• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANALISIS PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERN"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE PADA BANK SYARIAH

(Studi Kasus di PT. Bank BNI Syariah Cabang Tasikmalaya tahun 2016) Vina Fithriana Wibisono

Universitas Darussalam Gontor Ponorogo Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah

[email protected]

ABSTRAK

Tata kelola perusahaan yang baik merupakan salah satu solusi yang tepat dalam suatu perusahaan untuk tumbuh dan berkembang dalam waktu lama dan sekaligus memenuhi persaingan bisnis globalisasi. PT. Bank BNI Syariah adalah salah satu Bank Syariah terbaik, yang memperoleh penghargaan terbaik seperti bank paling efisien tahun 2016 dan menjadi peringkat pertama dalam kategori Laporan Good Corporate Governance terbaik Indonesia tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan Content Analysis. Pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder dengan cara pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Metode penelitian ini menggunakan metode induktif. Hasil menunjukkan bahwa nilai komposit Self Assessment (penilaian sendiri) yang diterapkan oleh PT. Bank BNI Syariah Cabang Tasikmalaya telah mencapai 74% dari target. Yaitu dapat diuraikan PT. Bank BNI Syariah Cabang Tasikmalaya menerapkan slogan anti-gratifikasi dalam mengerjakan pekerjaan sesuai dengan (al-Ama>nah, al-Jama>’ah} dan Al-Hasa}nah}). Menerapkan program harian “Morning Briefing” yang diadakan setiap hari pukul 08.00 WIB sebagai rutinitas yang dilakukan para pegawai sebelum bekerja yang diakhiri dengan doa bersama. Adanya pembentukan kepribadian yang sesuai dengan al-Tawhi>d dan al-Rid}a> sebagai dasar dalam melakukan pekerjaan yaitu dengan melaksanakan kegiatan berjamaah dalam melaksanakan Shalat Fardlu baik saat waktu kerja maupun diluar waktu kerja dengan penerapan kantor tutup setiap shalat Dzuhur dan Ashar selama 15 sampai 20 menit. Program rutin tahunan yang dilaksanakan yaitu program “Milad 19 Juni” sebagai program Tarhib Ramadhan (Care Free day) dalam rangka penyambutan bulan Ramadhan dengan diadakanya perlombaan, salah satunya perlombaan MHQ (al-Mutsabaqotul al-Hifd}i-l-al-Qur’an). Berdasarkan hasil diatas menunjukkan bahwa PT. Bank BNI Syariah Cabang Tasikmalaya tahun 2016 telah mengimplementasikan Good Corporate Governance dengan baik sesuai perspektif Islam.

Kata Kunci: Good Corporate Governance dan Perbankan Syariah. ABSTRACT

(2)

Keyword: Good Corporate Governance and Sharia Banking. 1. PENDAHULUAN

Tata kelola perusahaan yang baik merupakan salah satu solusi untuk menyuksesan perusahaan untuk tumbuh dan berkembang dalam waktu lama dan sekaligus dapat memenuhi persaingan bisnis globalisasi.1 Sebab, bank diibaratkan sebagai hati dan mesin penggerak ekonomi itu suatu negara harus menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. William A. Lovette mengatakan;

“Bank dan lembaga keuangan mengumpulkan uang dan deposito dari semua elemen masyarakat dan menginvestasikan dana tersebut dalam bentuk pinjaman, surat berharga dan berbagai aset produksi lainnya”.2

Perkembangan tata kelola perusahaan yang baik telah dimulai sejak lama seiring dengan berdirinya Sistem Perusahaan di Inggris dan Amerika Serikat (AS) sekitar abad ke-18. Istilah Good Corporate Governance (GCG) pertama kali diperkenalkan pada tahun 1992 dalam laporan tersebut kemudian disebut Laporan Cadbury. Laporan ini telah dipaparkan oleh tata kelola perusahaan.3

Seperti Komite Cadbury di Tjager, menafsirkan tentang Tata Kelola Perusahaan adalah:"Satu set peraturan yang menentukan keterikatan antara pemegang saham, manajer, kreditor, pemerintah, karyawan dan pemangku kepentingan internal dan eksternal lainnya atas hak dan tanggung jawab mereka.4

Good Corporate Governance menurut persyaratan hukum No.1, No. 6, Peraturan Bank Indonesia (PBI), Tata Kelola Perusahaan No.8/4/PBI/2006, Good Corporate Governance adalah sistem menejemen perusahaan yang baik

1 Mas Ahmad Daniri, “Good Corporate Governance: Konsep dan Penerapanna di Indonesia”, (Ray, Indonesia: Jakarta, 2005), h. 9.

2 William A. Lovette, “Banking and Financial Institution Law”, (USA; West Publishing, Co. 1997), p.1 salinan fersi dari Bismar Nasution, “Hukum Kegiatan Ekonomi”, (Bandung, Books Terrace and Library, 2007), h. 152.

3 Muladi dan Dwidja Prayitno, “PertanggungjawabanKorporasi dalam Hukum Pidana”, (Bandung: Sekolah Tinggi Hukum, 1991), h. 14.

(3)

yaitu dengan menerapkan prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran.

PT. Bank BNI Syariah adalah salah satu bank syariah terbaik, yang memperoleh penghargaan seperti bank paling efisien pada tahun 2016 dan menjadi peringkat pertama dalam kategori laporan good corporate governance (GCG) terbaik di Indonesia tahun 2016. Untuk PT. Bank BNI Syariah cabang Tasikmalaya, secara umum telah melaksanakan “self assessment” terhadap implementasi good corporate governance pada tahun 2016 dengan nilai komposit mencapai 74% dari target.5

Pada tahun 2016 bulan pertama nilai komposit dari “self assessment”

mencapai 74% diperoleh dari hasil data pertumbuhan laba bersih pada triwulan ketiga (triwulan III) yang diperoleh oleh PT. Bank BNI Syariah Cabang Tasikmalaya yaitu adanya kenaikan aset sebesar 34,42% dan pada kuartal ketiga (triwulan III) tahun 2016 tercatat sebesar Rp. 215,32 miliar dibanding periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp.156,62 miliar. Keuangan yang dikelola juga mengalami kenaikan 13,4% menjadi Rp. 18,98 triliun tahun 2016 dibandingkan pada tahun lalu diperiode yang sama sebesar Rp. 16,74 triliun.6

Tabel 1.1

Data Penghasilan PT. Bank BNI Syariah 2016 Kategori Pendapatan Total Pembiayaan Konsumen Dominan 52,96%

Pembiayaan Prostansial 22,78% Pembiayaan Komersial 16,38%

Keuangan Mikro 5,77%

Kartu Hasanah 2,11%

Total Pendapatan 100%

Sumber: www.bnisyariah.com

2. RUMUSAN MASALAH

Peneliti membatasi penelitian ini dengan rumusan masalah sebagai berikut:

1. Apa konsep Good Corporate Governance dalam Perbankan Syariah?

5 www.bnisyariah.com, Diakses pada Minggu, 04 Juni 2017, pukul. 09.32 WIB.

(4)

2. Bagaimana penerapan Good Corporate Governance menurut perspektif Islam di PT. Bank BNI Syariah Cabang Tasikmalaya pada 2016?

3. TUJUAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas, maka tujuan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Mengeksplorasi konsep Good Corporate Governance di Perbankan Islam.

2. Mengeksplorasi pelaksanaan Good Corporate Governance sesuai perspektif Islam di PT. Cabang BNI Syariah Tasikmalaya pada 2016.

4. KERANGKA TEORI

Good Corporate Governance

Secara umum, definisi tata kelola perusahaan dapat dibagi menjadi dua pengertian. Pertama, dalam arti sempit tata kelola perusahaan dapat didefinisikan sebagai sistem formal akuntabilitas manajemen senior kepada para pemangku kepentingan. Kedua, dalam jangka luas, tata kelola perusahaan meliputi seluruh jaringan hubungan formal dan informal yang melibatkan sektor korporasi dan konsekuensinya bagi masyarakat pada umumnya.7

Organisasi Koordinator dan Pengembangan Ekonomi (OECD) telah mengambil definisi dari European Central Bank (ECB) memberikan definisi tata kelola sebagai:

"Prosedur dan proses sesuai organisasi yang diarahkan dan dikendalikan. Struktur tata kelola perusahaan menentukan pembagian hak dan tanggung jawab antara pemangku yang berbeda dalam organisasi, seperti pada lembaga, manajer, pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya dan menetapkan aturan dan produsen untuk pengambilan keputusan."8

7 Shleifer and Vishny, state that it deals with the ways in which suppliers of finance to corporations assure themselves of getting a return on their investment. Cadhbury Report (1992) explains corporate governance as the system by which copanies are directed andcotrolled. (A. Shleifer, and R. Vishny, A Survey of Corporate Governance, “Journal of Finance”, edition 52, 1997), h. 737-783.

(5)

Peraturan Good Corporate Governance

1) Model Anglo-Saxon

Model Anglo-Saxon berdasarkan konsep korporasi hubungan fidusia antara pemegang saham dan manajer termotivasi oleh perilaku yang berorientasi profit. Konsepsi ini berasala dari keyakinan kapitalisme pasar dapat berfungsi dalam mengatur diri sendiri dan secara seimbang. Salah satu aspek yang paling khas dari sistem Anglo-Saxon adalah struktur kepemilikan saham yang tersebar dan pemegang saham berpengaruh terhadap manajemen lemah. Itulah alasan mengapa dalam sistem Anglo-Saxon, korporasi benar-benar membutuhkan perlindungan hukum yang kuat untuk melindungi pemegang saham. Singkatnya, keasyikan pusat tota kelola perusahaan dalam sistem Anglo-Saxon adalah untuk melindungi kepentingan dan hak-hak pemegang saham.9

2) Model Eropa10

Sejak publikasi Berle dan Means, banyak yang percaya bahwa ada masalah yang signifikan dengan model Anglo-Saxon. Pendekatan lain tata kelola perusahaan yang diperkenalkan dikenal sebagai pemangku kepentingan atau model Eropa. Dalam sistem ini, perusahaan menaikkan sebagian besar keuangan eksternal mereka dari bank-bank yang memiliki dekat, hubungan jangka panjang dengan pelanggan perusahaan mereka.

Stakeholder model Eropa ini difokuskan pada model berbasis hubungan yang menekankan maksimalisasi kepentingan kelompok dari pemegang saham. Model atau pemangku kepentingan model Eropa menolak tiga proposisi utama dari model Amerika yaitu semua pemangku kepentingan memiliki hak untuk berpartisipasi dalam keputusan perusahaan yang mempengaruhi mereka, kewajiban fidusia manajer untuk menyempurnakan kepentingan semua pemangku kepentingan dan

9 M. Miller, “Is American Corporate Governance Fatall Flawed?”, M. Joel Sterm and H. Donals, Jr. Chew, “The Revolution in Corporate Finance, 4th edition, (United Kingdom; Blackwell Publihing, 2004), h. 3.

(6)

korporasi subjektif untuk mempromosikan kepentingan stakeholder dan tidak hanya pemegang saham.11

Prinsip-prinsip Good Corporate Governance

a. Transparansi

Transparansi mengandung unsur pengungkapan dan melengkapi informasi secara tepat waktu, setara, jelas, akurat, dan sebanding serta dapat diakses oleh fuctioner dan masyarakat penting. Transparansi sangat dibutuhkan agar bank dapat menjalankan usahanya secara obyektif, profesionalitas dan melindungi kepentingan konsumen.12 b. Akuntabilitas

Akuntabilitas mengandung unsur kejelasan fungsi dalam organisasi dan cara akunnya untuk membenarkan. Bank sebagai lembaga yang harus bekerja keras dalam skala yang transparan dan akuntebel. Untuk itu bank harus sehat dalam mengelola, terukur, dan profesional dengan tetap memperhatikan kepentingan pemegang saham, pelanggan, dan manajer lainnya. Akuntabilitas merupakan prasyarat yang diperlukan agar bisa bekerja secara terus menerus.13

c. Tanggung jawab

Tanggung jawab mengandung unsur ysng berkenaan dengan peraturan perundang-undangan dan internal bank tentunya dan juga memiliki muatan bank untuk masyarakat dan daerahnya. Ini prinsip yang diperlukan agar dapat memastikan telah lama terlindungi dari bisnis ini sejak lama dan mendapat pengakuan sebagai warga perusahaan yang baik.14

d. Independensi

Independensi yang mengandung unsur bersifat otonom atau berdiri sendiri dari sisi lain dan objektivitas dalam melakukan pekerjaan dan tugasnya. Sehubungan dengan prinsip independensi, bank harus

11Ibid, h.3.

12 Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia. 2006, Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), 2012, h. 3.

13Ibid, h. 3.

(7)

dikelola secara mandiri agar organ perusahaan bersama dan seluruh pihak yang di bawah barisan lain mendominasi dan tidak dapat dianggap tindakan oleh salah satu pihak dapat mempengaruhi objektivitas dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya.15

e. Keadilan

Keadilan yang terus berlanjut adalah unsur substansi perlakuan adil dan juga cara yang sama seperti peluang di bagian itu. Dalam usahanya yang telah dilakukan, bank harus selalu memperhatikan pentingnya pemegang saham, konsumen dan pengelola gedung interester lainnya berdasarkan prinsip keadilan dari masing-masing pihak.16

Tujuan dan Manfaat Good Corporate Governance

Forum Tata Kelola Perusahaan di Indonesia (FCGI) memiliki sebuah aturan yang menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik dapat memperoleh manfaatnya sebagai berikut:17

a. Untuk meningkatkan aktivitas kerja korporasi melalui proses pengambilan keputusannya dengan lebih baik, peningkatan efektifitas operasional korporasi dan semakin meningkatkan pelayanan kepada pemangku kepentingan.

b. Untuk lebih mudah mendapatkan dana pembiayaan lebih murah dan tidak kaku (sebab faktor kepercayaan) seperti yang terakhir akan meningkatkan nilai perusahaan.

c. Untuk mengembalikan kepercayaan investor untuk menginvestasikan dananya di Indonesia.

d. Pemegang saham akan merasa puas dengan aktivitas kerja perusahaan karena sekaligus akan meningkatkan nilai pemegang saham dan dividen, khusus untuk BUMN akan dapat membantu penerimaan APBN terutama dari hasil privatisasi.

15Ibid, h.4.

16Ibid, h.4.

(8)

Unsur-unsur Good Corporate Governance18

Unsur-unsur tata kelola perusahaan yang baik masuk ke dalam perusahaan dan di luar perusahaan. Unsur-unsur itu selalu dibutuhkan di dalam perusahaan yaitu Corporate Governance-Internal.

Unsur-unsur yang datang dari dalam perusahaan adalah:

a. Pemegang saham; b. Dewan direktur; c. Dewan komisaris; d. Manajer;

e. Para karyawan;

f. Sistem remunerasi berbasis pekerjaan; g. Komite Audit.

Unsur-unsurnya selalu dibutuhkan di dalam perusahaan antara lain:

a. Keterbukaan dan kerahasiaan; b. Transparansi;

c. Akuntabilitas; d. Keadilan;

e. Aturan dari kode etik.

Unsur-unsur yang datang dari luar perusahaan adalah:

a. Kecukupan undang-undang dan perangkat hukum; b. Para investor;

c. Lembaga penyedia informasi;

d. Akuntan publik; Lembaga ini telah mengambil sisi kepentingan umum, bukan menjadi kelompok;

e. Pemberi pinjaman atau pemberi pinjaman; f. Lembaga ini melakukan legalisasi.

Unsur-unsur yang selalu dibutuhkan diluar perusahaan meliputi:

a. Aturan dari kode etik; b. Keadilan;

c. Akuntabilitas; d. Hukum penjaminan.

(9)

Good Corporate Governance menurut Pandangan Islam

1. al-Tawhi>d and al-Shu>ra19

Sebagai dasar keyakinan Islam adalah al-Tawhi>d20, dasar kerangka kerja tata kelola perusahaan juga berasal dari konsep ini. Allah berfirman dalam Al-Qur'an:

"Orang-orang yang merayakan puji-pujian Allah berdiri, duduk, berbaring, atau memikirkan sisi-sisi, dan merenungkan keajaiban penciptaan di langit dan di bumi, (dengan pemikiran):" Tuhan kami ! Tidak untuk apa pun Engkau menciptakan semua ini! Kemuliaan untukmu beri kami ampunan dari hukuman neraka ".21

Ayat ini memberikan prinsip-prinsip dasar tata kelola dimana segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah memiliki tujuan dan manusia diciptakan untuk menjadi wakil dunia. Dengan menaruh kepercayaan kepada umat manusia sebagai wakil, Allah memainkan peran aktif untuk dipantau dan dilibatkan dalam setiap urusan manusia dan dia sadar dan mengetahui setiap saat.

2. Dimensi Tata Kelola Perusahaan22

Dimensi utama Tata Kelola Perusahaan Islam berdasarkan Schieffer dkk. (2008) kutipan oleh Wael Moustafa Hassn, yaitu:

1) Al-‘adl: (Keadilan) mewakili keseimbangan dan keadilan dalam

setiap tindakan dalam kehidupan seperti penilaian yang lewat, tanggung jawab terhadap orang lain, melindungi hak anggota masyarakat terlepas dari agama, jenis kelamin dan kewarganegaraan mereka. Ini adalah kerangka komprehensif untuk keseluruhan masyarakat termasuk individu dan institusi yang dianggap sebagai batu penjuru bagi nilai-nilai Islam.

19 Z. Iqbal and A. Mirakor, “Stakeholders Model of Governance in Islamic Economic System”, Economic Studies,...h. 45.

20 I. R Al-Faruqi, “al-Tawhi>d: Its Implications for Thought and Life”, The International Institute of Islamic Thought, (Horndon: Virgina, 1982), h. 288.

21 Q.S Al-Imran: 191.

(10)

2) Al-Hisba>h: Ini adalah sistem Islam dimana negara memiliki hak untuk memeriksa semua praktik di pasar untuk memastikan keadilan dan keadilan. Prosedur ini dapat diperluas untuk memeriksa secara mendalam kejahatan kecil di masyarakat dalam sistem ini, negara merekrut inspektur atau atasan atau yang disebut Al-mouhtasib. 3) Kesadaran Diri / kesadaran (kewaspadaan): Schieffer et all.

(2008), menyatakan bahwa "Islam memberi penekanan kuat pada pengakuan sadar akan saling ketergantungan antara yang tak terlihat dan yang terlihat, dimana yang tak terlihat dianggap sebagai penyebab yang terlihat ("perangkat lunak memimpin perangkat keras"). Oleh karena itu, tata kelola perusahaan yang baik mulai pada tingkat psikologis individu. "

4) al-Tawhi>d: Connectivenesess ("unity"), Sesuai literatur Islam ada tiga tingkat kesatuan. Persatuan umat manusia, kesatuan umat dan persatuan umat muslim. Konsep ini harus diterapkan pada semua pihak dalam organisasi.

5) Al-Syura: Konsultansi - Salah satu konsep utama dalam Islam di

Al-Syura (konsultasi) ini berarti bahwa proses pengambilan keputusan harus dilakukan melalui konsultasi dan tidak berdasarkan pada diktatorasi.

Menurut Muqorobin, (2012), empat dasar berdasarkan kepedulian terhadap tata kelola perusahaan dalam perspektif Islam dapat dijelaskan sebagai berikut:23

a. Al-Tauhi>d: Al-Tauhi>d adalah kerajaan tertinggi dari semua

aktivitas kehidupan manusia islami dan menjadi pegangan tangan setiap muslim tanpa dikriminasi mazhab (ideologi), atau ideologi lainnya yang menjadi perhatiannya. Prinsip ini mengajarkan agar manusia selalu ingat jika dirinya sendiri hanya makhluk Tuhan yang harus sampai kepada Allah dan mewujudkan peraturannya dan meninggalkan larangannya.

23 Masyudi Mauqorrobin, “Fikih Tata Kelola Organisasi Laba: Sebuah Pengantar. (Online)

(http://tarjih.muhammadiyah.or.id/artikel-fikih-tata–kelola–organisasi–laba–detail-186.html),

(11)

b. Al-Taqwa> dan Al-Ridha>>: Al-Taqwa> dan Al-Ridha>> menjadi tokoh terkemuka yang teguh sebagai lembaga Islam menjadi jenis apa pun tentang dasar al-Taqwa> kepada Allah dan al-Ridha->>nya. Tata kelola korporat Busnis dalam Islam juga harus tegak di atas fondasi al-Taqwa> kepada Allah dan al-Ridha->>nya.

c. Equilibrium (al-Tawa>zunT)/ keadilan (al-Mi>za>n):

inilah dua konsep tentang keseimbangan dalam Islam. Menggambarkan al-Tawhi>d dalam konteks sosial di masyarakat termasuk dalam bisnis dan ekonomi.

“Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan sepasang (keadilan). Sehingga Anda tidak anggun batas bawah pasangan ini. Dan tegaklah sisik itu adil dan jangan sampai kamu menebangnya”.

d. Al-Mashlah} (Sejahtera): Pemeliharaan otoritas kepemimpinan

(12)

3. Perbedaan Good Corporate Governance Non-Islam dan Islam Perspektif

Skema 4.1

Perbandingan Good Corporate Governance Islam dan Non-Islam

(13)

Sumber: (Masadul Alam Choudhury dan M. Ziaul Haque), Corporate Governance in Islamic Perspective, (Corporate Governance Jurnal), 2006.

Kontras antara fitur Islami tata kelola perusahaan dicontohkan dalam Skema. 4.1, poin penting untuk dicatat dalam skema ini adalah bahwa pengembangan sumber daya manusia, pembentukan preferensi dan manajemen konsekuen, karyawan dan pemegang saham di perspektif tata kelola perusahaan utama didorong oleh tujuan. Akibatnya, kekuatan pasar yang terorganisir diri sesuai dengan perilaku preferensi semacam ini.

5. METODE PENELITIAN 1) Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian lapangan yang memiliki kualitas untuk menggunakan Content Analysis 24. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan tata kelola perusahaan yang baik di PT. Bank BNI Syariah cabang Tasikmalaya dan metode pengambilan keputusan adalah konsep penerapan good corporate governance

menggunakan teori Zulkifli Hassan atau konsep Masyudi Muqorobin. 2) Lokasi dan Waktu Penelitian

a. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian dilakukan di PT. Bank BNI Syariah cabang Tasikmalaya yang tidak dapat diraih di Jl. Masjid Agung no. 26, Blok Kaum Kaler, Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia.

b. Waktu Penelitian

Waktu penelitian dimulai tanggal 28 April 2017 sampai 30 Mei 2017.

(14)

3) Jenis dan Sumber Data25 a. Data Primer

Data primer diperoleh dengan membawa hasil penelitian dari pengumpulan lapangan pada observation, wawancara dan dokumentasi dan akan melibatkan diri dengan Manajer Bank, baik atau pihak lain, yaitu hasil wawamcara salah seseorang bagian PT. Bank BNI Syariah Cabang Tasikmalaya pada tahun 2016.

b. Data Sekunder

Data penelitian sekunder adalah data yang dikumpulkan dari tangan kedua atau dari sumber lain yang telah tersedia sebelum penelitian dilakukan. Dan data sekunder diperoleh dengan membawa teknis yang relevan atau melakukan pendokumentasian catatan independen terkait untuk pernyataan penerbitan penelitian objek. 4) Teknik Mengumpulkan Data26

a. Observasi

Pengamatan sering disebut sebagai metode observasi. Singkatnya metode pengamatan adalah cara teliti yang teliti. Atau pengamatan cermat dan sistematis dan pencatatan fenomena yang sedang diselidiki.

b. Wawancara

Metode wawancara adalah metode penelitian untuk memandu wawancara mengajukan pertanyaan, mendengarkan jawaban, mengamati dan mencatat perilaku semua tanggapan dari hasil survei serta wawancara.

c. Dokumentasi

Dokumentasi adalah makalah yang ditulis atau dicetak berupa catatan anekdot, surat, catatan harian, dan dokumen, dalam hal ini dapat mencakup lembaran internal, komunikasi ke masyarakat beragam, file, deskripsi program dan lain-lain.

25 Andi Prastowo, “Memahami Metode-Metode Penelitian”, Edisi ketiga, (Jakarta: Ar-Ruzz Media), h. 280.

(15)

5) Teknik Analisis Data27

Analisis data akan dilakukan dengan menggunakan metode induktif. Bentuk metode induktif ini adalah paragraf yang dipelihara dengan menjelaskan beberapa isu spesifik (mengandung bukti) yang diakhiri dengan pernyataan umum tentang kesimpulan atau metode dengan pendekatan khusus untuk umum (bersifat spesifik terhadap umum).

6. HASIL PENELITIAN

Penerapan Good Corporate Governance di PT. Bank BNI Syariah Cabang Tasikmalaya 201628

Penerapan tata kelola perusahaan yang baik di PT. Bank BNI Syariah cabang Tasikmalaya dapat dikatakan bahwa seluruh karyawan pada saat pertama kali bekerja bisa dikatakan cukup sulit.

Maksud dari cukup sulit adalah karena pada saat itu hingga sekarang, PT. Bank BNI Cabang Syariah Tasikmalaya membutuhkan karyawan yang tangguh dan mau bekerja keras serta menjalankan slogan kinerja yang diterapkan oleh PT. Bank Syariah Cabang Tasikmalaya yaitu “menghindari atau menolak gerakan anti-gratifikasi dalam setiap pekerjaan”. Sebab, slogan tersebut agar mampu menanamkan nilai-nilai Islam dengan tidak bertolak belakang dengan ajaran Islam supaya menjadi dasar berfikir akademis dan bertanggungjawab. Prinsip kerja di PT. Bank BNI Syariah Cabang Tasikmalaya ialah “bekerja adalah ibadah, tidak melihat dari gaji yang diraih, melakukan dengan ikhlas untuk mendapatkan al-rid}a> dari Allah dan juga untuk mendapatkan gaji yang semata-mata untuk beramal kebaikan dijalan Allah.”

27 Uhar Suharsaputra, “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Tindakan”, Edisi Pertama, (Bandung, PT. Refika Aditama, 2012), h. 215.

(16)

Penerapan 5 Prinsip Pokok Good Corporate Governance di PT. Bank BNI Syariah Cabang Tasikmalaya 201629

1. Transparansi

Dalam kegiatan sehari-hari penerapan prinsip tansparansi di sini adalah "Tidak mendorong kepuasan atau tidak menerima kompensasi dari siapapun”, supaya dalam hal cara berhubungan dengan beberapa pihak ketiga dalam bekerja, bisa membawa kita dalam menghindari aturan yang salah. Karyawan harus mengambil penyediaan komoditas sesuai pemesanan, karena begitu apa yang menjadi kesepakatan kepada pihak ketiga seperti vendor, akan menjadi tolak ukur karyawan dalam mendapatkan gaji sesuai hasil kerjanya. Hal ini sebenarnya menjadi rahasia umum, namun apa yang semestinya dilakukan dengan jelas sesuai peraturan PT. Bank BNI Syariah Cabang Tasikmalaya harus dipatuhi sesuai janji atau kesepakatan bersama semasa memuali kerjasama disini. 2. Akuntabilitasi

Hasil dari pertanggungjawaban di sini adalah semua kendala dengan pemangku kepentingan seluruhnya dikatakan baik tidak ada hambatan. Namun, untuk standarisasi pekerjaan semua tunduk kepada kantor pusat PT. Bank BNI Syariah sebagai penanggungjawab umum atas segala problematika disemua cabang.

3. Pertanggungjawaban

Tanggung jawab yang telah dilakukan oleh PT. Bank BNI Syariah Cabang Tasikmalaya adalah mengalokasikan pelayanan terhadap pihak ketiga standarisasi seluruh operasionalnya dipusatkan sama dengan bank pusat PT. Bank BNI Syariah Cabang Tasikmalaya. Semua yang berhubungan dengan tanggungjawab instansi disini harus dimusyawarahkan kepada kepala direksi PT. Bank Syariah Cabang Tasikmalaya sebagai proses tanggungjawab yang relevan untuk dilakukan.

4. Profesional/ Kebebasan

(17)

Implementasi prinsip independen di PT. Bank BNI Syariah Cabang Tasikmalaya ini yaitu bank memiliki konsep "Ama> nah} - al-Jama> 'ah". Yang dimaksud hal tersebut adalah sebagai pedoman untuk bekerja dengan baik dan memprioritaskan prinsip ibadah. Dengan mengadakan program “Morning Briefing” yang dilakukan setiap hari pada pukul 08.00 WIB kepada seluruh karyawan sebagai rutinitas yang dilakukan para pegawai sebelum bekerja yang diakhiri dengan doa bersama.

5. Kewajaran/ Keadilan

PT. Bank BNI Syariah Cabang Tasikmalaya menerapkan prinsip keadilan dalam "kebijakan kesejahteraan atau rasio bagi hasil bagi nasabah". Contoh dalam pendistribusian rasio biaya atau bagi hasil dalam akad mudharabah yaitu bagi hasil untuk pelanggan sebesar 12%, bahwa pembagian keuntungannya akad disepakati oleh DPS (Dewan Pengawas Syariah) sesuai pengajuan biaya dan sebanding dengan pesyaratan dalam pembagian bagi hasil dalam akad mudharabah di PT. Bank BNI Syariah Cabang Tasikmalaya.

(18)

Penerapan Prinsip Good Corporate Governance menurut Perspektif Islami di PT. Bank BNI Syariah Cabang Tasikmalaya 201630

Menurut konsep perspektif Islam penerapan prinsip good corporate governance di PT. Bank BNI Syariah Cabang Tasikmalaya berdasarkan prinsip al-Tawhi> d} dan al-Rid}a. Semata-mata berlaku untuk seluruh anggota mempunyai prinsip bahwa bekerja yang baik adalah berdasarkan tujuan beribadah dan untuk mendapat ridha dari Allah SWT.

PT. Cabang Bank BNI Syariah Tasikmalaya dalam pengembangan investasi-investasi pada saham-saham perusahaan menerapkan prinsip

al-Ama> nah} dan al-Jama> 'ah}. Yaitu untuk mengadopsi penerapan

investasi yang jujur dan untuk tujuan bersama bukan kepentingan personal. Aplikasinya ialah pada tahun 2016 hingga tahun 2017 pada saat membuka lowongan kerja karyawan yang akan melamar di PT. Bank Syariah Cabang Tasikmalaya, bank membuat persyaratan bagi calon pegawai baru untuk diwawancara secara operasional, serta untuk diuji coba dalam membaca beberapa ayat-ayat Al-Qur’an. Persyaratan ini tumbuh berdasarkan asas penilaian atau tolak ukur dari segi al-Taqwa> (ketakwaan) calon pegawai secara subyektif.

Adapun program rutin tahunan yang dilaksanakan oleh PT. Bank BNI Syariah Cabang Tasikmalaya yaitu program “Milad 19 Juni” sebagai program “Tarhib Ramadhan (Care Free day)” dalam rangka penyambutan bulan Ramadhan dengan diadakannnya salah satunya perlombaan MHQ ( al-Mutsabaqotul al-Hifd}i-l-al-Qur’an) dengan minimal sepuluh ayat yang diujikan oleh karyawan-karyawan di PT. Bank BNI Syariah Cabang Tasikmalaya. Arti dari acara-acara yang diselenggarakan setiap tahun tersebut merupakan penerpanan prinsip "al-H}asa>nah}" yang berarti baik atau kebaikan. Dalam arti, bahwa setiap kebaikan yang ada akan selalu dilestarikan atau dibudidayakan supaya membawa nilai keberkahan yang Islami.

(19)

Peta Good Corporate Governance31

2010-2011:

(Perusahaan Didirikan) Struktur dan prasarana berjalan sesuai ketentuan (Pedoman GCG, Pedoman Direksi dan Dewan Komisaris, Karakter Komite.

2012-2015:

Perbaikan Instrumen dan mekanisme GCG secara berkesinambungan, Perusahaan menerbitkan sukuk, memiliki Sekretaris Perusahaan, dan membentuk pengawasan Pokja (GC) GCG.

2016-Kedepan:

Eksestasi Eksternal, Sinergi dengan Komite Inti, sosialisasi berkelanjutan melalui sistem media internal seperti WBS, Electronic Corporate Guideline (ECG), Compliance Information System (CIS), pemutakhiran pedoman GCG.

Trik Islami di PT. Bank BNI Syariah Cabang Tasikmalaya 201632

PT. Bank BNI Syariah Cabang Tasikmalaya memiliki prinsip pelayanan dalam hal pelayanan kepada anggota nasabah yang sedang bertransaksi disini, yaitu bank menerapakan peraturan dalam aspek keagamaan yang mana diadakan shalat berjamaah di waktu shalat Dzuhur dan shalat Ashar dengan bertempatkan di Masjid Agung Tasikmalaya, dikarenakan lokasi bank berhadapan dengan masjid tersebut. Prosedurnya yakni kantor tutup selama 15 sampai 20 menit selama waktu shalat yang tertera diatas tersebut. Dengan maksud, PT. Bank BNI Syariah Cabang Tasikmalaya memberikan asumsi kepada nasabah agar selalu taat kepada prinsipal keibadahan serta menghargai disetiap waktunya.

PT. Bank BNI Syariah Cabang Tasikmalaya menciptakan prosedural untuk para karyawan yaitu dengan diadakannya program BIC (Brand Internaat Control) yaitu dewan pengatur pelaksanaan bank yang bertugas untuk melaporkan semua kegiatan pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik secara keseluruhan diperusahaan masing-masing cabang PT. Bank BNI Syariah. Praktek program ini dengan maksud agar setiap ranah kegiatan yang

31Ibid, h. 221.

(20)

dilaksanakan selalu dikontrol dan dilaporkan kepada bank pusat, supaya dapat menjadi keamanan yang akurat bagi pihak bank agar berjalan dengan lancar atas program yang digelutinya.

7. KESIMPULAN

Lima pilar konsep implementasi good corporate governance (GCG) yang dilakukan dengan baik oleh PT. Bank BNI Syariah Cabang Tasikmalaya, yaitu sebagai berikut:

 Penerapan prinsip transparancy yaitu dengan penerapan prinsip kejelasan

instansi dengan tidak mendorong kepuasan atau tidak menerima kompensasi dari siapapun.

 Penerapan prinsip accountability yaitu dengan menerapkan kontrolisasi

atau pembuatan laporan, melaporkan segala apa yang dikerjakan setiap harinya kepada PT. Bank BNI Syariah pusat.

 Penerapan prinsip responsibility yaitu dengan menerapkan prinsip

kehati-hatian dengan menggalakan prinsip anti-gratifikasi dalam pelaksanaan kinerja bank dan berpegang teguh pada hukum yang berlaku.

 Penerapann prinsip independency yaitu dengan diterapkannya konsep

al-Ama> nah {-al-Jama> 'ah} sebagai pedoman dalam bekerja serta tidak mudah dipengaruhi oleh pihak luar yang tidak mempunyai kepentingan yang baik.

Serta diadakannya perkumpulan “morning breifing” untuk semua anggota setiap pukul 08.00 WIB yang diakhiri dengan doa bersama.

 Penerapan prinsip fairness yaitu dengan diterapkannya pembagian rasio

bagi hasil yang sesuai keseimbangan kesejahteraan antar nasabah maupun pihak bank sesuai keputusan dari DPS (Dewan Pengawas Syariah), serta pembagian pembiayaan diputuskan oleh badan OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

(21)

terhadap setiap individualnya menerapkan prinsip bahwa bekerja yaitu dengan tujuan untuk ibadah. Prakteknya adalah:

 Menerapkan konsekuensi keutamaan dalam berkeagamaan dengan

penerapan shalat berjamaah dengan para nasabah di setiap shalat Dzuhur dan Ashar dengan kantor bank tutup selama 15 menit sampai 20 menit.

 Menyelenggarakan program tahunan, bahwa PT. Bank BNI Syariah

Cabang Tasikmalaya mengadakan perlombaan "Hifz}u-l-al-Qura<n (MHQ)" dengan soal minimum sepuluh ayat yang diujikan. Dan mengadakan "Agenda Milad PT. Bank BNI Syariah cabang Tasikmalaya setiap tanggal 19 Juni " atau sebagai Tarhib Ramdhan (Car Free Day) sebagai rangka dalam penyambutan bulan Ramadhan dan seagai perayaan tahunan yang serempak dilaksanakan diseluruh pusat, cabang, maupun cabang pembantu.

DAFTAR PUSTAKA Al-Quran al-Karim

Annual Report of PT. Bank BNI Syariah 2016.

Berle, A. And Means, G, 1932, “The Modern Corporation and Private Property”, (New York: Macmillian).

Daniri, Mas Ahmad, 2005, “Good Corporate Governance: Konsep dan Penerapanna di Indonesia”, (Ray, Indonesia: Jakarta).

European Central Bank, 2005, “Annual Report 2004”, Frankfurt.

Forum for Corporate Governance in Indonesia, 2001.

Hasil Wawancara di PT. Bank BNI Syariah Cabang Tasikmalaya dengan Bapak Alvi M.Dwi SP (Pjs. BOH), pada tanggal 28 April 2017, pukul 17.00 WIB.

Lovette, William A, 2007, “Banking and Financial Institution Law”, (USA; West Publishing, Co. 1997), salinan fersi dari Bismar Nasution, “Hukum Kegiatan Ekonomi”, (Bandung, Books Terrace and Library).

Miller, M., 2004, “Is American Corporate Governance Fatall Flawed?”, M. Joel Sterm and H. Donals, Jr. Chew, 2004, “The Revolution in Corporate Finance”, 4th edition, (United Kingdom; Blackwell Publihing).

(22)

Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia. 2006, Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), 2011.

Prastowo, Andi, 2014, “Memahami Metode-Metode Penelitian”, Edisi ketiga, (Jakarta: Ar-Ruzz Media).

R Al-Faruqi, I, 1982, “al-Tawhi>d”: Its Implications for Thought and Life”,

The International Institute of Islamic Thought, (Horndon: Virgina).

Schieffer, Alexander, Lessem, Ronnie and Al-Jayyousi, Odeh (2008), “Corporate Governance: Impulses from the Middle East”, Transition Studies Review,

(Vol. 15, Issue 2).

Shleifer, A and Vishny, R; 1997, A Survey of Corporate Governance, “Journal of Finance”, edition 52.

Sugiyono, 2011, “Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D”, (Bandung: Alfabeta).

Suharsaputra, Uhar, 2012, “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Tindakan”, Edisi Pertama, (Bandung, PT. Refika Aditama).

Sutedi, Adrian, 2011, “Good Corporate Governance”, (Jakarta: Sinar Grafika).

Tjager, I Nyoman, dkk., 2003, “Corporate Governance: Tantangan dan Kesempatan bagi Komunitas Bisnis Indonesia”, (Jakarta: Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG).

Zamir Iqbal and Abbas Mirakor, 2004, “Stakeholders Model of Governance in Islamic Economic System”, “Islamic Economic Studies” (Vol. 11, No. 2).

http://tarjih.muhammadiyah.or.id/artikel-fikih-tata–kelola–organisasi–laba– detail-186.html

(23)

Referensi

Dokumen terkait

Rumusan masalah penelitian ini adalah metode yang digunakan dalam menganalisis akuntansi forensik dan audit investigatif diterapkan dalam pelaksanaan prosedur audit dan

Oleh sebab itu agar investor tertarik untuk berinvestasi pada perusahaan, maka perusahaan perlu memastikan kepada pihak investor bahwa dana yang mereka investasikan akan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menguji, dan membuktikan secara empirik apakah penerapan Good Corporate Governance, Return on Asset, dan Net profit

3) Memberikan rekomendasi penyempurnaan mengenai system pengendalian manajemen serta pelaksanaanya. 4) Memastikan telah terdapat prosedur evaluasi yang memuaskan terhadap

a. Memastikan bahwa seluruh unit kerja memiliki pedoman dan prosedur kerja yang terkini sesuai dengan job description dan struktur organisasi Bank. Membuat program-program

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa adanya peranan penting antara penerapan GCG dengan faktor penghambat dan pendukung dalam pelaksanaan praktek GCG, dimana

Dokumen ini membahas prinsip-prinsip hukum yang penting untuk ditaati dalam memeriksa dan memutuskan perkara guna memastikan keadilan dan kepastian

56 BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, komisaris