• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Perkembangan industri otomotif di Indonesia sangat cepat dan cenderung meningkat tiap tahunnya, seiring dengan kebutuhan dan permintaan masyarakat akan sarana transportasi yang memadai. Hal ini dipicu oleh perkembangan jaman yang menuntut manusia untuk bisa bergerak lebih mudah dalam mencapai tujuan dalam aktivitas kesehariannya. Kondisi pada saat ini jumlah transportasi publik sangat tidak mencukupi kebutuhan masyarakat dan beberapa faktor lainnya seperti minimnya keamanan, tidak tepat waktu, tidak layak pakai serta kurangnya kenyamanan angkutan publik tersebut. Hal ini mendorong masyarakat untuk membeli dan menggunakan alat transportasi pribadi ketimbang menggunakan jasa angkutan umum.

Bisnis sepeda motor di Jakarta dan sekitarnya masih cukup banyak dan tinggi. Jika kita lihat, dalam 4 tahun terakhir nyaris 4 juta unit yang masuk ke ibu kota. Dalam rentang 2011 - 2015, rata-rata per hari sepeda motor yang masuk ke Jakarta tidak kurang dari 2.400 unit. Itu pun dengan catatan, untuk tahun 2015 baru memakai data Januari. Tampaknya sepeda motor masih menjadi kendaraan favorit bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Sebuah survey menyebutkan bahwa mayoritas pergerakan warga kota untuk berangkat kerja menggunakan sepeda motor. Hasil survey Jabodetabek Urban Transportation Policy Integration (JUTPI) tahun 2010 itu menegaskan bahwa 48,7% pergerakan warga memakai sepeda motor. Padahal pada tahun 2002 penggunaan sepeda motor baru sekitar 21,2% yang artinya penggunaan sepeda motor melonjak lebih dari 100%.

Banyak yang menilai bahwa peningkatan pendapatan perkapita mendorong kepemilikan kendaraan bermotor termasuk sepeda motor. Artinya, bila penjualan sepeda motor di Jakarta dan sekitarnya terus meningkat dalam lima tahun terakhir juga mencerminkan peningkatan daya beli masyarakatnya. Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memperlihatkan adanya lonjakan penjualan sepeda motor di Jakarta dan sekitarnya. Bila pada 2011 total penjualan motor di wilayah itu

(2)

sekitar 625 ribuan unit, tahun 2014 sudah menyentuh 1,1 juta unit. Data itu menyebutkan, terjadi lonjakan sekitar 78% dalam rentang waktu tersebut. Jakarta menyumbang sekitar 14% terhadap total penjualan sepeda motor anggota AISI tahun 2014.

Berdasarkan data AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia), penjualan Yamaha Soul GT naik cukup signifikan 41,53 % atau terjual 17.582 unit di bulan September 2014 dibandingkan Agustus 2014. Soul GT tetap menjadi salah satu favorit di segmen matik Yamaha. Yang paling diminati konsumen adalah Mio GT dengan penjualannya yang terbilang tinggi 41.433 unit atau meningkat 16,54 %. X-Ride pun terus diburu konsumen naik 15,58 % atau terjual 5.987 unit. Di kategori bebek, Jupiter Z1 dan Jupiter MX pun bertambah penjualannya. Jupiter Z1 terjual 6.934 unit (naik 20,93 %) dan Jupiter MX 21.297 unit (29,99 %). Total penjualan Yamaha di bulan September 2014 adalah 209.767 unit atau naik 14,73 %. Merupakan akumulasi dari matik 112.603 unit, sport 56.984 unit dan bebek 40.180 unit.

Melonjaknya tingkat penggunaan sepeda motor tidak bisa terlepas dari kebutuhan transportasi warga kota. Transportasi roda dua ini dianggap lebih praktis dan mudah bila dibandingkan dengan angkutan umum yang ada dan bisa memenuhi kebutuhan untuk bergerak dari satu titik ke titik yang lain (point to point). Di sisi lain, sistem pembiayaan atau mekanisme pembayaran sepeda motor semakin mudah dengan syarat yang semakin ringan. Banyak masyarakat menggunakan sepeda motor untuk kebutuhan sehari-hari, menempuh jarak jauh dari rumah di pinggiran kota menuju sentra bisnis di pusat kota. Penggunaan dengan jam tinggi ini membutuhkan perawatan khusus. Termasuk mengganti suku cadang secara berkala demi performa mesin yang sempurna. Terutama kampas rem yang sudah lama tidak diganti dan dapat mengakibatkan kinerja dari rem yang tidak berfungsi secara maksimal sehingga dapat menimbulkan kecelakaan. Maka dari itu perlu dilakukan pengecekan secara rutin.

PT. Wijaya Tunggal Abadi bergerak dalam bidang suku cadang motor berkualitas yang terletak di Jl. P. Jayakarta Ruko 117 Blok B No.19 – 21 Jakarta. Pada penelitian kali ini, penulis akan membahas mengenai produk Kampas Rem Jupiter MX karena produk tersebut merupakan produk yang paling banyak dipesan

(3)

oleh konsumen dan merupakan produk sepeda motor kelas bebek yang paling favorit berdasarkan data AISI bulan September 2014, sehingga permintaannya terjadi secara terus – menerus.

Berikut merupakan grafik penjualan produk yang paling banyak dipesan oleh konsumen pada PT. Wijaya Tunggal Abadi :

Sumber : PT. Wijaya Tunggal Abadi

Gambar 1.1 Grafik Penjualan Suku Cadang Motor Periode Januari 2014 – Mei 2015 (Lusin)

Berikut merupakan grafik penjualan produk Kampas Rem yang ada pada PT. Wijaya Tunggal Abadi :

(4)

Gambar 1.2 Grafik Penjualan periode Januari 2014 – Mei 2015 (Lusin)

Selama ini, sistem peramalan penjualan PT Wijaya Tunggal Abadi hanya berdasarkan perkiraan saja sehingga sering terjadinya kekurangan dan kelebihan persediaan sehingga akan berdampak pada profit perusahaan. Dengan adanya masalah – masalah tersebut penulis ingin mencari solusi untuk perusahaan dalam sistem peramalan penjualan dengan mencari metode yang cocok untuk digunakan perusahaan, menentukan persediaan optimal untuk memenuhi permintaan dan mengurangi biaya pemesanan.

Forecasting atau peramalan merupakan kegiatan di mana perusahaan

melakukan analisis untuk memperkirakan permintaan akan barang dan jasa di tahun mendatang. Peramalan dapat membantu perusahaan dalam mengambil keputusan sehingga kerugian atau ketidakpastian dapat dihindari, dalam situasi saat ini di mana perusahaan membutuhkan informasi yang akurat dan cepat mengenai produk barang atau jasa yang mereka jual agar dapat mengambil keputusan dengan cepat. Peramalan juga membantu perusahaan untuk mengetahui apakah produk yang mereka jual mengalami peningkatan atau penurunan penjualan setiap tahunnya.

Salah satu aktivitas badan usaha yang perlu diperhatikan adalah aktivitas pengelolaan persediaan stok barang. Persediaan stok barang pada perusahaan umumnya terdiri dari beraneka ragam jumlah barang dengan jumlah yang relatif banyak. Oleh sebab itu, persediaan perlu dikelola dengan benar agar konsumen tetap puas dan percaya terhadap barang yang dihasilkan. Manajemen persediaan itu sendiri bertujuan untuk merencanakan dan mengendalikan tingkat persediaan agar selalu dapat melayani permintaan atau kebutuhan konsumen dan meminimalkan biaya yang harus dikeluarkan, sehingga badan usaha dapat meningkatkan ketepatan waktu penyerahan barang ke konsumen serta kuantitas dan kualitas barang dalam kondisi baik.

Dengan demikian kedua metode tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perusahaan agar perusahaan akan mencapai titik keuntungan optimal. Berdasarkan uraian di atas, penulis ingin mengetahui seberapa besar keberhasilan Peramalan penjualan suku cadang motor, khususnya pada PT. Wijaya Tunggal Abadi. Hal ini yang membuat penulis merasa tertarik mengangkat peramalan

(5)

penjualan suku cadang motor sebagai bahan penulisan ilmiah yang akan dibahas dalam bentuk penulisan ilmiah dengan judul “Analisis Peramalan Penjualan dan Persediaan Barang pada PT. Wijaya Tunggal Abdi”.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dari penelitian ini yaitu:

1. Apakah metode peramalan penjualan yang tepat untuk digunakan oleh PT. Wijaya Tunggal Abadi dan berapakah nilai peramalan penjualan dari metode yang paling tepat tersebut?

2. Apakah persediaan stok barang pada PT. Wijaya Tunggal Abadi sudah optimal dan berapakah jumlah optimal dengan menggunakan metode EOQ?

1.3 Batasan Masalah

Dalam penelitian ini, peneliti membahas Manajemen Operasional yang menganalisis peramalan penjualan dan persediaan stok barang pada PT. Wijaya Tunggal Abadi. Yang mana :

1. Metode Forecasting membandingkan antara ke 6 metode yang ada, di antaranya adalah :

a. Naive Method b. Moving Average

c. Weighted Moving Average d. Exponential Smoothing

e. Exponential Smoothing with Trend

f. Linear Regression

2. Penulis meneliti di perusahaan PT. Wijaya Tunggal Abadi 3. Penulis tertarik untuk meneliti produk Kampas Rem Jupiter MX

1.4 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui perhitungan peramalan yang digunakan PT. Wijaya Tunggal Abadi dan nilai peramalan penjualan dari metode yang paling tepat. 2. Untuk mengetahui persediaan stok barang pada PT. Wijaya Tunggal Abadi

(6)

1.5 Manfaat Penelitian

Dengan diadakannya penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi :

1. Pihak PT. Wijaya Tunggal Abadi :

a. Hasil penelitian ini bisa dijadikan sebagai dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan di masa datang.

b. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi kepada PT. Wijaya Tunggal Abadi dalam memprediksi penjualan di masa datang sehingga dapat mengurangi resiko kesalahan dalam pemesanan dan menyediakan persediaan yang optimal sehingga dapat meminimalisir biaya persediaan.

2. Bagi penulis sendiri :

a. Penulis dapat menerapkan ilmu dan pengetahuan yang didapatkan selama masa perkuliahan maupun di luar perkuliahan.

b. Penulis dapat mengembangkan kemampuan analisa kejadian yang terjadi di lapangan.

c. Menambah pengetahuan mengenai pentingnya peramalan dan persediaan agar memperoleh laba optimal

3. Bagi pihak lain :

Dapat dijadikan referensi bagi penelitian selanjutnya dan sebagai bahan masukan wawasan dan pengetahuan.

(7)

1.6 State of the Art

Tabel 1.2 Penelitian Terdahulu

Metode Penelitian Nama Pengarang Judul Jurnal Hasil Penelitian

Forecasting Nurul Hidayati; Zaenuri Mastur; Walid

“Peramalan Volume Penjualan Teh 2 Tang Dengan Proses Autoregresi dan Autokorelasi” tahun 2012 ISSN : 2252-6943

CV Duta Java Tea Indonesia

Adiwerna Tegal melakukan peramalan dengan metode regresi untuk produk teh 2 Tang dan memperoleh hasil sebsar Agustus 51.500, September 73.600, Oktober 90.800, November 104.200, Desember 114.600 bal.

Inventory Carien Valerie Sakkung; Candra Sinuraya

“Perbandingan Metode EOQ dan JIT Terhadap Efisiensi Biaya Persediaan dan Kinerja Non-Keuangan (Studi Kasus Pada PT Indoto Tirta Mulia)” tahun 2011 Dari hasil perhitungan, jumlah pemesanan optimal menggunakan metode EOQ adalah sebesar 146 unit dengan TC sebesar Rp 657.267.100 sehingga bisa menghemat biaya dari pemesanan sebelumnya sebanyak 200 unit.

(8)

Economic Order Quantity (EOQ) Sakon Wongmongkolrit; Bordin Rassameethes “The Modification of EOQ Model under the Spare Parts Discerate Demand : A Case Study of Slow Moving Items” tahun 2011 ISSN : 2078-0958 Penelitian ini dilakukan pada produk yaitu Auxiliary contact 1no+1nc (optimal lot size = 3698 unit, actual lot size = 4 unit, actual purchasing = 12 unit, safety stock = 9 unit), Battery (for PLC) (optimal lot size = 0,667 unit, actual for size = 1 unit, actual purchasing = 8 unit, safety stock = 16 unit), dan Under voltage coil

(optimal size = 1,569 unit, actual lot size = 2 unit, actual purchasing = 4 unit, safety stock = 6 unit). Dari ketiga produk tersebut, rop dilakukan pada saat persediaan

mendekati safety Stok.

(9)

Forecasting Fuqing ZHAO; Yang ZUO

“A Reactive Prediction Method for Dynamic Job Schedulling Problem” tahun

2012

Permasalahan yang tidak menentu menjadi salah satu yang mempengaruhi penjadwalan pekerjaan. Hasil eksperimen menunjukkan metode winter yang paling akurat. Metode kedua yang menunjukkan nilai MAD dan MSE terkecil adalah Naïve Method. Metode tersebut dapat digunakan dalam praktek untuk memecahkan masalah dan mengoptimalkan alokasi sumber daya. Forecasting dan Inventory

Syed Adeel Haneed Zaidi; Sharfuddin Ahmed Khan; Fikri Dweiri “Implementation of Inventory Management System in a Furniture Company: A Real Case Study” tahun

2012 ISSN : 2049-3444 Penelitian inu memcoba untuk membangun biaya system manajemen persediaan yang efektif untuk sebuah perusahaan manufaktur furniture. Metode

(10)

peramalan dapat menghasilkan solusi optimal untuk persediaan dalam hal mengurangi biaya pemesanan dan biaya penyimpanan. EOQ yang dihitung dan MRP untuk komponen yang berbeda

diidentifikasi penghematan biaya yang efektitif untuk proses peramalan. Dengan hasil total biaya dengan metode EOQ, yaitu 57039,2 AED untuk Current Cost, dan 55154 AED untuk forecast cost, sedangkan dengan metode MRP 57039.2 AED untuk Current Cost, dan 71224 AED untuk Forecasted Cost

Gambar

Gambar 1.1 Grafik Penjualan Suku Cadang Motor Periode Januari 2014  – Mei 2015 (Lusin)
Tabel 1.2 Penelitian Terdahulu

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Islam "Ibnu Sina" Yarsi Sumbar Bukittinggi menunjukkan bahwa 54,7% perawat memiliki kecendrungan turnover, dari

pembiayaan tetep akan diberikan dengan jumlah pembiayaan di.. kurangi, hal ini tentunya akan berdampak kepada pihak BPRS Haji Miskin tersebut, yang mana nantinya

value Teks default yang akan dimunculkan jika user hendak mengisi input maxlength Panjang teks maksimum yang dapat dimasukkan. emptyok Bernilai true jika user dapat tidak

Kemudian Anda juga harus menyatakan bahwa karena Anda mengajukan permohonan terhadap Pasal 17 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris yang

Sebelumnya dikatakan bahwa Kecamatan Reok lolos untuk menjadi Pusat Kegiatan Lokal dikarenakan memiliki pelabuhan kelas III dan jalan areteri yang mendukung

Lokasi tersebut dipilih secara purposif dengan alasan (a) ja- lan lintas Papua merupakan jalan yang mengikuti garis perbatasan antara Indonesia dan Papua New Guinea

1.1 PERSIAPAN YANG PERLU DIPERHATIKAN Ada beberapa hal yang mungkin perlu diperhatikan sebagai seorang pengajar sebelum mengakses E-learning UPU diantaranya yaitu

Rencana ini menggambarkan arah, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program dan kegiatan penyelenggaraan pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan yang sesuai dengan tugas