanjutnya sehingga

Begitu juga sebaliknya jika perusahaan terlalu kecil dalam persediaan bahan baku maka akan dapat menekan keuntungan yang diperoleh perusahaan, hal tersebut diakibatkan

Peramalan juga memiliki fungsi untuk mengurangi berbagai resiko yang dapat terjadi didalam gudang yaitu seperti kelebihan persediaan sehingga persediaan lama

Pemesanan bahan baku yang optimal menjadi fokus penting dalam penelitian ini untuk meminimalkan biaya persediaan bahan baku berlebih pada perusahaan PT.. Agar hasil dari

Dengan perusahaan bisa meramalkan permintaan konsumen dan jumlah persediaan bahan baku pada periode-periode selanjutnya perusahaan akan bisa mengurangi biaya-biaya

Peramalan penjualan merupakan sesuatu yang penting bagi perusahaan karena dapat mempengaruhi keputusan-keputusan yang diambil oleh perusahaan, seperti persediaan bahan baku,

Dengan adanya masalah – masalah tersebut penulis ingin mencari solusi untuk perusahaan dalam sistem peramalan penjualan dengan mencari metode yang cocok untuk

Persediaan diperlukan untuk dapat melakukan proses produksi, penjualan secara lancar, persediaan bahan mentah dan barang dalam proses diperlukan untuk menjamin kelancaran proses